AXIS dan EVOS Hadirkan AXISLAND, Perayaan Kemerdekaan RI dalam Bentuk Baru di Roblox Lewat Kampanye #17anKitaBeda

AXIS berkolaborasi dengan EVOS Esports menghadirkan AXISLAND, sebuah pengalaman baru di platform Roblox yang mengangkat kampanye #17anKitaBeda dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-81. AXISLAND resmi meluncur pada 17 Agustus 2026 dan dapat diakses langsung oleh pemain Roblox di Indonesia, menghadirkan area eksplorasi seperti AXIS Net, AXIS Network Quality Corner, AXIS Nation Cup, dan AXIS Cup, lengkap dengan fitur Treasure Hunt untuk mengumpulkan AXIS Points yang bisa ditukar item eksklusif. Kolaborasi ini juga menghadirkan dua community activity bersama komunitas Roblox AKRI dan talent EVOS Esports, yaitu AXISLAND Speedrun Battle bertema balap karung (21-23 Agustus 2026) dan AXISLAND Fashion Week bertema baju adat (4-6 September 2026). Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen AXIS mendukung ekosistem gaming dan komunitas digital di Indonesia dengan pengalaman yang kreatif, kolaboratif, dan relevan dengan generasi muda saat ini.

Jakarta, 17 Agustus 2026 — Sebagai bagian dari komitmennya untuk terus dekat dengan gamer muda Indonesia, AXIS kembali berkolaborasi dengan EVOS Esports menghadirkan aktivasi digital yang selaras dengan gaya hidup generasi gaming masa kini. Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kolaborasi ini melahirkan AXISLAND, sebuah pengalaman baru di platform game global Roblox yang mengangkat kampanye bertajuk #17anKitaBeda. 

AXISLAND merupakan ruang perayaan virtual yang menghubungkan momentum kemerdekaan dengan dunia gaming. Berbeda dari aktivasi AXIS sebelumnya di Roblox, AXISLAND dirancang sebagai destinasi baru yang menggabungkan unsur eksplorasi, mini-games bertema kemerdekaan, misi interaktif, hingga interaksi komunitas dalam satu pengalaman. Kehadiran AXISLAND juga memperluas cara AXIS merayakan momen kemerdekaan, menghubungkan semangat perayaan di dunia nyata dengan pengalaman interaktif di Roblox.

AXISLAND resmi meluncur pada 17 Agustus 2026 dan dapat diakses langsung oleh para pemain Roblox di Indonesia. Di dalam map ini, pemain dapat menjelajahi berbagai area yang merepresentasikan layanan dan semangat AXIS, mulai dari AXIS Net, AXIS Network Quality Corner, AXIS Nation Cup hingga AXIS Cup, yang masing-masing menghadirkan aktivitas serta tantangan tersendiri bagi pemain untuk dijelajahi.

 

Sepanjang menjelajahi AXISLAND, pemain dapat mengikuti Treasure Hunt untuk mengumpulkan AXIS Points yang tersebar di berbagai sudut map. AXIS Points yang berhasil dikumpulkan dapat ditukarkan dengan sejumlah item eksklusif hasil user generated content yang hanya tersedia selama periode kampanye berlangsung, sekaligus mendorong pemain untuk lebih aktif menjelajahi setiap area di AXISLAND.

Selain aktivitas eksplorasi, AXISLAND juga menghadirkan rangkaian community activity yang melibatkan komunitas Roblox Indonesia. Salah satunya adalah AXISLAND Speedrun Battle bertema balap karung yang akan berlangsung pada 21 hingga 23 Agustus 2026, diikuti dengan AXISLAND Fashion Week bertema baju adat pada 4 hingga 6 September 2026. Kedua aktivitas ini akan digelar bersama komunitas Roblox AKRI dan turut menghadirkan talent dari EVOS Esports.

Melalui rangkaian aktivitas ini, AXISLAND tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga ruang bagi komunitas untuk saling terhubung dan merayakan semangat kemerdekaan bersama-sama secara digital. Format perayaan ini turut menjadi kelanjutan dari semangat AXIS Nation Cup yang sebelumnya digelar secara offline, kini dihadirkan pula dalam versi digital yang lebih dapat diakses oleh gamer muda di seluruh Indonesia.

Kolaborasi bersama EVOS Esports dan kehadiran AXISLAND di Roblox, AXIS menghadirkan cara baru bagi generasi muda untuk merayakan Hari Kemerdekaan secara lebih interaktif di ruang digital. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen AXIS dalam mendukung ekosistem gaming dan komunitas digital di Indonesia dengan menghadirkan pengalaman yang kreatif, kolaboratif, dan relevan dengan generasi saat ini.

 

Kampanye #17anKitaBeda di AXISLAND diharapkan dapat menjadi ruang bagi para pemain untuk tidak hanya bermain, tetapi juga membangun interaksi dan pengalaman bersama komunitas dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Follow Instagram resmi EVOS Esports di @evosesports dan Instagram resmi AXIS di @axis_id untuk mengetahui informasi menarik mengenai AXISLAND dan rangkaian aktivitas AXIS bersama EVOS Esports lainnya di tahun 2026.

— Selesai —

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Human Firewall: Kenapa Karyawan Anda adalah Benteng Pertahanan Siber Terkuat

Human firewall jadi lini pertahanan pertama dari serangan siber. Simak cara membangunnya, mengapa penting, dan strategi efektif menerapkannya di tim

Bayangkan perusahaan Anda baru saja menghabiskan miliaran rupiah untuk firewall tercanggih, sistem deteksi berbasis AI, dan enkripsi berlapis. Lalu satu email palsu yang tampak meyakinkan berhasil membuat seorang staf keuangan mengklik tautan dan memasukkan kredensialnya. Semua investasi teknologi itu pun jadi sia-sia dalam hitungan detik.

Ini bukan skenario langka. Riset Data Breach Investigations Report 2025 dari Verizon menemukan bahwa unsur manusia terlibat dalam sekitar 60% insiden kebocoran data, dengan definisi yang dirancang untuk mencerminkan hal-hal yang benar-benar bisa diperbaiki lewat pelatihan dan kesadaran keamanan. Artinya, celah keamanan terbesar organisasi bukan ada di server, melainkan di kotak masuk email karyawan.

Di sinilah konsep human firewall menjadi relevan: bukan sekadar istilah keren, tapi strategi nyata untuk mengubah orang-orang di organisasi Anda dari titik lemah menjadi lini pertahanan pertama.

Apa Itu Human Firewall?

Human firewall adalah istilah untuk menggambarkan karyawan, manajemen, hingga mitra kerja dalam suatu organisasi yang memiliki kesadaran dan keterampilan keamanan siber yang cukup tinggi untuk mendeteksi, menolak, dan melaporkan upaya serangan sebelum menyentuh sistem teknologi.

Berbeda dengan firewall teknis yang bekerja otomatis menyaring lalu lintas data, human firewall bekerja lewat kewaspadaan dan insting verifikasi setiap individu. Sehebat apa pun sistem keamanan yang dipasang, semuanya bisa runtuh jika satu orang secara sukarela menyerahkan kredensial login karena termakan manipulasi psikologis alias social engineering.

Mengapa Manusia Jadi Target Favorit Peretas?

Peretas modern jarang repot membobol kode enkripsi yang rumit. Jauh lebih efisien bagi mereka untuk memanipulasi psikologi manusia. Laporan resmi Verizon 2025 DBIR mencatat bahwa 22% insiden kebocoran data diawali penyalahgunaan kredensial curian dan 16% diawali serangan phishing — dua vektor akses yang berakar dari kelalaian manusia, bukan celah teknis semata.

Beberapa pola serangan berbasis manipulasi psikologis yang paling sering muncul:

1. Urgensi palsu. Korban dibuat panik, misalnya lewat ancaman pemblokiran akun kerja, sehingga bertindak cepat tanpa berpikir logis.

2. Kamuflase identitas. Pelaku menyamar sebagai atasan, rekan kerja, atau vendor resmi lewat email dan pesan yang tampilannya nyaris identik dengan aslinya. Pola ini juga sering muncul lewat SMS palsu (smishing) yang meniru notifikasi resmi — selengkapnya bisa dibaca di Waspada Phishing dan Smishing.

3. Eksploitasi momen lengah. Serangan phishing sengaja dilancarkan saat hari libur panjang, ketika kewaspadaan staf operasional biasanya menurun.

4. Kode QR berbahaya (quishing). Modus terbaru menyisipkan tautan phishing di balik kode QR pada poster, invoice, atau email, sehingga korban langsung memindai tanpa sempat memeriksa alamat situs tujuan — bahaya ini dibahas lebih lengkap di Waspadai Quishing.

Dampaknya bisa sangat besar. Salah satu contoh nyata adalah kasus Toyota Boshoku, pemasok komponen otomotif Grup Toyota, yang pada 2019 kehilangan lebih dari 37 juta dolar AS setelah stafnya mengikuti instruksi pembayaran palsu lewat skema Business Email Compromise (BEC) — bukti bahwa komunikasi kerja sehari-hari saja bisa menembus pertahanan teknis paling canggih sekalipun kalau karyawan tidak terlatih melakukan verifikasi.

Strategi Efektif Membangun Human Firewall

Membangun budaya keamanan siber tidak bisa selesai lewat satu seminar tahunan yang membosankan. Dibutuhkan pendekatan berkelanjutan, interaktif, dan bisa diukur hasilnya.

1. Edukasi Berbasis Simulasi Nyata

Pelatihan berbentuk slide presentasi panjang sering kali tidak membekas. Pendekatan yang jauh lebih efektif adalah simulasi serangan mandiri secara berkala, seperti simulasi phishing terkendali. Efeknya terbukti signifikan: laporan tahunan KnowBe4 tahun 2024 yang menganalisis lebih dari 11,9 juta pengguna di 57.000 organisasi mencatat rata-rata 34,3% karyawan gagal dalam simulasi phishing pertama sebelum mendapat pelatihan, namun angka itu turun menjadi hanya 4,6% setelah setahun menjalani program kesadaran keamanan secara konsisten.

Dengan mengalami langsung skenario “terjebak” dalam lingkungan yang aman, karyawan jadi jauh lebih waspada saat menghadapi situasi serupa di dunia nyata.

2. Tanamkan Prinsip Zero Trust pada Setiap Individu

Konsep Zero Trust — “jangan pernah percaya, selalu verifikasi” — tidak hanya berlaku untuk mesin, tapi juga manusia. Setiap karyawan perlu dilatih memiliki insting verifikasi:

Jika menerima permintaan data sensitif atau transfer dana mendesak dari atasan lewat pesan teks, lakukan verifikasi silang lewat saluran komunikasi lain.

Jika menerima pembaruan dokumen kerja yang mencurigakan, pastikan kebenarannya dulu sebelum membuka file tersebut.

Insting sederhana ini sering kali cukup untuk menggagalkan skema Business Email Compromise (BEC) yang secara global tercatat merugikan korban hingga miliaran dolar AS setiap tahun.

3. Buat Jalur Pelaporan Insiden yang Mudah

Karyawan sering enggan melaporkan kesalahan karena takut disalahkan. Organisasi perlu membangun budaya di mana melaporkan potensi ancaman atau kesalahan sendiri dianggap sebagai tindakan yang tepat, bukan aib. Jalur pelaporan idealnya sesederhana satu tombol “Report Phishing” di email kerja, sehingga tidak ada friksi yang membuat karyawan malas melapor.

4. Jadikan Keamanan Siber Bagian dari Budaya Kerja

Gunakan pendekatan gamification — pembelajaran berbasis kompetisi atau poin — untuk menjaga keterlibatan karyawan tetap tinggi. Berikan apresiasi bagi divisi atau individu dengan rekor keamanan terbaik atau paling cepat mendeteksi simulasi serangan. Pendekatan ini mengubah keamanan siber dari kewajiban yang membebani menjadi bagian dari identitas tim.

Kesimpulan

Cybersecurity bukan lagi tugas eksklusif tim IT atau divisi keamanan informasi. Sehebat apa pun teknologi pengamanan yang dipasang, benteng itu akan tetap runtuh jika pintunya dibukakan dari dalam oleh satu klik yang salah.

Dengan memperkuat human firewall, organisasi tidak hanya melindungi aset digital dari serangan bermotif finansial, tapi juga membangun reputasi dan kepercayaan di mata nasabah maupun regulator. Mulailah dari langkah kecil: audit tingkat kewaspadaan tim Anda lewat simulasi phishing pertama, lalu bangun jalur pelaporan yang mudah diakses semua orang.

Kesadaran ini juga berlaku untuk aktivitas keuangan sehari-hari. BPR KS mendorong setiap nasabah untuk tetap waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan bank, termasuk phishing, smishing, hingga quishing. Kenali ciri-cirinya lebih lanjut di halaman edukasi keamanan digital BPR KS.

Sumber

[1] Verizon Business. 2025 Data Breach Investigations Report. https://www.verizon.com/business/resources/reports/2025-dbir-data-breach-investigations-report.pdf

[2] BleepingComputer. Over $37 Million Lost by Toyota Boshoku Subsidiary in BEC Scam. https://www.bleepingcomputer.com/news/security/over-37-million-lost-by-toyota-boshoku-subsidiary-in-bec-scam/

[3] KnowBe4. 2024 Phishing by Industry Benchmarking Report. https://blog.knowbe4.com/knowbe4-2024-phishing-by-industry-benchmarking-report

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Cicilan yang Tidak Terduga? Kenali Dulu Cara Menghitung dan Mengaturnya

Ada kalanya kebutuhan datang ketika kondisi keuangan sedang tidak siap. Kendaraan perlu diperbaiki, perlengkapan kerja harus diganti, atau ada kebutuhan keluarga yang tidak bisa ditunda. Ketika dana yang tersedia belum cukup, cicilan bisa menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan.

Sebelum mengambil pinjaman, penting untuk memahami apa itu cicilan, berapa total kewajiban yang harus dibayar, serta bagaimana bunga dan biaya lainnya dihitung. Dengan begitu, keputusan mengambil kredit bisa disesuaikan dengan kemampuan membayar.

Apa Itu Cicilan?

Apa itu cicilan? Cicilan adalah pembayaran utang secara bertahap dalam periode tertentu sesuai jadwal yang telah disepakati.

Dalam pinjaman, cicilan umumnya terdiri dari pokok pinjaman dan bunga. Bisa ada pula biaya lain sesuai ketentuan produk, misalnya biaya provisi atau biaya layanan.

Karena itu, jangan hanya melihat nominal dana yang diterima. Sebelum mengajukan pinjaman, perhatikan juga:

– Jumlah pinjaman

– Bunga

– Tenor

– Besaran cicilan

– Biaya lain yang berlaku

– Total pembayaran sampai pinjaman selesai

Informasi tersebut perlu diperiksa dalam simulasi pinjaman dan perjanjian kredit sebelum pencairan.

Kenapa Cicilan Bisa Muncul Secara Tidak Terduga?

Kebutuhan mendadak bisa muncul tanpa banyak waktu untuk mempersiapkan dana. Contohnya:

1. Kendaraan bermasalah

Kendaraan yang digunakan untuk bekerja atau aktivitas sehari-hari membutuhkan perbaikan.

2. Peralatan kerja rusak

Laptop, perangkat usaha, atau perlengkapan lain perlu segera diganti agar aktivitas tetap berjalan.

3. Kebutuhan rumah tangga

Ada perbaikan atau kebutuhan rumah yang tidak masuk dalam anggaran bulanan.

4. Kebutuhan pendidikan

Muncul biaya pendidikan yang perlu dibayarkan sesuai jadwal.

Situasi seperti ini dapat membuat seseorang mempertimbangkan pembiayaan tambahan. Namun, kebutuhan mendesak tetap perlu dibedakan dari keinginan konsumtif yang sebenarnya masih bisa ditunda.

Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengambil Cicilan?

Cicilan akan menjadi kewajiban sampai periode pembayaran selesai. Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa sebelum mengajukan pinjaman.

1. Hitung Kemampuan Bayar

Lihat pemasukan dan pengeluaran rutin terlebih dahulu. Pastikan masih ada ruang untuk membayar cicilan setelah kebutuhan utama dan kewajiban lainnya terpenuhi.

2. Perhatikan Tenor

Tenor adalah jangka waktu pembayaran pinjaman. Tenor yang lebih panjang dapat membuat cicilan periodik terlihat lebih ringan, tetapi periode pembayaran menjadi lebih lama dan total biaya pinjaman perlu diperhitungkan.

3. Jangan Hanya Melihat Bunga

Periksa seluruh biaya yang tercantum dalam simulasi dan perjanjian kredit. Selain bunga, dapat terdapat biaya lain sesuai dengan ketentuan produk yang berlaku. 

4. Pahami Risiko Keterlambatan

Cicilan perlu dibayar sesuai jadwal. Keterlambatan pembayaran dapat menimbulkan konsekuensi sesuai perjanjian kredit dan dapat memengaruhi riwayat kredit.

Karena itu, sebelum mengajukan pinjaman, pastikan sumber pembayaran cicilan sudah diperhitungkan.

Pinjaman Online dari Bank, Apa Bedanya?

Ketika mencari pinjaman online dari bank, penting membedakan produk kredit bank dengan pinjaman yang diberikan oleh perusahaan fintech lending.

Neo Pinjam merupakan produk pinjaman di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce yang pengajuannya dilakukan secara digital melalui aplikasi neobank. Sebagai produk kredit bank, proses pemberian pinjaman tetap melalui evaluasi kelayakan kredit dan prinsip kehati-hatian perbankan. 

Artinya, pengajuan secara digital tidak berarti setiap pengajuan otomatis disetujui. Limit, bunga, tenor, dan persetujuan mengikuti hasil analisis kredit masing-masing nasabah. 

Neo Pinjam untuk Kebutuhan yang Perlu Ditangani

Neo Pinjam di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce dapat digunakan untuk kebutuhan nasabah sesuai ketentuan produk. Fasilitas ini merupakan pinjaman tanpa jaminan dengan limit hingga Rp100 juta dengan tenor hingga 12 bulan. Pengajuan dilakukan melalui aplikasi neobank. 

Sebelum mengajukan, tentukan terlebih dahulu jumlah dana yang benar-benar dibutuhkan. Tidak perlu mengambil limit maksimal jika kebutuhan sebenarnya lebih kecil.

Kebutuhan yang mendadak memang bisa membuat keputusan finansial terasa harus dilakukan dengan cepat. Justru dalam kondisi seperti itu, menghitung kemampuan bayar menjadi semakin penting.

Mulai dengan memahami apa itu cicilan, hitung perkiraan bunga, cek tenor, periksa biaya lain, lalu pastikan cicilan masih sesuai dengan kemampuan keuangan.

Kalau sedang mencari pinjaman online dari bank, Neo Pinjam di aplikasi neobank dapat menjadi salah satu fasilitas kredit yang dipertimbangkan untuk kebutuhan sesuai ketentuan produk.

Gunakan pinjaman secara terukur dan pastikan memahami seluruh kewajiban sebelum mengajukan.

***

Fitur, limit, tenor, bunga, biaya, dan ketentuan Neo Pinjam dapat berubah sesuai kebijakan Bank Neo Commerce. 

Pinjaman merupakan komitmen finansial. Pastikan jumlah pinjaman dan tenor yang dipilih sesuai dengan kemampuan membayar agar kewajiban dapat dipenuhi tepat waktu.

Jika ingin mencoba Neo Pinjam unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Pinjam di website resmi Bank Neo Commerce. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sambut Bulan September, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Mobil Baru dengan Bunga Mulai 3,33%

Jakarta, 1 September 2026 – Memasuki bulan September, sejumlah rencana yang disusun sejak awal tahun mulai kembali menjadi perhatian. Bagi sebagian keluarga, salah satunya adalah rencana mengganti kendaraan atau memiliki mobil baru untuk menunjang kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Kendaraan masih menjadi bagian penting dalam aktivitas keluarga, mulai dari perjalanan ke tempat kerja dan mengantar anak hingga kebutuhan bepergian pada akhir pekan. Karena itu, keputusan membeli mobil tidak hanya ditentukan oleh pilihan kendaraan, tetapi juga skema pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan dan perencanaan keuangan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa setiap konsumen memiliki pertimbangan yang berbeda ketika memutuskan untuk membeli kendaraan. Selain memilih jenis dan spesifikasi mobil, konsumen juga perlu mempertimbangkan jangka waktu serta kemampuan dalam memenuhi kewajiban pembiayaan.

“Mobil menjadi bagian dari kebutuhan mobilitas banyak keluarga. Kami memahami bahwa keputusan untuk membeli kendaraan perlu disesuaikan dengan kondisi dan perencanaan finansial masing-masing. Khusus untuk mobil baru, BRI Finance menyediakan pilihan pembiayaan dengan bunga yang kompetitif yakni  3,33% flat per tahun serta tenor hingga lima tahun,” ujar Dhani.

Dengan bunga mulai dari 3,33% flat per tahun, konsumen memiliki pilihan untuk memperoleh pembiayaan mobil baru dengan tenor yang dapat disesuaikan hingga lima tahun. Skema tersebut memberikan fleksibilitas dalam mengatur jangka waktu pembayaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

“Yang kami dorong bukan hanya kemudahan dalam memperoleh pembiayaan, tetapi juga keputusan yang terukur. Konsumen perlu memilih kendaraan dan skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhannya. BRI Finance ingin menjadi bagian dari proses tersebut dengan menyediakan solusi pembiayaan yang kompetitif dan relevan,” tambah Dhani.

Melalui penawaran ini, BRI Finance mengajak masyarakat yang tengah mempertimbangkan pembelian kendaraan untuk mulai merealisasikan rencana mobil baru pada September ini, dengan tetap memperhatikan kebutuhan serta perencanaan keuangan keluarga.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Perkuat Pembiayaan Dana Tunai, Tumbuh 44,74% hingga Semester I-2026

Jakarta, 31 Agustus 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) membukukan kinerja positif pada segmen pembiayaan dana tunai sepanjang Semester I-2026. Hingga Juni 2026, penyaluran pada segmen tersebut tumbuh 44,74% secara tahunan (year on year/yoy), dengan kontribusi sebesar 10,88% terhadap total portofolio pembiayaan Perseroan.

Capaian tersebut memperkuat peran pembiayaan dana tunai dalam menopang portofolio konsumer BRI Finance. Fleksibilitas penggunaan dana menjadi salah satu karakteristik yang mendukung daya tarik produk ini, terutama bagi konsumen yang membutuhkan akses pembiayaan untuk beragam keperluan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam mengembangkan portofolio pembiayaan konsumer secara selektif dan terukur.

“Pertumbuhan 44,74% hingga Juni menunjukkan kinerja yang positif pada segmen pembiayaan dana tunai. Kami akan terus mengembangkan segmen ini secara terukur dengan memperhatikan profil debitur dan kualitas pembiayaan, sehingga kontribusinya terhadap kinerja Perseroan dapat terus terjaga secara sehat,” ujar Dhani.

Untuk mendukung pengembangan bisnis tersebut, BRI Finance terus menyempurnakan proses pembiayaan, mulai dari analisis calon debitur, penilaian kelayakan, hingga pemantauan portofolio setelah pembiayaan berjalan. Penguatan proses ini dilakukan untuk memastikan setiap penyaluran memiliki dasar analisis yang memadai dan sesuai dengan profil risiko masing-masing debitur.

Di sisi lain, strategi penyaluran juga diarahkan pada peningkatan efektivitas dalam menjangkau segmen konsumen yang sesuai dengan karakteristik produk. Dengan pendekatan tersebut, BRI Finance dapat mengoptimalkan peluang bisnis sekaligus menjaga keseimbangan antara ekspansi portofolio dan tingkat risiko yang dikelola.

“Dalam mengembangkan bisnis, kami tidak hanya melihat besarnya peluang pasar, tetapi juga memastikan setiap pembiayaan memiliki dasar analisis yang kuat. Penguatan underwriting dan monitoring menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas portofolio seiring dengan ekspansi yang dilakukan,” jelas Dhani.

Strategi pengembangan pembiayaan konsumer BRI Finance selanjutnya akan diarahkan pada optimalisasi segmen-segmen yang memiliki prospek, termasuk pembiayaan dana tunai. Langkah tersebut akan tetap memperhatikan kualitas aset, efektivitas proses pembiayaan, serta dinamika kebutuhan konsumen. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat struktur portofolio BRI Finance sekaligus mendukung kinerja bisnis yang konsisten dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tak Hanya Membangun Karier, UPH Ajak Mahasiswa Baru Menemukan Panggilan dan Menjalani Hidup yang Bermakna

Melalui sesi “Called & Life That Matters” di UPH Festival 2026, Dr. Andry M. Panjaitan mengajak mahasiswa memaknai masa kuliah sebagai ruang untuk mengenal diri, mengembangkan talenta, menghadapi kegagalan, membangun komunitas, serta belajar memimpin dan melayani. Pesan tersebut diperkuat melalui kisah lima mahasiswa UPH yang menemukan arah dan panggilan masing-masing melalui pengalaman, keraguan, kegagalan, organisasi, komunitas, hingga prestasi.

Memasuki dunia
perkuliahan, mahasiswa dihadapkan pada berbagai pilihan, tantangan, dan
pertanyaan tentang masa depan. Lebih dari sekadar menentukan karier, masa
kuliah menjadi kesempatan untuk mengenal diri, mengembangkan potensi, dan
menemukan arah hidup. Perspektif inilah yang diangkat dalam sesi ‘Called
& Life That Matters’
bersama Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM.,
Associate Vice President Student Development, Alumni, and Corporate Relations
UPH, pada hari ketiga UPH Festival 2026, 15 Agustus 2026, di Auditorium
Grand Chapel UPH Kampus Utama Lippo Village, Karawaci, Tangerang.

Dalam sesi tersebut,
Dr. Andry mengajak mahasiswa melihat berbagai pengalaman selama masa kuliah,
mulai dari proses belajar, menghadapi tantangan, membangun komunitas, hingga
mengambil kesempatan untuk memimpin, sebagai bagian dari proses menemukan dan mengembangkan
panggilan hidup.

Dr. Andry mengajak
mahasiswa memaknai proses belajar, tantangan, komunitas, dan kesempatan
memimpin sebagai bagian dari perjalanan menemukan panggilan. Ia menekankan lima
prinsip sebagai kompas mahasiswa, yakni hidup bukan kebetulan dan panggilan
lebih besar dari karier; kegagalan adalah bagian dari pertumbuhan; kepemimpinan
adalah kesempatan untuk melayani; gunakan talenta untuk memberi dampak; serta
ilmu, kemampuan, pekerjaan, dan pengaruh perlu dijalankan secara bertanggung
jawab bagi Indonesia dan kemuliaan Tuhan.

“Jangan pernah takut bermimpi besar di
kampus ini. Bergabunglah dalam organisasi, tekuni riset, ciptakan karya seni
dan teknologi, ikut kompetisi, dan bangun persahabatan sejati. Jadilah Shalom
Community.
Namun, di atas segalanya, ingatlah bahwa kalian berharga bukan
karena apa yang kalian capai, melainkan karena siapa yang menciptakan dan
menebus kalian,” katanya.

Menemukan Panggilan di Tengah Keraguan
dan Kegagalan

Pesan tersebut
kemudian diperkuat melalui cerita lima mahasiswa senior yang menemukan
panggilan melalui pengalaman yang berbeda. Vanessa Putri Gunawan,
mahasiswi Prodi Pendidikan Dokter angkatan 2024 sekaligus Ambassadors of UPH
(AoU) periode 2026–2027, menceritakan bagaimana pilihan masuk kedokteran yang
awalnya didorong orang tua justru menjadi bagian dari proses Tuhan membentuk
dirinya.

“Saya sempat
bertanya, apakah ini benar-benar jalan saya atau hanya menjalani rencana orang
lain. Namun, saya kemudian menyadari bahwa Tuhan dapat menggunakan keputusan
yang awalnya terasa terpaksa untuk membentuk dan mengarahkan kita kepada
panggilan-Nya. Karena itu, jangan takut mencoba berbagai kesempatan di UPH,”
ujarnya.

Berbeda dengan
Vanessa, Ruvelino Pascuines Issack Mangindaan
, mahasiswa Prodi Manajemen angkatan 2023
sekaligus Ketua BEM UPH periode 2025–2026, menemukan kesempatan baru setelah mengalami
kegagalan. Setelah menunda kuliah untuk mengejar cita-cita menjadi Taruna Akpol
dan menjalani persiapan selama berbulan-bulan, ia harus menerima kenyataan
tidak lolos seleksi. Kegagalan tersebut justru membawanya ke UPH. Ia kemudian
aktif dalam berbagai kegiatan hingga bergabung dengan BEM dan dipercaya menjadi
Ketua BEM UPH.

“Kegagalan bukan
akhir dari segalanya. Mungkin Tuhan punya rencana lain dalam hidup kita. Karena
itu, ketika ada kesempatan, jangan disia-siakan. Barangkali itu adalah batu
loncatan yang Tuhan sediakan untuk mencapai tujuan yang sudah Tuhan tetapkan,”
katanya

Bertumbuh Melalui Komunitas dan
Kesempatan

Perjalanan menemukan
panggilan juga dapat bertumbuh melalui keterlibatan dalam komunitas. Heavenly
Prayer Toar Matheos Kuhon
, mahasiswa Prodi Hubungan Internasional angkatan
2025 sekaligus AoU periode 2026–2027, mengajak mahasiswa baru untuk berani
mengambil kesempatan terlibat dalam berbagai kegiatan dan organisasi sebagai
ruang untuk bertumbuh dan belajar melayani.

“Kepemimpinan bukan
tentang kekuasaan atau memerintah orang lain, tetapi tentang kerendahan hati
untuk melayani dan menjadi berkat bagi sesama. Di UPH, saya belajar bahwa
pertumbuhan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang karakter, relasi,
dan kehidupan spiritual,” ungkapnya.

Pengalaman serupa
dirasakan Anthony de Jayson Wiranata, mahasiswa Prodi Sistem Informasi
angkatan 2025 dan anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi
(HMPSSI) UPH periode 2025–2026. Baginya, organisasi menjadi ruang untuk belajar
bekerja sama, membangun relasi, dan menghadapi berbagai tantangan bersama.

“Organisasi bukan
hanya tentang tugas atau kepanitiaan, tetapi tentang komunitas. Di sana kita
belajar menyelesaikan masalah bersama, membangun relasi, dan menciptakan dampak
yang lebih besar. Jangan takut keluar dari zona nyaman dan tetaplah ingin tahu,”
tuturnya.

Prestasi untuk Melayani, Bukan
Membuktikan Diri

Pesan tersebut juga tercermin dalam
pengalaman Tiffney Tyara Setyoko, mahasiswi Prodi Pendidikan Dokter
angkatan 2023 sekaligus peraih Juara 1 Program Sarjana pada Pemilihan Mahasiswa
Berprestasi (PILMAPRES) Tingkat Nasional 2026. Ia mengingatkan bahwa prestasi
bukanlah ukuran nilai diri, melainkan kesempatan untuk mengembangkan talenta
dan menggunakannya bagi sesama.

“Kita bukan dipanggil hanya untuk
memiliki karier yang sukses, tetapi untuk menjalani hidup yang berarti. Jangan
takut bermimpi besar, ikuti kompetisi, organisasi, penelitian, dan kembangkan
talenta kalian. Namun, jangan jadikan prestasi sebagai ukuran harga diri. Nilai
kita berasal dari Tuhan,” katanya.

Berbagai pengalaman
tersebut menunjukkan bahwa menemukan panggilan merupakan sebuah proses.
Keraguan, kegagalan, komunitas, hingga berbagai kesempatan dapat menjadi ruang
bagi mahasiswa untuk mengenali diri, mengembangkan talenta, dan memahami
bagaimana mereka dapat melayani melalui apa yang dimiliki.

Menutup sesi, Dr.
Andry mengingatkan mahasiswa untuk tidak pasif dalam menjalani masa kuliah,
melainkan berani mengambil kesempatan untuk bertumbuh, membangun relasi, dan
melayani.

“Ingatlah, kalian
berharga bukan karena pencapaian atau prestasi, tetapi karena Tuhan yang
menciptakan dan menebus kalian. Jalani masa kuliah dengan berani dan jangan
pasif. Berikan yang terbaik, bangun persahabatan, dan layani Tuhan dengan
segenap hati. Jangan hanya membangun karier, tetapi bangunlah kehidupan yang
bermakna. Soli Deo Gloria,” pesannya.

Sesi ‘Called
& Life That Matters’
menegaskan bahwa masa kuliah bukan sekadar
perjalanan meraih gelar dan membangun karier, tetapi juga proses untuk mengenal
panggilan, membentuk karakter, mengembangkan talenta, dan belajar melayani.
Karena itu, UPH senantiasa menghadirkan pendidikan holistis dan berbagai
pengalaman pengembangan diri yang membantu mahasiswa bertumbuh secara utuh dan siap
menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan, serta
membawa dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Parents Gathering UPH Festival 2026: Membangun Sinergi UPH dan Orang Tua untuk Masa Depan Mahasiswa

Parents Gathering sebagai bagian dari rangkaian UPH Festival 2026 di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Universitas Pelita Harapan (UPH) mempertemukan orang tua dan pimpinan universitas untuk membangun sinergi dalam mendampingi mahasiswa menjalani perjalanan pendidikan dan mempersiapkan mereka menjadi pribadi berkarakter dan berdampak.

Memasuki dunia perkuliahan merupakan langkah baru bagi mahasiswa sekaligus
fase bagi orang tua untuk menyesuaikan cara mendampingi anak. Ketika mahasiswa
mulai belajar mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas pilihannya,
dukungan keluarga tetap menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Melalui Parents
Gathering
sebagai bagian dari rangkaian UPH Festival 2026 di
Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Universitas Pelita
Harapan (UPH)
mempertemukan orang tua dan pimpinan universitas untuk
membangun sinergi dalam mendampingi mahasiswa menjalani perjalanan pendidikan
dan mempersiapkan mereka menjadi pribadi berkarakter dan berdampak.

Mengawali acara, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., Rektor UPH,
menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di UPH menjadi awal dari hubungan yang
lebih luas antara universitas dan keluarga. UPH berkomitmen memberikan
pendidikan yang tidak hanya membangun kompetensi akademik, tetapi juga
membentuk mahasiswa sebagai pribadi yang utuh.

“Ketika
putra-putri Bapak dan Ibu bergabung dengan UPH, kita menjadi satu keluarga.
Oleh karena itu, kami berkomitmen memberikan pendidikan sebaik-baiknya
berdasarkan ilmu yang setinggi-tingginya, iman kepada Kristus, dan karakter
yang mulia. Kami berharap kerja sama antara UPH dan keluarga dapat menjadi
berkat bagi putra-putri kita,” ucap Rektor UPH.

Rangkaian acara
dilanjutkan dengan pengenalan jajaran pimpinan universitas, mulai dari Presiden
UPH, Wakil Rektor, Wakil Rektor Madya, hingga Dekan Eksekutif. Para Dekan
Eksekutif kemudian memperkenalkan jajaran pimpinan di masing-masing fakultas.
Pengenalan ini memberikan gambaran kepada orang tua mengenai para pemimpin
akademik yang akan turut mendampingi mahasiswa selama menjalani pendidikan di
UPH.

Peran Orang Tua di Masa Perkuliahan

Memasuki masa perkuliahan, hubungan orang tua dan anak turut mengalami
perubahan. Dr. Velliana Tanaya, S.H., M.H., Executive Dean of College of
Arts and Social Sciences UPH sekaligus Dekan Fakultas Hukum UPH
, menekankan
pentingnya kemitraan antara keluarga dan universitas dalam proses tersebut.

“Universitas tidak dapat membentuk anak muda sendirian. Mahasiswa tetap
membutuhkan suara dan doa orang tua yang mengenal mereka jauh sebelum menjadi
mahasiswa. Karena itu, peran orang tua perlu bergeser, dari yang mengatur
setiap keputusan menjadi mentor yang tahu kapan harus berbicara, mendengarkan,
dan memberi ruang bagi anak untuk bertumbuh,” ungkap Dr. Velliana.

Menurutnya, pendidikan juga perlu membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang
bertanggung jawab, bijaksana, berani, dewasa, penuh kasih, dan setia di hadapan
Allah. Karena itu, dukungan orang tua dan pendampingan universitas perlu
berjalan beriringan agar mahasiswa memiliki ruang untuk berkembang sekaligus
tetap mendapatkan arahan dalam menghadapi berbagai tantangan

Pendidikan
UPH
Mempersiapkan Mahasiswa di Tengah Kemajuan
Teknologi

Selain pembentukan
karakter, tantangan masa depan juga menjadi perhatian dalam Parents Gathering. Dr. (H.C.) James T. Riady, Founder and Trustee
Chair UPH,
menyampaikan
apresiasi atas kepercayaan orang tua yang memilih UPH sebagai tempat
putra-putri mereka bertumbuh.

Ia menyoroti perkembangan teknologi, khususnya artificial intelligence
(AI) dan robotika, yang semakin memengaruhi cara manusia belajar dan bekerja.
Menurutnya, perubahan tersebut mendorong perguruan tinggi untuk terus
berinovasi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia yang terus berkembang.

“Di tengah
perkembangan AI dan robotika, pendidikan justru menjadi semakin penting. UPH
ingin mahasiswa memiliki keunggulan akademis dan menjadi profesional yang
unggul di bidangnya, tetapi itu tidak cukup. Mereka juga perlu memahami siapa
diri mereka, apa tujuan dan panggilan hidup mereka, serta menggunakan AI dan
teknologi sebagai alat untuk berkarya dan membawa dampak bagi masyarakat,”
ungkapnya.

Melihat
Kualitas UPH dari Perspektif Orang Tua

Pandangan
mengenai pentingnya pendidikan yang membekali mahasiswa untuk menghadapi masa
depan juga dirasakan oleh para orang tua. David Martandi, ayah dari
Gabriella Anastasia Jade Sutanto (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2026),
melihat kualitas pendidikan perlu berjalan beriringan dengan lingkungan yang
memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang dan mempersiapkan diri
menghadapi dunia profesional.

“Sebagai
orang tua, saya memilih UPH karena melihat pendidikan yang diberikan tidak
hanya berhenti pada akademik. Ada lingkungan yang mendorong anak untuk
berkembang, membangun networking, dan mendapatkan pengalaman yang
relevan dengan dunia kerja. Bagi saya, kombinasi antara pendidikan dan
kesempatan untuk berkembang itulah yang penting sebagai bekal mereka ke depan,”
ungkapnya.

Sementara
itu, Uliya Ariani, ibu dari Anza Danuliya Putrama (Fakultas Hukum,
2026), kualitas pendidikan UPH juga terlihat dari perhatian
terhadap pembentukan pribadi mahasiswa. Menurutnya, pengalaman selama kuliah
seharusnya menjadi bekal yang melampaui ruang kelas.

“Saya memilih UPH karena melihat pendidikannya tidak hanya mengajarkan
ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan mendidik manusianya. Saya berharap
putra saya dan seluruh mahasiswa baru UPH dapat menemukan jati dirinya, menimba
ilmu dengan baik, mampu membawa diri dalam berbagai situasi, menghargai orang
lain dan lingkungannya, serta tumbuh menjadi pribadi yang dapat memberikan
dampak kepada masyarakat,” ujarnya.

Parents
Gathering menjadi awal dari sinergi antara keluarga dan UPH dalam mendukung
mahasiswa menjalani perjalanan perkuliahan. Lebih dari sekadar membangun
kompetensi akademik, perjalanan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal
diri, membentuk karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri
menghadapi perubahan zaman. Melalui pendidikan holistis dan berbagai pengalaman
pengembangan diri, UPH mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas
unggul yang takut akan Tuhan dan mampu berdampak positif bagi masyarakat,
bangsa, dan dunia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

UPH Festival 2026 yang digelar pada 13–15 Agustus 2026 di Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, dan 10–12 Agustus 2026 di UPH Kampus Medan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Beragam sesi dan aktivitas menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap mahasiswa, mulai dari bertemu teman baru, keluar dari zona nyaman, hingga mengenal potensi diri. Lima mahasiswa baru pun berbagi cerita tentang momen berkesan serta harapan mereka dalam memulai kehidupan di UPH.

UPH Festival 2026 yang digelar pada 13–15 Agustus 2026 di Kampus
Utama UPH Lippo Village, Tangerang, dan 10–12 Agustus 2026 di UPH Kampus Medan
menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dari berbagai
daerah di Indonesia dan mancanegara. Selama rangkaian festival, mahasiswa tidak
hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus dan komunitas Universitas Pelita
Harapan (UPH), tetapi juga diajak memperluas wawasan, membangun relasi, dan
memaknai perjalanan baru sebagai mahasiswa.

Beragam sesi dan
aktivitas menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap mahasiswa, mulai
dari bertemu teman baru, keluar dari zona nyaman, hingga mengenal potensi diri.
Lima mahasiswa baru pun berbagi cerita tentang momen berkesan serta harapan
mereka dalam memulai kehidupan di UPH.

Membangun Koneksi dan Menemukan Rumah
Baru

Bagi Su Latt Hnin,
atau yang akrab disapa Jenny, mahasiswi baru asal Myanmar dari Fakultas
Ilmu Pendidikan (FIP)/International Teachers College (ITC), UPH Festival
membuka pandangan baru tentang kehidupan universitas. Melalui sesi What Is a
University For?
, ia melihat bahwa masa kuliah bukan hanya tentang belajar
dan mengejar nilai, tetapi juga kesempatan untuk membangun relasi dan mengenal
berbagai budaya.

“Saya belajar bahwa universitas bukan
hanya tentang akademik, belajar, atau mendapatkan nilai. Universitas juga
merupakan tempat untuk membangun koneksi, belajar membangun kebersamaan,
mengenal berbagai budaya, berelasi dengan orang lain, dan tentunya juga
bersenang-senang,” katanya.

Sebagai mahasiswa
internasional yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri, Jenny sempat
khawatir akan kesulitan beradaptasi. Namun, sambutan hangat komunitas UPH
membuat kekhawatiran tersebut perlahan teratasi.

“Sejak pertama kali datang ke sini, saya
merasa seperti menemukan rumah di negara ini. Saya merasa sangat diterima
karena semua orang sangat ramah dan menyambut saya dengan tangan terbuka,”
ungkapnya.

Pengalaman tersebut
menjadi langkah awal bagi Jenny untuk lebih percaya diri menjalani kehidupan
barunya. Ke depan, ia ingin menjadi pribadi yang dapat diandalkan sekaligus
berani keluar dari zona nyaman untuk terus berkembang.

Bertumbuh Bersama Mentor

Pengalaman membangun koneksi juga
dirasakan Jocelyn Marcia Bella, mahasiswi baru Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik (FISIP). Baginya, kedekatan dengan teman dan mentor melalui
berbagai aktivitas selama UPH Festival menjadi salah satu pengalaman yang
paling berkesan.

“Lewat fellowship dan bonding
bersama mentor, kita jadi lebih dekat dengan teman-teman, bahkan dengan
kakak-kakak mentor. Dari situ, saya juga mendapat gambaran tentang bagaimana
nantinya di dunia perkuliahan,” ujar Jocelyn.

Interaksi tersebut tidak hanya
membantunya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga memberikan gambaran
mengenai kehidupan yang akan ia jalani selama kuliah. Jocelyn pun ingin
memanfaatkan masa kuliah untuk aktif mengembangkan diri sekaligus memberikan
manfaat bagi orang lain.

“Saya mau jadi mahasiswa yang aktif, yang
bisa melayani sesama. Saya memang suka berorganisasi dan saya berharap bisa
melayani sesama lewat potensi yang sudah Tuhan titipkan kepada saya,” tuturnya

Kehangatan di Tengah Keberagaman

Sementara itu, Ali Amori,
mahasiswa asal Iran dari Fakultas Hotel and Business Management, menemukan
pengalaman berkesan ketika berani tampil di hadapan mahasiswa baru lainnya.

“Saat MC
meminta dua orang untuk maju ke depan, saya memberanikan diri untuk maju. Saya
merasa bisa menghibur dan membuat suasana menjadi lebih seru bagi semua orang
yang hadir,” ujarnya.

Bagi Ali, kesempatan
tersebut menjadi bagian dari proses beradaptasi, berani keluar dari zona
nyaman, sekaligus membangun relasi di lingkungan baru. Sebagai mahasiswa
internasional, ia juga merasakan keramahan komunitas UPH yang mempertemukannya
dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Pengalaman tersebut
semakin memperkuat pemahamannya mengenai Imago Dei, tema UPH Festival
2026, yang menegaskan bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa
Allah. Baginya, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menerima,
menghargai, dan memperlakukan orang lain dengan baik.

“Saya ingin menjadi
mahasiswa yang mudah didekati dan diajak berbicara oleh siapa pun. Bagi saya,
menjadi baik kepada orang lain adalah salah satu tujuan utama dalam hidup,”
ucapnya.

Menemukan Ruang untuk Berdampak

Sementara itu, El Sean Matthew Kodrata,
mahasiswa baru Fakultas Artificial Intelligence and Data Science (FAIDAS) UPH, menemukan kesan tersendiri dari berbagai
aktivitas selama festival, salah satunya Founder’s 5K Run.

“UPH Festival begitu
berkesan karena saya bisa bertemu dengan teman-teman baru di lingkungan yang
baru juga. Termasuk saat Founder’s 5K Run, menurut saya seru karena bisa
berkenalan dengan lebih banyak teman sambil berolahraga,” ujar Sean.

Pengalaman tersebut
membuat Sean melihat kehidupan perkuliahan sebagai kesempatan untuk terus
mengembangkan diri, tidak hanya melalui kegiatan akademik, tetapi juga berbagai
aktivitas di luar kelas. Ia pun ingin aktif mengikuti kegiatan kampus dan
menggunakan potensinya untuk berkontribusi bagi orang lain.

Memaknai Perjalanan melalui Relasi dan
Iman

Sama seperti Sean, Yosef Tukan Daen
Korebima
atau Junior, mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi (FKG),
juga menjadikan Founder’s 5K Run sebagai salah satu momen paling
berkesan.

“Kita lari bareng
satu angkatan, terus ada acara joget bersama, itu seru banget. Namun, di
balik keseruan itu, UPH Festival mengingatkan saya bahwa sebagai mahasiswa,
tujuan saya bukan hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun
hubungan baik dengan dosen, kakak tingkat, teman-teman, dan yang terpenting
dengan Tuhan,” ungkap Junior.

Pemahaman tersebut
turut membentuk harapannya dalam menjalani kehidupan kampus. Junior ingin
menjadi mahasiswa yang aktif, suportif, dan dapat diandalkan, baik di dalam
maupun di luar ruang kelas.

“Saya ingin menjadi
mahasiswa yang punya dampak positif, bisa suportif bagi teman-teman, dan
menjadi mahasiswa yang bisa diandalkan. Bukan hanya datang kuliah dan pulang,
melainkan mahasiswa yang aktif di bidang yang bisa saya tekuni,” katanya.

Memulai Langkah,
Menemukan Arah

Cerita Jenny,
Jocelyn, Ali, Sean, dan Junior menunjukkan bahwa UPH Festival 2026 menjadi
lebih dari sekadar acara penyambutan mahasiswa baru. Melalui berbagai
perjumpaan dan pengalaman, mereka mulai mengenal lingkungan baru, mengembangkan
diri, dan memaknai langkah awal sebagai mahasiswa UPH. Hal ini sejalan dengan tema
UPH Festival 2026, ‘Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to
Transform’
, yang mengajak mahasiswa memahami identitasnya
sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta memiliki
panggilan untuk menjalani hidup dengan tujuan.

Bagi UPH, masa
perkuliahan menjadi proses untuk membangun kompetensi sekaligus membentuk
karakter, mengembangkan talenta, membangun relasi, dan menemukan panggilan
hidup. Melalui pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri,
UPH mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi
masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dari Stasiun hingga Dalam Kereta, Pengawasan LRT Jabodebek Berjalan 24 Jam

LRT Jabodebek dalam operasionalnya terpantau dalam pengawasan baik di dalam kereta maupun di stasiun selama 24 jam. Pantauan ini meliputi 1.129 CCTV secara real-time dari Operation Control Centre (OCC), dan 494 petugas keamanan bersiaga secara bergantian di berbagai titik operasional.

Dari 1.129 CCTV, tersebar di kereta maupun di area stasiun, dengan rincian : 434 CCTV yang terpasang di rangkaian kereta dan 695 CCTV yang tersebar di 18 stasiun. Kamera ditempatkan di sejumlah area yang menjadi bagian dari aktivitas pengguna, mulai dari pintu masuk, loket, area parkir, peron, jalur evakuasi, hingga titik tertentu yang membutuhkan pengawasan.

Di dalam kereta, CCTV membantu petugas memantau situasi selama perjalanan, sementara di stasiun pengawasan dilakukan untuk membantu mengetahui kondisi di area pelayanan dan fasilitas operasional.

Pengawasan juga diperkuat dengan 494 petugas keamanan yang bertugas secara bergantian selama 24 jam. Sebanyak 80 petugas pengawalan perjalanan kereta bertugas menjaga keamanan dan ketertiban selama perjalanan, dan 414 petugas lainnya ditempatkan di stasiun, fasilitas operasional, dan area pelayanan pengguna.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan kombinasi teknologi dan kehadiran petugas dibutuhkan karena tidak semua kondisi dapat diselesaikan hanya melalui pemantauan kamera.

“LRT Jabodebek berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan menempatkan CCTV yang membantu melihat kondisi di berbagai titik, namun saat ada situasi yang membutuhkan penanganan langsung, petugas di lapangan tetap menjadi bagian penting. Karena itu, pengawasan dilakukan secara berlapis, dengan petugas yang bertugas secara bergantian selama 24 jam,” ucap Radhitya.

Sistem pengamanan tersebut juga digunakan untuk mengantisipasi gangguan terhadap fasilitas dan operasional, termasuk upaya pencurian kabel grounding di area operasional LRT Jabodebek. Kejadian tersebut ditindaklanjuti oleh petugas sesuai prosedur pengamanan yang berlaku. Selain itu, bukti rekaman CCTV dapat digunakan sebagai informasi pendukung untuk membantu proses penelusuran dan investigasi oleh aparat penegak hukum.

“Ketika pengguna melihat sesuatu yang mencurigakan, segera sampaikan kepada petugas terdekat. Informasi tersebut membantu petugas mengetahui apa yang terjadi di lapangan dan menentukan penanganan yang diperlukan,” tambahnya.

Pengguna juga dapat membantu menjaga keamanan dengan memperhatikan barang bawaan, kondisi di sekitar, dan melaporkan kepada petugas apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan.

Melalui kombinasi pengawasan CCTV, kehadiran petugas selama 24 jam, dan koordinasi dengan pihak terkait, LRT Jabodebek terus menjaga kondisi di stasiun, rangkaian kereta, dan area operasional agar perjalanan pengguna berlangsung aman dan tertib.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

VRICREW Berkolaborasi dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gelar Program Persiapan Karier Mahasiswa

Jakarta, 3 September 2026 — Platform pencarian kerja VRICREW, sukses menggelar 

kegiatan kolaborasi strategis bersama Pusat Karir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berupa acara Job Fair dan Talk Show di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Acara ini menandai penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (Warek III) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Din Wahid, M.A., Ph.D. selaku Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan (Warek IV) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Bapak Muhammad Kholis Hamdy, S.Sos.I., M.IntDev. selaku Board Executive Pusat Karir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bersama jajaran pimpinan universitas, perwakilan mitra industri, dan ratusan mahasiswa.

Didirikan sejak tahun 2022, VRICREW, yang merupakan sebuah platform pencarian kerja modern, menegaskan perannya sebagai mitra tumbuh bagi talenta muda Indonesia.

“Bagi teman-teman mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, acara hari ini hanyalah sebuah langkah awal. Di VRICREW, masih banyak peluang dan posisi pekerjaan yang siap untuk dieksplorasi. Kami berkomitmen untuk terus membuka akses karier seluas-luasnya bagi mahasiswa dan lulusan muda,” ujar Ferry Bayu dari VRICREW.

Perusahaan Mitra yang Hadir

kegiatan ini diisi dengan rangkaian career workshop, pemaparan materi, serta networking session interaktif bersama perusahaan-perusahaan mitra yang turut hadir, antara lain:

– PT Labamu Sejahtera Indonesia

– IVOSIGHTS

– PT Pelatihan Profit Internasional

– PESTIGO

– Educourse.id

– Sanggabiz

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES