Nyaris Kehilangan Rp200 Juta, Satu Keputusan Ini Mengubah Segalanya!

Bayangkan, Kamu baru saja didiagnosis untuk menjalani operasi. Dokter menyebutkan angka biaya yang membuat jantung berdegup, puluhan juta rupiah. Beberapa waktu kemudian penyakit lain datang lagi total tagihan lebih dari Rp200 juta. Bagi kebanyakan orang, angka itu bisa berarti tabungan anak sekolah lenyap, dana pensiun terkuras habis, atau bahkan terlilit utang.

Tapi bagi Joko Mulyono, ceritanya berakhir berbeda. Joko adalah pekerja kantoran. Sehari-hari ia bekerja, menabung, dan berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga seperti jutaan orang Indonesia lainnya sampai suatu hari, seorang temannya yang menjadi tenaga pemasar menawarkan proteksi kesehatan. Joko mengakuinya, “Waktu itu, saya belum tahu arti penting asuransi syariah. Saya hanya mengikuti dan membeli tanpa pikir panjang yang ternyata punya dampak yang mengubah hidup saya.” Keputusan penting itulah yang akhirnya menyelamatkan keuangan keluarganya.

Risiko kesehatan pertama datang tiba-tiba. Joko merasakan keluhan di punggungnya yang tak kunjung reda. Setelah pemeriksaan lanjutan, dokter memutuskan ia harus menjalani operasi dan rawat inap. Tagihan hampir mencapai Rp50 juta. Angka itu bukan jumlah kecil. Joko sudah membayangkan tabungannya terkuras.

“Saya betul-betul kaget. Ternyata saya tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun dari pemeriksaan, operasi, sampai rawat inap, semua ditanggung Prudential Syariah,” kenang Joko.

Tapi ujian belum selesai. Beberapa waktu kemudian, ditemukan kelainan di usus Joko. Ia harus menjalani prosedur kolonoskopi. Biayanya sekitar Rp78 juta. Lalu, empat tahun kemudian, masalah pembuluh darah memaksanya masuk ruang operasi lagi untuk tindakan EVLA dengan biaya mencapai Rp102 juta.

Tiga kali masuk rumah sakit. Total tagihan menembus lebih dari Rp200 juta.

Dan tabungan Joko? Tetap utuh.

“Hanya dalam beberapa tahun, total biaya medis saya menembus ratusan juta. Tanpa persiapan, angka ini bisa menguras seluruh tabungan masa depan keluarga saya,” ujar Joko.

“Alhamdulillah, ikhtiar saya mempercayakan proteksi kesehatan dengan Prudential Syariah dapat mengamankan finansial keluarga. Saat badai ujian sakit datang, keluarga tetap terlindungi dengan cara yang penuh keberkahan.”

Bagi Joko, pengalaman ini mengubah cara pandangnya. Ia menyadari bahwa di balik klaimnya yang dibayarkan, ada ribuan peserta lain yang secara tidak langsung ikut mengulurkan tangan melalui prinsip tolong-menolong (ta’awun) dalam asuransi syariah. Bukan sekadar transaksi, melainkan satu ikatan yang saling melindungi.

“Saya semakin tergerak untuk melindungi diri sendiri, sekaligus menerapkan konsep tolong-menolong antar peserta. Inilah makna kebaikan asuransi syariah. Bahkan untuk mereka yang tidak pernah klaim, mereka telah membantu peserta lainnya termasuk saya, salah satu peserta  yang terbantu dari kontribusi yang peserta bayarkan,” tambah Joko.

Joko punya satu pesan untuk generasi muda yang merasa sehat dan belum butuh proteksi, “Saya tidak mau ada yang mengalami hal serupa dan bukannya fokus ke penyembuhan, malah khawatir dengan biaya. Generasi muda saat ini tidak bisa hanya fokus berinvestasi tapi lupa memproteksi diri. Sakit tidak pernah menunggu. Biayanya bisa menguras hasil kerja keras dalam sekejap. Melalui proteksi syariah, kita tidak hanya mengamankan keuangan keluarga, tetapi juga beribadah melalui tolong-menolong. Saya mendapatkan semuanya sekaligus, ketenangan pikiran, masa depan yang aman, dan keberkahan untuk sesama.”

Kisah Joko menjadi salah satu pengingat bahwa proteksi bukan sekadar tentang manfaat finansial, tetapi juga tentang hadirnya perlindungan saat keluarga menghadapi risiko kehidupan. Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, menegaskan bahwa pengalaman peserta seperti ini terus memperkuat komitmen Prudential Syariah dalam menghadirkan proteksi syariah yang relevan dan bermakna bagi masyarakat.

Vivin menambahkan, “Risiko sakit bisa datang kapan saja, tanpa aba-aba. Melihat apa yang dialami peserta kami seperti Pak Joko, semakin menguatkan komitmen kami sebagai Satu yang Melindungi untuk menghadirkan proteksi syariah yang lengkap dan benar-benar hadir saat dibutuhkan. Kami ingin memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki akses terhadap perlindungan terbaik, mulai dari kesehatan, jiwa, hingga perencanaan masa depan sesuai dengan prinsip syariah.”

Komitmen itu bukan sekadar kata-kata. Sejak berdiri sebagai entitas mandiri pada 2022 hingga 2025, Prudential Syariah telah membayarkan santunan sebesar Rp8,5 triliun kepada lebih dari 325 ribu peserta, bukti nyata perlindungan dan dukungan finansial saat keluarga Indonesia menghadapi risiko kehidupan.

Didukung lebih dari 64 ribu tenaga pemasar di seluruh Indonesia, Prudential Syariah terus hadir sebagai Satu yang Melindungi di setiap tahap kehidupan, di setiap momen yang tak terduga. Karena seperti yang Joko pelajari: perlindungan terbaik adalah yang sudah ada sebelum risiko datang.

Tentang Prudential Syariah

Tentang Prudential Syariah

PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) mulai beroperasi sejak 2022 sebagai hasil dari proses pemekaran usaha melalui pemisahan Unit Usaha Syariah PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menjadi entitas yang terpisah. Prudential Syariah menawarkan rangkaian solusi perlindungan jiwa, kesehatan dan finansial berbasis syariah yang berlandaskan prinsip transparansi, gotong-royong, dan keadilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang.

Sejak pertama kali didirikan sebagai Unit Usaha Syariah pada tahun 2007, hingga kini akhirnya menjadi entitas yang terpisah, Prudential Syariah senantiasa berkomitmen untuk memberikan solusi perlindungan kepada seluruh masyarakat Indonesia dengan mengusung nilai-nilai yang universal dan inklusif, sesuai dengan prinsip ‘Syariah untuk Semua’.

Didukung oleh nilai-nilai utama kami yaitu membahagiakan peserta (delighting customers), inovasi produk dan layanan serta digitalisasi yang terus dikembangkan, Prudential Syariah berkomitmen memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah Indonesia dan membuat masyarakat Indonesia lebih sehat dan sejahtera.

PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

ANTERAJA INVESTASI PADA GENERASI AI INDONESIA LEWAT NEXTGEN AI ACADEMY

Beasiswa penuh dan kesempatan magang bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia, dijalankan bersama MAXY Academy mitra resmi Kemdiktisaintek dengan jaringan 400+ perguruan tinggi.

JAKARTA, 7 Agustus 2026 World Economic Forum memperkirakan 170 juta peran pekerjaan baru akan tercipta akibat perkembangan AI menjelang 2030, dengan hampir 40% keterampilan inti pekerja berubah dalam lima tahun ke depan. Bagi Anteraja, angka tersebut menegaskan satu hal: AI bukan pengganti manusia, melainkan alat yang memperbesar kemampuan manusia dalam bekerja. Menyikapi hal itu, Anteraja hari ini meluncurkan Anteraja NextGen AI Academy, program beasiswa penuh dan magang di bidang Artificial Intelligence bagi mahasiswa terpilih dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program ini dibiayai sepenuhnya oleh Anteraja dan dijalankan bersama MAXY Academy, mitra resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan jaringan lebih dari 400 perguruan tinggi.

Sebagai perusahaan yang tumbuh dari kerja ribuan orang di lapangan, Anteraja memandang teknologi selalu berjalan di belakang manusia bukan sebaliknya. Setiap paket yang sampai ke tangan pelanggan adalah hasil kerja banyak peran: dari tim di kantor, tim operasional, hingga kurir yang mengetuk pintu. Tidak ada peran yang terlalu kecil. Dan ketika setiap peran dijalankan dari hati sampai tuntas, maknanya akan sampai ke masyarakat.

Keyakinan itulah yang melahirkan Anteraja NextGen AI Academy: sebuah undangan bagi generasi muda untuk belajar memakai AI sebagai alat kerja, lalu membawa cara berpikir itu kembali ke tempat mereka berkarya nanti.

“Di Anteraja, kami percaya inovasi tidak dibangun oleh teknologi, melainkan oleh manusia yang menggerakkannya,” ujar perwakilan pengampu program dari Anteraja. “AI kami lihat sebagai alat yang membantu setiap orang bekerja lebih baik bukan menggantikan siapa pun. Program ini gratis sepenuhnya karena kami tidak ingin biaya menjadi alasan seorang mahasiswa berbakat kehilangan kesempatan belajar memakai alat itu.”

Menjawab kesenjangan yang nyata

Kebutuhannya mendesak. Riset global Pearson dan Amazon Web Services (AWS) bertajuk AI Readiness: Building the Bridge from Higher Education to Work, yang diluncurkan di Jakarta pada Juli 2026, menemukan 53% pemberi kerja kesulitan menemukan lulusan dengan keterampilan AI yang mereka butuhkan. Sebaliknya, 78% pimpinan perguruan tinggi meyakini institusi mereka telah memenuhi ekspektasi industri sementara hanya 14% lulusan yang merasa mampu menerapkan AI dalam alur kerja profesional.

Angka terakhir itu yang paling menjelaskan persoalannya: tantangannya bukan pada pengenalan AI, melainkan pada kemampuan menerapkannya di pekerjaan nyata. Sejalan dengan itu, studi terhadap lebih dari 10 juta lowongan kerja menunjukkan kandidat dengan keterampilan AI menerima tawaran gaji rata-rata 23% lebih tinggi dibanding kandidat setara tanpa keterampilan tersebut.

Mendukung agenda link and match pemerintah

Anteraja NextGen AI Academy dirancang sebagai kontribusi sektor swasta terhadap agenda link and match Pemerintah Republik Indonesia penyelarasan kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata industri, sejalan dengan kerangka Merdeka Belajar–Kampus Merdeka dan visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai mitra resmi Kemdiktisaintek dengan jaringan lebih dari 400 perguruan tinggi, MAXY Academy berperan sebagai jembatan antara kampus dan industri: menerjemahkan kebutuhan teknis perusahaan menjadi kurikulum yang dapat diserap mahasiswa, lalu mengantarkan mereka langsung ke ruang kerja sesungguhnya.

“Indonesia tidak kekurangan anak muda yang cerdas. Yang kurang adalah jembatan antara ruang kelas dan ruang kerja,” ujar Isaac Munandar, CEO MAXY Academy. “Bersama Anteraja, kami membangun jembatan itu. Dan yang kami ajarkan bukan sekadar teori AI, melainkan cara memakai AI untuk menyelesaikan persoalan nyata. Standar yang kami pakai pun bukan standar lokal kami menyiapkan mereka bersaing dengan talenta dari Singapura, India, dan Vietnam. Talenta Indonesia layak berada di meja yang sama.”

Belajar dari kasus nyata, bukan teori

Kurikulum program disusun mengacu pada praktik terbaik industri teknologi global, dengan penekanan pada penerapan AI sebagai alat bantu dalam pekerjaan sehari-hari. Peserta tidak berhenti pada simulasi: mereka akan mengerjakan tantangan langsung dari tim Anteraja, mulai dari optimasi operasional logistik hingga pemanfaatan AI dalam pemasaran digital.

Harapannya, inovasi yang lahir dari program ini dapat dirasakan manfaatnya secara berlapis bagi perusahaan, bagi pelanggan yang menerima layanan lebih baik, hingga bagi para kurir yang setiap hari berada di garis depan. Bagi Anteraja, teknologi baru bernilai ketika kesejahteraan yang dihasilkannya sampai kepada semua orang yang terlibat di dalamnya.

Detail program

– Bidang: Applied AI Digital Marketing & Applied AI Full Stack Development
– Kriteria: Mahasiswa aktif semester 5–8 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia
– Biaya: Beasiswa penuh, dibiayai Anteraja
– Periode: September 2026 Februari 2027
– Benefit: Sertifikasi, mentoring praktisi, dan kesempatan magang di Anteraja

Pendaftaran: Dibuka hingga 18 Agustus 2026 melalui bit.ly/AnterajaNextGenAI-MAXY

Melalui program ini, Anteraja dan MAXY Academy berkomitmen mencetak talenta digital Indonesia yang siap menghadapi era AI dan berkontribusi bagi daya saing bangsa di panggung global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel, Bukan WhatsApp Saja

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

AI Agent mulai digunakan bisnis untuk membantu melayani pelanggan secara otomatis. Teknologi ini dapat menjawab pertanyaan, memberikan informasi, hingga menangani percakapan tertentu tanpa selalu membutuhkan bantuan tim.

Namun, penggunaan AI Agent masih sering berfokus pada satu channel, terutama WhatsApp. Padahal, pelanggan dapat menghubungi bisnis melalui berbagai platform. Karena itu, otomatisasi customer service juga perlu berkembang agar tidak berhenti pada satu channel.

AI Agent yang Terbatas di Satu Channel Membatasi Otomatisasi

Ketika AI Agent hanya tersedia di satu channel, otomatisasi juga ikut terbatas. Pertanyaan yang masuk melalui platform lain tetap harus ditangani secara manual oleh tim customer service. Akibatnya, tim perlu memantau beberapa platform sekaligus. Mereka juga harus memastikan setiap pertanyaan mendapat respons dan tidak ada percakapan yang terlewat.

Riwayat interaksi dapat tersebar di berbagai platform. Ketika pelanggan berpindah channel, tim bisa kesulitan memahami konteks percakapan tanpa sistem yang mendukung komunikasi secara terintegrasi.

Masalah ini semakin terasa ketika jumlah pelanggan dan channel terus bertambah. Tim akhirnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk menangani pertanyaan berulang, sementara kebutuhan pelanggan tetap harus dilayani dengan cepat.

AI Agent Omnichannel untuk Otomatisasi yang Lebih Luas

AI Agent omnichannel memungkinkan otomatisasi digunakan di berbagai titik komunikasi pelanggan. Dengan pendekatan ini, pelanggan dapat memperoleh respons otomatis melalui channel yang mereka gunakan.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh bisnis antara lain:

● Respons lebih cepat, karena pertanyaan umum dapat dijawab secara otomatis.

● Mengurangi pekerjaan repetitif, sehingga tim customer service dapat fokus pada kebutuhan yang lebih kompleks.

● Komunikasi lebih konsisten, karena AI dapat menggunakan informasi dari knowledge base yang telah disiapkan.

● Layanan di luar jam kerja, sehingga pelanggan tetap mendapatkan respons awal ketika tim tidak tersedia.

● Pengalihan ke tim, ketika percakapan membutuhkan bantuan atau keputusan dari agent manusia.

AI Agent omnichannel bukan sekadar menambahkan chatbot ke berbagai platform. Teknologi ini membantu menghubungkan otomatisasi dengan alur customer service yang sudah berjalan, sehingga pelanggan tetap mendapatkan respons tanpa menghilangkan peran tim.

Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel

Barantum adalah solusi aplikasi CRM, Omnichannel, Broadcast, AI Agent, dan Call Center berbasis cloud asal Indonesia yang membantu bisnis mengelola penjualan, komunikasi pelanggan, dan layanan pelanggan dalam satu platform.

Barantum telah dipercaya oleh lebih dari 5.000 bisnis di Indonesia dari berbagai industri, mulai dari ritel, pendidikan, logistik, keuangan, kesehatan, hingga jasa profesional.

Melalui AI Agent Barantum, bisnis dapat mengotomatisasi interaksi pelanggan berdasarkan informasi dan kebutuhan bisnis. AI Agent dapat dilatih menggunakan knowledge base sehingga respons yang diberikan lebih sesuai dengan konteks bisnis.

AI Agent Barantum juga tidak hanya berfokus pada WhatsApp. Dukungan omnichannel memungkinkan otomatisasi digunakan pada berbagai channel komunikasi, seperti:

● WhatsApp

● Instagram

● Facebook

● Line

● Telegram

● TikTok

● Live Chat

● Marketplace (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop)

Dengan kombinasi AI dan omnichannel, bisnis tidak perlu memilih antara otomatisasi dan layanan manusia. AI dapat menangani interaksi awal serta pekerjaan berulang, sementara tim tetap dapat mengambil alih ketika percakapan membutuhkan pendekatan yang lebih personal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Menuju Top 20 TIC Global, SUCOFINDO Perluas Kolaborasi Internasional dengan China Quality Certification Centre

Shanghai, (16/8) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama sertifikasi lintas negara dan mendukung perdagangan global berbasis standar mutu melalui partisipasi pada 2026 China Quality Certification Centre (CQC) Conference on High-Quality Development of Cross-Border Cooperation yang diselenggarakan di Shanghai, Tiongkok. Mengusung tema “Uniting Through Certification, Quality Connecting the World”, forum ini menjadi wadah strategis bagi lembaga sertifikasi, akreditasi, regulator, dan pelaku industri dari berbagai negara untuk mendorong pengembangan kerja sama internasional yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, memaparkan peran dan kapabilitas PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai pionir layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1956. Saat ini, PT SUCOFINDO (PERSERO) merupakan bagian dari Danantara Indonesia dan holding IDSurvey yang mendukung layanan di berbagai sektor industri.

“Kolaborasi berbasis sertifikasi dan standar mutu merupakan fondasi penting dalam memperkuat perdagangan internasional yang transparan, aman, dan berkelanjutan. SUCOFINDO siap menjadi mitra terpercaya bagi pelaku usaha global dalam memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta memfasilitasi akses pasar Indonesia,” ujar Sandry Pasambuna.

Dalam paparannya, Sandry Pasambuna menjelaskan bahwa PT SUCOFINDO (PERSERO) memiliki jaringan layanan yang luas di seluruh Indonesia yang terdiri atas 29 cabang, 38 unit pelayanan, 19 site operasional, 5 kantor pemasaran, dan 68 laboratorium pengujian. Infrastruktur tersebut memungkinkan perusahaan memberikan layanan pengujian, inspeksi, sertifikasi, konsultansi, dan pelatihan secara cepat dan andal guna mendukung kebutuhan industri nasional maupun internasional.

Lebih lanjut, PT SUCOFINDO (PERSERO) mengoperasikan ekosistem layanan yang terintegrasi melalui lima pilar utama, yaitu Testing, Inspection, Certification, Consultancy, dan Training. Layanan tersebut mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari industri manufaktur, energi, minyak dan gas, pertambangan, maritim, pertanian, logistik, pemerintahan, hingga sektor keuangan.

“Pada bidang sertifikasi, SUCOFINDO melalui SUCOFINDO International Certification Services (SICS) juga memiliki peran penting dalam mendukung produsen global yang ingin memasuki pasar Indonesia. Hingga saat ini, SUCOFINDO telah menerbitkan lebih dari 1.000 Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), termasuk lebih dari 350 sertifikat bagi produsen luar negeri, dengan Tiongkok menjadi salah satu negara dengan jumlah sertifikasi terbesar,” paparnya.

Selain memperkuat layanan sertifikasi, Sandry Pasambuna juga menyebutkan bahwa PT SUCOFINDO (PERSERO) juga terus mengembangkan inovasi berbasis digital dan keberlanjutan. Salah satu inovasi unggulan perusahaan adalah SPARING, sistem pemantauan kualitas air limbah berbasis Internet of Things (IoT) yang mengirimkan data secara real-time ke pusat data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. PT SUCOFINDO (PERSERO) juga mengembangkan solusi berbasis IoT dan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung efisiensi operasional industri serta menyediakan layanan halal yang mencakup sertifikasi produk halal, sistem manajemen halal, dan pelatihan industri halal.

“Keikutsertaan kami dalam forum CQC 2026 ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperluas jejaring internasional, memperkuat pengakuan global terhadap kompetensi TIC Indonesia, serta mendukung pencapaian visi SUCOFINDO menjadi salah satu perusahaan Top 20 TIC Global. Kami percaya bahwa kolaborasi, inovasi, dan keunggulan layanan merupakan kunci untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan pemangku kepentingan di tingkat global,” tutup Sandry Pasambuna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES