Sektor Jasa Keuangan dan Korporasi Indonesia Terancam Denda 2 Persen dari Pendapatan Saat Aturan AI Mulai Ditegakkan. Sebagian Besar Belum Mampu Membuktikan Apa yang Dikerjakan AI Mereka

Penegakan UU PDP kini berlaku aktif bagi seluruh sektor, OJK telah menyampaikan secara spesifik bagaimana tata kelola AI perbankan akan dinilai, dan Perpres tentang Etika AI nasional diperkirakan ditandatangani tahun ini. BSSN mencatat 3,64 miliar serangan siber dan lebih dari 56 juta data terekspos hingga tahun lalu. Veranthios hadir di Indonesia bersama mitra lokal PT Digivla Indonesia untuk membantu perusahaan menata kelola AI sebelum regulator, atau penyerang, lebih dulu menemukan celahnya.

JAKARTA. Tata kelola AI di Indonesia bergeser dari sekadar panduan
menjadi penegakan pada tahun ini. Masa transisi Undang-Undang Nomor 27 Tahun
2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) berakhir pada Oktober 2024.
Regulator kini aktif melakukan audit, dan sanksi denda hingga 2 persen dari
pendapatan tahunan, ditambah ancaman pidana hingga enam tahun penjara, berlaku
bagi setiap organisasi yang memproses data pribadi di Indonesia, tanpa
memandang sektor.

Sektor jasa keuangan memikul pengawasan sektoral tambahan di atas
ketentuan tersebut. Pada April 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan
AI Governance Handbook bagi perbankan Indonesia, yang menetapkan siklus hidup
AI dalam enam tahap dan menilainya berdasarkan tiga prinsip: akuntabilitas,
pengawasan manusia, dan keandalan. Peraturan OJK Nomor 1 Tahun 2026 tentang
tata kelola teknologi informasi bagi bank umum mulai berlaku pada Maret lalu.
Sementara itu, rancangan Peraturan Presiden tentang Etika dan Keamanan AI, yang
diperkirakan ditandatangani tahun ini dan berlaku lintas sektor ekonomi, akan
memperkenalkan registri model AI nasional serta kewajiban penilaian risiko bagi
sistem berisiko tinggi. Bank Indonesia mengawasi penggunaan AI pada sistem
pembayaran, Komdigi menegakkan kewajiban pendaftaran PSE dan aturan lokalisasi
data berdasarkan PP 71/2019, dan BSSN menetapkan standar keamanan siber.

Hasilnya, setiap perusahaan memikul eksposur UU PDP, sementara lembaga
keuangan berhadapan dengan sedikitnya empat regulator tambahan yang
masing-masing memiliki kewenangan penegakan tersendiri atas sistem AI yang
sama.

Pada saat yang sama, eksposurnya sudah berskala besar. BSSN mencatat 3,64
miliar serangan siber dan lebih dari 56 juta data terekspos yang berdampak pada
461 organisasi. Secara global, 68 persen perusahaan melaporkan keberadaan
Shadow AI, yaitu penggunaan perangkat AI oleh karyawan tanpa persetujuan tim
IT, dan sebagian besar di antaranya tidak mampu menyediakan jejak audit yang
sewaktu-waktu diminta regulator.

Perusahaan kini menghadapi kesenjangan dua sisi yang juga terlihat di
negara lain di kawasan, dan diperuncing oleh lanskap multiregulator Indonesia.
Di satu sisi, mereka tidak dapat membuktikan kepada Komdigi, atau bagi
perbankan juga kepada OJK dan Bank Indonesia, bahwa sistem AI mereka memenuhi standar
yang diharapkan masing-masing otoritas. Di sisi lain, mereka tidak dapat
melihat risiko AI yang terbentuk di dalam perimeter mereka sendiri dengan cukup
cepat untuk mendahului tenggat notifikasi insiden 72 jam.

Veranthios menjawab keduanya. Platform ini menemukan perangkat dan agen
AI yang beroperasi di seluruh organisasi, baik yang telah disetujui maupun
tidak. Seiring perusahaan mengadopsi AI agentik, Veranthios dirancang untuk
menata kelolanya pada lapisan protokol (MCP dan A2A) sehingga dapat membakukan
apa yang sebenarnya dikerjakan setiap agen, koneksi yang dimilikinya, dan
topologi multiagen yang terbentuk di antaranya: melampaui pemeriksaan lapisan
identitas yang selama ini menjadi batas sebagian besar perangkat tata kelola.
Setiap klaim kepatuhan dibuktikan melalui bukti berpenanda kriptografis yang
mengungkap setiap upaya manipulasi, bukan sekadar log yang masih dapat diubah.
Veranthios memetakan bukti tersebut langsung ke AI Governance Handbook OJK dan
UU PDP, di samping cakupan bawaan untuk kerangka utama lain di kawasan: MAS
FEAT (Singapura), IMDA AI Verify (Singapura), BNM RMiT (Malaysia), panduan
METI/FSA Jepang, ISO/IEC 42001, dan EU AI Act. Dengan demikian, satu paket
bukti dapat memenuhi kebutuhan seluruh regulator tempat perusahaan melapor di
kawasan Asia Pasifik.

Tata kelola tidak berhenti pada tahap penerapan. Veranthios
menjalankan pemantauan risiko berkelanjutan atas setiap sistem dan agen AI di
lingkungan produksi: deteksi drift secara real-time, observabilitas saat
runtime, serta guardrail otomatis yang menilai risiko secara terus-menerus,
bukan hanya pada satu titik waktu audit. Ketika perilaku, akses data, atau
koneksi protokol suatu agen bergeser keluar dari batas yang disetujui,
Veranthios menandai dan mendokumentasikannya saat itu juga. Paket bukti pun
sudah tersusun dan siap disampaikan kepada regulator jauh sebelum tenggat
notifikasi insiden 72 jam yang diwajibkan UU PDP, bukan disusun terburu-buru
setelah kejadian.

Untuk menghadirkan solusi ini bagi perusahaan Indonesia, Veranthios
menggandeng PT Digivla Indonesia yang berbasis di Jakarta Selatan,
memadukan platform tata kelola Veranthios dengan keahlian Digivla di bidang
regulasi dan implementasi di pasar jasa keuangan dan korporasi Indonesia.

“Arah regulasi di Indonesia kini sudah sangat jelas. Tantangannya
bukan lagi memahami apa yang diwajibkan aturan, melainkan membuktikan, kapan
pun diminta, bahwa sistem AI perusahaan berjalan secara berkelanjutan di dalam
koridor tersebut. Banyak organisasi masih belum memiliki visibilitas menyeluruh
atas penggunaan AI, terlebih ketika AI agentik makin banyak dipakai. Kemitraan
kami dengan Veranthios memungkinkan perusahaan Indonesia menerapkan tata kelola
AI dengan bukti yang dapat diverifikasi, sehingga memperkuat kepatuhan, menekan
risiko operasional, dan mempercepat adopsi AI yang bertanggung jawab,”
ujar Reza Maulana, Direktur Utama PT Digivla Indonesia.

Veranthios kini tersedia di Indonesia melalui PT Digivla Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

School of Information Systems BINUS UNIVERSITY Raih Tiga Penghargaan Internasional dari SAP University Alliances

Di tengah pesatnya transformasi digital global, kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri menjadi fondasi utama dalam melahirkan talenta yang kompeten dan berdaya saing. Mempertegas posisinya sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekosistem teknologi, School of Information Systems BINUS University berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih tiga penghargaan internasional sekaligus dari SAP University Alliances (SAP UA) dalam rangkaian SAP Academic Community Conference APAC 2026.

School of Information Systems BINUS University dianugerahi SAP University Alliances Educational Excellence Awards APAC 2026 atas kontribusi implementasi kurikulum pembelajaran ERP yang luar biasa sesuai dengan standar SAP UA Portfolio, prestasi gemilang dalam berbagai kompetisi SAP UA, serta inovasi dalam mengintegrasikan teknologi SAP ke dalam pengajaran akademik, termasuk pemanfaatan SAP Learning Hub. Selain itu, raihan SAP University Alliances Co-Innovation Excellence Awards APAC 2026  sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktif BINUS dalam ekosistem SAP melalui berbagai proyek mahasiswa yang menghadirkan solusi atas tantangan nyata yang dihadapi industri, pengembangan Proof of Concept (POC) yang inovatif, serta berbagai aktivitas SAP University Alliances bersama dengan partner SAP. Tidak berhenti di situ, School of Information Systems BINUS University juga menerima SAP University Alliances Community Excellence Awards APAC 2026 atas apresiasi kontribusi dalam mengumpulkan dan mengadakan kegiatan-kegiatan yang mendukung pengembangan komunitas akademik SAP seperti SAP Academic Community Conferences. 

Dekan School of Information Systems BINUS University, Dr. Rudy, S.Kom., M.M., mengungkapkan rasa bangganya atas raihan ini. Menurutnya, penghargaan ini mencerminkan dedikasi seluruh sivitas akademika dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

“Kami sangat bangga atas apresiasi yang diberikan oleh SAP University Alliances. Penghargaan ini menjadi validasi atas upaya berkelanjutan kami dalam menghadirkan kurikulum yang tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap kemajuan teknologi industri. Sinergi antara pengajaran, penelitian, dan inovasi bersama mitra industri seperti SAP adalah kunci utama bagi kami untuk mempersiapkan lulusan yang siap menjadi pemimpin di era digital,” ujarnya.

Pencapaian ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi School of Information Systems BINUS University sebagai pusat unggulan pendidikan teknologi informasi di kawasan Asia Pasifik, serta memotivasi seluruh civitas akademika untuk terus berkontribusi pada pengembangan solusi berbasis teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kenapa pH 5.5 Penting untuk Sabun Mandi Bayi? Ini Penjelasannya

Kulit bayi kira-kira lima kali lebih Tipis daripada kulit orang dewasa、dan lapisan pelindungnya(皮肤屏障)masih dalam tahap berkembang。 Karena itu、hal yang terlihat sepele seperti tingkat keasaman (pH) sabun bisa cukup berpengaruh pada kenyamanan kulitnya。

CoveBaby Amino 2-1 Bath & Shampoo PDP” />

Kulit yang sehat umumnya berada di kisaran sedikit asam,sekitar pH 4.5–6。 Banyak sabun batang atau sabun keluarga Bersifat basa (pH tinggi) sehingga terasa“sangatbersih”dan berbusa banyak。 Namun pada kulit bayi, pH yang terlalu basa dapat mengganggu lapisan pelindung alami sehingga kulit lebih mudah terasa kering, kaku, dan kemerahan setelah mandi.

配方中的 pH 值应为 5.5。 Salah satu contohnya adalah CoveBaby Amino 2 合 1 沐浴露和洗发水、yang memakai surfaktan berbasis asamamino yang lembut dan menjaga pH mendekati pH alami kulit bayi。 Formulanya juga bebas SLS/SLES、酒精、对羟基苯甲酸酯、硅 — bahan-bahan yang berpotensi membuat kulit sensitif makin kering。芦荟、泛醇(维生素 B5)、甘菊和洋甘菊混合成分。

Kenapa hal ini terasa lebih 与印度尼西亚有关吗? Cuaca panas dan lembap membuat bayi cenderung lebih sering mandi dan mudah berkeringat。 Membersihkan terlalu “keras” setiap hari justru bisa memicu kulit kering。 Sabun ber-pH seimbang mengangkat keringat dan kotoran tanpa banyak mengikis kelembapan alami。

Jadi、saat memilih sabun bayi、perhatikan tiga hal sederhana:pH 值 5.5、daftar bahan yang bebas dari deterjen keras seperti SLS/SLES、serta 状态注册 BPOM。 Untuk CoveBaby Amino,注册号为 NA18260700406,并在 cekbpom.pom.go.id 上注册。

Terakhir、perlu diingat bahwa produk perawatan seperti ini ditujukan untuk membantu menjaga kulit tetap bersih dan nyaman、bukan untuk mengobati kondisi medis。 Bila kulit bayi tetap kering atau kemerahan meski sudah memakai produk yang lembut、sebaiknya konsultasikan ke dokter。

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Topotels Hotels & Resorts Perkenalkan Fusion Hotel Group di KlikNBook Table Top Bandung 2026, Siap Integrasikan Brand Ayola dan Odua

Topotels Hotels & Resorts berpartisipasi dalam ajang KlikNBook Table Top Bandung 2026 untuk memperkenalkan Fusion Hotel Group kepada para pelaku industri pariwisata. Langkah strategis ini menandai rencana integrasi merek Ayola dan Odua ke dalam portofolio regional Fusion Hotel Group yang sedang berkembang di Asia Tenggara, guna memperkuat konektivitas regional serta memberikan nilai tambah bagi mitra bisnis dan tamu.

BANDUNG, 28 Juli 2026 – Topotels Hotels & Resorts secara resmi berpartisipasi dalam ajang business-to-business (B2B) KlikNBook Table Top Bandung 2026 yang berlangsung pada 16–17 Juli 2026 di The Papandayan Hotel, Bandung. Keikutsertaan ini mempertegas komitmen perusahaan dalam mempererat hubungan dengan agen perjalanan, pembeli korporat, wholesaler, serta para pemangku kepentingan industri pariwisata di seluruh Indonesia.

Dalam pameran dagang dua hari tersebut, Topotels memanfaatkan momen berharga ini untuk memperkenalkan Fusion Hotel Group secara luas. Di saat yang sama, perusahaan juga membagikan tonggak sejarah strategis berikutnya, yakni rencana integrasi merek Ayola dan Odua ke dalam portofolio regional Fusion Hotel Group yang kini tengah berkembang pesat di Asia Tenggara. Pengenalan ini dirancang untuk membangun kesadaran awal (early awareness) di kalangan mitra bisnis mengenai peluang regional yang lebih luas yang akan dihadirkan oleh babak baru ini.

Sinergi Regional dan Ekspansi Jaringan Perhotelan

Fusion Hotel Group sendiri merupakan perusahaan manajemen perhotelan internasional dengan koleksi hotel dan resor yang terus berkembang di Vietnam, Thailand, dan Indonesia. Dikenal dengan filosofi keramahan yang terinspirasi oleh konsep kesehatan dan kebugaran (wellness-inspired hospitality), Fusion menyajikan pengalaman otentik bagi para tamu melalui hotel yang dirancang dengan matang, layanan personal, serta beragam portofolio merek gaya hidup, bisnis, dan resor.

Rencana integrasi merek Ayola dan Odua ke dalam Fusion Hotel Group menjadi langkah penting dalam memperkuat kehadiran grup tersebut di Indonesia sekaligus memperluas jaringan perhotelan regionalnya. Melalui integrasi ini, para mitra bisnis akan mendapatkan keuntungan dari saluran distribusi yang lebih kuat, konektivitas regional yang lebih luas, peningkatan kemampuan komersial, serta akses ke portofolio hotel yang lebih besar di seluruh Asia Tenggara.

Komitmen Terhadap Kemajuan Industri Pariwisata

“KlikNBook Table Top Bandung memberikan peluang yang sangat baik bagi kami untuk memperkenalkan Fusion Hotel Group kepada para mitra berharga kami, sekaligus membagikan visi integrasi merek Ayola dan Odua. Langkah ini menandai babak baru yang menarik dalam memperkuat kehadiran kami di tingkat regional dan menciptakan peluang yang lebih besar bagi para pemilik hotel, mitra bisnis, dan tamu kami. Kami sangat menantikan peluncuran resmi babak baru ini dalam waktu dekat,” ungkap perwakilan tim Corporate Marketing Communication dari Topotels Hotels & Resorts.

Partisipasi Topotels Hotels & Resorts dalam ajang ini mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung industri pariwisata Indonesia dan mendorong kolaborasi yang bermakna dengan para profesional perjalanan serta mitra korporat. Seiring berjalannya proses integrasi merek Ayola dan Odua, perusahaan tetap fokus pada penyampaian pengalaman perhotelan yang luar biasa, perluasan peluang regional, serta penciptaan nilai yang lebih besar bagi seluruh pemangku kepentingan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

DJI Zenmuse H30T: Payload Multi-Sensor untuk Inspeksi Jarak Jauh dan Public Safety

Satu payload dengan kamera wide 48MP, zoom 34x optical (hingga 400x hybrid), thermal 1280×1024, laser rangefinder 3.000 m, dan full-color night vision. Dirancang untuk inspeksi aset dan operasi siang maupun malam.

Jakarta — Halo Robotics menghadirkan DJI Zenmuse H30T, payload multi-sensor untuk inspeksi jarak jauh dan public safety. Payload ini menggabungkan lima kemampuan dalam satu unit.

H30T membawa kamera wide 48MP, kamera zoom 40MP dengan 34x optical zoom (hingga 400x hybrid zoom), kamera thermal 1280×1024 dengan rentang pengukuran 0 C hingga 1600 C, laser rangefinder hingga 3.000 m, dan full-color night vision. Payload ini bekerja dengan drone DJI Enterprise seperti Matrice 400 RTK.

Penerapan mencakup public safety, energi, oil & gas, konservasi air, dan kehutanan. Contoh nyata meliputi inspeksi flare stack, jetty, HRSG, dan aset transmisi listrik, dengan dokumentasi visual resolusi tinggi dan data thermal radiometrik untuk analisis kondisi aset.

DJI Zenmuse H30T tersedia di Indonesia melalui Halo Robotics. Ulasan lengkap tersedia di artikel ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Peruri Properti Gandeng GEMA Worldwide untuk Mengembangkan Creative Hub Berbasis Kolaborasi Komunitas

Jakarta, 28 Juli 2026 — Industri kreatif Indonesia terus menunjukkan peran strategis sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan ruang yang mampu mempertemukan kreator, komunitas, pelaku usaha, hingga institusi dalam satu ekosistem kolaboratif, konsultan marketing terintegrasi, GEMA Worldwide fasilitasi Peruri Properti untuk mengambil langkah awal dengan membuka ruang dialog bersama berbagai pelaku industri kreatif.

Sebagai bagian dari PERURI Group yang berfokus pada pengelolaan dan optimalisasi aset perusahaan, Peruri Properti melakukan diskusi terbuka bersama komunitas dan para pemangku kepentingan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam mengembangkan kawasan Peruri Properti sebagai ruang yang tidak hanya berfungsi sebagai venue, tetapi juga sebagai pusat kolaborasi bagi industri kreatif Indonesia.

“Kami percaya bahwa sebuah ruang yang baik tidak hanya dibangun dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari pemahaman terhadap kebutuhan para penggunanya. Karena itu kami mengapresiasi GEMA Worldwide yang telah memfasilitasi dialog bersama berbagai pelaku industri kreatif untuk menjadi masukan kami dalam merancang kawasan yang lebih inklusif, relevan, dan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan industri kreatif Indonesia.” ujar Direktur Peruri Properti, Fakky Hidayat.

Peruri Properti merupakan lini bisnis dalam ekosistem PERURI yang memiliki fokus pada pengembangan serta optimalisasi aset properti agar mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus nilai sosial yang berkelanjutan. Sejalan dengan visi PERURI untuk terus menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan transformasi bisnis, Peruri Properti menghadirkan berbagai fasilitas yang mendukung kebutuhan bisnis, komunitas, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan kreatif.

Salah satu aset unggulannya adalah Peruri Heritage, sebuah kawasan multifungsi yang terdiri atas multifunction hall berkapasitas hingga 500 orang, mezzanine hall berkapasitas sekitar 100 orang, serta berbagai ruang fleksibel yang dapat dimanfaatkan untuk konferensi, peluncuran produk, workshop, pameran, pertunjukan seni, hingga aktivitas komunitas. Melihat besarnya potensi tersebut, Peruri Properti ingin memastikan bahwa pengembangan kawasan dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata para pelaku industri kreatif, sehingga mampu menjadi ruang yang hidup, inklusif, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Peruri Properti menunjuk GEMA Worldwide sebagai strategic communication partner yang memiliki pengalaman membangun kolaborasi lintas sektor antara brand, komunitas, media, pemerintah, hingga pelaku industri kreatif di Indonesia dan Asia Tenggara. Melalui pendekatan berbasis kolaborasi dan co-creation, GEMA Worldwide membantu organisasi membangun komunikasi yang lebih partisipatif sehingga setiap inisiatif yang dijalankan dapat berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Sebagai langkah awal kolaborasi, GEMA Worldwide memfasilitasi Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan Peruri Properti dengan sejumlah pelaku industri kreatif, antara lain Founder Event Organizer, Wedding Organizer, Pelaku komunitas kreatif seperti INFIPOP, Minutes of Manager, Endgame Townhall, kreator podcast, serta berbagai komunitas kreatif lainnya. Dalam diskusi tersebut, para peserta memberikan berbagai perspektif mengenai kebutuhan ekosistem kreatif saat ini, mulai dari pentingnya ruang yang fleksibel untuk berbagai format acara, peluang menghadirkan program kolaboratif yang berkelanjutan, hingga bagaimana sebuah venue dapat berkembang menjadi pusat aktivitas komunitas yang aktif sepanjang tahun.

Berbagai masukan tersebut akan menjadi salah satu referensi bagi Peruri Properti dalam merancang pengembangan kawasan yang mampu menjawab kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang.

“Kami senang dapat dipercaya oleh Peruri Properti dalam mengelola kegiatan branding dan komunikasi Kota Peruri. Sebagai langkah awal, kami percaya bahwa kolaborasi terbaik selalu dimulai dari mendengarkan. Untuk itulah kami membuka ruang dialog bersama komunitas kreatif untuk memastikan setiap struktur dan model kegiatan yang dilakukan dapat memenuhi kebutuhan audiens. Harapan kami, kolaborasi ini dapat menjadi fondasi lahirnya sebuah creative hub yang bukan hanya menjadi tempat berkegiatan, tetapi juga ruang bertumbuh bagi ide, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.” tutup Founder & CEO GEMA Worldwide, Eveline Anastasia.

Ke depan, Peruri Properti bersama GEMA Worldwide akan terus melanjutkan proses engagement dengan berbagai komunitas, pelaku industri, serta mitra strategis lainnya sebagai bagian dari pengembangan kawasan yang lebih terbuka, adaptif, dan relevan terhadap kebutuhan ekosistem kreatif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bangun Channel Penjualan Sendiri dengan WhatsApp CRM Barantum

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Banyak bisnis memanfaatkan marketplace sebagai salah satu sumber penjualan utama. Namun, semakin ketatnya persaingan, biaya layanan yang terus meningkat, dan keterbatasan akses terhadap data pelanggan membuat banyak perusahaan mulai mencari cara untuk membangun channel penjualan yang mereka miliki sendiri.

Memiliki channel penjualan sendiri memberikan lebih banyak kontrol terhadap hubungan dengan pelanggan, proses penjualan, hingga strategi pemasaran. Salah satu cara yang kini banyak dilakukan bisnis adalah memanfaatkan WhatsApp dan CRM sebagai sarana untuk mengelola pelanggan secara lebih terukur.

Mengapa Banyak Bisnis Mulai Membangun Channel Penjualan Sendiri?

Ketika seluruh penjualan bergantung pada marketplace, bisnis memiliki keterbatasan dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Data pelanggan umumnya tidak dapat dikelola secara penuh sehingga peluang untuk melakukan repeat order dan membangun loyalitas menjadi lebih terbatas.

Selain itu, perubahan algoritma, biaya admin, hingga persaingan harga dapat mempengaruhi profitabilitas bisnis. Karena itu, semakin banyak perusahaan mulai membangun channel penjualan sendiri agar memiliki kontrol yang lebih besar terhadap proses pemasaran dan penjualan.

Dengan memiliki channel sendiri, bisnis dapat mengembangkan database pelanggan, membangun komunikasi yang lebih personal, dan menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Apa yang Dibutuhkan untuk Mengelola Penjualan Melalui WhatsApp?

WhatsApp telah menjadi salah satu channel komunikasi yang paling banyak digunakan pelanggan. Namun, mengelola penjualan melalui WhatsApp secara manual dapat menjadi tantangan ketika jumlah pelanggan dan percakapan terus meningkat.

Beberapa hal yang dibutuhkan untuk membangun channel penjualan melalui WhatsApp antara lain:

● Database pelanggan yang terpusat.

● Pengelolaan percakapan dari satu dashboard.

● Sistem distribusi leads kepada tim sales.

● Otomatisasi follow-up pelanggan.

● Monitoring aktivitas dan konversi penjualan.

● Laporan performa tim dan kampanye.

Dengan sistem yang tepat, WhatsApp tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga dapat berfungsi sebagai channel penjualan yang mampu membantu bisnis meningkatkan konversi dan menjaga hubungan dengan pelanggan.

Bagaimana WhatsApp CRM Barantum Membantu Bisnis Mengembangkan Channel Penjualan Sendiri?

Melalui WhatsApp CRM Barantum, perusahaan dapat mengelola seluruh aktivitas penjualan dan komunikasi pelanggan dalam satu platform terintegrasi. Seluruh data pelanggan, percakapan, dan aktivitas tim dapat dipantau secara lebih mudah dan terukur.

WhatsApp CRM Barantum membantu bisnis dengan cara:

● Mengelola chat pelanggan dalam satu platform.

● Menyimpan data pelanggan secara otomatis.

● Membantu tim sales melakukan follow-up lebih cepat.

● Mengelola pipeline dan status pelanggan.

● Mengukur performa penjualan secara real-time.

● Terintegrasi dengan Omnichannel dan AI Agent.

Dengan dukungan CRM, bisnis dapat membangun channel penjualan yang dimiliki sendiri, mengurangi ketergantungan pada platform pihak ketiga, dan menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan.

Membangun channel penjualan sendiri bukan hanya tentang mendapatkan lebih banyak pelanggan, tetapi juga menciptakan aset jangka panjang berupa data pelanggan dan hubungan yang berkelanjutan. Dengan WhatsApp CRM Barantum, bisnis dapat mengelola pelanggan secara lebih efektif, meningkatkan peluang penjualan, dan membangun pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di era digital.

Tentang Barantum.com

Barantum.com adalah penyedia solusi aplikasi all in one CRM yang mengintegrasikan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, call center software, dan WhatsApp Business API dalam satu platform. Barantum cocok digunakan untuk tim penjualan, pemasaran, customer service, call center, telemarketing, dan telesales di berbagai industri di Indonesia.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.  

FLOQ dan tiket.com Dorong Adopsi Kripto Lewat Reward Perjalanan

Jakarta, 28 Juli 2026 — FLOQ, pedagang aset keuangan digital berlisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmi menjalin kerja sama dengan tiket.com untuk menghadirkan pengalaman booking travel yang lebih menguntungkan bagi pengguna. Melalui kolaborasi ini, pengguna kini dapat memperoleh reward dalam bentuk aset kripto RLUSD setiap kali melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, maupun atraksi wisata melalui fitur Travel di aplikasi FLOQ. 

Program ini menjadi langkah nyata dalam memperluas pemanfaatan aset kripto ke aktivitas sehari-hari, khususnya di sektor perjalanan dan pariwisata. Dengan menghubungkan layanan travel digital dan reward berbasis aset kripto, FLOQ ingin menghadirkan pengalaman yang lebih relevan, praktis, dan bernilai tambah bagi pengguna. 

Melalui fitur Travel di aplikasi FLOQ, pengguna dapat mengakses layanan pemesanan tiket.com untuk berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari tiket pesawat, hotel, hingga atraksi atau tempat wisata. Setelah transaksi berhasil, perjalanan selesai, dan seluruh ketentuan program terpenuhi, reward akan diproses secara otomatis ke dompet dalam bentuk aset kripto. 

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan bahwa kolaborasi ini mencerminkan bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat adopsi kripto secara lebih nyata dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. 

“Kolaborasi FLOQ dan tiket.com menunjukkan bahwa adopsi kripto tidak harus selalu terasa kompleks atau jauh dari kehidupan sehari-hari. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan use case yang lebih sederhana dan relevan, di mana aktivitas travel yang sudah familiar bagi masyarakat dapat memberikan nilai tambah dalam bentuk reward aset kripto,” ujarnya. 

Reward Kripto untuk Tiket Pesawat, Hotel, dan Atraksi 

Yudho menambahkan, kerja sama antara industri kripto dan sektor travel juga membuka peluang baru untuk memperkenalkan manfaat aset digital kepada pengguna yang lebih luas. 

“Kami percaya masa depan adopsi kripto akan semakin kuat ketika aset digital dapat terhubung dengan kebutuhan riil pengguna. Lewat kolaborasi ini, kami ingin membangun jembatan antara teknologi kripto dan aktivitas sehari-hari masyarakat, sehingga pengalaman menggunakan kripto menjadi lebih mudah dipahami, bermanfaat, dan inklusif,” lanjutnya. 

Dalam program ini, besaran reward yang dapat diterima pengguna bergantung pada kategori produk travel yang dipesan. Untuk tiket pesawat, pengguna berkesempatan mendapatkan reward sebesar 0,5% dari nilai transaksi yang memenuhi syarat. Sementara itu, pemesanan hotel dapat memperoleh reward sebesar 5,5%, dan atraksi atau wisata sebesar 4% dari nilai transaksi yang memenuhi syarat. 

Reward tidak diberikan langsung setelah pembayaran berhasil, melainkan diproses setelah perjalanan selesai dan transaksi divalidasi oleh tiket.com. Untuk tiket pesawat, reward akan diproses setelah tanggal penerbangan berlalu. Untuk hotel, reward diproses setelah pengguna melakukan check-out. Sementara untuk atraksi wisata, reward diproses setelah tanggal kunjungan selesai. 

Mendorong Use Case Kripto yang Lebih Dekat dengan Pengguna 

Program reward travel ini menjadi salah satu langkah FLOQ untuk menghadirkan pemanfaatan aset kripto yang lebih dekat dengan aktivitas harian pengguna. Melalui kolaborasi dengan tiket.com, FLOQ ingin menunjukkan bahwa aset digital tidak hanya dapat digunakan dalam konteks investasi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari pengalaman digital yang lebih praktis dan bernilai tambah. 

“Kolaborasi ini bukan hanya tentang memberikan reward, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat aset kripto ke dalam aktivitas yang sudah familiar bagi masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa asetdigital bisa hadir dengan cara yang lebih sederhana, relevan, dan mudah dipahami oleh pengguna,” kata Yudho. 

Menurut Yudho, kerja sama lintas industri seperti ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas adopsi kripto di Indonesia. Dengan menggandeng sektor travel yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, Yudho berharap pengalaman menggunakan kripto dapat terasa lebih inklusif dan aplikatif. 

“Kami akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai sektor industri untuk menghadirkan lebih banyak use case kripto yang mudah diakses, relevan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

***

Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang tersedia hanya bersifat umum dan bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi investasi.

Kami menghimbau seluruh konsumen untuk melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi secara matang sebelum melakukan transaksi aset kripto. Konsumen juga diharapkan untuk bertransaksi sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial masing-masing serta tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Banyak Proyek AI Canggih Gagal di Pasar, Telkom AI Connect Bedah Strategi Go-To-Market dan Monetisasi Bersama CEO Nortis AI

Mengapa banyak produk AI dengan teknologi canggih justru gagal menembus pasar? Jawabannya sering kali bukan terletak pada kualitas teknologinya, melainkan pada strategi bisnis di baliknya.

Makassar, 20 Juli 2026 – Memiliki algoritma yang canggih dan teknologi Artificial Intelligence (AI) tingkat tinggi ternyata tidak menjadi jaminan sebuah produk digital akan sukses di pasaran. Tanpa strategi bisnis yang tepat, banyak proyek AI yang berakhir hanya sebagai prototipe tanpa pernah menghasilkan nilai bisnis yang nyata.

Menjawab tantangan tersebut, Telkom AI Center of Excellence melalui jaringan Telkom AI Connect menggelar webinar interaktif bertajuk “AI Project Go-to-Market & Monetization Strategy” secara daring via Zoom pada Senin, 20 Juli 2026. Webinar ini dirancang sebagai pembekalan bagi tim peserta AI Connect Innovation Lab agar mampu menyusun strategi go-to-market dan monetisasi sebelum produknya memasuki pasar. 

Kegiatan ini menghadirkan M. Ziaelfikar Albaba, CEO Nortis AI sekaligus Business and Community Lead (BCL) Telkom AI Connect Malang, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Ziaelfikar mengupas tuntas tahap-tahap vital dalam strategi Go-to-Market (GTM) khusus produk AI. Dalam sesi tersebut, Ziaelfikar membahas berbagai tantangan yang sering dihadapi produk AI saat memasuki pasar, termasuk fenomena akurasi tinggi namun sulit menghasilkan keuntungan. Ia juga menjelaskan pentingnya memvalidasi problem-solution fit, menentukan model bisnis, memilih strategi monetisasi seperti subscription (SaaS), hingga menyusun struktur harga yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Di samping membahas strategi teknis bisnis, Ziaelfikar memberikan penekanan kuat pada psikologi pasar dan persepsi calon pengguna terhadap teknologi AI. Ia mengingatkan para pengembang untuk tidak menjebak konsumen dalam ekspektasi yang tidak realistis.

“Asumsi yang kita semua perlu hindari, apalagi mengenai AI, adalah menganggap dan menilai AI terlalu tinggi, dalam arti memercayai AI hingga ‘percaya buta’. Jika hal demikian terjadi, calon pengguna justru bisa menjadi ragu dan takut untuk mencoba menggunakan AI,” tegas M. Ziaelfikar Albaba.

Menurutnya, mengedukasi pasar mengenai batasan fungsionalitas dan nilai nyata (real value) dari produk AI adalah kunci utama dalam membangun trust. Ketika calon pelanggan memahami bahwa AI hadir sebagai alat bantu yang terukur dan bukan “solusi ajaib” tanpa cela, keraguan pasar dapat terkikis, sehingga proses adopsi dan monetisasi dapat berjalan lebih mulus.

Pembekalan ini menjadi bagian dari rangkaian pendampingan AI Connect Makassar terhadap enam tim inovator yang saat ini tengah mengembangkan solusi berbasis AI. Selain aspek teknis, para peserta juga dibekali strategi bisnis agar produk yang dikembangkan memiliki peluang lebih besar untuk diterima oleh pasar, menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan, serta sukses diimplementasikan di dunia nyata.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telkom AI Connect Makassar Dukung Penyelenggaraan Webinar Beyond the Black Box, Kupas Urgensi Explainable AI

Webinar ini membedah mengapa akurasi tinggi saja tidak cukup membuat produk AI dipercaya dan diadopsi industri, sekaligus membekali peserta strategi membangun transparansi AI sejak tahap perancangan, bukan sebagai tambahan di akhir.

Makassar, 21 Juli 2026 – Webinar bertajuk Beyond the Black Box: Why Industry Needs Explainable AI (XAI)? sukses diselenggarakan melalui kolaborasi Humannext dan Telkom AI Connect Makassar pada Selasa (21/7) secara daring melalui Google Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Tanjung Pinang, Aceh, Bali, hingga Makassar yang menunjukkan tingginya antusiasme terhadap pembahasan Explainable AI (XAI).

Persoalan yang diangkat berangkat dari fenomena black box dalam kecerdasan buatan: model yang hasilnya bisa sangat akurat, bahkan menembus 98 persen, namun cara ia sampai pada suatu keputusan tidak dapat ditelusuri. Muhammad Risal, Strategic Research Consultant & Managing Director of HumanNext, membuka sesi dengan menegaskan bahwa prinsip human-centered AI mendorong kecerdasan buatan untuk augmentation, bukan menggantikan manusia dan salah satu syaratnya adalah AI harus bisa menjelaskan dirinya sendiri.

Dalam sesi pemaparan, Fhatiah Adiba, S.Pd., M.Cs., Associate Partner of Humannext, dosen Universitas Negeri Makassar, sekaligus Ph.D. Candidate in Explainable AI, mengajak peserta menelaah tiga kasus nyata kegagalan model black box. Kasus tersebut meliputi sistem penilaian risiko residivisme COMPAS yang terbukti bias terhadap warga kulit hitam di Amerika Serikat, model radiologi yang keliru mengenali kata portable pada citra X-ray sebagai indikator pneumonia, serta BreezoMeter yang menyatakan kualitas udara aman saat kebakaran hutan California pada 2018. Menurut Fhatiah, ketiga kasus tersebut menunjukkan benang merah yang sama, yakni minimnya transparansi dalam model AI sehingga kesalahan sulit dideteksi sebelum menimbulkan dampak nyata.

Fhatiah juga membagikan riset doktoralnya sebagai contoh penerapan Explainable AI yang dirancang sejak tahap pengembangan model. Dalam penelitiannya, ia mengembangkan model hibrida yang menggabungkan spiking neural network dengan belief rule base untuk mendeteksi malnutrisi melalui citra postur tubuh, sehingga setiap hasil prediksi dapat ditelusuri dasar pengambilan keputusannya. Pendekatan tersebut berhasil menyederhanakan 2.916 aturan awal menjadi 279 aturan terstruktur tanpa mengurangi kemampuan interpretasinya.

Meski demikian, Fhatiah menegaskan bahwa tantangan Explainable AI tidak hanya terletak pada aspek teknis. Berdasarkan tinjauannya terhadap 62 studi Explainable AI pada sistem pendukung keputusan klinis, hanya 29 persen yang melibatkan klinisi sejak tahap perancangan. Menurutnya, rendahnya keterlibatan pengguna domain menjadi salah satu celah kepercayaan yang masih perlu dijembatani dalam pengembangan AI di industri.

Pembahasan tersebut mendapat respons dari Tri Mulia Darma, dosen Universitas Jabal Ghafur Sigli, Aceh, yang pernah terlibat dalam penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit. Menurutnya, tantangan implementasi AI di sektor kesehatan justru lebih banyak berasal dari aspek sumber daya manusia dibandingkan teknologi. “Tantangan terbesarnya justru dari sisi SDM, baik tenaga kesehatan maupun dokter, karena di jam-jam sibuk mereka harus memeriksa pasien sambil menjelaskan sistem itu sendiri,” ungkapnya, menggarisbawahi bahwa kendala adopsi AI di lapangan seringkali bukan soal teknologi, melainkan soal manusia yang harus menjalankannya di tengah keterbatasan waktu.

Menanggapi hal tersebut, Fhatiah menegaskan pentingnya melibatkan pakar domain sejak tahap awal pengembangan AI, bukan hanya sebagai validator di akhir proses.  “Dokter yang kuliahnya puluhan tahun, tiba-tiba kita klaim ilmu yang mereka pelajari itu bisa direkam dalam AI yang dibangun paling cepat satu tahun. Kita tidak bisa semena-mena mengklaim itu sudah setara pakar,” tegasnya, mengingatkan bahwa kepercayaan terhadap AI dibangun lewat kolaborasi dengan manusia yang punya keahlian, bukan lewat klaim algoritma semata.

Sesi tanya jawab turut memperkaya diskusi, dari pertanyaan Brion K. Sudarman soal etika kolaborasi manusia dan AI, hingga masukan Muhammad Risal di penghujung acara bahwa Explainable AI juga perlu diterjemahkan lewat conversation design yang tepat agar pesannya benar-benar sampai ke pengguna, bukan hanya benar secara teknis. Webinar ini menegaskan bahwa transparansi AI bukan sekadar isu etika, melainkan kebutuhan bisnis yang menentukan apakah sebuah produk AI benar-benar dipercaya dan dipakai. Ke depan, Telkom AI Center of Excellence Makassar dan HumanNext akan terus menghadirkan ruang diskusi serupa melalui rangkaian AI Connect Series, mendorong talenta digital di berbagai kota membangun solusi AI yang tidak hanya cerdas, tapi juga bisa dipertanggungjawabkan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES