Blockchain Resmi Masuk Ekonomi Kreatif, IDBW 2026 Jadi Panggung Besar Web3 Indonesia

” />

Jakarta, 18 Agustus 2026 – Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026 resmi digelar pada 12–13 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), menandai edisi ke-6 sejak pertama kali diluncurkan pada 2019. Mengusung tema “Turning Infrastructure into Impact”, IDBW 2026 mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan blockchain dan Web3 paling aktif di Asia Tenggara, sekaligus menjadi momentum ketika teknologi, regulasi, dan adopsi institusional bertemu dalam satu forum.

IDBW 2026 berhasil menarik lebih dari 12.000 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan, semakin mengukuhkan posisinya sebagai konferensi Web3 institusional terbesar di Asia Tenggara. Tahun ini, IDBW menghadirkan lebih dari 75 pembicara global dan regional yang berasal dari lebih dari 30 negara, mencakup para pemimpin bursa aset digital, perwakilan regulator dan kementerian, hingga pelaku industri keuangan digital dari dalam maupun luar negeri. Penyelenggaraan IDBW 2026 juga mendapat dukungan dari lebih dari 300 ecosytem partner, melingkupi komunitas, media, event partner, maupun sponsor, mencerminkan kuatnya kepercayaan dan antusiasme industri terhadap perkembangan ekosistem Web3 di kawasan.

IDBW 2026 berbeda dari edisi-edisi sebelumnya dalam adalah keterlibatan pemerintah yang lebih terstruktur. Untuk pertama kalinya, blockchain dan teknologi baru lainnya resmi masuk sebagai subsektor ekonomi kreatif nasional, sejalan dengan penandatanganan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif oleh Presiden pada awal Juli 2026.

Chairman & Founder IDBW 2026, Aditya Raflein, memandang pencapaian tahun ini sebagai penegasan arah jangka panjang yang sejak awal ingin dibangun IDBW. “Sejak hari pertama, kami percaya bahwa blockchain bukan sekadar tren teknologi, melainkan infrastruktur peradaban baru. Saat ini kita melihat ketika lebih dari 12.000 orang, pemerintah, dan pemain global duduk dalam satu forum di Jakarta, itu bukan sekadar pencapaian angka. Itu adalah bukti bahwa Indonesia sedang menulis babak barunya sendiri dalam sejarah teknologi dunia, dan IDBW ingin menjadi rumah bagi babak itu ditulis,” ujar Raflein.

Blockchain Jadi Bagian dari Arah Pembangunan Ekonomi Kreatif Nasional

Kehadiran pemerintah dalam IDBW 2026 tidak sekadar simbolis. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memaparkan bahwa kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional saat ini telah mencapai 7,38%, dengan target melampaui 8% pada akhir tahun mendatang. Sektor ini juga tercatat inklusif, sekitar 58% pelakunya adalah perempuan, dan menjadi salah satu penyerap tenaga kerja muda terbesar, mengingat lebih dari 60% pekerja di sektor ini berasal dari generasi Z dan milenial.

Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa pada awal Juli 2026, terbit Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2025–2045 sebagai masterplan jangka panjang ekonomi kreatif Indonesia. Dalam rencana ini, jumlah subsektor ekonomi kreatif resmi bertambah dari 17 menjadi 21, dengan empat subsektor baru berbasis teknologi baru, mencakup AI, blockchain, IoT/Web3, dan cybersecurity.

“Pemerintah melihat bahwa sektor teknologi baru ini sangat penting untuk dibangun bersama, bukan hanya dari sisi peningkatan kapasitas talenta dan pelatihan, tetapi juga dari sisi memberikan masukan regulasi yang diperlukan agar ekosistem blockchain di Indonesia dapat bergerak lebih baik lagi ke depan.”

Harsya menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor kini dijalankan melalui tim implementasi yang dipimpin bersama oleh Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian PPN/Bappenas, di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dengan melibatkan 22 kementerian dan lembaga, termasuk OJK, Bursa Efek Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Keuangan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, turut menyoroti pentingnya keselarasan antara pembangunan infrastruktur digital dan perencanaan pembangunan nasional. 

“Blockchain dan teknologi digital lainnya hanya akan memberi dampak nyata bila dibangun sejalan dengan arah pembangunan nasional yang berkelanjutan. Bappenas berkomitmen memastikan inovasi seperti blockchain terintegrasi dalam kerangka besar pembangunan Indonesia, sehingga manfaatnya dirasakan secara merata, bukan hanya di kota-kota besar, tetapi juga di berbagai daerah,” kata Rachmat.

Selama dua hari penyelenggaraan, IDBW 2026 menghadirkan puluhan sesi panel dan keynote yang membahas tokenisasi real-world asset, infrastruktur pembayaran on-chain, identitas digital, hingga arah regulasi aset kripto di Indonesia. Sejumlah tokoh global turut hadir sebagai pembicara, di antaranya Richard Teng (Co-CEO Binance), Gracy Chen (CEO Bitget), Justin Sun (Founder TRON), Leonard Leung (CEO Aster), Vugar Usiyev (CEO MEXC), Sam Christian (Director Global Product Marketing OKX), Eddy Christian Ng (Expansion Lead Tether), serta perwakilan BNB Chain, Circle, OSL Group, Chainalysis, dan TRM Labs.

Dari sisi ekosistem domestik, hadir pula Chung Ying Lai (CEO D3 Labs), William Sutanto (Co-Founder & CEO Indodax), Nathanael Christian (Co-Founder & CEO IDRX), Anderson Sumarli (Co-Founder & CEO Ajaib), serta Robby (General Chairman Asosiasi Blockchain Indonesia), yang bersama-sama membahas peluang tokenisasi aset dan pengembangan infrastruktur Web3 berbasis IP lokal.

Traders Royale dan The Pitch Royale, Panggung Aksi dan Inovasi Web3

Selain rangkaian panel dan keynote, IDBW 2026 juga menghadirkan dua agenda unggulan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. Traders Royale powered by Aster menghadirkan kompetisi trading langsung yang mempertemukan trader profesional, KOL, hingga peserta publik dalam format turnamen head-to-head, menjadikan strategi dan performa trading sebagai hiburan sekaligus edukasi pasar yang atraktif bagi pengunjung.

The Pitch Royale tampil sebagai panggung bagi startup-startup Web3 untuk memaparkan solusi mereka langsung di hadapan jajaran venture capital terkemuka. Melalui sesi ini, IDBW 2026 membuka jalan bagi para founder muda Indonesia dan regional untuk mendapatkan exposure, masukan, dan potensi pendanaan, mempertegas peran IDBW bukan hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai jembatan nyata antara inovator dan investor.

Didukung Ekosistem Sponsor dan Mitra Terluas

Kesuksesan IDBW 2026 turut didukung oleh jajaran sponsor dan mitra ekosistem, dipimpin oleh OKX Wallet, Tether, Aster, Binance Academy, BNB Chain, D3 Labs, Tangem, FLOQ, INDODAX, Mobee, Onigiri, ANOA Token, dan BitGo. Selain itu, Bitget, Sumsub, MEXC, Bybit Indonesia, GSR, Pinetree Securities, Ajaib, MDI Ventures, Ciptadana Sekuritas Asia, dan Meteon Run juga berpartisipasi dalam mendukung acara ini.

IDBW 2026 turut didukung oleh Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), AFTECH, Thrilld Labs, dan Arktivak sebagai Strategic Ecosystem Partner. Dukungan dari berbagai pelaku industri, baik di tingkat domestik maupun global, menegaskan semakin kuatnya kepercayaan terhadap potensi Indonesia sebagai pasar sekaligus pusat pengembangan solusi berbasis blockchain di kawasan.

“Kami tidak membangun IDBW untuk satu edisi, kami membangunnya untuk satu generasi. Panggung ini akan terus kami perbesar, bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi sebagai tempat lahirnya keputusan, kolaborasi, dan keberanian untuk membangun masa depan digital Indonesia. Selama masih ada satu builder Indonesia yang punya mimpi besar, IDBW akan selalu ada untuk membantunya bicara ke dunia,” tutup Raflein.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Apple (AAPL) Masuki Fase Baru, Pertumbuhan Laba Jadi Kunci Penggerak Saham

Apple (AAPL) memasuki fase baru setelah mencatat pertumbuhan bisnis yang solid sekaligus menghadapi tantangan berupa valuasi saham yang semakin tinggi. Jika dalam satu dekade terakhir kenaikan saham Apple didukung kombinasi pertumbuhan laba, buyback, dan ekspansi valuasi, ruang untuk mengandalkan kenaikan rasio valuasi kini semakin terbatas.

Kondisi tersebut membuat pertumbuhan laba dan kemampuan Apple mempertahankan kinerja fundamental menjadi semakin penting bagi investor. Dengan kapitalisasi pasar yang sempat menembus US$5 triliun pada akhir Juli, ekspektasi terhadap kinerja perusahaan juga semakin tinggi. Reuters melaporkan kapitalisasi pasar Apple sempat mencapai sekitar US$5,04 triliun pada 28 Juli 2026 sebelum kembali berada di bawah level tersebut.

Valuasi Apple Semakin Premium

Selama bertahun-tahun, Apple berhasil menciptakan nilai bagi pemegang saham melalui pertumbuhan bisnis sekaligus program pembelian kembali saham. Buyback mengurangi jumlah saham yang beredar sehingga pertumbuhan laba perusahaan dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba per saham (EPS) yang lebih kuat.

Data pengajuan Apple kepada regulator menunjukkan perusahaan terus mengalokasikan dana besar untuk buyback. Pada enam bulan pertama tahun fiskal 2026, Apple membeli kembali sekitar 135 juta saham senilai US$36 miliar. Pada April 2026, dewan direksi juga mengesahkan tambahan program buyback hingga US$100 miliar.

Namun, kenaikan valuasi kini menjadi tantangan tersendiri. Pada pertengahan Juli, Apple diperdagangkan dengan forward P/E sekitar 34,8 kali dan trailing P/E sekitar 40 kali. Valuasi tersebut menunjukkan investor telah memberikan premium tinggi terhadap prospek pertumbuhan Apple.

Artinya, kenaikan saham Apple ke depan membutuhkan lebih dari sekadar ekspansi multiple. Perusahaan harus terus menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba agar valuasi tinggi tersebut dapat dipertahankan.

Fundamental Masih Solid

Dari sisi bisnis, Apple masih memiliki sejumlah keunggulan struktural. Ekosistem perangkat yang saling terintegrasi, basis pengguna yang besar, bisnis layanan dengan pendapatan berulang, serta kemampuan menghasilkan arus kas menjadi fondasi utama perusahaan.

Pada kuartal kedua fiskal 2026, Apple mencatat pendapatan US$111,2 miliar, naik 17% secara tahunan. Laba per saham dilusian mencapai US$2,01, meningkat 22%. Pendapatan layanan juga kembali mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.

Basis pengguna Apple juga terus berkembang. Pada kuartal pertama fiskal 2026, perusahaan menyebut jumlah perangkat aktif dalam ekosistemnya telah melampaui 2,5 miliar unit. Skala tersebut menjadi aset penting bagi Apple karena semakin besar basis pengguna, semakin besar pula peluang perusahaan meningkatkan monetisasi melalui layanan dan produk baru.

Kinerja kuartal ketiga fiskal 2026 kembali memperlihatkan kekuatan tersebut. Pendapatan Apple meningkat 16,4% menjadi US$109,42 miliar, sementara penjualan iPhone melonjak 21,7% menjadi US$54,25 miliar. Penjualan Mac juga tumbuh hampir 29%.

AI Jadi Katalis Pertumbuhan Berikutnya

Salah satu faktor yang dapat menentukan prospek Apple dalam beberapa tahun mendatang adalah kemampuan perusahaan memonetisasi kecerdasan buatan (AI).

Apple memiliki keunggulan berupa basis perangkat aktif yang sangat besar. Jika fitur AI dapat diintegrasikan secara efektif ke iPhone, Mac, dan layanan perusahaan, teknologi tersebut berpotensi mendorong siklus pembaruan perangkat sekaligus meningkatkan penggunaan layanan.

Namun, investor juga perlu melihat realisasinya secara kritis. Apple menghadapi persaingan ketat dalam AI dan harus membuktikan bahwa fitur baru tersebut mampu menciptakan pertumbuhan pendapatan yang signifikan, bukan hanya meningkatkan pengalaman pengguna.

Tantangan lainnya datang dari sisi biaya dan pasokan. Dalam laporan terbaru, Apple menyebut keterbatasan pasokan teknologi chip canggih menjadi salah satu kendala dalam memenuhi permintaan. Perusahaan juga memperkirakan pertumbuhan pendapatan kuartal September hanya sekitar 9% hingga 11%, di bawah ekspektasi Wall Street sebesar 12%.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun fundamental Apple masih kuat, mempertahankan pertumbuhan dua digit akan semakin sulit seiring skala bisnis yang semakin besar.

Pertumbuhan Laba Jadi Penentu Saham AAPL

Dengan valuasi yang sudah berada pada level premium, fase berikutnya bagi Apple kemungkinan akan lebih bergantung pada pertumbuhan laba dibandingkan ekspansi valuasi.

Investor akan mencermati apakah pertumbuhan iPhone, layanan, Mac, serta peluang AI dapat menjaga pertumbuhan pendapatan dan EPS. Buyback juga tetap dapat memberikan dukungan terhadap EPS dengan mengurangi jumlah saham beredar, tetapi buyback saja tidak cukup untuk menjadi mesin utama pertumbuhan dalam jangka panjang.

Karena itu, Apple kini berada dalam posisi di mana ekspektasi pasar sangat tinggi. Perusahaan harus terus menghasilkan pertumbuhan fundamental agar valuasi yang mahal tetap dapat dibenarkan.

Bagi investor, kondisi tersebut membuat kinerja pendapatan, margin, EPS, perkembangan layanan, strategi AI, serta program buyback menjadi sejumlah indikator penting yang perlu dipantau dalam menilai prospek saham AAPL ke depan.

Pantau Saham AS, Kripto, dan Emas Digital di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital saat ini bisa kamu cek melalui aplikasi Nanovest. Bagi kamu yang tertarik mulai berinvestasi di saham AS, Nanovest dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengakses saham global sekaligus mengeksplorasi aset kripto dan emas digital dalam satu platform.

Nanovest menyediakan akses investasi mulai dari Rp5.000. Berdasarkan informasi resmi Nanovest, transaksi aset kripto difasilitasi oleh PT Tumbuh Bersama Nano yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara itu, transaksi emas digital dilakukan melalui PT Indonesia Logam Pratama yang berizin dan diawasi Bappebti.

Untuk perlindungan keamanan, Nanovest menyebut aset pengguna mendapatkan perlindungan melalui Asuransi Sinarmas, termasuk terhadap risiko serangan siber pada produk tertentu.

Aplikasi Nanovest tersedia di Google Play Store dan App Store. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan Nanovest dapat dilihat melalui situs resmi Nanovest.

Disclaimer: Investasi memiliki risiko. Investor perlu memahami karakteristik dan risiko setiap aset sebelum mengambil keputusan investasi.

Tentang NANOVEST

Nanovest (PT Tumbuh Bersama Nano) merupakan platform digital marketplace berbasis aplikasi yang mempermudah akses para pengguna untuk memperdagangkan aset digital baik dalam bentuk saham global, aset kripto, maupun emas digital. Kami memiliki tujuan untuk merevolusi cara anak muda dalam berinvestasi agar dapat mencapai kebebasan finansial. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Road to PURANA 17: PURANA Memulai Rangkaian Selebrasi Lewat “PURANA Kids Model Search” Di Central Department Store

Didukung penuh oleh Central Department Store, aktivasi pra-acara ini mencari wajah resmi lini busana anak PURANA KIDS menjelang pembukaan gerakan sirkular “Renjana Perca” pada 14 Agustus di Grand Indonesia.

JAKARTA, 9 Agustus 2026 — Menandai hitung mundur menuju perayaan ulang tahun ke-17, rumah mode kontemporer PURANA mengoperasikan aktivasi pra-acara spesial “Road to PURANA 17: Purana Kids Model Search” pada Minggu, 9 Agustus 2026. Didukung penuh oleh Central Department Store, proses audisi berlangsung secara eksklusif di Premiere Lounge Central Grand Indonesia Level 2.

Audisi ini bertujuan untuk memilih talenta cilik serta perwakilan keluarga (anak dan orang tua) yang akan menjadi wajah resmi merek PURANA KIDS selama satu tahun penuh.

Para model terpilih akan tampil perdana dalam peragaan busana peluncuran resmi PURANA KIDS pada 23 Agustus 2026, sekaligus menjadi penutup dari rangkaian eksibisi kebudayaan 10 hari “PURANA 17: Renjana Perca” (14–23 Agustus 2026) di Main Atrium East Mall Grand Indonesia.

Nonita Respati — Founder & Chief Creative Officer, PURANA

“Selama 17 tahun, PURANAmembawa warisan budaya ke dalam gaya hidup modern melalui filosofi ‘Livable Art’. Memperluas visi ini ke generasi penerus lewat PURANA KIDS adalah langkah alami bagi kami. Kami ingin anak-anak mengenakan, merasakan, dan mencintai wastra Nusantara serta desain ramah lingkungan sejak dini . Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Central Department Store atas dukungan penuh dalam mewujudkan ruang kolaborasi keluarga dan budaya ini.”

Kong Surapongpracha – County Director Central Department Store Indonesia.

“Sebagai mitra ritel utama di Grand Indonesia, Central Department Store sangat bangga dapat mendukung penuh perjalanan ulang tahun ke-17 PURANA. Penyelenggaraan Purana Kids Model Search di Premiere Lounge kami sejalan dengan komitmen Central

untuk menghadirkan pengalaman belanja keluarga yang mengedepankan karya terbaik Indonesia. Kami siap menyambut para pelanggan untuk menikmati kemudahan transaksi dan pemesanan koleksi terbaru PURANA eksklusif melalui Central.”

SOROTAN UTAMA GERAKAN “PURANA 17: RENJANA PERCA” (14–23 AGUSTUS 2026)

Aktivasi pra-acara ini membuka jalan bagi gerakan kebanggaan nasional ekonomi sirkular yang mengolah sisa kain perca arsip 17 tahun produksi PURANA :

Arsitektur Kardus 100% Daur Ulang: Struktur spasial dirancang oleh Arief Susanto dan difabrikasi oleh DusDukDuk 

The Living Archive: Galeri pameran karya 12 seniman kolaborator:Sutjipto AdiRuth Marbun, Agan Harahap, Hendra ‘HeHe’ Harsono, Sarkodit, Suanjaya Kencut, Anton Afganial, Francisca “Kika” Puspitasari (Kaloka Pottery), Hana Surya (THREADAPEUTIC), Rosyid Akhmadi (MOHOI), Arief Susanto (DusDukDuk), dan Savirra Lavinia (FUGUKU) .The Living Archive: Galeri pameran karya 12 seniman kolabor

Peragaan Busana: Menampilkan PURANA SS27 x FUGUKU Bags (14 Agu), PURAGRAPH Vol. 2 x Puracha Bags (19 Agu) , dan PURANA KIDS (23 Agu).

Renjana Showcase Boutique: Akses pratayang perdana (first-to-preview) dan pemesanan awal (pre-order) yang diproses eksklusif melalui Central Department Store .

Demo “Waste-to-Weave” & 14 Workshop: Kelas interaktif keberlanjutan untuk publik.

APRESIASI DAN DUKUNGAN MITRA STRATEGIS

Gerakan kebudayaan nasional “PURANA 17: Renjana Perca” diselenggarakan secara resmi di Grand Indonesia selaku Official Venue Partner dan didukung penuh oleh BRI sebagai Official Banking Partner. Inisiatif sirkular ini digerakkan bersama ParagonCorp sebagai Sustainability Partner, Wardah selaku Make Up & Skin Care Partner, serta JIM Models sebagai Model Agency Partner . Gerakan ini turut didukung oleh mitra industri Optik SeisVicenza, dan Primaya Hospital, dengan dukungan hidangan dari F&B Partners Djournal CoffeeDoré by LeTAO, dan Coca-Cola Europacific Partners. Amplifikasi narasi publik dan komersial disiarkan oleh Popbela.com, Narasi, Kompas.com, Her World Indonesia, The Luxury Reports, Kumparan Woman, Dailah Sajian Nusantara, dan Central Department Store.

Tentang PRFG

Tentang PURANA
Didirikan pada tahun 2009 oleh Nonita Respati, PURANA adalah rumah mode dan gaya hidup kontemporer Indonesia yang dikenal mengawinkan teknik wastra tradisional dengan kriya modern di bawah filosofi “Livable Art” . Mengambil nama dari Bahasa Sanskerta yang berarti “kitab kuno”, PURANA terus memelopori gerakan fashion sirkular melalui praktik zero-waste, pemberdayaan pengrajin lokal, dan kolaborasi seni lintas disiplin.

Tentang CENTRAL
Central Department Store merupakan department store premium asal Thailand yang berlokasi di East Mall, Grand Indonesia, Jakarta. Dikenal melalui pengalaman berbelanja berstandar internasional, Central menghadirkan kurasi eksklusif berbagai label mewah internasional serta karya dari desainer lokal ternama.
Berlokasi di salah satu destinasi lifestyle paling prestisius di Jakarta, Central terus menetapkan standar dalam industri ritel kelas atas melalui pelayanan istimewa, pengalaman berbelanja premium, serta kurasi fashion yang sophisticated di Indonesia.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Sambut Kemerdekaan dengan Touring, BRI Finance Bagikan Tips Berkendara Aman

Momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kerap dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas bersama, mulai dari berkumpul dengan keluarga, mengunjungi destinasi wisata, hingga touring bersama komunitas. Bagi pengguna sepeda motor, perjalanan menjadi salah satu cara untuk menikmati momen kemerdekaan sekaligus mengeksplorasi berbagai destinasi.

Corporate Secretary PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa persiapan menjadi bagian penting sebelum melakukan perjalanan, terutama untuk touring dengan jarak tempuh yang lebih jauh.

“Touring bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk mengisi momen kemerdekaan. Namun, sebelum berangkat, pastikan kendaraan dalam kondisi baik, tubuh dalam kondisi prima, dan rute perjalanan sudah dipersiapkan,” ujar Dhani.

Berikut lima hal yang perlu diperhatikan sebelum touring menggunakan sepeda motor:

1. Cek kondisi motor

Pastikan kondisi ban, rem, oli, lampu, aki, dan sistem kelistrikan dalam keadaan baik. Untuk perjalanan jauh, pemeriksaan kendaraan di bengkel sebelum keberangkatan juga disarankan.

2. Gunakan perlengkapan keselamatan

Gunakan helm berstandar SNI dan pastikan terpasang dengan benar. Lengkapi dengan jaket, celana panjang, dan sepatu yang sesuai untuk berkendara.

3. Siapkan rute perjalanan

Kenali rute yang akan dilalui dan perkirakan waktu perjalanan. Pastikan juga mengetahui lokasi pengisian bahan bakar dan tempat beristirahat, terutama jika menempuh perjalanan jauh.

4. Istirahat ketika lelah

Jangan memaksakan diri ketika mulai mengantuk atau kelelahan. Beristirahat secara berkala membantu menjaga konsentrasi selama berkendara.

5. Patuhi aturan lalu lintas

Patuhi rambu dan marka jalan, jaga jarak aman, serta sesuaikan kecepatan dengan kondisi lalu lintas dan medan. Pastikan pula dokumen kendaraan dan surat izin mengemudi telah lengkap.

Selain memastikan kendaraan siap digunakan, masyarakat yang sedang mempertimbangkan pembelian motor baru juga dapat memilih skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

BRI Finance menawarkan pembiayaan motor baru dengan bunga mulai dari 0,7% per bulan dan pilihan tenor hingga 5 tahun. Penawaran tersebut dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan roda dua untuk mendukung mobilitas sehari-hari maupun aktivitas lainnya.

“Memiliki kendaraan baru tentu perlu disertai perencanaan finansial yang baik. Kami menghadirkan pilihan pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, sehingga masyarakat dapat merencanakan kepemilikan motor baru dengan lebih nyaman,” ujar Dhani.

Melalui persiapan kendaraan, kondisi fisik yang prima, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, masyarakat dapat menikmati perjalanan di momen kemerdekaan dengan lebih aman dan nyaman.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Kemitraan Indonesia–India: Pengembangan Sumber Daya Manusia Perlu Mendapat Perhatian Lebih Besar

Persahabatan yang semakin erat tengah terjalin antara dua pemimpin politik paling berpengaruh di Asia. Sejak kunjungan kenegaraan pertama Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025 atas undangan Perdana Menteri India Narendra Modi, kedua pemimpin berhasil membangun hubungan yang hangat dan saling percaya. Persahabatan tersebut akan semakin diperkuat melalui kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli atas undangan Presiden Prabowo. Kunjungan ini merupakan lawatan resmi pertama Modi ke Indonesia sejak Presiden Prabowo menjabat, sekaligus kunjungan keempatnya secara keseluruhan ke Indonesia.

Namun, arti penting kunjungan ini jauh melampaui penandatanganan berbagai kesepakatan bilateral. Kunjungan tersebut mencerminkan semakin strategisnya hubungan Indonesia–India di tengah perubahan lanskap geopolitik dan ekonomi kawasan Indo-Pasifik. Pada saat Presiden Prabowo berkunjung ke India pada Januari 2025, kedua pemimpin telah menyepakati sejumlah agenda prioritas, antara lain memperdalam kerja sama pertahanan, memperluas perdagangan dan investasi, memperkuat keamanan maritim, meningkatkan kolaborasi di bidang teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta mempererat kemitraan di sektor kesehatan dan pendidikan. Pertemuan di Jakarta diharapkan menjadi momentum untuk mengubah berbagai komitmen politik tersebut menjadi implementasi yang nyata.

Dari Look East Menuju Act East

Kunjungan Perdana Menteri Modi juga mencerminkan semakin kuatnya keterlibatan India di Asia Tenggara. Dalam satu dekade terakhir, hubungan India dengan kawasan ini telah mengalami perubahan mendasar. Jika sebelumnya lebih banyak berorientasi pada diplomasi melalui kebijakan Look East Policy, kini India mengembangkan pendekatan yang jauh lebih ambisius melalui Act East Policy. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa India tidak lagi sekadar ingin menjalin hubungan dengan Asia Tenggara, tetapi juga menjadi bagian penting dari arsitektur ekonomi kawasan.

Bagi Asia Tenggara, India merupakan salah satu ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia sekaligus pasar yang dihuni lebih dari 1,4 miliar penduduk. Sebaliknya, bagi India, Asia Tenggara merupakan pintu gerbang menuju kawasan Indo-Pasifik, pusat manufaktur yang semakin penting, serta mitra strategis dalam menghadapi dinamika geopolitik global. Hubungan ekonomi kedua belah pihak pun berkembang sangat pesat. Nilai perdagangan antara India dan Asia Tenggara hampir dua kali lipat dalam satu dekade terakhir, meningkat dari sekitar US$76 miliar pada 2014 menjadi US$140 miliar pada 2024. ASEAN kini menjadi salah satu mitra dagang terbesar India dengan kontribusi sekitar 11 persen terhadap total perdagangan global negara tersebut. Sebagai ekonomi terbesar di ASEAN, Indonesia menjadi jangkar utama dalam hubungan ekonomi yang terus berkembang ini.

Jika satu dekade terakhir ditandai oleh pertumbuhan perdagangan yang sangat pesat, maka satu dekade mendatang berpotensi menjadi periode yang jauh lebih penting. Pergeseran rantai pasok global mendorong banyak perusahaan untuk meninjau kembali strategi investasinya. Berbagai perubahan struktural yang sedang berlangsung menciptakan peluang baru bagi negara-negara yang mampu menawarkan ekosistem manufaktur yang saling melengkapi. Dalam konteks inilah Indonesia dan India memiliki peluang menjadi penggerak utama perubahan, ketika kedua pemimpin negara merumuskan arah baru bagi kemitraan bilateral.

Seiring semakin banyak perusahaan global mengurangi ketergantungan pada satu basis produksi melalui strategi China+1 maupun China+Many, India dan Asia Tenggara tidak lagi dipandang sebagai pesaing, melainkan sebagai ekosistem manufaktur yang saling melengkapi di berbagai sektor seperti elektronik, otomotif, farmasi, semikonduktor, dan industri kimia. India mengembangkan berbagai kebijakan seperti Make in India dan National Logistics Policy, sementara negara-negara Asia Tenggara memiliki keunggulan masing-masing. Vietnam menjadi kekuatan utama dalam ekspor elektronik, Indonesia tengah membangun industri kendaraan listrik, Thailand mempertahankan posisinya sebagai pusat otomotif regional, sedangkan Malaysia memainkan peran penting dalam pengemasan dan pengujian semikonduktor. Bila dipadukan dengan peran Singapura sebagai pusat konektivitas global dan layanan keuangan kelas dunia, seluruh negara tersebut berpotensi membentuk rantai nilai regional yang semakin kuat dan terintegrasi.

Pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai Kunci

Ketika Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Modi bertemu di Jakarta, pembahasan mereka seharusnya juga memberikan perhatian besar pada perkembangan teknologi paling revolusioner saat ini, yaitu kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). AI akan mengubah secara mendasar cara manusia bekerja, belajar, berinteraksi, dan menjalani kehidupan di masa depan. Karena itu, kunci utama untuk memaksimalkan manfaat AI bukan semata-mata terletak pada teknologinya, melainkan pada kualitas sumber daya manusia yang mampu memanfaatkannya. Inilah salah satu bidang kerja sama Indonesia–India yang paling menjanjikan, namun hingga kini masih belum banyak mendapatkan perhatian. Kedua negara sama-sama memiliki populasi muda yang produktif dan membutuhkan lebih banyak lapangan kerja berkualitas serta peluang karier yang menjanjikan. Di tengah berbagai pembahasan mengenai perdagangan, pertahanan, dan teknologi digital, investasi pada pengembangan sumber daya manusia justru berpotensi memberikan dampak ekonomi jangka panjang yang paling besar bagi kedua negara.

Membangun Talenta untuk Masa Depan

Indonesia memiliki jumlah tenaga kerja yang besar dan produktif, tetapi masih menghadapi tantangan dalam memperluas ketersediaan talenta, terutama pada tingkat manajemen dan kepemimpinan. Di sisi lain, kekuatan terbesar India bukan hanya terletak pada besarnya jumlah penduduk, melainkan pada kedalaman ekosistem ekonomi berbasis pengetahuan yang telah dibangunnya selama puluhan tahun. Meski demikian, hubungan akademik antara kedua negara masih belum berkembang seoptimal potensi yang dimiliki. Hingga kini, hanya sedikit perguruan tinggi India yang secara aktif membangun kemitraan strategis dengan universitas-universitas di Indonesia melalui pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, maupun penelitian bersama.

Beberapa universitas Indonesia seperti Universitas IndonesiaUniversitas Gadjah MadaInstitut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor memang telah menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai institusi pendidikan tinggi terkemuka di India, termasuk Indian Institutes of Technology (IIT)Indian Institutes of Management (IIM)University of Delhi, dan Jawaharlal Nehru University. Namun, hingga kini belum banyak kemitraan berskala besar dan berdampak strategis seperti yang telah dibangun Indonesia bersama berbagai universitas di Australia, Jepang, Tiongkok, Singapura, maupun Amerika Serikat. Padahal, ruang untuk memperkuat kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan India masih sangat terbuka.

Potensi terbesar justru tidak terletak pada program pertukaran mahasiswa konvensional. Yang lebih dibutuhkan adalah kolaborasi yang bersifat strategis, seperti penyelenggaraan pendidikan eksekutif, akademi bersama di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan keterampilan digital, pusat riset bersama, serta program pendidikan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri. Bahkan, terbuka peluang membangun kemitraan segitiga antara perguruan tinggi Indonesia, India, dan Singapura untuk menghadirkan program pendidikan yang dapat melayani kebutuhan kawasan Asia Tenggara secara lebih luas.

Apabila dipandang dari perspektif pembangunan ekonomi, kerja sama antarpendidikan tinggi dapat berkembang menjadi salah satu pilar utama hubungan Indonesia–India. India memiliki kapasitas yang sangat besar dalam mencetak insinyur, manajer, dan tenaga ahli teknologi, sementara Indonesia membutuhkan semakin banyak talenta di bidang-bidang tersebut untuk mendukung transformasi industrinya. Melalui kemitraan kelembagaan yang dirancang secara baik, Indonesia dapat mempercepat pengembangan sumber daya manusianya, sementara India memperluas pengaruh pendidikan tingginya di Asia Tenggara. Hasilnya bukan hanya menguntungkan sektor pendidikan, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi kedua negara dalam jangka panjang.

Kemitraan semacam ini juga akan mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people connections) sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga. Ketika India semakin memperluas perannya di Asia Tenggara melalui kebijakan Act East, dan Indonesia terus mendorong transformasi menuju industri bernilai tambah tinggi di bawah agenda ekonomi Presiden Prabowo Subianto, investasi pada pengembangan sumber daya manusia berpotensi menjadi fondasi utama fase berikutnya dalam hubungan bilateral kedua negara. Bagi berbagai institusi yang bergerak di bidang pendidikan eksekutif dan pengembangan kepemimpinan, momentum ini menghadirkan peluang yang sangat besar. Ke depan, pengembangan kepemimpinan kemungkinan akan menjadi sama pentingnya dengan perdagangan, investasi, maupun kerja sama pertahanan dalam memperkuat hubungan Indonesia–India.

*Shoeb Kagda adalah Country Director Singapore Management University (SMU) Indonesia Office sekaligus Co-Founder Indonesia Economic Forum. Selama lebih dari tiga dekade, ia aktif mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan, bisnis, dan kebijakan publik, dengan fokus pada pengembangan kepemimpinan, pendidikan eksekutif, investasi, dan hubungan ekonomi Indonesia dengan kawasan Asia.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Perusahaan Jepang Bidik Pasar Indonesia di Era AI: Firma Hukum dan Startup Legal-Tech Gelar Seminar Strategi Masuk Pasar di Tokyo.

GHP Law Firm, Gani.AI, dan Marunouchi Sogo Law Office mempertemukan perspektif hukum, investasi, dan teknologi untuk membahas strategi perusahaan Jepang dalam menentukan waktu, struktur, dan tata kelola yang tepat untuk memasuki pasar Indonesia.

TOKYO, Jepang – 5 Agustus 2026 – Seiring dengan meningkatnya
minat perusahaan Jepang untuk berekspansi ke Indonesia, sebuah seminar yang
diselenggarakan hari ini di Shibuya membahas pertanyaan yang kerap dihadapi
oleh perusahaan Jepang: bukan lagi sekadar apakah akan memasuki perekonomian
terbesar di Asia Tenggara, melainkan kapan, bagaimana, dan melalui struktur apa
langkah tersebut sebaiknya dilakukan.

Seminar berjudul “Indonesia Market Entry Strategy Seminar in
the Age of AI” yang diselenggarakan di Shibuya Scramble Square tersebut
merupakan kolaborasi antara GHP Law Firm, Gani.AI, dan Marunouchi Sogo Law
Office. Seminar ini menghadirkan para praktisi di bidang hukum, investasi
lintas batas, dan teknologi hukum untuk membahas berbagai aspek praktis dalam
memasuki pasar Indonesia, termasuk semakin besarnya peran kecerdasan buatan
dalam pelaksanaan pekerjaan hukum lintas batas.

Panel menghadirkan Ruly Fitrah Nasrullah, Direktur Indonesia
Investment Promotion Center (IIPC) Tokyo Office; Bintang Hidayanto, Co-Founder
dan CEO Gani.AI sekaligus Founder GHP Law Firm; Naufal Fileindi, Co-Managing
Partner GHP Law Firm; serta Kyota Konnai, Attorney-at-Law pada Marunouchi Sogo
Law Office. Sesi tersebut dimoderatori oleh Ayuki Kamata.

Melampaui Besarnya Pasar: Mengutamakan Struktur yang Tepat

Alih-alih melakukan pitching mengenai kekuatan ekonomi
maupun jumlah penduduk Indonesia — hal yang pada umumnya telah diketahui oleh
para eksekutif Jepang — panel berfokus pada berbagai keputusan yang perlu
diambil setelah perusahaan memutuskan untuk memasuki pasar Indonesia. Keputusan
tersebut mencakup pemilihan antara kemitraan lokal, skema distribusi, joint
venture, atau entitas yang dimiliki sepenuhnya; pengelolaan anak perusahaan di
Indonesia yang berkantor pusat di Jepang; serta melakukan navigasi atas
ketentuan regulasi dalam menjalankan kegiatan usaha yang melibatkan dua
yurisdiksi hukum.

Topik yang dibahas meliputi:

* Peluang investasi dan pasar bagi perusahaan Jepang di
Indonesia

* Pemilihan struktur masuk pasar yang sesuai dengan model
bisnis dan profil risiko

* Tata kelola dan koordinasi antara kegiatan operasional di
Indonesia dan kantor pusat di Jepang

* Pertimbangan khusus bagi perusahaan manufaktur yang
mempertimbangkan produksi lokal

* Aspek regulasi dan kepatuhan dalam kegiatan usaha lintas
batas

* Peluang-peluang baru di Indonesia di luar sektor investasi
tradisional

“Industri otomotif selama ini menjadi sektor utama bagi
pelaku usaha Jepang. Namun, sektor F&B dan e-commerce belum berkembang
seprogresif sektor tersebut, meskipun pasar Indonesia terbuka terhadap
keduanya.”

— Naufal Fileindi, Co-Managing Partner GHP Law Firm

Peran AI yang Semakin Besar dan Kompleks dalam Pekerjaan
Hukum Cross-Border

Pembahasan lainnya dalam seminar tersebut mengulas bagaimana
artificial intelligence mulai mengubah pelaksanaan kegiatan hukum dan bisnis
cross-border. Para panelis membahas potensi AI dalam meningkatkan efisiensi
pekerjaan hukum sekaligus berbagai risiko praktis yang perlu diperhatikan,
khususnya terkait kerahasiaan klien, pengawasan manusia, serta ketertelusuran
dalam konteks hukum dan sektor publik.

Dengan mengacu pada pengalaman Gani.AI di bidang teknologi
hukum, diskusi ini fokus pada bagaimana pelaku usaha dan penyedia jasa
profesional dapat mengadopsi teknologi AI tanpa mengesampingkan mekanisme
perlindungan dan pertimbangan manusia yang tetap diperlukan dalam pekerjaan
hukum cross-border.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa AI memiliki peran penting.
Dengan AI, manusia akan mampu berkembang melampaui kemampuan yang kita miliki
saat ini.”

— Bintang Hidayanto, Co-Founder dan CEO GANI.AI

Pendekatan Spesifik bagi Setiap Perusahaan, Bukan Pendekatan
yang Berlaku untuk Semua

Penyelenggara seminar menegaskan bahwa tidak terdapat satu
strategi yang dapat diterapkan secara seragam bagi seluruh perusahaan yang
hendak memasuki pasar Indonesia. Pesan utama yang disampaikan panel adalah
bahwa pendekatan masing-masing perusahaan perlu disesuaikan dengan model
bisnis, tahap ekspansi, profil risiko, struktur organisasi, serta tujuan jangka
panjangnya, bukan semata-mata didasarkan pada besarnya potensi pasar.

GHP Law Firm, Gani.AI, dan Marunouchi Sogo Law Office menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong dialog antara pelaku usaha Jepang dan mitra mereka di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara, seiring dengan meningkatnya minat perusahaan Jepang terhadap peluang investasi, manufaktur, teknologi, dan pasar konsumen di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Data Drone Bikin Perencanaan dan Peledakan Tambang Jadi Jauh Lebih Presisi

Perencanaan tambang yang akurat berawal dari data yang akurat. Lewat drone survey dan software Strayos, tim tambang bisa merancang pola bor dan peledakan langsung dari model 3D kondisi pit yang sebenarnya, sehingga hasilnya lebih terukur dan biaya lebih terkendali.

Selama ini banyak masalah di tambang, mulai dari bongkahan oversize sampai pengeboran ulang, akarnya ada di kualitas data sebelum peledakan. Di sinilah drone survey tambang berperan. Foto udara dan data LiDAR diolah menjadi model 3D, lalu dipakai untuk merancang pola bor dan memperkirakan fragmentasi.

Strayos adalah software pertambangan berbasis AI yang menyatukan perencanaan, peledakan, dan analisis pasca-ledak dalam satu alur kerja, dari desain pola bor, prediksi fragmentasi, sampai rekonsiliasi volume, tanpa berpindah platform. Sebagai penyedia Strayos dan layanan drone survey di Indonesia, Halo Robotics mendampingi dari pengambilan data lapangan sampai analisis, termasuk pelatihan tim internal.

Ulasan lengkapnya bisa dibaca di sini: Software Tambang untuk Perencanaan & Blasting.

Tentang Halo Robotics

Distributor resmi DJI Enterprise dan Unitree, serta integrator sistem drone enterprise dan robotika terkemuka di Indonesia, menyediakan jasa drone industri lengkap, sistem drone otomatis, dan workflow berbasis AI untuk kebutuhan enterprise dan pemerintahan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Dolar AS Melemah dan Konflik Memanas, Mengapa Harga Emas (XAUUSD) Bisa Terkoreksi?

Pergerakan harga emas (XAUUSD) pada perdagangan hari Selasa (18/8) diperkirakan masih menghadapi volatilitas yang cukup tinggi. Sejumlah faktor fundamental memberikan dukungan terhadap emas, terutama pelemahan dolar AS, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed), serta meningkatnya kembali permintaan aset safe haven akibat ketegangan geopolitik. Namun, dari perspektif teknikal, Dupoin Futures melihat adanya potensi koreksi jangka pendek setelah harga gagal mempertahankan penguatan di atas level resistance penting. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai level 4.417 menjadi area krusial yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam menentukan arah pergerakan berikutnya.

Berdasarkan analisis teknikal pada time frame H4, harga emas (XAUUSD) sebelumnya berupaya melanjutkan kenaikan dengan menguji resistance kedua di level 4.417. Akan tetapi, upaya tersebut belum berhasil menghasilkan breakout yang valid. Harga justru kembali bergerak di bawah level resistance setelah sempat menembusnya. Kondisi tersebut menunjukkan terjadinya false break, yang dapat menjadi indikasi awal bahwa kekuatan buyer mulai berkurang di area harga tinggi.

False break pada resistance penting menjadi sinyal yang patut diperhatikan karena menunjukkan bahwa pasar belum memiliki cukup tenaga untuk mempertahankan tren kenaikan. Ketika harga gagal bertahan di atas resistance setelah breakout, seller biasanya memiliki peluang untuk kembali mengambil alih momentum. Dalam kondisi tersebut, sebagian trader juga berpotensi melakukan aksi ambil untung setelah harga sebelumnya mengalami penguatan.

Menurut Geraldo Kofit, apabila tekanan jual semakin meningkat, harga emas (XAUUSD) berpeluang mengalami koreksi menuju support 4.348. Level tersebut menjadi area penting untuk melihat apakah buyer akan kembali masuk ke pasar atau tekanan bearish justru semakin kuat. Respons harga ketika mencapai support akan menjadi salah satu indikator bagi trader untuk menentukan apakah pelemahan yang terjadi hanya merupakan koreksi sementara atau berpotensi berlanjut ke level yang lebih rendah.

Meski sinyal teknikal menunjukkan potensi penurunan, kondisi fundamental justru masih memberikan sejumlah katalis positif bagi emas. Salah satunya berasal dari pelemahan dolar AS. Penurunan nilai dolar cenderung membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lain karena harga komoditas tersebut menjadi relatif lebih murah. Kondisi ini dapat membantu meningkatkan permintaan dan membatasi tekanan jual terhadap XAUUSD.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed juga mengalami perubahan. Data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah membuat pasar semakin mengurangi kemungkinan terjadinya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Prospek kebijakan moneter yang lebih longgar dapat menjadi sentimen positif bagi emas karena menurunkan opportunity cost dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Perhatian investor juga masih tertuju pada perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Meningkatnya ketegangan kedua negara serta ketidakpastian yang berkaitan dengan Selat Hormuz berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan pasar energi global. Kondisi tersebut dapat mendorong investor meningkatkan eksposur terhadap aset safe haven sebagai langkah untuk mengantisipasi risiko pasar.

Ketidakpastian mengenai Selat Hormuz juga memiliki implikasi lebih luas terhadap pasar komoditas. Jalur tersebut merupakan salah satu rute penting dalam perdagangan energi global sehingga gangguan terhadap aktivitas pelayaran dapat memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak. Jika risiko geopolitik semakin meningkat, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas (XAUUSD) berpotensi ikut terdorong.

Dengan demikian, pergerakan harga emas hari ini berada dalam kondisi yang cukup menarik karena terdapat dua sentimen yang berlawanan. Fundamental cenderung memberikan dukungan terhadap emas melalui pelemahan dolar AS, ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, dan meningkatnya permintaan safe haven. Namun, analisis teknikal menunjukkan bahwa harga masih menghadapi hambatan di resistance 4.417 setelah terjadi false break.

Pelaku pasar juga perlu memperhatikan perkembangan data ekonomi Amerika Serikat dan komunikasi pejabat The Fed. Data yang menunjukkan pelemahan ekonomi dapat semakin memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan memberikan katalis positif bagi emas. Sebaliknya, apabila data ekonomi kembali menunjukkan ketahanan yang lebih kuat, dolar AS berpotensi mendapatkan dukungan dan menambah tekanan terhadap harga emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa harga emas (XAUUSD) masih memiliki fondasi fundamental yang cukup kuat, tetapi dalam jangka pendek peluang koreksi tetap terbuka. Kegagalan mempertahankan harga di atas resistance 4.417 menjadi sinyal teknikal yang perlu dicermati, sementara support 4.348 menjadi level utama yang berpotensi diuji apabila tekanan jual berlanjut. Dengan kombinasi sentimen fundamental yang positif dan sinyal teknikal yang cenderung korektif, Geraldo Kofit menilai trader perlu menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil posisi. Reaksi XAUUSD di sekitar level 4.348 akan menjadi kunci untuk melihat apakah pasar mampu kembali melanjutkan tren bullish atau justru memasuki fase koreksi yang lebih dalam.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Masih Ada Waktu! Dupoin Blog Competition Resmi Diperpanjang

Melihat tingginya antusiasme para blogger dan komunitas penulis di seluruh Indonesia, Dupoin Futures secara resmi memutuskan untuk memperpanjang periode Dupoin Blog Competition hingga 31 Oktober 2026.

Kompetisi penulisan blog ini tetap diselenggarakan secara GRATIS untuk umum. Melalui ajang ini, Dupoin mengajak para peserta untuk menyajikan konten yang informatif, edukatif, dan inspiratif seputar dunia trading dan investasi.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya terbaik, Dupoin telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp18.500.000 dengan rincian apresiasi sebagai berikut:

– Juara 1: Rp 5.000.000

– Juara 2: Rp 3.500.000

– Juara 3: Rp 2.000.000

– Kategori Favorit (2 Pemenang): Masing-masing Rp 1.000.000

– Runner-Up (20 Pemenang): Masing-masing Rp 300.000

Persyaratan Utama Kompetisi

– Terbuka untuk umum bagi pemilik website/blog dengan domain .com, .id, .org, atau .net.

– Panjang artikel minimal 800 kata dalam Bahasa Indonesia yang orisinal (bukan hasil copy-paste atau 100% buatan AI) dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

– Batas akhir pengiriman tautan artikel di form pendaftaran adalah 14 September 2026.

– Peserta wajib mengumpulkan data performa artikel dari Google Search Console paling lambat 24 Oktober 2026.

– Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 31 Oktober 2026 melalui kanal media sosial resmi Dupoin.

Informasi selengkapnya di: bit.ly/dupoinblogcompetition2026

Tertarik mengikuti kompetisi ini dan memenangkan total hadiah jutaan rupiah?

Jangan lewatkan kesempatan dari perpanjangan waktu ini! Segera daftarkan blog terbaikmu sekarang!

Tentang Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia)

Dupoin Futures adalah perusahaan pialang di bidang perdagangan Forex, Metal, Futures, dan Stocks. Dupoin merupakan pialang berjangka yang telah mengantongi izin usaha resmi dari BAPPEBTI Nomor. 423/BAPPEBTI/SI/VII/2004. Dupoin juga anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor. SPAB-064/BBJ/04/04 dan terdaftar sebagai member aktif dari Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesian Derivatives Clearing House (IDCH) Nomor. 26/AK-KBI/IX/2004, terdaftar sebagai anggota dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dengan nomor keanggotaan 176/REG/AFT/SU, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia dengan Nomor: 0013/ASPEBTINDO/ANG-B/05/2024.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

ESR dan INA Perluas Kemitraan untuk Pengembangan Logistik Baru di Indonesia

• Investasi ini akan membangun dua fasilitas logistik berstandar institusional di Cikarang, Jabodetabek.
• Kerja sama ini mencerminkan komitmen kedua belah pihak untuk mendorong pengembangan sektor logistik dan industri manufaktur, serta memperkuat rantai pasok di Indonesia.

ESR, pemilik dan pengelola aset real estat yang berfokus di Asia-Pasifik bersama Indonesia Investment Authority (“INA”) dan mitra pemodal lainnya, berkomitmen untuk melakukan investasi bersama dalam pembangunan dua fasilitas logistik modern berstandar institusional di Cikarang, Jabodetabek guna mendukung pertumbuhan jangka panjang sektor logistik, industri manufaktur dan rantai pasok di Indonesia.

Pembangunan ESR Cikarang Logistics Park 4 diresmikan dengan acara Groundbreaking pada hari ini. Proyek ini merupakan fasilitas industri dan logistik bertaraf Grade A yang berlokasi strategis di Kawasan Industri Jababeka. Ditargetkan selesai pada tahun 2027, fasilitas ini akan menjadi gudang modern yang disewakan kepada pihak ketiga (non-captive) terbesar di area Jababeka. Kehadirannya diharapkan dapat memenuhi tingginya kebutuhan para penyedia jasa logistik pihak ketiga (third-party logistics/3PL) internasional dan regional, hingga pabrik-pabrik multinasional yang mencari lokasi strategis dengan konektivitas yang kuat terhadap kawasan industri dan jaringan rantai pasok di Indonesia.

Selain ESR Cikarang Logistics Park 4, investasi ini mencakup pembangunan ESR Cibitung Distribution Hub, fasilitas logistik tiga lantai bertaraf Grade A yang ditargetkan selesai pada tahun 2028. ESR Cibitung Distribution Hub  akan berlokasi di MM2100 Industrial Town, salah satu kawasan industri yang strategis dan telah berkembang di Cikarang, Kabupaten Bekasi, akan beroperasi pada 2028 untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan pergudangan modern yang dirancang khusus untuk kegiatan manufaktur dan distribusi regional.

Berlokasi di koridor industri wilayah timur Jabodetabek, kedua proyek tersebut berada di dalam klaster manufaktur dan logistik Indonesia yang telah berkembang pesat. Investasi ini akan menambah pasokan infrastruktur logistik modern guna mendukung pertumbuhan sektor industri nasional serta pengembangan rantai pasok yang semakin maju. Pasar transportasi barang dan logistik Indonesia diproyeksikan melampaui US$188 miliar pada tahun 2031[1], didorong oleh tingginya permintaan di sektor e-commerce, peningkatan ekspor manufaktur, dan pertumbuhan konsumsi domestik yang terus meningkat.

Jai Mirpuri, Head of Southeast Asia, ESR, mengatakan, “Kami sangat antusias untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan INA, setelah baru-baru ini berhasil melakukan realisasi investasi yang sukses bagi mereka di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu pasar paling menarik di Asia Tenggara, didukung oleh pertumbuhan fundamental yang kuat. Kami terus melihat tingginya permintaan pasar dari para pelanggan, baik di sektor manufaktur maupun logistik, dan pembangunan fasilitas-fasilitas baru di kawasan Jabodetabek ini telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan mereka yang terus berkembang. Pembangunan ini berada pada posisi yang strategis untuk memenuhi permintaan pelanggan yang membutuhkan aset berskala lebih besar dengan spesifikasi yang lebih tinggi di kawasan logistik strategis, yang dilengkapi dengan fitur-fitur pendukung otomatisasi, efisiensi operasional dan keberlanjutan.”

Oki Ramadhana, Ketua Dewan Direktur INA, mengatakan, “Sejak menjalin kemitraan dengan ESR pada tahun 2023, kami terus memperkuat kolaborasi kami di Indonesia. Berlokasi strategis di dua kawasan industri terkemuka di koridor industri wilayah timur Jabodetabek, proyek-proyek pengembangan ini merupakan investasi strategis di pasar pergudangan modern Indonesia yang tingkat penetrasinya masih rendah,sekaligus mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang di sektor ini. Prospek pergudangan modern tetap kuat, didukung oleh tren nearshoring pada aktivitas manufaktur (relokasi kegiatan produksi agar lebih dekat dengan pasar utama), peningkatan penetrasi e-commerce, dan industrialisasi yang terus berkembang. Keahlian sektoral ESR yang mendalam serta rekam jejak eksekusi yang telah terbukti dalam seluruh proses dan manajemen siklus aset menjadi fondasi yang kuat untuk menghadirkan fasilitas berkualitas tinggi dengan lokasi strategis yang mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah. Bersama-sama, kami berupaya memperkuat infrastruktur yang mendukung pertumbuhan industri Indonesia.”

Kedua fasilitas ini akan dikembangkan dengan standar teknis tinggi, dilengkapi dengan jarak bebas vertikal atas yang tinggi dan daya dukung lantai yang diperkuat untuk mendukung otomasi tingkat tinggi dan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Fasilitas-fasilitas ini juga akan mengadopsi desain hemat energi seperti pencahayaan dan ventilasi alami, sistem pembangkit energi terbarukan di lokasi serta sistem proteksi kebakaran yang sesuai dengan standar industri terkemuka.

[1] Indonesia Freight and Logistics Market Report by Mordor Intelligence

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES