Stres karena Chat WhatsApp Jadi Berbayar? Ini Channel Alternatif yang Lebih Hemat

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

WhatsApp tetap menjadi kanal yang mudah dijangkau pelanggan, tetapi tidak semua kebutuhan paling efektif diselesaikan melalui rangkaian chat. Ketika balasan bisnis mulai berbiaya, perusahaan perlu melihat apakah pertanyaan tertentu lebih tepat ditangani di website, media sosial, atau melalui panggilan.

Tujuannya bukan memindahkan semua pelanggan dari WhatsApp. Efisiensi muncul ketika setiap kanal digunakan sesuai konteks, sementara pelanggan tetap memperoleh pengalaman yang konsisten.

Cocokkan Kanal dengan Situasi Pelanggan

Live Chat cocok ketika pelanggan masih berada di halaman produk, portal, web app, atau mobile app. Mereka dapat meminta bantuan tanpa membuka WhatsApp, dan percakapan yang selesai di Live Chat tidak memakai service message WhatsApp.

Facebook dan Instagram relevan ketika interaksi dimulai dari konten sosial. Pelanggan tidak perlu diarahkan ke kanal lain hanya untuk pertanyaan singkat. Untuk konsultasi, komplain, atau kendala teknis yang membutuhkan banyak klarifikasi, panggilan dapat mempercepat penyelesaian dibandingkan belasan balasan teks.

Gunakan aturan sederhana: pilih teks ketika informasi dapat diberikan singkat, Live Chat ketika konteks berada di halaman digital, media sosial ketika interaksi berasal dari konten, dan panggilan ketika klarifikasi berulang lebih mahal daripada percakapan langsung.

Marketplace juga dapat dipertahankan untuk pertanyaan yang terkait langsung dengan produk atau pesanan di platform tersebut. Memindahkan pelanggan keluar tanpa alasan justru menambah langkah dan menurunkan kepercayaan. Kanal terbaik adalah kanal yang paling dekat dengan konteks tindakan pelanggan.

Hemat Tanpa Memecah Pengalaman

Masalah baru muncul jika setiap kanal dikelola melalui aplikasi berbeda. Agent kehilangan konteks, pelanggan mengulang informasi, dan supervisor kesulitan melihat antrean. Penghematan pesan tidak berarti banyak apabila waktu kerja serta kualitas layanan justru memburuk.

Karena itu, bisnis membutuhkan sistem yang menyatukan profil pelanggan dan histori sebelum mengalihkan volume dari WhatsApp. Live Chat Barantum dapat digunakan di website, web app, atau mobile app sehingga pelanggan mendapat bantuan tanpa meninggalkan konteks digitalnya.

Perpindahan kanal tetap perlu memiliki aturan yang jelas: kapan agent mengambil alih, kapan kasus dikembalikan ke WhatsApp, dan informasi apa yang harus terbawa. Tanpa aturan ini, penghematan pesan dapat berganti menjadi antrean baru.

Untuk mengelola beberapa kanal tanpa membuka aplikasi terpisah, Omnichannel Barantum menyatukan WhatsApp, Live Chat, media sosial, marketplace, dan kanal lain dalam satu inbox.

Biaya paket atau penggunaan AI tetap perlu diperhitungkan; yang dihindari adalah service message WhatsApp untuk percakapan yang benar-benar berlangsung di kanal lain. Tetapkan pula kepemilikan tiap kanal, jam layanan, serta jalur eskalasi.

Pindahkan Secara Bertahap dan Terukur

Perubahan kanal sebaiknya dimulai dari satu atau dua use case. Bantuan pengunjung website dapat diarahkan ke Live Chat, sedangkan komplain teknis ditawarkan melalui panggilan. WhatsApp tetap tersedia selama pelanggan belum terbiasa dengan pilihan baru.

Jelaskan manfaatnya secara konkret: respons lebih cepat, penjelasan lebih lengkap, atau tidak perlu mengulang data. Jangan hanya mengirim tautan tanpa konteks karena hal itu dapat menambah pesan dan menurunkan kepercayaan.

Pantau tingkat penggunaan kanal, waktu penyelesaian, jumlah eskalasi, dan apakah volume balasan WhatsApp benar-benar turun. Data dari CRM Barantum dapat membantu menghubungkan perpindahan kanal dengan histori pelanggan dan tindak lanjut, bukan hanya menghitung jumlah chat.

Bandingkan juga repeat contact dan kepuasan terhadap proses, meski tidak harus memakai survei berbayar. Pelanggan yang kembali menghubungi karena jawaban tidak tuntas akan menghapus penghematan awal dan menambah beban pada kanal lain.

Sediakan jalur kembali ke WhatsApp ketika kanal alternatif tidak sesuai. Fleksibilitas tersebut menjaga pengalaman pelanggan sekaligus memberi tim data tentang preferensi nyata, bukan preferensi yang diasumsikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mulai dari Satu Orang Terdekat: Sanct, Sosial Media Buatan Founder Indonesia, Hadir di App Store 30 September

Sanct, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan founder asal Indonesia, Sion Abednego, hadir di App Store Indonesia pada Rabu (30/9), bersamaan dengan Malaysia, dan sudah bisa dipra-pesan sekarang: aplikasinya terunduh otomatis ke iPhone pada hari hadir. Sanct sudah lebih dulu tersedia di Singapura sejak Senin (28/9). Di Sanct, teman pertama ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR, setiap momen yang dibagikan punya penonton yang dipilih sendiri, dan setiap pukul 18.00 Sanctum dibuka: pantai kecil di dalam aplikasi, tempat sahabat dan keluarga menghabiskan sore bersama. Sanct gratis, tanpa iklan, dan tersedia dalam bahasa Indonesia, Inggris, Melayu, dan Hindi.

Jakarta, 30 September 2026 — Mulai Rabu (30/9), setiap pukul 18.00 sebuah pantai kecil akan dibuka di ponselmu. Ada api unggun untuk duduk melingkar, tepi laut untuk berjalan, meja piknik di pinggir danau, dan siapa pun dari lingkaranmu yang memutuskan datang. Malamnya pantai itu tutup, dan besoknya pukul 18.00 ia buka lagi.

Pantai itu bernama Sanctum, dan letaknya di dalam Sanct, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang hadir di App Store Indonesia pada Rabu (30/9). Pra-pesan sudah dibuka: siapa pun yang memesan sekarang akan mendapat aplikasinya secara otomatis di iPhone pada hari hadir. Sanct gratis, tanpa iklan, dan tanpa linimasa publik.

Mulai dari satu orang terdekat

Sanct dimulai dengan cara yang berbeda. Teman pertama ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR. Fitur pencarian dan saran pertemanan baru terbuka setelah pengguna punya lima teman, dan hanya menjangkau teman dari teman. Hasilnya, lingkaran tiap pengguna berisi orang yang benar-benar dikenalnya.

Cara mulainya tiga langkah:

1. Pra-pesan Sanct sekarang lewat sanct.social; aplikasinya terunduh otomatis pada Rabu (30/9).

2. Temui sahabat atau keluargamu, lalu saling pindai kode QR.

3. Pukul 18.00, masuk ke Sanctum bersama.

“Jangan unduh Sanct untuk dirimu sendiri,” ujar Sion Abednego, pendiri Sanct. “Unduh bersama satu orang yang akan kamu hubungi kalau harimu sedang berat. Saling pindai, lalu ketemu di pantai jam enam. Kalau setelah seminggu kalian tidak terasa sedikit lebih dekat, berarti kami belum berhasil. Sanct hanya jembatannya. Yang utama tetap orangnya.”

Sehari di Sanct

Di dalam lingkaran itu, Sanct mengikuti satu hari penuh. Pagi dibuka dengan layar selamat pagi yang menampilkan lama istirahat semalam. Ada grup obrolan keluarga dan sahabat dengan reaksi, panggilan suara dan video, serta check-in di tempat yang nyata yang hanya terlihat oleh lingkaran. Setiap momen yang dibagikan punya penonton yang dipilih sendiri: semua orang di lingkarannya, teman tertentu, atau hanya dirinya sendiri. Malamnya, check-in tidur memberi tahu teman bahwa seseorang sedang tidur.

Pengguna ditemani Sancty, teman kecil yang selalu ada kalau kamu butuh ditemani. Ia menanyakan sarapan, dan bisa mengingatkan kalau jam tidurmu sudah dekat. Pengingat kebiasaannya bersifat opsional dan tidak aktif sebelum dinyalakan sendiri.

Bagaimana data pengguna diperlakukan

Sanct tidak memiliki iklan maupun linimasa publik, dan tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga. Sancty memproses data hanya di dalam akun pengguna itu sendiri untuk merespons, dan data tersebut tidak digunakan untuk melatih model AI publik. Kebijakan privasi Sanct dapat dibaca di https://sanctsocial.app/privacy

Harga dan ketersediaan

Sanct gratis: fitur inti tetap gratis, sementara fitur premium yang bersifat opsional menyusul kemudian, tanpa iklan di kedua versi. Sanct hadir untuk iPhone di App Store Indonesia dan Malaysia pada Rabu (30/9), dan sudah bisa dipra-pesan sekarang, menyusul Singapura yang sudah tersedia sejak Senin (28/9). Dengan itu, lengkap sudah tiga negara peluncuran pertamanya. Versi Android di Google Play belum siap.

Sanct lahir dari Indonesia. Closed beta dibuka pada 23 Agustus di Car Free Day kawasan Senayan, Jakarta, dan lebih dari 1.600 orang masuk daftar tunggu selama masa beta. Awal bulan ini, Sanct membuka booth pertamanya di Tech in Asia Conference 2026 di Singapura. Seri film pendek Sanct tentang sebuah keluarga yang terpisah antara Jakarta dan Singapura, yang kini sudah empat episode, tayang di YouTube di https://youtu.be/vQDq1H09RVg?si=rxX9-YxK3qChKopN

Pra-pesan dan informasi lebih lanjut: https://sanct.social

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Micro-Drama Boom: Format Pendek ReelShort Kuasai Pasar Indonesia, Vidio Gandeng Raksasa Global

Fenomena baru mengguncang industri streaming Indonesia: micro-drama atau short-form drama. Format tontonan pendek dengan episode berdurasi 1–3 menit ini kini menjadi salah satu segmen paling dinamis dalam ekosistem hiburan digital. Indonesia telah muncul sebagai pasar terbesar di Asia-Pasifik untuk konsumsi micro-drama, menyumbang 39 persen dari total audiens regional.

ReelShort Gandeng Vidio: Kemitraan Strategis Pertama di Indonesia

Pada Agustus 2026, ReelShort—platform micro-drama global yang menguasai sekitar 29 persen pangsa pendapatan pasar global di kategori short-form drama—menandatangani kemitraan strategis dengan Vidio. Ini menjadi kolaborasi pertama ReelShort dengan platform OTT Indonesia.

Mulai 1 September 2026, ratusan judul ReelShort tersedia bagi audiens Indonesia di Vidio melalui paket berlangganan khusus, termasuk TV Extra, Platinum, Platinum Extra, dan Ultimate. Sebagai bagian dari integrasi awal, lebih dari 200 judul dalam genre populer seperti roman, fantasi, dan drama keluarga akan menampilkan dubbing dan subtitle bahasa Indonesia—sebuah langkah signifikan untuk penetrasi pasar lokal.

Co-Production: Konten Orisinal Indonesia untuk Pasar Global

Lebih dari sekadar lisensi konten, perjanjian ini mencakup serangkaian serial short-drama yang diproduksi bersama dengan rumah produksi lokal Indonesia, untuk dirilis di kedua platform. Ini menandai babak baru di mana kreator Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen konten untuk pasar regional dan global.

Strategi Vidio: Ekosistem Konten Komprehensif

Sutanto Hartono, CEO Vidio, menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan respons terhadap perubahan cara masyarakat Indonesia mengonsumsi hiburan. “Vidio terus berkembang seiring perubahan cara orang Indonesia menikmati hiburan. Kami ingin memastikan mereka dapat menemukan setiap jenis hiburan yang mereka cintai di satu platform—dari olahraga langsung, orisinal lokal, hiburan global, hingga format yang berkembang pesat: short drama,” ujarnya.

Vidio saat ini melaporkan 5,8 juta pelanggan berbayar dan menguasai pangsa pasar 20,7 persen dari total langganan SVOD Indonesia pada kuartal II 2026.

Mengapa Micro-Drama Begitu Populer?

Joey Jia, Founder dan CEO Crazy Maple Studio—pemilik ReelShort—menjelaskan bahwa micro-drama sedang bergerak dari format yang baru muncul menuju mainstream. “Keputusan platform OTT besar seperti Vidio untuk menghadirkan ReelShort kepada jutaan penontonnya menunjukkan meningkatnya selera terhadap cerita pendek dan sangat engaging,” katanya.

Format ini menjawab tantangan fragmentasi waktu luang. Episode pendek memungkinkan konsumsi di sela-sela aktivitas—saat menunggu, dalam perjalanan, atau jeda singkat. Namun, tantangan baru muncul: potensi aktivitas ekonomi micro-drama yang berada di luar jangkauan administrasi perpajakan menuntut perhatian regulator untuk menjaga keadilan fiskal.

Masa Depan Format Pendek

Dengan populasi 287,88 juta jiwa dan penetrasi internet 81,72 persen, Indonesia memiliki fondasi demografis yang sempurna untuk pertumbuhan micro-drama. Kemitraan ReelShort-Vidio menjadi sinyal bahwa format pendek akan semakin mengakar dalam ekosistem hiburan digital nasional, sekaligus membuka pintu bagi kreator lokal untuk berkarya di panggung global.

Hilirisasi Mineral Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA — Penguatan kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia membutuhkan motor baru yang mampu menghasilkan nilai tambah lebih besar dari sekadar industry ekstraktif. Dengan kepemilikan sumber daya mineral dan batu bara yang besar, Indonesia konsisten mengoptimalkan hilirisasi sebagai salah satu strategi utama pemerintah untuk mengubah kekayaan alam menjadi fondasi industrialisasi, sehingga mampu meningkatkan kinerja dan kontribusi ekonomi bagi Indonesia. 
Selama bertahun-tahun, sebagian besar komoditas tambang Indonesia diperdagangkan dalam bentuk bahan mentah yang memiliki manfaat ekonomi terbatas. Melalui kebijakan hilirisasi, sumber daya mineral kini didorong untuk diproses dan diolah di dalam negeri agar memperkuat basis industri, serta agar menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.
Deputi Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Elen Setiadi mengatakan Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, yakni sumber daya alam yang melimpah dan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.
“Untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi, diperlukan sumber pertumbuhan baru. Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar, dan melalui kebijakan yang terintegrasi, potensi tersebut dapat dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam sebuah forum diskusi di Jakarta.
Menurut Elen, hilirisasi mineral perlu dikembangkan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir agar manfaat ekonomi yang tercipta tidak berhenti pada aktivitas ekstraksi sumber daya, tetapi berkembang menjadi ekosistem industri yang menghasilkan produk akhir bernilai tinggi.
Dampak kebijakan tersebut mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Hilirisasi nikel telah mendorong berkembangnya industri pengolahan yang menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi, mulai dari feronikel hingga bahan baku baterai kendaraan listrik. Komoditas yang sebelumnya diekspor dalam bentuk bijih kini menjadi bagian dari rantai pasok industri global yang memberikan manfaat ekonomi yang jauh lebih besar bagi Indonesia.
Indonesia kini memiliki pabrik produksi baterai milik Indonesia Battery Corporation (IBC) di Karawang yang menjadi bukti bahwa kekayaan alam nikel Indonesia dapat diolah lebih lanjut di Indonesia, guna mampu mengahsilkan produk hilir yang lebih bermanfaat untuk industri kendaraan listrik
Implementasi serupa juga terlihat pada pembangunan ekosistem bauksit-alumina-aluminium terintegrasi di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek yang dikembangkan Grup MIND ID tersebut mengubah bauksit yang semula hanya bernilai sekitar US$40 per metrik ton menjadi alumina dengan nilai sekitar US$350 per ton, dan selanjutnya menjadi aluminium yang nilainya mencapai sekitar US$3.200 per ton.
Peningkatan nilai tambah tersebut tidak hanya memperbesar nilai ekonomi komoditas, tetapi juga menciptakan aktivitas industri baru di dalam negeri, memperkuat rantai pasok manufaktur nasional, serta membuka peluang peningkatan kontribusi penerimaan negara dari sektor pertambangan dan industri pengolahan mineral.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman menilai hilirisasi merupakan instrumen penting untuk memperbesar kontribusi sektor pertambangan terhadap transformasi ekonomi nasional.
“Penguatan hilirisasi menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri, sekaligus memperbesar kontribusi sektor pertambangan terhadap transformasi ekonomi nasional,” katanya.
Menurut Rizal, hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi komoditas, tetapi juga memperluas penerimaan negara, menarik investasi, memperkuat industri manufaktur, serta menciptakan efek berganda yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto pun mengamini bahwa hilirisasi merupakan agenda strategis nasional untuk memperkuat struktur ekonomi Indonesia sekaligus mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
“Hilirisasi menjadi kunci peningkatan nilai tambah komoditas, mulai dari nikel, bauksit, hingga batu bara,” ujarnya.
Dengan semakin kuatnya pengembangan proyek-proyek hilirisasi, sektor minerba diharapkan tidak lagi hanya menjadi penghasil komoditas mentah, tetapi berkembang menjadi penggerak industrialisasi nasional yang mampu memperbesar penerimaan negara, memperkuat daya saing industri, serta menjadi salah satu katalis utama menuju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih berdaulat dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES