BisnisSMM Tawarkan Sewa Panel SMM Mulai Rp100 Ribu per Bulan

BisnisSMM menghadirkan layanan sewa panel SMM full otomatis mulai Rp100.000 per bulan, memungkinkan siapa saja memulai bisnis jasa media sosial tanpa perlu membangun sistem panel sendiri dari nol. Layanan ini ditujukan bagi pemula yang ingin merintis bisnis digital dengan modal kecil dan tanpa keahlian teknis, dilengkapi biaya sewa tetap tanpa potongan komisi, monitoring drop rate otomatis secara real-time, serta keamanan server berbasis Cloudflare. Panel dapat diaktifkan dalam 24 jam setelah pembayaran, dan informasi lengkapnya dapat diakses melalui situs resmi BisnisSMM.

Sekitar 30 juta UMKM di Indonesia sudah terdigitalisasi menurut laporan Google-Temasek-Bain e-Conomy SEA 2025, dan sebagian di antaranya mulai melirik jasa media sosial sebagai lini bisnis baru. Masalahnya, banyak calon pelaku usaha terkendala di tahap awal karena membangun sistem panel sendiri membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit. BisnisSMM menjawab kebutuhan ini lewat model sewa panel SMM full otomatis mulai Rp100.000 per bulan, ditujukan khusus untuk pemula yang ingin mulai bisnis ini tanpa modal besar maupun keahlian teknis.

Sewa Panel, Bukan Beli Script dari Nol

Selama ini, calon pemilik bisnis SMM panel biasanya dihadapkan pada pilihan membeli script panel secara mandiri, yang membutuhkan biaya instalasi, server, dan pengaturan teknis yang tidak sederhana bagi pemula. BisnisSMM menawarkan pendekatan berbeda lewat model sewa, di mana seluruh infrastruktur panel sudah siap pakai sejak awal.

Setelah mendaftar, pelanggan cukup mengatur nama brand, logo, warna, markup harga jual, dan payment gateway dari dashboard. Sisanya, mulai dari sinkronisasi layanan dan harga, penerusan order ke supplier, hingga proses pembayaran pelanggan, berjalan otomatis melalui integrasi dengan Tripay, Paydisini, Midtrans, dan Duitku.

Biaya Tetap Tanpa Potongan Komisi

BisnisSMM menerapkan model biaya sewa flat tanpa revenue share untuk layanan dari ProviderSMM.id, sehingga besaran biaya tidak ikut naik meski volume order atau pendapatan mitra bertambah. Hitungannya, dengan biaya sewa Rp100.000 per bulan atau setara Rp3.333 per hari, modal tersebut sudah tertutup hanya dari 7 order per hari dengan margin kecil sekalipun, sementara order kedelapan dan seterusnya menjadi keuntungan penuh bagi mitra. Perhitungan ini merupakan ilustrasi berdasarkan asumsi margin dan volume order tertentu, bukan proyeksi penghasilan yang dijamin untuk setiap mitra.

Monitoring Drop Rate Otomatis Secara Real-Time

Salah satu fitur yang dihadirkan BisnisSMM adalah sistem monitoring drop rate otomatis yang berjalan 24 jam, mendeteksi layanan yang bermasalah sebelum pelanggan sempat mengajukan komplain. BisnisSMM mengklaim ini sebagai fitur monitoring drop rate real-time pertama yang tersedia di platform sewa panel SMM. Nuga, Supervisor BisnisSMM, menjelaskan bahwa fitur ini lahir dari pola keluhan yang paling sering ditemukan tim dari mitra baru.

“Pola yang paling sering kami temukan, mitra baru biasanya baru sadar satu layanan bermasalah setelah pelanggan mereka sendiri yang komplain duluan lewat chat. Begitu itu terjadi, kepercayaan yang susah dibangun di awal langsung goyah. Makanya sistem ini kami desain supaya yang lebih dulu tahu ada masalah itu tim di baliknya, bukan pelanggan,” kata Nuga.

Keamanan Server dan Panel White-Label

Dari sisi keamanan, server panel berjalan di balik Cloudflare dengan SSL otomatis, perlindungan dari serangan DDoS, dan backup data berkala. BisnisSMM juga menyediakan panel white-label, artinya pelanggan akhir tidak akan mengetahui bahwa layanan yang mereka gunakan berjalan di atas sistem sewa, karena seluruh brand, domain, dan tampilan panel sepenuhnya menggunakan identitas mitra. Untuk mitra yang benar-benar baru memulai, BisnisSMM juga menyediakan pendampingan langsung sejak tahap pengaturan awal panel.

BisnisSMM telah berdiri sejak 2015 sebagai badan usaha resmi dan saat ini didukung lebih dari 25 mitra aktif. Panel dapat diaktifkan dalam waktu 24 jam setelah konfirmasi pembayaran.

Informasi lebih lanjut mengenai sewa panel SMM dapat diakses melalui situs resmi BisnisSMM.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Peringati HUT RI ke-81, PT PSL Dorong Transportasi Bersih melalui Uji Emisi Kendaraan di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta, 15 September 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), menggelar kegiatan uji emisi bagi 100 kendaraan pengguna jasa di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Merdeka dari Emisi”. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong kesadaran akan pentingnya pemeliharaan kendaraan sekaligus mendukung terwujudnya transportasi yang lebih bersih di kawasan pelabuhan.

Direktur Operasi & Teknik PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Bobby Hardian, mengatakan bahwa kualitas lingkungan di kawasan pelabuhan sangat dipengaruhi oleh kondisi kendaraan yang beroperasi setiap hari.

“Sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia, Tanjung Priok dilalui ribuan truk setiap hari untuk mendukung aktivitas logistik dan distribusi barang. Tingginya mobilitas tersebut membuat kondisi kendaraan perlu mendapatkan perhatian bersama, untuk membantu menjaga kualitas udara dan lingkungan di kawasan pelabuhan,” ujar Bobby.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap 100 kendaraan peserta, 98 persen kendaraan menunjukkan hasil emisi yang baik dan memenuhi standar baku mutu yang dipersyaratkan. Sementara itu, 2 persen lainnya direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut guna meningkatkan performa kendaraan sekaligus mengurangi emisi yang dihasilkan.

“Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk merawat kendaraan sudah baik. Namun masih ada sebagian kendaraan yang memerlukan perhatian lebih. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong para pengguna jasa untuk melakukan perawatan kendaraan secara berkala sehingga berdampak positif bagi operasional maupun lingkungan,” tambah Bobby.

Pelaksanaan program “Merdeka dari Emisi” juga merupakan bentuk dukungan Pelindo Group terhadap berbagai upaya pemerintah dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara perusahaan, pengguna jasa, dan pemangku kepentingan lainnya, pengendalian emisi di sektor transportasi diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Wakil Menteri Perhubungan RI Komjen Pol. (Purn.) Drs. Suntana, M.Si., menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dalam ekosistem transportasi dan kepelabuhanan.

“Pelabuhan merupakan simpul transportasi dengan pergerakan kendaraan sangat tinggi. Pengendalian emisi kendaraan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara dan mendorong sistem transportasi yang lebih berkelanjutan. Upaya seperti ini perlu dijalankan bersama oleh operator pelabuhan, perusahaan angkutan, dan pelaku usaha logistik”, ujar Suntana.

Program pengujian emisi ini sejalan dengan komitmen Pelindo Group dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengurangan dampak lingkungan di sektor transportasi dan logistik serta mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, khususnya melalui upaya mendorong kesadaran dan praktik yang lebih ramah lingkungan.

Wakil Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Drajat Sulistyo, menegaskan bahwa uji emisi kendaraan merupakan salah satu langkah strategis Pelindo untuk menghadirkan pelabuhan yang lebih hijau dan ramah lingkungan. 

“Setiap hari ribuan kendaraan keluar masuk kawasan pelabuhan. Karena itu, upaya menuju Green Port perlu melibatkan seluruh ekosistem yang bekerja dan beraktivitas di pelabuhan. Merdeka dari Emisi menjadi salah satu cara kami mengajak para pelaku logistik untuk ikut mengambil bagian,” jelas Drajat.

Melalui program “Merdeka dari Emisi”, PT Pelindo Sinergi Lokaseva berharap dapat menumbuhkan budaya pemeliharaan kendaraan yang lebih baik, meningkatkan kesadaran terhadap kualitas udara, serta memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan ekosistem kepelabuhanan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. 

—–

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

XAUUSD Gagal Tembus 4.355, Harga Emas Berisiko Lanjut Melemah

Harga emas dunia atau XAUUSD masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari Selasa (15/9). Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan harga emas pada time frame Daily menunjukkan kecenderungan bearish yang masih cukup kuat. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai tekanan jual berpotensi berlanjut apabila harga belum mampu menembus sekaligus bertahan di atas level resistance penting 4.355.

Menurut analisis Dupoin Futures, level 4.355 menjadi area yang perlu diperhatikan pelaku pasar karena dapat menjadi penentu arah pergerakan XAUUSD selanjutnya. Selama harga emas masih bergerak di bawah resistance tersebut, peluang terjadinya pelemahan masih terbuka. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan bearish masih mendominasi struktur pergerakan harga emas pada time frame Daily.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menjelaskan, apabila XAUUSD kembali mendapatkan tekanan jual dan tidak mampu melakukan breakout terhadap resistance 4.355, harga emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support berikutnya. Dalam analisis Dupoin Futures, level 4.223 menjadi target support yang perlu diperhatikan karena berada di sekitar area Order Block dan Unfilled Order.

Dengan demikian, prediksi harga emas hari ini menurut Dupoin Futures masih cenderung bearish. Selama tidak terdapat penguatan signifikan yang mampu membawa XAUUSD melewati resistance 4.355, peluang harga untuk menguji area 4.223 tetap terbuka. Pergerakan di sekitar kedua level tersebut menjadi penting untuk melihat apakah tekanan jual akan semakin kuat atau justru mulai kehilangan momentum.

Dupoin Futures juga menilai reaksi harga ketika mendekati area 4.223 perlu menjadi perhatian. Jika support tersebut mampu menahan tekanan jual, XAUUSD berpotensi mengalami rebound atau konsolidasi. Sebaliknya, apabila harga emas berhasil menembus support tersebut, tekanan bearish dapat semakin terkonfirmasi dan membuka peluang pelemahan ke area yang lebih rendah.

Selain faktor teknikal, pergerakan emas juga masih dipengaruhi oleh perkembangan fundamental global. Analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa penguatan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve menjadi salah satu faktor yang membebani harga emas. Ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi atau mengambil langkah yang lebih ketat dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar AS dan memberikan tekanan terhadap emas.

Kondisi tersebut semakin diperhatikan karena harga emas tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika tingkat suku bunga dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat meningkat, opportunity cost dalam memegang emas menjadi lebih tinggi. Oleh sebab itu, menurut Dupoin Futures, pergerakan dolar AS dan Treasury yield akan menjadi dua indikator penting yang dapat memengaruhi arah XAUUSD dalam jangka pendek.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi faktor yang berpotensi memberikan dukungan terhadap emas. Situasi geopolitik yang meningkat biasanya mendorong investor untuk mencari aset safe haven, termasuk emas. Namun, menurut analisis Dupoin Futures, dukungan dari faktor safe haven tersebut masih harus berhadapan dengan tekanan dari ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat.

Kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah juga menjadi perhatian pasar. Harga minyak yang meningkat dapat menambah risiko inflasi global. Kondisi tersebut berpotensi membuat bank sentral, khususnya The Fed, lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneternya. Bagi harga emas, situasi tersebut dapat menjadi tekanan apabila pasar kembali meningkatkan ekspektasi terhadap suku bunga yang lebih tinggi dalam waktu lebih lama.

Karena itu, Dupoin Futures melihat arah pergerakan XAUUSD akan sangat bergantung pada keseimbangan antara sentimen safe haven dan tekanan dari dolar AS serta imbal hasil obligasi. Jika USD dan Treasury yield tetap tinggi, ruang penguatan emas dapat menjadi lebih terbatas. Sebaliknya, peningkatan ketidakpastian geopolitik yang signifikan dapat memberikan dorongan terhadap permintaan emas sebagai aset perlindungan.

Secara keseluruhan, prediksi harga emas hari ini dari Dupoin Futures masih mengarah pada potensi pelemahan. Level 4.355 menjadi resistance utama yang perlu ditembus untuk mengurangi dominasi tekanan bearish. Selama XAUUSD belum mampu breakout dan bertahan di atas area tersebut, Dupoin Futures memperkirakan harga emas masih berpeluang melanjutkan penurunan menuju support 4.223.

Pelaku pasar juga disarankan mencermati perkembangan keputusan dan komunikasi The Fed, pergerakan dolar AS, serta Treasury yield sebagai katalis utama. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika inflasi, Dupoin Futures menilai kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut akan menjadi penentu penting bagi arah harga emas berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ekspor Harusnya Tidak Serumit Ini, Dua Anak Muda Indonesia Coba Sederhanakan Prosesnya

Jakarta, September 2026 — Bagi banyak pelaku usaha Indonesia, keinginan untuk mulai ekspor sering kali berhenti bukan karena tidak memiliki produk, tetapi karena tidak tahu harus mulai dari mana.

Bagaimana menentukan negara tujuan? Dokumen apa yang dibutuhkan? Bagaimana mengetahui HS Code? Di mana mencari buyer? Bagaimana menghitung harga ekspor? Hingga bagaimana memastikan barang benar-benar dapat dikirim ke luar negeri?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut terdengar sederhana, tetapi jawabannya sering tersebar di banyak tempat.

Kondisi inilah yang mendorong dua anak muda, Steven Magnus dan Demas Pratama, membangun FUTRA Export, sebuah ekosistem yang mencoba membuat perjalanan ekspor lebih terstruktur dan mudah dipahami oleh masyarakat Indonesia.

Alih-alih hanya mengajarkan cara mencari buyer, keduanya melihat ekspor sebagai rangkaian proses yang saling terhubung.

Mulai dari memahami produk dan pasar, memeriksa kesiapan serta regulasi, menghitung harga jual, menemukan dan berkomunikasi dengan calon buyer, melakukan negosiasi, hingga akhirnya menjalankan shipment.

“Kami melihat banyak orang sebenarnya punya produk yang potensial, tapi bingung karena informasi ekspor ada di mana-mana. Satu informasi ada di website pemerintah, yang lain dari forwarder, buyer, komunitas, atau pengalaman eksportir. Masalahnya bukan tidak ada informasi, tapi bagaimana menghubungkan semuanya menjadi langkah yang bisa dijalankan,” ujar Steven Magnus.

Namun setelah bertahun-tahun berada di lapangan, Steven melihat ada persoalan lain yang menurutnya mulai menjadi semakin penting.

Menurutnya, tantangan eksportir Indonesia ke depan bukan lagi sekadar memahami cara melakukan ekspor atau cara mencari buyer.

Masalah berikutnya adalah bagaimana ketika pembeli dari luar negeri datang mencari supplier Indonesia, pelaku usaha Indonesia tersebut bisa ditemukan, dikenal, dan dipercaya.

“Kita terlalu sering bertanya bagaimana cara mencari buyer. Tapi kita jarang bertanya, ketika buyer mencari supplier Indonesia, apakah mereka bisa menemukan kita? Dan kalau mereka menemukan kita, apakah mereka cukup percaya untuk menghubungi dan bertransaksi dengan kita?” ujar Steven.

Hal tersebut membuat FUTRA mulai mendorong UMKM dan calon eksportir untuk tidak hanya mempersiapkan produk, tetapi juga mulai berani naik ke permukaan.

Salah satu caranya adalah melalui digital presence dan personal branding.

Menurut Steven, banyak pelaku usaha Indonesia sebenarnya memiliki produk, pengalaman, kapasitas produksi, bahkan kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional. Namun informasi mengenai siapa mereka, apa yang mereka kerjakan, dan mengapa buyer harus mempercayai mereka sering kali sulit ditemukan secara online.

“Personal branding yang kami maksud bukan berarti semua pengusaha harus menjadi influencer. Yang kami dorong sederhana: jangan sampai bisnis yang sebenarnya bagus justru tidak terlihat. Buyer hari ini bisa mengecek siapa kita, melihat website, LinkedIn, media sosial, aktivitas perusahaan, sampai jejak digital sebelum mereka memutuskan untuk percaya,” jelas Steven.

Karena itu, menurutnya edukasi ekspor tidak cukup berhenti pada dokumen dan transaksi.

Eksportir Indonesia juga perlu belajar bagaimana membangun kredibilitas dan menunjukkan kompetensinya kepada pasar internasional.

Steven sendiri telah menjalankan bisnis ekspor sejak usia muda dan aktif membagikan pengalaman mengenai perdagangan internasional kepada mahasiswa, UMKM, dan calon eksportir.

Dalam perjalanannya, ia kemudian bersama Demas Pratama mengembangkan FUTRA bukan sekadar sebagai tempat belajar, melainkan sebagai sebuah ekosistem yang mencoba menghubungkan edukasi dengan praktik di lapangan.

Menurut Demas, salah satu kesalahan yang sering terjadi pada eksportir pemula adalah terlalu cepat berfokus pada buyer.

“Semua orang ingin tahu cara mendapatkan buyer. Padahal ketika buyer datang, pertanyaan berikutnya justru lebih berat: produknya siap atau tidak, harganya sudah benar atau belum, dokumennya bagaimana, kapasitas produksinya cukup atau tidak, dan barangnya bisa masuk ke negara tujuan atau tidak. Itu yang ingin kami bantu rapikan,” jelas Demas.

Dari pemikiran tersebut, FUTRA mulai mengembangkan futraexport.com sebagai platform yang menggabungkan informasi, tools, pembelajaran, hingga sistem pendampingan perjalanan ekspor.

Ekosistem tersebut diarahkan untuk membantu pengguna memahami perjalanan ekspor mulai dari validasi produk, kesiapan regulasi dan compliance, pengembangan pasar, komunikasi dengan buyer, hingga shipment.

Namun bagi Steven dan Demas, teknologi bukan tujuan akhirnya.

Mereka ingin mengubah persepsi bahwa ekspor hanya dapat dilakukan perusahaan besar atau orang dengan koneksi internasional.

“Kami ingin suatu hari orang yang baru punya ide untuk ekspor tidak harus membuka puluhan sumber dan bertanya ke mana-mana hanya untuk mengetahui langkah pertamanya. Harapannya, dia bisa memahami posisi bisnisnya, apa yang kurang, lalu tahu harus bergerak ke mana,” kata Steven.

Perjalanan tersebut juga mulai membawa FUTRA berinteraksi dengan berbagai institusi dan pemangku kepentingan dalam ekosistem perdagangan Indonesia.

FUTRA juga berkesempatan melakukan audiensi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, membahas pengembangan ekspor, pendampingan UMKM, business matching, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha agar lebih siap memasuki pasar global. 

Bagi keduanya, pertemuan-pertemuan tersebut bukan menjadi tujuan akhir.

Tantangan yang lebih besar justru terletak pada bagaimana membuat pengetahuan ekspor yang kompleks menjadi sesuatu yang dapat dipahami, digunakan, dan akhirnya membantu lebih banyak pelaku usaha Indonesia berani tampil ke pasar internasional.

Karena pada akhirnya, Indonesia sebenarnya tidak kekurangan produk untuk dijual ke dunia.

Indonesia juga tidak kekurangan orang yang ingin belajar ekspor.

Yang masih perlu diperbanyak adalah pelaku usaha yang siap, terlihat, dikenal, dan dipercaya oleh pasar internasional.

Dan mungkin, Steven Magnus dan Demas Pratama memang layak menjadi “terduga” yang membuat ekspor sedikit lebih mudah bagi generasi berikutnya.

Informasi mengenai ekosistem dan tools FUTRA dapat diakses melalui futraexport.com.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

100 Chat WhatsApp per Hari Bisa Tambah Biaya hingga Rp5 Juta per Bulan?

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Seratus percakapan pelanggan per hari terdengar seperti angka yang masih mudah dikelola. Namun, ketika setiap chat membutuhkan beberapa balasan dari bisnis, volumenya dapat berubah menjadi puluhan ribu pesan keluar dalam satu bulan. Mulai 1 Oktober 2026, pola tersebut perlu dihitung lebih serius.

Simulasi berikut bukan tagihan pasti untuk setiap perusahaan. Angkanya digunakan untuk menunjukkan bagaimana jumlah percakapan, panjang alur, dan kuota gratis memengaruhi biaya.

Dari 100 Percakapan Menjadi 14.000 Pesan Berbayar

Asumsinya sederhana: 100 percakapan per hari, 30 hari, dan rata-rata lima balasan bisnis untuk setiap percakapan. Perhitungannya adalah 100 × 30 × 5, sehingga menghasilkan 15.000 pesan keluar per bulan.

Setelah kuota 1.000 pesan service gratis dikurangi, tersisa sekitar 14.000 pesan yang perlu diperhitungkan. Dengan biaya publik di kisaran Rp350-an per pesan, estimasinya sekitar Rp4,9 juta. Karena kategori dan ketentuan dapat berbeda, angka yang aman adalah tambahan biaya dapat mendekati Rp5 juta per bulan.

Setiap bisnis dapat mengganti tiga asumsi tadi dengan data aktual: jumlah chat per hari, rata-rata balasan per chat, dan jumlah hari operasional. Rumus yang sama membuat proyeksi lebih relevan untuk tim kecil maupun operasi layanan berjumlah besar.

Mengapa Lima Balasan Mudah Membengkak

Lima balasan bukan angka yang sulit terlampaui. Agent sering memulai dengan salam, meminta identitas, menanyakan nomor transaksi, meminta penjelasan masalah, lalu mengirim solusi. Jika pelanggan berpindah agent atau mengulang informasi, satu kasus membutuhkan jauh lebih banyak pesan.

Pola lain muncul ketika jawaban dasar belum tersedia di FAQ, data awal dikumpulkan satu per satu, atau kasus kompleks tetap dipaksakan melalui chat. Pesan pendek belum tentu efisien apabila jumlahnya banyak dan tidak segera membawa pelanggan ke penyelesaian.

Karena pesan masuk pelanggan tidak berbayar, pusat pengendalian berada pada respons bisnis. Mengurangi rata-rata dari lima menjadi empat balasan pada skenario yang sama berarti 3.000 pesan keluar lebih sedikit sebelum kuota diperhitungkan.

Sensitivitasnya cukup besar. Dengan 100 percakapan per hari, rata-rata tiga balasan menghasilkan 9.000 pesan keluar per bulan, sedangkan delapan balasan menghasilkan 24.000. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa desain percakapan sering lebih menentukan daripada pertumbuhan jumlah pelanggan semata.

Turunkan Volume Tanpa Mengurangi Akses

Langkah pertama adalah memisahkan kebutuhan yang dapat selesai tanpa chat, kebutuhan yang perlu data terstruktur, dan kasus yang memang membutuhkan percakapan manusia. Dari sana, bisnis dapat memilih FAQ, Form, Live Chat, atau panggilan berdasarkan jenis masalah.

Untuk percakapan yang tetap ditangani melalui WhatsApp, WhatsApp Business API Barantum dapat digunakan untuk mengelola pesan pelanggan. Dari alur tersebut, tim dapat meninjau tahapan yang membutuhkan terlalu banyak balasan sebelum satu kasus selesai.

FAQ dan Form dapat mengurangi pertanyaan bertahap, sedangkan Live Chat atau panggilan dipakai hanya ketika jenis kasusnya memang lebih cocok dipindahkan. Pilihan ini harus mengikuti data, bukan sekadar keinginan menekan jumlah pesan.

Pisahkan laporan berdasarkan tujuan percakapan, seperti informasi, komplain, penjualan, atau dukungan teknis. Masing-masing memiliki rata-rata balasan dan nilai akhir berbeda, sehingga target pengurangan yang sama tidak selalu cocok untuk seluruh kategori.

Ketika layanan melibatkan beberapa kanal, Omnichannel Barantum membantu tim mengelola percakapan dalam satu inbox. Histori yang tersedia menjadi acuan saat melanjutkan penanganan, sehingga pelanggan tidak perlu mengulang informasi yang sudah tercatat.

Pantau juga waktu agent, penyelesaian, dan kualitas jawaban. Pengurangan pesan yang tetap menghasilkan solusi menunjukkan alur yang sehat; pesan yang turun karena pelanggan berhenti merespons bukan efisiensi.

Perbarui simulasi menggunakan volume aktual setiap bulan dan sesuaikan kategori pesan dengan dokumentasi resmi Meta. Dengan data itu, bisnis dapat menilai bagian mana dari alur yang paling mahal dan paling layak diperbaiki lebih dulu.

Selain efisiensi layanan, evaluasi juga hasil percakapan penjualan. Melalui CRM Barantum, tim dapat menelusuri perkembangan lead, pipeline, dan deal hingga closing. Dengan begitu, berkurangnya pesan dapat dinilai bersama hasil bisnis, bukan dijadikan satu-satunya tolok ukur keberhasilan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PT ASA Serahkan Beasiswa Pendidikan bagi 14 Mahasiswa di Bolaang Mongondow Timur

PT
Arafura Surya Alam (ASA) menyerahkan beasiswa pendidikan kepada 14 mahasiswa
yang berasal dari Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penyerahan beasiswa
berlangsung di Kantor Bupati Bolaang Mongondow Timur, Selasa (8/9), mencakup
penerima dari jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3).

Program
beasiswa ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan
Masyarakat (PPM) PT ASA pada pilar pendidikan yang ditujukan untuk mendukung
peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur,
khususnya bagi masyarakat di wilayah lingkar tambang.

External
Relations Manager PT ASA Reginald Pontoh mengatakan bahwa pendidikan merupakan
investasi jangka panjang yang menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah.

“Program
beasiswa ini adalah komitmen kami dalam menjalankan Program PPM pada pilar
pendidikan. Kami percaya bahwa pendidikan adalah fondasi penting untuk
membangun daerah. Kami berharap adik-adik mahasiswa yang mendapat beasiswa
dapat menjadi agen perubahan yang membawa Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
menjadi semakin maju,” ujarnya.

Senada
dengan hal tersebut, Bupati Bolaang Mongondow Timur Oskar Manoppo dalam
sambutannya mengapresiasi kontribusi PT ASA yang secara konsisten mendukung
pengembangan sumber daya manusia melalui program pendidikan.

Menurutnya,
kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan
faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Ia menilai
program beasiswa memiliki nilai strategis karena menjadi investasi jangka
panjang dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing.

“Pemberian
beasiswa bagi jenjang Sarjana, S2, maupun Doktor merupakan investasi jangka
panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan
mampu menjadi motor penggerak pembangunan masyarakat,” kata Bupati.

Ketua
DPRD Bolaang Mongondow Timur Samsudin Dama juga menyampaikan apresiasi atas
sinergi antara pemerintah daerah dan PT ASA dalam menghadirkan program yang
memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya di tengah kebutuhan
dukungan pendidikan bagi generasi muda daerah.

Salah
satu penerima beasiswa jenjang S1, Siti Sarah Modeong dari Desa Bulawan Satu,
Kecamatan Kotabunan, menyampaikan rasa syukur atas bantuan pendidikan yang
diterimanya.

Menurut
Siti, program beasiswa tersebut turut membantu meringankan beban ekonomi
keluarga sekaligus membuka kesempatan yang lebih besar bagi generasi muda untuk
mengakses pendidikan tinggi.

Apresiasi
serupa disampaikan oleh penerima beasiswa jenjang S2, Hanif Paputungan dari
Kotabunan. Menurutnya, beasiswa ini sangat berarti karena membantu meringankan
beban biaya pendidikan sekaligus menjadi motivasi untuk belajar lebih giat,
menyelesaikan perkuliahan dengan baik, dan meraih cita-cita. Hanif berharap
program beasiswa PT ASA dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak
mahasiswa yang membutuhkan di wilayah lingkar tambang.

Sebelumnya,
PT ASA juga telah memberikan beasiswa kepada 4 mahasiswa kedokteran asal
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Melalui
program ini, PT ASA menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam
peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia sebagai
bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sanct, Sosial Media yang Pertemanannya Dimulai dari Bertemu Langsung, Rilis Film Pendek tentang Perantau yang Belum Bisa Pulang

Sanct, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan founder asal Indonesia, merilis episode ketiga dari seri film pendeknya di YouTube. Film ini bercerita tentang Keisha, perantau yang bekerja di Singapura, yang harus mengabari keluarganya di Jakarta bahwa ia belum bisa pulang, dan tentang cara keluarga itu tetap menghabiskan malam bersama. Film ini membuka pekan peluncuran Sanct: pada 15–16 September Sanct membuka booth di Tech in Asia Conference 2026 di Singapura, dan pada 15 September meluncur di Product Hunt.

Jakarta, 14 September 2026 — Di banyak keluarga Indonesia, ada satu kursi di meja makan yang lebih sering kosong: kursi milik anggota keluarga yang merantau. Film pendek terbaru Sanct, yang kini tayang di YouTube, bercerita tentang keluarga seperti itu.

Keisha bekerja di Singapura. Di film sebelumnya, ia berjanji kepada adiknya, Clarissa, akan segera pulang. Film ketiga dibuka pada malam hari. Sebelum tidur, Clarissa menulis kepada kakaknya: “Nggak sabar nunggu kamu pulang.” Keesokan paginya, lewat grup keluarga di Sanct, Keisha harus menyampaikan kabar yang berat: “Maaf, aku belum bisa pulang. Aku dapat proyek baru dari bos.” Clarissa membacanya di bus menuju kantor dan menangis.

Clarissa membalas, “Kapan pulang? Kami kangen.” Keisha belum bisa memberi tanggal. Tetapi ia tidak berhenti di kata maaf. Ia menawarkan janji yang lebih kecil, janji yang bisa ia tepati hari itu juga: “Belum pasti, tapi kita tetap bisa ketemu, kan? Malam ini, di Sanctum?”

Clarissa langsung setuju dan meminta Mama dan Papa ikut juga. Pukul enam sore, Mama dan Papa di rumah, Clarissa di kantornya di Jakarta, dan Keisha di Singapura membuka Sanctum di ponsel masing-masing. Keisha memang belum pulang, tetapi malam itu keluarganya tetap berkumpul.

Ketiga film Sanct mengikuti keluarga yang sama. Film pertama lahir dari kisah nyata seorang pengguna beta yang dibagikan dengan izinnya: Clarissa tidak bercerita kepada siapa pun tentang harinya yang berat, tetapi teman-temannya menyadarinya dan membalas. Di film kedua, pertanyaan soal makan malam berubah menjadi janji Keisha untuk segera pulang. Film ketiga bercerita tentang apa yang dilakukan sebuah keluarga ketika janji itu harus menunggu.

Berteman dimulai dari bertemu langsung

Yang membuat Sanct berbeda adalah cara pertemanannya dimulai. Teman pertama di Sanct ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR. Setelah pengguna punya lima teman, fitur pencarian dan saran pertemanan terbuka, tetapi hanya menjangkau teman dari teman. Pengguna juga memilih siapa yang bisa melihat setiap momen yang dibagikan: semua orang di lingkarannya, teman tertentu yang ia pilih, atau hanya dirinya sendiri.

Fitur yang tampil di film sudah ada di aplikasi: grup obrolan keluarga dengan reaksi, check-in tidur yang memberi tahu teman bahwa seseorang sedang tidur, serta Sanctum, pantai kecil di dalam aplikasi yang buka setiap hari pukul 18.00, tempat pengguna bisa menghabiskan waktu bersama siapa pun yang datang.

Bagaimana data pengguna diperlakukan

Sanct tidak memiliki iklan maupun linimasa publik, dan tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga. Momen, check-in, dan obrolan hanya bisa dilihat oleh orang yang dipilih penggunanya. Sancty, teman kecil di dalam aplikasi, memproses data hanya di dalam akun pengguna itu sendiri untuk merespons, dan data tersebut tidak digunakan untuk melatih model AI publik. Kebijakan privasi Sanct dapat dibaca di https://sanctsocial.app/privacy

“Banyak keluarga di Indonesia punya anggota keluarga yang merantau, ke kota lain atau ke luar negeri,” ujar Sion Abednego, pendiri Sanct. “Kami tidak bisa memperpendek jarak itu. Sanct hanya jembatannya, supaya yang jauh di mata tetap dekat di hati. Saat belum bisa pulang, keluarga tetap bisa menghabiskan malam bersama.”

Traction dan rencana

Sanct membuka closed beta pada 23 Agustus di Car Free Day kawasan Senayan; 147 orang mendaftar di hari pertama. Sepekan kemudian, Sanct memiliki lebih dari 150 pengguna aktif dan lebih dari 1.600 orang di daftar tunggu. Kini masa beta berakhir. Sanct meluncur di Product Hunt pada Selasa (15/9) pukul 14.01 WIB, membuka booth di Tech in Asia Conference 2026 di Sands Expo and Convention Centre, Singapura, pada 15–16 September, dan akan hadir pertama kali di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Sanct berjalan dengan model freemium: fitur inti tetap gratis, sementara fitur premium yang bersifat opsional menyusul kemudian, tanpa iklan di kedua versi.

Detail booth Sanct di Tech in Asia Conference 2026, termasuk swag yang bisa dibawa pulang pengunjung, akan diumumkan dalam rilis terpisah. Sion Abednego bisa diwawancarai di booth Sanct selama konferensi berlangsung.

Pendaftaran Sanct terbuka di https://sanct.social

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

68% Pencarian Kini Berakhir Tanpa Klik, Merek yang Tak Disebut AI Otomatis Tersingkir

Cara orang menemukan sebuah merek sedang berubah secara mendasar. Menurut analisis SparkToro terhadap data Similarweb, sekitar 68% pencarian Google di Amerika Serikat pada 2026 berakhir tanpa satu klik pun ke situs mana pun, naik dari sekitar 58,5% pada 2024. Artinya, kurang dari satu dari tiga pencarian masih membawa pengguna keluar dari halaman hasil pencarian menuju situs web yang terbuka.

Riset Bain & Company terhadap konsumen turut mencatat bahwa 80% responden kini mengandalkan hasil yang dihasilkan AI untuk setidaknya 40% dari aktivitas pencarian mereka, dan 60% pencarian berakhir tanpa klik karena jawabannya sudah dianggap cukup di halaman hasil. Pola ini bukan sekadar perubahan minor pada perilaku digital, melainkan pergeseran struktural: jawaban yang dulunya berupa daftar tautan untuk dipilih sendiri, kini semakin sering langsung disajikan sebagai satu jawaban ringkas, lengkap dengan merek yang direkomendasikan di dalamnya, atau tanpa merek sama sekali.

Bagi konsumen, perubahan ini terasa seperti kemudahan. Bagi merek, ini menciptakan risiko baru: jika sebuah merek tidak disebut dalam jawaban yang dihasilkan AI, pengguna yang tidak pernah melihat daftar hasil pencarian juga tidak akan pernah menemukan merek tersebut, meski merek itu sebenarnya relevan dan berkualitas.

“Dulu, orang mencari lalu memilih sendiri dari daftar hasil. Sekarang, jawabannya sudah muncul lebih dulu, dan kalau merek tidak disebut di jawaban itu, merek tersebut otomatis tidak pernah masuk pertimbangan pelanggan,” ujar Alexandro Wibowo, Partner of Avonetiq.

Menjawab pergeseran ini, Avonetiq, Digital Authority Firm yang mengoperasionalkan pendekatannya lewat AVO by Avonetiq, mengembangkan metodologi untuk mengukur bagaimana sebuah merek benar-benar tampil dalam jawaban yang dihasilkan AI, bukan hanya pada posisi peringkat hasil pencarian tradisional.

Nama AVO sendiri sengaja dipakai ganda: sebagai singkatan dari disiplin Authority & Visibility Optimization yang menjadi kategori baru dalam pengukuran merek, sekaligus sebagai nama alat yang dikembangkan Avonetiq untuk menjalankan pengukuran tersebut.

“Kami melihat kebutuhan untuk memisahkan dua pertanyaan yang sering dianggap sama: apakah merek ini disebut oleh AI, dan kenapa AI mempercayainya untuk direkomendasikan. Dua pertanyaan itu butuh cara ukur yang berbeda,” tambah Alexandro.

Perubahan ini relevan bagi dua kelompok berbeda: pemilik merek yang ingin memastikan pelanggan mereka masih bisa menemukan mereka, dan agensi yang mengelola reputasi banyak klien sekaligus, di mana risiko kehilangan visibilitas terjadi bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali lipat dari jumlah klien yang mereka tangani.

Pergeseran ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring makin banyaknya pengguna yang beralih ke platform tanya jawab berbasis AI untuk aktivitas yang sebelumnya dilakukan melalui pencarian tradisional. Bagi pemilik merek maupun agensi, kemampuan mengukur keterlihatan di jawaban AI kemungkinan besar akan menjadi bagian standar dalam mengukur performa digital, alih-alih sekadar fitur tambahan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Spicelab.ai Resmi Hadir: Platform Marketing AI yang Bisa Diatur Sendiri oleh Pemilik Bisnis

Satu platform untuk auto-reply chatbot, konten visual tanpa prompt, dan edit video dengan AI Editor.

JAKARTA, September 2026. PT Spicelab Technology Intelligence resmi meluncurkan Spicelab.ai, satu aplikasi untuk mengurus banyak kebutuhan marketing sekaligus. Di dalamnya ada chatbot pembalas chat, alat pembuat konten, dan laporan hasil, semua dalam satu tempat. Dengan begitu, bisnis tidak perlu lagi berlangganan banyak aplikasi terpisah yang mahal. Spicelab dibuat khusus untuk usaha kecil dan menengah di Indonesia.

Yang membuatnya beda: pemilik bisnis bisa menyalakan dan mengatur semua fitur sendiri, hanya dalam hitungan jam. Tidak perlu tim IT. Tidak perlu bayar konsultan.

Auto-Reply yang Bisa Diatur Sendiri

Chatbot Spicelab membalas pesan pelanggan di WhatsApp dan Instagram selama 24 jam. Ia bisa menjawab pertanyaan sampai mengirim penawaran, semuanya otomatis. Biasanya sistem seperti ini butuh berminggu-minggu untuk disiapkan. Di Spicelab, pemilik bisnis mengaturnya sendiri lewat menu Latih AI. Caranya sederhana: masukkan info produk, gaya bahasa brand, dan aturan kapan chat harus dioper ke staf. Setelah itu chatbot langsung jalan. Kalau ada pertanyaan yang rumit, percakapan bisa diambil alih tim manusia kapan saja.

Bikin Konten Tanpa Perlu Menulis Prompt, plus AI Editor

Spicelab juga membantu membuat konten, tanpa perlu menulis perintah rumit ke AI. Untuk foto, ada fitur Foto Produk. Pemilik bisnis cukup mengisi form singkat, lalu foto produk siap posting langsung jadi. Tidak perlu sewa studio atau fotografer. Untuk video, ada AI Editor. Cukup jelaskan idenya, atau unggah bahan mentah. AI akan merangkainya menjadi video pendek yang rapi, lengkap dengan potongan adegan, teks, dan perpindahan yang halus. Hasilnya langsung siap diunggah. Pekerjaan yang biasanya butuh editor ahli dan berjam-jam kini selesai dalam hitungan menit. Semua konten dibuat dengan gaya brand yang sama. Setelah jadi, konten bisa langsung diposting ke Instagram dari satu layar. Media sosial lain akan menyusul secara bertahap.

Terbukti di Lapangan

Mada, pemilik bakery: “Order yang masuk dari WA sekarang kerekam rapi, nggak ada yang lupa di-follow up. Di tanggal-tanggal ramai pun pelanggan tetap ngerasa diurus. Itu yang bikin mereka balik lagi.”

Haekal, pemilik restoran dengan sistem reservasi: “Yang paling kerasa buat kami kecepatannya. Pelanggan nanya jam buka atau ketersediaan meja, langsung dibales saat itu juga, nggak perlu nunggu staf senggang dulu. Tim jadi bisa fokus ngurus tamu yang lagi makan di tempat.”

Terjangkau dan Indonesia-First

Spicelab dibuat dengan memahami cara pelanggan Indonesia berbelanja dan berkomunikasi. Salah satunya, Spicelab terhubung langsung dengan WhatsApp Business. Harganya diklaim 5 sampai 10 kali lebih murah dibanding layanan sejenis dari luar negeri. AI-nya dibuat untuk mengerti bahasa dan kebiasaan orang Indonesia. Keamanan dan privasi data pengguna tetap dijaga.

Coba Gratis 7 Hari

Spicelab.ai bisa dicoba gratis selama 7 hari tanpa kartu kredit. Cukup registrasi di spicelab.ai untuk mulai mencoba fitur inti Spicelab. Platform ini cocok untuk berbagai sektor, mulai dari F&B, retail, e-commerce, properti, pendidikan, hingga jasa profesional.

Informasi lengkap tentang fitur, harga, dan uji coba gratis tersedia di situs resmi Spicelab di https://spicelab.ai.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tindak Tegas Pelanggaran Etika di Maros, Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM Tetap Aman

PT Elnusa Petrofin mengambil langkah cepat dan tegas menyikapi beredarnya pemberitaan serta video di media sosial terkait tindakan indisipliner Awak Mobil Tangki (AMT) di wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Perusahaan menegaskan bahwa oknum berinisial RE tersebut bukan merupakan karyawan langsung, melainkan tenaga kerja alih daya (outsourcing) dari mitra penyedia jasa, PT Alam Insan Fortuna. Oknum terkait kini telah dikembalikan kepada pihak penyedia jasa dan dijatuhi sanksi tegas berupa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) guna menjamin profesionalisme dan keandalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada masyarakat.

MAKASSAR, 14 September 2026 — PT Elnusa Petrofin mengambil langkah cepat
dan tegas menyikapi beredarnya pemberitaan serta video di media sosial terkait
tindakan indisipliner Awak Mobil Tangki (AMT) di wilayah Maros, Sulawesi
Selatan. Perusahaan menegaskan bahwa oknum berinisial RE tersebut bukan
merupakan karyawan langsung, melainkan tenaga kerja alih daya (outsourcing)
dari mitra penyedia jasa, PT Alam Insan Fortuna. Oknum terkait kini telah
dikembalikan kepada pihak penyedia jasa dan dijatuhi sanksi tegas berupa
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) guna menjamin profesionalisme dan keandalan
distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada masyarakat.

Manager Corporate Communication &
Relation PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, mewakili manajemen
menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan mitra kerja atas
ketidaknyamanan yang timbul akibat peristiwa tersebut.

“Kami memastikan bahwa insiden ini telah
ditangani dengan cepat. Fokus utama kami adalah pelayanan publik, dan kami
menjamin seluruh proses distribusi pasokan energi di wilayah terkait tetap
dalam kondisi aman, terkendali, dan berjalan lancar,” ujarnya melalui
keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

Lebih lanjut mengenai status ketenagakerjaan
oknum AMT tersebut, proses sanksi telah dijalankan secara prosedural oleh PT
Alam Insan Fortuna selaku instansi yang menaungi yang bersangkutan. Sanksi PHK
tersebut resmi diberlakukan pada 14 September 2026. Dalam hal ini, Elnusa
Petrofin juga memastikan mitra kerjanya telah menuntaskan seluruh kewajiban dan
hak ketenagakerjaan oknum bersangkutan sejalan dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Kasus ini menjadi catatan penting bagi
perusahaan dalam menjaga standar operasional di lapangan. Putiarsa menegaskan
komitmen perusahaan terhadap integritas dan profesionalisme kerja.

“Elnusa Petrofin tidak menoleransi
segala bentuk pelanggaran operasional maupun etika dari seluruh personel.
Sebagai langkah antisipatif, kami terus melakukan evaluasi dan memperketat
pengawasan terhadap seluruh mitra penyedia jasa tenaga kerja. Hal ini mutlak
dilakukan guna memastikan profesionalisme layanan dan kelancaran distribusi
energi nasional senantiasa terjaga,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES