Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Waspadai XAUUSD Menuju 4.237

Harga emas diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan pekan depan. Analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa pergerakan XAUUSD pada time frame Daily masih memberikan sinyal bearish seiring terbentuknya pola Head & Shoulder. Formasi teknikal tersebut membuka peluang bagi harga emas untuk melanjutkan koreksi menuju area support terdekat di level 4.237.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai terbentuknya Head & Shoulder pada grafik harian menjadi sinyal yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar. Pola tersebut menggambarkan adanya perubahan momentum yang dapat meningkatkan tekanan jual terhadap XAUUSD. Dalam kondisi seperti ini, Dupoin Futures melihat peluang pelemahan harga emas masih cukup terbuka, terutama apabila harga belum mampu menunjukkan pembalikan arah yang signifikan.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, level 4.237 menjadi support utama yang perlu dicermati pada pekan depan. Apabila tekanan jual terus berlanjut, XAUUSD berpotensi bergerak turun untuk menguji area tersebut. Level support akan menjadi titik penting karena respons harga di sekitar 4.237 dapat memberikan petunjuk mengenai apakah tekanan bearish masih akan berlanjut atau mulai muncul peluang pemulihan.

Di sisi lain, Dupoin Futures juga menempatkan level 4.409 sebagai resistance penting. Selama harga emas belum mampu menembus dan mencatatkan penutupan di atas level tersebut, skenario bearish masih dinilai lebih dominan. Dengan demikian, pergerakan XAUUSD di bawah 4.409 menjadi salah satu kondisi yang memperkuat potensi harga emas untuk melanjutkan pelemahan.

Jika harga mampu bergerak kembali di atas resistance 4.409 dan bertahan setelah penutupan, skenario bearish tersebut dapat mulai mendapatkan tekanan. Namun, selama kondisi tersebut belum terjadi, Dupoin Futures memperkirakan tekanan jual masih menjadi faktor utama yang perlu diantisipasi. Pelaku pasar dapat memperhatikan pergerakan harga di antara resistance 4.409 dan support 4.237 untuk melihat perkembangan tren berikutnya.

Tidak hanya faktor teknikal, harga emas pekan depan juga akan dipengaruhi sejumlah sentimen fundamental global. Dupoin Futures mencermati adanya dua kekuatan yang berlawanan terhadap pergerakan logam mulia. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven. Ketidakpastian yang meningkat biasanya mendorong investor untuk mencari instrumen yang dinilai lebih defensif, sehingga kondisi tersebut dapat memberikan dukungan terhadap harga emas.

Namun, perkembangan geopolitik juga memberikan tekanan melalui kenaikan harga minyak. Harga minyak yang telah bergerak di atas US$100 per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi kenaikan inflasi. Menurut perspektif Dupoin Futures, lonjakan harga energi menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.

Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan biaya energi dan produksi, sehingga berpotensi membuat tekanan inflasi menjadi lebih persisten. Apabila inflasi tetap tinggi, pasar dapat memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk periode yang lebih panjang. Kondisi tersebut berpotensi menjadi sentimen negatif bagi harga emas.

Dupoin Futures juga menyoroti hubungan antara ekspektasi suku bunga, dolar AS, dan Treasury yield. Ketika pasar memperkirakan kebijakan moneter The Fed akan lebih ketat, dolar AS dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat berpotensi mendapatkan dukungan. Penguatan kedua aset tersebut dapat meningkatkan tekanan terhadap emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen obligasi.

Data ekonomi Amerika Serikat turut menjadi perhatian untuk perdagangan pekan depan. Salah satunya adalah Producer Price Index atau PPI yang mencatat kenaikan 0,4% secara bulanan. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang dapat memberikan gambaran mengenai tekanan harga di tingkat produsen dan selanjutnya memengaruhi ekspektasi terhadap perkembangan inflasi.

Menurut Dupoin Futures, perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed dapat memberikan dampak signifikan terhadap XAUUSD. Apabila data ekonomi menunjukkan tekanan inflasi yang lebih kuat, peluang suku bunga bertahan tinggi dapat meningkat sehingga berpotensi menekan harga emas. Sebaliknya, tanda-tanda pelemahan inflasi dapat memberikan ruang bagi ekspektasi kebijakan yang lebih longgar dan berpotensi mendukung pemulihan XAUUSD.

Selain data ekonomi, perkembangan konflik Timur Tengah juga tetap menjadi katalis yang harus diperhatikan. Eskalasi konflik dapat meningkatkan permintaan safe haven dan memberikan dorongan terhadap emas. Namun, apabila dampaknya terhadap harga minyak semakin besar, kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi dapat menjadi faktor yang kembali membatasi penguatan harga emas.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Dupoin Futures melihat XAUUSD masih memiliki risiko pelemahan pada perdagangan pekan depan. Dari sisi teknikal, pola Head & Shoulder pada time frame Daily memberikan indikasi tekanan bearish dengan target support di level 4.237. Selama harga belum mampu ditutup di atas resistance 4.409, tren bearish diperkirakan masih menjadi skenario utama.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai pelaku pasar perlu mencermati respons XAUUSD terhadap level 4.237 sekaligus memperhatikan kemampuan harga menembus resistance 4.409. Kedua level tersebut dapat menjadi acuan penting dalam menentukan arah harga emas selanjutnya.

Secara keseluruhan, prediksi harga emas pekan depan dari Dupoin Futures masih menunjukkan kecenderungan bearish. Tekanan teknikal dari pola Head & Shoulder berpotensi membawa XAUUSD menuju support 4.237, sementara level 4.409 menjadi resistance yang harus ditembus untuk mengurangi tekanan bearish. Di sisi fundamental, arah dolar AS, Treasury yield, harga minyak, inflasi Amerika Serikat, serta perkembangan konflik Timur Tengah akan menjadi katalis utama yang menentukan volatilitas harga emas pada pekan depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Superstar Agency Hadirkan 700+ Kreator dan 50+ Brand dalam Superstar Affiliate Revolution di Surabaya

Surabaya, 5 September 2026 – Superstar Agency sukses menggelar Superstar Affiliate Revolution (SAR) 2026 di Surabaya Suites Hotel pada 5–6 September 2026. Mengusung konsep Brand Matchmaking, gelaran ini mempertemukan lebih dari 700 kreator dengan 50+ brand serta ecosystem partner untuk membuka peluang kolaborasi di industri creator economy dan affiliate marketing.

Antusiasme dan partisipasi yang tinggi dari kreator, brand, serta ecosystem partner menjadikan SAR 2026 sebagai salah satu agenda terbesar Superstar Agency pada tahun ini. Gelaran ini juga menjadi langkah Superstar Agency dalam memperluas ekosistem dengan melibatkan kreator dan affiliator dari berbagai platform social commerce.

“Superstar Affiliate Revolution merupakan event terbesar Superstar Agency tahun ini. Jika sebelumnya kami berfokus pada agenda live bootcamp bersama kreator TikTok Shop by Tokopedia, melalui SAR 2026 kami memperluas ekosistem dengan mengajak affiliator Shopee serta Top Creator untuk hadir dan membangun kolaborasi bersama brand” ujar Yossi Octaviani, Head of Business Development Superstar Agency.

Melalui Superstar Affiliate Revolution 2026, Superstar Agency kembali memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem creator economy yang mempertemukan kreator, brand, dan berbagai ecosystem partner. Inisiatif ini sejalan dengan visi Superstar Agency, “Helping You Become A Superstar,” untuk membantu kreator berkembang sekaligus menciptakan peluang kolaborasi yang lebih luas di industri digital.

“Dukungan dari brand, kreator, ecosystem partner, dan seluruh tim menjadi bagian penting dari terselenggaranya SAR 2026. Kami berharap event ini tidak hanya menjadi ruang untuk networking, tetapi juga memberikan dampak nyata dengan membuka lebih banyak peluang bagi affiliator untuk berkembang serta memperluas kontribusi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi digital” ujar Rendra Hidayaturahman, Community Manager Superstar Agency.

Dukungan dari berbagai brand dan mitra ekosistem turut memperkuat penyelenggaraan Superstar Affiliate Revolution 2026. Sejumlah brand yang berpartisipasi di antaranya Reebit, Paragon Group, Sevra, Missy Indonesia, Glamazing, Bumbee Collection, Honey Boo, Bigroot, Teto, MS Glow, Tonzgie Koper, SOMBONG by Denny Sumargo, Realme, Momtera, Avitaskin, Grandville, Raihana Collection, Parasol, Manzone, La Paris, Emba, hingga SOHO Group.

Kehadiran berbagai brand tersebut membuka kesempatan bagi kreator dan affiliator untuk berinteraksi secara langsung dengan brand, memahami produk dan kebutuhan campaign, serta menjajaki potensi kolaborasi melalui konten maupun program affiliate. Interaksi secara langsung ini menjadi bagian penting dalam membangun koneksi yang lebih relevan antara kreator dan brand.

Sebagai Top Multi-Channel Network (MCN) di TikTok dan Shopee, Superstar Agency memanfaatkan SAR 2026 sebagai bagian dari upayanya untuk memperkuat konektivitas antara kreator, affiliator, dan brand di dua ekosistem social commerce tersebut. Pengalaman dalam mengelola komunitas dan campaign kreator menjadi salah satu fondasi dalam menghadirkan ruang kolaborasi yang lebih terarah bagi seluruh pihak yang terlibat.

Selain interaksi dengan brand, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan top creator dan affiliator dari TikTok dan Shopee. Sesi tersebut membahas perjalanan membangun karier sebagai affiliator, strategi mengembangkan konten, membangun personal branding, hingga bagaimana kreator dapat menciptakan kolaborasi yang lebih berkelanjutan dengan brand.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan Superstar Agency dalam membangun ekosistem yang tidak hanya berorientasi pada campaign, tetapi juga pada pengembangan hubungan jangka panjang antara kreator dan brand. Dengan menghubungkan talent dengan berbagai peluang di platform TikTok dan Shopee, Superstar Agency terus mendorong kreator dan affiliator untuk meningkatkan kapasitas sekaligus membuka peluang baru di industri digital.

“Sebagai MCN yang memiliki ekosistem di TikTok dan Shopee, kami melihat adanya kebutuhan yang semakin besar untuk mempertemukan kreator dengan brand secara langsung. Kami ingin membangun lebih dari sekadar hubungan campaign, tetapi menciptakan ekosistem yang memungkinkan kreator berkembang dan brand menemukan talent yang tepat untuk kebutuhan mereka” ujar Shinta Diana, Campaign Lead Superstar Agency.

Penyelenggaraan Superstar Affiliate Revolution 2026 menjadi salah satu langkah Superstar Agency dalam memperkuat perannya sebagai penghubung antara brand dan creator economy di Indonesia. Ke depan, Superstar Agency akan terus mengembangkan berbagai program, campaign, dan aktivitas komunitas untuk mendukung pertumbuhan kreator sekaligus membantu brand memaksimalkan potensi affiliate marketing melalui ekosistem TikTok dan Shopee

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ducking.id Hadirkan Ekosistem Solusi Impor Efisien untuk Pelaku UMKM hingga Perusahaan dengan Kebutuhan Impor Rutin

Ducking.id, platform yang memfasilitasi sourcing dan impor barang dari marketplace China (1688, Taobao, Alibaba, Tmall, AliExpress) untuk pasar Indonesia, menegaskan posisinya sebagai import solution partner end-to-end, bukan sekadar layanan bagi importir pemula. Repositioning ini menyoroti bahwa layanan Ducking.id sebenarnya mencakup seluruh alur impor, mulai dari sourcing dan transaksi lintas marketplace tanpa perlu akun sendiri, konsolidasi pesanan dari beberapa penjual, fasilitas grosir untuk kebutuhan restock rutin, quality control, hingga pengiriman dan kepabeanan ke Indonesia.

Seiring dengan terus berkembangnya perdagangan internasional dan dinamika rantai pasok global, kebutuhan pelaku bisnis terhadap efisiensi pengadaan barang lintas negara menjadi semakin krusial.

Ducking.id, platform penyedia jasa import China, mengumumkan pembaruan positioning strategisnya sebagai end-to-end import solution partner yang dirancang untuk melayani berbagai skala bisnis, mulai dari transaksi individu, UMKM, hingga entitas korporasi dengan kebutuhan impor bervolume besar dan terstruktur.

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan operasional yang dihadapi oleh para pelaku usaha di Indonesia. Pengadaan barang impor, khususnya dari kawasan Asia seperti China, sering kali dihadapkan pada hambatan sistematis: kompleksitas analisis legalitas dan regulasi bea masuk, risiko inkonsistensi quality control, kendala bahasa dalam negosiasi dengan pabrik, hingga ketidakpastian transparansi pengiriman logistik internasional.

Masalah ini tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha pemula, tetapi juga oleh bisnis yang sedang berkembang dan perusahaan mapan yang membutuhkan scalability serta kepastian rantai pasok.

Ducking.id menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan infrastruktur layanan impor terpadu yang mencakup seluruh tahapan alur pengadaan. Ekosistem layanan Ducking.id dirancang secara terintegrasi, meliputi penyedia jasa sourcing supplier berlisensi, analisis negosiasi transaksi, inspeksi quality control sebelum pengiriman, konsolidasi barang, penanganan dokumen pabean dan imigrasi (customs clearance), hingga distribusi rantai pasok sampai ke titik tujuan akhir klien.

Ducking.id tidak hadir sekadar untuk membantu seseorang melakukan transaksi impor pertamanya, melainkan untuk menjadi import partner jangka panjang yang siap mendampingi perjalanan bisnis setiap klien seiring dengan bertambahnya volume, kompleksitas, dan skala operasional mereka.

Solusi yang Ducking.id hadirkan difokuskan pada transparansi, efisiensi waktu, dan keandalan sistem sehingga para pelaku usaha dapat berfokus sepenuhnya pada ekspansi pasar dan pengembangan produk mereka.

Perspektif keberlanjutan dan scalability ini diwujudkan Ducking.id melalui pendekatan layanan fleksibel yang disesuaikan dengan tahap pertumbuhan bisnis:

Untuk Pelaku Impor Pemula & Individu: Ducking.id memberikan penyederhanaan akses dan transparansi alur kerja, meminimalisir risiko kesalahan pabean serta kendala ketersediaan izin teknis.

– Untuk UMKM & Bisnis Berkembang: Ducking.id membuka akses langsung ke jaringan manufaktur terverifikasi serta efisiensi biaya logistik untuk meningkatkan konsistensi stok dan margin margin usaha.

– Untuk Perusahaan & Importir Skala Besar: Ducking.id menyediakan solusi pengadaan terstruktur, dukungan manajemen dokumen resmi, integrasi sistem pemantauan, serta skema pengiriman yang scalable untuk menjaga kestabilan rantai pasok industri.

Guna memperkuat integritas operasinya, Ducking.id terus melakukan optimalisasi pada standar kualifikasi supplier dan manajemen kepabeanan di Indonesia. Melalui dukungan jaringan mitra logistik resmi dan transparansi biaya tanpa tersembunyi, Ducking.id berkomitmen menjaga tingkat efisiensi alur pengadaan barang lintas negara secara konstan.

Melalui transformasi peran ini, Ducking.id menegaskan komitmennya sebagai partner strategis bagi industri nasional dalam mempermudah akses pengadaan global secara aman, legal, dan terintegrasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bitcoin-Ethereum Terkoreksi, Pelaku Pasar Cermati Suku Bunga The Fed

Harga Bitcoin dan Ethereum mengalami koreksi di tengah dinamika pasar aset kripto dan perhatian pelaku pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Menjelang FOMC Meeting September 2026, investor perlu mencermati perkembangan ekonomi global serta memahami risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan investasi.

Pergerakan harga aset kripto masih menunjukkan dinamika di tengah berbagai sentimen ekonomi global. Berdasarkan data CoinMarketCap pada 11 September 2026 pagi, Bitcoin berada di kisaran US$76.695, melemah 1,88% dalam 24 jam terakhir dan 5,00% dalam sepekan. Sementara itu, Ethereum berada di sekitar US$2.452, terkoreksi 0,51% dalam 24 jam dan 2,16% dalam sepekan.

Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor perlu mencermati berbagai sentimen yang dapat memengaruhi kondisi pasar aset kripto.

Investor Cermati Sentimen Suku Bunga The Fed

Sejumlah perkembangan makroekonomi turut menjadi perhatian pelaku pasar, salah satunya adalah perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) setelah data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan kondisi ekonomi yang relatif kuat. Melansir situs resmi Federal Reserve, The Fed dijadwalkan akan menggelar FOMC meeting pada 15-16 September 2026.

Mengutip pemberitaan The Block pada 7 September 2026, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) kembali meningkat setelah laporan pekerjaan AS menunjukkan penambahan 162.000 lapangan kerja pada Agustus. Perubahan ekspektasi tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury dan menjadi salah satu faktor yang dicermati pasar aset berisiko, termasuk kripto.

“Pergerakan Bitcoin dan Ethereum saat ini menunjukkan bahwa pasar masih cukup dinamis. Kenaikan secara mingguan tidak serta-merta menghilangkan potensi volatilitas dalam jangka pendek. Investor perlu mencermati berbagai faktor yang dapat memengaruhi pasar sebelum mengambil keputusan,” ujar Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn.

Investor Perlu Mencermati Volatilitas Pasar

Pergerakan harga aset kripto dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi makroekonomi, kebijakan moneter, perkembangan geopolitik, hingga sentimen pasar. Karena itu, perubahan harga dalam jangka pendek perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas.

Pemahaman terhadap kondisi pasar juga menjadi bagian penting bagi investor dalam menentukan keputusan investasi. Investor perlu mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat toleransi terhadap risiko, serta kondisi pasar sebelum mengambil keputusan.

“Pasar aset kripto memiliki karakteristik volatilitas yang perlu dipahami oleh investor. Pergerakan harga dalam jangka pendek dapat berubah seiring dengan munculnya data ekonomi maupun sentimen global. Karena itu, penting bagi investor untuk melakukan pertimbangan secara menyeluruh dan menyesuaikan keputusan dengan profil risikonya,” tutur Ryan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hisense Kenalkan “Companion Living” Berbasis AI di IFA 2026

Hisense menampilkan visinya mengenai “Companion Living” di IFA 2026 dengan tema “Innovating a Brighter Life”. Melalui V AIOS dan AI Companion Suite, Hisense menghadirkan teknologi AI ke dalam berbagai aktivitas sehari-hari

BERLIN, 3
September 2026
— Hisense sebagai merek terkemuka dalam
industri elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga global, menampilkan
visinya mengenai “Companion Living” di IFA 2026 dengan tema “Innovating a
Brighter Life”. Melalui V AIOS dan AI Companion Suite, Hisense menghadirkan
teknologi AI ke dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

 

V
AIOS menjadi pusat dari inovasi yang Hisense tawarkan. Sebagai evolusi terbaru
dari VIDAA OS, V AIOS dibangun berdasarkan empat kemampuan utama AI, yaitu Sense,
Think, Communicate, dan Execute. Melalui keempat kemampuan ini, V AIOS dapat
mengenali pengguna, perangkat, serta lingkungan di sekitarnya; memahami konteks
dan tujuan pengguna; berkomunikasi secara alami dengan pengguna maupun antar perangkat;
serta mengoordinasikan konten, perangkat, dan layanan untuk menjalankan
tindakan atas nama pengguna. Hasilnya adalah fondasi kehidupan cerdas yang
lebih intuitif dan berpusat pada kebutuhan manusia.

 

 

Dengan
fondasi AI tersebut, AI Companion Suite menghadirkan kecerdasan ke dalam tiga
aspek kehidupan sehari-hari, yaitu memasak, mencuci pakaian, serta pengelolaan
udara dan energi. Di dapur, teknologi cerdas terintegrasi di seluruh ruangan
untuk membuat aktivitas memasak terasa lebih mudah. Dengan memahami preferensi
makanan pengguna, bahan-bahan yang tersedia, dan konteks penggunaannya, sistem
dapur dapat mengoordinasikan lemari es, oven, serta peralatan lainnya untuk
merekomendasikan menu dan memandu proses memasak—mengubah bahan-bahan yang
tersedia di lemari es menjadi hidangan yang dibuat khusus untuk Anda.

 

Dalam
aktivitas mencuci pakaian, teknologi cerdas yang sama membantu menghilangkan
keraguan dalam perawatan pakaian. Sistem ini dapat mengenali jenis kain serta
mengoordinasikan proses pencucian dan pengeringan sesuai dengan kebutuhan
perawatan setiap pakaian. Sementara itu, di ruang keluarga, AC UR9 berfungsi
sebagai gerbang menuju rumah yang saling terhubung dengan memadukan kenyamanan
dan pengelolaan energi untuk menyesuaikan aliran udara serta kondisi lingkungan
rumah berdasarkan keberadaan pengguna dan kondisi di sekitarnya.

 

Secara
keseluruhan, berbagai inovasi tersebut menunjukkan bagaimana AI dapat melampaui
fungsi masing-masing perangkat pintar dan menjadi bagian dari kehidupan
sehari-hari yang lebih proaktif, personal, dan praktis.

 

Di
luar ekosistem rumah, Hisense juga mengumumkan kemitraan dengan UEFA EURO 2028.
Kolaborasi ini menjadi kemitraan keempat Hisense secara berturut-turut dengan
Kejuaraan Eropa UEFA, setelah sebelumnya berkolaborasi dalam turnamen edisi
2016, 2020, dan 2024. Mulai dari aktivitas sehari-hari hingga berbagai momen
olahraga dunia, Hisense terus mewujudkan visinya, “Innovating a Brighter Life”,
melalui teknologi yang mendekatkan banyak orang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Biaya WhatsApp Naik? Ini 7 Cara Bisnis Menekannya

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Ketika balasan WhatsApp mulai diperhitungkan, bisnis tidak cukup hanya melihat tarif per pesan. Hal yang lebih penting adalah memastikan setiap respons benar-benar membantu pelanggan bergerak menuju penyelesaian. Chat panjang, pertanyaan berulang, dan perpindahan agent tanpa konteks dapat menambah biaya sekaligus memperlambat layanan.

Penghematan juga bukan berarti membatasi pelanggan. Bisnis perlu mengurangi pesan bernilai rendah, memakai kanal yang sesuai, dan tetap menjaga akses ke manusia saat keputusan atau empati dibutuhkan.

7 Cara Menekan Biaya WhatsApp

Ada tujuh langkah yang dapat diterapkan secara bertahap. Mulailah dari penyebab volume pesan terbesar, lalu ukur dampaknya sebelum memperluas perubahan ke seluruh alur layanan.

1. Manfaatkan kuota gratis bulanan. Prioritaskan kuota untuk interaksi yang memang membutuhkan balasan langsung, bukan untuk pertanyaan dasar yang sebenarnya dapat dijawab melalui panduan. Pantau pemakaiannya sepanjang bulan agar tim tidak baru menyadari lonjakan biaya setelah tagihan keluar.

2. Maksimalkan window 72 jam dari Click-to-WhatsApp. Siapkan jawaban utama, kualifikasi, dan tindak lanjut sejak awal agar periode gratis tidak habis untuk sapaan dan pertanyaan pembuka yang terpisah-pisah. Pastikan chat dari iklan di luar jam kerja tetap mendapat respons sesuai ketentuan.

3. Arahkan pertanyaan berulang ke FAQ atau portal self-service. Jam layanan, persyaratan, langkah penggunaan, dan panduan dasar dapat diselesaikan tanpa membuka chat. Gunakan data pencarian dan riwayat percakapan untuk menentukan artikel yang paling perlu dibuat atau diperbarui.

4. Gunakan WhatsApp Form untuk mengumpulkan data sekaligus. Nama, nomor transaksi, kategori kebutuhan, dan detail awal dapat diterima dalam satu alur sehingga agent tidak perlu menanyakannya satu per satu. Hindari field yang tidak memengaruhi routing atau keputusan berikutnya.

5. Gunakan AI secara selektif. AI sebaiknya menjawab berdasarkan knowledge base, memberi respons yang lengkap, dan menyerahkan percakapan ke manusia ketika kasus membutuhkan keputusan atau empati. Respons melalui WhatsApp tetap dihitung, sehingga kualitas jawaban lebih penting daripada jumlah jawaban otomatis.

6. Pindahkan kebutuhan ke kanal yang lebih sesuai. Pengunjung website dapat dilayani melalui Live Chat, audiens sosial melalui Facebook atau Instagram, sedangkan konsultasi atau komplain kompleks dapat dialihkan ke panggilan. Pertanyaan sederhana tetap lebih praktis melalui chat.

7. Ukur hasil, bukan hanya jumlah pesan. Pantau rata-rata balasan, waktu penyelesaian, qualified lead, deal, closing, serta percakapan yang harus dibuka ulang. Pesan yang turun karena pelanggan berhenti merespons bukan efisiensi.

Jaga Pengalaman Pelanggan saat Alur Diubah

Tujuh langkah tersebut baru bekerja jika perpindahan kanal dan penggunaan teknologi tidak memutus konteks. Bisnis membutuhkan satu sistem yang membuat agent tetap mengetahui siapa pelanggan, apa yang sudah ditanyakan, dan mengapa percakapan dialihkan.

Barantum dapat menjadi salah satu sistem yang mendukung alur tersebut. AI Agent Barantum membantu menjawab pertanyaan umum berdasarkan knowledge base dan meneruskan kasus yang membutuhkan keputusan atau empati kepada manusia.

Ketika handoff terjadi, agent perlu menerima konteks yang sudah terkumpul, bukan memulai kembali dari sapaan dan pertanyaan dasar. Dengan demikian, penggunaan AI membantu memadatkan alur tanpa mengurangi akses ke manusia.

Untuk menjaga konteks ketika pelanggan berpindah kanal, Omnichannel Barantum menyatukan percakapan dari WhatsApp, Live Chat, media sosial, dan kanal lain dalam satu inbox.

Ukur Dampaknya sampai Penyelesaian

Buat baseline sebelum mengubah alur: jumlah percakapan, rata-rata balasan, waktu penyelesaian, dan proporsi kasus yang perlu eskalasi. Bandingkan data tersebut setelah perubahan diterapkan.

CRM Barantum dapat menghubungkan histori percakapan dengan lead, pipeline, deal, dan hasil closing. Fokus akhirnya bukan mengirim pesan sesedikit mungkin, melainkan memastikan setiap respons memiliki tujuan yang jelas dan tetap menghasilkan penyelesaian, produktivitas, serta nilai bisnis yang sehat.

Review dilakukan per kategori, bukan hanya secara total. Percakapan informasi, komplain, penjualan, dan dukungan teknis mempunyai kebutuhan serta nilai akhir yang berbeda. Dengan evaluasi tersebut, bisnis dapat menekan biaya tanpa membuat layanan terasa lebih sulit diakses.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Club Tourism Opens International Sales for Its MLIT Award-Winning Hokkaido Drift Ice Tour for Winter 2027

Recognized for fostering interaction with Japanese travelers and safe winter travel in Hokkaido, this 2-day tour features 7 drift ice highlights.

Club Tourism International Inc., a Japan-based travel company, announced that its drift ice tour in Hokkaido for international visitors to Japan has been awarded the Minister of Land, Infrastructure, Transport and Tourism Award at the Tour Grand Prix 2026, one of Japan’s most prestigious travel industry awards. The tour was designed as a shared travel experience in which Japanese and international travelers explore Hokkaido together on the same itinerary. It was highly praised for creating opportunities for cross-cultural interaction through multilingual support, and for offering an efficient way to explore the Shiretoko and Abashiri areas, which can be difficult to access independently in winter. Following this award, Club Tourism has launched overseas sales for the 2027 winter season and will actively promote the unique appeal of Hokkaido in winter to travelers worldwide, with a particular focus on East Asia and Southeast Asia.

This 2-day tour brings together the very best of Hokkaido’s winter wonders, featuring 7 unforgettable drift ice viewpoints and experiences. Travelers can efficiently explore Eastern Hokkaido, including the UNESCO World Heritage-listed Shiretoko Peninsula, and enjoy unique winter experiences that are difficult to arrange independently, such as a cruise aboard the Aurora Drift Ice Sightseeing Icebreaker and a hands-on drift ice experience.

Tour page URL: https://tour.club-t.com/tour/detail?p_from=880000&p_company_cd=1002000&p_course_no2=22724&p_baitai_web=CTOP&p_baitai=990&ToCd=TD

· 7 drift ice views and experiences:

1. Panoramic drift ice views from Mt. Tento
2. Drift ice touch experience in Shari
3. Drift ice views from the large hot spring bath at Shiretoko Daiichi Hotel
4. Oshinkoshin Falls, one of Shiretoko’s most scenic waterfalls
5. Kitahama Station, known as the closest railway station to drift ice
6. Roadside Station Ryuhyo-kaido Abashiri
7. Close-up drift ice viewing aboard the Aurora icebreaker cruise

· Premium accommodation and dining

Guests stay at Shiretoko Daiichi Hotel, one of the leading resort hotels in the Shiretoko area, where they can enjoy hot springs and cuisine unique to Hokkaido.

· Simple direct booking

Travelers around the world can book easily through Club Tourism’s official multilingual website.

· Departure period

Departures are scheduled to depart from late January through early March 2027. Please visit the official website for specific departure dates and travel prices.

[Background of the Award and the Significance of the Minister of Land, Infrastructure, Transport and Tourism Award]

The Tour Grand Prix is a prestigious award program that recognizes outstanding travel products developed and operated in Japan. Club Tourism’s drift ice tour received the Minister of Land, Infrastructure, Transport and Tourism Award in recognition of its innovative approach of bringing Japanese and international travelers together on the same tour, its provision of safe and comfortable winter travel in Hokkaido, and its contribution to regional tourism. Key factors behind the award included:

● Promoting interaction between Japanese travelers and international travelers

The tour brings Japanese and international travelers together on the same journey through Hokkaido, creating opportunities for meaningful interaction beyond language and cultural differences while allowing participants to experience Japan’s unique spirit of hospitality firsthand.

● Ensuring safe winter travel in Hokkaido

Winter driving conditions in Hokkaido can present challenges, particularly for visitors unfamiliar with snowy roads. The tour addresses these concerns by providing professionally managed transportation, accompanied by experienced tour escorts and drivers, allowing participants to travel safely and comfortably throughout the region.

● Contributing to the regional economy and promoting sustainable tourism

By bringing Japanese and international travelers together on the same tour, the program helps maintain a stable flow of visitors to the region. This contributes to local hotels, attractions, and tourism businesses while also supporting sustainable tourism through guidance on local etiquette and responsible travel practices provided by tour conductors.

[Future Outlook: Executive Comment]

“We are honored to receive this award as recognition of our efforts to connect travelers from around the world with the unique attractions found throughout Japan. Through our multilingual official website, we will continue to showcase the appeal of destinations across the country, including Hokkaido, and provide high-quality travel experiences through a diverse range of tour products for international travelers.”

[About Club Tourism International Inc.]

Club Tourism International Inc. is one of Japan’s leading travel companies, specializing in a wide range of themed tours and escorted travel experiences. The company provides both domestic and international travelers with enriching journeys that highlight the unique character, culture, and attractions of destinations throughout Japan.

· Official multilingual website URLs

Traditional Chinese: https://www.club-t.com/zh-CHT/

English: https://www.club-t.com/en/

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pariwisata Budaya Berkelanjutan 2026 — Menjaga Warisan, Memberdayakan Komunitas

Panglipuran dan Filosofi Tri Hita Karana

Panglipuran Festival Ke-13 Tahun 2026 menjadi panggung promosi pariwisata regeneratif yang menempatkan pelestarian adat, budaya, dan lingkungan sebagai fondasi utama. Melalui tema “Harmoni Bumi Panglipuran: Menuju Pariwisata Inklusif, Berkelanjutan, dan Regeneratif”, festival ini memperkuat posisi Desa Wisata Panglipuran sebagai contoh pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat. Masyarakat Desa Adat Panglipuran secara konsisten mempertahankan tata ruang tradisional, rumah adat, hutan bambu, serta awig-awig (hukum adat) sebagai pedoman kehidupan sehari-hari. Komitmen ini mengantarkan Panglipuran meraih berbagai penghargaan, termasuk Kalpataru, Indonesia Sustainable Tourism Award, Top 100 Sustainable Destination, hingga dinobatkan sebagai salah satu Desa Wisata Terbaik Dunia oleh UN Tourism pada 2023.

ASEAN Sustainable Tourism Award 2026: Dua Destinasi Indonesia

Indonesia mencatat prestasi dalam ASEAN Sustainable Tourism Award (ASTA) 2026. Kebun Raya Bogor meraih penghargaan kategori urban, sementara Tenun Sumba Prai Ijing meraih kategori rural. Kampung Prai Ijing di Kabupaten Sumba Barat, NTT, dinilai berhasil melestarikan tenun ikat tradisional dan memberdayakan komunitas lokal melalui pariwisata berbasis masyarakat. Wisatawan dapat belajar menenun, membeli produk lokal, dan merasakan kehidupan sehari-hari warga, sehingga budaya, ekonomi, dan lingkungan dapat berkembang secara berkelanjutan. Penilaian ASTA mengacu pada prinsip pariwisata berkelanjutan yang mencakup aspek lingkungan, sosial-budaya, ekonomi, serta pengalaman wisatawan.

Sinergi Kemenbud dan BUMN untuk Konektivitas Budaya

Kementerian Kebudayaan bersama InJourney dan PT Garuda Indonesia memperkuat sinergi untuk pengembangan pariwisata berbasis budaya melalui peningkatan konektivitas udara ke berbagai destinasi. Langkah ini memastikan ekosistem budaya dan pariwisata dapat tumbuh secara berkelanjutan. Kemenpar juga mendorong budaya keraton nusantara untuk masuk ke ASEAN melalui Forum Keraton dan Masyarakat Adat Nusantara (FSKN).

Sensus Budaya Bali: Pertama di Indonesia

Pemprov Bali akan menggelar sensus budaya pada 2026, yang merupakan pertama di Indonesia. BPS akan membangun dashboard data serta sistem sensus yang dilengkapi data by name by address. Langkah ini menjadi terobosan penting dalam pemetaan aset budaya yang selama ini tersebar dan belum terdokumentasi secara sistematis.

Dari Tradisi ke Ekonomi Kreatif

Pameran “Weaving Wonders: The Spirit of NTT” yang berlangsung 14–27 Juni 2026 di Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta Pusat, menampilkan kekayaan sandang dan pangan Nusa Tenggara Timur sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya masyarakat lokal. Ini membuktikan bahwa pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi bukan dua hal yang bertentangan, melainkan dua sisi dari koin yang sama.

JessC Makin Dekat dengan Indonesia, Musik Jadi Jembatan Lintas Budaya

Penyanyi internasional JessC semakin memperkuat hubungannya dengan pendengar Indonesia melalui karya dalam berbagai bahasa, kolaborasi lintas budaya, serta sejumlah lagu yang mendapat perhatian di radio dan media Tanah Air.

JAKARTA — Penyanyi internasional JessC semakin memperkuat hubungannya dengan pendengar di Indonesia. Lewat karya dalam berbagai bahasa, kolaborasi lintas budaya, serta pesan yang dibawa melalui musik, perjalanan JessC di Tanah Air terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah lagu JessC, di antaranya “Dekati”, “Tak Terpisah” dan “Expose”, mendapat perhatian dari pendengar Indonesia dan masuk ke tangga lagu sejumlah stasiun radio.

Bagi JessC, penerimaan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam perjalanan musiknya.

“Saya selalu merasa memiliki hubungan yang spesial dengan Indonesia. Bahasa dan budaya kita begitu dekat. Ketika lagu saya diterima oleh pendengar Indonesia, rasanya seperti bertemu dengan keluarga baru, padahal sebenarnya sudah lama dekat di hati,” ujar JessC.

Dari “Dekati” hingga “Tak Terpisah”

Hubungan JessC dengan Indonesia salah satunya dibangun melalui album “Dekati”. Karya tersebut menjadi bagian dari perjalanan JessC memperkenalkan musiknya kepada pendengar Indonesia.

Perjalanan itu kemudian berlanjut melalui kolaborasi dengan diva legendaris Malaysia, Fauziah Latiff, dalam lagu “Tak Terpisah”.

Lagu tersebut membawa pesan mengenai persahabatan, penerimaan dan kasih tanpa batas. Karyanya juga mendapat perhatian dari media di Indonesia.

Bagi JessC, pesan dalam lagu tersebut sejalan dengan cara ia memandang musik.

“Musik tidak bertanya dari negara mana kita berasal. Ketika sebuah lagu menyentuh hati seseorang, pada saat itu sebenarnya kita sudah terhubung,” katanya.

Musik Melayu Menyeberangi Batas Negara

Kedekatan JessC dengan Indonesia juga terlihat melalui karya-karya berbahasa Melayu.

Pada 2026, JessC berkolaborasi dengan entertainer Malaysia, Dato’ AC Mizal, melalui lagu “Mari Menari Raya”. Lagu tersebut memadukan pop modern dengan nuansa Hari Raya dan elemen hip-hop rap.

Selain mendapat perhatian di Malaysia, lagu tersebut juga diputar di Indonesia.

Menurut JessC, respons dari pendengar Indonesia menunjukkan bahwa kedekatan budaya Malaysia dan Indonesia dapat menjadi ruang untuk membawa musik berbahasa Melayu kepada pendengar yang lebih luas.

Ia melihat Indonesia sebagai salah satu negara dengan industri musik yang besar dan dinamis. Karena itu, hubungan dengan Indonesia bagi JessC tidak hanya berkaitan dengan pasar, tetapi juga dengan keinginan untuk terus membangun kedekatan melalui musik.

Bukan Sekadar Penyanyi

Di luar aktivitasnya sebagai penyanyi, JessC memiliki latar belakang di bidang kesehatan dan dikenal sebagai Certified Therapeutic Musician.

Ketertarikannya terhadap therapeutic music turut memengaruhi cara JessC melihat musik. Baginya, musik bukan hanya hiburan, tetapi juga dapat menjadi medium untuk menghadirkan ketenangan, harapan dan energi positif.

JessC juga memiliki ketertarikan pada olahraga, termasuk tenis meja.

Menurutnya, musik dan olahraga memiliki satu kesamaan, yakni sama-sama membutuhkan disiplin, fokus, daya tahan dan keberanian untuk terus mencoba.

“Dalam hidup, saya tidak ingin membatasi diri hanya pada satu hal. Saya ingin terus belajar, terus mencoba dan terus menjadi versi diri saya yang lebih baik,” ungkapnya.

Indonesia dalam Perjalanan JessC Berikutnya

Setelah membawakan karya dalam bahasa Mandarin, Inggris dan Melayu di berbagai panggung, JessC kini ingin semakin memperkuat hubungan dengan pendengar di Asia, termasuk Indonesia.

Ia juga membuka peluang untuk menghasilkan lebih banyak karya yang dapat dinikmati secara khusus oleh pendengar Indonesia, sekaligus menjajaki kemungkinan berkolaborasi dengan musisi dari Tanah Air.

Bagi JessC, perjalanan tersebut masih terus berjalan.

“Saya berharap suatu hari nanti dapat berdiri di atas panggung di Indonesia, menyanyi bersama semuanya dan merasakan sendiri energi penonton Indonesia. Saya percaya musik dapat membuat kita semakin dekat,” tuturnya.

Nama “Dekati” pada akhirnya terasa memiliki makna tersendiri dalam perjalanan JessC.

Bukan hanya sebagai judul lagu, tetapi juga sebagai gambaran dari langkah yang sedang dibangun JessC bersama pendengar Indonesia—semakin dekat, satu karya demi satu karya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Kementerian Dalam Negeri Gelar Rapat Kerja Bersama K/L untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Menuju Target 8 Persen

Jakarta, 10 September 2026 – Kementerian Dalam Negeri
(Kemendagri) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penyusunan dan Pemaparan Rencana
Kerja Tim Pemantauan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Daerah yang berlangsung
pada 4 hingga 6 September 2026 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta
Utara.

Agenda strategis ini digelar dalam rangka pemantauan,
pengawalan, dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah guna mendukung pencapaian
target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% sebagaimana diamanatkan dalam
Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029.

Rapat kerja lintas kementerian dan lembaga ini dibuka dengan
arahan langsung dari Sekretaris Jenderal Kemendagri, Komjen Pol. Drs. Tomsi
Tohir, M.Si., serta menghadirkan jajaran narasumber dan pemapar kunci:

– Komjen
Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si.
– Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam
Negeri
– Teni
Widuriyanti
– Sekretaris Kementerian PPN / Sestama Bappenas
– Moh
Edy Mahmud
– Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Badan Pusat
Statistik (BPS)
– Ir.
Medrilzam, M.Prof.Rcon., Ph.D.
– Deputi Bidang Pembangunan
Kewilayahan, Kementerian PPN/Bappenas

Pendekatan Penyelesaian Masalah dan Penyusunan Rencana
Kerja Wilayah

Sekretaris Jenderal Kemendagri menegaskan pentingnya
pergeseran pendekatan dari sekadar pemantauan administratif (compliance-oriented)
menjadi pendekatan penyelesaian masalah secara konkret (problem-solving
oriented
). Pada sesi teknis, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kewilayahan,
Kependudukan dan Pelayanan Publik Kemendagri, Dr. T.R Fahsul Falah, S.Sos.,
M.Si.
, bersama Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi menyampaikan
penjelasan teknis kegiatan dan pembagian wilayah kerja tim pemantauan. Forum
ini membedah secara rinci angka pertumbuhan ekonomi di tingkat kabupaten/kota
serta merumuskan aksi nyata bagi Pemerintah Daerah.

Guna memastikan pengawalan berjalan efektif di seluruh
Indonesia, rapat kerja membagi pembahasan ke dalam kelompok wilayah provinsi
per pulau. Seluruh jajaran Pejabat Eselon I Kemendagri ditugaskan sebagai
penanggung jawab untuk mengordinasikan penyusunan dan pemaparan Rencana Kerja
Masing-Masing Provinsi.

Aksi Konkret dan Penguatan Indikator Dini

Dalam diskusi panel, Kemendagri bersama Bappenas, BPS, dan
Kementerian Investasi/BKPM menyelaraskan indikator penilaian pertumbuhan
ekonomi daerah:

– Penggunaan
Deteksi Dini (Early Warning Indicator)
: Menerapkan sistem
peringatan dini bulanan dari BPS untuk membaca sinyal dinamika ekonomi
daerah secara real-time.
– Percepatan
Investasi dan Perizinan
: Mengurai hambatan perizinan di daerah serta
mengoptimalkan potensi investasi guna mendorong kemudahan berusaha.
– Sembilan
Langkah Strategis Pemda
: Mendorong daerah mempercepat realisasi APBD,
proyek infrastruktur, pengendalian harga bahan pokok, perluasan lapangan
kerja, hingga peningkatan output industri dan sektor primari.

Rangkaian kegiatan selama tiga hari ini akan
diakhiri dengan pembulatan hasil rapat serta penutupan oleh Sekretaris Jenderal
Kemendagri pada Minggu, 6 September 2026, untuk memastikan seluruh provinsi
memiliki rencana aksi yang terukur, tepat waktu, dan berorientasi pada hasil (no
issue without owner, no owner without deadline
).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES