Sachin Gopalan Dorong IndoFringe dan Indonesia Open Network Jadi Mesin Baru Ekonomi Kreatif Anak Muda

Jakarta — Pendiri sekaligus penggerak IndoFringe, Sachin Gopalan, menegaskan pentingnya transformasi digital dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih inklusif bagi generasi muda Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam sesi talkshow “Digitizing Culture and Creativity: Powering the Next Wave of Creative Economy” dalam rangkaian hari pertama Jakarta Marketing Week 2026 di Kota Kasablanka, Rabu (6/5/2026) lalu.

Dalam paparannya, Sachin menjelaskan bahwa IndoFringe tidak lagi sekedar festival seni dan kreativitas anak muda, tetapi tengah berkembang menjadi gerakan ekonomi kreatif berbasis digital yang terhubung dengan Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur perdagangan digital terbuka yang didukung pemerintah.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjawab tantangan terbesar para pelaku ekonomi kreatif saat ini, yakni sulitnya memperoleh pasar dan tingginya biaya platform digital konvensional.

“Creative economy tidak jalan karena komisi strukturnya terlalu mahal. Banyak platform mengambil komisi 25 sampai 40 persen. Karena itu kita bangun Indonesia Open Network dengan biaya jauh lebih rendah, sekitar dua sampai tiga persen,” kata Sachin dalam sesi diskusi tersebut.

IndoFringe Siapkan Marketplace untuk Talenta Muda

Sachin menjelaskan bahwa timnya kini sedang mengembangkan platform digital baru untuk IndoFringe yang ditargetkan meluncur pada Oktober mendatang. Platform tersebut dirancang sebagai marketplace bagi siswa, mahasiswa, hingga anak muda yang belum memiliki pekerjaan tetap agar dapat menawarkan keterampilan mereka secara langsung kepada pasar.

Ia mencontohkan berbagai jenis pekerjaan kreatif yang bisa diakses melalui platform tersebut, mulai dari fotografi, videografi, desain grafis, penulisan konten, hingga jasa kreatif lainnya yang berkaitan dengan ekonomi digital.

Menurutnya, banyak anak muda sebenarnya memiliki bakat dan kemampuan, tetapi tidak memiliki akses terhadap pasar. Karena itu, platform digital tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan antara talenta muda dengan kebutuhan industri kreatif.

“Kalau punya talent, mereka bisa pasarkan lewat digital dan dapat short project. Mungkin nilainya tidak besar, tapi bisa jadi source of income buat anak muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, platform itu nantinya juga akan memiliki fitur jual beli, penyewaan alat, layanan kreatif, pencarian kerja, hingga konektivitas dengan aplikasi lain yang tergabung dalam ekosistem open network.

Terhubung dengan Indonesia Open Network

Dalam kesempatan itu, Sachin juga menyoroti peran Indonesia Open Network atau ION yang disebutnya akan menjadi pondasi penting bagi demokratisasi ekonomi digital di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa ION merupakan public infrastructure untuk commerce yang dikembangkan bersama pemerintah, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta Kementerian UMKM Republik Indonesia, agar masyarakat dapat mengakses layanan digital dengan biaya lebih murah.

“Kalau platform mengambil komisi terlalu besar, akhirnya yang kaya hanya platform. Pemerintah ingin commerce lebih demokratis sehingga masyarakat juga bisa menikmati manfaat ekonomi digital,” katanya.

Melalui koneksi dengan ION, talenta-talenta kreatif di IndoFringe nantinya dapat menawarkan jasa mereka melalui berbagai aplikasi besar yang telah terhubung dalam jaringan tersebut, termasuk operator telekomunikasi dan platform digital lain.

Sachin menilai model open network akan membuka peluang lebih luas bagi pekerja kreatif independen seperti MC, moderator, penyanyi, pelukis, hingga content creator untuk memperoleh pasar tanpa terbebani biaya tinggi.

Dari Festival Seni Menjadi Gerakan Nasional

IndoFringe sendiri telah berkembang pesat dalam tiga tahun terakhir. Sachin menyebut lebih dari 500 sekolah telah terlibat dalam berbagai festival yang diselenggarakan pihaknya.

Ia mengungkapkan bahwa awalnya banyak sekolah ragu mengikuti festival lintas sekolah karena khawatir terjadi konflik antar pelajar. Namun pengalaman selama beberapa tahun justru menunjukkan kegiatan seni mampu membangun suasana yang lebih damai dan kolaboratif.

“Kegiatan ekonomi kreatif membuat anak muda lebih bersahabat. Tidak seperti kompetisi olahraga yang kadang terlalu kompetitif,” ujarnya.

Ke depan, IndoFringe menargetkan ekspansi lebih besar dengan melibatkan kampus-kampus dan komunitas kreatif di berbagai daerah. Bahkan pada 2028, mereka menargetkan penyelenggaraan 500 festival serentak di seluruh Indonesia dalam waktu 10 hari.

Menurut Sachin, digitalisasi menjadi kunci utama untuk mewujudkan target ambisius tersebut karena seluruh koordinasi, mobilisasi relawan, hingga promosi kegiatan akan terhubung melalui platform digital.

Membuka Ruang untuk Semua Bidang Kreatif

Sachin juga menegaskan bahwa IndoFringe tidak membatasi diri hanya pada seni pertunjukan. Menurutnya, seluruh aktivitas yang melibatkan kreativitas, komunikasi, exhibition, hingga teknologi dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif.

Dalam sesi tanya jawab dengan mahasiswa yang hadir di Jakarta Marketing Week 2026, ia menyebut bidang seperti teknologi, digital content, hingga kompetisi elektronika nasional juga dapat menjadi bagian dari IndoFringe selama dikemas dalam format exhibition atau performance.

Ia menilai ekonomi kreatif saat ini telah berkembang jauh lebih luas, termasuk di bidang content creator, videografi, script writing, gaming, hingga digital exhibition.

“Kita ingin semua orang bisa membawa ide dan mengkomersialisasikannya. Jadi bukan sekadar kegiatan sukarela, tetapi juga menjadi business proposition,” katanya.

Pesan untuk Generasi Muda

Menutup sesi diskusi, Sachin mengingatkan generasi muda agar tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi dan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kemampuan komunikasi dan keberanian untuk bertanya tetap menjadi keterampilan paling penting di era digital.

“Sekarang semua bisa dicari di Google atau ChatGPT, tapi jangan lupa human interaction tetap penting. Human in the loop itu harus tetap ada,” ujarnya di hadapan peserta Jakarta Marketing Week 2026.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SUCOFINDO Dorong Ekosistem Energi Terbarukan Lewat Layanan TIC Terintegrasi

Jakarta, 12 Mei 2026 – PT SUCOFINDO (PERSERO) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya menekan emisi dan mendorong implementasi Net Zero Emission. Peran ini sejalan dengan posisi PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai perusahaan BUMN di bidang TIC (Testing, Inspection, Certification).

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dalam ajang Solartec 2026 pada kategori Renewable Energy Industrial Services (24/4). Dalam kesempatan tersebut, Direktur Komersial PT SUCOFINDO (PERSERO), Agus Permadi, menyampaikan bahwa SUCOFINDO terus berperan aktif dalam mendukung ekosistem energi terbarukan di Indonesia.

“Kami terus menjalankan upaya berkelanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan, termasuk dalam pengembangan energi baru terbarukan. SUCOFINDO sebagai perusahaan TIC turut berperan dalam mendorong implementasi Net Zero Emission,” ujar Agus Permadi.

Ia menambahkan, PT SUCOFINDO (PERSERO) menyediakan layanan TIC pada setiap tahapan proses, sesuai dengan standar nasional maupun internasional, untuk mendukung upaya pencapaian Net Zero Emission.

Melalui capaian tersebut, perusahaan terus mendorong untuk berkontribusi dalam pengembangan energi baru terbarukan. “Kami berharap peran SUCOFINDO dalam ekosistem energi terbarukan dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung program transisi energi nasional,” lanjut Agus.

Dalam mendukung sektor energi terbarukan, PT SUCOFINDO (PERSERO) berperan sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Selain itu, SUCOFINDO juga menyediakan layanan sampling dan analisis pada berbagai sumber energi seperti gas metana batubara, panas bumi, serta sumber energi baru terbarukan lainnya.

Untuk memastikan pemenuhan standar keberlanjutan, PT SUCOFINDO (PERSERO) turut menghadirkan layanan verifikasi pada panel surya, turbin angin, infrastruktur pengisian kendaraan listrik (EV charging), serta sistem penyimpanan energi.

“SUCOFINDO berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung pencapaian Net Zero Emission, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang didukung oleh infrastruktur perusahaan,” tutup Agus Permadi.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, PT SUCOFINDO (PERSERO) juga menghadirkan layanan pemantauan dan pengelolaan lingkungan, seperti pemetaan lahan, audit lingkungan, serta layanan ESG (Environmental, Social, and Governance).

Selain itu, SUCOFINDO menyediakan berbagai layanan pendukung sustainable development, antara lain green smelter, ecolabel, green office, green building, green port, konsultansi energi terbarukan, green project management, industri hijau, sertifikasi GGL (Green Gold Label), serta CCS/CCUS (Carbon Capture, Storage/Utilization).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Investasi dan Spekulasi: Dua Pendekatan dalam Dunia Keuangan

Pasar keuangan global menawarkan berbagai jalan bagi individu untuk mengembangkan kekayaan mereka, namun tidak semua jalan tersebut ditempuh dengan cara yang sama. Dua pendekatan yang paling sering diperdebatkan dan diterapkan oleh pelaku pasar adalah investasi dan spekulasi. Meskipun keduanya sama-sama bertujuan untuk menghasilkan keuntungan finansial dan melibatkan penempatan modal pada instrumen keuangan, fondasi berpikir, jangka waktu, serta tingkat risiko yang diambil sangatlah berbeda jauh. Memahami batasan yang jelas antara kedua konsep ini adalah langkah krusial agar Anda tidak terjebak dalam kesalahan fatal akibat salah menerapkan strategi yang tidak sesuai dengan profil risiko pribadi.

Landasan Analisis dan Horison Waktu yang Berbeda

Pendekatan investasi didasarkan pada analisis yang mendalam terhadap nilai intrinsik suatu aset, di mana seorang investor bertindak sebagai pemilik sebagian dari bisnis atau aset tersebut. Fokus utamanya adalah pertumbuhan nilai jangka panjang dan pendapatan pasif berkelanjutan, seperti dividen atau bunga, yang dihasilkan dari kinerja fundamental aset yang sehat. Seorang investor yang bijak biasanya bersedia mengabaikan fluktuasi harga jangka pendek karena mereka percaya pada prospek jangka panjang ekonomi global. Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai cara memetakan arah pasar jangka panjang berdasarkan data makroekonomi, Anda dapat mempelajari ulasannya di Market Analysis KVB.

Sebaliknya, spekulasi berfokus sepenuhnya pada pemanfaatan pergerakan harga jangka pendek demi meraup keuntungan kilat. Seorang spekulan tidak terlalu peduli dengan nilai fundamental dari instrumen yang mereka beli, melainkan lebih mengandalkan analisis teknikal, pola grafik, momentum pasar, atau bahkan rumor untuk memprediksi ke arah mana harga akan bergerak dalam hitungan jam atau hari. Horison waktu yang sangat singkat ini membuat spekulasi memiliki tingkat perputaran modal yang tinggi. Hal ini menuntut kesiapan mental yang kuat karena potensi keuntungan yang besar selalu berbanding lurus dengan risiko kerugian yang tidak kalah besar akibat volatilitas pasar yang ekstrem.

Manajemen Risiko dan Efisiensi Ekscution Pasar

Perbedaan paling mencolok antara kedua pendekatan ini terletak pada cara mengelola risiko portofolio. Investor cenderung memitigasi risiko melalui strategi diversifikasi aset dan membiarkan waktu bekerja untuk menetralisir volatilitas pasar. Di sisi lain, spekulan mengandalkan manajemen risiko yang sangat ketat melalui penempatan batasan kerugian instan guna melindungi modal mereka dari pergerakan harga yang berlawanan dengan prediksi awal. Dalam lingkungan perdagangan yang bergerak sangat cepat, akurasi dan kecepatan sistem menjadi faktor penentu utama keberhasilan strategi spekulatif ini.

Infrastruktur perdagangan yang stabil dan transparan sangat dibutuhkan oleh kedua tipe pelaku pasar ini agar mereka dapat mengeksplorasi pasar global dengan adil. Ketersediaan likuiditas yang melimpah memastikan bahwa setiap keputusan untuk masuk atau keluar dari pasar dapat diproses secara instan pada tingkat harga yang kompetitif. Dukungan teknologi mutakhir memberikan jaminan bagi para pelaku pasar bahwa sistem pendukung di balik setiap transaksi memiliki standar keamanan yang ketat, sehingga mereka dapat fokus sepenuhnya pada pengoptimalan strategi tanpa perlu khawatir akan kendala teknis yang merugikan.

Navigasi Strategi Finansial Anda Bersama KVB Futures

Apapun pendekatan yang Anda pilih—apakah menjadi investor jangka panjang yang metodis atau spekulan jangka pendek yang agresif—memiliki mitra broker yang andal adalah kunci utama. KVB Futures hadir untuk menyediakan lingkungan perdagangan dengan stabilitas tinggi dan dukungan teknologi eksekusi mutakhir, memungkinkan Anda untuk mengelola portofolio di pasar global secara optimal dan aman. Kami berkomitmen untuk mendampingi setiap langkah finansial Anda melalui penyediaan layanan yang transparan demi mendukung pencapaian target keuangan Anda.

Seluruh fitur dan infrastruktur digital kami dirancang khusus untuk memenuhi ekspektasi para pelaku pasar yang mengutamakan kecepatan, akurasi, dan keamanan data. Anda dapat mengeksplorasi berbagai keunggulan produk dan layanan perdagangan berjangka kami dengan mengunjungi halaman Broker trading Futures KVB Futures. Untuk segera mengambil langkah profesional dalam mengelola modal dan menangkap peluang di tengah dinamika pasar keuangan dunia, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Registrasi KVB Futures.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kolaborasi FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal dalam Mendorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai yang Berkelanjutan

Surabaya, Mei 2026 – FKS Group bersama PT Pelindo Multi Terminal kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat yang kini memasuki tahap kedua di Surabaya. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis pangan agar semakin berkembang, mandiri, dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Mengangkat semangat Empowering Potential, Building Expertise, dan Creating Impact, kolaborasi ini berfokus pada penguatan keterampilan praktis sekaligus peningkatan kapasitas usaha masyarakat. Pada tahap kedua program diperluas ke Kelurahan Tenggulunan di kawasan Teluk Lamong dan wilayah Surabaya dengan target lebih dari 100 peserta ibu-ibu rumah tangga penerima manfaat. Kegiatan kick-off sendiri diikuti oleh lebih dari 150 peserta.

Program ini hadir di tengah pertumbuhan ekonomi Surabaya yang terus menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat ekonomi Surabaya tumbuh 5,87% pada 2025 dengan sektor perdagangan dan industri pengolahan sebagai kontributor terbesar terhadap perekonomian kota. Di sisi lain, geliat UMKM juga terus berkembang. Pemerintah Kota Surabaya mencatat jumlah UMKM di kota tersebut telah mencapai lebih dari 106 ribu unit usaha dan terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir.

Melalui program kolaborasi ini, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan tempe fresh yang higienis sesuai dengan standart Halal dan berbagai produk inovasi berbasis kedelai, pelatihan pembukuan sederhana, desain kemasan produk, pendampingan pengurusan legalitas usaha seperti PIRT dan sertifikasi Halal hingga memasuki pasar modern. Peserta tahap pertama juga dilibatkan sebagai trainer melalui skema Training of Trainers (ToT), sehingga proses pembelajaran dapat terus berlanjut di masyarakat.

VP of ESG FKS Group, Beatrice Susanto, menyampaikan bahwa FKS Empower Tahap 2 dirancang sebagai langkah nyata untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM.

“Melalui FKS Empower, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pelatihan. Program ini kami rancang sebagai ruang bertumbuh bagi para peserta untuk memperkuat keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Kami percaya, ketika perempuan diberi akses terhadap pengetahuan, jejaring, dan peluang, mereka dapat menjadi penggerak perubahan yang membawa dampak positif bagi keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitarnya,” ujar Beatrice.

Senada itu VP TJSL Pelindo Multi Terminal, Zulhendri menyampaikan harapan agar program ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat hingga pada akhirnya dapat berkembang secara mandiri dan memberi dampak positif ke sekitarnya.

“Program ini menjadi wujud nyata kepedulian kami sebagai insan BUMN Pelindo Group terhadap pengembangan UMKM di Surabaya sebagai bagian dari wilayah kerja kami, sekaligus menjalankan prinsip berkelanjutan, sehingga komunitas yang telah mendapat manfaat dapat turut serta memberi inovasi dan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya masing-masing,” ujar Zulhendri.

Kolaborasi FKS Group dan Pelindo Multi Terminal telah berjalan sejak 2024. Pada tahap pertama di tahun 2024, objektif program ditujukan untuk mendampingi masyarakat di empat kelurahan sekitar Teluk Lamong, Gresik, yaitu Kel. Romokalisari, Kel. Tambak Osowilangun, Kel. Tambak Sarioso, dan Kel. Karangkiring.

Selama program berlangsung, sebanyak 60 ibu rumah tangga mendapatkan pendampingan selama satu tahun. Dari program tersebut, total pendapatan kelompok tercatat mencapai lebih dari Rp100 juta. Beragam produk inovatif juga berhasil dikembangkan, mulai dari tempe fresh, keripik tempe sagu, susu kacang kedelai, brownies tempe, hingga berbagai produk turunan kedelai lainnya.

Selain mendorong peningkatan pendapatan, program ini juga diarahkan untuk membangun ekonomi berbasis komunitas melalui pemanfaatan bahan pangan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan tren pertumbuhan UMKM di Surabaya yang semakin terdorong oleh inovasi produk dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik kehadiran program yang sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat kapasitas UMKM agar semakin naik kelas dan berdaya saing. “Kolaborasi antara pemerintah dengan BUMN dan sektor swasta seperti ini menjadi sangat penting untuk mendorong pelaku usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi dan jejaring pasar yang lebih luas. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Surabaya dan membuka lebih banyak peluang usaha yang berkelanjutan,” ujar Eri Cahyadi.

Salah satu peserta UMKM, Dessy Intan Normalasari, mengaku program ini memberikan banyak manfaat dalam pengembangan usahanya. “Dari program ini saya jadi belajar banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya pahami, mulai dari cara mengelola usaha, membuat kemasan produk yang lebih menarik, sampai pentingnya legalitas usaha. Pendampingannya juga terasa dekat dan mudah dipahami, jadi kami lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha ke depannya,” kata Dessy.

Selain memperluas jangkauan penerima manfaat, pada tahap kedua ini FKS Group bersama Pelindo Multi Terminal juga memperkuat pendampingan bagi peserta tahap pertama agar produk UMKM binaan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar modern lokal di Surabaya. Hal ini diharapkan dapat terus mendorong tumbuhnya UMKM lokal yang lebih mandiri, inovatif, dan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Kereta hingga Sepeda, Karyawan PalmCo Dukung Kampanye Bebas Emisi Holding Perkebunan Nusantara

JAKARTA – Isu penghematan energi kembali menjadi perhatian di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah mendorong efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), penggunaan transportasi publik, serta perubahan pola mobilitas masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Sejalan dengan semangat tersebut, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo terus mendorong budaya kerja yang mendukung prinsip keberlanjutan, termasuk melalui kebiasaan sederhana yang dijalankan para karyawannya dalam aktivitas sehari-hari.

Di berbagai wilayah operasional PalmCo, sejumlah karyawan memilih menggunakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan untuk menuju tempat kerja, mulai dari kereta, bus, sepeda, hingga berjalan kaki.

Bagi sebagian karyawan, pilihan tersebut awalnya lahir karena alasan praktis seperti lebih hemat, lebih cepat, atau lebih sehat. Namun dalam keseharian, kebiasaan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung pengurangan konsumsi BBM dan emisi kendaraan pribadi.

Di Head Office PTPN IV PalmCo, Nabila Shifa menjadi salah satu karyawan yang memilih menggunakan transportasi umum. Setiap hari, ia menempuh perjalanan dari Depok menuju Jakarta menggunakan Commuter Line.

Sebagai warga komuter, Nabila sudah terbiasa dengan rutinitas pagi, mulai dari menuju stasiun, menunggu kereta, hingga melanjutkan perjalanan menuju kantor.

“Awalnya saya menggunakan Commuter Line karena lebih praktis dari Depok ke Jakarta. Tetapi lama-kelamaan saya merasa ini juga menjadi cara sederhana untuk ikut mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” ujar Nabila.

Menurutnya, penggunaan transportasi umum membuat perjalanan lebih terukur dan efisien. “Dengan Commuter Line, saya bisa memperkirakan waktu perjalanan. Biayanya juga lebih efisien. Bagi saya, ini bukan hanya soal berangkat kerja, tetapi juga soal membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap energi dan lingkungan,” katanya.

Pilihan serupa juga dilakukan Christovanly, karyawan PTPN IV PalmCo Head Office yang menggunakan TransJakarta sebagai moda transportasi menuju kantor. “TransJakarta sangat membantu mobilitas saya. Selain lebih hemat, saya juga merasa ikut berkontribusi dalam mengurangi kepadatan lalu lintas dan konsumsi BBM,” ujar Christovanly.

Ia menilai perubahan kebiasaan tidak selalu harus dilakukan melalui langkah besar. “Mungkin terlihat sederhana, hanya memilih naik bus. Tapi kalau dilakukan oleh banyak orang, dampaknya akan terasa. Kita bisa ikut mendukung efisiensi energi dari kebiasaan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu di PTPN IV Regional III Riau, sejumlah karyawan mulai membiasakan diri menggunakan sepeda untuk berangkat ke kantor melalui Komunitas Gowes Regional III atau Go_R3.

Ketua Go_R3, Hendra, mengatakan minat karyawan untuk bersepeda terus meningkat sejak awal bulan lalu. “Sejak awal bulan lalu, kami melihat semakin banyak karyawan yang menggunakan sepeda ke kantor. Ini perkembangan yang positif karena bersepeda bukan hanya membuat tubuh lebih sehat, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap efisiensi energi,” ujar Hendra.

Menurutnya, aktivitas bersepeda juga mempererat kebersamaan antarpegawai di luar ruang kerja formal. “Kami ingin gerakan ini berkelanjutan. Kalau semakin banyak karyawan yang ikut, pesan yang disampaikan juga semakin kuat bahwa kita bisa berkontribusi terhadap penghematan energi mulai dari diri sendiri,” katanya.

Di Medan, karyawan PTPN IV Regional I Rahmad Syahputra memilih berjalan kaki menuju kantor setiap hari sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehat. “Bagi saya berjalan kaki ke kantor itu menyenangkan. Saya memang suka olahraga, jadi aktivitas ini sekaligus menjadi cara menjaga kebugaran sebelum mulai bekerja,” ujar Rahmad.

Ia menilai berjalan kaki menjadi pilihan yang efektif selama jarak rumah dan kantor masih memungkinkan. “Kalau jaraknya masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki, saya lebih memilih jalan. Lebih sehat, lebih sederhana, dan tentu lebih hemat energi,” katanya.

Hal serupa juga dilakukan Hery Kusdiyanto, karyawan PTPN IV Regional VII Lampung yang rutin berjalan kaki menuju kantor. “Menurut saya berjalan kaki itu lebih hemat. Tidak perlu biaya transportasi, tidak menggunakan BBM, dan badan juga terasa lebih segar,” ujar Hery.

Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan maupun lingkungan. “Kalau bisa dimulai dari diri sendiri, kenapa tidak? Hal kecil seperti berjalan kaki ternyata memberi manfaat untuk kesehatan dan lingkungan,” katanya.

Berbagai kebiasaan yang dijalankan para karyawan PalmCo tersebut menunjukkan bahwa upaya efisiensi energi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari penggunaan transportasi publik, bersepeda, hingga berjalan kaki, seluruhnya menjadi bagian dari budaya kerja yang mendukung prinsip keberlanjutan dan pengurangan emisi.

Melalui semangat tersebut, Holding Perkebunan Nusantara bersama PTPN IV PalmCo terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih adaptif, sehat, dan berorientasi pada keberlanjutan, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung agenda transisi energi nasional dan pembangunan rendah emisi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pelatihan Kopi Bagi Jurnalis, Ubah Penikmat Jadi Pengusaha

Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan kedai kopi skala kecil di berbagai daerah terus berkembang. Tidak hanya di kota besar, usaha kopi rumahan hingga gerai sederhana kini semakin mudah ditemui dan mampu menjangkau pasar di tingkat lokal.

Tren ini tidak hanya didorong oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi, tetapi juga karena terbukanya peluang usaha di sektor ini. Dengan keterampilan dasar yang memadai, usaha kopi dapat dimulai dalam skala kecil dan berkembang secara bertahap.

Melihat potensi tersebut, MIND ID menginisiasi pelatihan kopi bagi jurnalis serta pegiat homeless media sebagai upaya memperkenalkan keterampilan dasar yang juga sekaligus membuka wawasan mengenai peluang usaha di bidang ini.

Kegiatan ini menghadirkan Coffee Expert dari Kieta Roastery. Para peserta belajar secara interaktif, tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik penyeduhan kopi.

Bertempat di Kopi Praja, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai karakter rasa kopi, teknik penyeduhan sederhana yang dapat diterapkan di rumah, hingga demonstrasi pembuatan espresso. Di samping itu, peserta juga diperkenalkan pada gambaran dasar pengembangan usaha kopi dalam skala kecil.

Manajer Kopi Praja, Eni, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap kopi. Terlebih, Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia dan memiliki beragam biji kopi berkualitas.

“Kopi tidak hanya soal rasa, tetapi juga soal pengetahuan dan peluang. Kami ingin masyarakat, termasuk jurnalis, bisa melihat kopi dari perspektif yang lebih luas,” ujar Eni.

Menurutnya, jurnalis memiliki kedekatan tersendiri dengan budaya kopi. Di tengah aktivitas peliputan, kopi kerap menjadi bagian dari keseharian, baik sebagai teman bekerja maupun ruang untuk berdiskusi.

“Antusiasme teman-teman jurnalis cukup tinggi. Mereka bukan hanya penikmat, tetapi juga tertarik memahami prosesnya. Dari situ, muncul potensi untuk mengembangkan keterampilan ini menjadi sesuatu yang lebih,” tambahnya.

Salah satu peserta, Endy, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Ia mengaku memperoleh pemahaman baru, khususnya dalam teknik penyeduhan kopi yang lebih tepat.

“Dulu hanya menyeduh secara sederhana menggunakan mesin. Sekarang jadi lebih paham tekniknya. Ke depan, ini juga bisa menjadi peluang usaha,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya MIND ID dalam mendorong pengembangan kapasitas dan keterampilan masyarakat melalui pendekatan yang aplikatif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Kuliah Sampai Sukses Jadi Influencer, Afina Syifa Ungkap Alasan Masih Setia Pakai Hijab Paris napocut

Jakarta, 18 Mei 2026 – Di tengah cepatnya perputaran tren modest fashion, kualitas yang konsisten seringkali menjadi alasan utama sebuah brand tetap dicintai. Hal ini dirasakan betul oleh content creator Afina Syifa. Baginya, napocut  bukan sekadar pelengkap penampilan, melainkan sahabat yang menemani setiap fase penting hidupnya, mulai dari masa kuliah hingga saat ia berani menyuarakan isu kesehatan mental di ruang publik.

Bukan Sekadar Hijab, Tapi Investasi Kualitas yang Timeless 

Perjalanan Afina bersama napocut dimulai sejak tahun 2017. Berawal dari meminjam hijab paris bordir segiempat napocut milik ibunya, Afina langsung jatuh hati pada Hijab Paris Premium napocut yang dirasakannya sangat berbeda. Materialnya yang lembut namun tetap tegak sempurna di dahi menjadi alasan kenapa ia tak pernah berpaling hingga saat ini.

“Aku suka banget karena hijabnya tegak di kepala dan bahannya adem, nggak bikin gerah. Fleksibel untuk kegiatan kampus yang padat,” ungkap Afina. 

Durabilitas bahannya juga tidak menurun meski telah dicuci berulang kali menjadikannya sebuah investasi fashion yang sangat berharga.

Menemani di Setiap Titik Balik Kehidupan

Lebih dari sekadar fungsi estetika, napocut punya kedekatan emosional tersendiri bagi Afina. Salah satu momen yang paling diingat adalah saat ia pertama kali memberanikan diri untuk terbuka mengenai kondisinya sebagai penyintas bipolar. Di momen yang sangat personal dan emosional tersebut, Afina memilih mengenakan Plain Paris napocut yang memberikannya rasa nyaman dan kepercayaan diri ekstra untuk berbagi cerita pribadinya kepada publik.

Kedekatan ini pun juga tumbuh berkat sang Ibu. Kegemaran yang sama terhadap koleksi napocut sering kali menciptakan momen bonding yang manis, di mana rutinitas memilih warna hijab menjadi waktu berkualitas bagi mereka berdua.

Menemukan Warna yang Paling Pas untuk Kamu

Melihat banyaknya testimoni napocut yang merasa terbantu dengan variasi produknya, napocut terus memegang teguh komitmen untuk menghadirkan pilihan yang inklusif. Tersedia lebih dari 100 varian warna hijab Paris yang dikurasi khusus untuk menyesuaikan berbagai undertone kulit perempuan Indonesia.

Pilihan warna yang sangat beragam ini memudahkan kamu untuk menemukan shade yang paling pas agar wajah terlihat lebih cerah dan segar secara natural. Buat kamu yang ingin menemukan warna yang paling mewakili karakter dirimu, koleksi lengkap napocut kini dapat dieksplorasi melalui situs resmi napocut.com

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pengelolaan Komplain Pelanggan Jadi Lebih Terorganisir dengan Barantum

Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal.

Banyak bisnis mulai kewalahan menghadapi komplain pelanggan yang terus meningkat setiap harinya. Ketika respon terlambat dan tindak lanjut berantakan, repeat order pelanggan perlahan mulai menurun.

Pengelolaan Komplain Pelanggan Masih Jadi Tantangan Banyak Bisnis

Seiring pertumbuhan bisnis, jumlah pertanyaan dan komplain pelanggan biasanya ikut meningkat setiap hari. Sayangnya, banyak perusahaan masih mengandalkan proses manual yang sulit dipantau secara konsisten.

Komplain Customer dari Banyak Channel Sulit Dipantau

Saat ini, pelanggan menghubungi bisnis melalui WhatsApp, email, media sosial, hingga telepon secara bersamaan. Karena data tersebar di banyak channel, tim customer service sering kesulitan memantau komplain sehingga banyak peluang closing ikut terhambat.

Komplain pelanggan yang tidak tercatat rapi sering berubah menjadi kehilangan pelanggan potensial.

Respon Lambat Bisa Menurunkan Kepuasan Pelanggan

Ketika jumlah komplain mulai menumpuk, proses respon pelanggan biasanya menjadi jauh lebih lambat dari sebelumnya. Akibatnya, pelanggan merasa diabaikan dan akhirnya mulai beralih menggunakan layanan dari kompetitor lain.

Tindak Lanjut Customer Service Sering Tidak Terorganisir

Selain respon yang lambat, banyak tim customer service juga kesulitan memantau progres penyelesaian komplain pelanggan. Karena proses follow up masih manual, beberapa laporan sering tertunda hingga mempengaruhi reputasi bisnis secara keseluruhan.

Pentingnya Sistem Customer Service Terintegrasi untuk Bisnis Modern

Untuk menghadapi kondisi tersebut, bisnis membutuhkan sistem pelayanan pelanggan yang lebih cepat dan terstruktur. Dengan proses yang semakin otomatis, tim customer service dapat bekerja lebih fokus setiap harinya.

Di sisi lain, sistem terintegrasi membantu seluruh aktivitas pelayanan dipantau melalui satu dashboard yang terpusat. Karena itu, koordinasi antar tim menjadi lebih rapi dan produktivitas operasional ikut meningkat secara konsisten.

Ticketing System Membantu Penanganan Customer Lebih Terstruktur

Dengan ticketing system, setiap komplain pelanggan dapat tercatat otomatis berdasarkan status dan prioritas penanganannya sehingga proses follow up menjadi lebih terarah dan bisnis mampu mempercepat tindak lanjut pelanggan hingga 45%.

AI Customer Service Membantu Respon Pelanggan Lebih Cepat

Selain membantu pencatatan komplain, teknologi AI Customer Service juga mempercepat proses respon pelanggan secara otomatis selama dua puluh empat jam sehingga bisnis mampu meningkatkan kecepatan respon hingga 60% secara konsisten.

Bisnis dengan respon cepat biasanya lebih mudah mempertahankan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.

Monitoring Status Komplain Jadi Lebih Mudah dan Terukur

Agar proses pelayanan berjalan lebih optimal, bisnis juga perlu memantau progres komplain pelanggan secara real time sehingga produktivitas tim customer service dapat meningkat hingga 35% setiap harinya.

Barantum Bantu Pengelolaan Komplain Pelanggan Lebih Efektif

Barantum adalah platform CRM dan customer service yang membantu bisnis mengelola komunikasi pelanggan secara lebih terorganisir. Dengan sistem yang terintegrasi, proses pelayanan pelanggan menjadi lebih cepat dan efisien setiap harinya.

Selain membantu pengelolaan komunikasi pelanggan, Barantum juga mendukung otomatisasi pelayanan secara menyeluruh. Karena itu, bisnis dapat menangani komplain pelanggan dengan lebih rapi melalui satu dashboard terpusat.

Ticketing System Barantum Permudah Monitoring Komplain Customer

Melalui fitur ticketing, Barantum membantu setiap komplain pelanggan otomatis masuk ke dashboard sesuai kategori penanganannya lalu diteruskan ke tim terkait sehingga proses tindak lanjut menjadi lebih cepat dan efisien hingga 40%.

Sistem pelayanan yang terstruktur membantu bisnis menjaga kualitas layanan tetap konsisten setiap hari.

AI Agent Barantum Bantu Otomasi Pelayanan Pelanggan

Selain mempercepat monitoring komplain, fitur AI Agent Barantum juga membantu bisnis menjawab pertanyaan pelanggan secara otomatis selama 24 jam sehingga antrean pertanyaan berkurang dan efisiensi kerja tim meningkat signifikan.

Cocok Digunakan Bisnis dengan Volume Customer Service Tinggi

Karena seluruh proses pelayanan sudah terintegrasi, Barantum cocok digunakan bisnis dengan volume customer service yang tinggi sehingga tim dapat bekerja lebih cepat sambil menjaga kualitas pelayanan tetap konsisten setiap saat.

Ketika jumlah komplain pelanggan terus meningkat, bisnis membutuhkan sistem pelayanan yang mampu bekerja lebih cepat dan terukur. Dengan Barantum, proses customer service menjadi lebih rapi sehingga tim dapat fokus menjaga kepuasan pelanggan dan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES