Progres Tol Patimban Capai 68 Persen, Subang Jadi Incaran Industri Ekspor

Pemerintah terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Hingga Juni 2026, progres fisik pada ruas sepanjang 22,94 kilometer yang mencakup Section Pasir Bungur sampai Patimban telah mencapai 68 persen. 

Kemajuan proyek strategis nasional ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas menuju Pelabuhan Patimban sebagai salah satu simpul logistik utama di Indonesia. Perkembangan infrastruktur ini sekaligus mempertegas keunggulan Subang bagi sektor industri berorientasi ekspor yang membutuhkan efisiensi jalur distribusi dari kawasan manufaktur langsung ke pelabuhan.

Kementerian Pekerjaan Umum mencatat bahwa Jalan Tol Akses Patimban dirancang untuk menghubungkan Pelabuhan Patimban dengan ruas Tol Cikopo–Palimanan. Infrastruktur tersebut memperkuat konektivitas kawasan industri di Subang, termasuk Subang Smartpolitan, kota industri terintegrasi yang dikembangkan oleh PT Suryacipta Swadaya (Suryacipta), anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). 

Konektivitas ini menjadi faktor penting bagi industri manufaktur karena dapat mempersingkat jalur pengiriman dari pabrik ke pelabuhan serta membantu menjaga kelancaran distribusi barang ke pasar domestik maupun internasional.

“Dalam operasi manufaktur, efisiensi logistik tidak hanya dihitung dari biaya angkut, tetapi juga dari seberapa cepat barang bisa bergerak dari pabrik ke pelabuhan dan seberapa terjaga kepastian pengirimannya. Infrastruktur yang memperpendek akses ke pelabuhan akan sangat menentukan, terutama bagi perusahaan yang bekerja dengan volume besar dan target pengiriman yang ketat,” ujar Abednego Purnomo, Chief Commercial Officer Suryacipta.

Urgensi terhadap konektivitas logistik yang efisien tersebut mulai tercermin secara nyata dalam dinamika operasional para tenant di kawasan Subang Smartpolitan. Fasilitas manufaktur di kawasan ini tidak hanya menyalurkan produk untuk kebutuhan pasar domestik, namun juga diproyeksikan untuk memenuhi skala ekspor internasional. Oleh karena itu, akses langsung menuju Pelabuhan Patimban menjadi keunggulan krusial untuk mengakselerasi mobilitas bahan baku maupun distribusi barang jadi, sekaligus memaksimalkan efisiensi rantai pasok global.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan industri global tidak berhenti pada ketersediaan lahan, tetapi juga pada akses logistik yang mendukung arus bahan baku dan pengiriman produk ke pasar internasional. Dalam konteks ini, penguatan akses menuju Pelabuhan Patimban memberikan nilai tambah yang semakin relevan bagi perusahaan manufaktur, terutama yang terhubung dengan rantai pasok ekspor.

“Bagi perusahaan yang menjadi bagian dari rantai pasok global, kedekatan dengan pelabuhan semakin penting karena memengaruhi ritme pengiriman bahan baku maupun produk jadi. Karena itu, progres akses ke Patimban memberi nilai tambah yang lebih konkret bagi kawasan seperti Subang Smartpolitan ketika perusahaan mempertimbangkan basis produksi untuk melayani pasar ekspor,” ujar Abednogo.

Dengan progres Tol Akses Patimban yang terus berjalan, Subang semakin memiliki kombinasi yang dicari industri berorientasi ekspor, yaitu lahan pengembangan, akses ke pelabuhan, dan konektivitas ke jaringan logistik utama. Bagi perusahaan manufaktur yang terhubung dengan rantai pasok global, kombinasi ini membuat Subang semakin layak diperhitungkan sebagai basis produksi untuk melayani pasar internasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Laut hingga Meja Makan, Memperkuat Rantai Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan bahan makanan di pasar atau harga yang terjangkau di tingkat konsumen. Di balik setiap bahan pangan yang tersaji di meja makan masyarakat, terdapat rantai panjang yang dimulai dari proses produksi, distribusi, hingga berbagai kebijakan pemerintah untuk memastikan pasokan tetap terjaga. 

Dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan, rantai tersebut bahkan dimulai dari laut, tempat jutaan nelayan menggantungkan hidup sekaligus menjadi penyedia salah satu sumber protein utama masyarakat.

Oleh karena itu, memperkuat ketahanan pangan tidak cukup dilakukan melalui intervensi harga di hilir. Penguatan sektor produksi, khususnya di wilayah pesisir, juga menjadi bagian penting agar pasokan pangan tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, dan kesejahteraan pelaku usaha pangan ikut meningkat.

Laut sebagai Titik Awal Ketahanan Pangan

Pentingnya sektor perikanan dalam mendukung ketahanan pangan tercermin dari tren konsumsi ikan nasional yang terus meningkat. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan konsumsi ikan masyarakat naik dari 54,56 kilogram per kapita per tahun pada 2020 menjadi 58,91 kilogram per kapita per tahun pada 2024. 

Peningkatan ini menunjukkan bahwa ikan semakin menjadi sumber protein penting bagi masyarakat Indonesia. Di sisi lain, peningkatan konsumsi juga menuntut ketersediaan pasokan yang berkelanjutan. Artinya, produktivitas nelayan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan menjaga ketahanan pangan nasional.

Sebagai upaya memperkuat sektor hulu, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap pertama yang tersebar di berbagai wilayah pesisir Indonesia. 

Program ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari pabrik es, gudang beku (cold storage), bengkel kapal, sentra kuliner, hingga kios perbekalan nelayan untuk meningkatkan efisiensi aktivitas melaut dan menjaga kualitas hasil tangkapan.

Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP Tahap I dan II, Trian Yunanda, mengatakan seluruh pembangunan fisik tahap pertama telah rampung.

“Pekerjaan konstruksi KNMP Tahap I pada 65 lokasi telah selesai sepenuhnya 100 persen per akhir April 2026. Kami pastikan seluruh fasilitas dapat segera berfungsi secara optimal. Selanjutnya Satgas akan memastikan kesiapan operasionalisasi KNMP dapat berjalan efektif,” kata Trian pada Jumat (08/05/2026).

Penguatan sektor nelayan juga dilakukan melalui rencana penyaluran 1.582 unit kapal ikan yang akan diberikan secara bertahap melalui koperasi nelayan. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan nelayan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Yang selama ini mereka susah, mereka melaut tanpa es, sekarang kita bikin pabrik es di tiap kampung nelayan. Kita juga akan bantu kapal-kapal untuk mereka,” kata Presiden Prabowo pada Peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2026. 

Berbagai upaya tersebut juga diharapkan berdampak terhadap kesejahteraan nelayan. Salah satu indikator yang digunakan pemerintah adalah Nilai Tukar Nelayan (NTN). 

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan NTN sempat meningkat dari 116,23 pada Januari menjadi 122,28 pada April 2026 sebelum berada di level 118,39 pada Mei 2026. Nilai di atas 100 menunjukkan bahwa secara umum daya beli nelayan masih berada pada kondisi yang relatif baik karena pendapatan yang diterima lebih tinggi dibandingkan pengeluaran yang harus dikeluarkan.

Menjaga Pasokan dan Stabilitas Harga

Produksi yang meningkat perlu diikuti distribusi yang baik agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, menjaga ketahanan pangan tidak berhenti pada peningkatan produksi. Hasil tangkapan nelayan maupun komoditas pangan lainnya tetap harus dapat diakses masyarakat dengan harga yang wajar.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi pangan pada Maret 2026 menurun menjadi 1,58 persen dibandingkan Februari yang mencapai 2,50 persen. Sementara inflasi umum secara bulanan tercatat sebesar 0,41 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa inflasi Maret masih didorong oleh komponen harga bergejolak yang didominasi komoditas pangan strategis seperti daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, dan daging sapi.

“Inflasi Maret tahun 2026 sebesar 0,41 persen. Ini terutamanya didorong oleh inflasi komponen harga bergejolak. Komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 1,58 persen. Komponen ini memberikan andil inflasi terbesar, yaitu 0,27 persen,” pada Rabu (1/4/2026).

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut masih berada dalam koridor yang terkendali melalui berbagai instrumen stabilisasi pangan.

Memastikan Pangan Tetap Terjangkau

Untuk menjaga keterjangkauan harga pangan, pemerintah menjalankan berbagai program stabilisasi, mulai dari penyaluran bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga Gerakan Pangan Murah (GPM).

Pada periode Juli–September 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan beras kepada 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP), masing-masing sebanyak 10 kilogram beras setiap bulan. 

Penyaluran tersebut menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi 3 tahun 2026 sebagai basis data terbaru agar bantuan semakin tepat sasaran.

Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas Nita Yulianis menegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan mengacu pada pembaruan data terbaru yang telah dirilis Badan Pusat Statistik.

“DTSEN yang akan digunakan dalam penyaluran bantuan pangan tersebut akan merujuk pada rilis terbaru BPS (DTSEN versi 3),” katanya, Senin (13/7/2026).

Sepanjang Januari hingga 11 Juli 2026, pemerintah juga telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah sebanyak 5.884 kali di 38 provinsi dan 440 kabupaten/kota. Di saat yang sama, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai sekitar 457 ribu ton atau 55,22 persen dari target tahun 2026 sebesar 828 ribu ton.

Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen stabilisasi pangan untuk menjaga pasokan, keterjangkauan harga, sekaligus daya beli masyarakat.

“Pemerintah hadir melalui berbagai instrumen, mulai dari Gerakan Pangan Murah, SPHP beras, hingga bantuan pangan, untuk memastikan masyarakat tetap tenang dan daya beli terjaga,” imbuhnya

Rantai Ketahanan Pangan yang Saling Terhubung

Ketahanan pangan dibangun melalui rantai yang saling terhubung, mulai dari nelayan yang memperoleh dukungan untuk meningkatkan produktivitas, sistem distribusi yang semakin baik, hingga berbagai kebijakan yang menjaga agar bahan pangan tetap terjangkau oleh masyarakat.

Ketika rantai tersebut berjalan dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari laut, tetapi juga oleh jutaan keluarga Indonesia yang setiap hari mengandalkan ketersediaan pangan di meja makan. 

Di situlah ketahanan pangan menjadi lebih dari sekadar target pembangunan, melainkan fondasi bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Midweek Reversal: Membaca Potensi Pembalikan Arah Tren di Pertengahan Pekan

Dinamika pergerakan pasar keuangan internasional pada pertengahan pekan sering kali memperlihatkan pergeseran momentum yang sangat menarik untuk dicermati. Setelah pasar bergerak dalam satu arah yang dominan pada hari Senin dan Selasa, hari Rabu kerap menjadi titik jenuh di mana para pelaku pasar besar mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking). Fenomena teknikal yang dikenal sebagai Midweek Reversal ini sering kali memicu perubahan arah tren secara mendadak, menciptakan peluang transaksi yang sangat berharga bagi trader yang jeli membaca sinyal pembalikan harga.

Untuk mengidentifikasi apakah pelemahan atau penguatan yang terjadi di pertengahan pekan merupakan pembalikan tren yang sah atau sekadar koreksi sementara, ketajaman dalam melakukan analisis emas dan mata uang utama sangatlah dibutuhkan. Trader profesional umumnya memperhatikan pola-pola konfirmasi pada grafik harian, seperti terbentuknya pola lilin pinbar atau engulfing di dekat area resistansi atau dukungan kuat. Ketika indikator osilator juga menunjukkan kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold), risiko terjadinya pembalikan pergerakan harga menjadi sangat tinggi, menandakan bahwa arah dominan awal pekan mulai kehabisan tenaga.

Memanfaatkan momen pembalikan arah di pertengahan pekan memberikan fleksibilitas taktis yang tinggi bagi mereka yang aktif menjalankan aktivitas trading online. Keunggulan utama bertransaksi di dalam ekosistem pasar berjangka adalah adanya fasilitas perdagangan dua arah yang memungkinkan Anda untuk langsung mengambil posisi jual (short) saat harga di puncak tren mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Dengan mengombinasikan konfirmasi teknikal yang presisi dan pembatasan risiko yang ketat, Anda dapat mengeksekusi peluang pembalikan arah ini secara terukur tanpa harus terjebak oleh lonjakan harga yang spekulatif.

Mengeksekusi strategi pembalikan arah di pertengahan pekan membutuhkan dukungan dari mitra broker yang memiliki komitmen tinggi terhadap transparansi dan kecepatan teknologi. KVB Futures hadir sebagai Broker Trading Futures yang andal dan terpercaya untuk menyediakan ekosistem transaksi dengan standar eksekusi yang presisi tanpa penundaan di segala kondisi pasar global. Untuk segera mengamankan posisi taktis Anda dan mulai menguasai peluang finansial internasional hari ini, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Register KVB Futures.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Danantara Indonesia Tinjau Transformasi Layanan Jasa Marga, Perkuat Pengalaman Perjalanan melalui Travoy Rest dan Jasamarga Tollroad Command Center

Jakarta (22/07), Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mendampingi Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria meninjau Travoy Rest KM 88A dan Travoy Rest KM 88B Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang), Jawa Barat, pada Selasa (21/07). Tinjauan kemudian dilanjutkan ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi, untuk melihat secara langsung implementasi transformasi digital yang dikembangkan oleh Jasa Marga.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut jajaran Direksi Jasa Marga yaitu Wakil Direktur Utama Andry Tanudjaja, Direktur Pengembangan Usaha Ari Respati, Direktur Bisnis Reza Febriano, Direktur Operasi Fitri Wiyanti, Direktur Layanan Yaya Ruhiya serta Corporate Secretary & Chief Administration Officer Jasa Marga Trias Andriyanto dan jajaran Group Head dan Direksi Anak Perusahaan Jasa Marga Group.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan sejumlah langkah transformasi yang telah dilakukan perusahaan, mulai dari rejuvenasi rest area hingga penguatan fungsi JMTC sebagai pusat kendali operasional berbasis teknologi. Pengembangan Travoy Rest menjadi bagian dari strategi Jasa Marga dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan melalui konsep destination hub area, sehingga rest area tidak lagi sekedar menjadi tempat beristirahat, melainkan destinasi yang menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan dan menyenangkan.

Sejumlah transformasi layanan Travoy Rest KM 88A dan B Jalan Tol Cipularang terlihat dari rejuvenasi dan penambahan jumlah toilet, penyediaan fasilitas yang semakin lengkap dan berkualitas, ruang terbuka yang ramah lingkungan, penambahan titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga penguatan peran UMKM lokal. Upaya peningkatan pelayanan ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pengguna jalan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Transformasi pada Travoy Rest KM 88A Jalan Tol Cipularang dimulai dengan membenahi fasilitas esensial rest area sebagai prioritas utama. Travoy Rest ini ini kami siapkan menjadi showcase untuk pengembangan rest area ke depannya yang fokus pada peningkatan pelayanan pengguna jalan melalui perluasan kawasan, rejuvenasi toilet agar lebih nyaman sekaligus relokasi toilet untuk mempermudah akses, penambahan ruang terbuka hijau, serta optimalisasi alur kendaraan dan kapasitas parkir. Harapannya, Travoy Rest KM 88A dapat menjadi rest area percontohan yang mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna jalan secara lebih optimal,” ujar Rivan.

Pada Travoy Rest KM 88B Jalan Tol Cipularang, transformasi berfokus pada peningkatkan peran dan kualitas UMKM lokal. Berbagai produk khas Nusantara dihadirkan untuk memberikan pengalaman kuliner yang lebih beragam kepada pengguna jalan. Selain itu Jasa Marga menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang mencakup pemilahan sejak sumber, pengumpulan, pemrosesan, hingga pemanfaatan kembali hasil olahan sampah menjadi pupuk organik. Seluruh proses tersebut dikembangkan melalui konsep showcase waste management di rest area sebagai percontohan pengelolaan lingkungan yang mendukung implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Dalam transformasi layanan digital, Jasa Marga terus mengoptimalkan JMTC sebagai The Eye of Toll Road. Pusat kendali operasional terintegrasi ini memantau seluruh jaringan jalan tol Jasa Marga selama 24 jam secara real-time untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan responsif terhadap dinamika lalu lintas. Didukung lebih dari 3.500 CCTV, Traffic Counting System, Variable Message Sign (VMS), Speed Camera, Weigh in Motion (WIM), radar lalu lintas, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta analisis big data, JMTC mampu memantau pergerakan sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari sekaligus mempercepat koordinasi penanganan kondisi darurat, rekayasa lalu lintas, dan penyampaian informasi secara akurat kepada pengguna jalan.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria Dony menyampaikan pesan utama Presiden Republik Indonesia adalah untuk memastikan pelayanan BUMN kepada masyarakat terus meningkat. Pemanfaatan teknologi perlu terus dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat melalui pemantauan seluruh ruas jalan tol secara menyeluruh dan percepatan respons terhadap setiap kejadian.

“Teknologi juga harus mampu menyediakan informasi perjalanan yang akurat agar masyarakat dapat mengetahui kondisi lalu lintas dan memperkirakan waktu tempuh perjalanan. Dalam perjalanan tersebut, peningkatan kualitas rest area penting sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari layanan jalan tol karena pengguna jalan berhak memperoleh layanan yang baik dan fasilitas istirahat yang aman dan nyaman,” ujar Dony.

Menurut Dony, transofrmasi Jasa Marga sejalan dengan arah Danantara Indonesia dalam mendorong value creation yang berlandaskan service excellence. Dony mengapresiasi peningkatan pelayanan Jasa Marga yang tidak hanya berorientasi pada aspek operasional jalan tol, tetapi juga memberikan kemudahan, kenyamanan, dan nilai tambah bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh Direksi dan juga karyawan Jasa Marga. Selama satu tahun kita melihat transformasi yang luar biasa dari Jasa Marga berjalan dengan cukup baik. Pada prinsipnya, Pemerintah ingin meningkatkan kualitas layanan kepada publik, sehingga masyarakat dapat menikmati dan merasakan layanan jalan tol meningkat dengan cukup signifikan. Tetap semangat dalam menjalankan tugas untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh rakyat Indonesia,” ujar Dony.

Sebagai market leader pengelola jalan tol di Indonesia, Jasa Marga terus memperkuat transformasi layanan melalui inovasi, digitalisasi, dan penerapan prinsip keberlanjutan untuk menghadirkan layanan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui komitmen tersebut, Jasa Marga memastikan setiap perjalanan pengguna jalan menjadi penuh arti dengan menghadirkan pengalaman berkendara yang aman, nyaman, lancar, dan berkeselamatan, sekaligus mendukung terwujudnya infrastruktur nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Region 6 Perkuat Kesiapsiagaan Krisis MelaluiTraining of Trainer Business Continuity Management (BCM)

Sebagai bagian dari komitmen dalam menjaga keberlangsungan operasional dan stabilitas bisnis, BRI Region 6 menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Training of Trainer (TOT) Business Continuity Management (BCM). Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan ORD Group dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi berbagai potensi risiko dan kondisi krisis.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pekerja BRI Region 6 serta Bapak Fandi Imawan selaku Regional Business Support Head BRI Region 6. Dalam arahannya, Bapak Fandi Imawan menegaskan bahwa aspek Business Continuity Management (BCM) memiliki peran yang sangat penting dan krusial dalam menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan di tengah berbagai tantangan dan potensi gangguan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Menurutnya, penerapan BCM yang efektif tidak hanya bertujuan untuk memastikan operasional bisnis tetap berjalan pada saat terjadi kondisi darurat, tetapi juga menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga stabilitas perusahaan serta mempertahankan kepercayaan nasabah terhadap layanan BRI. Oleh karena itu, setiap pekerja perlu memahami peran dan tanggung jawabnya dalam mendukung implementasi BCM secara menyeluruh.

Dalam sesi sosialisasi dan pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar BCM, identifikasi risiko, strategi mitigasi, prosedur tanggap darurat, hingga langkah-langkah pemulihan operasional pascakejadian. Narasumber dari ORD Group dan BPBD DKI Jakarta juga membagikan pengalaman, praktik terbaik, serta simulasi penanganan berbagai skenario krisis yang berpotensi mengganggu aktivitas bisnis.

Melalui kegiatan ini, BRI Region 6 terus memperkuat budaya kesiapsiagaan dan manajemen risiko di lingkungan kerja. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai Business Continuity Management, diharapkan seluruh insan BRI mampu merespons berbagai situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sehingga keberlangsungan layanan kepada nasabah tetap terjaga.

Penyelenggaraan Sosialisasi dan TOT BCM ini menjadi wujud nyata komitmen BRI Region 6 dalam membangun organisasi yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan, sekaligus menjaga kepercayaan nasabah melalui layanan yang andal dan berkesinambungan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Kebersamaan dan Kebugaran, Pekerja BRI Region 6 Gelar Olahraga Basket Bersama

Sebagai bagian dari implementasi budaya Work Life Balance, para pekerja BRI Region 6 melaksanakan kegiatan olahraga basket bersama yang diselenggarakan setelah jam kerja. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas kerja dan kesehatan fisik, sekaligus mempererat hubungan antarpekerja di lingkungan BRI Region 6.

Kegiatan basket bersama diikuti dengan antusias oleh para pekerja dari berbagai unit dan fungsi kerja. Suasana penuh semangat dan kebersamaan terlihat sepanjang pertandingan, di mana para peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga membangun komunikasi dan interaksi yang lebih erat di luar aktivitas pekerjaan sehari-hari.

Selain bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memupuk rasa kebersamaan, solidaritas, serta kerja sama antarpekerja. Melalui olahraga tim seperti basket, para peserta diajak untuk mengembangkan kekompakan, saling mendukung, dan membangun semangat kolaborasi yang dapat diterapkan dalam lingkungan kerja.

Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan komitmen BRI dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan harmonis. Dengan menjaga kesehatan fisik dan memperkuat hubungan antarpekerja, diharapkan setiap insan BRI dapat bekerja dengan lebih optimal serta mampu menghadapi berbagai tantangan bisnis dengan semangat yang positif.

Melalui kegiatan olahraga basket bersama ini, BRI Region 6 menunjukkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditunjang oleh pencapaian kinerja, tetapi juga oleh kualitas hubungan antarpekerja serta perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan sumber daya manusia. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang sehat, solid, dan penuh semangat kebersamaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mesin Digital CS di BRI BO Veteran Permudah Layanan Nasabah, Lebih Cepat, Mudah, dan Praktis

BRI terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu inovasi yang telah diimplementasikan adalah penggunaan Mesin Digital Customer Service (Digital CS) yang memberikan kemudahan bagi nasabah dalam mengakses berbagai layanan perbankan secara lebih cepat, mudah, dan praktis.

Salah satu unit kerja yang telah mengoperasikan layanan tersebut adalah BRI Branch Office (BO) Veteran. Kehadiran Mesin Digital CS menjadi solusi bagi nasabah yang membutuhkan layanan administrasi perbankan tanpa harus menunggu antrean panjang di meja Customer Service.

Melalui Mesin Digital CS, nasabah dapat melakukan berbagai kebutuhan layanan secara mandiri, seperti pembukaan rekening, penggantian kartu, pembaruan data nasabah, aktivasi layanan perbankan, dan berbagai layanan lainnya. Proses yang sebelumnya memerlukan waktu tunggu kini dapat dilakukan dengan lebih efisien melalui sistem digital yang terintegrasi.

Penggunaan Mesin Digital CS tidak hanya memberikan kenyamanan bagi nasabah, tetapi juga membantu meningkatkan efektivitas operasional kantor layanan. Dengan berkurangnya antrean di Customer Service, petugas dapat lebih fokus menangani kebutuhan nasabah yang memerlukan penanganan khusus, sehingga kualitas layanan secara keseluruhan semakin optimal.

Sejak diterapkan di BO Veteran, Mesin Digital CS mendapatkan respons positif dari nasabah. Kemudahan akses, proses yang cepat, serta tampilan layanan yang ramah pengguna menjadikan fasilitas ini sebagai salah satu bentuk transformasi digital BRI dalam menghadirkan pengalaman perbankan yang modern dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui inovasi layanan digital ini, BRI menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah dengan mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan, sejalan dengan transformasi perusahaan menuju layanan perbankan yang semakin digital dan berorientasi pada kebutuhan nasabah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI KCP Pangeran Jayakarta Gelar Sosialisasi Junio Smart di SMA 1 Cawang Baru

Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar, BRI KCP Pangeran Jayakarta menggelar kegiatan sosialisasi produk tabungan BRI Junio Smart di SMA 1 Cawang Baru. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Zonadonni selaku Relationship Manager Funding Transaction (RMFT) dan Luthfi Navy Aditya yang sehari-hari bertugas sebagai Universal Banker (UB) di BRI KCP Pangeran Jayakarta.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah SMA 1 Cawang Baru, para guru, serta orang tua siswa yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan dukungan bersama dalam membangun kesadaran pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia dini.

Pada kesempatan tersebut, Zonadoni dan Luthfi Navy Aditya menyampaikan berbagai informasi mengenai produk BRI Junio Smart, mulai dari manfaat, fitur, kemudahan transaksi, hingga pentingnya menumbuhkan budaya menabung bagi generasi muda. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai keamanan transaksi perbankan serta berbagai layanan digital yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan finansial pelajar.

Selain sesi pemaparan produk, kegiatan juga diisi dengan layanan pembukaan rekening BRI Junio Smart bagi siswa yang berminat. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat orang tua dan siswa untuk mendapatkan informasi lebih lanjut serta memanfaatkan kesempatan pembukaan rekening secara langsung di lokasi kegiatan.

Melalui kegiatan ini, BRI KCP Pangeran Jayakarta berharap dapat memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar sekaligus mendorong terciptanya kebiasaan menabung sejak dini. Sosialisasi BRI Junio Smart menjadi salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat dan mempersiapkan generasi muda yang lebih cerdas dalam mengelola keuangan di masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Saatnya Berhenti Membeli Pakaian yang Hanya “Oke” di Awal

Dunia fashion lokal memang sedang ramai-ramainya. Brand baru bermunculan setiap minggu, namun banyak yang terjebak pada formula yang sama: mengejar tren musiman dan logo yang mencolok. Di tengah keriuhan itu, konsumen mulai sadar bahwa mereka sudah lelah dengan pakaian yang “gugur” sebelum waktunya.

Ada pergeseran perilaku yang menarik di sini. Pembeli sekarang jauh lebih kritis. Mereka tidak lagi beli kaos yang cuma terlihat bagus di foto, tapi yang bisa awet setelah puluhan kali dicuci. Mereka mencari kenyamanan jangka panjang, bukan gaya instan.

Commongoods melihat fenomena ini bukan sebagai pasar, melainkan sebuah tanggung jawab.

Melawan Budaya Fast Fashion dengan Kualitas

Tantangan utama yang dihadapi banyak orang saat ini adalah konsistensi. Seringkali, kita membeli kaos dengan harapan tinggi, tapi tiga kali masuk mesin cuci, kerahnya sudah melar atau warnanya memudar. Ini bukan masalah baju, tapi masalah harga diri pemakainya.

Commongoods menolak narasi “yang penting murah dan laku”.

Fokus brand ini sejak awal adalah durabilitas. Ini adalah resistensi halus terhadap budaya fast fashion yang memprioritaskan kuantitas di atas kualitas. Bagi mereka, pakaian basic yang baik bukanlah yang paling mencolok, melainkan yang paling bisa diandalkan setiap hari.

Minimalis Bukan Berarti Tanpa Karakter

Ada kesalahpahaman umum bahwa desain minimalis itu membosankan. Padahal, justru di sinilah letak tantangan sesungguhnya. Membuat pakaian dengan siluet bersih yang tetap terlihat modern dan proporsional saat dipakai, tanpa terlihat kedodoran atau kaku, memerlukan presisi yang tinggi.

Koleksi kaos oversize dari Commongoods adalah contoh nyata. Potongannya dirancang untuk beradaptasi dengan berbagai bentuk tubuh, memberikan kesan urban yang effortless. Ini bukan hanya tentang kaos, tapi juga instrumen kepercayaan diri. Saat jahitan tepi rapi dan pemilihan kain yang pas untuk cuaca tropis bersatu, di situlah fungsi dan estetika bertemu.

Investasi pada Citra Diri

Dalam ekosistem digital di mana penampilan seringkali menjadi kesan pertama, memilih pakaian basic yang berkualitas adalah investasi untuk personal branding. Kita tidak selalu butuh pakaian yang ramai untuk tampil prima. Justru, kemampuan memadupadankan busana minimalis yang berkualitas menunjukkan selera yang lebih matang.

Kehadiran Commongoods di industri lokal memberikan sinyal penting: bahwa produsen lokal sudah saatnya menetapkan standar yang lebih tinggi. Bukan lagi soal siapa yang bisa menjual paling murah, tapi siapa yang bisa memberikan nilai jangka panjang bagi penggunanya.

Tentang Commongoods

Commongoods adalah ruang bagi mereka yang percaya bahwa pakaian tidak hanya pelapis tubuh. Dengan pendekatan yang mengutamakan fungsi, ketahanan kain, dan desain yang timeless, brand ini berkomitmen menjadi solusi busana harian bagi masyarakat urban Indonesia yang tidak ingin berkompromi dengan kualitas.

Untuk melihat bagaimana mereka membingkai kembali standar pakaian basic, Anda bisa beli kaos oversize di official website Commongoods commongoods.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Region 6 Gelar Operational Enhancement Project untuk Tingkatkan Kompetensi Manager Operasional & Layanan

BRI Region 6 menyelenggarakan program Operational Enhancement Project (OEP) bagi para Manager Operasional & Layanan (MOL) dari berbagai unit kerja di wilayah Region 6. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kapabilitas sumber daya manusia serta meningkatkan kualitas pengelolaan operasional dan layanan di seluruh jaringan kerja BRI.

Pelaksanaan pendidikan OEP dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan operasional perbankan, penerapan manajemen risiko, penguatan kepatuhan, serta strategi peningkatan kualitas layanan kepada nasabah. Melalui program ini, para Manager Operasional & Layanan diharapkan mampu mengidentifikasi peluang perbaikan proses kerja, meningkatkan efektivitas operasional, dan mendorong terciptanya budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan prima.

Selain mendapatkan materi dari para instruktur dan praktisi berpengalaman, peserta juga terlibat dalam berbagai diskusi, studi kasus, serta penyusunan proyek peningkatan operasional yang dapat diimplementasikan di unit kerja masing-masing. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan solusi yang berdampak nyata terhadap peningkatan kinerja operasional.

Melalui penyelenggaraan Operational Enhancement Project ini, BRI Region 6 menegaskan komitmennya dalam menciptakan insan BRI yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan bisnis yang terus berkembang. Diharapkan hasil dari program ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, serta pencapaian target bisnis perusahaan secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES