Internet Wifi Lambat Bisa Menghambat Bisnis, Begini Memilih WiFi Kantor Terbaik

 

Jakarta, 31
Agustus 2026 –
Pertumbuhan bisnis tidak selalu dimulai
dari gedung perkantoran besar. Banyak usaha berkembang dari kantor kecil,
studio kreatif, rumah yang dialihfungsikan menjadi workspace, hingga tim online
seller yang awalnya hanya terdiri dari beberapa orang.

 

Kantor berisi lima
orang mungkin memiliki lebih dari sepuluh perangkat yang tersambung ke
internet. Laptop digunakan untuk mengakses aplikasi berbasis cloud, smartphone
menerima pesanan pelanggan, tim marketing mengunggah konten, finance membuka
sistem pembayaran, sementara meeting dengan klien berlangsung melalui video
conference.

 

Untuk bisnis
online, bebannya bahkan bisa lebih besar. Seller dapat menjalankan live selling
sambil memproses pesanan marketplace. Agency kreatif harus mengirim video dan
file desain berukuran besar. Bisnis F&B menggunakan POS dan aplikasi
delivery, sedangkan pemilik usaha tetap ingin mengakses CCTV dari luar kantor.

 

Digitalisasi kini
sudah berdampak langsung pada pertumbuhan bisnis. Bank Indonesia mencatat dari
1.655 UMKM binaannya yang telah bertransaksi melalui kanal digital pada kuartal
pertama 2025, rata-rata omzet tumbuh 29,9% secara tahunan. Secara keseluruhan,
2.537 UMKM binaan BI pada periode tersebut mencatat kenaikan omzet rata-rata
13,3%.

 

Semakin besar
ketergantungan bisnis pada aktivitas digital, semakin sulit pula menganggap
internet sekadar fasilitas tambahan. Masalah biasanya muncul ketika sebuah
bisnis berkembang tetapi paket internetnya tidak ikut berkembang.

 

Saat beberapa orang
melakukan meeting online bersamaan, tim lain mengunggah file ke cloud dan CCTV
terus mengirim data, koneksi dengan bandwidth terbatas akan lebih cepat
terbebani. Dampaknya sederhana tetapi mengganggu produktivitas yang
mengakibatkan file lebih lama terkirim, video conference tersendat, aplikasi
cloud lambat diakses, atau live streaming kehilangan kualitas.

 

Karena itu, mencari
wifi kantor terbaik sebaiknya mempertimbangkan kapasitas bandwidth, kestabilan
jaringan, serta kecepatan upload, bukan hanya melihat biaya berlangganan.

 

Upload menjadi
sangat relevan bagi bisnis karena aktivitas kantor tidak hanya menerima data.
Mengirim proposal berukuran besar, backup Google Drive, mengunggah materi
video, live selling, video conference, dan CCTV semuanya menggunakan jalur
upload.

 

Bagi usaha yang
masih beroperasi dari rumah atau area residensial, Biznet Home dapat menjadi
pilihan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Secara resmi, Biznet Home merupakan
layanan berbasis fiber optic untuk pengguna perumahan dan apartemen serta
menawarkan kecepatan upload dan download yang simetris.

 

Untuk wilayah Jawa,
Bali, Bangka, serta beberapa wilayah Sumatra, Biznet Home menawarkan pilihan
kecepatan mulai dari 100 Mbps hingga 500 Mbps, dengan paket 300 Mbps mulai dari
Rp375.000 per bulan pada wilayah yang berlaku. Harga dan kecepatan dapat berbeda
berdasarkan lokasi pemasangan.

 

Bandwidth yang
lebih besar memberikan ruang bagi beberapa aktivitas untuk berjalan bersamaan.
Tim bisa melakukan meeting, mengunggah file, mengakses cloud, menjalankan
marketplace, dan memantau CCTV tanpa harus bergantian menggunakan koneksi.

 

Bagi bisnis kecil,
investasi pertama tidak selalu harus berupa kantor yang lebih besar. Terkadang
yang lebih mendesak justru memastikan infrastruktur yang digunakan setiap hari
mampu mengikuti pertumbuhan tim dan pekerjaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Masyarakat Utamakan Keselamatan Saat Berada di Sekitar Area Operasional KA

Info Daop 2 Bd

Senin, 31 Agustus 2026

KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Masyarakat Utamakan Keselamatan Saat Berada di Sekitar Area Operasional KA

Bandung (Jawa Barat), 31 Agustus 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung kembali mengingatkan masyarakat dan pengguna jasa kereta api untuk selalu mengutamakan keselamatan ketika berada di lingkungan perkeretaapian seperti di sekitar jalur KA, di stasiun dan perlintasan sebidang.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan bahwa keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab KAI dan petugas, tetapi membutuhkan kepedulian serta peran aktif seluruh masyarakat dan pengguna jasa kereta api.

“Kami menghimbau masyarakat dan pengguna jasa KA untuk selalu memperhatikan keselamatan diri ketika berada di lingkungan perkeretaapian. Patuhi seluruh marka, rambu, serta arahan petugas. Jangan mengambil risiko sekecil apa pun, karena keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar Kuswardojo.

KAI Daop 2 Bandung mencatat masih adanya kejadian yang berkaitan dengan pelanggaran keselamatan di wilayah operasionalnya. Periode Januari hingga Agustus 2026, tercatat 32 kejadian orang menemper KA, dengan rincian 4 orang mengalami luka-luka dan 26 orang meninggal dunia.

Selain itu, pada periode yang sama juga tercatat 10 kejadian kendaraan menemper KA baik roda 2 maupun roda 4, dengan korban 5 orang mengalami luka-luka dan 1 orang meninggal dunia.

Selain itu, kami juga mencatat sebanyak 7 kejadian kendaraan menemper palang pintu perlintasan yang telah tertutup, tentunya ini sangat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan pengguna jalan raya tersebut, serta melanggar aturan yang berlaku.

Data tersebut menjadi pengingat bahwa kelalaian maupun ketidakdisiplinan di lingkungan perkeretaapian dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat serius, bahkan mengakibatkan korban jiwa.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mengambil risiko ketika berada di jalur maupun perlintasan kereta api,” tegas Kuswardojo.

Mengingat masih seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang yang diakibatkan ketidakdisiplinan pengguna jalan raya, KAI Daop 2 Bandung menghimbau seluruh masyarakat yang akan melintasi perlintasan sebidang, baik yang dijaga maupun tidak dijaga, agar selalu berhenti sejenak sebelum melintasi jalur KA, tengok kiri dan kanan, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas. Apabila kondisi telah dipastikan aman, barulah perjalanan dapat dilanjutkan.

KAI juga mengingatkan pengguna jalan untuk tidak menerobos palang pintu perlintasan yang telah ditutup atau menerobos ketika tanda peringatan kereta api akan melintas telah diaktifkan dan petugas memberikan tanda bahwa kereta api akan segera melintas.

“Kami kembali mengingatkan, ketika akan melintasi perlintasan sebidang, jangan terburu-buru. Berhenti sejenak, tengok kiri dan kanan, pastikan kondisi benar-benar aman. Jika aman, barulah melanjutkan perjalanan. Jangan pernah menerobos palang pintu yang sudah tertutup,” jelas Kuswardojo.

Kuswardojo menjelaskan bahwa kereta api memiliki karakteristik perjalanan yang berbeda dengan kendaraan di jalan raya. Kereta api memiliki bobot yang besar dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang.

Selain keselamatan di perlintasan sebidang, kami juga mengingatkan pengguna jasa KA agar selalu memperhatikan keselamatan saat berada di stasiun, khususnya di area peron.

Pengguna jasa KA dihimbau untuk memperhatikan marka dan tanda ruang batas aman ketika berada di peron stasiun maupun saat naik dan turun dari kereta api di stasiun. Pengguna jasa tidak diperkenankan berdiri terlalu dekat dengan tepi peron dan harus selalu berada di area yang telah ditentukan.

KAI juga mengingatkan pengguna jasa untuk selalu mengawasi anak-anak yang berada dalam pendampingannya agar tidak bermain atau melakukan aktivitas di dekat tepi peron.

KAI Daop 2 Bandung juga kembali menegaskan bahwa jalur rel kereta api merupakan area steril yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas masyarakat.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sepanjang jalur rel, termasuk berjalan kaki, bermain, duduk-duduk, berfoto, membuat konten, berjualan, maupun aktivitas lainnya yang tidak berkaitan dengan kepentingan operasional kereta api.

Ketentuan tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Area jalur kereta api diperuntukkan bagi kepentingan operasional perkeretaapian dan harus terbebas dari aktivitas masyarakat yang dapat mengganggu maupun membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.

“Kami tegaskan kembali bahwa jalur rel adalah area steril. Tidak boleh ada aktivitas masyarakat di jalur rel yang dapat mengganggu keselamatan perjalanan KA. Jangan menjadikan jalur rel sebagai tempat bermain, berfoto, membuat konten, ataupun melakukan aktivitas lainnya,” tegas Kuswardojo.

Masyarakat yang memasuki atau melakukan aktivitas di area terbatas perkeretaapian dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berbagai upaya terus dilakukan KAI untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, antara lain melalui pengawasan prasarana, perawatan jalur dan fasilitas perkeretaapian, pengamanan stasiun, edukasi kepada masyarakat, serta sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang. Namun, upaya tersebut perlu didukung dengan kesadaran dan kepatuhan masyarakat.

KAI menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan kepentingan dan tanggung jawab bersama. Masyarakat dan pengguna jasa KA diharapkan tidak hanya menjaga keselamatan dirinya sendiri, tetapi juga turut menciptakan lingkungan perkeretaapian yang aman bagi seluruh pengguna jasa KA.

“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Mari bersama-sama disiplin, patuh terhadap aturan, dan tidak mengambil risiko di lingkungan perkeretaapian,” pungkas Kuswardojo.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sudah Respon Cepat, Tapi Pelanggan Masih Kecewa? Ini Alasannya

Dalam pelayanan pelanggan (customer service), perusahaan memantau berbagai metrik, salah satunya adalah Average Handling Time (AHT) dan memastikan setiap panggilan telepon diangkat dalam hitungan detik. Namun, apakah respons cepat benar-benar menjamin kepuasan pelanggan?

Belum tentu. Kecepatan tanpa kualitas interaksi hanya akan menghasilkan penyelesaian masalah secara dangkal. Untuk mencapai service excellence sejati, bisnis harus melangkah lebih jauh dari sekadar respons cepat.

Apa itu Service Excellence?

Service excellence adalah standar pelayanan suatu perusahaan yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dan ekspektasi pelanggan secara konsisten, mudah, dan responsif demi mencapai pelayanan prima. 

Konsep ini tidak hanya berkaitan dengan seberapa cepat perusahaan merespons, tetapi juga bagaimana perusahaan memahami kebutuhan pelanggan, memberikan solusi yang tepat, menunjukkan empati, dan memastikan masalah terselesaikan. 

Pelayanan prima atau service excellence ini dapat membangun sistem nilai suatu bisnis, kompetensi tim, dan kebiasaan yang membuat pelanggan merasa dihormati pada setiap interaksi.

Mengapa Service Excellence Penting bagi Bisnis? 

Service excellence sangat penting karena pelayanan yang baik membuat pelanggan merasa dihargai dan dipahami selama berinteraksi dengan perusahaan. Pelayanan yang baik, seperti cepat merespons dan kemampuan memberikan solusi yang mudah, tepat, dan konsisten, mampu membentuk pengalaman berkesan pada pelanggan.

Pengalaman berkesan pelanggan atas pelayanan yang baik dapat membantu meningkatkan kepuasan dan loyalitas. Ketika pelanggan dapat menyelesaikan masalah tanpa proses yang rumit atau berulang, customer effort menjadi lebih rendah sehingga pengalaman mereka menjadi lebih positif.

Respon Cepat Saja Tidak Cukup untuk Mencapai Service Excellence

Banyak manajer operasional dan supervisor call center terjebak dalam angka statistik speed-to-answer. Memang benar bahwa pelanggan tidak suka menunggu lama di nada tunggu. Riset yang dipublikasikan dari Harvard Business Review menunjukkan bahwa seberapa mudah dan tuntas masalah dapat diselesaikan (customer effort reduction) secara efektif berkaitan erat dengan loyalitas pelanggan. 

Ketika Customer Service (CS) hanya berfokus pada durasi panggilan agar memenuhi target, beberapa dampak buruk berikut sering terjadi:

– Mendengar untuk Merespon, Bukan Memahami
Customer Service cenderung memotong pembicaraan pelanggan agar bisa segera memberikan jawaban cepat.
– Penyelesaian Masalah yang Berulang
Pelanggan terpaksa menelepon kembali (repeat call) karena solusi yang diberikan pada panggilan pertama tidak menyasar akar masalah
– Frustrasi Pelanggan Meningkat
Pelanggan merasa tidak didengarkan, yang pada akhirnya merusak nilai kepuasan pelanggan (CSAT score).

Kecepatan respon memang membuka pintu awal interaksi, tetapi kualitas komunikasi dialah yang menentukan apakah pelanggan akan bertahan atau berpaling.

3 Pilar Kualitas Interaksi dalam Service Excellence

Untuk memberikan service excellence yang berkelanjutan, bisnis perlu mengalihkan fokus dari kuantitas (kecepatan) ke kualitas interaksi. 

1. Active Listening (Mendengarkan Secara Aktif)

Active listening bukan sekadar diam saat pelanggan berbicara, melainkan benar-benar mencerna konteks, nada emosi, dan keluhan utama yang disampaikan. CS yang memiliki keterampilan active listening yang baik mampu menangkap detail penting tanpa meminta pelanggan mengulang penjelasan mereka.

2. Empathetic Engagement (Pendekatan Empatis)

Setiap panggilan masuk, terutama terkait komplain, membawa beban emosional pelanggan. Menunjukkan empati melalui intonasi suara dan pemilihan kata yang tepat dapat membantu meredakan ketegangan dan membuat pelanggan merasa lebih didengarkan. 

3. Root Cause Resolution (Penyelesaian Akar Masalah)

Sebagai ilustrasi, bandingkan dua skenario Customer Service A dan Customer Service B. CS A menyelesaikan panggilan dalam waktu 2 menit tetapi pelanggan harus menelepon lagi esok hari. 

Sementara CS B membutuhkan waktu 4 menit namun mampu menyelesaikan masalah dalam satu kali panggilan (First Call Resolution / FCR). Hal ini menandakan CS B memberikan nilai service excellence yang jauh lebih tinggi bagi bisnis.

Rasio Mendengarkan vs Berbicara sebagai Indikator Evaluasi Layanan Pelanggan

Salah satu kendala terbesar dalam mengevaluasi apakah tim CS sudah menerapkan active listening atau belum adalah ketiadaan data objektif. Selama ini, supervisor hanya bisa mengira-ngira kualitas komunikasi melalui pemantauan sampel acak (call sampling) yang memakan waktu lama.

Di sinilah metrik Talk:Listen Ratio (Rasio Berbicara dan Mendengarkan) menjadi sangat krusial.

Belum ada satu rasio Talk:Listen yang berlaku universal untuk semua percakapan customer service. Namun, rasio ideal CS dalam percakapan adalah dengan berusaha mendengar secara dominan.

Ketika tim mendominasi pembicaraan, misalnya, talk time jauh lebih tinggi, hal ini dapat menjadi sinyal bahwa CS kemungkinan terlalu banyak bicara, kurang menggali kebutuhan, atau terlalu bergantung pada skrip. 

Di lapangan, kualitas komunikasi sulit dievaluasi jika perusahaan hanya mengandalkan sampel rekaman dan penilaian subjektif supervisor. Di sinilah teknologi analitik percakapan dapat membantu. 

Optimasi Kualitas Komunikasi Bisnis dengan MiiTel

Guna memastikan tim layanan pelanggan Anda tidak hanya mengejar durasi panggilan, dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat membantu perusahaan mengevaluasi kualitas interaksi dengan berbasis data dan konsisten.

MiiTel Phone, teknologi AI Voice Analytics dan Cloud PBX, hadir sebagai solusi cerdas yang mampu menganalisis setiap interaksi telepon secara otomatis dan objektif.

Dengan MiiTel Phone, perusahaan dapat memantau dan meningkatkan kualitas layanan secara efisien melalui fitur unggulan seperti Talk:Listen Ratio, analisis kecepatan bicara, serta transkrip otomatis berbasis AI.

Fitur talk:listen ratio berfungsi secara otomatis untuk menghitung dan menampilkan rasio durasi bicara agen vs pelanggan dalam bentuk grafik visual. Supervisor dapat langsung mengetahui apakah agen lebih banyak mendengarkan kebutuhan pelanggan atau justru cenderung memotong pembicaraan.

Sedangkan pada fitur analisis kecepatan bicara & overlap detection, MiiTel mendeteksi talk rate (kecepatan bicara) CS serta frekuensi penyelaan (overlap) saat percakapan berlangsung, sehingga memudahkan proses evaluasi dan pelatihan CS.

Terakhir, fitur transkripsi dan ringkasan otomatis berbasis AI mengubah isi percakapan telepon menjadi teks secara otomatis, memudahkan analisis percakapan tanpa harus mendengarkan rekaman utuh berdurasi panjang.

Dengan adanya data analitik presisi dari MiiTel Phone, proses coaching dan edukasi tim CS dapat dilakukan secara spesifik berbasis bukti nyata, bukan lagi sekadar asumsi.

Bertransformasi Menuju Service Excellence Sejati

Respon cepat adalah standar minimum dalam layanan pelanggan, namun service excellence sejati hanya dapat dicapai ketika bisnis mengutamakan kualitas interaksi, empati, dan pemahaman mendalam atas kebutuhan pelanggan.

Memastikan tim CS memiliki keterampilan active listening serta menjaga kestabilan Talk:Listen Ratio adalah langkah strategis untuk meningkatkan loyalitas pelanggan jangka panjang.

Teknologi seperti AI Voice Analytics membantu bisnis mengukur hal-hal yang sebelumnya tidak terukur, mengubah percakapan suara menjadi data yang bermanfaat untuk pertumbuhan layanan perusahaan Anda.

Siap Tingkatkan Kualitas Layanan Customer Service Anda?

Jangan biarkan performa tim CS Anda dinilai hanya dari kecepatan merespons. Pelajari bagaimana MiiTel Phone dapat membantu perusahaan Anda. Konsultasikan kebutuhan dan klaim Demo Gratis MiiTel hari ini dengan klik di sini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Scam Makin Marak, Ini 5 Cara Sederhana agar Tidak Mudah Tertipu

Pernah mendapat pesan yang tiba tiba menawarkan hadiah, meminta transfer, atau mengirimkan tautan untuk diklik? Di era digital, situasi seperti ini semakin sering ditemui. Modusnya pun semakin beragam, mulai dari mengaku sebagai pihak tertentu sampai menawarkan investasi yang terlihat menguntungkan.

Scam adalah bentuk penipuan yang dilakukan untuk membuat seseorang menyerahkan uang, data pribadi, atau informasi penting kepada pelaku. Modusnya dapat muncul melalui SMS, WhatsApp, email, media sosial, hingga berbagai platform digital lainnya.

Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 432.637 pengaduan penipuan sejak berdiri pada 22 November 2024 hingga 14 Januari 2026, dengan total nilai kerugian mencapai Rp9,1 triliun.

Cara Menghindari Scam

Pahami cara menghindari scam di bawah ini sebelum mengambil keputusan saat menerima pesan atau tawaran yang mencurigakan.

1. Jangan Langsung Percaya

Salah satu trik yang sering digunakan dalam penipuan online adalah membuat korban panik atau tergiur.

Pelaku dapat mengaku sebagai pihak atau perusahaan tertentu, menawarkan hadiah, memberikan informasi mendesak, atau membuat cerita yang terdengar meyakinkan.

Kalau menerima informasi yang datang tiba tiba, jangan langsung mengikuti instruksinya. Luangkan waktu untuk mengecek kebenaran informasi melalui sumber resmi.

Misalnya, ketika mendapat pesan yang mengaku dari suatu perusahaan dan meminta kamu melakukan pembayaran, cari kontak resmi perusahaan tersebut dan lakukan verifikasi secara mandiri.

2. Jangan Asal Klik Tautan

Tautan mencurigakan bisa mengarahkan kamu ke situs palsu yang dibuat menyerupai situs resmi.

Modus seperti ini dapat digunakan untuk mencuri data pribadi atau informasi penting lainnya.

Karena itu, salah satu tips aman transaksi digital yang sederhana adalah tidak sembarangan membuka tautan dari pengirim yang tidak dikenal.

Perhatikan juga alamat situs sebelum memasukkan informasi apa pun. Kalau alamatnya terlihat aneh atau berbeda dari situs resmi, lebih baik jangan dilanjutkan.

3. Jaga Data Rahasia

Data seperti OTP, kode verifikasi, dan informasi kartu merupakan informasi pribadi yang harus dijaga.

Jangan memberikan data tersebut kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai pihak bank atau perusahaan tertentu.

Jika ada pihak yang meminta OTP atau kode verifikasi dengan alasan untuk membantu proses transaksi, sebaiknya hentikan komunikasi dan lakukan pengecekan melalui kanal resmi.

Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi bagian penting dari cara menghindari penipuan online.

4. Cek Dulu Sebelum Transfer

Ada pesan masuk yang meminta transfer? Jangan terburu buru membuka aplikasi pembayaran dan mengirimkan uang.

Lakukan verifikasi terlebih dahulu. Jika permintaan tersebut mengatasnamakan seseorang atau perusahaan, hubungi pihak terkait melalui kontak resmi yang kamu miliki.

Langkah ini penting terutama ketika menerima permintaan transfer yang terasa berbeda dari biasanya.

Cek nama penerima, tujuan transfer, dan pastikan permintaannya benar sebelum transaksi dilakukan.

5. Temukan Scam, Laporkan dan Blokir

Kalau menemukan akun atau pesan yang terindikasi scam, jangan berhenti dengan mengabaikannya.

Simpan bukti yang tersedia, seperti screenshot, nomor telepon, rekening, atau akun yang digunakan pelaku. Setelah itu, laporkan melalui platform terkait dan kanal resmi yang tersedia.

Kamu juga dapat memblokir akun tersebut untuk mencegah komunikasi lebih lanjut.

Lalu, bagaimana cara melaporkan penipuan online? Gunakan kanal resmi yang sesuai dengan platform atau layanan yang terkait dengan kasus tersebut. Untuk kasus penipuan di sektor keuangan, masyarakat juga dapat memanfaatkan kanal resmi yang disediakan untuk penanganan pengaduan dan koordinasi.

Kenapa Kita Perlu Lebih Waspada terhadap Scam?

Perkembangan teknologi membuat transaksi dan berbagai aktivitas sehari hari semakin praktis. Pada saat yang sama, pelaku penipuan juga semakin kreatif mencari celah.

Karena itu, keamanan digital membutuhkan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten:

– Berhenti sebentar sebelum percaya

– Cek sebelum klik

– Jaga data pribadi

– Verifikasi sebelum transfer

– Laporkan jika menemukan indikasi scam

Lima langkah tersebut terdengar sederhana, tetapi dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital. Pemberantasan scam membutuhkan kewaspadaan masyarakat sekaligus kolaborasi antara industri perbankan, regulator, aparat penegak hukum, penyedia teknologi, dan berbagai pihak terkait.

GENCARKAN Literasi Keuangan, Mulai dari Kebiasaan Kecil

Meningkatkan kewaspadaan terhadap scam juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan.

Melalui kampanye GENCARKAN atau Gerakan Nasional Cerdas Keuangan, OJK mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di seluruh wilayah Indonesia. 

Dengan semangat #GENCARKAN2026 #BulanLiterasiKeuangan2026 #FinancialLiteracyCampaign2026 menghindari scam bisa dimulai dari hal sederhana. Sebelum percaya pada sebuah pesan, berhenti sejenak. Sebelum klik tautan, cek sumbernya. Sebelum transfer, lakukan verifikasi.

Kebiasaan kecil tersebut dapat membantu kita menjadi pengguna layanan digital yang lebih cerdas dan waspada. Tidak ada salahnya menjadi sedikit lebih skeptis ketika menerima informasi yang datang tiba tiba.

Jangan mudah percaya. Hindari tautan mencurigakan. Lindungi data rahasia. Verifikasi sebelum transfer. Laporkan dan blokir akun yang mencurigakan.

Dengan membangun kebiasaan tersebut, kamu ikut mempersempit ruang gerak pelaku scam sekaligus menjaga keamanan transaksi digital sehari hari.

***

Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan panduan atau informasi resmi dari pihak terkait. Jangan pernah memberikan OTP, kode verifikasi, PIN, password, atau data rahasia kepada pihak lain.

Untuk bantuan mengenai layanan Bank Neo Commerce, nasabah dapat menghubungi Call Center 1500 190 atau kanal media sosial resmi Bank Neo Commerce.

Jika ingin mempelajari produk lainnya yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Bank Neo Commerce.

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk atau BRI membukukan kinerja positif hingga akhir Triwulan II
2026. Di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan, BRI mampu menjaga
momentum pertumbuhan bisnis yang diiringi dengan penguatan fundamental, perbaikan
kualitas aset, serta peningkatan profitabilitas. Hingga akhir Triwulan II 2026,
laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5% year on year (yoy)
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut juga tetap ditopang oleh
karakteristik utama bisnis BRI yang berfokus pada segmen Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah (UMKM). Hingga akhir Juni 2026, sebesar 75,1% dari total
portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen UMKM,
menegaskan konsistensi perseroan dalam menjalankan perannya sebagai penggerak
ekonomi kerakyatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama BRI Hery
Gunardi yang didampingi oleh Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K,
Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance
& Strategy BRI Achmad Royadi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti
dalam pemaparan kinerja yang digelar di Kantor Pusat BRI, Jakarta (31/8/2026).

Hery menjelaskan capaian positif BRI hingga triwulan
II 2026 tersebut diraih di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang tetap
resilien. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 berada di kisaran
5,30%, sementara inflasi tercatat sebesar 3,34%.

Di sisi lain, aktivitas bisnis UMKM juga menunjukkan
penguatan, tercermin dari Indeks Bisnis UMKM yang meningkat dari 102,5 pada
akhir 2025 menjadi 104,7 pada Triwulan I 2026. Posisi indeks di atas 100
menunjukkan bahwa pelaku UMKM secara umum masih berada dalam fase ekspansi dan
optimistis terhadap aktivitas usahanya.

“Kondisi tersebut memberikan optimisme bagi BRI karena
UMKM merupakan core business sekaligus bagian penting dari fundamental
perekonomian nasional. Di tengah transformasi yang terus kami jalankan, satu
hal yang tidak berubah adalah komitmen BRI untuk terus tumbuh bersama UMKM dan
ekonomi kerakyatan Indonesia,” ujar Hery.

Dari sisi industri, perbankan nasional juga tetap
menunjukkan fundamental yang solid. Kredit industri perbankan hingga Triwulan
II 2026 tumbuh 12,7% secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara Dana Pihak
Ketiga (DPK) tumbuh 10,2% yoy dan dana murah atau CASA meningkat 11,0% yoy.
Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan dengan Loan at Risk (LaR) industri
turun menjadi 8,5%, sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 88,3%
dan Return on Asset (ROA) terjaga pada level 2,5%.

Transformasi Mulai
Berdampak pada Kinerja

Dalam menjaga momentum pertumbuhan, BRI terus
menjalankan transformasi melalui BRIVolution Reignite. Transformasi tersebut
diarahkan pada dua agenda besar yang dijalankan secara simultan, yakni
memperkuat funding franchise serta melakukan revamp terhadap
bisnis inti yang sudah ada sekaligus membangun new core sebagai sumber
pertumbuhan baru.

Dari sisi
pendanaan, BRI berfokus pada upaya memperbesar basis dana murah melalui
pendekatan berbasis ekosistem. BRI
juga terus memaksimalkan kapabilitas digital channel mulai dari akuisisi
merchant, penguatan transaksi BRImo, QRIS hingga BRILink Agen, sekaligus
memperkokoh dominasi pada klaster bisnis, integrasi value chain, serta
penetrasi One BRI Solution.

Pada saat yang sama, BRI terus memperkuat bisnis mikro
sebagai kekuatan utama perseroan melalui penyempurnaan proses bisnis, penguatan
kapabilitas tenaga pemasar atau mantri, serta implementasi manajemen risiko
yang semakin granular. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan
bisnis mikro berjalan beriringan dengan perbaikan kualitas aset.

Selain memperkuat bisnis inti, perseroan juga
mengembangkan sumber pertumbuhan baru melalui akuisisi value chain dan
ekosistem, penyempurnaan product value proposition dan targeting
untuk memperoleh nasabah berkualitas, serta perluasan layanan bullion bank.

“Transformasi yang kami jalankan bukan semata untuk
mengejar pertumbuhan yang tinggi. Fokus kami adalah memastikan BRI memiliki
mesin pertumbuhan yang semakin terdiversifikasi, sehat, berkualitas, dan
berkelanjutan. Berbagai agenda tersebut telah kami eksekusi dan mulai
memberikan dampak positif terhadap fundamental maupun kinerja keuangan BRI,”
ujar Hery.

Implementasi berbagai agenda transformasi tersebut
tercermin pada kinerja BRI hingga akhir Triwulan II 2026. Secara konsolidasian,
aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% yoy. Pertumbuhan tersebut
terutama ditopang oleh kredit dan pembiayaan yang meningkat 16,2% yoy menjadi
Rp1.646 triliun.

Ekspansi tersebut didukung DPK yang mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7% yoy.
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, net interest income BRI meningkat 9,9% yoy
dari Rp73,3 triliun menjadi Rp80,5 triliun. Pre-Provision Operating Profit
(PPOP) juga meningkat 12,8% yoy menjadi Rp65,7 triliun.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi mulai
kami konversikan menjadi kinerja. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya
seberapa cepat BRI bertumbuh, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut dihasilkan
dari fundamental yang semakin sehat dan pada saat bersamaan memberikan manfaat
yang semakin luas bagi perekonomian,” ungkap Hery.

Pertumbuhan Diiringi
Fundamental yang Semakin Sehat

Peningkatan profitabilitas BRI juga berjalan
beriringan dengan penguatan kualitas fundamental. Cost of Fund (CoF) secara
bank only turun dari 3,0% pada Triwulan II 2025 menjadi 2,4% pada Triwulan II
2026. Dari sisi efisiensi, Cost to Income Ratio (CIR) membaik dari 41,9%
menjadi 39,2%. Kualitas aset juga semakin sehat dengan rasio Non-Performing
Loan (NPL) turun dari 3,0% menjadi 2,9%, sedangkan Cost of Credit (CoC) membaik
dari 3,4% menjadi 3,1%.

Penguatan fundamental tersebut turut menopang
kemampuan perseroan dalam menghasilkan imbal hasil yang solid. ROA BRI tetap
terjaga pada kisaran 2,7%, sementara Return on Equity (ROE) meningkat
signifikan dari 16,6% pada Triwulan II 2025 menjadi 18,8% pada Triwulan II
2026.

“Berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa
pertumbuhan yang kami capai semakin berkualitas. Funding semakin efisien,
efisiensi operasional membaik, kualitas aset semakin sehat, dan kemampuan BRI
dalam menghasilkan return juga semakin kuat,” lanjut Hery.

Rp1.235,4 Triliun
Kredit Mengalir ke Segmen UMKM

Di tengah ekspansi bisnis yang semakin
terdiversifikasi, BRI tetap mempertahankan UMKM sebagai core business
perseroan. Hingga akhir Triwulan II 2026, kredit kepada segmen UMKM mencapai
Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6% yoy. Dengan demikian, sekitar 75,1% dari
keseluruhan portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen
UMKM.

Menurut Hery, besarnya porsi tersebut menunjukkan
bahwa diversifikasi sumber pertumbuhan BRI tidak mengubah DNA perseroan sebagai
bank yang tumbuh bersama ekonomi kerakyatan. Penguatan segmen consumer,
small-medium-commercial, corporate, serta pengembangan new core
dilakukan untuk menciptakan struktur bisnis yang semakin terdiversifikasi,
sementara UMKM tetap menjadi fondasi utama bisnis BRI.

“BRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai core
business.
Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan
pertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, ekspansi
bisnis yang kami lakukan akan tetap berpijak pada upaya memperluas akses
pembiayaan dan memperkuat kapasitas UMKM Indonesia,” kata Hery.

Pembiayaan Diperkuat
Pemberdayaan, Dorong UMKM Naik Kelas

Komitmen terhadap ekonomi kerakyatan tidak hanya
diwujudkan melalui pembiayaan. BRI membangun pendekatan pemberdayaan UMKM
secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga
pelaku usaha secara individual.

Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah
menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan. Pada tingkat komunitas usaha, program
Klasterku Hidupku telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha. BRI juga
memperluas pemberdayaan melalui platform digital LinkUMKM yang telah menjangkau
sekitar 17,3 juta pelaku UMKM. Sementara itu, pendampingan melalui Rumah BUMN
telah melibatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM hingga Juni 2026.

Ekosistem pemberdayaan tersebut melengkapi peran BRI
dalam memperluas pembiayaan, termasuk melalui KUR. Sepanjang Januari hingga
Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,8 triliun kepada lebih dari
2 juta debitur. Secara kumulatif sejak 2015 hingga Juni 2026, penyaluran KUR
BRI telah mencapai Rp1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah.

Hery menegaskan bahwa pendekatan tersebut mencerminkan
peran BRI yang tidak hanya sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai
enabler pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

“Bagi BRI, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan satu
kesatuan. Kami ingin menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan: UMKM
memperoleh akses keuangan, mendapatkan pemberdayaan dan pendampingan,
meningkatkan kapasitas usahanya, kemudian naik kelas dan semakin terintegrasi
ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih besar,” ujar Hery.

“Pada akhirnya, keberhasilan BRI tidak hanya kami ukur
dari pertumbuhan aset, kredit, maupun laba. Yang juga penting adalah seberapa
besar pertumbuhan tersebut mampu menciptakan nilai, membuka kesempatan bagi
pelaku usaha untuk berkembang, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Dengan
fundamental yang semakin kuat dan transformasi yang terus berjalan, BRI akan
konsisten tumbuh bersama ekonomi kerakyatan Indonesia,” pungkas Hery.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perempuan Semakin Melek Finansial, Industri Perlu Membangun Kepercayaan dan Akses

SNLIK 2026 menunjukkan tingkat literasi dan inklusi keuangan perempuan dan laki-laki kini hampir setara, menggeser percakapan dari edukasi dasar menuju kepercayaan diri, akses, relevansi, dan partisipasi.

Jakarta, 31 Agustus 2026 – Peran perempuan dalam ekosistem keuangan Indonesia terus berkembang. Kini, percakapan mengenai perempuan dan keuangan tidak lagi cukup hanya berfokus pada peningkatan literasi, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kepercayaan diri, pengambilan keputusan yang mandiri, serta partisipasi yang lebih luas dalam ekonomi digital.

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks literasi keuangan perempuan mencapai 69,61%, sementara indeks inklusi keuangan perempuan mencapai 93,73%. Secara nasional, indeks literasi keuangan berada di level 69,57%, sedangkan inklusi keuangan mencapai 93,61%. Hasil Survey SNLIK 2026 melibatkan 75.000 responden berusia 15–79 tahun di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, sehingga memberikan gambaran yang semakin luas mengenai tingkat literasi dan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan di Indonesia. 

Literasi keuangan mengukur pengetahuan dan pemahaman. Namun, tingkat literasi yang baik tidak selalu berarti seseorang memiliki tingkat kepercayaan diri yang sama untuk mengambil tindakan. Masyarakat dan perempuan khususnya masih dapat menghadapi berbagai pertimbangan saat memutuskan untuk menabung, berinvestasi, membangun usaha, atau menggunakan produk keuangan digital, mulai dari ketersediaan dana yang dapat dialokasikan, prioritas keuangan, kepercayaan terhadap platform, keamanan, persepsi risiko, hingga akses terhadap informasi dan komunitas yang relevan.

Sejak resmi diluncurkan pada 3 Juli 2026, BTSE Indonesia aktif membangun interaksi dan edukasi bersama komunitas di sejumlah kota, termasuk Jakarta, Surakarta, Semarang, dan Bali. BTSE Indonesia juga berpartisipasi dalam berbagai agenda industri dan komunitas, termasuk Indonesia Blockchain Week di Jakarta, serta mengadakan rangkaian kegiatan komunitas di Bali dalam momentum Coinfest Asia. Salah satu agenda yang diangkat adalah Financial agency yang menyoroti perkembangan ekonomi digital turut membuka berbagai cara baru untuk berpartisipasi dan membangun nilai ekonomi, termasuk melalui aktivitas sebagai kreator, pengelola komunitas, entrepreneur, maupun affiliate. Bagi masyarakat termasuk perempuan, ibu rumah tangga sekalipun dapat membuka alternatif untuk mengeksplorasi sumber pendapatan tambahan tanpa harus selalu mengikuti model pekerjaan konvensional.

“Melalui BTSE Indonesia Affiliate Program, kami membuka kesempatan bagi affiliate untuk mendapatkan komisi hingga 70% dari net trading fees pengguna yang direferensikan. Bagi perempuan yang memiliki jaringan, audiens, atau komunitas, model seperti ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengeksplorasi peluang pendapatan tambahan sesuai dengan aktivitas dan komunitas yang mereka bangun,” ujar Rieka Handayani, SVP Marketing BTSE Indonesia.

Pada Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK bersama TP-PKK mengangkat tema “Perempuan Berdaya Finansial”, yang menekankan peran perempuan dalam memperkuat ketahanan keuangan keluarga dan membentuk generasi yang lebih cakap secara finansial. Bagi BTSE Indonesia, perkembangan tersebut juga perlu diikuti dengan perubahan cara industri berkomunikasi dengan perempuan. Edukasi mengenai produk finansial dan aset digital perlu bergerak melampaui pengenalan dasar menuju topik yang lebih praktis seperti manajemen risiko, keamanan digital, biaya transaksi, perencanaan keuangan, kewirausahaan, serta peluang ekonomi yang muncul dari perkembangan teknologi.

“Kesempatan bagi industri bukan sekadar menciptakan lebih banyak produk “untuk perempuan”, melainkan memastikan bahwa produk, edukasi, komunikasi, dan komunitas yang tersedia benar-benar mencerminkan bahwa perempuan adalah pengambil keputusan finansial yang sudah memiliki tingkat literasi yang setara dengan pria. Dengan kesenjangan literasi berdasarkan gender yang kini praktis telah tertutup, tahap berikutnya adalah membantu mengubah pengetahuan menjadi kepercayaan diri, akses, dan partisipasi finansial yang lebih bermakna” tutup Stephanie Kusnadi, Chief Strategy Officer (CSO) BTSE Indonesia. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Checklist Tourism: Tren Micro-Trip 48 Jam Dominasi Bali Selatan di Tengah Lonjakan Wisatawan 2026

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), realisasi kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali sepanjang 2025 menembus angka 6,3 juta kunjungan, dan tren pada semester pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 8,4% (year-on-year).

BADUNG, BALI — Lonjakan mobilitas wisatawan di Bali
memasuki babak baru pada tahun 2026. Di tengah pemulihan dan peningkatan volume
kunjungan, pola perjalanan pelancong—khususnya segmen short-stay dan
akhir pekan—mengalami pergeseran fundamental: meninggalkan pola checklist
tourism
yang memadatkan belasan destinasi dalam sehari, beralih ke format micro-itinerary
terkurasi 48 jam dengan radius mobilitas yang terukur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), realisasi kedatangan wisatawan
mancanegara (wisman) ke Bali sepanjang 2025 menembus angka 6,3 juta kunjungan,
dan tren pada semester pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan positif sebesar
8,4% (year-on-year). Namun, di balik pertumbuhan volume tersebut, survei
preferensi perjalanan industri mencatat perubahan perilaku: rata-rata durasi
kunjungan pelancong urban domestik dan regional berkisar antara 2 hingga 3
malam (short-haul micro-cation), dengan prioritas utama menghindari
titik jenuh kemacetan (traffic fatigue) antarkoridor.

Berbeda dengan koridor pesisir barat daya seperti Canggu dan
Seminyak yang didominasi oleh ritme beach club dan lalu lintas padat,
koridor Bali Selatan—khususnya kawasan Jimbaran dan sekitarnya—kian diminati
sebagai simpul strategis berlibur yang lebih tenang dan efisien.

Pergeseran ke Wisata Berkualitas dan Disiplin Rute

Pengamat industri perhotelan menilai fenomena ini sebagai
kedewasaan pasar (market maturity), di mana wisatawan lebih menghargai
kedalaman pengalaman (quality time) dibandingkan kuantitas titik foto
semata.

“Pertumbuhan angka kunjungan pada 2026 harus
diimbangi dengan manajemen mobilitas yang cerdas. Banyak pelancong sebelumnya
terjebak membuat agenda yang terlihat dekat di peta, tetapi menghabiskan waktu
4 hingga 5 jam hanya untuk transportasi dan parkir,”
ungkap I
Nyoman Astama
, praktisi perhotelan dari Dewan Pimpinan Daerah Indonesian
Hotel General Manager Association
(IHGMA) Bali. “Tren saat ini
adalah ‘one-cluster route’—memilih satu hub akomodasi strategis, menikmati
kuliner lokal autentik, lalu membatasi eksplorasi hanya pada satu koridor
geografis per hari agar energi perjalanan tidak habis di jalan.”

Pola Perjalanan Terarah: Jimbaran sebagai Simpul
Strategis

Pergeseran ini menempatkan Jimbaran sebagai basis favorit
karena posisinya yang menjembatani akses cepat ke Bandara Internasional I Gusti
Ngurah Rai, pusat kuliner pesisir, dan destinasi ikonik Bali Selatan.

 Formulasi perjalanan 48 jam yang kini banyak diadopsi
membagi liburan secara proporsional:

Hari
Pertama (Fokus Pesisir & Kuliner):
Kedatangan, istirahat
pasca-perjalanan, dan menikmati matahari terbenam sembari santap malam
hidangan laut (seafood) di pesisir Jimbaran tanpa terburu-buru. Hari
Kedua (Eksplorasi Budaya Terarah):
Kunjungan pagi ke satu atraksi
utama seperti GWK Cultural Park atau satu rute pantai selatan, dengan
disiplin menghindari penggabungan terlalu banyak agenda dalam satu hari. Hari
Ketiga (Pagi Tenang & Keberangkatan):
Menghindari destinasi jarak
jauh sebelum jadwal penerbangan, memanfaatkan fasilitas akomodasi, dan
menjaga waktu cadangan menuju bandara.

Di koridor ini, keberadaan akomodasi yang fungsional dan
terhubung menjadi kunci kenyamanan wisatawan. Salah satu contohnya adalah Liberta
Hotel Jimbaran
, yang memposisikan diri sebagai basis akomodasi praktis bagi
pelancong yang membutuhkan akses seimbang menuju Pantai Jimbaran, taman budaya
GWK, serta koridor bandara tanpa harus membuang waktu lintas kawasan.

Para pelaku industri memproyeksikan bahwa pendekatan curated
micro-trip
ini akan terus menjadi standar baru perjalanan singkat di Bali
hingga akhir 2026, mendorong wisatawan dan penyedia jasa wisata untuk lebih
mengutamakan alur logistik yang realistis daripada sekadar kepadatan agenda.

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

TES Hadirkan Rangkaian Forum Bisnis Internasional dan Seminar Global Growth di CIEIE 2026

The Entrepreneurs Society (TES) menghadirkan rangkaian forum bisnis internasional dalam CIEIE 2026 pada 3–5 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

CIEIE 2026 menjadi ruang bagi entrepreneur, business owner, brand owner, investor, supplier, dan profesional untuk menemukan peluang bisnis, produk, supplier, investasi, serta koneksi perdagangan lintas negara.

Rangkaian agenda TES meliputi:

1. International Symposium of the World Internet Conference
3 September 2026, pukul 14.30–17.00 WIB.
Tema: “Silk Road Links Business, Smart Trade for Win-Win.”
Membahas AI-powered e-commerce governance, kerja sama ASEAN, ekosistem digital Indonesia, kolaborasi regional, dan supply chain Asia Tenggara.
Registrasi: https://bit.ly/WICInternationalSymposium

2. Indonesia–China Economic & Trade Cooperation Forum
4 September 2026, pukul 10.00–12.30 WIB.

Tema: “Strategic Forum for Trade, Investment & Partnership.”
Forum ini membahas perdagangan, investasi, kemitraan, dan kolaborasi ekonomi Indonesia–China.

3. CIEIE Global Growth Seminar
5 September 2026, pukul 14.00–16.00 WIB.
Tema: “Building Your Brand: Scale Your Business. Go Global.”

Menghadirkan Klemens Rahardja, Joshua Sentosa, Fritz Ronald Winata, Muliadi Jeo, Desi Trisnawati, dan Natchaa Panyasheewin untuk membahas peluang pasar, ekspansi global, e-commerce, pembayaran lintas negara, serta pembangunan brand.

Melalui rangkaian ini, TES mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membangun brand yang kuat, menemukan partner strategis, memanfaatkan teknologi, dan mengembangkan bisnis ke pasar global.

CIEIE 2026 menghadirkan lebih dari 500 exhibitors, 2.000 brand, dan lebih dari 40 kategori industri.

Daftar CIEIE 2026: https://bit.ly/CIEIE2026
Daftar seminar 5 September: https://bit.ly/SeminarBusinessTES-CIEIE
Informasi: https://www.te-society.com

The Entrepreneurs Society (TES) menghadirkan rangkaian forum bisnis internasional dalam China International E-Commerce Industry Expo (CIEIE) 2026 yang akan berlangsung pada 3–5 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

CIEIE 2026 menjadi ruang strategis bagi entrepreneur, business owner, brand owner, investor, supplier, distributor, dan profesional untuk menemukan produk serta supplier baru, membangun koneksi bisnis, mengeksplorasi peluang perdagangan dan investasi, serta mempersiapkan bisnis untuk berkembang ke pasar global.

Dengan menghadirkan lebih dari 500 exhibitors, 2.000 brand, dan lebih dari 40 kategori industri, CIEIE 2026 menawarkan berbagai peluang di bidang e-commerce, consumer electronics, gift fair, cooling and frozen food processing, agricultural machinery, serta kebutuhan bisnis lainnya.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, TES menghadirkan tiga agenda utama.

Pada Kamis, 3 September 2026, pukul 14.30–17.00 WIB, akan berlangsung International Symposium of the World Internet Conference dengan tema “Silk Road Links Business, Smart Trade for Win-Win”.

Forum ini membahas masa depan perdagangan digital dan kerja sama lintas negara, termasuk AI-powered e-commerce governance, ASEAN compliance and cooperation, penguatan ekosistem digital Indonesia, kolaborasi regional, serta pengembangan supply chain Asia Tenggara.

Agenda ini menghadirkan sejumlah pembicara internasional dari bidang teknologi, perdagangan, e-commerce, dan kerja sama ekonomi, termasuk Nguyen Huy Cuong, Luna, Wang Xi, Klemens B. Rahardja, Wang Humin, Ilham Akbar Habibie, Zhang Xueli, dan Liang Hao.

Pada Jumat, 4 September 2026, pukul 10.00–12.30 WIB, akan berlangsung Indonesia–China Economic & Trade Cooperation Forum dengan tema “Strategic Forum for Trade, Investment & Partnership”.

Forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas peluang perdagangan, investasi, kemitraan, dan kolaborasi ekonomi antara Indonesia dan China. Pembicara yang tercantum antara lain Li Xiaohui, Niu Yanrui, Su Shanliang, Chen Xiujun, dan Klemens Rahardja.

Selanjutnya, pada Sabtu, 5 September 2026, pukul 14.00–16.00 WIB, akan berlangsung CIEIE Global Growth Seminar dengan tema “Building Your Brand: Scale Your Business. Go Global”.

Seminar ini menghadirkan enam pembicara dari berbagai bidang:

Klemens Rahardja, Founder of The Entrepreneurs Society, membawakan topik “Strategies for Increasing Sales by Identifying Market Opportunities in 2026”.

Joshua Sentosa, General Manager of PT Oriental Logistics Indonesia (OLC), membawakan topik “Beyond Borders: What Brands Need to Prepare Before Entering Global Markets”.

Fritz Ronald Winata, Country Manager of SUNRATE Indonesia, membawakan topik “Going Global with Confidence: Managing Cross-Border Payments for Business Growth”.

Muliadi Jeo, Founder of iCube, membawakan topik “Scaling Through E-Commerce: Turning Digital Channels into Business Growth”.

Desi Trisnawati, MasterChef Indonesia Season 2, membawakan topik “Building a Strong Culinary Brand: From Product to Market Expansion”.

Natchaa Panyasheewin, CEO of PT Ran Kosmetik Indonesia, membawakan topik “From Product to Powerful Brand: Building Trust, Community & Growth in the Beauty Industry”.

Melalui rangkaian agenda ini, TES mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya mengejar peningkatan penjualan, tetapi juga memahami peluang pasar, membangun brand yang kuat, menemukan partner strategis, memanfaatkan teknologi, dan mengembangkan bisnis melampaui pasar domestik.

“Kami percaya bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya ditentukan oleh produk yang dijual, tetapi juga oleh kemampuan founder untuk membaca peluang, membangun koneksi, memahami pasar, dan berani membawa bisnisnya ke level berikutnya,” ujar Klemens Rahardja, Founder of The Entrepreneurs Society.

The Entrepreneurs Society merupakan ekosistem entrepreneur yang didirikan oleh Klemens Rahardja pada tahun 2017. TES membantu entrepreneur melalui komunitas, mentoring, pembelajaran, event, media, business support, dan kolaborasi ekosistem.

Pendaftaran gratis CIEIE 2026 dapat dilakukan melalui:

https://bit.ly/CIEIE2026

Untuk informasi lebih lanjut mengenai rangkaian acara dan registrasi, peserta dapat menghubungi TESSA melalui WhatsApp:

+62 811-1012-1296

Informasi lebih lanjut mengenai The Entrepreneurs Society dapat diakses melalui:

https://www.te-society.com

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

XAUUSD Masih Tertekan, Dupoin Futures Soroti Potensi Pelemahan ke 4.360

Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan hari ini. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, harga emas pada time frame H4 berpotensi melanjutkan pelemahan menuju level support 4.360. Area tersebut dinilai penting karena selain menjadi support sebelumnya, level 4.360 juga bertepatan dengan Fibonacci 161,8%. Kondisi teknikal tersebut diperkuat dengan terbentuknya pola Drop Base Drop, yang mengindikasikan tekanan seller masih berpotensi membawa harga bergerak lebih rendah.

Dalam analisis Dupoin Futures, pola pergerakan XAUUSD saat ini menunjukkan bahwa seller masih memiliki kendali yang cukup kuat. Harga yang terus berada di bawah tekanan mencerminkan belum adanya sinyal pembalikan bullish yang cukup kuat untuk mengubah struktur pasar. Dengan momentum bearish yang masih dominan pada grafik H4, Dupoin Futures memperkirakan area 4.360 menjadi sasaran pelemahan yang perlu diperhatikan trader dalam perdagangan hari ini.

Salah satu faktor teknikal utama yang menjadi perhatian Dupoin Futures adalah terbentuknya pola Drop Base Drop. Pola tersebut menggambarkan kondisi ketika harga mengalami penurunan, kemudian memasuki fase konsolidasi atau base, sebelum kembali berpotensi melanjutkan penurunan. Dalam konteks XAUUSD saat ini, pola tersebut mengindikasikan bahwa fase konsolidasi belum cukup untuk mengubah dominasi seller. Oleh karena itu, Dupoin Futures melihat peluang penurunan menuju support berikutnya masih terbuka.

Area 4.360 menjadi semakin penting karena level tersebut tidak hanya berfungsi sebagai support teknikal sebelumnya, tetapi juga bertepatan dengan Fibonacci 161,8%. Menurut Dupoin Futures, pertemuan dua level teknikal tersebut dapat menjadikan 4.360 sebagai zona yang berpotensi mendapatkan respons dari buyer. Jika harga memasuki area tersebut dan muncul rejection kuat, peluang rebound teknikal dapat kembali terbuka. Sebaliknya, apabila support berhasil ditembus, tekanan bearish berpotensi semakin kuat.

Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat sentimen terhadap emas saat ini mendapat tekanan dari kenaikan US Treasury Yield. Pergerakan yield menjadi perhatian karena meningkatnya imbal hasil obligasi AS dapat membuat aset berbasis bunga lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Kondisi tersebut dapat meningkatkan opportunity cost dalam memegang logam mulia dan berpotensi membatasi ruang penguatan XAUUSD.

Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) juga menjadi faktor penting dalam pergerakan emas. Dupoin Futures mencermati komentar hawkish dari Kevin Warsh dalam agenda Jackson Hole yang mendorong pasar memperhitungkan kemungkinan kebijakan suku bunga yang lebih ketat. Berdasarkan rangkuman pasar yang digunakan dalam analisis ini, probabilitas kenaikan suku bunga pada September berada di sekitar 57%, sementara yield Treasury AS tenor dua tahun bergerak di sekitar 4,33%.

Bagi Dupoin Futures, meningkatnya ekspektasi terhadap suku bunga yang lebih tinggi dapat menjadi sentimen negatif bagi emas. Apabila pasar semakin yakin bahwa The Fed akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga, dolar AS dan yield obligasi berpotensi memperoleh dukungan. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan tambahan terhadap XAUUSD, terutama ketika struktur teknikalnya juga masih menunjukkan dominasi bearish.

Namun, Dupoin Futures menilai terdapat faktor fundamental yang berpotensi menahan penurunan emas, terutama dari sisi geopolitik. Eskalasi hubungan antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian investor. Ketegangan geopolitik biasanya meningkatkan kebutuhan terhadap aset safe haven, termasuk emas. Jika konflik kembali meningkat, permintaan terhadap logam mulia berpotensi menguat dan dapat menciptakan rebound meskipun tekanan teknikal masih berlangsung.

Kenaikan harga minyak juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan, menurut Dupoin Futures. Lonjakan harga energi akibat ketegangan geopolitik dapat meningkatkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut menciptakan situasi yang cukup kompleks bagi pasar emas. Di satu sisi, meningkatnya risiko geopolitik dapat mendorong permintaan safe haven. Namun di sisi lain, inflasi yang lebih tinggi dapat membuat bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap emas.

Dengan demikian, Dupoin Futures melihat pergerakan harga emas hari ini masih cenderung bearish meskipun volatilitas berpotensi meningkat akibat faktor fundamental. Area 4.360 menjadi level kunci yang perlu diperhatikan karena merupakan support sebelumnya sekaligus bertepatan dengan Fibonacci 161,8%. Selama tekanan jual masih dominan dan pola Drop Base Drop belum mengalami invalidasi, Dupoin Futures memproyeksikan XAUUSD berpeluang melanjutkan pelemahan menuju level tersebut.

Pelaku pasar juga perlu mencermati reaksi harga ketika mendekati support 4.360. Jika terjadi rejection dan buyer kembali masuk dengan kuat, Dupoin Futures menilai peluang rebound teknikal dapat muncul. Namun, apabila harga mampu menembus 4.360 secara meyakinkan, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju level support berikutnya. Oleh karena itu, perkembangan Treasury Yield, ekspektasi suku bunga The Fed, ketegangan AS-Iran, serta harga minyak akan menjadi sejumlah katalis penting yang menentukan arah XAUUSD selanjutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Komisioner BP Tapera Hadiri Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Kunjungan Komisi V DPR RI ini sekaligus menjadi ruang evaluasi terhadap pengembangan hunian TOD agar ke depan tidak hanya berorientasi pada jumlah unit yang tersedia, tetapi juga memperhatikan kualitas fasilitas, aksesibilitas, keselamatan, kenyamanan penghuni, serta keterhubungan dengan sistem transportasi publik

TANGERANG SELATAN, 28 Agustus 2026 — Komisioner Badan
Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menghadiri Kunjungan Kerja
Spesifik Komisi V DPR RI dalam rangka peninjauan Apartemen/Rusun Transit
Oriented Development (TOD) Samesta Mahata di kawasan Stasiun Rawa Buntu,
Tangerang Selatan, Banten, Jumat (28/8/2026).

Kehadiran BP Tapera menjadi bagian dari agenda bersama dalam
melihat secara langsung perkembangan penyediaan hunian berbasis TOD serta upaya
menghadirkan hunian yang dapat mendukung kebutuhan masyarakat di kawasan
perkotaan. Agenda tersebut turut melibatkan Kementerian Perumahan dan Kawasan
Permukiman (PKP), Kementerian Perhubungan, serta Perumnas.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI, Roberth
Rouw, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut diarahkan untuk memastikan
penyelenggaraan pembangunan perumahan dapat memenuhi prinsip hunian berimbang,
termasuk menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).Menurut
Roberth, pengembangan Rusun TOD Samesta Mahata Serpong memiliki peran penting
karena mengintegrasikan kawasan hunian dengan transportasi massal. Integrasi
tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan mobilitas sekaligus membantu
menekan pengeluaran transportasi masyarakat.

Komisi V DPR RI juga memberikan sejumlah saran, masukan, dan
kritik terkait fasilitas di kawasan hunian. Ke depan, aspek kenyamanan dan
keselamatan penghuni dinilai perlu semakin menjadi perhatian dalam pengembangan
maupun penyempurnaan fasilitas TOD.”Pengembangan hunian berbasis TOD harus
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi kemudahan akses
transportasi maupun kualitas hunian,” menjadi salah satu perhatian dalam
pembahasan kunjungan kerja tersebut.

Dari Kementerian PKP, Staf Ahli Bidang Pembiayaan,
Pencegahan Korupsi dan Pemberdayaan Masyarakat, Budi Permana, menjelaskan bahwa
pembangunan hunian berbasis TOD menjadi salah satu perhatian pemerintah. Konsep
tersebut dinilai tidak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga berpotensi
menurunkan biaya hidup dan waktu perjalanan masyarakat.Budi juga memaparkan
sejumlah dukungan pemerintah dalam penyediaan hunian TOD, termasuk kebijakan
terkait pembebasan BPHTB bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan, pembebasan
retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk hunian yang ditujukan bagi masyarakat
berpenghasilan rendah, serta percepatan proses PBG.

Sementara itu, Perumnas melalui Imelda Pohan memaparkan
peran perusahaan dalam mengembangkan hunian vertikal dan kawasan berbasis TOD.
Keterbatasan lahan di wilayah perkotaan menjadi salah satu faktor yang
mendorong pengembangan hunian vertikal sebagai alternatif penyediaan rumah bagi
masyarakat.

Pengembangan TOD juga diarahkan untuk menghadirkan
konektivitas antara hunian dan transportasi publik. Fasilitas seperti akses
langsung menuju stasiun, sky bridge, area komersial, serta fasilitas pendukung
lainnya diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi penghuni dalam menjalankan
aktivitas sehari-hari.

Dalam agenda tersebut, BP Tapera hadir sebagai bagian dari
pemangku kepentingan sektor perumahan. Kehadiran BP Tapera memperkuat
keterlibatan lembaga dalam ekosistem penyediaan dan pembiayaan perumahan,
khususnya dalam mendukung akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan
terjangkau.

Kunjungan Komisi V DPR RI ini sekaligus menjadi ruang
evaluasi terhadap pengembangan hunian TOD agar ke depan tidak hanya
berorientasi pada jumlah unit yang tersedia, tetapi juga memperhatikan kualitas
fasilitas, aksesibilitas, keselamatan, kenyamanan penghuni, serta keterhubungan
dengan sistem transportasi publik.Agenda kunjungan kerja tersebut berlangsung
di Samesta Serpong dan dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Perumahan
Perkotaan Kementerian PKP bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian
Kementerian Perhubungan

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES