“Biji-biji Initiative” dan “Mereka” Perkuat Literasi AI di Sekolah Lewat Peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit

Jakarta, 26 Juni 2026 — Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan. Menurut UNESCO, lebih dari dua pertiga siswa sekolah menengah di negara berpendapatan tinggi (high income countries) telah menggunakan AI dalam aktivitas belajar mereka. Di sisi lain, UNESCO juga menegaskan bahwa besarnya potensi AI dalam meningkatkan kualitas pembelajaran harus diimbangi dengan kemampuan guru dan siswa untuk memahami risiko serta menggunakan teknologi tersebut secara aman, kritis, dan bertanggung jawab.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Biji-biji Initiative bersama ekosistem pengembangan talenta Mereka, sebagai mitra strategis Microsoft, meluncurkan Microsoft AI Classroom Toolkit, sebuah learning resource yang dirancang untuk membantu pendidik membangun literasi AI di ruang kelas sekaligus mendorong penggunaan teknologi yang lebih bertanggung jawab sejak usia dini.

Seperti yang disampaikan oleh Digital Safety Director, Asia, Microsoft, Madeline Shepherd, “AI akan menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi masa depan. Untuk itulah, Microsoft AI Classroom Toolkit kami hadirkan untuk membantu para pendidik dalam menggunakan AI tidak hanya menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, etika digital, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.”

Peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit diselenggarakan pada 23 Juni 2026 di kantor Microsoft Indonesia, di kawasan Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri oleh Digital Safety Director, Asia, Microsoft, Madeline Shepherd, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., perwakilan Save the Children Indonesia, serta puluhan guru dari berbagai daerah di Indonesia.

Toolkit ini dikembangkan sebagai resource pembelajaran kreatif yang menggabungkan pendekatan naratif dengan materi instruksional sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi pendidik maupun siswa usia 13–15 tahun. Melalui berbagai studi kasus dan aktivitas kelas, Microsoft AI Classroom Toolkit membantu guru membuka diskusi mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab, mulai dari memahami potensi fabrikasi informasi (AI hallucination), menjaga privasi data pribadi, mengenali potensi bias pada hasil AI, hingga membangun kebiasaan digital yang sehat demi menjaga kesehatan mental di era AI.

Sebagai bagian dari peluncuran, diselenggarakan pula diskusi panel bertajuk “Mengajar di Era AI” yang menghadirkan perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Microsoft Indonesia, dan Save the Children Indonesia. Diskusi ini membahas berbagai peluang sekaligus tantangan pemanfaatan AI dalam lingkungan pendidikan.

“Anak-anak merupakan kelompok yang tumbuh bersama teknologi AI. Karena itu, literasi AI perlu dibangun tidak hanya dari sisi keterampilan menggunakan teknologi, tetapi juga dari kemampuan memahami risikonya, menjaga keamanan digital, serta tetap mengedepankan empati, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Kolaborasi seperti ini menjadi langkah penting agar AI benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara positif,” ujar Ratri Sutarto selaku Director of Program Development and Impact Save the Children Indonesia.

Selain sesi diskusi, tercatat sekitar 70 guru dari berbagai sekolah yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia turut mengikuti workshop bertajuk “AI di Ruang Kelas”.

Menutup rangkaian acara, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., menyampaikan, “Transformasi pendidikan di era digital memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia industri, dan masyarakat. Kami mengapresiasi inisiatif Microsoft bersama Biji-biji Initiative dan Mereka dalam menghadirkan Microsoft AI Classroom Toolkit sebagai sumber belajar yang membantu guru memahami sekaligus mengajarkan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab. Harapannya, semakin banyak pendidik Indonesia yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkaya proses pembelajaran tanpa mengesampingkan aspek etika, keamanan, dan karakter peserta didik.”

Melalui peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit, Biji-biji Initiative, Mereka, dan Microsoft Indonesia berharap semakin banyak sekolah di Indonesia yang mampu membangun budaya pemanfaatan AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga bertanggung jawab. Dengan memperkuat literasi AI sejak di ruang kelas, para pendidik dan siswa diharapkan dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkreasi, dan berkolaborasi secara aman sekaligus menjadi bekal menghadapi masa depan digital.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

“Visi Itu Murah.” Pesan Narko Santoso yang Mencuri Perhatian Leadership Youth Summit 4.0

“Visi itu Murah”

– Narko Santoso, CTA., CHt., Founder NS TRADE | Top 50 Global Trader

JAKARTA, 25 Juni 2026 — Di tengah derasnya arus motivasi yang mendorong generasi muda untuk “berani bermimpi besar”, Narko Santoso, CTA., CHt., justru membuka sesinya dengan sebuah kalimat yang tidak biasa.

“Visi itu murah.”

Kalimat singkat tersebut sontak mengundang perhatian ratusan peserta Leadership Youth Summit 4.0 yang diselenggarakan oleh Ideal Indonesia di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Jakarta.

Alih-alih berbicara mengenai strategi menghasilkan keuntungan, peluang investasi, atau kesuksesan finansial, Founder NS TRADE sekaligus Top 50 Global Trader itu justru mengajak peserta untuk mempertanyakan kembali fondasi di balik setiap mimpi yang mereka miliki.

Menurut Narko, dunia hari ini dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki visi besar. Hampir semua orang memiliki target, impian, dan cita-cita yang tinggi. Namun, hanya sedikit yang benar-benar mempersiapkan sistem untuk mewujudkannya.

“Visi itu murah, karena semua orang punya. Semua orang bisa bermimpi, semua orang bisa punya keinginan. Tapi yang mahal sistemnya—eksekusinya bagaimana, mitigasi risikonya bagaimana, dan bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapi situasi terburuk.”

Pesan tersebut menjadi benang merah dalam sesi kepemimpinan yang membahas bagaimana generasi muda dapat membangun daya saing di tengah perubahan dunia yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi, Artificial Intelligence (AI), serta disrupsi di berbagai sektor industri.

Leadership Youth Summit 4.0 sendiri mempertemukan mahasiswa, organisasi kepemudaan, profesional muda, pelaku industri, komunitas, hingga pemimpin organisasi dalam sebuah forum kolaboratif untuk membahas kepemimpinan, inovasi, literasi finansial, pengembangan sumber daya manusia, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

Dalam sesi panel diskusi, Narko Santoso hadir bersama Biltraviano Ferian Harda, S.Kom., MBIS., Group CEO DOT Indonesia Group, serta Ike Suharjo, S.IP., M.Si., entrepreneur dan politikus. Ketiga narasumber membagikan perspektif mengenai kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia dalam menghadapi era transformasi digital.

Berbeda dengan pendekatan yang sering menekankan motivasi semata, Narko lebih banyak berbicara mengenai pentingnya membangun sistem berpikir (systems thinking), sebuah cara pandang yang menurutnya akan menentukan apakah seseorang mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Menurutnya, banyak orang menghabiskan waktu mencari motivasi baru, padahal yang sesungguhnya dibutuhkan adalah membangun kebiasaan dan proses yang dapat dijalankan secara konsisten setiap hari.

Ia juga menilai bahwa keinginan generasi muda untuk mencari cara yang lebih cepat bukanlah sesuatu yang keliru. Justru, kemampuan menemukan solusi yang lebih efisien merupakan salah satu karakter penting dalam dunia modern. Namun, efisiensi tersebut harus tetap dibangun di atas integritas.

“Kita kadang pengen apa-apa itu kalau bisa instan, cepat. Pengennya selalu dimudahkan, cari jalan pintas, cari jalan cepat. Apakah itu salah? Tidak. Justru saya kalau mencari tim, selalu mencari orang-orang yang berpikir seperti itu. Tetapi caranya harus halal, legal, dan bertanggung jawab. Cari cara tercepat, apalagi sekarang kita terbantu AI. Namun jangan pernah menghalalkan segala cara.”

Bagi Narko, perkembangan Artificial Intelligence bukan ancaman, melainkan akselerator bagi mereka yang memiliki fondasi berpikir yang benar. Teknologi mampu mempercepat proses belajar, meningkatkan produktivitas, hingga membantu pengambilan keputusan. Namun AI tidak akan pernah menggantikan disiplin, karakter, dan kemampuan seseorang membangun sistem kerja yang baik.

Ia menegaskan bahwa sistem terbaik selalu dimulai dari bagaimana seseorang mengelola dirinya sendiri.

Mulai dari mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga energi, hingga memahami kapan harus berhenti untuk memulihkan diri.

“Bangun dulu sistem untuk diri kita sendiri. Cara kita mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga ritme kerja, sampai mengatur waktu istirahat. Mesin saja bisa overheat kalau dipaksa terus bekerja, apalagi manusia. Setelah itu barulah kita bicara sistem dalam organisasi atau pekerjaan. Ketika kita berbicara tentang sistem, kita sedang berbicara tentang lima atau sepuluh tahun ke depan, bukan hanya apa yang kita kerjakan hari ini.”

Sepanjang sesi berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mengangkat isu kepemimpinan, pengembangan karier, AI, kewirausahaan, hingga bagaimana membangun daya tahan mental di tengah perubahan yang begitu cepat.

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Tommy Tarumanegara, Chief Strategic & Execution Officer (CSEO) NS TRADE, yang mengikuti rangkaian forum serta menjalin diskusi dan networking bersama peserta, narasumber, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan yang hadir.

Melalui forum tersebut, Narko berharap semakin banyak generasi muda Indonesia mulai menggeser cara pandang mereka terhadap kesuksesan. Menurutnya, masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang memiliki motivasi terbesar, melainkan oleh mereka yang mampu membangun sistem terbaik untuk mengeksekusi setiap ide, beradaptasi terhadap perubahan, dan terus bertumbuh secara berkelanjutan.

“Pada akhirnya, yang membedakan seseorang bukanlah seberapa besar ia bermimpi, tetapi seberapa disiplin ia membangun sistem yang membuat mimpi tersebut dapat diwujudkan.”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

MIND ID Targetkan Pangkas 2 Juta Ton Emisi

JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 15,5% atau setara sekitar 2 juta ton CO2 ekuivalen (CO2e) pada 2030. Target ini dicanangkan di tengah proyeksi lonjakan kebutuhan energi yang hampir dua kali lipat seiring progam hilirisasi mineral strategis nasional.

Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi, menyampaikan bahwa tantangan dekarbonisasi sektor pertambangan semakin kompleks justru di tengah ekspansi program hilirisasi yang menjadi mandat utama perusahaan yang bergerak di sektor industri pertambangan.

Program hilirisasi membutuhkan energi yang tinggi dan MIND ID terus mengintegrasikan program keberlanjutan terkait agar upaya pengendalian emisi GRK menjadi lebih optimal.

“Dengan mandat hilirisasi yang diberikan kepada MIND ID, kebutuhan energi operasional kami diperkirakan meningkat hampir dua kali lipat pada 2030. Terlebih, emisi ini diproyeksikan bisa meningkat sekitar 2,1 kali lipat apabila tidak dilakukan intervensi,” ujarnya.

Berdasarkan proyeksi perusahaan, kebutuhan energi Grup MIND ID akan meningkat dari sekitar 149.000 terajoule (TJ) pada 2026 menjadi 293.000 TJ pada 2030, yakni lonjakan lebih dari 90%. Tanpa intervensi, emisi GRK diproyeksikan meningkat dari 6.100 kiloton CO2e menjadi 12.900 kiloton CO2e dalam periode yang sama.

Lonjakan ini mencerminkan skala ekspansi yang sedang dijalankan, mulai dari pengembangan tambang di Kalimantan, proyek ekosistem baterai kendaraan listrik di Halmahera Timur, ekspansi fasilitas aluminium, pembangunan smelter, hingga proyek penambangan bawah laut.

Karena itu, MIND ID menempuh sejumlah langkah strategis untuk memastikan pertumbuhan program hilirisasi ini berjalan dengan program lingkungan yang terintegrasi dan berdampak nyata.

Langkah pertama adalah konversi menuju bahan bakar rendah karbon, yang meliputi peningkatan penggunaan biodiesel dari B35 menuju B40, penggantian High Speed Diesel (HSD) menjadi liquefied natural gas (LNG), hingga optimalisasi pemanfaatan listrik dari jaringan PLN.

PT Bukit Asam Tbk telah mengimplementasikan langkah ini melalui penggunaan Bucket Wheel Excavator (BWE) untuk coal handling di Unit Pertambangan Tanjung Enim, menggantikan dump truck berbahan bakar fosil dan berhasil menurunkan emisi sekitar 5.200 ton CO2e per tahun.

PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) juga melakukan konversi dari HSD ke LNG pada fasilitas baking plant, menghasilkan penurunan emisi sekitar 3.700 ton CO2e sekaligus meningkatkan efisiensi energi operasional.

Di sisi energi terbarukan, MIND ID memperluas pemanfaatan biomassa dan energi surya. PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) telah menerapkan co-firing menggunakan biomassa cangkang kelapa sawit sebagai pengganti sebagian batu bara, menurunkan emisi sekitar 560 ton CO2e.

PT Timah Tbk mengoperasikan instalasi PLTS berkapasitas 300 kilowatt peak (kWp) yang mampu mengurangi emisi sekitar 300 ton CO2e sekaligus mendorong penggunaan energi bersih di kawasan industri.

Sebagai pelengkap strategi reduksi langsung, MIND ID mengembangkan skema offset karbon melalui proyek berbasis alam atau nature-based solutions (NBS), pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC), serta partisipasi dalam perdagangan karbon.

Binahidra menegaskan bahwa upaya dekarbonisasi bukan sekadar kewajiban lingkungan, melainkan juga faktor penentu daya saing produk mineral Indonesia di pasar global. Investor, lembaga keuangan, dan rantai pasok internasional kini semakin ketat mensyaratkan aspek keberlanjutan sebagai syarat akses pasar.

“Kami berkomitmen mendukung target Indonesia dalam mencapai Second NDC tahun 2030 serta aspirasi Net Zero Emissions Indonesia. Karena itu seluruh strategi kami harus mengintegrasikan aspek ESG ke dalam operasional perusahaan,” ujar Binahidra.

Melalui berbagai inisiatif ini, MIND ID transformasi menuju operasional dengan emisi karbon yang lebih terkelola merupakan komitmen nyata untuk memastikan ekspansi hilirisasi menghasilkan nilai tambah ekonomi sekaligus manfaat lingkungan bagi Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Penguatan Kesehatan Primer di Indonesia: Mencegah Penyakit Sebelum Membebani Rumah Sakit

Sistem kesehatan yang kuat tidak hanya diukur dari banyaknya rumah sakit besar atau kecanggihan alat medis. Kekuatan utama justru terletak pada pelayanan kesehatan primer, yaitu layanan pertama yang paling dekat dengan masyarakat. Di Indonesia, puskesmas, posyandu, klinik pratama, dokter keluarga, bidan desa, dan kader kesehatan memiliki peran penting dalam mencegah penyakit, mendeteksi masalah sejak dini, serta mendampingi masyarakat menjaga kesehatan sehari-hari.

Selama ini, layanan kesehatan sering dipahami sebagai tempat berobat ketika sakit. Pandangan ini membuat masyarakat datang ke fasilitas kesehatan setelah penyakit berkembang lebih berat. Padahal, banyak penyakit dapat dicegah atau dikendalikan lebih awal. Hipertensi, diabetes, anemia, stunting, tuberkulosis, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker membutuhkan deteksi dini dan pemantauan rutin. Jika terlambat ditangani, penyakit tersebut dapat menyebabkan komplikasi serius dan membutuhkan biaya besar.

Kesehatan primer berperan mengubah fokus dari mengobati menjadi mencegah. Puskesmas dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, status gizi, imunisasi, edukasi ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang anak, konseling berhenti merokok, serta penyuluhan pola makan sehat. Posyandu juga dapat menjadi pusat pemantauan balita, lansia, dan kelompok rentan. Dengan dukungan kader, informasi kesehatan dapat menjangkau rumah tangga secara lebih personal.

Namun, penguatan layanan primer menghadapi tantangan. Banyak puskesmas memiliki beban administratif tinggi, sementara tenaga terbatas. Di beberapa wilayah, kegiatan promotif dan preventif kalah prioritas dibanding pelayanan pasien sakit yang datang setiap hari. Selain itu, kualitas posyandu sangat bergantung pada kapasitas kader, dukungan pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat. Jika kader tidak mendapat pelatihan dan penghargaan yang layak, keberlanjutan program dapat melemah.

Tantangan lain adalah perilaku masyarakat. Pencegahan membutuhkan perubahan kebiasaan, seperti mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak; berhenti merokok; rutin bergerak; menjaga kebersihan lingkungan; serta mengikuti pemeriksaan berkala. Perubahan perilaku tidak dapat dicapai hanya dengan poster atau ceramah singkat. Diperlukan komunikasi yang konsisten, contoh nyata, dan lingkungan yang mendukung pilihan hidup sehat.

Solusi pertama adalah memperkuat puskesmas sebagai pusat koordinasi kesehatan masyarakat. Puskesmas perlu memiliki data keluarga, peta risiko penyakit, dan program kunjungan rumah untuk kelompok rentan. Pendekatan berbasis keluarga dapat membantu tenaga kesehatan memahami masalah secara lebih utuh, termasuk faktor ekonomi, sanitasi, pendidikan, dan pola makan.

Kedua, kader kesehatan harus diberdayakan. Mereka perlu pelatihan sederhana tetapi rutin, alat bantu pencatatan, insentif yang pantas, serta hubungan kerja yang jelas dengan puskesmas. Kader adalah jembatan antara sistem kesehatan dan masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.

Ketiga, sekolah, tempat kerja, rumah ibadah, dan komunitas lokal perlu dilibatkan. Edukasi kesehatan akan lebih kuat jika hadir dalam ruang kehidupan sehari-hari. Program kantin sehat, aktivitas fisik bersama, pemeriksaan rutin di tempat kerja, dan gerakan bebas asap rokok dapat memperluas dampak layanan primer.

Keempat, pembiayaan kesehatan harus memberi ruang lebih besar untuk pencegahan. Investasi pada imunisasi, gizi, sanitasi, dan deteksi dini akan mengurangi beban rumah sakit dalam jangka panjang. Sistem kesehatan yang terlalu berpusat pada pengobatan akan selalu tertinggal di belakang penyakit.

Dengan memperkuat kesehatan primer, Indonesia dapat membangun masyarakat yang lebih sehat, mengurangi antrean rumah sakit, menekan biaya pengobatan, dan meningkatkan kualitas hidup warga sejak tingkat keluarga.

Bank Neo Commerce Gandeng HIMMAS UIN Sunan Gunung Djati Bandung Adakan Literasi Keuangan, Ajak Mahasiswa Waspada Terhadap Penipuan Digital

Bandung, 26 Juni 2026 – PT Bank Neo Commerce Tbk (“Bank Neo Commerce”, “Bank”, “BNC”, “Perseroan”), sebagai salah satu pelaku jasa keuangan di Indonesia, menggelar kegiatan literasi keuangan pada Jumat (26/6) dengan menggandeng Himpunan Mahasiswa Hubungan Masyarakat (HIMMAS) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Pada kegiatan literasi keuangan yang menyasar mahasiswa dan dilakukan secara daring tersebut, BNC membahas tantangan mengelola keuangan dan juga waspada terhadap tindak kejahatan di era digital.  

Bertajuk “Tantangan Mengelola Keuangan di Era Digital dan Mawas Terhadap Penipuan Digital”, hadir sebagai pembicara yaitu Vicky Valentino Frickel, selaku Fraud Operations Head PT Bank Neo Commerce Tbk yang membahas betapa pentingnya kita sebagai generasi muda yang hidup di era digital seperti ini untuk lebih memahami seluk beluk terkait keuangan, mulai dari mengelola keuangan, berbagai tantangannya hingga bagaimana cara terhindar dari beragam tindak kejahatan digital.  

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Enjang Muhaemin, M.Ag.  dalam sambutannya mengatakan, “Mewakili para mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung terutama yang hadir di webinar ini, saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Bank Neo Commerce yang sebesar-besarnya karena telah memberikan edukasi penting terkait keuangan di era digital ini. Kami merasa beruntung setiap ada praktisi di berbagai industri yang berkenan memberikan pengetahuan dan wawasannya kepada para mahasiswa kami, hal ini penting karena sangat bermanfaat untuk melengkapi pembelajaran. Baik teori yang diberikan di dalam kelas, dan pengalaman yang dibagikan oleh praktisi langsung seperti ini, merupakan hal yang sangat penting untuk dipelajari oleh mahasiswa karena komprehensif dan saling melengkapi. Semoga kegiatan literasi keuangan ini dapat menjadi awal dari berbagai kolaborasi di masa depan antara UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Bank Neo Commerce.” 

Juga memberikan sambutan dalam acara webinar tersebut, Public Relations Head PT Bank Neo Commerce Tbk, Puji Agung Budiman mengatakan, “Sebagai salah satu bank dengan layanan digital di Indonesia, yang mendukung program pemerintah dalam meningkatkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia, kami perlu turut serta untuk memberikan literasi kepada berbagai lapisan masyarakat. Di era digital ini, sangat mudah bagi kita untuk melakukan segala transaksi keuangan hanya melalui aplikasi di smartphone. Di sisi lain tindak kejahatan di era digital juga menjadi mudah dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Tugas kita lah untuk paham bagaimana cara mengenali dan menghindari tindak kejahatan digital tersebut. Bank Neo Commerce secara konsisten memberikan literasi keuangan bagi masyarakat, dengan membahas segala macam aspek, termasuk waspada terhadap penipuan digital.” 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) penanganan penipuan oleh Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 s.d. 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran. Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp386,5 miliar.  

Dalam sesi paparan pada kegiatan literasi keuangan, Fraud Operations Head PT Bank Neo Commerce Tbk, Vicky Valentino Frickel mengatakan, “Di era digital yang semakin canggih ini, banyak celah yang digunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kejahatan digital. Beberapa diantaranya dan banyak kasus terjadi mereka menggunakan modus penipuan dengan menggunakan suara Artificial Intelligence (AI), video call dengan menggunakan pengubah wajah, deepfake dan voice cloning, serta beragam modus lainnya seperti phising yang sangat umum dilakukan. Sebagai pengguna teknologi, utamanya aplikasi-aplikasi terkait keuangan, kita harus paham beragam modus yang digunakan oleh scammers yang mencoba menipu kita. Penting untuk memahami modus, ciri-ciri, kejahatan siber sehingga kita bisa dengan mudah untuk mengenali dan menghindarinya, agar terhindar dari kerugian.” 

BNC menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan bersama HIMMAS UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini juga dalam rangka mendukung program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026, serta dalam rangka menyemarakkan Bulan Literasi Keuangan yang dicanangkan oleh OJK. “Ke depan, Bank Neo Commerce akan selalu berkomitmen untuk terus memberikan edukasi terkait keuangan kepada khalayak luas, dan menggandeng berbagai pihak untuk berkolaborasi sehingga jangkauannya akan lebih luas lagi. Kami berterima kasih kepada HIMMAS UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang mau bekerja sama untuk turut meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia, dan dalam konteks ini terhadap mahasiswa,” tutup Vicky.  

Bank Neo Commerce juga menyediakan berbagai kanal informasi dan panduan terkait serba serbi keuangan, baik terkait menabung, investasi hingga menyangkut keamanan digital yang dapat diakses melalui situs resmi, akun media sosial resmi bank, dan neobank, aplikasi milik BNC. Hal ini sejalan dengan kampanye yang tengah digalakkan oleh OJK yaitu GENCARKAN 2026. Nasabah diharapkan dapat memanfaatkan berbagai informasi yang terdapat di berbagai kanal yang disediakan Bank Neo Commerce tersebut guna meningkatkan pemahaman tentang berbagai aspek terkait keuangan, diantaranya terkait pengelolaan keuangan dan meingkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan keuangan di era digital.  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

RAYAKAN “LIVABLE ART” DAN DEKONSTRUKSI MONOKROM: PURANA DAN PURAGRAPH RESMI LUNCURKAN KOLABORASI BERSAMA AFGANIAL DI HÖRBISS, YATS COLONY

YOGYAKARTA, 27 Juni 2026 – Hari ini, ruang kreatif rindang Hörbiss di YATS Colony Yogyakarta menjadi pusat desain kontemporer tanah air. PURANA dan PURAGRAPH secara resmi meluncurkan koleksi kolaborasi yang telah lama dinantikan bersama desainer dan seniman ternama, Anton Afganial. Peluncuran ini ditandai dengan pameran privat berkonsep tinggi dan instalasi interaktif, menerjemahkan bentuk arsitektural menjadi ekspresi busana yang hidup dan fungsional.

Koleksi kolaboratif ini menonjolkan kontras estetika yang memukau. PURANA menghadirkan busana resort kelas atas yang anggun dengan siluet mengalir di mana coretan kuas ekspresif Anton tertanam langsung dalam motif dasarnya. Sebaliknya, PURAGRAPH menarik perhatian lewat rangkaian atasan monokrom hitam dan putih polos tanpa motif (patternless deconstructive tops) yang mengandalkan potongan struktural dan selembar statement patch dari potongan lukisan Anton yang dijahit dengan presisi.

“Livable Art adalah tentang bercerita lewat apa yang kita kenakan,” kata Nonita Respati, Founder & Chief Creative Officer Purana. “Melalui lensa arsitektural Anton, aliran motif Purana dan dekonstruksi monokrom Puragraph menemukan suara yang seimbang dan menyatu. Dengan menyematkan sapuan kuas ‘Abundance’ ke dalam motif dasar orisinal kami, kami menciptakan ‘Livable Art’ dalam arti sesungguhnya—seni yang tidak hanya Anda lihat, tetapi seni yang Anda tinggali dan rasakan sehari-hari.”

Seniman Anton Afganial merefleksikan sinergi dari peluncuran langsung ini: “Energi kreatif di YATS Colony adalah kanvas yang sempurna bagi kolektif kami. ‘Abundance’ dilukis untuk merayakan kebahagiaan-kebahagiaan sederhana dalam hidup. Melihat emosi-emosi dinamis tersebut keluar dari kanvas datar untuk dihidupi di atas kain—mengalir anggun pada sutra Purana dan tersemat sebagai lencana struktural pada katun polos Puragraph—menjadikan tubuh manusia sebagai galeri utama yang bergerak.”

“Atasan hitam dan putih dekonstruktif polos khas Puragraph bertindak sebagai jangkar esensial yang memperkokoh seluruh pameran ini,” ujar Maritza Putri, Lead Designer sekaligus representasi Puragraph. “Fokus kami pada konstruksi mentah tanpa motif menyediakan garis-garis tenang namun kuat yang membiarkan statement patch artistik Anton melompat keluar dari kain dengan kontras luar biasa. Ini memberi ruang bagi generasi muda kreatif untuk mengenakan karya seni ini sebagai lencana kehormatan yang langka.”

Acara peluncuran privat ini dihadiri oleh para kurator kreatif terkemuka Yogyakarta, seniman, VIP lokal, dan penentu tren, mengukuhkan kolaborasi ini sebagai salah satu pencapaian desain paling signifikan secara budaya tahun ini.

Supported by:

Wardah · Optik Seis · KLAR · Havaianas · Fuguku

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Safe Haven Kembali Diminati, Harga Emas Berpotensi Lanjut Reli

Pergerakan harga emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan pada perdagangan hari Senin (29/6). Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, kondisi pasar mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah tekanan jual yang sempat mendominasi beberapa waktu terakhir mulai berkurang. Dari sisi teknikal maupun fundamental, peluang kenaikan emas dinilai masih cukup terbuka selama tidak muncul sentimen baru yang mengubah arah pasar secara signifikan.

Geraldo menjelaskan bahwa pada grafik H4, harga emas berhasil mempertahankan posisinya di atas area support penting yang terbentuk dalam beberapa sesi terakhir. Kemampuan harga bertahan di level tersebut menjadi tanda bahwa minat beli mulai kembali meningkat. Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa tekanan dari pihak penjual tidak lagi sebesar sebelumnya sehingga membuka peluang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi.

Selain bertahan di area support, pergerakan harga juga membentuk pola swing low yang valid. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering kali menjadi sinyal awal bahwa tren naik mulai terbentuk setelah fase pelemahan. Munculnya pola ini menunjukkan bahwa pembeli mulai mengambil alih kendali pasar dan berusaha mempertahankan harga di atas level support yang ada.

“Selama support tetap terjaga, peluang penguatan emas masih cukup besar. Struktur pergerakan harga saat ini masih mendukung skenario kenaikan dalam jangka pendek,” ujar Geraldo dalam hasil analisisnya.

Berdasarkan proyeksi teknikal, target kenaikan terdekat berada di area resistance 4.095. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan volume transaksi yang kuat, harga emas diperkirakan memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran 4.144.

Sementara itu, indikator Stochastic masih bergerak di area overbought atau jenuh beli. Walaupun kondisi tersebut biasanya menjadi tanda bahwa harga sudah naik cukup tinggi, hingga kini belum terlihat adanya sinyal yang menunjukkan pelemahan momentum maupun pembalikan arah. Selama tekanan beli masih mendominasi, pergerakan naik diperkirakan masih dapat berlanjut.

Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek ketika harga mendekati area resistance. Tidak menutup kemungkinan sebagian pelaku pasar akan melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir. Koreksi seperti ini umumnya bersifat sementara sebelum pasar kembali menentukan arah pergerakan berikutnya.

Selain didukung oleh faktor teknikal, prospek kenaikan harga emas juga mendapat dorongan dari sejumlah sentimen fundamental. Salah satunya adalah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi pasar keuangan. Perlambatan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara, ketegangan geopolitik, serta tingginya volatilitas pasar membuat investor cenderung mencari aset yang dinilai lebih aman.

Dalam situasi seperti ini, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih sebagai aset safe haven. Ketika tingkat ketidakpastian meningkat, permintaan terhadap logam mulia biasanya ikut naik sehingga mampu memberikan dorongan positif terhadap harga.

Faktor lain yang berpotensi menopang kenaikan emas adalah pelemahan dolar Amerika Serikat. Ketika nilai tukar dolar menurun, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi tersebut biasanya mendorong peningkatan permintaan sehingga harga emas memiliki peluang untuk bergerak lebih tinggi.

Selain itu, pasar juga mulai mencermati kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Jika ekspektasi terhadap penurunan suku bunga kembali menguat, maka tekanan terhadap dolar AS diperkirakan akan berkurang. Situasi ini umumnya memberikan dampak positif bagi emas karena investor mulai beralih ke aset yang dianggap mampu menjaga nilai investasi.

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga menjadi faktor yang mendukung prospek emas. Ketika imbal hasil obligasi turun, biaya peluang untuk memiliki emas menjadi lebih rendah sehingga logam mulia kembali menarik bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi portofolio.

Meskipun demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data inflasi, tenaga kerja, hingga aktivitas sektor manufaktur masih menjadi indikator penting yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve sekaligus menentukan pergerakan dolar AS dan harga emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa peluang penguatan emas masih lebih dominan dibandingkan potensi pelemahannya dalam jangka pendek. Dari sisi teknikal, terbentuknya support yang kuat, munculnya valid swing low, serta masih kuatnya momentum beli memberikan sinyal positif bagi pergerakan harga. Di sisi fundamental, meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven, peluang pelemahan dolar AS, serta potensi kebijakan moneter yang lebih longgar menjadi faktor yang dapat menopang kenaikan emas. Dengan kombinasi kedua faktor tersebut, harga emas diperkirakan berpeluang menguji resistance di level 4.095 dan berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 4.144 apabila sentimen pasar tetap kondusif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Barantum, Solusi Vendor WhatsApp CRM untuk Bisnis Indonesia

Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal.

Komunikasi dengan pelanggan kini berlangsung lebih cepat, terutama melalui WhatsApp. Namun, semakin banyaknya percakapan yang masuk juga membuat banyak bisnis kesulitan menjaga respons tetap cepat, konsisten, dan terorganisir.

Jika tidak didukung sistem yang memadai, pesan dari pelanggan bisa saja terabaikan, tindak lanjut menjadi kurang cepat, dan kesempatan penjualan pun berisiko terlewat. Oleh sebab itu, menentukan vendor WhatsApp CRM Indonesia yang sesuai menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas layanan tetap optimal.

Tantangan Pemilik Bisnis dalam Mengelola Komunikasi Pelanggan

Banyak pemilik bisnis sering menghadapi kendala saat jumlah pesan pelanggan terus meningkat setiap hari. Tim customer service atau sales sering kali harus berpindah-pindah aplikasi untuk membalas chat, memantau prospek, hingga mencatat riwayat percakapan secara manual.

Akibatnya, koordinasi tim menjadi kurang efektif, waktu respons melambat, dan pengalaman pelanggan pun menurun. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berdampak pada tingkat kepuasan pelanggan maupun pertumbuhan bisnis.

Bagaimana WhatsApp CRM Membantu Bisnis?

WhatsApp CRM membantu bisnis mengelola seluruh komunikasi pelanggan dalam satu platform sehingga proses penjualan dan layanan menjadi lebih efisien. Selain memudahkan kolaborasi tim, sistem ini juga membantu memastikan setiap prospek mendapatkan tindak lanjut yang tepat waktu.

Beberapa manfaat WhatsApp CRM bagi bisnis meliputi:

● Otomatisasi chat untuk mempercepat respons pelanggan.

● Pengelolaan leads dalam satu sistem terpusat.

● Integrasi omnichannel untuk mengelola berbagai channel komunikasi.

● Monitoring aktivitas dan performa tim.

● Analitik percakapan untuk mendukung pengambilan keputusan.

Saat memilih vendor WhatsApp CRM Indonesia, pastikan solusi yang ditawarkan memiliki fitur yang lengkap, biaya yang transparan, integrasi yang mudah, serta dukungan implementasi yang baik agar investasi memberikan hasil optimal.

Mengapa Memilih Barantum untuk WhatsApp CRM?

Sebagai penyedia solusi CRM untuk bisnis di Indonesia, Barantum CRM menghadirkan WhatsApp CRM yang dirancang untuk membantu bisnis mengelola komunikasi pelanggan secara lebih efektif. Solusi ini telah terintegrasi dengan WhatsApp Business API, CRM, AI Agent, Omnichannel Chat, hingga Call Center sehingga seluruh interaksi pelanggan dapat dikelola dalam satu platform.

Keunggulan Barantum WhatsApp CRM meliputi:

● Fitur lengkap untuk sales, customer service, dan customer engagement.

● Mitra resmi Meta untuk penggunaan WhatsApp Business API yang terpercaya.

● Harga yang terjangkau dan transparan tanpa biaya tersembunyi.

● Skema bayar per respons yang lebih fleksibel.

● Integrasi otomatis dengan WhatsApp, CRM, AI Agent, serta channel komunikasi lainnya.

● Pelayanan onboarding dan implementasi yang cepat, hanya membutuhkan waktu 3–7 hari kerja,

● Keamanan data berstandar ISO 27001 dan mematuhi UU PDP No.27 tahun 2022 di Indonesia.

● Rating 4,9/5 dari lebih dari 1.220 ulasan di Google Bisnis per 24 Juni 2026, menunjukkan tingkat kepuasan pengguna yang tinggi.

Dengan solusi yang terintegrasi, biaya yang transparan, serta dukungan implementasi yang responsif, Barantum menjadi pilihan bagi banyak bisnis yang ingin meningkatkan produktivitas tim sekaligus menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik melalui WhatsApp CRM.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BINUS ASO Pindah ke BSD, Apa Untungnya?

BINUS ASO School of Engineering resmi akan berpindah
dari Alam Sutera ke kawasan D-HUB SEZ di BSD City. Perpindahan ini menjadi
langkah strategis untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan
dunia industri teknologi global sekaligus memperkuat posisi BINUS ASO sebagai
salah satu pilihan terbaik untuk Program International di Indonesia. Relokasi
ini akan menghadirkan kampus baru dengan fasilitas modern dan membuka lebih
banyak peluang bagi mahasiswa. Simak selengkapnya di artikel berikut!

Apa Itu D-HUB SEZ BSD?

D-HUB SEZ BSD adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten yang dikembangkan oleh
Sinar Mas Land di BSD City. Kawasan seluas 60 hektar ini ditetapkan pada
Oktober 2024 sebagai pusat inovasi terintegrasi yang berfokus pada empat sektor
utama, yaitu kesehatan, pendidikan, teknologi digital, dan ekonomi kreatif.

D-HUB SEZ dirancang untuk menjadi pusat pertumbuhan
ekonomi berbasis kreativitas dan teknologi di Indonesia. Kawasan ini juga
menghadirkan ekosistem pendidikan internasional dengan kehadiran institusi
global seperti Monash University Indonesia dan BINUS University.

Sebagai satu-satunya KEK di Jabodetabek, D-HUB
menawarkan infrastruktur modern, smart buildings, akses strategis, serta
berbagai insentif investasi bagi perusahaan nasional maupun internasional.
Kawasan ini diproyeksikan mampu menarik investasi hingga Rp18,8 triliun dan
menciptakan sekitar 13.000 lapangan kerja baru.

Memasuki tahun 2026, pengembangan kawasan ini akan
difokuskan pada operasional Biomedical Campus serta penguatan sektor
kesehatan dan pendidikan berbasis teknologi. Kehadiran BINUS ASO di kawasan ini
tentu menjadi keuntungan besar bagi mahasiswa yang ingin merasakan pengalaman
kuliah program international dengan lingkungan belajar yang modern dan
relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Keunggulan Lokasi Baru
BINUS ASO School of Engineering

Berikut beberapa keunggulan utama yang ditawarkan:

1. Dekat dengan pusat industri teknologi

Salah satu keuntungan utama kepindahan BINUS ASO ke
D-HUB SEZ adalah lokasinya yang berada di pusat ekosistem teknologi dan
digital. Kawasan ini memang dirancang sebagai hub inovasi untuk perusahaan
teknologi, startup, industri kreatif, hingga sektor kesehatan modern.

Lokasinya sangat strategis karena hanya sekitar lima
menit dari akses Tol Serbaraja dan memiliki konektivitas yang baik menuju
Jakarta maupun Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hal ini membuat mahasiswa
lebih mudah menjangkau berbagai perusahaan global untuk kegiatan akademik
maupun profesional.

Selain itu, status KEK membuat banyak perusahaan
tertarik membangun fasilitas riset dan bisnis di kawasan ini. Dengan begitu,
mahasiswa BINUS ASO akan belajar di lingkungan yang sangat dekat dengan
perkembangan teknologi terkini dan kebutuhan industri global.

Kondisi ini juga mendukung mahasiswa yang memiliki
impian untuk kuliah ke luar negeri atau mengikuti Program Double Degree karena
mereka sudah terbiasa berada dalam lingkungan internasional sejak masa
perkuliahan.

2. Infrastruktur modern

D-HUB SEZ BSD dibangun dengan konsep smart ecosystem
yang menggabungkan teknologi, keberlanjutan, dan kenyamanan. Kawasan ini
dilengkapi smart buildings, infrastruktur digital modern, ruang terbuka
hijau, hingga fasilitas medis berkonsep modern. Lingkungan seperti ini tentu
sangat mendukung proses belajar mahasiswa teknik dan teknologi. Mahasiswa dapat
merasakan atmosfer kampus masa depan yang lebih adaptif terhadap perkembangan
industri digital.

Manfaat Lokasi Baru BINUS
ASO bagi Mahasiswa

Dengan lokasi baru ini, mahasiswa dapat memperoleh
berbagai manfaat, seperti:

1. Networking industri global

Berada di kawasan yang dipenuhi perusahaan teknologi dan
institusi internasional memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk membangun
networking industri global. Selain memperluas relasi, hal tersebut juga
membuka akses terhadap peluang karier internasional, wawasan tren industri
terbaru, hingga kesempatan bertemu mentor profesional dari berbagai negara.
Mahasiswa BINUS ASO nantinya memiliki kesempatan lebih besar untuk mengikuti
kolaborasi industri, seminar internasional, hingga proyek bersama perusahaan
global.

2. Peluang magang yang lebih luas

Karena berada di kawasan digital hub yang menjadi
rumah bagi startup dan perusahaan teknologi global, mahasiswa BINUS ASO akan
memiliki akses yang lebih mudah terhadap peluang magang. Kedekatan lokasi
dengan berbagai perusahaan memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja
nyata sejak masih kuliah. Pengalaman ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi,
membangun portofolio profesional, dan memperluas peluang kerja setelah lulus.

Dengan lingkungan yang semakin terhubung dengan industri
internasional, BINUS ASO School of Engineering menghadirkan pengalaman akademik
yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa untuk bersaing di tingkat global.
Tertarik merasakan pengalaman belajar teknologi di lingkungan internasional
modern? Cari informasi lengkap dan bergabung bersama BINUS ASO School of Engineering sekarang juga!

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hukum Perdagangan Internasional hingga Siber Jadi Fokus Magister Hukum Bisnis BINUS University

BINUS University melalui BINUS Graduate Program secara resmi meluncurkan Magister Hukum Bisnis/Master of Business Law, sebuah program S2 yang dirancang untuk mempersiapkan profesional dan calon pemimpin masa depan agar mampu menghadapi tantangan hukum di era digital dan globalisasi.

Transformasi digital yang dipicu oleh
perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), ekonomi digital,
dan perdagangan internasional telah mengubah cara dunia bisnis beroperasi. Di
tengah perubahan tersebut, berbagai isu hukum baru terus bermunculan, mulai
dari keamanan siber, perlindungan data, sengketa bisnis digital, hingga
kompleksitas regulasi dalam perdagangan lintas negara. Kondisi ini menuntut
hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya memahami hukum, tetapi juga mampu
melihat keterkaitannya dengan teknologi, bisnis, dan dinamika global.

Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS
University melalui BINUS Graduate Program secara resmi meluncurkan Magister
Hukum Bisnis/Master of Business Law
, sebuah program S2 yang dirancang untuk
mempersiapkan profesional dan calon pemimpin masa depan agar mampu menghadapi
tantangan hukum di era digital dan globalisasi.

Peluncuran program ini diselenggarakan di
BINUS @Kemanggisan, Kampus Anggrek, Jakarta Barat (26/6) dan dihadiri oleh mahasiswa,
akademisi, praktisi hukum, regulator, dan khalayak umum. Acara dibuka oleh
Direktur BINUS Graduate Program, Prof. Dr. Sani M. Isa, S.Si, M.Kom dan
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia
(PERADI), Dr. Hermansyah Dulaimi. Dilanjutkan dengan keynote
session
yang menghadirkan Ketua Komisi III DPR RI, Dr. Habiburokhman,
S.H., M.H.
dan Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro
Esti Widya Putri, B.A., M.S.c.

Dalam paparannya, keynote speakers
menyoroti pentingnya kesiapan regulasi dan sumber daya manusia dalam menghadapi
percepatan transformasi digital yang memengaruhi aktivitas perdagangan,
investasi, dan bisnis di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu,
dibahas pula bagaimana hukum harus mampu berkembang secara adaptif agar dapat
menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha yang terus berubah.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, BINUS
University juga menggelar seremoni peluncuran Magister Hukum Bisnis/Master of
Business Law yang menandai komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan
hukum yang relevan dengan tantangan masa depan. Program ini dirancang untuk
membekali mahasiswa dengan perspektif multidisipliner yang menghubungkan aspek
hukum, bisnis, teknologi, dan hubungan internasional.

Magister Hukum Bisnis/Master of Business
Law BINUS University memiliki fokus pada hukum perdagangan internasional
yang diperkuat dengan pemahaman mengenai Cyber Law, ICT Law,
dan Digital Forensics. Melalui pendekatan tersebut,
mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai isu hukum yang muncul dalam
ekosistem bisnis modern, termasuk transaksi digital, keamanan siber,
perlindungan data, perdagangan internasional, serta penyelesaian sengketa yang
melibatkan teknologi.

Berbeda dengan program magister hukum pada
umumnya, Magister Hukum Bisnis/Master of Business Law BINUS University terbuka
bagi lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Pendekatan ini

memberikan kesempatan bagi para profesional
dari latar belakang bisnis, teknologi, komunikasi, pemerintahan, maupun bidang
lainnya untuk memperdalam pemahaman mereka mengenai aspek hukum yang semakin
penting dalam dunia kerja dan industri.

Program ini juga mengadopsi model
pembelajaran hybrid learning yang memungkinkan mahasiswa
mengikuti perkuliahan secara fleksibel melalui kombinasi kelas daring dan
luring. Selain itu, durasi studi 18 bulan yang diterapkan memungkinkan proses
studi berlangsung lebih efisien sehingga mendukung kebutuhan para profesional
yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan aktivitas karier
mereka.

Rangkaian peluncuran turut menghadirkan
talkshow bertema ‘Law in the Age of AI and Digital Economy in International
Trade’
yang mempertemukan perspektif akademisi dan praktisi dalam membahas
berbagai isu hukum kontemporer. Sesi ini menghadirkan Yakup Putra Hasibuan,
CEO Perqara dan pengacara di Hasibuan & Hasibuan, Dr. Tia Mariatul
Kibtiah
dari Dosen International Relation BINUS University, serta Dr.
Muhammad Reza Syariffudin Zaki,
Dosen Business Law BINUS University
sekaligus Managing Partner Reza Zaki Law Firm.

Diskusi menyoroti berbagai perkembangan
yang tengah membentuk lanskap hukum bisnis global. Dari sisi teknologi,
pembahasan mencakup perkembangan cyber law, praktik litigasi modern,
penyelesaian sengketa bisnis, hingga tantangan hukum yang muncul dalam ekosistem
digital dan platform teknologi. Para pembicara juga membahas bagaimana
perubahan geopolitik dan geoekonomi global semakin memengaruhi arah perdagangan
internasional, investasi, serta pembentukan kebijakan hukum di berbagai negara.

Perspektif hubungan internasional turut
menjadi sorotan, khususnya terkait dinamika konflik global, peran ASEAN, serta
implikasinya terhadap stabilitas kawasan dan perkembangan regulasi di berbagai
negara. Dalam konteks tersebut, hukum bisnis dinilai memiliki peran strategis
dalam menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan berbagai perubahan yang terjadi
di tingkat global.

Melalui diskusi tersebut, para peserta
memperoleh gambaran mengenai bagaimana perkembangan teknologi, perdagangan
internasional, dan geopolitik global kini saling terhubung dan memengaruhi
praktik hukum modern. Situasi ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap
profesional hukum yang memiliki perspektif multidisipliner semakin penting di
masa mendatang.

“Dengan diluncurkannya Magister Hukum
Bisnis/Master of Business Law, kami berharap dapat berkontribusi dalam mencetak
generasi profesional yang mampu memahami kompleksitas hubungan antara hukum,
bisnis, teknologi, dan dinamika global, sekaligus menghadirkan solusi yang
relevan bagi perkembangan industri dan masyarakat,” ujar Prof. Dr. Shidarta,
S.H., M.Hum
selaku Head of Program Master of Business Law BINUS University.
Ia menambahkan bahwa penerimaan mahasiswa untuk kelas perdana pada September
2026
telah dibuka dan ini menjadi bagian dari komitmen BINUS University
dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang selaras dengan semangat fostering
and empowering the society in building the nation.
***

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES