Bukan Sekadar Menjawab Pelanggan: 5 Perubahan yang Dihadirkan Generative AI dalam Contact Center Modern

Jakarta, 4 Agustus 2026 – Peran contact center saat ini tidak lagi sebatas menjadi pusat penanganan keluhan pelanggan. Di tengah meningkatnya ekspektasi pelanggan terhadap layanan yang cepat, personal, dan tersedia kapan saja, banyak perusahaan mulai memanfaatkan Generative AI untuk mentransformasi customer operations menjadi salah satu penggerak pertumbuhan bisnis.

Insight tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam acara TransTalk Vol.4 bertajuk “From Cost Center to Revenue Driver: How AI is Transforming Customer Operations into Business Growth” yang diselenggarakan oleh transcosmos Indonesia (TCID). Dalam sesi tersebut, transcosmos Indonesia resmi meluncurkan trans-AI Chat, sebuah solusi customer engagement berbasis Large Language Model (LLM) yang dirancang untuk membantu perusahaan menghadirkan interaksi pelanggan yang lebih natural, kontekstual, personal, sekaligus efisien.

Menurut Vice President Director transcosmos Indonesia, Ardi Sudarto, “Saat ini, perusahaan tidak lagi cukup hanya menyediakan layanan pelanggan yang responsif. Contact center perlu mampu menghasilkan insight, mendukung produktivitas bisnis, hingga menciptakan peluang pertumbuhan baru. Di sinilah Generative AI menjadi enabler yang membantu perusahaan mencapai tujuan tersebut.”

Berikut lima transformasi utama yang dibawa oleh trans-AI Chat pada layanan contact center melalui pemanfaatan Generative AI:

1. AI Menghadirkan Percakapan yang Lebih Natural dan Personal

Berbeda dengan chatbot konvensional yang bekerja berdasarkan alur percakapan yang telah ditentukan sebelumnya, trans-AI Chat memanfaatkan teknologi Generative AI untuk memahami konteks percakapan, mengenali maksud pelanggan (intent), serta memberikan respons yang lebih natural layaknya berbicara dengan agen manusia. Melalui fitur AI Personality, perusahaan juga dapat menyesuaikan karakter AI agar sesuai dengan identitas brand, baik formal maupun lebih kasual, sehingga pengalaman pelanggan tetap konsisten di setiap kanal komunikasi.

2. Customer Service Tidak Lagi Sekadar Menjawab Pertanyaan

AI tidak hanya berperan menjawab pertanyaan pelanggan, tetapi juga membantu perusahaan membangun interaksi yang lebih proaktif. Seperti fitur AI Follow-up Message Automation, misalnya, memungkinkan perusahaan dapat melakukan follow up pada leads untuk menuju conversion, maupun mengumpulkan informasi tambahan dari pelanggan (customer data collection) secara otomatis agar proses penyelesaian isu dapat berlangsung lebih cepat dan efisien. Sementara itu, fitur AI Image Analysis memungkinkan AI menganalisis gambar yang dikirimkan pelanggan untuk membantu proses troubleshooting secara lebih cepat dan akurat. Dengan demikian, perusahaan dapat mempercepat penyelesaian masalah tanpa harus selalu mengirimkan teknisi ke lokasi, sehingga meningkatkan efisiensi operasional.

3. AI Membantu Agen Manusia Bekerja Lebih Produktif

Alih-alih menggantikan manusia, trans-AI Chat dirancang untuk membantu agen bekerja lebih efektif. Melalui fitur AI Agent Assist, human agent dapat memperoleh ringkasan percakapan otomatis, rephrase jawaban ketika AI mendeteksi bahwa suatu kasus membutuhkan penanganan lebih kompleks. Dikombinasikan dengan fitur Intelligent Escalation, trans-AI Chat dapat meneruskan percakapan beserta seluruh konteksnya kepada agen manusia sehingga pelanggan tidak perlu mengulang penjelasan dari awal.

Menurut General Manager IT Solution transcosmos Indonesia, Dimas Aditama, kolaborasi antara AI dan manusia menjadi kunci keberhasilan implementasi teknologi di contact center. “AI seharusnya tidak dipandang sebagai pengganti manusia. Sebaliknya, AI mengambil alih pekerjaan yang bersifat repetitif sehingga agen dapat lebih fokus memberikan solusi, membangun hubungan dengan pelanggan, dan menghadirkan pengalaman layanan yang lebih bernilai,” tambahnya.

4. Setiap Percakapan Berubah Menjadi Insight Bisnis

Selain meningkatkan kualitas layanan, trans-AI Chat juga membantu perusahaan memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam. Melalui fitur AI Dashboard, perusahaan dapat memantau tren pertanyaan pelanggan, menganalisis sentimen, mengidentifikasi topik yang paling sering muncul, hingga mengevaluasi performa AI secara real-time. Insight tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan, menyempurnakan strategi komunikasi, hingga menjadi masukan dalam pengembangan produk maupun layanan.

5. AI Terus Belajar Seiring Berkembangnya Bisnis

Keunggulan lainnya, fitur Unknown Keyword Detection, melatih sistem secara otomatis mengenali pertanyaan atau topik baru yang belum dapat dijawab AI. Informasi tersebut kemudian menjadi masukan bagi perusahaan untuk memperbarui knowledge base, sehingga AI dapat terus belajar dan memberikan jawaban yang semakin relevan.

Layanan trans-AI Chat juga menunjukkan bagaimana Generative AI dapat diterapkan pada berbagai skenario layanan pelanggan. Sebagai contoh, pada industri otomotif, solusi ini mampu membantu pelanggan mulai dari memperoleh informasi kendaraan, melakukan pemesanan test drive, hingga mengatur jadwal servis melalui satu alur percakapan yang natural.

Sementara pada sektor retail, trans-AI Chat dapat membantu pelanggan memperoleh informasi produk, melacak status pesanan (order tracking), menemukan lokasi toko (store locator), hingga memberikan rekomendasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Seluruh interaksi tersebut kemudian menjadi sumber insight yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan maupun strategi pemasaran. Layanan trans-AI Chat tentunya juga dapat dimanfaatkan dalam berbagai industri lainnya, seperti perbankan, telekomunikasi, layanan kesehatan, dan lainnya.

Melalui penyelenggaraan TransTalk Vol.4, transcosmos Indonesia berharap semakin banyak perusahaan dapat memahami bahwa implementasi Generative AI bukan semata-mata tentang otomatisasi, melainkan bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

transcosmos Indonesia merupakan penyedia layanan customer experience dan bisnis digital yang merupakan anak perusahaan dari transcosmos Inc., perusahaan yang berpusat di Jepang dan berdiri sejak tahun 1966. transcosmos Indonesia menghadirkan layanan terpadu untuk mendukung berbagai aspek bisnis klien, termasuk teknologi CX. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi website transcosmos Indonesia, Instagram transcosmos Indonesia, dan LinkedIn transcosmos Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Nyaris Kehilangan Rp200 Juta, Satu Keputusan Ini Mengubah Segalanya!

Bayangkan, Kamu baru saja didiagnosis untuk
menjalani operasi. Dokter menyebutkan angka biaya yang membuat jantung berdegup,
puluhan juta rupiah. Beberapa waktu kemudian penyakit lain datang lagi total
tagihan lebih dari Rp200 juta. Bagi
kebanyakan orang, angka itu bisa berarti tabungan anak sekolah lenyap, dana
pensiun terkuras habis, atau bahkan terlilit utang.

Tapi bagi Joko Mulyono, ceritanya berakhir
berbeda. Joko adalah pekerja kantoran. Sehari-hari ia bekerja, menabung, dan
berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga seperti jutaan orang Indonesia
lainnya sampai suatu hari, seorang temannya yang menjadi tenaga pemasar
menawarkan proteksi kesehatan. Joko mengakuinya, “Waktu itu, saya belum tahu arti penting asuransi
syariah. Saya hanya mengikuti dan membeli tanpa pikir panjang yang ternyata
punya dampak yang mengubah hidup saya.” Keputusan penting itulah yang akhirnya
menyelamatkan keuangan keluarganya.

Risiko kesehatan pertama datang tiba-tiba.
Joko merasakan keluhan di punggungnya yang tak kunjung
reda. Setelah pemeriksaan lanjutan, dokter memutuskan ia harus menjalani
operasi dan rawat inap. Tagihan hampir mencapai
Rp50 juta. Angka itu bukan jumlah kecil. Joko sudah membayangkan tabungannya
terkuras.

“Saya betul-betul kaget.
Ternyata saya tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun dari pemeriksaan,
operasi, sampai rawat inap, semua ditanggung Prudential Syariah,” kenang
Joko.

Tapi ujian belum selesai. Beberapa
waktu kemudian, ditemukan kelainan di usus Joko. Ia harus menjalani prosedur
kolonoskopi. Biayanya sekitar Rp78 juta. Lalu, empat tahun kemudian, masalah
pembuluh darah memaksanya masuk ruang operasi lagi untuk tindakan EVLA dengan biaya
mencapai Rp102 juta.

Tiga kali masuk rumah sakit. Total
tagihan menembus lebih dari Rp200 juta.

Dan tabungan Joko? Tetap
utuh.

“Hanya dalam beberapa tahun,
total biaya medis saya menembus ratusan juta. Tanpa persiapan, angka ini bisa
menguras seluruh tabungan masa depan keluarga saya,” ujar Joko.

“Alhamdulillah, ikhtiar saya mempercayakan
proteksi kesehatan dengan Prudential Syariah dapat mengamankan finansial
keluarga. Saat badai ujian sakit datang, keluarga tetap terlindungi dengan cara
yang penuh keberkahan.”

Bagi Joko, pengalaman ini mengubah
cara pandangnya. Ia menyadari bahwa di balik klaimnya yang dibayarkan, ada
ribuan peserta lain yang secara tidak langsung ikut mengulurkan tangan melalui
prinsip tolong-menolong (ta’awun) dalam asuransi syariah. Bukan
sekadar transaksi, melainkan satu
ikatan yang saling melindungi.

“Saya semakin tergerak untuk melindungi diri sendiri, sekaligus
menerapkan konsep tolong-menolong antar peserta. Inilah makna kebaikan asuransi
syariah. Bahkan untuk mereka yang tidak pernah klaim, mereka telah membantu
peserta lainnya termasuk saya, salah satu peserta  yang terbantu dari kontribusi yang peserta
bayarkan,” tambah Joko.

Joko punya satu pesan untuk generasi muda yang merasa sehat dan belum
butuh proteksi, “Saya tidak mau ada yang mengalami hal serupa dan bukannya
fokus ke penyembuhan, malah khawatir dengan biaya. Generasi muda saat ini tidak
bisa hanya fokus berinvestasi tapi lupa memproteksi diri. Sakit tidak pernah
menunggu. Biayanya bisa menguras hasil kerja keras dalam sekejap. Melalui
proteksi syariah, kita tidak hanya mengamankan keuangan keluarga, tetapi juga
beribadah melalui tolong-menolong. Saya mendapatkan semuanya sekaligus, ketenangan
pikiran, masa depan yang aman, dan keberkahan untuk sesama.”

Kisah Joko menjadi salah satu pengingat bahwa proteksi bukan sekadar tentang
manfaat finansial, tetapi juga tentang hadirnya perlindungan saat keluarga
menghadapi risiko kehidupan. Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer &
Marketing Officer Prudential Syariah, menegaskan bahwa pengalaman peserta
seperti ini terus memperkuat komitmen Prudential Syariah dalam menghadirkan
proteksi syariah yang relevan dan bermakna bagi masyarakat.

Vivin menambahkan, “Risiko sakit bisa datang kapan saja, tanpa
aba-aba. Melihat apa yang dialami peserta kami seperti Pak Joko, semakin
menguatkan komitmen kami sebagai Satu yang Melindungi untuk menghadirkan
proteksi syariah yang lengkap dan benar-benar hadir saat dibutuhkan. Kami ingin
memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki akses terhadap perlindungan
terbaik, mulai dari kesehatan, jiwa, hingga perencanaan masa depan sesuai
dengan prinsip syariah.”

Komitmen itu bukan sekadar kata-kata. Sejak berdiri sebagai entitas
mandiri pada 2022 hingga 2025, Prudential Syariah telah membayarkan santunan
sebesar Rp8,5 triliun kepada lebih dari 325 ribu peserta, bukti nyata
perlindungan dan dukungan finansial saat keluarga Indonesia menghadapi risiko
kehidupan.

Didukung lebih dari 64 ribu tenaga pemasar di seluruh Indonesia,
Prudential Syariah terus hadir sebagai Satu yang Melindungi di setiap tahap
kehidupan, di setiap momen yang tak terduga. Karena seperti yang Joko pelajari:
perlindungan terbaik adalah yang sudah ada sebelum risiko datang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

OnlinePajak Kini Jadi Bagian Achilles, Platform Bisnis Terintegrasi Gratis

Achilles resmi diperkenalkan sebagai identitas baru yang menaungi OnlinePajak dan berbagai solusi bisnis terintegrasi, sekaligus menghadirkan platform gratis hingga 50.000 transaksi per bulan untuk membantu pelaku usaha mengelola kepatuhan, transaksi, pendanaan, dan business intelligence dalam satu ekosistem.

Setelah lebih dari satu dekade membantu pelaku usaha Indonesia mengelola kepatuhan perpajakan secara digital melalui OnlinePajak, perusahaan kini memperkenalkan Achilles sebagai identitas ekosistem yang menaungi berbagai solusi bisnis terintegrasi. Bersamaan dengan transformasi ini, Achilles juga mengumumkan bahwa pelaku usaha kini dapat menggunakan platformnya secara gratis hingga 50.000 transaksi per bulan, sehingga lebih banyak bisnis dapat mengakses teknologi untuk mengelola kepatuhan, transaksi, pendanaan, dan business intelligence dalam satu ekosistem.

Perjalanan OnlinePajak dimulai pada tahun 2014 dengan satu tujuan sederhana: menyederhanakan proses perpajakan yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan bagi dunia usaha. Saat itu, banyak wajib pajak harus melakukan puluhan kali pembayaran pajak setiap tahun dan menghabiskan ratusan jam untuk memenuhi kewajiban administrasi. Melalui teknologi, OnlinePajak membantu memangkas kompleksitas tersebut sekaligus mendukung transformasi digital administrasi perpajakan di Indonesia.

Seiring berkembangnya kebutuhan pelanggan, perusahaan melihat bahwa tantangan bisnis tidak berhenti pada kepatuhan pajak. Pelaku usaha juga membutuhkan proses transaksi yang lebih efisien, akses pembiayaan yang lebih mudah, pengelolaan dokumen yang aman, serta data yang dapat mendukung pengambilan keputusan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, perusahaan terus mengembangkan berbagai solusi yang kini disatukan dalam ekosistem Achilles.

Ekosistem Achilles terdiri atas:

– OnlinePajak, solusi kepatuhan dan administrasi perpajakan.
– Transaction Hub, platform pengelolaan transaksi bisnis.
– Document Hub, solusi pengelolaan dokumen digital, termasuk e-Signature dan e-Materai.
– Credor, platform untuk akses pendanaan dan penilaian risiko bagi bisnis.
– Covia, platform business intelligence dan market intelligence berbasis data.

Seluruh solusi tersebut dapat digunakan secara terintegrasi maupun secara terpisah sesuai kebutuhan bisnis. Melalui paket gratis Achilles, pelaku usaha dapat mengakses berbagai fitur utama, termasuk pembayaran berbagai jenis pajak dan pelaporan SPT, pembuatan invoice dan payment link, e-Faktur, e-Bupot, e-Signature, e-Materai (sesuai pemakaian), akses pengajuan pembiayaan melalui Credor, hingga fitur dasar price index dari Covia—semuanya tanpa biaya berlangganan untuk penggunaan hingga 50.000 transaksi per bulan.

Charles Guinot, Chief Executive Officer Achilles, mengatakan bahwa lahirnya Achilles merupakan refleksi dari perjalanan perusahaan dalam memahami kebutuhan bisnis yang terus berkembang.

“Selama lebih dari satu dekade, masyarakat mengenal kami melalui OnlinePajak. Dalam perjalanan itu, kami belajar bahwa kebutuhan bisnis terus berkembang dan tidak berhenti pada kepatuhan perpajakan. Bisnis membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan kepatuhan, transaksi, pendanaan, hingga business intelligence dalam satu pengalaman yang terintegrasi. Itulah yang melatarbelakangi hadirnya Achilles sebagai rumah bagi seluruh solusi yang kami bangun.”

Charles menambahkan bahwa Achilles dibangun dengan keyakinan bahwa teknologi bisnis seharusnya dapat diakses oleh lebih banyak pelaku usaha, bukan hanya perusahaan berskala besar.

“Ketika kepatuhan menjadi lebih sederhana, transaksi berlangsung lebih efisien, akses pendanaan semakin terbuka, dan setiap keputusan didukung oleh data yang andal, maka bisnis dapat lebih fokus berinovasi dan berkembang. Karena itu, kami menghadirkan Achilles secara gratis hingga 50.000 transaksi per bulan agar lebih banyak bisnis Indonesia dapat memanfaatkan teknologi untuk bertumbuh. Melalui Achilles, kami ingin membangun ekosistem yang membantu Indonesia keluar dari middle-income trap dengan memperkuat kepercayaan di seluruh rantai ekonomi.”

Saat ini, lebih dari 150.000 bisnis di Indonesia telah mempercayakan operasional finansial mereka kepada Achilles. Perusahaan juga menerapkan standar keamanan informasi ISO 27001 serta berada di bawah pengawasan dan regulasi berbagai institusi terkait, termasuk Bank Indonesia dan Direktorat Jenderal Pajak, sesuai dengan layanan yang diselenggarakan.

Bagi pengguna OnlinePajak, perubahan ini tidak mengubah layanan yang telah digunakan selama ini. OnlinePajak akan tetap beroperasi sebagai solusi kepatuhan perpajakan yang telah dipercaya oleh pelaku usaha Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari ekosistem Achilles yang menghadirkan layanan bisnis yang semakin terintegrasi.

Ke depan, Achilles akan terus mengembangkan inovasi di seluruh ekosistemnya guna membantu bisnis mengurangi kompleksitas operasional, memperkuat kolaborasi antar pelaku ekonomi, dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui teknologi serta data yang terpercaya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Jawab Tren Investasi Emas, BRI-MI Luncurkan ETF Emas Syariah Pertama di Indonesia

PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) resmi meluncurkan Reksa Dana Syariah BRI-MI Gold ETF Syariah dengan kode efek XDES, dalam rangkaian peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026).

Jakarta, 10 Agustus 2026 — PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) resmi meluncurkan
Reksa Dana Syariah BRI-MI Gold ETF Syariah dengan kode efek XDES, dalam
rangkaian peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia di Bursa Efek Indonesia
(BEI), Senin (10/8/2026).

Peluncuran ini menjadi bagian dari momentum bersejarah bagi industri pasar
modal Indonesia dengan hadirnya ETF Emas pertama di Indonesia, sekaligus
menandai semakin terintegrasinya ekosistem pasar modal dengan ekosistem bullion
nasional.

BRI-MI sebagai salah satu manajer investasi yang berpartisipasi dalam
peluncuran ETF Emas menghadirkan BRI-MI Gold ETF Syariah (XDES) dengan
pengelolaan aset berupa EGR yang didukung oleh emas fisik dengan tingkat
kemurnian yang memenuhi standar Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun London
Bullion Market Association (LBMA).

Direktur Utama BRI Manajemen Investasi, Arief Budiman mengatakan, kehadiran
BRI-MI Gold ETF Syariah menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam
menghadirkan alternatif investasi yang dapat menjawab perkembangan kebutuhan
investor sekaligus mendukung pendalaman pasar modal Indonesia.

“BRI-MI menyambut baik hadirnya ETF Emas sebagai inovasi baru di pasar
modal Indonesia. Melalui BRI-MI Gold ETF Syariah, investor dapat memperoleh
eksposur terhadap aset emas melalui mekanisme pasar modal yang transparan dan
terintegrasi dengan ekosistem bullion nasional,” ujar Arief.

Transparansi menjadi salah satu prinsip penting dalam pengelolaan ETF.
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, aset emas dalam ETF juga memiliki
mekanisme audit secara berkala.

“Dari sisi pengelolaan, emas yang menjadi underlying asset
direpresentasikan melalui Electronic Gold Receipt dan didukung oleh emas fisik
yang disimpan dalam vault. Hal ini memberikan transparansi terhadap aset dasar
yang menjadi underlying produk,” tambah Arief.

Kolaborasi Positif Industri Keuangan Untuk Negeri

Adapun ETF Emas yang diluncurkan tersebut telah dikembangkan melalui
kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organizations
(SRO), manajer investasi, bank kustodian, dealer partisipan, bullion bank,
dewan pengawas syariah, serta pelaku industri pasar modal lainnya.

Melalui ekosistem tersebut, emas fisik menjadi aset dasar yang kemudian
direpresentasikan secara elektronik melalui Electronic Gold Receipt (EGR) yang
tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Selanjutnya, unit
penyertaan ETF Emas dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Berbeda dengan investasi emas fisik yang membutuhkan proses penyimpanan dan
transaksi secara langsung, ETF Emas memberikan akses kepada investor untuk
memperoleh eksposur terhadap emas melalui instrumen yang diperdagangkan di
Bursa Efek Indonesia.

Dari sisi pengelolaan, aset dasar BRI MI Gold ETF Syariah berupa EGR
merepresentasikan kepemilikan atas emas fisik yang disimpan dalam vault
penyimpanan emas. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari ekosistem yang
mendukung keamanan dan transparansi pengelolaan aset ETF Emas.

Tidak hanya itu, produk ini dikelola sesuai dengan prinsip dan ketentuan
syariah serta diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah. Pengelolaannya juga selaras
dengan Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/XI/2024 tentang Exchange Traded Fund (ETF)
Syariah Emas, yang menjadi salah satu landasan dalam memastikan kesesuaian
produk dengan prinsip syariah.

Peluncuran ETF Emas juga menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan
instrumen investasi di pasar modal Indonesia. Dengan karakteristik yang dapat
diperdagangkan di bursa, ETF Emas menawarkan alternatif bagi investor yang
ingin memperoleh eksposur terhadap emas dalam sebuah portofolio pasar modal.

Kehadiran instrumen tersebut sekaligus memperkuat konektivitas antara pasar
modal dan ekosistem bullion nasional. Integrasi ini diharapkan dapat mendukung
pengembangan infrastruktur pasar keuangan serta menciptakan pilihan investasi
yang semakin beragam bagi masyarakat dan investor.

Dalam jangka panjang, emas juga dapat menjadi salah satu alternatif aset
dalam strategi diversifikasi portofolio. Namun, seperti instrumen investasi
pasar modal lainnya, ETF Emas tetap memiliki risiko fluktuasi harga yang perlu
dipahami oleh investor.

“Investor tetap perlu memahami karakteristik dan risiko setiap instrumen
sebelum melakukan investasi. Portofolio investasi idealnya disesuaikan dengan
tujuan investasi, jangka waktu, serta tingkat risiko yang dapat diterima oleh
masing-masing investor,” tutupnya.

Adapun peluncuran ETF Emas pada HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia mengusung
semangat “Transformasi Berkelanjutan untuk Pasar Modal Terpercaya dan Tangguh”,
sekaligus menjadi salah satu milestone baru dalam pengembangan dan pendalaman
pasar keuangan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Apple (AAPL) Masuki Fase Baru, Pertumbuhan Laba Jadi Kunci Penggerak Saham

Apple (AAPL) memasuki fase baru setelah mencatat pertumbuhan bisnis yang solid sekaligus menghadapi tantangan berupa valuasi saham yang semakin tinggi. Jika dalam satu dekade terakhir kenaikan saham Apple didukung kombinasi pertumbuhan laba, buyback, dan ekspansi valuasi, ruang untuk mengandalkan kenaikan rasio valuasi kini semakin terbatas.

Kondisi tersebut membuat pertumbuhan laba dan kemampuan Apple mempertahankan kinerja fundamental menjadi semakin penting bagi investor. Dengan kapitalisasi pasar yang sempat menembus US$5 triliun pada akhir Juli, ekspektasi terhadap kinerja perusahaan juga semakin tinggi. Reuters melaporkan kapitalisasi pasar Apple sempat mencapai sekitar US$5,04 triliun pada 28 Juli 2026 sebelum kembali berada di bawah level tersebut.

Valuasi Apple Semakin Premium

Selama bertahun-tahun, Apple berhasil menciptakan nilai bagi pemegang saham melalui pertumbuhan bisnis sekaligus program pembelian kembali saham. Buyback mengurangi jumlah saham yang beredar sehingga pertumbuhan laba perusahaan dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba per saham (EPS) yang lebih kuat.

Data pengajuan Apple kepada regulator menunjukkan perusahaan terus mengalokasikan dana besar untuk buyback. Pada enam bulan pertama tahun fiskal 2026, Apple membeli kembali sekitar 135 juta saham senilai US$36 miliar. Pada April 2026, dewan direksi juga mengesahkan tambahan program buyback hingga US$100 miliar.

Namun, kenaikan valuasi kini menjadi tantangan tersendiri. Pada pertengahan Juli, Apple diperdagangkan dengan forward P/E sekitar 34,8 kali dan trailing P/E sekitar 40 kali. Valuasi tersebut menunjukkan investor telah memberikan premium tinggi terhadap prospek pertumbuhan Apple.

Artinya, kenaikan saham Apple ke depan membutuhkan lebih dari sekadar ekspansi multiple. Perusahaan harus terus menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba agar valuasi tinggi tersebut dapat dipertahankan.

Fundamental Masih Solid

Dari sisi bisnis, Apple masih memiliki sejumlah keunggulan struktural. Ekosistem perangkat yang saling terintegrasi, basis pengguna yang besar, bisnis layanan dengan pendapatan berulang, serta kemampuan menghasilkan arus kas menjadi fondasi utama perusahaan.

Pada kuartal kedua fiskal 2026, Apple mencatat pendapatan US$111,2 miliar, naik 17% secara tahunan. Laba per saham dilusian mencapai US$2,01, meningkat 22%. Pendapatan layanan juga kembali mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.

Basis pengguna Apple juga terus berkembang. Pada kuartal pertama fiskal 2026, perusahaan menyebut jumlah perangkat aktif dalam ekosistemnya telah melampaui 2,5 miliar unit. Skala tersebut menjadi aset penting bagi Apple karena semakin besar basis pengguna, semakin besar pula peluang perusahaan meningkatkan monetisasi melalui layanan dan produk baru.

Kinerja kuartal ketiga fiskal 2026 kembali memperlihatkan kekuatan tersebut. Pendapatan Apple meningkat 16,4% menjadi US$109,42 miliar, sementara penjualan iPhone melonjak 21,7% menjadi US$54,25 miliar. Penjualan Mac juga tumbuh hampir 29%.

AI Jadi Katalis Pertumbuhan Berikutnya

Salah satu faktor yang dapat menentukan prospek Apple dalam beberapa tahun mendatang adalah kemampuan perusahaan memonetisasi kecerdasan buatan (AI).

Apple memiliki keunggulan berupa basis perangkat aktif yang sangat besar. Jika fitur AI dapat diintegrasikan secara efektif ke iPhone, Mac, dan layanan perusahaan, teknologi tersebut berpotensi mendorong siklus pembaruan perangkat sekaligus meningkatkan penggunaan layanan.

Namun, investor juga perlu melihat realisasinya secara kritis. Apple menghadapi persaingan ketat dalam AI dan harus membuktikan bahwa fitur baru tersebut mampu menciptakan pertumbuhan pendapatan yang signifikan, bukan hanya meningkatkan pengalaman pengguna.

Tantangan lainnya datang dari sisi biaya dan pasokan. Dalam laporan terbaru, Apple menyebut keterbatasan pasokan teknologi chip canggih menjadi salah satu kendala dalam memenuhi permintaan. Perusahaan juga memperkirakan pertumbuhan pendapatan kuartal September hanya sekitar 9% hingga 11%, di bawah ekspektasi Wall Street sebesar 12%.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun fundamental Apple masih kuat, mempertahankan pertumbuhan dua digit akan semakin sulit seiring skala bisnis yang semakin besar.

Pertumbuhan Laba Jadi Penentu Saham AAPL

Dengan valuasi yang sudah berada pada level premium, fase berikutnya bagi Apple kemungkinan akan lebih bergantung pada pertumbuhan laba dibandingkan ekspansi valuasi.

Investor akan mencermati apakah pertumbuhan iPhone, layanan, Mac, serta peluang AI dapat menjaga pertumbuhan pendapatan dan EPS. Buyback juga tetap dapat memberikan dukungan terhadap EPS dengan mengurangi jumlah saham beredar, tetapi buyback saja tidak cukup untuk menjadi mesin utama pertumbuhan dalam jangka panjang.

Karena itu, Apple kini berada dalam posisi di mana ekspektasi pasar sangat tinggi. Perusahaan harus terus menghasilkan pertumbuhan fundamental agar valuasi yang mahal tetap dapat dibenarkan.

Bagi investor, kondisi tersebut membuat kinerja pendapatan, margin, EPS, perkembangan layanan, strategi AI, serta program buyback menjadi sejumlah indikator penting yang perlu dipantau dalam menilai prospek saham AAPL ke depan.

Pantau Saham AS, Kripto, dan Emas Digital di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital saat ini bisa kamu cek melalui aplikasi Nanovest. Bagi kamu yang tertarik mulai berinvestasi di saham AS, Nanovest dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengakses saham global sekaligus mengeksplorasi aset kripto dan emas digital dalam satu platform.

Nanovest menyediakan akses investasi mulai dari Rp5.000. Berdasarkan informasi resmi Nanovest, transaksi aset kripto difasilitasi oleh PT Tumbuh Bersama Nano yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara itu, transaksi emas digital dilakukan melalui PT Indonesia Logam Pratama yang berizin dan diawasi Bappebti.

Untuk perlindungan keamanan, Nanovest menyebut aset pengguna mendapatkan perlindungan melalui Asuransi Sinarmas, termasuk terhadap risiko serangan siber pada produk tertentu.

Aplikasi Nanovest tersedia di Google Play Store dan App Store. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan Nanovest dapat dilihat melalui situs resmi Nanovest.

Disclaimer: Investasi memiliki risiko. Investor perlu memahami karakteristik dan risiko setiap aset sebelum mengambil keputusan investasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Cara Top Up UC PUBG Mobile Aman dan Cepat di Gamezi

Panduan lengkap cara top up PUBG Mobile via QRIS, e-wallet, dan pulsa. Cek Character ID, promo UC, troubleshooting, dan tips aman hindari penipuan.

Top up UC PUBG Mobile sebaiknya dilakukan melalui platform terpercaya yang mendukung pembayaran seperti QRIS, e-wallet, transfer bank, dan pulsa. Cukup masukkan Character ID, pilih nominal UC, selesaikan pembayaran, dan UC akan dikirim ke akun dalam hitungan detik hingga beberapa menit.

Jika ingin proses yang praktis dengan banyak pilihan pembayaran, kamu bisa top up UC PUBG Mobile di Gamezi. Gamezi mendukung QRIS, GoPay, DANA, OVO, ShopeePay, transfer bank, dan metode pembayaran lainnya dengan proses cepat serta harga transparan.

Cara Cek Character ID PUBG Mobile

Sebelum membeli UC, pastikan Character ID yang dimasukkan sudah benar agar saldo tidak terkirim ke akun lain. Buka PUBG Mobile, masuk ke halaman profil melalui avatar di pojok kiri atas, lalu salin Character ID yang tertera di bawah nickname. Sebaiknya simpan atau screenshot ID tersebut sebelum melakukan transaksi.

Cara Top Up UC PUBG Mobile

Proses top up sebenarnya sangat sederhana. Masukkan Character ID, pilih jumlah UC yang diinginkan, kemudian pilih metode pembayaran seperti QRIS, e-wallet, transfer bank, atau pulsa. Setelah pembayaran berhasil diverifikasi, UC akan otomatis masuk ke akun.

Untuk transaksi yang lebih cepat, QRIS menjadi pilihan yang paling praktis karena bisa dibayar menggunakan hampir semua mobile banking dan e-wallet di Indonesia.

Redeem Code atau Top Up Langsung?

Redeem code memang bisa memberikan UC tanpa biaya, tetapi hanya tersedia pada event tertentu dan jumlahnya sangat terbatas. Sebaliknya, top up langsung memungkinkan kamu membeli UC kapan saja dengan nominal sesuai kebutuhan tanpa harus menunggu event.

Bagi pemain yang ingin proses instan dan aman, menggunakan platform resmi seperti Gamezi menjadi pilihan yang lebih praktis.

Promo yang Bisa Dimanfaatkan

Sebelum melakukan top up, cek terlebih dahulu promo yang sedang berlangsung. Banyak e-wallet seperti GoPay, DANA, OVO, dan ShopeePay rutin menawarkan cashback atau potongan harga. Selain itu, PUBG Mobile juga sering menghadirkan bonus UC saat event musiman maupun promo First Top Up.

Jika UC Belum Masuk

Apabila UC belum diterima setelah pembayaran berhasil, tunggu sekitar 5–15 menit lalu restart game. Pastikan Character ID yang digunakan sudah benar dan cek status transaksi pada metode pembayaran yang dipakai. Jika masih belum masuk, hubungi layanan pelanggan platform tempat kamu melakukan top up dengan menyertakan bukti pembayaran.

Tips Aman Saat Top Up UC

Pastikan hanya melakukan transaksi melalui platform terpercaya yang memiliki metode pembayaran resmi dan tidak pernah meminta password maupun OTP akun PUBG Mobile. Hindari penawaran UC dengan harga yang jauh di bawah pasaran karena sering kali merupakan modus penipuan.

Untuk pengalaman top up yang cepat, aman, dan praktis, kamu bisa langsung top up UC PUBG Mobile di Gamezi atau kunjungi Gamezi.id untuk melihat berbagai pilihan game dan promo terbaru.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Avenew Hadirkan AveXchange 2026, PMO Exchange Pertama di Indonesia untuk Mengungkap “The X Factor of PMO”

Berdasarkan penelitian PMO di Indonesia terbaru, sebesar 40% proyek di berbagai industri terancam gagal akibat tata kelola yang tidak efektif, sehingga tantangan PMO kini bergeser dari sekadar standarisasi proses menjadi pencipta nilai bisnis. Menjawab tantangan tersebut, Avenew Indonesia menyelenggarakan AveXchange 2026: The X Factor of PMO, forum pertukaran PMO pertama di Indonesia yang akan dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026 di The Grove Suites by Grand Aston, Kuningan, Jakarta Selatan. Menghadirkan para pembicara ahli seperti Dr. Alin Veronika, Andre Permana PhD, dan jajaran PMO expert lainnya, acara ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana Project Management Office dapat bertransformasi dari sekadar fungsi administratif menjadi penggerak strategis organisasi.

Avenew Indonesia secara resmi mengumumkan penyelenggaraan AveXchange 2026: The X Factor of PMO, sebuah forum yang didedikasikan untuk komunitas Project Management Office (PMO) dan menjadi PMO Exchange pertama di Indonesia. Acara ini akan diselenggarakan pada Kamis, 17 September 2026 di The Grove Suites by Grand Aston yang beralamatkan di Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Mengusung tema “The X Factor of PMO”, AveXchange 2026 dibangun di atas satu pertanyaan utama: apa faktor “X” yang membedakan PMO yang sekadar menjalankan fungsi administrasi dengan PMO yang mampu menciptakan dampak strategis bagi organisasi?

Di tengah meningkatnya kompleksitas bisnis dan transformasi organisasi, peran PMO terus berkembang dari fungsi pengawasan proyek menjadi enabler strategi, penggerak kolaborasi lintas fungsi, dan pencipta nilai bisnis. AveXchange hadir sebagai ruang pertukaran gagasan, pengalaman, dan perspektif lintas industri untuk membahas masa depan PMO di Indonesia.

“AveXchange bukan sekadar konferensi. AveXchange adalah platform pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang mempertemukan praktisi, eksekutif, akademisi, peneliti, dan organisasi untuk bersama-sama mengungkap “X Factor” di balik PMO yang berkinerja tinggi,” ujar Bayu Aditya Firmansyah, S.T., M.T., PMP, PMI-RMP, PMI-PMOCP, IPMO-P, CEO Avenew Indonesia.

Forum ini akan menghadirkan pembahasan mengenai PMO lintas industri, kolaborasi lintas fungsi, perspektif praktisi dan akademisi, serta bagaimana PMO dapat mendorong transformasi dan keberhasilan organisasi secara berkelanjutan yang juga didukung langsung oleh PMO INDONESIA.

Sejumlah pembicara yang telah dikonfirmasi antara lain:

1. Dr. Alin Veronika, S.T., M.T., PMP, PMI-RMP, PMI-PMOCP, IPMO-P (PMO Transformation Strategist & CEO of Avenew Academy)
2. Andre Permana, S.T., M.T., PhD (President Director (Acting) and Business Director of PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero))
3. Dr. Mohammad Ichsan., M.T., PfMP, PgMP, PMP, PMI-SP, PMI-PMOCP (Associate Professor in Project Management, BINUS Business School)
4. Tri Sutrisno, PMP, PMI-PMOCP, PSM, CSDS (PMO Head of Pegadaian)
5. Aditya Pradana, PMP, PMOCP, CSM, ATP, AHPP, CSSGB (PMO Transfomation Head of Pertamina Bina Medika IHC)
6. Ika Avianto, S.T., M.T., PMP (PMO Head of Avenew Indonesia and PMO Team Leader for National Strategic Projects)
7. Agus Rianto, S.T., M.T. (Vice President of Project Management Office PT PLN)
8. Sachlani, PMP, PSMI, P3O, PMI-PMOCP (President of PMO INDONESIA)
9. Chalid Tamimi, MBA, PMP (President Director of DCOptima)

Dimulai pada pukul 08:30 WIB hingga 17:00 WIB, peserta AveXchange 2026 dapat memperoleh akses ke seluruh sesi presentasi dan panel diskusi, kesempatan networking terkurasi dengan profesional PMO, materi presentasi acara, sertifikat partisipasi digital, kesempatan coaching corner eksklusif serta klaim hingga 7 PMI PDUs untuk mendukung pengembangan profesional dan pemeliharaan sertifikasi PMI.

Penyelenggaraan AveXchange 2026 juga menjadi bagian dari perayaan 13 tahun perjalanan Avenew Indonesia dalam mendukung pengembangan kapabilitas organisasi melalui Consulting, Training, serta Research & Innovation di bidang Project, Program, and Portfolio Management sejak didirikan pada tahun 2013.

Pendaftaran Early Bird dibuka mulai 23 Juli hingga 2 September 2026 dengan harga Rp550.000, sementara harga normal sebesar Rp700.000 berlaku mulai 3 hingga 17 September 2026. Tersedia pula Team Pass dengan potongan 10% untuk minimal lima peserta.

Daftar sekarang juga dan dapatkan 7 PMI PDU, kesempatan coaching corner eksklusif, serta potongan harga selama Early Bird.

Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat diakses melalui kanal resmi Avenew Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Reli Belum Usai! Dupoin Futures Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Masih Berpotensi Melonjak

Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih berada dalam jalur penguatan pada perdagangan hari Selasa (11/8). Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, tren bullish yang telah terbentuk dalam beberapa waktu terakhir masih menunjukkan kekuatan yang solid. Dukungan dari indikator teknikal yang positif serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven menjadi kombinasi faktor yang dinilai mampu menjaga momentum kenaikan harga dalam jangka pendek hingga menengah. Menurut analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, selama belum muncul sinyal teknikal yang mengindikasikan pembalikan arah, peluang emas (XAUUSD) untuk melanjutkan reli masih cukup besar.

Dalam kajian teknikal yang dilakukan Dupoin Futures, emas (XAUUSD) pada time frame Daily masih memperlihatkan struktur pergerakan yang didominasi oleh buyer. Arah tren utama masih mengarah ke atas dengan target penguatan menuju area resistance 4.484 hingga 4.592. Area tersebut dipandang sebagai sasaran kenaikan berikutnya apabila momentum beli tetap bertahan dan tidak terganggu oleh sentimen negatif dari pasar global.

Geraldo Kofit menjelaskan bahwa salah satu indikator yang memperkuat proyeksi tersebut adalah Stochastic, yang hingga saat ini masih bergerak naik tanpa menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang berarti. Posisi indikator tersebut mengindikasikan bahwa tekanan beli masih lebih dominan dibandingkan tekanan jual. Selama kondisi ini bertahan, peluang bagi harga emas (XAUUSD) untuk mencetak level yang lebih tinggi dinilai masih terbuka.

Menurut Dupoin Futures, dominasi buyer juga terlihat dari pola pergerakan harga yang terus mempertahankan tren naik secara konsisten. Meskipun dalam setiap tren bullish tetap terdapat peluang koreksi jangka pendek akibat aksi ambil untung, pelemahan tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara selama struktur tren utama tidak mengalami perubahan. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap memperhatikan level-level teknikal penting sebagai acuan dalam menentukan strategi transaksi.

Analis Dupoin Futures juga mengingatkan bahwa kenaikan harga yang cukup cepat sering kali diikuti oleh peningkatan volatilitas pasar. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya fluktuasi harga yang lebih besar dalam jangka pendek. Meski demikian, selama tekanan beli masih mampu mempertahankan momentum, koreksi yang muncul justru dapat menjadi bagian dari proses konsolidasi sebelum harga kembali melanjutkan penguatan.

Dari sisi fundamental, prospek harga emas (XAUUSD) masih memperoleh dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian mengenai situasi di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian investor global karena kawasan tersebut merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia. Potensi gangguan terhadap arus perdagangan energi membuat pelaku pasar cenderung mengalihkan sebagian investasinya ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas.

Selain faktor geopolitik, Dupoin Futures juga menyoroti fenomena fear of missing out (FOMO) yang mulai terlihat di pasar. Setelah harga emas (XAUUSD) berhasil mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir, semakin banyak investor yang mulai masuk ke pasar untuk mengantisipasi potensi kenaikan lanjutan. Arus pembelian tambahan tersebut turut memperkuat momentum bullish yang sedang berlangsung.

Permintaan fisik emas dari China juga menjadi salah satu faktor yang menopang prospek harga. Sebagai salah satu konsumen emas terbesar di dunia, peningkatan pembelian dari China memberikan dukungan terhadap keseimbangan permintaan global. Menurut Dupoin Futures, tingginya permintaan dari pasar Asia berpotensi menjaga harga tetap berada dalam tren positif, terutama ketika dibarengi dengan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai.

Perhatian pelaku pasar kini juga tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang akan menjadi salah satu katalis utama dalam beberapa waktu ke depan. Data inflasi tersebut dinilai memiliki pengaruh besar terhadap ekspektasi arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Apabila inflasi menunjukkan perlambatan, pasar berpotensi semakin yakin bahwa bank sentral Amerika Serikat memiliki ruang untuk memangkas suku bunga di masa mendatang.

Skenario tersebut dapat memberikan dorongan tambahan bagi harga emas (XAUUSD) karena pelemahan ekspektasi suku bunga biasanya diikuti oleh tekanan terhadap dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Sebaliknya, apabila inflasi masih bertahan tinggi atau bahkan melampaui ekspektasi pasar, peluang penguatan dolar AS dapat meningkat sehingga berpotensi membatasi laju kenaikan emas dalam jangka pendek.

Meski demikian, Dupoin Futures menilai bahwa kombinasi antara faktor teknikal dan fundamental saat ini masih memberikan peluang yang cukup besar bagi harga emas (XAUUSD) untuk mempertahankan tren bullish. Dominasi buyer yang masih kuat, indikator Stochastic yang terus menunjukkan momentum positif, meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven akibat ketidakpastian geopolitik, fenomena FOMO di kalangan investor, serta naiknya permintaan emas dari China menjadi fondasi yang memperkuat prospek kenaikan harga.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas (XAUUSD) masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan menuju area resistance 4.484 hingga 4.592. Meskipun pasar tetap berpotensi mengalami volatilitas menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat, struktur tren yang masih bullish membuat peluang kenaikan dinilai lebih dominan. Selama tidak muncul perubahan sentimen yang signifikan maupun sinyal teknikal pembalikan arah, emas (XAUUSD) diperkirakan masih mampu mempertahankan momentum positif dan melanjutkan reli dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

POST Percepat Digitalisasi Bisnis dengan Sistem POS Terintegrasi

Seiring digitalisasi bisnis, aplikasi kasir tidak lagi sekadar alat transaksi, tetapi menjadi sistem yang membantu mengelola operasional, pembayaran, dan data bisnis secara lebih efisien.

Digitalisasi mendorong pelaku usaha mengubah cara mengelola operasional sehari-hari. Jika sebelumnya kasir hanya digunakan untuk mencatat transaksi, kini aplikasi kasir berkembang menjadi sistem yang membantu bisnis mengelola penjualan, stok, pembayaran digital, hingga laporan operasional dalam satu platform.

Perubahan ini terjadi seiring meningkatnya kebutuhan bisnis untuk bekerja lebih efisien, terutama bagi usaha retail dan F&B yang harus melayani transaksi dalam jumlah besar sekaligus mengelola operasional di berbagai kanal penjualan.

Aplikasi Kasir Tidak Lagi Sekadar Alat Transaksi

Berbeda dengan mesin kasir konvensional, sistem POS (Point of Sale) menghubungkan berbagai proses bisnis dalam satu sistem. Setiap transaksi yang terjadi akan langsung memperbarui stok, mencatat penjualan, serta menghasilkan laporan yang dapat diakses secara real-time.

Integrasi dengan berbagai metode pembayaran, termasuk QRIS, juga membantu pelaku usaha memberikan pengalaman transaksi yang lebih cepat dan praktis bagi pelanggan.

Data Membantu Pengambilan Keputusan

Selain meningkatkan efisiensi operasional, aplikasi kasir juga menghasilkan data yang membantu pemilik usaha memahami performa bisnis. Laporan penjualan, produk terlaris, tren transaksi, hingga performa setiap outlet dapat dipantau melalui satu dashboard sehingga keputusan bisnis dapat diambil lebih cepat dan berbasis data.

Bagi bisnis yang memiliki lebih dari satu cabang, kemampuan mengelola operasional secara terpusat menjadi salah satu keuntungan utama dari penggunaan sistem POS modern.

Digitalisasi Mendukung Pertumbuhan Bisnis

Seiring berkembangnya kebutuhan bisnis, penggunaan aplikasi kasir menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi proses manual sekaligus meningkatkan produktivitas. Sistem yang mudah digunakan, mampu berjalan secara online maupun offline, serta mendukung pengelolaan multi-outlet akan membantu bisnis beradaptasi dengan kebutuhan operasional yang terus berkembang.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, POST menghadirkan solusi POS berbasis cloud yang dirancang bagi bisnis retail dan F&B. Melalui satu dashboard, pelaku usaha dapat mengelola transaksi, stok, pembayaran QRIS, laporan penjualan, hingga operasional multi-outlet secara real-time. Dengan operasional yang lebih terintegrasi, POST membantu bisnis bekerja lebih efisien sehingga pemilik usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Viralitas yang Menguntungkan: Dampak Ekonomi Media Sosial terhadap Bisnis Kuliner di Indonesia

Setiap konten viral di media sosial membawa konsekuensi ekonomi yang nyata bagi para pelaku usaha kuliner. Sebuah video pendek di TikTok atau Reels tidak hanya mendatangkan views, tetapi juga berpotensi melipatgandakan omzet dalam waktu singkat. Fenomena ini membuka lembaran baru tentang bagaimana ketenaran digital diterjemahkan menjadi keuntungan finansial.

Lonjakan Omzet Ratusan Persen Berkat Satu Konten

Banyak kesaksian pelaku UMKM yang mengalami peningkatan pendapatan secara drastis setelah produk mereka muncul di For You Page. Kios kecil yang biasanya melayani puluhan pembeli per hari bisa mendadak kewalahan melayani ratusan bahkan ribuan pelanggan. Efek ini menciptakan rantai ekonomi yang menghidupkan pemasok bahan baku, tenaga kerja tambahan, hingga jasa pengantaran.

Mekanisme “Efek Viral” dan Perilaku Pembelian Impulsif

Perilaku konsumen di era digital sangat dipengaruhi oleh dorongan impulsif. Ketika seseorang menyaksikan video keju mozarella yang meleleh atau suara renyah ayam geprek, muncul keinginan kuat untuk segera mencoba. Menurut Laporan Digital 2026 Indonesia, rata-rata pengguna menghabiskan lebih dari 3 jam per hari di media sosial, membuat paparan terhadap konten kuliner sangat tinggi dan terus memicu pembelian spontan.

Cerita Ayam Geprek Bensu dan Lahirnya Waralaba Digital

Kasus Ayam Geprek Bensu adalah contoh klasik. Bermula dari gerobak kecil di bilangan Yogyakarta, popularitasnya meledak setelah sering muncul di konten YouTube dan Instagram yang menyoroti sambal dan porsinya. Viralitas itu mendorong sistem waralaba tumbuh pesat hingga ke berbagai provinsi. Tanpa media sosial, ekspansi secepat itu nyaris mustahil terjadi bagi bisnis modal kecil.

Pergeseran Strategi Pemasaran: Dari Konvensional ke Platform Digital

Pelaku bisnis kuliner kini mengalokasikan anggaran promosi lebih besar ke pembuatan konten dan kerja sama dengan kreator. Mereka menyadari bahwa konten organik yang masuk ke FYP memiliki nilai konversi lebih tinggi ketimbang memasang baliho di jalan raya. Namun, tantangannya adalah menjaga konsistensi kualitas saat pesanan membludak; jika rasa mengecewakan, viralitas justru bisa menjadi bumerang.