Kolaborasi Amagra Bersama Aminoto Kosin dan Irvnat Lewat Butterflies, Sebuah Perjalanan Emosi dalam Debut Album Terbaru

Amagra hadir dengan karakter musikal yang dibangun melalui proses kreatif yang mengutamakan kualitas, cerita yang dekat dengan kehidupan remaja, dan keberanian untuk memiliki warna sendiri.

Amagra, penyanyi remaja asal Indonesia, memperkenalkan Butterflies, sebuah album yang menjadi kelanjutan dari perjalanan musikalnya bersama Ninenote Music. Di tengah lanskap musik yang bergerak cepat dan tren yang silih berganti, khususnya di kalangan Gen Z, Amagra memilih untuk tidak sekadar mengikuti arus, melainkan membangun musik berdasarkan karakter vokal, cerita, dan emosi yang ingin ia sampaikan.

Pilihan tersebut sejalan dengan komitmen Ninenote Music dalam menghadirkan karya melalui proses produksi yang melibatkan musisi, pencipta lagu, penyanyi, serta para profesional dengan pengalaman di bidangnya. Ninenote Music dikembangkan sebagai label rekaman boutique asal Indonesia dengan orientasi untuk membangun karya dan talenta yang memiliki kualitas serta daya jangkau internasional.

Dalam proses tersebut, Amagra kembali bekerja bersama Aminoto Kosin dan Irvnat, dua sosok yang telah terlibat sejak awal perjalanan musikalnya. Dari proses kreatif yang mereka bangun bersama, lahirlah Butterflies sebagai sebuah album yang membawa Amagra ke tahap berikutnya, dengan pendekatan musik yang tetap mempertahankan karakter vokalnya sekaligus memberi ruang bagi perkembangan musikalnya.

Salah satu kekuatan album ini terletak pada kedekatan tema lagu dengan dunia Amagra sebagai seorang penyanyi remaja. Lagu-lagu yang dihadirkan berbicara mengenai cinta dan berbagai perasaan yang bersifat universal; tentang rasa suka, rindu, kehilangan, kebingungan, hingga proses menerima keadaan. Meski berangkat dari pengalaman personal Amagra, cerita dan emosi yang hadir dalam Butterflies tidak terbatas pada usia atau generasi tertentu. Tema-temanya dekat dengan kehidupan sehari-hari dan tetap relevan dengan pengalaman banyak orang di masa kini, sehingga setiap pendengar dapat menemukan cerita dan perasaan yang relate dengan dirinya.

Amagra Butterflies

Butterflies: Kecil, Indah, Namun Memiliki Kekuatan

Konsep Butterflies tidak berhenti pada judul album, tetapi menjadi benang merah yang menghubungkan musik, cerita, dan identitas visualnya. Gagasannya berangkat dari gambaran seekor kupu-kupu kecil yang, melalui kepakan sayapnya, dapat menjadi simbol dari dampak yang jauh lebih besar. Bagi Amagra, gambaran tersebut merepresentasikan sesuatu yang mungkin terlihat kecil dan lembut, tetapi memiliki kekuatan untuk menghasilkan pengaruh yang luar biasa.

Gagasan tersebut berjalan beriringan dengan konsep “Badai Perasaan” yang menjadi dasar emosional album. Butterflies menjadi ruang bagi Amagra untuk menuangkan berbagai perasaan yang pernah ia lalui ke dalam karya; mulai dari kebahagiaan, kesedihan, kerinduan, hingga tahap ketika ia mulai menerima dan berdamai dengan setiap musim yang dirasakan. “Badai” dalam konsep ini menggambarkan gejolak dan perubahan emosi yang datang silih berganti dalam perjalanan seseorang.

Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam rangkaian visual album. Nuansa yang lebih gelap merepresentasikan fase ketika perasaan berada dalam badai, sementara sosok kupu-kupu tetap hadir sebagai simbol harapan, gerak, dan kekuatan yang tidak hilang di tengah gejolak. Setelah melewati fase tersebut, perjalanan visual Butterflies bergerak menuju suasana yang lebih hangat melalui rangkaian visualizer.

Pemilihan kata Butterflies juga terasa dekat dengan karakter Amagra sendiri. Satu kata yang sederhana dan indah, tetapi menyimpan kekuatan di baliknya. Seperti sosok Amagra yang tampak lembut namun memiliki keberanian untuk menentukan warna musiknya sendiri, Butterflies membawa pesan bahwa sesuatu yang indah tidak selalu berarti rapuh.

Di Balik Keindahannya, ada Kekuatan yang Tidak Bisa Dianggap Remeh

Proses Kreatif dan Kolaborasi

Konsistensi Ninenote Music dalam melahirkan karya berkualitas kembali terlihat melalui proses produksi Butterflies. Amagra, yang sejak awal dibentuk dan dikembangkan melalui tangan dingin Aminoto Kosin dan Irvnat, kembali menjalani proses kreatif bersama keduanya untuk menghasilkan album yang sesuai dengan karakter dan perkembangan musikalnya.

Aminoto melihat salah satu tantangan utama dalam proses penggarapan album adalah menemukan komposisi musik dan lirik yang tepat untuk karakter Amagra. Tantangannya bukan hanya menciptakan lagu yang terdengar baik, tetapi juga memastikan cerita, pilihan kata, melodi, dan aransemen dapat terasa natural ketika dibawakan oleh seorang penyanyi remaja.

Selain tim yang telah mendampingi Amagra sejak awal, The Kennel turut tertarik untuk berkontribusi setelah melihat dua karya Amagra yang telah dirilis sebelumnya. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan karya-karya yang tidak hanya relevan saat dirilis, tetapi juga memiliki karakter yang dapat bertahan dan dinikmati dalam jangka panjang.

Kehadiran musisi internasional dalam proses penggarapan Butterflies turut memberikan warna dan perspektif baru bagi album ini. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan kreatif Amagra dalam mengeksplorasi musik yang lebih luas, sekaligus memperkuat karakter vokal dan identitas musikal yang ingin ia bangun.

Butterflies memuat tujuh lagu utama, yaitu Butterflies, Masih Rindu, Big Girls Don’t Cry, Bilang Saja, Jalan Buntu, Ribbons in the Sky, dan Sing. Rangkaian lagu tersebut memperlihatkan spektrum emosi yang beragam sekaligus memperkuat pendekatan Amagra dalam menjadikan musik sebagai medium yang personal, dekat, dan tetap memiliki karakter tersendiri.

Rekam Jejak yang Terus Bertumbuh

Perjalanan Amagra terus menunjukkan perkembangan sejak debut profesionalnya. Karyanya kini telah menghasilkan lebih dari 800 ribu streams di Spotify dengan total 226 juta views dalam 20 ribu postingan yang menggunakan sound lagu Amagra di social media. Perjalanan tersebut juga mencakup pengalaman kolaborasi internasional dan proyek bersama orkestra.

Melalui Butterflies, Amagra melanjutkan perjalanan tersebut dengan karya yang semakin merepresentasikan dirinya. Album ini menjadi kesempatan bagi publik untuk mengenal Amagra lebih jauh, bukan hanya melalui karakter vokalnya, tetapi juga melalui keterlibatannya dalam proses kreatif dan keberaniannya membangun identitas musikal sendiri.

Ke depan, Ninenote Music dan Amagra ingin terus mengembangkan karya yang mengutamakan kualitas, karakter, dan cerita yang dapat bertahan melampaui tren sesaat. Butterflies menjadi salah satu langkah dalam perjalanan tersebut—sebuah karya yang lahir dari proses, kolaborasi, dan keinginan untuk menghadirkan musik yang tetap abadi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Insurance dan Bank Bengkulu Perkuat Sinergi Strategis melalui Perlindungan Aset BPD Bengkulu

PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) memperkuat sinergi strategis melalui Perjanjian Kerja Sama tentang Asuransi Umum Aset Bank yang ditandatangi langsung oleh CE BRI Insurance Bpk. Budi Legowo dan Direktur Utama BPD Bengkulu Bpk. H. Iswahyudi, SE., MM didampingi jajarannya. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan risiko sekaligus memberikan perlindungan terhadap aset yang menunjang keberlangsungan kegiatan operasional BPD Bengkulu.

Kerja sama tersebut mencerminkan komitmen kedua perusahaan dalam membangun tata kelola bisnis yang semakin prudent dan berkelanjutan. Melalui perlindungan asuransi yang terintegrasi, berbagai risiko atas aset perusahaan dapat dikelola secara lebih terukur sehingga BPD Bengkulu dapat semakin fokus menjalankan fungsi intermediasi serta memberikan layanan keuangan kepada masyarakat.

Bagi BRI Insurance, kerja sama ini juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat peran sebagai strategic risk partner bagi institusi perbankan dan korporasi. Tidak hanya menghadirkan perlindungan finansial, BRI Insurance berkomitmen memberikan solusi pengelolaan risiko yang mampu memberikan nilai tambah terhadap keberlangsungan bisnis mitra.

CEO BRI Insurance Budi Legowo menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BPD Bengkulu menjadi wujud kepercayaan sekaligus komitmen bersama dalam membangun bisnis yang tangguh dan berkelanjutan.

“Perlindungan aset bukan hanya tentang memitigasi risiko, tetapi juga menjaga keberlangsungan bisnis. Melalui kolaborasi ini, BRI Insurance berkomitmen menjadi strategic risk partner BPD Bengkulu dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang aman, kuat, dan berkelanjutan.” Ucapnya.

Sinergi antara BRI Insurance dan BPD Bengkulu diharapkan dapat memberikan fondasi perlindungan yang semakin kuat terhadap aset strategis perusahaan, sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi aktivitas operasional ditengah kondisi dan tantangan untuk para pelaku jasa keuangan.

Lebih jauh, kerja sama ini menjadi momentum untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara kedua perusahaan, khususnya dalam pengembangan solusi perlindungan yang relevan dengan kebutuhan bisnis dan perkembangan industri jasa keuangan.

Melalui kolaborasi tersebut, BRI Insurance terus memperkuat kontribusinya dalam menciptakan ekosistem bisnis yang lebih resilien serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui solusi perlindungan dan manajemen risiko yang terpercaya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tokocrypto Raih Penghargaan Kategori Press Conference di Media Relations Awards 2026

Jakarta, 31 Agustus 2026 – Tokocrypto meraih penghargaan kategori Press Conference dalam ajang Media Relations Awards (MRA) 2026 yang diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) pada Jumat (31/7/2026).

Penghargaan ini diberikan atas penyelenggaraan Indonesia Crypto Outlook (ICO), yang dikembangkan sebagai platform komunikasi yang tidak hanya mempertemukan Tokocrypto dengan media, tetapi juga melibatkan berbagai stakeholder dalam membahas perkembangan industri aset kripto.

SPS merupakan organisasi perusahaan pers di Indonesia yang telah berdiri sejak 8 Juni 1946. Adapun MRA merupakan ajang yang memberikan apresiasi terhadap praktik media relations bagi perusahaan swasta, BUMN, hingga lembaga pemerintah.

Pada MRA 2026, penghargaan diberikan dalam lima kategori, yakni Press Release, Press Release Sustainability, Media Gathering, Press Conference, dan Program Media Relations.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyampaikan apresiasinya atas penghargaan yang diberikan SPS. Menurutnya, penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya Tokocrypto mengembangkan komunikasi dengan media melalui pendekatan yang lebih menyeluruh dan relevan dengan kebutuhan industri.

“Kami sangat mengapresiasi penghargaan dari SPS ini. Bagi kami, pencapaian ini merupakan validasi nyata atas komitmen Tokocrypto dalam membangun hubungan profesional dan saling mendukung dengan rekan-rekan media. Melalui Indonesia Crypto Outlook, kami tidak hanya ingin menyampaikan informasi, tetapi juga menciptakan ruang interaksi yang lebih luas untuk mempertemukan media, partner, dan stakeholder dengan perkembangan industri aset kripto,” ungkap Calvin.

Indonesia Crypto Outlook (ICO) menjadi salah satu inisiatif yang memperkuat pendekatan tersebut. Meskipun dikemas dalam format press conference, ICO dirancang sebagai pengalaman yang lebih terintegrasi dengan menggabungkan media relations, brand experience, social media, business engagement, dan aktivitas di venue.

Konsep acara yang mengusung tema galaksi dilengkapi dengan berbagai experience dan aktivitas di lokasi, semetara engagement dengan audiens juga dibangun sejak sebelum acara melalui kampanye di media sosial “Road to ICO.’

Dari sisi business engagement, Tokocrypto turut melibatkan partner untuk hadir dan berinteraksi langsung dalam acara, sehingga cakupan stakeholder yang terlibat tidak terbatas pada media.

Pendekatan tersebut membuat ICO tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi perusahaan dan industri, tetapi juga menjadi platform untuk membangun engagement dengan berbagai pemangku kepentingan secara lebih luas.

“Dalam industri aset kripto yang sangat dinamis, kami melihat pentingnya menghadirkan komunikasi yang informatif sekaligus relevan dan engaging. Melalui ICO kami berupaya menciptakan ruang yang memungkinkan media dan stakeholder mendapatkan informasi secara lebih komprehensif, sekaligus memahami perkembangan industri aset digital dari berbagai perspektif. Kami berharap tingkat literasi masyarakat terhadap aset digital dapat terus meningkat,” tambahnya.

Penghargaan MRA 2026 menjadi apresiasi terhadap pendekatan Tokocrypto dalam mengembangkan press conference sebagai bagian dari komunikasi yang terintegrasi. Ke depan, Tokocrypto berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan media dan stakeholder, serta menghadirkan komunikasi yang relevan dengan perkembangan perusahaan dan industri aset kripto.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PTPP Raih Kontrak Pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III Senilai Rp970 Miliar

Jakarta, 31 Agustus 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional, kembali memperkuat portofolio Perseroan di sektor infrastruktur melalui pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, dengan nilai kontrak sebesar Rp970 miliar. Perjanjian kontrak proyek tersebut telah ditandatangani pada 5 Agustus 2026.

Pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III dilaksanakan melalui kerja sama operasi (KSO), dengan PTPP sebagai leader project dan porsi kepemilikan sebesar 65%. Proyek dengan skema Design and Build ini memiliki masa pelaksanaan selama 540 hari kalender untuk pekerjaan konstruksi.

Adapun lingkup pekerjaan mencakup pembangunan jalan hauling sepanjang 52 km beserta sejumlah struktur pendukung, antara lain overpass, box culvert, dan box underpass.

Pembangunan jalan hauling tersebut ditujukan untuk menyediakan jalur transportasi darat yang efisien, andal, dan aman dalam mendukung pengangkutan batu bara dari konsesi tambang menuju titik bongkar (point of discharge) atau pelabuhan. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan turut mendukung kelancaran rantai pasok energi nasional, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, PTPP mengedepankan inovasi dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses konstruksi yang lebih efektif dan terukur. Sejumlah teknologi yang direncanakan antara lain pemetaan lahan menggunakan drone dan LiDAR, digitalisasi inspeksi QHSE, monitoring logistik berbasis barcode, Real-Time Working Progress, All-in-One Project Dashboard, serta penerapan Building Information Modeling (BIM), Augmented Reality (AR), dan Virtual Reality (VR).

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo menyampaikan bahwa perolehan proyek ini menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam memperkuat portofolio infrastruktur sekaligus mendukung kebutuhan konektivitas dan kelancaran logistik di wilayah Sumatera Selatan.

“PTPP berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki serta didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam proses konstruksi, kami optimistis proyek ini dapat dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja, sekaligus memberikan nilai tambah bagi kelancaran rantai pasok energi nasional,” ujar Joko Raharjo.

Pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III memiliki sejumlah tantangan, terutama pada aspek perlintasan (crossing) serta kondisi rute proyek yang panjang dan berada di area terpencil. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan sistem komunikasi dan keselamatan yang memadai, serta penerapan HSE 10 Golden Steps Quality dalam mendukung standar keselamatan dan kualitas pekerjaan.

Dengan diperolehnya kontrak senilai Rp970 miliar ini, PTPP semakin memperkuat portofolio Perseroan di sektor infrastruktur. Perseroan optimistis proyek pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III dapat dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, keselamatan dan kesehatan kerja, serta inovasi dan pemanfaatan teknologi di setiap tahapan pekerjaan.

—SELESAI— 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kripto Makin Populer, OJK Ingatkan Investor Tak Sekadar Kejar Cuan

Jakarta, 31 Agustus 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan industri aset digital dan kripto di Indonesia, termasuk meningkatnya minat terhadap aset seperti Bitcoin. Terbaru, OJK menerbitkan Buku Saku Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto 2.0 sebagai panduan bagi masyarakat untuk memahami ekosistem, regulasi hingga berbagai risiko yang mengiringi perkembangan industri tersebut.

Buku yang diterbitkan pada 26 Agustus 2026 tersebut merupakan pembaruan dari Buku Saku Pengaturan dan Pengawasan Aset Keuangan Digital Termasuk Aset Kripto yang sebelumnya diluncurkan pada 2025. Pembaruan dilakukan seiring semakin dinamisnya industri Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (AKD AK), termasuk perkembangan kerangka regulasi dan pengawasannya di Indonesia.

Langkah tersebut menjadi semakin relevan melihat besarnya partisipasi masyarakat Indonesia di pasar aset digital. OJK mencatat, hingga Juli 2026 jumlah akun konsumen perdagangan aset keuangan digital telah mencapai 22,93 juta akun. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp20,52 triliun, sementara transaksi derivatif mencapai Rp3,41 triliun.

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai perkembangan jumlah investor perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas literasi. Menurutnya, semakin besar adopsi kripto di masyarakat, semakin penting pula kemampuan investor untuk memahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

“Pertumbuhan jumlah investor adalah sinyal positif bagi perkembangan industri, tetapi jumlah pengguna bukan satu-satunya ukuran kemajuan. Yang jauh lebih penting adalah apakah investor juga semakin memahami produk yang mereka beli, risikonya, dan bagaimana industri ini diregulasi. Literasi harus tumbuh sejalan dengan adopsi,” ujar Yudho.

Dari Regulasi hingga Modus Kejahatan Kripto

Buku Saku Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto 2.0 memuat pembahasan yang lebih komprehensif mengenai ekosistem industri. Tidak hanya menjelaskan mengenai aset keuangan digital dan aset kripto, OJK turut memasukkan informasi mengenai kerangka regulasi, benchmark internasional, hingga risiko dan modus kejahatan yang dapat terjadi di sektor tersebut.

Selain itu, buku tersebut membahas kolaborasi dalam kerangka pengawasan, roadmap pengembangan industri, tata kelola dan pelindungan konsumen hingga berbagai inovasi terbaru di bidang aset keuangan digital.

OJK berharap buku tersebut dapat menjadi rujukan bagi masyarakat, konsumen, pelaku industri, maupun pemangku kepentingan lainnya dalam memahami perkembangan industri aset digital secara lebih menyeluruh.

Menurut Yudho, edukasi mengenai kripto ke depan juga perlu bergerak lebih jauh dari sekadar menjelaskan peluang keuntungan atau pergerakan harga aset.

“Edukasi kripto seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan aset mana yang naik atau kapan waktu membeli. Investor perlu memahami bagaimana suatu aset bekerja, siapa yang mengawasi ekosistemnya, bagaimana perlindungan konsumennya, hingga risiko seperti penipuan dan manipulasi. Semakin matang industrinya, kualitas edukasinya juga harus semakin matang,” jelas Yudho.

Literasi Jadi Fondasi Industri Kripto Indonesia

Penguatan literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan industri aset digital nasional, terutama setelah pengawasan aset keuangan digital dan aset kripto berada di bawah OJK.

Dalam peluncurannya, OJK menyebut Buku Saku 2.0 disusun bersama industri sebagai panduan praktis untuk membantu masyarakat memahami karakteristik, manfaat serta risiko aset keuangan digital dan aset kripto. OJK juga menekankan pentingnya peningkatan kecerdasan finansial masyarakat dalam membangun kesejahteraan finansial.

Seiring perkembangan industri, infrastruktur pasar kripto Indonesia juga semakin luas. Hingga Juli 2026, OJK mencatat terdapat 2 bursa aset keuangan digital, 2 lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian, 2 pengelola tempat penyimpanan, serta 26 pedagang aset keuangan digital berizin.

Yudho menilai kombinasi antara regulasi, pengawasan, inovasi dan literasi masyarakat akan menjadi faktor penting bagi industri kripto Indonesia untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya.

“Indonesia punya basis pengguna yang sangat besar. Tantangannya sekarang adalah mengubah besarnya partisipasi tersebut menjadi ekosistem yang semakin berkualitas. Regulasi yang jelas, industri yang bertanggung jawab, dan investor yang semakin kritis harus berjalan bersama agar pertumbuhan kripto Indonesia bisa lebih sehat dan berkelanjutan,” pungkas CEO FLOQ.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

The 12th IndoEBTKE ConEx 2026: Dorong Eksekusi Proyek Strategis dan Percepatan Investasi Energi

Jakarta, 31 Agustus 2026 – METI dan MASKEEI bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), para pemangku kepentingan utama sektor energi bersih, secara resmi meluncurkan penyelenggaraan The 12th IndoEBTKE ConEx 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-12, forum ini akan berlangsung pada 2–4 September 2026 di Jiexpo Kemayoran.

Mengusung tema “Indonesia Renewable Energy Acceleration: Executing Strategic Projects, Unlocking Investment, Building Resilience,” The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 menegaskan komitmen Indonesia untuk mempercepat eksekusi proyek EBTKE, membuka akses investasi hijau, dan membangun ketahanan sistem energi nasional melalui kolaborasi regional dan inovasi teknologi.

The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 dirancang untuk mempertemukan pemimpin pemerintahan, pelaku industri, investor, akademisi, serta mitra pembangunan dari berbagai negara, guna mempercepat pengembangan ekosistem energi bersih yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Norman Ginting, Ketua Umum METI, menambahkan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk mempercepat eksekusi proyek EBTKE di lapangan. “Banyak proyek energi terbarukan anggota METI kini bergerak menuju konstruksi dan operasi. IndoEBTKE ConEx 2026 kami jadikan ruang temu antara pengembang, penyedia teknologi, dan pengambil kebijakan untuk mempercepat realisasi proyek tersebut,” ujarnya.

Andhika Prastawa, Ketua Umum MASKEEI, menegaskan bahwa konservasi dan efisiensi energi merupakan pilar penting dalam memperkuat ketahanan sistem energi nasional sekaligus mendukung percepatan transisi energi Indonesia. “Kami mendorong penguatan implementasi konservasi dan efisiensi energi melalui berbagai inisiatif inovatif, termasuk pengembangan skema Energy Efficiency as a Service, untuk meningkatkan kesadaran, memperluas adopsi teknologi hemat energi, serta mengoptimalkan pemanfaatan energi di sektor industri maupun komersial,” ujarnya.

Dr. Elvi Nasution, Sekretaris Jenderal METI sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, menekankan pentingnya membuka akses investasi hijau bagi proyek-proyek EBTKE di Indonesia. “Melalui The 12th IndoEBTKE ConEx 2026, kami mempertemukan pengembang proyek dengan lembaga Keuangan nasional dan internasional, agar aliran investasi hijau ke Indonesia semakin deras dan tepat sasaran,” jelasnya.

Penyelenggaraan tahun ini turut menghadirkan ruang konferensi dengan total 6 sesi plenary dan 12 breakout sessions yang lebih luas, dan pameran (exhibition) menampilkan teknologi terbaru di bidang energi surya, angin, bioenergi, panas bumi, penyimpanan energi (baterai), serta solusi efisiensi energi dari para peserta pameran dalam dan luar negeri. Selain sesi konferensi dan pameran, forum ini juga akan menghadirkan sesi networking hub yang mempertemukan pengembang proyek secara langsung dengan calon investor dan mitra pembiayaan, sebagai wujud nyata dari semangat “mengeksekusi” yang menjadi tema besar tahun ini.

Dukungan kebijakan pemerintah, meningkatnya minat investasi hijau, serta penguatan kerja sama regional menjadikan IndoEBTKE ConEx sebagai momentum penting untuk mempercepat eksekusi proyek dan implementasi solusi energi berkelanjutan di Indonesia dan kawasan ASEAN.

Penyelenggaraan The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 turut didukung penuh oleh berbagai perusahaan dan institusi terkemuka di sektor energi, yang berpartisipasi sebagai sponsor diantaranya Pertamina, BPDB, GIZ, GGGI, PLN, Supreme Energy, Sembcorp, dan Star Energy Geothermal, HK, Summit Niaga, Geo Dipa, PCG Global, dan WIKA. Dengan total booth sebanyak 22 perusahaan.

Dukungan luas dari berbagai perusahaan dan institusi ini mencerminkan tingginya kepercayaan dan komitmen sektor swasta maupun BUMN terhadap percepatan transisi energi bersih di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 sebagai forum kolaborasi strategis bagi para pemangku kepentingan energi terbarukan di kawasan ASEAN.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Fundamental Kokoh, Laba Tembus Rp1,9 Triliun Pada Semester I 2026: Jasa Marga Kian Perkuat Ekosistem Jalan Tol Nasional

Jakarta (31/08), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) terus membuktikan resiliensi dan kepemimpinannya di industri jalan tol nasional dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional yang solid sepanjang Semester I 2026.

Pada paruh pertama tahun ini, Perseroan berhasil membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp10,3 triliun, tumbuh sebesar 7,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan Usaha Perseroan ini didorong oleh kontribusi Pendapatan Tol sebesar Rp9,5 triliun (naik 6,8%) dan kinerja Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp798,2 miliar (melonjak 17,6%) dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan yang diimbangi dengan optimalisasi operasional yang terukur berhasil mendorong EBITDA Perseroan mencapai Rp7,0 triliun, meningkat 8,1% dibanding periode yang sama tahun lalu dengan margin EBITDA yang tetap terjaga di level 67,8%. Capaian EBITDA ini memperkuat kapasitas Perseroan dalam menghasilkan arus kas yang solid untuk memenuhi kewajiban finansial, sekaligus mendukung agenda investasi dan ekspansi usaha secara berkelanjutan.

Pertumbuhan tersebut juga tercermin pada profitabilitas Perseroan, dengan realisasi Laba Bersih yang diatribusi kepada pemilik entitas Induk sebesar Rp1,9 triliun atau tumbuh 2,0% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa pencapaian pada Semester I 2026 merupakan cerminan dari kepercayaan pengguna jalan tol dan kemampuan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat fundamental bisnis secara berkelanjutan.

“Pencapaian Semester I 2026 merupakan komitmen Perseroan dalam menjaga kesehatan finansial dan pertumbuhan bisnis berjalan selaras dengan peningkatan layanan kepada masyarakat. Bagi kami, kinerja keuangan yang solid dan arus kas yang sehat merupakan modal utama untuk terus berinvestasi pada peningkatan standar layanan, digitalisasi sistem management lalu lintas serta peremajaan fasilitas di seluruh koridor tol. Kepuasan dan keselamatan pengguna jalan adalah motor penggerak pertumbuhan volume lalu lintas yang berujung pada penciptaan nilai jangka panjang bagi Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rivan.

Sepanjang Semester I 2026, total volume transaksi tercatat sebesar 647,5 juta kendaraan, meningkat 1,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan realisasi lalu lintas harian rata-rata (LHR) sebesar 3.58 juta kendaraan per hari.

Peningkatan volume transaksi tersebut turut mendorong pertumbuhan pendapatan tol  Perseroan sekaligus menunjukkan potensi pertumbuhan mobilitas pada jaringan jalan tol yang dikelola Jasa Marga.

Guna menopang tren peningkatan mobilitas tersebut, Jasa Marga terus memperkuat perannya sebagai market leader jalan tol di Indonesia. Hingga akhir Juni 2026, dari total konsesi sepanjang 1.736 KM yang dimiliki, Perseroan telah mengoperasikan 1.294 KM jalan tol yang setara dengan 42% dari total seluruh jaringan jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Penguatan jaringan ini terus dilanjutkan melalui percepatan pembangunan di sejumlah ruas baru, antara lain Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, dan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi. Pengembangan proyek-proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, menghubungkan simpul-simpul logistik, kawasan industri, dan destinasi wisata guna membangkitkan lalu lintas baru (traffic generation) sekaligus meningkatkan kelancaran rantai pasok nasional.

“Bagi Jasa Marga, pembangunan jalan tol tidak berdiri sendiri per ruas, melainkan bagian dari satu kesatuan jaringan yang saling terhubung. Karena itu, optimalisasi konektivitas antarruas menjadi kunci untuk mengoptimalkan utilisasi jaringan sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di koridor yang kami layani,” jelas Rivan.

Seiring dengan perluasan konektivitas fisik tersebut, Jasa Marga mengimbangi langkahnya dengan melakukan transformasi menyeluruh pada standar layanan pengguna. “Kami menggeser paradigma dari sekadar penyedia infrastruktur (infra as structure) menjadi pembangun budaya perjalanan yang berkesan (infra as culture) dengan menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik, yaitu melalui penguatan layanan preservasi untuk menjaga kualitas dan keselamatan jalan (protect the journey), peningkatan layanan rest area sebagai titik destinasi yang mendukung kenyamanan pengguna selama perjalanan (support the journey), serta penguatan layanan informasi yang memastikan informasi perjalanan tersedia secara tepat dan mudah diakses (inform the journey),” ujar Rivan.

Pada layanan preservasi, penguatan ekosistem pemeliharaan berbasis teknologi presisi tinggi, seperti armada inspeksi Hawkeye dan sistem pemantauan serta pelaporan digital TROOPS (Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System). Sistem ini memungkinkan identifikasi kondisi perkerasan jalan secara dini sehingga penanganan dan perbaikan jalan dapat dilakukan lebih cepat, terstandar, dan minim gangguan terhadap kenyamanan berkendara.

Pada layanan rest area, Jasa Marga mengembangkan sejumlah showcase rest area melalui penataan kawasan, rejuvenasi fasilitas, penguatan UMKM, penambahan SPKLU untuk mendukung transisi electric vehicle (EV), serta penerapan pengelolaan sampah terpadu (waste management) dan green corridor untuk mentransformasi rest area dari transit area menjadi destination area yang modern, humanis, dan nyaman sekaligus memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi.

Sementara itu, dalam hal penguatan ekosistem informasi & integrasi digital (Inform the Journey), Jasa Marga mengoptimalkan Jasamarga Tollroad Command Center sebagai pusat integrasi data lalu lintas dan kondisi jalan secara real-time. Ekosistem informasi ini langsung terhubung dengan gawai pengguna melalui Aplikasi Travoy dan siaran Travoy FM, serta papan Dynamic Message Sign (DMS) di sepanjang lintasan, mendukung pengguna jalan dalam memperoleh estimasi waktu tempuh, informasi rute alternatif, hingga akses terhadap bantuan darurat jalan tol secara lebih cepat dan tepat.

Seluruh penguatan ekosistem dan operasional Perseroan dilaksanakan secara bertanggung jawab dengan berlandaskan pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Berbagai inisiatif terus dijalankan, antara lain melalui pengembangan Green Toll Road Indonesia, peningkatan penggunaan energi baru terbarukan (EBT), penguatan ekosistem kendaraan listrik melalui penambahan SPKLU, pengelolaan sampah terpadu, penanaman pohon di koridor jalan tol, pemberdayaan UMK, hingga pelaksanaan berbagai program Creating Shared Value bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional Jasa Marga Group.

Memasuki paruh kedua tahun 2026, Perseroan melihat momentum pertumbuhan positif masih memiliki ruang untuk terus berkembang seiring dengan membaiknya konektivitas dan geliat aktivitas ekonomi nasional. “Pencapaian solid di Semester I menjadi pijakan kokoh bagi Perseroan untuk melangkah lebih jauh. Kami tidak hanya berkomitmen memberikan imbal hasil yang berkelanjutan bagi pemegang saham, tetapi juga berdedikasi menciptakan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengguna jalan. Dengan pengalaman dan skala jaringan yang dimiliki, Perseroan akan terus berinovasi, menjaga tata kelola yang bertanggung jawab, serta menghadirkan nilai tambah nyata yang dapat dirasakan oleh investor, mitra bisnis, dan jutaan pelanggan setia kami di setiap kilometer perjalanan,” tutup Rivan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

iFLYTEK Mempercepat Ekspansi AI Tiongkok di Asia Tenggara melalui Partisipasi Ketiga Berturut-turut di Techsauce

Techsauce Global Summit 2026 dibuka di Bangkok, Thailand, pada 26 Agustus, dengan mempertemukan lebih dari 350 peserta pameran. Menandai partisipasi ketiganya secara berturut-turut di Techsauce, iFLYTEK memamerkan AI agents, produk perangkat keras dan perangkat lunak terintegrasi, teknologi AI multibahasa, serta infrastruktur AI untuk perusahaan, yang semakin memperkuat kehadirannya di Thailand dan di seluruh Asia Tenggara. Booth iFLYTEK menarik perhatian puluhan media arus utama dari Thailand dan kawasan yang lebih luas untuk menyaksikan demonstrasi langsung dan melakukan peliputan. iFLYTEK juga menerima penghargaan “The Sauciest AI-Driven Company” dalam acara tersebut.

Seiring AI bergerak dengan cepat dari proyek percontohan menuju penerapan dalam skala besar, perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara semakin menaruh perhatian pada penerapan AI agent, adaptasi untuk skenario tertentu, dan penerapan secara lokal. Menurut laporan McKinsey AI in Southeast Asia: An Era of Opportunity, 46% perusahaan di Asia Tenggara yang disurvei telah melampaui tahap uji coba AI dan memasuki tahap adopsi dalam skala besar. Namun, talenta, integrasi AI, return on investment, dan tata kelola tetap menjadi tantangan utama yang harus diatasi perusahaan untuk memperluas penerapan AI lebih lanjut.

Sebagai respons terhadap kebutuhan pasar lokal, iFLYTEK memamerkan Enterprise AI Agents (OceanDoc, OceanPraxis, OceanNote, dan OceanTranslate); Astron Agent and Workflow Development Platform; GuideX, digital human agent dengan perangkat keras dan perangkat lunak terintegrasi; WallEX; AI Translation Screen; Stars MaaS; dan All-in-One Solutions. Secara keseluruhan, berbagai produk dan solusi ini mencakup beragam skenario, mulai dari aplikasi perusahaan, layanan publik, interaksi lintas bahasa hingga ruang pintar.

Enterprise AI Agents Menurunkan Hambatan dalam Adopsi AI di Perusahaan

Dalam acara tersebut, iFLYTEK mempresentasikan Enterprise AI Agents dan Astron Agent and Workflow Development Platform, yang mencakup seluruh proses mulai dari aplikasi AI yang siap digunakan hingga pengembangan AI agent yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Berpusat pada rangkaian produk Ocean, Enterprise AI Agents mendukung empat skenario utama: pembuatan dokumen, manajemen rapat, penerjemahan multibahasa, dan pelatihan keterampilan bisnis. Layanan ini tersedia baik melalui SaaS maupun private deployment.

OceanDoc menghasilkan presentasi PowerPoint dari teks dan mendukung pemformatan berbasis AI serta latihan presentasi multibahasa. OceanNote menyediakan transkripsi multibahasa untuk audio dan video rapat, identifikasi pembicara, ekstraksi poin-poin penting, dan pengorganisasian action items. OceanTranslate menerjemahkan teks, dokumen, audio, video, dan gambar ke lebih dari 100 bahasa dengan tetap mempertahankan tata letak dokumen serta mendukung terminologi industri yang disesuaikan. OceanPraxis mensimulasikan skenario seperti layanan pelanggan dan pelatihan karyawan melalui role-play dan peninjauan percakapan.

Semua agent ini dibangun di atas Astron. Astron Agent mendukung pengenalan intent, dekomposisi tugas, pemanggilan tools, dan perencanaan multi-langkah, serta dapat terhubung dengan basis pengetahuan perusahaan, plugin, dan sistem pihak ketiga. Astron Workflow menghubungkan large language models, tools, robotic process automation (RPA), dan antarmuka eksternal secara visual untuk membangun, menerapkan, dan mengorkestrasi proses bisnis. Platform ini mendukung logika kompleks, termasuk branching, loops, dan penjadwalan subtugas. Sebagai platform open-source, Astron Workflow juga mendukung pengembangan yang disesuaikan, debugging workflow, manajemen versi, deployment, pengoperasian, dan pemeliharaan.

Inovasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak Terintegrasi Membawa AI Agent ke Lingkungan Dunia Nyata

Seiring AI beralih dari workflow digital ke lingkungan fisik, AI perlu mengembangkan kemampuan yang lebih kuat dalam persepsi, pemahaman, pengambilan keputusan, dan eksekusi.

GuideX, digital human agent dengan perangkat keras dan perangkat lunak terintegrasi yang dirancang untuk lingkungan layanan publik fisik, berperan sebagai pemandu cerdas di Techsauce. GuideX membantu peserta mencari perusahaan, menemukan booth, dan menavigasi area pameran. Dengan kemampuan end-to-end yang mencakup persepsi, pemahaman, pengambilan keputusan, eksekusi, dan memori, GuideX mengintegrasikan teknologi multimodal termasuk aktivasi berbasis wajah, pelokalan sumber suara, pengenalan gestur, dan kesadaran spasial. GuideX dapat memahami permintaan pengguna secara real time dan memanfaatkan informasi acara untuk memberikan respons.

GuideX mendukung lebih dari 30 bahasa dan menawarkan beragam avatar digital human serta pilihan suara. Saat ini, GuideX menyediakan layanan informasi di Bandara Internasional Don Mueang di Thailand dan juga telah diterapkan dalam berbagai proyek untuk Federal Authority for Identity, Citizenship, Customs & Port Security di Abu Dhabi dan SMRT di Singapura.

Dibangun di atas arsitektur SpaceMind Agentic untuk ruang pintar, WallEX berpusat pada panel kontrol pintar dan mengintegrasikan sensor dengan pencahayaan ambient Nurmina. WallEX memperluas kemampuan AI agent ke hotel, hunian premium, dan kompleks komersial. Melalui interaksi menggunakan bahasa alami, WallEX menghubungkan dan mengendalikan pencahayaan, tirai, pendingin udara, sistem keamanan, dan perangkat lainnya, sehingga mendorong ruang pintar berkembang dari sekadar kontrol perangkat menjadi layanan ruang pintar yang cerdas.

Dirancang untuk skenario layanan lintas bahasa, AI Translation Screen menggabungkan pengenalan suara multibahasa, penerjemahan real time, large language model iFLYTEK Spark, dan pengurangan kebisingan multimodal. Sistem ini mendukung 101 bahasa yang umum digunakan dengan identifikasi bahasa secara otomatis, serta menyediakan kemampuan layanan pelanggan melalui digital human maupun layanan pelanggan jarak jauh. Selama acara berlangsung, Prof. Dr. Yodchanan Wongsawat, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Riset, dan Inovasi Thailand, mengunjungi booth iFLYTEK dan mencoba langsung AI Translation Screen. Ia memuji kinerja teknologi AI Tiongkok dalam berbagai penerapan seperti interaksi multibahasa, dengan mengatakan, “Teknologi AI Tiongkok sangat unggul.”

Solusi Cloud dan On-Premises Mendukung Beragam Kebutuhan Penerapan AI di Luar Negeri

Untuk memenuhi kebutuhan deployment perusahaan yang berbeda-beda, iFLYTEK memamerkan Stars MaaS dan All-in-One Solutions sebagai dua pilihan infrastruktur AI yang saling melengkapi.

Dirancang untuk perusahaan dan pengembang di seluruh dunia, Stars MaaS menyediakan kemampuan AI terpadu yang mencakup akses model, fine-tuning, evaluasi, pengembangan AI agent, dan deployment layanan. Platform ini menggabungkan lebih dari 50 foundation models terkemuka, termasuk iFLYTEK Spark dan DeepSeek. Stars MaaS mendukung akses API terpadu, kustomisasi model yang fleksibel, serta ekosistem tools yang komprehensif yang mencakup pengembangan AI agent, RPA, dan Model Context Protocol (MCP).

All-in-One Solutions ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan pemerintah dan perusahaan di luar negeri, lembaga keuangan, serta operator telekomunikasi yang ingin menyimpan data di lingkungan mereka sendiri, menerapkan AI secara lokal, dan mempertahankan kendali atas sistem mereka. Solusi ini mengintegrasikan daya komputasi, model, toolchain, dan aplikasi AI agent, dengan konfigurasi produk yang mencakup perangkat terintegrasi 4U untuk training dan inference. All-in-One Solutions mendukung berbagai LLM, termasuk iFLYTEK Spark dan DeepSeek.

Tanpa bergantung pada layanan public cloud, perusahaan dapat menjalankan layanan large model secara lokal dan membangun aplikasi bisnis melalui fine-tuning model, private knowledge bases, knowledge distillation, dan pengembangan AI agent.

All-in-One Solutions telah diterapkan dalam skala besar di berbagai industri, termasuk telekomunikasi dan media. Dengan mengoptimalkan pelatihan data dan efisiensi komputasi secara bersama-sama, solusi ini telah menghasilkan peningkatan relatif sebesar 10%-15% dalam akurasi pengenalan bahasa lokal di pasar luar negeri. Solusi pencarian cerdas untuk perusahaan yang dibangun di atas All-in-One Solutions juga sedang dikembangkan untuk diterapkan bersama salah satu operator telekomunikasi terkemuka di Thailand.

Memperdalam Kehadiran iFLYTEK di Thailand dan Membangun Ekosistem AI Asia Tenggara

Di Thailand, iFLYTEK terus mendorong penelitian dan pengembangan teknologi, penerapan produk, serta kolaborasi industri.

Dalam kolaborasi industri-akademik, iFLYTEK telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Chulalongkorn University dan perusahaan hiburan lokal Zense untuk mengembangkan teknologi yang dilokalkan, termasuk pengenalan ucapan bahasa Thailand dan pemrosesan bahasa alami.

Dalam penerapan nyata, AI Translation Screen telah diperkenalkan di Siam Paragon dan ICONSIAM, dua destinasi ritel dan gaya hidup utama di Bangkok, untuk menyediakan penerjemahan real time bagi pengunjung internasional. Di Bandara Internasional Don Mueang, digital human GuideX menyediakan layanan informasi dalam lebih dari 30 bahasa, termasuk bahasa Thailand, Mandarin, Inggris, Jepang, dan Korea. iFLYTEK juga menyediakan interpretasi simultan berbasis AI dalam bahasa Mandarin, Inggris, dan Thailand pada China Mobile Southeast Asia Cooperation Conference.

Atas inovasi teknologi, penerapan lokal, dan pengembangan ekosistemnya, iFLYTEK menerima penghargaan “The Sauciest AI-Driven Company” setelah terpilih dari lebih dari 50 perusahaan yang masuk nominasi Techsauce tahun ini.

Berawal dari Thailand, iFLYTEK memperdalam kolaborasi lokal di berbagai bidang, termasuk layanan publik, telekomunikasi, digitalisasi perusahaan, dan ruang pintar, dengan membawa kemampuan AI-nya ke semakin banyak skenario bisnis nyata di seluruh Asia Tenggara.

Data dalam artikel ini didasarkan pada estimasi dari penerapan oleh pelanggan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Cek Laboratorium hingga Layanan Klinik, Kebutuhan Masyarakat terhadap Layanan Kesehatan Terus Berkembang

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketika kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin beragam, pilihan layanan kesehatan kini tidak lagi sekadar soal melakukan pemeriksaan laboratorium. Masyarakat semakin membutuhkan layanan yang dapat membantu mereka memahami kondisi kesehatan secara lebih menyeluruh, mulai dari pemeriksaan, pemantauan kondisi tubuh, hingga mendapatkan layanan kesehatan sesuai kebutuhannya.

Perubahan tersebut turut mendorong penyedia layanan kesehatan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih terintegrasi. Salah satunya tercermin dari perjalanan PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA/”Prodia“), yang selama ini dikenal melalui layanan laboratoriumnya dan kini terus memperluas layanan melalui berbagai fasilitas klinik. Perkembangan ini menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin mengutamakan akses layanan kesehatan yang praktis, berkualitas, dan dapat mendukung perjalanan kesehatan secara berkelanjutan.

Di tengah perkembangan tersebut, Prodia kembali meraih TOP Brand Awards 2026 pada kategori Laboratorium Klinik. Berdasarkan hasil Top Brand Index (TBI) 2026, Prodia mencatatkan nilai 47,21%, tertinggi di kategorinya. Penghargaan tersebut diterima secara simbolis oleh Saskia Yusliana Kusumah, AVP Customer Solutions PT Prodia Widyahusada Tbk. Capaian ini menjadi salah satu indikator bagaimana sebuah merek layanan kesehatan tetap memiliki posisi kuat di tengah semakin beragamnya pilihan masyarakat.

TOP Brand Awards 2026 diselenggarakan oleh Frontier Research bersama Majalah MARKETING untuk mengapresiasi merek-merek dengan kinerja terbaik berdasarkan pilihan konsumen. Penilaian dilakukan melalui survei independen terhadap sekitar 12.000 responden di 15 kota besar di Indonesia, dengan mengukur tiga indikator utama, yaitu Top of Mind Share, Top of Market Share, dan Top of Commitment Share. Merek yang memperoleh Top Brand Index minimal 10% dan berada di peringkat tiga besar pada kategorinya berhak menyandang predikat TOP Brand.

Menurut Saskia, penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kepercayaan masyarakat sekaligus pengingat bagi Prodia untuk terus mengikuti perubahan kebutuhan pelanggan. “Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memberikan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kepercayaan pelanggan menjadi bagian penting dalam perjalanan Prodia untuk terus berkembang,” ujarnya.

Perluasan layanan Prodia dari laboratorium menuju layanan klinik juga menunjukkan bagaimana perjalanan kesehatan masyarakat dapat membutuhkan lebih dari sekadar hasil pemeriksaan. Dengan hadirnya layanan klinik, masyarakat memiliki pilihan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan, sementara layanan laboratorium tetap menjadi bagian penting dalam memberikan informasi diagnostik yang mendukung proses kesehatan tersebut. Pendekatan ini juga sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak hanya datang ketika mengalami keluhan, tetapi mulai mengambil langkah preventif dan memantau kesehatan secara lebih proaktif.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari transformasi Prodia dalam membangun ekosistem layanan kesehatan yang lebih luas, dari laboratorium hingga klinik. Dengan menggabungkan layanan diagnostik, teknologi, serta berbagai layanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan individu, Prodia berupaya menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dalam menjaga kesehatan bukan hanya ketika membutuhkan pemeriksaan, tetapi juga ketika ingin memahami dan merawat kondisi tubuh secara lebih menyeluruh.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Internet Wifi Lambat Bisa Menghambat Bisnis, Begini Memilih WiFi Kantor Terbaik

 

Jakarta, 31
Agustus 2026 –
Pertumbuhan bisnis tidak selalu dimulai
dari gedung perkantoran besar. Banyak usaha berkembang dari kantor kecil,
studio kreatif, rumah yang dialihfungsikan menjadi workspace, hingga tim online
seller yang awalnya hanya terdiri dari beberapa orang.

 

Kantor berisi lima
orang mungkin memiliki lebih dari sepuluh perangkat yang tersambung ke
internet. Laptop digunakan untuk mengakses aplikasi berbasis cloud, smartphone
menerima pesanan pelanggan, tim marketing mengunggah konten, finance membuka
sistem pembayaran, sementara meeting dengan klien berlangsung melalui video
conference.

 

Untuk bisnis
online, bebannya bahkan bisa lebih besar. Seller dapat menjalankan live selling
sambil memproses pesanan marketplace. Agency kreatif harus mengirim video dan
file desain berukuran besar. Bisnis F&B menggunakan POS dan aplikasi
delivery, sedangkan pemilik usaha tetap ingin mengakses CCTV dari luar kantor.

 

Digitalisasi kini
sudah berdampak langsung pada pertumbuhan bisnis. Bank Indonesia mencatat dari
1.655 UMKM binaannya yang telah bertransaksi melalui kanal digital pada kuartal
pertama 2025, rata-rata omzet tumbuh 29,9% secara tahunan. Secara keseluruhan,
2.537 UMKM binaan BI pada periode tersebut mencatat kenaikan omzet rata-rata
13,3%.

 

Semakin besar
ketergantungan bisnis pada aktivitas digital, semakin sulit pula menganggap
internet sekadar fasilitas tambahan. Masalah biasanya muncul ketika sebuah
bisnis berkembang tetapi paket internetnya tidak ikut berkembang.

 

Saat beberapa orang
melakukan meeting online bersamaan, tim lain mengunggah file ke cloud dan CCTV
terus mengirim data, koneksi dengan bandwidth terbatas akan lebih cepat
terbebani. Dampaknya sederhana tetapi mengganggu produktivitas yang
mengakibatkan file lebih lama terkirim, video conference tersendat, aplikasi
cloud lambat diakses, atau live streaming kehilangan kualitas.

 

Karena itu, mencari
wifi kantor terbaik sebaiknya mempertimbangkan kapasitas bandwidth, kestabilan
jaringan, serta kecepatan upload, bukan hanya melihat biaya berlangganan.

 

Upload menjadi
sangat relevan bagi bisnis karena aktivitas kantor tidak hanya menerima data.
Mengirim proposal berukuran besar, backup Google Drive, mengunggah materi
video, live selling, video conference, dan CCTV semuanya menggunakan jalur
upload.

 

Bagi usaha yang
masih beroperasi dari rumah atau area residensial, Biznet Home dapat menjadi
pilihan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Secara resmi, Biznet Home merupakan
layanan berbasis fiber optic untuk pengguna perumahan dan apartemen serta
menawarkan kecepatan upload dan download yang simetris.

 

Untuk wilayah Jawa,
Bali, Bangka, serta beberapa wilayah Sumatra, Biznet Home menawarkan pilihan
kecepatan mulai dari 100 Mbps hingga 500 Mbps, dengan paket 300 Mbps mulai dari
Rp375.000 per bulan pada wilayah yang berlaku. Harga dan kecepatan dapat berbeda
berdasarkan lokasi pemasangan.

 

Bandwidth yang
lebih besar memberikan ruang bagi beberapa aktivitas untuk berjalan bersamaan.
Tim bisa melakukan meeting, mengunggah file, mengakses cloud, menjalankan
marketplace, dan memantau CCTV tanpa harus bergantian menggunakan koneksi.

 

Bagi bisnis kecil,
investasi pertama tidak selalu harus berupa kantor yang lebih besar. Terkadang
yang lebih mendesak justru memastikan infrastruktur yang digunakan setiap hari
mampu mengikuti pertumbuhan tim dan pekerjaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES