Tantangan Ekowisata Indonesia: Sampah, Overtourism, dan Dilema Menjaga Alam yang Makin Populer

Popularitas Bisa Menjadi Ancaman Baru

Ekowisata sering dipandang sebagai solusi ideal bagi pariwisata Indonesia. Namun, semakin populer sebuah destinasi alam, semakin besar pula tekanannya. Pantai yang dulu sepi bisa berubah padat. Jalur trekking yang semula alami bisa penuh sampah. Desa yang tenang bisa kehilangan ruang privat karena diburu konten media sosial.

Inilah paradoks ekowisata: destinasi dipromosikan karena keasliannya, tetapi promosi berlebihan dapat mengikis keaslian itu sendiri. Untuk melihat arah kebijakan dan informasi kawasan konservasi, pembaca dapat merujuk sumber resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan: https://www.menlhk.go.id.

Peluang Ekonomi Tetap Besar

Warga Lokal Mendapat Sumber Pendapatan Baru

Di banyak daerah, ekowisata memberi alternatif ekonomi selain pertanian, perikanan, atau ekstraksi sumber daya alam. Warga dapat menjadi pemandu, membuka homestay, menjual makanan lokal, menyediakan transportasi, atau mengelola paket wisata edukasi.

Dampak ini penting, terutama di wilayah yang selama ini jauh dari pusat ekonomi. Ketika wisatawan datang untuk menikmati hutan, laut, sawah, atau budaya lokal, masyarakat memiliki insentif untuk menjaga aset alam tersebut.

Destinasi Kecil Bisa Tumbuh Lewat Digital

Media sosial dan platform perjalanan membuat destinasi kecil lebih mudah dikenal. Air terjun tersembunyi, kebun kopi di lereng gunung, kawasan mangrove, dan desa adat dapat menjangkau wisatawan tanpa biaya promosi besar. Jika dikelola baik, digitalisasi bisa membantu distribusi kunjungan agar tidak hanya terkonsentrasi di Bali atau destinasi besar.

Masalah Lapangan: Sampah dan Daya Dukung

Tantangan paling terlihat adalah sampah. Banyak destinasi alam belum memiliki sistem pengelolaan limbah yang memadai. Tempat sampah tersedia, tetapi pengangkutan tidak rutin. Wisatawan diminta membawa pulang sampah, tetapi tidak semua patuh. Pelaku usaha menjual makanan dan minuman kemasan, sementara fasilitas daur ulang terbatas.

Masalah lain adalah daya dukung. Tidak semua lokasi mampu menerima kunjungan besar. Pulau kecil, gua, jalur pendakian, dan area snorkeling memiliki batas ekologis. Jika jumlah pengunjung melebihi kapasitas, kerusakan terjadi perlahan: tanah tererosi, karang patah, satwa terganggu, dan kualitas air menurun.

Kasus Nyata: Destinasi Viral dan Beban Warga

Fenomena destinasi viral menjadi konteks penting. Sebuah lokasi bisa mendadak ramai setelah muncul di TikTok, Instagram, atau YouTube. Dalam waktu singkat, pedagang berdatangan, lahan parkir dibuka, dan harga naik. Warga mendapat peluang ekonomi, tetapi juga menghadapi kemacetan, kebisingan, dan tekanan sosial.

Situasi ini menunjukkan bahwa ekowisata tidak boleh hanya mengandalkan viralitas. Dibutuhkan perencanaan sebelum promosi besar dilakukan. Pemerintah daerah dan pengelola lokal perlu menyiapkan jalur kunjungan, toilet, pengolahan sampah, standar keamanan, dan aturan perilaku wisatawan.

Solusi: Aturan Tegas dan Edukasi Wisatawan

Ekowisata yang sehat membutuhkan kombinasi aturan dan edukasi. Pembatasan jumlah pengunjung perlu diterapkan di kawasan sensitif. Biaya masuk dapat diarahkan untuk konservasi, bukan hanya pendapatan daerah. Pemandu lokal harus dibekali kemampuan menjelaskan nilai ekologis destinasi.

Wisatawan juga punya peran penting. Membawa botol minum sendiri, tidak memberi makan satwa, tidak mengambil karang, memakai operator lokal, dan menghormati adat setempat adalah tindakan kecil yang berdampak besar.

Ekowisata Indonesia punya masa depan cerah, tetapi hanya jika popularitas tidak dibiarkan berjalan tanpa kendali. Alam yang menjadi daya tarik utama harus ditempatkan sebagai batas, bukan sekadar latar foto.

BRI BO Otista dan BRIMedika Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Program CX 100 untuk Nasabah Pensiunan

Dalam rangka memberikan apresiasi dan meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah pensiunan, BRI Branch Office (BO) Otista berkolaborasi dengan BRImedika mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dalam program CX 100 (Apresiasi Nasabah Pensiunan BRI). Kegiatan ini diikuti oleh 100 nasabah pensiunan pilihan dan berlangsung dengan penuh antusias di lingkungan BRI BO Otista.

Melalui kolaborasi ini, para nasabah mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, konsultasi kesehatan, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat di usia lanjut. Kehadiran tenaga medis dari BRImedika memberikan kemudahan bagi para nasabah untuk memantau kondisi kesehatannya secara langsung dan profesional.

Program ini menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya berfokus pada kebutuhan finansial, tetapi juga kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan nasabah pensiunan. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban, di mana para nasabah merasa diperhatikan serta mendapatkan manfaat yang sangat berarti.

BRI BO Otista berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan para nasabah pensiunan sekaligus mempererat hubungan baik antara BRI dan para nasabah yang telah setia mempercayakan layanan perbankannya kepada BRI selama bertahun-tahun.

Dengan semangat Melayani dengan Setulus Hati, BRI akan terus menghadirkan berbagai program yang memberikan nilai tambah dan pengalaman terbaik bagi seluruh nasabah

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tembus Rantai Pasok Nasional, Kolaborasi Muhammadiyah dan Kementerian UMKM Cetak Potensi Transaksi Rp 2,2 Miliar

Kementerian UMKM RI bersama LP UMKM Muhammadiyah sukses menyelenggarakan Business Matching Program Penguatan Rantai Pasok (Supply Chain) UMKM pada Selasa (30/6) di Kampus UNISA Yogyakarta, yang mempertemukan 25 UMKM terkurasi asal Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta dengan korporasi serta ritel nasional seperti Alfamart, Indomaret, Krisna Oleh-Oleh, PT Food Station, dan PHRI. Puncak dari program pendampingan sejak 15 Juni 2026 ini berhasil mencetak proyeksi potensi nilai transaksi hingga Rp 2,2 miliar melalui negosiasi langsung (one-on-one).

YOGYAKARTA, 30 Juni 2026 – Langkah nyata mendorong pengusaha usaha mikro naik kelas terus digelorakan. Lembaga Pengembangan UMKM (LP UMKM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Republik Indonesia menggelar Business Matching Program Penguatan Rantai Pasok (Supply Chain) UMKM pada Selasa (30/6), bertempat di Kampus Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta yang dihadiri antara lain PP Aisyiyah, Majelis Pengembangan Masyarakat PP Muhammadiyah, Majelis Ekonomi dan Bisnis PP Muhammadiyah.

Point pentingnya sukses mempertemukan produk-produk lokal terbaik dengan raksasa ritel dan agregator nasional, serta diproyeksikan mampu mencetak potensi nilai transaksi hingga Rp 2,2 miliar. Kegiatan ini merupakan puncak dari program pendampingan intensif yang diinisiasi sejak 15 Juni 2026. Dari total 60 UMKM binaan LP UMKM Muhammadiyah asal wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta yang mendaftar, sebanyak 48 UMKM berhasil lolos kurasi menuju tahap pitching, dan 25 UMKM terpilih melaju ke tahap negosiasi langsung, one-on-one business matching dengan para buyer utama. Tidak tanggung-tanggung, para pelaku UMKM langsung berhadapan dengan agregator pasar dan korporasi jaringan nasional, antara lain Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Krisna Oleh-Oleh Bali, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), dan PT Indomarco Primatama (Indomaret).

Kementerian UMKM di wakili Asdep Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro – Deputi Bidang Usaha Mikro, Pristiyanto menyampaikan bahwa agenda ini merupakan implementasi nyata dari komitmen Pemerintah dalam mengorkestrasi ekosistem kemitraan usaha mikro agar masuk ke dalam rantai pasok industri nasional. “Penguatan rantai pasok adalah kunci agar UMKM kita tidak berjalan sendiri-sendiri. Lewat sinergi bersama LP UMKM Muhammadiyah, kita membangun agregasi produk yang berkualitas, konsisten, dan berkelanjutan. Korporasi mendapatkan kepastian pasokan bahan baku lokal bermutu, sementara UMKM mendapatkan kepastian pasar (offtaker). Ini adalah model ideal dari gotong royong ekonomi nasional,” ungkapnya. Melalui skema kemitraan ini, potensi transaksi sebesar Rp 2,2 miliar tersebut ditargetkan dapat segera terealisasi secara bertahap. Dalam jangka panjang, program kolaboratif ini tidak hanya diproyeksikan untuk memperluas skala usaha dan kapasitas produksi pelaku mikro, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru serta memperkokoh ketahanan ekonomi nasional berbasis umat dan kerakyatan.

Di sisi lain,  Ketua LP UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pengembang dan Pelatihan, Bambang Sutrisno menegaskan bahwa Business Matching ini menjadi jembatan konkret (concrete bridge) untuk memecah tantangan akses pasar yang sering dihadapi pelaku usaha mikro. “Keberhasilan pembinaan UMKM tidak boleh berhenti pada seremonial pelatihan, melainkan harus bermuara pada akses pasar yang berkelanjutan. Potensi transaksi sebesar Rp 2,2 miliar ini membuktikan produk UMKM binaan Muhammadiyah memiliki daya saing tinggi. Kami akan mengawal proses lanjutan dari Letter of Intent (LoI) hingga terwujudnya sales contract sehingga terciptanya kemitraan jangka panjang yang inklusif,” ujarnya. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Libur Panjang Waisak dan Idul Adha 2026, KAI Bandara Layani Lebih dari 84 Ribu Penumpang di Sumatera Utara

PT Railink sebagai operator di KAI Bandara mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang Hari Raya Waisak dan Iduladha yang berlangsung pada 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Selama periode tersebut, layanan KAI Bandara di wilayah Sumatera Utara berhasil melayani sebanyak 84.527 penumpang.

Jumlah tersebut terdiri dari 29.047 penumpang KA Srilelawangsa relasi Medan – Bandara Kualanamu dan 55.480 penumpang KA Srilelawangsa relasi Medan – Binjai – Kuala Bingai.

Tingginya jumlah pelanggan tersebut menunjukkan bahwa layanan kereta api di Sumatera Utara semakin menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung mobilitas selama masa libur panjang, baik untuk perjalanan menuju bandara maupun perjalanan antarkota di wilayah Sumatera Utara.

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah menggunakan layanan KAI Bandara selama periode libur panjang tersebut.

“Kepercayaan masyarakat yang tercermin dari jumlah pelanggan mencapai 84.527 orang selama periode libur Waisak dan Iduladha menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. KAI Bandara berkomitmen menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terintegrasi guna mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat di Sumatera Utara,” ujar Porwanto.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran untuk menggunakan transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, KAI Bandara akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan demi memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan.

Selama masa angkutan libur panjang, operasional KA Srilelawangsa berjalan dengan lancar dan kondusif. KAI Bandara juga memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas pelayanan untuk mendukung kelancaran perjalanan pelanggan di seluruh wilayah operasional Sumatera Utara.

KAI Bandara mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat dan akan terus berupaya menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan.

KAI Bandara juga mengimbau penumpang untuk menjaga barang bawaan selama perjalanan. Apabila terdapat barang yang tertinggal atau ditemukan oleh petugas, perusahaan telah menyiapkan layanan lost and found. Selain itu, penumpang diharapkan datang lebih awal ke bandara, yaitu 3 jam sebelum keberangkatan internasional dan 2 jam sebelum keberangkatan domestik.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id

Ayep Hanapi

Manager Komunikasi Perusahaan PT Railink

Ayep.Hanapi@railink.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Bandara YIA Layani 1,13 Juta Penumpang Selama Januari–Mei 2026

Yogyakarta, 11 Juni 2026 – PT Railink mencatat kinerja positif pada layanan Kereta Api Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) selama periode Januari hingga Mei 2026. Total jumlah pelanggan yang menggunakan layanan KA Bandara YIA mencapai 1.129.627 penumpang, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.117.749 penumpang atau tumbuh sekitar 1,06%.

Peningkatan tersebut ditopang oleh tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan transportasi kereta api sebagai moda pilihan menuju dan dari Bandara Yogyakarta International Airport. Dari total pelanggan tersebut, layanan KA Bandara YIA Reguler melayani sebanyak 763.216 penumpang, meningkat sebesar 7,49% dibandingkan periode Januari–Mei 2025 yang mencapai 710.021 penumpang.

Sementara itu, layanan KA Bandara YIA Xpress mencatat sebanyak 366.411 penumpang selama lima bulan pertama tahun 2026. Meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 407.729 penumpang, layanan ini tetap menjadi pilihan masyarakat yang mengutamakan waktu tempuh lebih singkat menuju bandara.

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan masyarakat yang terus memilih layanan KAI Bandara sebagai moda transportasi menuju Bandara YIA.

“Pertumbuhan jumlah pelanggan KA Bandara YIA menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya terhadap layanan transportasi publik yang terintegrasi, aman, nyaman, dan tepat waktu. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi seluruh pelanggan,” ujar Porwanto.

Menurut Porwanto, capaian ini juga mencerminkan keberhasilan berbagai upaya peningkatan layanan yang dilakukan perusahaan, mulai dari optimalisasi operasional perjalanan kereta, peningkatan kemudahan akses pemesanan tiket, hingga penguatan integrasi layanan dengan moda transportasi lainnya.

Ke depan, KAI Bandara akan terus berupaya menghadirkan layanan transportasi yang andal dan berkelanjutan guna mendukung konektivitas serta pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

KAI Bandara mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan layanan KA Bandara YIA sebagai solusi perjalanan menuju bandara yang bebas macet, tepat waktu, dan nyaman, sehingga dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih efektif dan menyenangkan.

KAI Bandara juga mengimbau penumpang untuk menjaga barang bawaan selama perjalanan. Apabila terdapat barang yang tertinggal atau ditemukan oleh petugas, perusahaan telah menyiapkan layanan lost and found. Selain itu, penumpang diharapkan datang lebih awal ke bandara, yaitu 3 jam sebelum keberangkatan internasional dan 2 jam sebelum keberangkatan domestik.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Bandara Edukasi 61.852 Masyarakat Yogyakarta Melalui Program Edutrain Hingga Juni 2026

PT Railink (KAI Bandara) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi transportasi publik dan budaya keselamatan perjalanan kereta api melalui program Edutrain. Hingga Juni 2026, program edukasi tersebut telah menjangkau sebanyak 61.852 peserta di wilayah Yogyakarta, menjadikannya wilayah dengan jumlah peserta Edutrain terbesar dari total 96.389 peserta yang mengikuti program serupa di seluruh area operasional KAI Bandara.

Program Edutrain merupakan sarana edukasi yang memberikan kesempatan kepada pelajar, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat dunia perkeretaapian, mulai dari operasional kereta api, fasilitas stasiun, prosedur keselamatan perjalanan, hingga pentingnya penggunaan transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.

Tingginya partisipasi masyarakat Yogyakarta dalam program ini menunjukkan semakin meningkatnya minat dan kesadaran masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel sebagai moda transportasi masa depan yang efisien dan berkelanjutan.

Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat Yogyakarta yang terus mendukung berbagai program edukasi yang diselenggarakan perusahaan.

“Yogyakarta memiliki budaya pendidikan yang sangat kuat. Karena itu, kami melihat program Edutrain sebagai sarana yang efektif untuk memperkenalkan dunia perkeretaapian sekaligus menanamkan nilai-nilai keselamatan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap transportasi publik kepada generasi muda. Kami mengapresiasi partisipasi 61.852 peserta yang telah mengikuti program ini sepanjang tahun 2026,” ujar Porwanto.

Menurutnya, edukasi transportasi publik menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem mobilitas yang lebih modern dan berkelanjutan. Melalui pemahaman yang baik mengenai manfaat transportasi berbasis rel, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk menjadikan kereta api sebagai pilihan utama dalam bepergian.

“Keberhasilan program Edutrain di Yogyakarta menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas manfaat layanan dan edukasi kepada masyarakat. Selain meningkatkan kualitas layanan yang ada, KAI Bandara juga tengah mengembangkan layanan transportasi perkeretaapian di wilayah Sumatera Utara agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau,” tambah Porwanto.

KAI Bandara meyakini bahwa edukasi dan pengembangan layanan merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam membangun budaya transportasi publik. Oleh karena itu, perusahaan akan terus menjalin kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperluas jangkauan program Edutrain di masa mendatang.

Melalui program ini, KAI Bandara berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan penggunaan transportasi publik dan menciptakan mobilitas yang lebih berkelanjutan.

KAI Bandara juga mengimbau penumpang untuk menjaga barang bawaan selama perjalanan. Apabila terdapat barang yang tertinggal atau ditemukan oleh petugas, perusahaan telah menyiapkan layanan lost and found. Selain itu, penumpang diharapkan datang lebih awal ke bandara, yaitu 3 jam sebelum keberangkatan internasional dan 2 jam sebelum keberangkatan domestik.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES