FUGUKU Perkenalkan “GROUND ZERO” di PILLAR Plaza Indonesia

JAKARTA, INDONESIA — FUGUKU memperkenalkan GROUND ZERO, koleksi ready-to-wear unisex perdananya sekaligus babak baru dalam eksplorasi tekstur dan bentuk. Diluncurkan di PILLAR, Plaza Indonesia Lantai 3, pada Jumat, Sep 25, 2026, pukul 12.00–15.00 WIB, koleksi ini menghadirkan detail duri khas FUGUKU pada kemeja berbasis katun, bersama lini tas baru untuk keseharian.

Awal Baru di Ruang Abu-Abu

GROUND ZERO berangkat dari gagasan untuk memulai kembali: sebuah ruang ketika batas-batas lama melebur dan hitam-putih membuka diri pada berbagai kemungkinan. “Because there is no right or wrong.” Filosofi koleksi ini mengajak setiap orang lebih leluasa bereksperimen dengan busana dan memberi sentuhan pribadi pada penampilannya.

Untuk pertama kalinya, FUGUKU menghadirkan desain kemeja dari perpaduan katun dan polyester berbahan plastik daur ulang, dengan detail duri khasnya. Tekstur tak terduga dan siluet tak konvensional memberi dimensi skulptural pada busana yang akrab dengan keseharian. Seluruh koleksi dirancang unisex, untuk pria maupun perempuan, dilengkapi tas baru yang membawa kebutuhan sehari-hari dengan karakter khas FUGUKU. Untuk keseharian. Tak pernah biasa.

Sebuah Siang untuk Mode, Kriya, dan Musik

Peluncuran ini mengajak pengunjung mengenal GROUND ZERO dari dekat melalui lokakarya taktil di dalam toko, dalam suasana yang mempertemukan mode, kriya, dan musik. Inilah kesempatan untuk melihat, menyentuh, dan merasakan bagaimana koleksi ini bergerak melampaui sebuah foto. Dress code “Wear Your Fuguku” memberi ruang bagi setiap tamu untuk menafsirkan gayanya sendiri.

Khusus pada hari peluncuran, penawaran “Complete the Look” memadukan satu busana ready-to-wear pilihan dengan satu tas FUGUKU pilihan seharga Rp1.880.000, sudah termasuk diskon 6%. Penawaran berlaku hanya pada hari acara, selama persediaan masih ada, dan tidak dapat digabu

Gerakan ini turut didukung oleh F&B Partners Doré by LeTAO and %ARABICA.

TOKO & STOCKIST

Flagship stores — Jakarta: Kemang Store. Bali: Batu Bolong Store.

Stockist Indonesia

Jakarta: Pillar Plaza Indonesia; Lakon Store Kelapa Gading; Sarinah Thamrin; Sarinah T3 Ultimate Soetta; Sarinah Bandara Ngurah Rai; Alun Alun Grand Indonesia; Klife 2.0; 25hours Things (25hours Hotel); Museum Nasional Store; MPM (Metro Puri Indah); MSS (Metro Senayan); MGC (Metro Gandaria City); SOGO Kota Kasablanka.

Bandung: Touche Shop; Happy Go Lucky, Grammars.

Bali: Escalier; Le Bajo Bali; Sarasvati Concept Store; LAKON Store; Paulina Katarina Boutique Sanur; Paulina Katarina Factory Outlet Canggu; Paulina Katarina Boutique Uluwatu; Paulina Katarina Boutique Ubud; Paulina Katarina Canggu 2; Paulina Katarina Boutique Seminyak; Ayana Estate Bali, House of Kisah; Madeline.

Yogyakarta: Yats Colony; THE 1O1 Yogyakarta Tugu; Mediterranea Store by Kamil, Kedai Puspa.

Labuan Bajo: Le Bajo Flores.

Bintan: Cinderamata.

Stockist internasional

Amerika Serikat: HEXI Concept Store Los Angeles; Stephen Kempson London Connecticut. Singapura: Gailbook; Looqal. Malaysia: Dia Space; Dia Guild.

Filipin: Retail Lab

Vietnam: Rue Miche Boutique

China: Freckle Concept Store.

India: Derive Curates

Italia: Origamiroma; Tessabit; Nenna Pop; Monte Giordano; Dellatita; Foresta G; Craftlab.

Perancis: Boutique Centre Pompidou; 2mai.paris; Maison J Simon.

Jerman: Muse Store Berlin

Belanda: Reflections Amsterdam

Rusia: Illulln.

Uni Emirat Arab: PARALIA Playa Beach Club; Modart.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

RPN, Anak Usaha Holding Perkebunan Nusantara, Perkuat Riset dan Inovasi untuk Dukung Swasembada Gula Nasional

Jakarta – PT Riset Perkebunan Nusantara memperkuat perannya sebagai pusat riset dan inovasi perkebunan dalam ekosistem Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group) untuk mendukung percepatan swasembada gula nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Riset dan Inovasi Komoditas Tebu serta Pemanfaatan Hasilnya bersama PT Sinergi Gula Nusantara dan PT Triasindo Agro Sejahtera, yang dilaksanakan di Gedung Graha Nusa Tiga – Head Office Jakarta.

Kerja sama trilateral ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kekuatan riset, industri, dan implementasi lapangan dalam menjawab berbagai tantangan pengembangan komoditas tebu nasional sekaligus memperkuat kolaborasi dalam ekosistem Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group).

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh Mayjen TNI Helda Risman, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Politik; Francisco Richard, Direktur Utama PT Triasindo Agro Sejahtera; Dimas Eko Prasetyo, Direktur Strategi dan Sustainability PT Sinergi Gula Nusantara; serta Dr. Iman Yani Harahap, Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara.

Kerja sama ini menjadi semakin strategis seiring dengan arahan Presiden Republik Indonesia pada Juli 2026 mengenai percepatan swasembada gula nasional. Saat ini, impor gula masih berada di atas 50 persen, sementara kebutuhan gula nasional diperkirakan mencapai hampir 550 ribu hektare ekuivalen kebutuhan lahan.

Dalam konteks tersebut, peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada perluasan lahan, tetapi juga pada strategi peningkatan produktivitas lahan yang sudah ada, baik dari sisi kuantitas (quantity base) maupun kualitas (quality base).

Mayjen TNI Helda Risman menekankan pentingnya membangun ekosistem pergulaan nasional yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani.

“Kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan gula nasional idealnya dapat dicapai tanpa harus membuka lahan baru dalam skala yang terlalu besar. Yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan lahan yang sudah ada,” ujarnya.

Sebagai bagian dari implementasi kerja sama, SGN akan melaksanakan demonstration plot di tiga wilayah, yakni Lampung Utara/Bungamayang, Kendal-Jawa Tengah, dan Lumajang, dengan menerapkan dua metode tanam, yaitu Plant Cane dan Ratoon.

Dimas Eko Prasetyo, Direktur Strategi dan Sustainability SGN, mengatakan inovasi berkelanjutan menjadi bagian penting dari strategi perusahaan, khususnya dalam menghadapi perluasan pengelolaan lahan tebu SGN.

“SGN saat ini menguasai sekitar 60 ribu hektare dan ke depan, setelah proses spin-off rampung, penguasaan lahan ditargetkan mencapai hampir 80 ribu hektare yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, diperlukan inovasi dan praktik budidaya yang dapat direplikasi serta memberikan dampak nyata terhadap produktivitas,” jelas Dimas.

Sementara itu, Direktur RPN, Iman Yani Harahap menegaskan kesiapan RPN untuk mendukung kolaborasi melalui kapasitas riset yang dimiliki perusahaan. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), RPN memiliki unit penelitian perkebunan melalui Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI). Melalui kapasitas tersebut, RPN berkomitmen mendorong kegiatan kolaborasi dengan pendekatan penelitian yang konservatif, terukur, dan teruji.

“Kolaborasi trilateral ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama riset dan menghasilkan inovasi yang dapat menjawab tantangan budidaya tebu saat ini. Hasil riset yang diperoleh nantinya tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi dapat dimanfaatkan bersama untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas tebu,” kata Iman.

Kerja sama RPN, SGN, dan Triasindo Agro Sejahtera diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem pergulaan nasional. Kolaborasi ini tidak hanya diarahkan pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada peningkatan kualitas tebu, efisiensi industri, penguatan hubungan pabrik gula dengan petani, serta pemanfaatan hasil riset secara lebih luas.

Melalui kolaborasi antara riset, industri, dan implementasi lapangan, RPN dalam ekosistem Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group) menegaskan komitmennya untuk menjadikan riset dan inovasi sebagai fondasi penguatan industri gula nasional. Dari hasil penelitian yang teruji hingga penerapan di lahan, RPN mendorong agar inovasi dapat memberikan manfaat nyata bagi petani sekaligus mendukung percepatan swasembada gula Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dorong Kebiasaan Menabung Generasi Muda, Raya Active Bank Raya Raih Penghargaan

PT Bank Raya Indonesia Tbk kembali meraih apresiasi atas komitmennya dalam menghadirkan inovasi perbankan digital melalui Anugerah Inovasi Indonesia Awards 2026 yang diselenggarakan oleh IDX Channel.

PT Bank Raya Indonesia Tbk kembali meraih apresiasi atas komitmennya dalam menghadirkan inovasi perbankan digital melalui Anugerah Inovasi Indonesia Awards 2026 yang diselenggarakan oleh IDX Channel. Pada ajang tersebut, Bank Raya memperoleh penghargaan dalam kategori Inovasi Produk dan Model Bisnis melalui Raya Active, sebuah inovasi yang memadukan kebiasaan menabung dengan aktivitas olahraga, sehingga mendorong nasabah untuk membangun kebiasaan finansial secara lebih menyenangkan dan sesuai dengan gaya hidup sehari-hari. Penghargaan ini menjadi salah satu bentuk pengakuan atas konsistensi Bank Raya dalam menghadirkan produk dan layanan digital yang relevan dengan kebutuhan nasabah.

Anugerah Inovasi Indonesia Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi bagi perusahaan dan emiten yang mampu menerapkan inovasi strategis serta memberikan dampak nyata, sekaligus menjadikan inovasi sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Bagi Bank Raya, penghargaan ini turut mencerminkan upaya perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga mampu merespons perubahan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mengintegrasikan kebutuhan finansial dengan perkembangan gaya hidup di era digital.

Rustarti Suri Pertiwi, Direktur Keuangan Bank Raya, mengatakan, “Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi Bank Raya untuk terus menghadirkan inovasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Melalui Raya Active, kami menghadirkan inovasi berbasis API integration dengan konsep behavioral-based saving, yang memungkinkan aktivitas olahraga terhubung dengan kebiasaan menabung secara otomatis. Fitur ini terintegrasi dengan Health Connect pada perangkat Android dan Apple Health pada iOS, sehingga target menabung dapat disesuaikan dengan aktivitas olahraga yang dilakukan oleh nasabah. Kami berharap Raya Active dapat membantu masyarakat dalam membangun kebiasaan menabung sekaligus menjalani gaya hidup aktif, khususnya bagi generasi muda, sehingga aktivitas finansial dapat berjalan selaras dengan gaya hidup mereka.”

Melalui Raya Active, nasabah dapat menentukan target tabungan sekaligus mengaitkannya dengan target aktivitas fisik. Berbagai aktivitas seperti jumlah langkah, jarak tempuh, hingga kalori yang terbakar dapat menjadi bagian dari proses membangun kebiasaan menabung secara konsisten. Sejak diperkenalkan pada Juni 2026, Raya Active telah digunakan oleh lebih dari 2.000 pengguna, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap inovasi digital yang menghubungkan kebutuhan finansial dengan aktivitas sehari-hari.

Ke depannya, Bank Raya akan terus memperluas pengembangan produk dan layanan digital yang berangkat dari kebutuhan serta kebiasaan nasabah. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Bank Raya untuk terus menghadirkan solusi perbankan digital yang mudah diakses, relevan dengan gaya hidup masyarakat, sekaligus turut mendukung perkembangan ekosistem ekonomi digital secara berkelanjutan.

“Kami meyakini bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan dapat diwujudkan melalui inovasi yang dilakukan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata. Oleh karena itu, Bank Raya akan terus mencari berbagai peluang untuk mengembangkan produk dan model bisnis yang mampu memberikan nilai tambah, baik bagi perusahaan, nasabah, maupun ekosistem yang lebih luas. Melalui inovasi yang relevan, kami ingin terus menjadikan layanan perbankan digital sebagai bagian dari kehidupan masyarakat,” tutup Tiwi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Fusion Hotel Group Indonesia Pererat Koneksi dengan Komunitas Kreatif Batam melalui Creator Afternoon Tea & Media Dinner

Menjelang ulang tahun pertamanya pada 26 September 2026, Ayola Signature Ocarina Batam bersama Fusion Hotel Group Indonesia menggelar Creator Afternoon Tea & Media Dinner di Maris Restaurant pada 24 September 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk melihat kembali perjalanan satu tahun Ayola sekaligus mempererat hubungan dengan komunitas kreatif dan media di Batam.

Batam, 24 September 2026 — Menjelang satu tahun perjalanan Ayola Signature Ocarina Batam pada 26 September 2026, Fusion Hotel Group Indonesia menggelar Creator Afternoon Tea & Media Dinner di Maris Restaurant, Ayola Signature Ocarina Batam. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam rangkaian kilas balik perjalanan hotel sekaligus kesempatan untuk mempererat hubungan dengan komunitas kreatif dan media di Batam.

Mengusung konsep “Spend A Moment”, kegiatan ini mempertemukan 10 content creator dan 10 perwakilan media dalam suasana yang dekat dan interaktif. Rangkaian acaranya meliputi networking session, afternoon tea, pengenalan tim Fusion Hotel Group Indonesia dan UMKM lokal, hotel tour, sesi pembuatan konten, hingga media dinner dan hiburan.

General Manager Ayola Signature Ocarina Batam, Tedi Effendi, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan anniversary memiliki makna yang lebih luas dari perayaan satu tahun hotel.

“Rangkaian kegiatan anniversary ini bukan hanya momentum untuk merayakan satu tahun perjalanan Ayola Signature Ocarina Batam, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan Ayola lebih dekat kepada masyarakat Batam,” ujar Tedi.

Melalui kegiatan ini, Fusion Hotel Group Indonesia ingin membuka ruang pertemuan antara hotel, content creator, media, dan pelaku usaha lokal. Hubungan yang terbangun diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi yang relevan bagi Ayola Signature Ocarina Batam dan komunitas di sekitarnya.

Memperkenalkan Kreativitas Lokal Batam

Potensi produk lokal turut menjadi bagian dari pengalaman peserta. Knitting.project memperkenalkan produk rajutan yang dapat menjadi pilihan suvenir bagi wisatawan dan tamu hotel, serta kelas craft untuk anak-anak, remaja, dan dewasa. Azzuri Snack dan Lapana Snack hadir dengan pilihan camilan dan oleh-oleh khas untuk melengkapi pengalaman berkunjung ke Batam.

Stella Angelica, Corporate Marketing Communication Manager Fusion Hotel Group Indonesia, mengatakan bahwa keterlibatan komunitas dan UMKM lokal menjadi bagian penting dari upaya membangun hubungan yang berkelanjutan.

“Melalui Creator Afternoon Tea & Media Dinner, kami ingin saling mengenal lebih dekat dengan teman-teman komunitas kreatif dan media di Batam. Dari pertemuan seperti ini, kami bisa memahami potensi masing-masing dan menemukan peluang kolaborasi yang sesuai,” ujar Stella.

“Kami juga ingin menghadirkan lebih banyak kreativitas lokal dalam pengalaman tamu di Ayola Signature Ocarina Batam. Dengan melibatkan Knitting.project, Azzuri Snack, dan Lapana Snack, kami berharap produk lokal Batam semakin dikenal sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Mengenal Ayola melalui Pengalaman Langsung

Dalam sesi hotel tour, peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk melihat sejumlah tipe kamar, mulai dari Deluxe, Executive, Junior Suite, hingga Executive Suite. Kesempatan ini memberi peserta gambaran langsung mengenai pengalaman menginap yang ditawarkan Ayola Signature Ocarina Batam.

Para content creator juga mengikuti 60-Second Content Challenge dengan membuat Instagram Story bertema BATAM — EXPERIENCE — ANNIVERSARY. Kreativitas, storytelling, kerja sama tim, dan relevansi konten dengan Ayola menjadi aspek penilaian. Sementara itu, permainan “Find Your Connection” mengajak peserta menemukan kesamaan minat, pengalaman, dan koneksi profesiona

Menjelang hari jadinya yang pertama, Ayola Signature Ocarina Batam berharap dapat terus tumbuh bersama komunitas dan pelaku usaha lokal. Hotel ini ingin menjadi tempat bagi tamu untuk menikmati pengalaman menginap sekaligus mengenal kreativitas dan produk khas Batam.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dorong UMK Naik Kelas, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Fasilitasi Sertifikasi Halal UMK Jakarta Utara

Jakarta, 25 September 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan dan peningkatan daya saing Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pemberdayaan UMK Maritimepreneur. Program ini diwujudkan melalui pendampingan dan fasilitasi sertifikasi halal bagi 20 pelaku UMK binaan di lingkungan perusahaan.

Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sertifikasi halal yang telah dilaksanakan perusahaan pada tahun 2022 di wilayah Jakarta Utara. Pada tahun ini, PT PSL kembali bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) DKI Jakarta untuk memberikan pendampingan dan fasilitasi sertifikasi halal, sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kualitas produk pelaku UMK.

Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan bahwa program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat melalui penguatan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha.

“Program TJSL Pemberdayaan UMK Maritimepreneur ini tidak hanya ditujukan untuk membantu pelaku usaha memperoleh sertifikasi halal, tetapi juga mendorong peningkatan pemahaman, kualitas produk, dan daya saing UMK. Kami berharap pendampingan yang diberikan dapat menjadi langkah awal bagi para pelaku usaha untuk berkembang secara berkelanjutan dan naik kelas,” ujar Dewi.

Pelaksanaan program mencakup rangkaian pendampingan dan bimbingan teknis, antara lain pelatihan halal dan Sistem Jaminan Produk Halal, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), akun SiHalal dan CEROL, verifikasi data pelaku usaha, hingga proses sertifikasi halal dan pemeriksaan kehalalan produk.

Melalui program ini, PT Pelindo Sinergi Lokaseva berupaya memperluas akses pelaku UMK terhadap pendampingan dan sertifikasi halal, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pengelolaan usaha. Sertifikasi halal diharapkan dapat memperkuat kepercayaan konsumen serta membuka peluang pengembangan pasar bagi produk UMK.

Wakil Direktur Bidang Umum dan SDM Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM Jakarta, Kiai Haji Abdul Muin, M.Pd., mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan PT Pelindo Sinergi Lokaseva dalam mendukung percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha makanan dan minuman.

“Sebagaimana hadis khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Kami mengapresiasi empati, kepedulian dan komitmen PT Pelindo Sinergi Lokaseva serta Pelindo dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan keberkahan serta manfaat yang lebih luas bagi para pelaku usaha. Selamat kepada 20 UMK peserta program. Semoga pendampingan yang diberikan menjadi langkah awal untuk terus berkembang, meningkatkan daya saing, dan memberikan manfaat,” ungkapnya.

Salah satu peserta program menyampaikan apresiasinya atas pendampingan dan fasilitasi sertifikasi halal yang diberikan PT Pelindo Sinergi Lokaseva. Menurutnya, program ini memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya sertifikasi halal dalam mendukung pengembangan usaha.

“Terima kasih PT Pelindo Sinergi Lokaseva karena kami berkesempatan mengikuti program TJSL ini. Kami berharap program ini dapat membantu usaha kami menjadi lebih baik, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membuka peluang untuk berkembang ke depannya. Kami berharap ke depan program ini dapat berkelanjutan.” ungkap Rehan Mujahid.

Dewi menambahkan, pemberdayaan UMK merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya melalui dukungan terhadap penguatan Sumber Daya Manusia dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita dalam mendorong penguatan kualitas SDM dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Melalui Program TJSL Pemberdayaan UMK Maritimepreneur, kami ingin menghadirkan sinergi dan solusi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Kami berharap program ini dapat memperkuat kemandirian dan daya saing pelaku usaha, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan,” tutup Dewi.
—

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Indonesia Contact Center Association Sukses Gelar Awards Ceremony TBCCI 2026

JAKARTA, 25 September 2026 – Indonesia Contact Center Association (ICCA) resmi menuntaskan rangkaian ajang The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2026 melalui seremoni penyerahan penghargaan di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (24/9). Pertemuan tahunan ini mempertemukan lebih dari 1000 praktisi layanan pelanggan dari berbagai industri untuk menetapkan standar mutu pelayanan terbaik di tanah air.

Kompetisi TBCCI 2026 yang diluncurkan sejak Desember 2025 telah melewati berbagai tahapan kegiatan, mulai dari sesi pembekalan peserta hingga rangkaian perlombaan yang bergulir sejak Agustus 2026 dan berakhir pada pertengahan September 2026. Menjelang acara penganugerahan, ICCA juga sukses menyelenggarakan Indonesia Contact Center Conference & Exhibition 2026 pada 22–23 September 2026 di lokasi yang sama sebagai forum pertukaran wawasan dan inovasi teknologi industri pelayanan.

Tahun ini, kompetisi TBCCI diikuti oleh 62 institusi dan perusahaan terkemuka yang mencakup berbagai sektor, mulai dari perbankan dan jasa keuangan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga pemerintahan dan instansi publik, telekomunikasi, transportasi, hingga perusahaan teknologi dan niaga elektronik (e-commerce). Sebanyak 435 peserta bertanding di 46 kategori Individual, 71 tim bersaing di 6 kategori Teamwork, serta 158 tim berkompetisi di 10 kategori Korporat Program. Penilaian dilakukan secara independen dan ketat dengan melibatkan 130 juri Individual dari 57 instansi nasional, didukung oleh 18 juri Korporat Program yang berasal dari 8 negara, yakni Australia, China, Hong Kong, India, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, dan Thailand.

Melalui perlombaan dengan penilaian yang ketat tersebut, ICCA menetapkan total 183 pemenang Individual, 26 tim pemenang Teamwork, dan 157 program pemenang Korporat. Sebagai bagian dari komitmen penguatan kapabilitas talenta lokal ke tingkat global, peraih predikat Individual Platinum dan Korporat Platinum berhak mengikuti program Site Visit ke Korea Selatan. Sementara itu, pemenang Individual Gold dan Silver mendapatkan kesempatan studi banding ke Thailand, serta pemenang Individual Bronze dan seluruh pemenang Teamwork akan diberangkatkan ke Malaysia.

Ketua ICCA, Andi Anugrah, menyatakan bahwa gelaran TBCCI dirancang untuk menjadi tolok ukur nyata performa operasional sekaligus wadah apresiasi bagi para profesional garis depan pelayanan.

“Memasuki 20 tahun penyelenggaraan TBCCI, kami sangat mengapresiasi dukungan luar biasa dari seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Harapannya, apa yang kita bangun bersama tidak berhenti pada peningkatan pelayanan kepada plakat, tetapi juga terus mendorong kemajuan industri contact center dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi perusahaan, praktisi, dan masyarakat,” ujar Andi Anugrah.

Puncak acara ditandai dengan pengumuman sepuluh korporat terbaik (Top 10) yang berhak menerima piala serta mandat mewakili Indonesia pada ajang Contact Center Asia Pacific (CC APAC) Awards 2026. PT Bank Central Asia Tbk sukses keluar sebagai Grand Champion sekaligus membawa pulang piala bergilir TBCCI. Posisi Runner Up 1 diraih oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, disusul PT PLN (Persero) sebagai Runner Up 2, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Runner Up 3, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai Runner Up 4. Posisi berikutnya ditempati oleh BPJS Kesehatan sebagai Runner Up 5, Blibli sebagai Runner Up 6, Bank Indonesia sebagai Runner Up 7, PT PLN Icon Plus sebagai Runner Up 8, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai Runner Up 9.

Kelancaran penyelenggaraan TBCCI 2026 didukung penuh oleh para mitra industri teknologi komunikasi dan informasi, antara lain Sponsor Diamond (Exotel dan NXAI); Sponsor Sapphire (Tetherfi, Zoho, Salesforce dan Midpoint Global, WhatsApp, Avaya dan ACA Pacific, serta Telexindo Bizmart); Sponsor Ruby (FPT.AI, Sestek, eCentrix Teknologi Indonesia, KPSG, Celebal Technologies, Monty Mobile, WIZ.AI, ConnectNow, dan Aruwa); serta jajaran Sponsor Emerald (Logitech, Phintraco Group, Qiscus, Smart Solutions dari PT Lintas Teknologi Digital, Metatech, Cekat.AI, Abdi Jaya Integra, Dial dari PT Akses Cipta Solusi, dan Jabra).

Informasi lengkap mengenai rekapitulasi nilai, dokumentasi, dan agenda program lanjutan dapat diakses melalui situs resmi https://icca.co.id.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bank Neo Commerce Resmi Jadi Official Banking Partner VOTCHA 2026, Ajak Komunitas Trail Runner Kelola Keuangan Selincah Menaklukkan Trek

Jakarta, 25 September 2026 – PT Bank Neo Commerce Tbk (“Bank Neo Commerce”, “Bank”, “BNC”) merupakan mitra resmi dari ajang Volcano Trail Championship (VOTCHA) 2026, sebagai Official Banking Partner. Ajang ini merupakan event trail running yang digelar pada 12-13 September 2026 lalu di Gunung Tangkuban Perahu, Bandung, Jawa Barat. Kolaborasi ini mempertemukan Bank Neo Commerce dengan komunitas active lifestyle dan trail runner, sekaligus menghadirkan berbagai pengalaman finansial digital yang terintegrasi langsung dalam kegiatan berlari peserta selama event  berlangsung.  

Dalam kemitraan ini, Bank Neo Commerce menghadirkan sejumlah aktivasi utama, mulai dari kegiatan aktivasi di booth, transaksi non-tunai menggunakan neobank aplikasi mobile banking milik Bank Neo Commerce dan QRIS di area event, aktivasi media sosial, hingga tersedianya merchandise eksklusif neobank x VOTCHA berupa 3D Finisher Frame bagi para pelari yang berhasil menuntaskan trek. 

Chief Business Officer – Lending PT Bank Neo Commerce Tbk, Yan Hilman Tjahjadi mengatakan, “Trail running bukan sekadar olahraga, tapi juga cerminan gaya hidup yang menuntut kesiapan, ketangkasan, dan pengambilan keputusan cepat, nilai yang sejalan dengan bagaimana Bank Neo Commerce ingin hadir dalam perjalanan finansial penggunanya. Melalui VOTCHA 2026, kami ingin menunjukkan bahwa mengelola keuangan sehari-hari bisa selincah dan sepraktis pengalaman digital yang kami tawarkan.” 

Sejalan dengan semangat tersebut, kemitraan ini turut menjadi bagian dari upaya Bank Neo Commerce memperluas jangkauan ke komunitas active lifestyle, sekaligus memperkenalkan kemudahan bertransaksi digital kepada audiens baru. Yan menambahkan, “Kami ingin setiap peserta VOTCHA 2026 tidak hanya membawa pulang medali dan pengalaman berlari yang menyenangkan, tapi juga pengalaman baru menggunakan layanan perbankan digital yang relevan dengan gaya hidup mereka.” 

VOTCHA 2026 sendiri diikuti oleh lebih dari 1.500 pelari dari lima belas (15) negara, hal ini mencerminkan pertumbuhan antusiasme masyarakat terhadap trail running dan gaya hidup aktif di alam terbuka. 

Melalui partisipasinya di VOTCHA 2026, Bank Neo Commerce berharap dapat terus memperkuat positioning sebagai bank dengan layanan digital yang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup penggunanya sehari-hari. “Ke depan, kami akan terus mencari ruang-ruang kolaborasi baru bersama komunitas yang memiliki semangat sejalan dengan Bank Neo Commerce, cepat, adaptif, dan selalu bergerak maju,” tutup Yan.  

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PBA Labs Opens Enrollment for the Certified Blockchain Developer Course

PBA Labs, a technology education platform for Indonesian talent formerly known as Pelita Bangsa Academy, has officially opened enrollment for the Certified Blockchain Developer Course. This intensive program is designed to take participants from zero to industry ready in Blockchain, Smart Contract, and DeFi development.

The Journey to PBA Labs

Since its founding in October 2023, PBA Labs has reached more than 1,000 talents through training and workshops across cities in Indonesia and within Indonesian communities abroad. Its alumni have won more than USD 56,000 in Hackathon prizes and incubator incentives, secured remote roles at local and global companies, and launched their own Web3 startups. PBA Labs has also delivered corporate and institutional training with KOMDIGI, OJK, several universities, and the Train the Trainers program in Davao, Philippines.

Pelita Bangsa Academy officially changed its name to PBA Labs as its programs grew beyond a single bootcamp, now spanning Certified Courses, Corporate & Institutional Training, and the development of Emerging Technology programs such as Artificial Intelligence.

What You Will Learn

The Certified Blockchain Developer Course covers:

Blockchain Fundamentals

Solidity (Basic to Advanced)

Smart Contract Security

DeFi Engineering

Frontend Web3 Integration

Gas Optimization

Real world projects: DEX, Lending Protocol, and Staking Vault

Learn Directly From Industry Practitioners

The course is taught by active practitioners in Blockchain and emerging technology:

Heinrich Wisesa, a PBA Labs alumnus, now CTO of Centuari, a Solidity Engineer and Mobile Tech Lead at BCA, and a hackathon winner.

William Gondowidjaja, a PBA Labs alumnus, now CEO of Centuari, previously CTO of Tunak.

Yevonnael Andrew, Co-Founder of PBA Labs, Co-Founder of ChainDetect, a KYT/AML platform used by Indonesia’s largest exchange, and an international speaker at PyCon and APNIC.

Jason Yapri, Co-Founder of PBA Labs, a Remote Blockchain Engineer with over a decade of professional experience, worked with teams across more than 22 countries, and a guest lecturer at several Indonesian universities.

In Their Own Words

“PBA Labs exists to close the exposure gap Indonesian talent has long faced when it comes to remote work and emerging technology, giving them equal access to compete globally,”

says Jason Yapri, Co-Founder of PBA Labs.

“Indonesian talent does not lack capability. What is often missing is the opportunity to gain exposure, build something real, and test their skills against global industry standards. That is why we do not want participants to simply know how to write smart contracts. We want them to learn to think like engineers, understanding how a system is designed, built, tested, secured, and used in the real world.”

says Yevonnael Andrew, Co-Founder of PBA Labs.

“Blockchain technology continues to grow and is being adopted more widely, both in the private and public sectors.

As it grows, the demand for blockchain talent grows with it. The challenge is not only teaching the theory, but making sure learners are genuinely ready to enter the workforce.

PBA Labs offers a comprehensive blockchain learning program oriented toward industry needs, so learners not only understand the technology, but are also ready to put it into practice.”

says William Sutanto, Co-founder & CEO Indodax.

Pricing and How to Enroll

The Certified Blockchain Developer Course is priced at Rp2,999,000 regular price, with a special launch price of Rp2,199,000. Enrollment is available through the link in PBA Labs’ official bio on Instagram (@pba.labs), LinkedIn (pba-labs) and X (@pbalabs), or directly through our website.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PBA Labs Buka Pendaftaran Certified Blockchain Developer Course

PBA Labs, platform edukasi teknologi baru untuk talenta Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai Pelita Bangsa Academy, resmi membuka pendaftaran Certified Blockchain Developer Course. Program intensif ini dirancang untuk membawa peserta dari nol hingga bisa siap terjun ke industri Blockchain, Smart Contract, dan DeFi.

Perjalanan Menuju PBA Labs

Sejak berdiri pada Oktober 2023, PBA Labs telah menjangkau lebih dari 1.000 talenta melalui pelatihan dan workshop di berbagai kota di Indonesia maupun komunitas Indonesia di luar negeri. Alumninya tercatat memenangkan lebih dari USD 56.000 hadiah kompetisi Hackathon dan insentif program inkubasi, mendapatkan pekerjaan remote di perusahaan lokal maupun global, hingga mendirikan startup Web3 sendiri. PBA Labs juga telah menjalankan pelatihan korporat dan institusional bersama KOMDIGI, OJK, sejumlah universitas, hingga program Train the Trainers di Davao, Filipina.

Pelita Bangsa Academy resmi berganti nama menjadi PBA Labs seiring cakupan program yang terus berkembang, kini mencakup Certified Course, Corporate & Institutional Training, dan pengembangan program Emerging Technology seperti Artificial Intelligence.

Apa yang Akan Kamu Pelajari

Certified Blockchain Developer Course mencakup:

Blockchain Fundamentals

Solidity (Basic hingga Advanced)

Smart Contract Security

DeFi Engineering

Frontend Web3 Integration

Gas Optimization

Proyek nyata: DEX, Lending Protocol, dan Staking Vault

Belajar Langsung dari Praktisi Industri

Program ini diajarkan langsung oleh praktisi aktif di industri Blockchain dan teknologi baru:

Heinrich Wisesa, alumni PBA Labs, kini CTO Centuari, Solidity Engineer dan Mobile Tech Lead di BCA, pemenang berbagai hackathon.

William Gondowidjaja, alumni PBA Labs, kini CEO Centuari, sebelumnya CTO Tunak.

Yevonnael Andrew, Co-Founder PBA Labs, Co-Founder ChainDetect (platform KYT/AML yang digunakan exchange terbesar di Indonesia), pembicara internasional di PyCon dan APNIC.

Jason Yapri, Co-Founder PBA Labs, seorang Remote Blockchain Engineer dengan pengalaman profesional lebih dari satu dekade, pernah bekerja bersama tim di lebih dari 22 negara, dan menjadi dosen tamu di sejumlah universitas di Indonesia.

Kata Para Co-Founder

“PBA Labs hadir untuk menutup kesenjangan eksposur yang selama ini dimiliki talenta Indonesia terhadap remote work dan teknologi baru, memberi akses yang setara agar mereka bisa bersaing secara global,”

kata Jason Yapri, Co-Founder PBA Labs.

“Talenta Indonesia tidak kekurangan kemampuan. Yang sering kurang adalah kesempatan untuk mendapat exposure, membangun sesuatu yang nyata, dan menguji kemampuan mereka dengan standar industri global. Karena itu, kami tidak ingin peserta hanya bisa menulis smart contract. Kami ingin mereka belajar berpikir seperti engineer, memahami bagaimana sebuah sistem dirancang, dibangun, diuji, diamankan, dan digunakan di dunia nyata.”

kata Yevonnael Andrew, Co-Founder PBA Labs.

Kata Tokoh Blockchain Indonesia

“Teknologi blockchain terus berkembang dan mulai digunakan semakin luas, baik di sektor swasta maupun publik.

Seiring pertumbuhannya, kebutuhan terhadap talenta blockchain juga semakin besar. Tantangannya bukan hanya belajar teorinya, tetapi bagaimana membuat pelajar benar-benar siap masuk ke dunia kerja.

PBA Labs menawarkan program pembelajaran blockchain yang komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan industri, agar para pelajar tidak hanya paham teknologinya, tetapi juga siap mengaplikasikannya secara nyata.”

kata William Sutanto, Co-founder & CEO Indodax.

Investasi dan Cara Daftar

Certified Blockchain Developer Course dibuka dengan harga normal Rp2.999.000, harga khusus peluncuran Rp2.199.000. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan di bio akun resmi PBA Labs di Instagram (@pba.labs), LinkedIn (pba-labs) dan X (@pbalabs) atau langsung ke website kami.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SEC Buka Jalan bagi Tokenisasi Saham AS, Bittime Cermati Perkembangan Pasar

Bittime, Gerbang Indonesia Menuju Aset Global yang terdaftar dan diawasi OJK, mencermati perkembangan Tokenized US Stocks setelah SEC memberikan jalur regulasi sementara untuk perdagangan saham yang ditokenisasi. Seiring persiapan regulasi tokenisasi RWA di Indonesia, Bittime terus mengikuti perkembangan aset global sekaligus menghadirkan akses terhadap 34 Tokenized U.S. Stocks bagi pengguna Indonesia dengan mengedepankan kepatuhan, edukasi, dan pemahaman risiko.

Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), sebagai Gerbang Indonesia Menuju Aset Global, yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus mencermati perkembangan global Tokenized US Stocks seiring meningkatnya perhatian terhadap penggunaan teknologi blockchain untuk merepresentasikan aset keuangan tradisional. 

Perkembangan tersebut berlangsung ketika regulator di berbagai negara mulai mengeksplorasi kerangka pengaturan untuk aset yang ditokenisasi. Di Amerika Serikat, U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) memberikan jalur regulasi sementara dan bersyarat bagi venue tertentu untuk memfasilitasi perdagangan saham yang ditokenisasi. Sementara di Indonesia, OJK juga tengah menyiapkan kerangka regulasi terkait penawaran aset ditokenisasi atau tokenisasi Real World Asset (RWA). 

“Perkembangan Tokenized U.S. Stocks menunjukkan bahwa tokenisasi semakin menjadi bagian dari diskusi mengenai masa depan akses terhadap aset global. Bagi Indonesia, perkembangan ini penting untuk dicermati seiring dengan munculnya kerangka regulasi yang mulai disiapkan untuk aset yang ditokenisasi. Bittime akan terus mengikuti perkembangan tersebut dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, edukasi, dan pemahaman risiko,” ujar Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn. 

SEC Berikan Jalur Sementara untuk Tokenized Stocks

Dalam pengumuman resminya pada 17 September 2026, SEC memberikan temporary, conditional exemptive relief selama lima tahun kepada sejumlah venue tertentu untuk memfasilitasi perdagangan saham National Market System (NMS) yang ditokenisasi.

Dalam kerangka tersebut, saham yang ditokenisasi melalui venue yang memenuhi ketentuan harus memberikan hak dan keistimewaan yang sama kepada pemegangnya seperti saham tradisional dari kelas yang setara. Untuk saham yang ditokenisasi oleh pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan perusahaan penerbit, venue juga wajib memberikan pemberitahuan kepada penerbit dan memberikan kesempatan untuk menyampaikan keberatan.

Perkembangan tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan pasar tokenized stocks secara global. Berdasarkan data RWA.xyz per 16 September 2026, distributed value tokenized stocks mencapai sekitar US$2,92 miliar, dengan sekitar 3,63 juta holders dan 1,99 juta active addresses. RWA.xyz juga mencatat ribuan aset tokenized stocks dalam cakupan datanya.

Potensi Regulasi Tokenized RWA di Indonesia

Perkembangan tokenized RWA secara global juga berlangsung seiring dengan persiapan kerangka regulasi di Indonesia. Dalam Siaran Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan April 2026, OJK menyampaikan bahwa pihaknya sedang menyusun Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) tentang Penawaran Aset Ditokenisasi atau Tokenisasi Real World Asset (RWA).

Menurut OJK, pengaturan tersebut ditujukan untuk mengatur Aset Keuangan Digital yang merepresentasikan aset nyata dalam bentuk digital melalui mekanisme tokenisasi. 

Substansi yang disiapkan antara lain mencakup kriteria RWA yang dapat ditokenisasi, tata cara penyelenggaraan penawaran aset ditokenisasi, proses perizinan, pelindungan konsumen, serta mekanisme pencatatan dan pelaporan keuangan oleh penerbit token. Penyusunan RPOJK tersebut merupakan tindak lanjut atas kelulusan sejumlah peserta Sandbox OJK yang mengembangkan model bisnis tokenisasi RWA.

“Kerangka regulasi yang jelas menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan aset yang ditokenisasi. Seiring inovasi global yang terus berkembang, arah regulasi di Indonesia juga menjadi faktor penting untuk memastikan pengembangan RWA berjalan dengan tata kelola, transparansi, dan pelindungan konsumen yang memadai,” kata Ryan.

Di tingkat global, perkembangan tokenized stocks juga menunjukkan pertumbuhan aktivitas. Berdasarkan RWA Report 2026 dari CoinGecko Research, kapitalisasi pasar tokenized stocks mencapai US$486,69 juta pada akhir Maret 2026, sementara volume perdagangan spot tokenized stocks mencapai US$15,12 miliar pada kuartal pertama 2026.

Bittime Ikuti Perkembangan Akses Aset Global

Perkembangan tren global Tokenized US Stock juga tercermin dalam aktivitas Tokenized US Stocks di Bittime. Berdasarkan laporan Bittime mengenai perkembangan RWA, transaksi Tokenized U.S. Stocks di Bittime meningkat 2,5 kali lipat pada Juli 2026 dibandingkan Juni 2026.

Saat ini, Bittime menyediakan 34 Tokenized U.S. Stocks, yang memberikan akses kepada pengguna Indonesia terhadap aset digital yang merepresentasikan saham sejumlah perusahaan global. Beberapa aset Tokenized US Stock yang tersedia di Bittime antara lain MSTRX, CRCLX, TSLAX, NVDAX, dan SPYX. 

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya Bittime sebagai Gerbang Indonesia Menuju Aset Global untuk mengikuti perkembangan akses terhadap berbagai aset global melalui ekosistem aset digital, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

“Pertumbuhan transaksi Tokenized U.S. Stocks menunjukkan adanya minat terhadap akses aset global melalui ekosistem digital. Seiring Indonesia mempersiapkan kerangka regulasi RWA, Bittime akan terus mengikuti perkembangan global dengan tetap mengedepankan kepatuhan, edukasi, dan pemahaman risiko agar pengguna dapat memahami karakteristik produk sebelum melakukan transaksi,” tutup Ryan.

Tokenized stocks tetap memiliki sejumlah risiko, termasuk perubahan nilai aset acuan, likuiditas, struktur penerbitan dan kustodian, serta risiko pasar dan teknologi. Pengguna perlu memahami struktur, mekanisme, karakteristik, dan ketentuan yang berlaku pada masing-masing produk sebelum melakukan transaksi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES