K Mall Perkuat Destinasi Lifestyle dengan Kehadiran Ranch Market

K Mall kembali memperkuat posisinya sebagai destinasi gaya hidup dan komunitas di kawasan Jakarta Pusat melalui kehadiran Ranch Market

K Mall kembali memperkuat posisinya sebagai destinasi gaya hidup dan komunitas di kawasan Jakarta Pusat melalui kehadiran Ranch Market, supermarket premium yang resmi membuka gerai terbarunya di K Mall. Kehadiran tenant baru ini menjadi langkah strategis dalam melengkapi kebutuhan masyarakat urban yang menginginkan pengalaman berbelanja, bersantap, dan beraktivitas dalam satu kawasan yang nyaman dan terintegrasi.

Sebagai salah satu pusat gaya hidup yang terus berkembang di kawasan Kemayoran, K Mall berkomitmen menghadirkan berbagai pilihan tenant yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Kehadiran Ranch Market semakin memperkaya ragam pengalaman yang dapat dinikmati pengunjung, mulai dari kebutuhan harian, kuliner, hingga berbagai aktivitas komunitas yang mendukung gaya hidup aktif dan dinamis.

Mengusung konsep “More Than Grocery”, Ranch Market hadir tidak hanya sebagai supermarket premium, tetapi juga sebagai ruang yang menggabungkan pengalaman berbelanja dengan inspirasi gaya hidup masa kini. Berlokasi di jantung K Mall Kemayoran, gerai ini dirancang sebagai The New Daily Destination yang dapat menjadi bagian dari rutinitas harian masyarakat, baik keluarga muda, profesional, maupun komunitas urban yang terus berkembang di kawasan Kemayoran dan sekitarnya.

Kehadiran Ranch Market juga sejalan dengan visi K Mall untuk menghadirkan ekosistem yang lebih lengkap bagi para pengunjung. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang kini mencari lebih dari sekadar tempat berbelanja, K Mall terus berupaya menciptakan ruang yang mampu menghadirkan pengalaman yang lebih menyeluruh, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Melalui konsep yang mengedepankan kualitas, kenyamanan, dan pengalaman, Ranch Market menawarkan beragam pilihan produk premium, kebutuhan sehari-hari, produk segar, hingga berbagai pilihan makanan siap saji yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Konsep ini melengkapi pengalaman berkunjung ke K Mall sebagai destinasi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan belanja, tetapi juga menjadi tempat untuk berkumpul, bersantai, dan menikmati waktu bersama keluarga maupun komunitas.

Dengan bertambahnya kehadiran Ranch Market, K Mall semakin memperkuat perannya sebagai pusat aktivitas dan gaya hidup di kawasan Kemayoran. Ke depan, K Mall akan terus menghadirkan berbagai tenant, program, dan pengalaman baru yang memberikan nilai tambah bagi pengunjung serta mendukung pertumbuhan kawasan sebagai salah satu destinasi urban yang dinamis di Jakarta.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengapa Tanggal Jatuh Tempo Pinjaman Perlu Menjadi Perhatian?

Saat mengajukan pinjaman, banyak orang lebih fokus pada jumlah dana yang diterima atau besarnya cicilan per bulan. Padahal, ada satu hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yaitu tanggal jatuh tempo pembayaran.

Memahami dan mengelola tanggal jatuh tempo dapat membantu menjaga kondisi keuangan tetap teratur sekaligus mengurangi risiko keterlambatan pembayaran.

Apa Itu Tanggal Jatuh Tempo?

Tanggal jatuh tempo adalah batas waktu yang ditentukan untuk melakukan pembayaran cicilan pinjaman sesuai perjanjian yang berlaku.

Pada tanggal tersebut, peminjam perlu memastikan dana tersedia agar kewajiban pembayaran dapat dilakukan tepat waktu.

Karena setiap produk pinjaman dapat memiliki jadwal pembayaran yang berbeda, penting untuk mengetahui dan mencatat tanggal jatuh tempo sejak awal.

Mengapa Tanggal Jatuh Tempo Penting?

Bagi sebagian orang, keterlambatan pembayaran sering kali bukan karena tidak memiliki niat membayar, melainkan karena lupa atau kurang memperhatikan jadwal pembayaran.

Padahal, pembayaran yang dilakukan sesuai jadwal dapat membantu menjaga arus kas pribadi tetap lebih terencana.

Dengan mengetahui kapan cicilan harus dibayarkan, seseorang dapat mengatur prioritas pengeluaran bulanan dengan lebih baik.

Membantu Mengelola Arus Kas Bulanan

Sebagian besar masyarakat memiliki berbagai kebutuhan keuangan yang harus dipenuhi setiap bulan, seperti:

– Biaya tempat tinggal

– Tagihan utilitas

– Transportasi

– Kebutuhan keluarga

– Dana tabungan

– Cicilan atau kewajiban keuangan lainnya

Mengetahui tanggal jatuh tempo sejak awal dapat membantu mengatur alokasi dana agar kebutuhan tersebut tetap dapat berjalan secara seimbang.

Mengurangi Risiko Keterlambatan Pembayaran

Keterlambatan pembayaran dapat terjadi karena berbagai alasan, mulai dari lupa tanggal pembayaran hingga kurangnya perencanaan keuangan.

Karena itu, banyak orang memanfaatkan pengingat kalender, fitur notifikasi aplikasi, atau pencatatan keuangan untuk membantu mengingat jadwal pembayaran yang akan datang.

Langkah sederhana seperti ini dapat membantu mengurangi risiko terlewatnya kewajiban pembayaran.

Sisihkan Dana Sebelum Tanggal Pembayaran

Salah satu kebiasaan yang cukup membantu adalah menyiapkan dana cicilan beberapa hari sebelum jatuh tempo.

Dengan cara ini, dana yang sudah dialokasikan untuk pembayaran tidak tercampur dengan kebutuhan lain yang muncul selama bulan berjalan.

Pendekatan tersebut juga dapat membantu memberikan ruang apabila terjadi kebutuhan mendadak menjelang tanggal pembayaran.

Pahami Ketentuan Produk Pinjaman

Sebelum menggunakan fasilitas pinjaman, penting untuk memahami informasi terkait produk secara menyeluruh.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

– Besaran pinjaman

– Tenor atau jangka waktu

– Jadwal pembayaran

– Biaya yang berlaku

– Syarat dan ketentuan produk

Memahami informasi tersebut dapat membantu pengguna menyesuaikan pinjaman dengan kemampuan dan kebutuhan keuangan masing-masing.

Perencanaan yang Baik Membantu Pengelolaan Pinjaman

Pinjaman dapat menjadi salah satu solusi keuangan untuk berbagai kebutuhan apabila digunakan secara bijak dan disesuaikan dengan kemampuan pembayaran.

Karena itu, selain mempertimbangkan nominal pinjaman, penting juga untuk memperhatikan jadwal pembayaran dan memastikan kewajiban dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan melalui layanan digital, neobank dari Bank Neo Commerce menyediakan Neo Pinjam sebagai salah satu layanan pinjaman digital dari bank yang dapat diakses melalui aplikasi.

Pengguna dapat mempelajari informasi mengenai limit pinjaman, tenor, biaya, manfaat, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku melalui aplikasi sebelum mengajukan pinjaman. Persetujuan pinjaman mengikuti proses analisis dan ketentuan yang berlaku. 

*** 

Jika ingin mempelajari produk yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Neo Pinjam

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Apa Itu Trading Futures? Memahami Cara Kerja dan Peluangnya di Pasar Global

Perkembangan teknologi finansial telah membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat modern untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi dunia secara langsung. Salah satu instrumen finansial yang semakin populer di kalangan pelaku pasar adalah futures trading atau perdagangan kontrak berjangka. Sayangnya, bagi sebagian besar masyarakat awam, istilah ini masih sering kali disalahpahami atau dicampuradukkan dengan investasi saham konvensional. Padahal, instrumen ini menawarkan karakteristik unik dan fleksibilitas tinggi yang menjadikannya sebagai salah satu pilar utama dalam perputaran likuiditas keuangan di tingkat internasional.

Pengertian Dasar dan Cara Kerja Pasar Futures

Secara mendasar, trading futures adalah aktivitas transaksi jual-beli kontrak standar yang berisi kesepakatan untuk membeli atau menjual suatu aset acuan pada tingkat harga tertentu di masa depan. Di dalam ekosistem perdagangan berjangka, Anda tidak membeli atau memiliki aset riil tersebut secara fisik, melainkan hanya memperdagangkan nilai kontrak atas pergerakan harga aset itu sendiri. Ragam pilihan produk yang tersedia di dalam pasar futures global sangatlah luas dan bervariasi, mulai dari komoditas berharga seperti emas, komoditas energi seperti minyak mentah, mata uang asing, hingga indeks saham utama dunia.

Mekanisme yang paling membedakan instrumen ini dengan investasi konvensional adalah adanya peluang perdagangan dua arah (two-way opportunity). Dalam investasi saham atau reksa dana tradisional, Anda hanya bisa meraih keuntungan jika harga aset bergerak naik. Namun, dalam sistem kontrak berjangka, trader dapat mengambil posisi beli (buy) jika memproyeksikan harga akan bergerak naik, atau mengambil posisi jual (sell) terlebih dahulu jika memproyeksikan harga akan merosot turun. Fleksibilitas dua arah inilah yang membuat aktivitas trading online pada produk berjangka tetap sangat diminati oleh para profesional, baik dalam kondisi ekonomi dunia yang sedang tumbuh maupun di tengah ancaman krisis global.

Sistem Leverage dan Pentingnya Manajemen Risiko

Daya tarik luar biasa lainnya dari instrumen ini terletak pada pemanfaatan sistem pengungkit atau leverage. Sistem ini memungkinkan para pelaku pasar untuk melakukan transaksi dalam nilai kontrak yang jauh lebih besar dibandingkan dengan nominal modal awal yang dijaminkan ke dalam sistem. Penggunaan leverage ini bertindak seperti pengali yang ramah modal bagi para trader ritel, karena Anda dapat mengoptimalkan potensi imbal hasil tanpa harus mengunci dana tunai dalam jumlah raksasa. Namun, perlu dipahami secara mendalam bahwa sistem ini juga melipatgandakan potensi risiko kerugian jika arah pasar bergerak berlawanan dengan prediksi Anda.

Mengingat fluktuasi harga harian yang sangat cepat di tingkat pasar global, kedisiplinan dalam menerapkan strategi manajemen risiko menjadi hukum yang absolut dan tidak bisa ditawar. Setiap transaksi yang dibuka harus selalu dilengkapi dengan penempatan batasan risiko (stop loss) yang objektif guna melindungi sisa modal di dalam akun dari volatilitas ekstrem. Keberhasilan dalam jangka panjang sangat ditentukan oleh kombinasi analisis teknikal yang matang dan dukungan platform perdagangan yang andal, sehingga setiap perintah eksekusi yang ditempatkan dapat diproses secara instan pada tingkat harga pasar yang sesungguhnya tanpa kendala teknis yang merugikan.

Maksimalkan Peluang Kontrak Berjangka Bersama KVB Futures

Menangkap peluang yang dinamis di pasar keuangan internasional membutuhkan dukungan dari mitra penyedia layanan transaksi yang memiliki stabilitas teknologi tingkat tinggi dan transparansi penuh. KVB Futures hadir sebagai Broker Trading Futures yang andal dan terpercaya untuk menyediakan ekosistem perdagangan berjangka yang aman, transparan, serta sepenuhnya patuh terhadap regulasi hukum industri yang berlaku. Kami berkomitmen untuk mendampingi setiap langkah taktis Anda melalui penyediaan sistem eksekusi mutakhir tanpa penundaan di segala kondisi pasar.

Seluruh fasilitas digital dan layanan profesional kami dirancang secara khusus untuk membantu para pelaku pasar mengelola portofolio global mereka secara efisien dan terarah. Anda dapat mengeksplorasi berbagai spesifikasi produk komoditas, mata uang, dan indeks saham dunia kami untuk mendukung pertumbuhan portofolio finansial Anda secara konsisten. Untuk segera mengambil langkah strategis Anda dan mulai menguasai peluang pasar keuangan internasional sekarang juga, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Register KVB Futures.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tebar Dividen Jumbo, RUPST Telkom Pertahankan Jajaran Direksi

Pemegang saham restui buyback Rp4 triliun dan penyegaran Dewan Komisaris sebagai penopang akselerasi transformasi digital TelkomGroup.

Jakarta, 8 Juni 2026 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengeluarkan keputusan strategis berupa pembagian dividen jumbo kepada para pemegang saham. Perusahaan juga mempertahankan jajaran direksi seiring dengan fundamental bisnis yang kuat, sekaligus upaya menjaga momentum transformasi TelkomGroup.

Keputusan besar tersebut terjadi usai Telkom menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 secara daring, Senin (8/6). Rapat ini juga menghasilkan sejumlah keputusan strategis lainnya seperti, persetujuan program buyback saham, hingga penyegaran susunan Dewan Komisaris.

Para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar kurang lebih Rp21,9 triliun, di mana Rp17,8 triliun dana bersumber dari laba bersih tahun buku 2025, sementara sisanya sekitar Rp4,2 triliun diambil dari laba ditahan tahun sebelumnya. Pembayaran akan dilakukan paling lambat 10 Juli 2026 kepada pemegang saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan 19 Juni 2026.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan dalam memperhitungkan pembayaran dividen Perseroan mempertimbangkan berbagai aspek, utamanya keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang.

Dia juga menegaskan bahwa fundamental dan arus kas Telkom makin kuat meski menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025.

“Keputusan dividen ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” ujar Dian.

Selain dividen, RUPST juga menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) senilai hingga Rp4 triliun. Buyback dapat dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar bursa, secara bertahap maupun sekaligus, dalam rentang waktu 12 bulan sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Langkah ini ditempuh sebagai strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar.

Sepanjang 2025, Telkom mencatat pendapatan Rp146,74 triliun, EBITDA Rp72,24 triliun, dan laba bersih Rp17,81 triliun. Meski laba bersih tertekan akibat percepatan depresiasi dalam rangka total governance reset, dampak tersebut bersifat non-cash sehingga arus kas operasional tetap solid.

Telkom juga aktif merampingkan portofolio bisnis dengan melepas enam entitas non-core, termasuk penyelesaian divestasi AdMedika Group pada 2 Juni lalu. Di sisi pengembangan infrastruktur, proses spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026, seiring dengan dibukanya kembali inisiatif kemitraan strategis bisnis data center.

Perseroan juga bertransisi menuju model HoldCo–OpCo dengan pelaporan berbasis segmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja.

“Tahun ini kami mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur. Setiap langkah yang diambil diarahkan untuk membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” tambah Dian.

Terakhir, RUPST juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris guna memperkuat pengawasan atas agenda transformasi dan dinamika industri digital. Angga Raka Prabowo didapuk sebagai Komisaris Utama, didampingi empat Komisaris Independen yakni Deswandhy Agusman, Anthony Leong, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim, serta tiga Komisaris yaitu Rizal Mallarangeng, Edwin Hidayat Abdullah, dan Ossy Dermawan.

Sementara itu, jajaran Direksi tidak mengalami perubahan. Dian Siswarini tetap memimpin sebagai Direktur Utama, didukung delapan direktur yang meliputi bidang Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine,

Direktur Human Capital Management: Willy Saelan, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra, Direktur Network: Nanang Hendarno, Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji, Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba, Direktur IT Digital: Faizal R. Djoemadi, dan Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Masih Dibayangi Tren Turun, Peluang Koreksi ke Area 4.096 Tetap Terbuka

Pergerakan harga emas dunia masih menunjukkan kecenderungan melemah pada perdagangan pekan ini. Meskipun sesekali muncul upaya rebound, tekanan jual yang mendominasi pasar dalam beberapa waktu terakhir membuat prospek logam mulia tersebut masih cenderung negatif. Pelaku pasar pun terus mencermati perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat yang menjadi faktor utama penggerak harga emas.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan pasangan XAU/USD pada timeframe mingguan masih berada dalam fase bearish yang cukup kuat. Struktur harga yang terbentuk hingga saat ini menunjukkan bahwa tren turun masih menjadi arah utama pasar, sementara peluang terjadinya pembalikan arah masih relatif terbatas.

Secara teknikal, tekanan jual kembali terlihat pada awal perdagangan pekan ini. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih lebih banyak melakukan aksi jual dibandingkan pembelian. Selama belum ada sinyal teknikal yang mampu mengindikasikan perubahan tren secara jelas, potensi pelemahan harga emas masih perlu menjadi perhatian.

Menurut Geraldo, tren penurunan yang terjadi saat ini bukan sekadar koreksi jangka pendek, melainkan bagian dari struktur bearish yang telah terbentuk sejak beberapa waktu lalu. Pada grafik mingguan maupun harian, harga masih bergerak dalam pola yang menunjukkan dominasi seller. Situasi ini menandakan bahwa pasar belum memiliki tenaga yang cukup untuk membangun momentum kenaikan yang lebih berkelanjutan.

Dari sisi teknikal, area support di level 4.096 menjadi titik yang patut dicermati dalam waktu dekat. Level tersebut diperkirakan menjadi target penurunan berikutnya apabila tekanan jual masih berlanjut. Jika support tersebut gagal menahan laju penurunan harga, maka peluang emas bergerak menuju area yang lebih rendah di sekitar 3.884 akan semakin terbuka.

Indikator stochastic juga masih memberikan gambaran yang sejalan dengan tren saat ini. Meskipun posisinya berada di area oversold atau jenuh jual, indikator tersebut belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat. Dalam kondisi tertentu, area oversold memang sering menjadi awal munculnya rebound. Namun untuk saat ini, belum terlihat adanya sinyal yang cukup kuat untuk mengonfirmasi perubahan arah dari bearish menjadi bullish.

Dengan demikian, pasar masih menilai bahwa risiko penurunan harga emas lebih besar dibandingkan peluang kenaikannya. Selama belum muncul faktor baru yang mampu mengubah sentimen pasar secara signifikan, tekanan jual diperkirakan tetap menjadi tema utama dalam perdagangan emas.

Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga masih memberikan tekanan terhadap logam mulia tersebut. Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah penguatan dolar Amerika Serikat yang masih bertahan di level tinggi. Dolar yang kuat biasanya menjadi tantangan bagi harga emas karena membuat logam mulia tersebut lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Tidak hanya itu, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga turut mengurangi daya tarik emas. Dalam situasi seperti saat ini, investor cenderung mencari instrumen yang mampu memberikan pendapatan atau imbal hasil yang lebih jelas. Karena emas tidak memberikan bunga maupun dividen, sebagian investor memilih mengalihkan dana ke aset berbasis dolar yang menawarkan tingkat pengembalian lebih menarik.

Pasar juga masih meyakini bahwa Federal Reserve belum akan terburu-buru mengubah kebijakan moneternya. Selama data ekonomi Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan yang baik, terutama dari sisi tenaga kerja dan inflasi, peluang suku bunga bertahan tinggi masih cukup besar. Ekspektasi tersebut menjadi faktor yang terus menopang penguatan dolar AS dan menjaga tekanan terhadap harga emas.

Di sisi lain, berkurangnya minat terhadap aset safe haven juga ikut memengaruhi pergerakan pasar. Ketika kondisi ekonomi global dianggap relatif stabil dan investor memiliki optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, permintaan terhadap aset perlindungan seperti emas biasanya cenderung menurun. Aliran dana kemudian beralih ke instrumen yang dianggap memiliki potensi keuntungan lebih tinggi.

Kombinasi antara kuatnya dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi, serta berkurangnya permintaan safe haven membuat prospek emas dalam jangka menengah masih terlihat menantang. Kondisi tersebut sejalan dengan gambaran teknikal yang masih menunjukkan tren turun yang cukup solid.

Secara keseluruhan, analisis Dupoin Futures memperkirakan harga emas masih berpotensi melanjutkan pelemahan selama belum ada perubahan signifikan pada sentimen pasar maupun struktur teknikal yang ada. Area 4.096 menjadi level yang perlu diperhatikan sebagai target penurunan terdekat, sementara area 3.884 berpotensi menjadi sasaran berikutnya apabila tekanan bearish terus berlanjut. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat dan arah kebijakan Federal Reserve yang akan menjadi penentu utama pergerakan emas dalam beberapa waktu mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PetroSync Highlights the Importance of Workforce Readiness in Industrial Operations

PetroSync highlights the importance of workforce readiness in industrial operations through industry-focused training programs that strengthen technical skills, safety awareness, and operational performance.

Workforce Readiness Challenges Continue to Affect Industrial Operations

Inconsistent Inspection Skills Increase Operational Risk

Many facilities experience operational disruptions because inspection practices differ between technical teams. Small inspection errors often create larger maintenance problems during critical operational periods.

Senior personnel retirement also creates knowledge transfer challenges across industrial maintenance teams. Junior inspectors sometimes struggle interpreting field conditions without standardized technical competency development.

Limited Technical Readiness Reduces Equipment Reliability

Equipment reliability often decreases when maintenance teams misunderstand inspection findings during operations. Delayed corrective actions frequently trigger unexpected downtime and rising operational repair expenses.

Technical uncertainty also slows important maintenance decisions during shutdown planning activities significantly. Many companies eventually face higher operational costs because equipment deterioration remains undetected longer.

Companies Face Pressure to Maintain Safe Operational Standards

Industrial companies continuously face increasing pressure maintaining safety and operational compliance standards. Clients and regulators now expect stronger inspection documentation and reliable maintenance practices.

Meanwhile, workforce turnover creates additional challenges maintaining consistent technical competency across operations. Many organizations struggle preparing replacement personnel fast enough for complex operational responsibilities.

Industry Training Helps Strengthen Workforce Competency

Practical Learning Supports Better Inspection and Maintenance Decisions

Practical learning environments help engineers understand operational problems through realistic industrial case discussions. Participants usually absorb inspection concepts faster using relatable operational maintenance situations directly.

Programs such as API 653 Training support better maintenance planning and inspection decision-making processes. Participants learn inspection standards through examples commonly encountered inside industrial operating environments.

Standardized Training Helps Reduce Technical Competency Gaps

Standardized training helps teams develop similar technical understanding across multiple operational departments. Consistent competency frameworks simplify communication during inspections, audits, and maintenance planning discussions.

Companies also benefit when operational recommendations become clearer between different technical personnel teams. Shared technical references reduce misunderstandings during high-pressure operational decision-making situations significantly.

Continuous Development Supports Reliable API 653 Inspection Practices

Industrial operations require continuous learning because technical standards and operational demands frequently evolve. Workforce competency development helps inspection teams remain prepared handling changing operational challenges consistently.

Understanding standards like API 653 supports more reliable industrial inspection practices long-term. Better technical understanding helps teams identify operational risks before problems become increasingly serious.

Stronger Workforce Readiness Helps Improve Operational Reliability

Operational reliability strongly depends on workforce preparedness during inspections and maintenance activities daily. Well-trained teams usually respond faster during shutdowns, repairs, and operational emergency situations.

Prepared technical personnel also minimize uncertainty during critical maintenance and inspection decision-making processes. This readiness helps companies maintain safer operations while reducing avoidable operational disruptions significantly.

PetroSync Supports Long-Term Workforce Development Across Industries

Training Programs Are Built Around Real Operational Challenges

Industrial professionals prefer training materials reflecting actual maintenance and operational workplace situations directly. Real operational examples help participants connect technical learning with everyday inspection responsibilities better.

Interactive discussions also allow participants sharing operational experiences from different industrial working environments. These conversations often provide practical insights unavailable through standard technical reading materials.

Flexible Learning Solutions Help Teams Improve Technical Readiness

Modern industrial operations require flexible training solutions supporting rotating schedules and operational demands. Companies often struggle balancing workforce development alongside production targets and maintenance responsibilities simultaneously.

Flexible learning approaches help organizations improve technical readiness without heavily disrupting operational activities. Teams can continue developing competencies while maintaining important operational productivity and maintenance schedules.

petrosync Supports Safer and More Reliable Industrial Operations

Industrial companies increasingly prioritize workforce readiness to support safer operational performance long-term consistently. Strong technical competency helps organizations reduce uncertainty during inspections and maintenance decision-making activities.

Through industry-focused programs, PetroSync supports workforce development across various industrial operational sectors globally. Practical learning approaches help organizations prepare technical teams facing modern industrial operational challenges.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Gandeng Nobu Bank Luncurkan Program Cashback “10 Menit dari Indonesia ke Wall Street” untuk Akses Investasi Aset Global

Jakarta, 09 Juni, 2026 – Di tengah meningkatnya minat investor terhadap diversifikasi aset global, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meluncurkan kampanye 20% cashback bersama Nobu Bank dengan tajuk “10 Minutes from Indonesia to Wall Street” pada 08 Juni 2026, kemarin.

Sebelumnya, pada media gathering yang diadakan 21 Mei 2026 lalu, Bittime resmi membagikan kolaborasi strategis bersama Nobu Bank melalui integrasi akses virtual account (VA) Nobu Bank yang kini telah tersedia di platform Bittime. Langkah in dipandang sebagai inovasi Bittime dalam menghadirkan akses investasi aset digital yang lebih mudah dipahami, praktis, dan dapat diakses kapan saja oleh investor Indonesia.

Business Director Bittime, Junji Misael menyampaikan bahwa pihaknya berharap untuk dapat memfasilitasi diversifikasi aset investor Indonesia di tengah volatilitas pasar. Terutama melalui onboarding dari Rupiah ke aset-aset global seperti Tokenized USD, Emas, dan US stocks secara praktis dan efisien, sehingga diversifikasi aset menjadi lebih accessible.

“Kami berharap dengan membagikan cashback sebesar 20% dengan nilai maksimal Rp100.000 dalam bentuk USDT, masyarakat dapat mulai berinvestasi dari rupiah ke aset-aset digital dengan lebih efisien. Apalagi, investor dapat mengakses aset digital dan aset global berbasis tokenisasi hanya dalam satu platform. Inilah makna dari kampanye cashback 10 Minutes from Indonesia to Wall Street,” ujar Junji.

Dengan Bittime, investor dapat mengakses berbagai aset global seperti dolar AS, emas, hingga saham-saham Amerika Serikat berbasis tokenisasi secara fraksional dan tersedia 24/7. Hal ini, memberikan kesempatan bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap aset global tanpa harus menghadapi hambatan investasi lintas negara yang selama ini dianggap rumit.

Lebih lanjut, tren diversifikasi aset semakin relevan di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar yang mendorong investor mencari instrumen dengan nilai riil dan bergerak lebih stabil sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko dan optimalisasi portofolio.

Hal ini, tercermin dari pertumbuhan aset Nasdaq tokenized ETF ($QQQX) yang mengalami kenaikan sekitar 33% sejak pertengahan Maret 2026, berdasarkan indeks pasar perdagangan di Bittime. Ini menunjukkan bagaimana investor Indonesia kini dapat memperoleh eksposur terhadap pertumbuhan pasar global melalui aset tokenisasi aset global.

Apalagi saat ini, investor dapat memperdagangkan saham AS secara langsung menggunakan Rupiah tanpa perlu menukarkan dana ke USD terlebih dahulu melalui Bittime. Selain itu, Bittime juga mendukung perdagangan 24/7 untuk memanfaatkan peluang profit kapan saja dengan biaya trading tetap sebesar 0,2%-0,3% dan menghemat hingga 90% tanpa biaya tambahan.

Melalui kampanye cashback “10 Menit dari Indonesia ke Wall Street”, Bittime dan Nobu Bank berharap dapat memperluas literasi keuangan serta mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas terhadap inovasi keuangan digital yang semakin terhubung dengan pasar global.

Seiring berkembangnya regulasi dan meningkatnya adopsi tokenisasi aset secara global, Bittime berharap untuk dapat terus menghadirkan berbagai inovasi layanan yang relevan dengan dinamika pasar, serta kebutuhan investor di Indonesia, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, kepatuhan terhadap regulasi, dan penguatan ekosistem aset keuangan digital di dalam negeri.

Namun, tentu investor perlu memahami bahwa dinamika pasar memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap strategi portofolio masing-masing. Mengingat, kondisi volatilitas pasar yang dapat menciptakan peluang, sekaligus risiko lebih tinggi bagi para trader.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Sebab, aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lintasarta Perkuat Fondasi Transformasi AI Indonesia Melalui Intelligent Core

Lintasarta memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi industri di era AI melalui jasa andalan Intelligent Core—The Intelligent Foundation Powering Indonesia’s Digital Sovereignty. Intelligent Core membantu organisasi mengubah kompleksitas teknologi menjadi business outcomes yang dibutuhkan pelanggan dan industri melalui integrasi connectivity, cloud, cybersecurity, dan collaboration-AI dalam satu ekosistem digital yang aman, terhubung, dan andal.

Hal tersebut disampaikan dalam Lintasarta Media Gathering yang berlangsung pada Selasa (9/6) di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Lintasarta memaparkan bagaimana percepatan adopsi AI dalam memenuhi kebutuhan organisasi di berbagai sektor dengan cara mengintegrasikan berbagai kapabilitas digital yang dimiliki Lintasarta dalam menghasilkan dampak bisnis yang nyata. Sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan industri.

Menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta menghadirkan Intelligent Core sebagai strategic foundation yang mengintegrasikan empat kapabilitas utama yang dimiliki Lintasarta, yaitu Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (yang biasa disebut 4C capability) dalam satu end-to-end digital solution yang dapat secara signifikany) dalam satu end-to-end  meningkatkan Customer Experience (CX). Fondasi ini dibangun di atas tiga prinsip utama, yaitu Sovereign melalui sovereign infrastructure dan sovereign AI, Integrated melalui one end-to-end solution unifying the 4Cs, serta Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital bagi pelanggan (CX) yang terintegrasi, andal, dan efisien.

“Di era AI, perusahaan membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata. Melalui Intelligent Core ini, kami membantu pelanggan mengintegrasikan infrastruktur digital dan AI dalam satu Solusi Digital yang aman, andal dan saling terhubung, sehingga pelanggan dapat lebih fokus pada inovasi, pertumbuhan, dan daya saing bisnis,” ujar President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan.

Sebagai implementasi nyata dari Intelligent Core, Lintasarta menghadirkan pendekatan berbasis Industry Outcome Stacks yang dirancang sesuai kebutuhan setiap sektor. Melalui pendekatan ini, Lintasarta bertransformasi dari penyedia layanan teknologi menjadi Industry Digital Infrastructure Orchestrator melalui Intelligent Core yang mengintegrasikan kapabilitas digital, AI, digital partner ecosystem, dan managed services untuk menghasilkan dampak bisnis yang lebih terukur.

Lintasarta menghadirkan berbagai solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, seperti diantaranya seperti Secure Banking Stack untuk sektor keuangan, Sovereign Government Stack untuk sektor pemerintahan, Smart Factory Stack untuk manufaktur, Connected Healthcare untuk layanan kesehatan, serta Omnichannel Retail untuk sektor ritel. Setiap solusi dirancang untuk membantu organisasi mempercepat transformasi digital dan AI, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keandalan dan keamanan, serta menciptakan nilai bisnis yang berkelanjutan.

Saat ini Lintasarta melayani lebih dari 2.300 pelanggan korporasi dengan 74.196 jaringan di berbagai sektor industri di seluruh Indonesia, basis yang menjadikan integrasi 4C dalam satu arsitektur digital sebagai keunggulan nyata, bukan sekadar konsep.

Melalui Intelligent Core, Lintasarta memperkuat perannya sebagai mitra strategis transformasi AI yang relevan dan trusted bagi industri nasional. Dengan menggabungkan sovereign infrastructure, AI, dan ekosistem digital yang terintegrasi, Lintasarta berkomitmen membangun fondasi digital yang aman, andal terhubung, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia di era AI.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bank Raya (AGRO) Tegaskan Optimisme Pertumbuhan Bisnis Digital di Public Expose Live 2026

PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya; Kode Emiten: AGRO) turut ambil bagian dalam Public Expose Live 2026

PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya; Kode Emiten: AGRO) turut ambil bagian dalam Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan pada 9 Juni 2026 secara virtual. Dalam kegiatan tersebut, Perseroan menyampaikan kinerja keuangan Kuartal I 2026 sekaligus memaparkan arah strategi bisnis dan pengembangan inovasi yang akan dijalankan guna memperkuat pertumbuhan berkelanjutan. Paparan disampaikan oleh Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, bersama Direktur Bisnis, Kicky Andrie Davetra.

Penyelenggaraan Public Expose secara berkala merupakan bentuk komitmen Bank Raya dalam menjaga keterbukaan informasi serta memberikan gambaran yang komprehensif mengenai perkembangan kinerja dan prospek perusahaan kepada investor maupun publik. Pada kesempatan ini, manajemen menegaskan fokus Perseroan dalam memperkuat peran sebagai bank digital yang menghadirkan layanan transaksi dan pengelolaan keuangan yang mudah diakses, relevan, dan dapat diandalkan bagi segmen usaha, komunitas, maupun individu.

Dalam mewujudkan visi tersebut, Bank Raya mengimplementasikan strategi eksploitasi dan eksplorasi sebagai pendorong pertumbuhan bisnis digital. Melalui strategi eksploitasi, Perseroan mengoptimalkan potensi bisnis yang terdapat dalam ekosistem BRI Group melalui sinergi dengan BRI dan entitas anak perusahaan. Sementara itu, strategi eksplorasi dilakukan dengan memperluas jangkauan pasar di luar ekosistem BRI melalui berbagai kolaborasi dan kemitraan strategis dengan pihak eksternal yang memiliki potensi pertumbuhan.

Ida Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya mengatakan, “Pertumbuhan ini mencerminkan fokus kami pada strategi pertumbuhan bisnis digital berkualitas, kami optimis bisnis digital terus memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. Di tengah dinamika global, kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital. Kami terus mengoptimalkan inovasi produk kepada nasabah melalui ragam solusi keuangan digital yang relevan dengan masyarakat sehingga memberikan stabilitas lebih kuat bagi bisnis kami.”

Perseroan optimis terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang, dengan didukung oleh keunggulan kompetitif sebagai bank digital yang berfokus pada (1) Kekuatan Bank Raya sebagai bank digital dengan jaringan Online to Offline (O2O) terluas di seluruh Indonesia, (2) Inovasi berkelanjutan pada produk digital lintas segmen yang komprehensif (cross segment digital product) yang memungkinkan Bank Raya untuk scale up bisnis dengan cara partnership dan akuisisi end user melalui ekosistem BRI maupun ekosistem digital  lainnya, (3) Optimalisasi Sinergi BRI Group sebagai Digital Attacker untuk melayani pasar UMKM dengan produk yang cepat, relevan, dapat diandalkan, dan lebih mudah diakses oleh nasabah.

Bisnis Digital Terus Tumbuh dan Menjadi Motor Penggerak Kinerja

Bank Raya kembali menunjukkan kinerja yang semakin solid pada Kuartal I 2026. Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan penyaluran kredit digital, pertumbuhan simpanan digital, serta penguatan berbagai indikator fundamental keuangan. Pada periode tersebut, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar. Kinerja ini turut didorong oleh peningkatan Net Interest Margin (NIM) dari 4,87% pada Kuartal I 2025 menjadi 5,78% pada Kuartal I 2026 atau meningkat 91 basis poin secara tahunan, seiring optimalisasi aset produktif dan efisiensi biaya dana.

Dalam rangka menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, Bank Raya terus memperbesar kontribusi bisnis digital terhadap keseluruhan portofolio kredit. Hingga Kuartal I 2026, porsi kredit digital meningkat menjadi 46% dibandingkan 32% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan menargetkan porsi kredit digital dan simpanan digital akan terus mengalami peningkatan sepanjang tahun 2026.

Penyaluran kredit digital tercatat mencapai Rp8,14 triliun atau tumbuh 29,0% secara tahunan, sementara outstanding kredit digital meningkat 33,1% menjadi Rp3,14 triliun. Pertumbuhan tersebut mencerminkan keberhasilan transformasi digital yang dijalankan Bank Raya, khususnya dalam memperluas ekosistem digital dan meningkatkan kualitas layanan bagi nasabah.

Salah satu produk unggulan Bank Raya, Pinang Dana Talangan, terus menunjukkan performa yang positif. Selama tiga bulan pertama tahun 2026, penyaluran Pinang Dana Talangan mencapai Rp7,25 triliun atau tumbuh 33,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Outstanding produk ini juga meningkat 63,0% menjadi Rp1,15 triliun dan telah dimanfaatkan oleh sekitar 52 ribu Agen BRILink serta Agen Gadai.

Bagus mengatakan, “Kami optimis pertumbuhan bisnis digital yang berkelanjutan dapat terus tercapai di sisa tahun 2026.  Optimisme ini tentunya didukung oleh perkuatan inovasi produk digital, penerapan disiplin keuangan yang ketat untuk menjaga profitabilitas, sehingga menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham.”

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Raya mencapai Rp8,44 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan dana murah melalui produk giro dan tabungan yang mencapai Rp3 triliun atau tumbuh 30,2% secara tahunan. Digital Saving menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan sebesar 63,9% menjadi Rp2,30 triliun. Capaian ini menunjukkan semakin tingginya adopsi layanan digital Bank Raya di tengah upaya Perseroan memperluas literasi dan inklusi keuangan digital.

Kondisi likuiditas Perseroan juga tetap terjaga kuat. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 81,64%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 442,55%, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 164,71%, seluruhnya berada di atas ketentuan minimum regulator. Selain itu, Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 41,80% pada Maret 2026, mencerminkan posisi permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Hingga akhir Maret 2026, Bank Raya telah menghadirkan lebih dari 100 fitur dalam Aplikasi Raya yang digunakan oleh lebih dari satu juta nasabah. Berbagai fitur unggulan yang tersedia antara lain Saku Bisnis untuk membantu pengelolaan keuangan usaha, Uang Saku yang mendukung edukasi keuangan digital bagi anak dengan pengawasan orang tua, Saku Bareng untuk kebutuhan menabung bersama secara transparan, serta Kartu Digital Debit Visa yang mendukung transaksi domestik maupun internasional. Dalam waktu dekat, Perseroan juga akan meluncurkan fitur baru yang memungkinkan nasabah mengelola keuangan sekaligus mendukung aktivitas hobi mereka.

“Kami melihat peluang pertumbuhan digital tetap terbuka, namun kami melangkah dengan prinsip kehati-hatian, memastikan setiap ekspansi didukung oleh fundamental yang kuat dan manajemen risiko yang terjaga sebagai bank digital yang mengedepankan inovasi dan kolaborasi untuk tumbuh secara berkelanjutan” Tegas Bagus.

Konsisten Memperkuat Tata Kelola dan Teknologi Informasi

Sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi bisnis digital, Bank Raya terus meningkatkan tata kelola teknologi informasi dan keamanan data melalui penerapan standar internasional ISO/IEC 27001:2022 Information Security Management System (ISMS). Implementasi standar tersebut mencakup pengelolaan risiko, perlindungan informasi, dan pengendalian operasional teknologi informasi yang selaras dengan praktik terbaik global. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan layanan perbankan digital serta memperkuat kepercayaan nasabah, mitra, dan pemangku kepentingan.

Selain itu, pada tahun 2025 Bank Raya meraih predikat “Most Trusted Company” berdasarkan Corporate Governance Perception Index (CGPI). Pengakuan tersebut mencerminkan komitmen Perseroan dalam menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang berlandaskan transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran sesuai standar industri perbankan.

Bank Raya juga secara berkelanjutan melakukan penyempurnaan model bisnis, proses operasional, penerapan kode etik perusahaan, penguatan komitmen anti fraud, serta memperoleh berbagai sertifikasi internasional seperti ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan, ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, ISO/IEC 27001:2022 Sistem Manajemen Keamanan Informasi, dan ISO 20000-1:2018 IT Service Management System.

Sepanjang tahun 2025, Bank Raya berhasil meraih 23 penghargaan dari berbagai institusi nasional yang kredibel. Beberapa di antaranya adalah Kata Data Green Safe Award, IICD Awards 2025 Category Corporate Governance Conference, Anugerah Inspiratif Liputan6.com 2025 untuk kategori Digitalisasi Inovasi Perbankan Digital Berbasis Komunitas, Investor Daily ESG Appreciation untuk kategori Initiative in Social Innovation, serta Indonesia Best CX-EX Strategy 2025.

Memasuki tahun 2026, Bank Raya kembali memperoleh pengakuan internasional melalui penghargaan World’s Best Bank Awards 2026 dari Forbes. Perseroan juga meraih penghargaan pada bidang inovasi digital, di antaranya Indonesia Digital Innovation Awards (IDIA) 2026 dan Digital Innovation Awards 2026. Berbagai pencapaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Bank Raya dalam menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi nasabah dan masyarakat luas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KLB Uji Coba LRT Jabodebek Mulai Dimanfaatkan Pengguna pada Jam Sibuk Pagi

KAI mengevaluasi pengoperasian KLB uji coba LRT Jabodebek di jam sibuk pagi 8–12 Juni 2026. KLB relasi Jati Mulya–Dukuh Atas BSI pukul 07.14 WIB melayani 950 pengguna pada Senin 8/6 dan 914 pengguna Selasa 9/6. KLB Harjamukti–Dukuh Atas BSI pukul 07.22 WIB yang baru jalan Selasa 9/6 melayani 328 pengguna. Data tap in 05.00–08.00 WIB menunjukkan Harjamukti tertinggi 9.365 pengguna, disusul Cikunir 1 4.486, Jati Mulya 4.299, Bekasi Barat 3.419, Cikoko 3.404, dan Kampung Rambutan 2.020. KAI menyebut KLB sebagai langkah adaptif untuk distribusi penumpang agar perjalanan lebih nyaman, sambil tetap jaga keselamatan dan keandalan layanan.

KAI mulai mengevaluasi respons pengguna terhadap pengoperasian Kereta Luar Biasa (KLB) uji coba LRT Jabodebek yang dijalankan pada jam sibuk pagi sebagai bagian dari upaya menjaga kenyamanan perjalanan pengguna.

Pengoperasian KLB ini dilakukan pada lintas Jati Mulya – Dukuh Atas BSI dan Harjamukti – Dukuh Atas BSI untuk mendukung distribusi pengguna LRT Jabodebek pada sejumlah perjalanan pagi yang memiliki intensitas mobilitas tinggi menuju pusat aktivitas di Jakarta.

Berdasarkan data pada Selasa (9/6) pukul 12.00 WIB, KLB uji coba lintas Jati Mulya – Dukuh Atas BSI pada Senin (8/6) tercatat melayani 950 pengguna, sementara pada Selasa (9/6) melayani 914 pengguna. Adapun KLB lintas Harjamukti – Dukuh Atas BSI yang mulai dioperasikan pada Selasa (9/6), telah melayani 328 pengguna.

KLB uji coba tersebut beroperasi mulai 8 Juni hingga 12 Juni 2026 dengan jadwal keberangkatan lintas Jati Mulya – Dukuh Atas BSI pukul 07.14 WIB dan lintas Harjamukti – Dukuh Atas BSI pukul 07.22 WIB.

Masih dengan data yang sama, berdasarkan pantauan antara pukul 05.00–08.00 WIB, terdapat sejumlah stasiun dengan volume tap in tertinggi, yakni :

Stasiun Harjamukti : 9.365 pengguna,

Stasiun Cikunir 1 : 4.486 pengguna,

Stasiun Jati Mulya : 4.299 pengguna,

Stasiun Bekasi Barat : 3.419 pengguna,

Stasiun Cikoko : 3.404 pengguna, dan

Stasiun Kampung Rambutan : 2.020 pengguna.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa pengoperasian KLB uji coba merupakan langkah adaptif KAI dalam mengevaluasi pola perjalanan pengguna pada jam dengan volume tertinggi di pagi hari.

“KAI melakukan uji coba penambahan frekuensi perjalanan pada pagi hari untuk mendukung distribusi pengguna agar perjalanan dapat lebih nyaman, khususnya pada lintas dengan mobilitas tinggi menuju pusat aktivitas,” ujarnya.

Di balik pelaksanaan KLB uji coba tersebut, KAI terus melakukan berbagai penyesuaian operasional untuk memastikan penambahan perjalanan dapat berjalan selaras dengan pola operasi reguler tanpa mengurangi aspek keselamatan dan keandalan layanan.

Persiapan dilakukan mulai dari kesiapan sarana, pengaturan pola operasi perjalanan, hingga koordinasi antar petugas operasional dan stasiun guna menjaga kelancaran layanan pada jam sibuk pagi.

KAI akan terus melakukan evaluasi terhadap pengoperasian KLB uji coba ini dengan tetap mengedepankan keselamatan, keandalan layanan, serta kenyamanan pengguna LRT Jabodebe

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES