Fisik Rampung 100%, Pelindo Sinergi Lokaseva Group Kawal Persiapan Pra-Operasi Fly Over Teluk Lamong untuk Kelancaran Logistik Jawa Timur

Jakarta, 29 Juni 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) terus mendukung penguatan konektivitas kawasan strategis berbasis pelabuhan guna memperlancar arus barang, memperkuat integrasi kawasan, dan meningkatkan daya saing wilayah. Salah satu infrastruktur strategis yang saat ini memasuki tahap persiapan operasional adalah Fly Over Teluk Lamong (FOTL) yang telah rampung dibangun secara fisik.

FOTL merupakan infrastruktur konektivitas yang menghubungkan Terminal Teluk Lamong dengan jaringan jalan utama di sekitarnya. Infrastruktur tersebut telah mencapai progres fisik 100 persen dan saat ini berada pada tahap persiapan operasional sebelum dapat dimanfaatkan secara penuh untuk mendukung kelancaran aktivitas logistik dan kepelabuhanan di Jawa Timur.

Pengembangan FOTL menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara pelabuhan, kawasan industri, pusat distribusi, dan jaringan transportasi utama. Konektivitas yang terintegrasi menjadi faktor penting dalam menciptakan efisiensi pergerakan barang, mengurangi hambatan logistik, serta mendukung kelancaran rantai pasok di kawasan hinterland pelabuhan.

Sebagai Anak Usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang berfokus pada layanan pendukung pelabuhan serta pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan pelabuhan, PT PSL melalui entitas usahanya, PT Akses Pelabuhan Indonesia (PT API), turut berperan dalam mendukung kesiapan pra-operasi FOTL guna memastikan aspek teknis, operasional, keselamatan, dan tata kelola pengoperasian berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Ke depan, FOTL juga direncanakan terintegrasi dengan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB), akses Gelora Bung Tomo, serta Tol Romokalisari. Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas kawasan hinterland, mendukung kelancaran distribusi barang, serta meningkatkan efisiensi pergerakan logistik di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan bahwa pengembangan konektivitas menuju kawasan pelabuhan merupakan elemen penting dalam menciptakan ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi dan bernilai tambah. Selain itu, pembangunan infrastruktur akses ini juga telah lama ditunggu oleh para pengguna jasa karena akan memperlancar akses menuju Pelabuhan Teluk Lamong yang saat ini memiliki trafik sangat padat.

“Pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan kawasan. Karena itu, PT PSL akan terus mendukung pengembangan infrastruktur dan konektivitas yang memperkuat integrasi kawasan pelabuhan dengan aktivitas industri, perdagangan, dan layanan kepelabuhanan sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional maupun daerah,” ujar Dewi.

PSL Group akan terus mendukung pengembangan konektivitas kawasan berbasis pelabuhan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur yang terintegrasi guna mendukung kelancaran logistik, memperkuat keterhubungan kawasan, serta mendorong terciptanya ekosistem kepelabuhanan yang semakin efisien dan berdaya saing.

—–

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Sesuaikan Jadwal LRT Jabodebek di Pagi Hari, Distribusi Pengguna di Jam Sibuk Lebih Merata

Evaluasi operasional yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan kepadatan pengguna pada sejumlah perjalanan LRT Jabodebek di jam sibuk pagi mulai merata setelah penyesuaian jadwal operasional diberlakukan pada 15 Juni 2026. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mengalihkan sebagian perjalanan malam ke pagi tanpa menambah jumlah perjalanan harian.

Penyesuaian operasional tetap dilakukan dengan mengedepankan keselamatan serta kehandalan operasional, dan tetap mengoperasikan 430 perjalanan setiap hari kerja (weekday). Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mengalihkan sebagian perjalanan yang sebelumnya beroperasi pada malam ke jam sibuk pagi, saat permintaan masyarakat berada pada titik tertinggi.

Perjalanan frekuensi tambahan pukul 07.26 WIB relasi Harjamukti–Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia kini melayani rata-rata sekitar 740 pengguna setiap hari kerja, sedangkan perjalanan pukul 07.11 WIB relasi Jatimulya – Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia dimanfaatkan rata-rata sekitar 480 pengguna. Kehadiran kedua perjalanan tersebut berhasil mendistribusikan lebih dari 1.200 pengguna di 2 keberangkatan frekuensi tambahan sehingga beban pengguna pada perjalanan yang sebelumnya menjadi titik konsentrasi mulai merata, dimana pengguna memiliki alternatif keberangkatan pada periode dengan permintaan tertinggi.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa penyesuaian operasional merupakan hasil evaluasi terhadap pola mobilitas pengguna yang terus berkembang. Dengan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang bersifat dinamis, KAI melakukan penyesuaian operasional perjalanan LRT Jabodebek agar kapasitas layanan dapat mengakomodir pengguna pada waktu yang dibutuhkan.

“Penyesuaian jadwal ini merupakan salah satu upaya KAI untuk mendistribusikan pengguna secara lebih merata, sehingga perjalanan pada jam sibuk pagi menjadi lebih nyaman tanpa mengurangi jumlah perjalanan yang kami operasikan setiap hari kerja,” ujarnya.

Selain melakukan penyesuaian jadwal, KAI juga terus memantau tingkat okupansi setiap perjalanan melalui pusat kendali operasional. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar dalam melakukan berbagai penyempurnaan layanan agar operasional LRT Jabodebek semakin adaptif terhadap pola mobilitas masyarakat.

KAI berkomitmen untuk terus melakukan berbagai improvisasi layanan melalui evaluasi pelayanan pengguna yang berkelanjutan. Dengan penyesuaian yang berbasis pada kebutuhan pengguna, LRT Jabodebek diharapkan dapat terus menghadirkan layanan transportasi publik yang selamat, aman, nyaman, andal, serta semakin mendukung mobilitas masyarakat di kawasan Jabodebek

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Financial Burnout: Saat Capek Cari Uang Tapi Saldo Tabungan Tidak Bertambah

Financial burnout sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa lelah atau tertekan karena terus memikirkan kondisi keuangan, misalnya bekerja keras tetapi tabungan belum juga bertambah. 

Fenomena ini semakin sering dialami masyarakat di tengah kenaikan biaya hidup, tuntutan pekerjaan, dan gaya hidup yang terus berkembang. Tidak sedikit orang yang merasa lelah secara mental karena penghasilan yang diperoleh seolah hanya lewat begitu saja tanpa memberikan kemajuan finansial yang berarti.

Kalau kamu pernah merasa capek bekerja tetapi saldo tabungan tidak kunjung bertambah, mungkin kamu sedang mengalami financial burnout.

Apa Itu Financial Burnout?

Financial burnout adalah kondisi kelelahan emosional dan mental yang muncul akibat tekanan keuangan yang berlangsung terus-menerus.

Kondisi ini tidak selalu terjadi karena penghasilan yang rendah. Bahkan, seseorang dengan penghasilan yang cukup besar pun bisa mengalaminya jika pengeluaran terus meningkat atau tidak memiliki strategi pengelolaan keuangan yang jelas.

Beberapa tanda financial burnout antara lain:

– Merasa gaji selalu habis sebelum akhir bulan

– Sulit menambah saldo tabungan

– Cemas ketika melihat tagihan atau pengeluaran

– Kehilangan motivasi untuk menabung

– Merasa bekerja hanya untuk membayar kebutuhan bulanan

– Sulit mencapai target keuangan meskipun penghasilan meningkat

Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Kenapa Saldo Tabungan Tidak Bertambah?

Sebelum menyalahkan penghasilan, ada baiknya memahami beberapa penyebab yang sering terjadi.

1. Lifestyle Inflation

Ketika penghasilan naik, gaya hidup sering kali ikut meningkat.

Misalnya:

– Lebih sering makan di luar

– Upgrade gadget lebih sering

– Menambah langganan hiburan

– Lebih sering berbelanja online

Akibatnya, kenaikan pendapatan tidak benar-benar meningkatkan kemampuan menabung.

2. Tidak Memiliki Tujuan Keuangan yang Jelas

Menabung tanpa tujuan sering kali terasa berat.

Berbeda ketika seseorang memiliki target yang spesifik seperti:

– Dana rumah

– Dana pendidikan

– Dana pernikahan

– Dana liburan

– Dana pensiun

Tujuan yang jelas biasanya membuat seseorang lebih disiplin dalam mengelola keuangan.

3. Seluruh Dana Disimpan di Rekening Transaksi

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menyimpan seluruh uang dalam satu rekening.

Akibatnya, dana yang seharusnya ditabung mudah tercampur dengan kebutuhan harian dan akhirnya terpakai tanpa disadari.

4. Tidak Memisahkan Kebutuhan dan Keinginan

Kadang bukan penghasilan yang kurang, tetapi pengeluaran yang tidak terkontrol.

Belanja impulsif, promo yang terlalu menggoda, atau kebiasaan membeli sesuatu karena tren dapat membuat kondisi keuangan sulit berkembang.

Cara Mengatasi Financial Burnout

Kabar baiknya, financial burnout bukan kondisi permanen. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan secara bertahap.

1. Buat Evaluasi Keuangan Bulanan

Luangkan waktu untuk melihat ke mana uang digunakan setiap bulan.

Catat penghasilan, kebutuhan pokok, tagihan rutin, transportasi, hiburan, tabungan

Dari situ, biasanya akan terlihat pengeluaran mana yang masih bisa dioptimalkan.

Terapkan Metode Pay Yourself First

Alih-alih menabung dari sisa uang, coba sisihkan tabungan segera setelah menerima penghasilan.

Dengan cara ini, tabungan menjadi prioritas, bukan sisa dari pengeluaran.

Pisahkan Rekening Berdasarkan Tujuan

Memisahkan rekening dapat membantu mengurangi godaan menggunakan dana yang sebenarnya sudah dialokasikan untuk tujuan tertentu.

Misalnya:

– Rekening kebutuhan harian

– Dana darurat

– Tabungan tujuan

– Dana investasi

Fokus pada Progress, Bukan Nominal Besar

Banyak orang kehilangan semangat karena merasa tabungannya masih kecil.

Padahal membangun kondisi keuangan yang sehat adalah proses jangka panjang. Menambah tabungan secara konsisten sering kali lebih penting dibanding menunggu bisa menabung dalam jumlah besar.

Jangan Biarkan Uang Mengendap Tanpa Rencana

Setelah dana darurat mulai terbentuk dan kebutuhan harian terpenuhi, sebagian dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat dapat dikelola sesuai tujuan keuangan masing-masing.

Salah satu strategi yang sering digunakan adalah memisahkan dana jangka menengah dari rekening transaksi harian agar tidak mudah digunakan untuk kebutuhan konsumtif.

Dengan cara tersebut, proses menabung menjadi lebih terarah dan target keuangan lebih mudah dipantau.

Bangun Kebiasaan Menabung yang Lebih Terencana dengan Deposito WOW

Financial burnout sering kali muncul karena kita merasa bekerja keras tanpa melihat perkembangan kondisi keuangan. Karena itu, penting untuk memiliki strategi penyimpanan dana yang sesuai dengan tujuan keuangan dan jangka waktu penggunaannya.

Bagi kamu yang memiliki dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat, deposito online dapat menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan.

Melalui Deposito WOW di neobank dari Bank Neo Commerce, dana dapat ditempatkan secara digital melalui aplikasi tanpa perlu datang ke kantor cabang. Deposito WOW menawarkan bunga kompetitif* dengan pilihan tenor mulai dari 7 hari hingga 12 bulan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan finansial masing-masing nasabah.

Dengan pemisahan dana yang lebih terencana, kamu bisa membangun kebiasaan menabung yang lebih disiplin sekaligus menjaga fokus terhadap target keuangan yang ingin dicapai.

Sebelum membuka deposito, pastikan kamu memahami fitur produk, manfaat, biaya, risiko, tenor, serta ketentuan yang berlaku.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan. Nasabah disarankan membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) sebelum membuka deposito. 

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,50% per tahun.

Jika ingin mempelajari produk Deposito WOW yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link https://s.id/tkdepositowow

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Bandara Dukung Mobilitas Masyarakat Wates melalui Layanan KA Bandara YIA Berbasis PSO Yogyakarta, 29 Juni 2026 – KAI Bandara terus berkomitmen menghadirkan layanan tr

KAI Bandara terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau guna meningkatkan konektivitas masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui layanan KA Bandara YIA dengan dukungan skema Public Service Obligation (PSO) dari Pemerintah, masyarakat di wilayah Wates kini semakin mudah mengakses pusat Kota Yogyakarta maupun Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Tingginya minat masyarakat terhadap layanan KA Bandara tercermin dari jumlah pengguna yang terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 261.551 penumpang menggunakan layanan KA Bandara melalui Stasiun Wates. Sementara itu, hingga periode Januari–Juni 2026, jumlah pengguna telah mencapai lebih dari 140 ribu penumpang, yang menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama dalam mendukung mobilitas sehari-hari.

Executive Vice President KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, mengatakan bahwa kehadiran layanan KA Bandara tidak hanya mempermudah akses menuju bandara, tetapi juga menjadi penghubung penting bagi masyarakat yang beraktivitas antara Wates dan Kota Yogyakarta.

“KAI Bandara berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Dukungan Pemerintah melalui skema PSO memberikan manfaat nyata dengan menghadirkan layanan transportasi yang terjangkau, sehingga mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar,” ujar Porwanto.

Keberadaan layanan KA Bandara berbasis PSO juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi lokal. Kemudahan akses transportasi mendorong meningkatnya pergerakan masyarakat, memperluas peluang usaha, mendukung sektor pariwisata, serta mempermudah masyarakat dalam menjangkau pusat-pusat kegiatan ekonomi maupun layanan publik.

KAI Bandara akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui penyediaan transportasi yang tepat waktu, aman, nyaman, serta terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Dengan demikian, layanan KA Bandara diharapkan semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendukung mobilitas yang berkelanjutan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

KAI Bandara juga mengimbau penumpang untuk menjaga barang bawaan selama perjalanan. Apabila terdapat barang yang tertinggal atau ditemukan oleh petugas, perusahaan telah menyiapkan layanan lost and found. Selain itu, penumpang diharapkan datang lebih awal ke bandara, yaitu 3 jam sebelum keberangkatan internasional dan 2 jam sebelum keberangkatan domestik.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Wifi Terbaik Depok untuk Rumah, Kos, dan Usaha yang Selalu Online

Jakarta, 29 Juni 2026 – Mencari WiFi terbaik Depok tidak bisa hanya dilihat dari harga paket atau angka kecepatan. Depok punya ritme digital yang cukup khas sebagai kota hunian, kota pendidikan, sekaligus kawasan penyangga Jakarta. Dalam satu hari, koneksi internet di kota ini bisa dipakai untuk kerja hybrid, kuliah online, hiburan keluarga, bisnis rumahan, sampai transaksi digital di usaha kecil.

Karakter Depok sebagai kota yang padat membuat kebutuhan internet semakin beragam. Data BPS Kota Depok menyebutkan jumlah penduduk Depok berada di kisaran 2,16 juta jiwa. Kota ini juga digambarkan sebagai rumah bagi pelajar, pekerja, dan keluarga muda. Artinya, kebutuhan internet di Depok tidak hanya datang dari satu tipe pengguna, tetapi dari banyak aktivitas yang berjalan bersamaan.

Di rumah, WiFi mendukung berbagai aktivitas keluarga, mulai dari kerja hybrid, sekolah daring, hingga streaming dan gaming. Karena digunakan banyak perangkat sekaligus, koneksi yang stabil menjadi kebutuhan utama. 

Di kos dan apartemen, internet dibutuhkan mahasiswa dan pekerja muda untuk belajar, meeting, mengunggah tugas, hingga hiburan. Karena itu, wifi terbaik depok tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga kenyamanan penggunaan sepanjang hari.

Bagi pelaku usaha kecil, WiFi juga berperan penting dalam operasional, mulai dari pembayaran QRIS, aplikasi kasir, promosi online, hingga CCTV. Koneksi yang stabil membantu layanan tetap berjalan lancar saat jam ramai.

Kebutuhan tersebut sejalan dengan tren digital Indonesia secara lebih luas. Laporan DataReportal Digital 2026 mencatat terdapat 230 juta pengguna internet di Indonesia pada akhir 2025, dengan penetrasi internet mencapai 80,5 persen. Data yang sama juga mencatat median kecepatan download fixed internet di Indonesia berada di angka 39,88 Mbps pada akhir 2025. Angka ini menunjukkan bahwa internet semakin menjadi infrastruktur penting dalam aktivitas harian masyarakat.

Karena itu, memilih wifi terbaik depok sebaiknya dimulai dari memahami kebutuhan lokasi. Rumah besar dengan banyak ruangan membutuhkan pertimbangan coverage sinyal yang lebih matang. Kos dengan banyak penghuni membutuhkan koneksi yang kuat untuk banyak perangkat. Usaha kecil membutuhkan jaringan yang stabil agar transaksi dan operasional tetap berjalan lancar.

Memilih layanan internet juga perlu mempertimbangkan kebutuhan di masa depan. Semakin banyak perangkat yang terhubung, seperti smartphone, laptop, dan smart TV, membuat koneksi perlu mampu mendukung berbagai aktivitas secara bersamaan dengan tetap nyaman digunakan. Karena itu, saat mencari wifi terbaik depok, penting memilih layanan yang mampu mendukung berbagai kebutuhan digital sehari-hari secara stabil dan andal.

Bagi masyarakat Depok yang membutuhkan koneksi internet untuk mendukung aktivitas harian di rumah, kos, maupun usaha kecil, Biznet Home dapat menjadi pilihan yang relevan untuk dipertimbangkan. Biznet telah hadir di Depok sejak 2013 dan layanan Biznet Home juga tercatat tersedia untuk Kota Depok. Dengan dukungan jaringan fiber optic dan jaringan upload download yang simetris, Biznet Home dapat membantu menghadirkan koneksi yang lebih stabil untuk kerja hybrid, kuliah online, streaming, gaming, transaksi digital, hingga pengelolaan bisnis lokal. Di kota yang aktivitas digitalnya terus bergerak dari pagi hingga malam, internet yang andal menjadi bagian penting dari produktivitas sehari hari.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Setelah 14 Tahun Menikah, Ini Pelajaran Terbesar Regi Datau dan Ayu Dewi Tentang “Happy Wife, Happy Life”

Bagi Ayu Dewi dan Regi Datau, kebahagiaan rumah tangga ternyata tidak selalu datang dari hal besar. Justru sering kali dimulai dari perhatian sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Jakarta — Ungkapan “Happy Wife, Happy Life” mungkin sudah sering terdengar. Namun setelah 14 tahun menjalani pernikahan bersama Ayu Dewi, Regi

Datau memiliki pemaknaan yang sedikit berbeda mengenai kalimat tersebut.

Menurutnya, membahagiakan pasangan bukan berarti selalu memberikan hadiah mahal atau kejutan besar.

Sebaliknya, kebahagiaan sering kali lahir dari kesediaan untuk mendengarkan, memahami, dan mendukung hal-hal yang dianggap penting oleh pasangan.

“Menurut saya happy wife bukan berarti harus selalu menuruti semua keinginan istri. Tapi memahami apa yang membuat dia merasa nyaman, bahagia, dan menjadi dirinya sendiri,” ujar Regi.

Pandangan tersebut juga diamini oleh Ayu Dewi.

Di tengah kesibukannya sebagai public figure, entrepreneur, ibu, dan istri, Ayu mengaku bahwa bentuk perhatian yang paling ia hargai justru bukan sesuatu yang mewah. Melainkan ketika orang-orang terdekat memahami hal-hal yang penting baginya.

“Kadang perempuan itu nggak selalu butuh sesuatu yang besar. Kadang cuma ingin didengarkan dan diperhatikan,” kata Ayu.

Menurut Ayu, salah satu bentuk perhatian terhadap diri sendiri yang selama ini ia jaga adalah meluangkan waktu untuk melakukan self-care.

Bukan semata karena tuntutan pekerjaan, melainkan karena ia percaya bahwa ketika seseorang merasa nyaman dengan dirinya sendiri, ia akan lebih mudah menjalani berbagai peran dalam hidupnya.

“Aku percaya kalau kita happy dengan diri sendiri, energi itu juga akan terasa ke keluarga, pekerjaan, dan orang-orang di sekitar kita,” ujarnya.

Bagi Ayu, self-care tidak selalu harus identik dengan kemewahan.

Kadang sesederhana menyediakan waktu untuk beristirahat, menjaga kesehatan tubuh, berolahraga, atau melakukan perawatan yang membantu dirinya merasa lebih segar dan percaya diri.

Pandangan tersebut sejalan dengan tren yang kini semakin banyak dianut perempuan modern.

Menurut dr. Dara Ayuningtyas, Chief Clinical Officer ZAP, semakin banyak perempuan yang melihat perawatan diri sebagai bagian dari wellbeing, bukan sekadar urusan penampilan.

“Dulu banyak orang datang untuk treatment karena ingin mengubah penampilan. Sekarang alasannya lebih luas. Mereka ingin merasa lebih nyaman dengan diri sendiri, menjaga kesehatan kulit, dan meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” jelas dr. Dara.

Karena itu, konsep self-care tidak lagi hanya berbicara mengenai bagaimana seseorang terlihat. Tetapi juga bagaimana seseorang merasa.

Bagi Regi dan Ayu, perjalanan 14 tahun pernikahan mereka mengajarkan bahwa kebahagiaan rumah tangga tidak dibangun melalui satu momen besar.

Melainkan melalui banyak perhatian kecil yang dilakukan secara konsisten, mulai dari menyediakan waktu untuk keluarga, mendukung aktivitas satu sama lain, hingga memahami hal-hal sederhana yang membuat pasangan merasa dihargai.

Ketika ditanya apa rahasia menjaga hubungan tetap hangat setelah 14 tahun menikah, Ayu menjawab dengan sederhana.

“Kita sama-sama belajar untuk terus bertumbuh. Karena yang berubah bukan cuma usia, tapi juga kebutuhan, prioritas, dan cara kita melihat hidup.” Regi pun menambahkan bahwa pada akhirnya setiap pasangan memiliki definisi kebahagiaannya masing-masing.

Namun satu hal yang menurutnya selalu relevan adalah kesediaan untuk terus saling mendukung.

“Karena kalau pasangan kita merasa bahagia, nyaman, dan percaya diri, biasanya rumah juga ikut terasa lebih hangat.”

Mungkin itulah makna sebenarnya dari Happy Wife, Happy Life. Bukan tentang siapa yang paling banyak memberi, tetapi tentang siapa yang paling sungguh-sungguh berusaha memahami.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Profil Narendra Modi, Perdana Menteri India yang Akan Berkunjung ke Indonesia

Jakarta — Menjelang kunjungan resmi Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia dalam waktu dekat, berikut kami bagikan profil mendalam mengenai rekam jejak beliau. Memasuki masa jabatan ketiganya berturut-turut pada tahun 2024, PM Modi mencatatkan sejarah sebagai salah satu Kepala Pemerintahan dengan masa jabatan terlama di dunia modern. Di bawah kepemimpinannya, India mengalami transformasi ekonomi dan sosial yang masif. Profil ini diharapkan dapat memberikan latar belakang dan referensi yang kaya bagi rekan-rekan media dalam menyambut momentum penting hubungan bilateral Indonesia – India.

PM Narendra Modi lahir pada 17 September 1950 di sebuah kota kecil di Gujarat. Keluarganya termasuk dalam kelompok ‘other backward class’ (kelas masyarakat tertinggal), yang merupakan salah satu bagian masyarakat yang terpinggirkan. Beliau tumbuh dalam keluarga yang miskin namun penuh kasih sayang. Kesulitan hidup di masa kecil tidak hanya mengajarkan nilai dari kerja keras, tetapi juga membukanya pada realitas penderitaan rakyat kecil yang sebenarnya bisa dihindari. Hal ini menginspirasinya sejak usia sangat muda untuk mengabdikan diri pada pelayanan masyarakat dan bangsa. Di tahun-tahun awalnya, beliau bekerja di Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), sebuah organisasi nasionalis yang berdedikasi pada pembangunan bangsa, dan kemudian terjun ke dunia politik bersama organisasi Bharatiya Janata Party (BJP) di tingkat nasional dan negara bagian. PM Modi menyelesaikan gelar MA dalam bidang ilmu politik dari Universitas Gujarat.

Shri Narendra Modi dilantik sebagai Perdana Menteri India untuk ketiga kalinya pada 9 Juni 2024, menyusul kemenangan telak lainnya dalam Pemilihan Parlemen 2024. Kemenangan ini menandai masa jabatan ketiga berturut-turut bagi PM Modi, yang semakin memperkokoh kepemimpinannya. Pemilu 2024 mencatatkan jumlah partisipasi pemilih yang luar biasa, di mana sebagian besar pemilih menunjukkan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap kepemimpinan dan visi PM Modi untuk negara tersebut. Kampanyenya berfokus pada perpaduan antara pembangunan ekonomi, keamanan nasional, dan program kesejahteraan sosial, yang mendapat sambutan luas dari masyarakat.

Sebagai Perdana Menteri pertama yang lahir setelah kemerdekaan India, PM Modi sebelumnya telah menjabat sebagai Perdana Menteri India dari tahun 2014 hingga 2019 dan dari tahun 2019 hingga 2024. Beliau juga memegang predikat sebagai Kepala Menteri (Gubernur) Gujarat dengan masa jabatan terlama, yang membentang dari Oktober 2001 hingga Mei 2014.

Dalam Pemilihan Parlemen 2014 dan 2019, PM Modi memimpin Bharatiya Janata Party menuju rekor kemenangan dengan mengamankan mayoritas mutlak pada kedua kesempatan tersebut. Terinspirasi oleh semboyan ‘Sabka Saath, Sabka Vikas, Sabka Vishwas’ (Bersama Semua, Pembangunan untuk Semua, Kepercayaan Semua), PM Modi telah membawa pergeseran paradigma dalam tata kelola pemerintahan yang menghasilkan kepemimpinan yang inklusif, berorientasi pada pembangunan, dan bebas korupsi. Perdana Menteri telah bekerja dengan cepat dan dalam skala besar untuk mewujudkan tujuan Antyodaya, atau memastikan penyaluran program dan layanan hingga ke lapisan masyarakat yang paling ujung (terpencil).

Berbagai lembaga internasional terkemuka mencatat bahwa di bawah kepemimpinan PM Narendra Modi, India telah mengentaskan kemiskinan dengan kecepatan yang sangat pesat. Menurut temuan dari laporan terbaru NITI Aayog bertajuk ‘Multidimensional Poverty in India since 2005-06’, hampir 250 juta orang berhasil keluar dari kemiskinan multidimensi dalam sembilan tahun terakhir. Kredit atas pencapaian luar biasa ini diberikan kepada inisiatif-inisiatif signifikan pemerintah dalam mengatasi seluruh dimensi kemiskinan.

Saat ini, India menjadi rumah bagi program layanan kesehatan terbesar di dunia, Ayushman Bharat. Menjangkau lebih dari 500 juta warga India, Ayushman Bharat menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dan terjangkau bagi masyarakat miskin dan kelas menengah baru.

Memahami bahwa eksklusi keuangan merupakan beban bagi kaum miskin, Perdana Menteri meluncurkan Pradhan Mantri Jan Dhan Yojana, yang bertujuan untuk membuka rekening bank bagi setiap warga India. Kini, lebih dari 510 juta rekening bank Jan Dhan telah dibuka. Rekening-rekening ini tidak hanya menyediakan akses perbankan bagi mereka yang sebelumnya belum terjangkau perbankan (unbanked), tetapi juga membuka pintu bagi jalur pemberdayaan lainnya.

Pradhan Mantri Ujjwala Yojana, yang diluncurkan pada tahun 2016, menyediakan sambungan gas memasak gratis bagi kaum miskin. Program ini terbukti menjadi pengubah keadaan (gamechanger) yang besar dalam menyediakan dapur bebas asap bagi lebih dari 100 juta penerima manfaat, yang sebagian besar adalah perempuan. Sebanyak 18.000 desa yang belum dialiri listrik bahkan setelah 70 tahun kemerdekaan kini telah mendapatkan akses listrik.

PM Modi percaya bahwa tidak boleh ada warga India yang tidak memiliki rumah. Untuk mewujudkan visi ini, lebih dari 42 million rumah telah disetujui pembangunannya di bawah program PM Awas Yojana antara tahun 2014 dan 2024. Pada Juni 2024, setelah menjabat untuk masa jabatan ketiga, salah satu keputusan pertama Kabinet adalah membantu 30 juta rumah tangga tambahan di pedesaan dan perkotaan untuk pembangunan rumah. Hal ini menegaskan komitmen PM Modi dalam mengatasi kebutuhan perumahan negara serta memastikan martabat dan kualitas hidup yang layak bagi setiap warga negara.

Pertanian merupakan sektor prioritas bagi PM Modi. Hingga Juni 2024, pemerintahan PM Modi telah mencairkan cicilan ke-17 dari skema PM-KISAN – sebuah skema bantuan untuk sektor pertanian, di mana lebih dari 92 juta petani menerima manfaat senilai lebih dari 2,11 miliar Dolar AS. PM Modi juga berfokus pada inisiatif-inisiatif terobosan untuk pertanian, mulai dari Kartu Kesehatan Tanah (Soil Health Cards), E-NAM untuk pasar yang lebih baik, hingga fokus baru pada irigasi.

Pada 2 Oktober 2014, bertepatan dengan Hari Kelahiran Mahatma Gandhi, PM meluncurkan ‘Swachh Bharat Mission’ (Misi India Bersih), sebuah gerakan massa untuk kebersihan di seluruh negeri. Skala dan dampak dari gerakan ini sangat bersejarah. Hari ini, cakupan sanitasi telah melonjak dari 38% pada tahun 2014 menjadi 100% pada tahun 2019.

PM Modi percaya bahwa transportasi merupakan sarana penting menuju transformasi. Oleh karena itu, Pemerintah India terus bekerja untuk menciptakan infrastruktur generasi masa depan, baik dalam hal penambahan jalan tol, jalur kereta api, jalur internet (i-ways), maupun jalur air. Skema UDAN (Ude Desh Ka Aam Nagrik) telah membuat sektor penerbangan menjadi lebih ramah masyarakat dan meningkatkan konektivitas antardaerah.

PM Modi meluncurkan inisiatif ‘Make in India’ untuk mengubah India menjadi pusat manufaktur internasional. Upaya ini telah membuahkan hasil yang transformatif. India telah membuat kemajuan signifikan dalam ‘Ease of Doing Business’ (Kemudahan Berbisnis), dengan memperbaiki peringkatnya dari urutan 142 pada tahun 2014 menjadi urutan 63 pada tahun 2019. Pemerintah India menerapkan Pajak Barang dan Jasa (GST) dalam sidang bersejarah Parlemen pada tahun 2017, yang mewujudkan impian ‘One Nation, One Tax’ (Satu Negara, Satu Pajak).

Narendra Modi adalah seorang ‘Pemimpin Rakyat’ yang berdedikasi untuk menyelesaikan masalah masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Tidak ada yang lebih memuaskan baginya selain berada di tengah-tengah rakyat, berbagi kegembiraan, dan meringankan kesedihan mereka. Hubungan personalnya yang kuat dengan masyarakat di lapangan dilengkapi dengan kehadiran online yang masif. Beliau dikenal sebagai pemimpin India yang paling melek teknologi (techno-savvy), menggunakan internet untuk menjangkau masyarakat dan membawa perubahan dalam hidup mereka. Beliau sangat aktif di berbagai platform media sosial termasuk YouTube, Facebook, Twitter, Instagram, SoundCloud, LinkedIn, dan forum lainnya.

Di luar dunia politik, Narendra Modi gemar menulis. Beliau telah menulis beberapa buku, termasuk kumpulan puisi. Beliau memulai harinya dengan Yoga, yang memperkuat tubuh dan pikirannya serta menanamkan kekuatan ketenangan di tengah rutinitasnya yang serba cepat.

Info lebih lanjut kunjungi: https: www.pmindia.gov.in

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia dan India: Membangun Motor Baru Pertumbuhan Asia

Oleh Dr. (HC) Setyono Djuandi Darmono, Founder & Chairman Jababeka Group dan Founder President University

Jakarta — Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia dalam waktu dekat bukan sekadar agenda diplomatik rutin. Lebih dari itu, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mengangkat salah satu hubungan tertua di Asia menjadi salah satu kemitraan strategis paling menentukan pada abad ke-21.

Indonesia dan India telah terhubung selama lebih dari dua ribu tahun. Jauh sebelum lahirnya negara-bangsa modern, para pedagang, cendekiawan, dan pelaut telah melintasi Samudra Hindia, membawa perdagangan, budaya, filsafat, ilmu pengetahuan, serta berbagai gagasan yang turut membentuk peradaban kedua bangsa. Warisan sejarah tersebut kini menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun kemitraan baru yang berfokus pada inovasi, investasi, pendidikan, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025 telah membuka babak baru hubungan bilateral. Berbagai kesepakatan strategis yang dihasilkan dalam kunjungan tersebut menunjukkan komitmen kedua pemerintah untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor. Kini, kunjungan balasan Perdana Menteri Modi menjadi kesempatan untuk mengubah berbagai kesepakatan itu menjadi langkah nyata.

Momentum ini hadir ketika perekonomian global tengah mengalami perubahan struktural yang sangat besar. Rantai pasok dunia sedang mengalami reorganisasi, transformasi digital mengubah wajah berbagai industri, perubahan demografi menciptakan peluang ekonomi baru, sementara ketidakpastian geopolitik mendorong banyak negara untuk mendiversifikasi kemitraan ekonominya.

Di tengah dinamika tersebut, Indonesia dan India memiliki keunggulan yang saling melengkapi.

India telah berkembang menjadi salah satu ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Keberhasilannya di bidang teknologi informasi, infrastruktur digital publik, farmasi, rekayasa teknik, teknologi antariksa, hingga kewirausahaan telah menarik perhatian dunia. India juga menunjukkan bahwa inovasi dapat tumbuh seiring dengan kuatnya institusi demokrasi dan sektor swasta yang dinamis.

Di sisi lain, Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara yang dianugerahi sumber daya alam melimpah, posisi maritim yang strategis, stabilitas politik, serta populasi usia produktif yang besar. Lebih penting lagi, Indonesia kini tengah memasuki fase transformasi industri, beralih dari ketergantungan pada ekspor komoditas menuju pengembangan industri hilir, manufaktur berteknologi tinggi, energi terbarukan, layanan kesehatan, ekonomi digital, dan sektor berbasis pengetahuan.

Dengan karakteristik tersebut, kedua negara tidak berada dalam posisi saling bersaing, melainkan saling melengkapi.

Indonesia menawarkan kawasan industri, infrastruktur logistik, akses strategis ke pasar ASEAN, sumber daya energi yang melimpah, serta peluang investasi jangka panjang. Sementara itu, India menghadirkan sumber daya manusia berkualitas, kemampuan teknologi kelas dunia, keahlian rekayasa, inovasi digital, sistem kesehatan yang berkembang pesat, serta ekosistem kewirausahaan yang kuat.

Ketika kekuatan tersebut dipadukan, Indonesia dan India memiliki peluang untuk tumbuh jauh lebih kuat bersama.

Dari pengalaman saya membangun Kota Jababeka selama lebih dari tiga dekade, saya belajar bahwa pembangunan ekonomi yang berhasil tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik. Yang jauh lebih penting adalah membangun ekosistem yang utuh, di mana kawasan industri berkembang bersama universitas, lembaga riset, fasilitas kesehatan, kawasan hunian, dan komunitas masyarakat.

Karena itu, fase berikutnya dalam hubungan Indonesia dan India seharusnya melampaui kerja sama perdagangan konvensional. Kedua negara perlu bersama-sama membangun ekosistem inovasi yang mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang.

Ada sejumlah bidang yang sangat potensial untuk segera dipercepat.

Pertama, pengembangan industri. Perusahaan-perusahaan manufaktur India yang ingin memperluas pasar ke Asia Tenggara dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi strategis. Sebaliknya, perusahaan Indonesia dapat memanfaatkan kemampuan rekayasa teknik India serta jaringan bisnis global yang dimilikinya.

Kedua, sektor kesehatan dan ilmu hayati. Indonesia tengah berinvestasi besar dalam pendidikan kedokteran dan riset kesehatan. Kolaborasi dengan institusi medis terkemuka di India dapat memperkuat penelitian bersama, pengembangan teknologi kesehatan, industri farmasi, layanan telemedisin, hingga inovasi layanan kesehatan yang terjangkau bagi jutaan masyarakat.

Ketiga, pendidikan tinggi dan pengembangan talenta. Universitas perlu menjadi jembatan strategis antara kedua negara. Program pertukaran mahasiswa, pusat riset bersama, program gelar ganda, kolaborasi dosen, penelitian kecerdasan buatan, bioteknologi, hingga pendidikan kewirausahaan akan menghasilkan sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh industri masa depan.

Keempat, ekonomi digital dan kecerdasan buatan. Ekosistem digital India yang telah diakui dunia dipadukan dengan pasar digital Indonesia yang berkembang sangat cepat menciptakan peluang besar untuk berkolaborasi dalam pengembangan aplikasi AI, teknologi finansial, keamanan siber, manufaktur cerdas, tata kelola digital, hingga pengembangan perusahaan rintisan.

Kelima, energi terbarukan dan keberlanjutan. Indonesia dan India sama-sama berkomitmen terhadap transisi energi. Investasi bersama dalam energi surya, hidrogen hijau, teknologi baterai, kendaraan listrik, serta kawasan industri berkelanjutan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, kemitraan internasional akan menjadi semakin penting. Namun, kerja sama tersebut tidak boleh hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar yang lebih besar bagi produk asing. Sebaliknya, kemitraan harus mampu mendorong Indonesia menjadi produsen barang bernilai tambah tinggi, pengembang teknologi baru, pencetak tenaga profesional, pusat riset ilmiah, serta rumah bagi perusahaan-perusahaan yang mampu bersaing secara global.

Demikian pula, hubungan India dengan Indonesia tidak seharusnya hanya diukur dari besarnya nilai perdagangan bilateral. Hubungan ini perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun kawasan Indo-Pasifik yang lebih kuat melalui kemakmuran bersama, saling menghormati, nilai-nilai demokrasi, dan ketahanan ekonomi.

Peran sektor swasta juga akan menjadi penentu keberhasilan kemitraan tersebut. Pemerintah memang dapat membangun kerangka kebijakan, tetapi dunia usaha menghadirkan investasi, perguruan tinggi mencetak talenta, lembaga penelitian menghasilkan inovasi, dan para wirausahawan mengubah ide menjadi nilai ekonomi. Model kolaboratif seperti inilah yang menjadi salah satu faktor utama keberhasilan berbagai negara maju.

Ke depan, Indonesia dan India perlu bercita-cita menjadi mitra strategis dalam membangun generasi baru ekosistem industri dan inovasi di Asia.

Bersama, kedua negara memiliki populasi lebih dari 1,7 miliar jiwa.

Bersama, Indonesia dan India merupakan dua demokrasi terbesar di dunia.

Bersama pula, kedua negara memiliki sumber daya manusia yang besar, kemampuan teknologi yang terus berkembang, kelas menengah yang semakin kuat, serta struktur ekonomi yang saling melengkapi.

Tidak banyak kemitraan bilateral di dunia yang memiliki potensi sebesar ini.

Karena itu, kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi seharusnya tidak hanya dikenang sebagai sebuah kunjungan kenegaraan. Kunjungan tersebut semestinya menjadi titik awal ketika dua peradaban besar memutuskan untuk membangun masa depan bersama, yang tidak hanya bertumpu pada sejarah, tetapi juga pada inovasi, kemitraan, dan kesejahteraan bersama.

Apabila peluang ini dapat dimanfaatkan dengan baik, manfaatnya tidak hanya akan dirasakan oleh Indonesia dan India. Kemitraan tersebut juga akan berkontribusi pada lahirnya Asia yang lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih sejahtera bagi generasi-generasi mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengapa Indonesia Kembali Menjadi Prioritas India

Oleh Gautam Kumar Jha, Assistant Professor di Jawaharlal Nehru University

Jakarta — Rencana kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada pekan pertama Juli 2026, menyusul kunjungan bersejarah Presiden Indonesia Prabowo Subianto sebagai tamu kehormatan pada peringatan Hari Republik India tahun lalu, menjadi tonggak baru dalam hubungan bilateral yang terus berkembang pesat antara New Delhi dan Jakarta.

Setelah Pertemuan Komisi Bersama (Joint Commission Meeting/JCM) ke-8 di New Delhi awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mengonfirmasi bahwa persiapan kunjungan Modi tengah berlangsung. Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk timbal balik atas kunjungan Presiden Prabowo sekaligus menegaskan bahwa kerja sama kedua negara kini telah meluas, tidak hanya mencakup diplomasi tradisional, tetapi juga farmasi, perdagangan, pelatihan tenaga medis, pariwisata, kebudayaan, hingga kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Sekilas, perkembangan ini mungkin tampak seperti rutinitas diplomasi biasa. Namun kenyataannya tidak demikian.

Intensitas pertukaran kunjungan para pemimpin, pertemuan tingkat menteri, dialog strategis, konsultasi pertahanan, kolaborasi lembaga pemikir, hingga kemitraan antara institusi dalam tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa baik South Block di India maupun Kementerian Luar Negeri Indonesia menanamkan modal politik yang belum pernah sebesar ini dalam hubungan bilateral.

Hal tersebut memunculkan pertanyaan penting. Mengapa Indonesia kini menempati posisi yang begitu strategis dalam prioritas diplomasi India? Mengapa hubungan ini justru memperoleh perhatian yang lebih besar dibandingkan hubungan India dengan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya?

Jawaban-jawaban konvensional tidak lagi memadai.

Kawasan Indo-Pasifik memang menjadi konteks strategis yang penting. Keamanan maritim, kerja sama pertahanan, rantai pasok yang tangguh, dan konektivitas regional telah menjadi tema utama hubungan kedua negara. Negosiasi akhir mengenai kemungkinan pembelian sistem rudal BrahMos, peningkatan kerja sama angkatan laut, semakin besarnya perhatian terhadap Selat Malaka, hingga rencana pembangunan bandar antariksa di Biak, Papua, menunjukkan bahwa India dan Indonesia kini semakin memandang satu sama lain sebagai mitra maritim yang tidak tergantikan.

Namun, semua itu hanya menjelaskan sebagian dari keseluruhan cerita.

Faktor ekonomi pun belum sepenuhnya memberikan jawaban. Nilai perdagangan bilateral telah mendekati US$30 miliar dan terus menunjukkan tren peningkatan. Indonesia kini menjadi salah satu mitra dagang terbesar India di ASEAN, sementara India merupakan salah satu tujuan ekspor utama Indonesia.

Meski demikian, India masih mencatat defisit perdagangan lebih dari US$17 miliar terhadap Indonesia, salah satu defisit bilateral terbesar yang dimilikinya. Jika ketimpangan ekonomi semata menjadi penentu prioritas diplomatik, situasi seperti ini seharusnya membatasi, bukan justru mempercepat, kedekatan politik kedua negara.

Dengan demikian, jawabannya terletak di tempat lain.

Dalam Jakarta Futures Forum tahun lalu, Presiden Observer Research Foundation, Samir Saran, menyatakan bahwa hubungan India dan Indonesia pada banyak aspek sesungguhnya lebih besar dibandingkan kemitraan India dengan Inggris, Jepang, maupun Jerman. Namun ironisnya, hubungan tersebut justru memperoleh perhatian yang sangat minim dalam diskursus strategis India.

Lebih jauh, ia menilai bahwa Indo-Pasifik baru akan benar-benar menemukan bentuknya ketika India dan Indonesia, bersama mitra-mitra yang memiliki visi serupa, mengambil tanggung jawab lebih besar dalam membentuk masa depan kawasan.

Pandangan tersebut layak mendapat perhatian serius. Indonesia kini tidak lagi sekadar penting sebagai mitra dagang atau mitra keamanan maritim. Indonesia telah menjadi bagian penting dari cara India membayangkan masa depan Indo-Pasifik.

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, juga mengingatkan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya dibangun oleh dinamika geopolitik kontemporer, tetapi oleh hampir dua ribu tahun interaksi peradaban.

Mulai dari aksara Pallawa, prasasti berbahasa Sanskerta, hingga jalur perdagangan maritim yang memanfaatkan angin muson, Teluk Benggala dan Kepulauan Nusantara telah menjadi ruang peradaban bersama jauh sebelum lahirnya negara-bangsa modern.

Sebagaimana ia sampaikan, hubungan India dan Asia Tenggara saat ini hampir tidak dibayangi sengketa wilayah. Sebaliknya, hubungan tersebut ditandai oleh kesamaan kepentingan strategis, kerja sama ekonomi yang terus berkembang, serta posisi bersama sebagai bagian dari Global South.

Dengan demikian, tantangan utama bukanlah kurangnya kepentingan bersama, melainkan belum adanya perhatian strategis yang berkelanjutan.

Di sinilah tampaknya perubahan paling mendasar sedang berlangsung.

Selama beberapa dekade, hubungan India dan Indonesia lebih banyak dipahami melalui lensa kemitraan strategis. Kerja sama pertahanan, keamanan maritim, perdagangan, dan konektivitas menjadi fondasi utama hubungan bilateral.

Semua itu tetap penting. Namun kini, fondasi tersebut tidak lagi cukup.

Yang mulai berkembang adalah kesadaran baru bahwa kemitraan yang benar-benar berkelanjutan tidak bisa hanya bergantung pada kalkulasi geopolitik yang selalu berubah.

Kemitraan strategis dibangun oleh pemerintah. Namun kemitraan yang bertahan lama justru dipelihara oleh masyarakat.

Hubungan semacam itu membutuhkan peran universitas, lembaga penelitian, pertukaran budaya, kolaborasi ilmiah, pengembangan pengetahuan tradisional, serta pemahaman sejarah bersama yang mampu menciptakan basis sosial bagi kerja sama jangka panjang.

Sejumlah perkembangan belakangan ini menunjukkan arah perubahan tersebut. Kerja sama pengobatan tradisional melalui Ayurveda dan Jamu, kolaborasi ilmiah dalam Indonesia–India Bioresources Consortium (IIBC), meningkatnya kemitraan akademik, semakin intensifnya pertukaran antar lembaga pemikir, hingga tumbuhnya kembali perhatian terhadap warisan maritim menjadi bukti bahwa agenda hubungan kedua negara kini jauh melampaui diplomasi konvensional.

Di tengah dunia yang semakin terfragmentasi dan mekanisme multilateralisme tradisional yang semakin sulit mengakomodasi aspirasi negara-negara berkembang, India dan Indonesia mulai membangun kemitraan yang melampaui kepentingan strategis jangka pendek.

Diplomasi kini semakin berakar pada ketahanan kawasan, otonomi strategis, serta modal peradaban yang dimiliki bersama.

Sebagai dua negara demokrasi terbesar di Asia Selatan dan Asia Tenggara, India dan Indonesia memiliki bonus demografi, posisi geografis maritim yang sangat strategis, kapasitas teknologi, keanekaragaman hayati yang luar biasa, serta warisan peradaban yang sama.

Kombinasi tersebut menempatkan kedua negara pada posisi yang unik untuk membentuk masa depan Indo-Pasifik sekaligus memperkuat kerja sama di antara negara-negara Global South.

Karena itu, kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi mendatang seharusnya tidak hanya dipandang sebagai agenda diplomatik rutin, tetapi juga sebagai momentum untuk merumuskan kembali fondasi intelektual hubungan kedua negara.

Di samping berbagai kesepakatan mengenai perdagangan, pertahanan, dan konektivitas, kedua pemerintah juga dapat mulai melembagakan kemitraan yang lebih mendalam melalui inisiatif bersama di bidang warisan peradaban, riset keanekaragaman hayati, pengobatan tradisional, sejarah maritim, pendidikan tinggi, serta diplomasi budaya.

Inisiatif-inisiatif tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan kemitraan strategis yang telah ada, melainkan memperkuatnya dengan fondasi sosial yang lebih luas dan lebih kokoh.

Sejarah mengajarkan bahwa India dan Indonesia tidak pernah terhubung hanya melalui perdagangan atau kepentingan strategis semata.

Selama berabad-abad, kedua bangsa dipersatukan oleh pertukaran gagasan, sistem pengetahuan, jaringan maritim, dan interaksi peradaban yang membentuk kawasan Samudra Hindia.

Tantangan bagi para pembuat kebijakan saat ini bukanlah menghidupkan kembali masa lalu, melainkan menafsirkan kembali warisan tersebut agar relevan bagi masa depan.

Mungkin itulah yang kini sedang berlangsung secara perlahan antara South Block dan Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Apa yang kita saksikan hari ini tampaknya bukan sekadar penguatan satu lagi kemitraan strategis.

Lebih dari itu, kita mungkin sedang menyaksikan ditemukannya kembali salah satu hubungan tertua di Asia sekaligus lahirnya babak baru, ketika India dan Indonesia bersama-sama berupaya membentuk masa depan Indo-Pasifik sekaligus menawarkan visi kerja sama yang lebih inklusif bagi Global South.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

QuickPro Gelar Meet Up Bandung 2026, Dorong Trader Emas Lebih Mandiri Lewat Edukasi

Meningkatnya minat terhadap trading emas mendorong kebutuhan edukasi yang lebih praktis. Melalui QuickPro Meet Up Bandung 2026, QuickPro membekali trader dengan strategi, analisa pasar, dan dukungan komunitas agar mampu mengambil keputusan trading secara mandiri serta tidak lagi bergantung pada sinyal trading.

Kebutuhan
Edukasi Trading Emas Terus Meningkat

BANDUNG – Meningkatnya minat masyarakat
terhadap trading emas (XAUUSD) dalam beberapa tahun terakhir turut mendorong
kebutuhan akan edukasi yang lebih praktis dan mudah diterapkan. Di tengah
perkembangan tersebut, masih banyak trader yang mengandalkan sinyal trading
tanpa memahami proses analisa yang mendasarinya.

Kondisi ini sering membuat trader kesulitan
membaca peluang market secara mandiri, kurang percaya diri dalam mengambil
keputusan, serta kesulitan beradaptasi ketika kondisi pasar berubah.

Melihat kebutuhan tersebut, QuickPro
kembali menggelar QuickPro Meet Up Bandung 2026 yang telah berlangsung pada 26
Juni 2026 di Function Rooms Menara Asia Afrika Lt.1, Bandung. Acara ini menjadi
bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses edukasi trading yang
lebih praktis, aplikatif, dan mudah dipahami oleh trader Indonesia.

QuickPro Perkuat Posisi sebagai Tempat Edukasi Favoritnya
Trader Emas

Seiring berkembangnya industri trading di
Indonesia, kebutuhan trader tidak lagi sebatas mencari platform untuk
bertransaksi. Banyak trader kini mencari wadah belajar yang dapat membantu
mereka memahami market secara lebih mendalam.

Melalui berbagai program edukasi yang
telah dijalankan, mulai dari analisa harian, webinar strategi, komunitas
trader, hingga event tatap muka di berbagai kota, QuickPro terus memperkuat
posisinya sebagai tempat edukasi favorit trader emas Indonesia.

“QuickPro saat ini dikenal bukan
hanya sebagai broker dan platform trading, tetapi sebagai tempat belajar
favoritnya trader emas Indonesia. Melalui edukasi yang praktis, komunitas yang
aktif, kami ingin membantu lebih banyak trader berkembang dan mampu mengambil
keputusan trading secara mandiri,” ujar perwakilan manajemen QuickPro.

Perubahan Perilaku Trader: Dari Ikut Sinyal ke Analisa
Mandiri

Menurut QuickPro, terjadi perubahan pola
pikir di kalangan trader retail dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya
banyak trader berfokus mencari sinyal trading, kini semakin banyak yang ingin
memahami proses analisa agar dapat mengambil keputusan secara lebih terukur.

Kesadaran ini muncul karena trader mulai
memahami bahwa kondisi market terus berubah dan tidak selalu bisa dihadapi
hanya dengan mengikuti rekomendasi pihak lain.

Kemampuan membaca peluang market,
memahami momentum pergerakan harga, serta mengelola risiko menjadi keterampilan
yang semakin dibutuhkan oleh trader modern.

Hadirkan Strategi Spider Scalper dan Live Bedah Market

Sebagai bagian dari materi utama, peserta
mendapatkan edukasi strategi Spider Scalper yang dirancang untuk membantu
trader menemukan peluang entry dengan pendekatan yang lebih terukur pada market
Gold dan Forex.

Selain sesi materi, peserta juga
mengikuti Live Trade Session dan Bedah Market yang memungkinkan mereka melihat
secara langsung bagaimana proses analisa dilakukan dalam kondisi market yang
sesungguhnya.

QuickPro berharap pendekatan pembelajaran
yang lebih aplikatif ini dapat membantu trader memahami market secara lebih
mudah dibanding hanya mempelajari teori semata.

Komunitas Menjadi Faktor Penting dalam Perjalanan Trader

Tidak hanya menghadirkan materi edukasi,
acara ini juga menjadi sarana bagi trader untuk memperluas jaringan dan
berdiskusi dengan sesama pelaku pasar.

Peserta 
mendapatkan kesempatan mengikuti sesi networking bersama komunitas
trader QuickPro, serta sesi sharing bersama Bapak Kadjatni sebagai Ketua BAKTI dan Dewan Penasehat
Aspebtindo (Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia), beliau
membahas tentang perkembangan industri perdagangan berjangka dan pentingnya
peningkatan literasi trader di Indonesia.

Bagi QuickPro, komunitas yang aktif
merupakan salah satu faktor penting dalam membantu trader berkembang secara
berkelanjutan melalui pertukaran pengalaman, diskusi, dan pembelajaran bersama.

Mendorong Trader Indonesia Lebih Mandiri

QuickPro meyakini bahwa perkembangan
trader tidak hanya ditentukan oleh strategi trading semata, tetapi juga oleh
akses terhadap edukasi yang berkualitas, komunitas yang aktif, serta kemampuan
memanfaatkan teknologi yang terus berkembang.

“Tujuan utama acara ini bukan
sekadar mengajarkan strategi trading dengan mudah, tetapi membantu trader emas
memahami cara berpikir dalam membaca peluang market emas secara lebih
terukur,” lanjut perwakilan QuickPro.

Melalui penyelenggaraan QuickPro Meet Up
Bandung 2026, perusahaan berharap dapat mendorong lebih banyak trader Indonesia
untuk membangun kemampuan analisa secara mandiri sehingga tidak selalu
bergantung pada sinyal dari pihak lain dalam mengambil keputusan trading.

Tentang QuickPro

QuickPro hadir dengan visi membantu
trader emas Indonesia berkembang melalui edukasi, analisa market, dan teknologi
trading yang lebih mudah dipahami.

Sesuai dengan tagline “Favoritnya
Trader Emas Indonesia”
, QuickPro berkomitmen menghadirkan ekosistem trading
yang membantu trader mulai dari pemula hingga profesional dalam mengambil
keputusan trading secara lebih terarah.

Melalui aplikasi QuickPro, trader dapat
mengakses layanan trading, analisa market, edukasi, serta komunitas dalam satu
platform yang dirancang untuk memberikan pengalaman trading yang lebih mudah,
cepat, dan terpercaya.

QuickPro – Favoritnya Trader Emas Indonesia

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES