CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global

Bittime menyoroti perkembangan CLARITY Act setelah Senat AS gagal memajukan RUU regulasi aset digital tersebut. Di tengah dinamika regulasi dan pasar kripto global, Bittime Futures turut menjadi bagian dari ekosistem Bittime untuk perdagangan kontrak futures aset kripto dengan posisi long maupun short.

Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang menghadirkan ekosistem 3-in-1 berupa Spot, Staking, dan Futures dalam satu platform yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyoroti perkembangan terbaru pergerakan perdagangan di pasar kripto serta peluang bagi investor setelah Digital Asset Market CLARITY Act belum memperoleh dukungan yang cukup untuk melanjutkan proses pembahasannya di Senat Amerika Serikat. 

Bittime turut mencermati perkembangan CLARITY Act sebagai bagian dari dinamika regulasi aset digital di Amerika Serikat. Berdasarkan pemberitaan dari Reuters, Senat AS pada 15 September 2026 waktu AS gagal memajukan CLARITY Act setelah voting prosedural menghasilkan 50 suara berbanding 49. 

Hasil tersebut berada di bawah ambang tiga perlima suara yang dibutuhkan untuk melanjutkan proses pembahasan. Catatan resmi Senat AS mencatat bahwa cloture on the motion to proceed terhadap H.R. 3633 ditolak.

Voting tersebut merupakan proses prosedural dan bukan penolakan final terhadap keseluruhan RUU. Reuters juga melaporkan bahwa Senator Thom Tillis mengubah suaranya menjadi “no” dalam voting tersebut, sehingga RUU masih dapat dipertimbangkan kembali melalui proses berikutnya.

CLARITY Act sendiri dirancang untuk membentuk kerangka regulasi federal bagi aset digital, termasuk mengatur pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Regulasi Menjadi Bagian Penting dari Perkembangan Industri

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan bahwa perkembangan CLARITY Act menunjukkan proses pembentukan kerangka regulasi aset digital masih berlangsung secara dinamis.

“Perkembangan CLARITY Act menunjukkan bahwa pembentukan kerangka regulasi aset digital membutuhkan proses dan pembahasan yang cukup kompleks. Meskipun procedural vote terbaru belum memungkinkan RUU tersebut untuk maju, pembahasan mengenai struktur pasar dan pembagian kewenangan regulator tetap menjadi bagian penting dari perkembangan industri aset digital,” ujar Ryan.

Sebelum voting, terdapat sejumlah perubahan pada rancangan CLARITY Act. Berdasarkan rilis resmi Senator Cynthia Lummis pada 14 September 2026, versi terbaru RUU tersebut mencakup 126 perubahan substantif hasil pembahasan bipartisan. Perubahan antara lain mencakup ketentuan mengenai stablecoin, etika, peran jaksa agung negara bagian dalam penegakan aturan, serta pembaruan terhadap Blockchain Regulatory Certainty Act.

Bitcoin dan Ethereum Melemah di Tengah Perkembangan Clarity Act

Perkembangan regulasi tersebut berlangsung di tengah pergerakan pasar kripto yang mengalami tekanan. Berdasarkan data dari CoinMarketCap, pada 16 September 2026 pagi, Bitcoin berada di kisaran US$75.513, turun 3,07% dalam 24 jam dan 4,10% dalam tujuh hari.

Sementara itu, Ethereum berada di kisaran US$2.400, turun 4,58% dalam 24 jam dan 3,65% dalam tujuh hari.

Pergerakan harga aset kripto tidak dapat dikaitkan hanya dengan perkembangan CLARITY Act karena pasar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam laporan Reuters terkait reaksi pasar setelah voting Senat, Bitcoin dan sejumlah saham terkait kripto dilaporkan mengalami tekanan setelah voting tersebut.

Ryan menambahkan bahwa perkembangan regulasi perlu dilihat sebagai salah satu bagian dari dinamika pasar secara keseluruhan.

“Regulasi bukan satu-satunya faktor yang menentukan pergerakan harga aset kripto. Karena itu, pemahaman terhadap kondisi pasar, karakteristik aset, serta risiko dari setiap produk tetap menjadi bagian penting bagi pelaku pasar,” jelasnya.

Perdagangan Derivatif Menjadi Bagian dari Dinamika Pasar Kripto Global

Perkembangan pasar kripto global tidak hanya tercermin dari perdagangan spot, tetapi juga dari aktivitas di pasar derivatif, di mana pelaku pasar dapat mengambil posisi long maupun short berdasarkan ekspektasi terhadap pergerakan harga.

Sejalan dengan berkembangnya berbagai instrumen dalam pasar aset digital, Bittime menyediakan Bittime Futures yang memberikan akses kepada pengguna untuk memperdagangkan kontrak futures aset kripto.

Berbeda dengan perdagangan spot yang melibatkan pembelian atau penjualan aset secara langsung, futures memungkinkan pengguna mengambil posisi berdasarkan pergerakan harga suatu aset melalui kontrak. Pengguna dapat mengambil posisi long maupun short, sementara penggunaan leverage dapat meningkatkan eksposur sekaligus memperbesar potensi kerugian.

Karena itu, penggunaan futures perlu disertai pemahaman terhadap mekanisme kontrak, leverage, margin, volatilitas, serta risiko yang melekat pada perdagangan derivatif. Bittime Futures merupakan bagian dari ekosistem perdagangan aset digital Bittime yang penggunaannya perlu disesuaikan dengan pemahaman dan toleransi risiko masing-masing pengguna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?

Punya cicilan yang sudah lunas tentu bisa menjadi tanda bahwa kewajiban sebelumnya telah diselesaikan. Namun, setelah cicilan selesai, apakah kamu bisa kembali mengajukan pinjaman?

Jawabannya, bisa mengajukan kembali, tetapi persetujuan pinjaman tidak otomatis diberikan hanya karena cicilan sebelumnya sudah lunas. Setiap pengajuan tetap perlu melalui proses penilaian sesuai ketentuan produk dan hasil analisis kredit.

Sebelum mengambil cicilan baru, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu pertimbangkan.

1. Pastikan Cicilan Sebelumnya Benar-Benar Lunas

Sebelum mengajukan pinjaman baru, pastikan seluruh kewajiban pada pinjaman sebelumnya sudah diselesaikan sesuai perjanjian.

Kamu juga dapat memastikan status pinjaman sudah tercatat sebagai lunas pada sistem penyedia pinjaman. Hal ini penting agar kamu memiliki gambaran yang jelas mengenai kewajiban finansial sebelum mengambil cicilan berikutnya.

2. Periksa Kembali Kondisi Keuangan

Cicilan sebelumnya sudah lunas bukan berarti kamu otomatis memiliki ruang yang besar untuk mengambil utang baru.

Coba hitung kembali penghasilan dan pengeluaran rutin setiap bulan. Perhatikan juga kebutuhan lain yang mungkin muncul dalam waktu dekat.

Sebelum mengambil cicilan baru, pastikan masih ada dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membayar kewajiban pinjaman sesuai jadwal.

3. Tentukan Alasan Mengambil Cicilan Baru

Sebelum mengajukan pinjaman, tanyakan kembali untuk apa dana tersebut digunakan.

Misalnya untuk kebutuhan produktif, kebutuhan mendesak, atau keperluan lain yang sudah diperhitungkan sebelumnya. Hindari mengajukan pinjaman hanya karena merasa memiliki ruang setelah cicilan sebelumnya lunas.

Menentukan tujuan sejak awal juga membantu kamu memperkirakan jumlah dana yang benar-benar dibutuhkan sehingga tidak mengambil pinjaman melebihi kebutuhan.

4. Pahami Kemampuan Membayar

Selain jumlah pinjaman, perhatikan juga tenor dan seluruh biaya yang mungkin berlaku.

Semakin panjang tenor, periode pembayaran menjadi lebih lama dan total biaya pinjaman perlu diperhatikan sesuai ketentuan produk. Sebaliknya, tenor yang lebih pendek dapat membuat kewajiban pembayaran per periode menjadi lebih besar.

Karena itu, jangan hanya melihat nominal dana yang diterima. Hitung juga kewajiban pembayaran sampai pinjaman selesai.

5. Pahami Proses Pengajuan Pinjaman

Saat mencari pinjaman dari bank online, penting memahami bahwa proses pengajuan secara digital tidak berarti pinjaman pasti disetujui.

Pengajuan tetap dapat melalui proses evaluasi kelayakan kredit. Limit, tenor, bunga, biaya, dan persetujuan mengikuti hasil analisis kredit serta ketentuan produk yang berlaku.

Jadi, meskipun cicilan sebelumnya sudah lunas, pengajuan pinjaman berikutnya tetap akan dinilai berdasarkan kondisi dan ketentuan yang berlaku pada saat pengajuan.

Neo Pinjam neobank untuk Kebutuhan Dana

Kalau kamu sedang mencari Neo Pinjam neobank, Neo Pinjam merupakan fasilitas pinjaman dari Bank Neo Commerce yang pengajuannya dilakukan secara digital melalui aplikasi neobank.

Neo Pinjam di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce dapat diajukan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Fasilitas ini merupakan pinjaman dengan limit hingga Rp100 juta dan tenor hingga 12 bulan, dengan persetujuan yang tetap mengikuti proses analisis kredit.

Artinya, cicilan yang sebelumnya sudah lunas dapat menjadi bagian dari riwayat kewajiban kamu, tetapi tidak menjamin pengajuan pinjaman berikutnya akan disetujui. Setiap pengajuan tetap mengikuti penilaian dan ketentuan yang berlaku.

Sebelum mengajukan Neo Pinjam, pastikan jumlah pinjaman dan tenor yang dipilih sesuai dengan kemampuan membayar. Periksa juga bunga, biaya, jadwal pembayaran, serta seluruh ketentuan dalam informasi produk dan perjanjian kredit.

***

Fitur, limit, tenor, bunga, biaya, dan ketentuan Neo Pinjam dapat berubah sesuai kebijakan Bank Neo Commerce. 

Pinjaman merupakan komitmen finansial. Pastikan jumlah pinjaman dan tenor yang dipilih sesuai dengan kemampuan membayar agar kewajiban dapat dipenuhi tepat waktu. Baca dan pahami Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) serta perjanjian kredit sebelum mengajukan pinjaman. 

Jika ingin mencoba Neo Pinjam unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Pinjam di website resmi Bank Neo Commerce. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Banyak Pelaku Usaha Baru Tahu Ada Layanan Ini, Akses Kesehatan Lintas Negara Jadi Sorotan di BNI National Conference 2026

GrasiaCare perkenalkan layanan medical concierge di BNI National Conference 2026, bahas akses kesehatan lintas negara bagi pelaku usaha di Jakarta.

Jakarta, 3 September 2026 — Kebutuhan individu dan korporat akan akses layanan kesehatan lintas negara yang personal dan terkurasi menjadi salah satu perhatian dalam BNI National Conference 2026 yang berlangsung di Grand Ballroom Pullman, Central Park, Jakarta, pada 3 September 2026. Dalam acara yang mempertemukan jaringan pelaku usaha dari berbagai daerah ini, GrasiaCare turut hadir melalui booth pameran untuk memperkenalkan layanannya kepada komunitas bisnis BNI.

Melalui booth ini, GrasiaCare memperkenalkan diri sebagai penyedia layanan medical concierge yang membantu individu maupun korporat mengakses layanan kesehatan menengah ke atas di Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, China, dan Korea Selatan mulai dari personalized care plan, akses ke jejaring spesialis dan rumah sakit terpercaya, pendampingan end-to-end, hingga dukungan evakuasi medis.

Pada kesempatan ini, GrasiaCare turut menghadirkan lima mitra medisnya di booth, yaitu Siloam Hospital Lippo Village, Dr. Aneez D.B. Ahmed, Direktur dan Konsultan Bedah Senior, ICTS Singapore, Dr. Thng Yongxian, Senior Consultant Pancreas and Hepatobiliary Surgeon, Dr Thng Yongxian Clinic Singapore, Dr. Yeo Tong Hong, Medical Director & Senior Consultant, Paediatric Neurologist, Paediatrics & Neuroscience Center Singapore, serta ICON Cancer Centre Singapore.

Kehadiran GrasiaCare di ajang ini turut menjadi ruang perkenalan bagi solusi kesehatan korporat, mengingat kebutuhan akan akses layanan kesehatan yang terpercaya kerap menjadi pertimbangan penting bagi pelaku usaha dalam mendukung kesejahteraan tim maupun relasi bisnis mereka.

Booth GrasiaCare dikunjungi ratusan peserta konferensi sepanjang acara berlangsung. Sebagian besar pengunjung mengaku baru pertama kali mengetahui adanya layanan medical concierge seperti yang ditawarkan GrasiaCare, sehingga booth ini turut menjadi ruang edukasi bagi komunitas bisnis BNI mengenai opsi akses layanan kesehatan lintas negara yang selama ini belum banyak diketahui.

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Grace Debby, CEO GrasiaCare, yang datang langsung dari Singapura untuk berpartisipasi dalam konferensi ini. Grace juga merupakan salah satu anggota BNI Chapter Grow, sehingga kehadiran GrasiaCare di BNI National Conference 2026 turut menjadi bagian dari keterlibatannya dalam komunitas BNI secara lebih luas.

“Bertemu langsung dengan begitu banyak pelaku usaha di sini mengingatkan saya betapa pentingnya akses informasi kesehatan yang tepat, apalagi bagi mereka yang bertanggung jawab atas kesejahteraan tim dan keluarganya. Sebagai bagian dari komunitas BNI, saya senang GrasiaCare bisa hadir dan memperkenalkan opsi yang mungkin belum banyak diketahui, terutama bagi yang membutuhkan penanganan kesehatan lintas negara.” – Grace Debby, CEO GrasiaCare

Partisipasi ini menjadi salah satu langkah GrasiaCare dalam memperluas jaringan dan membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha dari berbagai sektor melalui komunitas BNI.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar

Bittime Futures, platform futures Bittime yang memungkinkan pengguna mengambil posisi untuk memanfaatkan peluang pasar baik saat harga aset kripto naik maupun turun, menyoroti meningkatnya aktivitas di pasar crypto derivatives di tengah pergerakan sejumlah aset kripto.

Bittime Futures, platform futures Bittime yang memungkinkan pengguna mengambil posisi untuk memanfaatkan peluang pasar baik saat harga aset kripto naik maupun turun, menyoroti meningkatnya aktivitas di pasar crypto derivatives di tengah pergerakan sejumlah aset kripto. Perkembangan ini menunjukkan semakin besarnya perhatian trader terhadap instrumen derivatives sebagai salah satu cara untuk merespons volatilitas dan tren pasar. Salah satunya terlihat pada HYPE, token native Hyperliquid, yang mencatat all-time high (ATH) sebesar US$89,60 pada 6 September 2026, berdasarkan data CoinGecko. Sementara itu, berdasarkan KuCoin dan FinanceFeeds, total open interest di Hyperliquid mencapai sekitar US$14,3 miliar pada 13 September 2026, menunjukkan tingginya nilai posisi derivatives yang masih terbuka di pasar.

Pergerakan harga dan tingginya open interest dapat mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan, tetapi tidak dapat digunakan sebagai sinyal tunggal untuk menentukan arah pasar maupun potensi keuntungan. Dalam perdagangan futures, termasuk melalui Bittime Futures, pengguna dapat mengambil posisi long maupun short dengan leverage. Fitur ini memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan posisi dengan kondisi pasar, namun juga dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus risiko kerugian, termasuk risiko likuidasi.

Open interest (OI) merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk membaca aktivitas di pasar derivatives, dengan menunjukkan total nilai kontrak yang masih terbuka. Namun, OI tidak menunjukkan dominasi posisi long maupun short. Karena itu, OI perlu dibaca bersama indikator lain, seperti funding rate dan positioning, agar trader dapat memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi pasar.

“Pasar derivatives yang dinamis membutuhkan strategi yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan pandangan trader terhadap pasar. Bittime Futures memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengambil posisi long maupun short dengan leverage. Namun, setiap strategi tetap perlu mempertimbangkan volatilitas pasar dan profil risiko masing-masing trader,” ujar Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime.

Di Bittime Futures, penggunaan leverage memberikan fleksibilitas dalam menentukan eksposur terhadap suatu aset dengan modal yang tersedia. Namun, leverage juga dapat memperbesar potensi kerugian, termasuk risiko likuidasi, sehingga pengguna perlu memahami karakteristik futures sebelum membuka posisi.

Untuk membaca kondisi pasar secara lebih menyeluruh, trader juga dapat memperhatikan sejumlah indikator yang menggambarkan aktivitas dan posisi di pasar derivatives. “Futures memberikan fleksibilitas bagi trader untuk merespons berbagai kondisi pasar, tetapi fleksibilitas tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap mekanisme dan risikonya.

Melalui Bittime Futures, pengguna dapat menyesuaikan posisi dengan strategi masing-masing, baik saat melihat peluang kenaikan maupun penurunan harga. Karena itu, penting bagi trader untuk memahami risiko sebelum menggunakan leverage dan menentukan posisi sesuai dengan profil risikonya,” tambah  Ryan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto

Jakarta, 16 September 2026 – Upaya Amerika Serikat membangun kerangka regulasi komprehensif untuk industri aset digital kembali menemui hambatan. Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act gagal melaju dalam voting prosedural di Senat AS pada 15 September 2026 setelah tidak berhasil mencapai ambang 60 suara yang dibutuhkan untuk melanjutkan pembahasan.

Voting tersebut bukan merupakan penolakan final terhadap rancangan undang-undang, namun secara efektif membuat proses legislasi CLARITY Act kembali tertunda di tengah semakin terbatasnya kalender Kongres menjelang pemilu paruh waktu AS.

Padahal, CLARITY Act merupakan salah satu upaya terbesar AS untuk menciptakan kerangka federal bagi pasar aset digital. Regulasi tersebut dirancang untuk memperjelas pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC), sekaligus mengatur registrasi pelaku usaha, keterbukaan informasi, pemisahan dana konsumen, serta perlindungan terhadap konflik kepentingan.

Perjalanan legislasi tersebut sebelumnya mendapatkan dukungan bipartisan. Dewan Perwakilan Rakyat AS meloloskan CLARITY Act dengan suara 294 berbanding 134 pada Juli 2025, sementara Senate Banking Committee kembali meloloskannya dengan suara 15 berbanding 9 pada Mei 2026. Namun, perbedaan pandangan mengenai perlindungan investor, stabilitas sistem keuangan, keamanan nasional, hingga ketentuan etika bagi pejabat publik menjadi bagian dari perdebatan menjelang voting terbaru di Senat.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai tertundanya CLARITY Act menjadi perkembangan yang disayangkan bagi industri aset digital global karena kepastian regulasi merupakan salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan industri secara berkelanjutan.

“Kami menyayangkan CLARITY Act belum dapat melangkah lebih jauh. Industri kripto membutuhkan kepastian mengenai aturan main, bukan hanya untuk pelaku usaha, tetapi juga untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat kepada konsumen dan membuka ruang yang lebih jelas bagi institusi untuk berpartisipasi. Namun, proses di Amerika Serikat juga memperlihatkan bahwa regulasi aset digital memang membutuhkan keseimbangan antara inovasi, perlindungan konsumen, integritas pasar, dan kepentingan sistem keuangan,” kata Yudho.

Indonesia Sudah Jalankan Kerangka Regulasi Kripto

Di tengah proses legislasi yang masih berlangsung di AS, Indonesia telah lebih dahulu memiliki kerangka regulasi aset kripto yang berjalan secara operasional.

Sejak 10 Januari 2025, pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital termasuk aset kripto resmi beralih dari Bappebti kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sejalan dengan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK. Kerangka tersebut kemudian diperkuat melalui POJK Nomor 27 Tahun 2024, serta POJK Nomor 23 Tahun 2025 yang memperluas pengaturan terhadap aset keuangan digital dan perdagangan derivatif aset digital.

Pada 2026, OJK juga menerbitkan ketentuan pelaksanaan lebih lanjut melalui PADK Nomor 3 Tahun 2026 yang antara lain mengatur mekanisme pelaporan, evaluasi aset keuangan digital, manajemen risiko, hingga pelaporan kegiatan penyelenggara perdagangan aset digital.

Ekosistem tersebut terus berkembang. Data terbaru OJK menunjukkan jumlah akun konsumen aset keuangan digital mencapai 22,93 juta akun per Juli 2026. OJK juga telah memberikan izin kepada 33 entitas dalam ekosistem perdagangan aset kripto, yang terdiri atas dua bursa, dua lembaga kliring, dua kustodian, dan 27 pedagang aset keuangan digital. Nilai transaksi aset kripto pada Juli 2026 tercatat sebesar Rp20,52 triliun.

Secara global, tingkat adopsi Indonesia juga masih tergolong tinggi. Chainalysis menempatkan Indonesia di posisi ketujuh dunia dalam Global Crypto Adoption Index 2025, sementara aktivitas kripto di Indonesia tumbuh sekitar 103% dalam periode 12 bulan hingga Juni 2025.

Menurut Yudho, kondisi tersebut memberikan Indonesia kesempatan untuk memperkuat posisinya dalam perkembangan ekonomi aset digital global, terutama apabila kepastian regulasi dapat berjalan beriringan dengan inovasi industri.

“Indonesia memiliki momentum yang sangat menarik. Ketika banyak negara masih mendiskusikan seperti apa struktur regulasi kripto yang ideal, kita sudah memiliki regulator, bursa, kliring, kustodian, hingga pedagang aset digital yang bekerja dalam satu ekosistem pengawasan. Tantangannya sekarang bukan sekadar memiliki regulasi, tetapi memastikan regulasi tersebut terus adaptif mengikuti inovasi yang berkembang sangat cepat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tertundanya CLARITY Act seharusnya menjadi pengingat bahwa keunggulan dalam industri aset digital tidak hanya ditentukan oleh besarnya pasar, tetapi juga oleh kemampuan sebuah negara menghadirkan kepastian bagi konsumen, investor, dan pelaku usaha.

“Ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk terus bergerak maju. Dengan regulasi yang jelas, pengawasan yang kuat, serta ruang inovasi yang sehat, Indonesia memiliki fondasi untuk membangun industri aset digital yang semakin kompetitif dan dipercaya, baik di tingkat regional maupun global,” tutup YCEO FLOQ.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dengarkan “Butterflies”, Album Terbaru Amagra yang Sudah Hadir di Berbagai Platform Streaming Musik

Bersama Aminoto Kosin dan Irvnat, Amagra menghadirkan tujuh lagu yang membawa pendengar melewati berbagai cerita tentang cinta, rindu, kehilangan, hingga berdamai dengan perasaan.

Amagra melanjutkan perjalanan musiknya lewat Butterflies, album terbaru yang merangkum berbagai emosi dan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Album ini telah diluncurkan Amagra lewat Ninenote Music pada Minggu (30/8) lalu.

Album ini menjadi perjalanan baru bagi Amagra bersama Ninenote Music, sekaligus kelanjutan dari proses kreatif yang telah dibangun bersama Aminoto Kosin dan Irvnat sejak awal perjalanan musikalnya.

BUTTERFLIES DAN “BADAI PERASAAN”

Mengusung konsep “Badai Perasaan”, Butterflies menggambarkan berbagai emosi yang datang silih berganti dalam kehidupan seseorang, mulai dari rasa suka, rindu, kehilangan, kebingungan, hingga akhirnya belajar menerima dan berdamai dengan keadaan.

Nama Butterflies sendiri merepresentasikan sesuatu yang terlihat kecil dan lembut, tetapi mampu membawa pengaruh yang jauh lebih besar. Filosofi ini juga menggambarkan perjalanan Amagra dalam berkembang, menemukan keberanian, dan semakin membangun identitas musiknya sendiri.

Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam rangkaian visual album. Nuansa yang lebih gelap merepresentasikan fase ketika perasaan berada dalam badai, sementara sosok kupu-kupu tetap hadir sebagai simbol harapan, gerak, dan kekuatan yang tidak hilang di tengah gejolak. Setelah melewati fase tersebut, perjalanan visual Butterflies bergerak menuju suasana yang lebih hangat melalui rangkaian visualizer.

PERJALANAN BERSAMA NINENOTE MUSIC, AMINOTO KOSIN, DAN IRVNAT

Di balik Butterflies, Amagra kembali menjalani proses kreatif bersama Aminoto Kosin dan Irvnat di bawah Ninenote Music.

Kolaborasi yang telah terbangun sejak awal perjalanan Amagra ini terus berkembang dalam Butterflies, mulai dari membangun karakter vokal hingga menemukan komposisi musik, lirik, melodi, dan aransemen yang sesuai dengan karakter Amagra.

Melalui proses tersebut, Butterflies hadir bukan hanya sebagai kumpulan lagu baru, tetapi juga sebagai langkah berikutnya dalam perkembangan musikal Amagra.

TUJUH LAGU, TUJUH CERITA

Butterflies menghadirkan tujuh lagu, yaitu Butterflies, Masih Rindu, Big Girls Don’t Cry, Bilang Saja, Jalan Buntu, Ribbons in the Sky, dan Sing.

Masing-masing membawa cerita dan warna yang berbeda, tetapi tetap terhubung dalam satu perjalanan emosional. Cerita-cerita yang berangkat dari dunia Amagra sebagai penyanyi remaja tersebut juga membawa perasaan universal yang dapat dirasakan oleh pendengar dari berbagai usia.

Sebelum Butterflies, perjalanan musik Amagra telah mencatat lebih dari 800 ribu streams di Spotify. Lagu-lagunya juga telah digunakan dalam lebih dari 20 ribu postingan di media sosial dengan total lebih dari 226 juta views.

Kini, seluruh perjalanan emosi dalam Butterflies sudah dapat dinikmati oleh para pendengar.

Dengarkan album Butterflies dari Amagra di Spotify, Apple Music, dan berbagai platform streaming digital lainnya. Saksikan juga konten musik Amagra melalui YouTube Ninenote Music.

Dari tujuh lagu yang hadir dalam Butterflies, mungkin ada satu lagu yang sedang menceritakan perasaanmu.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dorong Inklusi & Kemandirian, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Bantu Disabilitas Netra di Semarang

Jakarta, 16 September 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian masyarakat disabilitas melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Sahabat Inspiratif Pelindo – PIJAR (Pijat Netra Berdikari) Tahun 2026. Memasuki tahun ketiga, program pemberdayaan penyandang disabilitas netra ini diperluas ke Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, dengan memberikan pelatihan profesi terapis pijat tradisional kepada 20 orang disabilitas netra.

Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan keberlanjutan PIJAR merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan program TJSL yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mendorong masyarakat memiliki kemampuan dan kesempatan untuk berkembang dan mandiri.

“Program Sahabat Inspiratif Pelindo – PIJAR kami yakini dapat menjadi sebuah sinergi dan kolaborasi untuk bersama-sama membangun ekosistem yang inklusif dan berkeadilan, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi. Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui program ini dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Dewi.

Program PIJAR telah berjalan sejak 2024 melalui kolaborasi dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Cabang Jakarta Utara. Program dilaksanakan dengan memberi pelatihan dan sertifikasi pijat tuna netra serta pemberian alat bantu praktik. Kemudian pada tahun 2025 Perusahaan memberikan bantuan lanjutan berupa penyediaan fasilitas praktik pijat netra di Terminal Penumpang Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok.

Pada tahun 2026 ini, PT PSL kembali menyelenggarakan program PIJAR berkolaborasi dengan PERTUNI Semarang, serta Dinas Sosial setempat untuk memberdayakan 20 penyandang disabilitas netra. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan dan sertifikasi teknik pijat dasar, pendampingan, serta pemberian sarana pendukung.

Para peserta juga mendapatkan dukungan perlengkapan penunjang untuk mendukung proses pelatihan dan praktik. Dukungan tersebut diharapkan dapat menunjang kesiapan peserta dalam mengembangkan keterampilan dan memberikan layanan pijat secara profesional, sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha setelah program berakhir.

Pelaksanaan PIJAR mendapat sambutan positif dari Lurah Karangrejo, Dwi Cahyono, S.Kom. Ia mengapresiasi langkah PT PSL yang memberikan keterampilan kepada masyarakat sebagai bekal untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian secara mandiri.

“Terima kasih atas perhatian PT Pelindo Sinergi Lokaseva yang telah memberikan keterampilan kepada bapak dan ibu untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian secara mandiri. Kami berharap program ini dapat berjalan lancar, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami juga berharap ke depan program pemberdayaan lainnya dapat terus dikembangkan, termasuk yang menyasar UMKM dan potensi masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua PERTUNI Semarang, Achyani, yang merupakan salah satu peserta PIJAR sekaligus terapis dan instruktur pijat netra. Menurutnya, program ini memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas netra untuk meningkatkan kemampuan dan membuka peluang memperoleh penghasilan secara mandiri.

“Terima kasih kepada PT Pelindo Sinergi Lokaseva yang telah memberikan program ini kepada kami. Semoga program ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kami dalam kehidupan sehari-hari, khususnya agar kami dapat memperoleh rezeki secara mandiri dari keterampilan yang kami miliki,” ujar Achyani.

Sejak diluncurkan pada tahun 2024 hingga saat ini, Program PIJAR telah menjangkau 70 orang penyandang disabilitas netra di Jakarta dan Semarang. Sebagian peserta kini telah aktif memberikan layanan pijat secara mandiri maupun bekerja pada usaha kesehatan tradisional.

Program Sahabat Inspiratif Pelindo – PIJAR juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDGs 1 tentang Tanpa Kemiskinan, SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDGs 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Inisiatif ini turut mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya Asta Cita ke-4 yang menekankan pembangunan sumber daya manusia, peningkatan kualitas hidup, dan penguatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan dan membangun usaha yang berkelanjutan. Ke depan, PT PSL akan terus mengembangkan program pemberdayaan yang memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” tutup Dewi.

—–

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Buka Booth di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Bagikan Swag Terbatas dan Meluncur di Product Hunt pada 15 September

Sanct, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan founder asal Indonesia, membuka booth SF09 di Showcase Zone Tech in Asia Conference 2026, Sands Expo and Convention Centre, Singapura, pada 15–16 September. Pada Selasa (15/9) pukul 14.01 WIB, di tengah jam konferensi, Sanct meluncur di Product Hunt langsung dari booth. Rabu (16/9) adalah hari terakhir booth Sanct. Pengunjung bisa bertemu pendirinya, Sion Abednego, menambahkan Sanct ke layar utama ponsel, dan membawa pulang swag gratis yang jumlahnya terbatas.

Singapura, 16 September 2026 — Sanct, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan founder asal Indonesia, Sion Abednego, membawa cara pertemanannya ke Tech in Asia Conference 2026. Booth Sanct, SF09, berada di Showcase Zone, dekat area permainan pickleball di Sands Expo and Convention Centre, Singapura, dan dibuka pada Selasa dan Rabu (15–16/9); Rabu (16/9) adalah hari terakhir. Showcase Zone dikurasi: Tech in Asia meninjau setiap pendaftaran sebelum sebuah perusahaan mendapat tempat di area pameran.

Pada hari pertama, Selasa (15/9), pukul 14.01 WIB atau 15.01 waktu Singapura, Sanct meluncur di Product Hunt, situs global tempat produk teknologi baru diperkenalkan setiap hari. Sion berada di booth saat peluncuran dimulai.

Pilihan meluncur di tengah keramaian konferensi bukan kebetulan. Di Sanct, teman pertama ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR. Setelah pengguna punya lima teman, fitur pencarian dan saran pertemanan terbuka, tetapi hanya menjangkau teman dari teman.

Sanct juga telah merilis Episode 3 dari seri film pendeknya, tentang Keisha, perantau di Singapura yang belum bisa pulang, dan keluarganya di Jakarta yang tetap berkumpul malam itu di Sanctum.

Swag terbatas di booth SF09

Pengunjung yang menambahkan Sanct ke layar utama ponselnya di booth bisa membawa pulang swag gratis: sticker pack Sanct, tote bag krem bertuliskan “be there“, dan topi krem “being there” dengan bordir kecil wajah Sancty di sisinya. Semua item jumlahnya terbatas dan dibagikan selama persediaan masih ada.being

Tulisan di swag itu berangkat dari pesan yang sama dengan film-film Sanct: selalu ada untuk orang terdekat. Roll-up banner di booth menuliskannya dalam empat baris berbahasa Inggris, “being there. on the good days. on the bad ones. for friends and family.”, yang artinya selalu ada, di hari baik maupun hari berat, untuk teman dan keluarga.

Bagaimana data pengguna diperlakukan

Sanct tidak memiliki iklan maupun linimasa publik, dan tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga. Pengguna memilih siapa yang bisa melihat setiap momen yang dibagikan: semua orang di lingkarannya, teman tertentu yang ia pilih, atau hanya dirinya sendiri. Sancty, teman kecil yang selalu ada kalau kamu butuh ditemani, memproses data hanya di dalam akun pengguna itu sendiri untuk merespons, dan data tersebut tidak digunakan untuk melatih model AI publik. Kebijakan privasi Sanct dapat dibaca di https://sanctsocial.app/privacy

Traction dan rencana

Sanct membuka closed beta pada 23 Agustus di Car Free Day kawasan Senayan, Jakarta; 147 orang mendaftar di hari pertama. Sepekan kemudian, Sanct memiliki lebih dari 150 pengguna aktif dan lebih dari 1.600 orang di daftar tunggu. Kini masa beta berakhir. Setelah peluncuran di Product Hunt, Sanct akan hadir pertama kali di Indonesia, Malaysia, dan Singapura dengan model freemium: fitur inti tetap gratis, sementara fitur premium yang bersifat opsional menyusul kemudian, tanpa iklan di kedua versi.

“Sanct dimulai dari bertemu langsung, jadi kami juga ingin hadir langsung,” ujar Sion Abednego, pendiri Sanct. “Buat teman-teman dari Indonesia yang datang ke Tech in Asia di Singapura, mampir ke SF09. Ajak teman, saling tambahkan di Sanct, dan bawa pulang swag sebelum habis.”

Sion Abednego bisa diwawancarai di booth SF09 pada Rabu (16/9). Halaman Product Hunt Sanct: https://www.producthunt.com/products/sanct. Pendaftaran Sanct terbuka di https://sanct.social

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Instagram dan TikTok Jadi Layanan dengan Permintaan Tertinggi di Katalog SMM Panel Indonesia

Dari 549 layanan yang tersedia, permintaan pengguna SMM Panel Indonesia tetap terkonsentrasi pada dua platform yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia, mencerminkan bagaimana kebiasaan digital nasional turut membentuk pola bisnis reseller media sosial.

Penyedia layanan Social Media Marketing SMM Panel Indonesia mengungkapkan bahwa layanan untuk Instagram dan TikTok konsisten menjadi dua layanan dengan volume permintaan tertinggi dari total 549 layanan yang tersedia di platform tersebut, berdasarkan data internal pemesanan yang tercatat pada sistem panel sepanjang tahun ini.

Temuan ini sejalan dengan posisi kedua platform sebagai media sosial dengan tingkat penggunaan tertinggi di Indonesia menurut survei nasional terbaru.

SMM Panel sebagai Sistem Otomatis Penyedia Layanan Media Sosial

SMM panel adalah sistem berbasis dashboard yang memungkinkan pengguna memesan layanan pertumbuhan media sosial, seperti followers, likes, dan views, secara mandiri dan otomatis tanpa proses negosiasi manual dengan penyedia. Setiap pesanan diproses langsung oleh sistem begitu pembayaran diterima, tanpa keterlibatan manusia di tahap pemrosesan.

Berdasarkan Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna Internet 2026 yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), TikTok tercatat sebagai media sosial yang paling banyak diakses masyarakat Indonesia dengan porsi 31,8 persen, disusul Facebook di posisi kedua dengan 29,4 persen, dan Instagram di posisi ketiga dengan 27,7 persen. Meski Facebook secara persentase akses berada di atas Instagram, permintaan layanan di SMM Panel Indonesia justru menunjukkan pola berbeda, dengan Instagram tetap bertahan sebagai salah satu dari dua layanan paling banyak dipesan bersama TikTok.

Instagram dan TikTok Punya Variasi Layanan Terbanyak

Katalog SMM Panel Indonesia mencakup lebih dari 13 platform, termasuk YouTube, Facebook, Twitter/X, Telegram, Spotify, Threads, WhatsApp Channel, hingga jasa buzzer untuk kebutuhan komentar dan interaksi yang lebih personal. Dari seluruh platform tersebut, Instagram dan TikTok memiliki variasi jenis layanan paling banyak, meliputi:

1. Penambahan followers dengan pilihan kecepatan proses berbeda

2. Penambahan likes untuk unggahan foto, video, maupun reels

3. Penambahan views untuk video dan konten berbasis tayangan

4. Layanan komentar dan interaksi tambahan yang dapat disesuaikan kebutuhan akun

“Instagram dan TikTok masih jadi tumpuan utama kebutuhan followers, likes, dan views pengguna kami, sejalan dengan pola konsumsi media sosial masyarakat Indonesia yang memang paling terkonsentrasi di dua platform tersebut,” ujar Eko, SEO Specialist SMM Panel Indonesia.

Menurutnya, tingginya permintaan pada dua platform ini juga dipengaruhi oleh karakter penggunanya. Instagram banyak dipesan oleh pengelola akun bisnis dan personal branding yang mengutamakan estetika visual, sementara TikTok lebih banyak dipesan untuk kebutuhan jangkauan cepat pada konten video pendek. Perbedaan karakter ini membuat kombinasi layanan yang dipesan pada kedua platform juga tidak selalu sama, meski sama-sama berada di posisi teratas permintaan.

Reseller Jadi Segmen Penting di Balik Tingginya Permintaan

Selain pengguna individu dan pengelola akun bisnis, sebagian besar volume pemesanan Instagram dan TikTok datang dari reseller yang menjual ulang layanan tersebut kepada klien mereka sendiri. Segmen ini umumnya memesan dalam jumlah dan frekuensi lebih tinggi dibanding pengguna individu, sehingga turut mendorong Instagram dan TikTok tetap berada di posisi teratas katalog.

Untuk mendukung segmen ini,SMM Panel Indonesia terpercaya juga menyediakan akses API, sehingga reseller dapat menyambungkan katalog layanan langsung ke situs atau bot milik mereka sendiri tanpa perlu memproses setiap pesanan secara manual.

Mekanisme Pemesanan dan Struktur Harga

Seluruh layanan, termasuk untuk Instagram dan TikTok, dapat dipesan melalui tiga tahap: mendaftar dan mengisi saldo, memilih layanan sambil menempelkan tautan target, kemudian memantau status pesanan melalui riwayat akun. Proses berjalan otomatis selama 24 jam penuh, termasuk pada akhir pekan dan hari libur nasional, tanpa mengharuskan pengguna memberikan kata sandi akun media sosial pribadi.

Harga setiap layanan ditampilkan per 1.000 unit lengkap dengan batas minimum dan maksimum pemesanan, sehingga reseller dapat menghitung margin secara langsung sebelum menawarkan layanan tersebut kepada pelanggan mereka sendiri. Data permintaan tinggi pada Instagram dan TikTok ini juga menjadi acuan bagi reseller dalam memprioritaskan stok dan variasi layanan yang mereka tawarkan ke pelanggan masing-masing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sparks Your Happiness di Hublife, Momen Seru Bareng Keluarga

Hublife menghadirkan Sparks Your Happiness pada 11 September–4 Oktober 2026, sebuah wellness-inspired experience yang mengajak pengunjung untuk lebih mindful, menjaga keseimbangan emosional, dan menemukan kebahagiaan dari setiap momen.

Menghadirkan rangkaian aktivitas mindful, creative wellness, hingga program apresiasi untuk menemani pengunjung menikmati momen bahagia dengan cara yang lebih sederhana.

Kebahagiaan bisa hadir dari hal-hal sederhana, mulai dari meluangkan waktu untuk diri sendiri, melakukan aktivitas kreatif, hingga menikmati quality time bersama orang-orang terdekat. Melihat pentingnya keseimbangan antara aktivitas sehari-hari dan waktu untuk diri sendiri, Hublife menghadirkan Sparks Your Happiness pada 11 September–4 Oktober 2026, sebuah wellness-inspired experience yang mengajak pengunjung untuk lebih mindful, menjaga keseimbangan emosional, dan menemukan kebahagiaan dari setiap momen.

Melalui berbagai aktivitas yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang calming sekaligus engaging, Sparks Your Happiness menghadirkan ruang bagi pengunjung untuk sejenak memperlambat ritme, reconnect dengan diri sendiri, dan menikmati aktivitas yang dapat membawa positive energy dalam keseharian.

Eksplorasi Diri Lewat Aktivitas yang Fun dan Mindful

Salah satu pengalaman yang dapat dinikmati adalah Interactive Installations yang menghadirkan Mood-Booster Mirror Selfie Spots serta Affirmation Wall. Tidak hanya menjadi spot untuk mengabadikan momen, area ini juga mengajak pengunjung untuk mengekspresikan diri sekaligus menyebarkan positive vibes melalui pesan-pesan afirmasi.

Bagi keluarga, khususnya anak-anak, Sparks Your Happiness juga menghadirkan aktivitas kreatif melalui Kids Art Therapy. Lewat kegiatan Painting & Sip, Clay & Pot Painting, anak-anak dapat mengeksplorasi kreativitas dan mengekspresikan diri melalui aktivitas seni yang menyenangkan.

Keseruan kemudian berlanjut melalui Kids Workshop dengan kegiatan Mini Garden Workshop dan music performance. Beragam aktivitas tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman yang interaktif sekaligus memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, dan menikmati waktu bersama keluarga.

Spark Your Healthy Living dengan Happy Rewards

Tidak hanya menghadirkan aktivitas, Sparks Your Happiness juga melengkapi pengalaman wellness melalui program Happy Rewards. Pengunjung yang melakukan transaksi minimal Rp500.000 di tenant wellness dan beauty yang berpartisipasi berkesempatan mendapatkan pilihan rewards berupa Re.juve Bottle Drink atau ASRI Living Voucher senilai Rp50.000 yang dapat digunakan di tenant yang berpartisipasi di seluruh ASRI malls.

Program ini menjadi bagian dari upaya Hublife untuk mendorong gaya hidup yang lebih mindful dan healthy, sekaligus memberikan apresiasi bagi pengunjung yang menjadikan wellness sebagai bagian dari keseharian.

Melalui Sparks Your Happiness, Hublife ingin menghadirkan lebih dari sekadar aktivitas di ruang publik, tetapi juga sebuah pengalaman yang mengajak pengunjung untuk pause, reconnect, and find happiness in the little things. Mari temukan momen bahagia versimu dan nikmati rangkaian pengalaman Sparks Your Happiness di Hublife, 11 September–4 Oktober 2026.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES