KAI Daop 2 Bandung Adakan Pengobatan Gratis Dengan Rail Clinic di Stasiun Bumiwaluya

Info Daop 2 Bd

Selasa, 30 Juni 2026

KAI Daop 2 Bandung Adakan Pengobatan Gratis Dengan Rail Clinic di Stasiun Bumiwaluya

Kabupaten Garut (Jawa Barat) – 30 Juni 2026, Sebagai wujud Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PT KAI kepada masyarakat, terutama yang tinggal di sepanjang lintasan jalur kereta api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung kembali melakukan Bakti Sosial berupa Pemeriksaan kesehatan gratis menggunakan Rail Clinic pada hari Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan bakti sosial Rail Clinic hari ini dilaksanakan di Stasiun Bumiwaluya, yang terletak di Kelurahan Citeras, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Executive Vice President PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, Hendra Wahyono menjelaskan pada kegiatan ini KAI Daop 2 Bandung melakukan bakti sosial ke masyarakat di sekitar stasiun dengan melakukan pemeriksaan, pengobatan gratis, dan penyuluhan bagi masyarakat. “Secara umum, fasilitas pelayanan kesehatan yang diberikan di dalam Rail Clinic adalah jenis pelayanan kesehatan primer atau pelayanan tingkat pertama,” jelas Hendra.

Pada kegiatan bakti sosial ini sudah ada 265 pasien yang mendaftar untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis. KAI Daop 2 Bandung juga memberikan 50 kacamata gratis untuk siswa/siswi SDN 1 Citeras dan 70 kacamata gratis untuk para lansia warga Kelurahan Citeras. Selain itu, juga diberikan bantuan sembako dan kursi roda untuk masyarakat sekitar stasiun serta juga disampaikan sosialisasi dan penyuluhan tentang keselamatan di sekitar jalur rel KA maupun tentang kesehatan kepada warga sekitar Stasiun Bumiwaluya.

Pengobatan gratis dengan menggunakan Rail Clinic merupakan salah satu inovasi PT KAI di bidang kesehatan dengan menjadikan Kereta Rel Diesel (KRD) Penumpang menjadi rangkaian kereta dengan fasilitas kesehatan lengkap layaknya poliklinik berjalan. Sejak dilaunching pada Desember 2015 lalu dan mendapatkan rekor MURI, hingga saat ini PT KAI sudah memiliki 4 rangkaian Rail Clinic yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera untuk kegiatan bakti sosial.

Kegiatan pengobatan gratis di Daop 2 Bandung pada saat ini menggunakan Rail Clinic Generasi 4 dengan jumlah 4 kereta dalam 1 rangkaian yang terdiri dari rangkaian Kereta Sehat (Rail Clinic) dan Kereta Pustaka (Rail Library). Ruang kabin masinis, Ruang Perpustakaan, Ruang Membaca Digital, Ruang untuk belajar, Ruang pertemuan, serta fasilitas toilet dan pantry terdapat di 2 kereta dalam rangkaian tersebut, sedangkan pada 2 kereta lainnya berisi fasilitas kesehatan lengkap layaknya poliklinik berjalan. Masing–masing kereta memiliki tata ruang dan jenis pelayanan yang berbeda.

Fasilitas pelayanan kesehatan yang diberikan mulai dari Pemeriksaan Gigi, Pemeriksaan Dokter Umum, tindakan medis sederhana, Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, Laboratorium sederhana, Ruang Farmasi dan Ruang Pemeriksaan Mata. Seluruh peralatan medis yang ada dilengkapi dengan peralatan digital yang canggih dan modern yang memudahkan dalam melakukan pemeriksaan.

Sebagai bentuk sinergi antara PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung dengan pemerintah daerah Kabupaten Garut, kegiatan Rail Clinic di Stasiun Bumiwaluya ini didukung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Puskesmas Citeras, Jajaran Muspika Malangbong, dan tokoh masyarakat sekitar Stasiun Bumiwaluya.

Lebih lanjut Hendra menyampaikan bahwa kereta seperti ini digunakan untuk kepentingan dinas khusus dalam bentuk pelayanan kesehatan sebagai langkah kepedulian PT KAI Daop 2 Bandung kepada masyarakat di sepanjang jalur rel yang ada secara bergantian. “Ini merupakan salah satu bentuk lain program CSR/TJSL di PT KAI, masyarakat dapat memanfaatkan Rail Clinic ini untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Diharapkan dengan kegiatan ini akan mempererat silahturahmi dengan masyarakat sekitar, sehingga masyarakat dapat turut aktif menjaga aset dan keselamatan perjalanan kereta api,” pungkas Hendra.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Uang Mengendap vs Uang Produktif, Mana yang Lebih Efisien?

Uang mengendap tidak selalu buruk. Namun, jika jumlahnya terus bertambah tanpa tujuan yang jelas, kamu bisa kehilangan kesempatan untuk mengelola dana tersebut secara lebih optimal.

Banyak orang sengaja menyimpan uang di rekening untuk berjaga-jaga. Tidak ada yang salah dengan kebiasaan ini. Masalahnya, sering kali ada dana yang sebenarnya belum akan digunakan dalam waktu dekat, tetapi tetap dibiarkan bercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Lalu, bagaimana cara membedakan uang mengendap yang memang perlu disimpan dengan dana yang bisa dikelola lebih produktif?

Apa Itu Uang Mengendap?

Secara sederhana, uang mengendap adalah dana yang tersimpan di rekening, tetapi tidak digunakan dalam jangka waktu tertentu.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, misalnya:

– Bonus tahunan yang belum dipakai

– Dana untuk liburan tahun depan

– THR yang masih disimpan

– Dana renovasi rumah yang belum digunakan

– Sisa gaji yang belum memiliki tujuan

Selama dana tersebut memang disimpan untuk tujuan tertentu, tentu tidak ada masalah. Namun, perlu diperhatikan adalah apakah penempatannya sudah sesuai dengan kebutuhan keuangan.

Kapan Uang Mengendap Perlu Dipertahankan?

Tidak semua uang harus langsung dialokasikan ke berbagai instrumen keuangan.

Ada beberapa dana yang memang sebaiknya tetap mudah diakses, misalnya:

– Dana darurat

– Uang belanja bulanan

– Biaya tagihan rutin

– Dana kebutuhan yang akan digunakan dalam waktu dekat

Dana seperti ini umumnya membutuhkan likuiditas tinggi agar bisa digunakan kapan saja saat diperlukan.

Kapan Sebaiknya Uang Dikelola Lebih Produktif?

Kalau ada dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat, tidak ada salahnya mulai menyusun rencana penggunaannya.

Misalnya:

– Dipisahkan berdasarkan tujuan keuangan.

– Disimpan pada produk simpanan yang sesuai kebutuhan.

– Dialokasikan secara bertahap untuk tujuan jangka menengah atau panjang sesuai profil risiko.

Cara ini membantu keuangan menjadi lebih terstruktur sekaligus mengurangi kemungkinan uang terpakai untuk kebutuhan impulsif.

Kenapa Memisahkan Dana Itu Penting?

Banyak orang merasa tabungannya sulit bertambah karena semua uang disimpan dalam satu rekening. Akibatnya, uang untuk liburan, dana darurat, hingga kebutuhan sehari-hari bercampur menjadi satu.

Padahal, ketika tujuan keuangan dipisahkan, kamu akan lebih mudah:

– Memantau perkembangan tabungan

– Menentukan prioritas keuangan

– Mengurangi pengeluaran yang tidak direncanakan

– Menjaga disiplin menabung

Semakin jelas tujuan setiap dana, semakin mudah pula mengelolanya.

Uang Produktif Bukan Berarti Harus Berisiko Tinggi

Masih banyak yang mengira uang produktif selalu identik dengan investasi. Padahal, produktif dalam konteks keuangan berarti menempatkan dana sesuai tujuan dan kebutuhan.

Sebagai contoh, dana operasional tetap disimpan pada rekening yang mudah diakses. Sementara dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat dapat dipertimbangkan untuk ditempatkan pada produk simpanan atau instrumen lain sesuai tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing. Pastikan setiap dana memiliki fungsi yang jelas.

Kelola Dana Lebih Mudah dengan Tabungan NOW

Kalau kamu ingin memisahkan dana sesuai tujuan keuangan, Tabungan NOW di neobank dari Bank Neo Commerce dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Tabungan digital ini menawarkan bunga kompetitif yang cair harian*, sehingga cocok digunakan untuk menyimpan dana darurat, dana liburan, maupun berbagai tujuan keuangan lainnya.

Seluruh proses pengelolaan tabungan juga dapat dilakukan langsung melalui aplikasi neobank, sehingga kamu bisa memantau perkembangan dana kapan saja.

Sebelum membuka rekening tabungan, pastikan kamu memahami fitur produk, manfaat, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

**

Suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan bank.

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,50% per tahun.

Jika ingin mulai menggunakan Tabungan NOW, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tabungan NOW di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Metland Blanjaproperti 2026 Hadirkan Solusi Rumah Siap Huni

Di tengah dinamika suku bunga dan
nilai tukar yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam membeli rumah, momentum
menjadi faktor penting untuk segera merealisasikan kepemilikan hunian. Menjawab
kebutuhan tersebut, PT Metropolitan Land Tbk (Metland) kembali menghadirkan Metland
Blanjaproperti 2026 – Rumah Siap Huni dengan mengusung tema “Moment Seru
di Rumah Baru”, menghadirkan beragam pilihan rumah dan apartemen siap huni
yang memungkinkan masyarakat segera menempati hunian impian dan menciptakan
momen berharga bersama keluarga.

Metland
Blanjaproperti 2026 diselenggarakan secara hybrid untuk menjangkau
masyarakat lebih luas melalui platform online di www.blanjaproperti.com yang berlangsung
pada 17 Juni – 6 September 2026, serta pameran onsite di Atrium
Metropolitan Mall Bekasi pada 23 Juni – 5 Juli 2026, tidak hanya menghadirkan
beragam pilihan rumah dan apartemen dari proyek-proyek unggulan Metland, akan
ada beragam aktivitas termasuk bincang-bincang dengan financial educator dan
perbankan terutama untuk Gen Z dapat memiliki rumah.  

“Melalui
Metland Blanjaproperti 2026, kami ingin memberikan solusi bagi masyarakat yang
ingin segera memiliki hunian tanpa harus menunggu proses pembangunan. Seluruh
unit yang ditawarkan merupakan hunian siap huni, sehingga konsumen dapat segera
melakukan akad kredit dan menikmati hunian,” jelas Olivia Surodjo, Direktur PT
Metropolitan Land Tbk.

Sebagai daya
tarik selama pameran berlangsung, Metland menghadirkan Money Blower Machine,
sebuah aktivitas interaktif yang memberikan kesempatan kepada konsumen yang
melakukan pemesanan unit selama periode program untuk mendapatkan berbagai
hadiah menarik seperti voucher belanja, perlengkapan rumah
tangga hingga Golden
Ticket
berupa tabungan emas senilai hingga Rp50 juta. “Pada Metland
Blanjaproperti kali ini konsumen juga dapat memanfaatkan berbagai
program pembiayaan dari mitra perbankan program insentif PPN DTP yang masih berlaku.” jelas Olivia.

Metland
Blanjaproperti 2026 didukung oleh sejumlah mitra perbankan nasional, yaitu Bank
Syariah Indonesia (BSI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Central Asia
(BCA), yang menghadirkan berbagai program pembiayaan menarik.

Metland
Blanjaproperti 2026 menghadirkan seluruh proyek residensial yaitu Metland
Menteng, Metland Cyber Puri, Metland Puri, Metland Cibitung, Metland Cikarang,
Metland Kertajati, Metland Transyogi, Metland Cileungsi, Metland Tambun dan
apartemen M Gold Tower serta apartemen Kaliana.

“Melalui
Metland Blanjaproperti 2026, Metland berharap dapat memberikan pengalaman yang
lebih mudah, nyaman, dan menyenangkan bagi masyarakat dalam menemukan hunian
impian, sekaligus memperkuat komitmen Perseroan untuk terus menghadirkan produk
properti berkualitas yang menjawab kebutuhan pasar,” tutup olivia

–Selesai–

Tentang PT Metropolitan land Tbk (Metland)

PT Metropolitan Land Tbk (Metland) didirikan pada tahun 1994 dan
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Juni 2011. Metland adalah pengembang
properti terkemuka dan tepercaya dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di
Indonesia. Portofolio Metland saat ini sebanyak 21 proyek, mencakup sembilan
proyek perumahan dan proyek komersial yang terdiri dari empat pusat
perbelanjaan, enam hotel berbintang, dua apartemen dan gedung perkantoran.

Proyek hunian Metland terdiri dari Metland Menteng, Metland Puri,
Metland Cyber Puri, Metland Tambun Bekasi, Metland Transyogi, Metland
Cileungsi, Metland Cibitung Metland Cikarang dan proyek terbaru yaitu Metland
Kertajati. Pusat perbelanjaan meliputi Metropolitan Mall Bekasi, Grand
Metropolitan, Metropolitan Mall Cileungsi dan commercial block One
District at Puri dan unit hotel, terdiri dari Hotel Horison Ultima Bekasi,
Hotel Horison Ultima Seminyak Bali, Metland Smara Kertajati, Metland Hotel
Bekasi, Metland Hotel Cirebon dan Metland Venya Ubud di Bali. Selain itu,
Metland juga memiliki properti komersial perkantoran dan apartemen M Gold Tower
serta apartemen Kaliana.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menata Masa Depan dari Setiap Lantai: Pembangunan Gedung Baru Politeknik Negeri Madura Kian Berakselerasi

Jakarta, Juni 2026 – Pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura (POLTERA) masih terus berlangsung dengan fokus pada penyelesaian setiap tahapan pekerjaan sesuai perencanaan. Seluruh pihak yang terlibat terus memperkuat koordinasi dan melakukan berbagai langkah optimalisasi agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lebih efektif dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan.

PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) dipercaya sebagai kontraktor pelaksana yang bertanggung jawab atas pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP), serta berbagai pekerjaan penunjang lainnya. Hingga saat ini, progres pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Poltera telah mencapai 50,7% dan pekerjaan konstruksi telah memasuki lantai empat. Pembangunan akan terus berjalan dengan mengedepankan kualitas konstruksi yang baik.

“Pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Melalui proyek ini, WSBP berkomitmen menghadirkan konstruksi yang berkualitas, aman, dan tepat mutu guna mendukung terciptanya fasilitas pendidikan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP.

Gedung ini akan dilengkapi dengan 12 laboratorium kesehatan yang dirancang untuk menunjang pembelajaran berbasis praktik. Fasilitas tersebut antara lain Laboratorium Workshop Produksi Media, Laboratorium Gerontik dan Promotif, serta Laboratorium Dasar. Selain itu, tersedia pula berbagai ruang pendukung pembelajaran seperti Ruang Objective Structured Clinical Examination (OSCE), Ruang Triase, hingga Ruang Medikal Bedah yang akan memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja dan praktik profesional.

Pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan POLTERA memperoleh optimalisasi anggaran yang memungkinkan peningkatan kualitas dan penyempurnaan beberapa komponen pekerjaan. Optimalisasi tersebut menjadi bagian dari komitmen menghadirkan fasilitas pendidikan yang semakin representatif. Untuk mengakomodasi penyesuaian tersebut, masa pelaksanaan pekerjaan telah diadendum dengan target penyelesaian pada Agustus 2026.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan dilakukan dengan mengedepankan standar kualitas konstruksi yang tinggi, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta pengawasan yang ketat pada setiap tahapan pekerjaan guna memastikan hasil pembangunan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.

“Pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan ini merupakan langkah strategis Poltera dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang kesehatan. Kami berharap gedung ini dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang proses pembelajaran yang lebih komprehensif dan menjadi fondasi dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul, profesional, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan,” ujar Taufik Hidayat, Humas Politeknik Negeri Madura.

Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Poltera diharapkan segera menghadirkan lingkungan belajar yang lebih modern dan kondusif bagi sivitas akademika. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya menjadi wujud investasi pada infrastruktur pendidikan, tetapi juga bagian dari kontribusi bersama dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sebagai kontraktor pelaksana, WSBP berkomitmen menyelesaikan proyek sesuai target dengan mengedepankan kualitas konstruksi, aspek keselamatan kerja, serta penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) guna memastikan pelaksanaan proyek berjalan efektif, transparan, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pengiriman Retail KAI Logistik Tumbuh Positif, Kapasitas Angkut dan Jaringan Layanan Kian Diperkuat

KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), terus menunjukkan kinerja positif melalui layanan pengiriman barang retail andalannya, KALOG Express. Hingga Mei 2026, KAI Logistik berhasil mengelola pengiriman barang retail mencapai sekitar 31,5 ribu ton, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

VP of Commercial KAI Logistik, Ferdian Pardosi,
menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan
pelanggan terhadap layanan KALOG Express. Hingga Mei 2025, volume pengiriman
barang retail tercatat sekitar 24,4 ribu ton, sedangkan pada periode yang sama
tahun ini meningkat menjadi 31,5 ribu ton atau tumbuh sebesar 29 persen secara
tahunan (year on year). “Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa minat dan
kepercayaan masyarakat terhadap layanan KALOG Express terus meningkat dari
tahun ke tahun. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan
layanan pengiriman yang andal, mudah diakses, dan selaras dengan kebutuhan
pelanggan,” ujar Ferdian.

Sejalan dengan pertumbuhan volume pengiriman tersebut,
KAI Logistik terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan yang semakin meningkat. Salah satu upaya yang dilakukan
adalah meningkatkan kapasitas angkut pada layanan kereta barang guna
mengakomodasi pertumbuhan permintaan pengiriman di berbagai wilayah.

Per Mei 2026, KAI Logistik meningkatkan kapasitas angkut
pada layanan KA ONS Utara relasi pulang pergi (PP) Jakarta Gudang
(JAKG)–Surabaya (SBI) dari 40.000 kilogram per hari menjadi 55.000 kilogram per
hari untuk keberangkatan dari Jakarta dan menjadi 50.000 kilogram per hari
untuk keberangkatan dari Surabaya. Sementara itu, pada layanan KA ONS Tengah
relasi pulang pergi (PP) Jakarta Gudang (JAKG)–Malang (ML), kapasitas angkut
meningkat dari 70.000 kilogram per hari menjadi 92.000 kilogram per hari.

Tidak hanya memperkuat kapasitas angkut, KAI Logistik
juga memperluas jaringan layanan melalui penambahan 16 titik service point
KALOG Express baru yang tersebar di berbagai daerah di Pulau Jawa, seperti
Jakarta, Bandung, Magetan, Sleman, Bojonegoro, dan Surabaya. Penambahan titik
layanan ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk semakin mendekatkan
layanan kepada masyarakat sekaligus memberikan kemudahan akses bagi pelanggan
dalam memanfaatkan layanan KALOG Express.

Ferdian menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dan
penambahan titik layanan merupakan respons perusahaan terhadap tren kenaikan
volume pengiriman serta kebutuhan pelanggan akan kepastian layanan. “Penambahan
kapasitas angkut dan perluasan jaringan service point ini merupakan
upaya KAI Logistik dalam memastikan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi dengan
baik. Kami ingin memberikan kepastian kapasitas kepada pelanggan sehingga
mereka tidak perlu khawatir terkait ketersediaan ruang angkut, khususnya pada
periode dengan permintaan pengiriman yang tinggi,” jelasnya.

Melalui penguatan kapasitas angkut dan perluasan
jaringan layanan tersebut, KAI Logistik optimistis dapat terus meningkatkan
kualitas pelayanan, memperluas jangkauan layanan retail, serta menghadirkan
pengalaman pengiriman yang semakin mudah, cepat, aman, dan andal bagi pelanggan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KS Padel Movement: Komunitas KS Ajak Nasabah BPR KS Aktif Bergerak di Lapangan Padel

Komunitas BPR KS Bandung sukses gelar KS Padel Movement — event padel gratis untuk nasabah. Yuk, bergabung dan temukan manfaat lebih bersama Komunitas KS!

BANDUNG, Komunitas KS — Olahraga padel kini semakin digandrungi masyarakat urban Indonesia, dan Komunitas KS tak mau ketinggalan tren ini. Komunitas KS dari BPR KS menggelar “KS Padel Movement”, sebuah event olahraga komunitas yang tak hanya mengajak peserta bergerak aktif, tetapi juga mempererat kebersamaan di luar aktivitas perbankan sehari-hari. 

Gratis untuk Semua Nasabah KS 

Yang membuat KS Padel Movement spesial adalah semangat inklusivitasnya. Event ini terbuka dan gratis sepenuhnya bagi seluruh nasabah BPR KS, tanpa biaya pendaftaran, tanpa syarat pengalaman bermain. Komunitas KS memang percaya bahwa kebersamaan tidak boleh terhambat oleh biaya. Court dan bola sudah disiapkan, peserta cukup datang membawa semangat, raket pun bisa disewa langsung di lokasi. 

Dari Pemula Hingga Mabar Seru

Detail Event: Satu Pagi yang Berkesan di My Padel Club

Event berlangsung di My Padel Club, Jl. Soekarno Hatta No. 87, Bandung, dimulai pukul 08.00 pagi. Total 24 nasabah hadir dan mengikuti dua sesi utama:

Sesi 1 — Free Coaching untuk Pemula (1 Jam)

Dua belas peserta pemula mendapat sesi free coaching eksklusif yang dipandu oleh pelatih profesional. Mulai dari cara memegang raket, pergerakan kaki, hingga teknik dasar padel — semua diajarkan dengan sabar dan menyenangkan. Raket pun bisa disewa langsung di lokasi, jadi tidak ada alasan untuk tidak ikut.

Sesi 2 — Main Bareng (2 Jam)

Setelah coaching selesai, suasana langsung berubah meriah. Seluruh 24 peserta bertanding dalam format Mexicano — format dinamis di mana pasangan dan lawan terus berganti setiap ronde. Hasilnya? Interaksi antar nasabah makin kaya, perkenalan baru terjalin, dan tawa tidak pernah berhenti.

Tabungan Smartgrow BPR KS

Di balik semangat komunitas yang terus bergerak ini, ada satu produk keuangan yang sejalan dengan filosofi tumbuh bersama: Tabungan Smartgrow dari BPR KS.

Tabungan Smartgrow bukan tabungan biasa. Produk ini dirancang untuk nasabah yang ingin uangnya bekerja lebih keras — dengan keunggulan:

1. Bunga kompetitif yang lebih tinggi dibanding tabungan konvensional, yaitu 5% cocok untuk kamu yang ingin dana tumbuh optimal
2. Bunga Dibayar Harian, salah satu keunggulan utama dari tabungan lainnya kamu bisa melihat danamu bertumbuh setiap harinya!
3. Bebas Biaya Administrasi Bulanan. Setoran awal pun hanya Rp 50.000 — mudah dan terjangkau untuk semua kalangan.

4. Bebas transfer ke bank lain, BI Fast, serta top up OVO, GoPay, dan ShopeePay  — gratis hingga 10 kali per bulan.

Seperti olahraga padel yang membutuhkan konsistensi untuk berkembang, menabung di Tabungan Smartgrow mengajarkan satu hal yang sama: bergerak rutin, tumbuh pasti.

Pelajari lebih lanjut tentang tabungan Smartgrow dan bergabunglah sebagai nasabah BPR KS di komunitas KS 

Komunitas KS — Lebih dari Sekadar Bank

Komunitas KS hadir sebagai support system nyata bagi komunitas-komunitas di Bandung. Kalau kamu punya komunitas — olahraga, hobi, sosial — Komunitas KS bisa jadi partner terbaik untuk tumbuh bersama:

Platform digital untuk registrasi, campaign, dan promosi event komunitas kamu

Rekomendasi & koneksi merchant — BPR KS bekerja sama dengan jaringan merchant di Bandung untuk mendukung pelaksanaan event

Kolaborasi event — jadikan event komunitas kamu lebih besar, lebih seru, dan lebih berdampak

Edukasi & literasi keuangan gratis — bantu anggota komunitasmu melek finansial

Ingin menjadi bagian dari komunitas yang terus aktif dan bergerak seperti ini? Ikuti terus kegiatan Komunitas KS dan jadilah yang pertama tahu event selanjutnya.

Mari Terhubung Bersama Kami

Dapatkan informasi terbaru mengenai promo produk dan jadwal kegiatan komunitas seru lainnya melalui kanal resmi kami:

Website Utama : Homepage BPR KS

Website Komunitas: 

komunitas KS   

Instagram Komunitas: @komunitas_ks

Layanan Nasabah (Call Center): 1500211

Ikuti juga keseruan kami di platform lainnya:

Facebook: BPR KS

Instagram: @bprks_official

TikTok: @bprks_official

Youtube: BPR KS Official

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Halo Robotics Perkenalkan DJI O4 Ground Station untuk Operasi Drone Enterprise

Halo Robotics, satu-satunya S-Level Dealer DJI Enterprise di Indonesia, memperkenalkan DJI O4 Ground Station, sistem transmisi generasi terbaru dari DJI Enterprise yang mampu menjangkau hingga 40 km tanpa titik buta.

Perangkat ini hadir sebagai solusi komunikasi andal bagi operasi drone skala industri, termasuk skenario BVLOS (Beyond Visual Line of Sight) dan area terpencil tanpa akses internet. Ditenagai sistem canggih berbasis OcuSync 4 Pro, ground station ini dilengkapi 12 antena (4 eksternal, 8 internal) untuk cakupan sinyal omnidirectional yang stabil.

Dua Mode Operasi

DJI O4 Ground Station mendukung dua mode utama. Gateway Mode menghubungkan drone ke platform manajemen drone FlightHub 2 melalui Ethernet atau Cellular Dongle, dengan jangkauan hingga 30 km — cocok dipadukan dengan DJI Dock 3.

Relay Mode bekerja tanpa koneksi internet, menempatkan ground station sebagai repeater di titik tinggi untuk mengatasi hambatan topografi, dengan jangkauan hingga 40 km saat digunakan bersama DJI Matrice 400.

Tangguh dan Efisien

Didesain untuk kondisi lapangan ekstrem, perangkat ini bersertifikasi IP67, IK07, dan dilengkapi proteksi petir Category C sesuai standar EN/IEC 61643-21. Rentang suhu operasional mencapai -40°C hingga 55°C, dengan ketinggian operasi hingga 6.000 meter. Konsumsi daya standby hanya 7 W, serta dilengkapi baterai cadangan internal untuk operasi darurat hingga 45 menit saat power failure.

Ekosistem Terbuka

DJI O4 Ground Station mendukung integrasi kamera IP berbasis ONVIF dan GB/T 28181, pengembangan aplikasi via ESDK 2.0 dan Cloud API, serta integrasi Remote ID dan ADS-B pihak ketiga melalui protokol MQTT.

Drone yang kompatibel meliputi DJI Matrice 400, Matrice 4E, Matrice 4T, dan DJI Dock 3.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Bandara Perluas Jangkauan ke Lubuk Pakam, Sinergi dengan KAI dan DJKA Tingkatkan Aksesibilitas Masyarakat

PT Railink (KAI Bandara) resmi memperluas layanan transportasi publik berbasis kereta api di Sumatera Utara dengan menghadirkan layanan hingga Stasiun Lubuk Pakam. Pengoperasian layanan baru ini merupakan hasil sinergi antara PT Kereta Api Indonesia (Persero), Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, dan PT Railink dalam menghadirkan layanan transportasi yang semakin mudah dijangkau, aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau bagi masyarakat.

Melalui dukungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai induk perusahaan serta dukungan pemerintah melalui DJKA Kementerian Perhubungan dalam penyelenggaraan layanan Public Service Obligation (PSO), masyarakat kini dapat menikmati layanan kereta api dengan tarif hanya Rp5.000 per perjalanan. Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperluas akses transportasi publik, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Deli Serdang.

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, mengatakan bahwa perluasan layanan hingga Stasiun Lubuk Pakam merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan transportasi publik yang semakin dekat dengan masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan atas dukungan yang diberikan sehingga layanan hingga Stasiun Lubuk Pakam dapat terealisasi. Sinergi ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau. Kami berharap kehadiran layanan ini mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, mempermudah akses menuju Kota Medan maupun Bandara Internasional Kualanamu, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat di Kabupaten Deli Serdang,” ujar Porwanto.

Layanan baru ini beroperasi sebanyak 4 perjalanan setiap hari dengan relasi Stasiun Medan – Stasiun Bandar Khalipah – Stasiun Batang Kuis – Stasiun Araskabu – Stasiun Lubuk Pakam (PP). Perjalanan menggunakan sarana Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) Woojin dengan jarak tempuh 29,366 kilometer dan waktu perjalanan sekitar 45 menit.

Hadirnya layanan hingga Stasiun Lubuk Pakam diharapkan memberikan pilihan transportasi yang lebih efisien bagi masyarakat Kabupaten Deli Serdang. Selain memperlancar mobilitas harian, layanan ini juga akan mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pariwisata, serta meningkatkan konektivitas dengan Bandara Internasional Kualanamu dan Kota Medan.

Perluasan layanan ini merupakan bagian dari komitmen PT Railink untuk terus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan penggunaan transportasi massal berbasis rel. Bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan DJKA Kementerian Perhubungan, KAI Bandara akan terus berinovasi menghadirkan layanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan transportasi yang berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia Joins Lineup of the Largest-Ever International Rubber Glove Showcase to be Held in Kuala Lumpur

12th IRGCE 2026 Reaches Historic 600-Booth Milestone Ahead of September Event

Kuala Lumpur, 30 June 2026 — The 12th International Rubber Glove Conference and Exhibition (12th IRGCE 2026) theme “Synergising Innovations: Redefine the Future of the Glove Ecosystem.” has already reached a historic milestone. A record-breaking 600 booths have been taken up by exhibitors from 15 regions including Thailand, Indonesia, Vietnam, Singapore, China, South Korea, Saudi Arabia, the United Kingdom and others, making it the largest IRGCE ever organised since its inception in 2002. The event is expected to attract more than 1,000 conference delegates and over 10,000 visitors from more than 70 countries.

Organised by the Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA), with the Malaysian Rubber Council (MRC) as co-host, 12th IRGCE 2026 will be held from 8 to 10 September 2026 at the Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia.

A unique addition to this year’s conference is INNOVATE@IRGCETalk, a dedicated knowledge stage that will spotlight groundbreaking innovations and global advancements in next-generation materials, smart manufacturing and sustainable production.

The larger conference will feature six local and international plenary speakers, including Dr. Robert G. Hamilton, Professor of Medicine and Pathology at Johns Hopkins University, USA, together with 36 other speakers covering a wide range of subjects across the rubber glove ecosystem.

The event’s recent soft launch and Memorandum of Understanding (MoU) signing ceremony with sponsors was officiated by Dato’ Dr. Zairossani Mohd Nor, Director General of the Malaysian Rubber Board (MRB), representing YB Datuk Seri Dr. Noraini Ahmad, Minister of Plantation and Commodities. The Minister’s support underscored the Ministry’s continued commitment towards the advancement of Malaysia’s rubber glove industry.

Malaysia’s rubber glove sector remains a major contributor to its nation’s rubber products export earnings and continues to move up the value chain, supported by stronger research and development, automation, talent development, sustainable manufacturing, and closer integration between upstream and downstream segments. The future competitiveness of the rubber glove industry must be built on quality, innovation, productivity, sustainability, and trust.

The event highlighted the importance of continued collaboration among industry, agencies and other stakeholders to strengthen the enabling ecosystem needed for long-term growth. MARGMA, MRC and the Malaysian Rubber Board (MRB) has been driving forward-looking initiatives such as the Malaysia Made Glove initiative and broader sustainability efforts aimed at reinforcing industry credibility, resilience and international market confidence.

With supply chain traceability becoming increasingly important, greater transparency and stronger governance across the rubber glove industry are essential. In this regard, the relevant licensing by the Malaysian Rubber Board for rubber glove manufacturers remains important in upholding international standards and safeguarding the integrity, credibility and competitiveness of Malaysia’s rubber glove industry.

MARGMA President Mr. Oon Kim Hung said the global operating environment has become more challenging, with the industry facing sharper competition, rising compliance expectations, regulatory complexity and heightened global scrutiny in relation to quality, traceability, labour standards and sustainability. “The rubber glove industry operates in a very different environment today. Past success alone is not enough. Malaysia must continue to differentiate itself through quality, reliability, compliance and credibility,” said Mr. Oon.

He added that IRGCE has evolved into a global meeting point for the entire glove ecosystem and remains an important platform for industry players to exchange knowledge, build partnerships, and shape the industry’s future.

MARGMA also reiterated the importance of building the industry’s future talent pipeline. In line with this, MARGMA has been actively supporting stronger linkages between industry and academia, including its recent collaboration with Monash University Malaysia to introduce a specialised Master’s programme in Colloids and Latex Technology. This initiative reflects a deliberate effort to build deeper scientific and technical capability within the industry to support the next phase of competitiveness in materials science, process optimisation, product innovation and sustainability performance.

Moving forward, MARGMA has outlined four strategic pillars for maintaining the resilience and global leadership of the Malaysian rubber glove industry:

• Global Differentiation: Strengthening Malaysia’s reputation as a premium, trusted source of high-quality gloves by prioritising reliability, credibility and strict compliance over low-cost alternatives.

• Technical Advancement: Building a sharper technical edge through continued investment in automation, material science, process efficiency and sustainable manufacturing solutions.

• Talent Pipeline & Knowledge Ecosystem: Bridging the gap between industry and academia to build robust research capabilities and secure a highly skilled workforce for the future.

• ESG & Sustainable Practices: Proactively elevating industry standards in labour governance, responsible sourcing and supply chain transparency to meet evolving buyer expectations and market access requirements.

The strong response to the sponsor signing ceremony further reflected industry confidence in IRGCE 2026 and Malaysia’s continued role at the centre of the global glove ecosystem.

MARGMA also recorded its sincere appreciation to all sponsors for their valued support of the 12th IRGCE 2026.

The Gold Sponsors are:

• Hartalega NGC Sdn Bhd

• Kossan Latex Industries Sdn Bhd

• Reebow Intelligent Equipment (M) Sdn Bhd

• Supermax Glove Manufacturing Sdn Bhd

• Tiong Tat Printing Industries Sdn Bhd

• Top Glove Sdn Bhd

The Silver Sponsors are:

• CCM Polymers Sdn Bhd

• Koon Seng Sdn Bhd

The Bronze Sponsors are:

• Anhui INTCO Medical Products Co., Ltd.

• Gas Malaysia Energy and Services Sdn Bhd

• Lexis Chemical Sdn Bhd

• Sri Trang Gloves (Thailand) Public Company Limited

The MoU signing ceremony between MARGMA and MRC reflected the continued spirit of partnership and shared commitment in advancing IRGCE  2026 and strengthening Malaysia’s standing in the global rubber glove industry.

Supporting partners for the event include the Malaysian Rubber Board (MRB), the Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI), the Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE), the Malaysia Convention and Exhibition Bureau (MyCEB), and The Plastics & Rubber Institute Malaysia (PRIM).

With strong industry participation, strategic collaboration and continued institutional support, the 12th IRGCE 2026 is poised to be the most impactful edition of the event to date, reinforcing Malaysia’s position as a serious, credible and future-ready leader in the global rubber glove ecosystem.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

India dan Indonesia: Hubungan Kuno yang Terjalin Melalui Sejarah, Budaya, dan Kehidupan Sehari-hari

Oleh Dr. Manish Shrivastava*

Jakarta — Jauh sebelum ada kedutaan besar, kunjungan kenegaraan, atau perjanjian diplomatik, hubungan India dan Indonesia telah dimulai dari laut. Para pedagang, biksu, cendekiawan, perajin, pendongeng, dan peziarah tidak hanya membawa barang dagangan melintasi samudra. Mereka juga membawa bahasa, aksara, kepercayaan, kisah-kisah, tradisi kuliner, serta cara pandang terhadap kehidupan.

Di tengah lalu lintas manusia dan gagasan itu, sosok Resi Agastya turut memasuki imajinasi masyarakat Nusantara. Di Pulau Jawa, ia dikenang sebagai guru yang membawa ajaran Hindu, disiplin, dan nilai-nilai spiritual. Kehadirannya dalam tradisi candi, termasuk di Prambanan, menunjukkan betapa dalamnya pengaruh pemikiran India yang kemudian bertransformasi menjadi bagian dari identitas Indonesia sendiri.

Kerajaan-kerajaan kuno semakin mempererat hubungan tersebut. Sriwijaya di Sumatra berkembang menjadi pusat pembelajaran agama Buddha yang memiliki hubungan erat dengan Universitas Nalanda di India. Di Jawa dan Bali, kisah Ramayana dan Mahabharata menemukan kehidupan baru melalui tari, teater, seni pahat, penamaan, hingga berbagai ritual budaya.

Bagi seorang India yang berdiri di hadapan Candi Borobudur atau Prambanan, sering kali muncul perasaan yang sulit dijelaskan. Kisah-kisahnya terasa akrab, tetapi cara masyarakat Indonesia menghidupkannya benar-benar memiliki karakter yang khas.

Barangkali penyair besar India, Rabindranath Tagore, juga merasakan hal serupa ketika mengunjungi Jawa dan Bali pada tahun 1927. Sebagai seorang penyair, ia mampu melihat hal-hal yang sering luput dari perhatian para pelancong. Ia menyaksikan candi, tari, musik, ritual, dan kehidupan masyarakat desa. Namun yang paling membekas baginya adalah bagaimana keindahan begitu menyatu secara alami dalam kehidupan sehari-hari.

Tagore menemukan gema India di Indonesia, tetapi setiap gema itu telah memperoleh suaranya sendiri. Kisah-kisah epik tetap hidup, namun bergerak dengan kelembutan budaya Jawa. Pemikiran Hindu tetap bertahan, tetapi di Bali berkembang melalui upacara adat, sesajen, kehidupan komunal, dan penghormatan terhadap alam. Musik gamelan memiliki kesabarannya sendiri. Tarian berbicara melalui keheningan. Gerak tubuh berlangsung perlahan, ekspresi tetap tenang, tetapi pesannya mampu menyentuh hati.

Saya sendiri berkali-kali merasakan pengalaman serupa.

Di Indonesia, masa lalu jarang hadir secara mencolok. Ia hidup tenang di balik nama-nama orang, upacara adat, candi, tradisi keluarga, bahkan dalam cara masyarakat memaknai waktu.

Perjuangan kemerdekaan kemudian memberikan makna emosional yang lebih dalam bagi kedekatan kedua bangsa.

India dan Indonesia sama-sama pernah merasakan pahitnya penjajahan. Masyarakat di kedua negara memahami bagaimana rasanya ketika tanah, perdagangan, pendidikan, bahkan martabat bangsa berada di bawah kendali pihak asing.

Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945 dan harus berjuang panjang memperoleh pengakuan internasional. India menyusul meraih kemerdekaan dua tahun kemudian. Saat itu, berbagai bangsa di Asia sedang merebut kembali suara dan identitas mereka setelah berabad-abad hidup di bawah kolonialisme.

Dukungan India terhadap Indonesia bukan semata-mata lahir dari kepentingan diplomatik. Dukungan itu juga tumbuh dari kesamaan pengalaman sejarah, dari rasa hormat satu peradaban tua terhadap peradaban tua lainnya yang sedang berusaha kembali menemukan tempatnya di dunia.

Laut memang memisahkan kedua negara. Bahasa dan pengalaman kolonial pun berbeda. Namun makna kebebasan yang dirasakan masyarakat keduanya sangatlah serupa.

Setelah sama-sama merdeka, hubungan India dan Indonesia memperoleh bentuk resmi melalui berbagai kerja sama antarnegara. Namun bagi mereka yang pernah hidup di kedua negeri ini, hubungan tersebut selalu terasa melalui hal-hal sederhana.

Saya menemukannya dalam nama-nama seperti Dewi, Putri, Indra, Wisnu, dan Surya.

Saya melihatnya dalam pertunjukan Ramayana di Jawa, ketika cerita berasal dari India, tetapi gerak tari, irama musik, dan suasananya sepenuhnya milik Indonesia.

Saya juga menemukannya di Bali. Seorang pengunjung dari India mungkin mendengar mantra-mantra yang familiar, tetapi akan menyaksikan cara beribadah, sesajen, kehidupan pura, dan kedisiplinan masyarakat yang berbeda namun tetap terasa dekat.

Saya merasakannya pula di Jakarta, tempat makanan India, film Bollywood, yoga, Ayurveda, dunia usaha, pendidikan, dan komunitas India hidup berdampingan secara harmonis dengan keramahan masyarakat Indonesia, bahasa Indonesia, tata krama, dan budaya lokal.

Kunjungan resmi dari India ke Indonesia pada bulan Juli ini menjadi bagian dari tradisi panjang tersebut. Bagi saya pribadi, kunjungan ini menyentuh sesuatu yang telah saya alami dalam kehidupan sehari-hari selama bertahun-tahun.

Saya datang ke Indonesia sebagai seorang profesional biasa dari India. Hal pertama yang ditantang negeri ini bukanlah kemampuan saya bekerja, melainkan cara saya memandang waktu.

Saya datang dengan kebiasaan khas India: ingin bertanya cepat, mengambil keputusan cepat, menindaklanjuti pekerjaan dengan cepat, dan menganggap bahwa jika sesuatu sudah jelas bagi saya, maka tentu akan segera jelas pula bagi orang lain.

Indonesia tidak pernah memperdebatkan kebiasaan itu.

Indonesia hanya membuat saya belajar menunggu.

Sebuah percakapan sering kali dimulai dengan secangkir teh. Sebuah keputusan lahir setelah banyak percakapan kecil. Bahkan sebuah kata “ya” pun membutuhkan waktunya sendiri. Kata nanti dapat memiliki begitu banyak makna.

Pada awalnya saya merasa gelisah.

Namun perlahan saya memahami bahwa masyarakat Indonesia bukan sedang menguji efisiensi saya. Mereka hanya ingin mengetahui apakah saya dapat dipercaya, apakah saya mampu mendengarkan, dan apakah saya tetap tenang ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai jadwal yang saya buat.

Saat Idulfitri pertama saya di Indonesia, saya mendengar ucapan, “Mohon maaf lahir dan batin.”

Ucapan itu langsung mengingatkan saya pada tradisi Jain di India yang mengenal ungkapan Micchāmi Dukkaḍaṃ, yaitu permohonan maaf atas segala kesalahan yang dilakukan, baik disengaja maupun tidak.

Bahasanya berbeda. Tradisi agamanya pun berbeda.

Namun maknanya terasa sangat akrab.

Saya melihat keluarga saling mengunjungi, membawa makanan, meminta maaf, berbicara dengan lembut, serta menempatkan hubungan antarmanusia di atas ego pribadi.

Nilai-nilai serupa juga saya temukan dalam keluarga-keluarga di India, terkadang saat perayaan, setelah terjadi perselisihan keluarga, atau melalui penghormatan yang diberikan kepada orang tua tanpa perlu dijelaskan alasannya.

Pengalaman-pengalaman kecil inilah yang kemudian menjadi benih lahirnya buku saya, Sabar, Sambal & Survival.

Kini, setiap kali memikirkan hubungan India dan Indonesia, yang terlintas justru momen-momen sederhana tersebut.

Seorang warga India yang belajar berbahasa Indonesia sebelum bertamu ke rumah orang Indonesia.

Seorang sahabat Indonesia yang dengan sabar menjelaskan adat setempat tanpa membuat orang asing merasa canggung.

Sebuah meja makan tempat sambal berdampingan dengan masakan India, dan keduanya terasa sama-sama pantas berada di sana.

Atau ucapan selamat hari raya yang membawa semangat saling memaafkan, meski diucapkan dalam bahasa yang berbeda.

Indonesia mengajarkan saya cara baru memahami manusia, tata krama, penghormatan, humor, makanan, agama, keluarga, bahasa, dan rasa memiliki.

Di India, saya sering mendengar pepatah, “Sabr ka phal meetha hota hai” yang berarti “buah kesabaran itu manis.”

Namun setelah tinggal di Indonesia, saya memahami maknanya secara berbeda.

Di sini, kesabaran tidak pernah diajarkan melalui nasihat.

Kesabaran hadir melalui proses menunggu, secangkir teh, keheningan, keluarga, makanan, senyuman, dan terkadang sedikit sambal di sampingnya.

Ketika akhirnya kita benar-benar memahaminya, kesabaran bukan lagi sekadar terasa manis.

Ia memiliki rasa.

*Dr. Manish Shrivastava adalah penulis dan profesional asal India yang berbasis di Jakarta. Ia telah tinggal dan bekerja di Indonesia sejak 2008 serta memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang layanan kesehatan berbasis Ayurveda, termasuk lebih dari sepuluh tahun memimpin bisnis Himalaya di Indonesia dan memperkenalkan produk-produk kesehatan berbasis Ayurveda kepada masyarakat Indonesia. Ia telah menulis 14 buku, termasuk seri sepuluh buku berjudul Krantidoot yang mengangkat kisah para pejuang kemerdekaan India yang kurang dikenal. Buku terbarunya, Sabar, Sambal & Survival, merefleksikan pengalaman hidupnya di Indonesia sekaligus kedekatan budaya antara India dan Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES