Di Tengah Pelemahan Ekonomi, CV Maha Niaga Artha Dorong Peluang Usaha Kuliner Lewat Nicepresso

Jepara, 23 Mei 2026 – Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang masih menghadapi tantangan daya beli masyarakat dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang terus mengalami fluktuasi, sektor usaha kuliner tetap menjadi salah satu bidang yang dinilai paling resilien. Melihat kondisi tersebut, CV Maha Niaga Artha hadir untuk membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui konsep kemitraan bisnis kuliner yang praktis, terjangkau, dan adaptif terhadap kebutuhan pasar saat ini.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kemitraan usaha kuliner, CV Maha Niaga Artha terus mendorong lahirnya pelaku usaha baru melalui berbagai brand yang dikembangkan. Salah satu produk unggulannya adalah Nicepresso, sebuah konsep usaha kopi yang dirancang untuk menjawab tingginya minat masyarakat terhadap produk minuman kopi kekinian dengan modal usaha yang masih terjangkau.

Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal UMKM (SIDT-UMKM), jumlah UMKM di Indonesia pada 31 Oktober 2025 mencapai 30,19 juta. UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di sisi lain, pelaku usaha juga dituntut untuk lebih adaptif menghadapi perubahan perilaku konsumen yang kini lesu karena gejolak ekonomi global.

Melalui Nicepresso, CV Maha Niaga Artha menawarkan sistem kemitraan yang mencakup dukungan operasional, sistem yang sudah berjalan, pelatihan, hingga branding usaha agar mitra dapat lebih siap menjalankan bisnis di tengah persaingan pasar yang dinamis dan ketidakpastian global.

CV Maha Niaga Artha optimistis bahwa sektor kuliner, khususnya bisnis kopi, masih akan menjadi salah satu peluang usaha potensial di Indonesia karena didukung oleh tingginya konsumsi masyarakat terhadap minuman kopi dan perkembangan budaya nongkrong di berbagai daerah.

Dengan semangat mendorong pertumbuhan UMKM dan wirausaha baru, CV Maha Niaga Artha berharap dapat menjadi partner bisnis yang membantu masyarakat menciptakan peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan dan bisa membantu memperbaiki kualitas hidup di masa mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Band Modern Hard Rock, Mahoney Perkenalkan Single Perdana “Galagasi”

Band modern hard rock asal Jakarta, Mahoney, resmi memperkenalkan single perdana mereka berjudul “Galagasi”. Dengan energi modern hard rock yang agresif dan emosional, Mahoney hadir membawa warna baru di skena musik rock Indonesia.

Mahoney diperkuat oleh Andis Anarga (gitar vokal), Rendy Puja (gitar), Imam Lutfi (bass), Fitra (drum), dan Kamal Nasar (vokal). Nama Mahoney merepresentasikan karakter musik mereka yang keras, jujur, dan penuh energi, sekaligus menjadi simbol semangat untuk terus berkarya tanpa dibatasi usia maupun waktu.

Single “Galagasi” bercerita tentang ketakutan terhadap mimpi buruk dan masa lalu yang kerap menghantui langkah seseorang untuk terus maju. Lagu ini menjadi simbol keberanian Mahoney untuk tetap melangkah dan membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengejar mimpi.

Dibalut riff gitar agresif, vokal yang kuat, dan nuansa modern hard rock yang kental, “Galagasi” menjadi langkah awal Mahoney untuk serius meramaikan industri musik rock tanah air. Ke depannya, Mahoney juga telah menyiapkan sejumlah materi lagu yang akan dirilis dalam format album bagi penikmat musik modern hard rock di Indonesia.

Video clip mereka bisa dilihat kanal youtube:

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

TIGGI BAND Rilis Single Reggae Terbaru, Hadir Membawa Nuansa Tropis Yang Santai

Drinking Coconut In The Sand”

Single reggae terbaru hadir membawa nuansa tropis yang santai, hangat, dan penuh kebebasan. Dengan irama reggae yang ringan dipadukan sentuhan beach vibes dan saxophone yang soulful, lagu ini menghadirkan suasana seperti menikmati senja di pinggir pantai sambil merasakan angin laut dan suara ombak.

Dengan vokal dari Coca, lagu ini membawa warna musik reggae modern yang easy listening, santai, namun tetap berkelas dan cinematic. Permainan saxophone dari Ponda menjadi elemen kuat yang mempertegas nuansa tropical reggae dalam lagu ini.

Video klip dibuat dengan konsep tropical beach aesthetic yang menggambarkan kebebasan, kebahagiaan sederhana, dan momen menikmati kelapa dingin di atas pasir pantai. Seluruh proses produksi video serta mixing dan mastering digarap secara detail untuk menghasilkan kualitas audio visual yang hangat, bersih, dan nyaman dinikmati.

Lagu ini ditulis oleh Tiggy Parker, dengan gaya lirik sederhana, mudah diingat, dan memiliki hook yang kuat sehingga mudah melekat di telinga pendengar.

Judul Lagu: Drinking Coconut In The Sand

TIGGI BAND dengan komposisi Vocal: Coca, Saxophone : Ponda, Video Production / Mixing & Mastering : Khancing dan Penulis Lagu: Tiggy Parker

“Drinking Coconut In The Sand” hadir sebagai lagu reggae santai yang membawa pendengar menikmati suasana pantai tropis, kebebasan, dan kebahagiaan sederhana dalam alunan musik yang hangat dan penuh rasa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kuliah S1 Internasional di PTN vs PTS, Apa Bedanya?

“Lebih baik
lanjut kuliah S1 di perguruan tinggi negeri atau swasta, ya?”

Kalau kamu bingung memilih tempat
yang tepat, terutama untuk menjalani program international di Indonesia,
jangan khawatir! Sebab, program sarjana kelas internasional di tanah air sudah
semakin berkembang dan sangat bersaing.

Pilihan utama yang sering muncul
biasanya antara kampus PTN seperti UI dan ITB, atau perguruan tinggi swasta
seperti BINUS International. Keduanya menawarkan kuliah program
international
yang berkualitas, tapi dengan sedikit perbedaan. Apa
contohnya?

Kelebihan Kurikulum
Kuliah S1 BINUS International

Pertama, mari kita mulai dengan
kelebihan yang bisa kamu rasakan saat kuliah S1 di BINUS International. Simak
selengkapnya di sini, yuk!

1. Exposure global lebih tinggi

BINUS International menawarkan exposure
global yang lebih tinggi melalui banyaknya peluang untuk magang di
perusahaan multinasional mitra. Selain belajar teori di kelas, kamu juga bisa
langsung praktik di lingkungan kerja profesional yang menggunakan standar
internasional.

Bahkan, BINUS menyediakan opsi
bagi kamu yang ingin merasakan magang langsung di luar negeri. Pengalaman kerja
nyata di level global ini akan menjadi nilai tambah yang luar biasa di dalam CV
kamu nanti setelah lulus kuliah S1.

2. Tersedia program double degree

Selain peluang magang secara
global, BINUS International juga menyediakan program double degree.
Lewat program ini, kamu bisa mendapatkan dua gelar sekaligus dalam satu masa
studi, yaitu satu gelar dari BINUS University dan satu lagi dari universitas
mitra di luar negeri.

Hal ini sangat menguntungkan
karena kamu bisa menghemat waktu dan biaya dibandingkan jika harus mengambil
dua jenjang pendidikan secara terpisah. Kuliah program international dengan
skema double degree ini otomatis akan mempermudah jalan kamu jika
nantinya ingin berkarier atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi di luar negeri.

3. Lingkungan internasional

Lingkungan belajar di BINUS
International juga sangat mendukungmu untuk beradaptasi di latar global. Sebab,
ada kebijakan English-only di area kampus, sehingga kemampuan bahasa
Inggris kamu akan terasah secara alami melalui percakapan sehari-hari,
mengerjakan tugas tertulis, presentasi, dan mendengarkan pemaparan materi dari
dosen.

Selain itu, BINUS International
juga dipenuhi oleh mahasiswa dari berbagai negara. Berinteraksi dengan
teman-teman dari latar belakang budaya yang berbeda akan membuka perspektif
kamu lebih luas dan mengasah kemampuan kerja sama tim.

Keunggulan Kelas
Internasional di PTN

Di sisi lain, mengambil kuliah S1
di kelas internasional yang disediakan PTN juga punya daya tarik tersendiri,
yaitu:

1. Reputasi nasional kuat

Keunggulan paling mencolok dari
PTN tentu saja ada pada reputasi nasional yang sangat kuat. Nama besar seperti
Universitas Indonesia (UI) atau Institut Teknologi Bandung (ITB) sudah lama
menjadi jaminan mutu di mata masyarakat maupun perekrut kerja di dalam negeri.
Jadi, kalau kamu berencana meniti karier di instansi pemerintah atau perusahaan
lokal besar, reputasi ini bisa menjadi aset yang sangat berharga.

2. Biaya relatif lebih terjangkau

Faktor biaya juga menjadi
pertimbangan utama bagi banyak orang saat hendak berkuliah. Secara umum, biaya
kuliah di kelas internasional PTN cenderung lebih terjangkau. Bahkan, meskipun
biaya kelas internasional tetap lebih tinggi daripada kelas reguler, PTN
biasanya memiliki skema subsidi atau struktur biaya yang lebih bersahabat. Hal
ini tentu semakin membuka akses pendidikan berstandar global bagi lebih banyak
kalangan yang ingin tetap merasakan manfaat kuliah program international.

Manfaat Kuliah S1
Internasional di Perguruan Tinggi

Terlepas dari pilihan antara
perguruan tinggi swasta atau negeri, kuliah S1 di jalur internasional tetap
memberikan keunggulan yang cukup besar. Gaya belajar di program internasional
biasanya lebih mendorong kamu untuk berpikir kritis dan mandiri melalui
diskusi, debat, riset, serta presentasi. Pola pikir ini sangat penting untuk
bertahan di dunia profesional yang dinamis.

Networking atau
jaringan pertemanan yang kamu bangun selama kuliah juga akan memiliki skala
internasional. Selain orang-orang lokal, kamu juga punya kesempatan berteman
dengan calon pemimpin global dari berbagai negara. Hubungan ini bisa membuka
pintu menuju berbagai peluang bisnis atau kolaborasi di masa depan.

Pada akhirnya, pilihan antara
kuliah S1 di PTN atau PTS kembali kepada prioritas pribadi kamu. Semisal kamu
mencari lingkungan yang benar-benar global, peluang kuliah ke luar negeri yang
berlimpah, dan magang di skala global, BINUS International jawabannya. Sebab,
BINUS International menawarkan pengalaman kuliah S1 internasional yang sangat
kompetitif dan siap bersaing dengan PTN top mana pun di Indonesia.

Sudah siap untuk melangkah
menjadi warga global dan memulai perjalanan kuliah program international kamu?
Kunjungi website
BINUS International untuk mengetahui jurusan yang
tersedia dan tata cara pendaftarannya!

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES