BINUS ASO Pindah ke BSD, Apa Untungnya?

BINUS ASO School of Engineering resmi akan berpindah
dari Alam Sutera ke kawasan D-HUB SEZ di BSD City. Perpindahan ini menjadi
langkah strategis untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan
dunia industri teknologi global sekaligus memperkuat posisi BINUS ASO sebagai
salah satu pilihan terbaik untuk Program International di Indonesia. Relokasi
ini akan menghadirkan kampus baru dengan fasilitas modern dan membuka lebih
banyak peluang bagi mahasiswa. Simak selengkapnya di artikel berikut!

Apa Itu D-HUB SEZ BSD?

D-HUB SEZ BSD adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten yang dikembangkan oleh
Sinar Mas Land di BSD City. Kawasan seluas 60 hektar ini ditetapkan pada
Oktober 2024 sebagai pusat inovasi terintegrasi yang berfokus pada empat sektor
utama, yaitu kesehatan, pendidikan, teknologi digital, dan ekonomi kreatif.

D-HUB SEZ dirancang untuk menjadi pusat pertumbuhan
ekonomi berbasis kreativitas dan teknologi di Indonesia. Kawasan ini juga
menghadirkan ekosistem pendidikan internasional dengan kehadiran institusi
global seperti Monash University Indonesia dan BINUS University.

Sebagai satu-satunya KEK di Jabodetabek, D-HUB
menawarkan infrastruktur modern, smart buildings, akses strategis, serta
berbagai insentif investasi bagi perusahaan nasional maupun internasional.
Kawasan ini diproyeksikan mampu menarik investasi hingga Rp18,8 triliun dan
menciptakan sekitar 13.000 lapangan kerja baru.

Memasuki tahun 2026, pengembangan kawasan ini akan
difokuskan pada operasional Biomedical Campus serta penguatan sektor
kesehatan dan pendidikan berbasis teknologi. Kehadiran BINUS ASO di kawasan ini
tentu menjadi keuntungan besar bagi mahasiswa yang ingin merasakan pengalaman
kuliah program international dengan lingkungan belajar yang modern dan
relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Keunggulan Lokasi Baru
BINUS ASO School of Engineering

Berikut beberapa keunggulan utama yang ditawarkan:

1. Dekat dengan pusat industri teknologi

Salah satu keuntungan utama kepindahan BINUS ASO ke
D-HUB SEZ adalah lokasinya yang berada di pusat ekosistem teknologi dan
digital. Kawasan ini memang dirancang sebagai hub inovasi untuk perusahaan
teknologi, startup, industri kreatif, hingga sektor kesehatan modern.

Lokasinya sangat strategis karena hanya sekitar lima
menit dari akses Tol Serbaraja dan memiliki konektivitas yang baik menuju
Jakarta maupun Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hal ini membuat mahasiswa
lebih mudah menjangkau berbagai perusahaan global untuk kegiatan akademik
maupun profesional.

Selain itu, status KEK membuat banyak perusahaan
tertarik membangun fasilitas riset dan bisnis di kawasan ini. Dengan begitu,
mahasiswa BINUS ASO akan belajar di lingkungan yang sangat dekat dengan
perkembangan teknologi terkini dan kebutuhan industri global.

Kondisi ini juga mendukung mahasiswa yang memiliki
impian untuk kuliah ke luar negeri atau mengikuti Program Double Degree karena
mereka sudah terbiasa berada dalam lingkungan internasional sejak masa
perkuliahan.

2. Infrastruktur modern

D-HUB SEZ BSD dibangun dengan konsep smart ecosystem
yang menggabungkan teknologi, keberlanjutan, dan kenyamanan. Kawasan ini
dilengkapi smart buildings, infrastruktur digital modern, ruang terbuka
hijau, hingga fasilitas medis berkonsep modern. Lingkungan seperti ini tentu
sangat mendukung proses belajar mahasiswa teknik dan teknologi. Mahasiswa dapat
merasakan atmosfer kampus masa depan yang lebih adaptif terhadap perkembangan
industri digital.

Manfaat Lokasi Baru BINUS
ASO bagi Mahasiswa

Dengan lokasi baru ini, mahasiswa dapat memperoleh
berbagai manfaat, seperti:

1. Networking industri global

Berada di kawasan yang dipenuhi perusahaan teknologi dan
institusi internasional memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk membangun
networking industri global. Selain memperluas relasi, hal tersebut juga
membuka akses terhadap peluang karier internasional, wawasan tren industri
terbaru, hingga kesempatan bertemu mentor profesional dari berbagai negara.
Mahasiswa BINUS ASO nantinya memiliki kesempatan lebih besar untuk mengikuti
kolaborasi industri, seminar internasional, hingga proyek bersama perusahaan
global.

2. Peluang magang yang lebih luas

Karena berada di kawasan digital hub yang menjadi
rumah bagi startup dan perusahaan teknologi global, mahasiswa BINUS ASO akan
memiliki akses yang lebih mudah terhadap peluang magang. Kedekatan lokasi
dengan berbagai perusahaan memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja
nyata sejak masih kuliah. Pengalaman ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi,
membangun portofolio profesional, dan memperluas peluang kerja setelah lulus.

Dengan lingkungan yang semakin terhubung dengan industri
internasional, BINUS ASO School of Engineering menghadirkan pengalaman akademik
yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa untuk bersaing di tingkat global.
Tertarik merasakan pengalaman belajar teknologi di lingkungan internasional
modern? Cari informasi lengkap dan bergabung bersama BINUS ASO School of Engineering sekarang juga!

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hukum Perdagangan Internasional hingga Siber Jadi Fokus Magister Hukum Bisnis BINUS University

BINUS University melalui BINUS Graduate Program secara resmi meluncurkan Magister Hukum Bisnis/Master of Business Law, sebuah program S2 yang dirancang untuk mempersiapkan profesional dan calon pemimpin masa depan agar mampu menghadapi tantangan hukum di era digital dan globalisasi.

Transformasi digital yang dipicu oleh
perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), ekonomi digital,
dan perdagangan internasional telah mengubah cara dunia bisnis beroperasi. Di
tengah perubahan tersebut, berbagai isu hukum baru terus bermunculan, mulai
dari keamanan siber, perlindungan data, sengketa bisnis digital, hingga
kompleksitas regulasi dalam perdagangan lintas negara. Kondisi ini menuntut
hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya memahami hukum, tetapi juga mampu
melihat keterkaitannya dengan teknologi, bisnis, dan dinamika global.

Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS
University melalui BINUS Graduate Program secara resmi meluncurkan Magister
Hukum Bisnis/Master of Business Law
, sebuah program S2 yang dirancang untuk
mempersiapkan profesional dan calon pemimpin masa depan agar mampu menghadapi
tantangan hukum di era digital dan globalisasi.

Peluncuran program ini diselenggarakan di
BINUS @Kemanggisan, Kampus Anggrek, Jakarta Barat (26/6) dan dihadiri oleh mahasiswa,
akademisi, praktisi hukum, regulator, dan khalayak umum. Acara dibuka oleh
Direktur BINUS Graduate Program, Prof. Dr. Sani M. Isa, S.Si, M.Kom dan
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia
(PERADI), Dr. Hermansyah Dulaimi. Dilanjutkan dengan keynote
session
yang menghadirkan Ketua Komisi III DPR RI, Dr. Habiburokhman,
S.H., M.H.
dan Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro
Esti Widya Putri, B.A., M.S.c.

Dalam paparannya, keynote speakers
menyoroti pentingnya kesiapan regulasi dan sumber daya manusia dalam menghadapi
percepatan transformasi digital yang memengaruhi aktivitas perdagangan,
investasi, dan bisnis di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu,
dibahas pula bagaimana hukum harus mampu berkembang secara adaptif agar dapat
menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha yang terus berubah.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, BINUS
University juga menggelar seremoni peluncuran Magister Hukum Bisnis/Master of
Business Law yang menandai komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan
hukum yang relevan dengan tantangan masa depan. Program ini dirancang untuk
membekali mahasiswa dengan perspektif multidisipliner yang menghubungkan aspek
hukum, bisnis, teknologi, dan hubungan internasional.

Magister Hukum Bisnis/Master of Business
Law BINUS University memiliki fokus pada hukum perdagangan internasional
yang diperkuat dengan pemahaman mengenai Cyber Law, ICT Law,
dan Digital Forensics. Melalui pendekatan tersebut,
mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai isu hukum yang muncul dalam
ekosistem bisnis modern, termasuk transaksi digital, keamanan siber,
perlindungan data, perdagangan internasional, serta penyelesaian sengketa yang
melibatkan teknologi.

Berbeda dengan program magister hukum pada
umumnya, Magister Hukum Bisnis/Master of Business Law BINUS University terbuka
bagi lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Pendekatan ini

memberikan kesempatan bagi para profesional
dari latar belakang bisnis, teknologi, komunikasi, pemerintahan, maupun bidang
lainnya untuk memperdalam pemahaman mereka mengenai aspek hukum yang semakin
penting dalam dunia kerja dan industri.

Program ini juga mengadopsi model
pembelajaran hybrid learning yang memungkinkan mahasiswa
mengikuti perkuliahan secara fleksibel melalui kombinasi kelas daring dan
luring. Selain itu, durasi studi 18 bulan yang diterapkan memungkinkan proses
studi berlangsung lebih efisien sehingga mendukung kebutuhan para profesional
yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan aktivitas karier
mereka.

Rangkaian peluncuran turut menghadirkan
talkshow bertema ‘Law in the Age of AI and Digital Economy in International
Trade’
yang mempertemukan perspektif akademisi dan praktisi dalam membahas
berbagai isu hukum kontemporer. Sesi ini menghadirkan Yakup Putra Hasibuan,
CEO Perqara dan pengacara di Hasibuan & Hasibuan, Dr. Tia Mariatul
Kibtiah
dari Dosen International Relation BINUS University, serta Dr.
Muhammad Reza Syariffudin Zaki,
Dosen Business Law BINUS University
sekaligus Managing Partner Reza Zaki Law Firm.

Diskusi menyoroti berbagai perkembangan
yang tengah membentuk lanskap hukum bisnis global. Dari sisi teknologi,
pembahasan mencakup perkembangan cyber law, praktik litigasi modern,
penyelesaian sengketa bisnis, hingga tantangan hukum yang muncul dalam ekosistem
digital dan platform teknologi. Para pembicara juga membahas bagaimana
perubahan geopolitik dan geoekonomi global semakin memengaruhi arah perdagangan
internasional, investasi, serta pembentukan kebijakan hukum di berbagai negara.

Perspektif hubungan internasional turut
menjadi sorotan, khususnya terkait dinamika konflik global, peran ASEAN, serta
implikasinya terhadap stabilitas kawasan dan perkembangan regulasi di berbagai
negara. Dalam konteks tersebut, hukum bisnis dinilai memiliki peran strategis
dalam menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan berbagai perubahan yang terjadi
di tingkat global.

Melalui diskusi tersebut, para peserta
memperoleh gambaran mengenai bagaimana perkembangan teknologi, perdagangan
internasional, dan geopolitik global kini saling terhubung dan memengaruhi
praktik hukum modern. Situasi ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap
profesional hukum yang memiliki perspektif multidisipliner semakin penting di
masa mendatang.

“Dengan diluncurkannya Magister Hukum
Bisnis/Master of Business Law, kami berharap dapat berkontribusi dalam mencetak
generasi profesional yang mampu memahami kompleksitas hubungan antara hukum,
bisnis, teknologi, dan dinamika global, sekaligus menghadirkan solusi yang
relevan bagi perkembangan industri dan masyarakat,” ujar Prof. Dr. Shidarta,
S.H., M.Hum
selaku Head of Program Master of Business Law BINUS University.
Ia menambahkan bahwa penerimaan mahasiswa untuk kelas perdana pada September
2026
telah dibuka dan ini menjadi bagian dari komitmen BINUS University
dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang selaras dengan semangat fostering
and empowering the society in building the nation.
***

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PetroSync Supports Operational Performance Through Specialized Training Solutions

Enhance operational performance with PetroSync’s specialized training programs for oil and gas, petrochemical, power, and mining professionals.

When Operational Performance Depends on Workforce Reliability

Unexpected Equipment Issues Continue to Interrupt Operational Targets

In industrial operations, productivity often depends on the reliability of equipment and the people responsible for maintaining it. Yet many organizations continue to experience unexpected equipment issues that interrupt production schedules and create pressure on operational teams.

When critical assets fail without warning, the impact is rarely limited to maintenance activities. Production plans are disrupted, deadlines become harder to achieve, and operational priorities shift from improvement to recovery.

Maintenance Backlogs Create Pressure on Daily Operations

As facilities grow and assets age, maintenance teams frequently find themselves managing increasing workloads. Planned activities compete with urgent repairs, inspections, and operational requests, creating a backlog that becomes difficult to control.

Over time, unresolved maintenance tasks can increase operational risks and make it harder for organizations to maintain consistent performance across their facilities.

Teams Spend More Time Solving Problems Than Preventing Them

Many organizations remain trapped in a reactive cycle. Teams spend significant amounts of time responding to equipment failures and operational disruptions instead of focusing on preventive strategies that could reduce future issues.

This approach often creates short-term solutions without addressing the underlying causes of recurring problems, leading to repeated challenges and ongoing resource consumption.

Reliability Challenges Affect Productivity Across Multiple Functions

Reliability issues are rarely isolated to one department. Engineering teams, maintenance personnel, operations staff, and management all feel the impact when equipment performance becomes unpredictable.

A recurring equipment problem can affect production targets, maintenance schedules, project timelines, and overall business performance, making reliability a company-wide concern rather than a purely technical issue.

Workforce Capability Gaps Limit Long-Term Operational Improvement

As experienced professionals retire and workforce transitions continue, many organizations face challenges in maintaining critical technical knowledge. New employees may have strong academic backgrounds but limited exposure to real operational environments.

Without structured development programs, these capability gaps can limit an organization’s ability to improve reliability performance and achieve long-term operational goals.

Enhancing Reliability and Maintenance Competency Through Targeted Training

Shifting from Reactive Maintenance to a More Proactive Reliability Culture

Organizations seeking sustainable performance improvements often begin by changing how they approach maintenance and reliability. Instead of focusing solely on fixing problems after they occur, they invest in building the competencies needed to anticipate and prevent failures.

This shift helps teams spend less time responding to emergencies and more time supporting strategic operational objectives.

Building Industry-Recognized Expertise Through Certified Maintenance & Reliability Professional Training

Many organizations strengthen workforce capabilities through programs such as Certified Maintenance & Reliability Professional Training. These structured learning opportunities help professionals understand maintenance and reliability principles that support better operational decision-making.

Participants often gain practical insights that can be applied immediately within their organizations, helping them contribute more effectively to asset performance improvement initiatives.

Strengthening Coordination Between Maintenance, Engineering, and Operations Teams

Operational excellence depends on collaboration between multiple functions. Maintenance teams cannot improve reliability on their own, just as engineering and operations teams cannot achieve long-term performance improvements without alignment.

Training helps create a common understanding across departments, improving communication and supporting more effective decision-making when operational challenges arise.

Applying Reliability Best Practices to Improve Asset Availability and Performance

Organizations that consistently achieve strong asset performance often follow structured reliability practices rather than relying solely on experience or instinct. Understanding these proven approaches helps teams make more informed decisions regarding maintenance planning and asset management.

Professionals interested in strengthening their knowledge frequently explore concepts related to Certified Maintenance & Reliability Professional methodologies and their role in improving operational performance.

Supporting Sustainable Workforce Growth Through Continuous Professional Development

Workforce development has become a strategic priority across industrial sectors. As technology advances and operational expectations increase, organizations must continually invest in their people to remain competitive.

Continuous learning initiatives help employees develop new skills while ensuring organizations maintain the capabilities needed to support future growth and operational excellence.

Why PetroSync Is a Preferred Training Partner for Industrial Professionals

Industry-Relevant Programs Designed Around Real Operational Challenges

Training is most effective when it reflects the realities professionals encounter in their daily work. Programs that address real operational challenges help participants connect learning outcomes directly to workplace responsibilities.

This practical relevance increases engagement and improves the likelihood that new knowledge will be applied after the training is completed.

Experienced Instructors with Practical Maintenance and Reliability Backgrounds

Learning from professionals with direct industry experience provides valuable context that extends beyond theoretical concepts. Real-world examples help participants understand how reliability challenges are addressed within active industrial environments.

These practical insights often become one of the most valuable aspects of the learning experience.

Hands-On Learning That Delivers Immediate Workplace Impact

Many professionals attend training because they are looking for solutions they can apply immediately. Whether improving maintenance planning, supporting reliability initiatives, or contributing to operational improvements, practical learning creates value that extends well beyond the classroom.

This focus on application helps organizations maximize the return on their workforce development investments.

Flexible Training Options for Individual and Corporate Development Needs

Industrial organizations often operate under demanding schedules and resource constraints. Flexible learning formats make it easier for individuals and teams to continue developing their skills while maintaining operational commitments.

As a result, professional development can remain a priority without disrupting day-to-day business activities.

Professional Development Programs Delivered by PetroSync

As organizations continue to focus on reliability, operational performance, and workforce readiness, technical competency remains one of the most important factors influencing long-term success. Through specialized learning solutions, PetroSync supports engineering and maintenance professionals in strengthening their expertise, improving workplace performance, and contributing more effectively to organizational objectives.

For companies seeking sustainable operational improvements, investing in workforce development is not simply a training initiative—it is a strategic step toward building more reliable operations and stronger business outcomes.

Press Release ini juga tayang di VRITIMES

Indonesia Buka Akses Lebih Luas bagi Investor Eurasia Lewat INNOPROM 2026

Partisipasi Indonesia Buka Pintu Kemitraan Industri dengan Eurasia

Kehadiran Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 membuka akses langsung bagi investor dan pelaku usaha Eurasia untuk menjajaki peluang kemitraan industri di Indonesia, yang kini bergerak di bawah kerangka kebijakan industri baru, Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN). INNOPROM 2026 yang akan berlangsung pada 6-9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia, menjadi titik temu antara pelaku industri Eurasia dan ekosistem industrialisasi Indonesia yang tengah bertransformasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi hanya menawarkan potensi pasar, tetapi juga menghadirkan arah pembangunan industri yang jelas dan terukur. “Melalui Strategi Baru Industrialisasi Nasional, Indonesia membangun fondasi industri yang lebih kuat, modern, dan berkelanjutan. Kami membuka ruang yang luas bagi kemitraan internasional yang mampu menghadirkan investasi berkualitas, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri nasional,” ujarnya.

SBIN merupakan respon Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terhadap perubahan ekonomi global yang semakin cepat, mulai dari percepatan digitalisasi, transisi energi, hingga pergeseran rantai pasok global, sekaligus menjadi peta jalan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Strategi ini berpijak pada visi pembangunan nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dan menjadi panduan utama dalam menjalankan industrialisasi yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. SBIN akan menjalankan empat prioritas yang membuka ruang kemitraan bagi investor Eurasia di berbagai sektor industri Indonesia. Empat pilar prioritas tersebut termasuk penguatan produksi manufaktur bernilai tambah lebih dari sumber daya alam, penguasaan teknologi industri melalui peta jalan Making Indonesia 4.0, industrialisasi hijau dan pengembangan sumber daya manusia industri.

Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia di INNOPROM 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri jangka panjang bagi kawasan Eurasia. “Tujuan utama keikutsertaan Indonesia di INNOPROM 2026 adalah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri jangka panjang bagi kawasan Eurasia. Pada pameran ini, Indonesia akan memperkenalkan SBIN yang memungkinkan Indonesia untuk membangun ekosistem manufaktur yang terstruktur, transparan, dan lebih terbuka bagi kolaborasi internasional,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta (24/6).

Indonesia memasuki INNOPROM 2026 dengan posisi yang kuat sebagai negara manufaktur terbesar di Asia Tenggara. Nilai Tambah Manufaktur (Manufacturing Value Added/MVA) Indonesia mencapai USD 265 miliar, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-13 dunia. Ekspor manufaktur nonmigas Indonesia hingga Agustus 2025 mencapai USD 147,9 miliar atau hampir 80 persen dari total ekspor nasional. Basis industri inilah yang menjadi fondasi konkret dari kehadiran Indonesia di Ekaterinburg. Partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026 akan membawa lebih dari 50 pelaku industri yang siap membuka peluang kemitraan yang konkret bagi pelaku industri dan investor di Eurasia. Terdapat empat peluang kerja sama utama yang ditawarkan Indonesia kepada mitra Eurasia. Pertama, kemitraan teknologi dan alih teknologi bagi perusahaan yang memiliki keunggulan di bidang mesin industri, sistem otomasi, petrokimia, dan material untuk berkolaborasi dengan industri nasional yang sedang mempercepat modernisasi proses produksinya melalui zona paviliun industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) serta industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT). Kedua, peluang investasi langsung di kawasan industri yang telah siap beroperasi dan dikelola secara profesional, dengan dukungan kepastian regulasi yang diperkuat melalui Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN).

Ketiga, kerja sama dalam pengembangan rantai pasok hilirisasi komoditas strategis seperti nikel, bauksit, tembaga, kobalt, dan lithium yang membuka kebutuhan besar akan teknologi pengolahan dan rekayasa material. Keempat, kolaborasi di sektor agro dan pangan bernilai tambah melalui zona paviliun AGRO, yang menawarkan peluang kemitraan di bidang teknologi pengolahan pangan, logistik, hingga perluasan akses distribusi dan pasar. Melalui partisipasi sebagai Official Partner Country, Indonesia tidak hanya menampilkan capaian industrinya, tetapi juga menawarkan kerangka kerja sama yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Dengan dukungan SBIN, INNOPROM 2026 diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan investasi, transfer teknologi, serta kemitraan industri jangka panjang yang memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai manufaktur global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Jasa Marga Siaga Operasional, Siap Hadapi Periode Libur Sekolah Juni-Juli 2026

Jasa Marga Siaga Operasional, Siap Hadapi Periode Libur Sekolah Juni-Juli 2026

Jakarta (28/06), PT Jasa Marga (Persero) Tbk siap menyiagakan seluruh lini operasional di jaringan jalan tol Jasa Marga Group dalam mengantisipasi potensi peningkatan mobilitas masyarakat pada periode libur sekolah Juni-Juli 2026. Jasa Marga memastikan kesiapsiagaan personel, penguatan kapasitas transaksi di gerbang tol, pematangan skenario rekayasa lalu lintas, hingga optimalisasi fasilitas di rest area untuk menjamin pelayanan jalan tol yang andal untuk masyarakat.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyatakan bahwa Perseroan telah mempersiapkan sejumlah langkah dalam memastikan perjalanan masyarakat berlangsung dengan lancar, aman, dan nyaman selama periode libur panjang tersebut.

“Peningkatan volume lalu lintas kami antisipasi dengan kesiapan operasional yang matang di lapangan. Jasa Marga Group menyiagakan seluruh aspek pelayanan, mulai dari transaksi, pengaturan lalu lintas, hingga pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat menikmati perjalanan yang berkeselamatan hingga tiba di tujuan,” ungkap Rivan.

Dalam menghadapi potensi lonjakan volume kendaraan tersebut, Jasa Marga telah menuntaskan seluruh program preservasi berkala sebelum masa liburan dimulai untuk menjamin kualitas infrastruktur jalan tol berada dalam kondisi optimal. Selain penyelesaian pemeliharaan rutin dan preventif di seluruh ruas operasional, Jasa Marga juga menyiagakan tim patching yang bertugas selama 24 jam secara shift untuk menangani perbaikan darurat secara cepat tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

“Skenario rekayasa lalu lintas di berbagai titik yang berpotensi mengalami kepadatan juga telah kami matangkan. Rekayasa lalu lintas seperti contraflow, pengalihan arus kendaraan, ramp metering akan diterapkan secara situasional berdasarkan diskresi Kepolisian,” lanjut Rivan.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan, Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk mengoptimalkan perencanaan perjalanan menggunakan aplikasi Travoy. Aplikasi ini menyediakan berbagai informasi penting seperti kondisi lalu lintas terkini, pantauan CCTV real time, lokasi titik rawan (blackspot), tarif tol, hingga informasi lokasi dan fasilitas rest area. Selain itu, Travoy juga dilengkapi fitur layanan darurat yang memungkinkan pengguna mengakses layanan derek online, terhubung langsung dengan One Call Center 133, serta fitur Chat Us yang siaga selama 24 jam untuk memberikan respons cepat apabila pengguna jalan menghadapi kendala di lajur tol.

Kesiapan di lajur jalan tol juga diimbangi dengan kesiapan 62 rest area di sepanjang ruas tol Jasa Marga Group yang terdiri atas 26 rest area dikelola langsung oleh Jasa Marga (Travoy Rest) dan 38 Rest Area Mitra. Untuk memfasilitasi pengguna kendaraan listrik, Jasa Marga telah mengoperasikan total 207 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 58 lokasi rest area.

“Kami senantiasa mendampingi perjalanan masyarakat dengan memastikan seluruh kanal informasi operasional terkini serta layanan darurat 24 jam siaga penuh melalui One Call Center 133. Dengan seluruh kesiapan operasional dan teknologi yang menyeluruh, Jasa Marga berkomitmen semangat Melayani Sepenuh Hati untuk menghadirkan layanan jalan tol yang andal dan berkualitas sehingga seluruh keluarga Indonesia dapat menikmati perjalanan libur sekolah dengan lancar, aman, dan nyaman,” tutup Rivan.

Jasa Marga mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk memastikan kendaraan maupun pengemudi dalam kondisi prima sebelum memulai perjalanan, memastikan kecukupan bahan bakar serta saldo kartu uang elektronik, mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan, serta terus memantau kondisi lalu lintas melalui CCTV real time di aplikasi Travoy. Informasi lalu lintas terkini dan permintaan pelayanan lalu lintas juga bisa didapatkan melalui One Call Center 133 Jasa Marga, akun X @PTJASAMARGA, aplikasi Travoy dan media sosial resmi Jasa Marga.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pelanggan Daop 2 Bandung Naik 7,4 Persen pada 1 Minggu Awal Masa Liburan Sekolah

Info Daop 2 Bd

Minggu, 28 Juni 2026

Pelanggan Daop 2 Bandung Naik 7,4 Persen pada 1 Minggu Awal Masa Liburan Sekolah

Bandung (Jawa Barat), 28 Juni 2026 – Antusiasme masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api selama masa libur sekolah terus menunjukkan tren positif. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat penjualan tiket Kereta Api (KA) Jarak Jauh dari semua kelas layanan pada periode 20 hingga 26 Juni 2026 mencapai 94.090 tiket.

Jumlah tersebut meningkat 7,4 persen dibandingkan periode satu minggu sebelumnya, yakni 13 hingga 19 Juni 2026 yang mencatat penjualan tiket Kereta Api (KA) Jarak Jauh dari semua kelas layanan sebanyak 87.580 tiket. Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat memanfaatkan layanan kereta api sebagai pilihan utama perjalanan selama musim liburan.

Salah satu faktor yang mendorong meningkatnya volume pelanggan adalah program stimulus pemerintah berupa pemberian diskon tarif sebesar 30 persen untuk KA Ekonomi Komersial yang berlaku untuk keberangkatan mulai 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Pada periode tersebut, KAI Daop 2 Bandung menyediakan sebanyak 64.640 tempat duduk untuk pelanggan yang ingin menikmati perjalanan dengan tarif lebih terjangkau.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan bahwa program stimulus pemerintah memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api selama masa liburan sekolah.

“Peningkatan penjualan tiket sebesar 7,4 persen dibandingkan minggu sebelumnya menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. Program diskon tarif 30 persen untuk KA Ekonomi Komersial menjadi momentum yang sangat baik untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi massal yang aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan selama musim liburan sekolah,” ujar Kuswardojo.

Sementara itu, hingga Minggu, 28 Juni 2026 pukul 09.00 WIB, jumlah pelanggan KA Jarak Jauh keberangkatan awal dari wilayah Daop 2 Bandung yang memanfaatkan program diskon transportasi 30% juga menunjukkan angka yang sangat tinggi. Total tiket yang telah terjual mencapai 80.436 pelanggan dari seluruh stasiun yang dilewati KA tersebut, atau setara dengan 124,4 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan.

Tingkat okupansi yang melampaui 100 persen tersebut merupakan hal yang lazim terjadi dalam operasional kereta api karena adanya sistem naik dan turun penumpang (dinamis) di berbagai stasiun sepanjang lintas perjalanan. Dengan sistem tersebut, satu tempat duduk dapat dimanfaatkan lebih dari satu pelanggan pada segmen perjalanan yang berbeda tanpa mengurangi kenyamanan maupun keselamatan perjalanan.

Kuswardojo menambahkan, KAI Daop 2 Bandung terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal selama periode libur sekolah. Seluruh aspek operasional, pelayanan pelanggan, hingga kesiapan sarana dan prasarana terus dipastikan berjalan optimal guna mengakomodasi meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat yang telah memiliki rencana perjalanan agar segera melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi KAI karena ketersediaan tempat duduk pada sejumlah perjalanan favorit terus bergerak dinamis. KAI Daop 2 Bandung akan terus memberikan pelayanan terbaik agar perjalanan pelanggan selama masa libur sekolah berlangsung dengan aman, nyaman, selamat, dan berkesan,” tutup Kuswardojo.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Nol hingga 1,8 Juta Pengguna: The Genesis Menandai Babak Baru Pertumbuhan dan Kolaborasi Ekosistem FLOQ

Setelah mencapai lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan memperoleh pendanaan strategis sebesar USD 11,3 juta, FLOQ memperkenalkan fase pertumbuhan berikutnya yang berfokus pada inovasi, kolaborasi strategis, dan penguatan ekosistem aset digital Indonesia.

Jakarta, 28 Juni 2026 – Industri aset digital Indonesia memasuki fase perkembangan yang semakin matang.  Setelah bertahun-tahun didorong oleh pertumbuhan pengguna ritel dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aset digital, industri kini bergerak menuju babak baru yang ditandai oleh meningkatnya partisipasi institusi, penguatan kerangka regulasi, serta hadirnya berbagai inovasi yang menghubungkan teknologi blockchain dengan sistem keuangan yang lebih luas.

Di tengah transformasi tersebut, FLOQ merayakan satu tahun perjalanannya melalui acara bertajuk The Genesis, sebuah momentum yang tidak hanya menjadi refleksi atas pencapaian perusahaan selama tahun pertama, tetapi juga menandai dimulainya fase pertumbuhan berikutnya bagi perusahaan dan ekosistem aset digital Indonesia.

Dalam waktu kurang dari satu tahun sejak diluncurkan, FLOQ telah melayani lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, memperoleh pendanaan strategis sebesar USD 11,3 juta, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra global dan institusional.

Namun bagi FLOQ, pencapaian tersebut bukanlah tujuan akhir.

“Tahun pertama adalah fase pembuktian,” ujar Yudhono Rawis, Founder & CEO FLOQ.

“Pembuktian bahwa kami mampu membangun platform yang dipercaya jutaan pengguna. Pembuktian bahwa pertumbuhan dapat dicapai tanpa mengorbankan tata kelola, kepatuhan, dan kepercayaan. Tetapi yang lebih penting, tahun pertama memberikan fondasi bagi apa yang ingin kami bangun ke depan.”

Dari Adopsi Menuju Integrasi

Menurut Yudhono, salah satu perubahan terbesar yang terjadi dalam industri aset digital saat ini adalah bergesernya fokus dari sekadar adopsi menuju integrasi.

Beberapa tahun lalu, percakapan industri masih berpusat pada edukasi dan bagaimana memperkenalkan aset digital kepada masyarakat. Hari ini, diskusi telah berkembang jauh lebih luas, mencakup tata kelola, perlindungan konsumen, stablecoin, tokenisasi , aset dunia nyata, hingga bagaimana aset digital dapat menjadi bagian dari sistem keuangan masa depan.

“Pertanyaannya bukan lagi apakah aset digital akan menjadi bagian dari masa depan. Pertanyaannya adalah bagaimana kita membangun institusi, infrastruktur, dan ekosistem yang mampu mendukung masa depan tersebut secara bertanggung jawab,” lanjutnya.

Sebagai pelaku industri yang juga aktif dalam berbagai forum pengembangan ekosistem, FLOQ melihat bahwa pertumbuhan industri ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kepercayaan, mendorong inovasi, dan menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan.

Memasuki Babak Baru Melalui Kolaborasi Strategis

Sebagai bagian dari fase pertumbuhan berikutnya, FLOQ memperkenalkan sejumlah kolaborasi strategis yang mencerminkan arah perkembangan industri aset digital global.

Salah satunya adalah kolaborasi dengan Ripple dengan menghadirkan Ripple USD (RLUSD), stablecoin enterprise-grade yang dikembangkan oleh Ripple, di ekosistem aset digital Indonesia. Kehadiran RLUSD mencerminkan semakin pentingnya stablecoin sebagai infrastruktur keuangan digital yang menjembatani efisiensi teknologi blockchain dengan kebutuhan dunia nyata, termasuk pembayaran lintas batas, manajemen likuiditas, dan akses terhadap aset berbasis dolar AS.

FLOQ juga mendorong kolaborasi dengan Ondo Finance, yang merepresentasikan salah satu tren paling signifikan dalam industri saat ini, yaitu tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets). Perkembangan ini membuka peluang bagi akses yang lebih luas terhadap instrumen keuangan yang sebelumnya hanya tersedia bagi segmen tertentu.

Menurut FLOQ, kedua perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana industri aset digital semakin bergerak dari fase spekulasi menuju fase utilitas, integrasi, dan adopsi yang lebih luas.

Membangun Ekosistem, Bukan Hanya Perusahaan

FLOQ meyakini bahwa masa depan industri tidak akan dibangun oleh satu perusahaan secara sendiri-sendiri.

Pertumbuhan yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara platform, regulator, institusi, penyedia teknologi, penyedia infrastruktur, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang berperan dalam membentuk fondasi industri.

Sepanjang tahun pertamanya, FLOQ memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra ekosistem termasuk Ripple, Ondo Finance, E-Cloud Valley, Verihubs, dan Adjust, yang mendukung tokenisasi aset dunia nyata, infrastruktur cloud, identitas digital, keamanan, analitik, dan skalabilitas platform.

“Kolaborasi bukan sekadar menghadirkan logo dalam sebuah acara. Kolaborasi adalah bagaimana berbagai pihak dengan keahlian yang berbeda dapat bekerja bersama untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi pengguna dan industri,” kata Yudhono.

The Genesis: Awal dari Babak Berikutnya

Tema The Genesis dipilih bukan untuk merayakan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan untuk menandai sebuah permulaan.  Jika tahun pertama merupakan fase membangun fondasi dan memperoleh kepercayaan pengguna, maka babak berikutnya adalah bagaimana fondasi tersebut digunakan untuk menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat, industri, dan masa depan ekonomi digital Indonesia.

Ke depan, FLOQ akan terus berfokus pada pengembangan produk, perluasan kolaborasi strategis, peningkatan pengalaman pengguna, serta kontribusi terhadap pertumbuhan industri yang lebih matang, inklusif, dan berkelanjutan.

“Pada akhirnya, kami tidak hanya ingin membangun perusahaan yang lebih besar,” tutup Yudhono. “Kami ingin membantu membangun ekosistem yang lebih kuat. The Genesis bukanlah perayaan atas apa yang telah kami capai. Ini adalah awal dari apa yang sedang kami bangun.”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin Masih Berisiko Turun ke US$50.000, Meski Peluang Rebound Belum Tertutup

Jakarta, 28 Juni 2026 – FLOQ merilis laporan Market Outlook pekan keempat Juni 2026 yang menunjukkan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase ketidakpastian tinggi setelah Bitcoin (BTC) kehilangan level psikologis US$60.000. Meskipun harga sempat pulih ke kisaran US$62.000, FLOQ menilai pergerakan tersebut belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

Tekanan terhadap pasar kripto saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor makroekonomi global, keluarnya dana investor institusi dari Spot Bitcoin ETF, hingga meningkatnya perhatian pasar terhadap perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat melalui CLARITY Act.

Menurut Yudhono Rawis, CEO & Founder FLOQ, investor perlu melihat kondisi pasar secara lebih menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada pergerakan harga harian.

“Breakdown di bawah US$60.000 memang menjadi sinyal penting karena level tersebut selama ini dipandang sebagai support psikologis Bitcoin. Namun, investor juga perlu memahami bahwa pergerakan pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor makro global dibandingkan fundamental Bitcoin itu sendiri. Karena itu, kami melihat fase saat ini sebagai periode konfirmasi, bukan titik untuk mengambil keputusan secara emosional,” ujar Yudho.

Tekanan Makro Masih Mendominasi Pergerakan Bitcoin

Dalam laporan tersebut, FLOQ menjelaskan bahwa penurunan Bitcoin pada 24 Juni hingga menyentuh level intraday US$59.023 dipicu oleh beberapa faktor yang terjadi secara bersamaan.

Penguatan dolar Amerika Serikat, kenaikan imbal hasil US Treasury setelah sikap hawkish Federal Reserve, serta aksi jual pada saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.

Kondisi tersebut diperparah oleh likuidasi lebih dari US$850 juta dalam waktu 24 jam, yang sebagian besar berasal dari posisi long berleverage. Efek domino dari likuidasi tersebut turut menekan Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP, hingga saham perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap Bitcoin.

Secara teknikal, Bitcoin juga masih diperdagangkan di bawah sejumlah indikator moving average utama, sehingga struktur downtrend dinilai masih aktif. Area US$64.000 kini menjadi resistance penting yang harus ditembus sebelum pasar dapat mengonfirmasi pemulihan yang lebih kuat.

Bitcoin Treasury Mulai Menghadapi Ujian

Selain pergerakan harga Bitcoin, FLOQ juga menyoroti tekanan yang mulai dirasakan perusahaan-perusahaan dengan strategi Bitcoin Treasury seperti Strategy dan Strive.

Perusahaan-perusahaan tersebut diketahui melakukan akumulasi Bitcoin pada harga rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan harga pasar saat ini. Di tengah pelemahan harga, investor mulai mempertanyakan keberlanjutan model pendanaan berbasis leverage maupun preferred equity yang digunakan untuk membiayai pembelian Bitcoin.

Menurut FLOQ, tantangan terbesar bukan hanya berasal dari potensi unrealized loss, tetapi juga kewajiban pembayaran dividen dan kebutuhan likuiditas apabila pasar bearish berlangsung lebih lama.

“Model Bitcoin Treasury belum pernah benar-benar diuji dalam periode penurunan harga yang panjang. Apabila tekanan harga terus berlanjut, investor akan mulai lebih memperhatikan kemampuan perusahaan dalam mengelola arus kas dibanding sekadar jumlah Bitcoin yang dimiliki,” jelas Yudho.

Outflow ETF Menunjukkan Investor Institusi Masih Berhati-hati

FLOQ mencatat bahwa Spot Bitcoin ETF masih mengalami tekanan dengan outflow kumulatif sekitar US$6 miliar dalam enam minggu terakhir.

Meskipun sempat terjadi inflow pada 23 Juni, jumlah tersebut dinilai belum cukup untuk membalikkan tren. FLOQ menilai pasar membutuhkan arus dana masuk yang konsisten sebelum dapat menyimpulkan bahwa tekanan jual mulai mereda.

Di sisi lain, data on-chain masih menunjukkan aktivitas akumulasi oleh long-term holder dan whale. Namun, akumulasi tersebut belum mampu mengimbangi tekanan dari redemption ETF.

CLARITY Act Berpotensi Menjadi Katalis Terbesar Tahun Ini

Di tengah tekanan jangka pendek, FLOQ menilai perkembangan CLARITY Act masih menjadi katalis positif terbesar bagi pasar aset digital sepanjang tahun 2026.

Teks final regulasi tersebut dijadwalkan dirilis pada awal Juli sebelum memasuki tahap floor vote pada bulan yang sama.

Apabila berhasil disahkan, Bitcoin dan Ethereum berpotensi memperoleh kepastian hukum sebagai digital commodity di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

“Pasar saat ini sedang mencari katalis baru. Jika CLARITY Act berhasil disahkan, dampaknya bukan hanya terhadap harga Bitcoin dalam jangka pendek, tetapi juga terhadap meningkatnya kepastian regulasi yang selama ini menjadi perhatian investor institusi. Ini berpotensi menjadi fondasi pertumbuhan industri aset digital dalam jangka panjang,” kata Yudho.

Tiga Skenario Bitcoin dalam Waktu Dekat

Dalam Market Outlook pekan ini, FLOQ memetakan tiga kemungkinan pergerakan Bitcoin dalam beberapa minggu ke depan.

Skenario pertama adalah recovery terkonfirmasi, apabila Bitcoin mampu bertahan di atas US$62.000 selama lebih dari tiga hari berturut-turut, didukung inflow ETF yang kembali positif, data inflasi PCE Amerika Serikat yang melandai, serta stabilnya Nasdaq. Dalam kondisi tersebut, Bitcoin berpotensi bergerak menuju kisaran US$64.000 hingga US$68.000.

Skenario kedua adalah konsolidasi, di mana Bitcoin diperkirakan bergerak dalam rentang US$59.000 – US$63.000 sambil menunggu perkembangan data ekonomi dan regulasi.

Sementara itu, skenario ketiga adalah breakdown lanjutan apabila Bitcoin kembali kehilangan level US$59.000 dengan volume transaksi yang besar. Dalam kondisi tersebut, target koreksi menuju US$50.000 – US$51.000 dinilai semakin realistis.

Investor Diminta Tetap Mengedepankan Manajemen Risiko

FLOQ mengimbau investor untuk tetap disiplin dalam menerapkan manajemen risiko selama volatilitas pasar masih tinggi.

Investor pemula disarankan menghindari panic selling maupun keputusan investasi yang didorong oleh euforia sesaat. Bagi investor jangka panjang, strategi akumulasi bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) masih dapat dipertimbangkan selama dilakukan sesuai profil risiko dan tujuan investasi.

Sementara itu, trader jangka pendek disarankan menunggu konfirmasi arah pasar, khususnya di area US$62.000 – US$63.000 yang masih menjadi level penentu dalam waktu dekat.

“Volatilitas merupakan bagian dari karakter pasar kripto. Yang membedakan investor yang berhasil bukanlah kemampuan menebak harga berikutnya, melainkan kemampuan mengelola risiko dan tetap disiplin terhadap strategi investasi yang telah dibuat,” tutup Yudho.

Disclaimer: Laporan Market Outlook FLOQ disusun berdasarkan data publik hingga 25 Juni 2026 dan bertujuan sebagai informasi serta edukasi. Seluruh informasi dalam laporan ini bukan merupakan rekomendasi investasi maupun ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

HUT Jakarta ke-499, PAM JAYA Anugerahkan Jakarta Water Hero 2026 dan Rekor MURI Sambungan Rumah

Melalui JWH, PAM JAYA juga mendorong tercapainya target 100% cakupan layanan air minum perpipaan di 2029 sesuai Pergub DKI Jakarta No. 48 Tahun 2025 serta memperkuat kolaborasi dengan pelanggan dan stakeholder dalam mendukung ketahanan air yang berkelanjutan.

Jakarta, 26 Juni 2026 – Berawal dari berbagai aksi nyata
yang dilakukan oleh pelanggan, komunitas, dunia usaha hingga instansi
pemerintah, PAM JAYA kembali menyelenggarakan Jakarta Water Hero (JWH) 2026
dengan tema “Dari Aksi Nyata, Menjadi Gerakan Bersama”. Kegiatan ini menjadi
momentum pemberian apresiasi kepada para pihak yang telah berkontribusi dalam
mendukung penggunaan air perpipaan.

PAM JAYA Jakarta Water Hero telah diselenggarakan sejak 2023
dan tahun ini memasuki penyelenggaraan keempat kalinya.  Dalam JWH, apresiasi pun diberikan kepada
pelanggan dan berbagai pihak yang mendukung pemerataan layanan, serta
implementasi Zona Bebas Air Tanah (ZOBAT).

Melalui JWH, PAM JAYA juga mendorong tercapainya target 100%
cakupan layanan air minum perpipaan di 2029 sesuai Pergub DKI Jakarta No. 48
Tahun 2025 serta memperkuat kolaborasi dengan pelanggan dan stakeholder dalam
mendukung ketahanan air yang berkelanjutan.

Acara ini diselenggarakan di Halaman Balaikota DKI Jakarta
dan dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta serta Ketua DPRD
Provinsi DKI Jakarta. Kehadiran banyak pihak menjadi cerminan semangat
kolaborasi dalam mendukung pengembangan layanan air minum perpipaan yang
berkelanjutan di Jakarta.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin menyampaikan bahwa
Jakarta Water Hero merupakan ajang apresiasi kepada pelanggan dan banyak pihak
yang telah mendukung program PAM JAYA, sekaligus mendorong semakin luasnya
penggunaan air perpipaan sebagai sumber air utama bagi masyarakat Jakarta.

“Saat ini layanan PAM JAYA telah menjangkau sekitar 82
persen warga Jakarta atau setara 8,9 juta jiwa, didukung jaringan perpipaan
sepanjang lebih dari 13.000 kilometer yang akan terus diperluas hingga 2029.
Kami juga terus memberikan apresiasi kepada pelanggan yang telah beralih dari
penggunaan air tanah ke air minum perpipaan, sekaligus memohon pengertian
masyarakat atas ketidaknyamanan sementara akibat pekerjaan pembangunan jaringan
pipa yang dilakukan untuk memperluas layanan bagi seluruh warga Jakarta,”
ujar Arief.

Dalam rangkaian acara ini, Gubernur DKI Jakarta bersama PAM
JAYA menerima penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori
“Penyambungan Pipa Air Minum kepada Pelanggan Terbanyak dalam Waktu Satu Tahun”
atas capaian penambahan 206.537 Sambungan Rumah pada tahun 2025. Penghargaan
ini menjadi salah satu bukti percepatan perluasan layanan air minum perpipaan
yang dilakukan PAM JAYA bagi masyarakat Jakarta.

Dalam ajang Jakarta Water Hero 2026, PAM JAYA memberikan
penghargaan dan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung
pengembangan layanan air minum perpipaan di Jakarta. Penghargaan tersebut
mencakup kategori niaga, Eksternal / Stakeholder, Perangkat Daerah Provinsi DKI
Jakarta, Komunitas Perempuan, Kementerian & Lembaga serta top 10 korporasi
yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam mendukung penggunaan air perpipaan
dan keberlanjutan sumber daya air.

Untuk kategori penghargaan top 10 Korporasi, penghargaan
diberikan kepada RSAB Harapan Kita, Rumah Sakit Sint Carolus, PT Pertamina
Trans Kontinental, Thamrin Nine, Rusunawa Rawa Bebek, Canisius College, PT
Ruang Maha Karya, PT Khong Guan Biscuit, Mahaka Square, dan Pusat Pengelolaan
Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK). Masing-masing penerima memperoleh predikat
penghargaan berdasarkan hasil penilaian juri atas komitmen dan kontribusinya
dalam optimalisasi penggunaan air minum perpipaan.

Tak hanya pelanggan korporasi, PAM JAYA juga memberikan
penghargaan kepada kategori pelanggan reguler rumah tangga sebagai bentuk
apresiasi atas komitmen mereka dalam menjadikan air minum perpipaan sebagai
sumber air utama.

Penghargaan juga diberikan kepada niaga, eksternal /
stakeholder, komunitas perempuan, serta instansi  yang telah mendukung berbagai program PAM
JAYA melalui peran, kolaborasi dan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi
pengembangan layanan air minum perpipaan di Jakarta. Selain itu, apresiasi
turut diberikan kepada instansi pemerintah pusat dan perangkat daerah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang selama ini berkontribusi dalam mendukung
program serta percepatan peningkatan cakupan layanan air minum perpipaan bagi
masyarakat Jakarta.

PAM JAYA juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta atas
pendampingan yang telah diberikan dalam berbagai aspek penguatan tata kelola
perusahaan. Kolaborasi ini menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung
percepatan transformasi perusahaan agar semakin akuntabel, profesional dan
mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui Jakarta Water Hero 2026, PAM JAYA berharap semakin
banyak pihak yang terdorong untuk berpartisipasi dalam mendukung penggunaan air
perpipaan, pelestarian sumber air, serta mewujudkan target 100% cakupan layanan
air minum perpipaan di 2029 bagi seluruh warga Jakarta.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Cara Mengatasi Inflasi agar Gaji Tidak Habis Percuma

Cara mengatasi inflasi bukan hanya dengan meningkatkan penghasilan, tetapi juga memastikan uang yang dimiliki dikelola dengan tepat. Tidak sedikit orang yang merasa gajinya terus naik dari tahun ke tahun, tetapi kondisi tabungannya justru tidak banyak berubah.

Fenomena ini cukup umum terjadi. Ketika pendapatan meningkat, pengeluaran sering kali ikut naik. Di sisi lain, harga barang dan jasa juga terus mengalami penyesuaian akibat inflasi. Akibatnya, kenaikan gaji yang diperoleh terasa tidak terlalu berdampak pada kondisi keuangan secara keseluruhan.

Lalu, bagaimana cara menghadapi inflasi agar keuangan tetap sehat dan tujuan finansial tetap berjalan?

Apa Itu Inflasi?

Inflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa mengalami kenaikan secara umum dalam periode tertentu.

Ketika inflasi terjadi, daya beli uang akan menurun. Dengan jumlah uang yang sama, barang atau jasa yang bisa dibeli menjadi lebih sedikit dibanding sebelumnya.

Sebagai contoh, jika beberapa tahun lalu Rp50.000 cukup untuk membeli kebutuhan tertentu, belum tentu jumlah yang sama masih memiliki daya beli yang setara saat ini.

Karena itu, memahami cara mengatasi inflasi menjadi penting agar kondisi keuangan tidak tertinggal oleh kenaikan harga.

Kenapa Gaji Naik Tapi Tabungan Tetap Stagnan?

Ada beberapa alasan yang sering menyebabkan kondisi tersebut.

1. Pengeluaran Ikut Naik

Saat penghasilan meningkat, banyak orang tanpa sadar meningkatkan gaya hidup.

Misalnya:

– Lebih sering makan di luar

– Upgrade gadget

– Menambah langganan hiburan

– Belanja lebih sering

Kondisi ini dikenal sebagai lifestyle inflation atau inflasi gaya hidup.

2. Tidak Memiliki Anggaran yang Jelas

Tanpa perencanaan keuangan, kenaikan gaji sering kali habis begitu saja untuk berbagai pengeluaran yang tidak terkontrol.

Akibatnya, porsi tabungan tidak ikut bertambah meskipun penghasilan meningkat.

3. Seluruh Dana Hanya Disimpan di Rekening Transaksi

Menyimpan seluruh dana dalam satu rekening memang praktis, tetapi sering kali membuat uang lebih mudah digunakan untuk kebutuhan yang sebenarnya tidak direncanakan.

Karena itu, penting untuk memisahkan dana berdasarkan tujuan keuangan masing-masing.

Cara Mengatasi Inflasi Agar Keuangan Tetap Bertumbuh

1. Tingkatkan Porsi Tabungan Saat Gaji Naik

Setiap kali mendapatkan kenaikan gaji, coba tingkatkan porsi tabungan terlebih dahulu sebelum menambah pengeluaran lainnya.

Misalnya:

– Kenaikan gaji Rp500.000

– Alokasikan sebagian untuk tabungan atau investasi

– Sisanya digunakan untuk kebutuhan lain

Cara sederhana ini dapat membantu kondisi keuangan berkembang lebih cepat.

2. Bangun Dana Darurat

Dana darurat menjadi salah satu fondasi penting dalam perencanaan keuangan.

Dana ini dapat membantu menghadapi kondisi tidak terduga seperti:

– Kehilangan pekerjaan

– Biaya kesehatan

– Kerusakan kendaraan

– Kebutuhan mendesak lainnya

Dengan dana darurat yang memadai, tujuan keuangan jangka panjang tidak mudah terganggu.

3. Pisahkan Uang Berdasarkan Tujuan

Membagi dana sesuai tujuan dapat membantu pengelolaan keuangan menjadi lebih terstruktur.

Misalnya:

– Dana darurat

– Dana liburan

– Dana pendidikan

– Dana investasi

– Dana kebutuhan harian

Cara ini membantu mengurangi risiko penggunaan dana yang tidak sesuai peruntukannya.

4. Evaluasi Pengeluaran Secara Berkala

Luangkan waktu untuk meninjau pengeluaran setiap bulan.

Perhatikan apakah terdapat:

– Langganan yang jarang digunakan

– Pengeluaran impulsif

– Biaya yang dapat dikurangi

Penghematan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang.

5. Pertimbangkan Diversifikasi Aset

Selain menabung, sebagian masyarakat memilih mengalokasikan dana ke berbagai instrumen sesuai tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing.

Diversifikasi membantu mengurangi ketergantungan pada satu jenis aset saja dalam perencanaan keuangan jangka panjang.

Emas Masih Menjadi Pilihan Banyak Orang

Salah satu instrumen yang sering dipilih masyarakat untuk tujuan jangka panjang adalah emas.

Alasannya karena emas telah lama dikenal sebagai salah satu aset yang digunakan untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.

Saat ini, pembelian emas juga semakin mudah karena dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi.

Namun perlu dipahami bahwa harga emas dapat mengalami kenaikan maupun penurunan sesuai kondisi pasar. Karena itu, emas tetap perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing.

Investasi Emas Online Kini Lebih Praktis

Menghadapi inflasi tidak selalu berarti harus mencari penghasilan tambahan yang lebih besar. Kamu juga perlu tahu bagaimana mengelola uang yang sudah dimiliki agar lebih terencana dan sesuai tujuan keuangan.

Bagi yang ingin mulai mengenal investasi emas, Investasi emas online neobank dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan. Melalui aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna dapat membeli emas digital dari mitra yaitu Treasury dan Lakuemas. Bisa beli dengan nominal kecil dan memantau perkembangan investasi langsung melalui smartphone.

Sebelum berinvestasi, pastikan kamu memahami karakteristik produk, manfaat, biaya, risiko, serta ketentuan yang berlaku. Harga emas dapat naik maupun turun sesuai kondisi pasar sehingga investasi perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing.

***

Investasi mengandung risiko. Calon investor wajib memahami informasi produk sebelum melakukan transaksi investasi.

Jika ingin mempelajari fitur Emas di neobank, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link https://s.id/infoneoemas

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES