Tips Membagi Waktu untuk yang Punya Pekerjaan Sampingan Berjualan

Punya pekerjaan sampingan berjualan bisa menjadi cara untuk menambah pemasukan sekaligus mengembangkan usaha. Namun, menjalankan bisnis di luar pekerjaan utama membutuhkan pengaturan waktu yang baik.

Ketika pesanan mulai bertambah, aktivitas seperti membalas chat pelanggan, menyiapkan barang, mengatur stok, hingga mencatat transaksi bisa ikut menyita waktu. Kalau tidak diatur, pekerjaan sampingan justru bisa mengganggu pekerjaan utama dan waktu istirahat.

Supaya keduanya tetap berjalan, berikut beberapa tips membagi waktu yang bisa kamu coba.

1. Tentukan Waktu Khusus untuk Mengurus Usaha

Mulai dengan menentukan waktu khusus untuk mengurus pekerjaan sampingan. Misalnya, kamu bisa menggunakan waktu setelah pulang kerja untuk membalas pesan pelanggan dan memproses pesanan.

Sementara itu, pekerjaan yang membutuhkan waktu lebih panjang seperti membuat konten, mengecek stok, atau menyiapkan barang bisa dilakukan pada akhir pekan.

Dengan pembagian seperti ini, kamu tidak perlu terus-menerus memikirkan pekerjaan sampingan sepanjang hari.

2. Buat Daftar Pekerjaan Berdasarkan Prioritas

Ketika mengurus bisnis sendirian, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Namun, semuanya tidak harus diselesaikan dalam waktu yang sama.

Buat daftar pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingannya. Misalnya:

– Memproses pesanan yang masuk

– Membalas pertanyaan pelanggan

– Menyiapkan dan mengemas barang

– Mengecek stok

– Mencatat transaksi

– Membuat konten promosi

Pekerjaan yang berkaitan langsung dengan pesanan pelanggan bisa menjadi prioritas. Sementara pekerjaan lainnya dapat dijadwalkan sesuai waktu yang tersedia.

3. Manfaatkan Waktu Luang dengan Efisien

Tidak semua aktivitas bisnis membutuhkan waktu berjam-jam. Beberapa pekerjaan bisa dilakukan di sela-sela waktu yang tersedia.

Misalnya, kamu bisa membalas pesan pelanggan pada waktu yang sudah ditentukan atau membuat beberapa konten sekaligus untuk digunakan selama beberapa hari.

Mengelompokkan pekerjaan yang serupa juga bisa membantu menghemat waktu. Dengan begitu, kamu tidak perlu berulang kali berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.

4. Tetapkan Batas antara Pekerjaan dan Bisnis

Memiliki pekerjaan sampingan bukan berarti seluruh waktu di luar kantor harus digunakan untuk berjualan.

Tetapkan batas yang jelas antara pekerjaan utama, bisnis, dan waktu pribadi. Ketika jam kerja selesai, kamu bisa beralih ke bisnis sesuai jadwal yang sudah dibuat. Setelah pekerjaan sampingan selesai, beri waktu untuk beristirahat.

Pembagian ini penting agar kamu tetap bisa menjalankan bisnis tanpa mengorbankan kebutuhan istirahat.

5. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha

Selain membagi waktu, pisahkan juga keuangan pribadi dengan keuangan usaha.

Ketika pemasukan dari penjualan bercampur dengan uang pribadi, kamu akan lebih sulit mengetahui berapa omzet, pengeluaran, dan dana yang sebenarnya tersedia untuk bisnis.

Menggunakan rekening usaha khusus dapat membantu transaksi bisnis menjadi lebih mudah dipantau. Pemasukan dari pelanggan dan pengeluaran untuk kebutuhan usaha bisa dicatat secara terpisah dari transaksi pribadi.

6. Evaluasi Rutinitas Secara Berkala

Rutinitas bisnis bisa berubah ketika jumlah pelanggan dan pesanan bertambah. Jadwal yang awalnya terasa cukup mungkin menjadi kurang efektif ketika usaha mulai berkembang.

Karena itu, luangkan waktu untuk mengevaluasi aktivitas usaha. Perhatikan pekerjaan apa yang paling banyak menyita waktu dan cari cara untuk membuat prosesnya lebih efisien.

Kamu juga tidak harus mengerjakan semuanya sendiri. Ketika bisnis sudah semakin berkembang, beberapa pekerjaan bisa mulai didelegasikan atau menggunakan bantuan layanan tertentu sesuai kebutuhan.

Kelola Keuangan Usaha dengan Neo Bisnis

Setelah waktu untuk pekerjaan utama dan bisnis mulai tertata, jangan lupa memperhatikan pengelolaan keuangan usaha. Salah satunya dengan memiliki rekening yang digunakan khusus untuk transaksi bisnis.

Buat kamu yang ingin buka rekening atas nama usaha, Neo Bisnis di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan perbankan usaha secara digital.

Melalui layanan neobank merchant di Neo Bisnis, pelaku usaha dapat menerima pembayaran menggunakan satu kode QR sesuai standar QRIS. Neo Bisnis menyediakan layanan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan transaksi pelaku usaha, di antaranya:

– Pencatatan kas masuk dan kas keluar secara otomatis

– Bunga tabungan kompetitif*

– Gratis transfer antarbank hingga 90 kali per bulan

– Pembuatan QRIS merchant yang praktis dan mudah

– Pencairan dana hasil transaksi QRIS hingga 3 kali sehari, termasuk saat akhir pekan dan hari libur nasional untuk transaksi yang diproses sebelum pukul 14.00 WIB

Fitur-fitur tersebut dapat membantu pelaku usaha mengelola transaksi harian dengan lebih praktis sekaligus memantau arus kas bisnis.

Sebelum membuka rekening, pastikan kamu memahami fitur produk, manfaat, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

***

Jika ingin mulai menggunakan Neo Bisnis, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Bisnis di website resmi Bank Neo Commerce.  

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Tabungan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,75% per tahun

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

September Ceria, Saatnya Bikin Rencana Makin Nyata Bersama Fasilitas Dana Tunai BRI Finance

Jakarta, 14 September 2026 – September kerap menjadi momentum untuk kembali melihat rencana yang telah berjalan sepanjang tahun. Setelah melewati paruh pertama tahun, masyarakat mulai menata kembali berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas keluarga, pengembangan usaha, hingga rencana yang sempat ditunda dan ingin diwujudkan sebelum akhir tahun.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, kendaraan tetap menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat. Hal ini tercermin dari kinerja pasar otomotif nasional yang menunjukkan pertumbuhan pada Juli 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil secara wholesales pada Juli 2026 mencapai 81.115 unit, tumbuh 33,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan secara retail mencapai 77.412 unit atau tumbuh 12,1% secara tahunan. Secara kumulatif, penjualan Januari–Juli 2026 tercatat sebanyak 517.742 unit secara wholesales dan 511.514 unit secara retail.

Di tengah tingginya kebutuhan terhadap kendaraan sebagai sarana mobilitas, kendaraan juga dapat memiliki fungsi lain bagi pemiliknya, yaitu sebagai aset yang dapat dimanfaatkan ketika terdapat kebutuhan dana. Kondisi ini membuka ruang bagi masyarakat untuk mengelola nilai aset yang dimiliki tanpa harus menghentikan fungsi kendaraan dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

Memahami kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan BRI Flash, fasilitas pembiayaan dengan jaminan BPKB kendaraan yang memberikan akses terhadap dana tunai, sementara kendaraan tetap dapat digunakan oleh pemiliknya.

Melalui BRI Flash, nasabah dapat memperoleh pencairan dana hingga 90% dari harga kendaraan, dengan bunga mulai dari 0,73% per bulan dan pilihan tenor hingga 4 tahun, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “September bisa menjadi momen untuk melihat kembali rencana yang sudah dibuat sejak awal tahun dan menentukan mana yang ingin segera diwujudkan. Kebutuhan setiap orang tentu berbeda, baik untuk mendukung usaha, keluarga, maupun kebutuhan produktif lainnya. Dalam kondisi tersebut, memiliki pilihan dalam mengelola aset dan kebutuhan keuangan dapat memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi masyarakat.”

Menurut Aditia, keberadaan fasilitas pembiayaan dengan jaminan BPKB memberikan alternatif bagi pemilik kendaraan yang membutuhkan tambahan dana namun tetap memerlukan kendaraan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

“Melalui BRI Flash, kami ingin memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memanfaatkan nilai kendaraan yang dimiliki ketika membutuhkan dana, tanpa harus kehilangan akses terhadap kendaraan tersebut. Dengan begitu, kendaraan tetap dapat digunakan untuk mobilitas, sementara kebutuhan dana dapat dikelola melalui skema pembiayaan yang tersedia,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Potensi Kendaraan Listrik Menguat, BRI Finance Perbesar Pembiayaan Ramah Lingkungan

Jakarta, 10 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pembiayaan berkelanjutan melalui penyaluran pembiayaan kendaraan ramah lingkungan, khususnya kendaraan listrik. Segmen ini dinilai memiliki prospek seiring berkembangnya ekosistem kendaraan rendah emisi di Indonesia.

Hingga saat ini, penyaluran pembiayaan kendaraan ramah lingkungan BRI Finance meningkat sekitar 14,8 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin terbukanya kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan untuk kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Pertumbuhan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap produk pembiayaan yang mendukung mobilitas berkelanjutan terus berkembang. BRI Finance melihat peluang ini tidak hanya dari sisi pertumbuhan bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung transisi menuju transportasi yang lebih rendah emisi.”

Dalam mengembangkan pembiayaan berkelanjutan, BRI Finance tetap mengacu pada kriteria dan ketentuan yang berlaku. Perusahaan memastikan objek pembiayaan memenuhi karakteristik kegiatan yang mendukung aspek lingkungan, termasuk melalui identifikasi jenis dan spesifikasi kendaraan sebelum pembiayaan disalurkan. Kendaraan listrik dan hybrid menjadi bagian dari objek pembiayaan yang mendukung pengembangan portofolio tersebut.

Proses verifikasi juga dilengkapi dengan dokumentasi, monitoring, dan pengawasan secara berkala untuk memastikan klasifikasi pembiayaan tetap sesuai dengan ketentuan. Langkah ini menjadi bagian dari penerapan tata kelola dan manajemen risiko BRI Finance dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan berkelanjutan.

Pengembangan pembiayaan tersebut sejalan dengan arah keuangan berkelanjutan di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan yang diklasifikasikan dalam Kategori Usaha Keuangan Berkelanjutan (KUKB) pada industri multifinance mencapai Rp93,70 triliun per Juli 2026, atau 17,25% dari total penyaluran pembiayaan. OJK juga memasukkan pembiayaan kendaraan listrik sebagai salah satu contoh penerapan keuangan berkelanjutan dalam Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).

“Pengembangan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan merupakan bagian dari upaya BRI Finance untuk memperkuat portofolio pembiayaan berkelanjutan. Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan, sekaligus memastikan penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen berjalan secara konsisten,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pasar Mobil Baru Menguat pada Q3 2026, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Kompetitif

Jakarta, 9 September 2026 – Pasar otomotif nasional menunjukkan momentum positif memasuki paruh kedua 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan mobil secara ritel pada Agustus 2026 mencapai 83.422 unit, meningkat 7,7% dibandingkan Juli 2026 dan tumbuh 25,5% secara tahunan. Capaian tersebut sekaligus menjadi penjualan ritel bulanan tertinggi sepanjang tahun berjalan.

Penguatan juga terlihat pada distribusi kendaraan dari pabrikan ke jaringan dealer. Penjualan wholesales pada Agustus mencapai 81.756 unit, naik 0,8% dibandingkan bulan sebelumnya dan tumbuh 32,4% dibandingkan Agustus 2025. Secara kumulatif, penjualan ritel sepanjang Januari–Agustus 2026 telah mencapai 594.984 unit, atau meningkat 13,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap kendaraan baru tetap memiliki ruang pertumbuhan di tengah pasar yang semakin beragam. Konsumen kini dihadapkan pada semakin banyak pilihan model dan teknologi kendaraan, mulai dari kendaraan konvensional hingga kendaraan elektrifikasi, sehingga keputusan pembelian semakin erat kaitannya dengan kebutuhan mobilitas sekaligus perencanaan keuangan.

Di tengah kondisi tersebut, aspek pembiayaan menjadi salah satu pertimbangan penting ketika konsumen hendak memiliki mobil baru. Pemilihan tenor, besaran cicilan, serta kemampuan memenuhi kewajiban secara berkelanjutan perlu menjadi bagian dari pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa meningkatnya pilihan kendaraan di pasar memberikan lebih banyak alternatif bagi masyarakat untuk menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan masing-masing.

“Perkembangan pasar otomotif menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap mobil baru masih memiliki momentum yang positif. Namun, keputusan membeli kendaraan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Konsumen perlu melihat pembelian mobil secara menyeluruh, termasuk memiliki pilihan untuk mendapatkan skema pembiayaan yang sesuai dengan perencanaan keuangan,” ujar Dhani.

Sebagai bagian dari upaya memberikan pilihan pembiayaan yang relevan bagi masyarakat, BRI Finance menyediakan fasilitas pembiayaan mobil baru dengan bunga mulai dari 3,33% flat per tahun dan pilihan tenor hingga lima tahun.

Menurut Dhani, fleksibilitas tenor dapat membantu konsumen menyesuaikan rencana pembayaran dengan kondisi keuangan masing-masing. Meski demikian, konsumen tetap perlu memperhitungkan keseluruhan biaya kepemilikan kendaraan, termasuk uang muka, cicilan, biaya operasional, perawatan, hingga kebutuhan lainnya.

“Bagi kami, pembiayaan bukan sekadar bagaimana konsumen dapat memiliki kendaraan. Yang lebih penting adalah bagaimana pembiayaan tersebut dapat menjadi solusi yang terukur dan sesuai dengan kemampuan konsumen. Kami ingin memberikan pilihan pembiayaan yang kompetitif sekaligus mendorong konsumen mengambil keputusan secara bijak,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Peduli Risiko Stroke & Alzheimer, BRI Finance Gandeng RS PON Berikan Edukasi & Test Kesehatan bagi Para Owner Dealer Rekanan

JAKARTA – PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance menggelar kegiatan kesehatan bertajuk “Rahasia Terhindar dari Stroke dan Alzheimer: Kenali, Cegah, dan Tangani dengan Tepat”. Kegiatan yang diikuti Owner, Direksi, dan Pimpinan Group Dealer Rekanan BRI Finance tersebut digelar pada Selasa (8/9/2026), dengan rangkaian kegiatan berupa health talk dan tes risiko Alzheimer. Dalam kegiatan tersebut, BRI Finance juga menghadirkan tim dari RSPON Mahar Mardjono sebagai narasumber untuk memberikan edukasi mengenai stroke dan Alzheimer, mulai dari faktor risiko, gejala yang perlu dikenali, hingga langkah pencegahan dan penanganan. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan tes risiko Alzheimer sebagai bagian dari upaya mengenali risiko kesehatan sejak dini. Direktur Bisnis BRI Finance, Primartono Ginawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BRI Finance terhadap kesehatan para mitra bisnis yang selama ini mendukung perkembangan perusahaan. “Kesehatan merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan, termasuk oleh para mitra bisnis kami. Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai stroke dan Alzheimer, termasuk pentingnya mengenali faktor risiko dan melakukan pencegahan sejak dini,” ujar Primartono, Selasa (8/9/2026). Menurutnya, edukasi kesehatan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit degeneratif, termasuk stroke dan Alzheimer. Pengetahuan mengenai faktor risiko dan gejala awal diharapkan dapat mendorong peserta untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan diri dan keluarga. Melalui kegiatan ini, BRI Finance juga terus mendorong hubungan yang positif dengan para mitra dealer melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat di luar hubungan bisnis. Edukasi kesehatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan bagi para mitra dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LRT Jabodebek Tetap Beroperasi Normal Pascagempa 5,9 SR

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan prasarana dan operasional LRT Jabodebek tetap aman dan berjalan normal setelah gempa bumi 5,9 SR yang terjadi di wilayah Kepulauan Seribu pada Sabtu (12/9). Setelah menerima informasi gempa, petugas OCC segera melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap jalur, persinyalan, stasiun, serta prasarana pendukung dengan dukungan Seismic Detection Alarm System (SDAS). Pemeriksaan yang dimulai sekitar pukul 04.30 WIB tidak menemukan kerusakan atau kondisi yang berdampak pada keselamatan dan kelancaran perjalanan. LRT Jabodebek menegaskan bahwa setiap informasi gempa akan ditindaklanjuti melalui pemantauan dan pemeriksaan prasarana, dengan keselamatan pengguna dan perjalanan sebagai prioritas.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan prasarana dan operasional LRT Jabodebek dalam kondisi aman dan berjalan normal setelah gempa bumi 5,9 SR yang terjadi pada Sabtu (12/9) pukul 04.23 WIB di wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan setelah menerima informasi gempa, petugas di Operating Control Center (OCC) segera melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan petugas di lapangan. Pemantauan juga didukung oleh Seismic Detection Alarm System (SDAS) yang memberikan informasi terkait dampak getaran gempa terhadap prasarana.

“Setelah menerima informasi gempa, petugas segera melakukan pemeriksaan terhadap prasarana LRT Jabodebek. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi jalur, persinyalan, stasiun, serta prasarana pendukung lainnya tetap dalam kondisi aman,” ujar Radhitya.

Pemeriksaan mulai dilakukan sekitar pukul 04.30 WIB, dan tidak ditemukan kerusakan maupun kondisi yang berdampak terhadap keselamatan dan kelancaran operasional LRT Jabodebek.

“Petugas memastikan bahwa perjalanan LRT Jabodebek tetap dapat beroperasi normal,” ucapnya.

SDAS merupakan salah satu sistem pendukung keselamatan yang digunakan dalam operasional LRT Jabodebek. Sistem tersebut membantu memberikan informasi dampak prasarana terhadap getaran gempa, sehingga dapat menjadi acuan petugas dalam melakukan pemeriksaan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

“LRT Jabodebek memastikan setiap informasi terkait gempa ditindaklanjuti melalui pemantauan dan pemeriksaan prasarana. Keselamatan perjalanan dan pengguna menjadi prioritas dalam setiap kondisi,” tutup Radhitya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hisense Ajak Pengunjung IFA 2026 Rasakan Pengalaman AI Companion untuk Kehidupan Sehari-hari

Hisense sebagai merek terkemuka global elektronik dan peralatan rumah tangga, mengajak para pengunjung IFA 2026 untuk merasakan secara langsung bagaimana teknologi AI dapat membuat rutinitas sehari-hari di rumah menjadi lebih sederhana dan intuitif. Dengan mengusung tema “Innovating a Brighter Life”, Hisense AI Companion Suite yang didukung oleh ConnectLife menghadirkan kecerdasan terintegrasi ke dalam ruang dapur, area mencuci, dan ruang keluarga

Berlin, 5
September 2026 –
Hisense sebagai
merek terkemuka global elektronik dan peralatan rumah tangga, mengajak
para pengunjung IFA 2026 untuk merasakan secara langsung bagaimana teknologi AI
dapat membuat rutinitas sehari-hari di rumah menjadi lebih sederhana dan
intuitif. Dengan mengusung tema “Innovating a Brighter Life”, Hisense AI
Companion Suite yang didukung oleh ConnectLife menghadirkan kecerdasan
terintegrasi ke dalam ruang dapur, area mencuci, dan ruang keluarga.

Di dapur, sebuah
pertanyaan sederhana—“Hari ini sebaiknya memasak apa?”—dapat mengawali seluruh
pengalaman. AI Companion Refrigerator mampu mengenali bahan makanan yang
tersimpan dan merekomendasikan ide menu berdasarkan preferensi pribadi
pengguna. Setelah resep dipilih, perangkat ini dapat tersinkronisasi dengan AI
Companion Oven untuk mendukung proses memasak otomatis. Sementara itu, AI
Companion Wine Cabinet dapat merekomendasikan minuman pendamping yang sesuai
sekaligus menjaga kondisi penyimpanan yang optimal. Setelah selesai bersantap,
AI Companion Dishwasher akan mengenali kondisi peralatan makan dan menyesuaikan
proses pencuciannya. Hal ini menunjukkan bagaimana AI dapat mendukung seluruh
rangkaian aktivitas, mulai dari merencanakan menu makan malam hingga
membersihkan peralatan makan.

Di area mencuci,
para pengunjung dapat menyaksikan bagaimana AI Companion Laundry Suite mengubah
rutinitas mencuci pakaian menjadi pengalaman yang lebih sederhana dan otomatis.
Dengan mengenali karakteristik pakaian, sistem ini dapat memilih siklus pencucian
dan pengeringan yang sesuai serta menyesuaikan prosesnya secara otomatis
sehingga pengguna cukup memasukkan pakaian dan membiarkan sistem menyelesaikan
seluruh proses.

Pengalaman
berlanjut ke ruang keluarga. AI Companion Air Conditioner mampu mendeteksi
kondisi ruangan dan keberadaan pengguna, kemudian menyesuaikan aliran udara
mengikuti pergerakan orang di dalam ruangan. Sementara itu, AI Companion Energy
System mempertimbangkan kondisi cuaca dan tarif listrik berdasarkan waktu
penggunaan untuk membantu mengoptimalkan konsumsi energi rumah tangga.

Dengan dukungan
ConnectLife, Hisense juga berkolaborasi dengan Alexa+ untuk menjadi salah satu
merek peralatan rumah tangga pertama yang mengintegrasikan perangkat rumah
pintar dengan asisten AI Alexa+ milik Amazon melalui Smart Home AI Toolkit
terbaru dari Amazon. Fitur ini akan tersedia dalam beberapa bulan mendatang.
Pengguna Alexa+ nantinya dapat mengendalikan sejumlah model pendingin ruangan
Hisense hanya dengan menyampaikan kebutuhan mereka. Alexa+ kemudian akan
menerjemahkan permintaan tersebut, menyesuaikan pengaturan yang diperlukan, dan
menjalankan perintah secara otomatis.

Pendekatan
Hisense terhadap inovasi juga memperoleh pengakuan di IFA melalui sejumlah
penghargaan yang diterima oleh berbagai produknya. Multi Function II Series,
solusi HVAC hemat energi terintegrasi, meraih penghargaan sebagai pemenang,
sedangkan X-zone Master dinobatkan sebagai Honoree. U8 Air Master Air
Conditioner, W60 3D Kitchen-fit Series, dan 60cm Integrated Wine Cabinet turut
memperoleh pengakuan. Pencapaian ini menegaskan fokus Hisense dalam memadukan
teknologi cerdas, desain yang dirancang secara cermat, dan kemudahan penggunaan
sehari-hari.

Di seluruh
skenario IFA ini, Hisense menghadirkan kemampuan Smart Home Companion nya
melalui V AIOS, yang memberikan kemampuan perangkat untuk Sense (mendeteksi)
apa yang sedang terjadi, Think (memikirkan) apa yang harus dilakukan,
Communicate (berkomunikasi) secara natural dengan pengguna dan antar perangkat,
serta Execute (mengeksekusi) tugas dengan mengoordinasikan perangkat dan layanan
secara mandiri. Bersama-sama, kemampuan ini membantu AI Companion Suite
memahami konteks, mengambil keputusan, dan bertindak, membantu rumah melakukan
lebih banyak hal dengan lebih sedikit permintaan dari penggunanya.

Melalui berbagai
skenario yang ditampilkan di IFA, Hisense menghadirkan kemampuan Smart Home
Companion secara nyata melalui V AIOS. Sistem ini memungkinkan perangkat untuk
mengenali situasi yang sedang terjadi (Sense), mempertimbangkan tindakan
yang perlu dilakukan (Think), berkomunikasi secara alami dengan pengguna
maupun antarperangkat (Communicate), serta menjalankan berbagai tugas
melalui koordinasi perangkat dan layanan secara mandiri (Execute).

Secara
keseluruhan, berbagai kemampuan tersebut memungkinkan AI Companion Suite
memahami konteks, mengambil keputusan, dan menjalankan tindakan sehingga rumah
dapat melakukan lebih banyak hal dengan semakin sedikit instruksi dari
penggunanya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sanggabiz Pimpin Transformasi Digital Dthree Melalui Implementasi AI dalam Program SFI 2026 Kemenperin RI

PT Sangga Bisnis Anda (Sanggabiz) mengukuhkan posisinya sebagai inovator teknologi industri dengan terpilih menjadi penyedia teknologi (tech provider) utama bagi PT Dthree Sukses Mulia (Dthree). Penunjukan ini merupakan bagian dari program Startup for Industry (SFI) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI), di mana Sanggabiz dipercaya untuk mengimplementasikan ekosistem kecerdasan buatan (AI) guna menyelesaikan kendala operasional sistem manual IKM.

Jakarta, 12 September 2026 — Sanggabiz, startup penyedia solusi teknologi dan konsultan bisnis asal Sleman, resmi menjadi motor penggerak digitalisasi operasional PT Dthree Sukses Mulia (Dthree). Kemitraan strategis ini merupakan hasil matchmaking (penjodohan berpasangan) dari program bergengsi Kemenperin RI, Startup for Industry (SFI) 2026, yang secara khusus mempertemukan satu startup teknologi dengan satu pelaku IKM di sektor busana muslim.

Dalam kemitraan proyek implementasi yang didukung penuh oleh dana hibah Kemenperin ini, Sanggabiz bertindak penuh sebagai arsitek teknologi. Perusahaan tidak melakukan akuisisi, melainkan mendemonstrasikan kapabilitasnya dengan menyuntikkan infrastruktur operasional cerdas untuk mengatasi tantangan kritis yang selama ini menghambat pertumbuhan eskalasi Dthree.

Berbekal keahlian di bidang otomasi bisnis, Sanggabiz merancang solusi komprehensif untuk membantu sistem manajemen Dthree. Permasalahan utama yang ditangani Sanggabiz meliputi perencanaan volume lintas merek yang masih berjalan manual, pengelolaan prospek (leads) WhatsApp yang belum efisien, serta konsolidasi proyeksi finansial yang belum terotomatisasi.

Untuk mewujudkan transformasi tersebut, Sanggabiz menggelar kekuatan teknologinya yang mencakup pendekatan Data-Driven, AI-Powered Solution, serta Virtual Department & Outsourcing Solution. Ekosistem teknologi yang dimiliki oleh Sanggabiz ini secara khusus didesain untuk menciptakan alur kerja yang terotomatisasi, menyatukan data secara real-time, dan memberikan fondasi skalabilitas bisnis yang kokoh bagi Dthree untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

“Proyek implementasi SFI 2026 ini membuktikan bahwa teknologi AI milik Sanggabiz sangat adaptif dan solutif terhadap permasalahan real di lapangan. Kami tidak sekadar memberikan perangkat lunak, tetapi kami mentransformasi cara kerja Dthree. Kami memastikan bahwa infrastruktur data dan otomasi yang kami bangun mampu membuat tim internal Dthree bekerja jauh lebih efisien, memangkas proses manual, dan siap melakukan eskalasi pasar kapan pun.”
— Yoga Samsugiharja, Technical Consultant, Sanggabiz

“Terpilihnya Sanggabiz sebagai penyedia teknologi dalam SFI 2026 adalah pembuktian atas ketangguhan ekosistem operasional berbasis AI yang kami kembangkan. Fokus utama Sanggabiz adalah memastikan teknologi cerdas menjadi mesin pendorong nyata bagi eskalasi IKM. Melalui implementasi sistem kami, Dthree akan beralih secara fundamental dari operasional manual menuju manajemen bisnis berbasis data yang presisi, terorganisir, dan efisien.”
— Dwi Andi Rohmatika (DA), Founder Sanggabiz

Melalui keberhasilan proyek implementasi strategis ini, Sanggabiz menargetkan untuk terus memperluas jangkauan layanan teknologinya dan memantapkan posisi sebagai mitra andalan bagi industri di seluruh Indonesia yang siap menyambut era digitalisasi terintegrasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BINUS UNIVERSITY Rayakan 30th Creative Digital English, Teguhkan Komitmen Ciptakan Generasi Muda Bertalenta

Jakarta, 12 September 2026 — Di tengah berkembangnya digitalisasi dan industri kreatif, kemampuan berbahasa kini tidak lagi berhenti pada kecakapan berkomunikasi. Transformasi kebutuhan inilah yang menjadi bagian dari perjalanan BINUS University melalui program Creative Digital English di bawah naungan Faculty of Humanities selama tiga dekade dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional yang terus berubah.

Creative Digital English merupakan program yang memadukan bahasa Inggris, linguistik, sastra, budaya, dan creative writing dengan komunikasi digital, media, dan teknologi. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan berbahasa, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memahami lintas budaya, serta menghasilkan karya dan gagasan kreatif yang relevan dengan perkembangan dunia digital.

Memasuki usia ke-30, Creative Digital English BINUS University mengusung tema “Echoes of ’96, Visions of 2030” sebagai refleksi atas perjalanan program sejak 1996 sekaligus pandangan terhadap kompetensi yang akan semakin dibutuhkan di masa depan. Momentum tersebut dirayakan melalui rangkaian kegiatan pada Sabtu, 29 Agustus 2026 di BINUS University Kijang Campus.

Tema “Echoes of ’96” merefleksikan berbagai pengalaman dan pencapaian yang telah membentuk Creative Digital English selama tiga dekade, sementara “Visions of 2030” menggambarkan komitmen untuk terus melihat ke depan dan merespons perubahan kebutuhan dunia kerja.

Dean of Faculty of Humanities BINUS University, Dr. Elisa Carolina Marion, S.S., M.Si., mengatakan bahwa perkembangan teknologi justru semakin menegaskan pentingnya kemampuan yang berpusat pada manusia, termasuk komunikasi, empati, pemikiran kritis, dan pemahaman lintas budaya.

“Perkembangan teknologi dan AI membuat kita perlu melihat kembali kompetensi apa yang akan tetap relevan bagi talenta masa depan. Kemampuan manusia untuk berkomunikasi, memahami konteks, berkolaborasi lintas budaya, serta berpikir kritis menjadi semakin penting. Karena itu, pendidikan di bidang Humanities perlu terus berkembang tanpa kehilangan fokus pada kemampuan manusia yang menjadi fondasinya,” ujar Dr. Elisa Carolina Marion, S.S., M.Si.

Sejalan dengan hal tersebut, Creative Digital English mengembangkan pembelajaran yang memadukan bahasa Inggris, sastra, linguistik, budaya, dan creative writing dengan komunikasi digital, media, serta teknologi. Pendekatan ini mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan ekspresi kreatif yang relevan dengan perkembangan industri.

Head of English Department BINUS University, Irfan Rifai, S.Pd., M.Ed., Ph.D., menambahkan bahwa perjalanan tiga dekade Creative Digital English menunjukkan bagaimana pembelajaran bahasa terus beradaptasi dengan perubahan medium dan kebutuhan profesi.

“Selama 30 tahun, Creative Digital English terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Pembelajaran bahasa saat ini tidak hanya tentang bagaimana seseorang menggunakan bahasa dengan baik, tetapi juga bagaimana mereka dapat menggunakan bahasa untuk menciptakan gagasan, membangun narasi, memahami budaya, dan menghasilkan karya melalui berbagai medium. Karena itu, kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna bahasa yang baik, tetapi juga menjadi individu yang mampu berpikir, menciptakan, dan berkomunikasi secara bermakna,” tutur Irfan Rifai, S.Pd., M.Ed., Ph.D. Semangat tersebut turut tercermin dalam perayaan tiga dekade Creative Digital English yang tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ruang untuk mempertemukan seni, pengalaman akademik, perspektif industri, dan jejaring antargenerasi. 

Rangkaian acara diawali dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol perayaan 30 tahun, kemudian dilanjutkan dengan penampilan ELATE (English Literature Arts & Theatre Ensemble), talkshow inspiratif bersama Vera dan Karel, serta pertunjukan live band Diosdu. Perayaan ini turut menghadirkan sejumlah alumni sebagai pengisi acara, yang kembali berkontribusi melalui pengalaman dan karya mereka di tengah keluarga besar Creative Digital English. 

Peserta juga dapat mengeksplorasi pameran dan stand booth Creative Digital English. Memasuki sesi yang berfokus pada perspektif profesional, talkshow bersama Alessandro Leung selaku Founder Alessandro’s English Academy, dengan Irfan Rifai, S.Pd., M.Ed., Ph.D. sebagai moderator, membahas relevansi kemampuan bahasa dan komunikasi dalam menghadapi dinamika serta kebutuhan dunia profesional yang terus berkembang.

Perspektif mengenai kesiapan karier kemudian diperkuat melalui keynote speech dari Vice Rector Global Employability and Entrepreneurship, Bapak Dr. Johan, S.Kom., M.M., CDMS yang menyoroti pentingnya employability dan entrepreneurship dalam mempersiapkan mahasiswa menuju dunia profesional.

Rangkaian perayaan juga mempertemukan alumni dan mahasiswa melalui Alumni Networking. Sesi ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, membangun koneksi, sekaligus memberikan gambaran mengenai beragam perjalanan karier yang telah ditempuh oleh lulusan Creative Digital English.

Pertemuan antara dunia akademik, industri, dan alumni tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memastikan pendidikan tetap terhubung dengan perkembangan profesional. Bagi Creative Digital English, perjalanan tiga dekade menjadi momentum untuk melihat bagaimana kompetensi yang dibangun selama masa studi dapat terus berkembang mengikuti perubahan kebutuhan industri.

Memasuki 2030, talenta masa depan akan menghadapi dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh teknologi dan perubahan cara manusia berkomunikasi. Kondisi tersebut membutuhkan individu yang tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga mampu menggabungkan komunikasi, kreativitas, pemikiran kritis, pemahaman lintas budaya, dan kemampuan beradaptasi.

Dalam konteks tersebut, perjalanan Creative Digital English BINUS University menunjukkan bagaimana pendidikan bahasa dapat berkembang dari kemampuan berbahasa sebagai fondasi menuju kompetensi yang dapat diterapkan dalam ekosistem kreatif, komunikasi, dan digital. Lulusan dipersiapkan untuk memiliki peluang karier di berbagai bidang, termasuk industri kreatif dan publishing, media dan journalism, public relations, advertising, serta profesi yang berkaitan dengan penulisan dan komunikasi.

Tiga puluh tahun perjalanan Creative Digital English bukan hanya menjadi penanda atas apa yang telah dicapai sejak 1996, tetapi juga momentum untuk menghubungkan pengalaman masa lalu dengan kebutuhan masa depan. Melalui “Echoes of ’96, Visions of 2030,” Creative Digital English BINUS University menatap tiga dekade berikutnya dengan semangat untuk terus mengembangkan talenta yang mampu berkomunikasi, berpikir kritis, menciptakan gagasan, dan beradaptasi di tengah dunia profesional yang semakin dinamis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

India dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pertambangan, Bidik Mineral Kritis dan Peluang Hilirisasi

Jakarta — India dan Indonesia mendorong penguatan kerja sama di sektor pertambangan dan batu bara dengan memperluas kolaborasi dari perdagangan komoditas menuju investasi, teknologi, mineral kritis, industri hilir, dan keamanan rantai pasok. Peluang tersebut dibahas dalam roundtable “Boosting India-Indonesia Collaboration in Mining and Coal Sectors” di Tagore Hall, New Chancery, Kedutaan Besar India di Jakarta, 11 September 2026.

Pertemuan mempertemukan pejabat pemerintah, perusahaan pertambangan, asosiasi industri, investor, kontraktor, dan pemangku kepentingan dari kedua negara. Indonesia menawarkan sumber daya mineral yang besar, sementara India memiliki kemampuan industri, teknologi, investasi, dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.

India Ingin Menjadi Mitra, Bukan Sekadar Pembeli Bahan Mentah

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menegaskan bahwa India tidak tertarik hanya mendapatkan akses bahan baku. “Kami tidak tertarik hanya mengambil bahan mentah. Kami ingin bermitra dengan Anda, dan kami ingin menjadi mitra dalam kemajuan Anda.”

Menurutnya, kebijakan hilirisasi Indonesia telah mengubah lanskap investasi. Perusahaan India perlu melihat Indonesia bukan hanya sebagai sumber mineral, tetapi juga sebagai tempat membangun fasilitas pengolahan, manufaktur, dan industri bernilai tambah.

Mineral Kritis Jadi Area Strategis Baru

Vivek Kumar Bajpai, Joint Secretary, Ministry of Mines, Government of India, menjelaskan transformasi sektor pertambangan India melalui eksplorasi, pengelolaan data geologi, keterlibatan swasta, dan pengembangan pengolahan mineral.

India juga memberikan perhatian besar terhadap National Critical Mineral Mission (NCMM), yang mencakup eksplorasi, lelang blok, akuisisi aset luar negeri, fasilitas pengolahan, daur ulang, serta penelitian dan pengembangan.

“Perusahaan-perusahaan India sangat tertarik untuk datang ke Indonesia dan melakukan investasi di sini,” kata Bajpai. Langkah berikutnya, menurutnya, adalah mempertemukan perusahaan India dengan proyek dan mitra yang tepat di Indonesia.

Batu Bara Tetap Strategis, India Dorong Modernisasi

Bhuvaneshwari S., Deputy Secretary, Ministry of Coal, Government of India, menjelaskan bahwa batu bara masih berperan penting dalam sistem energi India. Namun, pemerintah mendorong reformasi kebijakan, modernisasi teknologi, serta pemanfaatan batu bara untuk menghasilkan nilai tambah.

India membuka sektor pertambangan batu bara melalui commercial mining dan mendorong penggunaan AI, GPS, GIS, serta sistem pemantauan terintegrasi. Melalui National Coal Gasification Mission, India juga mengembangkan teknologi untuk mengubah batu bara menjadi produk dan bahan baku industri, dengan tetap memperhatikan lingkungan dan keselamatan.

Indonesia Punya Potensi Besar Mineral Kritis

Debdutta Ganguly, President Director PT HDJ Consultant Indonesia, menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam industri pertambangan global, termasuk batu bara, nikel, tembaga, emas, bauksit, dan timah.

Indonesia telah mengidentifikasi 47 mineral kritis, sementara India memiliki sekitar 30. Nikel, kobalt, tembaga, grafit, timah, dan rare earth elements menjadi sejumlah mineral yang memiliki kepentingan bagi kedua negara.

Ganguly mendorong kedua negara segera menentukan proyek prioritas. “Identifikasi beberapa proyek prioritas. Kita cocokkan kemampuan India dengan proyek-proyek di Indonesia. Kemudian kita dapat meluncurkan dua atau tiga proyek percontohan.”

APNI Buka Peluang bagi Perusahaan India

Meidy Katrin Lengkey, Secretary General Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), memaparkan pesatnya perkembangan industri nikel Indonesia. Menurutnya, sekitar 450 perusahaan tambang nikel aktif berproduksi, sementara hilirisasi telah mendorong pembangunan berbagai fasilitas pengolahan dan pemurnian.

Indonesia kini memasok sekitar 65 persen kebutuhan nikel dunia. Namun, Meidy menyoroti dominasi investor China di sektor hilir. “Sayangnya, sejak program hilirisasi dimulai, kita dapat melihat bahwa sekitar 90 persen sektor hilir berasal dari China.”

Kondisi tersebut membuka ruang bagi India untuk menjadi mitra baru Indonesia, tidak hanya di nikel tetapi juga 47 mineral kritis yang telah diidentifikasi Indonesia.

Dari Nikel Menuju Produk Bernilai Tambah

Kamlesh Kumar, COO Tata Power Indonesia, menilai peluang nikel seharusnya tidak hanya diarahkan untuk menambah kapasitas produksi. Sejumlah segmen telah menghadapi oversupply, sehingga peluang lebih menarik dapat berada pada tahapan lebih tinggi dalam rantai nilai.

Selain nickel pig iron (NPI), perusahaan dapat mempertimbangkan bahan kimia dan material yang digunakan dalam rantai nilai baterai. Tembaga, timah, bauksit, dan coal gasification juga dinilai memiliki peluang kerja sama.

Ashok Mitra, mantan CEO Kaltim Prima Coal (KPC), menambahkan bahwa gasifikasi batu bara bukan konsep baru di Indonesia, tetapi masih menghadapi tantangan ekonomi proyek, kebutuhan investasi, serta ketersediaan batu bara yang sesuai.

Adani Dorong Perusahaan India Lebih Agresif

Siddharth Taparia, Country Head Adani Indonesia, mengatakan perusahaan India perlu melihat peluang lebih luas dan tidak hanya berfokus pada batu bara. Nikel, tembaga, dan bauksit dapat menjadi pintu masuk baru.

Ia menilai perusahaan China telah bergerak sangat agresif dengan membawa modal, teknologi, peralatan, dan kemampuan engineering. “Kita harus lebih agresif.” Namun, perusahaan yang masuk ke Indonesia juga harus memahami ekosistem lokal dan memberikan nilai tambah.

Danantara Melihat Peluang dari Tambang hingga Baterai

Suryadi Wijaya, Director Investment Danantara, mengatakan peluang investasi dapat dikembangkan melalui co-investment dan kemitraan dengan investor strategis, dengan tetap berorientasi pada commercial return.

Rantai nilai tersebut mencakup pengolahan mineral, material baterai, anode, cathode, battery cell, hingga kendaraan listrik. Indonesia juga membutuhkan diversifikasi teknologi agar tidak bergantung pada satu pendekatan atau sumber teknologi.

Mineral Kritis Bukan Sekadar “Dig and Sell”

Naveen Chandralal, Director PT Amman, menekankan bahwa mineral kritis membutuhkan perspektif jangka panjang. “Mineral kritis bukan sekadar dig and sell.”

Pengembangan mineral kritis membutuhkan fasilitas pengolahan, modal besar, teknologi, dan kepastian pasar. Tembaga, misalnya, semakin penting bagi India seiring meningkatnya kebutuhan industri. Indonesia dapat menjadi mitra strategis karena memiliki sumber daya dan pengalaman dalam operasi pertambangan berskala besar.

Tantangan Pasokan Nikel

Arief Perdana Kusumah, Chairman Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), menyoroti konsentrasi pasar nikel Indonesia ke China. Ia menyebut sekitar 93 persen produksi logam nikel Indonesia mengalir ke China.

Arief juga menyoroti kebutuhan impor bijih nikel dari Filipina, terutama karena Maluku Utara menghadapi defisit bijih di tengah terkonsentrasinya kapasitas pengolahan nikel di wilayah tersebut.

Salah satu opsi yang dibahas untuk menjamin pasokan adalah long-term offtake agreement dengan produsen yang telah beroperasi. Pilihan lainnya adalah kepemilikan saham atau akuisisi fasilitas yang sudah beroperasi.

Meidy menjelaskan bahwa impor bijih dari Filipina berkaitan dengan karakteristik bijih yang dibutuhkan fasilitas pengolahan dan dapat dicampur dengan bijih domestik. Di tengah oversupply pada sejumlah segmen, Indonesia dinilai perlu semakin berfokus pada nilai tambah.

Peluang bagi Kontraktor Pertambangan India

Roundtable juga membahas peluang bagi perusahaan India untuk masuk sebagai kontraktor pertambangan maupun melalui model Mine Developer and Operator (MDO).

Kuhan Selvaretnam, Director Sumbar Mitra Jaya, memberikan perspektif dari sisi kontraktor pertambangan Indonesia. Menurutnya, Indonesia telah berkembang pesat dari sisi teknologi pertambangan.

“Dari perspektif pertambangan, Indonesia sudah cukup maju. Kita memiliki akses terhadap teknologi terbaru, baik untuk alat berat, pengawasan tambang, pengembangan tambang dan sebagainya.”

Ia juga melihat perbedaan model kontraktor Indonesia dan MDO di India sebagai peluang untuk saling belajar. Kuhan turut mengapresiasi perkembangan regulasi pertambangan India dan upaya menuju praktik pertambangan batu bara yang lebih ramah lingkungan.

Saatnya Mengubah Dialog Menjadi Aksi

Bijay Selvaraj, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar India di Jakarta, menilai forum tersebut mempertemukan keahlian dari pembuat kebijakan, perusahaan, investor, perbankan, dan Danantara.

“Sudah menjadi sangat jelas bahwa Indonesia adalah tempat di mana hampir segala sesuatu terjadi dalam hal pertambangan. Anda dapat menyebut mineral apa pun, dan mineral itu ada di sini.”

Menurutnya, peluang tersebut harus berjalan bersama kebijakan hilirisasi dan transisi menuju industri yang lebih bersih. “Kita tidak bisa hanya berada di apa yang disebut sebagai ruang kotor. Kita harus masuk ke ruang yang bersih dan juga menunjukkannya.”

India Mining Week Jadi Forum Lanjutan

Selvaraj mengundang pelaku industri Indonesia untuk melanjutkan pembicaraan melalui India Mining Week pada 15–17 November 2026. Forum tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi peluang investasi dan kemitraan yang lebih konkret.

Pertemuan di Jakarta menunjukkan bahwa kerja sama pertambangan India dan Indonesia mulai bergerak melampaui perdagangan komoditas. Batu bara tetap menjadi bagian penting, tetapi peluang masa depan semakin mengarah pada mineral kritis, hilirisasi, teknologi, pengolahan, manufaktur, investasi bersama, dan keamanan rantai pasok.

Tantangan berikutnya adalah mengubah komplementaritas kedua negara menjadi proyek nyata dengan menentukan proyek prioritas, mempertemukan perusahaan yang tepat, dan membangun proyek percontohan sebagai dasar kemitraan industri jangka panjang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES