RESSED UI Dorong Optimalisasi Cadangan dan Hilirisasi Tambang Terintegrasi

JAKARTA – Sektor pertambangan Indonesia dinilai perlu segera membuka babak baru melalui penerapan hilirisasi yang terintegrasi. Langkah strategis ini krusial agar Indonesia tidak terus terjebak dalam pola lama, yaitu mengekspor kekayaan alam dalam bentuk mentah, dan mampu mendorong penciptaan nilai di dalam negeri sehingga manfaat pertambangan dapat dirasakan lebih optimal bagi kedaulatan Indonesia.
Dorongan ini disampaikan oleh Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development Universitas Indonesia (RESSED UI), Ali Ahmudi.
Hilirisasi, menurutnya, wajib mengoptimalkan manfaat kekayaan mineral batu bara nasional serta mencoiptakan ekosistem industri yang menyambungkan hulu ke hilir, mulai dari mulut tambang, proses pengolahan dan manufaktur, hingga bermuara pada produk akhir yang siap diserap pasar domestik maupun global.
“Hilirisasi itu bukan hanya membangun smelter. Harus ada kepastian suplai dari hulu, kemudian hasil olahannya juga harus tersambung ke industri hilir sampai menjadi produk akhir,” tegas Ali saat dihubungi, Selasa (1/9/2026).
Selama ini, praktik ekspor bahan mentah membuat nilai ekonomi yang diraup Indonesia sangat terbatas dan tidak sebanding dengan melimpahnya kekayaan mineral di dalam negeri. 
Padahal, nilai jual sebuah komoditas bisa melonjak drastis apabila disentuh proses pengolahan dan industri manufaktur tingkat lanjut.
“Kalau tidak dihilirisasi, itu tidak akan memberikan nilai tambah apa-apa, hanya menjadi bahan mentah. Tapi dengan hilirisasi, nilai tambahnya pasti berlipat-lipat,” ujarnya.
Di atas kertas, Indonesia memiliki modal sumber daya besar untuk memuluskan transformasi ini. Mengacu data Badan Geologi, Indonesia tercatat menguasai sekitar 42 persen cadangan nikel global. 
Selain itu, posisi Indonesia sangat strategis sebagai pemilik cadangan timah terbesar di dunia, terbesar keempat untuk bauksit dan emas, peringkat keenam untuk batu bara, serta peringkat kesembilan untuk tembaga.
Meski sebagian besar cadangan tersebut telah dikuasai negara melalui BUMN Holding Pertambangan, MIND ID, sebagian cadangan strategis lainnya masih dikuasai oleh perusahaan asing. 
Optimalisasi manfaatnya bagi Indonesia dapat ditempuh melalui peningkatan kepemilikan nasional sebagaimana diatur dalam regulasi pertambangan, sehingga nilai tambah dari kekayaan alam tersebut dapat lebih maksimal dirasakan oleh rakyat.
Dengan begitu, mandat konstitusi dalam UUD 1945 Pasal 33 Ayat (3) yang berbunyi bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, akan dapat ditunaikan secara lebih optimal.
Dia kembali mengingatkan bahwa kehadiran fasilitas pemurnian atau smelter hanyalah titik tengah (midstream) dari panjangnya rantai industri. Oleh sebab itu, operasional smelter mutlak membutuhkan jaminan pasokan bahan baku dari hulu, sekaligus kesiapan industri lanjutan di hilir yang akan menyerap hasil olahannya.
“Problem kita bukan hilirisasinya, akan tetapi proses terjadinya hilirisasi itu yang kita permasalahkan,” imbuh Ali.
Senada dengan visi tersebut, Sekretaris Jenderal Satuan Tugas Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Ahmad Erani Yustika, memaparkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan dua tujuan utama dalam program hilirisasi nasional: menggenjot nilai tambah kekayaan alam, dan memangkas ketergantungan Indonesia terhadap barang impor.
“Yang pertama kita harus menaikkan nilai tambah sumber daya alam kita sehingga harus diolah di sini, itu yang paling utama. Yang kedua kita justru harus mendorong supaya ketergantungan impornya itu berkurang,” kata Erani.
Erani mencontohkan pengadaan kabel bawah laut yang selama ini banyak mengandalkan pasokan dari luar negeri. Padahal, Indonesia memiliki cadangan tembaga yang besar dan semestinya mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara mandiri.
Ia melanjutkan, kebutuhan bahan baku industri strategis semacam ini sudah saatnya dipenuhi oleh kapasitas produksi dalam negeri. Langkah ini akan memperkuat industri nasional sekaligus menekan laju impor.
“Kalau dulu misalnya kabel bawah laut itu kita harus impor, maka kita produksi sendiri. Dulu baru dicukupi dulu. Kalau nanti ada sisanya baru kita berpikir yang lain, misalnya ekspor,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rekayasa Sejuk: Bagaimana JisuLife Ultra 2 Mendefinisikan Ulang Industri Pendingin Portabel Lewat Inovasi Tingkat Tinggi dan Desain Premium

JAKARTA, Indonesia — Di era yang ditandai dengan rekor suhu tertinggi, perubahan pola iklim, dan tingginya mobilitas kaum urban, kehadiran perangkat pengatur suhu personal yang efisien tak lagi sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan esensial sehari-hari. Para komuter di pusat transit yang padat, pelancong di daerah beriklim panas, pengunjung festival luar ruangan, hingga para profesional kantoran menghadapi satu tantangan yang sama: kipas angin portabel konvensional sering kali hanya menghasilkan hembusan angin lemah yang tidak terasa saat berada di bawah terik matahari dan kelembapan tinggi.

Menjawab celah teknologi ini, JisuLife—pemimpin global dalam solusi gaya hidup personal—mengumumkan ekspansi distribusi internasional untuk produk pendingin andalannya, JisuLife Handheld Fan Ultra 2. Dirancang secara khusus untuk menggantikan kipas berbilah konvensional dengan teknologi turbin industri berkecepatan tinggi, Ultra 2 hadir sebagai jembatan inovatif antara perangkat elektronik konsumen dan mesin presisi pendorong udara.

Evolusi Perangkat Pendingin Personal

Selama bertahun-tahun, kipas angin genggam hanya mengandalkan motor Direct Current (DC) sederhana dengan bilah plastik yang lebar. Meskipun cukup berfungsi di dalam ruangan, mekanisme ini pada dasarnya hanya memutar udara panas saat digunakan di luar ruangan.

JisuLife Ultra 2 meninggalkan arsitektur usang tersebut. Mengadopsi prinsip desain dari teknologi propulsi aviasi modern dan blower industri, perangkat ini ditenagai oleh motor brushless tiga fase berefisiensi tinggi yang terintegrasi dengan saluran udara (vortex duct) aerodinamis. Hasilnya adalah hembusan udara bertenaga tinggi yang terpusat, mampu menurunkan suhu permukaan kulit dengan cepat, serta memberikan sensasi kesejukan seketika meski di lingkungan yang paling pengap sekalipun.

Terobosan Desain dan Teknologi

Pengembangan JisuLife Ultra 2 adalah hasil riset mendalam di bidang dinamika termal, efisiensi baterai, ergonomi, dan desain industri.

1. Hembusan Udara Bertenaga Turbo dengan Kontrol Kecepatan 1–100

Berbeda dengan kipas tradisional yang hanya memiliki tiga tingkat kecepatan (Rendah, Sedang, Tinggi), Ultra 2 memperkenalkan kendali roller tanpa batas (stepless). Pengguna dapat mengatur kecepatan angin secara presisi dari level 1 hingga 100. Pada performa maksimalnya, motor berkecepatan tinggi ini mampu menghasilkan hembusan udara hingga 17 meter per detik (m/s). Baik saat Anda membutuhkan angin sepoi-sepoi yang senyap di ruang kerja, maupun hembusan kuat untuk melawan panas terik, Ultra 2 memberikan kontrol penuh di ujung jari Anda.

2. Daya Tahan Baterai Superior hingga 25 Jam

Kelemahan utama perangkat elektronik berdaya tinggi biasanya terletak pada baterai. JisuLife Ultra 2 menjawab tantangan ini dengan membenamkan teknologi sel baterai lithium-ion kelas otomotif berkapasitas masif hingga 9.000 mAh. Kapasitas ini memastikan perangkat dapat menyala non-stop hingga 25 jam pada pengaturan terendah, dan tetap tangguh di kecepatan tinggi. Kini, pengguna bisa tenang menjalani penerbangan panjang, festival musik seharian, mendaki gunung, atau saat mati lampu tanpa khawatir kehabisan baterai.

3. Pengisian Daya Cepat (Fast Charging) 18W

Untuk menunjang kapasitas baterainya yang besar, Ultra 2 didukung oleh teknologi pengisian daya cepat 18W melalui port universal USB Type-C. Berkat protokol Power Delivery (PD), waktu pengisian daya menjadi jauh lebih singkat dibandingkan kipas portabel biasa. Pengguna dapat dengan mudah mengisi ulang baterai menggunakan adaptor smartphone, laptop, atau power bank saat bepergian.

4. Layar Pintar Interaktif

Menyempurnakan pengalaman pengguna, Ultra 2 dilengkapi panel layar digital LED beresolusi tinggi pada bagian gagangnya. Layar ini menampilkan dua informasi krusial secara real-time: tingkat kecepatan angin (1–100) dan persentase sisa baterai yang presisi. Fitur ini memudahkan pengguna dalam mengelola konsumsi daya sesuai dengan durasi aktivitas mereka.

5. Desain Ergonomis dengan Estetika Material Aviasi

Dirancang untuk melengkapi gaya hidup modern, bodi luar Ultra 2 meninggalkan material plastik murah yang mudah kusam. Perangkat ini menggunakan material paduan logam matte beranodisasi yang mewah, serta tahan terhadap goresan, sidik jari, maupun keringat. Strukturnya dirancang seimbang dengan titik berat di telapak tangan untuk mencegah pegal saat digenggam lama. Dilengkapi dengan alas anti-selip, kipas ini juga dapat berdiri kokoh dan disulap seketika menjadi kipas meja yang elegan.

6. Ekosistem Aksesori Multifungsi

Lebih dari sekadar kipas genggam, Ultra 2 mendukung berbagai aksesori tambahan. Dengan memasang nosel pemusat udara (corong khusus), perangkat ini dapat berubah fungsi menjadi blower debu portabel untuk membersihkan keyboard, lensa kamera, hingga peralatan luar ruangan Anda.

Solusi Praktis untuk Berbagai Gaya Hidup Modern

Kepraktisan JisuLife Ultra 2 menjadikannya teman ideal untuk beragam aktivitas:

Mobilitas Harian dan Komuter: Mengusir panas dan pengap di KRL, halte bus, atau saat terjebak macet tanpa memakan banyak tempat di dalam tas.

Olahraga dan Petualangan Luar Ruangan: Memberikan pendinginan instan saat mendaki, bersepeda, berkemah, atau setelah berolahraga berat.

Fotografi dan Videografi: Menjadi blower portabel andalan untuk efek angin pada rambut, atau mendinginkan peralatan kamera secara cepat di lokasi syuting.

Aktivitas Kantor dan Meja Kerja: Beroperasi sangat senyap pada kecepatan rendah sebagai pendingin meja tanpa mengganggu konsentrasi atau panggilan meeting.

Kebutuhan Darurat & Utilitas: Berfungsi ganda sebagai alat pembersih debu bertekanan tinggi untuk merawat perangkat elektronik dan gadget Anda.

Visi Global JisuLife

Seiring dengan meningkatnya suhu cuaca ekstrem yang kini menjadi fenomena global, inovasi teknologi pengatur kenyamanan personal dituntut untuk terus beradaptasi. Komitmen JisuLife dalam memadukan riset aerodinamis kelas wahid dengan estetika desain premium menempatkan merek ini sebagai pionir di industri tersebut.

Peluncuran JisuLife Ultra 2 tidak hanya mempertegas misi perusahaan, tetapi juga mengangkat kasta kipas angin genggam biasa menjadi perlengkapan penunjang gaya hidup (lifestyle gear) yang berkelas dan fungsional.

Ketersediaan Produk

JisuLife Handheld Fan Ultra 2 kini telah tersedia secara global melalui toko resmi JisuLife, distributor ritel terdaftar, serta platform e-commerce terkemuka seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Amazon, dan situs resmi JisuLife. Setiap unit pembelian dilengkapi dengan kabel fast charging Type-C, lanyard eksklusif, rangkaian aksesori nosel, dan garansi resmi pabrikan.

Melalui perpaduan sempurna antara performa mesin setara turbin, ketahanan baterai tanpa kompromi, serta desain ergonomis berbalut material premium, JisuLife Handheld Fan Ultra 2 menetapkan standar baru di industri teknologi gaya hidup. Produk ini lebih dari sekadar solusi untuk menaklukkan panas ekstrem; ini adalah wujud nyata komitmen JisuLife dalam menghadirkan kenyamanan yang revolusioner, andal, dan relevan bagi masyarakat modern.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ATSI Dukung Penataan Platform Digital Global demi Persaingan Setara, Asal Tak Bebani Pengguna

Jakarta, 2 September 2026 – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyoroti dominasi platform digital global dalam ekosistem digital Indonesia yang telah menjadi pemain bisnis utama dalam berbagai aktivitas ekonomi digital, namun belum diimbangi dengan pengaturan yang komprehensif. Apalagi platform digital menjalankan bisnisnya sebagai substitusi layanan di sektor lain seperti layanan telekomunikasi, bisnis iklan, dan media massa.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPPU Gopprera Panggabean dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Persaingan Usaha Platform Digital: Membangun Ekosistem Digital yang Sehat, Kompetitif, dan Berorientasi pada Perlindungan Konsumen.”pada Senin (31/8).

Gopprera mengatakan terdapat tiga tantangan utama, yakni ketimpangan (asymmetric) antara platform global dan industri telekomunikasi, risiko gatekeeper yang memungkinkan platform dominan menentukan akses layanan, serta regulasi yang masih sektoral.

“Perkembangan pasar digital membutuhkan regulasi yang komprehensif dan adaptif untuk menciptakan level playing field, memastikan akses yang terbuka dan nondiskriminatif, serta mencegah dominasi pasar.” ujar Gopprera.

Pandangan tersebut mendapat dukungan dari Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Dian Siswarini. Ia menegaskan ATSI mendukung langkah pemerintah menata platform digital global, sepanjang kebijakan tersebut tidak membebani masyarakat sebagai pengguna.

“ATSI mendukung langkah pemerintah dalam menata platform digital global untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat dan berimbang, sepanjang kebijakan yang diterapkan tidak membebani masyarakat sebagai pengguna,” kata Dian.

Dian menilai pemerataan konektivitas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, penataan platform digital perlu disertai prinsip level playing field dan fair share, sehingga platform digital global turut berkontribusi secara adil terhadap pembangunan infrastruktur jaringan dan peningkatan kualitas internet masyarakat.

Dukungan ATSI sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kerangka hukum platform digital di Indonesia. Direktur Strategi dan Kebijakan Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Muchtarul Huda mengatakan pemerintah akan menyempurnakan PP Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) sebagai landasan pengawasan pasar digital.

“Penyempurnaan regulasi ini akan menjadi landasan pengawasan pasar dan ekosistem digital. Komdigi memastikan platform digital dapat diatur dan dijangkau oleh yurisdiksi hukum nasional. Penyempurnaan ini juga dilaksanakan secara objektif, tidak diskriminatif untuk memperkuat kepatuhan tanpa menghambat inovasi maupun menambah beban konsumen,” ujar Muchtarul.

FGD KPPU mempertemukan unsur parlemen, regulator, perlindungan konsumen, akademisi, dan industri. Pembicara lain yang hadir yaitu Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR RI sekaligus Anggota Panitia Kerja Artificial Intelligence (Panja AI) Muhammad Husein Fadlulloh, Heru Sutadi dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional, Komisioner KPPU Mohammad Reza, Muchtarul Huda, serta akademisi Universitas Padjadjaran Prof. Ahmad M. Ramli.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kapolda NTT Resmikan MI Al-Hidayah, Wujudkan Ruang Belajar Layak bagi Anak Pulau Kukusan

NTT, 3 September
2026 –
Dulu, sebagian anak-anak di Pulau Kukusan harus
belajar di bawah pohon karena keterbatasan ruang kelas. Kini, mereka dapat
kembali belajar di ruang yang lebih layak. Kondisi tersebut berubah setelah
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., meresmikan revitalisasi
MI Al-Hidayah sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat dan
tenaga pendidik terdampak gempa bumi Flores, Selasa (1/9/2026).

Untuk mencapai Pulau Kukusan, perjalanan harus ditempuh
menggunakan kapal dengan akses yang cukup terbatas. Letaknya yang berada jauh
dari pusat aktivitas membuat perjalanan menuju pulau ini membutuhkan waktu dan
upaya lebih. Di tengah kondisi tersebut, Kapolda NTT hadir langsung di tengah
masyarakat Kukusan untuk melihat kondisi warga dan sekolah yang selama ini
menjalani aktivitas dengan berbagai keterbatasan.

Revitalisasi yang dilakukan Direktorat Polairud Polda NTT
pada Juni 2026 mencakup perbaikan dua ruang kelas. Dari sebelumnya hanya
memiliki dua ruang yang dapat digunakan, kini kegiatan belajar mengajar dapat
berlangsung di empat ruang kelas. Bagi 46 siswa MI Al-Hidayah, perubahan
tersebut memberikan ruang belajar yang lebih nyaman untuk mengikuti pelajaran
dan mengejar cita-cita.

Kapolda NTT, Irjen
Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si,
mengatakan, “Saat melihat langsung kondisi sekolah dan perjuangan para
pendidik di Pulau Kukusan, saya merasa prihatin sekaligus mengapresiasi
semangat mereka yang tetap bertahan memberikan pendidikan di tengah
keterbatasan. Ternyata masih ada sekolah di wilayah NTT yang membutuhkan
perhatian dan dukungan kita bersama. Saya berharap bantuan ini dapat membuat
anak-anak belajar lebih nyaman dan para pendidik terus semangat mendampingi
mereka meraih cita-cita.”

Apa yang disampaikan Kapolda NTT juga menggambarkan
keseharian yang dijalani pihak sekolah. Kepala MI Al-Hidayah, Husen,
mengatakan, “Perjuangan menyelenggarakan pendidikan di Pulau Kukusan memang
tidak mudah. Dulu sebelum direnovasi pada Juni 2026 oleh Direktorat Polairud
Polda NTT, hanya dua ruangan yang bisa digunakan untuk belajar. Sebagian siswa
harus belajar di bawah pohon dan kegiatan belajar juga sering terganggu oleh
kambing. Meski begitu, kami tetap berusaha memberikan pendidikan terbaik agar
anak-anak di sini bisa terus belajar dan meraih cita-cita.”

MI Al-Hidayah yang
berdiri sejak 2001 merupakan satu-satunya lembaga pendidikan di Pulau Kukusan.
Sekolah tersebut kini didukung empat orang tenaga guru yang mendampingi 46
siswa. Dengan fasilitas yang telah diperbaiki, kegiatan belajar mengajar
diharapkan dapat berlangsung lebih baik sekaligus mendukung para guru dalam
menjalankan proses pendidikan.

Selain revitalisasi
sekolah, kunjungan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan bagi
masyarakat dan tenaga pendidik. Polda NTT membawa sembako, susu, mainan anak,
serta perlengkapan sekolah. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian
kepada warga Pulau Kukusan yang masih menjalani proses pemulihan setelah
terdampak gempa bumi Flores. Pemulihan juga menyasar kondisi psikologis
anak-anak melalui kegiatan trauma healing untuk membantu mengurangi rasa takut
dan kecemasan setelah bencana.

Kehadiran Kapolda NTT
bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, Wakapolda NTT
Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., sejumlah Pejabat Utama Polda NTT, dan
Kapolres Manggarai Barat menunjukkan bahwa pelayanan Polri tidak berhenti di
pusat kota. Hingga ke pulau dengan akses terbatas, Polri berupaya hadir melalui
pendidikan, bantuan kemanusiaan, dan pemulihan psikologis anak-anak.

Dari Pulau Kukusan, revitalisasi dua ruang kelas menjadi
bukti bahwa harapan bisa tumbuh di mana saja. Anak-anak yang sebelumnya belajar
di bawah pohon kini memiliki ruang yang lebih nyaman untuk belajar dan mengejar
cita-cita. Bagi Polri, melindungi juga berarti hadir dan memastikan masyarakat
di pelosok tetap diperhatikan. Bencana boleh datang, tetapi harapan tidak boleh
ikut hilang. Semangat Polri untuk Masyarakat terus diwujudkan melalui
kepedulian dan pelayanan hingga ke pelosok NTT. Polda NTT Penuh Kasih, Dari
Timur Menguatkan Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

MicaSense RedEdge-MX Kembali Hadir di Indonesia, Kamera Multispektral untuk Membaca Kesehatan Tanaman dari Udara

MicaSense RedEdge-MX adalah kamera multispektral yang dipasang pada drone untuk menilai kesehatan tanaman. Kamera ini menangkap cahaya di luar jangkauan mata manusia, lalu mengubahnya menjadi peta indeks seperti NDVI yang menunjukkan bagian lahan mana yang perlu diperiksa. Setelah sempat berhenti diproduksi, RedEdge-MX kembali hadir dengan lima band spektral dan bodi yang lebih tahan di lapangan.

Menilai kesehatan tanaman di lahan yang luas sulit dilakukan hanya dengan mata. Banyak tanda stres pada tanaman, seperti kekurangan air atau serangan awal penyakit, muncul pada panjang gelombang cahaya yang tidak terlihat manusia. Di sinilah kamera multispektral berperan.

MicaSense RedEdge-MX adalah kamera multispektral yang dipasang pada drone. Kamera ini menangkap lima band cahaya, termasuk Red Edge dan Near-Infrared yang paling peka terhadap kondisi tanaman. Data itu kemudian diolah menjadi peta indeks seperti NDVI, yaitu peta yang menandai bagian lahan yang sehat dan bagian yang perlu diperiksa lebih dekat.

Setelah sempat berhenti diproduksi, RedEdge-MX kembali hadir dengan pembaruan, termasuk bodi metalik yang lebih tahan lapangan dan interfacing yang lebih modern, sambil mempertahankan lima band spektral serta global shutter. Sensor ini bukan produk baru yang belum teruji. RedEdge-MX sudah dipakai pelanggan di lebih dari 70 negara selama lebih dari satu dekade, dengan kalibrasi profesional yang menjaga konsistensi datanya untuk studi jangka panjang.

RedEdge-MX kompatibel dengan drone seperti DJI Matrice 400, dan datanya dapat diolah di perangkat lunak umum seperti PIX4Dfields, Agisoft Metashape, dan OpenDroneMap. Untuk pertanian dan kehutanan di Indonesia, kamera ini membantu pemupukan presisi, deteksi dini penyakit, sampai pemantauan restorasi lahan. Halo Robotics menyediakan unitnya sekaligus pendampingan penggunaannya.

Selengkapnya: Analisis Vegetasi dengan Drone Multispektral: Panduan & Peran MicaSense RedEdge-MX

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Barantum Pertegas Reputasi sebagai Penyedia CRM Indonesia

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Kebutuhan bisnis terhadap CRM terus berkembang. Perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan tempat untuk menyimpan data pelanggan, tetapi juga sistem untuk mendukung penjualan, komunikasi, dan layanan pelanggan.

Di tengah kebutuhan tersebut, pilihan penyedia CRM di Indonesia semakin beragam. Vendor global hadir dengan ekosistem teknologi yang luas, sementara provider lokal menawarkan solusi yang lebih dekat dengan kebutuhan bisnis Indonesia.

Mengapa Kebutuhan CRM di Indonesia Semakin Besar?

Menurut Mordor Intelligence, pasar CRM Indonesia diperkirakan mencapai USD 205,47 juta pada 2026 dan meningkat menjadi USD 346,58 juta pada 2031, dengan CAGR 11,02% selama periode 2026–2031.

Perubahan teknologi juga membuat kebutuhan terhadap CRM semakin luas. Bisnis mulai membutuhkan sistem berbasis cloud, integrasi berbagai channel komunikasi, serta otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Mordor Intelligence mencatat bahwa CRM berbasis cloud menguasai 61,30% pangsa pasar Indonesia pada 2025. Segmen usaha kecil dan menengah juga menyumbang 57,40% dari ukuran pasar pada tahun yang sama.

Artinya, kebutuhan CRM tidak hanya datang dari perusahaan besar. Bisnis dengan berbagai skala membutuhkan sistem yang dapat mengikuti perkembangan pelanggan dan cara kerja yang semakin digital.

Barantum Perkuat Reputasi di Industri CRM Indonesia

Barantum merupakan salah satu penyedia CRM lokal yang berkembang di pasar Indonesia. Perusahaan ini tercantum dalam laporan Indonesia CRM Software Market dari Mordor Intelligence, termasuk dalam daftar Indonesia CRM Software Industry Leaders.

Barantum juga masuk dalam bagian competitive landscape bersama sejumlah pemain global, seperti Salesforce, Pipedrive, Oracle, Zoho, Microsoft Dynamics 365, HubSpot.

Mordor Intelligence mencatat bahwa pemain lokal seperti Barantum memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan bisnis Indonesia. Sementara itu, pemain global memiliki keunggulan dari sisi skala, ekosistem, dan jangkauan teknologi.

Selain pencantuman dalam laporan industri, Barantum juga memiliki rating 4,9/5 dari lebih dari 1.200 ulasan di Google. Rating tersebut menjadi salah satu gambaran pengalaman pengguna terhadap platform yang digunakan untuk mendukung aktivitas bisnis.

Kombinasi antara perkembangan bisnis, pencantuman dalam laporan industri, dan pengalaman pengguna menjadi bagian dari reputasi Barantum sebagai penyedia CRM di Indonesia.

Barantum Hadirkan Solusi CRM untuk Bisnis Indonesia

Dengan Barantum CRM, bisnis dapat mengelola data pelanggan, pipeline penjualan, aktivitas tim, dan follow-up. Sementara itu, Omnichannel, Broadcast, AI Agent, dan Call Center mendukung pengelolaan komunikasi, otomatisasi, dan layanan pelanggan melalui berbagai channel.

Barantum juga merupakan mitra resmi WhatsApp (BSP). Integrasi CRM dengan WhatsApp dalam satu sistem membuat bisnis dapat mengelola data pelanggan dan komunikasi WhatsApp tanpa harus berpindah platform. Pendekatan ini menjawab kebutuhan bisnis Indonesia yang masih banyak mengandalkan WhatsApp dalam berkomunikasi dengan pelanggan.

Seluruh fungsi tersebut tersedia dalam satu platform, sehingga aktivitas penjualan, komunikasi, dan layanan pelanggan dapat dikelola dalam alur kerja yang lebih terstruktur.

Dengan menggabungkan CRM, WhatsApp, komunikasi omnichannel, otomatisasi, dan customer service dalam satu platform, Barantum memperkuat perannya sebagai penyedia CRM yang menjawab kebutuhan bisnis Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Holding Perkebunan Nusantara PTPN IV PalmCo Fasilitasi Lintasan APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Simalungun Meningkat

SIMALUNGUN — PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara, kembali mendukung penyelenggaraan Sumatera Utara (Sumut) Rally 2026, Putaran ke-3 FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC) sekaligus Putaran ke-4 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rally IMI. Ajang balap mobil tingkat internasional yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di kawasan perkebunan teh PTPN IV Regional II Unit Tobasari dan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi otomotif, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah sekitar.

Pelepasan peserta kejuaraan dilakukan di Lapangan Adam Malik, Kota Pematangsiantar, pada Jumat (7/8). Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara, H. Harun Mustafa, menyampaikan bahwa reli diikuti oleh 45 peserta dari berbagai kelas, termasuk enam pereli internasional yang berasal dari Prancis, India, dan Malaysia.

Tingginya partisipasi peserta dari dalam dan luar negeri menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Kehadiran 45 tim balap beserta ratusan kru mekanik, ofisial, dan ribuan penonton selama akhir pekan diperkirakan memicu perputaran uang hingga miliaran rupiah.

Dampak ekonomi tersebut dirasakan langsung oleh berbagai sektor riil di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar, mulai dari meningkatnya tingkat hunian hotel dan penginapan, permintaan jasa transportasi, hingga kenaikan omzet pelaku UMKM kuliner, warung kopi, dan pedagang suvenir di sekitar kawasan special stage (SS) perkebunan teh.

Musa Rajekshah selaku Ketua Dewan Pembina IMI Sumut menyampaikan bahwa penyelenggaraan reli merupakan kegiatan otomotif yang membutuhkan biaya besar serta melibatkan banyak pihak karena berlangsung di luar sirkuit.

Lebih lanjut, pereli yang juga berhasil meraih Juara Pertama APRC Sumut 2026 tersebut menegaskan bahwa terdapat tujuan yang lebih besar di balik penyelenggaraan kompetisi ini.

“Kegiatan ini bukan sekadar melampiaskan hobi, melainkan juga mempromosikan pariwisata Danau Toba dan meningkatkan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Dukungan Konsisten PTPN IV PalmCo

Keberhasilan pemanfaatan kawasan perkebunan sebagai arena balap internasional tidak terlepas dari dukungan PTPN IV PalmCo. Optimalisasi aset perkebunan ini merupakan bentuk kolaborasi aktif perusahaan dalam mendukung pengembangan ekosistem pariwisata olahraga (sport tourism) di Sumatera Utara.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa perusahaan selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama untuk program-program yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Penyediaan lahan perkebunan teh di Simalungun sebagai lintasan reli merupakan bentuk komitmen PTPN IV PalmCo dalam mendukung inisiatif strategis pemerintah dan IMI. Kami menyadari bahwa aset BUMN ini memiliki potensi untuk menggerakkan ekonomi. Kehadiran kompetisi sebesar APRC terbukti mampu menjadi katalis perputaran uang yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan para pelaku UMKM dan masyarakat desa setempat,” jelas Jatmiko.

Keterlibatan PTPN IV PalmCo dalam kejuaraan reli merupakan wujud konsistensi perusahaan. Pada tahun-tahun sebelumnya, kawasan kebun teh PalmCo juga secara rutin dipercaya sebagai arena balap Kejurnas Rally maupun APRC.

Dukungan berkelanjutan terhadap penyediaan lintasan yang menantang ini sejalan dengan peta jalan IMI dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mematangkan kesiapan daerah untuk mengembalikan seri World Rally Championship (WRC) ke Indonesia.

Keberhasilan penyelenggaraan Sumut Rally 2026 di kawasan perkebunan PTPN IV PalmCo menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang produktif, memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi sport tourism, serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat di kawasan penyangga.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES