Grand Filano Ramai di Medsos, Warganet Soroti Bobot Ringan hingga Irit BBM

Yamaha Grand Filano belakangan ramai diperbincangkan di TikTok. Menariknya, mayoritas konten yang masuk ke beranda pengguna media sosial itu bukan berupa ulasan otomotif, melainkan video ringan yang mengangkat pengalaman sehari-hari pengendara.

Ramainya pembahasan Grand Filano di TikTok menunjukkan bahwa percakapan mengenai kendaraan kini tidak lagi hanya berfokus pada spesifikasi mesin maupun performa. Pengalaman sehari-hari, kemudahan penggunaan, desain, hingga fitur yang menunjang gaya hidup justru menjadi topik yang lebih mudah menarik perhatian pengguna media sosial.

Salah satu konten yang banyak menarik perhatian bertema “cewek nggak standar pas standarin motor”. Video tersebut menampilkan momen seorang perempuan yang berhasil menstandarkan motor lalu menunjukkan ekspresi bangga secara berlebihan.

Konten sederhana itu dinilai mudah dipahami karena banyak pengguna sepeda motor pernah mengalami kesulitan saat menstandarkan kendaraan, terutama jika bobot motor cukup berat.

Video lain yang juga ramai dibahas memperlihatkan kemudahan mengeluarkan motor dari area parkir dan bermanuver di ruang sempit. Dengan durasi singkat dan minim dialog, konten tersebut berhasil menarik perhatian warganet karena menggambarkan situasi yang sering ditemui dalam aktivitas sehari-hari.

Selain itu, sejumlah kreator juga mengangkat humor ringan, seperti permainan kata “ngikutin standar orang lain” yang diartikan secara harfiah dengan membawa standar motor ke mana-mana. Pendekatan komedi tersebut membuat pembahasan Grand Filano terasa lebih dekat dengan keseharian pengguna media sosial.

Di balik konten-konten yang menghibur itu, warganet juga banyak membahas berbagai fitur Yamaha Grand Filano. Salah satu yang paling sering disorot ialah bobot motor yang relatif ringan sehingga dinilai memudahkan saat menstandarkan kendaraan, memundurkan motor, maupun bermanuver di area parkir yang terbatas.

Efisiensi bahan bakar juga menjadi topik yang kerap muncul dalam berbagai unggahan. Teknologi Blue Core Hybrid yang disematkan pada Grand Filano dinilai mendukung konsumsi bahan bakar yang lebih hemat untuk penggunaan harianDengan kapasitas tangki sekitar 4,4 liter, skutik ini dinilai mampu menemani mobilitas sehari-hari, mulai dari perjalanan ke kantor, kampus, hingga beraktivitas di dalam kota tanpa perlu terlalu sering mengisi bahan bakar.

Tak hanya itu, bagasi berkapasitas 27 liter menjadi salah satu fitur yang paling banyak mendapat perhatian. Kapasitas tersebut memungkinkan pengguna membawa berbagai barang kebutuhan harian, seperti helm half face, jas hujan, tas kerja, belanjaan, hingga perlengkapan olahraga atau kebutuhan perjalanan singkat tanpa harus menambah boks penyimpanan.

Pembahasan lain yang tak kalah ramai adalah pilihan warna Grand Filano. Skutik ini hadir dalam beragam pilihan warna, mulai dari White Pearl, Pink Mauve, Dull Blue, Black, Green, hingga beberapa warna lain yang disesuaikan dengan variannya. Banyak kreator mengaitkan pilihan warna tersebut dengan tren fesyen sehingga motor ini dinilai mudah dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian, baik bergaya kasual, smart casual, maupun gaya vintage yang kini banyak digemari kalangan muda.

Selain desain yang bergaya retro modern, ruang dek kaki yang lega juga kerap disebut sebagai nilai tambah karena memberikan kenyamanan saat berkendara. Pengguna dapat membawa tas belanja, ransel, atau barang bawaan lain dengan lebih praktis selama perjalanan.

Melalui berbagai konten tersebut, Yamaha Grand Filano semakin dikenal bukan hanya sebagai skutik bergaya, tetapi juga sebagai kendaraan yang menawarkan kepraktisan untuk mobilitas harian. Kombinasi desain yang modern, pilihan warna yang beragam, konsumsi bahan bakar yang efisien, serta bagasi luas menjadikan Grand Filano sebagai pilihan ideal bagi pengguna yang mengutamakan gaya hidup modern tanpa mengesampingkan fungsi.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Budaya Organisasi Jadi Faktor Kunci Penguatan E-Government di BSKDN, Temuan Riset Fahsul Falah

Jakarta, 6 Juli 2026 – Transformasi digital
pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh
kualitas sumber daya manusia dan budaya kerja di dalam organisasi. Hal tersebut
menjadi temuan utama dalam penelitian Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si. yang
mengkaji pengaruh learning organization, kompetensi pegawai, dan budaya
organisasi terhadap e-government serta implikasinya pada efektivitas Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di BSKDN Kemendagri.

Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi
birokrasi membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya berbasis
infrastruktur teknologi, tetapi juga pada aspek kelembagaan dan perilaku
organisasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel
utama—learning organization, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi—secara
simultan memberikan kontribusi sebesar 61 persen terhadap penguatan
e-government di lingkungan organisasi yang diteliti.

Dari ketiga variabel tersebut, budaya organisasi menjadi
faktor dengan pengaruh paling besar, yakni 22,22 persen
, disusul learning
organization sebesar 21,33 persen dan kompetensi pegawai sebesar 19,58 persen.

Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan digital di sektor
pemerintahan sangat dipengaruhi oleh pola pikir, nilai, dan kebiasaan kerja
aparatur, selain kemampuan teknis dan sistem pembelajaran organisasi.

“Transformasi digital tidak bisa dipahami hanya sebagai
pengadaan sistem atau aplikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana organisasi
membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan terbuka terhadap
perubahan,” ujar Fahsul Falah.

E-Government sebagai Penghubung Transformasi SPBE

Penelitian ini juga menempatkan e-government sebagai
variabel mediasi yang menjembatani hubungan antara faktor internal organisasi
dengan efektivitas SPBE. Hasil analisis menunjukkan seluruh hubungan
antarvariabel bersifat positif, yang berarti peningkatan pada learning
organization, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi akan memperkuat
implementasi e-government, yang pada akhirnya berdampak pada efektivitas SPBE.

Model ini memperlihatkan bahwa e-government memiliki peran
strategis sebagai penghubung antara kapasitas organisasi dengan keberhasilan
transformasi digital pemerintahan.

“SPBE yang efektif membutuhkan keselarasan antara teknologi,
manusia, dan budaya organisasi. Tanpa itu, digitalisasi hanya berhenti pada
penggunaan sistem, bukan perubahan tata kelola,” tambahnya.

Urutan Transformasi Organisasi

Dalam analisis konseptualnya, penelitian ini juga menegaskan
bahwa transformasi birokrasi paling realistis dilakukan melalui tiga tahap
berurutan: penguatan kompetensi pegawai, pembentukan budaya organisasi adaptif,
dan pengembangan learning organization.

Tahap pertama dimulai dari peningkatan kompetensi ASN
sebagai fondasi utama. Tahap ini mencakup kompetensi teknis, manajerial,
digital, dan sosial-kultural.

Tahap kedua adalah membangun budaya organisasi yang
mendukung kolaborasi, inovasi, dan keterbukaan terhadap perubahan. Peran
kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang
kondusif bagi transformasi.

Tahap ketiga adalah membangun organisasi pembelajar yang
mampu menginstitusionalisasikan proses pembelajaran melalui berbagi
pengetahuan, mentoring, evaluasi pengalaman, dan pengelolaan pengetahuan secara
berkelanjutan.

Relevansi bagi Pemerintah Daerah

Penelitian ini juga menyoroti implementasi pada pemerintah
daerah yang memiliki keterbatasan anggaran, infrastruktur, dan kompetensi
pegawai. Dalam konteks tersebut, mekanisme learning organization tidak selalu
harus berbasis teknologi tinggi, tetapi dapat dilakukan melalui pendekatan
sederhana seperti coaching, mentoring, komunitas praktik, dan evaluasi rutin.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kondisi
keterbatasan, budaya organisasi adaptif justru menjadi faktor yang semakin
menentukan keberhasilan transformasi digital.

“Daerah dengan sumber daya terbatas tetap dapat mendorong
transformasi jika mampu membangun budaya kerja yang adaptif dan memaksimalkan
pembelajaran berbasis pengalaman,” jelas Fahsul.

Metodologi dan Validasi

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode sensus terhadap seluruh ASN di BSKDN. Analisis data dilakukan
menggunakan path analysis untuk menguji hubungan antarvariabel.

Instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel, dengan
nilai Cronbach Alpha di atas 0,7. Hasil kuantitatif juga diperkuat melalui
expert judgement dari akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan.

Menurut Fahsul, hasil penelitian ini diharapkan dapat
menjadi kontribusi akademik sekaligus rujukan praktis dalam memperkuat
implementasi SPBE di Indonesia.

“Intinya, keberhasilan transformasi digital
bukan hanya soal sistem, tetapi soal bagaimana organisasi belajar, beradaptasi,
dan membangun budaya kerja yang tepat,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Weekend Pertama Juli 2026 Ungguli 2 Weekend Terakhir Juni 2026 Pada Periode Liburan Sekolah, Lebih dari 45 Ribu Pelanggan Gunakan KA dari Daop 2 Bandung

Info Daop 2 Bd

Senin, 6 Juli 2026

Weekend Pertama Juli 2026 Ungguli 2 Weekend Terakhir Juni 2026 Pada Periode Liburan Sekolah, Lebih dari 45 Ribu Pelanggan Gunakan KA dari Daop 2 Bandung

Bandung (Jawa Barat), 6 Juli 2026 – Minat masyarakat menggunakan kereta api pada akhir pekan terus menunjukkan tren positif terutama pada momen penting seperti pada liburan sekolah tahun ini. PT KAI Daerah Operasi 2 Bandung mencatat Sabtu-Minggu, 4–5 Juli 2026 menjadi akhir pekan dengan jumlah pelanggan tertinggi selama masa liburan sekolah dibandingkan dua akhir pekan sebelumnya.

Pada periode tersebut, sebanyak 45.025 pelanggan menggunakan kereta api dengan keberangkatan awal dari wilayah Daop 2 Bandung. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan akhir pekan 20–21 Juni 2026 yang melayani 34.287 pelanggan, serta akhir pekan 27–28 Juni 2026 dengan 41.967 pelanggan.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan tingginya volume pelanggan menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api.

“Weekend pertama Juli menjadi puncak jumlah pelanggan selama periode liburan sekolah. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi moda transportasi favorit masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, serta didukung berbagai kemudahan layanan, mulai dari pemesanan tiket hingga fasilitas di stasiun dan di dalam kereta,” ujar Kuswardojo.

Peningkatan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun melakukan perjalanan bisnis selama momen libur sekolah. Selain menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu, kereta api juga menjadi moda transportasi yang efisien untuk menghindari kepadatan lalu lintas di jalan raya.

Secara keseluruhan selama periode liburan sekolah 20 Juni hingga 5 Juli 2026, KAI Daop 2 Bandung mengoperasikan 26 perjalanan Kereta Api reguler setiap harinya dengan total kapasitas 220.944 tempat duduk. Hingga berakhirnya periode tersebut, jumlah pelanggan yang menggunakan KA dengan keberangkatan awal dari wilayah Daop 2 Bandung mencapai 300.457 pelanggan, atau setara dengan tingkat okupansi 136 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan.

Tingkat okupansi yang melampaui 100 persen terjadi karena adanya skema perjalanan parsial (dinamis), di mana satu tempat duduk dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi perjalanan yang berbeda dalam satu rangkaian kereta.

Kuswardojo menambahkan, selama masa liburan sekolah KAI Daop 2 Bandung berkomitmen menjaga kualitas pelayanan melalui kesiapan petugas operasional, pelayanan pelanggan, kebersihan sarana dan prasarana, hingga memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa liburan. KAI akan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar setiap perjalanan pelanggan berlangsung dengan selamat, aman, nyaman, dan berkesan,” tutup Kuswardojo.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pernah Dengar Metode Sinking Fund? Cara Menyiapkan Pengeluaran Besar Tanpa Bikin Keuangan Kaget

Sinking fund adalah metode menyisihkan uang secara bertahap untuk kebutuhan yang sudah diperkirakan akan datang di masa depan. Berbeda dengan dana darurat yang digunakan untuk situasi tak terduga, sinking fund justru dipersiapkan untuk pengeluaran yang sudah direncanakan, seperti liburan, membeli gadget baru, biaya pendidikan, hingga uang muka rumah.

Belakangan ini, metode sinking fund semakin banyak dibahas karena membantu mengatur keuangan tanpa harus mengganggu tabungan utama atau menggunakan utang saat kebutuhan datang.

Lalu, apa itu sinking fund, dan bagaimana cara menerapkannya?

Apa Itu Sinking Fund?

Secara sederhana, sinking fund artinya dana yang dikumpulkan sedikit demi sedikit untuk tujuan tertentu dalam jangka waktu yang sudah direncanakan.

Misalnya, kamu ingin liburan enam bulan lagi dengan anggaran Rp6 juta. Daripada menyiapkan seluruh dana sekaligus menjelang keberangkatan, kamu bisa menyisihkan sekitar Rp1 juta setiap bulan hingga target tercapai.

Dengan cara ini, pengeluaran terasa lebih ringan karena dilakukan secara bertahap.

Sinking Fund Berbeda dengan Dana Darurat

Masih banyak yang menganggap sinking fund sama dengan dana darurat. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

– Dana Darurat

– Sinking Fund

– Untuk kondisi tidak terduga

– Untuk kebutuhan yang sudah direncanakan

– Digunakan saat terjadi keadaan mendesak

– Digunakan sesuai target waktu

Kalau dana darurat sifatnya “jaga-jaga”, sinking fund justru dibuat karena kamu sudah tahu kebutuhan tersebut akan datang.

Kapan Sebaiknya Membuat Sinking Fund?

Metode ini cocok digunakan untuk berbagai tujuan keuangan, misalnya:

– Liburan akhir tahun

– Biaya pendidikan

– Uang muka kendaraan atau rumah

– Renovasi rumah

– Membeli laptop atau smartphone baru

– Persiapan biaya pernikahan

Semakin jelas target dan waktunya, semakin mudah menentukan jumlah yang perlu disisihkan setiap bulan.

Cara Membuat Sinking Fund

Menerapkan sinking fund sebenarnya cukup sederhana.

1. Tentukan Tujuan Keuangan

Mulailah dengan menentukan kebutuhan yang ingin dipersiapkan. Misalnya, dana liburan, biaya pendidikan, atau membeli kendaraan.

2. Hitung Target Dana

Setelah mengetahui kebutuhan, tentukan nominal yang ingin dikumpulkan.

Contoh:

Target dana: Rp12 juta

Target waktu: 12 bulan

Artinya, kamu perlu menyisihkan sekitar Rp1 juta setiap bulan.

3. Pisahkan dari Rekening Operasional

Agar tidak tercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari, sebaiknya sinking fund disimpan secara terpisah.

Cara ini membantu mengurangi godaan menggunakan dana sebelum waktunya.

4. Sisihkan Secara Konsisten

Tidak harus langsung besar. Sisihkan dana secara rutin sesuai kemampuan. Konsistensi biasanya lebih berpengaruh dibanding nominal yang besar di awal.

Di Mana Sebaiknya Menyimpan Sinking Fund?

Pilihan tempat menyimpan sinking fund dapat disesuaikan dengan target waktu dan kebutuhan likuiditas.

Jika dana kemungkinan akan digunakan dalam waktu dekat, sebagian orang memilih menyimpannya pada tabungan yang mudah diakses.

Namun, jika target penggunaannya sudah jelas dan dana tidak dibutuhkan dalam waktu dekat, sebagian masyarakat juga mempertimbangkan produk simpanan berjangka sesuai kebutuhan dan karakteristik produknya.

Pilih instrumen yang sesuai dengan tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, dan pahami ketentuan produk sebelum menggunakannya.

Deposito Online Fleksibel untuk Rencana Keuangan

Kalau sinking fund yang kamu siapkan belum akan digunakan dalam waktu dekat, deposito online fleksibel dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Salah satunya adalah Deposito FLEXI di neobank dari Bank Neo Commerce.

Berbeda dengan deposito berjangka pada umumnya, Deposito FLEXI memberikan fleksibilitas apabila dana dicairkan sebelum jatuh tempo. Nasabah tetap memperoleh bunga kompetitif*. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo, nasabah bisa mendapatkan bunga sebesar 2% per tahun sesuai ketentuan produk, sehingga dapat menjadi pilihan bagi yang menginginkan fleksibilitas lebih dalam mengelola dana.

Sebelum membuka deposito, pastikan kamu memahami fitur produk, pilihan tenor, tingkat bunga, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

***

Suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan bank. Nasabah disarankan membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) sebelum membuka deposito.

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,50% per tahun.

Jika ingin mulai menggunakan Deposito FLEXI, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Deposito FLEXI di website resmi Bank Neo Commerce.

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

B2B Tech Asia Expo 2026 Resmi Digelar di Jakarta, Tegaskan AI sebagai Fondasi Utama Bisnis di Asia Tenggara

Pameran dua hari yang diselenggarakan VRIGroup bersama DailySocial ini mempertemukan lebih dari 2.800 pemimpin bisnis, penyedia software, pengembang AI, dan investor dari berbagai negara Asia.

JAKARTA, 6 Juli 2026 — B2B Tech Asia Expo 2026 (BTA ’26) resmi digelar pada 1-2 Juli 2026 di AXA Tower, Kuningan City Grand Ballroom, Jakarta, membawa pesan bahwa kecerdasan buatan (AI) dan software kini menjadi fondasi utama operasional perusahaan di Asia Tenggara. Pameran yang diselenggarakan oleh VRIGroup bersama DailySocial ini mempertemukan pemimpin perusahaan, penyedia software, pengembang AI, investor, hingga eksekutif transformasi digital dari berbagai negara di kawasan.

Mengusung tema “The Dawn of Asia’s B2B Tech Mega Market”, BTA ’26 menyoroti meningkatnya investasi perusahaan pada otomatisasi, kecerdasan operasional, komputasi awan, serta platform produktivitas berbasis AI. Dua hari penyelenggaraan berhasil menarik sekitar 3.000 pengunjung yang mengikuti rangkaian keynote dan diskusi panel seputar adopsi AI di perusahaan, transformasi tenaga kerja, skalabilitas software, hingga pemanfaatan data dalam operasional bisnis.

Pendiri sekaligus CEO VRIGroup, Yuiichiro Sasaki, menyampaikan bahwa Asia Tenggara telah melewati fase awal digitalisasi dan kini memasuki periode ketika integrasi AI dan software menjadi kebutuhan mendasar bagi perusahaan untuk beroperasi dan bertumbuh. Menurutnya, penyelenggaraan BTA ’26 menjadi bukti bahwa pasar solusi B2B di kawasan ini telah benar-benar terbentuk.

Senada dengan hal itu, Pendiri dan CEO DailySocial Group, Rama Mamuaya, menjelaskan bahwa BTA ’26 hadir sebagai ruang bagi perusahaan untuk mengevaluasi berbagai solusi AI dan software yang dibutuhkan dalam meningkatkan produktivitas bisnis mereka.

Seiring semakin matangnya pasar software global, Asia Tenggara dinilai menjadi kawasan ekspansi baru bagi perusahaan teknologi B2B. Hal ini didorong oleh besarnya jumlah tenaga kerja digital, percepatan digitalisasi perusahaan, serta meningkatnya kebutuhan akan efisiensi operasional berbasis AI. Kini, AI tidak lagi diposisikan sebagai teknologi pelengkap, melainkan sebagai infrastruktur inti yang mendukung layanan pelanggan, operasional sumber daya manusia, keuangan, analitik, keamanan siber, hingga produktivitas perusahaan secara menyeluruh.

Selain sesi konferensi, BTA ’26 juga menghadirkan area pameran yang memperkenalkan berbagai solusi bisnis mulai dari platform AI, software enterprise, layanan cloud, HR tech, infrastruktur fintech, solusi keamanan siber, hingga teknologi otomasi dari perusahaan regional maupun internasional. Penyelenggaraan hari kedua berfokus pada strategi perluasan inovasi perusahaan, operasional software lintas negara, sesi business matchmaking, serta perkembangan ekosistem teknologi perusahaan di Asia.

Kunjungi website resmi b2btechasia.com

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

Jakarta, 03 Juli 2026 – Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), Pertamina Foundation menghadirkan inovasi sistem pemantauan keanekaragaman hayati berbasis artificial intelligence (AI) bernama PF-Lestari.

Didukung teknologi AI dan analisis spasial, PF-Lestari mampu mengukur indeks kesehatan vegetasi, mendeteksi perubahan tutupan lahan, hingga melakukan estimasi jumlah pohon (tree count).

Platform ini juga didukung fitur pemetaan presisi yang memungkinkan pengguna mengamati profil tutupan lahan dan topografi secara lebih komprehensif. Dengan beragam fitur tersebut, PF-Lestari mampu mempermudah inventarisasi digital jenis tanaman, riwayat perawatan, hingga memetakan potensi awal penyerapan karbon di area penanaman.

Agus menambahkan bahwa inovasi PFLestari berangkat dari tantangan pengelolaan data kehati yang tidak terpusat hingga sulitnya mendapatkan visualisasi kondisi aktual secara berkala.

“Melalui PF-Lestari, kami mengintegrasikan proses pemantauan, analisis, dan pelaporan agar berjalan lebih efisien dan akurat. Saat ini, PF-Lestari telah diimplementasikan di berbagai area program Hutan Lestari yang dikelola PF untuk mendukung rehabilitasi lahan kritis di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK),” ujar President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari,Jumat (03/07).

Dengan teknologi yang dimiliki, PF-Lestari mendukung pendataan penanaman pohon endemik dan multi-purpose tree species (MPTS), sekaligus memperkuat fungsi riset serta edukasi kehutanan.

PF-Lestari juga memiliki dashboard terintegrasi juga memungkinkan pengelolan data lapangan, estimasi keberhasilan tumbuh (survival rate), hingga potensi cadangan karbon menjadi lebih efisien, dan proses evaluasi program yang lebih terukur dan akuntabel.

“Potensi PF-Lestari menghasilkan Value Creation Rp2,19 miliar, didukung oleh replikasi internal, ekspansi ke Pertamina Group, dan komersialisasi eksternal,” ucap Agus.

Inovasi PF-Lestari diapresiasi dalam ajang Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2026 dengan meraih predikat Platinum kategori PC-Prove.

APQ Awards merupakan ajang penganugerahan terhadap implementasi Quality khususnya implementasi 4 Pilar Manajemen Kualitas di Lingkungan PT Pertamina (Persero). APQ Awards merupakan agenda tahunan yang berjalan sejak tahun 2010.

“Ini merupakan kali pertama Pertamina Foundation berpartisipasi dalam APQA dan langsung berhasil meraih predikat Platinum. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa inovasi yang kami kembangkan telah memenuhi standar kualitas tinggi, sekaligus motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam mendukung program lingkungan yang lebih akuntabel dan berkelanjutan,” tutup Agus.

Melalui pemanfaatan PF-Lestari, inisiatif pelestarian lingkungan diharapkan semakin kuat dari sisi perencanaan hingga pelaporan. Data yang terdokumentasi ini sejalan dengan Asta Cita terkait penguatan ketahanan lingkungan, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim), 14 (Ekosistem dan poin 15 (Ekosistem Daratan).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime: Perkembangan Regulasi Berpotensi Jadi Penopang Pasar Kripto pada Semester II 2026

Jakarta, 06 Juli 2026 – Platform pedagang aset keuangan digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bittime menilai pasar aset kripto masih akan menghadapi berbagai tantangan pada semester kedua 2026. Ketegangan geopolitik, konflik di sejumlah kawasan, fluktuasi harga minyak, hingga arah kebijakan suku bunga bank sentral diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan pasar keuangan, termasuk aset kripto.

Tekanan tersebut tercermin pada kinerja Bitcoin sepanjang semester pertama 2026. Harga aset kripto terbesar di dunia itu turun lebih dari 30% sepanjang tahun berjalan dan sempat diperdagangkan di bawah US$59.000. Dibandingkan puncaknya di kisaran US$126.000 pada Oktober tahun lalu, harga Bitcoin telah terkoreksi lebih dari 50%, menghapus lebih dari US$2 triliun kapitalisasi pasarnya. Kinerja Bitcoin juga tertinggal dibandingkan saham AS, emas, maupun minyak mentah pada periode yang sama.

Selain dipengaruhi faktor makroekonomi, pasar kripto juga menghadapi pergeseran minat sebagian investor ke sektor artificial intelligence (AI). Di tengah kondisi tersebut, perkembangan regulasi dinilai berpotensi menjadi katalis baru bagi industri aset digital.

Regulasi Jadi Harapan Baru di Tengah Volatilitas Pasar

Di Eropa, implementasi penuh Markets in Crypto-Assets (MiCA) yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 menjadi tonggak penting dalam menciptakan standar regulasi aset kripto yang lebih seragam. Sementara di Amerika Serikat, pelaku industri menaruh harapan pada pembahasan The Digital Asset Market Clarity Act (Clarity Act) yang diharapkan mampu memberikan kepastian hukum bagi industri aset digital.

Di Indonesia, penguatan regulasi juga terus berlanjut melalui revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK). Selain itu, POJK Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perilaku Penyampai Informasi Sektor Jasa Keuangan dinilai dapat meningkatkan transparansi informasi dan perlindungan investor, terutama di tengah besarnya peran influencer dan key opinion leader (KOL).

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan volatilitas pasar kemungkinan masih akan berlanjut. Namun, menurutnya, kepastian regulasi di berbagai negara menjadi pondasi penting bagi pertumbuhan industri dalam jangka panjang.

“Ketidakpastian ekonomi global masih akan mempengaruhi pasar kripto. Namun, kami melihat perkembangan regulasi di berbagai negara memberikan kepastian yang dibutuhkan industri sekaligus meningkatkan kepercayaan investor,” ujar Ryan.

Menurut Ryan, regulasi yang semakin matang juga membuka ruang bagi pelaku industri untuk terus berinovasi.

“Regulasi yang jelas tidak selalu membuat pasar langsung bullish, tetapi menjadi fondasi bagi terciptanya ekosistem yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sebagai bagian dari komitmen dalam menghadirkan inovasi, Bittime hadirkan fitur flexible staking untuk Tokenized US Stocks, menjadikannya sebagai exchange aset kripto berlisensi pertama di Indonesia yang menghadirkan layanan tersebut. Melalui Tokenized US Stocks, pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap saham-saham perusahaan teknologi global, termasuk sektor artificial intelligence (AI) seperti NVDAX, METAX, GOOGLX, dan AAPLX, dalam bentuk aset digital.

Melalui flexible staking di platform Bittime, pengguna dapat memperoleh reward hingga 7% APR sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Berbeda dengan dividen saham yang umumnya dibagikan setiap kuartal atau tahunan, reward pada staking ini didistribusikan setiap hari tanpa periode lock-up, sehingga pengguna tetap memiliki fleksibilitas untuk mengelola asetnya kapan saja.

Ryan menambahkan, di tengah dinamika pasar, investor tetap perlu mengedepankan manajemen risiko dan berfokus pada tujuan investasi jangka panjang.

“Semester kedua masih akan diwarnai berbagai tantangan. Namun, di tengah dinamika tersebut, investor perlu tetap disiplin dalam mengelola risiko serta fokus pada tujuan investasi jangka panjang. Seiring semakin matangnya regulasi, kami optimistis industri aset digital akan berkembang ke arah yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tutup Ryan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SUCOFINDO Perkuat Komitmen Tata Kelola Berstandar Internasional, Raih Bronze Award Australasian Reporting Awards

Sydney, 30 Juni 2026 – Laporan Tahunan PT SUCOFINDO (PERSERO) Tahun Buku 2024 meraih Bronze Award pada 2026 Australasian Reporting Awards (ARA) kategori General Award. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas kualitas pelaporan korporasi SUCOFINDO yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

Australasian Reporting Awards (ARA) merupakan ajang penghargaan internasional yang menilai kualitas pelaporan korporasi berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan penyampaian informasi yang memberikan nilai bagi para pemangku kepentingan. Penyerahan penghargaan berlangsung di Sydney, Australia, pada 18 Juni 2026 dan diterima oleh David Sidjabat yang saat itu menjabat sebagai Direktur Keuangan PT SUCOFINDO (PERSERO), mewakili perusahaan.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO) Sandry Pasambuna, mengatakan capaian tersebut merupakan pengakuan atas upaya perusahaan dalam memperkuat kualitas tata kelola dan pelaporan korporasi yang selaras dengan praktik terbaik internasional.

“Sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik melalui penyajian informasi yang transparan, akuntabel, dan relevan bagi para pemangku kepentingan. Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa kualitas pelaporan perusahaan telah memenuhi standar yang diakui di tingkat internasional sekaligus memotivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengungkapan informasi,” ujar Sandry.

Menurut Sandry, laporan tahunan tidak hanya menjadi bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada pemegang saham dan para pemangku kepentingan, tetapi juga mencerminkan kualitas tata kelola, transparansi, serta kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang. Oleh karena itu, PT SUCOFINDO (PERSERO) akan terus meningkatkan kualitas pelaporan agar mampu menghadirkan informasi yang semakin relevan, kredibel, dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

Sementara itu, Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Keberlanjutan PT SUCOFINDO (PERSERO) Ambar Prawidiyanto menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diraih melalui proses penilaian terhadap Laporan Tahunan Tahun Buku 2024 berdasarkan berbagai indikator yang ditetapkan oleh ARA.

“Penilaian dilakukan secara komprehensif terhadap berbagai aspek, mulai dari kejelasan komunikasi dan narasi bisnis, keseimbangan penyampaian informasi, keterbacaan laporan, desain visual, struktur navigasi, kepatuhan terhadap hak cipta, hingga kualitas penyajian informasi mengenai kinerja perusahaan, pengelolaan risiko, pengembangan sumber daya manusia, dan informasi keuangan,” jelas Ambar.

Penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi PT SUCOFINDO (PERSERO) untuk terus meningkatkan kualitas pelaporan korporasi sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan. Komitmen yang sama juga diwujudkan melalui penyediaan layanan sertifikasi Sistem Manajemen Terintegrasi yang mendukung organisasi di berbagai sektor dalam meningkatkan kualitas, mengelola risiko, memperkuat kepatuhan, dan mewujudkan praktik bisnis yang berkelanjutan. Layanan tersebut meliputi sertifikasi SNI ISO 9001:2015, SNI ISO 14001:2015, SNI ISO 45001:2018, SNI ISO 37001:2025, SNI ISO 31000:2018, serta SNI ISO 21502:2020.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026

Jakarta, 4 Juli 2026 – Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti obesitas, resistensi insulin, perlemakan hati, hingga penyakit kardiovaskular kini tidak lagi dipandang sebagai penyakit yang berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan melalui mekanisme biologis antara organ dan sistem tubuh. Kompleksitas tersebut mendorong dunia medis untuk mengembangkan pendekatan diagnostik yang lebih tepat dan bersifat individual sesuai kondisi masing-masing individu.

Melihat perkembangan tersebut, PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA) kembali menghadirkan forum ilmiah yang dilakukan secara tahunan Prodia Scientific Day 2026 yang mengangkat tema “Systemic Metabolic Disease: From Molecular Mechanism to Precision Diagnostics”. Kegiatan yang berlangsung di Prodia Tower, Jakarta Pusat, ini menjadi wadah kolaborasi ilmiah bagi klinisi, akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan dalam membahas perkembangan terbaru penyakit metabolik sistemik serta implementasi precision diagnostics di Indonesia.

Perkembangan ilmu biomedis dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan transformasi besar dalam pendekatan diagnostik, termasuk pemanfaatan biomarker molekuler dan teknologi omics untuk mendukung deteksi dini, stratifikasi risiko yang lebih akurat, hingga tata laksana pasien yang lebih personal. Melalui forum ini, Prodia berupaya menjembatani perkembangan ilmu dasar dengan aplikasi klinis guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Penyakit metabolik saat ini tidak lagi dapat dilihat sebagai kondisi yang berdiri sendiri. Dibutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dan personal agar pasien memperoleh penanganan yang tepat sejak dini. Melalui Prodia Scientific Day, kami ingin menjembatani perkembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan klinis di lapangan,” ujar Liana Kuswandi, Direktur PT Prodia Widyahusada Tbk. Sebagai perusahaan layanan laboratorium dan diagnostik kesehatan, Prodia terus mendorong pengembangan pemeriksaan laboratorium berbasis evidence-based medicine guna mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih presisi dan terintegrasi.

Prodia Scientific Day 2026 menghadirkan sejumlah pembicara ahli dari berbagai bidang, di antaranya Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, Dr. Miftakh Nur Rahman, M.Farm, Dr. Adhi Pasha Dwitama, MKK, Drg. Ferry Sandra, PhD, serta Dr. dr. Stevent Sumantri, Sp.PD, KAI. Beragam topik ilmiah dibahas mulai dari clinical staging systemic metabolic disease, advanced metabolomics profiling, interpretasi biomarker metabolik, regenerative medicine, hingga autoimunitas pada penyakit metabolik sistemik.

Forum ilmiah ini diikuti oleh dokter umum dan dokter spesialis, akademisi Fakultas Kedokteran, peneliti, tenaga kesehatan, mitra industri, hingga karyawan internal Prodia sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi multidisiplin dalam pengembangan ilmu kedokteran laboratorium di Indonesia. Selain menjadi sarana pertukaran ilmu pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong adopsi teknologi diagnostik yang lebih inovatif dalam praktik klinis di Indonesia.

Melalui semangat inovasi dan kolaborasi, Prodia Scientific Day 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen Prodia dalam mendukung transformasi layanan kesehatan menuju era precision medicine. Prodia meyakini bahwa masa depan layanan kesehatan akan bergerak menuju precision medicine, dimana keputusan klinis didukung oleh data biologis yang lebih spesifik dan personal. Melalui Prodia Scientific Day 2026, Prodia berharap dapat mempercepat adopsi inovasi diagnostik yang memberikan manfaat nyata bagi tenaga medis dan masyarakat Indonesia.

#Prodia #InovasiKesehatan #TenangKarenaTau

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KEMENTERIAN PERDAGANGAN DORONG PELAKU USAHA JAWA TIMUR PERLUAS PASAR EKSPOR MELALUI TRADE EXPO INDONESIA KE-41 TAHUN 2026

Surabaya, 2 Juli 2026 – Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Sosialisasi Penjaringan Calon Peserta Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Legacy Ballroom, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (2/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi pelaku usaha Jawa Timur dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Dr. Miftah Farid, S.TP., M.S.E., menyampaikan bahwa Trade Expo Indonesia merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperluas akses pasar ekspor nasional sekaligus mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan buyer dari berbagai negara.

“Melalui Trade Expo Indonesia, pelaku usaha tidak hanya memperoleh kesempatan untuk mempromosikan produknya kepada pasar internasional, tetapi juga membangun jejaring bisnis, mengikuti business matching, serta membuka peluang kerja sama perdagangan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pelaku usaha di Jawa Timur diharapkan dapat memanfaatkan momentum TEI sebagai langkah untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Erivina Lucky Kristian, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen mendorong peningkatan ekspor daerah melalui penguatan kapasitas pelaku usaha dan perluasan akses pasar internasional.

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan kontribusi ekspor Jawa Timur terhadap kinerja ekspor nasional. Melalui berbagai program pembinaan dan fasilitasi, pelaku usaha diharapkan semakin siap memasuki pasar global.”

Direktur Utama PT Debindo Multi Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana, menyampaikan bahwa sebagai penyelenggara Trade Expo Indonesia, PT Debindomulti Adhiswasti berkomitmen menghadirkan penyelenggaraan pameran yang profesional dan mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh peserta.

Vibiadhi menambahkan bahwa “Trade Expo Indonesia telah berkembang menjadi platform bisnis internasional yang mempertemukan eksportir Indonesia dengan buyer dari berbagai negara. Melalui penyelenggaraan yang semakin berkualitas, TEI diharapkan dapat menjadi sarana efektif bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis, meningkatkan peluang transaksi, serta membangun kemitraan jangka panjang”.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Kementerian Perdagangan berharap semakin banyak pelaku usaha Jawa Timur berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-41 Tahun 2026. Partisipasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekspor non-migas Indonesia, membuka pasar baru, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES