Dengarkan “Butterflies”, Album Terbaru Amagra yang Sudah Hadir di Berbagai Platform Streaming Musik

Bersama Aminoto Kosin dan Irvnat, Amagra menghadirkan tujuh lagu yang membawa pendengar melewati berbagai cerita tentang cinta, rindu, kehilangan, hingga berdamai dengan perasaan.

Amagra melanjutkan perjalanan musiknya lewat Butterflies, album terbaru yang merangkum berbagai emosi dan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Album ini telah diluncurkan Amagra lewat Ninenote Music pada Minggu (30/8) lalu.

Album ini menjadi perjalanan baru bagi Amagra bersama Ninenote Music, sekaligus kelanjutan dari proses kreatif yang telah dibangun bersama Aminoto Kosin dan Irvnat sejak awal perjalanan musikalnya.

BUTTERFLIES DAN “BADAI PERASAAN”

Mengusung konsep “Badai Perasaan”, Butterflies menggambarkan berbagai emosi yang datang silih berganti dalam kehidupan seseorang, mulai dari rasa suka, rindu, kehilangan, kebingungan, hingga akhirnya belajar menerima dan berdamai dengan keadaan.

Nama Butterflies sendiri merepresentasikan sesuatu yang terlihat kecil dan lembut, tetapi mampu membawa pengaruh yang jauh lebih besar. Filosofi ini juga menggambarkan perjalanan Amagra dalam berkembang, menemukan keberanian, dan semakin membangun identitas musiknya sendiri.

Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam rangkaian visual album. Nuansa yang lebih gelap merepresentasikan fase ketika perasaan berada dalam badai, sementara sosok kupu-kupu tetap hadir sebagai simbol harapan, gerak, dan kekuatan yang tidak hilang di tengah gejolak. Setelah melewati fase tersebut, perjalanan visual Butterflies bergerak menuju suasana yang lebih hangat melalui rangkaian visualizer.

PERJALANAN BERSAMA NINENOTE MUSIC, AMINOTO KOSIN, DAN IRVNAT

Di balik Butterflies, Amagra kembali menjalani proses kreatif bersama Aminoto Kosin dan Irvnat di bawah Ninenote Music.

Kolaborasi yang telah terbangun sejak awal perjalanan Amagra ini terus berkembang dalam Butterflies, mulai dari membangun karakter vokal hingga menemukan komposisi musik, lirik, melodi, dan aransemen yang sesuai dengan karakter Amagra.

Melalui proses tersebut, Butterflies hadir bukan hanya sebagai kumpulan lagu baru, tetapi juga sebagai langkah berikutnya dalam perkembangan musikal Amagra.

TUJUH LAGU, TUJUH CERITA

Butterflies menghadirkan tujuh lagu, yaitu Butterflies, Masih Rindu, Big Girls Don’t Cry, Bilang Saja, Jalan Buntu, Ribbons in the Sky, dan Sing.

Masing-masing membawa cerita dan warna yang berbeda, tetapi tetap terhubung dalam satu perjalanan emosional. Cerita-cerita yang berangkat dari dunia Amagra sebagai penyanyi remaja tersebut juga membawa perasaan universal yang dapat dirasakan oleh pendengar dari berbagai usia.

Sebelum Butterflies, perjalanan musik Amagra telah mencatat lebih dari 800 ribu streams di Spotify. Lagu-lagunya juga telah digunakan dalam lebih dari 20 ribu postingan di media sosial dengan total lebih dari 226 juta views.

Kini, seluruh perjalanan emosi dalam Butterflies sudah dapat dinikmati oleh para pendengar.

Dengarkan album Butterflies dari Amagra di Spotify, Apple Music, dan berbagai platform streaming digital lainnya. Saksikan juga konten musik Amagra melalui YouTube Ninenote Music.

Dari tujuh lagu yang hadir dalam Butterflies, mungkin ada satu lagu yang sedang menceritakan perasaanmu.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dorong Inklusi & Kemandirian, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Bantu Disabilitas Netra di Semarang

Jakarta, 16 September 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian masyarakat disabilitas melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Sahabat Inspiratif Pelindo – PIJAR (Pijat Netra Berdikari) Tahun 2026. Memasuki tahun ketiga, program pemberdayaan penyandang disabilitas netra ini diperluas ke Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, dengan memberikan pelatihan profesi terapis pijat tradisional kepada 20 orang disabilitas netra.

Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan keberlanjutan PIJAR merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan program TJSL yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mendorong masyarakat memiliki kemampuan dan kesempatan untuk berkembang dan mandiri.

“Program Sahabat Inspiratif Pelindo – PIJAR kami yakini dapat menjadi sebuah sinergi dan kolaborasi untuk bersama-sama membangun ekosistem yang inklusif dan berkeadilan, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi. Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui program ini dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Dewi.

Program PIJAR telah berjalan sejak 2024 melalui kolaborasi dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Cabang Jakarta Utara. Program dilaksanakan dengan memberi pelatihan dan sertifikasi pijat tuna netra serta pemberian alat bantu praktik. Kemudian pada tahun 2025 Perusahaan memberikan bantuan lanjutan berupa penyediaan fasilitas praktik pijat netra di Terminal Penumpang Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok.

Pada tahun 2026 ini, PT PSL kembali menyelenggarakan program PIJAR berkolaborasi dengan PERTUNI Semarang, serta Dinas Sosial setempat untuk memberdayakan 20 penyandang disabilitas netra. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan dan sertifikasi teknik pijat dasar, pendampingan, serta pemberian sarana pendukung.

Para peserta juga mendapatkan dukungan perlengkapan penunjang untuk mendukung proses pelatihan dan praktik. Dukungan tersebut diharapkan dapat menunjang kesiapan peserta dalam mengembangkan keterampilan dan memberikan layanan pijat secara profesional, sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha setelah program berakhir.

Pelaksanaan PIJAR mendapat sambutan positif dari Lurah Karangrejo, Dwi Cahyono, S.Kom. Ia mengapresiasi langkah PT PSL yang memberikan keterampilan kepada masyarakat sebagai bekal untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian secara mandiri.

“Terima kasih atas perhatian PT Pelindo Sinergi Lokaseva yang telah memberikan keterampilan kepada bapak dan ibu untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian secara mandiri. Kami berharap program ini dapat berjalan lancar, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami juga berharap ke depan program pemberdayaan lainnya dapat terus dikembangkan, termasuk yang menyasar UMKM dan potensi masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua PERTUNI Semarang, Achyani, yang merupakan salah satu peserta PIJAR sekaligus terapis dan instruktur pijat netra. Menurutnya, program ini memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas netra untuk meningkatkan kemampuan dan membuka peluang memperoleh penghasilan secara mandiri.

“Terima kasih kepada PT Pelindo Sinergi Lokaseva yang telah memberikan program ini kepada kami. Semoga program ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kami dalam kehidupan sehari-hari, khususnya agar kami dapat memperoleh rezeki secara mandiri dari keterampilan yang kami miliki,” ujar Achyani.

Sejak diluncurkan pada tahun 2024 hingga saat ini, Program PIJAR telah menjangkau 70 orang penyandang disabilitas netra di Jakarta dan Semarang. Sebagian peserta kini telah aktif memberikan layanan pijat secara mandiri maupun bekerja pada usaha kesehatan tradisional.

Program Sahabat Inspiratif Pelindo – PIJAR juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDGs 1 tentang Tanpa Kemiskinan, SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDGs 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Inisiatif ini turut mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya Asta Cita ke-4 yang menekankan pembangunan sumber daya manusia, peningkatan kualitas hidup, dan penguatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan dan membangun usaha yang berkelanjutan. Ke depan, PT PSL akan terus mengembangkan program pemberdayaan yang memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” tutup Dewi.

—–

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Buka Booth di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Bagikan Swag Terbatas dan Meluncur di Product Hunt pada 15 September

Sanct, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan founder asal Indonesia, membuka booth SF09 di Showcase Zone Tech in Asia Conference 2026, Sands Expo and Convention Centre, Singapura, pada 15–16 September. Pada Selasa (15/9) pukul 14.01 WIB, di tengah jam konferensi, Sanct meluncur di Product Hunt langsung dari booth. Rabu (16/9) adalah hari terakhir booth Sanct. Pengunjung bisa bertemu pendirinya, Sion Abednego, menambahkan Sanct ke layar utama ponsel, dan membawa pulang swag gratis yang jumlahnya terbatas.

Singapura, 16 September 2026 — Sanct, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan founder asal Indonesia, Sion Abednego, membawa cara pertemanannya ke Tech in Asia Conference 2026. Booth Sanct, SF09, berada di Showcase Zone, dekat area permainan pickleball di Sands Expo and Convention Centre, Singapura, dan dibuka pada Selasa dan Rabu (15–16/9); Rabu (16/9) adalah hari terakhir. Showcase Zone dikurasi: Tech in Asia meninjau setiap pendaftaran sebelum sebuah perusahaan mendapat tempat di area pameran.

Pada hari pertama, Selasa (15/9), pukul 14.01 WIB atau 15.01 waktu Singapura, Sanct meluncur di Product Hunt, situs global tempat produk teknologi baru diperkenalkan setiap hari. Sion berada di booth saat peluncuran dimulai.

Pilihan meluncur di tengah keramaian konferensi bukan kebetulan. Di Sanct, teman pertama ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR. Setelah pengguna punya lima teman, fitur pencarian dan saran pertemanan terbuka, tetapi hanya menjangkau teman dari teman.

Sanct juga telah merilis Episode 3 dari seri film pendeknya, tentang Keisha, perantau di Singapura yang belum bisa pulang, dan keluarganya di Jakarta yang tetap berkumpul malam itu di Sanctum.

Swag terbatas di booth SF09

Pengunjung yang menambahkan Sanct ke layar utama ponselnya di booth bisa membawa pulang swag gratis: sticker pack Sanct, tote bag krem bertuliskan “be there“, dan topi krem “being there” dengan bordir kecil wajah Sancty di sisinya. Semua item jumlahnya terbatas dan dibagikan selama persediaan masih ada.being

Tulisan di swag itu berangkat dari pesan yang sama dengan film-film Sanct: selalu ada untuk orang terdekat. Roll-up banner di booth menuliskannya dalam empat baris berbahasa Inggris, “being there. on the good days. on the bad ones. for friends and family.”, yang artinya selalu ada, di hari baik maupun hari berat, untuk teman dan keluarga.

Bagaimana data pengguna diperlakukan

Sanct tidak memiliki iklan maupun linimasa publik, dan tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga. Pengguna memilih siapa yang bisa melihat setiap momen yang dibagikan: semua orang di lingkarannya, teman tertentu yang ia pilih, atau hanya dirinya sendiri. Sancty, teman kecil yang selalu ada kalau kamu butuh ditemani, memproses data hanya di dalam akun pengguna itu sendiri untuk merespons, dan data tersebut tidak digunakan untuk melatih model AI publik. Kebijakan privasi Sanct dapat dibaca di https://sanctsocial.app/privacy

Traction dan rencana

Sanct membuka closed beta pada 23 Agustus di Car Free Day kawasan Senayan, Jakarta; 147 orang mendaftar di hari pertama. Sepekan kemudian, Sanct memiliki lebih dari 150 pengguna aktif dan lebih dari 1.600 orang di daftar tunggu. Kini masa beta berakhir. Setelah peluncuran di Product Hunt, Sanct akan hadir pertama kali di Indonesia, Malaysia, dan Singapura dengan model freemium: fitur inti tetap gratis, sementara fitur premium yang bersifat opsional menyusul kemudian, tanpa iklan di kedua versi.

“Sanct dimulai dari bertemu langsung, jadi kami juga ingin hadir langsung,” ujar Sion Abednego, pendiri Sanct. “Buat teman-teman dari Indonesia yang datang ke Tech in Asia di Singapura, mampir ke SF09. Ajak teman, saling tambahkan di Sanct, dan bawa pulang swag sebelum habis.”

Sion Abednego bisa diwawancarai di booth SF09 pada Rabu (16/9). Halaman Product Hunt Sanct: https://www.producthunt.com/products/sanct. Pendaftaran Sanct terbuka di https://sanct.social

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Instagram dan TikTok Jadi Layanan dengan Permintaan Tertinggi di Katalog SMM Panel Indonesia

Dari 549 layanan yang tersedia, permintaan pengguna SMM Panel Indonesia tetap terkonsentrasi pada dua platform yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia, mencerminkan bagaimana kebiasaan digital nasional turut membentuk pola bisnis reseller media sosial.

Penyedia layanan Social Media Marketing SMM Panel Indonesia mengungkapkan bahwa layanan untuk Instagram dan TikTok konsisten menjadi dua layanan dengan volume permintaan tertinggi dari total 549 layanan yang tersedia di platform tersebut, berdasarkan data internal pemesanan yang tercatat pada sistem panel sepanjang tahun ini.

Temuan ini sejalan dengan posisi kedua platform sebagai media sosial dengan tingkat penggunaan tertinggi di Indonesia menurut survei nasional terbaru.

SMM Panel sebagai Sistem Otomatis Penyedia Layanan Media Sosial

SMM panel adalah sistem berbasis dashboard yang memungkinkan pengguna memesan layanan pertumbuhan media sosial, seperti followers, likes, dan views, secara mandiri dan otomatis tanpa proses negosiasi manual dengan penyedia. Setiap pesanan diproses langsung oleh sistem begitu pembayaran diterima, tanpa keterlibatan manusia di tahap pemrosesan.

Berdasarkan Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna Internet 2026 yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), TikTok tercatat sebagai media sosial yang paling banyak diakses masyarakat Indonesia dengan porsi 31,8 persen, disusul Facebook di posisi kedua dengan 29,4 persen, dan Instagram di posisi ketiga dengan 27,7 persen. Meski Facebook secara persentase akses berada di atas Instagram, permintaan layanan di SMM Panel Indonesia justru menunjukkan pola berbeda, dengan Instagram tetap bertahan sebagai salah satu dari dua layanan paling banyak dipesan bersama TikTok.

Instagram dan TikTok Punya Variasi Layanan Terbanyak

Katalog SMM Panel Indonesia mencakup lebih dari 13 platform, termasuk YouTube, Facebook, Twitter/X, Telegram, Spotify, Threads, WhatsApp Channel, hingga jasa buzzer untuk kebutuhan komentar dan interaksi yang lebih personal. Dari seluruh platform tersebut, Instagram dan TikTok memiliki variasi jenis layanan paling banyak, meliputi:

1. Penambahan followers dengan pilihan kecepatan proses berbeda

2. Penambahan likes untuk unggahan foto, video, maupun reels

3. Penambahan views untuk video dan konten berbasis tayangan

4. Layanan komentar dan interaksi tambahan yang dapat disesuaikan kebutuhan akun

“Instagram dan TikTok masih jadi tumpuan utama kebutuhan followers, likes, dan views pengguna kami, sejalan dengan pola konsumsi media sosial masyarakat Indonesia yang memang paling terkonsentrasi di dua platform tersebut,” ujar Eko, SEO Specialist SMM Panel Indonesia.

Menurutnya, tingginya permintaan pada dua platform ini juga dipengaruhi oleh karakter penggunanya. Instagram banyak dipesan oleh pengelola akun bisnis dan personal branding yang mengutamakan estetika visual, sementara TikTok lebih banyak dipesan untuk kebutuhan jangkauan cepat pada konten video pendek. Perbedaan karakter ini membuat kombinasi layanan yang dipesan pada kedua platform juga tidak selalu sama, meski sama-sama berada di posisi teratas permintaan.

Reseller Jadi Segmen Penting di Balik Tingginya Permintaan

Selain pengguna individu dan pengelola akun bisnis, sebagian besar volume pemesanan Instagram dan TikTok datang dari reseller yang menjual ulang layanan tersebut kepada klien mereka sendiri. Segmen ini umumnya memesan dalam jumlah dan frekuensi lebih tinggi dibanding pengguna individu, sehingga turut mendorong Instagram dan TikTok tetap berada di posisi teratas katalog.

Untuk mendukung segmen ini,SMM Panel Indonesia terpercaya juga menyediakan akses API, sehingga reseller dapat menyambungkan katalog layanan langsung ke situs atau bot milik mereka sendiri tanpa perlu memproses setiap pesanan secara manual.

Mekanisme Pemesanan dan Struktur Harga

Seluruh layanan, termasuk untuk Instagram dan TikTok, dapat dipesan melalui tiga tahap: mendaftar dan mengisi saldo, memilih layanan sambil menempelkan tautan target, kemudian memantau status pesanan melalui riwayat akun. Proses berjalan otomatis selama 24 jam penuh, termasuk pada akhir pekan dan hari libur nasional, tanpa mengharuskan pengguna memberikan kata sandi akun media sosial pribadi.

Harga setiap layanan ditampilkan per 1.000 unit lengkap dengan batas minimum dan maksimum pemesanan, sehingga reseller dapat menghitung margin secara langsung sebelum menawarkan layanan tersebut kepada pelanggan mereka sendiri. Data permintaan tinggi pada Instagram dan TikTok ini juga menjadi acuan bagi reseller dalam memprioritaskan stok dan variasi layanan yang mereka tawarkan ke pelanggan masing-masing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sparks Your Happiness di Hublife, Momen Seru Bareng Keluarga

Hublife menghadirkan Sparks Your Happiness pada 11 September–4 Oktober 2026, sebuah wellness-inspired experience yang mengajak pengunjung untuk lebih mindful, menjaga keseimbangan emosional, dan menemukan kebahagiaan dari setiap momen.

Menghadirkan rangkaian aktivitas mindful, creative wellness, hingga program apresiasi untuk menemani pengunjung menikmati momen bahagia dengan cara yang lebih sederhana.

Kebahagiaan bisa hadir dari hal-hal sederhana, mulai dari meluangkan waktu untuk diri sendiri, melakukan aktivitas kreatif, hingga menikmati quality time bersama orang-orang terdekat. Melihat pentingnya keseimbangan antara aktivitas sehari-hari dan waktu untuk diri sendiri, Hublife menghadirkan Sparks Your Happiness pada 11 September–4 Oktober 2026, sebuah wellness-inspired experience yang mengajak pengunjung untuk lebih mindful, menjaga keseimbangan emosional, dan menemukan kebahagiaan dari setiap momen.

Melalui berbagai aktivitas yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang calming sekaligus engaging, Sparks Your Happiness menghadirkan ruang bagi pengunjung untuk sejenak memperlambat ritme, reconnect dengan diri sendiri, dan menikmati aktivitas yang dapat membawa positive energy dalam keseharian.

Eksplorasi Diri Lewat Aktivitas yang Fun dan Mindful

Salah satu pengalaman yang dapat dinikmati adalah Interactive Installations yang menghadirkan Mood-Booster Mirror Selfie Spots serta Affirmation Wall. Tidak hanya menjadi spot untuk mengabadikan momen, area ini juga mengajak pengunjung untuk mengekspresikan diri sekaligus menyebarkan positive vibes melalui pesan-pesan afirmasi.

Bagi keluarga, khususnya anak-anak, Sparks Your Happiness juga menghadirkan aktivitas kreatif melalui Kids Art Therapy. Lewat kegiatan Painting & Sip, Clay & Pot Painting, anak-anak dapat mengeksplorasi kreativitas dan mengekspresikan diri melalui aktivitas seni yang menyenangkan.

Keseruan kemudian berlanjut melalui Kids Workshop dengan kegiatan Mini Garden Workshop dan music performance. Beragam aktivitas tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman yang interaktif sekaligus memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, dan menikmati waktu bersama keluarga.

Spark Your Healthy Living dengan Happy Rewards

Tidak hanya menghadirkan aktivitas, Sparks Your Happiness juga melengkapi pengalaman wellness melalui program Happy Rewards. Pengunjung yang melakukan transaksi minimal Rp500.000 di tenant wellness dan beauty yang berpartisipasi berkesempatan mendapatkan pilihan rewards berupa Re.juve Bottle Drink atau ASRI Living Voucher senilai Rp50.000 yang dapat digunakan di tenant yang berpartisipasi di seluruh ASRI malls.

Program ini menjadi bagian dari upaya Hublife untuk mendorong gaya hidup yang lebih mindful dan healthy, sekaligus memberikan apresiasi bagi pengunjung yang menjadikan wellness sebagai bagian dari keseharian.

Melalui Sparks Your Happiness, Hublife ingin menghadirkan lebih dari sekadar aktivitas di ruang publik, tetapi juga sebuah pengalaman yang mengajak pengunjung untuk pause, reconnect, and find happiness in the little things. Mari temukan momen bahagia versimu dan nikmati rangkaian pengalaman Sparks Your Happiness di Hublife, 11 September–4 Oktober 2026.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PT Akarsa Garment Indonesia Kembangkan Fasilitas Produksi Garmen untuk Memenuhi Kebutuhan Seragam dan Pakaian Kerja Perusahaan dari Berbagai Sektor

JAKARTA – Pertumbuhan sektor industri, manufaktur, dan jasa di Indonesia pascapandemi mendorong peningkatan signifikan terhadap permintaan seragam korporasi dan pakaian kerja (workwear) yang berkualitas. Menjawab tantangan supply chain garmen serta kebutuhan kustomisasi skala besar dari sektor korporasi maupun BUMN, PT Akarsa Garment Indonesia mengumumkan perluasan dan pengembangan fasilitas produksi terintegrasi.

Langkah ekspansi ini diambil guna memperkuat kapasitas manufaktur pakaian lokal sekaligus memberikan jaminan ketepatan waktu (lead time) serta konsistensi standar kualitas bagi para pelaku industri.

Tren Kebutuhan Seragam Korporasi dan Pertumbuhan Sektor Manufaktur

Penggunaan seragam kerja bagi perusahaan kini tidak lagi sekadar pakaian operasional harian, melainkan telah bergeser menjadi instrumen penguat corporate branding, identitas keselamatan kerja (K3), dan profesionalisme bisnis.

Menurut data internal industri garmen nasional, kebutuhan akan pakaian kerja kustom untuk sektor manufaktur, logistik, energi, hingga layanan publik mengalami peningkatan stabil tiap tahunnya. Namun, salah satu tantangan utama yang kerap dihadapi pihak korporasi dalam pengadaan skala besar adalah inkonsistensi standar penjahitan, keterlambatan pengiriman, serta keterbatasan kapasitas pabrik vendor menengah.

Melihat kondisi pasar tersebut, PT Akarsa Garment Indonesia mentransformasi skema manufakturnya melalui pendekatan one-stop garment manufacturing solution. Dengan pengalaman industri garmen yang panjang sejak tahun 2013, perusahaan mengintegrasikan fasilitas pemotongan kain (cutting), penjahitan (sewing), pembordiran komputer, cetak digital (printing), hingga pengemasan akhir (finishing) dalam satu ekosistem terpadu.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pasar Otomotif Membaik, BRI Finance Pacu Pembiayaan Mobil Baru Lewat Bunga Kompetitif

Jakarta, 15 September 2026 – Kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang mendorong semakin banyak konsumen untuk mempertimbangkan kendaraan yang dapat memberikan kenyamanan dan mendukung aktivitas sehari-hari. Seiring perubahan kebutuhan tersebut, keputusan membeli mobil baru kini tidak hanya berkaitan dengan pilihan model dan fitur, tetapi juga perencanaan finansial yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Perkembangan pasar otomotif nasional turut menunjukkan masih kuatnya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Di tengah semakin beragamnya pilihan mobil, termasuk kendaraan dengan teknologi elektrifikasi, konsumen memiliki lebih banyak alternatif untuk menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan mobilitas dan gaya hidupnya.

Melihat kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus menghadirkan solusi pembiayaan yang kompetitif bagi masyarakat yang ingin memiliki mobil baru. Melalui pembiayaan mobil baru dengan bunga mulai dari 3,33% flat per tahun dan pilihan tenor hingga lima tahun, BRI Finance memberikan fleksibilitas bagi konsumen untuk merencanakan kepemilikan kendaraan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa mobil baru dapat menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk meningkatkan kenyamanan dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan ke tempat kerja, kebutuhan keluarga, hingga perjalanan bersama orang-orang terdekat.

“Setiap konsumen memiliki kebutuhan mobilitas yang berbeda. Ketika kebutuhan tersebut berkembang, memiliki mobil baru dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan kenyamanan yang lebih baik. Namun, keputusan pembelian juga perlu diimbangi dengan perencanaan finansial yang matang,” ujar Dhani.

Menurut Dhani, konsumen perlu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan kendaraan, mulai dari kebutuhan penggunaan sehari-hari, kapasitas dan kenyamanan, fitur keselamatan, hingga biaya kepemilikan. Di sisi lain, pemilihan skema pembiayaan juga perlu disesuaikan agar kewajiban pembayaran tetap terukur dan tidak mengganggu kebutuhan finansial lainnya.

“BRI Finance ingin menjadi bagian dari proses tersebut. Kami tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga memberikan pilihan yang kompetitif agar konsumen dapat merencanakan kepemilikan mobil baru dengan lebih nyaman dan sesuai dengan kemampuan finansialnya,” tambah Dhani.

Dengan pilihan pembiayaan yang fleksibel dan kompetitif, BRI Finance terus memperkuat perannya dalam mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat. Kehadiran solusi pembiayaan mobil baru diharapkan dapat membantu konsumen mewujudkan rencana memiliki kendaraan yang lebih sesuai dengan kebutuhan, sekaligus menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dalam setiap perjalanan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Rancang Solusi Energi Terbarukan untuk Pertamina NRE, Mahasiswa BINUS Raih Juara 1 BCC IYREF 2026

Tiga mahasiswa BINUS University berhasil mencatatkan prestasi dalam Business Case Competition Integrated Youth Renewable Energy Forum (BCC IYREF) 2026, sebuah kompetisi yang diselenggarakan oleh Society of Renewable Energy Institut Teknologi Bandung atau SRE ITB. Ketiganya berhasil meraih dua pencapaian sekaligus, yakni Juara 1 dan penghargaan Best Speaker setelah merancang solusi energi terbarukan untuk Pertamina NRE.

Jakarta, 16 September 2026 – Tiga mahasiswa BINUS University, Taniya Vanessa Ken dari program Finance, Kairos Abinaya Susanto dari program Computer Science & Statistics, serta Angelica Virginevra Malina More dari program Global Business Marketing, berhasil meraih Juara 1 sekaligus Best Speaker dalam Business Case Competition (BCC) Integrated Youth Renewable Energy Forum (IYREF) 2026 yang diselenggarakan Society of Renewable Energy Institut Teknologi Bandung (SRE ITB). Setelah melalui rangkaian kompetisi sejak Maret 2026, ketiganya mempresentasikan solusi bisnis untuk mendukung implementasi energi terbarukan pada Pertamina NRE.

Mengangkat tema “The New Equilibrium: Balancing Business Growth and Sustainability towards a Net-Zero Future”, BCC IYREF 2026 menantang mahasiswa untuk menjawab persoalan nyata dalam transisi energi. Peserta tidak hanya dituntut menghadirkan ide yang inovatif, tetapi juga memastikan solusi tersebut dapat diterapkan, memiliki kelayakan bisnis, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi case collaborator.

Dalam kasus yang diberikan, mahasiswa BINUS University harus melihat pengembangan energi terbarukan dari berbagai sisi sekaligus. Tantangan yang dianalisis mencakup tingginya biaya distribusi bahan baku menuju lokasi pengolahan yang berbeda wilayah, kebutuhan capital expenditure yang besar, hingga bagaimana membangun model finansial yang tetap bankable dengan debt-to-equity ratio pada batas yang sehat. Mereka juga perlu menentukan teknologi yang paling efisien serta memastikan adanya potensi offtaker untuk mendukung keberlanjutan proyek.

Perbedaan latar belakang akademik ketiganya menjadi salah satu kekuatan dalam menyusun solusi. Kompetensi Finance digunakan untuk melihat kelayakan investasi dan struktur keuangan, Computer Science & Statistics memperkuat pendekatan analitis dan berbasis data, sedangkan Global Business Marketing memberikan perspektif terhadap kebutuhan pasar dan keberlanjutan model bisnis.

“Kasus yang kami kerjakan cukup kompleks karena kami harus melihat persoalan perusahaan dari beberapa sisi sekaligus, mulai dari biaya distribusi bahan baku, kebutuhan capex yang besar, model finansial agar tetap bankable, pemilihan teknologi yang paling efisien, sampai bagaimana memastikan adanya off-taker yang tertarik. Saat presentasi dan tanya jawab, kami juga berusaha memahami solusi yang kami bawa dengan baik dan menjawab berdasarkan data. Pembagian peran kami cukup seimbang, jadi tidak ada satu orang yang terlalu dominan dan kami bisa saling melengkapi.” ujar Taniya Vanessa Ken, mahasiswa BINUS University program Finance.

Keunggulan ketiga mahasiswa BINUS University juga terlihat dalam kemampuan mereka mempresentasikan dan mempertahankan solusi di hadapan juri hingga meraih penghargaan Best Speaker pada Business Case Competition (BCC) Integrated Youth Renewable Energy Forum (IYREF) 2026. Pihak juri menilai bahwa ketiganya mampu menjawab pertanyaan dengan pemahaman yang kuat terhadap solusi yang dibawa serta didukung oleh data. Presentasi dan sesi tanya jawab juga dilakukan secara seimbang, tanpa bergantung pada satu anggota tertentu.

Kemampuan tersebut menjadi penting karena pada tahap final BCC IYREF 2026, penilaian tidak hanya berfokus pada ide tetapi juga dari presentasi dan jawaban saat sesi tanya jawab, yang antara lain menilai kejelasan penyampaian, struktur argumentasi, ketepatan jawaban, penggunaan datar pendukung, serta kemampuan peserta mempertahankan pendapat terkait solusi yang diusulkan.

Melalui pencapaian Juara 1 dan Best Speaker Business Case Competition (BCC) Integrated Youth Renewable Energy Forum (IYREF) 2026, ketiga mahasiswa BINUS University menunjukkan bahwa kompetensi akademik, kolaborasi lintas disiplin, kemampuan komunikasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan industri menjadi bekal penting bagi talenta muda untuk ikut menjawab tantangan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Sebagai informasi, prestasi ini juga melanjutkan jejak Binusian dalam ajang IYREF. Pada penyelenggaraan tahun 2025, Nadya Angelie Lislie, mahasiswa dari program Computer Science & Statistics, juga berhasil meraih penghargaan Best Presenter dalam kompetisi tersebut.

Prestasi para mahasiswa dalam ajang kompetisi ini menjadi salah satu wujud nyata terhadap pengembangan talenta unggul yang terus didorong BINUS University. Tidak hanya memiliki kompetensi pada bidang akademik, mahasiswa juga didukung untuk mampu berkolaborasi lintas disiplin, berpikir kritis, menggunakan data dalam pengambilan keputusan, serta menerjemahkan pengetahuan menjadi solusi bagi tantangan nyata di industri.

“Talenta unggul masa depan tidak cukup hanya menguasai satu bidang ilmu. Mereka perlu mampu bekerja lintas disiplin, memahami kebutuhan industri, serta mengubah pengetahuan menjadi solusi yang relevan dan berdampak. Prestasi ini menunjukkan bagaimana Binusian mampu membawa kompetensi yang mereka miliki untuk menjawab tantangan nyata.” tutup Theresia Lesmana, Head of Finance Program BINUS University.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ezSign Melayani Dokumen Digital Rumah Sakit hingga Kontrak Korporasi

ezSign membantu rumah sakit, sekolah, dan perusahaan mengelola dokumen digital dengan alur tanda tangan yang lebih terpusat. Setiap sektor memiliki kebutuhan berbeda, tetapi tetap membutuhkan identitas penanda tangan, keutuhan dokumen, dan riwayat yang mudah ditelusuri.

Rumah sakit, sekolah, dan perusahaan sama-sama berhadapan dengan tumpukan dokumen yang menunggu tanda tangan. Aturan yang mengikat ketiganya berbeda, meski kebutuhan dasarnya mirip. Di titik inilah ezSign melayani dokumen digital dari sektor yang karakternya tidak sama.

Kesulitan muncul ketika tiap unit berjalan sendiri-sendiri. Bagian rekam medis memakai satu cara, bagian akademik memakai cara lain, bagian legal punya kebiasaannya sendiri. Biaya pelatihan membengkak dan jejak dokumennya tercecer di banyak tempat. Saat auditor datang, riwayat persetujuan justru paling sulit dikumpulkan.

Pendekatan yang lebih rapi adalah menyatukan alurnya. Kebutuhan e signature tiap sektor memang berbeda, tetapi fondasinya sama. Identitas penanda tangan harus jelas, dokumen harus utuh, dan riwayatnya harus bisa ditelusuri.

Tiga Sektor dengan Aturan Berbeda dan Kebutuhan yang Serupa

Perbedaan paling terasa ada pada dasar hukumnya. Rumah sakit tunduk pada aturan rekam medis, sekolah pada aturan ijazah, korporasi pada hukum perjanjian. Meski begitu, tuntutan teknisnya bertemu di titik yang sama.

● Rumah sakit: autentikasi isi rekam medis dan pembatasan hak akses.

● Sekolah: pengesahan ijazah beserta penyimpanan dokumen elektroniknya.

● Korporasi: kontrak vendor, surat keluar, dan persetujuan berjenjang.

Karena fondasinya sama, kebijakannya tidak perlu dipecah-pecah. Organisasi justru lebih mudah diaudit bila seluruh dokumennya memakai standar pembuktian yang seragam. Yang dibedakan cukup alur persetujuan dan hak akses tiap unit kerja.

Rekam Medis Elektronik Menuntut Autentikasi dan Kendali Akses

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 mengatur penyelenggaraan rekam medis elektronik. Aturan itu menempatkan tanda tangan elektronik sebagai alat verifikasi dan autentikasi identitas penanda tangan. Prinsip kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data ditegaskan di dalamnya.

Yang perlu disiapkan rumah sakit

Kebutuhannya bukan sekadar aplikasi untuk membubuhkan paraf. Rumah sakit perlu memastikan hanya tenaga berwenang yang dapat menandatangani catatan pasien. Riwayat pembubuhannya juga harus tersimpan agar bisa ditelusuri ketika audit mutu berjalan.

Kecepatan ikut menjadi pertimbangan di ruang perawatan. Dokter tidak mungkin berhenti lama hanya untuk mengurus proses penandatanganan. Karena itu metode aksesnya perlu ringkas, misalnya lewat aplikasi mobile dengan verifikasi biometrik.

Ijazah Sekolah Mulai Berpindah ke Dokumen Elektronik Bertanda Tangan

Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2024 membuka ruang pengesahan ijazah secara elektronik. Satuan pendidikan menyimpan hasil pindai dokumen basah sekaligus versi elektroniknya. Bila pengesahannya memakai tanda tangan tersertifikasi, dokumen elektronik itu turut diserahkan kepada pemilik ijazah.

Tantangan terbesarnya ada pada volume

Satu angkatan bisa berisi ratusan lembar ijazah dan transkrip nilai. Menandatanganinya satu per satu jelas tidak realistis menjelang masa kelulusan. Fitur bulk signing dan template dokumen memangkas pekerjaan berulang semacam itu.

Bagaimana ezSign Melayani Dokumen Digital di Lingkungan Korporasi

Di dunia usaha, hambatannya jarang berupa persoalan hukum. Yang melambat justru alurnya, karena dokumen menunggu paraf yang berpindah meja. Kontrak vendor tertahan, invoice terlambat, dan surat tugas menumpuk tanpa kejelasan posisi.

Alur yang bisa disusun ulang

1. Dokumen diunggah oleh admin atau pemilik prosesnya.

2. Reviewer memeriksa isi sebelum dokumen dilanjutkan.

3. Approver memberi persetujuan sesuai batas kewenangannya.

4. Signer membubuhkan tanda tangan beserta meterai bila diperlukan.

5. Dokumen tersimpan lengkap dengan catatan aktivitasnya.

Pemisahan peran ini bukan sekadar urusan kerapian. Pola reviewer, approver, dan signer menekan risiko dokumen diteken pihak yang tidak berwenang.

Dokumen korporasi sering menuntut lapisan tambahan berupa meterai. Perjanjian kerja sama dan pengakuan utang termasuk yang membutuhkannya. Mengurus meterai di aplikasi terpisah membuat prosesnya terputus dan rawan tertukar urutannya.

Hal lain yang kerap terlewat adalah pemeriksaan hasil akhirnya. Dokumen yang sudah diteken sebaiknya diuji lewat pembaca PDF atau portal verifikasi resmi. Langkah singkat itu memastikan sertifikat penandatangannya masih berlaku dan isinya belum berubah.

Titik Temu Ketika ezSign Melayani Dokumen Digital Lintas Sektor

Ketiga sektor tadi berangkat dari regulasi yang berlainan. Namun semuanya bermuara pada sertifikat elektronik tersertifikasi sebagai dasar keabsahan. Tanda tangan digital yang melekat pada sertifikat itulah yang membuat dokumen bisa dipertanggungjawabkan.

Perbedaannya lebih banyak terletak pada cara mengaksesnya. Pengguna perorangan cukup lewat portal web atau aplikasi mobile. Organisasi besar biasanya membutuhkan integrasi API agar menyatu dengan sistem yang sudah berjalan.

ezSign merupakan layanan PT Solusi Identitas Global Net, penyelenggara sertifikasi elektronik yang diakui Kementerian Komunikasi dan Digital. Cakupannya meliputi sertifikat elektronik, tanda tangan digital, e-Meterai, e-KYC, hingga pengelolaan dokumen dalam satu platform. Organisasi yang sedang memetakan kebutuhan e signature dapat menjadikannya rujukan diskusi awal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah rumah sakit wajib memakai tanda tangan elektronik untuk rekam medis?

Aturan rekam medis elektronik menempatkannya sebagai pelengkap keamanan dan perlindungan data, bukan sekadar pilihan administratif.

2. Apakah ijazah elektronik menggantikan ijazah cetak sepenuhnya?

Tidak, satuan pendidikan tetap menyimpan hasil pindai dokumen basah bersama versi elektroniknya.

3. Bisakah satu akun dipakai lintas unit dalam organisasi besar?

Bisa, karena akun korporat mengenal peran reviewer, approver, dan signer yang dapat diatur per unit.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Student Leaders Conference 2026: Empat Bekal untuk Menjadi Student Leader yang Siap Memimpin dan Berdampak

Student Leaders Conference (SLC) 2026 diselenggarakan Universitas Pelita Harapan (UPH) pada 10 September 2026, di Auditorium D-501 di Kampus UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang. Diikuti oleh lebih dari 300 student leaders secara daring dan luring, SLC 2026 menjadi ruang bagi para pengurus organisasi mahasiswa untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka.

Menjadi pemimpin
organisasi mahasiswa bukan sekadar menjalankan program kerja. Seorang student
leader
perlu memahami lingkungan tempat ia memimpin, membangun sistem yang
terarah, menyampaikan gagasan dengan tepat, dan menjalin kolaborasi dengan
berbagai pihak. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting agar kepemimpinan
mahasiswa tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi mampu berdampak.

Hal tersebut menjadi
fokus dalam Student Leaders Conference (SLC) 2026 yang diselenggarakan
Universitas Pelita Harapan (UPH) pada 10 September 2026, di Auditorium D-501 di
Kampus UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang. Diikuti oleh lebih dari 300 student
leaders
secara daring dan luring
, SLC 2026 menjadi ruang bagi para
pengurus organisasi mahasiswa untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka.

SLC 2026 membekali
para student leaders melalui empat aspek utama, yaitu memahami konteks,
membangun sistem, membawa pesan, dan menciptakan kolaborasi.

Memahami
Nilai UPH untuk Menjalankan Kepemimpinan

Sebelum memimpin
orang lain, seorang pemimpin perlu memahami bahwa dirinya merupakan
representasi organisasi yang dipimpinnya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap
lingkungan universitas menjadi dasar penting bagi student leaders dalam
menjalankan organisasi.

Pada sesi “UPH
Knowledge”
, Dr. Andry Panjaitan, M.T., CPHCM., Associate
Vice President of Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH,
menekankan pentingnya memahami visi, misi, nilai, profil lulusan, tujuan,
hingga kode etik universitas. Pengetahuan tersebut membantu mahasiswa
menjalankan organisasi dan mengambil keputusan dengan melihat konteks yang
lebih luas dari sekadar kepentingan program kerja.

“Kalian bukan hanya leaders
biasa, tetapi transformational servant leaders. Kepemimpinan kalian
bukan sekadar tentang memimpin, tetapi tentang bagaimana kalian melayani dan
melalui pelayanan itu memberikan dampak. Karena itu, menjadi pemimpin
organisasi juga berarti mengambil bagian dalam menyiapkan pemimpin masa depan,
sekaligus membangun kolaborasi dan sinergi dengan organisasi lain,” ujar Dr.
Andry.

Dr. Andry menambahkan
bahwa UPH mengembangkan kurikulum holistis yang mencakup aspek akademik,
kehidupan kemahasiswaan, hingga pembentukan spiritual. Pendekatan pendidikan
ini bertujuan untuk membentuk mahasiswa tidak hanya dari sisi pengetahuan dan
kompetensi, tetapi juga karakter, serta nilai yang perlu diwujudkan dalam
kehidupan mereka, termasuk ketika menjalankan peran sebagai student leaders.

“Untuk itu, sebagai
student leaders
kalian tidak hanya bertugas untuk menggerakkan kegiatan,
tetapi juga harus menjadi teladan bagi komunitas kampus melalui sikap dan nilai
yang kalian bawa,” tambah Dr. Andry.

Memimpin
dengan Sistem yang Terarah

Ide dan program yang
baik membutuhkan tata kelola yang jelas agar dapat dijalankan secara
bertanggung jawab. Melalui sesi “Organizational Governance”, Shera
Anthony, S.E.
, Student Development and Alumni Engagement (SDAE) Operation and
Compliance Officer UPH, membekali para student leaders dengan pemahaman
tentang tata kelola organisasi, mulai dari penyusunan program kerja, pembuatan
proposal, pelaporan, hingga pengelolaan keuangan yang transparan.

Tata kelola yang baik
tidak hanya membuat organisasi berjalan lebih tertib, tetapi juga membangun
kepercayaan dan menciptakan sistem yang dapat diteruskan oleh kepengurusan
berikutnya.

“Ketika terjun langsung dalam organisasi, kalian belajar merencanakan
dan mengeksekusi program, mengelola keuangan dan sumber daya manusia, serta
bertanggung jawab atas setiap prosesnya. Karena itu, penting untuk memegang
prinsip kewajaran, keterbukaan, kemandirian, akuntabilitas, dan
responsibilitas. Organisasi adalah wadah untuk belajar tata kelola yang baik
dan bertanggung jawab, termasuk mendokumentasikan setiap proses agar dapat
menjadi pembelajaran bagi generasi berikutnya,” jelas Shera.

Membawa
Pesan dengan Komunikasi Strategis

Bagi
student leaders, kemampuan menyampaikan informasi dan gagasan menjadi
bagian penting dalam menjalankan organisasi. Dalam sesi “Strategic
Communication for Student Leaders”
, Alexandra Tatgyana Suatan, S.Gz.,
M.Si.
, Head of Corporate Communications UPH, mengajak mahasiswa melihat
komunikasi bukan sekadar tentang mengikuti aturan, tetapi juga memahami intensi,
tujuan, kejelasan pesan, dan tanggung jawab di balik setiap konten yang dibuat.

Menurut
Alexandra, membangun komunikasi organisasi tidak cukup hanya dengan memastikan
logo ditempatkan dengan tepat. Brand lebih dari sekadar elemen visual; brand
adalah tentang bagaimana sebuah organisasi dikenali dan dirasakan oleh
khalayaknya. Hal ini dibangun melalui identitas visual, voice and tone,
pesan yang disampaikan, nilai yang dibawa, serta standar yang diterapkan secara
konsisten. Bagi organisasi kemahasiswaan yang merupakan bagian dari UPH,
konsistensi tersebut menjadi penting karena setiap konten yang diproduksi tidak
hanya merepresentasikan organisasi masing-masing, tetapi juga turut menjadi
bagian dari identitas dan cerita besar UPH.

“Create with purpose. Be creative. Berani mengeksplorasi,
mencoba hal-hal baru, dan bereksperimen. Be intentional, pahami betul
apa yang ingin kalian komunikasikan, bagikan, atau publikasikan. Be
responsible,
karena ketika kalian berkomunikasi sebagai bagian dari
organisasi, kalian membawa nama organisasi dan juga nama UPH. Tetapi lebih dari
itu, ingatlah bahwa pada akhirnya kita hidup dan berkarya di hadapan Allah.
Kita diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya, sehingga apa yang kita buat dan
bagaimana kita berkomunikasi juga seharusnya mencerminkan penghormatan kita
kepada-Nya dan kepada sesama. Setiap konten yang kalian buat menjadi bagian
dari cerita UPH, tetapi lebih dari itu, biarlah apa yang kita komunikasikan menjadi
kesaksian yang dirasakan tentang siapa yang kita representasikan. Jadi, buatlah
dengan kreatif, bermakna, dan bertanggung jawab,” ujar Alexandra.

Mengubah
Dukungan Menjadi Kolaborasi

Kepemimpinan juga
membutuhkan kemampuan membangun relasi serta mengubah dukungan menjadi
kolaborasi yang bermakna. Hal ini disampaikan oleh Evangli Jiferly Langkun,
S.I.Kom.
, Corporate Relations Officer UPH, melalui sesi “Strategic
Sponsorship”
. Ia mengajak para student leaders memahami
bahwa sponsorship bukan sekadar upaya mencari dukungan, melainkan proses
membangun kemitraan strategis yang mampu menciptakan nilai bagi kedua belah
pihak.

Jiferly
menjelaskan bahwa sponsorship perlu dipahami sebagai hubungan yang
saling menguntungkan sehingga organisasi perlu menawarkan manfaat yang jelas
bagi mitra. Organisasi juga perlu membangun komunikasi dan negosiasi yang baik
untuk mencapai kesepakatan yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Hubungan tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi perlu dijaga
melalui pemenuhan komitmen dan penyampaian laporan kepada sponsor.

“Sponsorship
bukan tentang meminta bantuan, tetapi membangun kerja sama jangka panjang yang
memberikan value bagi kedua belah pihak. Jadi, jangan hanya datang untuk
meminta, tetapi pikirkan juga apa yang bisa kita berikan. Karena pada akhirnya,
sponsorship bukan hanya tentang berapa banyak yang kita dapatkan, tetapi
berapa besar value yang bisa kita ciptakan bersama,” ujar Jiferly.

Membawa Bekal SLC ke Perjalanan Organisasi

Bagi para student leaders, SLC 2026 menjadi ruang untuk memahami
arah dan nilai UPH sekaligus memperkuat kesiapan dalam menjalankan tanggung
jawab organisasi selama satu periode kepengurusan. Hal ini dirasakan Gwen
Josephine Ho Lase
, mahasiswa Hubungan Internasional 2024 sekaligus Ketua
Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) UPH periode 2026/2027, yang menilai
pembekalan ini membantunya semakin siap menjalankan peran dan tanggung jawab
sebagai pemimpin organisasi.

“Student Leaders Conference ini menjadi bekal penting bagi kami,
terutama bagi leaders yang baru mulai menjalankan kepengurusan. SLC
mengingatkan kembali pada visi dan misi UPH serta bagaimana organisasi kami
menjadi bagian dari lingkungan UPH. Berbagai pembekalan yang diberikan juga
membantu kami lebih siap menjalankan tanggung jawab, menghadapi proses selama
satu tahun ke depan, dan menjalankan peran sebagai pemimpin dengan lebih
percaya diri,” ujar Gwen.

Melalui
SLC 2026, para student leaders mendapatkan pembekalan untuk memahami
bahwa kepemimpinan berarti melayani, bertanggung jawab, bekerja sama, dan
berkontribusi. Bekal tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk
menjalankan perannya sebagai pemimpin organisasi dengan lebih siap. Hal ini
sejalan dengan komitmen UPH untuk menghadirkan pendidikan holistis dan berbagai
program pengembangan diri yang mampu mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin
masa depan yang takut akan Tuhan, unggul, dan berdampak bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES