JessC Makin Dekat dengan Indonesia, Musik Jadi Jembatan Lintas Budaya

Penyanyi internasional JessC semakin memperkuat hubungannya dengan pendengar Indonesia melalui karya dalam berbagai bahasa, kolaborasi lintas budaya, serta sejumlah lagu yang mendapat perhatian di radio dan media Tanah Air.

JAKARTA — Penyanyi internasional JessC semakin memperkuat hubungannya dengan pendengar di Indonesia. Lewat karya dalam berbagai bahasa, kolaborasi lintas budaya, serta pesan yang dibawa melalui musik, perjalanan JessC di Tanah Air terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah lagu JessC, di antaranya “Dekati”, “Tak Terpisah” dan “Expose”, mendapat perhatian dari pendengar Indonesia dan masuk ke tangga lagu sejumlah stasiun radio.

Bagi JessC, penerimaan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam perjalanan musiknya.

“Saya selalu merasa memiliki hubungan yang spesial dengan Indonesia. Bahasa dan budaya kita begitu dekat. Ketika lagu saya diterima oleh pendengar Indonesia, rasanya seperti bertemu dengan keluarga baru, padahal sebenarnya sudah lama dekat di hati,” ujar JessC.

Dari “Dekati” hingga “Tak Terpisah”

Hubungan JessC dengan Indonesia salah satunya dibangun melalui album “Dekati”. Karya tersebut menjadi bagian dari perjalanan JessC memperkenalkan musiknya kepada pendengar Indonesia.

Perjalanan itu kemudian berlanjut melalui kolaborasi dengan diva legendaris Malaysia, Fauziah Latiff, dalam lagu “Tak Terpisah”.

Lagu tersebut membawa pesan mengenai persahabatan, penerimaan dan kasih tanpa batas. Karyanya juga mendapat perhatian dari media di Indonesia.

Bagi JessC, pesan dalam lagu tersebut sejalan dengan cara ia memandang musik.

“Musik tidak bertanya dari negara mana kita berasal. Ketika sebuah lagu menyentuh hati seseorang, pada saat itu sebenarnya kita sudah terhubung,” katanya.

Musik Melayu Menyeberangi Batas Negara

Kedekatan JessC dengan Indonesia juga terlihat melalui karya-karya berbahasa Melayu.

Pada 2026, JessC berkolaborasi dengan entertainer Malaysia, Dato’ AC Mizal, melalui lagu “Mari Menari Raya”. Lagu tersebut memadukan pop modern dengan nuansa Hari Raya dan elemen hip-hop rap.

Selain mendapat perhatian di Malaysia, lagu tersebut juga diputar di Indonesia.

Menurut JessC, respons dari pendengar Indonesia menunjukkan bahwa kedekatan budaya Malaysia dan Indonesia dapat menjadi ruang untuk membawa musik berbahasa Melayu kepada pendengar yang lebih luas.

Ia melihat Indonesia sebagai salah satu negara dengan industri musik yang besar dan dinamis. Karena itu, hubungan dengan Indonesia bagi JessC tidak hanya berkaitan dengan pasar, tetapi juga dengan keinginan untuk terus membangun kedekatan melalui musik.

Bukan Sekadar Penyanyi

Di luar aktivitasnya sebagai penyanyi, JessC memiliki latar belakang di bidang kesehatan dan dikenal sebagai Certified Therapeutic Musician.

Ketertarikannya terhadap therapeutic music turut memengaruhi cara JessC melihat musik. Baginya, musik bukan hanya hiburan, tetapi juga dapat menjadi medium untuk menghadirkan ketenangan, harapan dan energi positif.

JessC juga memiliki ketertarikan pada olahraga, termasuk tenis meja.

Menurutnya, musik dan olahraga memiliki satu kesamaan, yakni sama-sama membutuhkan disiplin, fokus, daya tahan dan keberanian untuk terus mencoba.

“Dalam hidup, saya tidak ingin membatasi diri hanya pada satu hal. Saya ingin terus belajar, terus mencoba dan terus menjadi versi diri saya yang lebih baik,” ungkapnya.

Indonesia dalam Perjalanan JessC Berikutnya

Setelah membawakan karya dalam bahasa Mandarin, Inggris dan Melayu di berbagai panggung, JessC kini ingin semakin memperkuat hubungan dengan pendengar di Asia, termasuk Indonesia.

Ia juga membuka peluang untuk menghasilkan lebih banyak karya yang dapat dinikmati secara khusus oleh pendengar Indonesia, sekaligus menjajaki kemungkinan berkolaborasi dengan musisi dari Tanah Air.

Bagi JessC, perjalanan tersebut masih terus berjalan.

“Saya berharap suatu hari nanti dapat berdiri di atas panggung di Indonesia, menyanyi bersama semuanya dan merasakan sendiri energi penonton Indonesia. Saya percaya musik dapat membuat kita semakin dekat,” tuturnya.

Nama “Dekati” pada akhirnya terasa memiliki makna tersendiri dalam perjalanan JessC.

Bukan hanya sebagai judul lagu, tetapi juga sebagai gambaran dari langkah yang sedang dibangun JessC bersama pendengar Indonesia—semakin dekat, satu karya demi satu karya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kementerian Dalam Negeri Gelar Rapat Kerja Bersama K/L untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Menuju Target 8 Persen

Jakarta, 10 September 2026 – Kementerian Dalam Negeri
(Kemendagri) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penyusunan dan Pemaparan Rencana
Kerja Tim Pemantauan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Daerah yang berlangsung
pada 4 hingga 6 September 2026 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta
Utara.

Agenda strategis ini digelar dalam rangka pemantauan,
pengawalan, dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah guna mendukung pencapaian
target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% sebagaimana diamanatkan dalam
Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029.

Rapat kerja lintas kementerian dan lembaga ini dibuka dengan
arahan langsung dari Sekretaris Jenderal Kemendagri, Komjen Pol. Drs. Tomsi
Tohir, M.Si., serta menghadirkan jajaran narasumber dan pemapar kunci:

– Komjen
Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si.
– Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam
Negeri
– Teni
Widuriyanti
– Sekretaris Kementerian PPN / Sestama Bappenas
– Moh
Edy Mahmud
– Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Badan Pusat
Statistik (BPS)
– Ir.
Medrilzam, M.Prof.Rcon., Ph.D.
– Deputi Bidang Pembangunan
Kewilayahan, Kementerian PPN/Bappenas

Pendekatan Penyelesaian Masalah dan Penyusunan Rencana
Kerja Wilayah

Sekretaris Jenderal Kemendagri menegaskan pentingnya
pergeseran pendekatan dari sekadar pemantauan administratif (compliance-oriented)
menjadi pendekatan penyelesaian masalah secara konkret (problem-solving
oriented
). Pada sesi teknis, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kewilayahan,
Kependudukan dan Pelayanan Publik Kemendagri, Dr. T.R Fahsul Falah, S.Sos.,
M.Si.
, bersama Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi menyampaikan
penjelasan teknis kegiatan dan pembagian wilayah kerja tim pemantauan. Forum
ini membedah secara rinci angka pertumbuhan ekonomi di tingkat kabupaten/kota
serta merumuskan aksi nyata bagi Pemerintah Daerah.

Guna memastikan pengawalan berjalan efektif di seluruh
Indonesia, rapat kerja membagi pembahasan ke dalam kelompok wilayah provinsi
per pulau. Seluruh jajaran Pejabat Eselon I Kemendagri ditugaskan sebagai
penanggung jawab untuk mengordinasikan penyusunan dan pemaparan Rencana Kerja
Masing-Masing Provinsi.

Aksi Konkret dan Penguatan Indikator Dini

Dalam diskusi panel, Kemendagri bersama Bappenas, BPS, dan
Kementerian Investasi/BKPM menyelaraskan indikator penilaian pertumbuhan
ekonomi daerah:

– Penggunaan
Deteksi Dini (Early Warning Indicator)
: Menerapkan sistem
peringatan dini bulanan dari BPS untuk membaca sinyal dinamika ekonomi
daerah secara real-time.
– Percepatan
Investasi dan Perizinan
: Mengurai hambatan perizinan di daerah serta
mengoptimalkan potensi investasi guna mendorong kemudahan berusaha.
– Sembilan
Langkah Strategis Pemda
: Mendorong daerah mempercepat realisasi APBD,
proyek infrastruktur, pengendalian harga bahan pokok, perluasan lapangan
kerja, hingga peningkatan output industri dan sektor primari.

Rangkaian kegiatan selama tiga hari ini akan
diakhiri dengan pembulatan hasil rapat serta penutupan oleh Sekretaris Jenderal
Kemendagri pada Minggu, 6 September 2026, untuk memastikan seluruh provinsi
memiliki rencana aksi yang terukur, tepat waktu, dan berorientasi pada hasil (no
issue without owner, no owner without deadline
).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KALOG Express Layani Lebih dari 8.000 Ton Barang, Tertinggi Sepanjang 2026

Memasuki paruh kedua 2026, KAI Logistik melalui layanan KALOG Express terus memperkuat perannya dalam menghadirkan konektivitas logistik yang andal bagi masyarakat Indonesia. Pada Agustus 2026, volume pengiriman KALOG Express mencapai 8.369 ton atau lebih dari 310 ribu paket, meningkat sekitar 30% dibandingkan rata-rata volume bulanan Semester I 2026 sekaligus menjadi capaian volume bulanan tertinggi sepanjang tahun berjalan.

Ferdian Pardosi, VP of Commercial KAI Logistik, mengatakan bahwa pertumbuhan volume pada Agustus menjadi sinyal positif terhadap perkembangan bisnis angkutan ritel sekaligus menunjukkan adanya peningkatan aktivitas logistik memasuki paruh kedua tahun 2026. ”Memasuki semester 2, kinerja KALOG Express menunjukkan peningkatan yang berkelanjutan dan mencatatkan kinerja tertinggi pada Agustus 2026, dengan pertumbuhan sekitar 30% jika dibandingkan rerata kinerja volume pada semester 1 tahun 2026. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan logistik yang aman, andal, dan memiliki konektivitas antardaerah terus berkembang.”

Pada Agustus, pengiriman KALOG Express didominasi oleh paket sebanyak 269.449 kiriman, disusul sepeda motor sebanyak 20.165 unit dan hewan peliharaan sebanyak 15.968 ekor. Pengiriman sepeda motor pada periode ini menjadi yang tertinggi sepanjang tahun berjalan. “Momentum libur nasional yang berdekatan dengan akhir pekan turut meningkatkan mobilitas masyarakat, yang kemudian mendorong kebutuhan pengiriman sepeda motor guna menunjang mobilitas masyarakat di kota tujuan. Lebih lanjut, pertumbuhan ini juga menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan KALOG Express, yang menawarkan tarif pengiriman sepeda motor yang kompetitif dan relatif lebih terjangkau dengan keunggulan dan kemudahan layanan,” lanjut Ferdian.

Kemudahan layanan turut menjadi pertimbangan masyarakat dalam pengiriman sepeda motor melalui KALOG Express. Masyarakat dapat melakukan pemesanan melalui KAI Logistik TRAX dengan pilihan kemudahan untuk layanan penjempuntan hingga pengiriman ke alamat tujuan. Selama proses pengiriman, pelanggan juga dapat memantau perjalanan kiriman secara realtime melalui fitur tracking pada berbagai channel di antaranya pada aplikasi KAI Logistik TRAX, website hingga aplikasi Access by KAI. Selain itu, guna memastikan keamanan sepeda motor serta kenyamanan pelanggan, setiap pengiriman dilengkapi dengan perlindungan asuransi terhadap risiko kerusakan maupun kehilangan selama proses pengiriman.

Secara umum, pertumbuhan KALOG Express juga menjadi bagian dari upaya KAI Logistik dalam memperluas akses layanan logistik berbasis kereta api. Dengan mengintegrasikan jaringan kereta api dengan layanan first mile dan last mile, KAI Logistik terus mengembangkan solusi yang dapat memberikan pilihan pengiriman yang lebih fleksibel bagi setiap kebutuhan masyarakat.

“Ke depan, kami tidak hanya melihat pertumbuhan dari sisi volume, tetapi juga bagaimana membangun pengalaman layanan yang semakin terintegrasi bagi pelanggan. Konektivitas menjadi kunci agar layanan logistik dapat menjawab kebutuhan mobilitas barang yang semakin dinamis,” tutup Ferdian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin Tertekan Jelang Keputusan The Fed, Harga BTC Bertahan di Bawah US$80.000

Jakarta, 10 September 2026 — Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Bitcoin turun sekitar 1,75% dalam 24 jam ke level US$78.119,62, sejalan dengan penurunan kapitalisasi pasar kripto global sekitar 2,01%.

Tekanan terhadap aset kripto terjadi ketika pasar mulai meningkatkan kewaspadaan menjelang pertemuan The Fed Amerika Serikat pada 16 September 2026. Pelaku pasar mencermati kemungkinan perubahan arah kebijakan suku bunga yang berpotensi memengaruhi aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Pergerakan Bitcoin saat ini juga menunjukkan hubungan yang cukup kuat dengan pasar saham AS, khususnya saham berkapitalisasi kecil yang tercermin dalam indeks Russell 2000. Korelasi Bitcoin dengan indeks tersebut berada di sekitar 83%, menunjukkan bahwa pergerakan BTC semakin sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan sentimen risk-off di pasar global.

Selain tekanan dari faktor makroekonomi, penurunan Bitcoin turut diperkuat oleh aksi likuidasi posisi leverage. Dalam 24 jam terakhir, nilai posisi kripto yang dilikuidasi mencapai lebih dari US$378 juta, dengan posisi long menjadi bagian terbesar dari likuidasi tersebut.

Kondisi tersebut menciptakan tekanan jual tambahan. Ketika harga Bitcoin turun, posisi leverage yang tidak lagi memenuhi persyaratan margin terpaksa ditutup. Penutupan posisi ini kemudian meningkatkan tekanan jual dan dapat mempercepat penurunan harga.

Pasar Menanti Data Inflasi AS

Perhatian investor saat ini tertuju pada data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis pada 11 September 2026. Data inflasi tersebut menjadi salah satu indikator penting yang dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed.

Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi biasanya memberikan tekanan terhadap aset berisiko. Suku bunga yang tinggi dapat meningkatkan daya tarik dolar AS dan instrumen berpendapatan tetap, sementara aset seperti Bitcoin dan saham cenderung menghadapi tekanan ketika investor mengurangi eksposur terhadap risiko.

Pasar saat ini memperkirakan terdapat peluang sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed 16 September.

Namun, ekspektasi tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan data ekonomi terbaru, terutama apabila angka inflasi AS menunjukkan hasil yang lebih tinggi dari perkiraan.

Bagi pasar kripto, kondisi ini membuat data CPI menjadi katalis penting dalam menentukan arah Bitcoin dalam jangka pendek.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan volatilitas Bitcoin saat ini perlu dilihat dalam konteks kondisi pasar global, terutama perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS.

“Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan bahwa aset kripto semakin terintegrasi dengan dinamika pasar keuangan global. Ketika ekspektasi suku bunga berubah, investor akan menyesuaikan kembali tingkat risiko dalam portofolionya, dan Bitcoin ikut merespons perubahan tersebut,” jelasnya.

Menurut Yudho, tekanan harga dalam jangka pendek tidak serta-merta menunjukkan perubahan fundamental jangka panjang terhadap pasar kripto. Investor perlu membedakan antara volatilitas yang dipicu faktor makro dan perubahan struktur pasar yang lebih mendasar.

“Bagi investor, yang penting bukan hanya melihat penurunan harga harian, tetapi memahami apa yang menjadi pemicunya. Data inflasi, kebijakan The Fed, arus likuiditas, hingga tingkat leverage di pasar menjadi faktor yang perlu diperhatikan secara bersamaan,” katanya.

Level US$78.000 Jadi Area Penting Bitcoin

Dari sisi teknikal, level US$78.000 menjadi area penting yang perlu dipertahankan Bitcoin dalam jangka pendek.

Apabila BTC mampu bertahan di atas level tersebut, pergerakan harga berpotensi memasuki fase konsolidasi pada kisaran US$78.000 hingga US$79.200. Kondisi ini dapat mencerminkan upaya pasar untuk mencari keseimbangan setelah tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir.

Sebaliknya, apabila Bitcoin menembus ke bawah US$78.000, risiko koreksi lebih lanjut akan meningkat. Area US$76.300 hingga US$77.000 menjadi zona yang perlu diperhatikan sebagai potensi target berikutnya.

Level US$76.230 juga menjadi salah satu titik terendah yang terbentuk sebelumnya dan dapat berfungsi sebagai area pertahanan berikutnya apabila tekanan jual berlanjut.

Di sisi atas, Bitcoin perlu kembali menembus US$79.200 untuk menunjukkan adanya pemulihan momentum. Penutupan candle empat jam di atas level tersebut berpotensi membuka ruang bagi Bitcoin untuk kembali menguji area US$80.000 hingga US$80.500.

Sementara itu, struktur pemulihan Bitcoin secara lebih luas masih belum sepenuhnya rusak. Harga BTC masih berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari yang berada di sekitar US$70.242 berdasarkan data teknikal yang tersedia.

Leverage Tinggi Perbesar Tekanan Jual

Selain faktor The Fed, tingginya penggunaan leverage menjadi salah satu alasan mengapa penurunan Bitcoin dapat berlangsung lebih cepat.

Penurunan harga yang awalnya dipicu oleh kekhawatiran makro dapat memicu likuidasi posisi long. Ketika posisi tersebut ditutup secara otomatis, tekanan jual semakin besar dan dapat mendorong harga turun lebih jauh.

Dengan lebih dari US$378 juta posisi kripto yang dilikuidasi dalam 24 jam, pasar menunjukkan bahwa sebagian pelaku masih menggunakan tingkat leverage yang cukup tinggi.

Kondisi ini membuat pergerakan Bitcoin menjadi lebih sensitif terhadap perubahan harga dalam jangka pendek. Sedikit penurunan dapat memicu likuidasi tambahan, sementara pemulihan harga juga dapat berlangsung cepat ketika tekanan leverage mulai mereda.

Yudho menilai kondisi tersebut menjadi pengingat bagi investor untuk mempertimbangkan risiko volatilitas ketika mengambil keputusan di pasar aset digital.

“Ketika leverage meningkat, pergerakan pasar bisa menjadi jauh lebih cepat, baik ke atas maupun ke bawah. Karena itu, pengelolaan risiko menjadi semakin penting, terutama ketika pasar sedang menghadapi katalis besar seperti data CPI dan keputusan suku bunga,” ujar Yudho.

Bitcoin Masih Bertahan di Tengah Pasar Altcoin

Tekanan terhadap Bitcoin terjadi bersamaan dengan kondisi pasar altcoin yang relatif lebih rapuh. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan, sementara Bitcoin masih mempertahankan posisinya di sekitar level US$78.000.

Sebelumnya, Bitcoin juga bergerak dalam rentang yang relatif sempit di bawah US$83.000 selama hampir dua pekan. Pola tersebut menunjukkan pasar masih menunggu katalis yang cukup kuat untuk menentukan arah berikutnya.

Dalam beberapa periode sebelumnya, fase konsolidasi serupa sempat diikuti oleh pergerakan harga yang lebih besar setelah Bitcoin berhasil menembus batas atas atau bawah rentang perdagangan.

Di sisi sentimen, indeks Fear and Greed masih berada di area Greed dengan skor sekitar 69. Artinya, meskipun Bitcoin mengalami tekanan dan bergerak sideways, kepercayaan investor terhadap pasar kripto belum sepenuhnya menghilang.

Investor kini menghadapi dua skenario utama. Jika Bitcoin mampu mempertahankan US$78.000 dan tekanan jual mereda setelah rilis CPI, BTC berpotensi kembali bergerak menuju US$79.200 dan selanjutnya menguji US$80.000.

Namun, apabila data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan dan memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat, tekanan terhadap Bitcoin dapat berlanjut. Penembusan US$78.000 berpotensi membawa harga menguji US$76.300 hingga US$77.000.

Untuk jangka pendek, menurut data FLOQ, pasar Bitcoin masih berada dalam fase menunggu katalis. Data CPI AS pada 11 September dan keputusan The Fed pada 16 September menjadi dua agenda utama yang berpotensi menentukan arah pergerakan BTC berikutnya.

“Pasar sedang berada pada fase yang sangat sensitif terhadap data ekonomi. Investor sebaiknya tetap disiplin dalam mengelola risiko dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga dalam satu atau dua hari,” tutup Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Promo neobank September 2026, Ada Hadiah untuk Pengguna Baru hingga Diskon QRIS 50%

September jadi makin seru buat kamu yang ingin menikmati berbagai keuntungan dari transaksi digital. Lewat rangkaian promo neobank, ada sejumlah penawaran yang bisa dimanfaatkan, mulai dari hadiah untuk pengguna baru, ajak teman, hingga promo transaksi menggunakan QRIS melalui neobank HematPay.

Setiap promo memiliki periode, manfaat, dan ketentuan yang berbeda. Jadi, sebelum ikut, pastikan kamu memahami detail promo yang berlaku.

Promo neobank untuk Pengguna Baru

Buat kamu yang baru ingin mencoba layanan neobank, ada Hadiah Spesial Pengguna Baru yang berlangsung hingga 31 Desember 2026.

Dengan membuka rekening neobank, kamu berkesempatan mendapatkan:

Hadiah tunai hingga Rp103.000

Kupon Dana Virtual Tabungan NOW hingga Rp4,65 juta

Penawaran ini bisa menjadi salah satu keuntungan yang dapat kamu nikmati saat mulai menggunakan rekening neobank.

Namun, hadiah dan kupon mengikuti mekanisme serta syarat dan ketentuan promo yang berlaku. Pastikan kamu mengecek informasi lengkapnya sebelum mengikuti program.

Ajak Teman, Dapat Hadiah hingga Rp35.000

Punya teman yang belum menggunakan neobank? Kamu juga bisa mengikuti program Hadiah Spesial Ajak Teman.

Melalui program ini, kamu berkesempatan mendapatkan hadiah tunai hingga Rp35.000 dengan mengajak teman untuk membuka rekening neobank.

Promo ajak teman ini berlaku hingga 31 Desember 2026. Jadi, kalau ada teman atau keluarga yang sedang mencari rekening digital, kamu bisa mengajaknya mencoba neobank sekaligus mengikuti program referral yang tersedia.

Promo HematPay, Diskon QRIS hingga 50%

Selain promo pembukaan rekening dan referral, ada juga penawaran untuk transaksi sehari-hari melalui neobank HematPay.

Dalam promo ini, kamu bisa mendapatkan promo QRIS di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce hingga 50% dengan nilai maksimal Rp75.000.

Promo berlaku hingga 31 Oktober 2026 dan dapat digunakan di merchant yang berpartisipasi, termasuk berbagai merchant yang tercantum dalam materi promo seperti FamilyMart, KFC, Segari, Hypermart, Guardian, Telkomsel, Bluebird, TIX ID, dan merchant lainnya.

Jadi, buat kamu yang memang sering menggunakan QRIS untuk transaksi, promo ini bisa menjadi salah satu penawaran yang menarik untuk dimanfaatkan selama periode promo.

Masih Ada Promo neobank Lainnya

Selain beberapa penawaran di atas, neobank juga menghadirkan berbagai promo neobank lainnya sepanjang September 2026.

Jadi, jangan lupa cek promo terbaru yang tersedia sebelum melakukan transaksi. Bisa jadi ada penawaran atau kejutan lain yang sedang berlangsung dan sesuai dengan kebutuhanmu.

Mulai dari membuka rekening, mengajak teman, sampai melakukan transaksi menggunakan QRIS, berbagai promo ini bisa kamu temukan melalui layanan neobank.

***

Setiap promo memiliki periode, mekanisme, hadiah, merchant, serta syarat dan ketentuan yang berbeda. Pastikan membaca dan memahami syarat dan ketentuan masing-masing promo sebelum mengikuti program.

Jika ingin mempelajari fitur QRIS neobank, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store.Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman https://s.id/promohematpay dan QRIS neobank. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berbagi di Hari Jadi, KAI Logistik Gelar Donor Darah untuk Sesama

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17, KAI Logistik memaknai perjalanan perusahaan dengan berbagi dan memberikan manfaat bagi sesama. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan donor darah yang diselenggarakan di Kantor Pusat KAI Logistik, Jakarta, pada Selasa (8/9), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan hari jadi perusahaan.

Kegiatan donor darah ini tidak hanya menjadi agenda
internal perusahaan, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi pegawai di
lingkungan KAI Group dan masyarakat umum. Lebih dari 100 orang tercatat
melakukan registrasi untuk mengikuti kegiatan tersebut. Setelah melalui proses
pemeriksaan kesehatan dan memenuhi kriteria donor, sekitar 50 kantong darah
berhasil dikumpulkan untuk selanjutnya dikelola oleh PMI Kota Bekasi..

Manager of Public Relations KAI Logistik menyampaikan
bahwa donor darah menjadi salah satu cara perusahaan memaknai pertambahan usia
dengan kegiatan yang memberikan manfaat nyata. “Bertambahnya usia perusahaan
menjadi momentum bagi kami untuk melihat kembali bagaimana keberadaan KAI
Logistik dapat memberikan manfaat, tidak hanya melalui layanan yang kami
hadirkan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Setiap kantong darah yang terkumpul diharapkan dapat turut mendukung
ketersediaan stok darah dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang
membutuhkan,” ujarnya.

Semangat berbagi dalam rangkaian HUT ke-17 KAI
Logistik juga diwujudkan melalui sejumlah kegiatan sosial lainnya. Salah
satunya melalui program Gerbong Literasi dengan menyalurkan sebanyak 1.700 buku
ke sejumlah lokasi di sekitar wilayah operasional perusahaan. Buku-buku
tersebut diharapkan dapat mendukung keberadaan pojok baca serta mendorong
tumbuhnya minat baca, khususnya di lingkungan masyarakat dan anak-anak.

Tidak berhenti pada aspek sosial, rangkaian kegiatan
juga mencakup kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon
di sekitar area operasional KAI Logistik. Beragam kegiatan tersebut menjadi
bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas kontribusi di luar aktivitas
bisnis, dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan
di sekitar wilayah operasional.

Pelaksanaan berbagai inisiatif tersebut sejalan dengan
komitmen KAI Logistik dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL)
secara berkelanjutan. Bagi perusahaan, keberlanjutan tidak hanya berkaitan
dengan keberlangsungan kegiatan usaha, tetapi juga bagaimana aktivitas
perusahaan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.
Komitmen ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals
(SDGs), khususnya pada aspek kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan, serta
pelestarian lingkungan.

Memasuki usia ke-17, KAI Logistik akan terus mendorong
berbagai kegiatan yang dapat membuka ruang kolaborasi dan partisipasi
masyarakat. Melalui kegiatan donor darah yang dilakukan secara berkala maupun
inisiatif sosial dan lingkungan lainnya, perusahaan berharap semangat berbagi
dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kontribusi bersama untuk memberikan
manfaat yang lebih luas bagi sesama.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ENSIA 2026: Saat Inovasi Menjadi Kunci Bisnis Berkelanjutan dan Ketangguhan Masyarakat

Denpasar, (10/9) – PT SUCOFINDO (PERSERO) kembali menyelenggarakan Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 sebagai ajang apresiasi bagi dunia usaha dan masyarakat yang menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial berdampak nyata. Mengusung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”, ENSIA 2026 hadir untuk mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya memperkuat daya saing bisnis, tetapi juga meningkatkan ketangguhan sosial dan lingkungan di tengah berbagai tantangan global.

ENSIA 2026 diselenggarakan di Bali dan dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh Jumhur Hidayat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, Rahmat Pambudi, dan Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster.

Dalam kesempatan tersebut, Moh Jumhur Hidayat mengapresiasi PT SUCOFINDO (PERSERO) yang secara konsisten menghadirkan ENSIA sebagai wadah yang mendorong lahirnya inovasi lingkungan dan sosial dari dunia usaha maupun masyarakat. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya inovasi dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Selanjutnya, Moh Jumhur Hidayat juga menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran dan kerusakan lingkungan. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan inovasi yang berlandaskan empat prinsip utama, yaitu Green Jobs, Social Preparation and Social Integration, Penerapan Budaya Zero Accident, dan Tobat Ekologis.

“ENSIA sangat relevan dengan kebutuhan saat ini dan sejalan dengan PROPER dan Gerakan Tobat Ekologis yang diusung Kementerian Lingkungan Hidup. Melalui berbagai inovasi yang dihadirkan dunia usaha, ENSIA dapat mendorong kontribusi nyata terhadap pemulihan lingkungan, pengelolaan sampah, rehabilitasi daerah aliran sungai, penanaman pohon, transisi energi bersih, serta pengembangan ekonomi hijau yang menjadi bagian penting dari agenda pembangunan berkelanjutan nasional,” ujarnya.

Gerakan Tobat Ekologis merupakan gerakan yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong perubahan cara pandang dan perilaku seluruh pemangku kepentingan terhadap lingkungan melalui kolaborasi dan aksi nyata yang berkelanjutan. Moh. Jumhur Hidayat menegaskan bahwa inovasi lingkungan dan sosial yang dikembangkan dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia. ENSIA menjadi salah satu bukti bahwa komitmen keberlanjutan dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekedar seremoni penghargaan, tetapi juga ruang kolaborasi dan wadah berbagi praktik terbaik (best practice) bagi pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi keberlanjutan.

“ENSIA memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen dan capaian inovasinya kepada para pemangku kepentingan. Selain memperoleh pengakuan atas inovasi yang dijalankan, peserta juga mendapatkan ruang untuk berbagi praktik terbaik dan memperluas jejaring serta memperkuat reputasi perusahaan dalam aspek keberlanjutan. Bagi perusahaan yang mengikuti PROPER, apresiasi ENSIA dapat menjadi salah satu nilai tambah dalam mendukung aspek penghargaan nasional pada penilaian PROPER Hijau dan Emas,” tuturnya.

Sandry Pasambuna menambahkan, tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community” dipilih sebagai respons terhadap berbagai dinamika global, mulai dari ketidakpastian geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasok hingga ancaman bencana ekologis akibat perubahan iklim.

Melalui tema tersebut, PT SUCOFINDO (PERSERO) mendorong pelaku usaha dapat terus mengembangkan inovasi yang mampu mengoptimalkan efisiensi sumber daya, mengurangi dampak lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya.

“Ke depan, kami berharap ENSIA terus berkembang sebagai platform inovasi keberlanjutan yang inklusif dan berdampak. Kami ingin merangkul lebih banyak perusahaan, komunitas, dan local hero yang terlibat serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan dan sosial secara nyata. Yang terpenting, inovasi yang dihadirkan pada ENSIA tidak berhenti pada penghargaan, melainkan dapat direplikasi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Komersial PT SUCOFINDO (PERSERO), Agus Permadi mengungkapkan antusiasme peserta dari dunia usaha terhadap ENSIA terus meningkat setiap tahunnya.

“ENSIA 2026 mencatat partisipasi 253 perusahaan dengan 954 paper dan 48 local hero, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 178 perusahaan dengan 690 paper. Capaian ini menunjukkan semakin tingginya komitmen dunia usaha dalam menghadirkan inovasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan, sosial, dan bisnis,” jelasnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, ENSIA memperbaharui topik inovasi khusus, yang semula berfokus pada konservasi daerah aliran sungai menjadi transisi energi bersih. Perubahan ini mencerminkan urgensi ketahanan energi, efisiensi sumber daya, dan pengurangan emisi sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim serta dinamika global yang terus berkembang. Melalui fokus tersebut, ENSIA mendorong dunia usaha untuk menghadirkan inovasi yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan keberlanjutan nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sanggabiz Berpartisipasi di ConnectX Founder & Builder Summit, Dwi Andi Rohmatika (DA) Soroti Strategi Membangun Bisnis Berkelanjutan

Memperkuat perannya dalam ekosistem digital dan inovasi bisnis, Sanggabiz hadir sebagai Community Partner sekaligus menampilkan pameran interaktif inovasi layanannya di ajang ConnectX Founder & Builder Summit. Dalam acara kolaborasi berskala besar yang didukung oleh Komdigi dan Garuda Spark ini, Founder Sanggabiz, Dwi Andi, membagikan wawasannya melalui sesi edukasi utama bertajuk “Building a Business That Clients Never Leave”. Kehadiran Sanggabiz menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong inklusivitas dan integrasi teknologi di kalangan pendiri startup dan pelaku usaha di Indonesia.

Yogyakarta, 10 September 2026 — Sanggabiz kembali mengambil peran strategis dalam mendorong ekosistem inovasi nasional dengan berpartisipasi aktif di ajang ConnectX Founder & Builder Summit. Mengusung semangat “OneXperience – A year of Founders & Builders: Meet. Pitch. Connect. Grow“, acara bergengsi yang mempertemukan ratusan inovator digital, investor, dan pelaku industri ini diselenggarakan pada Jumat, 31 Juli 2026, berlokasi di Garuda Spark Innovation Hub (Ganara Art), fX Sudirman Lt. 8, Jakarta.

Sebagai salah satu Community Partner resmi, Sanggabiz tidak hanya hadir sekadar memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya acara, tetapi juga menghadirkan ruang pameran interaktif. Ruang ini dimanfaatkan sebagai pusat informasi dan diskusi bagi para pengunjung, founder, dan builder yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai solusi operasional bisnis yang modern. Sanggabiz mendemonstrasikan bagaimana mereka mengimplementasikan workflow operasional yang telah di-infused dengan kapabilitas AI-powered system serta penerapan RAPI Method, sebuah pendekatan yang memastikan setiap proses kerja berjalan efektif dan efisien.

Sorotan utama sekaligus puncak dari partisipasi Sanggabiz dalam ajang ConnectX ini adalah sesi edukasi dan pitching eksekutif yang dibawakan secara langsung oleh DA, selaku Founder Sanggabiz. Mengangkat tema krusial di dunia bisnis, yakni “Building a Business That Clients Never Leave: Scaling Through Strategy, Relationships, and Execution“, DA secara komprehensif membedah strategi esensial untuk membangun fondasi bisnis yang mampu menciptakan loyalitas klien dalam jangka panjang.

Di hadapan para audiens yang didominasi oleh para pendiri bisnis rintisan dan profesional, DA membagikan pemahaman taktis dan praktis mengenai empat pilar utama dalam pertumbuhan bisnis:

1. Cara Memenangkan Klien Pertama (How to win your first client)
DA menekankan bahwa memenangkan klien pertama bukanlah sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari artikulasi nilai (value proposition) yang jelas. Para founder harus mampu menunjukkan empati terhadap masalah klien dan menawarkan solusi yang konkret pada pertemuan pertama.

2. Strategi Mempertahankan Klien Bertahun-tahun (How to retain clients for years)
Mendapatkan klien baru memang penting, tetapi mempertahankan klien lama jauh lebih krusial untuk stabilitas bisnis. “Klien tidak akan pergi jika mereka terus melihat pertumbuhan (growth) bersama kita. Retensi lahir dari komunikasi yang transparan, konsistensi dalam eksekusi, dan kemampuan untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan mereka yang terus berubah,” jelas DA

3. Dampak AI pada Industri Konsultasi (AI’s impact on consulting)
Sebagai pemimpin perusahaan yang mengedepankan integrasi teknologi, DA menyoroti bagaimana kecerdasan buatan (AI) mendisrupsi dunia konsultasi. Ia memaparkan bahwa AI tidak menggantikan peran konsultan, melainkan memperkuat analisis data, mempercepat workflow, dan membebaskan para founder untuk fokus pada hal yang paling penting: membangun hubungan dan merumuskan strategi makro.

4. Kesalahan Terbesar Founder Setelah Mendapatkan Klien Pertama (The biggest mistakes founders make after landing their first customer)
Banyak pendiri bisnis yang merasa cepat puas (complacent) setelah berhasil mendapatkan klien pertama. DA memperingatkan bahwa kesalahan terbesar adalah gagal menjaga standar kualitas (quality control) saat mencoba melakukan eskalasi (scaling up), serta melupakan pentingnya membangun SOP (Standar Operasional Prosedur) sejak dini.

“Dunia bisnis dan industri layanan menuntut adaptasi yang sangat cepat. Teknologi seperti AI memberikan dampak yang masif pada cara kita beroperasi dan mengelola waktu. Namun, keberhasilan jangka panjang pada akhirnya tetap bergantung pada kombinasi eksekusi yang tepat, strategi yang matang, dan dedikasi kita dalam menjaga relasi personal yang kuat dengan klien,” papar DA, saat menutup sesinya.

Melalui kehadirannya di ConnectX Founder & Builder Summit, Sanggabiz berharap dapat menjalin kolaborasi baru yang berkelanjutan. Perusahaan terus berkomitmen untuk memperluas jejaring strategis dan menginspirasi lebih banyak organisasi di Indonesia agar bertumbuh dengan fondasi bisnis yang inklusif, terstruktur, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi di era digital.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Celebrity Fitness 2.0, Evolusi Baru Fitness di Mall Of Indonesia

Mall of Indonesia (MOI) terus memperkuat pengalaman lifestyle dengan hadirnya Celebrity Fitness yang resmi dibuka pada 10 September 2026

Mall of Indonesia (MOI) terus memperkuat pengalaman lifestyle dengan hadirnya Celebrity Fitness  yang resmi dibuka pada 10 September 2026. Berlokasi di lantai 2 Mall of Indonesia, klub terbaru ini menjadi lokasi pertama yang memperkenalkan Celfit 2.0, konsep generasi baru Celebrity Fitness yang memadukan fitness, wellness, produktivitas, dan komunitas dalam satu destinasi.

Hadir dengan luas sekitar 2.700 meter persegi, Celebrity Fitness MOI menjadi cabang terluas yang juga khusus dirancang sebagai bagian dari ekosistem lifestyle yang lebih menyeluruh. Kehadirannya melengkapi pilihan aktivitas di Mall of Indonesia, memberikan pengunjung dan masyarakat sekitar akses terhadap berbagai pengalaman kebugaran sekaligus ruang untuk berolahraga, beristirahat, bekerja, dan berinteraksi dalam satu lokasi.

Melalui Celfit 2.0, Celebrity Fitness MOI menghadirkan lebih dari 150 program dan pengalaman fitness setiap minggu, mulai dari strength training, cardio, functional training, cycling, dance, hingga program mind & body. Berbagai fasilitas baru juga tersedia, seperti café, coworking space, recovery area, studio Reformer Pilates, hingga zona latihan HYROX.

Celfit 2.0 Hadir dengan Konsep Fitness yang Lebih Holistik

Sebagai klub dengan konsep Celfit 2.0 pertama, Celebrity Fitness MOI membawa pendekatan yang lebih luas terhadap pengalaman fitness. Selain lima studio kelas kebugaran, klub ini juga menghadirkan Group Reformer Pilates Studio dengan delapan reformer premium serta layanan One-to-One Reformer Pilates yang dirancang secara personal sesuai kebutuhan dan tujuan masing-masing member.

Konsep ini dikembangkan melalui tiga pilar utama, yaitu Evolution of Space, Evolution of Movement, dan Evolution of Community. Ketiganya menghadirkan ruang yang lebih fleksibel untuk berolahraga, bekerja, dan bersosialisasi, pengalaman fitness yang lebih holistik, serta komunitas yang mendorong gaya hidup aktif dan sehat.

Celfit 2.0 merupakan langkah strategis perusahaan dalam merespons perubahan perilaku konsumen yang kini memandang kebugaran sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih luas. Kehadiran Celebrity Fitness MOI menjadi tambahan baru bagi pilihan lifestyle yang tersedia di Mall of Indonesia. Dengan menggabungkan fitness, wellness, dan social experience dalam satu tempat, Celfit 2.0 turut memperkaya pengalaman pengunjung yang ingin menjadikan aktivitas kebugaran sebagai bagian dari keseharian.

Lebih dari Gym, Jadi Bagian dari Lifestyle di MOI Kelapa Gading

Dengan konsep dan fasilitas yang lebih beragam, Celebrity Fitness MOI tidak hanya menawarkan tempat untuk berolahraga, tetapi juga menghadirkan ruang yang mendukung berbagai kebutuhan dalam satu kunjungan. Pengunjung dapat mengikuti kelas kebugaran, melakukan personal training, mencoba Reformer Pilates, menikmati recovery experience, hingga memanfaatkan coworking space dan café yang tersedia.

Kehadiran Celebrity Fitness juga semakin memperkuat posisi Mall of Indonesia sebagai destinasi yang menghadirkan shopping, dining, entertainment, dan lifestyle experience dalam satu kawasan. Terlebih dengan tren masyarakat urban yang semakin menjadikan fitness dan wellness sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari, hadirnya Celfit 2.0 di MOI menjadi pilihan baru bagi masyarakat Kelapa Gading dan sekitarnya untuk tetap aktif, produktif, sekaligus terhubung dengan komunitas.

Melalui kehadiran Celebrity Fitness MOI, Mall of Indonesia terus menghadirkan tenant dan experience yang relevan dengan perkembangan lifestyle masyarakat modern. Celfit 2.0 pun menjadi salah satu addition terbaru yang membawa pengalaman fitness dan wellness ke dalam ekosistem lifestyle MOI, menjadikan aktivitas sehari-hari terasa semakin lengkap dalam satu destinasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ketika Kampus Tak Lagi Cukup Sekadar Digital: Metranet dan Masa Depan Pendidikan Tinggi Indonesia

Melalui konsep Building Impactful Universities untuk membangun perguruan tinggi yang bermutu, berdampak, dan mampu berdaya saing global, Metranet melihat teknologi sebagai enabler.

Perguruan tinggi Indonesia tengah memasuki fase baru dalam pemanfaatan teknologi. Digitalisasi tidak lagi cukup dimaknai sebagai upaya memindahkan layanan dan proses ke platform digital, tetapi perlu diarahkan untuk membangun institusi yang lebih adaptif, berbasis data, inovatif, dan mampu menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Perspektif tersebut menjadi salah satu konteks kehadiran Metranet, anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dalam Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 yang berlangsung di Aula Timur dan Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, pada 31 Agustus–1 September 2026. Mengusung tema “Empowering PDDikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) through IDREN Collaboration: Advancing IT Governance, Cyber Resilience, and Operational Excellence”, forum ini mempertemukan pimpinan teknologi informasi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia bersama pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan terkait.

Selama dua hari, forum ini membahas sejumlah agenda strategis yang menjadi fondasi pengembangan pendidikan tinggi berbasis teknologi, mulai dari integrasi dan pelaporan PDDikti, perluasan konektivitas melalui Indonesia Research and Education Network (IDREN), tata kelola teknologi informasi, pemerintahan digital, ketahanan siber, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk analitik data dan pelaporan. Diskusi juga diperluas melalui sesi meja bundar yang membahas tata kelola dan kebijakan TI, ekosistem data pendidikan tinggi, transformasi digital, ketahanan siber, serta SDM digital dan kepemimpinan TI.

Bagi Metranet, berbagai agenda tersebut menunjukkan bahwa masa depan kampus digital membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Teknologi perlu ditempatkan sebagai enabler yang menghubungkan kebutuhan akademik, operasional, data, inovasi, dan aktivitas ekonomi kampus sehingga menghasilkan nilai yang nyata.

Pandangan tersebut dituangkan Metranet melalui kerangka “Building Impactful Universities”, yang menggambarkan evolusi perguruan tinggi menuju empat area utama: AI-Ready Campus, Digital University, Campus Economic Hub, serta Research to Impact to Market. Keempat area tersebut didukung oleh kapabilitas Metranet Group pada lima area, yaitu technology, AI, data, commerce, dan ecosystem.

“Kami melihat transformasi perguruan tinggi bukan semata-mata mengenai seberapa banyak teknologi yang digunakan, tetapi seberapa besar nilai yang dapat dihasilkan dari pemanfaatannya. Teknologi harus mampu meningkatkan kualitas layanan, memperkuat pengambilan keputusan, membuka ruang inovasi, dan mendukung perguruan tinggi menghasilkan dampak yang lebih besar. Karena itu, Metranet mengambil posisi sebagai Digital Enabler for Nation untuk membantu menghadirkan kapabilitas yang relevan dengan kebutuhan tersebut,” ujar Faisal Yusuf, Direktur Bisnis Metranet.

Dalam visi tersebut, digitalisasi bukan sekadar membangun layanan berbasis teknologi, melainkan menyatukan berbagai aspek perguruan tinggi, mulai dari akademik dan riset hingga pengalaman mahasiswa dan operasional. Dukungan data dan AI kemudian memungkinkan institusi mengambil keputusan secara lebih cerdas, meningkatkan kualitas layanan, dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi seluruh ekosistemnya. 

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Metranet menghadirkan sejumlah kapabilitas melalui portofolionya, antara lain SCALA sebagai digital transformation enabler, Xooply sebagai e-commerce platform, Cazbox sebagai community platform, dan Uzone sebagai digital literacy platform. Metranet juga memperkuat kapabilitasnya melalui kolaborasi dengan Google untuk produk Google Education dan Zoom Communications untuk produk Zoom Workplace di sektor pendidikan.

Portofolio tersebut merepresentasikan pendekatan Metranet yang tidak hanya berfokus pada penyediaan teknologi, tetapi juga pada bagaimana berbagai kapabilitas dapat menjawab kebutuhan institusi secara lebih utuh, mulai dari transformasi proses, pengembangan layanan, penguatan komunitas, hingga peningkatan literasi digital.

“Perguruan tinggi memiliki kebutuhan yang sangat beragam dan tidak dapat diselesaikan oleh satu solusi saja. Karena itu, pendekatannya harus berbasis ekosistem. Pemerintah memiliki peran dalam kebijakan dan arah nasional, perguruan tinggi memahami kebutuhan akademik dan institusionalnya, sementara industri dan technology partner dapat membawa kapabilitas untuk mempercepat implementasi. Metranet ingin mengambil peran sebagai penghubung kekuatan tersebut,” lanjut Faisal.

Pendekatan berbasis ekosistem ini menjadi semakin relevan ketika pendidikan tinggi dihadapkan pada tantangan yang bersifat lintas institusi. Perbedaan tingkat kematangan teknologi, kualitas dan interoperabilitas data, risiko keamanan siber, serta kebutuhan mengadopsi cloud dan AI secara strategis menjadi sejumlah isu yang perlu dijawab bersama oleh ekosistem pendidikan tinggi.

Karena itu, Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 menjadi ruang untuk menyamakan perspektif dan menyusun langkah bersama. Forum ini diarahkan untuk membangun kesepahaman mengenai arah transformasi digital pendidikan tinggi sekaligus memperkuat tata kelola TI, infrastruktur dan konektivitas, keamanan siber, pemanfaatan AI, serta jejaring kolaborasi antar-CIO dengan perguruan tinggi.

Bagi Metranet, keterlibatan dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperluas kontribusi TelkomGroup dalam mendukung kemajuan pendidikan Indonesia. Dengan mempertemukan kapabilitas teknologi, mitra strategis, dan kebutuhan institusi, Metranet melihat peluang untuk membantu perguruan tinggi bergerak menuju institusi yang tidak hanya digital, tetapi juga bermutu, berdampak, dan mampu berdaya saing secara global.

“Pada akhirnya, teknologi bukanlah tujuan akhir. Teknologi adalah enabler untuk menciptakan perguruan tinggi yang bermutu, berdampak, dan mendunia. Kami percaya ketika pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan technology partner bergerak bersama, transformasi yang dihasilkan tidak hanya memperkuat institusi, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia,” tutup Faisal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES