Warga Bekasi dan Cibubur Bisa Manfaatkan LRT Jabodebek untuk Akses ke Jakarta Fair 2026

Bagi masyarakat dari wilayah Bekasi, Cibubur, dan sekitarnya kini memiliki alternatif perjalanan menuju Jakarta Fair melalui layanan LRT Jabodebek yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum di Jakarta.

Gelaran Jakarta Fair Kemayoran 2026 kembali digelar mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta Pusat. Tingginya antusiasme masyarakat setiap tahunnya diperkirakan kembali mendorong peningkatan mobilitas menuju kawasan Kemayoran, khususnya pada sore hingga malam hari dan akhir pekan.

Bagi masyarakat dari wilayah Bekasi, Cibubur, dan sekitarnya kini memiliki alternatif perjalanan menuju Jakarta Fair melalui layanan LRT Jabodebek yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum di Jakarta.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan penggunaan transportasi publik dapat menjadi pilihan perjalanan yang lebih efisien bagi masyarakat yang ingin mengunjungi Jakarta Fair tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas menuju kawasan Kemayoran.

“LRT Jabodebek dapat menjadi alternatif mobilitas masyarakat menuju Jakarta Fair karena memiliki kepastian waktu perjalanan dan terintegrasi dengan moda transportasi lanjutan menuju kawasan JIEXPO Kemayoran,” ujar Radhitya.

Pengguna dari Bekasi dan Cibubur dapat menggunakan LRT Jabodebek menuju Stasiun Dukuh Atas BNI maupun stasiun terintegrasi lainnya untuk melanjutkan perjalanan menggunakan TransJakarta dan moda transportasi lanjutan menuju area Jakarta Fair.

Selain memberikan kepastian waktu tempuh, penggunaan transportasi publik juga dinilai lebih efisien karena masyarakat tidak perlu menghadapi potensi kepadatan kendaraan dan keterbatasan area parkir di sekitar lokasi acara.

LRT Jabodebek saat ini melayani 18 stasiun yang menghubungkan Jakarta, Bekasi, dan Depok serta terintegrasi dengan berbagai moda transportasi publik seperti MRT Jakarta, Commuter Line, TransJakarta, dan Kereta Cepat Whoosh.

KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan menggunakan transportasi publik selama periode Jakarta Fair berlangsung guna mendukung mobilitas yang lebih lancar di wilayah Jakarta.

Informasi jadwal perjalanan dan layanan LRT Jabodebek dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI dan media sosial resmi LRT Jabodebek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mineral Strategis Indonesia Jadi Mesin Pendongkrak Daya Saing Industri

JAKARTA — Pengelolaan mineral strategis di Indonesia semakin progresif, ditandai dengan proyek hilirisasi yang terus berjalan sekaligus kuatnya kinerja operasional perusahaan-perusahaan tambang nasional. Kinerja positif yang dibukukan perusahaan-perusahaan dalam Grup MIND ID sepanjang kuartal I 2026 menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan mineral strategis nasional akan memainkan peran semakin besar dalam memperkuat daya saing industri Indonesia dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Di tengah tantangan ekonomi global dan tekanan pasar komoditas yang masih berlanjut, sejumlah anggota Grup MIND ID mampu mencatatkan pertumbuhan produksi dan penjualan yang solid. Kinerja tersebut memperlihatkan bagaimana komoditas strategis seperti timah, nikel, tembaga, emas, bauksit, alumina, dan batu bara tetap menjadi fondasi penting bagi pembangunan industri nasional.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch, Ferdy Hasiman, menilai kinerja operasional anggota Grup MIND ID sepanjang tiga bulan pertama tahun ini menunjukkan arah yang positif dan konsisten.

“Kuartal I ini lumayan bagus. Hanya mungkin belum terlalu maksimal karena Freeport belum maksimal produksinya. Kontribusi dividen dari Freeport lumayan besar. Lalu dari Antam, labanya besar. Saya juga mengapresiasi PT Timah. Ini menjadi sejarah karena baru kuartal I saja sudah mencetak laba lebih dari Rp1 triliun. Ini sangat baik,” ujar Ferdy.

Salah satu capaian paling menonjol datang dari PT Timah Tbk. Perseroan berhasil meningkatkan produksi bijih timah hingga 96 persen menjadi 6.312 ton Sn dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3.224 ton. Produksi logam timah juga meningkat 82 persen menjadi 5.630 metrik ton, sementara penjualan logam timah melonjak 113 persen menjadi 6.009 metrik ton. Kinerja tersebut memperlihatkan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai salah satu produsen timah utama dunia.

Di sektor mineral hilir, PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kemajuan signifikan pada bisnis bauksit dan alumina. Penjualan bauksit meningkat 9 persen menjadi 593.476 wet metric ton (wmt), sedangkan produksi Chemical Grade Alumina (CGA) naik 13 persen menjadi 49.566 ton dan penjualannya meningkat 11 persen menjadi 49.072 ton. Capaian tersebut menunjukkan semakin pentingnya peran hilirisasi dalam menciptakan nilai tambah mineral di dalam negeri.

Sementara itu, PT Vale Indonesia Tbk berhasil meningkatkan volume penjualan nikel sebesar 15 persen menjadi 45 ribu ton pada kuartal I 2026. Kinerja ini menjadi indikator kuat bahwa permintaan terhadap mineral kritis untuk kebutuhan baterai kendaraan listrik dan energi bersih masih terus bertumbuh.

Di sisi lain, PT Freeport Indonesia masih menghadapi dampak insiden mud rush yang terjadi pada September 2025. Produksi tembaga tercatat 95 juta pound dan produksi emas sebesar 92 ribu ounce. Meski demikian, perusahaan tetap mempertahankan operasional dan melanjutkan berbagai proyek strategis yang akan memperkuat posisi Indonesia dalam industri pengolahan tembaga dan logam mulia bernilai tambah.

Menurut Ferdy, capaian tersebut menunjukkan bahwa komoditas strategis seperti nikel, emas, timah, tembaga, dan batu bara masih menjadi penopang penting bagi penguatan industri nasional. Apalagi kebutuhan dunia terhadap mineral kritis terus meningkat seiring perkembangan industri kendaraan listrik, energi terbarukan, dan teknologi tinggi.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa komoditas strategis seperti nikel, emas, timah, tembaga, dan batu bara masih menjadi penopang penting bagi penguatan industri nasional. Apalagi, kebutuhan dunia terhadap mineral kritis terus meningkat seiring perkembangan industri kendaraan listrik, energi terbarukan, dan teknologi tinggi,” jelasnya.

Selain didukung kinerja operasional, penguatan daya saing industri nasional juga ditopang oleh sejumlah proyek strategis yang dijalankan anggota Grup MIND ID. Proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral melalui hilirisasi dan pengembangan industri pengolahan di dalam negeri.

Di sektor tembaga, PT Freeport Indonesia terus melanjutkan pengembangan tambang bawah tanah Grasberg di Papua serta pengoperasian fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) di Gresik. Kehadiran PMR menjadi tonggak penting karena memungkinkan pemurnian emas dan perak dilakukan di dalam negeri sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Pada komoditas batu bara, PT Bukit Asam (PTBA) melanjutkan pengembangan proyek hilirisasi Dimethyl Ether (DME) yang diproyeksikan menjadi substitusi impor LPG nasional. Proyek ini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah batu bara sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Seperti proyek DME milik PTBA. Dana negara sudah dikucurkan melalui injeksi modal. Hanya pertanyaannya, apakah PTBA bisa melanjutkan proyek itu? Karena sebelumnya investor asing sudah mundur,” kata Ferdy.

Meski demikian, ia berharap proyek tersebut dapat berjalan dengan model bisnis yang sehat dan memberikan manfaat ekonomi yang optimal.

“Kita berharap proyek ini memang ekonomis dan tidak membebani keuangan PTBA ke depan,” ujarnya.

Di sektor mineral kritis, ANTAM mempercepat pengembangan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai tambah bauksit nasional melalui produksi alumina di dalam negeri. Selain itu, ANTAM juga terlibat dalam pembangunan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Halmahera Timur bersama Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Huayou, yang diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok kendaraan listrik global.

“Lalu PT Antam di Halmahera Timur juga harus berjalan lebih baik. Selain itu ada proyek alumina di Mempawah yang harus segera diselesaikan. Kalau realisasi proyek-proyek tersebut berjalan cepat, ke depan kinerja mereka akan semakin baik,” ujar Ferdy.

Sementara itu, PT Timah juga mulai mengembangkan potensi logam tanah jarang atau rare earth elements (REE) melalui pengolahan mineral ikutan monasit. Meski masih berada pada tahap pilot project, pengembangan REE dinilai strategis karena komoditas tersebut menjadi bahan baku penting bagi industri elektronik, energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga teknologi pertahanan.

“Proyek tanah jarang itu memang belum berjalan. Masih tahap pilot project. Cuma isunya sekarang, kalau memang mau berjalan, akan bermitra dengan siapa?” kata Ferdy.

Menurut dia, keberhasilan proyek-proyek hilirisasi mineral tidak hanya ditentukan oleh kesiapan perusahaan, tetapi juga kepastian regulasi dan iklim investasi yang kondusif.

“Investasi akan berjalan kalau kebijakannya stabil. Kalau hari ini berubah, besok berubah lagi, investor akan memilih tidak masuk,” ujarnya.

Ferdy menilai percepatan penyelesaian proyek-proyek strategis tersebut akan menjadi faktor penentu bagi kemampuan Indonesia keluar dari ketergantungan ekspor bahan mentah. Semakin banyak komoditas yang diolah di dalam negeri, semakin besar nilai tambah, investasi, lapangan kerja, dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang dapat diciptakan.

Lebih lanjut, Ferdy menilai sinergi yang dibangun MIND ID sebagai holding industri pertambangan telah berjalan sesuai perannya dalam memperkuat ekosistem bisnis anggota grup.

“Sebenarnya dari awal sinerginya sudah bagus. MIND ID sudah berperan sebagai holding dan leader. Tugasnya mengontrol dan memastikan ekosistem berjalan dengan baik,” katanya.

Kombinasi antara kinerja operasional yang solid, proyek hilirisasi yang terus bergerak, dan penguatan rantai pasok mineral strategis dinilai akan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Dengan fondasi tersebut, mineral strategis nasional tidak hanya menjadi sumber penerimaan negara, tetapi juga motor penggerak daya saing industri dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lewat Program PFsains, Pertamina Jembatani Inovasi Faspol BRIN untuk Pengelolaan Sampah di Bantul

Bantul, 9 Juni 2026 – Perkuat inovasi pengelolaan sampah dan energi alternatif berbasis masyarakat, Pertamina melalui Pertamina Foundation bersama Pemerintah Kabupaten Bantul dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan alat pirolisis multikondensor Gen 5.0 (Faspol 5.0). Alat ini akan diimplementasikan untuk bank sampah yang dikelola oleh Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah Kapanewon Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengapresiasi inovasi Faspol yang dimiliki BRIN dan berharap dapat menjadi solusi jangka panjang atas permasalahan pengelolaan sampah di wilayahnya.

“Pengelolaan sampah di sini (Bantul) membutuhkan banyak sinergi karena penanganannya semakin menantang pasca TPA Piyungan ditutup. Sehingga hadirnya BRIN lewat inovasi Faspol yang didukung oleh Pertamina Foundation melalui program PFsains, selaras dengan fokus penanganan kami saat ini dan nanti akan kita kembangkan di KSM-KSM yang lain,” ujar Halim, Selasa (9/6/2026).

Implementasi Faspol 5.0 (Faspol G-5) di Bantul dihadirkan oleh peneliti BRIN sekaligus pemenang program PFsains Pertamina Foundation tahun 2024, Heru Susanto, M.Sc. Faspol merupakan mesin pengolah sampah plastik, baik kotor maupun basah menjadi bahan bakar yang disebut Petasol, menggunakan teknologi pirolisis multikondensor.

Heru menerangkan dengan alat ini Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah Kapanewon Imogiri, Bantul mampu menghasilkan 0,9 liter solar dengan modal satu kilogram (kg) sampah plastik.

“Satu kilogram sampah plastik, itu bisa menghasilkan 0,8-0,9 liter solar. Pengolahannya memerlukan proses yang cukup panjang karena harus melalui pemanasan pada suhu tinggi selama 7-8 jam, penjernihan, dan beberapa tahapan lainnya hingga akhirnya diperoleh solar (Petasol) yang siap digunakan pada mesin kendaraan berbasis solar,” ungkap Heru.

Saat ini, teknologi Faspol 5.0 sudah diterapkan di 53 lokasi di Indonesia. BRIN menargetkan setiap desa atau kecamatan dapat memiliki mesin Faspol sendiri.

“Dukungan Pertamina Foundation melalui program PFsains, membuat kami bisa mereplikasi inovasi ini ke Bantul yang tengah bergulat dengan tantangan pengelolaan sampah,” jelas Heru.

Presiden Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari juga menegaskan bahwa program PFsains hadir untuk mendukung inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mudah diadopsi, dan mampu memberikan dampak nyata.

“Permasalahan sampah plastik yang selama ini menjadi tantangan lingkungan dapat diubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Inilah bentuk inovasi yang kami dorong, yaitu solusi yang hadir dari kebutuhan masyarakat dan dapat dimanfaatkan secara langsung. Lewat program PFsains, kami menjembatani hasil riset dan inovasi agar tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat dihilirisasikan menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat hingga ke pelosok desa,” tegas Agus.

Sejak 2020, program PFsains telah mendukung 45 inovator dan peneliti dari berbagai bidang, mulai dari energi terbarukan, pertanian, perikanan, hingga pengelolaan limbah. Program ini tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga pendampingan pengembangan model bisnis, implementasi, serta evaluasi agar inovasi dapat berkembang secara berkelanjutan.

Inisiatif tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam upaya membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, serta mendorong hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

FLOQ: Geopolitik Timur Tengah dan Arus Keluar ETF Kripto Berpotensi Menentukan Arah Bitcoin pada Juni 2026

Jakarta, 10 Juni 2026 — Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya tekanan jual di pasar kripto global menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan Bitcoin memasuki Juni 2026. FLOQ menilai bahwa peluang pemulihan pasar dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada meredanya tensi global dan stabilitas arus modal di pasar aset digital. 

Sentimen pasar berubah setelah Iran menangguhkan perundingan melalui mediator dengan Amerika Serikat dan kembali melontarkan ancaman penutupan Selat Hormuz. Kondisi ini memicu kenaikan harga energi dan memperkuat sentimen risk-off yang mendorong investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. 

Di saat yang sama, pasar kripto juga menghadapi tekanan dari perpindahan lebih dari 10.000 BTC yang terkait dengan estate Mt. Gox, serta arus keluar (outflow) ETF kripto di Amerika Serikat yang mencapai lebih dari 1,1 miliar dolar AS dalam sepekan. Kombinasi faktor tersebut mendorong pergerakan harga Bitcoin turun dari level psikologis 70.000 dolar AS dan sempat menyentuh area 60.000 dolar AS. 

“Volatilitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa pasar kripto semakin terhubung dengan dinamika makroekonomi dan geopolitik global. Meski tekanan jangka pendek masih tinggi, kami melihat koreksi yang terjadi merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar dan penting bagi investor untuk tetap berfokus pada fundamental serta manajemen risiko,” ujar Yudhono Rawis, Founder FLOQ. 

Berdasarkan tim riset FLOQ, sebagian pelaku pasar memandang penurunan harga Bitcoin ke area 66.000 dolar AS hingga 69.000 dolar AS sebagai leverage flush atau proses pembersihan posisi berlebihan yang berpotensi menjadi fondasi bagi pemulihan harga berikutnya. Namun, potensi rebound akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi di Timur Tengah dan kepastian bahwa distribusi aset Mt. Gox tidak memicu tekanan jual besar-besaran di pasar terbuka. 

Selain faktor global, pasar domestik Indonesia juga menghadapi tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun lebih dari 4% pada awal Juni, didorong oleh sentimen risk-off dan arus keluar modal asing. Di tengah kondisi tersebut, otoritas memilih untuk tidak melakukan intervensi karena tingkat inflasi nasional masih berada pada level yang terkendali. 

FLOQ juga menyoroti kembali penegasan Pemerintah Provinsi Bali terkait larangan penggunaan aset kripto sebagai alat pembayaran. Kebijakan tersebut menegaskan bahwa di Indonesia, aset kripto tetap diposisikan sebagai komoditas investasi dan bukan sebagai alat pembayaran yang sah.

Pada situasi pasar saat ini, FLOQ merekomendasikan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan fokus pada aset dengan kapitalisasi pasar besar seperti Bitcoin bagi investor pemula. Sementara bagi trader aktif, disiplin dalam penggunaan stop-loss dan pengurangan leverage dinilai penting untuk menghadapi volatilitas yang tinggi. Untuk investor jangka panjang, momentum koreksi saat ini dapat dimanfaatkan untuk mengakumulasi aset dengan fundamental kuat, dengan tetap memperhatikan risiko inflasi energi global apabila ancaman penutupan Selat Hormuz benar-benar terealisasi. 

Ke depan, FLOQ memperkirakan arah pasar kripto pada Juni 2026 akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, kondisi likuiditas global, serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter. Dalam kondisi pasar yang dinamis, pendekatan investasi yang disiplin dan berorientasi jangka panjang dinilai menjadi kunci bagi investor dalam menghadapi fluktuasi pasar aset digital. 

Tentang FLOQ 

FLOQ adalah platform aset kripto terdaftar dan berizin di Indonesia yang berkomitmen menghadirkan layanan investasi aset digital yang aman, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, 255.000+ pengikut media sosial, serta komunitas yang terus berkembang dengan lebih dari 28.000 anggota aktif, FLOQ secara konsisten membangun ekosistem berbasis edukasi, inovasi, dan kepercayaan melalui inisiatif seperti FLOQ Academy dan FLOQ Circle. Melalui pendekatan inklusif dan berorientasi jangka panjang, FLOQ berupaya memperluas literasi finansial serta mendorong adopsi aset digital yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia. 

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

K Mall Perkuat Destinasi Lifestyle dengan Kehadiran Ranch Market

K Mall kembali memperkuat posisinya sebagai destinasi gaya hidup dan komunitas di kawasan Jakarta Pusat melalui kehadiran Ranch Market

K Mall kembali memperkuat posisinya sebagai destinasi gaya hidup dan komunitas di kawasan Jakarta Pusat melalui kehadiran Ranch Market, supermarket premium yang resmi membuka gerai terbarunya di K Mall. Kehadiran tenant baru ini menjadi langkah strategis dalam melengkapi kebutuhan masyarakat urban yang menginginkan pengalaman berbelanja, bersantap, dan beraktivitas dalam satu kawasan yang nyaman dan terintegrasi.

Sebagai salah satu pusat gaya hidup yang terus berkembang di kawasan Kemayoran, K Mall berkomitmen menghadirkan berbagai pilihan tenant yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Kehadiran Ranch Market semakin memperkaya ragam pengalaman yang dapat dinikmati pengunjung, mulai dari kebutuhan harian, kuliner, hingga berbagai aktivitas komunitas yang mendukung gaya hidup aktif dan dinamis.

Mengusung konsep “More Than Grocery”, Ranch Market hadir tidak hanya sebagai supermarket premium, tetapi juga sebagai ruang yang menggabungkan pengalaman berbelanja dengan inspirasi gaya hidup masa kini. Berlokasi di jantung K Mall Kemayoran, gerai ini dirancang sebagai The New Daily Destination yang dapat menjadi bagian dari rutinitas harian masyarakat, baik keluarga muda, profesional, maupun komunitas urban yang terus berkembang di kawasan Kemayoran dan sekitarnya.

Kehadiran Ranch Market juga sejalan dengan visi K Mall untuk menghadirkan ekosistem yang lebih lengkap bagi para pengunjung. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang kini mencari lebih dari sekadar tempat berbelanja, K Mall terus berupaya menciptakan ruang yang mampu menghadirkan pengalaman yang lebih menyeluruh, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Melalui konsep yang mengedepankan kualitas, kenyamanan, dan pengalaman, Ranch Market menawarkan beragam pilihan produk premium, kebutuhan sehari-hari, produk segar, hingga berbagai pilihan makanan siap saji yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Konsep ini melengkapi pengalaman berkunjung ke K Mall sebagai destinasi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan belanja, tetapi juga menjadi tempat untuk berkumpul, bersantai, dan menikmati waktu bersama keluarga maupun komunitas.

Dengan bertambahnya kehadiran Ranch Market, K Mall semakin memperkuat perannya sebagai pusat aktivitas dan gaya hidup di kawasan Kemayoran. Ke depan, K Mall akan terus menghadirkan berbagai tenant, program, dan pengalaman baru yang memberikan nilai tambah bagi pengunjung serta mendukung pertumbuhan kawasan sebagai salah satu destinasi urban yang dinamis di Jakarta.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengapa Tanggal Jatuh Tempo Pinjaman Perlu Menjadi Perhatian?

Saat mengajukan pinjaman, banyak orang lebih fokus pada jumlah dana yang diterima atau besarnya cicilan per bulan. Padahal, ada satu hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yaitu tanggal jatuh tempo pembayaran.

Memahami dan mengelola tanggal jatuh tempo dapat membantu menjaga kondisi keuangan tetap teratur sekaligus mengurangi risiko keterlambatan pembayaran.

Apa Itu Tanggal Jatuh Tempo?

Tanggal jatuh tempo adalah batas waktu yang ditentukan untuk melakukan pembayaran cicilan pinjaman sesuai perjanjian yang berlaku.

Pada tanggal tersebut, peminjam perlu memastikan dana tersedia agar kewajiban pembayaran dapat dilakukan tepat waktu.

Karena setiap produk pinjaman dapat memiliki jadwal pembayaran yang berbeda, penting untuk mengetahui dan mencatat tanggal jatuh tempo sejak awal.

Mengapa Tanggal Jatuh Tempo Penting?

Bagi sebagian orang, keterlambatan pembayaran sering kali bukan karena tidak memiliki niat membayar, melainkan karena lupa atau kurang memperhatikan jadwal pembayaran.

Padahal, pembayaran yang dilakukan sesuai jadwal dapat membantu menjaga arus kas pribadi tetap lebih terencana.

Dengan mengetahui kapan cicilan harus dibayarkan, seseorang dapat mengatur prioritas pengeluaran bulanan dengan lebih baik.

Membantu Mengelola Arus Kas Bulanan

Sebagian besar masyarakat memiliki berbagai kebutuhan keuangan yang harus dipenuhi setiap bulan, seperti:

– Biaya tempat tinggal

– Tagihan utilitas

– Transportasi

– Kebutuhan keluarga

– Dana tabungan

– Cicilan atau kewajiban keuangan lainnya

Mengetahui tanggal jatuh tempo sejak awal dapat membantu mengatur alokasi dana agar kebutuhan tersebut tetap dapat berjalan secara seimbang.

Mengurangi Risiko Keterlambatan Pembayaran

Keterlambatan pembayaran dapat terjadi karena berbagai alasan, mulai dari lupa tanggal pembayaran hingga kurangnya perencanaan keuangan.

Karena itu, banyak orang memanfaatkan pengingat kalender, fitur notifikasi aplikasi, atau pencatatan keuangan untuk membantu mengingat jadwal pembayaran yang akan datang.

Langkah sederhana seperti ini dapat membantu mengurangi risiko terlewatnya kewajiban pembayaran.

Sisihkan Dana Sebelum Tanggal Pembayaran

Salah satu kebiasaan yang cukup membantu adalah menyiapkan dana cicilan beberapa hari sebelum jatuh tempo.

Dengan cara ini, dana yang sudah dialokasikan untuk pembayaran tidak tercampur dengan kebutuhan lain yang muncul selama bulan berjalan.

Pendekatan tersebut juga dapat membantu memberikan ruang apabila terjadi kebutuhan mendadak menjelang tanggal pembayaran.

Pahami Ketentuan Produk Pinjaman

Sebelum menggunakan fasilitas pinjaman, penting untuk memahami informasi terkait produk secara menyeluruh.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

– Besaran pinjaman

– Tenor atau jangka waktu

– Jadwal pembayaran

– Biaya yang berlaku

– Syarat dan ketentuan produk

Memahami informasi tersebut dapat membantu pengguna menyesuaikan pinjaman dengan kemampuan dan kebutuhan keuangan masing-masing.

Perencanaan yang Baik Membantu Pengelolaan Pinjaman

Pinjaman dapat menjadi salah satu solusi keuangan untuk berbagai kebutuhan apabila digunakan secara bijak dan disesuaikan dengan kemampuan pembayaran.

Karena itu, selain mempertimbangkan nominal pinjaman, penting juga untuk memperhatikan jadwal pembayaran dan memastikan kewajiban dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan melalui layanan digital, neobank dari Bank Neo Commerce menyediakan Neo Pinjam sebagai salah satu layanan pinjaman digital dari bank yang dapat diakses melalui aplikasi.

Pengguna dapat mempelajari informasi mengenai limit pinjaman, tenor, biaya, manfaat, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku melalui aplikasi sebelum mengajukan pinjaman. Persetujuan pinjaman mengikuti proses analisis dan ketentuan yang berlaku. 

*** 

Jika ingin mempelajari produk yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Neo Pinjam

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Apa Itu Trading Futures? Memahami Cara Kerja dan Peluangnya di Pasar Global

Perkembangan teknologi finansial telah membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat modern untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi dunia secara langsung. Salah satu instrumen finansial yang semakin populer di kalangan pelaku pasar adalah futures trading atau perdagangan kontrak berjangka. Sayangnya, bagi sebagian besar masyarakat awam, istilah ini masih sering kali disalahpahami atau dicampuradukkan dengan investasi saham konvensional. Padahal, instrumen ini menawarkan karakteristik unik dan fleksibilitas tinggi yang menjadikannya sebagai salah satu pilar utama dalam perputaran likuiditas keuangan di tingkat internasional.

Pengertian Dasar dan Cara Kerja Pasar Futures

Secara mendasar, trading futures adalah aktivitas transaksi jual-beli kontrak standar yang berisi kesepakatan untuk membeli atau menjual suatu aset acuan pada tingkat harga tertentu di masa depan. Di dalam ekosistem perdagangan berjangka, Anda tidak membeli atau memiliki aset riil tersebut secara fisik, melainkan hanya memperdagangkan nilai kontrak atas pergerakan harga aset itu sendiri. Ragam pilihan produk yang tersedia di dalam pasar futures global sangatlah luas dan bervariasi, mulai dari komoditas berharga seperti emas, komoditas energi seperti minyak mentah, mata uang asing, hingga indeks saham utama dunia.

Mekanisme yang paling membedakan instrumen ini dengan investasi konvensional adalah adanya peluang perdagangan dua arah (two-way opportunity). Dalam investasi saham atau reksa dana tradisional, Anda hanya bisa meraih keuntungan jika harga aset bergerak naik. Namun, dalam sistem kontrak berjangka, trader dapat mengambil posisi beli (buy) jika memproyeksikan harga akan bergerak naik, atau mengambil posisi jual (sell) terlebih dahulu jika memproyeksikan harga akan merosot turun. Fleksibilitas dua arah inilah yang membuat aktivitas trading online pada produk berjangka tetap sangat diminati oleh para profesional, baik dalam kondisi ekonomi dunia yang sedang tumbuh maupun di tengah ancaman krisis global.

Sistem Leverage dan Pentingnya Manajemen Risiko

Daya tarik luar biasa lainnya dari instrumen ini terletak pada pemanfaatan sistem pengungkit atau leverage. Sistem ini memungkinkan para pelaku pasar untuk melakukan transaksi dalam nilai kontrak yang jauh lebih besar dibandingkan dengan nominal modal awal yang dijaminkan ke dalam sistem. Penggunaan leverage ini bertindak seperti pengali yang ramah modal bagi para trader ritel, karena Anda dapat mengoptimalkan potensi imbal hasil tanpa harus mengunci dana tunai dalam jumlah raksasa. Namun, perlu dipahami secara mendalam bahwa sistem ini juga melipatgandakan potensi risiko kerugian jika arah pasar bergerak berlawanan dengan prediksi Anda.

Mengingat fluktuasi harga harian yang sangat cepat di tingkat pasar global, kedisiplinan dalam menerapkan strategi manajemen risiko menjadi hukum yang absolut dan tidak bisa ditawar. Setiap transaksi yang dibuka harus selalu dilengkapi dengan penempatan batasan risiko (stop loss) yang objektif guna melindungi sisa modal di dalam akun dari volatilitas ekstrem. Keberhasilan dalam jangka panjang sangat ditentukan oleh kombinasi analisis teknikal yang matang dan dukungan platform perdagangan yang andal, sehingga setiap perintah eksekusi yang ditempatkan dapat diproses secara instan pada tingkat harga pasar yang sesungguhnya tanpa kendala teknis yang merugikan.

Maksimalkan Peluang Kontrak Berjangka Bersama KVB Futures

Menangkap peluang yang dinamis di pasar keuangan internasional membutuhkan dukungan dari mitra penyedia layanan transaksi yang memiliki stabilitas teknologi tingkat tinggi dan transparansi penuh. KVB Futures hadir sebagai Broker Trading Futures yang andal dan terpercaya untuk menyediakan ekosistem perdagangan berjangka yang aman, transparan, serta sepenuhnya patuh terhadap regulasi hukum industri yang berlaku. Kami berkomitmen untuk mendampingi setiap langkah taktis Anda melalui penyediaan sistem eksekusi mutakhir tanpa penundaan di segala kondisi pasar.

Seluruh fasilitas digital dan layanan profesional kami dirancang secara khusus untuk membantu para pelaku pasar mengelola portofolio global mereka secara efisien dan terarah. Anda dapat mengeksplorasi berbagai spesifikasi produk komoditas, mata uang, dan indeks saham dunia kami untuk mendukung pertumbuhan portofolio finansial Anda secara konsisten. Untuk segera mengambil langkah strategis Anda dan mulai menguasai peluang pasar keuangan internasional sekarang juga, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Register KVB Futures.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tebar Dividen Jumbo, RUPST Telkom Pertahankan Jajaran Direksi

Pemegang saham restui buyback Rp4 triliun dan penyegaran Dewan Komisaris sebagai penopang akselerasi transformasi digital TelkomGroup.

Jakarta, 8 Juni 2026 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengeluarkan keputusan strategis berupa pembagian dividen jumbo kepada para pemegang saham. Perusahaan juga mempertahankan jajaran direksi seiring dengan fundamental bisnis yang kuat, sekaligus upaya menjaga momentum transformasi TelkomGroup.

Keputusan besar tersebut terjadi usai Telkom menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 secara daring, Senin (8/6). Rapat ini juga menghasilkan sejumlah keputusan strategis lainnya seperti, persetujuan program buyback saham, hingga penyegaran susunan Dewan Komisaris.

Para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar kurang lebih Rp21,9 triliun, di mana Rp17,8 triliun dana bersumber dari laba bersih tahun buku 2025, sementara sisanya sekitar Rp4,2 triliun diambil dari laba ditahan tahun sebelumnya. Pembayaran akan dilakukan paling lambat 10 Juli 2026 kepada pemegang saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan 19 Juni 2026.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan dalam memperhitungkan pembayaran dividen Perseroan mempertimbangkan berbagai aspek, utamanya keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang.

Dia juga menegaskan bahwa fundamental dan arus kas Telkom makin kuat meski menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025.

“Keputusan dividen ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” ujar Dian.

Selain dividen, RUPST juga menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) senilai hingga Rp4 triliun. Buyback dapat dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar bursa, secara bertahap maupun sekaligus, dalam rentang waktu 12 bulan sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Langkah ini ditempuh sebagai strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar.

Sepanjang 2025, Telkom mencatat pendapatan Rp146,74 triliun, EBITDA Rp72,24 triliun, dan laba bersih Rp17,81 triliun. Meski laba bersih tertekan akibat percepatan depresiasi dalam rangka total governance reset, dampak tersebut bersifat non-cash sehingga arus kas operasional tetap solid.

Telkom juga aktif merampingkan portofolio bisnis dengan melepas enam entitas non-core, termasuk penyelesaian divestasi AdMedika Group pada 2 Juni lalu. Di sisi pengembangan infrastruktur, proses spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026, seiring dengan dibukanya kembali inisiatif kemitraan strategis bisnis data center.

Perseroan juga bertransisi menuju model HoldCo–OpCo dengan pelaporan berbasis segmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja.

“Tahun ini kami mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur. Setiap langkah yang diambil diarahkan untuk membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” tambah Dian.

Terakhir, RUPST juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris guna memperkuat pengawasan atas agenda transformasi dan dinamika industri digital. Angga Raka Prabowo didapuk sebagai Komisaris Utama, didampingi empat Komisaris Independen yakni Deswandhy Agusman, Anthony Leong, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim, serta tiga Komisaris yaitu Rizal Mallarangeng, Edwin Hidayat Abdullah, dan Ossy Dermawan.

Sementara itu, jajaran Direksi tidak mengalami perubahan. Dian Siswarini tetap memimpin sebagai Direktur Utama, didukung delapan direktur yang meliputi bidang Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine,

Direktur Human Capital Management: Willy Saelan, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra, Direktur Network: Nanang Hendarno, Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji, Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba, Direktur IT Digital: Faizal R. Djoemadi, dan Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Masih Dibayangi Tren Turun, Peluang Koreksi ke Area 4.096 Tetap Terbuka

Pergerakan harga emas dunia masih menunjukkan kecenderungan melemah pada perdagangan pekan ini. Meskipun sesekali muncul upaya rebound, tekanan jual yang mendominasi pasar dalam beberapa waktu terakhir membuat prospek logam mulia tersebut masih cenderung negatif. Pelaku pasar pun terus mencermati perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat yang menjadi faktor utama penggerak harga emas.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan pasangan XAU/USD pada timeframe mingguan masih berada dalam fase bearish yang cukup kuat. Struktur harga yang terbentuk hingga saat ini menunjukkan bahwa tren turun masih menjadi arah utama pasar, sementara peluang terjadinya pembalikan arah masih relatif terbatas.

Secara teknikal, tekanan jual kembali terlihat pada awal perdagangan pekan ini. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih lebih banyak melakukan aksi jual dibandingkan pembelian. Selama belum ada sinyal teknikal yang mampu mengindikasikan perubahan tren secara jelas, potensi pelemahan harga emas masih perlu menjadi perhatian.

Menurut Geraldo, tren penurunan yang terjadi saat ini bukan sekadar koreksi jangka pendek, melainkan bagian dari struktur bearish yang telah terbentuk sejak beberapa waktu lalu. Pada grafik mingguan maupun harian, harga masih bergerak dalam pola yang menunjukkan dominasi seller. Situasi ini menandakan bahwa pasar belum memiliki tenaga yang cukup untuk membangun momentum kenaikan yang lebih berkelanjutan.

Dari sisi teknikal, area support di level 4.096 menjadi titik yang patut dicermati dalam waktu dekat. Level tersebut diperkirakan menjadi target penurunan berikutnya apabila tekanan jual masih berlanjut. Jika support tersebut gagal menahan laju penurunan harga, maka peluang emas bergerak menuju area yang lebih rendah di sekitar 3.884 akan semakin terbuka.

Indikator stochastic juga masih memberikan gambaran yang sejalan dengan tren saat ini. Meskipun posisinya berada di area oversold atau jenuh jual, indikator tersebut belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat. Dalam kondisi tertentu, area oversold memang sering menjadi awal munculnya rebound. Namun untuk saat ini, belum terlihat adanya sinyal yang cukup kuat untuk mengonfirmasi perubahan arah dari bearish menjadi bullish.

Dengan demikian, pasar masih menilai bahwa risiko penurunan harga emas lebih besar dibandingkan peluang kenaikannya. Selama belum muncul faktor baru yang mampu mengubah sentimen pasar secara signifikan, tekanan jual diperkirakan tetap menjadi tema utama dalam perdagangan emas.

Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga masih memberikan tekanan terhadap logam mulia tersebut. Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah penguatan dolar Amerika Serikat yang masih bertahan di level tinggi. Dolar yang kuat biasanya menjadi tantangan bagi harga emas karena membuat logam mulia tersebut lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Tidak hanya itu, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga turut mengurangi daya tarik emas. Dalam situasi seperti saat ini, investor cenderung mencari instrumen yang mampu memberikan pendapatan atau imbal hasil yang lebih jelas. Karena emas tidak memberikan bunga maupun dividen, sebagian investor memilih mengalihkan dana ke aset berbasis dolar yang menawarkan tingkat pengembalian lebih menarik.

Pasar juga masih meyakini bahwa Federal Reserve belum akan terburu-buru mengubah kebijakan moneternya. Selama data ekonomi Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan yang baik, terutama dari sisi tenaga kerja dan inflasi, peluang suku bunga bertahan tinggi masih cukup besar. Ekspektasi tersebut menjadi faktor yang terus menopang penguatan dolar AS dan menjaga tekanan terhadap harga emas.

Di sisi lain, berkurangnya minat terhadap aset safe haven juga ikut memengaruhi pergerakan pasar. Ketika kondisi ekonomi global dianggap relatif stabil dan investor memiliki optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, permintaan terhadap aset perlindungan seperti emas biasanya cenderung menurun. Aliran dana kemudian beralih ke instrumen yang dianggap memiliki potensi keuntungan lebih tinggi.

Kombinasi antara kuatnya dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi, serta berkurangnya permintaan safe haven membuat prospek emas dalam jangka menengah masih terlihat menantang. Kondisi tersebut sejalan dengan gambaran teknikal yang masih menunjukkan tren turun yang cukup solid.

Secara keseluruhan, analisis Dupoin Futures memperkirakan harga emas masih berpotensi melanjutkan pelemahan selama belum ada perubahan signifikan pada sentimen pasar maupun struktur teknikal yang ada. Area 4.096 menjadi level yang perlu diperhatikan sebagai target penurunan terdekat, sementara area 3.884 berpotensi menjadi sasaran berikutnya apabila tekanan bearish terus berlanjut. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat dan arah kebijakan Federal Reserve yang akan menjadi penentu utama pergerakan emas dalam beberapa waktu mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PetroSync Highlights the Importance of Workforce Readiness in Industrial Operations

PetroSync highlights the importance of workforce readiness in industrial operations through industry-focused training programs that strengthen technical skills, safety awareness, and operational performance.

Workforce Readiness Challenges Continue to Affect Industrial Operations

Inconsistent Inspection Skills Increase Operational Risk

Many facilities experience operational disruptions because inspection practices differ between technical teams. Small inspection errors often create larger maintenance problems during critical operational periods.

Senior personnel retirement also creates knowledge transfer challenges across industrial maintenance teams. Junior inspectors sometimes struggle interpreting field conditions without standardized technical competency development.

Limited Technical Readiness Reduces Equipment Reliability

Equipment reliability often decreases when maintenance teams misunderstand inspection findings during operations. Delayed corrective actions frequently trigger unexpected downtime and rising operational repair expenses.

Technical uncertainty also slows important maintenance decisions during shutdown planning activities significantly. Many companies eventually face higher operational costs because equipment deterioration remains undetected longer.

Companies Face Pressure to Maintain Safe Operational Standards

Industrial companies continuously face increasing pressure maintaining safety and operational compliance standards. Clients and regulators now expect stronger inspection documentation and reliable maintenance practices.

Meanwhile, workforce turnover creates additional challenges maintaining consistent technical competency across operations. Many organizations struggle preparing replacement personnel fast enough for complex operational responsibilities.

Industry Training Helps Strengthen Workforce Competency

Practical Learning Supports Better Inspection and Maintenance Decisions

Practical learning environments help engineers understand operational problems through realistic industrial case discussions. Participants usually absorb inspection concepts faster using relatable operational maintenance situations directly.

Programs such as API 653 Training support better maintenance planning and inspection decision-making processes. Participants learn inspection standards through examples commonly encountered inside industrial operating environments.

Standardized Training Helps Reduce Technical Competency Gaps

Standardized training helps teams develop similar technical understanding across multiple operational departments. Consistent competency frameworks simplify communication during inspections, audits, and maintenance planning discussions.

Companies also benefit when operational recommendations become clearer between different technical personnel teams. Shared technical references reduce misunderstandings during high-pressure operational decision-making situations significantly.

Continuous Development Supports Reliable API 653 Inspection Practices

Industrial operations require continuous learning because technical standards and operational demands frequently evolve. Workforce competency development helps inspection teams remain prepared handling changing operational challenges consistently.

Understanding standards like API 653 supports more reliable industrial inspection practices long-term. Better technical understanding helps teams identify operational risks before problems become increasingly serious.

Stronger Workforce Readiness Helps Improve Operational Reliability

Operational reliability strongly depends on workforce preparedness during inspections and maintenance activities daily. Well-trained teams usually respond faster during shutdowns, repairs, and operational emergency situations.

Prepared technical personnel also minimize uncertainty during critical maintenance and inspection decision-making processes. This readiness helps companies maintain safer operations while reducing avoidable operational disruptions significantly.

PetroSync Supports Long-Term Workforce Development Across Industries

Training Programs Are Built Around Real Operational Challenges

Industrial professionals prefer training materials reflecting actual maintenance and operational workplace situations directly. Real operational examples help participants connect technical learning with everyday inspection responsibilities better.

Interactive discussions also allow participants sharing operational experiences from different industrial working environments. These conversations often provide practical insights unavailable through standard technical reading materials.

Flexible Learning Solutions Help Teams Improve Technical Readiness

Modern industrial operations require flexible training solutions supporting rotating schedules and operational demands. Companies often struggle balancing workforce development alongside production targets and maintenance responsibilities simultaneously.

Flexible learning approaches help organizations improve technical readiness without heavily disrupting operational activities. Teams can continue developing competencies while maintaining important operational productivity and maintenance schedules.

petrosync Supports Safer and More Reliable Industrial Operations

Industrial companies increasingly prioritize workforce readiness to support safer operational performance long-term consistently. Strong technical competency helps organizations reduce uncertainty during inspections and maintenance decision-making activities.

Through industry-focused programs, PetroSync supports workforce development across various industrial operational sectors globally. Practical learning approaches help organizations prepare technical teams facing modern industrial operational challenges.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES