Perkuat Keandalan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi

Jakarta, 20 September 2026 – PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) kembali melaksanakan pekerjaan preservasi jalan tol berupa rekonstruksi perkerasan di Ruas Tol Jagorawi. Pekerjaan ini dilaksanakan secara bertahap pada sejumlah titik dengan tetap memperhatikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.

Adapun pekerjaan rekonstruksi akan dilaksanakan pada beberapa lokasi sebagai berikut:

– Senin, 21 September 2026

KM 28+000 – KM 27+850, Jalur B/BL.

Penutupan lajur dimulai pukul 10.00 WIB dan direncanakan dibuka kembali pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 05.00 WIB.

– Selasa, 22 September 2026

KM 22+958 – KM 23+053, Jalur A/L2.

Penutupan lajur dimulai pukul 10.00 WIB dan direncanakan dibuka kembali pada Jumat, 25 September 2026 pukul 05.00 WIB.

– Rabu, 23 September 2026

On Ramp Pondok Indah arah Bogor, Titik 1 dan Titik 2, Jalur L2.

Penutupan lajur dimulai pukul 10.00 WIB dan direncanakan dibuka kembali pada Jumat, 25 September 2026 pukul 05.00 WIB.

Direktur Utama PT Jasamarga Tollroad Maintenance, Suchandra P. Hutabarat, menyampaikan bahwa pelaksanaan preservasi merupakan bagian dari komitmen JMTM dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan tol.

“Pelaksanaan preservasi secara berkala merupakan bagian dari komitmen JMTM untuk memastikan kondisi jalan tol tetap terjaga dan dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna jalan. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan serta kelancaran lalu lintas,” ujar Suchandra.

JMTM mengimbau pengguna jalan yang melintas di Ruas Tol Jagorawi untuk mengantisipasi potensi perlambatan lalu lintas, mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan, serta tetap berhati-hati selama melintasi area pekerjaan.

Melalui pelaksanaan preservasi yang terencana dan berkelanjutan, JMTM terus berkomitmen dalam menjaga kualitas jalan tol guna mendukung keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan pengguna jalan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengelola Uang Makan Harian agar Keuangan Tetap Teratur

Uang makan menjadi salah satu pengeluaran yang hampir selalu muncul setiap hari. Jika tidak diperhatikan, pengeluaran untuk sarapan, makan siang, makan malam, kopi, atau camilan bisa membuat anggaran bulanan cepat berkurang.

Karena itu, mengatur uang makan harian dapat membantu kamu mengetahui berapa banyak dana yang digunakan sekaligus menentukan jumlah yang bisa disisihkan untuk kebutuhan lain. Kebiasaan sederhana ini juga dapat menjadi langkah awal untuk menabung harian.

Kenapa Uang Makan Harian Perlu Diatur?

Pengeluaran makan biasanya termasuk kebutuhan rutin, tetapi nominalnya dapat berbeda setiap hari. Misalnya, makan siang di kantor mungkin memiliki biaya berbeda ketika kamu memilih memasak sendiri atau membawa bekal.

Tanpa batas pengeluaran yang jelas, selisih beberapa ribu rupiah setiap hari bisa terakumulasi menjadi jumlah yang cukup besar dalam satu bulan.

Dengan mencatat uang makan, kamu dapat:

– Mengetahui rata-rata pengeluaran makan setiap hari.

– Menentukan batas anggaran makan.

– Melihat pengeluaran yang bisa dikurangi.

– Menyisihkan dana untuk tujuan keuangan lainnya.

– Mengevaluasi kebiasaan pengeluaran setiap bulan.

Cara Mengatur Uang Makan Harian

Ada beberapa cara sederhana yang bisa dicoba untuk mengelola uang makan.

1. Tentukan Anggaran Makan

Mulai dengan menghitung jumlah dana yang tersedia untuk kebutuhan makan dalam satu bulan. Setelah itu, bagi berdasarkan jumlah hari atau frekuensi makan yang kamu perlukan.

Misalnya, kamu menyiapkan Rp1.500.000 untuk makan selama 30 hari. Secara sederhana, rata-rata anggaran yang tersedia adalah Rp50.000 per hari.

Angka tersebut dapat menjadi batas awal. Jika suatu hari pengeluaran lebih rendah, selisihnya dapat disimpan untuk kebutuhan lain.

2. Catat Pengeluaran Setiap Hari

Catat setiap pengeluaran yang berkaitan dengan makanan dan minuman, termasuk kopi atau camilan.

Contohnya:

Dari catatan tersebut, kamu dapat membandingkan pengeluaran dengan anggaran yang sudah ditentukan.

3. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Tidak semua pengeluaran makanan memiliki prioritas yang sama. Makan utama merupakan kebutuhan, sedangkan kopi, camilan, atau pesan makanan tertentu bisa menjadi pengeluaran tambahan.

Bukan berarti pengeluaran tambahan harus selalu dihilangkan. Kamu dapat memasukkannya ke dalam anggaran agar tetap bisa menikmati makanan atau minuman yang disukai tanpa mengabaikan kebutuhan lainnya.

4. Manfaatkan Bekal atau Masak Sendiri

Membawa bekal atau memasak sendiri dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengatur pengeluaran makan. Namun, tetap perhitungkan biaya bahan makanan, gas, dan kebutuhan lain agar dapat dibandingkan dengan biaya membeli makanan.

Pilih cara yang paling sesuai dengan rutinitas dan anggaranmu.

5. Sisihkan Selisih untuk Menabung

Jika pengeluaran makan hari itu lebih rendah dari anggaran, selisihnya dapat langsung disisihkan.

Misalnya, kamu menetapkan anggaran Rp50.000 untuk makan dalam sehari, tetapi hanya menghabiskan Rp40.000. Selisih Rp10.000 dapat dipisahkan dari dana yang akan digunakan untuk pengeluaran berikutnya.

Kebiasaan seperti ini dapat menjadi bentuk menabung harian dengan nominal yang disesuaikan dengan kemampuan.

Tips Menabung Harian dari Uang Makan

Tips menabung harian tidak harus dimulai dengan nominal besar. Yang lebih penting adalah menentukan jumlah yang realistis dan konsisten menyisihkannya.

Kamu bisa mencoba beberapa cara berikut:

1. Tentukan nominal yang realistis

Pilih nominal yang tidak mengganggu kebutuhan utama. Misalnya, mulai dari Rp5.000 atau Rp10.000 per hari.

2. Pisahkan dana tabungan

Jangan mencampurkan dana yang sudah disisihkan dengan uang yang digunakan untuk makan atau kebutuhan sehari-hari.

3. Gunakan target sederhana

Tentukan tujuan dari dana yang dikumpulkan, seperti dana untuk kebutuhan tertentu atau tujuan keuangan jangka pendek.

4. Catat perkembangannya

Mencatat jumlah yang sudah terkumpul dapat membantu melihat perkembangan tabungan dan mengevaluasi kebiasaan menabung.

Menabung Harian dengan Tabungan NOW

Setelah menyisihkan sebagian uang makan, kamu dapat memisahkan dana tersebut ke rekening tabungan agar tidak tercampur dengan uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Tabungan NOW di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce. Tabungan NOW dapat digunakan untuk menyimpan dana dan melakukan transaksi perbankan sehari-hari. Saat ini, Tabungan NOW menawarkan bunga kompetitif* yang cair harian. 

Dengan memisahkan dana secara rutin, kebiasaan menabung harian dapat dilakukan dengan nominal yang disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.

***

Fitur, suku bunga, biaya, dan ketentuan Tabungan NOW dapat berubah sesuai informasi produk yang berlaku.

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,75% per tahun.

Jika ingin mulai menggunakan Tabungan NOW, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tabungan NOW di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin Bangkit Lagi! BTC Tembus US$81.000, Level Ini Jadi Penentu Berikutnya

Jakarta, 20 September 2026 – Bitcoin (BTC) kembali bergerak ke area US$80.000–US$81.000 setelah sempat terkoreksi hingga di bawah US$76.000 pada pertengahan pekan. Pemulihan ini terjadi setelah pasar menghadapi dua sentimen besar dari Amerika Serikat, yakni kenaikan suku bunga The Fed dan kegagalan proses legislasi CLARITY Act di Senat AS.

The Fed pada 16 September menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00%. Keputusan tersebut merupakan kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak 2023. Dalam proyeksi terbarunya, pejabat The Fed juga masih melihat kemungkinan adanya satu kenaikan tambahan pada 2026.

Sehari sebelumnya, proses legislasi CLARITY Act gagal melewati ambang suara yang dibutuhkan di Senat AS. Pemungutan suara prosedural tersebut berakhir dengan hasil 49–50, sehingga rancangan regulasi aset digital tersebut belum dapat melanjutkan proses legislasi sesuai tahapan yang diharapkan.

Dua perkembangan tersebut sempat meningkatkan volatilitas pasar. Bitcoin turun hingga sekitar US$75.000–US$76.000 setelah menghadapi tekanan jual, sebelum kemudian kembali menguat.

Bitcoin Kembali di Atas US$80 Ribu

Pergerakan Bitcoin menuju area US$81.000 menunjukkan adanya pemulihan permintaan setelah koreksi tajam. Namun, kenaikan tersebut belum serta-merta menghilangkan risiko volatilitas karena pasar masih harus mencerna prospek kebijakan moneter AS dan perkembangan regulasi aset digital.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan bahwa pemulihan Bitcoin perlu dilihat dalam konteks pasar yang masih menghadapi tekanan makroekonomi.

“Bitcoin berhasil kembali ke area US$80.000 setelah sempat terkoreksi di bawah US$76.000. Ini menunjukkan bahwa tekanan jual yang muncul setelah keputusan Fed dan perkembangan regulasi AS mulai diimbangi oleh permintaan baru di pasar.

Namun, rebound ini belum berarti volatilitas selesai. Pasar masih akan menguji apakah Bitcoin mampu mempertahankan level US$80.000 dan melanjutkan kenaikan ke resistance berikutnya,” ujar Yudho.

Menurut Yudho, pergerakan Bitcoin pada pekan ini juga menunjukkan bahwa respons pasar kripto terhadap sentimen makro tidak selalu berlangsung dalam satu arah.

“Pasar kripto mulai menunjukkan respons yang lebih selektif. Kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi aset berisiko, tetapi setelah koreksi awal, Bitcoin justru kembali mendapatkan momentum. Karena itu, investor tidak cukup hanya melihat satu berita atau satu hari pergerakan harga, tetapi perlu melihat bagaimana harga bereaksi setelah pasar mencerna informasi tersebut,” katanya.

Tekanan Global Masih Terasa di Pasar Indonesia

Di Indonesia, tekanan dari kondisi global juga masih tercermin pada sejumlah indikator pasar. Berdasarkan data hingga 19 September, rupiah berada di sekitar Rp17.699 per dolar AS, melemah 1,11% secara mingguan.

Sementara itu, data internal FLOQ melihat IHSG berada di level 6.461,15, turun dari 6.552,79 pada pekan sebelumnya. Bank Indonesia juga masih mempertahankan BI Rate di level 5,75%.

Perbedaan pergerakan antar-aset tersebut menunjukkan bahwa penguatan dolar AS dan kondisi moneter global masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor. Di sisi lain, rebound Bitcoin memperlihatkan bahwa pasar aset kripto mulai merespons faktor spesifik pasar secara lebih selektif.

“Kalau kita lihat secara bersamaan, Rupiah dan pasar saham masih menghadapi tekanan dari kondisi eksternal, sementara Bitcoin sudah mencoba melakukan recovery. Ini bukan berarti Bitcoin sudah sepenuhnya lepas dari tekanan global, tetapi menunjukkan bahwa karakter pergerakannya bisa berbeda dengan aset lainnya,” jelas Yudho.

Level US$80 Ribu Jadi Perhatian

Memasuki pekan berikutnya, area US$80.000 menjadi salah satu level psikologis yang perlu diperhatikan untuk melihat apakah kebangkitan Bitcoin dapat bertahan. Sementara itu, area sekitar US$82.000 menjadi resistance jangka pendek yang dapat menjadi perhatian trader.

Di sisi bawah, area US$75.000–US$76.000 tetap relevan sebagai zona koreksi yang terbentuk pada pertengahan pekan.

Yudho mengingatkan bahwa perbedaan horizon investasi perlu menjadi pertimbangan ketika membaca pergerakan Bitcoin.

“Untuk trader, area US$80.000 menjadi level penting untuk melihat kekuatan momentum, sementara US$82.000 dapat menjadi area resistance jangka pendek. Di sisi lain, area US$75.000–US$76.000 masih perlu diperhatikan jika terjadi koreksi lanjutan. Dengan volatilitas yang masih tinggi, untuk trading perlu menyiapkan skenario dua arah, bukan hanya mengantisipasi harga naik atau turun,” ujar Yudho.

Bagi investor jangka panjang, menurut Yudho, pergerakan harga dalam beberapa hari tidak selalu mengubah tesis investasi secara keseluruhan.

“Investor jangka panjang dapat melihat faktor yang lebih luas seperti likuiditas global, arus institusional, perkembangan regulasi, serta tren adopsi Bitcoin. Pergerakan harga jangka pendek penting untuk dipantau, tetapi tidak selalu menjadi penentu utama untuk tesis investasi jangka panjang,” tambahnya.

Kembalinya Bitcoin ke area US$81.000 menjadi perkembangan penting setelah koreksi tajam pekan ini. Namun, kemampuan BTC mempertahankan level US$80.000 dan menghadapi resistance berikutnya akan menjadi perhatian pasar dalam beberapa hari ke depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pembiayaan Dana Tunai BRI Finance Tumbuh 44,74% hingga Semester I-2026

Jakarta, 31 Agustus 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) membukukan kinerja positif pada segmen pembiayaan dana tunai sepanjang Semester I-2026. Hingga Juni 2026, penyaluran pada segmen tersebut tumbuh 44,74% secara tahunan (year on year/yoy), dengan kontribusi sebesar 10,88% terhadap total portofolio pembiayaan Perseroan.

Capaian tersebut memperkuat peran pembiayaan dana tunai dalam menopang portofolio konsumer BRI Finance. Fleksibilitas penggunaan dana menjadi salah satu karakteristik yang mendukung daya tarik produk ini, terutama bagi konsumen yang membutuhkan akses pembiayaan untuk beragam keperluan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam mengembangkan portofolio pembiayaan konsumer secara selektif dan terukur.

“Pertumbuhan 44,74% hingga Juni menunjukkan kinerja yang positif pada segmen pembiayaan dana tunai. Kami akan terus mengembangkan segmen ini secara terukur dengan memperhatikan profil debitur dan kualitas pembiayaan, sehingga kontribusinya terhadap kinerja Perseroan dapat terus terjaga secara sehat,” ujar Dhani.

Untuk mendukung pengembangan bisnis tersebut, BRI Finance terus menyempurnakan proses pembiayaan, mulai dari analisis calon debitur, penilaian kelayakan, hingga pemantauan portofolio setelah pembiayaan berjalan. Penguatan proses ini dilakukan untuk memastikan setiap penyaluran memiliki dasar analisis yang memadai dan sesuai dengan profil risiko masing-masing debitur.

Di sisi lain, strategi penyaluran juga diarahkan pada peningkatan efektivitas dalam menjangkau segmen konsumen yang sesuai dengan karakteristik produk. Dengan pendekatan tersebut, BRI Finance dapat mengoptimalkan peluang bisnis sekaligus menjaga keseimbangan antara ekspansi portofolio dan tingkat risiko yang dikelola.

“Dalam mengembangkan bisnis, kami tidak hanya melihat besarnya peluang pasar, tetapi juga memastikan setiap pembiayaan memiliki dasar analisis yang kuat. Penguatan underwriting dan monitoring menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas portofolio seiring dengan ekspansi yang dilakukan,” jelas Dhani.

Strategi pengembangan pembiayaan konsumer BRI Finance selanjutnya akan diarahkan pada optimalisasi segmen-segmen yang memiliki prospek, termasuk pembiayaan dana tunai. Langkah tersebut akan tetap memperhatikan kualitas aset, efektivitas proses pembiayaan, serta dinamika kebutuhan konsumen. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat struktur portofolio BRI Finance sekaligus mendukung kinerja bisnis yang konsisten dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Saat Kebutuhan Datang Tak Terduga, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana yang Fleksibel

Jakarta, 28 Agustus 2026 – Dinamika kehidupan sehari-hari membuat kebutuhan finansial masyarakat terus berkembang. Selain kebutuhan yang telah direncanakan, tidak jarang terdapat kebutuhan yang muncul dalam waktu singkat dan membutuhkan ketersediaan dana. Kondisi tersebut menjadi semakin relevan di tengah aktivitas konsumsi masyarakat yang terus bergerak. Bank Indonesia mencatat konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52% secara tahunan pada triwulan I-2026, didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Beragam kebutuhan tersebut dapat muncul dalam berbagai situasi, mulai dari kebutuhan keluarga, pendidikan, renovasi rumah, hingga kebutuhan konsumtif lainnya. Bahkan, di tengah waktu akhir pekan yang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjalankan berbagai rencana bersama keluarga, kebutuhan dana dapat muncul tanpa selalu dapat diprediksi sebelumnya. Dalam kondisi tersebut, fleksibilitas dalam mengakses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat memiliki alternatif dalam memenuhi kebutuhannya tanpa harus mengubah seluruh perencanaan keuangan yang telah disusun.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan BRI Flash, produk pembiayaan dana tunai yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengoptimalkan nilai kendaraan yang dimiliki sebagai aset pembiayaan. Melalui BRI Flash, nasabah dapat memperoleh pencairan dana hingga 90% dari harga kendaraan, dengan bunga mulai dari 0,73% per bulan dan pilihan tenor hingga 4 tahun.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Kami memahami bahwa setiap nasabah memiliki kebutuhan dan prioritas yang berbeda. Ada kebutuhan yang telah direncanakan, namun ada pula kebutuhan yang muncul secara tidak terduga. Melalui BRI Flash, BRI Finance menghadirkan alternatif solusi pembiayaan yang memberikan fleksibilitas kepada masyarakat untuk memperoleh dana sesuai dengan kebutuhannya.”

Kehadiran alternatif pembiayaan yang beragam juga menjadi bagian dari perkembangan industri jasa keuangan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai Rp511,26 triliun pada Juni 2026, atau tumbuh 1,88% secara tahunan. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industri pembiayaan tetap memiliki peran dalam menyediakan akses pendanaan bagi berbagai kebutuhan masyarakat.

“Melalui BRI Flash, kami ingin memberikan kemudahan sekaligus rasa tenang bagi nasabah dalam menghadapi berbagai kebutuhan. Kami berharap produk ini dapat menjadi solusi yang relevan, baik untuk kebutuhan yang telah dipersiapkan maupun kebutuhan yang membutuhkan penanganan lebih cepat,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hadapi Tantangan Pasar Otomotif, BRI Finance Bukukan Pertumbuhan Laba 91,2%

Jakarta, 27 Agustus 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan kinerja positif pada Semester I 2026 dengan membukukan pertumbuhan laba sebesar 91,2% secara year-on-year (YoY). Pencapaian tersebut didukung oleh pertumbuhan pembiayaan konsumer yang meningkat lebih dari 198% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut mencerminkan efektivitas strategi BRI Finance dalam mengembangkan portofolio pembiayaan, khususnya pada segmen pembiayaan kendaraan dan pembiayaan multiguna. Di tengah dinamika industri otomotif nasional, Perseroan terus menangkap peluang melalui perluasan jaringan pemasaran, penguatan kolaborasi dengan mitra bisnis, serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem BRI Group.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Pertumbuhan kinerja BRI Finance pada Semester I 2026 menunjukkan bahwa strategi yang kami jalankan mampu mendorong ekspansi bisnis secara positif. Kami akan terus mengembangkan portofolio pembiayaan melalui penguatan produk, perluasan akses, serta sinergi dalam ekosistem BRI Group.”

Pada segmen pembiayaan kendaraan, BRI Finance memperluas jangkauan pasar melalui pengembangan kerja sama dengan dealer kendaraan baru serta showroom mobil bekas di berbagai daerah. Perseroan juga mengoptimalkan berbagai program pemasaran untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas pembiayaan kendaraan yang kompetitif.

Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas basis pelanggan sekaligus menangkap potensi kebutuhan pembiayaan kendaraan yang masih terbuka. Dengan pendekatan yang selektif dan terukur, BRI Finance terus mengembangkan portofolio pembiayaan kendaraan sesuai dengan dinamika dan kebutuhan pasar.

Selain pembiayaan kendaraan, BRI Finance juga mengembangkan BRI Flash sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis. Produk pinjaman multiguna tersebut dirancang untuk memberikan alternatif pembiayaan bagi masyarakat dengan proses pengajuan yang mudah, cepat, dan fleksibel.

“BRI Flash menjadi salah satu bagian dari strategi kami untuk memperluas portofolio pembiayaan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Kami terus mengembangkan solusi pembiayaan yang adaptif agar dapat memberikan kemudahan dan fleksibilitas sesuai dengan kebutuhan nasabah,” tambah Dhani.

Sejalan dengan ekspansi bisnis, BRI Finance tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap aktivitas pembiayaan. Perseroan secara konsisten memperkuat proses underwriting, meningkatkan efektivitas asset collection, dan melakukan pemantauan kualitas portofolio secara berkala.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Tawarkan Bunga Pembiayaan Mobil Baru Mulai 3,33% Flat per Tahun

Jakarta, 26 Agustus 2026 – Kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi terus menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan industri pembiayaan. Seiring dengan semakin beragamnya pilihan kendaraan di pasar, masyarakat tidak hanya mempertimbangkan spesifikasi dan harga kendaraan, tetapi juga membutuhkan skema pembiayaan yang kompetitif, fleksibel, dan sesuai dengan kemampuan finansial.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan program pembiayaan mobil baru dengan bunga mulai dari 3,33% flat per tahun dengan tenor pembiayaan hingga 5 tahun. Program ini menjadi bagian dari upaya BRI Finance untuk memperluas akses masyarakat terhadap solusi pembiayaan kendaraan yang kompetitif.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa penyediaan program pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan pasar merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat pertumbuhan bisnis sekaligus memberikan nilai tambah kepada pelanggan.

“Mobilitas masyarakat terus berkembang dan kebutuhan terhadap kendaraan pribadi pun semakin beragam. Dari sini, BRI Finance berkomitmen untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang kompetitif dan fleksibel agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam mewujudkan kepemilikan kendaraan,” ujar Dhani.

Melalui program tersebut, BRI Finance menawarkan bunga mulai dari 3,33% flat per tahun (add on) dengan tenor hingga 5 tahun, sehingga pelanggan dapat menyesuaikan skema pembiayaan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.

Dhani menambahkan bahwa BRI Finance terus melakukan pengembangan produk dan layanan sebagai bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat posisinya di industri pembiayaan. Selain menghadirkan program yang kompetitif, perseroan juga berupaya meningkatkan kemudahan akses layanan bagi masyarakat melalui berbagai kanal yang tersedia.

“Kami melihat bahwa keputusan masyarakat dalam memilih pembiayaan saat ini tidak hanya didasarkan pada tingkat suku bunga, tetapi juga pada kemudahan proses, fleksibilitas tenor, serta kualitas layanan. Oleh karena itu, BRI Finance terus berupaya menghadirkan pengalaman pembiayaan yang semakin relevan dengan kebutuhan pelanggan,” tambah Dhani.

Ke depan, BRI Finance akan terus memperkuat pengembangan produk pembiayaan dan meningkatkan kualitas layanan sebagai bagian dari komitmen perseroan untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Masyarakat dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai program pembiayaan mobil baru BRI Finance melalui kanal resmi BRI Finance serta layanan WhatsApp resmi di (+62) 811-1937-0883.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kinerja BRI Finance Menguat, Laba Tumbuh 89% hingga Juli 2026

Jakarta, 21 Agustus 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 89% secara year-on-year (YoY) hingga Juli 2026. Kinerja tersebut mencerminkan strategi Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas pembiayaan, efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko.

Pencapaian tersebut diraih di tengah dinamika industri pembiayaan dan perubahan lanskap pasar yang terus berkembang. BRI Finance terus menjaga fokus pada pertumbuhan yang sehat dan terukur melalui pengelolaan portofolio secara prudent, penguatan kualitas aset, serta optimalisasi efisiensi di berbagai lini bisnis.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Pertumbuhan laba sebesar 89% hingga Juli 2026 menunjukkan bahwa strategi yang kami jalankan berada pada arah yang positif. Kami terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas pembiayaan, efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko agar pertumbuhan yang dicapai dapat memberikan nilai jangka panjang bagi Perseroan.”

Dalam menghadapi kondisi pasar yang terus bergerak, BRI Finance juga terus melakukan diversifikasi portofolio dan mengembangkan segmen pembiayaan secara selektif. Langkah ini dilakukan untuk memperluas sumber pertumbuhan sekaligus menjaga kualitas aset di tengah berbagai dinamika ekonomi dan industri.

Perseroan juga terus mencermati dinamika biaya dana dan kondisi pasar keuangan. Untuk menjaga profitabilitas, BRI Finance melakukan optimalisasi struktur pendanaan, memperkuat sinergi dalam ekosistem BRI Group, menerapkan strategi pricing yang prudent, serta meningkatkan efisiensi di berbagai lini operasional.

“Setiap dinamika pasar tentu membutuhkan respons yang tepat dan terukur. Karena itu, kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan pendanaan yang optimal, strategi pricing yang sesuai dengan profil risiko, serta peningkatan efisiensi operasional,” tambah Dhani.

Memasuki sisa tahun 2026, BRI Finance akan terus melanjutkan strategi pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas. Perseroan berkomitmen untuk mengoptimalkan sinergi dalam ekosistem BRI Group, memperkuat diversifikasi portofolio, termasuk mengembangkan pembiayaan produktif seperti pembiayaan investasi dan modal kerja, serta terus menjaga kualitas aset.

Melalui strategi tersebut, BRI Finance optimistis dapat menjaga momentum kinerja positif sekaligus memperkuat fondasi bisnis untuk mendukung pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

“Fokus kami bukan hanya bagaimana tumbuh, tetapi bagaimana memastikan pertumbuhan tersebut memiliki kualitas yang baik dan dapat dijaga dalam jangka panjang. Dengan disiplin dalam pengelolaan risiko, penguatan kualitas aset, dan efisiensi yang berkelanjutan, kami optimistis dapat terus meningkatkan kinerja Perseroan,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lebih Nyaman Bepergian dengan Mobil Baru, BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,97%

Jakarta, 21 Agustus 2026 – Libur panjang menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bepergian, mulai dari mengunjungi keluarga hingga menikmati waktu bersama orang terdekat di berbagai destinasi. Bagi sebagian orang, kendaraan pribadi tetap menjadi pilihan untuk mendukung perjalanan karena memberikan keleluasaan dalam menentukan waktu, rute, dan tujuan.

Kebutuhan akan kendaraan tersebut sejalan dengan perkembangan pasar otomotif nasional. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan mobil secara wholesale sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 436.564 unit, meningkat sekitar 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan retail tercatat sebanyak 433.848 unit atau tumbuh sekitar 10,5% secara tahunan.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan program pembiayaan mobil baru dengan bunga mulai dari 3,97% flat per tahun dan pilihan tenor hingga lima tahun. Program ini menjadi salah satu alternatif bagi konsumen yang tengah mempertimbangkan pembelian kendaraan untuk mendukung kebutuhan mobilitasnya.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Saat melakukan perjalanan bersama keluarga, masyarakat dapat merasakan secara langsung apakah kendaraan yang digunakan masih sesuai dengan kebutuhan mereka. Bagi yang memang telah memiliki rencana membeli atau mengganti mobil, momentum seperti ini dapat menjadi waktu untuk mulai mempertimbangkan pilihan kendaraan sekaligus skema pembiayaan yang sesuai.”

Selain memilih kendaraan, konsumen juga perlu mempertimbangkan kemampuan finansial dan tenor pembiayaan sebelum mengambil keputusan. Pilihan tenor hingga lima tahun memberikan ruang bagi konsumen untuk menyesuaikan skema pembayaran dengan perencanaan keuangan masing-masing.

“Keputusan membeli kendaraan tentu perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi finansial setiap konsumen. Karena itu, kami berupaya menghadirkan pilihan pembiayaan yang kompetitif dan fleksibel agar konsumen dapat menentukan skema yang paling sesuai dengan rencana mereka,” kata Dhani.

Melalui program pembiayaan mobil baru ini, BRI Finance terus menyediakan solusi pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan bagi konsumen yang telah merencanakan kepemilikan kendaraan baru dan ingin menyesuaikan pembiayaan dengan kebutuhan serta kemampuan finansialnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Tawarkan Program BRI Flash, Akses Dana Tunai Tanpa Menghentikan Mobilitas

Jakarta, 17 September 2026 – Kebutuhan dana tunai dapat muncul dalam berbagai situasi, mulai dari kebutuhan rumah tangga, pendidikan, kesehatan, renovasi, hingga tambahan modal untuk mendukung aktivitas usaha. Bagi masyarakat yang memiliki kendaraan, aset tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperoleh akses pembiayaan tanpa harus menghentikan fungsinya sebagai penunjang mobilitas sehari-hari.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu ruang yang dapat dijawab melalui pembiayaan multiguna. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai Rp513,05 triliun pada Juli 2026, tumbuh 2,01% secara tahunan. Pertumbuhan antara lain ditopang pembiayaan modal kerja yang meningkat 6,32% secara tahunan, sementara rasio non-performing financing (NPF) gross industri tercatat 3,03%.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan perusahaan pembiayaan memiliki peran dalam menyediakan alternatif akses dana bagi masyarakat, termasuk melalui pembiayaan multiguna dengan memanfaatkan aset yang telah dimiliki.

“Perencanaan keuangan masyarakat semakin membutuhkan fleksibilitas, terutama ketika kebutuhan dana hadir di tengah aktivitas yang tetap harus berjalan. Pembiayaan multiguna dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengelola kebutuhan tersebut dengan memanfaatkan aset yang dimiliki secara lebih optimal,” ujar Dhani.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan BRI Flash, fasilitas pembiayaan dana tunai dengan jaminan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Melalui BRI Flash, masyarakat dapat memperoleh pencairan dana hingga 90% dari harga kendaraan, dengan bunga mulai dari 0,73% per bulan dan pilihan tenor hingga 4 tahun, sesuai ketentuan dan hasil analisis pembiayaan.

Fasilitas ini memberikan alternatif bagi pemilik kendaraan yang membutuhkan tambahan dana sekaligus tetap memerlukan kendaraan untuk menunjang pekerjaan, usaha, maupun aktivitas keluarga. Dengan demikian, kendaraan tetap dapat digunakan selama nasabah memperoleh akses terhadap dana yang dibutuhkan.

“BRI Flash kami hadirkan untuk memberikan pilihan pembiayaan yang dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat, tanpa mengesampingkan aspek kehati-hatian. Kami ingin memastikan akses pembiayaan berjalan seiring dengan kemampuan nasabah dalam memenuhi kewajibannya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tambah Dhani.

Melalui BRI Flash, BRI Finance terus memperkuat kontribusinya dalam menyediakan layanan pembiayaan yang mendukung kebutuhan finansial masyarakat. Akses terhadap dana diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kelancaran aktivitas, sementara kendaraan tetap menjalankan perannya sebagai bagian dari mobilitas sehari-hari.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES