Bank Neo Commerce Resmi Jadi Official Banking Partner VOTCHA 2026, Ajak Komunitas Trail Runner Kelola Keuangan Selincah Menaklukkan Trek

Jakarta, 25 September 2026 – PT Bank Neo Commerce Tbk (“Bank Neo Commerce”, “Bank”, “BNC”) merupakan mitra resmi dari ajang Volcano Trail Championship (VOTCHA) 2026, sebagai Official Banking Partner. Ajang ini merupakan event trail running yang digelar pada 12-13 September 2026 lalu di Gunung Tangkuban Perahu, Bandung, Jawa Barat. Kolaborasi ini mempertemukan Bank Neo Commerce dengan komunitas active lifestyle dan trail runner, sekaligus menghadirkan berbagai pengalaman finansial digital yang terintegrasi langsung dalam kegiatan berlari peserta selama event  berlangsung.  

Dalam kemitraan ini, Bank Neo Commerce menghadirkan sejumlah aktivasi utama, mulai dari kegiatan aktivasi di booth, transaksi non-tunai menggunakan neobank aplikasi mobile banking milik Bank Neo Commerce dan QRIS di area event, aktivasi media sosial, hingga tersedianya merchandise eksklusif neobank x VOTCHA berupa 3D Finisher Frame bagi para pelari yang berhasil menuntaskan trek. 

Chief Business Officer – Lending PT Bank Neo Commerce Tbk, Yan Hilman Tjahjadi mengatakan, “Trail running bukan sekadar olahraga, tapi juga cerminan gaya hidup yang menuntut kesiapan, ketangkasan, dan pengambilan keputusan cepat, nilai yang sejalan dengan bagaimana Bank Neo Commerce ingin hadir dalam perjalanan finansial penggunanya. Melalui VOTCHA 2026, kami ingin menunjukkan bahwa mengelola keuangan sehari-hari bisa selincah dan sepraktis pengalaman digital yang kami tawarkan.” 

Sejalan dengan semangat tersebut, kemitraan ini turut menjadi bagian dari upaya Bank Neo Commerce memperluas jangkauan ke komunitas active lifestyle, sekaligus memperkenalkan kemudahan bertransaksi digital kepada audiens baru. Yan menambahkan, “Kami ingin setiap peserta VOTCHA 2026 tidak hanya membawa pulang medali dan pengalaman berlari yang menyenangkan, tapi juga pengalaman baru menggunakan layanan perbankan digital yang relevan dengan gaya hidup mereka.” 

VOTCHA 2026 sendiri diikuti oleh lebih dari 1.500 pelari dari lima belas (15) negara, hal ini mencerminkan pertumbuhan antusiasme masyarakat terhadap trail running dan gaya hidup aktif di alam terbuka. 

Melalui partisipasinya di VOTCHA 2026, Bank Neo Commerce berharap dapat terus memperkuat positioning sebagai bank dengan layanan digital yang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup penggunanya sehari-hari. “Ke depan, kami akan terus mencari ruang-ruang kolaborasi baru bersama komunitas yang memiliki semangat sejalan dengan Bank Neo Commerce, cepat, adaptif, dan selalu bergerak maju,” tutup Yan.  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PBA Labs Opens Enrollment for the Certified Blockchain Developer Course

PBA Labs, a technology education platform for Indonesian talent formerly known as Pelita Bangsa Academy, has officially opened enrollment for the Certified Blockchain Developer Course. This intensive program is designed to take participants from zero to industry ready in Blockchain, Smart Contract, and DeFi development.

The Journey to PBA Labs

Since its founding in October 2023, PBA Labs has reached more than 1,000 talents through training and workshops across cities in Indonesia and within Indonesian communities abroad. Its alumni have won more than USD 56,000 in Hackathon prizes and incubator incentives, secured remote roles at local and global companies, and launched their own Web3 startups. PBA Labs has also delivered corporate and institutional training with KOMDIGI, OJK, several universities, and the Train the Trainers program in Davao, Philippines.

Pelita Bangsa Academy officially changed its name to PBA Labs as its programs grew beyond a single bootcamp, now spanning Certified Courses, Corporate & Institutional Training, and the development of Emerging Technology programs such as Artificial Intelligence.

What You Will Learn

The Certified Blockchain Developer Course covers:

Blockchain Fundamentals

Solidity (Basic to Advanced)

Smart Contract Security

DeFi Engineering

Frontend Web3 Integration

Gas Optimization

Real world projects: DEX, Lending Protocol, and Staking Vault

Learn Directly From Industry Practitioners

The course is taught by active practitioners in Blockchain and emerging technology:

Heinrich Wisesa, a PBA Labs alumnus, now CTO of Centuari, a Solidity Engineer and Mobile Tech Lead at BCA, and a hackathon winner.

William Gondowidjaja, a PBA Labs alumnus, now CEO of Centuari, previously CTO of Tunak.

Yevonnael Andrew, Co-Founder of PBA Labs, Co-Founder of ChainDetect, a KYT/AML platform used by Indonesia’s largest exchange, and an international speaker at PyCon and APNIC.

Jason Yapri, Co-Founder of PBA Labs, a Remote Blockchain Engineer with over a decade of professional experience, worked with teams across more than 22 countries, and a guest lecturer at several Indonesian universities.

In Their Own Words

“PBA Labs exists to close the exposure gap Indonesian talent has long faced when it comes to remote work and emerging technology, giving them equal access to compete globally,”

says Jason Yapri, Co-Founder of PBA Labs.

“Indonesian talent does not lack capability. What is often missing is the opportunity to gain exposure, build something real, and test their skills against global industry standards. That is why we do not want participants to simply know how to write smart contracts. We want them to learn to think like engineers, understanding how a system is designed, built, tested, secured, and used in the real world.”

says Yevonnael Andrew, Co-Founder of PBA Labs.

“Blockchain technology continues to grow and is being adopted more widely, both in the private and public sectors.

As it grows, the demand for blockchain talent grows with it. The challenge is not only teaching the theory, but making sure learners are genuinely ready to enter the workforce.

PBA Labs offers a comprehensive blockchain learning program oriented toward industry needs, so learners not only understand the technology, but are also ready to put it into practice.”

says William Sutanto, Co-founder & CEO Indodax.

Pricing and How to Enroll

The Certified Blockchain Developer Course is priced at Rp2,999,000 regular price, with a special launch price of Rp2,199,000. Enrollment is available through the link in PBA Labs’ official bio on Instagram (@pba.labs), LinkedIn (pba-labs) and X (@pbalabs), or directly through our website.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PBA Labs Buka Pendaftaran Certified Blockchain Developer Course

PBA Labs, platform edukasi teknologi baru untuk talenta Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai Pelita Bangsa Academy, resmi membuka pendaftaran Certified Blockchain Developer Course. Program intensif ini dirancang untuk membawa peserta dari nol hingga bisa siap terjun ke industri Blockchain, Smart Contract, dan DeFi.

Perjalanan Menuju PBA Labs

Sejak berdiri pada Oktober 2023, PBA Labs telah menjangkau lebih dari 1.000 talenta melalui pelatihan dan workshop di berbagai kota di Indonesia maupun komunitas Indonesia di luar negeri. Alumninya tercatat memenangkan lebih dari USD 56.000 hadiah kompetisi Hackathon dan insentif program inkubasi, mendapatkan pekerjaan remote di perusahaan lokal maupun global, hingga mendirikan startup Web3 sendiri. PBA Labs juga telah menjalankan pelatihan korporat dan institusional bersama KOMDIGI, OJK, sejumlah universitas, hingga program Train the Trainers di Davao, Filipina.

Pelita Bangsa Academy resmi berganti nama menjadi PBA Labs seiring cakupan program yang terus berkembang, kini mencakup Certified Course, Corporate & Institutional Training, dan pengembangan program Emerging Technology seperti Artificial Intelligence.

Apa yang Akan Kamu Pelajari

Certified Blockchain Developer Course mencakup:

Blockchain Fundamentals

Solidity (Basic hingga Advanced)

Smart Contract Security

DeFi Engineering

Frontend Web3 Integration

Gas Optimization

Proyek nyata: DEX, Lending Protocol, dan Staking Vault

Belajar Langsung dari Praktisi Industri

Program ini diajarkan langsung oleh praktisi aktif di industri Blockchain dan teknologi baru:

Heinrich Wisesa, alumni PBA Labs, kini CTO Centuari, Solidity Engineer dan Mobile Tech Lead di BCA, pemenang berbagai hackathon.

William Gondowidjaja, alumni PBA Labs, kini CEO Centuari, sebelumnya CTO Tunak.

Yevonnael Andrew, Co-Founder PBA Labs, Co-Founder ChainDetect (platform KYT/AML yang digunakan exchange terbesar di Indonesia), pembicara internasional di PyCon dan APNIC.

Jason Yapri, Co-Founder PBA Labs, seorang Remote Blockchain Engineer dengan pengalaman profesional lebih dari satu dekade, pernah bekerja bersama tim di lebih dari 22 negara, dan menjadi dosen tamu di sejumlah universitas di Indonesia.

Kata Para Co-Founder

“PBA Labs hadir untuk menutup kesenjangan eksposur yang selama ini dimiliki talenta Indonesia terhadap remote work dan teknologi baru, memberi akses yang setara agar mereka bisa bersaing secara global,”

kata Jason Yapri, Co-Founder PBA Labs.

“Talenta Indonesia tidak kekurangan kemampuan. Yang sering kurang adalah kesempatan untuk mendapat exposure, membangun sesuatu yang nyata, dan menguji kemampuan mereka dengan standar industri global. Karena itu, kami tidak ingin peserta hanya bisa menulis smart contract. Kami ingin mereka belajar berpikir seperti engineer, memahami bagaimana sebuah sistem dirancang, dibangun, diuji, diamankan, dan digunakan di dunia nyata.”

kata Yevonnael Andrew, Co-Founder PBA Labs.

Kata Tokoh Blockchain Indonesia

“Teknologi blockchain terus berkembang dan mulai digunakan semakin luas, baik di sektor swasta maupun publik.

Seiring pertumbuhannya, kebutuhan terhadap talenta blockchain juga semakin besar. Tantangannya bukan hanya belajar teorinya, tetapi bagaimana membuat pelajar benar-benar siap masuk ke dunia kerja.

PBA Labs menawarkan program pembelajaran blockchain yang komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan industri, agar para pelajar tidak hanya paham teknologinya, tetapi juga siap mengaplikasikannya secara nyata.”

kata William Sutanto, Co-founder & CEO Indodax.

Investasi dan Cara Daftar

Certified Blockchain Developer Course dibuka dengan harga normal Rp2.999.000, harga khusus peluncuran Rp2.199.000. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan di bio akun resmi PBA Labs di Instagram (@pba.labs), LinkedIn (pba-labs) dan X (@pbalabs) atau langsung ke website kami.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SEC Buka Jalan bagi Tokenisasi Saham AS, Bittime Cermati Perkembangan Pasar

Bittime, Gerbang Indonesia Menuju Aset Global yang terdaftar dan diawasi OJK, mencermati perkembangan Tokenized US Stocks setelah SEC memberikan jalur regulasi sementara untuk perdagangan saham yang ditokenisasi. Seiring persiapan regulasi tokenisasi RWA di Indonesia, Bittime terus mengikuti perkembangan aset global sekaligus menghadirkan akses terhadap 34 Tokenized U.S. Stocks bagi pengguna Indonesia dengan mengedepankan kepatuhan, edukasi, dan pemahaman risiko.

Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), sebagai Gerbang Indonesia Menuju Aset Global, yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus mencermati perkembangan global Tokenized US Stocks seiring meningkatnya perhatian terhadap penggunaan teknologi blockchain untuk merepresentasikan aset keuangan tradisional. 

Perkembangan tersebut berlangsung ketika regulator di berbagai negara mulai mengeksplorasi kerangka pengaturan untuk aset yang ditokenisasi. Di Amerika Serikat, U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) memberikan jalur regulasi sementara dan bersyarat bagi venue tertentu untuk memfasilitasi perdagangan saham yang ditokenisasi. Sementara di Indonesia, OJK juga tengah menyiapkan kerangka regulasi terkait penawaran aset ditokenisasi atau tokenisasi Real World Asset (RWA). 

“Perkembangan Tokenized U.S. Stocks menunjukkan bahwa tokenisasi semakin menjadi bagian dari diskusi mengenai masa depan akses terhadap aset global. Bagi Indonesia, perkembangan ini penting untuk dicermati seiring dengan munculnya kerangka regulasi yang mulai disiapkan untuk aset yang ditokenisasi. Bittime akan terus mengikuti perkembangan tersebut dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, edukasi, dan pemahaman risiko,” ujar Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn. 

SEC Berikan Jalur Sementara untuk Tokenized Stocks

Dalam pengumuman resminya pada 17 September 2026, SEC memberikan temporary, conditional exemptive relief selama lima tahun kepada sejumlah venue tertentu untuk memfasilitasi perdagangan saham National Market System (NMS) yang ditokenisasi.

Dalam kerangka tersebut, saham yang ditokenisasi melalui venue yang memenuhi ketentuan harus memberikan hak dan keistimewaan yang sama kepada pemegangnya seperti saham tradisional dari kelas yang setara. Untuk saham yang ditokenisasi oleh pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan perusahaan penerbit, venue juga wajib memberikan pemberitahuan kepada penerbit dan memberikan kesempatan untuk menyampaikan keberatan.

Perkembangan tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan pasar tokenized stocks secara global. Berdasarkan data RWA.xyz per 16 September 2026, distributed value tokenized stocks mencapai sekitar US$2,92 miliar, dengan sekitar 3,63 juta holders dan 1,99 juta active addresses. RWA.xyz juga mencatat ribuan aset tokenized stocks dalam cakupan datanya.

Potensi Regulasi Tokenized RWA di Indonesia

Perkembangan tokenized RWA secara global juga berlangsung seiring dengan persiapan kerangka regulasi di Indonesia. Dalam Siaran Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan April 2026, OJK menyampaikan bahwa pihaknya sedang menyusun Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) tentang Penawaran Aset Ditokenisasi atau Tokenisasi Real World Asset (RWA).

Menurut OJK, pengaturan tersebut ditujukan untuk mengatur Aset Keuangan Digital yang merepresentasikan aset nyata dalam bentuk digital melalui mekanisme tokenisasi. 

Substansi yang disiapkan antara lain mencakup kriteria RWA yang dapat ditokenisasi, tata cara penyelenggaraan penawaran aset ditokenisasi, proses perizinan, pelindungan konsumen, serta mekanisme pencatatan dan pelaporan keuangan oleh penerbit token. Penyusunan RPOJK tersebut merupakan tindak lanjut atas kelulusan sejumlah peserta Sandbox OJK yang mengembangkan model bisnis tokenisasi RWA.

“Kerangka regulasi yang jelas menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan aset yang ditokenisasi. Seiring inovasi global yang terus berkembang, arah regulasi di Indonesia juga menjadi faktor penting untuk memastikan pengembangan RWA berjalan dengan tata kelola, transparansi, dan pelindungan konsumen yang memadai,” kata Ryan.

Di tingkat global, perkembangan tokenized stocks juga menunjukkan pertumbuhan aktivitas. Berdasarkan RWA Report 2026 dari CoinGecko Research, kapitalisasi pasar tokenized stocks mencapai US$486,69 juta pada akhir Maret 2026, sementara volume perdagangan spot tokenized stocks mencapai US$15,12 miliar pada kuartal pertama 2026.

Bittime Ikuti Perkembangan Akses Aset Global

Perkembangan tren global Tokenized US Stock juga tercermin dalam aktivitas Tokenized US Stocks di Bittime. Berdasarkan laporan Bittime mengenai perkembangan RWA, transaksi Tokenized U.S. Stocks di Bittime meningkat 2,5 kali lipat pada Juli 2026 dibandingkan Juni 2026.

Saat ini, Bittime menyediakan 34 Tokenized U.S. Stocks, yang memberikan akses kepada pengguna Indonesia terhadap aset digital yang merepresentasikan saham sejumlah perusahaan global. Beberapa aset Tokenized US Stock yang tersedia di Bittime antara lain MSTRX, CRCLX, TSLAX, NVDAX, dan SPYX. 

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya Bittime sebagai Gerbang Indonesia Menuju Aset Global untuk mengikuti perkembangan akses terhadap berbagai aset global melalui ekosistem aset digital, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

“Pertumbuhan transaksi Tokenized U.S. Stocks menunjukkan adanya minat terhadap akses aset global melalui ekosistem digital. Seiring Indonesia mempersiapkan kerangka regulasi RWA, Bittime akan terus mengikuti perkembangan global dengan tetap mengedepankan kepatuhan, edukasi, dan pemahaman risiko agar pengguna dapat memahami karakteristik produk sebelum melakukan transaksi,” tutup Ryan.

Tokenized stocks tetap memiliki sejumlah risiko, termasuk perubahan nilai aset acuan, likuiditas, struktur penerbitan dan kustodian, serta risiko pasar dan teknologi. Pengguna perlu memahami struktur, mekanisme, karakteristik, dan ketentuan yang berlaku pada masing-masing produk sebelum melakukan transaksi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SUCOFINDO Dorong Kepatuhan dan Kesiapsiagaan Industri Kimia Kalimantan Timur melalui Sosialisasi dan Coaching Clinic P2KDBK

Samarinda, (25/9) – PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Samarinda bersama Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Sosialisasi dan Coaching Clinic Pencegahan dan Penanggulangan Keadaan Darurat Bahan Kimia (P2KDBK) Wilayah Kalimantan Timur di Samarinda. Kegiatan yang diikuti oleh 45 perusahaan industri kimia ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan pelaku industri dalam menerapkan sistem P2KDBK guna mendukung keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta keberlanjutan usaha.

Pgs. Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Samarinda, Ibnu Pandu Bintang Pamungkas menegaskan bahwa penerapan P2KDBK merupakan langkah penting dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan industri.

“Kami memandang kegiatan ini bukan hanya sebagai forum sosialisasi regulasi, tetapi juga sebagai ruang dialog dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga verifikasi untuk membangun pemahaman yang sama mengenai implementasi P2KDBK di lapangan. Kami berharap perusahaan tidak hanya memahami apa yang harus dipenuhi, tetapi juga memperoleh gambaran yang jelas mengenai bagaimana mempersiapkan dan mengimplementasikannya sesuai dengan kondisi masing-masing perusahaan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Ibnu Pandu Bintang Pamungkas berharap PT SUCOFINDO (PERSERO) dapat memperkuat sinergi antara Kementerian Perindustrian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan pelaku industri dalam mewujudkan lingkungan industri yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, implementasi P2KDBK juga diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan, melindungi lingkungan, serta mendukung keberlangsungan operasional industri di Kalimantan Timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih menyampaikan bahwa pertumbuhan industri di Kalimantan Timur harus berjalan seiring dengan penguatan aspek keselamatan dan pengelolaan risiko.

“Kalimantan Timur terus berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri nasional. Oleh karena itu, kesiapan perusahaan dalam mengelola risiko bahan kimia menjadi hal yang sangat penting. Melalui kegiatan ini, kami berharap perusahaan dapat semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan, memperkuat sistem tanggap darurat, serta meningkatkan perlindungan terhadap pekerja, masyarakat, dan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya,” tuturnya.

Pada sesi sosialisasi, Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian, Rizky Aditya Wijaya, menyampaikan bahwa penerapan P2KDBK menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong industri yang lebih tertib, patuh, dan berdaya saing.

“P2KDBK bukan sekadar dokumen yang harus dimiliki perusahaan, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan industri dalam mengelola risiko bahan kimia. Melalui penerapan yang baik, perusahaan dapat meningkatkan perlindungan terhadap pekerja, lingkungan, serta menjaga keberlangsungan operasional usaha,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Project Manager SBU Perdagangan, Industri, Kelautan PT SUCOFINDO (PERSERO), Ahmedi Ershad turut memaparkan peran PT SUCOFINDO (PERSERO) dalam mendukung implementasi P2KDBK melalui layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC).

“SUCOFINDO memberikan dukungan kepada pelaku industri melalui layanan verifikasi dokumen dan lapangan, evaluasi kesiapan sistem tanggap darurat, serta sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, kami juga memberikan pemahaman mengenai tata cara penyusunan dokumen, mekanisme verifikasi, urgensi penerapan P2KDBK, hingga tahapan penerbitan perizinan berbasis risiko yang terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS). Langkah ini penting untuk membantu perusahaan memenuhi kewajiban sebelum batas waktu pemenuhan yang ditetapkan pemerintah pada 30 November 2026,” paparnya.

Selain sesi sosialisasi, peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti coaching clinic yang memungkinkan konsultasi secara langsung terkait penyusunan dokumen, identifikasi risiko, kesiapan tanggap darurat, hingga proses verifikasi dan sertifikasi P2KDBK. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu perusahaan menyusun langkah yang tepat dalam meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Payday Jadi Momen Self-Reward, Bayar Lebih Hemat Pakai QRIS neobank

Tanggal gajian sering jadi momen untuk memberi sedikit apresiasi setelah menyelesaikan berbagai pekerjaan. Mulai dari makan di tempat favorit, membeli kebutuhan yang sudah masuk wishlist, sampai menikmati secangkir kopi di akhir pekan. Supaya pengeluaran tetap terukur, pembayaran digital bisa menjadi salah satu cara praktis untuk menyelesaikan transaksi sekaligus mencatat pengeluaran.

Salah satunya melalui QRIS neobank. Fitur ini memungkinkan pembayaran di merchant yang menerima QRIS langsung dari aplikasi neobank, tanpa perlu menyiapkan uang tunai. Saldo rekening akan terpotong setelah transaksi dikonfirmasi menggunakan PIN.

Cara Bayar Pakai QRIS neobank

Cara bayar pakai QRIS neobank cukup sederhana. Pengguna bisa mengikuti beberapa langkah berikut:

1. Login aplikasi neobank dan pilih menu “Scan QR”.

2. Pindai kode QRIS yang tersedia di merchant.

3. Masukkan nominal pembayaran, lalu pilih “Bayar”.

4. Konfirmasi transaksi dengan memasukkan PIN.

Setelah transaksi selesai, pembayaran akan langsung diproses ke merchant. QRIS neobank juga tidak mengenakan biaya transaksi kepada pengguna berdasarkan informasi produk yang tersedia saat ini.

Dengan begitu, momen self-reward setelah gajian bisa dilakukan tanpa perlu membawa uang tunai. Riwayat transaksi juga dapat dilihat kembali melalui aplikasi neobank.

Ada Flash Diskon QRIS neobank

Buat yang ingin memanfaatkan momen payday sekaligus mendapatkan potongan, neobank menghadirkan Flash Diskon pada 25–27 September 2026, setiap pukul 10.00–15.00 WIB.

Selama periode tersebut, pengguna QRIS neobank bisa mendapatkan voucher dengan skema berbeda untuk pengguna baru dan pengguna lama.

Pengguna baru berkesempatan mendapatkan voucher diskon tagihan Rp5.000, serta diskon QRIS Rp5.000. Sementara itu, pengguna lama berkesempatan mendapatkan voucher diskon tagihan Rp2.500 dan diskon QRIS Rp5.000.

Untuk mendapatkan promo, transaksi QRIS memiliki minimum transaksi Rp125.000. Kesempatan dan kuota promo juga mengikuti ketentuan yang berlaku selama periode program.

Cek Ketentuan Sebelum Transaksi

Promo Flash Diskon memiliki kuota terbatas dan mekanisme yang berbeda berdasarkan kategori pengguna. Voucher tagihan Rp5.000 untuk pengguna QRIS neobank pertama kali diberikan satu kali selama periode promo, sedangkan pengguna lama memiliki kesempatan mendapatkan diskon QRIS sebanyak tiga kali selama periode tersebut, berdasarkan syarat dan kuota promo.

Hadiah voucher akan dikirimkan maksimal 7 hari kerja. Voucher diskon QRIS dapat digunakan hingga 14 Oktober 2026. Jika tidak digunakan sampai batas waktu tersebut, voucher akan hangus.

Informasi promo, termasuk minimum transaksi, kesempatan, kuota, dan periode penggunaan voucher, perlu diperhatikan sebelum melakukan transaksi agar pengguna dapat mengikuti program sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Dengan QRIS neobank, pembayaran untuk kebutuhan sehari-hari maupun self-reward setelah payday dapat dilakukan langsung dari aplikasi neobank dan Bank Neo Commerce. 

***

Promo berlaku sesuai Syarat dan Ketentuan. Kuota promo terbatas dan dapat berakhir apabila kuota telah terpenuhi. Informasi program dapat berubah sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Info lebih lanjut mengenai promo, kamu bisa kunjungi link https://s.id/neoqrisfd dan jika ingin transaksi QRIS, klik s.id/igneoqris 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Paylabs Hadirkan Soundbox on App di FEKDI x IFSE 2026, Perkuat Keamanan Transaksi QRIS

Jakarta, 24 September 2026 – Paylabs, penyedia solusi pembayaran digital, memperkenalkan Soundbox on App, fitur point-of-sale (POS) dengan notifikasi suara real-time yang membantu merchant memverifikasi transaksi QRIS secara lebih praktis, cepat, dan aman tanpa memerlukan perangkat tambahan. Inovasi ini diperkenalkan dalam ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) 2026 yang berlangsung pada 24–26 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

FEKDI x IFSE 2026 mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional,” serta mempertemukan regulator, industri perbankan, fintech, pelaku usaha, hingga talenta digital untuk mendorong kolaborasi dan inovasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan digital Indonesia.

Melalui Soundbox on App, Paylabs mengintegrasikan fungsi POS dengan notifikasi suara dalam satu aplikasi. Solusi ini memungkinkan merchant menerima konfirmasi pembayaran secara langsung setiap kali transaksi QRIS berhasil dilakukan tanpa memerlukan soundbox eksternal maupun biaya sewa perangkat tambahan. Integrasi tersebut membantu merchant memantau transaksi sekaligus menyederhanakan operasional dalam satu platform.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Firlie Ganinduto menilai pertumbuhan pembayaran digital perlu diikuti penguatan keamanan dan kepercayaan merchant, terutama UMKM yang menjadi mayoritas pengguna QRIS.

“Semakin luas adopsi pembayaran digital, semakin penting memastikan merchant dapat memverifikasi setiap transaksi dengan cepat dan aman. Inovasi seperti Soundbox on App menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjawab kebutuhan nyata merchant sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap ekosistem pembayaran digital,” ungkap Firlie di Jakarta (24/9).

Kebutuhan akan solusi verifikasi transaksi yang lebih praktis semakin relevan seiring pesatnya pertumbuhan adopsi QRIS di Indonesia. Bank Indonesia mencatat hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant, dengan 96,68% di antaranya merupakan UMKM. Meningkatnya volume transaksi digital menjadikan kemampuan merchant memverifikasi pembayaran secara cepat sebagai faktor penting untuk mendukung kelancaran operasional.

Chief Executive Officer Paylabs Bimo Adhiprabowo, mengatakan, bahwa pertumbuhan pembayaran digital perlu diimbangi dengan solusi yang memperkuat kepercayaan merchant dalam menerima transaksi.

“Bagi kami, inovasi bukan hanya tentang membuat pembayaran semakin mudah, tetapi juga memastikan pelaku usaha memiliki solusi yang dapat membantu mereka memverifikasi transaksi secara lebih cepat dan praktis. Melalui Soundbox on App, kami ingin berkontribusi dalam membangun ekosistem pembayaran digital yang lebih resilient, sekaligus mendukung pertumbuhan dan inklusi keuangan bagi UMKM,” ujar Bimo.

Peluncuran Soundbox on App turut memperkuat portofolio solusi pembayaran Paylabs yang mendukung berbagai metode pembayaran, mulai dari QRIS, transfer bank, kartu, hingga uang elektronik, dengan pilihan integrasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Melalui pendekatan tersebut, Paylabs terus mengembangkan solusi pembayaran yang membantu merchant mengelola penerimaan transaksi secara lebih terintegrasi.

Lewat peluncuran Soundbox on App di FEKDI x IFSE 2026, Paylabs menegaskan komitmennya untuk menghadirkan inovasi pembayaran yang tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga memperkuat keamanan dan efisiensi operasional merchant di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Soroti Momentum Hari Gajian sebagai Bagian dari Kebiasaan Investasi

Bittime menghadirkan program PayDay GainDay yang berlangsung pada 25 September hingga 11 Oktober 2026, di tengah kembali meningkatnya perhatian pasar terhadap pergerakan Ethereum ($ETH).

Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan program PayDay GainDay yang berlangsung pada 25 September hingga 11 Oktober 2026, di tengah kembali meningkatnya perhatian pasar terhadap pergerakan Ethereum ($ETH). Melalui program ini, pengguna berkesempatan memperoleh bonus hingga Rp5 juta dalam bentuk Ethereum, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. 

Berdasarkan data CoinGecko, harga ETH tercatat berada di sekitar US$2.752 pada 22 September 2026, naik dari sekitar US$2.398 pada 15 September, atau meningkat sekitar 14,8% dalam satu pekan. Pada 22 September, volume perdagangan ETH juga tercatat mencapai sekitar US$27,2 miliar, menunjukkan tingginya aktivitas perdagangan pada periode tersebut.

Pergerakan tersebut berlangsung setelah ETH mengalami penguatan dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data Reuters, ETH telah melewati level resistensi US$2.661,52 pada 11 September setelah sebelumnya mengalami reli lebih dari 30% pada akhir Agustus. Meski demikian, pergerakan harga kripto tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor pasar sehingga investor perlu mempertimbangkan risiko dan kondisi finansial masing-masing sebelum mengambil keputusan.

Di tengah dinamika tersebut, momentum hari gajian juga menjadi konteks bagi Bittime untuk menghadirkan PayDay GainDay, sebuah program yang menghubungkan aktivitas deposit dan pembelian aset dengan tingkatan bonus yang tersedia selama periode program. Momentum hari gajian dapat menjadi salah satu kesempatan untuk membangun kebiasaan mengalokasikan sebagian pendapatan secara lebih terencana. Melalui PayDay GainDay, Bittime menghadirkan mekanisme yang menghubungkan aktivitas deposit dan pembelian aset dengan tingkatan bonus yang tersedia selama periode program.

Terdapat lima level dalam program ini, dengan bonus mulai dari Rp50 ribu hingga Rp5 juta dan kuota yang berbeda pada setiap level. Pada level tertinggi, pengguna yang memenuhi minimum net deposit Rp350 juta dan total pembelian Rp1,5 miliar berkesempatan memperoleh bonus hingga Rp5 juta dalam $ETH. Sementara itu, level lainnya menawarkan bonus sebesar Rp50 ribu, Rp200 ribu, Rp500 ribu, dan Rp2 juta berdasarkan ketentuan yang berlaku. 

Seluruh bonus memiliki kuota terbatas dan diberikan berdasarkan mekanisme first come, first served. Untuk mengikuti program, pengguna perlu melakukan verifikasi akun (KYC) dan registrasi pada halaman event. Perhitungan net deposit dilakukan berdasarkan total deposit IDR dikurangi total withdrawal selama periode program, sementara total pembelian dihitung berdasarkan akumulasi volume pembelian aset selama periode yang ditentukan.

“Momentum hari gajian dapat dimanfaatkan sebagai pengingat untuk mulai mengalokasikan dana secara lebih terencana. Melalui PayDay GainDay, kami ingin memberikan kesempatan bagi pengguna untuk membangun kebiasaan tersebut sambil mengenal lebih jauh bagaimana investasi aset digital dilakukan. Namun, setiap keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan kondisi finansial masing-masing,” ujar Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime.

Bittime mengingatkan bahwa aset kripto merupakan instrumen berisiko tinggi dengan harga yang dapat berubah secara signifikan. Program PayDay GainDay bersifat informasi dan bukan merupakan nasihat, rekomendasi, tawaran, maupun ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Informasi lengkap mengenai mekanisme, syarat dan ketentuan, serta cara mengikuti PayDay GainDay dapat dilihat melalui artikel resmi Bittime.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Jadi Alternatif di Tengah Dinamika Daya Beli, BRI Finance Perkuat Pembiayaan Mobil Bekas

Jakarta, 24 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat bisnis pembiayaan mobil bekas seiring besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pilihan kendaraan yang sesuai dengan kemampuan finansial. Segmen ini dinilai memiliki karakteristik pasar yang berbeda dan membutuhkan pendekatan pembiayaan yang disesuaikan dengan profil konsumen maupun kondisi kendaraan.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) memperkirakan volume pasar mobil bekas di Indonesia mencapai sekitar 1,6–1,7 juta unit per tahun. Menurut GAIKINDO, besarnya pasar tersebut antara lain berkaitan dengan tekanan daya beli masyarakat kelas menengah dalam dua tahun terakhir, sementara harga mobil bekas yang lebih rendah dibandingkan kendaraan baru menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat memilih kendaraan bekas.

Bagi BRI Finance, karakteristik tersebut menjadi bagian dari pertimbangan dalam mengembangkan pembiayaan mobil bekas. Hingga Mei 2026, pembiayaan mobil bekas BRI Finance tumbuh 77,64% secara tahunan (year-on-year). Kinerja tersebut menunjukkan perkembangan positif pada segmen pembiayaan kendaraan bekas di tengah kondisi daya beli masyarakat dan persaingan industri yang masih dinamis.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Segmen mobil bekas masih memiliki potensi yang baik karena menawarkan pilihan kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen. Kami akan terus memperkuat penetrasi di segmen ini dengan mempertimbangkan perkembangan pasar dan daya beli masyarakat, sekaligus menjaga kualitas aset dan penerapan manajemen risiko yang prudent.”

Untuk menangkap peluang tersebut, BRI Finance memperkuat penetrasi melalui optimalisasi jaringan dan pengembangan kerja sama dengan dealer. Perseroan juga meningkatkan kualitas proses akuisisi serta layanan kepada konsumen untuk mendukung proses pembiayaan yang lebih efektif.

Strategi tersebut menjadi bagian dari pendekatan selective growth BRI Finance dalam mengembangkan pembiayaan kendaraan. Perseroan tidak hanya mempertimbangkan potensi pasar, tetapi juga mencermati profil konsumen, kondisi kendaraan, serta kemampuan pembayaran dalam proses pembiayaan.

Pendekatan tersebut penting mengingat pembiayaan mobil bekas memiliki karakteristik tersendiri, termasuk dari sisi usia dan kondisi kendaraan yang menjadi objek pembiayaan. Dengan proses akuisisi dan pengelolaan portofolio yang terukur, BRI Finance dapat menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas pembiayaan.

“Pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kualitas portofolio. Karena itu, kami menerapkan pendekatan yang selektif dalam mengembangkan pembiayaan mobil bekas, mulai dari pemilihan channel, proses akuisisi, hingga pengelolaan risiko. Dengan demikian, pertumbuhan yang kami capai dapat tetap sehat dan berkelanjutan,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Wujudkan Impian Punya Mobil Baru di Akhir September, BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33%

Jakarta, 24 September 2026 – Memasuki penghujung September, rencana memiliki mobil baru menjadi salah satu momentum yang dapat direalisasikan masyarakat, khususnya bagi konsumen yang telah mempersiapkan kebutuhan kendaraan sejak beberapa waktu sebelumnya. Kehadiran kendaraan baru tidak hanya memberikan kenyamanan dalam mobilitas sehari-hari, tetapi juga dapat menunjang aktivitas keluarga, pekerjaan, hingga perjalanan bersama orang-orang terdekat.

Pilihan kendaraan yang semakin beragam membuat konsumen kini dapat menyesuaikan mobil dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing. Mulai dari mobil untuk menunjang aktivitas harian, kendaraan keluarga, hingga pilihan kendaraan dengan teknologi elektrifikasi, konsumen memiliki lebih banyak alternatif dalam menentukan kendaraan yang sesuai.

Namun, memiliki mobil baru tetap perlu disertai perencanaan finansial yang matang. Selain menentukan jenis dan spesifikasi kendaraan, konsumen perlu memperhitungkan uang muka, besaran angsuran, tenor pembiayaan, serta biaya kepemilikan kendaraan secara keseluruhan.

Melihat kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan pembiayaan mobil baru dengan bunga mulai 3,33% flat per tahun dan pilihan tenor hingga lima tahun. Skema tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin merealisasikan rencana memiliki mobil baru dengan pembayaran yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa keputusan memiliki mobil baru merupakan bagian dari perencanaan kebutuhan jangka menengah maupun panjang, sehingga konsumen perlu memastikan kendaraan dan skema pembiayaan yang dipilih sesuai dengan kondisi finansial.

“Memiliki mobil baru tentu menjadi impian banyak orang, terlebih ketika kendaraan tersebut memang sudah menjadi kebutuhan untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Momentum akhir September dapat menjadi kesempatan untuk merealisasikan rencana tersebut, tentunya dengan tetap memperhitungkan kemampuan finansial dan kebutuhan lainnya,” ujar Dhani.

Menurut Dhani, konsumen dapat memulai dengan menentukan tujuan penggunaan kendaraan, kemudian mempertimbangkan kapasitas, fitur keselamatan, kenyamanan, efisiensi, serta biaya perawatan. Setelah menentukan kendaraan, konsumen juga perlu memilih skema pembiayaan yang membuat kewajiban pembayaran tetap terukur selama masa angsuran.

“Pembiayaan kendaraan sebaiknya bukan sekadar soal mendapatkan mobil yang diinginkan, tetapi juga bagaimana konsumen dapat menjalaninya dengan nyaman sampai akhir tenor. BRI Finance di sini menghadirkan pilihan pembiayaan yang kompetitif dan fleksibel agar masyarakat dapat mewujudkan rencana memiliki mobil baru dengan perencanaan yang lebih terukur,” tambah Dhani.

Melalui pembiayaan mobil baru tersebut, BRI Finance terus memperluas akses masyarakat terhadap solusi pembiayaan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan perencanaan yang tepat, impian memiliki mobil baru di penghujung September dapat menjadi langkah untuk menghadirkan kenyamanan dan mendukung mobilitas masyarakat dalam menjalani berbagai aktivitas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES