Tren Side Income Makin Populer, Futures Trading Jadi Salah Satu Pilihan di Era Digital

Rutinitas bekerja dari pagi hingga sore kini tidak selalu menjadi satu-satunya aktivitas produktif bagi sebagian pekerja. Setelah menyelesaikan pekerjaan utama, semakin banyak masyarakat mulai memanfaatkan waktu dan teknologi digital untuk mencari peluang pendapatan tambahan atau side income.

Perubahan tersebut tidak terlepas dari perkembangan ekonomi digital yang membuat berbagai aktivitas penghasil pendapatan dapat dilakukan dengan lebih mudah. Jika sebelumnya mencari penghasilan tambahan membutuhkan usaha fisik atau modal yang relatif besar, kini internet dan teknologi digital membuka lebih banyak pilihan, mulai dari menjadi freelancer, menjalankan bisnis online, membuat konten, hingga mempelajari instrumen finansial.

Fenomena tersebut juga menunjukkan adanya perubahan cara masyarakat memandang pendapatan. Memiliki satu sumber penghasilan dianggap belum tentu cukup untuk menghadapi kebutuhan finansial yang semakin beragam. Karena itu, sebagian pekerja mulai mencari sumber pemasukan alternatif yang dapat dilakukan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama.

Kondisi ini menjadi salah satu alasan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan peluang side income semakin relevan bagi pekerja swasta. Bukan semata-mata untuk mengejar tambahan pendapatan, tetapi juga untuk meningkatkan pemahaman mengenai bagaimana seseorang dapat mengelola sumber daya finansialnya secara lebih terencana.

Perusahaan pun mulai memiliki peran dalam mendorong literasi finansial karyawan. Salah satunya melalui program edukasi yang memperkenalkan berbagai alternatif pengelolaan keuangan dan peluang pendapatan tambahan. Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan karena pekerja tidak hanya membutuhkan keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan utama, tetapi juga pengetahuan mengenai bagaimana mengelola keuangan di tengah perubahan ekonomi.

Dupoin Futures menjadi salah satu perusahaan yang melihat pentingnya edukasi tersebut melalui program Dupoin Goes To Office. Program ini menyasar pekerja swasta dengan membawa edukasi mengenai perkembangan dunia finansial dan alternatif side income melalui aktivitas digital, termasuk pengenalan terhadap futures trading.

Futures trading sendiri merupakan aktivitas perdagangan kontrak berjangka yang memungkinkan pelaku pasar mengambil posisi berdasarkan ekspektasi terhadap pergerakan harga suatu aset. Instrumen yang diperdagangkan dapat mencakup berbagai komoditas maupun aset finansial. Namun, aktivitas tersebut memiliki risiko yang perlu dipahami sebelum seseorang memutuskan untuk terlibat.

Karena itu, pembahasan mengenai side income dari aktivitas trading tidak seharusnya hanya berfokus pada potensi keuntungan. Pemahaman terhadap risiko, leverage, modal, strategi, serta disiplin dalam mengambil keputusan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas trading.

Perkembangan teknologi digital kemudian menjadi salah satu faktor yang membuat aktivitas tersebut semakin mudah diakses. Platform trading elektronik memungkinkan pengguna memperoleh akses terhadap pasar dan melakukan transaksi melalui perangkat digital. Bagi pekerja yang memiliki aktivitas utama pada siang hari, fleksibilitas teknologi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat berbagai aktivitas finansial digital mulai dilirik sebagai alternatif untuk dipelajari.

Meski demikian, kemudahan akses juga perlu diimbangi dengan peningkatan literasi. Semakin mudah seseorang mengakses pasar, semakin penting pula pemahaman mengenai cara kerja instrumen yang digunakan. Hal tersebut terutama berlaku dalam futures trading yang memiliki karakteristik leverage dan risiko tinggi.

Menurut Dupoin Futures, edukasi menjadi bagian penting dalam memperkenalkan futures trading kepada masyarakat. Pekerja perlu memahami bahwa side income bukanlah sesuatu yang dapat diperoleh secara instan. Dibutuhkan proses belajar, pengelolaan risiko, serta kedisiplinan dalam menjalankan strategi.

Di sisi lain, tren side income juga mencerminkan perubahan pola kerja di era digital. Teknologi memungkinkan seseorang memiliki lebih dari satu aktivitas produktif tanpa harus selalu memiliki ruang usaha atau lokasi fisik. Dengan perangkat digital dan akses internet, berbagai aktivitas dapat dilakukan secara lebih fleksibel sesuai dengan waktu yang dimiliki.

Fenomena ini pada akhirnya membuat literasi finansial menjadi semakin penting. Pekerja tidak hanya perlu mengetahui bagaimana meningkatkan pendapatan, tetapi juga memahami bagaimana mengelola risiko dari setiap keputusan finansial yang diambil.

Melalui program edukasi seperti Dupoin Goes To Office, Dupoin Futures berupaya memperkenalkan wawasan mengenai perkembangan industri futures sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih memahami berbagai alternatif aktivitas finansial di era digital. Pendekatan edukasi menjadi penting agar masyarakat tidak hanya melihat side income dari sisi peluang, tetapi juga memahami tanggung jawab dan risiko yang menyertainya.

Pada akhirnya, memiliki side income bukan berarti seseorang harus meninggalkan pekerjaan utama. Bagi sebagian pekerja, pendapatan tambahan dapat menjadi bagian dari strategi untuk membangun kondisi finansial yang lebih fleksibel. Namun, setiap pilihan tetap membutuhkan pertimbangan yang matang.

Di tengah perkembangan teknologi digital, peluang untuk memperoleh penghasilan tambahan memang semakin beragam. Tantangannya adalah bagaimana masyarakat dapat memilih peluang tersebut secara bijak, memahami mekanismenya, serta memiliki literasi dan manajemen risiko yang memadai sebelum mengambil keputusan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kenali Anjing Labrador dari Karakter, Sifat, Sampai Cara Merawatnya

Pawfriends, siapa yang tidak terpesona dengan kegagahan dan keramahan anjing Labrador? Sebagai salah satu ras paling populer di dunia, anabul ini sering kali menjadi pilihan utama bagi pet owner yang mendambakan sahabat berbulu yang setia. Sebelum memutuskan untuk membawa pulang anabul satu ini, sangat penting bagi calon pemilik untuk mengenali karakter asli serta kebutuhan perawatannya. Setiap anjing Labrador memiliki sifat unik yang membutuhkan perhatian dan pola pengasuhan yang tepat. Artikel ini akan mengulas sepuluh karakter khas anjing Labrador sekaligus panduan merawatnya agar tumbuh sehat dan bahagia di rumah Pawfriends.

Mengenal 10 Karakter Utama Anjing Labrador

Ras Labrador dikenal memiliki temperamen yang sangat menyenangkan. Berikut adalah sepuluh karakter khasnya yang wajib Pawfriends ketahui:

1. Sangat Ramah dan Bersahabat: Karakter utama ras Labrador adalah sifatnya yang hangat kepada siapa saja, termasuk orang asing.

2. Penuh Energi dan Aktif: Anjing ini merupakan ras pekerja yang membutuhkan olahraga harian untuk menyalurkan energinya.

3. Cerdas dan Mudah Dilatih: Kecerdasan tinggi membuat ras Labrador cepat menguasai perintah dasar dan dog training tips.

4. Sangat Setia dan Penyayang: Anabul satu ini memiliki ikatan emosional yang kuat dengan keluarga pemiliknya.

5. Suka Bermain Air: Secara alami, seekor Labrador sangat gemar berenang dan bermain di area basah.

6. Sifat Lembut terhadap Anak-Anak: Temperamennya yang sabar menjadikannya teman bermain yang aman bagi anak-anak.

7. Sangat Suka Makan: Ras ini dikenal memiliki nafsu makan besar sehingga Pawfriends harus mengontrol porsinya.

8. Mudah Bersosialisasi: Mereka dapat berdampingan secara damai dengan hewan peliharaan lainnya di rumah.

9. Suka Membawa Benda di Mulut: Insting retriever membuat ras Labrador gemar mengambil dan membawa barang tanpa merusaknya.

10. Mudah Merasa Bosan: Tanpa stimulasi mental, mereka bisa menunjukkan perilaku destruktif di dalam rumah.

Rekomendasi Artikel Lainnya: Dog Training Tips untuk Anjing Lebih Patuh

Panduan Cara Merawat Anjing Labrador Sehari-hari

Merawat seekor Labrador membutuhkan komitmen pada aktivitas fisik, nutrisi, serta kebersihan lingkungan tempat tinggalnya.

Nutrisi dan Olahraga Rutin

Karena anjing Labrador sangat aktif, berikan makanan bernutrisi tinggi dan ajak berolahraga minimal satu jam sehari untuk mencegah obesitas.

Perawatan Bulu dan Grooming

Meskipun berbulu pendek, ras Labrador mengalami kerontokan rutin. Menyisir bulunya secara berkala akan menjaga kulitnya tetap sehat.

Kebersihan Toilet dan Toilet Training

Proses toilet training untuk seekor Labrador harus dimulai sejak usia puppy agar terbiasa buang air di tempat yang tepat.

Jaga Kebersihan Rumah Bersama Deo-sheet dari Unicharm Indonesia 

Pawfriends, menjaga kebersihan area buang air anjing Labrador yang aktif tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pet owner. Urine mereka yang berkapasitas besar membutuhkan alas pipis dengan daya serap ekstra tinggi. Di sinilah Deo-sheet dari Unicharm Indonesia hadir sebagai solusi toilet care yang praktis dan higienis bagi pemilik Labrador.

Keunggulan Deo-sheet dari Unicharm Indonesia untuk Anjing Labrador: 

1. Underpad anjing pertama di Indonesia dilengkapi dengan fragrance, tersedia dalam 3 varian: Flower Garden, Green Aroma dan Coffee. 

2. X-tra kering Tanpa Bau dengan Quick Dry Gel yang mampu mengubah urine menjadi gel tanpa menyebar, cepat kering, dan anti bocor. 

3. Efektif menghilangkan bau 2x lebih banyak dan wangi tahan lama dengan formula fragrance pilihan. 

4. Khusus untuk varian Coffee, dilengkapi dengan zat antibakteri yang memberikan perlindungan ekstra.

5. Tersedia dalam berbagai ukuran regular (44 x 32 cm), wide (60 x 45 cm), dan superwide (60 x 90 cm).

Memahami karakter aktif anjing Labrador dan menjaga kebersihannya di rumah kini jauh lebih mudah. Dukungan Deo-sheet dari Unicharm Indonesia memastikan area toilet training selalu kering, bebas bau, serta menciptakan hunian higienis dan nyaman bagi Pawfriends bersama anabul kesayangan.

Simpulan

Anjing Labrador adalah pilihan peliharaan yang luar biasa berkat sifatnya yang ramah, cerdas, dan setia. Mengenali karakter Labrador sejak dini akan membantu Pawfriends memberikan perawatan dan pelatihan yang tepat. Didukung oleh perawatan sanitasi terbaik dari Deo-sheet dari Unicharm Indonesia, rumah Pawfriends akan selalu bersih dan bebas bau saat memelihara Labrador.

Ciptakan Hunian Bersih dan Nyaman untuk Labrador Kesayangan Sekarang Juga!

Jangan biarkan masalah bau dan lantai basah mengganggu kebahagiaan Pawfriends bersama anabul! Berikan perlindungan sanitasi terbaik untuk Labrador kesayangan dengan Deo-sheet dari Unicharm Indonesia. Dapatkan alas pipis berteknologi Quick Dry Gel ini sekarang di pet shop atau official store terdekat agar rumah selalu harum dan segar!

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apakah labrador retriever galak?

Tidak, anjing Labrador retriever umumnya memiliki temperamen yang sangat ramah, penyayang, dan tidak agresif secara alami.

2. Labrador jenis anjing apa?

Anjing Labrador adalah jenis anjing pemburu (gun dog atau retriever) yang tergolong dalam kelompok anjing pekerja berukuran sedang hingga besar.

3. Apa bedanya Labrador dan golden retriever?

Perbedaan utamanya terletak pada tekstur bulu, di mana ras ini memiliki bulu pendek ganda yang padat sedangkan golden retriever memiliki bulu panjang yang bergelombang.

4. Apa yang istimewa dari seekor Labrador?

Keistimewaan terletak pada tingkat kecerdasan yang tinggi, sifat serbaguna sebagai anjing pelacak maupun penyelamat, serta kepribadiannya yang sangat setia kepada keluarga.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Merdeka Sehat untuk Semua, PT PSL Berikan Pemeriksaan Kesehatan bagi 200 Lansia dan Anak di Jakarta Utara

Jakarta, 24 Agustus 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada 100 lansia dan 100 anak di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada Jumat (21/8). Program bertajuk”Merdeka Sehat untuk Semua” ini merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui layanan pemeriksaan dan deteksi dini kondisi kesehatan.

Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan bahwa kesehatan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, perusahaan berupaya mendorong kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini.

“Kesehatan merupakan investasi jangka panjang. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sehingga kondisi kesehatan dapat diketahui dan ditangani lebih dini,” ujar Dewi.

Pada kegiatan tersebut, para lansia memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk pemeriksaan gula darah HbA1c untuk membantu memantau kondisi kesehatan dan mendeteksi risiko penyakit diabetes. Sementara itu, anak-anak mendapatkan pemeriksaan tumbuh kembang dan kesehatan paru guna mendukung proses pertumbuhan yang optimal.

Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung melalui layanan kesehatan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya upaya pencegahan dan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah yang tepat dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Lurah Kelurahan Rawa Badak Selatan, Sutarto, mengapresiasi pelaksanaan program TJSL PT PSL yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara perusahaan, pemerintah wilayah, dan masyarakat.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi PT Pelindo Sinergi Lokaseva yang hadir di tengah masyarakat Rawa Badak Selatan. Kami berharap kegiatan ini menjadi komunikasi dan kolaborasi yang kedepan semakin baik sehingga program-program berikutnya dapat terus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pelaksanaan Program TJSL Pemeriksaan Kesehatan Lansia dan Anak sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) nomor 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), melalui peningkatan akses pemeriksaan kesehatan, deteksi dini, dan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat. Program ini juga mendukung Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan akses layanan kesehatan bagi kelompok anak dan lanjut usia.

Melalui berbagai program TJSL, PT Pelindo Sinergi Lokaseva terus berkomitmen menghadirkan kontribusi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat serta memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan. Sebagai bagian dari Pelindo Group dan ekosistem BUMN di bawah Danantara Indonesia, PT PSL turut mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan sejahtera melalui berbagai program yang menjawab kebutuhan masyarakat.

-selesai-

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Idol ke First Face: Momen Fashion Dylan Baru Saja Dimulai

Tiga desainer. Tiga opening walk. Dan satu idol muda yang perlahan mulai menjadi wajah yang familiar di barisan depan runway fashion Vietnam.

Di Vietnam Wedding Week 2026, Dylan dari UPRIZE tampil sebagai first face dalam presentasi FALVAON by Luu Viet Anh, VÀNG ẢNH VÀNG ANH. Momen tersebut memang singkat, tetapi bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Sebelum Luu Viet Anh, Dylan telah lebih dulu membuka show untuk Chung Thanh Phong dan Tran Hung. Tiga momen sebagai first face kemudian, pola tersebut mulai sulit untuk diabaikan.

Bagi seorang performer yang selama ini dikenal melalui panggung, musik, dan dunia entertainment sebagai idol, runway membuka jenis sorotan yang berbeda. Tidak ada mikrofon. Tidak ada koreografi untuk menjadi tempat bersembunyi. Hanya musik, cahaya, dan beberapa detik pertama ketika semua orang di ruangan memutuskan untuk melihat.

Di Vietnam Wedding Week 2026, Dylan melakukan lebih dari sekadar hadir sebagai seorang selebritas. Ia menjadi gambaran pertama yang membawa audiens memasuki salah satu koleksi paling sarat cerita dalam acara tersebut.

TIGA DESAINER. TIGA FIRST FACE. SATU KISAH RUNWAY YANG MULAI MENANJAK

Chung Thanh Phong. Tran Hung. Luu Viet Anh.

Ketiga nama tersebut berasal dari berbagai sudut dunia fashion Vietnam, tetapi memiliki satu kesamaan dalam beberapa waktu terakhir: Dylan dipilih untuk berjalan sebagai first face.

Hal ini penting karena first face bukan sekadar orang yang kebetulan keluar dari backstage lebih dulu. Opening walk menentukan atmosfer sebuah show. Ia memberikan petunjuk pertama kepada audiens tentang mood, attitude, dan dunia yang akan mereka masuki.

Bagi seorang idol yang mulai melangkah ke dunia fashion, posisi seperti ini menyampaikan lebih banyak daripada sekadar kehadiran sebagai tamu. Popularitas mungkin membuat orang membicarakannya, tetapi menjadi first face menuntut sesuatu yang lain: presence.

Dan Dylan tampaknya mulai membangun reputasi tepat di area tersebut.

KETIKA SANG IDOL MELETAKKAN MIKROFON

Di atas panggung, Dylan sudah memahami bagaimana cara tampil. Sebagai anggota UPRIZE, ia berada di dunia yang dibangun dari musik, gerakan, kesadaran terhadap kamera, dan koneksi dengan audiens. Seorang idol belajar bagaimana mempertahankan perhatian bahkan ketika banyak hal terjadi di sekelilingnya.

Runway justru menghilangkan sebagian besar elemen tersebut.

Tidak ada chorus yang membantu membawa momen. Tidak ada dance break. Tidak ada kesempatan untuk menjelaskan siapa dirinya. Sebuah walk harus berbicara dengan sendirinya.

Kecepatan langkah, postur, ekspresi, dan cara seorang performer memasuki cahaya menjadi keseluruhan pesan.

Mungkin itu sebabnya perpindahan dari panggung idol ke runway fashion terasa tidak sesulit yang dibayangkan. Kedua dunia sama-sama menuntut kemampuan untuk mengendalikan presence. Hanya saja, keduanya berbicara dalam bahasa yang berbeda.

Bagi Dylan, fashion mulai terlihat seperti panggung keduanya.

MALAM KETIKA IA MEMBUKA KISAH LUU VIET ANH

Panggung kedua tersebut terasa semakin sinematik di Vietnam Wedding Week 2026.

Bagi desainer FALVAON, Luu Viet Anh, VÀNG ẢNH VÀNG ANH mengambil inspirasi dari dunia emosional Tam Cam, salah satu cerita rakyat Vietnam yang paling dikenal. Koleksi ini membawa memori budaya ke dalam setting fashion kontemporer, menjadikan runway lebih dari sekadar rangkaian look bridal.

Koleksi tersebut membutuhkan sebuah pembuka.

Dan Dylan menjadi sosok yang memberikannya kepada audiens.

Sebagai first face, ia menjadi gerakan pertama dalam cerita visual show tersebut. Sebelum audiens melihat keseluruhan dunia gaun, detail, dan berbagai referensi yang hadir setelahnya, merekalah yang terlebih dahulu bertemu dengan Dylan.

Ini adalah bentuk performance yang berbeda dari panggung idol, tetapi tetap merupakan sebuah performance: satu entrance, satu tatapan, satu momen untuk membuat audiens penasaran dengan apa yang akan muncul berikutnya.

KOLEKSI BRIDAL, CERITA RAKYAT VIETNAM, DAN SATU TOKOH PRIA UTAMA

Yang membuat kemunculan Dylan semakin menarik adalah posisinya di dalam cerita tersebut.

VÀNG ẢNH VÀNG ANH hadir di Vietnam Wedding Week sebagai sebuah presentasi fashion bridal, tetapi kehadiran Dylan memperkenalkan sosok pria ke dalam dunia naratif koleksi. Alih-alih terasa seperti cameo selebritas yang ditempatkan secara acak, langkahnya di runway justru memberi show tersebut karakter lain dan sudut pandang tambahan.

Di sinilah elemen entertainment menjadi menarik.

Dylan tidak diminta untuk bernyanyi. Ia juga tidak hadir untuk membawakan special performance. Perannya lebih tenang dari itu, tetapi mungkin justru lebih tidak biasa: membantu membangun suasana.

Dalam sebuah koleksi yang berangkat dari cerita, first face pun menjadi bagian dari storytelling.

Dan bagi seorang idol yang identitas publiknya memang telah dibangun melalui performance, pertemuan dua dunia tersebut terasa masuk akal.

LEBIH DARI SEKADAR CELEBRITY WALK

Fashion menyukai wajah yang familiar. Kehadiran seorang selebritas dapat menciptakan buzz, menghasilkan foto yang menarik, dan memberi audiens alasan lain untuk memperhatikan sebuah show.

Namun, ada perbedaan antara mengundang selebritas untuk tampil di runway dan memberikan seseorang posisi yang benar-benar menjadi bagian dari ritme sebuah show.

Daftar first-face appearance Dylan yang terus bertambah inilah yang membuat kisah fashion-nya lebih menarik daripada sekadar sebuah momen satu kali. Posisi yang sama muncul berulang kali, di tangan desainer dengan estetika dan dunia kreatif yang berbeda.

Hal itu tidak berarti Dylan harus menjadi full-time model, dan memang tidak perlu demikian. Daya tariknya mungkin justru terletak pada sesuatu yang berbeda yang ia bawa ke runway.

Ia datang dengan insting seorang performer.

Dunia fashion mendapatkan kepercayaan diri, timing, dan visual awareness seorang idol. Sementara dunia entertainment mendapatkan sisi lain dari Dylan untuk diperhatikan.

DI DALAM THE LOVE CITY

Vietnam Wedding Week 2026 menjadi tempat yang tepat untuk pertemuan dua dunia tersebut.

Dikembangkan melalui kolaborasi antara YEAH1 dan LIVEN Technology, acara ini mengubah White Palace Hoang Van Thu menjadi The Love City – sebuah destinasi bersama tempat fashion bridal, brand pernikahan, para ahli, vendor, dan berbagai pengalaman bertemu.

Selama dua hari, tujuh desainer dan brand menghadirkan visi yang berbeda tentang fashion pernikahan kontemporer. Ada drama couture, romansa yang refined, cultural storytelling, sensualitas, hingga menswear modern. Runway tidak dibangun berdasarkan satu gambaran tentang seperti apa seharusnya seorang pengantin perempuan atau laki-laki tampil.

Kehadiran Dylan menambahkan satu lapisan lain ke dalam perpaduan tersebut.

Ia datang dari dunia entertainment kontemporer dan melangkah langsung ke dalam narasi fashion seorang desainer. Benturan dua dunia seperti inilah yang membuat The Love City terasa lebih besar daripada sebuah bridal showcase konvensional.

KETIKA FASHION BERTEMU MEREKA YANG MENGGERAKKANNYA

Beberapa cerita runway berakhir ketika lampu padam. Cerita lainnya bergerak lebih jauh – melalui media, audiens, komunitas kreatif, dan berbagai percakapan yang muncul setelah sebuah show.

Sebagai Promotional Partners Vietnam Wedding Week 2026, Italian Atelier Asia-Pacific dan CjC Marketing Agency mendukung komunikasi serta jangkauan industri yang lebih luas di sekitar acara, menghubungkan cerita fashion dan lifestyle-nya dengan jaringan kreatif dan profesional yang lebih luas.

Bagi CjC Marketing Agency dan Italian Atelier Asia-Pacific, pertemuan Dylan dan Luu Viet Anh juga menjadi pengingat tentang apa yang membuat sebuah creative platform memiliki nilai.

Sebuah fashion event dapat mempertemukan orang-orang yang biasanya tidak berbagi panggung yang sama: seorang desainer dan seorang idol, koleksi bridal dan cerita rakyat, audiens runway dan para penggemar entertainment.

Terkadang, cerita yang paling menarik justru dimulai ketika dunia-dunia tersebut bertemu.

JADI, DYLAN SEBENARNYA SEORANG PENYANYI, IDOL, ATAU FASHION FACE?

Mungkin itu bukan pertanyaan yang tepat.

Dylan tidak harus berhenti menjadi satu hal untuk kemudian menjadi hal lainnya. Justru, cerita yang lebih menarik adalah bagaimana identitasnya tampaknya terus berkembang.

Tiga penampilan sebagai first face mungkin masih merupakan awal dari perjalanan fashion-nya. Namun, sebuah awal layak untuk diperhatikan – terutama ketika tiga desainer berbeda telah mempercayakan performer yang sama untuk mengambil langkah pertama.

Dari Chung Thanh Phong dan Tran Hung hingga VÀNG ẢNH VÀNG ANH karya Luu Viet Anh di Vietnam Wedding Week 2026, Dylan mulai membangun cerita runway-nya sendiri.

Ia mungkin datang dari panggung seorang idol.

Namun, jika tiga opening walk ini menjadi petunjuk, momen fashion Dylan baru saja dimulai.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Do Long Membuka Babak Baru Fashion Bridal Lewat The Prime di Vietnam Wedding Week 2026

Ho Chi Minh City, Agustus 2026 – Di Vietnam Wedding Week 2026, DO LONG BRIDAL memperkenalkan The Prime, membawa bahasa desain yang selama ini identik dengan glamour, kepercayaan diri, dan kekuatan visual ke dalam sebuah percakapan baru: fashion pengantin.

Ditampilkan sebagai bagian dari Bridal Fashion Show 2026, koleksi ini menandai satu momen penting dalam eksplorasi Do Long terhadap busana pernikahan. Alih-alih sekadar mengadaptasi busana untuk acara khusus ke dalam konteks bridal, The Prime menghadirkan sosok pengantin sebagai protagonis dengan kehadiran dan karakternya sendiri.

Di dalam The Love City, koleksi ini menambahkan perspektif lain ke dalam rangkaian tujuh fashion show yang menghadirkan berbagai definisi tentang fashion pernikahan kontemporer.

BABAK BARU DIMULAI DI ATAS RUNWAY BRIDAL

Bagi seorang desainer yang telah memiliki hubungan kuat dengan dunia glamour dan busana berdaya tarik visual tinggi, memasuki ranah fashion pengantin menghadirkan tantangan tersendiri. Gaun pengantin hadir dalam sebuah kesempatan yang sekaligus sangat personal dan sangat terlihat oleh banyak orang.

Busana tersebut harus memiliki makna bagi orang yang mengenakannya, sekaligus membentuk bagaimana ia memasuki ruangan, tampil dalam foto, dan mengenang hari tersebut bertahun-tahun kemudian.

The Prime menjawab ketegangan ini secara langsung dengan menerjemahkan karakter drama yang khas ke dalam sebuah visi bridal yang dibangun di atas kepercayaan diri dan kekuatan kehadiran.

THE PRIME – GLAMOUR, KORSETRI, DAN KEKUATAN SEBUAH KEHADIRAN

Bahasa visual koleksi ini dibentuk melalui siluet yang menonjolkan bentuk tubuh, korsetri, dan detail embellishment yang rumit. Semua elemen tersebut menciptakan busana yang tidak dirancang untuk sekadar berada di latar belakang.

Tubuh menjadi bagian dari percakapan desain. Konstruksi digunakan untuk menegaskan bentuk dan menciptakan garis visual yang kuat. Sementara itu, embellishment menambahkan lapisan teatrikal, membuat setiap look membawa glamour polished yang identik dengan dunia desain DO LONG.

Hasilnya adalah fashion pengantin yang memandang hari pernikahan sebagai sebuah momen untuk tampil dan hadir sepenuhnya.

KETIKA PEREMPUAN DO LONG MENJADI SEORANG PENGANTIN

Memasuki dunia bridal tidak berarti sang desainer harus meninggalkan estetika yang telah membentuk identitasnya. Sebaliknya, The Prime mengeksplorasi apa yang terjadi ketika estetika tersebut masuk ke dalam konteks emosional yang baru.

Kepercayaan diri, sensualitas, dan individualitas tetap menjadi pusat dari koleksi ini. Perbedaannya, ketiga kualitas tersebut kini terhubung dengan hari pernikahan dan makna personal yang menyertainya.

Karena itu, sosok pengantin Do Long tidak hadir sebagai karakter yang sepenuhnya berbeda. Ia membawa kesadaran yang sama tentang dirinya sendiri, tetapi mengekspresikannya dalam satu momen yang berbeda dalam perjalanan hidupnya.

MELAMPAUI GAMBARAN TRADISIONAL TENTANG KECANTIKAN PENGANTIN

Selama beberapa generasi, fashion pengantin kerap dikaitkan dengan kelembutan, kesan feminin, dan keanggunan yang restrained. Semua kualitas tersebut tetap memiliki makna bagi banyak pengantin, tetapi kini tidak lagi mendefinisikan keseluruhan kategori.

The Prime menawarkan kemungkinan lain. Pengantinnya dapat tampil sensual, tegas, glamor, dan tanpa ragu menjadi pusat perhatian. Ia tidak perlu mengurangi kepribadiannya demi menyesuaikan diri dengan gambaran tradisional tentang seperti apa seorang pengantin seharusnya tampil.

Pendekatan ini mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam fashion pengantin kontemporer, ketika identitas individu semakin memiliki peran yang sama pentingnya dengan konvensi.

DARI SPECTACLE FASHION MENUJU SALAH SATU MOMEN PALING PERSONAL DALAM HIDUP

Sebuah koleksi runway dengan kekuatan visual tinggi dan gaun pengantin mungkin terlihat berasal dari dua dunia yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama terhubung dengan momen transformasi.

Yang satu dirancang untuk menciptakan pengalaman visual secara langsung. Yang lainnya menjadi bagian dari sebuah pencapaian personal dalam hidup seseorang.

Tantangannya adalah membiarkan spektakel dan keintiman hadir secara bersamaan. The Prime mendekati hal tersebut melalui kekuatan sebuah kehadiran, dengan gagasan bahwa glamour itu sendiri dapat menjadi bentuk ekspresi personal.

Dengan cara ini, koleksi tersebut tidak memisahkan makna emosional sebuah pernikahan dari keinginan untuk menciptakan sebuah penampilan yang tak terlupakan.

THE PRIME MENEMUKAN PANGGUNGNYA DI THE LOVE CITY

Dikembangkan melalui kolaborasi antara YEAH1 dan LIVEN Technology, Vietnam Wedding Week 2026 mempertemukan tujuh desainer dan brand dengan pendekatan yang beragam, mulai dari cultural storytelling dan romansa yang refined hingga glamour couture, menswear modern, dan sensualitas.

Di dalam lanskap tersebut, DO LONG BRIDAL menempati posisi yang jelas. The Prime berbicara kepada sosok pengantin yang mencari identitas visual yang kuat dan sebuah gaun yang menempatkannya dengan penuh percaya diri di pusat perayaannya sendiri.

Dengan dukungan Italian Atelier Asia-Pacific dan CjC Marketing Agency sebagai Promotional Partners, Vietnam Wedding Week 2026 juga menjadi bagian dari upaya komunikasi dan jangkauan industri yang lebih luas, yang menghubungkan fashion dengan ekosistem pernikahan secara keseluruhan.

Bagi Do Long, The Prime dengan demikian menjadi lebih dari sekadar presentasi runway lainnya. Koleksi ini membuka babak baru dalam perjalanan bridal sang desainer, sekaligus menambahkan satu definisi baru tentang sosok pengantin kontemporer: tampil terlihat, percaya diri, dan hadir sepenuhnya dalam momennya sendiri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Luu Viet Anh Menghidupkan Memori Budaya dalam Kisah Bridal Kontemporer di Vietnam Wedding Week 2026

Ho Chi Minh City, Agustus 2026 – Di sebuah perhelatan pernikahan yang dibangun di sekitar gagasan The Love City, FALVAON by Luu Viet Anh membawa jenis perjalanan lain ke atas runway: sebuah perjalanan yang dibentuk oleh memori, narasi, dan referensi budaya Vietnam.

Ditampilkan sebagai bagian dari Bridal Fashion Show 2026, koleksi VÀNG ẢNH VÀNG ANH menghadirkan perspektif di mana fashion pengantin menjadi lebih dari sekadar respons terhadap sebuah kesempatan. Fashion menjadi cara untuk membawa sebuah cerita.

Di tengah program yang mempertemukan tujuh suara kreatif yang berbeda, koleksi Luu Viet Anh menonjol dengan mengajukan pertanyaan lain: bagaimana memori budaya dapat diterjemahkan ke dalam bahasa bridal kontemporer tanpa kehilangan akar emosional maupun relevansinya di masa kini?

KETIKA SEBUAH KOLEKSI BRIDAL DIMULAI DARI SEBUAH CERITA

Fashion dapat berawal dari sebuah siluet, material, atau gagasan teknis. Bagi FALVAON, storytelling menawarkan titik awal yang berbeda.

Pendekatan naratif inilah yang membentuk posisi koleksi tersebut di Vietnam Wedding Week 2026. Setiap busana tidak ditampilkan sekadar sebagai sebuah look yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari sebuah dunia emosional yang lebih luas, yang dibentuk oleh memori, referensi, dan interpretasi.

Perspektif ini memberikan lapisan makna lain pada fashion pengantin. Sebuah gaun dapat dipilih karena keindahan dan craftsmanship-nya, tetapi juga dapat terhubung dengan cerita yang ingin dikenang atau dibawa oleh pemakainya ke masa depan.

VÀNG ẢNH VÀNG ANH – DARI TAM CAM KE ATAS RUNWAY

VÀNG ẢNH VÀNG ANH mengambil inspirasi dari Tam Cam, salah satu cerita rakyat Vietnam yang paling dikenal. Alih-alih menceritakan kembali kisah tersebut secara harfiah, koleksi ini menjadikan dunia budaya dan emosional di baliknya sebagai sumber eksplorasi kreatif.

Berbagai referensi dan detail tradisional ditempatkan dalam dialog dengan siluet kontemporer serta konstruksi fashion modern. Masa lalu pun tidak sekadar ditempatkan sebagai sesuatu yang hanya bisa dipandang dari kejauhan. Ia kembali dimasuki, ditafsirkan ulang, dan diberi bentuk baru.

Bagi para penonton di runway, hasilnya menghadirkan sebuah hubungan antara memori budaya yang terasa akrab dengan bahasa fashion pengantin kontemporer yang terus berkembang.

MEMORI BUDAYA VIETNAM DALAM BAHASA FASHION KONTEMPORER

Penggunaan referensi budaya dapat dengan mudah berubah menjadi sekadar dekorasi apabila diterapkan tanpa hubungan yang lebih mendalam dengan desain. FALVAON mengambil jalur berbeda dengan membiarkan narasi dan memori budaya membentuk atmosfer kreatif koleksi secara lebih menyeluruh.

Elemen-elemen Vietnam tidak ditampilkan sekadar untuk menegaskan tradisi. Sebaliknya, semuanya menjadi bagian dari percakapan antara asal sebuah cerita dan kemungkinan arah yang dapat ditempuh fashion setelahnya.

Pendekatan ini terasa relevan khususnya dalam fashion pengantin, sebuah kategori yang selama ini sering didominasi oleh kode-kode global yang akrab: warna putih, romansa, dan seremoni.

Melalui koleksi ini, muncul gagasan bahwa seorang pengantin juga dapat melihat ke arah referensi lain ketika membentuk identitas pernikahannya sendiri.

TRADISI TANPA MENJADIKANNYA SEBUAH KOSTUM

Salah satu ketegangan menarik dalam VÀNG ẢNH VÀNG ANH terletak pada cara koleksi ini memperlakukan tradisi. Koleksi tersebut tidak meminta perempuan kontemporer untuk berpakaian seperti tokoh dari masa lalu.

Sebaliknya, memori budaya diperlakukan sebagai material yang dapat ditransformasikan. Sebuah detail dapat diubah. Sebuah referensi dapat diabstraksikan. Sebuah cerita yang telah dikenal dapat tetap terasa kehadirannya tanpa harus direproduksi secara harfiah.

Perbedaan inilah yang memungkinkan koleksi tersebut tetap terhubung dengan sumber-sumber budaya Vietnam, sambil berbicara dalam bahasa yang sepenuhnya berada di masa kini.

MENGAPA STORYTELLING PENTING BAGI PENGANTIN MODERN

Pengantin kontemporer kini semakin melihat lebih jauh daripada sekadar menemukan gaun yang indah. Pilihan tentang apa yang akan dikenakan juga dapat mencerminkan kepribadian, memori, nilai-nilai, dan jenis cerita yang ingin mereka hadirkan melalui pernikahan.

Dalam konteks tersebut, storytelling menjadi bentuk personalisasi lainnya. Sebuah busana dapat membawa referensi yang memiliki makna khusus bagi pemakainya, alih-alih sekadar mengikuti satu formula bridal yang berlaku secara universal.

Pendekatan naratif FALVAON pun membuka ruang bagi sosok pengantin yang melihat fashion bukan hanya sebagai penampilan, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi.

FALVAON MENEMUKAN TEMPATNYA DI THE LOVE CITY

Dikembangkan melalui kolaborasi antara YEAH1 dan LIVEN Technology, Vietnam Wedding Week 2026 mempertemukan berbagai bagian dari perjalanan pernikahan dalam satu ruang bernama The Love City. Program fashion-nya mencerminkan keberagaman yang sama dengan memberi ruang bagi berbagai suara kreatif yang kontras.

Dalam lanskap tersebut, karya Luu Viet Anh menghadirkan sebuah perspektif yang berakar pada narasi dan memori budaya. Perspektif ini menjadi salah satu cara acara tersebut memperluas makna fashion pengantin kontemporer melampaui satu arah estetika.

Dengan dukungan Italian Atelier Asia-Pacific dan CjC Marketing Agency sebagai Promotional Partners, Vietnam Wedding Week 2026 juga menghubungkan program kreatifnya dengan jaringan komunikasi dan industri yang lebih luas.

Di The Love City, setiap perjalanan dapat dimulai dari tempat yang berbeda. Bagi FALVAON by Luu Viet Anh, tempat itu adalah sebuah cerita – dan dari cerita tersebut, sebuah dunia bridal kontemporer mulai menemukan bentuknya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tiga Perspektif Melengkapi The Love City: Sensualitas, Menswear Modern, dan Romansa di Hari Kedua

Ho Chi Minh City, Agustus 2026 – Jika Day One Vietnam Wedding Week 2026 memperkenalkan empat dunia kreatif yang berbeda, hari kedua melengkapi perjalanan di runway dengan tiga perspektif lainnya tentang fashion pernikahan kontemporer.

DO LONG BRIDAL, ADAM STORE, dan LOVINE BRIDAL by Thanh Ho membawa energi yang berbeda ke The Love City, mulai dari glamour pengantin yang sensual dan menswear modern hingga interpretasi romansa yang lebih bebas dan personal.

Bersama-sama, ketiga presentasi tersebut memperluas percakapan melampaui satu gambaran tentang busana pernikahan, menuju gambaran yang lebih luas tentang individu dan kepribadian di balik sebuah perayaan.

HARI KEDUA MEMBAWA ENERGI BERBEDA KE ATAS RUNWAY

Day Two hadir dengan energi yang lebih dinamis dan penuh kontras. Setiap koleksi memiliki gaya yang berbeda, tetapi semuanya membawa sudut pandang yang jelas tentang bagaimana seorang pengantin wanita maupun pria dapat memilih untuk menampilkan dirinya di hari pernikahan.

Kepercayaan diri, tailoring, dan romansa menjadi tiga titik awal yang berbeda. Hasilnya adalah sebuah program yang melanjutkan keberagaman yang telah dibangun pada Day One, sekaligus membawa narasi runway ke wilayah baru.

Ketika fashion show terakhir berakhir, keseluruhan program yang terdiri dari tujuh pertunjukan telah menghadirkan spektrum luas fashion pernikahan Vietnam kontemporer kepada para pengunjung.

DO LONG BRIDAL – PENGANTIN PERCAYA DIRI MENJADI PUSAT PERHATIAN

DO LONG BRIDAL membawa energi yang percaya diri dan teatrikal ke atas runway. Melalui siluet yang mengikuti bentuk tubuh, korsetri, serta detail embellishment yang rumit, koleksi The Prime menghadirkan sosok pengantin yang sepenuhnya sadar akan kehadirannya.

Ini adalah fashion pengantin yang dirancang untuk menarik perhatian. Sensualitas dan kecanggihan berpadu dalam bahasa visual yang polished, di mana sang pemakai tidak menghilang di balik tradisi hari pernikahan, tetapi justru mengambil alih sorotan.

Koleksi ini menambahkan satu definisi lain tentang kecantikan pengantin ke dalam The Love City: kecantikan yang dibangun melalui kepercayaan diri, keberanian untuk tampil, dan kekuatan sebuah kehadiran.

ADAM STORE – PENGANTIN PRIA MODERN MEMILIKI BAHASA FASHION-NYA SENDIRI

ADAM STORE mengalihkan fokus ke menswear dan peran pengantin pria yang terus berkembang dalam percakapan tentang fashion pernikahan.

Selama ini, pembicaraan tentang busana pernikahan lebih banyak berpusat pada gaun pengantin wanita. Padahal, menswear kontemporer juga memiliki pertanyaan tersendiri tentang potongan, kecocokan, kepribadian, tingkat formalitas, dan ekspresi diri.

Dengan membawa gaya pengantin pria ke dalam program runway, ADAM STORE menambahkan dimensi lain pada gambaran keseluruhan. Hari pernikahan adalah sebuah perayaan yang dijalani bersama, dan narasi fashion pun dapat memberi ruang bagi kedua individu untuk menentukan bagaimana mereka ingin tampil.

LOVINE BRIDAL BY THANH HO – ROMANSA DENGAN KEBEBASAN DAN KEPRIBADIAN

LOVINE BRIDAL by Thanh Ho menghadirkan nuansa emosional yang berbeda pada hari kedua. Romansa tetap menjadi pusat perhatian, tetapi didekati dengan rasa kebebasan dan individualitas yang lebih besar.

Koleksi ini memberi ruang bagi sosok pengantin yang tidak selalu ingin mengikuti formula yang telah ditentukan. Gaya personal dan ekspresi emosional menjadi bagian dari bahasa bridal, menawarkan interpretasi lain tentang seperti apa romansa kontemporer dapat hadir.

Dalam rangkaian Day Two, LOVINE menghadirkan kontras yang lebih lembut, tetapi tetap khas, terhadap kepercayaan diri DO LONG BRIDAL dan perspektif tailoring dari ADAM STORE.

KETIKA TIGA IDENTITAS PERNIKAHAN BERBEDA BERTEMU DI SATU RUNWAY

Secara bersama-sama, ketiga fashion show tersebut menciptakan keseimbangan yang menarik. Satu mengeksplorasi sensualitas dan kekuatan sebuah kehadiran. Satu menempatkan pengantin pria modern di pusat percakapan fashion. Sementara satu lainnya kembali pada romansa melalui individualitas dan ekspresi personal.

Perbedaan tersebut mencerminkan perubahan dalam cara orang memandang busana pernikahan. Kini, semakin banyak ruang bagi setiap individu untuk memilih berdasarkan siapa diri mereka, bukan semata-mata berdasarkan seperti apa tradisi mengharapkan mereka untuk tampil.

Musik dan pertunjukan langsung turut membentuk atmosfer di runway, memperkuat gagasan bahwa Bridal Fashion Show 2026 dirancang sebagai pengalaman yang imersif, bukan sekadar rangkaian presentasi yang berdiri sendiri.

MELENGKAPI TUJUH SHOW, MELENGKAPI THE LOVE CITY

Dikembangkan melalui kolaborasi antara YEAH1 dan LIVEN Technology, Vietnam Wedding Week 2026 menempatkan fashion pengantin sebagai pusat dari sebuah perjalanan pernikahan yang lebih luas. Selama dua hari, program tujuh fashion show menjadi salah satu wujud paling nyata dari gagasan tersebut.

Mulai dari cultural storytelling dan kemewahan couture hingga sensualitas, menswear, dan romansa kontemporer, runway menunjukkan betapa beragamnya lanskap fashion pernikahan saat ini.

Dengan dukungan Italian Atelier Asia-Pacific dan CjC Marketing Agency sebagai Promotional Partners, program ini juga menjadi bagian dari upaya komunikasi dan jangkauan industri yang lebih luas di sekitar Vietnam Wedding Week 2026.

Di penghujung Day Two, The Love City melengkapi perjalanan fashion-nya dengan satu pesan yang jelas: tidak ada satu cara tunggal untuk menjadi pengantin modern, baik perempuan maupun laki-laki. Dan cerita pernikahan yang paling menarik mungkin justru dimulai ketika ada ruang untuk menjadi berbeda.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Empat Desainer, Empat Dunia Kreatif: Hari Pertama Vietnam Wedding Week 2026

Ho Chi Minh City, Agustus 2026 – Hari pertama Vietnam Wedding Week 2026 membuka rangkaian The Love City melalui empat interpretasi berbeda tentang fashion pengantin kontemporer. Dalam satu runway, Le Hoa Bridal, Lam Bridal, Minh Tuan Couture, dan FALVAON by Luu Viet Anh memperkenalkan empat dunia kreatif yang dibentuk oleh gagasan berbeda tentang kecantikan, identitas, dan romansa.

Kisah Day One bukan tentang mencari satu estetika yang paling dominan. Justru, kekuatannya terletak pada kontras. Struktur bertemu kelembutan, kemewahan couture bertemu romansa yang intim, sementara fashion pengantin kontemporer berdialog dengan memori budaya.

Bersama-sama, keempat presentasi tersebut membentuk nuansa kreatif untuk dua hari Bridal Fashion Show 2026 sekaligus menawarkan pandangan yang lebih luas tentang bagaimana fashion pengantin Vietnam terus berkembang.

EMPAT PERNYATAAN PEMBUKA UNTUK THE LOVE CITY

Sebagai babak fashion utama pertama dalam The Love City, Day One langsung menyampaikan satu gagasan: kini tidak ada lagi satu gambaran tunggal yang dapat mewakili sosok pengantin perempuan modern.

Sepanjang program, setiap desainer memulai eksplorasi fashion pengantin dari titik yang berbeda. Ada yang berfokus pada struktur busana, ada yang menonjolkan emosi, kehadiran teatrikal, hingga kekuatan sebuah cerita. Sosok pengantin pun tidak lagi hadir sebagai satu gambaran ideal yang tetap, melainkan sebagai individu dengan kepribadian, keinginan, dan hubungan yang berbeda terhadap fashion.

Dalam konteks Vietnam Wedding Week 2026, perbedaan-perbedaan tersebut menjadi bagian dari narasi acara yang lebih besar tentang eksplorasi dan penemuan. Seperti halnya para pasangan diajak menjelajahi berbagai destinasi di The Love City, runway juga mengajak mereka melihat berbagai kemungkinan kreatif yang ada.

LE HOA BRIDAL – STRUKTUR, BENTUK, DAN SOSOK PENGANTIN MODERN

Le Hoa Bridal menghadirkan fokus kuat pada siluet, konstruksi, dan material. Struktur tidak hanya menjadi elemen teknis, tetapi turut membentuk kehadiran pemakainya serta cara tubuh bergerak dan menempati ruang.

Melalui korsetri dan detail-detail skulptural, desain yang ditampilkan mengeksplorasi keseimbangan antara kekuatan dan feminitas. Hasilnya adalah sebuah visi tentang fashion pengantin, di mana kesan refined tidak harus berarti rapuh, dan keanggunan dapat muncul melalui ketegasan bentuk.

Di tengah keseluruhan program Day One, Le Hoa Bridal menghadirkan perspektif pembuka yang penuh keyakinan: sosok pengantin modern dapat didefinisikan oleh kehadiran dan struktur, sama kuatnya dengan kelembutan maupun dekorasi.

LAM BRIDAL – ROMANSA YANG HADIR MELALUI KEANGGUNAN

Lam Bridal membawa nuansa emosional ke arah yang berbeda. Melalui bahasa desain yang lebih restrained dan kontemporer, romansa dihadirkan lewat kehalusan dan keanggunan, bukan kemewahan yang berlebihan.

Fokusnya bergeser pada proporsi, sensualitas yang subtil, serta keindahan alami sang pemakai. Alih-alih membiarkan busana mendominasi sosok yang mengenakannya, desain-desain tersebut memberi ruang bagi kepribadian untuk tetap terlihat.

Pendekatan yang lebih tenang ini menghadirkan kontras penting di runway. Lam Bridal menunjukkan bahwa fashion pengantin kontemporer tetap dapat meninggalkan kesan kuat tanpa sepenuhnya bergantung pada spektakel, dan bahwa keintiman dapat sama ekspresifnya dengan drama.

MINH TUAN COUTURE – KETIKA PENGANTIN MENJADI TOKOH UTAMA

Bersama Minh Tuan Couture, runway bergerak menuju dunia glamour couture. Keahlian craftsmanship, nuansa teatrikal, dan kekuatan visual tampil ke depan, menciptakan citra pengantin yang dirancang untuk sebuah momen penting.

Hari pernikahan merupakan salah satu kesempatan langka ketika sebuah pencapaian pribadi juga menjadi perayaan yang dibagikan bersama banyak orang. Minh Tuan Couture merangkul semangat tersebut dengan menghadirkan sang pengantin sebagai tokoh utama dalam keseluruhan adegan.

Melalui desain yang elaboratif dan nuansa performatif yang kuat, koleksi ini membawa energi red carpet ke dalam suasana pernikahan, tanpa menghilangkan makna emosional dari momen menjadi seorang pengantin.

FALVAON BY LUU VIET ANH – KISAH PENGANTIN YANG BERAKAR PADA MEMORI BUDAYA

Babak kreatif terakhir pada Day One hadir dari FALVAON by Luu Viet Anh, yang membawa narasi dan memori budaya ke dalam percakapan tentang fashion pengantin.

Melalui koleksi VÀNG ẢNH VÀNG ANH yang terinspirasi dari cerita rakyat Vietnam Tam Cam, koleksi ini menempatkan berbagai referensi tradisional berdampingan dengan bahasa desain kontemporer. Unsur budaya tidak diperlakukan sebagai kostum, melainkan sebagai material kreatif yang dapat diterjemahkan dan ditafsirkan kembali.

Hasilnya menambahkan dimensi lain pada gambaran tentang pengantin modern: seseorang yang mungkin tidak hanya mencari keindahan dan craftsmanship, tetapi juga sebuah cerita serta rasa keterhubungan dengan identitas budaya.

EMPAT BAHASA DESAIN, SATU GAMBARAN PENGANTIN MODERN YANG TERUS BERKEMBANG

Ketika ditempatkan berdampingan, keempat fashion show tersebut membentuk potret yang lebih luas tentang fashion pengantin kontemporer. Ada kekuatan struktural, romansa yang refined, spektakel couture, hingga kekuatan cultural storytelling.

Tidak ada satu pendekatan yang harus meniadakan pendekatan lainnya. Sebaliknya, kehadiran mereka secara bersamaan menunjukkan bagaimana lanskap fashion pengantin terus berkembang.

Setiap pengantin dapat mencari hal yang berbeda dari satu momen yang sama, dan fashion kini semakin merespons kebutuhan tersebut melalui bahasa kreatif yang lebih beragam.

Keberagaman inilah yang menjadi salah satu pesan paling jelas dari Day One: pengantin modern tidak harus mengikuti satu template tertentu.

DAY ONE MENETAPKAN NUANSA KREATIF THE LOVE CITY

Dikembangkan melalui kolaborasi antara YEAH1 dan LIVEN Technology, Vietnam Wedding Week 2026 dirancang sebagai sebuah platform tempat berbagai bagian dari perjalanan pernikahan dapat bertemu. Hari pertama Bridal Fashion Show mencerminkan semangat yang sama melalui fashion.

Empat desainer hadir dengan empat bahasa visual yang berbeda. Namun, semuanya menjadi bagian dari satu perjalanan eksplorasi yang lebih besar di dalam The Love City.

Dengan dukungan Italian Atelier Asia-Pacific dan CjC Marketing Agency sebagai Promotional Partners, Day One juga menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk menghubungkan Vietnam Wedding Week 2026 dengan audiens kreatif, media, dan industri.

Karena itu, hari pembuka tidak sekadar menghadirkan empat koleksi. Day One juga menegaskan gagasan utama di balik acara ini: pernikahan kontemporer semakin bersifat personal, dan fashion yang mengiringinya seharusnya memberi ruang bagi banyak cerita yang berbeda.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Vietnam Wedding Week 2026 Resmi Menutup The Love City, Satukan Fashion Pengantin, Pengalaman, dan Ekosistem Pernikahan

Ho Chi Minh City, Agustus 2026 – Setelah berlangsung selama dua hari di White Palace Hoang Van Thu, Vietnam Wedding Week 2026 resmi menutup rangkaian The Love City. Acara ini mempertemukan fashion pengantin, berbagai brand pernikahan, para ahli, vendor, seniman, hingga pasangan dalam satu destinasi.

Digelar melalui kolaborasi antara YEAH1 dan LIVEN Technology, Vietnam Wedding Week 2026 dihadirkan sebagai platform pernikahan yang komprehensif dan praktis. Tak hanya menawarkan inspirasi untuk hari pernikahan, acara ini menghadirkan sebuah perjalanan bagi para pasangan untuk mengeksplorasi, merasakan langsung, bertemu, membandingkan, dan semakin dekat dengan pilihan nyata untuk salah satu momen terpenting dalam hidup mereka.

Menjadi pusat dari perjalanan tersebut adalah Bridal Fashion Show 2026. Selama dua hari, tujuh desainer dan brand menampilkan tujuh visi berbeda tentang fashion pernikahan kontemporer. Kehadiran musik dan pertunjukan langsung turut mengubah runway menjadi salah satu pengalaman utama di The Love City.

THE LOVE CITY – SEBUAH KOTA YANG DIBANGUN UNTUK SETIAP TAHAP PERJALANAN PERNIKAHAN

Terinspirasi oleh ritme sebuah kota yang terus bergerak, The Love City mengubah keseluruhan Vietnam Wedding Week menjadi sebuah perjalanan untuk menemukan berbagai kemungkinan. Setiap area dalam acara menjadi destinasi yang berbeda, masing-masing terhubung dengan tahap, kebutuhan, atau pertanyaan tertentu dalam perjalanan menuju pernikahan.

Mulai dari area check-in dan runway fashion pengantin hingga zona pengalaman brand, sesi konsultasi, workshop, dan berbagai aktivitas interaktif, pengunjung diajak untuk menjelajahi sebuah ekosistem, bukan sekadar menghadiri pameran.

Gaun pengantin dan setelan formal hadir berdampingan dengan brand dan layanan kecantikan, perhiasan, fotografi, venue, dekorasi, perencanaan pernikahan, F&B, perjalanan, serta berbagai layanan lain yang berkaitan dengan perjalanan menuju – dan setelah – hari pernikahan.

Nilai praktis dari format ini menjadi salah satu bagian penting dari acara. Alih-alih harus berpindah dari satu sumber informasi ke sumber lainnya, para pasangan dapat melihat produk secara langsung, mengajukan pertanyaan, mendapatkan saran, membandingkan berbagai pilihan, serta bertemu langsung dengan orang-orang dan brand di balik layanan tersebut dalam satu perjalanan yang terhubung.

Inspirasi pun tidak diposisikan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai awal dari proses pengambilan keputusan yang lebih terarah.

TUJUH RUNWAY SHOW – TUJUH VISI BERBEDA TENTANG PERNIKAHAN MODERN

Bridal Fashion Show 2026 menjadi jantung kreatif dari The Love City. Le Hoa Bridal, Lam Bridal, Minh Tuan Couture, FALVAON by Luu Viet Anh, DO LONG BRIDAL, ADAM STORE, dan LOVINE BRIDAL by Thanh Ho masing-masing membawa perspektif yang berbeda ke atas runway.

Program ini menampilkan beragam bahasa fashion, mulai dari konstruksi siluet yang artistik, romantisme yang elegan, kemewahan couture, cerita yang berakar pada budaya, siluet pengantin yang sensual, menswear kontemporer, hingga interpretasi yang lebih personal tentang romansa modern.

Alih-alih menghadirkan satu gambaran tunggal tentang seperti apa seharusnya seorang pengantin pria atau wanita tampil, tujuh pertunjukan tersebut justru membuka lebih banyak kemungkinan.

Bagi para pengunjung, keberagaman ini mencerminkan salah satu gagasan yang lebih besar di balik Vietnam Wedding Week: setiap pasangan datang dengan cerita yang berbeda, dan fashion pernikahan kontemporer kini semakin memberi ruang bagi perbedaan tersebut.

KETIKA FASHION, MUSIK, DAN PERTUNJUKAN BERTEMU DI SATU PANGGUNG

Pengalaman di atas runway semakin berkembang melalui kehadiran musik dan pertunjukan langsung. 2PILLZ bergabung sebagai Music Producer for the Runway sekaligus membawakan Special Performance, menciptakan benang emosional yang mengalir sepanjang program fashion.

Pada 22 Agustus, THƠM menghadirkan warna lain melalui penampilan langsungnya di runway. Sementara itu, NAOMI melanjutkan pengalaman tersebut pada 23 Agustus.

Fashion, suara, gerakan, dan tata cahaya berpadu untuk menciptakan atmosfer emosional yang berbeda di setiap presentasi.

Hasilnya, runway tidak dirancang sekadar sebagai rangkaian presentasi koleksi, melainkan sebagai bagian dari pengalaman langsung yang lebih luas di The Love City.

DARI INSPIRASI MENUJU PILIHAN NYATA

Salah satu gagasan utama di balik Vietnam Wedding Week 2026 adalah bahwa perjalanan tidak berakhir ketika para model meninggalkan runway.

Setelah menemukan koleksi yang menarik atau mendapatkan inspirasi dari sebuah pertunjukan, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan mereka dengan menjelajahi ekosistem yang lebih luas di sekitar mereka.

Berbagai ruang brand dan sesi konsultasi membuka kesempatan bagi pengunjung untuk bergerak dari gagasan umum menuju pertanyaan yang lebih spesifik: gaya seperti apa yang paling sesuai? Layanan mana yang memenuhi kebutuhan pasangan? Siapa yang perlu mereka ajak bicara selanjutnya? Dan keputusan apa saja yang perlu dibuat sebelum hari pernikahan?

Workshop dan aktivitas berbasis pengalaman menambahkan lapisan praktis lainnya dengan menghadirkan pengetahuan dari para ahli ke dalam perjalanan acara.

Dengan cara ini, jarak antara melihat sesuatu yang menginspirasi dan mengambil keputusan nyata pun menjadi semakin dekat.

YEAH1 DAN LIVEN TECHNOLOGY – MENYATUKAN BERBAGAI BAGIAN DALAM PERJALANAN PERNIKAHAN

Struktur The Love City mencerminkan visi kolaboratif di balik Vietnam Wedding Week 2026. Dikembangkan melalui kolaborasi antara YEAH1 dan LIVEN Technology, acara ini menyatukan berbagai bagian dari perjalanan pernikahan ke dalam satu platform yang saling terhubung.

Fashion tetap menjadi salah satu daya tarik utama, tetapi juga berperan sebagai pintu masuk menuju pengalaman yang lebih luas. Sebuah runway show dapat membawa pengunjung menuju sesi fitting, konsultasi, percakapan dengan vendor, atau eksplorasi lebih jauh tentang seperti apa pasangan ingin pernikahan mereka terlihat dan dirasakan.

Pendekatan ini memberi Vietnam Wedding Week peran yang melampaui sebuah showcase tradisional. Acara ini menjadi titik pertemuan tempat kreativitas, bisnis, keahlian, dan kebutuhan konsumen dapat saling berinteraksi dalam satu ruang.

TITIK PERTEMUAN BARU BAGI FASHION VIETNAM DAN INDUSTRI PERNIKAHAN

Bagi para pasangan, The Love City menawarkan sebuah tempat untuk datang dengan berbagai pertanyaan dan pulang dengan gambaran yang lebih jelas tentang berbagai kemungkinan yang tersedia.

Bagi brand dan vendor, acara ini membuka peluang untuk menjadi bagian dari perjalanan pengambilan keputusan bagi mereka yang tengah aktif mempersiapkan pernikahan.

Sementara bagi fashion pengantin Vietnam, program tujuh runway show menghadirkan panggung lain bagi beragam bahasa desain untuk bertemu dengan publik dan menjadi bagian dari percakapan yang lebih luas tentang bagaimana pernikahan terus berubah.

Couture dapat hadir berdampingan dengan menswear. Referensi budaya dapat bertemu dengan minimalisme kontemporer. Spektakel dapat berjalan bersama dengan pengalaman yang lebih intim.

Dengan dukungan Italian Atelier Asia-Pacific dan CjC Marketing Agency sebagai Promotional Partners Vietnam Wedding Week 2026, acara ini juga memperluas komunikasi dan koneksinya ke jaringan kreatif dan industri yang lebih luas.

Saat The Love City resmi berakhir, gagasan yang lebih besar di baliknya tetap terasa jelas: sebuah acara pernikahan dapat menjadi lebih dari sekadar tempat untuk mencari inspirasi. Ketika fashion, pengalaman, keahlian, dan pilihan praktis dipertemukan, semuanya dapat menjadi bagian dari satu perjalanan yang lebih lengkap.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES