BRI Region 6 Sambut Pekerja Baru Melalui Program Onboarding

Dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, BRI Region 6 menyelenggarakan kegiatan Onboarding Pekerja Baru Bulan Juni 2026 yang bertempat di Ruang Qlola BRI Region 6. Kegiatan ini diikuti oleh para pekerja baru yang bergabung di berbagai unit kerja di lingkungan BRI Region 6.

Program onboarding merupakan tahapan penting dalam proses adaptasi pekerja baru agar dapat mengenal lebih dekat budaya perusahaan, nilai-nilai kerja, struktur organisasi, serta berbagai kebijakan dan prosedur yang berlaku di BRI. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman yang komprehensif mengenai peran BRI sebagai institusi perbankan terdepan yang terus bertransformasi untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabah.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi terkait budaya kerja BRILiaN, tata kelola perusahaan, layanan perbankan, manajemen risiko, kepatuhan, hingga pengenalan produk dan layanan digital BRI. Selain itu, sesi interaktif dan diskusi turut memberikan kesempatan bagi para pekerja baru untuk mengenal lingkungan kerja serta membangun jejaring dengan sesama peserta.

Perwakilan Manajemen BRI Region 6 dalam sambutannya menyampaikan bahwa para pekerja baru merupakan bagian penting dari masa depan perusahaan. Oleh karena itu, diharapkan seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan onboarding ini untuk memahami nilai-nilai perusahaan serta mempersiapkan diri menjadi insan BRILiaN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan terbaik.

Kegiatan onboarding ini juga menjadi momentum untuk menanamkan semangat kolaborasi, inovasi, dan pembelajaran berkelanjutan kepada para pekerja baru. Dengan pemahaman yang baik mengenai budaya dan visi perusahaan, diharapkan mereka dapat beradaptasi dengan cepat serta memberikan kontribusi positif bagi pencapaian kinerja BRI Region 6.

Melalui program onboarding yang terstruktur dan komprehensif, BRI Region 6 terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan talenta dan mencetak sumber daya manusia unggul guna menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin dinamis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Peran Konsumen dalam Mendorong Fashion Sustainable di Indonesia

Perubahan menuju industri fashion yang lebih ramah lingkungan tidak hanya bergantung pada produsen, tetapi juga pada perilaku konsumen. Di Indonesia, peran konsumen menjadi semakin penting dalam mendorong pertumbuhan fashion sustainable.

Kesadaran masyarakat terhadap dampak negatif fast fashion mulai meningkat. Banyak konsumen kini mulai mempertimbangkan ulang kebiasaan membeli pakaian dalam jumlah besar dengan harga murah. Mereka mulai beralih ke konsep membeli lebih sedikit tetapi lebih berkualitas.

Tren thrift shopping atau pembelian pakaian bekas juga menjadi bagian dari gaya hidup sustainable. Selain lebih hemat, praktik ini membantu memperpanjang umur pakaian dan mengurangi limbah tekstil. Di berbagai kota besar, toko thrift dan pasar barang bekas semakin diminati oleh generasi muda.

Selain itu, konsumen juga mulai memperhatikan transparansi brand. Mereka ingin mengetahui asal bahan, proses produksi, hingga kondisi pekerja di balik sebuah produk fashion. Hal ini mendorong brand untuk lebih terbuka dalam memberikan informasi mengenai rantai pasok mereka.

Media sosial memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku ini. Banyak konten edukasi mengenai fashion berkelanjutan yang membuat masyarakat lebih sadar akan pentingnya memilih produk yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Namun, tantangan terbesar adalah harga. Produk fashion sustainable sering kali memiliki harga lebih tinggi dibandingkan produk fast fashion. Hal ini membuat sebagian konsumen masih ragu untuk beralih sepenuhnya.

Meski begitu, perubahan perlahan mulai terlihat. Generasi muda khususnya menunjukkan minat yang lebih besar terhadap produk yang memiliki nilai etis dan ramah lingkungan, meskipun dengan harga yang sedikit lebih mahal.

PetroSync Encourages Competency Development through Specialized Industrial Training Programs

PetroSync encourages competency development through specialized industrial training programs designed to improve technical expertise, operational efficiency, and workforce performance across key industries.

Technical Competency Gaps Continue to Affect Industrial Operations

Inconsistent Piping Knowledge Increases Operational Risk

Many facilities experience operational disruptions because piping understanding differs across engineering teams. Small technical misunderstandings frequently create maintenance delays and unexpected operational safety concerns.

Limited Practical Experience Reduces Engineering Readiness

Young engineers often struggle handling field situations without sufficient industrial training exposure. Delayed technical decisions commonly affect maintenance schedules, commissioning activities, and project execution timelines.

Companies Face Pressure to Maintain Safe and Efficient Operations

Industrial companies continuously balance production targets alongside increasing operational safety requirements today. Limited technical competency often creates additional pressure during critical operational maintenance periods.

Specialized Training Helps Strengthen Engineering Competency

Practical Learning Supports Better Piping System Decisions

Practical industrial training helps engineers understand operational consequences behind every technical decision. Programs like ASME B31.3 Training support stronger piping system evaluation during operational activities.

Standardized Training Helps Reduce Technical Skill Gaps

Different engineering backgrounds often create inconsistent technical understanding during daily operational discussions. Standardized industrial training helps companies align engineering competency across multiple operational departments.

Continuous Development Supports Reliable ASME B31.3 Implementation Across Operations

Continuous learning supports stronger technical consistency during piping inspections, maintenance, and modifications. Better understanding of ASME B31.3 helps reduce operational mistakes across industrial facilities.

Stronger Technical Competency Helps Improve Operational Reliability

Reliable industrial operations depend heavily on accurate engineering judgment during critical situations. Strong technical competency helps teams respond faster when operational challenges suddenly appear.

PetroSync Supports Long-Term Competency Development Across Industries

Training Programs Are Designed Around Real Industrial Challenges

Industrial professionals prefer practical learning materials reflecting real operational situations and challenges. Relevant case discussions help participants understand technical problems commonly appearing during industrial operations.

Flexible Learning Solutions Help Teams Improve Technical Readiness

Busy operational schedules often prevent engineering teams attending conventional classroom training programs regularly. Flexible learning solutions help organizations maintain competency development without disrupting operational responsibilities.

Petrosync Supports Safer and More Reliable Industrial Operations

Many companies increasingly prioritize technical competency development to support safer operational environments today. Through specialized programs, PetroSync supports sustainable engineering competency development across multiple industrial sectors.

Press Release ini juga tayang di VRITIMES