EVOS GoPay Watch Party Goes to Jogja, Bawa Atmosfer MPL Lebih Dekat ke Komunitas Kota Pelajar

Nobar EVOS vs ONIC menjadi ruang temu komunitas dan pengalaman esports di luar arena utama

Yogyakarta, 6 September 2026 — Perkembangan esports di Indonesia tidak hanya berlangsung di arena pertandingan profesional. Ekosistemnya juga tumbuh melalui komunitas yang tersebar di berbagai daerah. Melanjutkan rangkaian sebelumnya di Tangerang dan Solo, EVOS GoPay Watch Party hadir di Yogyakarta pada 6 September 2026. Acara ini berlangsung di SecondHome Pool & Sports Cafe dengan menghadirkan pengalaman nonton bareng MPL yang lebih dekat dengan komunitas loka.

Tentu saja masih dengan mengusung konsep sederhana dengan kafe lokal sebagai titik temu. Acara ini berfokus pada pertandingan EVOS vs ONIC di MPL Indonesia Season 18. Komunitas juga dapat mengikuti mini tournament sebelum pertandingan dimulai. Format ini memberikan kesempatan bagi penggemar untuk tidak hanya menonton. Mereka juga dapat bertemu dan berinteraksi dengan komunitas esports lainnya.

EVOS Mulai Menunjukkan Perkembangan di MPL S18

Pertandingan EVOS vs ONIC di Jogja hadir di tengah perjalanan EVOS yang mulai menunjukkan perkembangan di MPL S18. Pada awal musim EVOS mencatat satu kemenangan dan satu kekalahan. Tim juga mencatat tiga game menang dan dua game kalah pada periode tersebut.

Perkembangan performa tersebut membuat pertandingan melawan ONIC menjadi salah satu momen yang menarik untuk diikuti komunitas. Bagi penggemar EVOS pertandingan MPL bukan hanya soal hasil akhir. Pertandingan juga menjadi momentum untuk berkumpul dan memberikan dukungan bersama. Hal ini terlihat dari berkembangannya aktivitas watch party di berbagai kota yang menjadi ruang temu bagi komunitas.

Jogja dan Budaya Komunitas yang Menjadi Ruang Tumbuh Esports

Yogyakarta dipilih sebagai salah satu kota tujuan karena karakter kotanya yang kuat sebagai pusat pendidikan dan kehidupan anak muda. Kehadiran pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah turut membentuk komunitas yang beragam. Ekosistem tersebut berkembang di berbagai bidang seperti seni, musik, teknologi hingga aktivitas berbasis hobi. Karakter ini membuat Jogja menjadi salah satu kota yang relevan bagi perkembangan komunitas gaming dan esports.

Perkembangan tersebut juga berada dalam lanskap industri gim Indonesia yang semakin besar. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), nilai ekonomi industri gim Indonesia diperkirakan mencapai Rp32,7 triliun pada 2025. Sementara itu, jumlah pemain gim di Indonesia telah melampaui 154 juta orang berdasarkan berbagai laporan industri digital global. Besarnya jumlah pemain tersebut menunjukkan bahwa gaming telah menjadi bagian dari aktivitas digital masyarakat. Komunitas lokal kemudian menjadi salah satu ruang penting untuk mempertemukan pemain dengan pengalaman esports secara langsung. 

Dari Nobar hingga Bertemu Talent EVOS

Selain pertandingan MPL S18, EVOS GoPay Watch Party Goes to Jogja menghadirkan Razeboy dan Swaylow sebagai talent EVOS. Keduanya berinteraksi langsung dengan EVOS Fams dan komunitas lokal. Kehadiran talent memberikan pengalaman berbeda bagi penggemar yang selama ini lebih sering mengikuti EVOS melalui kanal digital. Momen ini juga menjadi kesempatan bagi komunitas untuk bertemu dan berinteraksi secara langsung.

Mini tournament menjadi bagian lain dari rangkaian acara. Kompetisi ini memberikan ruang bagi pemain lokal untuk merasakan pengalaman bertanding secara langsung. Peserta juga dapat bertemu dengan komunitas gaming lainnya selama kegiatan berlangsung. Setelah rangkaian aktivitas selesai, komunitas akan berfokus memberikan dukungan untuk EVOS dalam pertandingan melawan ONIC.

Head of Product Marketing GoPay, Rudy Tantyo Setiawan mengatakan bahwa GoPay ingin terus menghadirkan pengalaman terbaik bagi komunitas esports Indonesia di dalam dan luar arena pertandingan. “Sebagai bagian dari komitmen GoPay dalam mendukung kemajuan dan menambah keseruan di ekosistem esports di Indonesia, GoPay dan EVOS mengadakan kegiatan komunitas Watch Party MPL S18. Melalui acara ini, kami ingin GoPay menjadi bagian dari keseruan fans saat berkumpul dan mendukung tim favoritnya dalam liga MPL S18. Tidak hanya itu, GoPay juga menghadirkan fitur khusus para EVOS Fams yaitu FAMS GG di aplikasi GoPay untuk mendapatkan beragam benefit eksklusif.”

Sementara itu Managing Director EVOS Esports, Chaya Kusuma, menilai antusiasme terhadap esports tidak hanya datang dari kota-kota besar. “Ada banyak fans yang mengikuti perjalanan EVOS dari daerahnya masing-masing. Dengan hadir langsung di kota mereka kami bisa melihat bagaimana komunitas lokal membangun dukungan terhadap EVOS dengan caranya sendiri. Ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem esports yang lebih dekat dan merata,” tambahnya.

Rangkaian EVOS GoPay Watch Party akan terus berlanjut ke berbagai kota di Indonesia. Pendekatan berbasis komunitas memberikan kesempatan bagi pengalaman esports untuk hadir dengan skala yang lebih dekat. Kegiatan seperti ini juga membuka ruang bagi komunitas untuk bertemu dengan sesama penggemar dan talent. Di saat yang sama, model ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas akses terhadap pengalaman esports di luar arena pertandingan profesional.

Audience yang ingin mengikuti atau berpartisipasi dalam rangkaian EVOS GoPay Watch Party selanjutnya dapat memantau informasi terbaru melalui Instagram GoPay @gopayindonesia @gopaygames dan EVOS Esports @evosesports, sekaligus membuka peluang untuk terlibat langsung dalam aktivitas komunitas di kota berikutnya. 

— Selesai —

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Berangkat Kerja hingga Aktivitas Akhir Pekan, LRT Jabodebek Jadi Pilihan Masyarakat

LRT Jabodebek mencatat pertumbuhan pengguna sepanjang Januari–Agustus 2026 dengan total 21.809.797 pengguna, meningkat 19,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata pengguna pada hari kerja juga naik 19,9 persen menjadi 114.759 pengguna per hari, sementara pada Agustus 2026 mencapai 112.192 pengguna per hari atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan.

Pertumbuhan turut terjadi pada akhir pekan dan hari libur nasional, dengan rata-rata 49.900 pengguna per hari pada Agustus 2026, naik 6,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan aktivitas tap in dan tap out di Stasiun Kampung Rambutan, Jatimulya, dan Harjamukti turut menunjukkan semakin beragamnya kebutuhan perjalanan masyarakat.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan perubahan pola penggunaan LRT Jabodebek yang semakin luas, mulai dari perjalanan kerja, aktivitas akhir pekan, akses ke pusat kegiatan dan fasilitas publik, hingga perpindahan ke moda transportasi lain. Melalui konektivitas antarmoda di sejumlah stasiun, LRT Jabodebek terus diarahkan agar tetap relevan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat yang berkembang.

Pengguna transportasi LRT Jabodebek semakin diminati masyarakat untuk menunjang berbagai kebutuhan perjalanan, tidak hanya pada hari kerja, tapi juga pada akhir pekan. Berdasarkan data, periode Januari – Agustus 2026, rata-rata pengguna LRT Jabodebek pada hari kerja mencapai 114.759 pengguna per hari, atau meningkat sekitar 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan 95.732 pengguna.

Pertumbuhan tersebut masih terlihat pada periode bulan Agustus 2026, rata-rata pengguna LRT Jabodebek pada hari kerja mencapai 112.192 pengguna per hari, meningkat 10,5 persen dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat 101.538 pengguna per hari.

Secara keseluruhan, LRT Jabodebek melayani 21.809.797 pengguna sepanjang Januari – Agustus 2026, meningkat 19,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 18.320.640 pengguna. Sementara itu, sepanjang Agustus 2026 tercatat 2.730.450 pengguna, tumbuh 7,16 persen dibandingkan Agustus 2025 dengan 2.547.972 pengguna.

Disamping itu, pengguna LRT Jabodebek juga tumbuh pada akhir pekan dan libur nasional. Pada Agustus 2026, rata-rata pengguna pada akhir pekan dan hari libur nasional mencapai 49.900 pengguna per hari, meningkat 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan 47.020 pengguna.

Angka tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menggunakan LRT Jabodebek semakin beragam. LRT tidak hanya digunakan untuk perjalanan menuju dan pulang dari tempat kerja, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan masyarakat pada akhir pekan, baik untuk menuju pusat aktivitas, bertemu keluarga, mengakses fasilitas publik, maupun melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lainnya.

Perubahan pola tersebut juga terlihat dari aktivitas tap in dan tap out di sejumlah stasiun. Di Stasiun Kampung Rambutan, misalnya, jumlah tap in meningkat 20,4 persen dari 54.282 di 2025 menjadi 65.363 di 2026, dan tap out meningkat 21,3 persen dari 52.086 di 2025 menjadi 63.203 di 2026. Di Stasiun Jatimulya, tap in tumbuh 12 persen dari 135.366di 2025 menjadi 151.628 di 2026, sementara tap out meningkat 9 persen dari 131.144 di 2025 menjadi 142.916 di 2026. Adapun di Stasiun Harjamukti, pertumbuhan tap in mencapai 11,7 persen dari 286.920 di 2025 menjadi 320.366 di 2026 dan tap out 9,6 persen dari 296.632 di 2025 menjadi 325.199 di 2026.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pertumbuhan pengguna pada hari kerja maupun akhir pekan menunjukkan semakin beragamnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik.

“Berdasar data pengguna, kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik tidak berhenti pada perjalanan berangkat dan pulang kerja. Ada yang menggunakan LRT untuk melanjutkan perjalanan dengan moda lain, menuju pusat kegiatan, maupun melakukan aktivitas pada akhir pekan. Karena itu, perhatian utama bukan hanya jumlah pengguna, tetapi bagaimana perjalanan mereka bisa berlangsung dengan lebih mudah dan nyaman,” ujar Radhitya.

Bagi masyarakat, keberadaan stasiun yang terhubung dengan moda lain juga menjadi bagian penting dalam perjalanan. Sebab, perjalanan tidak selalu selesai ketika pengguna keluar dari kereta. Koneksi dengan moda transportasi lain maupun layanan lanjutan membuat LRT Jabodebek dapat menjadi bagian dari satu rangkaian perjalanan menuju tujuan akhir.

Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, misalnya, menjadi salah satu simpul perpindahan antarmoda karena terhubung dengan Commuter Line, KA Bandara, MRT Jakarta, dan TransJakarta. Di stasiun Cikoko, pengguna dapat melanjutkan perjalanan melalui koneksi dengan Commuter Line dan Transjakarta, sementara Stasiun Halim terhubung langsung dengan layanan kereta cepat Whoosh untuk menuju Bandung. LRT Jabodebek juga memiliki konektivitas dengan berbagai layanan pengumpan di sejumlah stasiun untuk mendukung perjalanan dari dan menuju kawasan sekitar.

“Pertumbuhan pengguna tentu menjadi hal positif, tetapi yang lebih penting adalah memastikan LRT Jabodebek tetap relevan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat yang terus berkembang,” tutup Radhitya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bukan Sekadar Hasil Pemeriksaan, Prodia Perkuat Pengalaman Pelanggan Lewat Customer Journey

Jakarta, 3 September 2026 – Di tengah ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan kesehatan, kualitas tidak lagi hanya diukur dari hasil pemeriksaan. Kemudahan mendapatkan informasi, proses pendaftaran, kenyamanan saat menerima layanan, hingga bagaimana pelanggan mendapatkan hasil pemeriksaan kini menjadi bagian dari pengalaman yang turut menentukan kepercayaan terhadap sebuah brand kesehatan.

Hal tersebut menjadi perhatian PT Prodia Widyahusada Tbk (“Prodia”) dalam mengembangkan layanan yang semakin berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Komitmen tersebut kembali mendapatkan apresiasi melalui Penghargaan Customer Journey Experience 2026, yang menjadi pengakuan atas upaya Prodia dalam menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih mudah, nyaman, dan terintegrasi di berbagai titik perjalanan layanan kesehatan.

Bagi Prodia, penghargaan ini menjadi refleksi bahwa membangun pengalaman pelanggan bukan hanya tentang menghadirkan teknologi, tetapi juga memastikan setiap proses dapat memberikan nilai bagi pelanggan. Mulai dari akses layanan melalui kanal digital, kemudahan mendapatkan informasi, proses pemeriksaan, hingga layanan setelah pemeriksaan, seluruh perjalanan tersebut terus dikembangkan agar masyarakat dapat memperoleh pengalaman kesehatan yang lebih seamless dan sesuai dengan kebutuhannya.

Upaya tersebut juga berjalan seiring dengan transformasi Prodia dalam menghadirkan ekosistem layanan kesehatan yang semakin terintegrasi. Tidak hanya melalui layanan laboratorium diagnostik, Prodia terus mengembangkan berbagai layanan klinik dan kanal digital seperti U by Prodia untuk memberikan akses yang lebih praktis bagi masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan penilaian CJX 2026 yang melihat pengalaman pelanggan melalui berbagai kanal, baik digital maupun nondigital, serta mempertimbangkan aspek Customer Experience Index, Company Innovation Factors, dan Value of Experience.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi Prodia untuk terus mempertahankan fokus pada excellent customer journey. Dengan mendengarkan kebutuhan pelanggan dan terus berinovasi di setiap titik perjalanan layanan, Prodia berkomitmen menghadirkan pengalaman kesehatan yang bukan hanya berkualitas, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan nilai yang lebih bagi masyarakat. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Jelang Penutupan GIIAS 2026, BRI Finance Perkuat Kemudahan Pembiayaan Mobil

Jakarta, 7 Agustus 2026 – Gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 akan segera berakhir pada 9 Agustus mendatang. Memasuki hari-hari terakhir pameran otomotif terbesar di Indonesia ini, masyarakat yang telah menentukan pilihan kendaraan kini dihadapkan pada langkah berikutnya, yakni memilih skema pembiayaan yang tepat agar rencana memiliki mobil baru dapat segera terwujud.

Berlangsung pada 30 Juli–9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, GIIAS 2026 menghadirkan lebih dari 60 merek otomotif dunia dengan tema Eye of the Future. Ribuan pengunjung memanfaatkan ajang ini untuk melihat inovasi terbaru, membandingkan berbagai model kendaraan, hingga melakukan test drive sebelum mengambil keputusan pembelian.

Di tengah semakin beragamnya pilihan kendaraan, termasuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV), kebutuhan akan solusi pembiayaan yang kompetitif juga semakin penting. Data GAIKINDO menunjukkan porsi battery electric vehicle (BEV) terhadap pasar mobil nasional mencapai sekitar 15,6% per Maret 2026, meningkat dari 12,9% pada akhir 2025. Penjualan BEV tercatat mencapai 33.146 unit atau tumbuh 96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tren tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap kendaraan berteknologi baru.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan momentum menjelang penutupan GIIAS menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk segera merealisasikan keputusan pembelian kendaraan yang telah dipilih.

“Setelah membandingkan berbagai pilihan kendaraan dan menemukan mobil yang sesuai, langkah berikutnya adalah memastikan skema pembiayaannya juga tepat. Jangan sampai momentum GIIAS terlewat begitu saja. BRI Finance hadir dengan solusi pembiayaan yang kompetitif sehingga masyarakat dapat segera mewujudkan rencana memiliki kendaraan impiannya,” ujar Dhani.

Melalui program pembiayaan mobil baru, BRI Finance menawarkan bunga mulai dari 3,33% flat per tahun dengan pilihan tenor hingga 5 tahun. Penawaran tersebut memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan baru dengan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan kemampuan finansial, termasuk bagi konsumen yang tertarik beralih ke kendaraan listrik.

Menurut Dhani, keputusan membeli kendaraan idealnya tidak hanya didasarkan pada preferensi terhadap merek atau teknologi, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan finansial agar kepemilikan kendaraan tetap nyaman dalam jangka panjang.

“Memiliki kendaraan merupakan keputusan finansial yang bersifat jangka panjang. Karena itu, kami ingin masyarakat tidak hanya fokus memilih mobil yang diinginkan, tetapi juga memilih pembiayaan yang sesuai dengan kondisi keuangannya. Dengan begitu, proses memiliki kendaraan dapat berlangsung lebih terencana dan memberikan ketenangan bagi konsumen,” tambahnya.

Menjelang berakhirnya GIIAS 2026, BRI Finance mengajak masyarakat yang telah menemukan kendaraan incarannya untuk segera memanfaatkan berbagai kemudahan pembiayaan yang tersedia. Komitmen ini sejalan dengan upaya BRI Finance dalam menghadirkan layanan pembiayaan yang mudah diakses, kompetitif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut maupun mengajukan pembiayaan dapat mengakses bit.ly/JadiAda atau menghubungi Official WhatsApp BRI Finance di (+62) 811-1937-0838.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tren Renovasi Hunian Meningkat, BRI Finance Dukung Masyarakat Wujudkan Rumah Lebih Nyaman

Jakarta, 6 Agustus 2026 – Masyarakat kini semakin banyak melakukan pembaruan pada rumah yang telah dimiliki dibandingkan membeli hunian baru. Renovasi dapur, memperbarui interior, mengganti perangkat elektronik menjadi lebih hemat energi, hingga memasang perangkat smart home menjadi beberapa kebutuhan yang semakin umum dilakukan. Di sisi lain, sebagian masyarakat juga mulai beralih ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dalam kehidupan sehari-hari.

Kebutuhan tersebut membutuhkan perencanaan keuangan yang matang karena umumnya memerlukan dana yang tidak sedikit. Dengan perencanaan yang tepat, berbagai pembaruan tersebut tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi aset yang dimiliki.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan tren tersebut menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin mempertimbangkan manfaat jangka panjang sebelum memutuskan mengeluarkan biaya untuk rumah maupun kendaraan.

“Saat ini kami melihat masyarakat semakin selektif dalam menggunakan dana untuk kebutuhan konsumtif. Banyak yang memilih melakukan renovasi rumah, mengganti perangkat elektronik dengan yang lebih efisien, atau beralih ke kendaraan listrik karena dinilai dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Yang terpenting, seluruh kebutuhan tersebut tetap disesuaikan dengan kemampuan finansial dan direncanakan dengan baik,” ujar Dhani.

Pembiayaan multiguna dapat menjadi salah satu alternatif untuk mewujudkan berbagai kebutuhan tersebut selama digunakan secara bijak dan sesuai dengan kemampuan membayar. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, BRI Finance menghadirkan BRI Flash, fasilitas dana multiguna yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari renovasi rumah, pembelian furnitur, perangkat elektronik, hingga kebutuhan konsumtif lainnya.

BRI Flash menawarkan tenor pembiayaan hingga empat tahun dengan suku bunga mulai dari 0,72% per bulan. Dengan menjaminkan BPKB kendaraan, nasabah dapat memperoleh pencairan dana hingga 90% dari nilai kendaraan atau maksimal Rp500 juta, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami ingin menghadirkan solusi pembiayaan yang mudah diakses dan fleksibel agar masyarakat dapat mewujudkan berbagai rencana secara lebih terukur, termasuk peningkatan kualitas hidup. Dengan perencanaan yang baik, pembiayaan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus menjaga kondisi keuangan tetap sehat,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Permintaan dari Beragam Sektor Jadi Penopang, BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Berlanjut

Jakarta, 4 Agustus 2026 – Dinamika industri batu bara dan proses penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 tidak menyurutkan prospek pembiayaan alat berat PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”). Perseroan melihat kebutuhan alat berat masih terjaga seiring berlanjutnya aktivitas usaha dan investasi di berbagai sektor produktif.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Permintaan pembiayaan alat berat tahun ini masih berjalan dengan baik. Kami melihat kebutuhan tersebut berasal dari sektor-sektor produktif dengan fundamental usaha yang kuat.”

BRI Finance terus memantau perkembangan kebijakan pemerintah, termasuk proses revisi RKAB batu bara 2026. Namun demikian, hingga saat ini Perseroan belum melihat adanya penundaan investasi maupun ekspansi yang secara signifikan memengaruhi permintaan pembiayaan alat berat.

Pemerintah sebelumnya menetapkan target produksi batu bara dalam RKAB 2026 sekitar 600 juta ton, lebih rendah dibandingkan realisasi produksi 2025 yang mencapai 817,48 juta ton. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan batu bara sekaligus mendukung stabilitas harga komoditas di pasar global.

Di sisi lain, pemerintah masih membuka ruang penyesuaian produksi secara terukur dengan mempertimbangkan perkembangan pasar dan harga batu bara. Proses revisi RKAB 2026 pun menjadi salah satu perkembangan yang terus dicermati pelaku industri.

Bagi BRI Finance, dinamika tersebut tidak serta-merta mengubah prospek pembiayaan alat berat. Pasalnya, kebutuhan alat berat memiliki basis permintaan yang lebih luas, mencakup sektor konstruksi, perkebunan, logistik, hingga proyek infrastruktur.

Diversifikasi sektor tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kinerja portofolio pembiayaan alat berat. Dengan basis permintaan yang tidak terkonsentrasi pada satu industri, BRI Finance memiliki ruang untuk mengarahkan ekspansi pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan dan kebutuhan investasi yang berkelanjutan.

“Dengan mempertimbangkan perkembangan industri saat ini, kami melihat pembiayaan alat berat hingga akhir tahun masih memiliki prospek yang stabil. Kami akan terus mengoptimalkan peluang di sektor-sektor yang memiliki prospek positif, dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dan penerapan manajemen risiko,” kata Dhani.

Optimisme tersebut sejalan dengan kinerja aktual Perseroan. Hingga 2026, penyaluran pembiayaan alat berat BRI Finance tercatat tumbuh 144,68% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan telah memberikan kontribusi sebesar 20,17% terhadap total portofolio pembiayaan Perseroan.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan alat berat masih memiliki ruang pertumbuhan di tengah dinamika sektor komoditas. Ke depan, BRI Finance akan terus mencermati perkembangan industri dan kebijakan pemerintah sekaligus memperkuat penyaluran pembiayaan pada sektor-sektor produktif dengan prospek yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

GIIAS 2026 Hadirkan Beragam Pilihan Mobil, BRI Finance Siapkan Solusi Pembiayaan

Jakarta, 3 Agustus 2026 – Gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tidak hanya menjadi ajang bagi masyarakat untuk melihat perkembangan terbaru industri otomotif, tetapi juga momentum untuk mempertimbangkan pilihan kendaraan dan skema pembiayaan yang sesuai. Memanfaatkan momentum tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan solusi pembiayaan mobil baru yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial konsumen.

Berlangsung pada 30 Juli–9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, GIIAS 2026 menghadirkan lebih dari 60 merek otomotif global dan mengusung tema “Eye of the Future”. Perhelatan ini turut menampilkan perkembangan teknologi kendaraan pintar dan mobilitas ramah lingkungan, seiring semakin beragamnya pilihan kendaraan yang tersedia bagi masyarakat, termasuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Pertumbuhan kendaraan listrik menjadi salah satu perkembangan yang turut mewarnai pasar otomotif nasional. Data GAIKINDO menunjukkan, porsi battery electric vehicle (BEV) terhadap pasar mobil nasional mencapai sekitar 15,6% per Maret 2026, meningkat dari 12,9% pada akhir 2025. Penjualan BEV pada periode tersebut mencapai 33.146 unit, tumbuh 96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. GAIKINDO memperkirakan pangsa BEV dapat mencapai sekitar 19–20% pada akhir 2026.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan semakin beragamnya pilihan kendaraan membuat konsumen perlu mempertimbangkan kepemilikan kendaraan secara lebih menyeluruh, termasuk dari sisi pembiayaan.

“GIIAS memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan mencoba langsung berbagai pilihan kendaraan sebelum menentukan pilihannya. Setelah menemukan kendaraan yang sesuai, perencanaan pembiayaan menjadi bagian penting agar keputusan tersebut tetap sejalan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Di sinilah BRI Finance hadir untuk memberikan pilihan pembiayaan yang dapat membantu konsumen merencanakan kepemilikan kendaraan secara lebih terukur,” ujar Dhani.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, BRI Finance menawarkan pembiayaan mobil baru dengan bunga mulai dari 3,33% flat per tahun dan pilihan tenor hingga 5 tahun. Penawaran ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan baru, termasuk mereka yang tengah mempertimbangkan kendaraan dengan teknologi elektrifikasi.

“Preferensi masyarakat terhadap kendaraan terus berkembang, baik dari sisi model maupun teknologi. Kami ingin memastikan perkembangan tersebut turut diikuti dengan akses terhadap solusi pembiayaan yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih leluasa menentukan kendaraan pilihannya sekaligus merencanakan pembiayaannya,” tambah Dhani.

Melalui momentum GIIAS 2026, BRI Finance mendorong konsumen untuk tidak berhenti pada pengalaman melihat dan mencoba kendaraan, tetapi juga melanjutkan proses tersebut dengan memahami kemampuan finansial dan pilihan pembiayaan yang tersedia. Pendekatan ini sejalan dengan komitmen BRI Finance untuk menjadi mitra pembiayaan yang mendukung masyarakat dalam mengambil keputusan kepemilikan kendaraan secara lebih terencana.

Masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut maupun mengajukan pembiayaan dapat mengakses bit.ly/JadiAda atau menghubungi Official WhatsApp BRI Finance di (+62) 811-1937-0838.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan, BRI Finance Hadirkan BRIF Sunday Auto Corner di Bali

Denpasar, 2 Agustus 2026 – Masyarakat Denpasar dan sekitarnya kini punya lebih banyak pilihan untuk mencari kendaraan baru sekaligus mendapatkan solusi pembiayaan dalam satu kesempatan. PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan BRIF Sunday Auto Corner, pameran kendaraan yang digelar setiap hari Minggu sepanjang Agustus di BRI Regional Office Renon Denpasar.

Pameran berlangsung pada 2, 9, 16, dan 23 Agustus 2026, dengan menghadirkan sejumlah merek kendaraan, di antaranya Wuling, Jetour, dan Chery. Kegiatan ini terbuka bagi nasabah BRI maupun masyarakat umum, sehingga masyarakat dapat melihat langsung pilihan kendaraan yang tersedia sekaligus memperoleh informasi mengenai skema pembiayaan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Melalui BRIF Sunday Auto Corner, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat yang sedang mencari kendaraan baru dengan menghadirkan pilihan kendaraan dan solusi pembiayaan dalam satu lokasi. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat Denpasar dan sekitarnya untuk menemukan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.”

Selama periode pameran, BRI Finance menawarkan pembiayaan mobil baru dengan suku bunga mulai dari 3,28% untuk tenor 1 tahun. Tidak hanya itu, konsumen yang melakukan pemesanan kendaraan selama periode pameran juga berkesempatan mendapatkan free BRIZZI senilai Rp1 juta, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Kehadiran BRIF Sunday Auto Corner menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengeksplorasi berbagai pilihan kendaraan dari merek yang berpartisipasi sekaligus mendapatkan informasi pembiayaan secara langsung. Dengan pelaksanaan pada hari Minggu, pameran ini juga memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin meluangkan waktu untuk melihat dan mempertimbangkan pilihan kendaraan.

“Kami mengundang masyarakat untuk datang langsung ke BRIF Sunday Auto Corner selama periode pameran. Selain melihat berbagai pilihan kendaraan, masyarakat juga dapat berkonsultasi mengenai pembiayaan dan memanfaatkan penawaran khusus yang kami hadirkan selama event berlangsung,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Siapkan Penerbitan Obligasi Rp500 Miliar pada Kuartal IV 2026, BRI Finance Perkuat Diversifikasi Pendanaan

Jakarta, 8 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menyiapkan rencana penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar pada kuartal IV 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat struktur pendanaan sekaligus mendukung kebutuhan ekspansi bisnis.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan rencana penerbitan tersebut masih dalam tahap persiapan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar dan kebutuhan pendanaan perusahaan.

“BRI Finance terus melihat pasar obligasi sebagai salah satu alternatif pendanaan strategis. Untuk rencana penerbitan pada kuartal IV 2026, kami akan menyesuaikan waktu pelaksanaan dengan kebutuhan funding perusahaan serta kondisi pasar agar dapat dilakukan secara optimal dan prudent,” ujar Dhani.

Rencana tersebut melanjutkan pengalaman BRI Finance dalam memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu sumber pendanaan. Sebelumnya, perusahaan telah melakukan tiga kali penerbitan surat utang, yakni Obligasi I BRI Finance Tahun 2022, Obligasi II BRI Finance Tahun 2023, dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025.

Menurut Dhani, keputusan untuk menerbitkan obligasi tidak hanya mempertimbangkan pergerakan suku bunga acuan, tetapi juga memperhatikan sejumlah indikator pasar, termasuk perkembangan yield, minat investor, kebutuhan likuiditas, serta kesesuaian antara tenor pendanaan dan profil aset perusahaan.

“Dalam menentukan penerbitan obligasi, kami mempertimbangkan kondisi pasar secara menyeluruh, termasuk yield dan appetite investor, serta kebutuhan likuiditas dan profil aset. Dengan pendekatan tersebut, kami dapat memastikan pendanaan tetap selaras dengan kebutuhan bisnis dan prinsip kehati-hatian,” jelasnya.

Di tengah BI Rate yang saat ini berada pada level 5,75%, BRI Finance menilai kondisi biaya pendanaan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan momentum penerbitan. Karena itu, perusahaan akan terus memonitor perkembangan suku bunga dan pricing di pasar sebelum mengeksekusi rencana tersebut.

“Diversifikasi sumber pendanaan tetap menjadi fokus perusahaan. Kami akan memastikan kecukupan likuiditas sekaligus menjaga efisiensi cost of fund. Apabila kondisi pasar dan pricing mendukung, kami akan memanfaatkan peluang penerbitan obligasi pada waktu yang tepat,” kata Dhani.

Strategi tersebut dijalankan di tengah pasar surat utang multifinance yang masih menghadapi dinamika. Berdasarkan data PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), penerbitan surat utang multifinance hingga Juli 2026 mencapai Rp14,57 triliun, atau turun 41,8% secara tahunan dari Rp25,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut lebih dalam dibandingkan total penerbitan surat utang korporasi yang terkoreksi 16,2% secara tahunan menjadi Rp112,31 triliun. Dengan demikian, kontribusi multifinance terhadap total penerbitan surat utang korporasi turun menjadi sekitar 13% pada Juli 2026 dari 18,7% pada Juli 2025.

Di tengah dinamika tersebut, BRI Finance tetap membuka peluang pendanaan melalui pasar obligasi dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis dan kondisi pasar secara disiplin. Perusahaan akan mengedepankan keseimbangan antara dukungan terhadap pertumbuhan pembiayaan, kecukupan likuiditas, serta efisiensi biaya pendanaan dalam setiap keputusan pendanaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

NPF di Bawah Industri, BRI Finance Jaga Kualitas Portofolio Pembiayaan

Jakarta, 7 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan perbaikan kualitas pembiayaan hingga Juli 2026. Rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Finance (NPF) BRI Finance tercatat sebesar 1,82%, turun 29 basis points (bps) secara year-on-year (YoY).

Penurunan tersebut mencerminkan upaya BRI Finance dalam menjaga kualitas portofolio melalui penerapan prinsip kehati-hatian di setiap proses pembiayaan. Pengelolaan dilakukan sejak tahap analisis dan seleksi pembiayaan, dilanjutkan dengan pemantauan portofolio secara berkala serta penguatan collection dan recovery.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan pengelolaan kualitas pembiayaan menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan bisnis perusahaan. Menurutnya, pendekatan terhadap risiko juga perlu disesuaikan dengan karakteristik setiap segmen pembiayaan.

“Setiap segmen pembiayaan memiliki karakteristik dan profil risiko yang berbeda. Karena itu, kami melakukan analisis dan seleksi secara cermat sejak awal, kemudian memantau perkembangan portofolio secara berkala. Penguatan collection dan recovery juga dilakukan untuk memastikan potensi risiko dapat ditangani lebih awal,” ujar Dhani.

Menurut Dhani, kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kualitas pembiayaan. Perubahan profil risiko nasabah juga perlu terus dicermati agar perusahaan dapat mengambil langkah yang tepat dalam menjaga kualitas aset.

Pendekatan tersebut menjadi semakin penting di tengah industri pembiayaan yang tetap menghadapi dinamika kualitas aset. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NPF gross industri perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 3,01% per Juni 2026. Dengan NPF sebesar 1,82% pada Juli 2026, rasio BRI Finance berada di bawah level industri.

Di tengah kondisi ini, BRI Finance tetap menjaga disiplin dalam penyaluran pembiayaan sekaligus melakukan pemantauan terhadap kualitas portofolio yang telah berjalan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan kualitas aset perusahaan.

“Kami akan terus menjaga kualitas dalam setiap proses pembiayaan, baik dari sisi penyaluran maupun pengelolaan portofolio yang berjalan. Dengan proses analisis yang prudent, monitoring yang konsisten, serta collection dan recovery yang terukur, kami optimistis kualitas pembiayaan BRI Finance tetap terjaga,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES