Hari Pelanggan Jadi Momentum, PAM JAYA Beri Air Gratis untuk Masjid Istiqlal

Bagi PAM JAYA, Hari Pelanggan bukan hanya tentang memberikan layanan, tetapi juga tentang terus mendengarkan, hadir, dan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan PAM JAYA

Jakarta, 4 September 2026 – Bertepatan dengan Hari
Pelanggan Nasional yang diperingati setiap 4 September, PAM JAYA menegaskan
komitmennya untuk menghadirkan layanan air minum perpipaan yang semakin dekat
dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui
kerja sama antara PAM JAYA dengan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) yang
ditandai dengan penandatanganan MoU kerja
sama di Ruang
VIP Masjid Istiqlal,
Jakarta, Jumat (4/9).

Penandatanganan MoU kerja sama ini dihadiri oleh Menteri
Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, Direktur Utama PAM
JAYA, Arief Nasrudin, serta jajaran. Kerja sama ini mencakup dukungan
penyediaan air minum perpipaan sekaligus kegiatan sosialisasi dan edukasi
mengenai penggunaan air minum perpipaan kepada masyarakat yang beraktivitas di
kawasan Masjid Istiqlal.

Melalui kerja sama ini, Masjid Istiqlal mendapatkan subsidi
penuh biaya air minum perpipaan PAM JAYA untuk
seluruh volume pemakaian, termasuk tarif, administrasi dan pemeliharaan. Kerja sama ini berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang
berdasarkan kesepakatan kedua pihak.

Sebagai bagian dari kerja sama,
Masjid Istiqlal akan mendukung kegiatan
sosialisasi dan edukasi air minum perpipaan PAM JAYA melalui
berbagai media informasi yang
tersedia di kawasan Masjid Istiqlal.

Direktur Utama PAM JAYA,
Arief Nasrudin, mengatakan momentum Hari Pelanggan menjadi pengingat
bagi PAM JAYA bahwa pelayanan
tidak berhenti pada penyediaan
air, tetapi juga bagaimana manfaat layanan tersebut dapat dirasakan dan semakin
dekat dengan masyarakat.

“Hari Pelanggan menjadi momentum untuk terus melihat
bagaimana layanan PAM JAYA bisa hadir
lebih dekat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kerja sama dengan
Masjid Istiqlal ini menjadi salah satu bentuk komitmen, sekaligus membuka ruang
edukasi agar semakin banyak masyarakat mengenal dan memanfaatkan air minum
perpipaan,” ujar Arief.

PAM JAYA akan memastikan suplai air yang mengalir ke Masjid
Istiqlal memenuhi standar kualitas yang berlaku sesuai Permenkes No. 2 Tahun
2023. Dalam implementasinya, PAM JAYA juga
akan melakukan koordinasi dengan pihak Masjid Istiqlal terkait pemasangan media edukasi serta
penyampaian informasi pemeliharaan jaringan ke depannya.

Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal,
Nasaruddin Umar, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan PAM JAYA dalam
memenuhi kebutuhan air di Masjid Istiqlal. Menurutnya, ketersediaan air
berkualitas merupakan kebutuhan mendasar, terlebih
bagi rumah ibadah yang setiap harinya menjadi
tempat beraktivitas dan berkumpulnya masyarakat. Ia berharap kerja sama
ini dapat memberikan manfaat bagi jamaah serta masyarakat yang berkunjung dan beraktivitas
di kawasan Masjid Istiqlal.

Tak hanya melalui
kerja sama layanan,
semangat berbagi juga hadir dalam rangkaian
kegiatan Hari Pelanggan tersebut. Setelah pelaksanaan Salat Jumat, PAM JAYA
membagikan 1.000 paket makan siang kepada jamaah dan pengunjung Masjid Istiqlal
sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat.

Di momen yang sama, PAM JAYA juga memberikan apresiasi
kepada 1.000 pelanggan setia melalui pembagian souvenir. Apresiasi ini
diberikan kepada pelanggan rumah tangga yang telah menjadi pelanggan PAM JAYA
sejak periode 2023 hingga 2026, dengan pola pemakaian air yang wajar,
yaitu rata-rata sekitar
20–30 m³ per bulan sepanjang 2026. Apresiasi juga diberikan kepada
pelanggan yang konsisten memenuhi kewajiban pembayaran tagihan, tidak
memiliki tunggakan hingga Juli 2026, serta memiliki
kebiasaan pembayaran yang baik sepanjang 2026

Melalui rangkaian kegiatan ini, PAM JAYA berharap Hari
Pelanggan Nasional tidak hanya menjadi momentum untuk memberikan apresiasi,
tetapi juga memperkuat kedekatan dengan pelanggan dan masyarakat. Kehadiran PAM
JAYA diharapkan dapat terus memberikan layanan air minum yang aman,
berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat
dirasakan dalam keseharian masyarakat.

Bagi PAM JAYA, Hari Pelanggan bukan hanya tentang
memberikan layanan, tetapi juga tentang terus mendengarkan, hadir, dan
memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menjadi bagian dari
perjalanan PAM JAYA.

                                       -SELESAI-

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rumah Pertama Bukan Tentang Seberapa Besar Penghasilanmu, Tapi Tentang Keberanian Mengambil Langkah Pertama untuk Masa Depan

Dari pedagang sembako seperti Rosmini, tukang becak, ustaz, pedagang cilok, satpam, asisten rumah tangga, hingga generasi muda berusia 19–25 tahun, setiap penerima manfaat memiliki cerita dan titik awal yang berbeda. Namun, mereka membuktikan bahwa impian memiliki rumah dapat diwujudkan ketika ada kemauan untuk berusaha dan keberanian mengambil kesempatan.

Jakarta, 4 September 2026 – Warung milik Rosmini, seorang
pedagang sembako di Kabupaten
Batang, Jawa Tengah, pernah roboh diterjang angin puting beliung. Sempat
terpikir untuk berhenti, Rosmini memilih
bangkit dan kembali
berjualan. Dari berjualan nasi,
ia mengembangkan usahanya dengan menjual gorengan, makanan ringan
hingga kebutuhan sehari-hari.

Kini, bukan hanya usahanya yang kembali berdiri. Rosmini
juga telah memiliki rumah sendiri melalui Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Perumahan Puri Delta 12 City Side, Kabupaten Batang.

“Warung saya
memang pernah roboh, tapi semangat jangan sampai ikut roboh. Sampai akhirnya
saya diberitahu oleh saudara bahwa melalui BP Tapera kami bisa punya rumah
sendiri. Sekarang warung ini juga ikut pindah ke rumah,” tutur Rosmini.

Kisah Rosmini menjadi gambaran bahwa memiliki rumah pertama tidak
selalu harus menunggu penghasilan besar. Melalui Program FLPP, Pemerintah memberikan dukungan pembiayaan perumahan bagi Masyarakat
Berpenghasilan Rendah (MBR)
agar dapat memiliki rumah yang layak dan
terjangkau. Program ini dikelola BP Tapera dan disalurkan melalui bank penyalur
kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengajak masyarakat yang belum memiliki rumah, termasuk generasi muda
yang telah memenuhi persyaratan, untuk memanfaatkan kesempatan kepemilikan
rumah melalui Program FLPP.

“Kami mengajak
masyarakat untuk tidak
ragu memanfaatkan Program
FLPP. Menariknya, berdasarkan
realisasi sementara hingga 4 September 2026, penerima manfaat tertinggi justru
berasal dari kelompok usia 19–25 tahun atau Generasi Z. Ini menunjukkan bahwa
generasi muda mulai memiliki kesadaran dan keberanian untuk merencanakan kepemilikan
rumah sejak dini. Jangan merasa harus menunggu sampai memiliki penghasilan
besar untuk memiliki rumah pertama. Yang penting adalah memahami kemampuan,
memenuhi persyaratan, dan berani mengambil langkah pertama,” ujar Heru.

Heru mengatakan, rumah pertama bukan sekadar bangunan tempat tinggal,
tetapi menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat dalam membangun
kehidupan yang lebih baik bersama keluarga.

“Rumah pertama bukan tentang seberapa besar penghasilanmu. Tapi tentang
keberanian mengambil langkah pertama untuk masa depan. Setiap orang memiliki
perjalanan dan kemampuan yang berbeda, tetapi kesempatan untuk memiliki rumah
dapat dimulai ketika kita berani mengambil langkah dan memanfaatkan kesempatan
yang ada,” tambah Heru.

Pada tahun 2026,
Pemerintah menyediakan kuota
sebanyak 350.000 unit rumah subsidi
melalui Program FLPP. Artinya, kesempatan bagi masyarakat yang memenuhi
persyaratan untuk memiliki rumah pertama masih terbuka.

Hingga 4 September 2026, realisasi sementara Program FLPP
periode 1 Januari–3 September 2026 telah mencapai 144.691 unit rumah, dengan
nilai pembiayaan sebesar Rp17,99 triliun.

Capaian tersebut menjadi
bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi
masyarakat. Dengan kuota yang masih tersedia, BP Tapera mendorong masyarakat
yang belum memiliki rumah untuk mulai mencari informasi, mempertimbangkan
kemampuan finansial, dan melihat peluang kepemilikan rumah melalui Program
FLPP.

Dari pedagang sembako seperti
Rosmini, tukang becak, ustaz, pedagang cilok, satpam, asisten rumah tangga,
hingga generasi muda berusia 19–25 tahun, setiap penerima manfaat memiliki
cerita dan titik awal yang berbeda. Namun, mereka membuktikan bahwa impian
memiliki rumah dapat diwujudkan ketika
ada kemauan untuk
berusaha dan keberanian mengambil kesempatan.

 

Karena rumah pertama
bukan tentang seberapa
besar penghasilanmu. Tapi tentang keberanian mengambil langkah pertama untuk
masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES