Produk Prima dari Pabrik hingga Proyek, Waskita Beton Precast Pastikan Mutu Produk Spun Pile untuk Proyek Tangguhh UCC Onshore Project di Papua

Jakarta, September 2026 – Pada setiap karya konstruksi, kualitas produk tidak hanya ditentukan dari hasil akhir. Sebelum diinstalasi, material dan produk beton melewati sejumlah tahapan pemeriksaan guna memastikan kesesuaiannya dengan persyaratan teknis dan kebutuhan infrastruktur.

PT Waskita Beton Precast Tbk menerapkan sistem pengendalian mutu yang mencakup tahapan persiapan, pemeriksaan material, pengawasan selama proses produksi, hingga pemeriksaan produk sebelum dikirim. Pengendalian dilakukan melalui titik-titik pemeriksaan yang telah ditetapkan dalam Quality Plan, sehingga kesesuaian produk dapat dipantau pada setiap tahapan proses, bukan hanya ketika produk telah selesai diproduksi.

Penerapan pengendalian mutu tersebut salah satunya dilakukan pada Tangguh UCC Onshore Project di Papua, proyek pengembangan fasilitas gas alam terintegrasi. Dalam proyek ini, Waskita Beton Precast menyuplai 8.537 batang Spun Pile yang digunakan sebagai elemen pondasi untuk fasilitas dan infrastruktur pendukung proyek. Sebagai elemen yang menerima dan meneruskan beban struktur ke tanah, Spun Pile membutuhkan karakteristik produk yang konsisten dan sesuai dengan persyaratan teknis yang ditetapkan. Hingga September 2026, sebanyak 3.093 batang Spun Pile telah dikirimkan, atau mencapai 36,23% dari total kebutuhan proyek.

Pengendalian dilakukan pada sejumlah titik pemeriksaan dalam alur produksi. Pemeriksaan dimulai dari diameter dan panjang potong PC Bar, fabrikasi wirecage, pemasangan wirecage pada cetakan, proses pretensioning, pengecoran, pemadatan, hingga demoulding dan pemberian identifikasi produk. Pemeriksaan pada setiap tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan.

Pengendalian juga dilakukan sejak material akan digunakan dalam proses produksi. Karakteristik material diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Quality Plan Waskita Beton Precast. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari tahapan incoming material inspection sebelum material digunakan dalam produksi.

Setelah produk selesai diproduksi, pengendalian juga diterapkan pada proses penanganan produk sebelum dikirim ke proyek. Hal ini mencakup pengawasan saat produk dipindahkan ke stockyard, proses penumpukan, hingga persiapan pengiriman. Setiap tahapan dilakukan dengan mengacu pada prosedur yang telah ditetapkan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi dan konsistensi produk hingga siap digunakan di proyek.

“Pada Tangguh UCC Onshore Project, kami memastikan produk yang disuplai memenuhi persyaratan teknis melalui pengendalian yang dilakukan secara bertahap, mulai dari material hingga pemeriksaan sebelum pengiriman. Bagi kami, kepastian mutu bukan hanya mengenai hasil akhir, tetapi bagaimana setiap tahapan produksi dijalankan sesuai prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.

Rangkaian pengendalian tersebut menjadi bagian dari upaya Waskita Beton Precast menjaga konsistensi produk yang disuplai untuk kebutuhan infrastruktur. Dengan proses yang terukur dan terdokumentasi, Waskita Beton Precast memastikan produk yang keluar dari fasilitas produksi telah melewati titik-titik pemeriksaan yang ditetapkan sebelum digunakan di proyek.

Tidak hanya mengedepankan kualitas, Waskita Beton Precast juga memperhatikan aspek lingkungan melalui program WSBP Inspiring Kindness: Piles of Sustainability. Melalui program ini, setiap pengiriman 10 batang Spun Pile akan diikuti penanaman satu pohon. Dengan demikian, setelah seluruh batang Spun Pile untuk Tangguh UCC Onshore Project di Papua terkirim, akan ada 854 pohon baru ditanam. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Waskita Beton Precast untuk tidak hanya menyediakan produk bagi kebutuhan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi lingkungan.

Penerapan pengendalian mutu secara menyeluruh tersebut juga menjadi bagian dari tata kelola operasional Waskita Beton Precast dalam memenuhi persyaratan teknis dan kebutuhan pelanggan, sekaligus menjaga konsistensi proses produksi dari pabrik hingga produk siap digunakan di lapangan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PURANA Mendefinisikan Ulang Kemewahan Sirkular: ‘Renjana Perca’ Menandai 17 Tahun Warisan dan Inovasi Berkelanjutan

JAKARTA, INDONESIA — Purana Group secara resmi merilis Post-Event Impact Report untuk “PURANA 17: Renjana Perca,” sebuah pameran imersif perayaan hari jadi ke-17 yang diselenggarakan di Grand Indonesia. Menetapkan standar baru bagi industri fashion Indonesia, acara ini berhasil memadukan warisan budaya dengan komitmen mutlak terhadap sirkularitas material.

Sejalan dengan visi rumah mode mewah global yang meyakini bahwa keanggunan modern harus berakar pada tanggung jawab lingkungan, Pendiri sekaligus Chief Creative Officer Purana, Nonita Respati, hadir sebagai figur inspirasional di garis depan pergerakan fashion sirkular di Indonesia. Kepemimpinan visioner beliau memastikan bahwa konsep “Livable Art” dari Purana juga merupakan wujud seni yang bertanggung jawab. Di bawah arahan Nonita, arsip tekstil Purana selama 17 tahun tidak dibuang, melainkan diinterpretasikan kembali secara teliti, membuktikan bahwa kesadaran ekologis dapat mengangkat—bukan mengorbankan—kualitas desain premium.

Pameran ini menjadi perwujudan nyata dari inovasi berkelanjutan. Struktur arsitektural pameran dibangun menggunakan 1.366 kg kardus daur ulang. Mempertegas ambisi zero-waste tersebut, Purana berkolaborasi dengan 12 seniman dan kreator kontemporer untuk mendaur ulang (upcycle) 62 kg limbah tekstil arsip menjadi instalasi seni modern.

Kepemimpinan strategis (thought leadership) yang sejati dalam ranah keberlanjutan menuntut adanya partisipasi publik. Purana mengundang masyarakat untuk turut serta dalam visi sirkular ini, di mana 180 pengunjung berkolaborasi menenun sekitar 3.000 meter potongan kain arsip pada alat tenun interaktif. Berkomitmen pada siklus hidup material yang utuh, Purana mendonasikan 780 meter persegi karpet pameran kepada Yayasan Rumah Al-Fatih Arsya Respati pasca-acara agar dapat terus dimanfaatkan secara optimal.

Dedikasi tanpa kompromi terhadap kemewahan yang berorientasi pada nilai ini mendapatkan respons yang sangat positif dari pasar. Inisiatif “Renjana Perca” mendorong lonjakan penjualan bulan Agustus sebesar 90,7% Year-on-Year. Diperkuat oleh advokasi organik dari Circle of Trust Purana, acara ini menghasilkan estimasi nilai komunikasi yang luar biasa sebesar IDR 14,874 Miliar—3,54 kali lipat dari target awal yang diproyeksikan.

Melalui pencapaian yang terukur dan terdokumentasi ini, Nonita Respati dan Purana telah membuktikan bahwa pelestarian warisan budaya dan perlindungan bumi dapat berjalan beriringan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

Dalam pemaparannya, Heru menyampaikan bahwa untuk mengejar 3 bulan tersisa di tahun 2026 saat ini memang perlu difokuskan melalui dukungan berbagai pihak. Disampaikannya realisasi penyaluran FLPP saat ini mencapai 160.070 unit atau sebesar 45,73%, yang terdiri dari 160.053 unit rumah tapak dan 17 unit rumah susun.

Jakarta, 28 September 2026 – BP Tapera menggelar evaluasi kinerja KPR
Subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) Tahun Anggaran 2026. Diselenggarakan di kantor
BP Tapera, kegiatan evaluasi ini dilakukan bersama Kementerian Perumahan dan
Kawasan Permukiman (PKP) serta turut mengundang mitra kerja strategis BP
Tapera, seperti perwakilan Bank Penyalur Himbara, para Ketua Umum Asosiasi
Pengembang Perumahan, hingga PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF).

Evaluasi kinerja penyaluran FLPP ini disampaikan langsung oleh
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho dengan formasi lengkap bersama para
Deputi Komisioner BP Tapera lainnya, yaitu: Deputi Komisioner Bidang
Pemanfaatan Dana Tapera, Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana Tapera,
Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera, dan Deputi Komisioner Bidang
Hukum dan Administrasi. Sedangkan dari pihak Kementerian PKP dihadiri
Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Chroioel, serta Direktur Jenderal Perumahan
Perkotaan, Sri Haryati.

Dalam pemaparannya, Heru menyampaikan bahwa untuk mengejar
3 bulan tersisa di tahun 2026
saat ini memang perlu difokuskan melalui dukungan berbagai pihak.
Disampaikannya realisasi penyaluran FLPP saat ini mencapai
160.070 unit atau sebesar 45,73%,
yang terdiri dari 160.053
unit rumah tapak dan 17 unit rumah susun.

“Berdasarkan data kami, terdapat potensi data demand atau peminatan
sebanyak 48.679 unit. Jika hal tersebut tercapai, maka total capaian dapat
mencapai 208.749 unit,” terang Heru.

Melihat tantangan realisasi ini, BP Tapera nyatakan telah memetakan supply (ketersediaan hunian) dan demand (peminatan)
bersama mitra kerja, dimana masih terdapat surplus untuk ketersediaan
huniannya. Data tersebut berasal dari sistem yang dimiliki BP Tapera yang
bersumber dari para pelaku bisnis
yang merupakankombinasi antara
kavling, booking, dan ready stock.

Selain strategi tersebut, dalam rangka mengejar target, saat
ini BP Tapera melihat calon debitur
fix
income
seperti ASN, pekerja swasta, dan buruh dengan
pendapatan tetap memiliki potensi yang lebih besar untuk lolos uji verifikasi
di perbankan.

Menanggapi kondisi tersebut, Sri Haryati mengusulkan motode diterapkan
tersebut agar diterapkan dengan lebih targeted dan
segmented
yang terintegrasi dengan kantor wilayah bank penyalur,
Pemerintah Provinsi, dan pengembang perumahan lokal.

“Tentunya dengan memperhatikan komitmen peminatan, BP Tapera dapat
lebih bekerjasama dengan pihak HRD (Human
Resource /
Sumber Daya Manusia) perusahaan untuk profiling dan
mengundang peserta yang potensial dalam sosialisasi,” Imbuh Sri.

Melalui pemetaan wilayah berpotensi di sisi peminatan, komitmen
pendanaan pada bank penyalur, hingga kolaborasi yang massif dalam kurun waktu
tiga bulan ini, Heru menyampaikan BP Tapera bersama mitra kerjanya akan
berupaya semaksimal mungkin.

“Kita juga melihat
dari sisi supply, ready stock yang dilaporkan oleh pengembang juga perlu juga untuk dikejar. Termasuk dengan Rumah Susun yang diimbangi dengan permintaan,” imbuhnya. Heru melihat
untuk mengoptimalkan akhir tahun 2026, perlu meningkatkan kolaborasi data yang
lebih intensif antara data pengembang, bank penyalur, serta data yang diolah
oleh BP Tapera, sehingga mengurangi gap dan meningkatkan realisasi.

Berbicara mengenai perbandingan capaian FLPP dengan tahun lalu, Heru
juga sampaikan jika melihat secara on year per bulan, maka capaian tahun
ini menunjukkan pertumbuhan “Realisasi tahun 2025 pada dasarnya juga didorong keterbatasan kuota pada tahun
2024. Realisasi tersebut memperoleh carry over dari tahun
sebelumnya,” pungkas Heru.

Selanjutnya BP Tapera
bersama Kementerian PKP dan para mitra kerja
akan membentuk gugus tugas guna memantau optimalisasi
hingga akhir bulan ini yang terus dievaluasi tiap minggunya. “Sepanjang itu
baik untuk percepatan, maka perlu dilakukan. Harus terus optimis terhadap sisa
waktu ini,” imbuh Sri Haryati.

Rencana Rumah Alih Kepemilikan (Rumah recycle)

Salah satu terobosan
yang sedang dirumuskan oleh pemerintah saat ini adalah aturan mengenai Rumah Alih Kepemilikan / rumah recycle. Sri Haryati menyampaikan bahwa saat ini Kementerian
PKP sudah memiliki langkah-langkah mengenai aturan Rumah Alih Kepemilikan.
Namun Sri menegaskan bahwa aturan yang sedang disusun ini perlu dirumuskan
secara seksama, dan diharapkan para mitra kerja dapat siap nantinya,
sehingga dapat lancar
dilaksanakan saat aturan diterapkan

Aturan mengenai Rumah Alih Kepemilikan ini nantinya dapat
diterapkan oleh BP Tapera dengan menjaga akuntabilitas melalui
trilogi stok yang telah diterapkan oleh BP Tapera saat ini. Lebih Heru menjelaskan bahwa semangat aturan
ini disusun salah satunya adalah upaya dalam rangka
melakukan perlindungan konsumen
“Mengenai rumah yang tidak layak dan perlu dibenahi maka perlu dilihat terlebih dahulu
portofolionya, saat ini aturannya sedang diproses,” terang Heru, dimana BP
Tapera turut berkontribusi dalam perumusannya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian PKP telah mengeluarkan
kebijakan masa tenor cicilan FLPP mencapai 40 tahun. Kebijakan ini dinilai
memberikan dorongan positif terhadap kepemilikan hunian bagi Masyarakat
berpenghasilan Rendah (MBR). Hal tersebut dibuktikan melalui realisasi rumah susun yang
disajikan oleh BP Tapera dalam evaluasi
kinerja penyaluran FLPP pada hari ini, yang merupakan
realisasi pasca kebijakan
ini keluar. Sri Haryati menekankan bahwa tenor hingga 40 tahun ini
merupakan pilihan “Ini (tenor 40 tahun) adalah opsi bagi masyarakat, sehingga
memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat untuk menjangkau kepemilikan
rumah pertamanya,” terang Sri Haryati

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

USDJPY Berpotensi Melemah ke 156.598, Ini Analisis Dupoin Futures

Pergerakan USDJPY
masih menghadapi dinamika antara ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat
(AS) dan Jepang. Dolar AS masih mendapatkan dukungan dari prospek suku bunga
The Federal Reserve (The Fed), tetapi secara teknikal USDJPY mulai menunjukkan
potensi pelemahan setelah harga belum mampu menembus zona supply pada timeframe
H4.

Berdasarkan
analisis Dupoin Futures, USDJPY berpotensi kembali mengalami pelemahan setelah
harga gagal ditutup di atas zona supply 157.517–157.859. Kondisi tersebut
membuka peluang bagi pasangan mata uang ini untuk melanjutkan penurunan menuju
zona support terdekat di 156.598–155.927.

Geraldo Kofit,
analis Dupoin Futures, menjelaskan bahwa pergerakan tersebut berpotensi membentuk
pola ABC Correction. Pola ini menunjukkan adanya peluang koreksi setelah USDJPY
mengalami fase penguatan sebelumnya. Apabila tekanan jual berlanjut, pelemahan
menuju area support 156.598–155.927 menjadi skenario yang perlu diperhatikan.

Selain itu, pola
ABC Correction tersebut juga berpotensi menjadi indikasi awal perubahan arah
tren. Jika tekanan jual semakin kuat, struktur harga dapat berkembang menjadi
reversal dari tren bullish menuju bearish. Karena itu, respons USDJPY terhadap
zona supply 157.517–157.859 menjadi salah satu area penting dalam menentukan
arah pergerakan jangka pendek.

Dari sisi
fundamental, USDJPY masih mendapatkan dukungan dari perbedaan ekspektasi suku
bunga antara AS dan Jepang. The Fed mempertahankan sikap hawkish dan pasar masih
memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya. Kondisi tersebut
dapat menjaga daya tarik dolar AS terhadap yen.

Reuters melaporkan
pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober masih
cukup tinggi, sementara kenaikan Treasury yield turut memberikan dukungan
terhadap dolar AS. Imbal hasil Treasury 10 tahun juga berada di atas 5% dan
menjadi salah satu faktor yang menopang dolar.

Di Jepang, Bank of
Japan (BOJ) sebelumnya telah menaikkan suku bunga menjadi 1,25%, level tertinggi
dalam 31 tahun. Namun, keputusan tersebut belum menghasilkan penguatan yen yang
signifikan karena dua anggota BOJ berbeda pendapat dan panduan kebijakan
dinilai belum cukup hawkish. Kondisi tersebut membuat perbedaan kebijakan
moneter AS dan Jepang masih menjadi faktor yang mendukung USDJPY.

Meski demikian,
penguatan dolar terhadap yen juga menghadapi risiko intervensi dari pemerintah
Jepang. Perhatian terhadap potensi intervensi kembali meningkat setelah
diplomat mata uang Jepang, Atsushi Mimura, menyatakan bahwa pasar perlu
memperhatikan peringatan pemerintah terkait pelemahan yen dan tidak menutup
kemungkinan adanya langkah lebih lanjut untuk menstabilkan mata uang tersebut.

Risiko intervensi
menjadi faktor penting karena dapat meningkatkan volatilitas USDJPY, khususnya
ketika pelemahan yen berlangsung cepat. Artinya, meskipun perbedaan suku bunga
masih memberikan dukungan fundamental terhadap dolar AS, pergerakan USDJPY
tetap berpotensi menghadapi tekanan apabila otoritas Jepang meningkatkan sinyal
intervensi.

Menurut Dupoin
Futures
, pelaku pasar perlu mencermati kombinasi struktur teknikal dan
perkembangan kebijakan moneter kedua negara. Zona supply 157.517–157.859
menjadi level penting untuk menentukan apakah penguatan USDJPY masih dapat berlanjut
atau justru memasuki fase koreksi.

Dengan demikian,
prediksi USDJPY hari ini menunjukkan potensi pelemahan menuju 156.598–155.927
selama harga belum mampu menembus zona supply 157.517–157.859. Pola ABC
Correction berpotensi memperkuat skenario koreksi dan menjadi indikasi awal
reversal dari tren bullish menuju bearish. Namun, arah dolar AS, ekspektasi
suku bunga The Fed, kebijakan BOJ, serta risiko intervensi Jepang tetap menjadi
katalis utama yang dapat memengaruhi volatilitas USDJPY.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Minyak WTI Berpotensi Melemah, Dupoin Futures Soroti Level 88.67

Harga minyak West
Texas Intermediate (WTI) masih bergerak dalam volatilitas tinggi di tengah
ketidakpastian konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran serta prospek pembukaan
kembali Selat Hormuz. Meskipun harga minyak mendapat dukungan dari kekhawatiran
gangguan pasokan, analisis teknikal menunjukkan WTI masih berpotensi menghadapi
tekanan bearish dalam perdagangan hari Selasa (29/9).

Berdasarkan
analisis Dupoin Futures, harga minyak WTI pada timeframe Daily belum mampu
ditutup di atas zona supply pada level 96.50–99.06. Kegagalan menembus area
tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa tekanan jual masih berpotensi
berlanjut. Kondisi ini membuka peluang bagi WTI untuk membentuk pola ABC
Correction dengan potensi penurunan menuju zona support terdekat di
88.67–86.61.

Geraldo Kofit,
analis Dupoin Futures, melihat zona supply 96.50–99.06 menjadi area penting
yang perlu diperhatikan untuk menentukan arah pergerakan WTI selanjutnya.
Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas zona tersebut, peluang
terjadinya koreksi penurunan masih terbuka.

Pembentukan pola
ABC Correction juga menjadi bagian penting dalam analisis teknikal Dupoin
Futures
. Pola tersebut menunjukkan adanya potensi koreksi setelah harga
mengalami pergerakan sebelumnya. Apabila tekanan jual semakin kuat, WTI
berpotensi bergerak menuju support 88.67–86.61.

Namun, tekanan
bearish secara teknikal tersebut berlangsung ketika fundamental minyak justru
masih mendapatkan dukungan dari risiko geopolitik. Harga minyak naik untuk sesi
kedua berturut-turut pada Selasa, seiring kekhawatiran pasar terhadap
kemungkinan gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah akibat konflik AS-Iran.
Reuters melaporkan WTI naik sekitar 0,8% menjadi US$93,32 per barel, sementara
Brent naik 0,6% menjadi US$105,91 per barel.

Ketidakpastian
mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu faktor utama yang
menjaga premi risiko di pasar minyak. Selat tersebut merupakan jalur penting
bagi perdagangan energi global, sehingga gangguan terhadap arus pengiriman
dapat memberikan tekanan terhadap pasokan dan mendorong harga minyak lebih
tinggi.

Di sisi lain,
terdapat tanda-tanda bahwa sebagian arus ekspor minyak Timur Tengah mulai
pulih. Reuters mencatat ekspor minyak dari produsen utama kawasan tersebut
mencapai sekitar 12,8 juta barel per hari pada September, level tertinggi sejak
Februari. Meski demikian, tantangan logistik dan biaya pengiriman masih membuat
aliran pasokan belum sepenuhnya normal.

Situasi tersebut
membuat harga WTI berada di antara dua sentimen utama. Risiko gangguan pasokan
dan ketidakpastian negosiasi AS-Iran dapat menjaga harga tetap tinggi,
sedangkan pemulihan ekspor berpotensi membatasi kenaikan. Reuters juga
melaporkan bahwa upaya diplomatik baru melalui mediator Qatar masih
berlangsung, tetapi belum memberikan kepastian mengenai kesepakatan untuk
mengakhiri konflik dan membuka kembali Hormuz.

Menurut Dupoin
Future
s, perkembangan geopolitik tetap menjadi katalis penting yang dapat
meningkatkan volatilitas WTI. Namun, dari perspektif teknikal, kegagalan harga
menembus zona supply 96.50–99.06 membuat skenario koreksi masih perlu
diperhatikan.

Dengan demikian,
prediksi harga minyak WTI hari ini menunjukkan potensi pelemahan menuju area
88.67–86.61 apabila tekanan jual berlanjut. Selama harga belum mampu menembus
zona supply 96.50–99.06, pola ABC Correction masih berpotensi berkembang.
Sementara itu, perkembangan negosiasi AS-Iran, kondisi Selat Hormuz, serta
pemulihan arus ekspor minyak Timur Tengah akan menjadi faktor fundamental yang
dapat menentukan seberapa kuat tekanan maupun penguatan WTI selanjutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Berpotensi Rebound, Dupoin Futures Soroti Level 4.111

Harga emas atau
XAUUSD masih berada dalam tekanan setelah mengalami penurunan tajam pada
perdagangan awal pekan. Spot gold sempat anjlok hingga sekitar US$4.111 per
ounce, tertekan oleh lonjakan imbal hasil (yield) Treasury Amerika Serikat
(AS), penguatan dolar AS, serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan
suku bunga Federal Reserve (The Fed). Meski demikian, secara teknikal harga
emas mulai menunjukkan peluang koreksi naik dalam jangka pendek.

Berdasarkan
analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe H1 berpotensi memasuki
fase koreksi setelah mengalami penurunan tajam pada Senin. Sinyal potensi
rebound tersebut dikonfirmasi oleh terbentuknya pola Bullish Engulfing yang
muncul di sekitar level support 4.111.

Geraldo Kofit,
analis Dupoin Futures, melihat level 4.111 menjadi area penting bagi pergerakan
emas dalam jangka pendek. Selama support tersebut mampu menahan tekanan jual,
XAUUSD berpotensi melakukan koreksi kenaikan menuju resistance terdekat pada
kisaran 4.160 hingga 4.202.

Pola Bullish
Engulfing yang terbentuk pada timeframe H1 memberikan indikasi adanya
peningkatan tekanan beli setelah harga mengalami penurunan tajam. Namun,
peluang kenaikan tersebut masih perlu dilihat sebagai koreksi terhadap tren
pelemahan sebelumnya. Pergerakan harga di sekitar resistance 4.160–4.202 akan
menjadi area penting untuk melihat apakah rebound dapat berlanjut atau kembali
menghadapi tekanan jual.

Dari sisi
fundamental, tekanan terhadap emas masih cukup kuat. Reuters melaporkan bahwa
harga emas turun sebanyak 4% pada Senin hingga mencapai US$4.111 per ounce,
level terendah sejak awal Agustus. Penurunan tersebut terjadi ketika yield
Treasury AS 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak Juni 2007, sementara pasar
semakin memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed berikutnya.

Kenaikan yield
menjadi salah satu faktor utama yang membebani emas karena aset tersebut tidak
memberikan imbal hasil. Ketika yield instrumen Treasury meningkat, opportunity
cost untuk memegang emas ikut naik sehingga dapat mengurangi daya tarik logam
mulia bagi investor. Reuters mencatat pasar kini memperkirakan peluang sekitar
70% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober, yang turut meningkatkan
tekanan terhadap harga emas.

Selain yield,
penguatan dolar AS juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Dolar
memperoleh dukungan dari kenaikan yield Treasury dan meningkatnya ekspektasi
pengetatan kebijakan moneter AS. Pada saat yang sama, harga minyak yang tetap
tinggi akibat ketegangan AS-Iran menambah kekhawatiran terhadap inflasi.
Kondisi tersebut dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed perlu mempertahankan
kebijakan moneter ketat lebih lama.

Meski demikian,
risiko geopolitik masih menjadi faktor yang dapat memberikan dukungan terhadap
emas sebagai aset safe haven. Ketidakpastian hubungan AS-Iran dan gangguan
terhadap arus energi melalui kawasan Timur Tengah berpotensi meningkatkan
permintaan terhadap aset lindung nilai. Namun, untuk saat ini, tekanan dari
kenaikan yield dan dolar masih menjadi faktor dominan yang membatasi ruang
penguatan XAUUSD.

Dengan demikian,
prediksi harga emas hari ini berdasarkan analisis Dupoin Futures menunjukkan
adanya peluang rebound teknikal dalam jangka pendek. Selama level support 4.111
mampu bertahan, XAUUSD berpotensi bergerak naik menguji resistance 4.160–4.202.
Namun, kenaikan tersebut masih berpotensi menjadi koreksi selama tekanan
fundamental dari penguatan dolar, tingginya Treasury yield, dan ekspektasi
kenaikan suku bunga The Fed belum mereda.

Pelaku pasar dapat
mencermati respons harga ketika mendekati area resistance tersebut, sekaligus
mengikuti perkembangan dolar AS, Treasury yield, harga minyak, dan konflik
AS-Iran sebagai katalis utama yang dapat memengaruhi pergerakan emas hari ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pentingnya Edgeband untuk Furniture Interior

Dalam dunia desain interior, pemilihan material furniture tidak hanya berfokus pada tampilan permukaan, warna, dan motif. Detail pada bagian tepi furniture juga memiliki peran penting dalam menentukan kualitas, ketahanan, serta hasil akhir sebuah produk. Salah satu elemen yang kerap luput dari perhatian, tetapi memiliki fungsi signifikan, adalah edgeband atau material edging.

Edging merupakan proses penyelesaian bagian tepi furniture dengan menggunakan material pelapis khusus yang diaplikasikan pada sisi material inti, seperti particle board, MDF (Medium Density Fibreboard), maupun plywood. Penggunaan edgeband tidak hanya bertujuan untuk memberikan tampilan yang lebih rapi, tetapi juga membantu melindungi bagian tepi furniture dari berbagai risiko penggunaan sehari-hari. 

Dalam penggunaan furniture interior, area tepi merupakan salah satu bagian yang rentan mengalami kerusakan. Benturan, gesekan, hingga paparan air dapat memengaruhi kondisi material, terutama apabila bagian inti furniture tidak memiliki perlindungan yang memadai. Oleh karena itu, penggunaan edgeband menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam proses produksi dan pemilihan furniture. 

Melindungi Bagian Tepi Furniture dari Risiko Penggunaan

Furniture interior digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari kitchen set, lemari pakaian, meja kerja, hingga kabinet penyimpanan. Seiring dengan intensitas penggunaannya, furniture dapat mengalami berbagai risiko, termasuk benturan pada sudut, gesekan dengan benda lain, serta paparan air atau kelembapan. 

Risiko tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya pada furniture yang menggunakan material inti berbasis kayu olahan. Tidak semua material inti furniture memiliki ketahanan yang sama terhadap air. Apabila air masuk melalui bagian tepi yang tidak terlindungi dengan baik, kondisi tersebut dapat memengaruhi material inti dan berpotensi menyebabkan kerusakan. 

Kevin Octavius, Sales & Marketing Manager PT AICA Indonesia, menjelaskan bahwa meskipun memiliki ukuran yang relatif kecil, material edging berperan penting dalam menjaga ketahanan furniture. 

“Edgeband, atau biasa juga dikenal sebagai material edging adalah material kecil yang perannya cukup besar untuk menjaga ketahanan furniture. Terutama agar terbebas dari resiko penggunaan seperti terkena air dan benturan. Karena tidak semua material inti furniture tahan air,” ujar Kevin Octavius. 

Penggunaan edgeband yang tepat dapat membantu memberikan perlindungan tambahan pada bagian tepi furniture. Dengan demikian, risiko kerusakan akibat penggunaan sehari-hari dapat diminimalkan, selama material, proses pemasangan, dan perawatan dilakukan dengan baik. 

Menyempurnakan Tampilan dan Kualitas Furniture 

Selain memiliki fungsi perlindungan, edgeband juga berperan dalam menciptakan tampilan furniture yang lebih rapi dan menyatu. Bagian tepi yang tidak dilapisi dapat memperlihatkan material inti, sehingga hasil akhir furniture terlihat kurang sempurna. 

Melalui penggunaan edgeband, bagian tepi dapat tertutup dengan lebih baik dan menghasilkan tampilan yang lebih bersih. Pemilihan warna serta motif yang sesuai dengan permukaan furniture juga membantu menciptakan kesan desain yang harmonis. 

Dalam desain interior modern, keselarasan detail menjadi salah satu elemen yang mendukung kualitas visual ruang. Furniture dengan finishing yang rapi dapat memberikan kesan lebih terencana, baik pada hunian pribadi maupun ruang komersial seperti kantor, hotel, dan area retail. 

Oleh sebab itu, pemilihan material edging sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan fungsi perlindungan, tetapi juga kesesuaian warna, motif, tekstur, dan hasil akhir dengan material permukaan furniture. 

Pentingnya Memilih Material Edging yang Tepat 

Untuk mendapatkan hasil finishing yang optimal, pemilihan edgeband perlu disesuaikan dengan jenis material inti, fungsi furniture, serta kondisi penggunaannya. Furniture yang ditempatkan di area dengan potensi paparan air, misalnya kitchen set, membutuhkan perhatian khusus pada kualitas pelapisan tepi dan ketepatan proses pemasangannya. 

Selain memilih material yang sesuai, proses aplikasi edgeband juga menjadi faktor penting. Pemasangan yang presisi dan penggunaan perekat yang tepat membantu menghasilkan sambungan yang lebih baik antara edgeband dan material inti. Hal ini penting untuk mengurangi celah yang berpotensi menjadi jalur masuknya air atau kotoran. 

Perlu dipahami bahwa penggunaan edgeband bukan berarti membuat seluruh bagian furniture menjadi sepenuhnya tahan air. Ketahanan furniture tetap dipengaruhi oleh jenis material inti, kualitas perekat, teknik pemasangan, kondisi lingkungan, serta perawatan yang dilakukan. Karena itu, edgeband perlu dipandang sebagai bagian dari sistem finishing furniture secara keseluruhan. 

Detail Kecil dengan Peran Besar dalam Furniture Interior 

Dalam menghasilkan furniture interior yang berkualitas, setiap detail memiliki kontribusi tersendiri. Material permukaan memberikan karakter visual, sementara material inti berperan sebagai struktur utama. Di antara keduanya, finishing pada bagian tepi menjadi elemen yang tidak boleh diabaikan. 

Edging yang tepat membantu melindungi bagian tepi furniture, menyempurnakan tampilan, sekaligus mendukung kualitas hasil akhir. Dengan memperhatikan pemilihan material dan proses pemasangannya, produsen furniture maupun desainer interior dapat menghadirkan produk yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga lebih siap menghadapi risiko penggunaan sehari-hari. 

Pada akhirnya, kualitas furniture tidak hanya ditentukan oleh apa yang terlihat pada permukaannya. Detail seperti edgeband menjadi bagian penting dalam menciptakan furniture interior yang rapi, fungsional, dan memiliki daya tahan sesuai kebutuhan pengguna. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkenalkan Wajah Baru, Viva Cosmetics Ajak Masyarakat Bergerak dan “Glowing Bersamamu”

Jakarta, 20 September 2026 – Viva Cosmetics memasuki era baru dengan rebranding yang dimulai dengan perubahan identitas visual secara kontras. Sebagai beauty local brand yang telah menemani beauty enthusiasts selama lebih dari 60 tahun, langkah ini menjadi babak baru sekaligus membawa cerita dan nilai yang telah melekat sejak awal perjalanannya.

“Logo baru Viva terinspirasi dari bunga yang bermekaran sebagai representasi brand yang kian bertumbuh bersama Vivers, yaitu Viva Lovers,” terang James Junianlie selaku Brand Manager Viva Cosmetics. Setiap kelopak bunga membawa cerita; enam kelopak melambangkan keseimbangan dan warna Viva Magenta merepresentasikan tanah Indonesia yang hangat membumi. Brand kecantikan halal asal Surabaya ini ingin menunjukkan bahwa bertumbuh bukan berarti meninggalkan akar yang telah ada, tetapi membawa cerita tersebut untuk melangkah ke masa depan.

Rebranding diawali dengan seri Viva Milk Cleanser dan Face Tonic dalam 7 varian menggunakan tampilan baru. Sebagai produk yang familiar dan menjadi bagian dari rutinitas kecantikan banyak masyarakat Indonesia, keduanya memenangkan Quadruple Platinum selama lebih dari 20 tahun dalam Indonesia Best Brand Awards (IBBA). Kehadirannya menjadi penghubung antara cerita Viva yang tumbuh bersama berbagai generasi dengan awal baru dengan konsep ‘Glowing Bersamamu’.

Menariknya, Viva membawa semangat rebranding dalam aktivitas komunitas yang menggabungkan olahraga dan kebersamaan dalam rangkaian Car Free Day (CFD) pada Minggu, 20 September 2026 di Jakarta Pusat. Mengusung semangat ‘Beauty on the Move’, Komunitas Slow Jogging (KSJ) dan masyarakat yang tertarik berpartisipasi menyusuri rute dari Dukuh Atas menuju Bundaran HI sejauh 2 kilometer. “Viva ingin mengajak masyarakat melihat bahwa glowing dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti bergerak bersama, meluangkan waktu bersama komunitas, dan menjaga kebersihan kulit,” tambah James.

Momentum ini turut diperkuat melalui kehadiran identitas baru Viva Cosmetics pada LED di kawasan Bundaran HI sebagai salah satu ruang publik ikonik ibukota. Eksistensi visual ini menjadi membuka peluang bagi masyarakat untuk melihat, mengalami, dan membagikan pengalaman bersama brand. Produk Viva Cosmetics dengan wajah baru pun tersedia untuk pembelian serta bukti nyata pergerakan brand menuju masa depan.

Sukses relaunch koleksi skincare, Viva Cosmetics akan melanjutkan perjalanan rebranding dengan peluncuran Viva Eyebrow Pencil. Pensil alis yang ikonik dengan warna oranye ini mempertahankan formulasi waterproof, tekstur creamy, dan pigmented sembari mengajak masyarakat bergabung dalam chapter baru Viva Cosmetics. James mengatakan, “Kehadiran produk Viva menjadi bukti bahwa meski tampilan berubah, cerita yang telah tumbuh bersama konsumen tetap menjadi bagian dari perjalanan Viva Cosmetics.” Pensil alis Viva juga mengalami perkembangan dengan memiliki total 5 shades: 3 warna yang sudah ada, ditambahkan 2 warna baru yakni Natural Brown dan Grey Brown.

Rebranding menjadi langkah baru bagi Viva Cosmetics yang memiliki lebih dari 60 tahun pengalaman menyediakan skincare dan makeup sesuai kebutuhan kulit di negara tropis. Sebagai salah satu peraih penghargaan Indonesia Living Legend Companies & Brand yang dianugerahkan pada brand dengan sepak terjang di atas 50 tahun, Viva Cosmetics kian memperluas distribusinya dengan ketersediaan di berbagai platform e-commerce, toko kosmetik tradisional, dan modern untuk meningkatkan kemudahan konsumen dalam menjangkau produk. Seluruh produk Viva Cosmetics bisa didapatkan melalui official website, berbagai platform e-commerce, dan toko kosmetik kesayanganmu.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pelindo Multi Terminal Jamrud Nilam Mirah Perkuat Kinerja Layanan dan Dukungan Ekspor

Surabaya, September 2026 – PT Pelindo Multi Terminal (PMT) mencatat kinerja positif hingga Agustus 2026, ditandai dengan peningkatan arus general cargo, bag cargo, dan curah kering dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di Branch Jamrud Nilam Mirah.

Hingga Agustus 2026, arus general cargo dan bag cargo tercatat sebesar 3,74 juta ton/m³, meningkat 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,23 juta ton/m³. Sementara itu, arus curah kering mencapai 3,08 juta ton, tumbuh 18% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 2,60 juta ton.

Pertumbuhan aktivitas tersebut turut diikuti dengan pergerakan komoditas ekspor melalui Terminal Jamrud. Hingga Agustus 2026, volume komoditas ekspor yang dilayani tercatat sebesar 197.542 ton/m³, menunjukkan peran Terminal Jamrud dalam mendukung kelancaran arus perdagangan dan distribusi komoditas menuju pasar internasional.

Salah satu kegiatan ekspor yang didukung adalah pengiriman 10.105 metrik ton (MT) woodchip melalui Terminal Jamrud Utara. Pengiriman tersebut merupakan pengiriman ketiga woodchip dari PT SaraRasa Biomass menuju Karatsu, Jepang, menggunakan kapal MV Nagato untuk memenuhi kebutuhan Kanematsu Corporation yang bertolak dari Terminal Jamrud pada 31 Agustus 2026.

Dengan pengiriman tersebut, total ekspor woodchip yang dilayani melalui Terminal Jamrud hingga Agustus 2026 mencapai 30.692 ton, meningkat sekitar 2% dibandingkan periode sebelumnya sebesar 30.229 ton.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Jamrud Nilam Mirah, Muh. Junaedhy mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus menjaga kualitas dan produktivitas layanan, sekaligus mendukung kebutuhan pengguna jasa dalam kegiatan perdagangan dan ekspor.

“Kami terus berupaya menjaga kualitas layanan dan produktivitas operasional agar kegiatan bongkar muat dapat berjalan secara optimal. Dukungan terhadap kegiatan ekspor juga menjadi bagian dari peran kami dalam memastikan arus komoditas dari Indonesia menuju pasar internasional dapat berlangsung dengan baik, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap standar operasional,” ujar Muh. Junaedhy.

Menurutnya, keberlanjutan kinerja tersebut tidak terlepas dari koordinasi antara Pelindo Multi Terminal, pengguna jasa, perusahaan pelayaran, serta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan operasional. Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk memastikan setiap proses bongkar muat dan pelayanan kapal dapat berlangsung secara efektif.

Pelindo Multi Terminal Branch Jamrud Nilam Mirah akan terus mengoptimalkan kualitas layanan dan produktivitas terminal guna mendukung kelancaran arus barang, perdagangan, dan kegiatan ekspor. Upaya tersebut sekaligus memperkuat peran Terminal Jamrud sebagai bagian dari jaringan logistik yang mendukung konektivitas perdagangan Indonesia dengan pasar global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ademco Security Group Meluncurkan UltraSenSync: Teknologi Vision AI Mengubah Sistem Keamanan dan Pengelolaan Fasilitas

Tenaga kerja generasi muda mulai meninggalkan pekerjaan konvensional yang monoton. Di sisi lain, dewan direksi menuntut produktivitas lebih tinggi dari fasilitas yang ada. Untuk menjembatani kesenjangan ini, Ademco mengembangkan platform vision AI secara mandiri.

UNTUK SEGERA DITERBITKAN

SINGAPURA / VRITimes / 29 September 2026 — Sektor keamanan dan pengelolaan fasilitas tengah menghadapi tantangan berat akibat krisis tenaga kerja. Pekerjaan seperti memantau layar monitor secara terus-menerus dan melakukan patroli rutin di rute yang sama semakin dihindari oleh generasi muda. Pada saat yang sama, dewan direksi menuntut efisiensi operasional yang instan melalui pemanfaatan teknologi.

Ademco Security Group hari ini resmi meluncurkan UltraSenSync, sebuah platform vision AI buatan mandiri yang dirancang khusus untuk mengatasi tantangan tersebut. Perusahaan meyakini bahwa dekade berikutnya dalam industri keamanan, pengelolaan fasilitas, dan operasional bisnis akan dimenangkan oleh organisasi yang mampu memantau seluruh kejadian secara real-time tanpa harus menempatkan lebih banyak personel di depan area monitoring.

UltraSenSync berbasis vision AI, berbeda dengan analisis konten video (video content analytics) tradisional. Platform ini dirancang untuk beroperasi di lokasi (on-premise), namun opsi cloud dan hybrid tetap tersedia sesuai kebutuhan fasilitas.

Sebagai penyedia layanan keamanan terkelola (managed security services) dan system integrator yang berdiri sejak tahun 1977, Ademco telah melayani lebih dari 6.000 institusi yang tersebar di Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, Vietnam, dan India. Penerapan AI oleh Ademco memungkinkan model kecerdasan buatan beroperasi langsung pada perangkat (appliance) di lokasi dan terintegrasi dengan kamera yang sudah ada. Hasilnya, pengambil keputusan menerima pemberitahuan insiden penting secara langsung, bukan sekadar tumpukan data mentah.

Analisis video konvensional hanya mampu mendeteksi jika suatu garis batas terlewati, tanpa memahami konteks kejadian sebenarnya. UltraSenSync hadir untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sistem ini membaca keseluruhan situasi, memprioritaskan peristiwa penting, mendeskripsikannya dalam bahasa yang mudah dipahami, serta memungkinkan pencarian data dengan cepat di kemudian hari. Ademco menyesuaikan model AI ini khusus untuk setiap lokasi.

Model AI yang ditawarkan bukanlah paket generik yang langsung dipasang begitu saja. Sistem ini dikembangkan berdasarkan pengalaman puluhan tahun Ademco dalam menyelesaikan berbagai tantangan operasional nyata di industri kliennya. Perusahaan sebelumnya telah meluncurkan Verifsuite pada tahun 2023, layanan Robot-as-a-Service pada tahun 2017, serta mengembangkannya bersama drone otonom dengan mitra Eropa di bawah program Enterprise Singapore–EUREKA pada tahun 2020. UltraSenSync menjadi produk inti berbasis AI yang akan memberikan pengaruh signifikan terhadap lini produk dan layanan Ademco ke depan.

Perangkat keras (appliance) ditempatkan langsung di lokasi (at the edge) untuk mengubah rekaman video menjadi peristiwa terstruktur dan metadata. Proses deteksi tidak hanya berpatokan pada satu label saja, melainkan bersifat multi-kondisi (multi-conditional). Sebagai contoh, seorang karyawan yang sedang mengobrol dengan rekannya di tangga memiliki tingkat risiko keselamatan yang berbeda dibandingkan seseorang yang berjalan terdistraksi oleh ponsel tanpa berpegangan pada reling tangga. Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi potensi bahaya tersebut sebelum kecelakaan terjadi. Selain itu, platform ini dapat memproses data visual, audio, dan sensor IoT secara bersamaan.

Konsep inovatif ini juga telah diterapkan pada produk pergudangan. Melalui fitur Dock-Insight, sistem Intelligent Yard Management hadir untuk menyelesaikan kendala utama di pusat logistik skala besar, seperti antrean truk yang tiba, waktu tunggu, alokasi armada, hingga kesalahan penempatan area loading bay.

Sistem UltraSenSync hadir dalam dua tingkatan:

CORE merupakan tingkatan dasar untuk kebutuhan harian seperti deteksi, pencarian, dan perekaman.

IntelliOps menawarkan fitur analisis lanjutan, pencarian lebih mendalam, buku kasus investigasi (investigative casebook), pelacakan semantik, serta pemantauan kecerdasan area yang lebih kompleks.

Pustaka deteksinya mencakup lebih dari 20 kategori, meliputi penyusupan, tindakan berdiam diri tanpa tujuan (loitering), barang terbuang/tertinggal, deteksi api dan asap, pelanggaran APD dan helm keselamatan, korban jatuh, pergerakan kendaraan, LPR/ANPR, pengenalan wajah, dinamika kerumunan, hingga analisis logistik. Sistem luar dapat terhubung secara lancar melalui lapisan DataFlux milik UltraSenSync.

Unit yang dipasarkan saat ini beroperasi menggunakan arsitektur NVIDIA. Versi berbasis Intel dan AMD dijadwalkan meluncur pada kuartal kedua tahun 2027. Perangkat saat ini dilengkapi dengan RAM 16 GB hingga 64 GB serta kapasitas penyimpanan video sebesar 4 TB yang dapat ditingkatkan hingga 10 TB.

Sebelum kuartal kedua tahun 2027, Ademco berencana meluncurkan Agentic Control Room sebagai sistem asisten bagi operator. Versi ini dirancang untuk melatih tahap berikutnya: varian otonom yang lebih canggih, yang ditargetkan rilis sebelum akhir tahun 2027 setelah melalui uji coba dan evaluasi keselamatan menyeluruh. Varian otonom tersebut belum dipasarkan saat ini.

“Analisis video konvensional memang memadai untuk kebutuhan dasar. Namun, sebagian besar lokasi belum memiliki infrastruktur yang memahami konteks dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik industri (vertical),” ujar Patrick Lim, Group Strategy Director Ademco Security Group. “Hal ini membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam membangun teknologi. Kami merancang UltraSenSync khusus untuk kebutuhan di lapangan, serta melatih dan mengoptimalkan model AI tersebut secara mandiri (in-house). Implementasi awal di beberapa lokasi rahasia (di bawah perjanjian NDA) menunjukkan efisiensi biaya langsung sebesar 20 hingga 40 persen dibandingkan dengan penggunaan sistem konvensional dan tenaga kerja manual. Kerugian akibat kesalahan operasional dan pemborosan yang berhasil dicegah di lokasi-lokasi tersebut sudah mencapai ratusan ribu dolar. Dalam tiga puluh tahun ke depan, tidak ada lagi tenaga kerja yang menginginkan pekerjaan monoton. Pekerjaan tersebut akan dialihkan ke mesin. Manusia akan fokus pada pekerjaan yang membutuhkan pertimbangan matang, interaksi sosial, dan tujuan yang jelas. Model operasional lama yang mengandalkan ketersediaan tenaga kerja untuk pekerjaan kurang menarik sudah tidak relevan lagi.”

Layanan penilaian lokasi (site assessment) kini tersedia melalui kantor Ademco di Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, India, dan Vietnam.

SUMBER: Ademco Security Group

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES