Viralitas yang Menguntungkan: Dampak Ekonomi Media Sosial terhadap Bisnis Kuliner di Indonesia

Setiap konten viral di media sosial membawa konsekuensi ekonomi yang nyata bagi para pelaku usaha kuliner. Sebuah video pendek di TikTok atau Reels tidak hanya mendatangkan views, tetapi juga berpotensi melipatgandakan omzet dalam waktu singkat. Fenomena ini membuka lembaran baru tentang bagaimana ketenaran digital diterjemahkan menjadi keuntungan finansial.

Lonjakan Omzet Ratusan Persen Berkat Satu Konten

Banyak kesaksian pelaku UMKM yang mengalami peningkatan pendapatan secara drastis setelah produk mereka muncul di For You Page. Kios kecil yang biasanya melayani puluhan pembeli per hari bisa mendadak kewalahan melayani ratusan bahkan ribuan pelanggan. Efek ini menciptakan rantai ekonomi yang menghidupkan pemasok bahan baku, tenaga kerja tambahan, hingga jasa pengantaran.

Mekanisme “Efek Viral” dan Perilaku Pembelian Impulsif

Perilaku konsumen di era digital sangat dipengaruhi oleh dorongan impulsif. Ketika seseorang menyaksikan video keju mozarella yang meleleh atau suara renyah ayam geprek, muncul keinginan kuat untuk segera mencoba. Menurut Laporan Digital 2026 Indonesia, rata-rata pengguna menghabiskan lebih dari 3 jam per hari di media sosial, membuat paparan terhadap konten kuliner sangat tinggi dan terus memicu pembelian spontan.

Cerita Ayam Geprek Bensu dan Lahirnya Waralaba Digital

Kasus Ayam Geprek Bensu adalah contoh klasik. Bermula dari gerobak kecil di bilangan Yogyakarta, popularitasnya meledak setelah sering muncul di konten YouTube dan Instagram yang menyoroti sambal dan porsinya. Viralitas itu mendorong sistem waralaba tumbuh pesat hingga ke berbagai provinsi. Tanpa media sosial, ekspansi secepat itu nyaris mustahil terjadi bagi bisnis modal kecil.

Pergeseran Strategi Pemasaran: Dari Konvensional ke Platform Digital

Pelaku bisnis kuliner kini mengalokasikan anggaran promosi lebih besar ke pembuatan konten dan kerja sama dengan kreator. Mereka menyadari bahwa konten organik yang masuk ke FYP memiliki nilai konversi lebih tinggi ketimbang memasang baliho di jalan raya. Namun, tantangannya adalah menjaga konsistensi kualitas saat pesanan membludak; jika rasa mengecewakan, viralitas justru bisa menjadi bumerang.

Dari Pohon yang Ditanam hingga Green House yang Dibangun, TMMD Kodim 0726/Sukoharjo Hadirkan Manfaat Nyata

TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo menghadirkan manfaat langsung bagi warga Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol. Selain pembangunan fisik, Satgas TMMD membangun sumur bor dan green house yang ditinjau langsung Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono.

Kehadiran dua fasilitas tersebut menjawab kebutuhan warga sekaligus membuka peluang produktif. Sumur bor menyediakan akses air bersih, terutama untuk menghadapi kebutuhan saat musim kemarau. Sementara green house dapat dimanfaatkan warga untuk menanam sayuran dan tanaman produktif dengan dukungan ketersediaan air.

Tak hanya membangun fasilitas, Kadispenad juga melakukan penanaman pohon di lokasi TMMD. Aksi ini menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus melengkapi pembangunan yang diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Dansatgas TMMD Reg Ke-129, Letkol Inf Reza Sahputra, S.E., menegaskan bahwa setiap sasaran TMMD harus memberikan manfaat yang dapat terus dirasakan masyarakat. “Kami ingin apa yang dibangun melalui TMMD benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan. Sumur bor untuk kebutuhan air bersih, green house untuk meningkatkan produktivitas warga, dan penghijauan untuk menjaga lingkungan.”

Kunjungan Kadispenad sekaligus menjadi momentum untuk melihat langsung progres sasaran tambahan TMMD Reguler Ke-129. Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Bupati Sukoharjo, Danrem, serta jajaran rombongan Kadispenad sebagai bentuk sinergi dalam memastikan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

Brigadir Jenderal TNI, Donny Pramono, mengapresiasi pelaksanaan TMMD di Desa Parangjoro. “TMMD ini bukan hanya soal membangun secara fisik, tetapi bagaimana pembangunan itu memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan. Apa yang dilakukan di sini menunjukkan bahwa setiap pembangunan harus memiliki manfaat yang dapat dirasakan dan dilanjutkan oleh masyarakat.”

Selain memenuhi kebutuhan air dan mendukung produktivitas warga, pembangunan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan lingkungan desa. Air tersedia, lahan produktif, dan lingkungan lebih hijau menjadi tiga manfaat yang dapat terus dikembangkan masyarakat setelah program TMMD selesai.

Masyarakat Desa Parangjoro pun mendapatkan manfaat langsung dari fasilitas tersebut. Sumur bor membantu memenuhi kebutuhan air bersih, sedangkan green house dapat menjadi sarana menghasilkan sayuran dan tanaman produktif. Penanaman pohon melengkapi upaya menciptakan lingkungan desa yang lebih hijau dan berkelanjutan.

TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo meninggalkan lebih dari sekadar bangunan. Ada air yang mengalir, tanaman yang bisa menghasilkan, dan pohon yang akan tumbuh. Semuanya menjadi bukti bahwa pembangunan bersama masyarakat tidak hanya menyelesaikan kebutuhan hari ini, tetapi juga menyiapkan manfaat untuk hari-hari berikutnya.

Tentang Kodim 0726/Sukoharjo

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0726/Sukoharjo merupakan wujud sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah, khususnya di pedesaan. Melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat, TMMD hadir untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus mendukung pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional secara berkelanjutan.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.