KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek untuk Mendukung Kebutuhan Pengguna

Seiring kenaikan pengguna LRT Jabodebek, KAI kembangkan layanan pendukung & tenant di area stasiun. Tahun 2024 melayani 21,05 juta pengguna, naik jadi 28,81 juta di 2025. Jan–Mei 2026 sudah 13,21 juta pengguna atau +23% YoY. Rata-rata harian hari kerja naik dari 100 ribu di 2025 jadi 120 ribu di 2026. KAI ingin stasiun jadi ruang publik yang praktis, bukan cuma titik transit. Kehadiran tenant memudahkan pengguna dapat kebutuhan cepat sebelum/sesudah perjalanan. Ke depan KAI akan terus kolaborasi dengan mitra usaha untuk ekosistem komersial terintegrasi, demi pengalaman perjalanan yang lebih nyaman

Seiring meningkatnya pengguna LRT Jabodebek, mendorong KAI terus mengembangkan layanan pendukung di area stasiun untuk menghadirkan perjalanan yang lebih praktis dan nyaman bagi pengguna. Pengembangan tersebut juga merupakan upaya KAI dalam menjawab kebutuhan pengguna yang menginginkan ketersediaan berbagai layanan dan kebutuhan sehari-hari di lingkungan stasiun guna mendukung mobilitas mereka.

Sebagai moda transportasi perkotaan yang melayani mobilitas masyarakat setiap hari, LRT Jabodebek tidak hanya berfokus pada layanan perjalanan yang aman dan tepat waktu, tetapi juga berupaya menghadirkan fasilitas pendukung yang dapat membantu memenuhi kebutuhan pengguna selama perjalanan maupun saat berada di area stasiun.

Kehadiran tenant di area stasiun diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pengguna untuk memperoleh kebutuhan secara cepat dan praktis, baik sebelum memulai perjalanan maupun setelah tiba di stasiun tujuan. Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem layanan yang mendukung aktivitas masyarakat urban yang memiliki mobilitas tinggi.

Kebutuhan terhadap layanan pendukung tersebut sejalan dengan pertumbuhan jumlah pengguna LRT Jabodebek yang terus meningkat. Pada tahun 2024, LRT Jabodebek melayani 21.055.870 pengguna dan meningkat menjadi 28.816.787 pengguna pada tahun 2025. Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pengguna mencapai 13.211.856 pengguna atau meningkat sekitar 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, rata-rata jumlah pengguna harian pada hari kerja juga meningkat dari sekitar 100 ribu pengguna pada tahun 2025 menjadi sekitar 120 ribu pengguna pada periode Januari hingga Mei 2026. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari mobilitas harian masyarakat Jabodetabek, sehingga kebutuhan akan layanan pendukung yang mudah diakses juga terus berkembang.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa pengembangan layanan pendukung dilakukan untuk memberikan kemudahan tambahan bagi pengguna dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Pertumbuhan jumlah pengguna menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Karena itu, kami terus menghadirkan layanan pendukung yang dapat membantu pengguna memenuhi kebutuhannya secara lebih praktis selama berada di area stasiun maupun saat menggunakan LRT Jabodebek,” ujar Radhitya.

Menurutnya, kehadiran tenant tidak hanya memberikan kemudahan bagi pengguna, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna LRT Jabodebek dalam mobilitasnya.

“KAI ingin stasiun tidak hanya berfungsi sebagai titik keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga menjadi ruang yang mampu mendukung kebutuhan pengguna selama beraktivitas. Dengan semakin lengkapnya layanan yang tersedia, pengguna dapat merasakan manfaat lebih dari penggunaan transportasi publik,” tambahnya.

KAI akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra usaha untuk menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Melalui pengembangan ekosistem komersial yang terintegrasi dengan layanan transportasi,

KAI akan terus mengembangkan layanan pendukung di lingkungan LRT Jabodebek melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kesamaan visi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi ruang publik yang tidak hanya mendukung perpindahan orang, tetapi juga mampu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dalam menjalankan mobilitas sehari-hari.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin, Ajak Masyarakat Semakin Aktif Bertransaksi di Aplikasi Raya

Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya terus mendorong adopsi perbankan digital di masyarakat melalui ragam program menarik termasuk program loyalitas pelanggan untuk mendorong minat masyarakat bertransaksi.

Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya terus mendorong adopsi perbankan digital di masyarakat melalui ragam program menarik termasuk program loyalitas pelanggan untuk mendorong minat masyarakat bertransaksi. Sebagai bagian dari program Loyalitas Pelanggan yaitu Raya Poin, Bank Raya menggelar program Lelang Raya Poin yang merupakan program lelang berbagai produk menarik seperti smartphone, smart TV, laptop, tablet, smartwatch, hingga perangkat elektronik rumah tangga dengan harga yang sangat terjangkau. Program Lelang Raya Poin ini bekerja sama dengan Dinomarket sebagai mitra penyelenggara, dengan proses pembayaran yang dilakukan menggunakan Kartu Digital Debit Visa Bank Raya. Lelang Raya Poin akan digelar setiap minggu pertama hingga bulan Januari 2027.

Nasabah otomatis akan mendapatkan Raya Poin melalui berbagai transaksi di Aplikasi Raya, antara lain pembukaan rekening dan setoran awal, transaksi transfer BI-Fast, top up e-wallet, pembayaran menggunakan QRIS, serta peningkatan saldo rata-rata bulanan. Poin yang berhasil dikumpulkan dapat ditukarkan secara langsung melalui fitur Raya Poin di Aplikasi Raya dengan berbagai pilihan reward yang tersedia, atau ditukarkan dengan voucher lelang untuk dapat mengikuti Lelang Raya Poin.

Kicky Andrie Davetra, Direktur Bisnis Bank Raya mengatakan, “Lelang Raya Poin ini tentunya menambah keseruan program Raya Poin dengan beragam reward yang dihadirkan, dan dapat menjadi momentum yang dinantikan oleh para nasabah Bank Raya di seluruh Indonesia. Kami ingin setiap nasabah merasakan pengalaman yang menyenangkan saat menggunakan Aplikasi Raya, di samping tentunya merasakan manfaat mengelola keuangan secara praktis melalui berbagai fitur yang tersedia.” 

Sejak digelar pada Mei 2026, Lelang Raya Poin mendapatkan respons yang positif dari nasabah. Sejumlah produk berhasil dimenangkan dengan harga yang sangat menarik, di antaranya Smart TV 43 inch, voucher senilai Rp1.000.000,- air purifier, dan logam mulia. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Lelang Raya Poin menjadi salah satu program loyalitas yang diminati nasabah karena memberikan kesempatan untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik dengan harga yang kompetitif, sekaligus mendorong peningkatan pemanfaatan layanan dan transaksi digital melalui Aplikasi Raya. 

“Kami berharap masyarakat selalu menantikan dan menikmati keseruan program yang kami hadirkan untuk nasabah kami. Melalui Raya Poin, kami ingin mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital yang lebih inklusif, sekaligus memberikan pengalaman perbankan yang menyenangkan bagi seluruh nasabah Bank Raya.” tutup Kicky.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Modal Usaha Jadi Bertambah, Cek Penawaran Dana Tunai BRI Finance Berikut Ini

Jakarta, 15 Juni 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan pelaku usaha dan masyarakat produktif melalui program Fasilitas Dana dengan jaminan BPKB kendaraan bermotor. Program ini hadir sebagai solusi pembiayaan yang cepat, fleksibel, dan mudah diakses di tengah meningkatnya kebutuhan modal usaha pada era ekonomi digital saat ini.

Tren bisnis di Indonesia pada 2026 menunjukkan pertumbuhan aktivitas UMKM dan ekonomi digital yang semakin kuat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan penyaluran kredit UMKM pada 2026 tumbuh sebesar 7–9 persen secara tahunan, didorong oleh meningkatnya keyakinan konsumen, percepatan digitalisasi usaha, serta kebutuhan modal kerja yang semakin tinggi. Per Januari 2026, total kredit UMKM nasional tercatat mencapai Rp1.482,9 triliun. 

Di sisi lain, transformasi digital juga mendorong pelaku usaha untuk bergerak lebih cepat dan adaptif. Penggunaan transaksi digital, QRIS, penjualan online, hingga promosi melalui media sosial kini menjadi bagian penting dalam operasional UMKM modern. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap akses pembiayaan yang praktis menjadi semakin relevan, khususnya bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal untuk menjaga arus kas, memperbesar stok barang, memperluas usaha, maupun meningkatkan kapasitas produksi.

Menangkap hal tersebut, BRI Finance memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan tambahan modal usaha cukup dengan menjaminkan BPKB kendaraan melalui program BRIFlash. Nasabah dapat memperoleh bunga mulai dari 0,7% per bulan, tenor pembiayaan hingga 4 tahun, serta pencairan dana hingga 90% dari harga kendaraan. Kendaraan tetap dapat digunakan untuk mendukung aktivitas usaha maupun kebutuhan sehari-hari.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Di tengah pertumbuhan ekonomi digital dan meningkatnya aktivitas UMKM pada 2026, kebutuhan masyarakat terhadap akses modal yang cepat dan fleksibel juga semakin tinggi. Melalui fasilitas dana dengan jaminan BPKB, BRI Finance ingin memberikan solusi pembiayaan yang mudah diakses untuk membantu pelaku usaha menjaga produktivitas, memperluas usaha, hingga menangkap peluang bisnis baru. Kami berharap layanan ini dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem pembiayaan yang inklusif bagi masyarakat.”

BRI Finance melihat bahwa saat ini masyarakat membutuhkan proses mendapatkan modal usaha yang lebih praktis tanpa prosedur yang rumit. Dengan fasilitas dana BRI Finance, masyarakat dapat mengakses pembiayaan dengan proses pengajuan yang mudah, pencairan kompetitif, serta tenor yang fleksibel sesuai kebutuhan finansial. Pengajuan fasilitas dana dapat dilakukan secara online melalui briflash.brifinance.co.id⁠ maupun melalui Official WhatsApp di (+62) 811-1937-0838.

Sebagai perusahaan pembiayaan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BRI Finance terus mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan perlindungan konsumen dalam setiap layanan pembiayaan yang diberikan kepada masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menguatkan Iman di Tengah Tantangan, PKK BRI Region 6 Gelar Kebaktian Bulanan Bertema “Di Dalam Tekanan Kuasa Tuhan Bekerja”

Persekutuan Karyawan Kristiani (PKK) BRI Region 6 menggelar Kebaktian Bulanan yang berlangsung khidmat di JackOne Hall, Gedung BRI Region 6. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua PKK BRI Region 6 beserta para pekerja BRI Region 6 yang beragama Kristiani sebagai wadah pembinaan rohani dan penguatan iman di tengah dinamika pekerjaan sehari-hari.

Pada kesempatan kali ini, kebaktian mengangkat tema “Di Dalam Tekanan Kuasa Tuhan Bekerja” yang diambil dari 2 Korintus 12:9-10. Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta Royal Purba, yang mengajak seluruh jemaat untuk memahami bahwa setiap tantangan, tekanan, dan pergumulan yang dihadapi dalam kehidupan maupun pekerjaan merupakan kesempatan untuk merasakan penyertaan dan kuasa Tuhan yang sempurna.

Dalam khotbahnya, Pendeta Royal Purba menegaskan bahwa manusia sering kali dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Namun, melalui kelemahan tersebut, Tuhan menunjukkan kasih dan kuasa-Nya sehingga setiap individu mampu melewati berbagai tantangan dengan penuh pengharapan dan keyakinan. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk tetap bersandar kepada Tuhan dalam setiap situasi dan terus memberikan yang terbaik dalam pekerjaan maupun pelayanan.

Suasana kebaktian berlangsung penuh sukacita dan kekhusyukan. Selain mendengarkan firman Tuhan, para peserta juga bersama-sama menaikkan pujian dan doa sebagai bentuk rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan dan pekerjaan mereka.

Melalui kegiatan kebaktian bulanan ini, PKK BRI Region 6 berharap dapat terus menjadi sarana untuk mempererat persekutuan antarpekerja, meningkatkan kualitas kehidupan rohani, serta menumbuhkan semangat kerja yang berlandaskan nilai-nilai iman dan integritas. Dengan penguatan spiritual yang berkesinambungan, diharapkan seluruh pekerja BRI Region 6 dapat menghadapi setiap tantangan dengan optimisme, semangat, dan keyakinan bahwa di dalam setiap tekanan, kuasa Tuhan senantiasa bekerja dan memberikan jalan keluar yang terbaik

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%

Persaingan industri otomotif nasional semakin dinamis seiring masuknya berbagai merek baru dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap solusi mobilitas yang lebih efisien. Di tengah kondisi tersebut, industri pembiayaan memiliki peran strategis dalam memperluas akses kepemilikan kendaraan melalui skema pembiayaan yang kompetitif dan fleksibel.

Menangkap momentum tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menggelar pameran otomotif di dua lokasi sekaligus, yakni di BRI Branch Office (BO) Payakumbuh dan BRI Branch Office (BO) Padang pada 8–12 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat penetrasi pembiayaan kendaraan sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem otomotif di daerah.

Dalam pameran tersebut, BRI Finance menggandeng dealer Chery di BRI BO Payakumbuh dan dealer Geely di BRI BO Padang. Pengunjung tidak hanya dapat melihat langsung berbagai pilihan kendaraan terbaru, tetapi juga merasakan pengalaman berkendara melalui fasilitas test drive yang disediakan selama pameran berlangsung.

Sebagai daya tarik utama, BRI Finance menghadirkan program pembiayaan dengan promo bunga 0%, yang didukung berbagai pilihan skema pembiayaan lainnya seperti KKB Prioritas, KKB Reguler, Captive, Non-Captive, serta program BRIFlexy.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Sebagai perusahaan pembiayaan yang merupakan bagian dari BRI Group, kami berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan yang semakin mudah dijangkau masyarakat. Pameran ini menjadi salah satu upaya kami untuk mendekatkan layanan kepada calon nasabah sekaligus memberikan berbagai pilihan program pembiayaan yang kompetitif, termasuk promo bunga 0% yang dapat membantu masyarakat mewujudkan kepemilikan kendaraan dengan lebih ringan.”

Kolaborasi dengan dealer dan jaringan BRI di berbagai daerah merupakan strategi yang terus diperkuat perusahaan guna memperluas jangkauan layanan serta mendorong pertumbuhan bisnis pembiayaan yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, BRI Finance berharap dapat meningkatkan literasi masyarakat terhadap berbagai alternatif pembiayaan yang tersedia, sekaligus mendukung pertumbuhan penjualan kendaraan baru di wilayah Sumatera Barat.

“BRI Finance akan terus memperkuat sinergi dengan ekosistem otomotif dan jaringan BRI Group untuk menghadirkan berbagai program pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan pasar serta mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional,” tutup Dhani.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Jakarta — Persiapan menuju kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih konkret. Hal tersebut terlihat dari pertemuan antara Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Selain membahas berbagai perkembangan kerja sama yang tengah berjalan, Dubes Chakravorty secara khusus menyampaikan rencana kunjungan Narendra Modi ke Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun 2026.

“Dubes menyampaikan rencana kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia yang direncanakan pada pertengahan tahun ini,” kata Teddy Indra Wijaya.

Rencana lawatan tersebut menjadi perhatian karena akan menjadi kunjungan balasan atas kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025. Saat itu, Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan dalam perayaan Hari Republik India ke-76 di New Delhi, sebuah kehormatan yang mencerminkan eratnya hubungan diplomatik antara kedua negara.

Hubungan yang Terus Berkembang

Indonesia dan India memiliki hubungan diplomatik yang telah berlangsung selama 76 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, kedua negara berkembang menjadi mitra strategis yang semakin penting, tidak hanya di kawasan Asia tetapi juga dalam berbagai forum internasional.

Sebagai dua negara demokrasi besar dengan populasi yang sangat besar, Indonesia dan India memiliki kepentingan yang semakin sejalan dalam menjaga stabilitas kawasan, memperkuat konektivitas ekonomi, dan mendorong pertumbuhan yang inklusif.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan bilateral kedua negara menunjukkan tren yang semakin positif. Kerja sama yang sebelumnya didominasi sektor perdagangan kini berkembang ke berbagai bidang lain seperti transformasi digital, teknologi, pendidikan, kesehatan, energi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Karena itu, kunjungan Narendra Modi ke Indonesia dipandang memiliki arti yang lebih luas dibandingkan agenda kenegaraan biasa. Kunjungan tersebut diharapkan dapat mempercepat implementasi berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas oleh kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

Peran Diaspora dalam Memperkuat Hubungan

Dalam pertemuan dengan Seskab Teddy, Dubes Chakravorty juga menyoroti salah satu elemen penting dalam hubungan Indonesia dan India, yakni keberadaan diaspora India di Indonesia.

Menurutnya, lebih dari 150 ribu diaspora India saat ini tinggal dan beraktivitas di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran komunitas tersebut telah menjadi salah satu penghubung utama yang mempererat hubungan kedua negara selama bertahun-tahun.

Diaspora India berperan dalam berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, manufaktur, pendidikan, hingga industri jasa. Kehadiran mereka tidak hanya berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan antar masyarakat yang menjadi fondasi penting dalam hubungan bilateral jangka panjang.

Hubungan yang terjalin di tingkat masyarakat tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kerja sama Indonesia dan India terus berkembang secara konsisten, bahkan ketika kondisi ekonomi global menghadapi berbagai tantangan.

Menyambut Babak Baru Kemitraan Strategis

Bagi Indonesia dan India, kunjungan seorang kepala pemerintahan bukan sekadar agenda seremonial. Pertemuan tingkat tinggi biasanya menjadi momentum untuk menetapkan arah baru kerja sama dan mempercepat berbagai inisiatif strategis yang telah dibahas sebelumnya.

Di tengah meningkatnya peran kawasan Indo-Pasifik dalam ekonomi global, kedua negara memiliki kepentingan yang semakin besar untuk memperkuat kolaborasi. India saat ini merupakan salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, sementara Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Potensi kerja sama antara kedua negara pun semakin luas. Selain perdagangan dan investasi, peluang kolaborasi terbuka di bidang ekonomi digital, kecerdasan buatan, pengembangan talenta digital, infrastruktur, energi terbarukan, manufaktur, hingga ketahanan rantai pasok.

Karena itu, agenda kunjungan Narendra Modi ke Indonesia dipandang sebagai kesempatan penting untuk membawa hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi.

“Kunjungan tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemitraan strategis Indonesia-India yang telah terjalin selama 76 tahun serta membuka peluang kerja sama yang lebih erat di berbagai bidang,” ujar Teddy.

Dengan komunikasi diplomatik yang semakin intensif menjelang kunjungan tersebut, Indonesia dan India tampaknya tengah mempersiapkan landasan bagi babak baru hubungan bilateral. Pertemuan antara Dubes Sandeep Chakravorty dan Seskab Teddy Indra Wijaya menjadi salah satu langkah awal yang menunjukkan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kemitraan yang selama ini telah terjalin erat, sekaligus menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP

Sajiva Residence mengapresiasi dukungan PLN UP3 Gunung Putri dan PLN ULP Citeureup dalam mendukung kesiapan infrastruktur kelistrikan menjelang proses akad kredit dan serah terima rumah kepada konsumen pada bulan Juni 2026.

Gunung PutriSajiva Residence menyampaikan apresiasi kepada PLN UP3 Gunung Putri (Cileungsi) dan PLN ULP Citeureup atas dukungan serta koordinasi yang solid dalam proses kesiapan infrastruktur kelistrikan di kawasan hunian subsidi Sajiva Residence, Kabupaten Bogor.

Kesiapan kelistrikan menjadi salah satu komponen utama dalam mendukung penyediaan hunian yang benar-benar siap dihuni oleh masyarakat. Tidak hanya sebagai fasilitas dasar, listrik juga menjadi bagian vital agar proses akad kredit dan serah terima rumah kepada konsumen dapat berjalan lancar sesuai target yang telah ditetapkan. Dukungan PLN dalam penyediaan jaringan kelistrikan, termasuk percepatan pemasangan tiang listrik dan kesiapan kWh meter, menjadi pilar penting agar rumah yang diserahterimakan tidak hanya selesai secara fisik bangunan, tetapi juga siap secara fungsi.

Merespons kerja sama ini, Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Gunung Putri, Darwin Simanjuntak, menegaskan komitmen PLN untuk selalu hadir memberikan pelayanan terbaik dan mendukung program-program strategis, termasuk penyediaan hunian bagi masyarakat.

“PLN berkomitmen penuh untuk mendukung percepatan penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal dan aman bagi masyarakat. Kami menyadari bahwa listrik adalah jantung dari sebuah hunian, terlebih untuk perumahan subsidi. Oleh karena itu, kami terus berupaya responsif dalam melakukan koordinasi teknis di lapangan agar proses penyambungan baru dapat berjalan cepat, tepat waktu, dan sesuai standar keselamatan yang berlaku. Sinergi ini adalah wujud nyata andil PLN dalam mendukung kesuksesan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah,” ujar Darwin Simanjuntak.

Sajiva Residence menilai sinergi antara pengembang, PLN, dan pemangku kepentingan terkait memiliki peran strategis dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat luas. Project Manager Sajiva Residence, Aldi Anggara, secara khusus menyampaikan apresiasinya atas arahan dan respons cepat dari jajaran PLN.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PLN UP3 Gunung Putri, khususnya atas arahan dan dukungan dari Bapak Darwin Simanjuntak, serta kerja teknis yang sangat responsif dari Pak Nanang bersama tim PLN ULP Citeureup di lapangan. Dukungan PLN memiliki peran besar dalam memastikan rumah subsidi ini siap dihuni dengan nyaman dan aman,” kata Aldi Anggara.

Aldi menambahkan bahwa saat ini pihak pengembang tengah mempersiapkan tahapan krusial bagi para konsumen.

“Saat ini kami tengah mempersiapkan proses akad kredit dan serah terima puluhan unit kepada konsumen, sehingga kesiapan infrastruktur dasar seperti listrik menjadi aspek yang sangat krusial. Dukungan dari PLN sangat membantu proses kesiapan kawasan menjelang rencana serah terima unit ini,” imbuh Aldi.

Secara total, hingga Juni 2026, Sajiva Residence telah menyelesaikan pembangunan blok A sebanyak 31 unit rumah dan tengah mempersiapkan blok C dengan jumlah 58 unit untuk proses akad kredit serta serah terima kepada konsumen. Progres ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Sajiva Residence untuk menghadirkan hunian subsidi yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga didukung oleh kualitas dan kesiapan infrastruktur yang memadai.

Melalui koordinasi yang berjalan harmonis ini, Sajiva Residence berharap sinergi bersama PLN dapat terus terjaga demi mendukung percepatan penyediaan hunian yang layak, aman, dan siap huni, sekaligus membantu menyukseskan target pemerintah dalam meningkatkan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

JAKARTA — Hilirisasi mineral semakin menunjukkan perannya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional. Sepanjang triwulan I 2026, investasi di sektor hilirisasi mineral mencapai Rp98,3 triliun atau sekitar 67 persen dari total investasi hilirisasi nasional yang mencapai Rp147,5 triliun.

Besarnya investasi tersebut ditopang oleh sejumlah komoditas strategis yang menjadi bagian dari portofolio Grup MIND ID, mulai dari nikel, tembaga, timah, hingga bauksit. Kondisi ini menegaskan posisi holding industri pertambangan BUMN tersebut sebagai salah satu pilar utama dalam agenda hilirisasi yang terus didorong pemerintah.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan sektor hilirisasi kini berkontribusi semakin besar terhadap investasi nasional. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun atau setara 29,6 persen dari total investasi nasional sebesar Rp498,8 triliun.

“Hal yang perlu kami soroti adalah sektor hilirisasi sumber daya alam yang kontribusinya meningkat menjadi 30 persen dari total realisasi investasi pada triwulan I 2026, yakni sebesar Rp147,5 triliun,” kata Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI.

Rosan menjelaskan, sektor mineral masih menjadi penyumbang terbesar investasi hilirisasi nasional. Dari total Rp98,3 triliun investasi mineral, komoditas nikel menyumbang Rp41,5 triliun atau sekitar 42 persen.

Di posisi berikutnya terdapat tembaga dengan investasi Rp20,7 triliun, besi baja Rp17 triliun, bauksit Rp13,7 triliun, serta timah Rp2,5 triliun. Sementara sisanya berasal dari komoditas lain seperti emas, perak, kobalt, mangan, batubara, pasir silika, dan logam tanah jarang.

Data tersebut menunjukkan investasi hilirisasi nasional masih bertumpu pada komoditas mineral yang menjadi kekuatan utama Indonesia di pasar global.

Bagi MIND ID, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa aset-aset strategis yang dikelola grup berperan besar dalam menarik investasi. ANTAM menjadi pemain utama pada rantai nilai nikel dan bauksit, PT Freeport Indonesia pada komoditas tembaga, serta PT Timah pada industri timah nasional.

Investasi besar yang masuk ke sektor mineral juga berdampak langsung pada pertumbuhan kawasan industri berbasis sumber daya alam di berbagai daerah.

Rosan mengungkapkan sekitar 75 persen investasi hilirisasi berada di luar Pulau Jawa. Investasi tersebut terutama terkonsentrasi di wilayah penghasil mineral seperti Sulawesi Tengah dan Maluku Utara yang menjadi pusat pengembangan industri pengolahan nikel dan ekosistem baterai kendaraan listrik.

Data BKPM menunjukkan Sulawesi Tengah menjadi tujuan investasi terbesar kelima nasional dengan nilai Rp32,1 triliun atau 6,4 persen dari total investasi triwulan I 2026. Sementara Maluku Utara menempati posisi keenam dengan investasi Rp25,2 triliun atau 5 persen.

Kedua provinsi tersebut menjadi contoh bagaimana hilirisasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat pemerataan investasi di luar Pulau Jawa.

Secara nasional, sektor industri logam dasar dan barang logam juga menjadi subsektor investasi terbesar dengan realisasi mencapai Rp69,4 triliun atau 14 persen dari total investasi nasional. Angka tersebut bahkan melampaui sektor pertambangan yang mencatat investasi Rp51,9 triliun.

Menurut Rosan, pemerintah akan terus memperluas hilirisasi ke berbagai komoditas strategis agar nilai tambah ekonomi yang tercipta semakin besar.

“Kami juga terus mendorong hilirisasi komoditas strategis lainnya yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan realisasi investasi pada 2027 mencapai Rp2.322 triliun, naik 13,8 persen dibandingkan target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Dalam mencapai target tersebut, hilirisasi mineral diperkirakan tetap menjadi salah satu motor utama investasi nasional.

Besarnya investasi yang mengalir ke komoditas nikel, tembaga, timah, dan bauksit juga menunjukkan bahwa agenda hilirisasi tidak lagi sekadar kebijakan pengolahan bahan mentah, melainkan telah berkembang menjadi instrumen strategis untuk menarik modal, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi

Pameran software & konferensi AI B2B terbesar, B2B Tech Asia Expo 2026 siap digelar di Kuningan Jakarta. Amankan tiket all-access gratis Anda sekarang.

JAKARTA, 17 Juni 2026 – Lanskap bisnis modern regional tengah menghadapi titik balik krusial. Ketergantungan pada alur kerja manual yang lambat, pembengkakan biaya software overhead, serta munculnya silo data antar-departemen kini menjadi hambatan utama yang membatasi skala pertumbuhan perusahaan. Menjawab tantangan tersebut, B2B Tech Asia Expo 2026 resmi mengumumkan penyelenggaraan pergelaran pameran dan konferensi ekosistem perangkat lunak (software) serta kecerdasan buatan (AI) B2B paling komprehensif di Indonesia.

Mengusung misi strategis untuk menjembatani visi eksekutif dengan implementasi teknologi yang terukur, B2B Tech Asia Expo 2026 akan berlangsung pada 1–2 Juli 2026 di AXA Tower – Kuningan City Ballroom, Jakarta. Acara ini diproyeksikan menarik lebih dari 3.000 profesional tingkat tinggi, jajaran direksi, C-Suites, IT Director, hingga pemilik bisnis dari berbagai sektor industri.

Pameran tahun ini dirancang secara terstruktur lewat pembagian zona operasional khusus (Specialized Enterprise Zones) guna membantu para pelaku bisnis menemukan solusi teknologi spesifik demi mendongkrak ROI (Return on Investment) operasional mereka, antara lain:

ERP & Enterprise Solutions Zone: Menampilkan inovasi sistem tata kelola sumber daya korporasi, integrasi SAP, dan SuperApp kolaborasi modern untuk mengeliminasi duplikasi kerja, yang dipelopori oleh perusahaan global seperti SCSK Indonesia, Lark (Virtuenet by Prasetia), Rekadia, dan BEST Inc.

Finance & Core Banking Zone: Menyajikan arsitektur API keuangan dan infrastruktur pembayaran tanpa friksi untuk memotong biaya rekonsiliasi manual melalui raksasa fintech seperti Midtrans, M2P Fintech, dan IntiCorp.

AI & Process Automation Zone: Berfokus pada penuntasan kendala keterbatasan talenta teknis serta pengapusan human error lewat teknologi Robotic Process Automation (RPA) mutakhir dari IDSTAR.

Cloud, Infrastructure & Telecom Zone: Memperkuat fondasi runtime data enterprise dari risiko keterbatasan jaringan dan downtime sistem bersama titan teknologi global SoftBank Corp. dan Metrodata.

HR, Sales & Support Zones: Menyediakan perangkat otomatisasi kalkulasi kepatuhan pajak lokal (PPh 21/BPJS) serta sistem akselerasi kecepatan pipa penjualan (revenue velocity) lewat Gaji.id dan Salesmania.

“B2B Tech Asia Expo 2026 bukan sekadar pameran teknologi biasa. Ini adalah sebuah ekosistem solusi tertutup di mana para pemimpin perusahaan dapat berinteraksi langsung dengan para arsitek teknologi global untuk merancang cetak biru digitalisasi yang adaptif,” ujar perwakilan Komite Penyelenggara B2B Tech Asia Expo 2026. “Kami fokus membawa teknologi yang mampu memotong jam administrasi yang tidak perlu, meminimalkan operational risk, dan secara nyata memberikan kontribusi positif terhadap bottom-line profit perusahaan.”

Selain pameran produk, B2B Tech Asia Expo 2026 juga akan menghadirkan panggung konferensi tingkat tinggi yang diisi oleh rangkaian seminar intensif dan panel diskusi dari para praktisi dan pionir digital terkemuka di Asia, termasuk sesi berbagi strategi dari SoftBank Corp, Zoho Indonesia, Qiscus, hingga transformasi digital berbasis kecerdasan buatan dari AI Domino’s Pizza.

Registrasi kunjungan untuk menghadiri B2B Tech Asia Expo 2026 telah resmi dibuka dan disediakan secara 100% Gratis (Complimentary All-Access Pass) bagi para profesional, pelaku industri, dan eksekutif bisnis melalui situs resmi. Mengingat kapasitas area ballroom yang dikelola secara ketat demi kenyamanan networking, para calon pengunjung diimbau untuk melakukan pendaftaran awal secara daring.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran, daftar lengkap eksibitor, dan jadwal konferensi, silakan mengunjungi situs resmi di www.b2btechasia.com.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar

Jakarta, 17 Juni 2026 – Pasar aset digital dan pasar keuangan global memasuki periode volatilitas yang lebih tinggi pada pekan kedua Juni 2026. Tekanan berasal dari keluarnya arus dana besar dari ETF Bitcoin di Amerika Serikat, pelemahan harga Bitcoin dan Ethereum, serta meningkatnya kehati-hatian investor akibat dinamika ekonomi global dan domestik.

Market Outlook FLOQ di minggu kedua bulan Juni 2026, mencatat arus keluar dana dari ETF Bitcoin menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar. Sejak pertengahan Mei, ETF Bitcoin AS tercatat mengalami outflow sekitar US$4,4 miliar atau setara lebih dari 59.000 BTC dalam periode 13 hari perdagangan berturut-turut.

Kondisi tersebut turut menekan harga Bitcoin yang sempat bergerak di bawah level psikologis US$60.000 sebelum kembali menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Harga BTC per hari ini berada di kisaran US$66.000 dengan kapitalisasi pasar (market cap) sekitar US$1,3 triliun. Sementara itu, Ethereum juga mengalami koreksi meskipun aktivitas fundamental di dalam ekosistemnya masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Pasar saat ini sedang berada dalam fase yang sangat dipengaruhi oleh sentimen makro dan arus dana institusi. Namun menariknya, di tengah tekanan harga, indikator fundamental seperti pertumbuhan staking Ethereum dan aktivitas akumulasi institusi masih menunjukkan tren yang positif,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.

Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian pasar adalah langkah perusahaan Strategy yang sempat menjual 32 BTC pada awal Juni. Meskipun jumlah tersebut relatif kecil dibanding total kepemilikan mereka, pasar sempat merespons negatif karena dianggap bertentangan dengan strategi akumulasi jangka panjang yang selama ini identik dengan perusahaan tersebut.

Namun sentimen tersebut berbalik setelah Strategy kembali melakukan pembelian sekitar 1.550 BTC senilai lebih dari US$100 juta hanya beberapa hari kemudian.

“Aksi Strategy menunjukkan bahwa investor institusi masih aktif memanfaatkan koreksi pasar untuk melakukan akumulasi. Ini menjadi pengingat bahwa pergerakan jangka pendek sering kali dipengaruhi oleh headline, sementara keputusan investasi institusi umumnya tetap berorientasi jangka panjang,” tambahnya.

Di dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada keputusan Bank Indonesia yang menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap nilai tukar.

Langkah Bank Indonesia memberikan dampak langsung terhadap sentimen pasar domestik. Setelah sempat mengalami tekanan tajam, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan terbatas pasca pengumuman kenaikan suku bunga.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi arah investasi ke depan, termasuk perkembangan geopolitik global, arah kebijakan moneter negara-negara besar, serta pergerakan arus modal internasional.

Para investor perlu memperhatikan bahwa pergerakan aset digital saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan industri blockchain, tetapi juga oleh faktor ekonomi makro yang lebih luas seperti inflasi, suku bunga, dan aliran modal global.

Bagi investor pemula, pendekatan akumulasi bertahap atau dollar cost averaging (DCA) dinilai tetap relevan dalam menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif. Sementara bagi trader, disiplin manajemen risiko menjadi faktor penting mengingat pasar masih bergerak sangat sensitif terhadap perkembangan berita dan sentimen.

Di sisi lain, investor jangka panjang dinilai masih dapat melihat perkembangan positif dari sisi fundamental industri. Pertumbuhan staking Ethereum yang mencapai rekor baru serta aktivitas akumulasi oleh sejumlah institusi besar menunjukkan bahwa adopsi aset digital dan teknologi blockchain terus berkembang meskipun pasar sedang mengalami fase konsolidasi.

“Volatilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan pasar. Yang terpenting bagi investor adalah memahami risiko, menjaga disiplin strategi, dan tetap fokus pada tujuan investasi jangka panjang,” tutup Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES