Pelindo Multi Terminal Tumbuh Bersama Masyarakat, Hadirkan Manfaat Berkelanjutan

Medan, September 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergak dalam pengelolaan terminal nonpetikemas, terus memperkuat kontribusi sosial dan lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Sepanjang pelaksanaannya, berbagai program TJSL diarahkan untuk mendorong lingkungan yang lebih tertata, membuka ruang pengembangan UMKM, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan, serta membangun kesadaran generasi muda.

Kontribusi tersebut diwujudkan melalui sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat dan menggandeng sejumlah stakeholders, mulai dari penataan lingkungan, pemberdayaan UMKM, edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, pemeriksaan kesehatan, hingga pengendalian dampak lingkungan.

Salah satunya melalui Program Penataan Lingkungan Kampung Pelindo di wilayah Indrapuri, Aceh Besar yang berada di sekitar wilayah Pelabuhan Malahayati yang melibatkan empat kampung, yaitu Jruek Bak Kreh, Mon Alue, Lambunot, dan Lingom. Kegiatan yang dimulai pada 5 Juni 2026 tersebut mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata, bersih, dan nyaman, dengan tahap penjurian dilaksanakan pada 15 Agustus 2026.

Di bidang pemberdayaan ekonomi, Pelindo Multi Terminal juga menghadirkan Bazar UMKM pada 12 Agustus 2026 di Grha Pelindo, Medan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk sekaligus memperluas peluang pasar.

Sementara itu, melalui program Sobat Ananda Bersinar hasil kolaborasi Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pelindo, perusahaan turut mendukung edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda. Kegiatan yang dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 di Grha Pelindo, Medan tersebut diikuti siswa SMA Hang Tuah dan SMAN 20 Medan, dengan menghadirkan narasumber dari BNN Sumatera Utara.

Komitmen terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui Cek Emisi Kendaraan pada 19 Agustus 2026 yang diikuti sebanyak 100 unit truk melakukan pengujian emisi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kualitas udara dan mendukung pengendalian dampak lingkungan dari aktivitas transportasi.

Pada aspek kesehatan, Pelindo Multi Terminal melaksanakan Pemeriksaan Kesehatan Balita dan Lansia di Branch Trisakti pada 20 Agustus 2026 dengan menyasar wilayah Mantuil Basirih RT 16 dan RT 17. Sebanyak 75 balita dan 75 lansia mengikuti pemeriksaan kesehatan secara lebih mudah selaigus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga Kesehatan sejak usia dini hingga lanjut usia.

VP TJSL Pelindo Multi Terminal, Zulhendri mengatakan bahwa berbagai program TJSL tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Melalui program TJSL, Pelindo Multi Terminal berupaya menghadirkan kontribusi yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi, kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan, hingga pembangunan generasi muda. Kami ingin setiap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang nyata sekaligus mendorong masyarakat untuk tumbuh dan bergerak bersama,” ujar Zulhendri.

Beragam inisiatif tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk menjalankan TJSL yang tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi mendorong partisipasi dan kemandirian masyarakat serta memberikan nilai tambah bagi lingkungan.

Ke depan, Pelindo Multi Terminal berkomitmen untuk terus mengembangkan program TJSL yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional, dengan memperkuat aspek sosial, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telusuri Jejak Kecantikan di HYAS Makeup Through the Ages ASHTA District 8

Melihat beauty sebagai bagian dari perjalanan budaya tersebut, ASHTA District 8 menjadi ruang bagi HYAS: Makeup Through the Ages, sebuah pameran yang untuk pertama kalinya membawa sejarah makeup Indonesia ke dalam sebuah pengalaman yang memadukan arsip, seni, dan storytelling.

Kecantikan tidak pernah berdiri sendiri. Ia tumbuh bersama zaman, dipengaruhi oleh budaya, berkembang melalui kebiasaan, dan meninggalkan jejak dari satu generasi ke generasi berikutnya. Melihat beauty sebagai bagian dari perjalanan budaya tersebut, ASHTA District 8 menjadi ruang bagi HYAS: Makeup Through the Ages, sebuah pameran yang untuk pertama kalinya membawa sejarah makeup Indonesia ke dalam sebuah pengalaman yang memadukan arsip, seni, dan storytelling. Berlangsung di SPAC8, ASHTA District 8, pameran ini dibuka untuk publik pada 4–6 September 2026.

HYAS: Makeup Through the Ages merupakan exhibition perdana dari HYAS yang digagas oleh Sissy Sosro, dengan kurasi, riset, dan penulisan oleh Allysha Nila, creative direction oleh Abraham Dewanggana, serta strategic partnership direction oleh Ein Halid. Menghadirkan lebih dari 350 koleksi makeup dari berbagai periode, pameran ini mengajak pengunjung menelusuri bagaimana beauty rituals dan industri kecantikan Indonesia berkembang dari masa ke masa, mulai dari periode kuno, kolonial, hingga era yang mendekati masa Reformasi.

Tracing Beauty Through Time

Mengambil pendekatan yang berada di antara museum dan gallery experience, HYAS: Makeup Through the Ages menghadirkan perjalanan visual melalui berbagai arsip kecantikan Indonesia. Lebih dari sekadar memamerkan produk, exhibition ini memperlihatkan bagaimana makeup hadir sebagai bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat, sekaligus menjadi cermin dari perubahan cara Indonesia memandang kecantikan.

Pengunjung dapat menemukan lebih dari 350 makeup items, hingga 200 majalah vintage, dan 100 buku langka yang dikumpulkan melalui proses riset selama sembilan bulan. Salah satu koleksi tertua yang ditampilkan adalah face powder dari apotek era kolonial di Surabaya yang diperkirakan berasal dari tahun 1920-an atau lebih awal. Sejumlah arsip dari Sariayu Martha Tilaar dan Mustika Ratu juga menjadi bagian dari exhibition, membawa cerita dari beauty brands yang telah membentuk perjalanan industri kecantikan Indonesia.

Bagi HYAS, setiap produk, kemasan, majalah, dan arsip bukan sekadar benda lama. Masing-masing menyimpan cerita tentang bagaimana perempuan dan masyarakat Indonesia mengenal, menggunakan, serta mendefinisikan beauty pada masanya. Melalui pendekatan ini, exhibition menjadi ruang untuk melihat kembali bahwa beauty heritage Indonesia memiliki perjalanan yang panjang, kaya, dan terus berkembang.

Where Beauty Meets Art & Lifestyle

Sebagai bagian dari pengalaman di SPAC8, HYAS: Makeup Through the Ages tidak berhenti pada exhibition. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai workshop dan talk show yang menghadirkan perspektif lebih dekat mengenai beauty, budaya, dan industri kecantikan Indonesia. HYAS turut menghadirkan curated shop yang mempertemukan limited-edition items dari heritage beauty brands dengan produk dari generasi baru brand lokal, serta merchandise eksklusif HYAS.

Kehadiran program ini sejalan dengan bagaimana ASHTA District 8 terus membuka ruang bagi berbagai bentuk creative expression yang berada di antara art, beauty, culture, dan lifestyle. Melalui SPAC8, ASHTA menghadirkan tempat di mana publik dapat bertemu dengan cerita-cerita baru, melihat kembali sesuatu yang familiar dari perspektif berbeda, sekaligus menemukan relevansi antara heritage dan kehidupan masa kini.

Melalui HYAS: Makeup Through the Ages, ASHTA District 8 kembali menegaskan perannya sebagai lifestyle destination yang mendukung creative journeys dan membuka ruang bagi cerita Indonesia untuk terus berkembang. Karena beauty bukan hanya tentang apa yang terlihat, tetapi juga tentang cerita, ritual, dan warisan yang membentuk cara kita melihat diri sendiri.

HYAS: Makeup Through the Ages berlangsung di SPAC8, ASHTA District 8, dan terbuka untuk publik pada 4–6 September 2026, pukul 10.00–22.00 WIB.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

JETE Raih Tiga Rekor MURI di 2026: Perkuat Ekspansi Gerai, Layanan, dan Komunitas

JETE mencatatkan tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada September 2026, meliputi kategori aksesoris gawai dengan gerai terbanyak, layanan purna jual terbanyak, serta ajang lari dengan ragam kegiatan pendukung terbanyak. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian JETE RUN Festival 2026 di Balai Kota Surabaya pada 6 September 2026. Pencapaian ini menjadi bagian dari ekspansi JETE yang kini telah mencapai 159 gerai di berbagai wilayah Indonesia, sekaligus memperkuat aktivitas brand di bidang olahraga, lifestyle, dan komunitas.

JETE mencatatkan tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada September 2026. Pencapaian tersebut meliputi kategori aksesoris gawai dengan gerai terbanyak, layanan purna jual terbanyak, serta ajang lari dengan ragam kegiatan pendukung terbanyak.

Penyerahan piagam dan penghargaan tersebut dilakukan bersamaan dengan JETE RUN Festival 2026 di Balai Kota Surabaya, Minggu, 6 September 2026. Pencapaian ini hadir di tengah ekspansi jaringan JETE yang telah mencapai 159 gerai di berbagai daerah Indonesia, sekaligus memperluas aktivitas brand ke sektor olahraga, lifestyle, dan komunitas.

Tiga Rekor yang Menandai Perjalanan JETE

JETE mencatatkan tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada September 2026. Ketiganya mencerminkan perkembangan JETE dalam memperluas akses konsumen, layanan setelah pembelian, serta aktivitas yang menghubungkan teknologi dengan olahraga dan komunitas.

Dua rekor pertama berkaitan dengan jaringan bisnis JETE, yaitu kategori aksesoris gawai dengan gerai terbanyak dan layanan purna jual terbanyak. Sementara rekor ketiga diberikan untuk JETE RUN Festival 2026 sebagai ajang lari dengan ragam kegiatan pendukung terbanyak.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian JETE RUN Festival 2026 yang berlangsung di Balai Kota Surabaya pada Minggu, 6 September 2026. Acara turut dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, atlet, influencer, awak media, serta sejumlah tamu undangan.

159 Gerai untuk Mendekatkan JETE dengan Konsumen

Hingga September 2026, JETE telah memiliki 159 gerai yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Jumlah tersebut mengantarkan JETE meraih rekor MURI untuk kategori aksesoris gawai dengan gerai terbanyak.

JETE mengembangkan gerainya bukan sekadar sebagai tempat transaksi. Konsep experience store diterapkan agar konsumen dapat melihat, mencoba, dan berkonsultasi mengenai produk sebelum menentukan pilihan.

CEO sekaligus Founder JETE, Jhonny Thio Doran, mengatakan keberadaan gerai menjadi salah satu cara perusahaan membangun kedekatan dengan konsumen di berbagai wilayah.

“Kami melihat jika keberadaan store bukan hanya sebagai tempat beli produk saja. JETE ingin lebih dekat dengan konsumen di Indonesia, dari Aceh sampai Papua,” kata Jhonny.

Jaringan tersebut juga menjadi bagian dari layanan setelah pembelian. Konsumen dapat mengakses layanan purna jual seperti servis dan klaim garansi di gerai JETE.

“Di 159 store itu juga menyediakan layanan purna jual JETE seperti servis hingga klaim garansi,” ujarnya.

Cakupan layanan tersebut turut membawa JETE meraih rekor MURI kedua untuk kategori layanan purna jual terbanyak. Bagi perusahaan, bertambahnya jaringan juga diikuti tantangan untuk menjaga konsistensi pengalaman konsumen dan kualitas layanan.

JETE RUN Satukan Olahraga dan Beragam Aktivitas

Rekor ketiga datang dari JETE RUN Festival 2026 yang mendapatkan penghargaan MURI sebagai ajang lari dengan ragam kegiatan pendukung terbanyak. Total terdapat 21 aktivitas dalam rangkaian acara yang digelar di Balai Kota Surabaya.

JETE memperluas konsep festival dengan menghadirkan aktivitas yang tidak hanya berpusat pada perlombaan lari. Peserta dan pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan kebugaran seperti pilates, poundfit, senam sehat, dan zumba.

Sejumlah workshop kreatif juga menjadi bagian dari rangkaian acara, mulai dari meracik matcha, dekorasi bunga, meracik parfum, membuat aksesoris custom, hingga melukis.

Aktivitas tersebut turut terhubung dengan JETEFEST 2026 yang berlangsung pada 3–6 September 2026 di Oval Atrium Ciputra World Surabaya. Mengusung tema teknologi dan lifestyle, acara ini menghadirkan kelas digital marketing, kecerdasan buatan (AI), content creator, hingga sesi pilates bersama Daniel Choi.

Kompetisi gaming, cosplay, coswalk, dance, dan fashion show turut melengkapi rangkaian kegiatan. Sementara sisi hiburan diisi dengan noraebang party dan stand up fest. Dalam momentum yang sama, JETE juga memperkenalkan album JETE SOUND 2026 yang berisi 10 lagu, termasuk tiga single yang menjadi theme song JETE RUN 2026. Lagu-lagu tersebut dapat didengarkan melalui Spotify.

MURI Jadi Penanda, Bukan Alasan Berhenti

Tiga rekor MURI menjadi salah satu pencapaian penting bagi JETE pada 2026. Namun, perusahaan melihat penghargaan tersebut sebagai pengingat untuk terus menjaga kualitas seiring dengan perkembangan bisnis. Jhonny menyampaikan apresiasi kepada konsumen, keluarga, tim, dan masyarakat yang selama ini mendukung perjalanan JETE.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat di Indonesia yang telah mendukung dan mempercayakan JETE sebagai pilihan Anda dalam beraktivitas sehari hari,” katanya.

Menurut Jhonny, penghargaan yang diterima tidak seharusnya membuat perusahaan berpuas diri. Perubahan teknologi dan kebutuhan konsumen tetap menuntut JETE untuk terus berinovasi.

“Piagam MURI yang didapat memang menjadi pencapaian terbaik di tahun ini. Namun, kita janganlah berada di atas angin dan melupakan kualitas,” ujar Jhonny.

Bagi JETE, pertumbuhan jaringan harus berjalan seiring dengan kualitas produk dan layanan. Ekspansi bukan hanya mengenai bertambahnya jumlah gerai, tetapi juga bagaimana konsumen tetap mendapatkan pengalaman yang konsisten di setiap titik pelayanan.

Dari Aksesoris Gadget ke Ekosistem Lifestyle

Perluasan jaringan JETE juga berjalan beriringan dengan perkembangan portofolio produknya. Brand lokal tersebut sebelumnya dikenal melalui kategori aksesoris gadget seperti powerbank, kabel data, dan perangkat audio.

Kini, portofolionya mencakup berbagai kategori teknologi dan lifestyle, termasuk wearable serta perangkat pendukung olahraga seperti smartwatch, running bag, dan soft flask. Pada kategori komputer, JETE menghadirkan mouse, keyboard, mousepad, serta perangkat pendingin untuk smartphone dan laptop yang menyasar kebutuhan kerja hingga gaming.

JETE juga mengembangkan kategori smart home melalui produk seperti CCTV, smart alarm, smart lamp, dan power station. Perkembangan tersebut membuat JETE semakin luas bersinggungan dengan kebutuhan konsumen, mulai dari bekerja, berolahraga, menikmati hiburan, hingga menunjang kebutuhan rumah modern.

Dengan 159 gerai yang tersebar di berbagai daerah, jaringan ritel menjadi salah satu fondasi untuk menghadirkan produk sekaligus layanan purna jual dalam satu akses. Setelah mencatatkan tiga rekor MURI, JETE akan menghadapi tantangan berikutnya untuk mempertahankan kualitas ketika jaringan, portofolio, dan aktivitas komunitas terus berkembang.

Cek Dokumentasi Pendukung di sini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES