Cara Mengelola Tagihan Kartu Kredit agar Keuangan Tetap Terkontrol

Menggunakan kartu kredit bisa membantu saat kamu membutuhkan metode pembayaran yang praktis. Namun, kemudahan transaksi juga perlu diikuti dengan pengelolaan tagihan yang baik.

Kalau tidak diperhatikan, tagihan kartu kredit bisa menumpuk dan membuat pengeluaran bulanan sulit dikendalikan. Karena itu, penting untuk memahami cara mengatur penggunaan kartu kredit, mengecek tagihan secara rutin, dan membayar sesuai ketentuan yang berlaku.

Berikut beberapa cara mengelola tagihan kartu kredit yang bisa kamu terapkan.

1. Cek Tagihan Kartu Kredit Secara Rutin

Langkah pertama adalah mengetahui berapa tagihan yang harus dibayarkan. Jangan hanya mengandalkan ingatan setelah melakukan transaksi.

Periksa rincian transaksi, total tagihan, tanggal cetak tagihan, serta tanggal jatuh tempo. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui kewajiban pembayaran dan menyiapkan dana lebih awal.

Mengecek tagihan secara rutin juga membantu kamu menemukan transaksi yang tidak dikenali atau kesalahan pencatatan lebih cepat.

2. Ketahui Tanggal Jatuh Tempo

Setiap kartu kredit memiliki tanggal jatuh tempo pembayaran. Pastikan kamu mengetahui tanggal tersebut dan memberikan jeda waktu yang cukup sebelum melakukan pembayaran.

Membayar sebelum jatuh tempo dapat membantu menghindari konsekuensi yang mungkin timbul akibat keterlambatan sesuai ketentuan penerbit kartu kredit.

Kamu juga bisa membuat pengingat pembayaran melalui kalender atau aplikasi agar tidak melewatkan tanggal yang sudah ditentukan.

3. Bayar Tagihan Sesuai Kemampuan

Sebelum menggunakan kartu kredit, pastikan transaksi yang dilakukan sesuai dengan kemampuan keuangan.

Saat tagihan diterbitkan, prioritaskan pembayaran sesuai ketentuan kartu kredit yang kamu gunakan. Jika memungkinkan, lunasi tagihan sesuai jumlah yang tercantum agar kewajiban tidak terus terbawa ke periode berikutnya.

Perhatikan juga bunga, biaya, atau ketentuan lain yang dapat berlaku apabila pembayaran tidak dilakukan sesuai ketentuan.

4. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Kartu kredit membuat transaksi menjadi lebih mudah, tetapi kemudahan tersebut tidak berarti tambahan kemampuan untuk berbelanja.

Sebelum melakukan transaksi, tanyakan kembali apakah pengeluaran tersebut memang dibutuhkan dan apakah kamu sudah menyiapkan dana untuk membayar tagihannya.

Kamu juga bisa menetapkan batas pengeluaran kartu kredit setiap bulan. Cara ini membantu menjaga penggunaan kartu tetap sesuai dengan anggaran yang sudah dibuat.

5. Catat Semua Transaksi Kartu Kredit

Mencatat transaksi dapat membantu kamu mengetahui ke mana uang digunakan. Tidak perlu menunggu tagihan keluar untuk melihat total pengeluaran.

Buat kategori sederhana seperti kebutuhan rumah tangga, transportasi, makan, hiburan, dan kebutuhan lainnya. Dari catatan tersebut, kamu bisa melihat pola pengeluaran dan menentukan bagian mana yang perlu dikurangi.

Cara ini juga membantu menghindari kondisi ketika jumlah transaksi kecil yang dilakukan berkali-kali akhirnya menghasilkan tagihan yang besar.

6. Jangan Mengabaikan Tagihan yang Belum Terbayar

Jika masih ada tagihan dari periode sebelumnya, perhatikan jumlah kewajiban yang harus diselesaikan dan ketentuan yang berlaku pada kartu kredit tersebut.

Hindari menambah transaksi tanpa memperhitungkan kemampuan membayar seluruh kewajiban. Semakin besar saldo tagihan yang dibawa ke periode berikutnya, semakin penting untuk membuat perencanaan pembayaran yang realistis.

Bayar Tagihan Kartu Kredit Lebih Praktis di neobank

Setelah mengetahui jumlah dan tanggal jatuh tempo, kamu bisa memilih metode pembayaran yang praktis. Saat ini, tagihan kartu kredit juga dapat dibayar secara online melalui layanan perbankan digital, sehingga kamu tidak harus datang langsung ke lokasi pembayaran.

Melalui Fitur Tagihan dan Isi Ulang pembayaran kartu kredit di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce, kamu dapat melakukan pembayaran tagihan kartu kredit secara digital sesuai fitur dan ketentuan yang tersedia.

Sebelum melakukan pembayaran, pastikan nomor kartu atau data yang diperlukan sudah benar. Periksa kembali nama, nominal tagihan, dan detail transaksi sebelum melakukan konfirmasi pembayaran.

Dengan membiasakan diri mengecek tagihan, mencatat transaksi, memperhatikan tanggal jatuh tempo, dan menyesuaikan penggunaan kartu dengan kemampuan keuangan, pengelolaan kartu kredit dapat menjadi lebih teratur.

***

Jika ingin membayar tagihan dan isi ulang unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tagihan dan Isi Ulang di website resmi Bank Neo Commerce. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Peringatan Bos AI Guncang Pasar, Investor Mulai Waspadai Saham Teknologi

Perkembangan industri kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi perhatian pasar setelah sejumlah pemimpin perusahaan AI terbesar di dunia mulai menyerukan agar laju pengembangan teknologi tersebut tidak dilakukan tanpa batas. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran investor dan menekan saham-saham yang selama beberapa tahun terakhir menjadi pendorong utama reli sektor teknologi.

CEO Anthropic Dario Amodei menjadi salah satu tokoh yang paling vokal. Ia menyerukan agar industri AI memperlambat pengembangan teknologi frontier untuk memberikan lebih banyak waktu bagi perusahaan, pemerintah, dan peneliti untuk memastikan sistem AI dapat dikembangkan dengan lebih aman. Seruan tersebut kemudian mendapat dukungan dari CEO OpenAI Sam Altman serta Elon Musk.

Situasi ini menjadi perhatian pasar karena Anthropic dan OpenAI merupakan bagian penting dari ekosistem AI yang selama ini mendorong investasi besar-besaran pada chip, pusat data, cloud computing, dan infrastruktur teknologi.

Kekhawatiran Terhadap Perkembangan AI

Dalam pernyataannya, Amodei memperingatkan bahwa kemampuan model AI berkembang sangat cepat dan dapat menimbulkan risiko yang semakin sulit dikendalikan. Ia bahkan memperingatkan bahwa sistem AI dapat memperoleh kemampuan untuk mengambil alih aktivitas internet dalam waktu relatif singkat apabila perkembangannya tidak dikelola dengan baik.

Anthropic kemudian mendorong pendekatan yang lebih terkoordinasi untuk mengembangkan teknologi AI. Salah satu gagasannya adalah meningkatkan pengawasan independen dan evaluasi keamanan terhadap model AI sebelum teknologi tersebut dikembangkan lebih jauh.

Sam Altman juga menyatakan dukungan terhadap gagasan tersebut. CEO OpenAI itu mengatakan bahwa pengembangan AI perlu dilakukan dengan ritme yang lebih terukur dan menyambut ide penggunaan evaluator independen yang memiliki akses cukup untuk menilai keamanan model.

Pernyataan dari dua perusahaan AI terkemuka ini menjadi penting karena selama beberapa tahun terakhir industri teknologi justru berlomba meningkatkan kemampuan model AI secepat mungkin.

Saham AI Mulai Tertekan

Kekhawatiran mengenai kemungkinan perlambatan perkembangan AI langsung berdampak terhadap sentimen pasar. Saham perusahaan yang memiliki keterkaitan erat dengan AI dan infrastruktur pusat data mengalami tekanan di sejumlah pasar global.

Di Asia, SoftBank menjadi salah satu saham yang mengalami penurunan tajam dengan koreksi sekitar 13,2%. Saham perusahaan semikonduktor seperti Kioxia dan SK Hynix juga ikut tertekan. Di Eropa, ASML turun sekitar 4%, sementara saham teknologi global secara umum mengalami pelemahan.

Tekanan tersebut menunjukkan bahwa investor tidak hanya memperhatikan perusahaan pembuat model AI, tetapi juga seluruh rantai pasok yang mendapatkan manfaat dari meningkatnya investasi AI.

Selama ini, perkembangan AI telah menjadi salah satu alasan perusahaan teknologi dan cloud meningkatkan belanja modal untuk membeli chip, membangun pusat data, serta memperluas kapasitas komputasi. Jika perkembangan AI melambat, investor mulai mempertanyakan apakah tingkat investasi tersebut masih dapat menghasilkan keuntungan sesuai ekspektasi.

Ancaman bagi “AI Trade”

Fenomena tersebut berpotensi mengubah apa yang selama ini dikenal sebagai AI trade di pasar saham.

Investor sebelumnya banyak membeli saham perusahaan yang dianggap akan menjadi penerima manfaat dari ledakan AI. Nvidia menjadi salah satu contoh utama karena chip GPU perusahaan digunakan secara luas untuk menjalankan dan melatih model AI. Perusahaan cloud, pusat data, produsen memori, hingga pemasok energi juga ikut mendapatkan sentimen positif dari meningkatnya kebutuhan komputasi.

Namun, apabila pengembangan AI mulai diperlambat karena alasan keamanan, regulasi, atau keterbatasan infrastruktur, asumsi pertumbuhan yang sangat agresif dapat kembali dipertanyakan.

Investor kini perlu melihat apakah investasi AI yang sangat besar benar-benar dapat menghasilkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang sebanding. Kekhawatiran tersebut semakin relevan karena pembangunan infrastruktur AI membutuhkan modal dalam jumlah sangat besar.

Bukan Berarti AI Akan Berhenti

Meski demikian, seruan untuk memperlambat pengembangan AI tidak berarti industri tersebut akan berhenti berkembang. Justru, pendekatan yang lebih hati-hati dapat menjadi upaya untuk membuat pertumbuhan AI lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

Anthropic sendiri masih memiliki prospek bisnis yang kuat dan tengah mempersiapkan rencana penawaran umum perdana atau IPO di Nasdaq. Perusahaan tersebut juga telah mencatat beberapa kuartal dengan profitabilitas yang meningkat.

Di sisi lain, OpenAI terus mengembangkan berbagai produk dan layanan AI untuk konsumen maupun perusahaan. Dengan demikian, fokus pasar kemungkinan akan bergeser dari sekadar seberapa cepat kemampuan AI berkembang menjadi seberapa aman, efisien, dan menguntungkan teknologi tersebut dapat diterapkan.

Apa Artinya bagi Investor?

Perubahan sentimen ini menjadi pengingat bahwa tren besar di pasar saham tetap memiliki risiko. Perusahaan yang berada di pusat perkembangan AI memang memiliki potensi pertumbuhan besar, tetapi valuasi saham juga sangat bergantung pada ekspektasi investor terhadap pertumbuhan tersebut.

Jika ekspektasi berubah, harga saham dapat ikut bergerak meskipun fundamental perusahaan belum mengalami perubahan besar.

Karena itu, investor perlu memperhatikan tidak hanya perkembangan teknologi, tetapi juga regulasi, belanja modal perusahaan, permintaan chip, pembangunan data center, serta kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari investasi AI.

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai koin kripto lainnya.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia. Bagi investor yang baru ingin memulai berinvestasi, kamu juga tidak perlu khawatir karena Nanovest memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas.

Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui website Nanovest. Aplikasi Nanovest juga sudah tersedia di Play Store maupun App Store.

Dengan munculnya peringatan dari para pemimpin industri AI, investor kini memiliki alasan baru untuk melihat kembali prospek saham teknologi. Perlombaan AI kemungkinan masih akan berlanjut, tetapi pertanyaannya bukan lagi hanya siapa yang dapat mengembangkan AI paling cepat, melainkan siapa yang mampu melakukannya secara aman, efisien, dan menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hampir 23 Juta Investor Kripto, Indonesia Siap Jadi Pemain Global?

Jakarta, 14 September 2026 — Indonesia telah memiliki hampir 23 juta akun konsumen aset kripto, dua bursa berizin, hingga puluhan pelaku industri resmi. Namun, besarnya pasar domestik dinilai belum otomatis membuat Indonesia mampu menjadi pusat industri kripto di tingkat global.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai tantangan Indonesia kini mulai bergeser. Setelah fondasi regulasi semakin terbentuk, pekerjaan berikutnya adalah membangun pasar yang lebih dalam, kompetitif, inovatif, serta mampu menarik likuiditas dan pelaku dari luar negeri.

“Indonesia sudah punya modal yang sangat besar dari sisi jumlah pengguna dan kerangka regulasi. Tetapi menjadi pasar besar berbeda dengan menjadi pusat kripto global. Tahap berikutnya adalah bagaimana kita menciptakan produk yang kompetitif, likuiditas yang kuat, dan ekosistem yang membuat pemain global ingin beraktivitas dari Indonesia,” kata Yudho.

Pernyataan tersebut muncul di tengah diskusi mengenai daya saing industri kripto nasional. Sebelumnya, para pelaku usaha di industri menyoroti struktur perpajakan serta keterbatasan akses pengguna asing sebagai dua tantangan bagi exchange Indonesia untuk bersaing secara global.

Saat ini, transaksi melalui Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) domestik dikenakan PPh Pasal 22 final sebesar 0,21% dari nilai transaksi. Sementara transaksi melalui penyelenggara yang bukan PAKD dalam negeri dikenakan tarif 1%, sesuai PMK Nomor 50 Tahun 2025.

Punya 22,93 Juta Konsumen Belum Cukup

Secara skala, pasar Indonesia memiliki modal besar. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah akun konsumen pada Pedagang Aset Keuangan Digital mencapai 22,93 juta akun per Juli 2026, naik 1,03% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 22,69 juta akun.

Namun, pertumbuhan pengguna belum sepenuhnya diikuti peningkatan aktivitas transaksi. Nilai transaksi kripto, seperti BItcoin (BTC) pada Juli tercatat Rp20,52 triliun, turun 28,2% dari Rp28,58 triliun pada Juni. Transaksi derivatif aset keuangan digital juga turun 18,53% menjadi Rp3,41 triliun dari Rp4,19 triliun.

Menurut Yudho, data tersebut menunjukkan ukuran basis pengguna memang penting, tetapi kualitas dan kedalaman aktivitas pasar menjadi indikator berikutnya yang perlu diperhatikan.

“Kalau hanya melihat jumlah akun, Indonesia jelas merupakan pasar yang sangat menarik. Tetapi untuk menjadi hub, kita juga perlu melihat seberapa aktif pengguna bertransaksi, seberapa dalam likuiditasnya, seberapa beragam produknya, dan apakah ekosistem kita mampu menarik aktivitas dari luar Indonesia,” jelasnya.

Ia menilai Indonesia perlu menghindari kondisi di mana memiliki jutaan investor, tetapi sebagian besar likuiditas dan inovasi produk justru berkembang di yurisdiksi lain.

Regulasi Masuk Babak Baru

Dari sisi infrastruktur, perkembangan industri menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga Juli 2026, Indonesia telah memiliki dua bursa kripto, yakni CFX dan ICEx. OJK juga telah memberikan izin kepada 33 entitas dalam ekosistem perdagangan aset kripto, terdiri dari dua bursa, dua lembaga kliring, dua kustodian, dan 27 Pedagang Aset Keuangan Digital.

Perkembangan berikutnya bahkan mulai bergerak melampaui aktivitas jual-beli kripto konvensional.

Hingga Agustus 2026, tujuh peserta regulatory sandbox OJK telah dinyatakan lulus dengan model bisnis yang mencakup tokenisasi emas, tokenisasi surat berharga, tokenisasi manfaat kepemilikan properti, penerbitan stablecoin Rupiah, kustodian aset keuangan digital non-perdagangan hingga manajer dana kripto.

Yudho menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal bahwa fase selanjutnya industri aset digital Indonesia berpotensi bergeser dari sekadar perdagangan kripto menuju ekosistem keuangan berbasis blockchain yang lebih luas.

“Ini justru peluang besarnya. Kalau lima atau enam tahun lalu pembahasannya masih soal Bitcoin dan exchange, sekarang kita sudah bicara tokenisasi aset, stablecoin, kustodian sampai pengelolaan dana kripto. Indonesia punya kesempatan untuk ikut menentukan bentuk industri aset digital generasi berikutnya, bukan hanya menjadi konsumen produk dari luar,” ujarnya Yudho.

Persaingan Bukan Lagi Hanya Antar-Exchange

Menurut Yudho, persaingan ke depan juga tidak lagi sebatas antar platform kripto lokal. Indonesia akan berhadapan dengan yurisdiksi lain yang sama-sama berupaya menarik perusahaan, pengembang, investor institusi, hingga likuiditas global.

Karena itu, regulasi yang kuat perlu berjalan beriringan dengan kemudahan inovasi dan daya saing biaya.

“Regulasi dan perlindungan konsumen tetap harus menjadi fondasi. Tetapi setelah fondasinya kuat, pertanyaannya adalah apakah perusahaan Indonesia punya ruang yang cukup untuk berinovasi dan menawarkan produk yang bisa bersaing dengan platform global,” ucapnya.

Ia menambahkan, akses terhadap investor internasional juga menjadi elemen penting jika Indonesia ingin bergerak dari pasar domestik besar menjadi pusat aktivitas aset digital regional.

Menurut Yudho, ukuran keberhasilan industri ke depan tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan jumlah investor dalam negeri, tetapi juga dari kemampuan Indonesia menciptakan produk, teknologi, dan likuiditas yang digunakan oleh pasar yang lebih luas.

“Indonesia tidak kekurangan pengguna. Yang perlu kita bangun berikutnya adalah alasan mengapa modal, talenta, perusahaan, dan likuiditas global memilih masuk dan tetap berada di Indonesia. Kalau itu bisa diwujudkan, peluang Indonesia menjadi salah satu pusat aset digital di kawasan sangat terbuka,” pungkasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ENSIA 2026 Perkuat Ekonomi Kerthi Bali melalui Inovasi Lingkungan dan Sosial

Denpasar, (15/9) – PT SUCOFINDO (PERSERO) kembali menyelenggarakan Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 sebagai ajang apresiasi bagi dunia usaha dan masyarakat yang menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial berdampak nyata. Mengusung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”, ENSIA 2026 hadir untuk mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya memperkuat daya saing bisnis, tetapi juga meningkatkan ketangguhan sosial dan lingkungan di tengah berbagai tantangan global.

ENSIA 2026 diselenggarakan di Bali dan dihadiri oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh Jumhur Hidayat, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rahmat Pambudy, serta Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster.

Dalam sambutannya, Wayan Koster menyampaikan apresiasi kepada PT SUCOFINDO (PERSERO) atas konsistensinya menyelenggarakan ENSIA sebagai bentuk penghargaan kepada pelaku usaha yang menghadirkan inovasi di bidang lingkungan dan sosial. Menurutnya, ENSIA tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya inovasi, kepedulian lingkungan, dan tanggung jawab sosial di kalangan dunia usaha.

“Tema ENSIA 2026 sangat relevan dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang terus kami dorong di Bali. Melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, kami berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, inovasi yang mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah, pengurangan emisi, efisiensi energi, konservasi air, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pengembangan ekonomi sirkular perlu terus didorong dan diperluas,” ujarnya.

Wayan Koster menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong pembangunan berbasis Ekonomi Kerthi Bali, yaitu pembangunan ekonomi yang menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan Bali. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang bagaimana kita menjaga alam, tetapi juga bagaimana memastikan masyarakat mendapatkan manfaat dan memiliki kesempatan untuk tumbuh bersama. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan. Kita membutuhkan lebih banyak inovasi yang menjadikan lingkungan bukan sebagai beban biaya, melainkan sebagai investasi jangka panjang yang mampu memperkuat daya saing sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, menegaskan bahwa ENSIA bukan sekadar seremoni penghargaan, tetapi juga ruang kolaborasi dan wadah berbagi praktik terbaik (best practice) bagi pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi keberlanjutan.

“ENSIA memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen dan capaian inovasinya kepada para pemangku kepentingan. Selain memperoleh pengakuan atas inovasi yang dijalankan, peserta juga mendapatkan ruang untuk berbagi praktik terbaik dan memperluas jejaring serta memperkuat reputasi perusahaan dalam aspek keberlanjutan. Bagi perusahaan yang mengikuti PROPER, apresiasi ENSIA dapat menjadi salah satu nilai tambah dalam mendukung aspek penghargaan nasional pada penilaian PROPER Hijau dan Emas,” jelasnya.

Sandry Pasambuna menambahkan bahwa tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community” dipilih sebagai respons terhadap berbagai dinamika global, mulai dari ketidakpastian geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasok hingga ancaman bencana ekologis akibat perubahan iklim. Melalui tema tersebut, PT SUCOFINDO (PERSERO) mendorong pelaku usaha untuk terus mengembangkan inovasi yang mampu mengoptimalkan efisiensi sumber daya, mengurangi dampak lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya.

“Ke depan, kami berharap ENSIA terus berkembang sebagai platform inovasi keberlanjutan yang inklusif dan berdampak. Kami ingin merangkul lebih banyak perusahaan, komunitas, dan local hero yang terlibat serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan dan sosial secara nyata. Yang terpenting, inovasi yang dihadirkan pada ENSIA tidak berhenti pada penghargaan, melainkan dapat direplikasi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan Indonesia,” tambahnya.

Sandry Pasambuna mengungkapkan bahwa antusiasme peserta terhadap ENSIA terus meningkat setiap tahunnya. ENSIA 2026 mencatat partisipasi 253 perusahaan dengan 954 paper dan 48 local hero, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 178 perusahaan dengan 690 paper.

Menurut Wayan Koster, capaian tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku usaha yang menyadari bahwa keberlanjutan dan daya saing bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan. Wayan Koster berharap ENSIA terus berkembang menjadi wadah yang mempertemukan inovasi, praktik baik, dan kolaborasi sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya di Bali.

“Mari kita jadikan pembangunan berkelanjutan bukan sekadar slogan, tetapi menjadi cara berpikir, cara bekerja, dan budaya bersama. Mari kita wariskan kepada generasi mendatang bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga lingkungan yang lestari, masyarakat yang sejahtera, dan kehidupan yang harmonis,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Cara Memilih Jenis Tanda Tangan Elektronik untuk Kontrak Bernilai Besar

Memilih jenis tanda tangan elektronik perlu disesuaikan dengan nilai dan risiko kontrak yang ditandatangani. Untuk kontrak bernilai besar, gunakan tanda tangan yang terikat pada Sertifikat Elektronik dari penyelenggara resmi.

Banyak perusahaan meneken kontrak bernilai besar tanpa tahu tanda tangannya tergolong jenis apa. Memilih jenis tanda tangan elektronik kerap dianggap urusan teknis tim IT semata. Padahal keputusan itu ikut menentukan kuat atau rapuhnya posisi perusahaan saat sengketa muncul.

Persoalannya baru terasa ketika dokumen mulai dipermasalahkan. Pihak lawan cukup mempertanyakan siapa yang sebenarnya membubuhkan tanda tangan di sana. Bila sistem tidak mampu menjawabnya, nilai pembuktian dokumen ikut melemah. Kerugiannya merembet ke waktu, biaya hukum, sampai hubungan bisnis yang sudah dibangun lama.

Jalan keluarnya sebenarnya tidak rumit. Sesuaikan tingkat jaminan tanda tangan dengan besarnya risiko kontrak. Untuk transaksi besar, pakai tanda tangan yang melekat pada Sertifikat Elektronik terbitan penyelenggara resmi.

Empat Tingkatan yang Perlu Dikenali Sebelum Memilih Jenis Tanda Tangan Elektronik

Tidak semua tanda tangan digital berdiri di level yang sama. Pembedanya terletak pada cara sistem mengikat identitas penandatangan ke dokumen. Semakin kuat ikatan itu, semakin sulit dokumen disangkal di kemudian hari.

• Simple: hasil pindai tanda tangan basah yang ditempel ke dokumen, tanpa perlindungan enkripsi apa pun.

• Basic: mampu menunjukkan perubahan dokumen, namun identitas penandatangannya belum terverifikasi.

• Advanced: terkait unik dengan penandatangan, tetapi tidak berada di bawah pengawasan lembaga terpercaya

.• Qualified: memakai kriptografi asimetris dan PKI, identitas sudah terverifikasi, serta diawasi Kementerian Komunikasi dan Digital.

Di mana letak batas amannya

Tiga jenis pertama masih menyisakan celah pembuktian yang lebar. Hanya tanda tangan tersertifikasi yang diakui setara dengan tanda tangan basah. Pengakuan itu bersandar pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik beserta aturan turunannya.

Bedanya terasa saat dokumen dibuka kembali dua atau tiga tahun setelah diteken. Tanda tangan tersertifikasi masih bisa menunjukkan siapa penandatangannya dan kapan proses itu terjadi.

Nilai Kontrak Menentukan Tingkat Jaminan yang Dibutuhkan

Memo internal dan perjanjian kerja sama vendor jelas punya bobot risiko berbeda. Karena itu kebijakan perusahaan sebaiknya berjenjang, bukan diseragamkan. Memilih jenis tanda tangan elektronik idealnya berangkat dari peta risiko tersebut.

Di lapangan, banyak tim legal baru menyusun peta ini setelah menerima temuan audit. Padahal pemetaan awal hanya butuh satu sesi bersama tim keuangan dan operasional. Hasilnya dipakai bertahun-tahun sebagai acuan seluruh unit kerja.

Tahapan menyusun kebijakannya

1. Petakan jenis dokumen beserta nilai dan risikonya masing-masing.

2. Tentukan siapa saja yang berwenang menandatangani tiap kelompok dokumen.

3. Pastikan penyedia layanan berstatus penyelenggara sertifikasi elektronik yang diakui.

4. Uji hasil pembubuhan melalui pembaca PDF atau portal verifikasi resmi.

5. Simpan dokumen bersama jejak auditnya dalam satu sistem yang tertata.

Kesalahan yang Kerap Muncul Saat Memilih Jenis Tanda Tangan Elektronik

Kekeliruan paling umum adalah menyamakan tampilan dengan keabsahan. Gambar tanda tangan yang rapi tidak menjamin apa pun secara hukum. Yang dinilai justru sertifikat di baliknya, bukan goresan tintanya.

Kekeliruan kedua muncul dari kebiasaan lama. Dokumen ditandatangani lebih dulu, urusan legalitas dipikirkan belakangan. Pola ini menyulitkan ketika ratusan dokumen sudah beredar ke banyak pihak.

Menganggap semua penyedia setara

Status penyedia perlu dicek sejak awal, bukan setelah dokumen telanjur dikirim. Perusahaan yang rutin meneken kontrak sebaiknya memakai layanan tandatangan elektronik tersertifikasi. Daftar penyelenggara yang diakui dapat ditelusuri melalui kanal resmi Komdigi.

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 11 Tahun 2022 mengatur tata kelolanya. Aturan itu juga memisahkan penyelenggara instansi dengan penyelenggara non-instansi sesuai peruntukannya.

Menjaga Kontrak Tetap Bisa Dibuktikan Bertahun-tahun Kemudian

Kontrak kerja sama sering berumur lebih panjang daripada masa berlaku sertifikat penandatangannya. Di titik inilah banyak arsip digital kehilangan daya buktinya tanpa disadari.

Fitur long term validation menjawab persoalan tersebut. Dokumen tetap dapat diverifikasi meski masa berlaku sertifikatnya sudah habis. Stempel waktu dan catatan aktivitas melengkapi alat bukti ketika dokumen diperiksa ulang.

Jejak audit juga membantu di luar ruang sidang. Tim internal bisa menelusuri siapa menyetujui apa tanpa membongkar tumpukan surat lama.

Menakar Risiko Sebelum Dokumen Diteken

Intinya, tingkat tanda tangan harus mengikuti bobot dokumennya. Kontrak besar menuntut identitas terverifikasi, integritas terjaga, dan riwayat yang bisa ditelusuri. Keputusan itu sebaiknya diambil sebelum dokumen beredar, bukan setelah masalah muncul. Memilih jenis tanda tangan elektronik yang tepat pada akhirnya adalah keputusan manajemen risiko.

ezSign merupakan layanan dari PT Solusi Identitas Global Net, penyelenggara sertifikasi elektronik yang diakui Kementerian Komunikasi dan Digital. Layanannya mencakup sertifikat elektronik, tanda tangan, e-Meterai, serta pengelolaan dokumen dalam satu platform. Perusahaan yang sedang menyusun kebijakan tandatangan elektronik dapat menjadikannya rujukan diskusi awal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah tanda tangan hasil pindai sah dipakai untuk kontrak bernilai besar?

Tanda tangan hasil pindai tidak membawa jaminan identitas maupun integritas, sehingga rawan dipersoalkan saat sengketa.

2. Bagaimana cara memeriksa keaslian dokumen yang sudah ditandatangani?

Dokumen dapat diperiksa lewat pembaca PDF atau portal verifikasi milik Kementerian Komunikasi dan Digital.

3. Apakah tanda tangan tersertifikasi memerlukan perangkat khusus?

Tidak, pembubuhan dapat dilakukan melalui portal web maupun aplikasi mobile milik penyelenggara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dukung Pertamina Patra Niaga Optimalkan Penyaluran BBM di Makassar, Elnusa Petrofin Tambah Armada dan Personel Lintas Daerah

Mengantisipasi peningkatan dinamika kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Makassar dan sekitarnya, PT Elnusa Petrofin (EPN) telah menerjunkan lebih dari 500 Awak Mobil Tangki (AMT) serta menambah puluhan armada lintas daerah.

MAKASSAR, 13 September 2026 — Mengantisipasi peningkatan dinamika
kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Makassar dan sekitarnya, PT Elnusa
Petrofin (EPN) telah menerjunkan lebih dari 500 Awak Mobil Tangki (AMT) serta
menambah puluhan armada lintas daerah. Langkah ini merupakan bentuk koordinasi
dan dukungan Elnusa Petrofin kepada PT Pertamina Patra Niaga guna mengamankan
pasokan menuju seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Manager Corporate Communication &
Relation PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, menyampaikan bahwa
operasional perusahaan saat ini difokuskan pada penyaluran BBM dari fasilitas
depot agar tiba di masyarakat dengan lebih cepat dan merata.

“Sebagai wujud nyata dukungan kepada
Pertamina Patra Niaga, Elnusa Petrofin telah menyiagakan lebih dari 500 Awak
Mobil Tangki di wilayah Makassar. Formasi ini mencakup 463 personel reguler,
yang kini diperkuat oleh puluhan personel perbantuan tambahan. Sementara dari
sisi armada, total 119 Mobil Tangki dengan berbagai kapasitas muatan telah
dioperasikan di jalur distribusi. Jumlah ini termasuk 10 Mobil Tangki
perbantuan dari wilayah Kendari, Kolaka, dan Donggala, serta 19 unit mobil
tangki spot charter yang secara khusus dioperasikan untuk memangkas waktu
pengiriman (lead time) ke SPBU,” ujar Putiarsa.

Optimalisasi penyaluran ini didukung oleh
penguatan sumber daya dari berbagai daerah. Untuk memastikan ritase distribusi
berjalan maksimal selama 24 jam, Elnusa Petrofin juga menambah sekitar 30 awak perbantuan
dari berbagai wilayah operasional di Indonesia, mulai dari Sumatera,
Kalimantan, hingga kawasan Timur Indonesia seperti Bitung dan Jayapura.

Di tengah ritme distribusi yang makin tinggi,
Elnusa Petrofin memastikan standar keselamatan kerja tetap menjadi prioritas
utama. Menghadapi siklus logistik yang menuntut kewaspadaan, perusahaan
memantau kondisi operasional para awak di lapangan. Putiarsa menjelaskan,
kelancaran distribusi diimbangi dengan pengaturan rotasi kerja yang
terstruktur, yakni skema dua hari bertugas dan satu hari libur penuh.

Pola operasional yang didukung oleh tambahan 25
personel ini bertujuan menjaga stamina para awak sekaligus mencegah risiko
kelelahan (fatigue). Sebagai standar operasional baku, seluruh awak juga
wajib melewati pemeriksaan kesehatan (fit to work) sebelum memulai rit
pengantaran.

Rangkaian operasional logistik ini merupakan
bagian dari aktivitas bisnis utama Elnusa Petrofin dalam manajemen distribusi
energi, termasuk transportasi BBM dari depot ke titik pelanggan hingga
pengelolaan fasilitas SPBU. Melalui sinergi bersama Pertamina Patra Niaga dan
kehadiran armada tambahan di lapangan, distribusi pasokan BBM di wilayah
Makassar dan sekitarnya terus dipastikan mengalir lancar.

Dengan langkah mitigasi logistik yang
berjalan 24 jam nonstop ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan
membeli BBM sesuai kebutuhan harian normal, karena ketersediaan pasokan di SPBU
terus terjaga.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kualitas Pembiayaan Makin Terjaga, NPF BRI Finance Turun Jadi 1,82% hingga Juli 2026

Jakarta, 11 Agustus 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat kualitas portofolio pembiayaan di tengah dinamika industri multifinance dan perkembangan profil risiko nasabah. Hingga Juli 2026, BRI Finance mencatatkan penurunan tingkat non-performing financing (NPF) sebesar 29 basis poin (bps) secara tahunan menjadi 1,82%.

Perbaikan tersebut mencerminkan konsistensi BRI Finance dalam menjaga kualitas pembiayaan melalui penerapan manajemen risiko yang terukur dan disiplin di setiap tahapan pembiayaan. Pendekatan tersebut dilakukan mulai dari proses underwriting, pemantauan kualitas portofolio, hingga pengelolaan collection.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa menjaga kualitas aset menjadi bagian penting dalam memastikan pertumbuhan bisnis pembiayaan dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

“Kami terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan kualitas portofolio. Penguatan manajemen risiko dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan karakteristik dan profil risiko dari masing-masing segmen pembiayaan, sehingga setiap keputusan pembiayaan dapat dilakukan secara prudent dan terukur,” ujar Dhani.

Sisi Perseroan memandang karakteristik setiap segmen pembiayaan memiliki profil risiko yang berbeda. Karena itu, pendekatan pengelolaan risiko tidak dapat dilakukan secara seragam, melainkan perlu disesuaikan dengan karakteristik portofolio dan perkembangan profil nasabah.

Untuk menjaga kualitas pembiayaan, BRI Finance secara berkelanjutan melakukan penguatan pada proses underwriting dan pemantauan portofolio. Perusahaan juga mengoptimalkan strategi collection serta memperkuat penerapan early warning system (EWS) untuk membantu mengidentifikasi potensi risiko sejak tahap awal.

“Kami melihat pengelolaan risiko sebagai proses yang berkelanjutan. Dengan pemantauan portofolio yang lebih granular, penguatan early warning system, serta strategi collection yang tepat, kami dapat merespons potensi risiko secara lebih cepat sekaligus menjaga kualitas aset perusahaan,” tambah Dhani.

Langkah ke depan, BRI Finance akan terus menerapkan prinsip prudent financing dengan mengedepankan kualitas dalam setiap penyaluran pembiayaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun portofolio yang sehat sekaligus menjaga ketahanan bisnis di tengah perubahan kondisi ekonomi dan dinamika industri pembiayaan.

Dengan penguatan manajemen risiko yang dilakukan secara konsisten, BRI Finance optimistis dapat mempertahankan kualitas portofolio sekaligus melanjutkan pertumbuhan pembiayaan secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi nasabah maupun pemangku kepentingan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Momentum GIIAS 2026, BRI Finance Perkuat Penyaluran Pembiayaan Kendaraan

Jakarta, 10 Agustus 2026 – Gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berakhir pada Minggu (9/8) membawa angin segar bagi industri otomotif nasional. Selain menjadi ajang peluncuran berbagai model baru, pameran otomotif terbesar di Indonesia ini juga menunjukkan semakin beragamnya pilihan kendaraan listrik dan hybrid di pasar. Kondisi ini membuka peluang bagi industri pembiayaan, seiring dengan meningkatnya pilihan kendaraan dan minat masyarakat untuk memiliki kendaraan baru.

Corporate Secretary PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “GIIAS selalu menjadi momentum penting bagi industri otomotif karena banyak model baru yang diperkenalkan dan konsumen bisa melihat langsung pilihan kendaraan yang tersedia. Tahun ini, pilihan kendaraan listrik dan hybrid juga semakin beragam. Bagi industri pembiayaan, kondisi ini tentu membuka peluang yang lebih besar untuk mendukung kebutuhan masyarakat.”Tren kendaraan elektrifikasi memang terus menunjukkan pertumbuhan. Pada semester I 2026, penjualan kendaraan elektrifikasi (xEV) mencapai 117.108 unit, dengan kontribusi sekitar 26,8% terhadap total pasar otomotif nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik dan hybrid mulai menjadi bagian yang semakin penting dalam pasar otomotif Indonesia.

Menangkap peluang tersebut, BRI Finance menawarkan pembiayaan kendaraan dengan proses yang cepat, skema yang kompetitif, serta dukungan jaringan dealer dan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Kolaborasi dengan mitra tersebut menjadi bagian penting untuk memudahkan konsumen mendapatkan kendaraan sekaligus pilihan pembiayaan yang sesuai.

Bertambahnya pilihan kendaraan tentunya dapat memberikan efek berganda bagi industri otomotif. Peluncuran model baru mendorong masyarakat untuk datang dan melihat pilihan kendaraan secara langsung, sementara semakin beragamnya produk membuka peluang bagi konsumen dengan kebutuhan dan kemampuan yang berbeda. BRI Finance optimistis peluang pembiayaan kendaraan masih terbuka pada paruh kedua tahun ini.

“BRI Finance menawarkan bunga mulai dari 3,33% flat per tahun dengan pilihan tenor hingga 5 tahun untuk pembiayaan mobil baru. Tentunya ke depan kami akan terus melihat perkembangan kebutuhan konsumen dan menyesuaikan solusi pembiayaan yang kami tawarkan. Dengan pilihan produk yang semakin beragam dan pasar kendaraan yang berkembang, kami optimistis pembiayaan kendaraan masih memiliki ruang untuk tumbuh,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hadir di Consumer Expo Summarecon Bekasi, BRI Finance Tawarkan Kemudahan Pembiayaan Mobil Baru

Bekasi, 7 Agustus 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperluas akses masyarakat terhadap solusi pembiayaan melalui keikutsertaan dalam BRI Consumer Expo Goes to Summarecon Bekasi pada 7–8 Agustus 2026 di Marketing Gallery Summarecon Bekasi. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pilihan kendaraan sekaligus solusi pembiayaan bagi nasabah BRI dan masyarakat umum.

Sejumlah merek otomotif ternama, seperti Mercedes-Benz, BMW, Hyundai, Land Rover, dan BYD, turut hadir dalam pameran tersebut. Selain memperoleh informasi mengenai berbagai pilihan kendaraan, pengunjung juga dapat melakukan test drive untuk mendapatkan pengalaman berkendara secara langsung sebelum menentukan pilihan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Melalui BRI Consumer Expo Goes to Summarecon Bekasi, kami menghadirkan akses yang lebih dekat bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai pilihan kendaraan sekaligus solusi pembiayaannya. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman yang lebih komprehensif bagi konsumen dalam mempertimbangkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialnya.”

Kehadiran BRI Finance dalam pameran ini juga menjadi bagian dari upaya Perseroan menangkap peluang pertumbuhan kebutuhan pembiayaan di masyarakat. Hingga Juni 2026, pembiayaan multiguna BRI Finance tumbuh 44,74% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan tersebut mencerminkan tetap terbukanya kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang fleksibel untuk berbagai keperluan.

Di sisi lain, industri otomotif nasional juga menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan kendaraan roda empat secara wholesale sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai 359.015 unit, meningkat 12,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perkembangan tersebut turut membuka ruang bagi industri pembiayaan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dalam kepemilikan kendaraan.

Dalam pameran ini, BRI Finance menawarkan program pembiayaan KKB mobil baru dengan suku bunga mulai 1,8% untuk tenor 1 tahun. Selain itu, konsumen yang melakukan pemesanan kendaraan selama periode pameran berkesempatan memperoleh BRIZZI senilai Rp1 juta, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Momentum pertumbuhan pasar otomotif dan kebutuhan pembiayaan menjadi peluang bagi BRI Finance untuk terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan pilihan kendaraan yang beragam, tetapi juga akses terhadap solusi pembiayaan yang kompetitif,” tambah Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Wujudkan Motor Baru untuk Mobilitas Harian, BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 0,7%

Jakarta, 7 Agustus 2026 – Mobilitas masyarakat Indonesia terus menunjukkan tren yang semakin tinggi seiring pulihnya aktivitas ekonomi dan meningkatnya kebutuhan perjalanan sehari-hari. Bagi banyak orang, sepeda motor bukan lagi sekadar alat transportasi, melainkan aset produktif yang membantu menunjang pekerjaan, usaha, hingga aktivitas keluarga. Oleh karena itu, kemudahan memiliki kendaraan menjadi faktor penting agar masyarakat dapat tetap produktif tanpa terbebani pengeluaran yang besar di awal.

Tren tersebut turut tercermin pada kinerja industri otomotif nasional. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor domestik sepanjang semester I 2026 menembus lebih dari 3,1 juta unit. Capaian ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap kendaraan roda dua masih terjaga dan menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri pembiayaan kendaraan bermotor di Indonesia.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan program pembiayaan motor baru premium dengan bunga mulai 0,7% per bulan dan tenor hingga lima tahun. Program ini tersedia khusus bagi nasabah BRI dan karyawan BRI Group sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi pembiayaan yang lebih mudah, kompetitif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui program ini, calon nasabah dapat menikmati proses pengajuan yang praktis dengan pilihan tenor yang fleksibel, sehingga kepemilikan kendaraan baru dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa kehadiran program tersebut merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam menghadirkan layanan pembiayaan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi di dalam ekosistem BRI Group.

“Mobilitas yang semakin tinggi membuat kebutuhan akan kendaraan pribadi juga terus meningkat. Melalui program pembiayaan motor baru ini, BRI Finance ingin memberikan kemudahan bagi nasabah untuk memiliki kendaraan dengan skema pembiayaan yang ringan, bunga yang kompetitif, serta proses yang mudah. Harapannya, masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman sekaligus tetap memiliki fleksibilitas dalam mengelola kondisi keuangannya,” ujar Dhani.

BRI Finance meyakini bahwa akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau akan mendorong semakin banyak masyarakat memiliki kendaraan yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari. Dengan memanfaatkan kekuatan ekosistem BRI Group, Perseroan akan terus memperluas jangkauan layanan pembiayaan yang aman, terpercaya, dan inklusif, sehingga semakin banyak masyarakat dapat menikmati solusi pembiayaan yang memberikan nilai tambah bagi produktivitas maupun kualitas hidup mereka.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES