ProviderSMM Rilis Request Layanan, Reseller Bisa Ajukan Kebutuhan dari Database Lebih dari 1 Juta Layanan SMM

ProviderSMM menghadirkan fitur baru bernama Request Layanan untuk reseller yang belum menemukan layanan Social Media Marketing (SMM) yang mereka butuhkan di katalog. Permintaan tersebut nantinya masuk ke proses pengecekan dan pengujian sebelum diputuskan bisa tersedia untuk pengguna atau tidak.

Fitur ini lahir dari database layanan yang selama ini dikumpulkan ProviderSMM dari berbagai panel dan provider di sejumlah negara. Jumlahnya saat ini sudah mencapai lebih dari 1 juta entri layanan. Sebelum Request Layanan tersedia, katalog ProviderSMM sendiri berisi 531 layanan aktif yang telah melalui proses kurasi dan dapat langsung diorder.

Selama ini database tersebut lebih banyak digunakan tim internal untuk mencari kandidat layanan baru. Sekarang, reseller juga mendapat jalur untuk menyampaikan layanan yang sedang mereka cari, sehingga kebutuhan pasar bisa ikut menjadi bahan pertimbangan dalam proses penambahan katalog.

Reseller Kini Punya Jalur Request yang Lebih Jelas

Sebagai SMM panel Indonesia untuk reseller, ProviderSMM merancang Request Layanan untuk kebutuhan yang cukup sederhana: reseller menemukan jenis layanan yang dibutuhkan, tetapi layanan tersebut belum tersedia di katalog. Sebelumnya, permintaan seperti ini umumnya disampaikan melalui customer service. Masalahnya, reseller tidak memiliki alur khusus untuk mengetahui sejauh mana permintaan tersebut diproses.

Sistem baru membuat prosesnya lebih tertata. Reseller terlebih dahulu mencari layanan berdasarkan database yang sudah dihimpun ProviderSMM. Jika layanan yang dibutuhkan belum tersedia di katalog, reseller akan diarahkan ke sistem pengajuan resmi ProviderSMM, tempat request tersebut diproses sekaligus kapasitas pengajuan ditentukan berdasarkan level akun.

Namun, request bukan berarti layanan akan langsung ditambahkan. Tim ProviderSMM tetap melakukan evaluasi dan pengujian sebelum layanan dinyatakan layak masuk katalog. Standarnya sama dengan kandidat layanan yang ditemukan oleh tim internal.

Lebih dari 1 Juta Entri Belum Tentu Layak Dijual

Besarnya database bukan berarti ProviderSMM memiliki lebih dari satu juta layanan siap order. Angka tersebut merupakan kumpulan entri layanan dari berbagai SMM panel dan provider di seluruh dunia yang digunakan sebagai sumber pencarian serta pemantauan.

Dari sana, tim menyaring kandidat berdasarkan berbagai pertimbangan, mulai dari kategori dan platform hingga karakter layanan yang sedang dibutuhkan pasar. Kandidat yang dianggap relevan kemudian dapat masuk ke tahap pengujian.

Sebelum fitur Request Layanan diperkenalkan, terdapat 531 layanan aktif yang sudah tersedia di katalog. Angka ini merupakan layanan yang telah melalui kurasi sebelumnya, bukan hasil dari fitur request yang baru dirilis.

Perbedaannya sekarang ada pada sumber kebutuhan. Jika sebelumnya kandidat baru terutama ditemukan lewat pemantauan tim ProviderSMM, reseller kini bisa ikut memberi masukan secara langsung tentang layanan apa yang sedang mereka cari.

114 Layanan Baru Sudah Lolos Quality Control

Proses penyaringan tetap menjadi bagian penting sebelum sebuah layanan diaktifkan. Dari database yang sudah dikumpulkan, 680 layanan telah masuk ke tahap pengujian internal. Sebanyak 114 layanan dinyatakan lolos quality control, tetapi belum diaktifkan ke katalog, sedangkan 217 layanan ditolak karena hasil pengujiannya tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Kandidat lainnya masih berada dalam tahapan pengujian dan evaluasi. Artinya, status sebuah layanan tidak ditentukan hanya dari nama, harga, atau klaim yang tercantum pada sumber awalnya.

Tim quality control melihat beberapa aspek seperti kecepatan proses, kestabilan, tingkat penurunan atau drop rate, serta konsistensi hasil dalam periode tertentu. Layanan yang terlihat bagus pada percobaan pertama belum tentu memiliki performa yang sama ketika diuji kembali.

Itu pula yang menjelaskan kenapa jumlah layanan aktif jauh lebih sedikit dibandingkan database yang tersedia. Database digunakan untuk memperluas pilihan kandidat, sementara katalog berisi layanan yang sudah melewati tahapan seleksi.

Kuota Request Bisa Dipakai Kembali

Setiap akun memiliki batas request aktif yang berbeda sesuai level member yang terdaftar. Pada level awal, reseller dapat memiliki satu request aktif, sementara akun pada level tertinggi bisa mengajukan hingga 20 request secara bersamaan.

Batas tersebut bukan kuota sekali pakai. Saat sebuah request selesai dinilai, baik hasilnya diterima maupun ditolak, slot akan kembali tersedia dan bisa digunakan untuk pengajuan berikutnya.

Sistem seperti ini dipakai agar antrean pengujian tetap terkendali. Di sisi lain, reseller dengan aktivitas lebih tinggi tetap memiliki ruang untuk mengajukan beberapa layanan sekaligus tanpa harus menunggu satu permintaan selesai sebelum mengirim permintaan berikutnya.

Permintaan Pasar Berubah Lebih Cepat

Jenis layanan yang dicari reseller tidak selalu sama dari waktu ke waktu. Perubahan fitur di platform media sosial, munculnya format konten baru, sampai permintaan dari klien bisa membuat kebutuhan bergeser dalam waktu relatif singkat.

Di sisi lain, penambahan layanan tidak bisa dilakukan hanya karena sedang banyak dicari. ProviderSMM masih harus memastikan kandidat tersebut memenuhi standar yang sudah ditetapkan sebelum dibuka ke pengguna.

“Kebutuhan reseller terhadap jenis layanan baru berubah cukup cepat, sementara proses kurasi kami tetap harus menjaga standar kualitas,” kata Sukmawan, QC Specialist ProviderSMM, yang menangani pengembangan fitur Request Layanan.

“Fitur ini memberi jalur yang lebih terstruktur bagi reseller untuk menyampaikan kebutuhan tersebut, tanpa menghilangkan proses evaluasi yang selama ini kami jalankan. Kami tidak ingin request terasa seperti formulir yang dikirim lalu dilupakan, karena itu proses dan hasil pengajuannya dibuat agar bisa dipantau oleh reseller.”

Request yang masuk juga memberi gambaran tambahan kepada tim mengenai kategori layanan yang sedang banyak dicari. Meski begitu, tingginya permintaan tidak otomatis membuat suatu layanan lolos. Hasil pengujian tetap menjadi dasar keputusan.

Melengkapi Sistem Monitoring yang Sudah Ada

Request Layanan menjadi lanjutan dari sistem monitoring layanan yang sebelumnya sudah dikembangkan ProviderSMM. Bedanya, monitoring lebih banyak digunakan untuk melihat performa layanan yang sudah tersedia atau sedang diamati, sedangkan Request Layanan bekerja dari tahap sebelumnya.

Reseller bisa menyampaikan kebutuhan sebelum layanan tersebut tersedia di katalog. Dari sana, tim menentukan apakah kandidat layak masuk pengujian dan, jika hasilnya memenuhi standar, apakah akhirnya dapat diaktifkan.

Dengan pola ini, pengembangan katalog tidak hanya bergantung pada pencarian internal. Kebutuhan reseller ikut menjadi salah satu sumber informasi, sementara keputusan akhir tetap berada pada proses evaluasi dan quality control.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Transformasi Organisasi, Bank Mandiri Taspen Perkuat Kepemimpinan Regional melalui Implementasi RCEO

JAKARTA, 9 September 2026 — PT Bank Mandiri Taspen terus memperkuat komitmennya dalam transformasi organisasi, untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang adaptif dan berkelanjutan. Langkah tersebut ditandai dengan dibukanya 10 Kantor Wilayah di bawah kepemimpinan Regional Chief Executive Officer (RCEO).

Seluruh Kantor Wilayah ini diresmikan dalam acara Go-Live Regional Chief Executive Officer (RCEO) bertema ‘Empowering Region, Accelerating Growth’, yang diselenggarakan di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Jakarta Rawamangun, Jakarta Timur, dan diikuti oleh seluruh pegawai Bank Mandiri Taspen secara hybrid, pada Rabu, 9 September 2026.

Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan, mengatakan, implementasi RCEO ini adalah salah satu upaya Bank Mandiri Taspen membangun organisasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan bisnis dan perkembangan di masing-masing wilayah.

“Melalui RCEO ini, kita memperkuat kepemimpinan regional dan mendelegasikan kewenangan secara terukur, agar keputusan lebih cepat, kolaborasi lebih kuat, dan pertumbuhan lebih merata di seluruh Indonesia. Semua ini membawa kita menuju aspirasi besar ‘The Undisputed Leader’ in Indonesia’s Senior Citizen Financial Ecosystem,” ucap Panji dalam sambutannya.

Panji juga menegaskan bahwa implementasi RCEO ini bukan memperpanjang birokrasi dalam perusahaan, namun penguatan kepemimpinan yang berkedudukan di wilayah, agar arah koordinasi dan akuntabilitas menjadi lebih dekat. Transformasi ini, sambung Panji, diharapkan dapat berjalan sempurna hingga masing-masing regional, bergerak dalam satu arah strategis perusahaan.

“Ini juga bukan sekedar perubahan nama jabatan dari distribution office, dari distribution head menjadi kantor regional. RCEO menjadi pemimpin bisnis wilayah yang bertanggung jawab atas profit dan loss, kualitas,

portfolio, layanan, pengembangan ekosistem, dan sumber daya manusia,” tegasnya.

Dalam Go-Live RCEO ini, ditayangkan juga perjalanan transformasi perusahaan melalui pemutaran Video Highlight Company Transformation. Momen ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi yang dijalankan Bank Mandiri Taspen mencakup penguatan organisasi dan cara kerja perusahaan secara menyeluruh, dengan regional sebagai ujung tombak percepatan pencapaian sasaran bisnis.

“Kami ingin transformasi ini pada akhirnya memberikan dampak nyata, baik bagi organisasi, insan Bank Mandiri Taspen, maupun nasabah. Karena itu, implementasi RCEO harus diterjemahkan menjadi tindakan dan kinerja yang nyata di setiap regional,” tutup Panji.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ION Ajak Startup Bandung Melihat Celah Infrastruktur Digital sebagai Peluang Bisnis

Bandung (India News Desk) — Peluang bisnis baru tidak selalu datang dari menciptakan platform baru. Dalam ekosistem digital yang semakin terhubung, peluang juga bisa muncul dari hal-hal yang belum terhubung: antara bisnis dan pelanggan, layanan pembayaran dan merchant, logistik dan penjual, atau teknologi dan berbagai penyedia layanan.

Gagasan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam “Digital Public Infrastructure: Mini Seminar & Networking” yang digelar Indonesia Open Network (ION) di Garuda Spark Innovation Hub, BLOCK71 Bandung, Rabu (9/9/2026).

Mengusung tema “What’s Your Next Big Move? Discover New Business Opportunities Through the Power of Open Networks,” kegiatan tersebut memperkenalkan konsep Digital Public Infrastructure (DPI), interoperabilitas dan open network kepada startup serta pelaku ekosistem digital di Bandung.

Yang membuat kegiatan ini berbeda adalah peserta tidak hanya duduk mendengarkan presentasi. Mereka kemudian diajak melihat bisnis masing-masing, mengidentifikasi persoalan yang dihadapi, mencari celah dalam ekosistem dan memikirkan koneksi apa yang dibutuhkan untuk membuka peluang baru.

Format tersebut memang dirancang sebagai proses dua arah. Selain memperkenalkan ION kepada startup, kegiatan ini juga digunakan untuk menemukan use cases, kebutuhan dan missing connections yang belum tercermin dalam pemetaan ekosistem ION.

Ketika Sistem Digital Tidak Saling Terhubung

Bisnis saat ini semakin bergantung pada berbagai platform, sistem pembayaran, layanan logistik, data dan perangkat digital lainnya. Masalahnya, sistem-sistem tersebut tidak selalu dapat terhubung dengan mudah.

Fragmentasi ini dapat menciptakan hambatan bagi bisnis yang ingin berkembang, mulai dari kesulitan integrasi hingga keterbatasan dalam menjangkau pasar dan bekerja sama dengan partner baru. Karena itu, interoperabilitas menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai Digital Public Infrastructure.

ION memperkenalkan dirinya sebagai open digital commerce network yang menghubungkan buyers, sellers, logistics providers, developers dan penyedia layanan lainnya melalui partisipasi terbuka dan standar bersama. Pendekatan ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap platform tertentu sekaligus memperluas akses pasar.

Namun, bagi Dr. Uruqul Nadhif Dzakiy, Assistant Professor di Telkom University, membangun koneksi saja belum cukup.

Dalam sesi “Ecosystem Opportunity Mapping”, Uruqul mengajak peserta melihat ekosistem bisnis dari sisi hubungan antaraktor dan manfaat yang dapat mereka peroleh.

“Masalahnya adalah ketika masuk di platform itu tidak adanya mutual benefit. Nah di open network ini menganut prinsip yaitu ada mutual benefit.”

Menurut Uruqul, sebuah ekosistem memiliki berbagai peran, mulai dari buyer dan vendor hingga pihak yang mengoordinasikan hubungan di antara para aktor tersebut. Yang penting bukan sekadar membuat mereka terhubung, tetapi memastikan hubungan tersebut memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang terlibat.

Bukan Sekedar “Connectivity”

Pembahasan Uruqul kemudian bergerak pada satu hal yang menurutnya menjadi pembeda antara konektivitas biasa dan ekosistem yang benar-benar berjalan: transaksi dan kepercayaan.

“Melalui di sini tidak hanya sekedar connectivity. Tapi di situ ada namanya transaksi. Kalau connectivity saja itu sudah bisa dengan teknologi. Tapi kalau sampai kemudian ada transaksi di dalamnya itu sudah ada trust.”

Menurutnya, teknologi dapat membuat berbagai pihak saling terhubung. Tetapi hubungan tersebut belum tentu menciptakan ekosistem yang hidup jika tidak ada kolaborasi nyata dan manfaat bagi setiap aktor.

Hal itu juga menjadi tantangan yang ia lihat dalam ekosistem startup Bandung. Kota tersebut memiliki banyak startup dan institusi pendukung inovasi, tetapi tantangannya adalah bagaimana kolaborasi dapat bergerak dari sekadar koneksi menuju kerja sama yang menghasilkan transaksi dan kepercayaan.

“Kolaborasinya itu dalam bentuknya yang real tidak hanya sekedar … tapi ada sampai kemudian transaksi karena dengan transaksi itu ada trust.”

Uruqul menilai sebuah ekosistem dapat disebut aktif ketika para aktornya memahami peran masing-masing dan mendapatkan manfaat dari keberadaannya di dalam ekosistem.

“Parameter aktif adalah entiti di dalam ekosistem itu saling mendapatkan benefit dan dia tahu peran masing-masingnya.”

Mulai dari Masalah, Bukan Teknologi

Dari konsep tersebut, peserta kemudian diarahkan untuk melihat bisnis mereka sendiri.

Materi ION menggunakan Ecosystem Opportunity Mapping untuk membantu peserta memetakan platform, partner, pelanggan, layanan dan sistem digital yang mereka gunakan, kemudian melihat koneksi mana yang sudah ada dan mana yang masih hilang.

Uruqul meminta peserta memulai dari persoalan yang benar-benar mereka hadapi dalam menjalankan bisnis.

“Bisa nanti mengidentifikasi apa sih jadi pain point yang dirasakan, khususnya yang running business, masalahnya di mana.”

Setelah menemukan pain point, peserta kemudian diminta mencari gap antara kondisi yang ada dan kondisi yang mereka butuhkan.

“Pertama apa sih pain point, apa sih yang jadi problem … kemudian setelah itu gap-nya apa … dari situlah kemudian kira-kira apa sih yang perlu diakomodasi oleh Open Network.”

Menurut Uruqul, masukan tersebut penting karena ION juga masih mengembangkan ekosistemnya. Apa yang dibutuhkan oleh pelaku bisnis dapat menjadi insight untuk menentukan koneksi dan fungsi apa yang perlu dikembangkan ke depan.

Melihat Peluang dari Berbagai Sektor

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Haryo Kusuma Wibawa, Head of Operations ION, yang memimpin sesi Mini Group Discussion. Dalam sesi tersebut, Haryo membawa konsep open network ke contoh peluang bisnis yang lebih konkret.

Ia menunjukkan bahwa peluang dapat muncul di berbagai sisi ekosistem, termasuk finance, logistik, teknologi dan mobility.

Salah satu ilustrasi yang disampaikan Haryo adalah bagaimana bisnis dapat memanfaatkan koneksi dengan pemilik basis pengguna yang sudah memiliki ekosistem sendiri.

Dalam contoh yang ia berikan, perusahaan telekomunikasi dan bank dapat memiliki basis pengguna serta informasi transaksi yang, dengan persetujuan dan mekanisme yang tepat, dapat membuka kemungkinan koneksi dengan bisnis atau produk lain di dalam open network.

Bagi startup, kemungkinan seperti itu berarti akses terhadap partner dan pelanggan tidak harus selalu dibangun dari nol.

Haryo juga menyoroti kemungkinan model bisnis dengan biaya administrasi yang lebih rendah dibandingkan marketplace konvensional.

“Kalau teman-teman punya marketplace dengan ION itu bisa men-charge administrasi yang jauh lebih rendah daripada yang saat ini terjadi. Nah itu yang kita harapkan.”

Enam Kelompok Mencari Peluang

Setelah sesi pemaparan, peserta dibagi menjadi enam kelompok untuk mengerjakan pemetaan mereka masing-masing. Haryo memimpin proses pembentukan kelompok tersebut dan mengarahkan peserta masuk ke sesi diskusi.

Dalam kelompok, peserta diminta memilih bisnis atau kasus tertentu kemudian mengidentifikasi kebutuhan utama, persoalan yang muncul, aktor yang terlibat, koneksi yang sudah tersedia dan koneksi yang masih hilang.

Mereka kemudian mencari kemungkinan peluang yang dapat muncul jika koneksi tersebut tersedia melalui interoperabilitas atau open network. Tujuannya bukan menghasilkan solusi teknologi yang sudah final, melainkan menemukan kebutuhan, peluang dan kemungkinan use case.

Pendekatan ini membuat diskusi menjadi lebih dekat dengan persoalan yang dihadapi startup sehari-hari. Alih-alih bertanya, “Teknologi apa yang bisa kita bangun?”, peserta diajak mulai dari pertanyaan yang lebih sederhana: masalah apa yang sebenarnya ingin diselesaikan?

Dari sana, mereka dapat melihat siapa saja yang dibutuhkan, apa yang belum tersedia dan apakah koneksi baru dapat menciptakan nilai.

Peserta Menguji Model Bisnisnya

Salah satu peserta, Fajar dari Bandung, mengatakan bahwa framework yang digunakan dalam workshop membantunya melihat sebuah ide bisnis secara lebih terstruktur.

“Itu bisa membantu kami dalam membuat sebuah business model, apa yang jadi tantangan dan juga bisa melihat opportunities apa yang bisa kita lakukan.”

Kelompok Fajar mengembangkan ide layanan untuk tenaga kerja di Indonesia, dengan fokus pada pengembangan pekerja untuk berbagai jenis pekerjaan seperti pengemudi, pekerja rumah tangga dan koki.

Melalui framework yang diperkenalkan ION, kelompok tersebut melihat kembali model bisnis, target pasar dan peluang yang mungkin dikembangkan.

“Kita bisa membantu bagaimana bisa melihat business modelnya, target marketnya gimana, dan juga peluang apa yang bisa didapatkan dari business model yang dibuat tadi dengan dibantu framework yang diajarkan oleh ION.”

Bagi ION, contoh tersebut menunjukkan fungsi lain dari kegiatan di Bandung. Startup tidak hanya diperkenalkan dengan konsep open network, tetapi juga diajak memberikan gambaran mengenai persoalan dan kebutuhan yang mereka hadapi sendiri.

Membangun Open Network dari Kebutuhan Nyata

Kegiatan di Bandung merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem Bandung ION Lab, dengan menghubungkan startup, inkubator, bisnis, komunitas teknologi dan stakeholder inovasi lokal dengan kebutuhan pasar yang lebih luas.

Karena itu, hasil workshop tidak hanya berhenti pada enam kelompok yang selesai berdiskusi. ION juga menggunakan kegiatan tersebut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai kebutuhan, kapabilitas dan kemungkinan partisipasi para pelaku ekosistem.

Setiap kelompok diharapkan menghasilkan setidaknya satu peluang bisnis, kebutuhan infrastruktur digital atau tantangan konektivitas, sekaligus memahami posisi bisnis mereka dalam ekosistem ION.

Bagi startup Bandung, pertanyaan yang diberikan ION menjadi cukup praktis: apa yang seharusnya bisa dilakukan oleh ekosistem mereka hari ini, tetapi belum bisa dilakukan?

Jawaban atas pertanyaan itu bisa saja menjadi peluang bisnis berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Public Expose 2026: Laba Tembus Rp1,91 T, Jasa Marga Siap Dorong Pertumbuhan Jangka Panjang

Jakarta (09/09), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) terus menegaskan posisinya sebagai pemimpin industri jalan tol nasional dengan optimalisasi jaringan dan portofolio jalan tol, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru.

Strategi tersebut merupakan bagian dari upaya Jasa Marga untuk memastikan skala bisnis yang dimiliki dapat terus memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan Perseroan. Dengan mengintegrasikan kekuatan jaringan, portofolio aset, layanan, teknologi, dan kapabilitas yang dimiliki, Jasa Marga melihat ruang pertumbuhan yang semakin luas, tidak hanya dari bisnis jalan tol, tetapi juga dari berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di sepanjang koridor.

Melalui strategi ini Perseroan berhasil mempertahankan pertumbuhan kinerja positif pada Semester I 2026. Capaian tersebut disampaikan dalam gelaran Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia secara daring pada Rabu (09/09).

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, fundamental yang sehat memberikan ruang gerak bagi Perseroan untuk melanjutkan pengembangan bisnis secara prudent sekaligus menangkap peluang pertumbuhan baru.

“Kami melihat prospek bisnis Jasa Marga ke depan tetap positif. Dengan fundamental bisnis dan kondisi financial yang sehat, menjadi fondasi yang kuat untuk terus mengoptimalkan portofolio aset, sekaligus mencetak pertumbuhan nilai yang berkelanjutan (value creation),” ujar Rivan.

Fundamental pendapatan Perseroan ditopang oleh arus kas operasi yang solid. Hal ini memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang dan memperkuat ketahanan likuiditas Perseroan dalam menghadapi dinamika makroekonomi. Bukti dari ketahanan tersebut terlihat dari kinerja Jasa Marga hingga Semester I/2026. Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,31 triliun, tumbuh 7,6% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pendapatan tol sebesar Rp9,5 triliun (naik 6,8% yoy) dan pendapatan usaha lain sebesar Rp798,2 miliar (melonjak 17,6% yoy).

Pertumbuhan top-line tersebut terkonversi positif ke pos profitabilitas, ditandai oleh EBITDA perseroan naik 8,1% (yoy) menjadi Rp6,99 triliun, dengan EBITDA margin tetap terjaga pada level 67,8%, dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,91 triliun, tumbuh 2,0% (yoy). Profil risiko utang pun tetap terkendali secara prudent, tecermin dari Gearing ratio tercatat pada level 1,2 kali dengan Interest Coverage Ratio (ICR) tumbuh menjadi 3,9 kali, yang menunjukkan kapasitas Perseroan untuk menjaga kewajiban finansial sekaligus mempertahankan ruang untuk melanjutkan agenda investasi strategis dan pengembangan bisnis.

Selain itu, salah satu kekuatan utama Jasa Marga terletak pada skala jaringan yang dimiliki. Hingga 30 Juni 2026, Perseroan memiliki 36 konsesi dengan total panjang 1.736 km dan telah mengoperasikan sekitar 1.294 km jalan tol yang merepresentasikan sekitar 42% dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Skala tersebut memberikan basis bagi Jasa Marga untuk mengelola jaringan sebagai satu kesatuan portofolio dan network yang saling terhubung. Pendekatan ini membuka peluang bagi Perseroan untuk meningkatkan utilisasi jaringan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi pada koridor-koridor yang dilalui.

“Kami melihat jaringan jalan tol sebagai sebuah network dengan value besar saat dikelola secara terintegrasi, yang dapat memperkuat hubungan antara pusat aktivitas ekonomi, kawasan industri, simpul logistik, maupun destinasi wisata, sehingga menciptakan peluang pertumbuhan baru di sepanjang jaringan,” ujar Rivan.

Penciptaan Nilai Ekonomi

Sejalan dengan optimalisasi portofolio, Jasa Marga terus memperluas sumber pertumbuhan melalui pengembangan ekosistem di sepanjang koridor jalan tol. Pengembangan tersebut diarahkan untuk membentuk new value pools dari aset dan koridor yang dimiliki. Salah satu bentuk pengembangan ekosistem tersebut adalah transformasi Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) melalui Travoy Rest. Bagi Perseroan, pengembangan rest area merupakan bagian dari upaya memperluas fungsi koridor jalan tol. Selain

mendukung kebutuhan perjalanan, keberadaan rest area dapat menjadi ruang bagi aktivitas ekonomi, termasuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM dan produk lokal. Perseroan juga mengembangkan sejumlah lini bisnis prospektif di luar bisnis utama seperti building management, advertising dan utilitas, serta pengembangan Transit Oriented Development (TOD) dan Toll Corridor Development (TCD).

“Kami melihat setiap bagian dari koridor jalan tol memiliki potensi untuk menciptakan nilai. Rest area, misalnya, tidak hanya kami lihat sebagai fasilitas pendukung perjalanan, tetapi juga sebagai ruang yang dapat mempertemukan kebutuhan pengguna dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Pendekatan seperti ini yang terus kami kembangkan dalam membangun ekosistem jalan tol,” jelas Rivan.

Pengembangan ekosistem tersebut diperkuat melalui inovasi teknologi, antara lain melalui sistem Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang menjadi pusat integrasi pengelolaan informasi lalu lintas dan kondisi jalan secara real-time, di saat yang sama, aplikasi Travoy merangkum seluruh kebutuhan perjalanan pengguna ke dalam satu platform digital praktis.

“Teknologi kami tempatkan sebagai enabler untuk membuat operasional semakin efektif, pengelolaan aset semakin akurat, dan layanan kepada pengguna semakin terintegrasi. Sedangkan di balik modernisasi teknologi operasional, Jasa Marga turut memperkuat fondasi internal lewat transformasi budaya kerja (infraculture) berbasis nilai budaya “JSMR MOVE”. Didukung analitik data SDM terpadu (HC Analytics), Perseroan mencetak talenta unggul yang lincah dan adaptif dalam menjawab dinamika industri infrastruktur masa depan,” tambahnya.

Memasuki Semester II 2026, Perseroan berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara akselerasi konektivitas infrastruktur dan ketahanan neraca keuangan. Melalui disiplin alokasi modal (CapEx discipline), stabilitas arus kas, serta pemanfaatan teknologi di setiap lini. Seluruh langkah Perseroan diarahkan untuk memastikan pertumbuhan bisnis tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang bagi Perseroan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengguna jalan tol dan masyarakat.

“Ke depan, kami ingin memastikan bahwa setiap investasi dan pengembangan yang dilakukan Jasa Marga memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan sekaligus menciptakan manfaat yang lebih luas. Kami juga ingin memastikan Jasa Marga tetap menjadi pilihan investasi yang tepercaya bagi pasar modal, serta setiap value creation dari aktivitas bisnis Perseroan dapat menghasilkan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham, pengguna jalan, mitra usaha, masyarakat, dan perekonomian Indonesia,” tutup Rivan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Palantir dan Apple Jadi Sorotan, Saham Teknologi AS Masih Punya Katalis Pertumbuhan

Saham teknologi Amerika Serikat kembali menjadi perhatian investor seiring munculnya sejumlah katalis baru dari perusahaan besar seperti Palantir Technologies (PLTR) dan Apple (AAPL). Di satu sisi, Palantir terus memperkuat posisinya di industri kecerdasan buatan (AI) melalui ekspansi kerja sama dengan perusahaan besar. Di sisi lain, Apple bersiap memasuki fase baru dengan peluncuran produk terbarunya yang berpotensi menjadi kejutan bagi pasar.

Kedua perusahaan tersebut menunjukkan bagaimana perkembangan AI, inovasi teknologi, dan ekspansi bisnis masih menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan saham teknologi AS. Namun, di balik prospek pertumbuhan tersebut, investor juga perlu mencermati valuasi saham yang sudah relatif tinggi.

Palantir Perkuat Bisnis AI Lewat Kemitraan Enterprise

Palantir kembali menunjukkan pertumbuhan yang kuat setelah membukukan salah satu kuartal terbaik dalam sejarah perusahaan. Pada kuartal kedua 2026, pendapatan Palantir mencapai US$1,935 miliar, meningkat 93% secara tahunan. Bisnis perusahaan di Amerika Serikat juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 115% menjadi US$1,573 miliar.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap platform AI dan data analytics milik Palantir, baik dari sektor pemerintah maupun perusahaan komersial. Pendapatan komersial AS bahkan tumbuh 149% secara tahunan, sementara pendapatan dari pemerintah AS meningkat 90%.

Palantir juga mencatat US$2,132 miliar dalam commercial bookings di AS selama kuartal tersebut. Angka ini hampir US$800 juta lebih tinggi dibandingkan rekor sebelumnya. Perusahaan turut membukukan adjusted free cash flow sebesar US$1,22 miliar dengan margin mencapai 63%.

Kerja Sama dengan PwC Jadi Katalis Baru

Momentum pertumbuhan Palantir semakin diperkuat melalui ekspansi kerja sama dengan PwC U.S. Pada 3 September 2026, kedua perusahaan mengumumkan perluasan aliansi strategis yang berfokus pada penggunaan AI untuk berbagai kebutuhan enterprise, termasuk merger dan akuisisi serta modernisasi sistem ERP.

Keduanya juga memperkenalkan platform transaksi berbasis AI yang dibangun menggunakan Foundry dan Palantir AI Platform (AIP). Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan menyelesaikan proses merger, akuisisi, dan divestasi dengan lebih cepat sekaligus menekan biaya transaksi.

Palantir sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan dan institusi besar, termasuk Nvidia serta Angkatan Darat Amerika Serikat. Serangkaian kemitraan ini memperkuat posisi Palantir dalam ekosistem AI yang semakin berkembang.

Meski fundamental bisnisnya kuat, valuasi tetap menjadi perhatian. Dengan kapitalisasi pasar sekitar US$419 miliar, saham Palantir telah menghasilkan kenaikan yang sangat besar sejak IPO. Kondisi tersebut membuat investor perlu mempertimbangkan apakah pertumbuhan bisnis perusahaan masih cukup cepat untuk membenarkan valuasi sahamnya.

Apple Bersiap Hadirkan Kejutan September

Sementara itu, perhatian investor juga tertuju pada Apple menjelang acara peluncuran produk pada 9 September 2026. Acara yang diberi nama “Surprise and Shine” tersebut diperkirakan menjadi salah satu momen penting bagi Apple, terutama karena merupakan peluncuran produk besar pertama di bawah CEO baru, John Ternus.

Apple diperkirakan memperkenalkan lini iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Namun, salah satu rumor terbesar adalah kemungkinan hadirnya iPhone lipat pertama Apple. Perangkat tersebut berpotensi menjadi produk baru yang membawa Apple masuk lebih jauh ke pasar smartphone foldable.

Saham Apple sendiri telah mencatat performa positif sepanjang 2026. Menjelang acara tersebut, saham Apple dilaporkan telah naik hampir 21% secara year-to-date dan mengungguli pasar secara keseluruhan.

Jika iPhone lipat benar-benar diperkenalkan, produk tersebut dapat menjadi katalis pertumbuhan baru bagi Apple. Namun, investor tetap akan memperhatikan harga, penerimaan konsumen, serta seberapa besar kontribusinya terhadap pendapatan perusahaan.

Dua Strategi Berbeda di Era AI

Palantir dan Apple menunjukkan dua pendekatan berbeda dalam menghadapi perubahan industri teknologi.

Palantir secara langsung memanfaatkan pertumbuhan AI dengan menyediakan platform data dan kecerdasan buatan bagi perusahaan serta pemerintah. Sementara itu, Apple lebih mengandalkan kekuatan ekosistem hardware dan software, sekaligus berupaya mempercepat inovasi AI dan menghadirkan kategori produk baru.

Bagi investor, perkembangan kedua saham ini menunjukkan bahwa peluang di sektor teknologi tidak hanya datang dari perusahaan yang membangun AI, tetapi juga dari perusahaan yang mampu mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam produk dan layanan mereka.

Meski demikian, performa bisnis yang kuat tidak selalu berarti harga saham akan terus naik. Investor tetap perlu mempertimbangkan valuasi, kondisi pasar, prospek pertumbuhan, serta risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Pantau Saham Teknologi AS di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai koin kripto lainnya.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia. Bagi investor yang baru ingin memulai berinvestasi, kamu juga tidak perlu khawatir karena Nanovest memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas.

Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui website Nanovest. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasinya juga sudah tersedia di Play Store maupun App Store.

Dengan perkembangan AI yang semakin pesat dan inovasi produk yang terus bermunculan, saham seperti Palantir dan Apple masih akan menjadi perhatian investor. Namun, memahami fundamental perusahaan dan risiko tetap menjadi langkah penting sebelum menentukan strategi investasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mitra Penjahit Terdekat untuk Kebutuhan Seragam dan Manufaktur Pakaian Perusahaan Anda

Kebutuhan seragam kerja, pakaian dinas, hingga merchandise tekstil berkualitas tinggi merupakan elemen penting dalam membangun identitas profesional sebuah perusahaan. Bagi sektor B2B dan corporate, menemukan produsen garmen atau penjahit terdekat yang responsif, memiliki kapasitas produksi besar, serta menjaga konsistensi kualitas adalah hal krusial. PT Akarsa Garment Indonesia hadir sebagai produsen garmen terpercaya untuk memenuhi standar kebutuhan bisnis Anda.

Mengapa Memilih Penjahit Terdekat untuk Kebutuhan Perusahaan?

Memilih mitra manufaktur pakaian atau penjahit terdekat memberikan efisiensi yang signifikan bagi operasional perusahaan. Komunikasi menjadi lebih lancar, proses pengiriman sampel kain lebih cepat, dan koordinasi terkait spesifikasi teknis dapat dilakukan secara langsung.

Sebagai penyedia jasa manufaktur sandang terintegrasi, PT Akarsa Garment Indonesia memahami bahwa setiap perusahaan memiliki standar branding yang unik. Kami menjamin ketepatan waktu serta presisi pengerjaan untuk setiap pesanan seragam kantor, jaket lapangan, kemeja taktis, hingga kaos acara perusahaan

Keunggulan PT Akarsa Garment Indonesia

– 

Kapasitas Produksi Skala Besar: Didukung oleh ratusan unit mesin jahit modern, kami siap menangani pesanan ribuan pcs per bulan dengan jaminan waktu penyelesaian yang terukur sesuai kontrak 

–  

Standar Kualitas Bahan dan Jahitan: Penggunaan material kain terbaik disesuaikan dengan kebutuhan operasional klien, dipadu dengan teknik jahitan rapi, kuat, dan presisi.  

– 

Fasilitas Produksi Terintegrasi (One-Stop Solution): Mulai dari pemotongan kain (cutting), penjahitan (sewing), pembordiran komputer presisi, hingga sablon dan printing dikerjakan dalam satu fasilitas produksi.  

– 

Prosedur Quality Control Ketat: Setiap produk melewati pemeriksaan kualitas menyeluruh berstandar tinggi sebelum dikirimkan ke lokasi Anda untuk meminimalkan cacat produksi.  

Layanan Manufaktur Pakaian B2B untuk Berbagai Sektor

Kami telah berpengalaman melayani berbagai klien korporasi, instansi pemerintah, BUMN, hingga brand komersial. Produk unggulan yang kami kerjakan meliputi : 

– 

Seragam Kantor & Kemeja Kerja: Desain formal dan semi-formal dengan bahan nyaman untuk aktivitas operasional harian.

– Pakaian Dinas Lapangan (PDL) & PDH: Pakaian kerja ekstra tangguh dengan spesifikasi kain khusus area luar ruangan.  

– Jaket, Hoodie, & Bomber Korporat: Pilihan pakaian luar bertaraf profesional dengan bordir logo presisi untuk identitas tim atau kegiatan outing.  

– 

Kaos & Poloshirt Event: Pilihan tepat berkualitas untuk kegiatan promosi, gathering, dan kebutuhan merchandise.  

Solusi Penjahit Terdekat dan Terpercaya untuk Bisnis Anda

Mencari penjahit terdekat yang mampu menangani skala corporate kini tidak lagi sulit. PT Akarsa Garment Indonesia mengombinasikan pengerjaan profesional, fasilitas pabrik modern, dan alur kerja yang transparan untuk memastikan proyek seragam perusahaan Anda berjalan lancar tanpa kendala.

Tim ahli kami siap membantu Anda dari tahap konsultasi desain, pemilihan bahan, pembuatan sampel, hingga pengadaan skala besar yang efisien dan kompetitif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ondo Finance dan FLOQ Kolaborasi Hadirkan Akses Tokenisasi Saham & ETF AS di Indonesia

Jakarta, 9 September 2026 – Akses investor Indonesia terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) berpotensi semakin luas melalui teknologi blockchain. Ondo Finance dan platform aset digital FLOQ menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjajaki penyediaan tokenisasi saham dan ETF AS bagi masyarakat di Indonesia.

MoU tersebut ditandatangani dalam ajang Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026 di Jakarta, setelah diskusi panel mengenai perkembangan tokenisasi saham dan ETF AS serta masa depan akses pasar global.

Kesepakatan ini menjadi langkah awal bagi kedua perusahaan untuk mengevaluasi potensi integrasi produk, distribusi lokal, edukasi pengguna, serta kesiapan teknis sebelum produk tokenisasi pasar modal dapat tersedia melalui FLOQ.

Ondo Finance Bawa Lebih dari 430 Saham dan ETF ke Blockchain

Ondo Finance saat ini menawarkan lebih dari 430 tokenisasi saham dan ETF melalui Ondo Stocks. Produk tersebut memungkinkan investor yang memenuhi syarat di luar AS memperoleh eksposur ekonomi secara onchain terhadap berbagai saham dan ETF yang diperdagangkan di pasar AS.

Sejumlah aset yang masuk dalam pembahasan kerja sama antara lain saham perusahaan besar seperti Nvidia, Apple, Amazon, Alphabet, Meta, dan Tesla. ETF seperti SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY) dan Invesco QQQ juga termasuk aset yang sedang dipertimbangkan.

Meski demikian, belum ada aset atau produk tertentu yang dikonfirmasi akan diluncurkan melalui FLOQ di Indonesia.

Ondo Stocks dirancang untuk memberikan eksposur ekonomi terhadap saham dan ETF yang mendasarinya. Aset pendukung tersebut disimpan melalui broker-dealer yang terdaftar di AS.

Kolaborasi dengan FLOQ menjadi langkah bagi Ondo Finance untuk menjajaki bagaimana infrastruktur tokenisasi sekuritas tersebut dapat menjangkau pengguna di salah satu pasar aset digital terbesar di Asia Tenggara.

FLOQ dan Ondo Jajaki Akses Pasar Global

Kerja sama ini berlangsung ketika ekosistem aset digital Indonesia terus berkembang. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah akun konsumen aset keuangan digital di Indonesia mencapai 22,93 juta akun pada Juli 2026, meningkat 1,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp20,52 triliun. Angka tersebut turun 28,20 persen secara bulanan dari Rp28,58 triliun pada Juni 2026.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis mengatakan, perkembangan ekosistem aset digital Indonesia tidak hanya berkaitan dengan penambahan jumlah aset, tetapi juga bagaimana pengguna dapat memperoleh akses terhadap perkembangan pasar keuangan global.

“Indonesia telah memiliki ekosistem aset digital yang besar. Kami percaya bahwa tahap berikutnya bukan sekadar menambahkan lebih banyak aset, melainkan menjajaki bagaimana produk keuangan global dan infrastruktur pasar baru dapat diakses oleh masyarakat Indonesia,” kata Yudho.

Menurut Yudho, Ondo Finance telah membangun kapabilitas dalam membawa sekuritas tradisional ke infrastruktur onchain. Sementara itu, FLOQ memiliki distribusi lokal serta pemahaman terhadap karakteristik pasar Indonesia.

Senior Director for Asia Pacific Ondo Finance, Rania Rahardja, mengatakan Indonesia merupakan pasar penting bagi perkembangan tokenisasi sekuritas karena memiliki komunitas aset digital yang besar dan aktif.

“Di Ondo, kami membangun infrastruktur untuk membawa saham dan ETF secara onchain. FLOQ memberi kami mitra lokal yang kuat untuk menjajaki bagaimana aset pasar tokenisasi dapat menjangkau masyarakat di Indonesia secara bertanggung jawab,” ujar Rania.

Selain menjajaki integrasi produk, FLOQ dan Ondo Finance juga akan mengevaluasi potensi program edukasi bagi komunitas. Materi tersebut dapat mencakup cara kerja tokenisasi saham dan ETF, hubungan antara token dengan aset yang mendasarinya, mekanisme penerbitan dan penebusan, serta risiko yang perlu dipahami pengguna.

Dengan kolaborasi ini, kedua perusahaan menjajaki kemungkinan menghubungkan ekosistem aset digital Indonesia dengan pasar publik global melalui teknologi blockchain.

Bagi FLOQ, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pengguna Indonesia terhadap perkembangan produk keuangan global. Sementara bagi Ondo Finance, kerja sama tersebut membuka peluang untuk memperluas jangkauan infrastruktur tokenisasi ke pasar Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Proyek Bangunan Makin Kompleks, Roda Bangun Mandiri Dorong Pendekatan Terintegrasi

Meningkatnya tuntutan terhadap keamanan, akses, keselamatan, dan efisiensi operasional membuat kebutuhan pada proyek bangunan modern semakin kompleks. Kondisi ini mendorong perubahan dalam proses perencanaan, termasuk cara berbagai komponen bangunan dipilih dan diintegrasikan sejak awal proyek.

Pendekatan yang hanya berfokus pada pemilihan produk secara terpisah berpotensi membuat kebutuhan antar-komponen tidak sepenuhnya terhubung. Karena itu, perencanaan perlu mempertimbangkan bagaimana setiap sistem bekerja sebagai bagian dari keseluruhan bangunan, bukan hanya berdasarkan spesifikasi masing-masing produk.

Menurut Roda Bangun Mandiri (RBM), perubahan tersebut membuat system thinking semakin relevan dalam perencanaan sistem bangunan.

“Dalam proyek modern, kebutuhan tidak berhenti pada produk apa yang digunakan. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap komponen bekerja bersama untuk memenuhi kebutuhan bangunan. Karena itu, kami melihat perencanaan perlu dimulai dari requirement proyek sebelum menentukan sistem dan produk yang tepat,” ujar Bernardus Rizky, COO Roda Bangun Mandiri.

Pada sistem pintu, misalnya, kebutuhan proyek dapat mencakup fungsi ruang, intensitas penggunaan, keamanan, keselamatan, hingga kontrol akses. Faktor-faktor tersebut kemudian perlu diterjemahkan ke dalam kombinasi sistem dan perangkat yang sesuai, sehingga masing-masing komponen dapat berfungsi secara optimal dalam satu kesatuan.

Pendekatan ini juga mengubah proses diskusi antara penyedia sistem dan tim proyek. Alih-alih hanya membahas spesifikasi produk, pembahasan dapat dimulai dari kebutuhan bangunan dan konteks penggunaannya.

“Kami perlu memahami terlebih dahulu bagaimana sebuah ruang digunakan, siapa penggunanya, serta requirement yang harus dipenuhi. Dari sana baru dapat ditentukan konfigurasi sistem yang sesuai. Dengan pendekatan seperti ini, produk menjadi bagian dari solusi yang dirancang untuk kebutuhan proyek,” kata Bernardus.

Perubahan pendekatan tersebut sejalan dengan pengalaman RBM selama lebih dari 30 tahun di bidang sistem pintu serta kemitraannya dengan berbagai brand internasional. Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi RBM untuk terlibat tidak hanya pada tahap penyediaan produk, tetapi juga dalam memahami kebutuhan sistem sejak tahap perencanaan.

Bagi RBM, pendekatan terintegrasi menjadi bagian penting dalam menghadapi proyek bangunan yang semakin kompleks. Dengan memulai dari kebutuhan proyek dan menghubungkannya dengan sistem yang tepat, setiap komponen dapat dirancang untuk mendukung fungsi bangunan secara lebih menyeluruh.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dupoin Futures Raih 4 Penghargaan JFX dan KBI, Volume Transaksi Capai 833 Ribu Lot

PT Dupoin Futures Indonesia meraih empat penghargaan dari Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atas performa kinerja transaksi Dupoin Futures Indonesia 2025. Penghargaan tersebut terdiri dari dua penghargaan JFX (Jakarta Futures Exchange) dan dua penghargaan KBI (Kliring Berjangka Indonesia) yakni Peringkat 1 Volume Bilateral Tertinggi Kategori Micro & Mini dan Peringkat 1 Pialang dengan Volume Transaksi Tertinggi pada 2025. Rangkaian penghargaan diberikan dalam acara awarding yang digelar di ASSTRO Highlands, Ciater, Subang pada 13 Agustus 2026. Penghargaan dari JFX diserahkan langsung oleh Direktur Utama JFX Yazid Kanca Surya, sementara penghargaan dari KBI diserahkan langsung oleh Direktur Utama KBI Budi Susanto kepada Gunawan selaku Direktur Utama PT Dupoin Futures Indonesia.

Capaian tersebut sejalan dengan kinerja transaksi Dupoin Futures yang menunjukkan performa positif. Sepanjang 2025, volume transaksi gabungan Dupoin Futures tercatat mencapai 1.407.576,78 lot dengan market share sebesar 12,79%. Sementara hingga semester I 2026, volume transaksi gabungan telah mencapai 833.224,67 lot atau sekitar 59,2% dari total volume sepanjang 2025. Pada periode yang sama, market share Dupoin Futures meningkat menjadi 16,05% dari total volume transaksi industri sebesar 5.191.647 lot, atau naik 3,26 percentage points dibandingkan posisi 2025.

Direktur Utama PT Dupoin Futures Indonesia, Gunawan, mengatakan penghargaan yang diterima menjadi bagian dari evaluasi atas perkembangan bisnis perusahaan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

“Pertumbuhan volume transaksi dan peningkatan market share menunjukkan perkembangan positif Dupoin Futures. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat teknologi, serta menjaga kepercayaan nasabah. Kami ingin pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan peningkatan kualitas dan kepatuhan dalam menjalankan kegiatan perdagangan berjangka,” ujar Gunawan.

Menurut Gunawan, perkembangan tersebut juga tidak terlepas dari upaya perusahaan dalam memperkuat teknologi dan layanan perdagangan berjangka. Dupoin Futures terus mengembangkan platform serta menghadirkan berbagai program edukasi untuk membantu masyarakat memahami karakteristik perdagangan berjangka, mekanisme transaksi, dan risiko yang menyertainya.

“Kami mengapresiasi pencapaian Dupoin Futures atas kinerja transaksi yang menunjukkan pertumbuhan positif, khususnya dalam volume bilateral kategori Micro & Mini. Penghargaan ini mencerminkan konsistensi dan komitmen Dupoin Futures dalam mengembangkan bisnis serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perdagangan berjangka di Indonesia. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan, inovasi, dan kepatuhan, sehingga pertumbuhan perusahaan dapat berjalan seiring dengan perkembangan industri yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Yazid Kanca Surya, Direktur Utama JFX.

“Pencapaian Dupoin Futures Indonesia ini mencerminkan konsistensi kinerja yang baik sebagai anggota kliring di industri perdagangan berjangka. Pertumbuhan volume transaksi dan market share yang ditunjukkan sejalan dengan komitmen KBI dalam mendorong industri yang sehat, transparan, dan terpercaya. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi anggota lain untuk terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjaga kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, sehingga percepatan pertumbuhan industri perdagangan berjangka di Indonesia dapat terjalankan secara berkelanjutan,” ujar Budi Susanto, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia.

Sebagai perusahaan pialang berjangka, PT Dupoin Futures Indonesia menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, serta dalam pengawasan OJK dan Bank Indonesia sesuai dengan kewenangan masing-masing. Dupoin Futures juga merupakan anggota Jakarta Futures Exchange (JFX), Kliring Berjangka Indonesia (KBI), ASPEBTINDO, dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).

Ke depan, Dupoin Futures berkomitmen mempertahankan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan dengan memperkuat kualitas layanan, teknologi, edukasi, dan kepatuhan. Perusahaan juga akan terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap perdagangan berjangka sebagai bagian dari upaya membangun industri yang transparan dan bertanggung jawab.

Masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh mengenai perdagangan berjangka, layanan, dan program edukasi Dupoin Futures dapat mengakses kanal resmi perusahaan melalui website www.dupoin.co.id.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kekuatan Mikro-Influencer Lokal: Menjual Jati Diri Indonesia di Tengah Gempuran Gaya Korea dan Barat

Di tengah dominasi mega-influencer dengan jutaan pengikut, sebuah pergeseran diam-diam terjadi di lanskap mode Indonesia pada 2026. Merek-merek fesyen kini mulai melirik “kekuatan kecil” para mikro-influencer yang tersebar dari Medan, Makassar, hingga Malang. Mereka dianggap sebagai kunci untuk menembus pasar yang lebih personal dan otentik.

Mengapa Mega-Follower Tidak Lagi Menjamin Penjualan?

Pada tahun 2026, pengguna media sosial Indonesia mengalami “kejenuhan selebrity”. Mereka mulai skeptis terhadap rekomendasi dari figur publik besar yang dinilai terlalu komersial dan tidak realistis untuk diikuti. Sebaliknya, seorang mahasiswa arsitektur di Semarang dengan 15.000 pengikut yang jujur mereview kualitas jahitan sebuah kemeja lokal justru lebih dipercaya.

Psikologi ini disebut sebagai parasocial authenticity. Pengguna merasa memiliki hubungan pertemanan dengan mikro-influencer, sehingga saran gaya yang mereka berikan terasa seperti masukan dari sahabat, bukan iklan.

Revitalisasi Wasangka dan Estetika Nusantara

Dampak paling positif dari menguatnya mikro-influencer lokal adalah kembalinya kepercayaan diri terhadap estetika Indonesia. Jika pada awal dekade ini pasar dibanjiri oleh penampilan Korean Look atau gaya Western Streetwear, pada 2026, berkat para kreator lokal kecil, mulai muncul apresiasi terhadap detail-detail khas Indonesia.

Sebagai contoh, di daerah Pekalongan, para kreator lokal membuat konten tutorial memadukan batik tulis dengan kargo pants dan sepatu trail running. Di Sumatra Barat, muncul tren memakai kain songket sebagai aksen outer di atas kaos polos. Konten-konten seperti ini, meski hanya dilihat oleh beberapa ribu orang, memberikan efek riak yang mendorong identitas mode nasional yang lebih kuat.

Pemasaran Berbasis Komunitas (Community-Based Marketing)

Strategi brand di tahun 2026 pun bergeser dari sekadar memasang iklan, menjadi membangun tribe atau komunitas. Brand tidak lagi membayar satu orang untuk berbicara kepada sejuta orang, melainkan mendukung seratus orang untuk berbicara kepada seribu teman masing-masing.

Pendekatan ini sangat efektif untuk produk-produk spesifik seperti sepatu vegan leather buatan Bandung, tas anyaman plastik daur ulang dari Bali, atau kemeja oversized dengan sablon isu sosial. Pengaruh media sosial dalam kasus ini tidak homogen; ia justru memecah selera publik menjadi sel-sel komunitas yang lebih kecil, khas, dan sulit ditiru oleh kompetitor global.