PT Akarsa Garment Indonesia Kembangkan Fasilitas Produksi Garmen untuk Memenuhi Kebutuhan Seragam dan Pakaian Kerja Perusahaan dari Berbagai Sektor

JAKARTA – Pertumbuhan sektor industri, manufaktur, dan jasa di Indonesia pascapandemi mendorong peningkatan signifikan terhadap permintaan seragam korporasi dan pakaian kerja (workwear) yang berkualitas. Menjawab tantangan supply chain garmen serta kebutuhan kustomisasi skala besar dari sektor korporasi maupun BUMN, PT Akarsa Garment Indonesia mengumumkan perluasan dan pengembangan fasilitas produksi terintegrasi.

Langkah ekspansi ini diambil guna memperkuat kapasitas manufaktur pakaian lokal sekaligus memberikan jaminan ketepatan waktu (lead time) serta konsistensi standar kualitas bagi para pelaku industri.

Tren Kebutuhan Seragam Korporasi dan Pertumbuhan Sektor Manufaktur

Penggunaan seragam kerja bagi perusahaan kini tidak lagi sekadar pakaian operasional harian, melainkan telah bergeser menjadi instrumen penguat corporate branding, identitas keselamatan kerja (K3), dan profesionalisme bisnis.

Menurut data internal industri garmen nasional, kebutuhan akan pakaian kerja kustom untuk sektor manufaktur, logistik, energi, hingga layanan publik mengalami peningkatan stabil tiap tahunnya. Namun, salah satu tantangan utama yang kerap dihadapi pihak korporasi dalam pengadaan skala besar adalah inkonsistensi standar penjahitan, keterlambatan pengiriman, serta keterbatasan kapasitas pabrik vendor menengah.

Melihat kondisi pasar tersebut, PT Akarsa Garment Indonesia mentransformasi skema manufakturnya melalui pendekatan one-stop garment manufacturing solution. Dengan pengalaman industri garmen yang panjang sejak tahun 2013, perusahaan mengintegrasikan fasilitas pemotongan kain (cutting), penjahitan (sewing), pembordiran komputer, cetak digital (printing), hingga pengemasan akhir (finishing) dalam satu ekosistem terpadu.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pasar Otomotif Membaik, BRI Finance Pacu Pembiayaan Mobil Baru Lewat Bunga Kompetitif

Jakarta, 15 September 2026 – Kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang mendorong semakin banyak konsumen untuk mempertimbangkan kendaraan yang dapat memberikan kenyamanan dan mendukung aktivitas sehari-hari. Seiring perubahan kebutuhan tersebut, keputusan membeli mobil baru kini tidak hanya berkaitan dengan pilihan model dan fitur, tetapi juga perencanaan finansial yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Perkembangan pasar otomotif nasional turut menunjukkan masih kuatnya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Di tengah semakin beragamnya pilihan mobil, termasuk kendaraan dengan teknologi elektrifikasi, konsumen memiliki lebih banyak alternatif untuk menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan mobilitas dan gaya hidupnya.

Melihat kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus menghadirkan solusi pembiayaan yang kompetitif bagi masyarakat yang ingin memiliki mobil baru. Melalui pembiayaan mobil baru dengan bunga mulai dari 3,33% flat per tahun dan pilihan tenor hingga lima tahun, BRI Finance memberikan fleksibilitas bagi konsumen untuk merencanakan kepemilikan kendaraan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa mobil baru dapat menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk meningkatkan kenyamanan dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan ke tempat kerja, kebutuhan keluarga, hingga perjalanan bersama orang-orang terdekat.

“Setiap konsumen memiliki kebutuhan mobilitas yang berbeda. Ketika kebutuhan tersebut berkembang, memiliki mobil baru dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan kenyamanan yang lebih baik. Namun, keputusan pembelian juga perlu diimbangi dengan perencanaan finansial yang matang,” ujar Dhani.

Menurut Dhani, konsumen perlu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan kendaraan, mulai dari kebutuhan penggunaan sehari-hari, kapasitas dan kenyamanan, fitur keselamatan, hingga biaya kepemilikan. Di sisi lain, pemilihan skema pembiayaan juga perlu disesuaikan agar kewajiban pembayaran tetap terukur dan tidak mengganggu kebutuhan finansial lainnya.

“BRI Finance ingin menjadi bagian dari proses tersebut. Kami tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga memberikan pilihan yang kompetitif agar konsumen dapat merencanakan kepemilikan mobil baru dengan lebih nyaman dan sesuai dengan kemampuan finansialnya,” tambah Dhani.

Dengan pilihan pembiayaan yang fleksibel dan kompetitif, BRI Finance terus memperkuat perannya dalam mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat. Kehadiran solusi pembiayaan mobil baru diharapkan dapat membantu konsumen mewujudkan rencana memiliki kendaraan yang lebih sesuai dengan kebutuhan, sekaligus menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dalam setiap perjalanan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rancang Solusi Energi Terbarukan untuk Pertamina NRE, Mahasiswa BINUS Raih Juara 1 BCC IYREF 2026

Tiga mahasiswa BINUS University berhasil mencatatkan prestasi dalam Business Case Competition Integrated Youth Renewable Energy Forum (BCC IYREF) 2026, sebuah kompetisi yang diselenggarakan oleh Society of Renewable Energy Institut Teknologi Bandung atau SRE ITB. Ketiganya berhasil meraih dua pencapaian sekaligus, yakni Juara 1 dan penghargaan Best Speaker setelah merancang solusi energi terbarukan untuk Pertamina NRE.

Jakarta, 16 September 2026 – Tiga mahasiswa BINUS University, Taniya Vanessa Ken dari program Finance, Kairos Abinaya Susanto dari program Computer Science & Statistics, serta Angelica Virginevra Malina More dari program Global Business Marketing, berhasil meraih Juara 1 sekaligus Best Speaker dalam Business Case Competition (BCC) Integrated Youth Renewable Energy Forum (IYREF) 2026 yang diselenggarakan Society of Renewable Energy Institut Teknologi Bandung (SRE ITB). Setelah melalui rangkaian kompetisi sejak Maret 2026, ketiganya mempresentasikan solusi bisnis untuk mendukung implementasi energi terbarukan pada Pertamina NRE.

Mengangkat tema “The New Equilibrium: Balancing Business Growth and Sustainability towards a Net-Zero Future”, BCC IYREF 2026 menantang mahasiswa untuk menjawab persoalan nyata dalam transisi energi. Peserta tidak hanya dituntut menghadirkan ide yang inovatif, tetapi juga memastikan solusi tersebut dapat diterapkan, memiliki kelayakan bisnis, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi case collaborator.

Dalam kasus yang diberikan, mahasiswa BINUS University harus melihat pengembangan energi terbarukan dari berbagai sisi sekaligus. Tantangan yang dianalisis mencakup tingginya biaya distribusi bahan baku menuju lokasi pengolahan yang berbeda wilayah, kebutuhan capital expenditure yang besar, hingga bagaimana membangun model finansial yang tetap bankable dengan debt-to-equity ratio pada batas yang sehat. Mereka juga perlu menentukan teknologi yang paling efisien serta memastikan adanya potensi offtaker untuk mendukung keberlanjutan proyek.

Perbedaan latar belakang akademik ketiganya menjadi salah satu kekuatan dalam menyusun solusi. Kompetensi Finance digunakan untuk melihat kelayakan investasi dan struktur keuangan, Computer Science & Statistics memperkuat pendekatan analitis dan berbasis data, sedangkan Global Business Marketing memberikan perspektif terhadap kebutuhan pasar dan keberlanjutan model bisnis.

“Kasus yang kami kerjakan cukup kompleks karena kami harus melihat persoalan perusahaan dari beberapa sisi sekaligus, mulai dari biaya distribusi bahan baku, kebutuhan capex yang besar, model finansial agar tetap bankable, pemilihan teknologi yang paling efisien, sampai bagaimana memastikan adanya off-taker yang tertarik. Saat presentasi dan tanya jawab, kami juga berusaha memahami solusi yang kami bawa dengan baik dan menjawab berdasarkan data. Pembagian peran kami cukup seimbang, jadi tidak ada satu orang yang terlalu dominan dan kami bisa saling melengkapi.” ujar Taniya Vanessa Ken, mahasiswa BINUS University program Finance.

Keunggulan ketiga mahasiswa BINUS University juga terlihat dalam kemampuan mereka mempresentasikan dan mempertahankan solusi di hadapan juri hingga meraih penghargaan Best Speaker pada Business Case Competition (BCC) Integrated Youth Renewable Energy Forum (IYREF) 2026. Pihak juri menilai bahwa ketiganya mampu menjawab pertanyaan dengan pemahaman yang kuat terhadap solusi yang dibawa serta didukung oleh data. Presentasi dan sesi tanya jawab juga dilakukan secara seimbang, tanpa bergantung pada satu anggota tertentu.

Kemampuan tersebut menjadi penting karena pada tahap final BCC IYREF 2026, penilaian tidak hanya berfokus pada ide tetapi juga dari presentasi dan jawaban saat sesi tanya jawab, yang antara lain menilai kejelasan penyampaian, struktur argumentasi, ketepatan jawaban, penggunaan datar pendukung, serta kemampuan peserta mempertahankan pendapat terkait solusi yang diusulkan.

Melalui pencapaian Juara 1 dan Best Speaker Business Case Competition (BCC) Integrated Youth Renewable Energy Forum (IYREF) 2026, ketiga mahasiswa BINUS University menunjukkan bahwa kompetensi akademik, kolaborasi lintas disiplin, kemampuan komunikasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan industri menjadi bekal penting bagi talenta muda untuk ikut menjawab tantangan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Sebagai informasi, prestasi ini juga melanjutkan jejak Binusian dalam ajang IYREF. Pada penyelenggaraan tahun 2025, Nadya Angelie Lislie, mahasiswa dari program Computer Science & Statistics, juga berhasil meraih penghargaan Best Presenter dalam kompetisi tersebut.

Prestasi para mahasiswa dalam ajang kompetisi ini menjadi salah satu wujud nyata terhadap pengembangan talenta unggul yang terus didorong BINUS University. Tidak hanya memiliki kompetensi pada bidang akademik, mahasiswa juga didukung untuk mampu berkolaborasi lintas disiplin, berpikir kritis, menggunakan data dalam pengambilan keputusan, serta menerjemahkan pengetahuan menjadi solusi bagi tantangan nyata di industri.

“Talenta unggul masa depan tidak cukup hanya menguasai satu bidang ilmu. Mereka perlu mampu bekerja lintas disiplin, memahami kebutuhan industri, serta mengubah pengetahuan menjadi solusi yang relevan dan berdampak. Prestasi ini menunjukkan bagaimana Binusian mampu membawa kompetensi yang mereka miliki untuk menjawab tantangan nyata.” tutup Theresia Lesmana, Head of Finance Program BINUS University.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ezSign Melayani Dokumen Digital Rumah Sakit hingga Kontrak Korporasi

ezSign membantu rumah sakit, sekolah, dan perusahaan mengelola dokumen digital dengan alur tanda tangan yang lebih terpusat. Setiap sektor memiliki kebutuhan berbeda, tetapi tetap membutuhkan identitas penanda tangan, keutuhan dokumen, dan riwayat yang mudah ditelusuri.

Rumah sakit, sekolah, dan perusahaan sama-sama berhadapan dengan tumpukan dokumen yang menunggu tanda tangan. Aturan yang mengikat ketiganya berbeda, meski kebutuhan dasarnya mirip. Di titik inilah ezSign melayani dokumen digital dari sektor yang karakternya tidak sama.

Kesulitan muncul ketika tiap unit berjalan sendiri-sendiri. Bagian rekam medis memakai satu cara, bagian akademik memakai cara lain, bagian legal punya kebiasaannya sendiri. Biaya pelatihan membengkak dan jejak dokumennya tercecer di banyak tempat. Saat auditor datang, riwayat persetujuan justru paling sulit dikumpulkan.

Pendekatan yang lebih rapi adalah menyatukan alurnya. Kebutuhan e signature tiap sektor memang berbeda, tetapi fondasinya sama. Identitas penanda tangan harus jelas, dokumen harus utuh, dan riwayatnya harus bisa ditelusuri.

Tiga Sektor dengan Aturan Berbeda dan Kebutuhan yang Serupa

Perbedaan paling terasa ada pada dasar hukumnya. Rumah sakit tunduk pada aturan rekam medis, sekolah pada aturan ijazah, korporasi pada hukum perjanjian. Meski begitu, tuntutan teknisnya bertemu di titik yang sama.

● Rumah sakit: autentikasi isi rekam medis dan pembatasan hak akses.

● Sekolah: pengesahan ijazah beserta penyimpanan dokumen elektroniknya.

● Korporasi: kontrak vendor, surat keluar, dan persetujuan berjenjang.

Karena fondasinya sama, kebijakannya tidak perlu dipecah-pecah. Organisasi justru lebih mudah diaudit bila seluruh dokumennya memakai standar pembuktian yang seragam. Yang dibedakan cukup alur persetujuan dan hak akses tiap unit kerja.

Rekam Medis Elektronik Menuntut Autentikasi dan Kendali Akses

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 mengatur penyelenggaraan rekam medis elektronik. Aturan itu menempatkan tanda tangan elektronik sebagai alat verifikasi dan autentikasi identitas penanda tangan. Prinsip kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data ditegaskan di dalamnya.

Yang perlu disiapkan rumah sakit

Kebutuhannya bukan sekadar aplikasi untuk membubuhkan paraf. Rumah sakit perlu memastikan hanya tenaga berwenang yang dapat menandatangani catatan pasien. Riwayat pembubuhannya juga harus tersimpan agar bisa ditelusuri ketika audit mutu berjalan.

Kecepatan ikut menjadi pertimbangan di ruang perawatan. Dokter tidak mungkin berhenti lama hanya untuk mengurus proses penandatanganan. Karena itu metode aksesnya perlu ringkas, misalnya lewat aplikasi mobile dengan verifikasi biometrik.

Ijazah Sekolah Mulai Berpindah ke Dokumen Elektronik Bertanda Tangan

Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2024 membuka ruang pengesahan ijazah secara elektronik. Satuan pendidikan menyimpan hasil pindai dokumen basah sekaligus versi elektroniknya. Bila pengesahannya memakai tanda tangan tersertifikasi, dokumen elektronik itu turut diserahkan kepada pemilik ijazah.

Tantangan terbesarnya ada pada volume

Satu angkatan bisa berisi ratusan lembar ijazah dan transkrip nilai. Menandatanganinya satu per satu jelas tidak realistis menjelang masa kelulusan. Fitur bulk signing dan template dokumen memangkas pekerjaan berulang semacam itu.

Bagaimana ezSign Melayani Dokumen Digital di Lingkungan Korporasi

Di dunia usaha, hambatannya jarang berupa persoalan hukum. Yang melambat justru alurnya, karena dokumen menunggu paraf yang berpindah meja. Kontrak vendor tertahan, invoice terlambat, dan surat tugas menumpuk tanpa kejelasan posisi.

Alur yang bisa disusun ulang

1. Dokumen diunggah oleh admin atau pemilik prosesnya.

2. Reviewer memeriksa isi sebelum dokumen dilanjutkan.

3. Approver memberi persetujuan sesuai batas kewenangannya.

4. Signer membubuhkan tanda tangan beserta meterai bila diperlukan.

5. Dokumen tersimpan lengkap dengan catatan aktivitasnya.

Pemisahan peran ini bukan sekadar urusan kerapian. Pola reviewer, approver, dan signer menekan risiko dokumen diteken pihak yang tidak berwenang.

Dokumen korporasi sering menuntut lapisan tambahan berupa meterai. Perjanjian kerja sama dan pengakuan utang termasuk yang membutuhkannya. Mengurus meterai di aplikasi terpisah membuat prosesnya terputus dan rawan tertukar urutannya.

Hal lain yang kerap terlewat adalah pemeriksaan hasil akhirnya. Dokumen yang sudah diteken sebaiknya diuji lewat pembaca PDF atau portal verifikasi resmi. Langkah singkat itu memastikan sertifikat penandatangannya masih berlaku dan isinya belum berubah.

Titik Temu Ketika ezSign Melayani Dokumen Digital Lintas Sektor

Ketiga sektor tadi berangkat dari regulasi yang berlainan. Namun semuanya bermuara pada sertifikat elektronik tersertifikasi sebagai dasar keabsahan. Tanda tangan digital yang melekat pada sertifikat itulah yang membuat dokumen bisa dipertanggungjawabkan.

Perbedaannya lebih banyak terletak pada cara mengaksesnya. Pengguna perorangan cukup lewat portal web atau aplikasi mobile. Organisasi besar biasanya membutuhkan integrasi API agar menyatu dengan sistem yang sudah berjalan.

ezSign merupakan layanan PT Solusi Identitas Global Net, penyelenggara sertifikasi elektronik yang diakui Kementerian Komunikasi dan Digital. Cakupannya meliputi sertifikat elektronik, tanda tangan digital, e-Meterai, e-KYC, hingga pengelolaan dokumen dalam satu platform. Organisasi yang sedang memetakan kebutuhan e signature dapat menjadikannya rujukan diskusi awal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah rumah sakit wajib memakai tanda tangan elektronik untuk rekam medis?

Aturan rekam medis elektronik menempatkannya sebagai pelengkap keamanan dan perlindungan data, bukan sekadar pilihan administratif.

2. Apakah ijazah elektronik menggantikan ijazah cetak sepenuhnya?

Tidak, satuan pendidikan tetap menyimpan hasil pindai dokumen basah bersama versi elektroniknya.

3. Bisakah satu akun dipakai lintas unit dalam organisasi besar?

Bisa, karena akun korporat mengenal peran reviewer, approver, dan signer yang dapat diatur per unit.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Student Leaders Conference 2026: Empat Bekal untuk Menjadi Student Leader yang Siap Memimpin dan Berdampak

Student Leaders Conference (SLC) 2026 diselenggarakan Universitas Pelita Harapan (UPH) pada 10 September 2026, di Auditorium D-501 di Kampus UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang. Diikuti oleh lebih dari 300 student leaders secara daring dan luring, SLC 2026 menjadi ruang bagi para pengurus organisasi mahasiswa untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka.

Menjadi pemimpin
organisasi mahasiswa bukan sekadar menjalankan program kerja. Seorang student
leader
perlu memahami lingkungan tempat ia memimpin, membangun sistem yang
terarah, menyampaikan gagasan dengan tepat, dan menjalin kolaborasi dengan
berbagai pihak. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting agar kepemimpinan
mahasiswa tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi mampu berdampak.

Hal tersebut menjadi
fokus dalam Student Leaders Conference (SLC) 2026 yang diselenggarakan
Universitas Pelita Harapan (UPH) pada 10 September 2026, di Auditorium D-501 di
Kampus UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang. Diikuti oleh lebih dari 300 student
leaders
secara daring dan luring
, SLC 2026 menjadi ruang bagi para
pengurus organisasi mahasiswa untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka.

SLC 2026 membekali
para student leaders melalui empat aspek utama, yaitu memahami konteks,
membangun sistem, membawa pesan, dan menciptakan kolaborasi.

Memahami
Nilai UPH untuk Menjalankan Kepemimpinan

Sebelum memimpin
orang lain, seorang pemimpin perlu memahami bahwa dirinya merupakan
representasi organisasi yang dipimpinnya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap
lingkungan universitas menjadi dasar penting bagi student leaders dalam
menjalankan organisasi.

Pada sesi “UPH
Knowledge”
, Dr. Andry Panjaitan, M.T., CPHCM., Associate
Vice President of Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH,
menekankan pentingnya memahami visi, misi, nilai, profil lulusan, tujuan,
hingga kode etik universitas. Pengetahuan tersebut membantu mahasiswa
menjalankan organisasi dan mengambil keputusan dengan melihat konteks yang
lebih luas dari sekadar kepentingan program kerja.

“Kalian bukan hanya leaders
biasa, tetapi transformational servant leaders. Kepemimpinan kalian
bukan sekadar tentang memimpin, tetapi tentang bagaimana kalian melayani dan
melalui pelayanan itu memberikan dampak. Karena itu, menjadi pemimpin
organisasi juga berarti mengambil bagian dalam menyiapkan pemimpin masa depan,
sekaligus membangun kolaborasi dan sinergi dengan organisasi lain,” ujar Dr.
Andry.

Dr. Andry menambahkan
bahwa UPH mengembangkan kurikulum holistis yang mencakup aspek akademik,
kehidupan kemahasiswaan, hingga pembentukan spiritual. Pendekatan pendidikan
ini bertujuan untuk membentuk mahasiswa tidak hanya dari sisi pengetahuan dan
kompetensi, tetapi juga karakter, serta nilai yang perlu diwujudkan dalam
kehidupan mereka, termasuk ketika menjalankan peran sebagai student leaders.

“Untuk itu, sebagai
student leaders
kalian tidak hanya bertugas untuk menggerakkan kegiatan,
tetapi juga harus menjadi teladan bagi komunitas kampus melalui sikap dan nilai
yang kalian bawa,” tambah Dr. Andry.

Memimpin
dengan Sistem yang Terarah

Ide dan program yang
baik membutuhkan tata kelola yang jelas agar dapat dijalankan secara
bertanggung jawab. Melalui sesi “Organizational Governance”, Shera
Anthony, S.E.
, Student Development and Alumni Engagement (SDAE) Operation and
Compliance Officer UPH, membekali para student leaders dengan pemahaman
tentang tata kelola organisasi, mulai dari penyusunan program kerja, pembuatan
proposal, pelaporan, hingga pengelolaan keuangan yang transparan.

Tata kelola yang baik
tidak hanya membuat organisasi berjalan lebih tertib, tetapi juga membangun
kepercayaan dan menciptakan sistem yang dapat diteruskan oleh kepengurusan
berikutnya.

“Ketika terjun langsung dalam organisasi, kalian belajar merencanakan
dan mengeksekusi program, mengelola keuangan dan sumber daya manusia, serta
bertanggung jawab atas setiap prosesnya. Karena itu, penting untuk memegang
prinsip kewajaran, keterbukaan, kemandirian, akuntabilitas, dan
responsibilitas. Organisasi adalah wadah untuk belajar tata kelola yang baik
dan bertanggung jawab, termasuk mendokumentasikan setiap proses agar dapat
menjadi pembelajaran bagi generasi berikutnya,” jelas Shera.

Membawa
Pesan dengan Komunikasi Strategis

Bagi
student leaders, kemampuan menyampaikan informasi dan gagasan menjadi
bagian penting dalam menjalankan organisasi. Dalam sesi “Strategic
Communication for Student Leaders”
, Alexandra Tatgyana Suatan, S.Gz.,
M.Si.
, Head of Corporate Communications UPH, mengajak mahasiswa melihat
komunikasi bukan sekadar tentang mengikuti aturan, tetapi juga memahami intensi,
tujuan, kejelasan pesan, dan tanggung jawab di balik setiap konten yang dibuat.

Menurut
Alexandra, membangun komunikasi organisasi tidak cukup hanya dengan memastikan
logo ditempatkan dengan tepat. Brand lebih dari sekadar elemen visual; brand
adalah tentang bagaimana sebuah organisasi dikenali dan dirasakan oleh
khalayaknya. Hal ini dibangun melalui identitas visual, voice and tone,
pesan yang disampaikan, nilai yang dibawa, serta standar yang diterapkan secara
konsisten. Bagi organisasi kemahasiswaan yang merupakan bagian dari UPH,
konsistensi tersebut menjadi penting karena setiap konten yang diproduksi tidak
hanya merepresentasikan organisasi masing-masing, tetapi juga turut menjadi
bagian dari identitas dan cerita besar UPH.

“Create with purpose. Be creative. Berani mengeksplorasi,
mencoba hal-hal baru, dan bereksperimen. Be intentional, pahami betul
apa yang ingin kalian komunikasikan, bagikan, atau publikasikan. Be
responsible,
karena ketika kalian berkomunikasi sebagai bagian dari
organisasi, kalian membawa nama organisasi dan juga nama UPH. Tetapi lebih dari
itu, ingatlah bahwa pada akhirnya kita hidup dan berkarya di hadapan Allah.
Kita diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya, sehingga apa yang kita buat dan
bagaimana kita berkomunikasi juga seharusnya mencerminkan penghormatan kita
kepada-Nya dan kepada sesama. Setiap konten yang kalian buat menjadi bagian
dari cerita UPH, tetapi lebih dari itu, biarlah apa yang kita komunikasikan menjadi
kesaksian yang dirasakan tentang siapa yang kita representasikan. Jadi, buatlah
dengan kreatif, bermakna, dan bertanggung jawab,” ujar Alexandra.

Mengubah
Dukungan Menjadi Kolaborasi

Kepemimpinan juga
membutuhkan kemampuan membangun relasi serta mengubah dukungan menjadi
kolaborasi yang bermakna. Hal ini disampaikan oleh Evangli Jiferly Langkun,
S.I.Kom.
, Corporate Relations Officer UPH, melalui sesi “Strategic
Sponsorship”
. Ia mengajak para student leaders memahami
bahwa sponsorship bukan sekadar upaya mencari dukungan, melainkan proses
membangun kemitraan strategis yang mampu menciptakan nilai bagi kedua belah
pihak.

Jiferly
menjelaskan bahwa sponsorship perlu dipahami sebagai hubungan yang
saling menguntungkan sehingga organisasi perlu menawarkan manfaat yang jelas
bagi mitra. Organisasi juga perlu membangun komunikasi dan negosiasi yang baik
untuk mencapai kesepakatan yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Hubungan tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi perlu dijaga
melalui pemenuhan komitmen dan penyampaian laporan kepada sponsor.

“Sponsorship
bukan tentang meminta bantuan, tetapi membangun kerja sama jangka panjang yang
memberikan value bagi kedua belah pihak. Jadi, jangan hanya datang untuk
meminta, tetapi pikirkan juga apa yang bisa kita berikan. Karena pada akhirnya,
sponsorship bukan hanya tentang berapa banyak yang kita dapatkan, tetapi
berapa besar value yang bisa kita ciptakan bersama,” ujar Jiferly.

Membawa Bekal SLC ke Perjalanan Organisasi

Bagi para student leaders, SLC 2026 menjadi ruang untuk memahami
arah dan nilai UPH sekaligus memperkuat kesiapan dalam menjalankan tanggung
jawab organisasi selama satu periode kepengurusan. Hal ini dirasakan Gwen
Josephine Ho Lase
, mahasiswa Hubungan Internasional 2024 sekaligus Ketua
Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) UPH periode 2026/2027, yang menilai
pembekalan ini membantunya semakin siap menjalankan peran dan tanggung jawab
sebagai pemimpin organisasi.

“Student Leaders Conference ini menjadi bekal penting bagi kami,
terutama bagi leaders yang baru mulai menjalankan kepengurusan. SLC
mengingatkan kembali pada visi dan misi UPH serta bagaimana organisasi kami
menjadi bagian dari lingkungan UPH. Berbagai pembekalan yang diberikan juga
membantu kami lebih siap menjalankan tanggung jawab, menghadapi proses selama
satu tahun ke depan, dan menjalankan peran sebagai pemimpin dengan lebih
percaya diri,” ujar Gwen.

Melalui
SLC 2026, para student leaders mendapatkan pembekalan untuk memahami
bahwa kepemimpinan berarti melayani, bertanggung jawab, bekerja sama, dan
berkontribusi. Bekal tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk
menjalankan perannya sebagai pemimpin organisasi dengan lebih siap. Hal ini
sejalan dengan komitmen UPH untuk menghadirkan pendidikan holistis dan berbagai
program pengembangan diri yang mampu mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin
masa depan yang takut akan Tuhan, unggul, dan berdampak bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Gandeng YBM BRILiaN Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

JAKARTA – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI
Finance) telah menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa
NTT melalui program “BRIF Sehati-Tanggap Bencana Gempa NTT” bersama Yayasan
Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN).

Corporate
Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhan mengatakan, program tersebut
merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak
bencana.

“Melalui
BRIF Sehati-Tanggap Bencana Gempa NTT, kami turut hadir untuk masyarakat yang
terdampak. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat mendukung kebutuhan
masyarakat selama proses penanganan dan pemulihan pascabencana,” ujar Dhani.

Seperti
diketahui, gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa
Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026. Gempa tersebut menyebabkan
kerusakan pada sejumlah rumah dan fasilitas masyarakat. Hingga saat ini,
penanganan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak masih terus dilakukan dengan
dukungan berbagai pihak.

Dhani
mengatakan, kolaborasi dan kepedulian menjadi bagian penting dalam merespons
kondisi bencana. Melalui kontribusi yang diberikan, BRI Finance berupaya turut
mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang terdampak

“Kami
menyampaikan keprihatinan atas musibah yang terjadi di NTT. Semoga masyarakat
yang terdampak diberikan kekuatan dan dapat segera melewati masa sulit ini,”
lanjut Dhani.

Lebih lanjut, BRI Finance berharap proses penanganan
pascagempa dapat berjalan dengan baik dan masyarakat terdampak dapat segera
pulih serta kembali menjalani aktivitasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Photogrammetry Drone: Mengubah Foto Udara Menjadi Peta dan Model 3D yang Akurat

Photogrammetry drone menyusun model tiga dimensi dan orthomosaic dari ribuan foto udara. Hasilnya menjadi dasar pemetaan, perhitungan volume, dan pemantauan progres pada konstruksi, pertambangan, dan drone survey infrastruktur.

Photogrammetry adalah teknik mengubah foto menjadi ukuran. Dengan drone, kamera merekam permukaan dari udara dengan tumpang tindih foto yang tinggi, lalu perangkat lunak menyatukan titik-titik yang sama menjadi point cloud dan model tiga dimensi berskala. Produk akhirnya berupa orthomosaic, digital surface model, digital terrain model, dan model bertekstur yang siap dianalisis.

Akurasi ditentukan oleh beberapa faktor teknis. GSD atau ground sample distance menentukan detail per piksel, dan dipengaruhi ketinggian terbang serta resolusi sensor. Overlap juga penting. DJI menggunakan front overlap 75 persen dan side overlap 55 persen pada misi pemetaan Zenmuse P1. Semakin tinggi overlap, semakin rapat point cloud yang dihasilkan, dengan konsekuensi waktu terbang dan volume data yang lebih besar.

Pemilihan perangkat menyesuaikan kebutuhan. DJI Matrice 400 + DJI Zenmuse P1 memakai sensor full-frame 35,9 x 24 mm beresolusi 45 MP dan terdaftar sebagai payload resmi DJI Matrice 400, sehingga akurasi dan cakupannya dapat diverifikasi. Untuk area yang lebih ringkas, DJI Matrice 4E menggabungkan kamera dan RTK dalam satu unit. Untuk pemetaan berulang dan terjadwal, DJI Dock 3 dengan DJI Matrice 4D memungkinkan misi otomatis. Pada sisi pengolahan, DJI Terra memproses foto udara menjadi model 2D dan 3D, orthomosaic, serta peta kontur, sedangkan Terrasolid menangani klasifikasi point cloud saat data foto digabung dengan LiDAR.

Photogrammetry unggul pada tekstur dan orthomosaic yang detail, sementara LiDAR unggul di area bervegetasi karena menembus sela dedaunan. Keduanya sering dipakai berdampingan. Penerapannya luas, mulai dari pemantauan progres dan perhitungan volume di konstruksi dan pertambangan, hingga dokumentasi jalan dan jembatan pada solusi drone untuk survey dan pemetaan Halo Robotics.

Selengkapnya: https://halorobotics.com/photogrammetry-drone-cara-kerja-implementasi/

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dupoin Futures Resmi Pindah Alamat Kantor

PT Dupoin Futures Indonesia resmi memindahkan alamat kantor dari Noble House Lantai 38, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, ke Centennial Tower Lantai 27 Unit A, Jl. Gatot Subroto Kav. 24 & 25, Setiabudi, Jakarta Selatan. Perubahan alamat kantor tersebut telah memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) melalui Nomor 005/BAPPEBTI/SP-PA/09/2026.

Seluruh kegiatan operasional perusahaan, mulai dari Direksi hingga staf, kini telah beraktivitas di alamat baru tersebut.

Direktur Utama PT Dupoin Futures Indonesia, Gunawan, mengatakan bahwa perpindahan kantor menjadi salah satu bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas operasional serta layanan kepada nasabah.

“Perpindahan alamat kantor ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus bertumbuh dan meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah. Kami berharap kantor baru ini dapat memberikan lingkungan kerja yang lebih mendukung aktivitas operasional sekaligus memperkuat kinerja Dupoin Futures ke depan,” ujar Gunawan.

Dengan perubahan tersebut, kantor PT Dupoin Futures Indonesia kini beralamat di:

Centennial Tower, Lantai 27 Unit A
Jl. Gatot Subroto Kav. 24-25
RT. 002/RW. 002, Kel. Karet Semanggi, Kec. Setiabudi
Jakarta Selatan 12930, Indonesia

Sejalan dengan perpindahan tersebut, Dupoin Futures tetap berkomitmen memberikan layanan kepada nasabah sekaligus meningkatkan edukasi mengenai perdagangan berjangka. Informasi lebih lanjut mengenai layanan dan aktivitas Dupoin Futures dapat diakses melalui kanal resmi perusahaan di www.dupoin.co.id.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

XAUUSD Berpeluang Menguat Hari Ini, Dupoin Futures Cermati Level 4.277

Pergerakan harga emas dunia atau XAUUSD kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan hari Rabu (16/9). Berdasarkan analisis Dupoin Futures, emas memiliki peluang untuk bergerak menguat setelah berhasil menunjukkan respons positif dari area support penting. Analisis Dupoin Futures pada timeframe Daily menunjukkan bahwa harga emas mengalami rejection di level 4.277 yang kemudian diikuti pembentukan Swing Low valid serta pola Bullish Engulfing.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat terbentuknya sejumlah sinyal teknikal tersebut sebagai indikasi munculnya momentum pembelian setelah harga sebelumnya berada di bawah tekanan. Rejection pada support 4.277 menunjukkan bahwa area tersebut masih mampu menahan tekanan jual. Sementara itu, pembentukan Swing Low dan Bullish Engulfing memberikan indikasi bahwa buyer mulai mengambil alih momentum dalam jangka pendek.

Mengacu pada analisis Dupoin Futures, kondisi tersebut membuka peluang bagi XAUUSD untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat. Area resistance yang menjadi perhatian berada pada level 4.351 hingga 4.363. Apabila momentum bullish tetap terjaga, harga emas berpotensi menguji zona tersebut dalam pergerakan berikutnya.

Menurut Dupoin Futures, area 4.351-4.363 akan menjadi level penting untuk mencermati respons harga. Pengujian terhadap resistance tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan momentum kenaikan XAUUSD. Apabila harga mampu bergerak lebih tinggi, pasar akan kembali mencermati perkembangan struktur teknikal berikutnya. Sebaliknya, jika harga kembali mendapatkan tekanan jual di sekitar resistance, peluang terjadinya konsolidasi atau koreksi tetap terbuka.

Meskipun sinyal teknikal menunjukkan potensi rebound, Dupoin Futures mencatat bahwa kondisi fundamental pasar emas masih menghadapi sejumlah tantangan. XAUUSD secara umum masih dibayangi sentimen bearish akibat kenaikan Treasury yield Amerika Serikat yang berada di sekitar 5%. Peningkatan imbal hasil obligasi AS dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan pada saat yang sama meningkatkan opportunity cost bagi investor yang memegang emas.

Selain Treasury yield, penguatan dolar AS juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam pergerakan harga emas. Karena emas diperdagangkan menggunakan denominasi dolar AS, penguatan USD dapat memberikan tekanan terhadap XAUUSD. Dalam konteks tersebut, Dupoin Futures menilai pergerakan dolar AS masih menjadi salah satu indikator penting untuk menentukan keberlanjutan penguatan emas.

Faktor lain yang turut menjadi perhatian Dupoin Futures adalah tingginya harga minyak. Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi karena biaya energi merupakan salah satu komponen penting dalam perekonomian. Apabila tekanan inflasi kembali meningkat, pasar dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi atau mengambil kebijakan yang lebih ketat.

Ekspektasi terhadap suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor yang dapat membatasi ruang penguatan emas. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan instrumen dengan imbal hasil, sementara emas tidak memberikan pembayaran bunga. Karena itu, menurut Dupoin Futures, perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter AS perlu diperhatikan bersamaan dengan pergerakan USD dan Treasury yield.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih memberikan dukungan terhadap emas sebagai aset safe haven. Peningkatan risiko geopolitik dapat mendorong investor meningkatkan permintaan terhadap aset yang dianggap lebih defensif. Sentimen tersebut berpotensi menjadi penyeimbang bagi tekanan yang berasal dari kenaikan yield dan penguatan dolar AS.

Dupoin Futures melihat kondisi pasar saat ini memperlihatkan adanya dua sentimen yang saling berlawanan. Dari sisi teknikal, XAUUSD memperoleh dorongan setelah rejection pada support 4.277 dan terbentuknya Bullish Engulfing. Sementara dari sisi fundamental, kenaikan Treasury yield, penguatan USD, serta kekhawatiran inflasi masih menjadi tantangan bagi harga emas.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, prediksi harga emas hari ini dari Dupoin Futures menunjukkan adanya peluang penguatan jangka pendek. Level 4.351 hingga 4.363 menjadi resistance terdekat yang berpotensi menjadi tujuan pergerakan XAUUSD. Sementara itu, level 4.277 tetap menjadi area support penting yang perlu diperhatikan apabila harga kembali mengalami koreksi.

Pelaku pasar juga akan mencermati keputusan serta guidance dari The Federal Reserve sebagai katalis utama perdagangan emas. Pernyataan The Fed mengenai arah kebijakan suku bunga dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan Treasury yield, yang selanjutnya dapat berdampak terhadap XAUUSD.

Secara keseluruhan, analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa harga emas memiliki peluang rebound setelah mempertahankan support 4.277. Dengan adanya Swing Low valid dan pola Bullish Engulfing, XAUUSD berpotensi bergerak menuju resistance 4.351-4.363. Namun, Dupoin Futures menilai perkembangan kebijakan The Fed, pergerakan USD dan Treasury yield, harga minyak, serta dinamika geopolitik tetap menjadi faktor penting yang akan menentukan arah emas selanjutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

JNE dan Mandalas: Membawa Batik Modern ke Pasar Internasional

Batik Modern Menembus Batas Negara

JNE, perusahaan jasa pengiriman terkemuka Indonesia, menjalin kolaborasi dengan Mandalas, brand fashion lokal yang memodernisasi batik menjadi busana premium yang stylish dan relevan bagi lintas generasi. Kolaborasi ini bukan sekadar kampanye pemasaran bersama; ini adalah kemitraan strategis yang menghubungkan dua kekuatan: kualitas produk fashion lokal dan jaringan logistik internasional.

Mandalas Wear hadir dengan visi menjadi rumah mode yang memadukan warisan budaya Indonesia dengan potongan modern yang clean, menggunakan material berkualitas tinggi hasil karya perajin lokal. Sejak berdiri pada 2021, Mandalas telah meluncurkan lebih dari 1.500 motif dan koleksi yang diminati pelanggan hingga ke Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, Dubai, Amerika, dan beberapa negara Eropa.

Mengapa Kolaborasi Ini Penting bagi Ekosistem UMKM?

Logistik sebagai Katalis Ekspor

Salah satu hambatan terbesar bagi UMKM fashion Indonesia yang ingin menembus pasar internasional adalah biaya pengiriman yang tinggi dan proses logistik yang rumit. JNE hadir dengan solusi konkret: diskon ongkos kirim internasional sebesar 50% dari Indonesia ke Malaysia, Filipina, dan Singapura untuk periode 20 April hingga 20 Mei 2026. Kebijakan ini secara langsung menurunkan hambatan masuk bagi produk fashion lokal di pasar regional.

Membangun Kepercayaan Konsumen Internasional

Jonathan Putera, Co-Founder Mandalas, menekankan bahwa dukungan JNE dalam pengiriman internasional sangat membantu memastikan produk sampai ke tangan pelanggan di mancanegara dengan aman dan efisien. Dalam bisnis fashion lintas negara, kepercayaan adalah mata uang utama. Ketika konsumen internasional yakin bahwa produk akan tiba dengan selamat dan tepat waktu, mereka lebih cenderung untuk melakukan pembelian berulang.

Visi “Connecting Happiness” yang Lebih Luas

Eri Palgunadi, SVP Marketing Group Head JNE, menyatakan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mendukung UMKM Indonesia agar dapat tumbuh bersama melalui semangat “Connecting Happiness”. JNE memposisikan diri bukan hanya sebagai penyedia jasa logistik, tetapi sebagai mitra pertumbuhan bagi brand-brand lokal yang ingin go international.

Sudut Pandang: Ketika Infrastruktur Bertemu Kreativitas

Kolaborasi JNE-Mandalas menunjukkan bahwa ekosistem ekspor fashion Indonesia tidak hanya bergantung pada kreativitas desainer. Infrastruktur logistik yang efisien dan terjangkau adalah prasyarat yang sama pentingnya. Tanpa dukungan logistik yang memadai, produk sebagus apa pun akan kesulitan bersaing di pasar internasional.

Model kemitraan semacam ini berpotensi direplikasi oleh perusahaan logistik lain di Indonesia, menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekspor produk kreatif nasional.