Kolaborasi Strategis BRI Finance dengan Kejaksaan Negeri Padang Wujudkan Tata Kelola Bisnis Akuntabel

Padang, 6 Juni 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik serta pengelolaan risiko yang prudent melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kejaksaan Negeri Padang. Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri Padang pada Jumat, 5 Juni 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara BRI Finance dan Kejaksaan Negeri Padang, khususnya dalam penanganan permasalahan hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN). Melalui kolaborasi ini, BRI Finance memperoleh dukungan pendampingan hukum yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyelesaian berbagai permasalahan hukum secara profesional, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan penandatanganan dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Dr. Koswara, S.H., M.H., beserta jajaran, serta Kepala Cabang BRI Finance Padang, Basrial. Kehadiran kedua institusi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kerja sama yang berlandaskan prinsip kepastian hukum, integritas, dan profesionalisme.

Melalui perjanjian kerja sama ini, Kejaksaan Negeri Padang akan memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta tindakan hukum lainnya dalam kapasitasnya sebagai Jaksa Pengacara Negara kepada BRI Finance sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya mitigasi risiko hukum sekaligus mendukung pengelolaan portofolio pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Padang merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat fondasi hukum dan tata kelola bisnis di tengah dinamika industri pembiayaan yang terus berkembang.

“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen BRI Finance untuk selalu menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku. Kami meyakini bahwa dukungan dari Kejaksaan Negeri Padang akan semakin memperkuat kemampuan perusahaan dalam melakukan mitigasi risiko hukum, menjaga kualitas aset, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Dhani.

Kepastian hukum menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas operasional perusahaan dan meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap industri pembiayaan. Melalui kerja sama ini, BRI Finance optimistis dapat terus memperkuat aspek tata kelola dan kepastian hukum dalam setiap aktivitas bisnisnya, sehingga mampu memberikan layanan pembiayaan yang aman, terpercaya, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

“Sinergi yang terjalin melalui kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua institusi, tetapi juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara sektor jasa keuangan dan aparat penegak hukum dalam menciptakan iklim usaha yang lebih sehat, profesional, dan berintegritas. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung terciptanya ekosistem pembiayaan yang semakin kuat dan berkelanjutan,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Optimistis Pembiayaan EV Terus Bertumbuh, BRI Finance Sambut Kebijakan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik

Jakarta, 5 Juni 2026 – Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren yang positif seiring meningkatnya dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah. Berbagai kebijakan yang memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan industri pendukung, termasuk sektor pembiayaan.

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menyambut baik kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberikan pembebasan pajak kendaraan listrik. Kebijakan tersebut dinilai dapat meningkatkan daya tarik kendaraan listrik bagi masyarakat sekaligus memperkuat momentum pertumbuhan pembiayaan berbasis keberlanjutan (green financing).

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Pembebasan pajak kendaraan listrik memberikan manfaat yang cukup signifikan bagi masyarakat. Kebijakan ini dapat meningkatkan daya tarik kendaraan listrik karena biaya kepemilikannya menjadi lebih efisien. Di sisi lain, hal ini juga membuka peluang bagi industri pembiayaan untuk terus memperluas portofolio pembiayaan yang mendukung prinsip keberlanjutan.”

Pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia saat ini didukung oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari regulasi yang semakin kondusif, ketersediaan pilihan produk yang semakin beragam, hingga meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.

“Transformasi menuju kendaraan listrik memang membutuhkan waktu. Namun, kami melihat arah perkembangannya semakin jelas dan mendapatkan dukungan yang kuat dari berbagai kebijakan pemerintah. Seiring dengan semakin matangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, peluang pertumbuhannya juga akan semakin besar,” ujar Dhani.

Sebagai bagian dari upaya menangkap peluang tersebut, BRI Finance terus memperkuat strategi bisnis melalui perluasan kerja sama dengan dealer dan pelaku industri otomotif, serta optimalisasi kanal pemasaran untuk menjangkau lebih banyak calon konsumen kendaraan listrik. Perseroan juga tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan dengan memperhatikan perkembangan pasar dan profil kebutuhan konsumen agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

Hingga Maret 2026, pembiayaan kendaraan listrik Perseroan tercatat meningkat sekitar 13,74 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara industri, tren pembiayaan kendaraan listrik juga terus menguat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh industri multifinance mencapai Rp22,5 triliun per Maret 2026, tumbuh 35,27% secara tahunan (year-on-year), yang mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan berbasis energi bersih di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dana Renovasi Rumah Terwujud, Cek Pendanaan Tunai BRI Finance Berikut Ini

Jakarta, 4 Juni 2026 – Peran rumah dalam kehidupan masyarakat terus berkembang seiring perubahan pola aktivitas dan gaya hidup. Tidak lagi sekadar menjadi tempat tinggal, rumah kini juga berfungsi sebagai ruang kerja, area belajar, hingga pusat aktivitas keluarga. Kondisi tersebut mendorong banyak masyarakat untuk melakukan penyesuaian dan peningkatan kualitas hunian agar tetap nyaman dan sesuai dengan kebutuhan yang terus berubah.

Di tengah kenaikan harga properti dan tingginya biaya kepemilikan rumah baru, renovasi menjadi alternatif yang semakin diminati. Selain lebih efisien dari sisi biaya, renovasi memungkinkan pemilik rumah mengoptimalkan fungsi ruang yang sudah dimiliki tanpa harus berpindah lokasi. Kebutuhan akan ruang kerja yang lebih nyaman, penambahan area keluarga, maupun perbaikan fasilitas rumah menjadi beberapa faktor yang mendorong meningkatnya aktivitas renovasi.

Meski demikian, renovasi rumah memerlukan dukungan perencanaan keuangan yang matang. Biaya renovasi dapat bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah, tergantung pada skala pekerjaan dan spesifikasi yang diinginkan. Karena itu, akses terhadap pembiayaan yang fleksibel menjadi salah satu pertimbangan penting bagi masyarakat dalam merealisasikan rencana renovasi.

Melihat kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan BRI Flash, produk dana tunai dengan jaminan BPKB kendaraan yang dirancang untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi berbagai kebutuhan produktif maupun konsumtif, termasuk renovasi rumah.

Melalui BRI Flash, masyarakat dapat memperoleh fasilitas pembiayaan dengan suku bunga mulai dari 0,7% per bulan, tenor hingga 4 tahun, serta plafon pembiayaan hingga 90% dari nilai kendaraan yang dijaminkan. Proses pengajuan yang cepat dan fleksibel diharapkan dapat membantu masyarakat merealisasikan kebutuhan renovasi tanpa harus mengganggu arus kas maupun perencanaan keuangan jangka panjang.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang nyaman dan fungsional terus meningkat seiring perubahan gaya hidup dan aktivitas sehari-hari.

“Rumah saat ini memiliki fungsi yang semakin beragam. Karena itu, kebutuhan renovasi menjadi semakin relevan bagi banyak keluarga. BRI Finance berupaya menghadirkan akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan fleksibel agar masyarakat dapat mewujudkan rencana renovasi dengan tetap menjaga kondisi keuangan yang sehat dan terukur,” ujar Dhani.

Sejalan dengan komitmennya dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan, BRI Finance senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang disiplin dalam setiap penyaluran pembiayaan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas aset perusahaan sekaligus memastikan pertumbuhan bisnis yang sehat dalam jangka panjang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Wujudkan Perjalanan Nyaman, BRI Finance Hadirkan KKB Mobil Baru dengan Bunga Mulai 3,97%

Jakarta, 3 Juni 2026 – Di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama untuk mendukung kenyamanan perjalanan bersama keluarga. Mulai dari aktivitas sehari-hari, perjalanan akhir pekan, hingga momen liburan, kebutuhan akan kendaraan yang nyaman dan fleksibel tetap menjadi bagian penting dalam menunjang kualitas waktu bersama keluarga.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan mobil nasional mencapai 374.740 unit sampai pada semester I 2025. Angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan roda empat masih terjaga di tengah berbagai dinamika ekonomi yang berlangsung sepanjang tahun ini.

Melihat kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan program pembiayaan mobil baru dengan penawaran bunga kompetitif mulai dari 3,97% flat per tahun dan tenor hingga 5 tahun, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mewujudkan kendaraan impian untuk mendukung mobilitas keluarga.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa kendaraan pribadi saat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan kebutuhan keluarga modern yang mengutamakan kenyamanan, keamanan, serta fleksibilitas dalam beraktivitas.

“Kami melihat kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi masih cukup kuat karena mobil menjadi salah satu sarana penting dalam mendukung mobilitas sehari-hari maupun perjalanan bersama keluarga. BRI Finance ingin memberikan solusi pembiayaan yang kompetitif dan terjangkau agar masyarakat dapat memiliki kendaraan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansialnya,” ujar Dhani.

Melalui program KKB ini, nasabah dapat mengajukan pembiayaan untuk berbagai merek dan tipe mobil baru dengan proses yang mudah dan cepat. Penawaran bunga kompetitif tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh skema pembiayaan yang lebih ringan dan terencana.

Sebagai perusahaan pembiayaan yang terus berfokus pada kebutuhan nasabah, BRI Finance juga menghadirkan kemudahan pengajuan secara digital melalui BRIFlash, sehingga proses pengajuan pembiayaan dapat dilakukan dengan lebih praktis dan efisien. Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai program pembiayaan mobil baru BRI Finance dapat mengunjungi briflash.brifinance.co.id atau menghubungi Official WhatsApp BRI Finance di (+62) 811-1937-0838.

Melalui berbagai solusi pembiayaan yang inovatif dan kompetitif, BRI Finance berkomitmen untuk terus mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia sekaligus membantu mewujudkan perjalanan keluarga yang lebih nyaman dan berkesan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Catatkan Pertumbuhan Bisnis Resilien Di Tengah Perubahan Nilai Tukar Rupiah

Jakarta, 2 Juni 2026 – Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi dinamika industri otomotif dan pembiayaan tahun ini. Kendati demikian, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) melihat peluang pertumbuhan pembiayaan kendaraan masih terbuka seiring tetap terjaganya permintaan masyarakat terhadap kendaraan sebagai sarana mobilitas maupun penunjang aktivitas produktif.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Perubahan nilai tukar rupiah dapat memberikan tekanan terhadap harga kendaraan yang pada akhirnya berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat dan permintaan pembiayaan. Karena itu, kami terus mencermati perkembangan pasar dan melakukan penyesuaian strategi bisnis secara adaptif.”

Di tengah kondisi tersebut, BRI Finance tetap mampu menjaga kualitas pembiayaan dan pertumbuhan bisnis secara sehat. Hingga April 2026, rasio Non-Performing Financing (NPF) Perseroan tercatat sebesar 2,40%, masih berada dalam batas yang ditetapkan regulator.

Dari sisi penyaluran pembiayaan, segmen kendaraan masih memberikan kontribusi signifikan terhadap portofolio perusahaan. Pembiayaan mobil baru tercatat menyumbang 34,75% terhadap total portofolio pembiayaan BRI Finance, sementara pembiayaan mobil bekas berkontribusi sebesar 8,82%.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa permintaan pembiayaan kendaraan masih cukup resilien meskipun pasar dihadapkan pada berbagai tantangan eksternal.

“Prospek pembiayaan kendaraan hingga akhir tahun masih memiliki peluang pertumbuhan yang baik. Kebutuhan mobilitas masyarakat yang tetap tinggi serta permintaan kendaraan yang masih terjaga pada sejumlah segmen menjadi faktor yang mendukung optimisme tersebut,” jelas Dhani.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mengantisipasi dampak volatilitas nilai tukar, BRI Finance terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas portofolio pembiayaan, serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan. Perseroan juga mempererat kolaborasi dengan dealer dan mitra strategis guna menghadirkan program pembiayaan yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Melalui langkah-langkah tersebut, BRI Finance optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan sekaligus memberikan solusi pembiayaan yang relevan bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pastikan Ekspansi Bisnis Terukur, BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Alat Berat 33,26%

Jakarta, 1 Juni 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat strategi diversifikasi pembiayaan produktif sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Salah satu segmen yang menunjukkan kinerja positif adalah pembiayaan alat berat yang hingga kuartal I 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 33,26% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Capaian tersebut diraih di tengah tantangan yang masih membayangi industri pertambangan, termasuk tekanan harga batubara global dan proses penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sejumlah pelaku usaha. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan investasi dan operasional pada sektor-sektor produktif masih tetap berjalan, sehingga permintaan terhadap pembiayaan alat berat tetap terjaga.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Meski industri pertambangan menghadapi sejumlah tantangan, aktivitas usaha di sektor produktif masih menunjukkan daya tahan yang baik. Kami melihat kebutuhan pembiayaan alat berat tetap tumbuh untuk mendukung operasional bisnis maupun pengembangan kapasitas usaha di berbagai sektor.”

Pertumbuhan pada segmen alat berat tersebut turut memperkuat upaya BRI Finance dalam memperluas sumber pertumbuhan bisnis di luar pembiayaan kendaraan konvensional. Sejalan dengan strategi diversifikasi yang dijalankan Perseroan, pembiayaan produktif terus didorong sebagai salah satu fokus pengembangan portofolio.

Di tengah upaya memperluas pembiayaan produktif tersebut, BRI Finance tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian guna menjaga kualitas portofolio dan keberlanjutan pertumbuhan bisnis. Perseroan secara konsisten memperkuat manajemen risiko melalui proses seleksi debitur yang prudent, pemantauan portofolio secara berkala, serta mitigasi risiko yang terukur terhadap sektor-sektor yang rentan terhadap fluktuasi harga komoditas.

“Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan volume pembiayaan, tetapi juga memastikan setiap ekspansi bisnis dilakukan secara sehat dan terukur. Kualitas aset tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan pembiayaan yang kami lakukan,” tambah Dhani.

Hingga akhir Maret 2026, pembiayaan alat berat berkontribusi sebesar 17,8% terhadap total portofolio pembiayaan BRI Finance. Porsi tersebut menunjukkan bahwa segmen alat berat menjadi salah satu pilar penting dalam portofolio pembiayaan produktif Perseroan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES