Zentara Dorong Perusahaan Beralih dari Pengujian Keamanan Berkala ke Pendekatan Proaktif

JAKARTA, INDONESIA – Oktober 2026 – Perubahan infrastruktur digital berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan jadwal pengujian keamanan tahunan. Cloud workload baru, koneksi vendor, aplikasi baru, dan perubahan konfigurasi dapat menciptakan attack surface baru sebelum siklus penetration test berikutnya dimulai.

Menurut Zentara, proactive security testing bertujuan memperkecil jarak antara perubahan lingkungan dan validasi keamanan. Pendekatan tersebut menghubungkan threat intelligence dengan pengujian sehingga perubahan yang relevan dapat menjadi dasar untuk menentukan prioritas assessment.

ZEN iNTEL memantau apa yang terlihat dari sisi eksternal, termasuk IP address, domain, port, service, SSL certificate, dan DNS record. Modul attack surface melakukan discovery terjadwal dan membandingkan snapshot untuk mengidentifikasi exposure baru.

Threat intelligence juga dapat digunakan untuk menemukan indikasi seperti kredensial yang bocor, domain yang menyerupai brand, serta informasi ancaman yang dapat memengaruhi perusahaan. Ketika informasi tersebut menunjukkan risiko tertentu, scope pengujian dapat disesuaikan.

Model tersebut melengkapi penetration testing services dengan konteks dari cyber threat intelligence platform. Dengan demikian, pengujian tidak hanya menggambarkan kondisi perusahaan pada hari assessment, tetapi dapat diarahkan berdasarkan perubahan exposure dan informasi ancaman terbaru.

Dalam engagement penetration testing, Zentara menerapkan Rules of Engagement sebelum pengujian dilakukan. Automated discovery kemudian dilanjutkan dengan analisis dan eksploitasi manual oleh certified operators, termasuk privilege escalation dan lateral movement ketika berada dalam scope yang telah disepakati.

Pendekatan proactive security testing membuat pengujian lebih dekat dengan perubahan risiko aktual. Bagi perusahaan dengan attack surface yang terus berkembang, model ini dapat menjadi pelengkap terhadap penetration test berkala dan kebutuhan compliance.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ION Build Dorong Startup dan Pelaku Bisnis Manfaatkan Open Network untuk Perluas Konektivitas Digital

JAKARTA — Indonesia Open Network (ION) bersama Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Jakarta menggelar ION Build: Build on the Open Network – A Connector for Digital Commerce & Interoperable Solutions di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Didukung Google.org dan Indosat Ooredoo Hutchison, kegiatan ini mempertemukan startup, founder, developer, serta pelaku bisnis untuk membahas open network dan interoperabilitas dalam membangun ekosistem perdagangan digital yang lebih terhubung.

Kegiatan tersebut memperkenalkan digital public infrastructure (DPI) dan Indonesia Open Network sebagai infrastruktur yang memungkinkan berbagai pelaku dan layanan digital saling terhubung. Diskusi berfokus pada bagaimana interoperabilitas dapat membuka akses terhadap pasar, layanan, mitra, dan peluang bisnis baru di tengah ekosistem digital yang masih terfragmentasi.

Open Network Buka Peluang bagi Startup

Pembahasan manfaat open network diperdalam T. Koshy, Founding MD & CEO ONDC India dan Former Executive Director NSDL. Koshy menjelaskan bahwa ekosistem perdagangan digital yang terkonsentrasi pada platform tertentu dapat membuat bisnis kecil menghadapi tantangan dalam memperoleh pelanggan, mengakses pemasok, hingga mendapatkan layanan pendukung.

Melalui jaringan terbuka, berbagai layanan dapat tersedia di dalam jaringan dan diakses menggunakan protokol yang interoperabel.

“Dibandingkan dengan dunia yang berpusat pada platform, di jaringan terbuka Anda memiliki peluang yang sangat besar.”

Koshy menjelaskan bahwa pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan yang sudah tersedia di jaringan tanpa harus membangun seluruh koneksi secara terpisah. Pendekatan ini memungkinkan bisnis kecil tetap fokus pada kemampuan utama sembari memanfaatkan layanan dari pihak lain.

“Itulah keindahan dari jaringan terbuka. Jaringan ini memungkinkan Anda menghasilkan uang dari keahlian Anda, baik Anda perusahaan besar maupun kecil.”

ION Ditempatkan sebagai Infrastruktur di Bawah Platform

Dr. Bayu Prawira Hie, CEO Indonesia Open Network, menjelaskan bahwa ION bukan platform yang menggantikan platform digital yang sudah ada, melainkan infrastruktur yang berada di bawah berbagai platform dan layanan.

“Padahal sesungguhnya kita tuh infrastruktur di bawahnya platform. Jadi platform marketplace yang sekarang ada baik hijau, orange, biru, atau lainnya itu pun bisa menggunakan Indonesia Open Network.”

Ia menggunakan analogi jalan raya untuk menggambarkan konsep open network, dengan berbagai pelaku dapat terhubung dan menjalankan aktivitas bisnis selama mengikuti aturan yang berlaku. Bayu juga menyoroti manfaat interoperabilitas bagi buyer dan seller. Seller dapat memperoleh akses kepada lebih banyak buyer, sementara buyer mendapatkan lebih banyak pilihan seller.

“Kalau kita lihat dari seller happy karena dia bisa ketemu lebih banyak buyer. Buyer pun happy karena bisa lebih banyak seller yang dia bisa pilih.”

Pemerintah Soroti Pemerataan Nilai Ekonomi Digital

Dr. Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital pada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, menempatkan pengembangan ekosistem digital sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja.

Sonny menyoroti besarnya potensi e-commerce Indonesia serta peran UMKM dalam perdagangan digital.

“Kalau kita melihat sekarang kita itu nomor tiga terbesar … in terms of e-commerce society, kemudian delapan puluh persen dilakukan oleh UMKM. Ini potensi yang sangat besar.”

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia tengah berada dalam periode bonus demografi yang perlu dimanfaatkan untuk membangun kapasitas digital dan kewirausahaan.

“Kita mengalami ini, bonus demografi yang hanya kita alami sampai 2035. Energinya harus kita maksimalkan di sembilan tahun ini.”

Dalam paparannya, Sonny membagi ekosistem digital ke dalam beberapa lapisan, mulai dari infrastruktur fisik, virtual infrastructure atau digital public infrastructure, platform dan integrasi, hingga layanan dan aplikasi. Menurut Sonny, pengembangan ekonomi digital perlu menjaga keseimbangan antara kompetisi, perlindungan konsumen, dan inovasi.

“Tugas pemerintah … adalah bagaimana balancing antara competition, consumer protection dan innovation.”

Dari Digitalisasi Menuju Integrasi

Sesi panel menghadirkan Tutus Kusuma, Head of Operations, Indonesia Open Network; Deni Krida Laksana, President Director, HaloJe Delivery Indonesia; serta Eka Citra, Chief Commercial Officer, Olsera.

Tutus menjelaskan bahwa interoperabilitas dapat memperluas koneksi antarsektor. Jaringan terbuka tidak hanya mempertemukan warung dengan e-commerce atau layanan keuangan dan teknologi, tetapi juga supply chain, food and agriculture, hingga hospitality.

“Tidak hanya warung dengan e-commerce kemudian dengan finance dan teknologi tapi juga dengan supply chain, dengan food and agri, dengan hospitality.”

Ia juga menekankan bahwa tidak seluruh layanan digital harus dikerjakan oleh satu pihak.

“Tidak semua service, tidak semua layanan digital itu harus dilakukan oleh satu pihak.”

Dari perspektif bisnis logistik, Deni Krida Laksana menyoroti pentingnya mengubah visibilitas digital menjadi transaksi. Keberadaan bisnis di ruang digital tidak cukup apabila hanya menghasilkan perhatian atau followers tanpa mendorong aktivitas bisnis.

“Yang dilakukan HaloJe adalah HaloJe tidak ingin visibility itu kita hanya terlihat oleh orang, lalu orang hanya menjadi follower kita. Kita bagaimana tampilan atau visibility HaloJe itu membuat orang menjadi transaksi.”

Sementara itu, Eka Citra mengangkat persoalan ketika digitalisasi tidak diikuti integrasi sistem. Sebuah bisnis dapat memiliki banyak aplikasi dan kanal digital, tetapi belum tentu seluruh proses bisnis menjadi terhubung.

“Digital belum tentu terintegrasi.”

Ia menjelaskan bahwa merchant dapat menerima pesanan dari berbagai kanal dan mengelola data melalui sistem terpisah.

“Digitalisasi tanpa integrasi dapat menciptakan inefisiensi baru.”

Karena itu, Eka menekankan bahwa tujuan digitalisasi bukan sekadar menggunakan semakin banyak aplikasi, tetapi menciptakan pengalaman yang lebih utuh dan memberikan manfaat bagi bisnis.

“Jangan sekedar menambah fitur. Yang penting adalah menambah value.”

Peserta Melihat Potensi bagi Startup

Feriska Oktarina, CEO CSI Brandify, mengatakan ION menarik karena memperkenalkan infrastruktur yang dapat menghubungkan berbagai bisnis.

“Saya baru tahu kalau ada semacam kayak infrastruktur yang bisa meng-connect dengan berbagai macam bisnis.”

Feriska melihat pendekatan tersebut berpotensi membantu startup membangun koneksi dengan ekosistem bisnis yang lebih luas, termasuk dengan bisnis lain maupun bank.

Membangun Ekosistem Digital yang Saling Terhubung

Melalui ION Build, ION dan GSIH mempertemukan perspektif pemerintah, pengembang infrastruktur digital, perusahaan teknologi, penyedia layanan, dan startup untuk membahas interoperabilitas serta peluang ekonomi digital.

Diskusi menunjukkan bahwa open network tidak hanya berkaitan dengan konektivitas teknologi, tetapi juga akses pasar, visibilitas bisnis, integrasi layanan, kolaborasi, dan distribusi nilai dalam ekosistem digital.

Bagi startup dan pelaku usaha, pendekatan tersebut membuka peluang untuk tetap fokus pada kemampuan utama masing-masing sambil memanfaatkan koneksi dengan pihak lain. Pelaku usaha tidak harus membangun seluruh layanan dan koneksi secara mandiri, tetapi dapat memanfaatkan layanan dari pihak lain sesuai kebutuhan.

Sementara bagi ekosistem digital secara lebih luas, interoperabilitas memungkinkan berbagai layanan dan pelaku usaha bekerja bersama melalui infrastruktur serta aturan yang sama. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi fragmentasi ketika berbagai layanan digital berjalan dalam sistem terpisah dan tidak dapat berkomunikasi satu sama lain.

Dengan demikian, open network tidak hanya berbicara mengenai konektivitas teknologi, tetapi juga bagaimana pelaku usaha dapat saling terhubung untuk mengakses pasar, layanan, mitra, dan peluang bisnis. Digitalisasi tidak berhenti pada penggunaan teknologi atau penambahan aplikasi, tetapi juga mencakup bagaimana berbagai sistem dan layanan dapat terhubung sehingga memberikan nilai yang lebih nyata bagi bisnis dan pengguna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Punya Simpanan Sejak Lama, Kapan Reksa Dana Bisa Dicairkan?

Reksa dana bisa menjadi salah satu pilihan investasi untuk membantu menyiapkan dana sesuai tujuan finansial. Namun, ketika dana tersebut mulai dibutuhkan, ada satu pertanyaan yang sering muncul: reksa dana bisa dicairkan kapan?

Berbeda dengan tabungan yang bisa digunakan secara langsung, pencairan reksa dana mengikuti mekanisme penjualan kembali unit penyertaan dan ketentuan dari produk yang dipilih. Karena itu, memahami prosesnya sejak awal akan membantu kamu mengatur waktu investasi dan kebutuhan dana dengan lebih baik.

Reksa Dana Bisa Dicairkan Kapan?

Pada reksa dana terbuka, investor dapat menjual kembali sebagian atau seluruh unit penyertaannya sesuai dengan ketentuan produk.

Proses pencairan tidak selalu berarti dana langsung masuk ke rekening pada hari yang sama. Ada proses transaksi dan penyelesaian yang perlu dilalui. Waktu pencairan juga dapat berbeda sesuai dengan ketentuan masing-masing produk.

Kenapa Pencairan Reksa Dana Memerlukan Waktu?

Ketika berinvestasi di reksa dana, dana investor dikelola dalam portofolio investasi oleh Manajer Investasi. Saat investor ingin mencairkan dana, unit penyertaan tersebut dijual kembali sesuai mekanisme yang berlaku.

Nilai yang diterima saat pencairan mengikuti nilai investasi pada saat unit penyertaan dijual kembali sesuai ketentuan produk. Karena nilai investasi dapat mengalami kenaikan maupun penurunan, jumlah dana yang diterima juga dapat berbeda dari jumlah dana yang pertama kali diinvestasikan.

Dengan memahami hal ini sejak awal, kamu bisa mengatur kapan investasi perlu dicairkan dan menghindari keputusan yang terburu-buru ketika dana sedang dibutuhkan.

Bagaimana Cara Investasi di Reksa Dana?

Sebelum mulai berinvestasi, ada beberapa hal sederhana yang bisa diperhatikan agar pilihan produk sesuai dengan kebutuhan.

1. Tentukan tujuan investasi

Mulailah dengan menentukan untuk apa dana tersebut disiapkan dan kapan kira-kira akan digunakan.

Tujuan investasi dapat membantu menentukan jangka waktu investasi serta mempertimbangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko.

2. Kenali profil risiko

Setiap produk reksa dana memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, kenali profil risiko sebelum memilih produk.

Pertimbangkan juga kemampuan finansial dan jangka waktu investasi agar dana yang ditempatkan tidak mengganggu kebutuhan lain.

3. Pelajari produk sebelum membeli

Sebelum berinvestasi, baca informasi produk dengan teliti. Perhatikan jenis reksa dana, tujuan investasi, risiko, biaya, serta ketentuan pembelian dan penjualan kembali.

Prospektus dan Fund Fact Sheet dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk memahami produk yang dipilih.

4. Gunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi

Sebaiknya dana yang ditempatkan dalam investasi sudah dialokasikan untuk tujuan tersebut. Dengan begitu, kebutuhan sehari-hari tetap dapat dipenuhi tanpa harus menjual investasi secara terburu-buru.

Kapan Sebaiknya Reksa Dana Dicairkan?

Tidak ada satu waktu pencairan yang berlaku untuk semua investor. Waktu yang tepat bergantung pada tujuan investasi dan kapan dana tersebut dibutuhkan.

Jika sejak awal reksa dana ditujukan untuk kebutuhan tertentu, kamu dapat mempertimbangkan waktu pencairannya sebelum dana benar-benar diperlukan. Berikan ruang untuk proses penjualan kembali sesuai ketentuan produk.

Kondisi nilai investasi juga perlu diperhatikan. Nilai unit penyertaan dapat berubah sehingga jumlah dana yang diterima saat pencairan dapat berbeda dari modal awal.

Selain itu, reksa dana memiliki risiko yang perlu dipahami, termasuk risiko penurunan nilai unit penyertaan, risiko pasar, risiko likuiditas, dan risiko likuidasi. 

Reksa Dana di neobank

Melalui Reksa Dana di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce, kami menyediakan akses ke berbagai pilihan reksa dana yang dapat dipilih berdasarkan profil risiko dan tujuan finansial. 

Reksa Dana di neobank tersedia melalui kerja sama dengan mitra. Informasi produk, ketersediaan, dan ketentuan transaksi dapat berubah. Pastikan menggunakan informasi terbaru yang tersedia di aplikasi neobank sebelum melakukan investasi. 

***

Investasi reksa dana mengandung risiko. Calon investor wajib membaca dan memahami prospektus serta Ringkasan Informasi Produk sebelum melakukan investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang.

Jika ingin mulai investasi reksa dana, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Reksa Dana di website resmi Bank Neo Commerce. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

IRGCE 2026 CONCLUDES WITH STRONG INTERNATIONAL PARTICIPATION AND BUSINESS PROSPECTS

Post-event feedback indicated potential business sales of more than USD1.48 billion, equivalent to over RM6 billion, over the next six months, reflecting the strong commercial opportunities and business connections generated through the event.

KUALA LUMPUR, 3rd OCTOBER 2026 — The Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA), together with co-host the Malaysian Rubber Council (MRC), successfully concluded the 12th International Rubber Glove Conference & Exhibition 2026 (IRGCE 2026) at the Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), recording strong international participation and encouraging business prospects.

Held from 8 to 10 September 2026, IRGCE 2026 attracted nearly 9,000 visitors from 75 countries, with 215 exhibitors from 17 countries occupying 605 exhibition booths. The Conference also drew approximately 600 delegates from 22 countries.

Post-event feedback indicated potential business sales of more than USD1.48 billion, equivalent to over RM6 billion, over the next six months, reflecting the strong commercial opportunities and business connections generated through the event.

MARGMA President Mr Oon Kim Hung said the strong participation reaffirmed IRGCE’s role as an important global platform for the rubber glove industry. “IRGCE is more than an exhibition and conference. It is where the industry comes together to exchange ideas, understand market developments, explore new technologies and create new business opportunities and partnerships.”

Held under the theme “Synergising Innovation: Redefining the Future of the Rubber Glove Ecosystem,” IRGCE 2026 brought together manufacturers, buyers, suppliers, technology providers, researchers, regulators and other industry stakeholders from across the global rubber glove ecosystem.

The Conference addressed key developments shaping the future of the industry, including global trade and market access, automation, artificial intelligence, advanced materials, sustainability, regulatory requirements and talent development. The Exhibition, meanwhile, provided participants with opportunities to explore new technologies and solutions, reconnect with business partners and establish new commercial relationships.

The Conference also featured prominent international and Malaysian experts, including Dr Robert G. Hamilton of Johns Hopkins University School of Medicine, Dr Zhaomin Hou of RIKEN Center for Sustainable Resource Science, Prof Dato’ Dr Adeeba Kamarulzaman of Monash University Malaysia, Prof Alex Routh of the University of Cambridge and Prof Dr Yeah Kim Leng of the Jeffrey Cheah Institute on Southeast Asia.

Mr Oon said the industry’s continued competitiveness would increasingly depend on its ability to innovate, improve productivity and create greater value. “Our future cannot depend only on scale. It must depend on how well we operate, how quickly we adapt, how effectively we innovate and how much value we can create.”

Malaysian Rubber Glove Industry Outlook

In the first half of 2026, rubber gloves generated more than RM7 billion in export revenue, accounting for approximately 66% of Malaysia’s total rubber product exports.

The Malaysian Rubber Council has projected global glove consumption to reach approximately 405 billion pieces in 2026, compared with around 290 billion pieces in 2019, reflecting sustained demand across healthcare, industrial, cleanroom and other applications.

MARGMA said the outlook reinforces the importance of continued investment in innovation, technology, productivity and higher-value manufacturing to strengthen Malaysia’s competitiveness in the global market.

MARGMA expressed its appreciation to the Malaysian Rubber Council as co-host, supporting ministries and agencies, sponsors, supporting organisations, exhibitors, speakers, delegates and industry partners for their contribution to the success of IRGCE 2026.

Following the successful conclusion of this year’s event, MARGMA announced that the 13th International Rubber Glove Conference & Exhibition will return to the Kuala Lumpur Convention Centre from 5 to 7 September 2028.

“We look forward to building on the momentum of IRGCE 2026 and welcoming the global rubber glove community back to Kuala Lumpur in 2028,” Mr Oon said.

For booth bookings, sponsorship enquiries and preliminary information on IRGCE 2028, please contact the MARGMA Secretariat at lysaiyeni@margma.com.my

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Software Distributor: 5 Kebocoran Margin yang Tak Terlihat di Laporan Manual

Kebocoran margin pada bisnis distributor sering berasal dari selisih kecil yang berulang dan sulit terlihat dalam laporan manual. Software distributor membantu memantau penjualan, gudang, dan pengiriman agar potensi kebocoran margin lebih mudah ditemukan.

Omzet distributor bisa naik dua digit sementara labanya jalan di tempat. Angka penjualan terlihat sehat pada laporan bulanan. Selisihnya justru menghilang di antara gudang, pengiriman, dan meja penjualan. Kebutuhan software distributor biasanya muncul tepat setelah pola ini disadari.

Kebocoran margin jarang datang sebagai satu kejadian besar. Bentuknya potongan kecil yang berulang setiap hari kerja. Karena nilainya kecil, tidak ada yang merasa perlu melapor. Setelah setahun berjalan, jumlahnya bisa setara laba satu kuartal.

Pencatatan manual memperburuk keadaan tanpa disadari siapa pun. Rekap baru rampung dua minggu setelah bulan ditutup. Pada saat itu barang sudah terkirim dan faktur sudah terbit. Koreksi pun berubah menjadi catatan, bukan lagi keputusan.

Persoalannya bukan pada ketelitian staf, melainkan pada alat kerjanya. Sistem terintegrasi menutup celah sejak transaksi pertama dicatat. Karena itu banyak distributor mulai mencari ERP terbaik yang sesuai alur gudangnya. Lima kebocoran berikut paling sering ditemukan di lapangan.

Lima Titik Kebocoran yang Jarang Terbaca di Laporan Manual

Polanya cenderung mirip di banyak perusahaan distribusi:

• Selisih stok yang baru ketahuan saat opname tahunan

• Barang lambat bergerak yang menahan modal hingga nilainya susut

• Retur dan klaim kerusakan yang tidak dipotongkan dari margin

• Diskon manual di luar daftar harga yang disepakati

• Biaya angkut dan bea yang tidak masuk harga pokok

Kelima pola itu tampak sepele bila dilihat satu per satu. Dampaknya baru terasa ketika volume pengiriman ikut meningkat. Software distributor yang tepat membuat setiap potongan kecil tercatat otomatis. Angka margin pun berhenti bergantung pada ingatan tim gudang.

Selisih Stok dan Barang yang Terlalu Lama Diam

Selisih fisik umumnya baru terlihat pada penghitungan akhir tahun. Saat itu penyebabnya sudah mustahil ditelusuri satu per satu. Barang lambat bergerak juga menahan modal dalam diam. Nilainya menyusut, apalagi bila produk memiliki masa kedaluwarsa.

Retur dan Klaim yang Tidak Pernah Dipotongkan

Retur sering hanya tercatat lewat percakapan atau nota kecil. Barang kembali ke gudang, tetapi margin order awal tidak diperbaiki. Klaim kerusakan pengiriman mengalami nasib serupa. Laporan penjualan pun menampilkan laba lebih besar dari kenyataan.

Kebocoran yang Lahir dari Keputusan Harga Harian

Diskon di Luar Daftar Harga Resmi

Setiap sales memiliki pelanggan lama dengan perlakuan khusus. Potongan tambahan diberikan lisan agar order tidak lepas ke pesaing. Tanpa daftar harga yang mengikat, diskon itu tidak pernah terlihat. Produk bermargin tipis justru paling sering dijadikan alat tawar.

Biaya Kirim dan Bea yang Tidak Masuk Harga Pokok

Ongkos angkut, bongkar muat, dan bea sering dicatat terpisah. Akibatnya harga pokok tampak lebih murah dari biaya sebenarnya. Standar akuntansi persediaan PSAK 14 menempatkan biaya tersebut sebagai bagian biaya perolehan. Fitur landed cost membebankannya langsung ke nilai barang.

Cara Software Distributor Menutup Celah Tersebut

Penutupan celah tidak dimulai dari fitur, melainkan dari alur kerja. Setiap titik kebocoran perlu memiliki pemilik proses yang jelas. Urutan berikut lazim dipakai selama pendampingan implementasi:

1. Petakan titik kebocoran memakai data enam bulan terakhir

2. Tetapkan daftar harga resmi beserta batas diskon tiap segmen

3. Aktifkan aturan pengisian ulang stok agar pembelian darurat berkurang

4. Bebankan biaya angkut dan bea ke harga pokok tiap penerimaan

5. Jadwalkan penghitungan stok bergilir, bukan sekali dalam setahun

Data yang Perlu Rapi Lebih Dulu

Hasil sistem selalu mengikuti kualitas data awalnya. Harga beli, satuan, dan kode barang wajib konsisten antar gudang. Data pelanggan juga perlu dikelompokkan sesuai segmen harganya. Tahap ini biasanya memakan waktu terpanjang sebelum sistem dipakai.

Angka yang Bisa Dibaca Sebelum Bulan Berakhir

Nilai terbesar sistem terintegrasi bukan pada kecepatan input. Manajemen dapat melihat margin ketika transaksi masih berjalan. Keputusan harga dan pembelian pun masih sempat diperbaiki. Laporan berhenti menjadi catatan sesudah semuanya terlambat.

Margin per Pelanggan, Bukan Sekadar Total

Laporan yang benar-benar dipakai biasanya terdiri atas tiga sudut:

• Margin per pelanggan untuk menilai kelayakan diskon rutin

• Margin per produk untuk menentukan prioritas pembelian

• Perputaran stok per gudang untuk menekan barang mengendap

Vendor ERP berpengalaman umumnya menyiapkan tiga laporan itu sejak awal. Formatnya disesuaikan dengan cara pemilik membaca angka. Tanpa penyesuaian tersebut, laporan bagus pun jarang dibuka. Adopsi sistem justru ditentukan oleh hal sederhana semacam ini.

Memilih Software Distributor yang Mengikuti Alur Kerja Gudang

Perangkat lunak sebaik apa pun gagal bila dipaksakan pada proses keliru. Implementasi perlu dimulai dari pemetaan alur barang dan dokumen. Semakin dekat sistem dengan kebiasaan kerja tim, semakin cepat adopsinya. Kebocoran margin menyusut seiring pencatatan yang menjadi disiplin harian.

i2C Studio mendampingi implementasi Odoo sebagai vendor ERP yang berbasis di Bandung. Statusnya sebagai Odoo Silver Partner ditopang pendekatan audit alur kerja di lapangan. Konfigurasi baru disentuh setelah proses bisnisnya dipetakan bersama tim Anda. Diskusi awal biasanya cukup untuk menilai ERP terbaik bagi skala bisnis Anda.

1. Apakah distributor skala kecil tetap membutuhkan sistem terintegrasi?

Perlu bila jumlah SKU dan transaksi harian sudah sulit dipantau melalui catatan manual.

2. Apakah biaya kirim bisa masuk otomatis ke harga pokok barang?

Bisa, karena fitur landed cost mengalokasikan biaya pengiriman ke nilai persediaan.

3. Berapa lama implementasi sistem distribusi biasanya berjalan?

Durasinya bergantung pada jumlah gudang, kerapian data, dan kesiapan tim mengikuti proses baru.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dokumen yang Belum Bisa Ditandatangani Secara Elektronik di Indonesia

Tidak semua dokumen di Indonesia dapat diproses menggunakan tanda tangan elektronik. Memahami batasan dokumen sejak awal membantu menghindari penundaan, pengulangan proses, dan biaya tambahan.

Tim legal sudah memindahkan hampir semua kontrak ke format digital. Lalu muncul satu berkas yang ditolak notaris dengan alasan tidak bisa diproses. Ternyata tidak semua dokumen boleh ditandatangani secara elektronik di Indonesia.

Ketidaktahuan soal batas ini menimbulkan kerugian yang tidak perlu. Jadwal mundur, pihak lawan menunggu, dan berkas harus disiapkan ulang dalam bentuk kertas. Pada transaksi properti, keterlambatan semacam itu bisa menggeser tanggal serah terima. Biaya yang muncul jelas lebih besar daripada waktu yang sempat dihemat.

Batasnya sebenarnya bisa dipetakan sejak awal. Memahami cakupan Tandatangan Elektronik membuat tim tahu kapan harus beralih ke kertas. Pemetaan itu cukup dilakukan sekali untuk dipakai seterusnya.

Yang Berubah pada Aturan Induknya

Dulu Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik memuat daftar pengecualian yang gamblang. Disebutkan di sana surat yang wajib tertulis serta akta notaris dan akta pejabat pembuat akta.

Perubahan kedua pada tahun 2024 mengganti rumusan itu. Pengecualiannya kini dinyatakan berlaku sepanjang ada undang-undang lain yang mengaturnya. Artinya jawabannya tidak lagi berhenti di satu pasal, melainkan menyebar ke aturan sektoral.

Kenapa perubahan ini penting

Rumusan baru membuat peta pengecualian lebih dinamis. Selama undang-undang sektoralnya belum berubah, praktik lamanya tetap berjalan. Karena itu pengecekan sebaiknya dilakukan per jenis dokumen, bukan disamaratakan.

Dokumen yang Belum Bisa Ditandatangani Secara Elektronik

Berikut kelompok yang sampai sekarang masih menuntut bentuk kertas atau kehadiran fisik.

● Akta notaris, karena Undang-Undang Jabatan Notaris masih mensyaratkan pembuatan akta dalam bentuk kertas.

● Akta pejabat pembuat akta tanah, termasuk akta jual beli dan pengikatan hak atas tanah.

● Surat yang oleh undang-undang tertentu diwajibkan dibuat dalam bentuk tertulis dengan tata cara khusus.

● Dokumen yang menuntut kehadiran para pihak di hadapan pejabat berwenang.

Perlu dicatat, larangannya tidak bersifat mutlak untuk seluruh pekerjaan notaris. Sebagian kewenangan yang menyangkut sertifikasi transaksi elektronik justru diakui. Pembahasan mengenai akta elektronik pun masih terus berjalan di kalangan akademisi dan praktisi.

Hambatan Praktis yang Bukan Soal Hukum

Ada kelompok kedua yang sering tertukar dengan kelompok pertama. Dokumennya sebenarnya boleh diteken elektronik, tetapi penerimanya belum siap.

Contohnya institusi yang prosedur internalnya masih mensyaratkan berkas bercap basah. Ada pula dokumen untuk keperluan luar negeri yang membutuhkan legalisasi berjenjang. Penanganannya berbeda, karena yang perlu disesuaikan adalah prosedur, bukan cara penandatanganan.

Cara membedakannya dengan cepat

Tanyakan dasar penolakannya secara tertulis. Bila yang dirujuk undang-undang, persoalannya memang batas hukum. Bila yang disebut kebijakan internal, jalan keluarnya melalui pembicaraan antar bagian legal.

Memastikan Dokumen Boleh Ditandatangani Secara Elektronik

Pemeriksaan ini tidak memakan waktu lama bila dijadikan kebiasaan.

1. Kelompokkan dokumen perusahaan menurut jenis dan dasar hukumnya.

2. Tandai dokumen yang melibatkan notaris atau pejabat pembuat akta.

3. Tanyakan kepada penerima dokumen apakah format elektronik diterima.

4. Konsultasikan kelompok yang meragukan kepada penasihat hukum perusahaan.

5. Tuangkan hasilnya dalam satu daftar rujukan internal yang mudah dibuka.

Daftar seperti ini sangat membantu tim administrasi. Mereka tidak perlu menebak-nebak setiap kali ada berkas baru. Peninjauan ulang setahun sekali biasanya sudah memadai.

Bagi tim yang sedang mempelajari cara buat tanda tangan digital, pemetaan ini sebaiknya didahulukan. Percuma alurnya rapi bila dokumennya ternyata tidak boleh diproses elektronik.

Menempatkan Tanda Tangan Elektronik pada Porsinya

Sebagian besar dokumen bisnis sudah bisa dikerjakan secara digital. Kontrak vendor, surat tugas, invoice, dan perjanjian kerja sama termasuk di dalamnya. Yang tersisa hanyalah kelompok kecil yang memang diatur khusus oleh undang-undang.

ezSign merupakan layanan PT Solusi Identitas Global Net, penyelenggara sertifikasi elektronik yang diakui Kementerian Komunikasi dan Digital. Layanannya mencakup sertifikat elektronik, tanda tangan, e-Meterai, serta pencatatan aktivitas dokumen. Perusahaan yang ingin merapikan alur dokumennya sekaligus memahami cara buat tanda tangan digital dapat menjadikannya rujukan diskusi awal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah akta jual beli tanah bisa ditandatangani secara elektronik?

Belum, karena pembuatannya masih terikat ketentuan yang mensyaratkan kehadiran para pihak di hadapan pejabat berwenang.

2. Apakah pengecualian dalam undang-undang bersifat permanen?

Tidak, sebab rumusannya kini bergantung pada undang-undang sektoral yang sewaktu-waktu dapat diperbarui.

3. Bagaimana bila mitra menolak dokumen elektronik tanpa dasar hukum?

Penolakan seperti itu tergolong persoalan kebijakan internal, sehingga jalan keluarnya lewat kesepakatan antar pihak.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Komisioner BP Tapera Dampingi Menteri PKP dalam Kunjungan Program Bedah Rumah dan Gentengisasi di Purwakarta

Melalui pendampingan dalam kegiatan tersebut, BP Tapera mendukung koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program perumahan, khususnya untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak, aman, dan nyaman. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program perumahan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Purwakarta, 2 Oktober 2026 — Komisioner BP Tapera, Heru
Pudyo Nugroho, mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP),
Maruarar Sirait, dalam kunjungan kerja di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat,
Jumat (2/10). Kegiatan ini mencakup peninjauan penerima bantuan Program Bantuan
Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered, serta
pelepasan 500.000 genteng yang diangkut menggunakan 125 truk di Pasar Citeko,
Plered.

Dalam kunjungan ke Desa Pamoyanan, rombongan meninjau
kondisi rumah calon penerima bantuan (CPB) yang membutuhkan perbaikan, termasuk
rumah milik Eti Nurhayati dan Didi. Kedua rumah tersebut memiliki tingkat
kerusakan yang memerlukan penanganan, mulai dari kerusakan elemen struktur
bangunan hingga kondisi lantai, dinding, pencahayaan, dan penghawaan yang belum
memadai.

Eti Nurhayati tercatat memiliki keluarga beranggotakan lima
orang dengan penghasilan keluarga sekitar Rp2 juta per bulan. Sementara itu,
Didi memiliki empat anggota keluarga dengan penghasilan sekitar Rp1,7 juta per
bulan dan bekerja sebagai buruh harian genteng. Peninjauan ini menjadi bagian
dari upaya memastikan bantuan perumahan menyasar masyarakat yang membutuhkan
perbaikan hunian layak.

Agenda dilanjutkan dengan simulasi Pemilihan Terbuka Toko
(PTT) atau Tender Rakyat sebagai bagian dari mekanisme pengadaan bahan bangunan
untuk mendukung pelaksanaan program BSPS.

Selanjutnya, di Pasar Citeko, Menteri PKP bersama jajaran
pemerintah pusat dan daerah menghadiri prosesi pelepasan 500.000 genteng yang
didistribusikan menggunakan 125 truk. Kegiatan ini merupakan bagian dari
program gentengisasi yang diarahkan untuk mendorong penggunaan atap genteng
pada rumah masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi para perajin
genteng.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito
Karnavian menyampaikan bahwa program gentengisasi merupakan arahan Presiden
yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, baik melalui
peningkatan aktivitas ekonomi dan kesempatan kerja bagi perajin genteng maupun
melalui peningkatan kenyamanan dan kesehatan hunian.

Pemerintah juga meningkatkan alokasi program BSPS di
Kabupaten Purwakarta pada 2026. Berdasarkan data yang ditampilkan dalam materi
kegiatan, alokasi BSPS di Purwakarta meningkat dari 317 unit pada 2025 menjadi
2.914 unit pada 2026, atau meningkat sekitar 819 persen. Peningkatan alokasi
ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap bantuan
perbaikan rumah.

Melalui pendampingan dalam kegiatan tersebut, BP Tapera
mendukung koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program perumahan,
khususnya untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap
hunian yang layak, aman, dan nyaman. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah
daerah, serta pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat mendukung
pelaksanaan program perumahan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata
bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sinyal The Fed Berubah, Bitcoin Belum Lepas dari Konsolidasi US$83.000

Jakarta, 1 Oktober 2026 – Ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed pada Oktober berubah dalam sepekan terakhir. Peluang The Fed mempertahankan suku bunga kini mencapai 52,9%, berbalik dari ekspektasi sepekan sebelumnya yang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 54–55%.

Di tengah perubahan tersebut, Bitcoin (BTC) bergerak dalam fase konsolidasi di kisaran US$83.400–83.800 setelah sebelumnya sempat menguat hingga mendekati US$87.000. Hal ini tercantum dalam Market Outlook mingguan FLOQ Trading Desk yang dirilis Kamis (1/10).

Ekspektasi The Fed Berubah, Bitcoin Masih Konsolidasi

Perubahan ekspektasi suku bunga dipengaruhi sejumlah perkembangan ekonomi AS, termasuk komentar Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams pada 29 September serta perlambatan inflasi PCE inti menjadi 3,3%.

Sebelumnya, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75–4,00%.

“Pergeseran ekspektasi dari kenaikan ke penahanan suku bunga hanya dalam sepekan menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap setiap sinyal The Fed. Dalam jangka pendek, arah Bitcoin masih sangat ditentukan oleh kebijakan moneter AS,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.

Dalam tujuh hari terakhir, BTC bergerak pada rentang US$82.581–85.518 atau turun sekitar 1%. FLOQ Trading Desk mencatat US$82.500 sebagai level support dan US$85.500 sebagai resistance.

“Dua level itu menjadi batas penting pekan ini. Data Non-Farm Payrolls AS pada 2 Oktober akan menjadi salah satu katalis yang dapat menentukan apakah BTC menembus resistance atau kembali menguji support,” kata Yudho.

Inflow ETF Bitcoin Tertinggi 2026, tetapi Melambat

Arus dana institusional masih menjadi perhatian pasar. ETF Bitcoin spot mencatat inflow mingguan sebesar US$2,39 miliar pada pekan yang berakhir 26 September, menjadi inflow mingguan tertinggi sepanjang 2026.

IBIT menyerap sekitar US$1,2 miliar, sedangkan FBTC mencatat inflow sekitar US$701,7 juta. Namun, arus dana harian melambat tajam, dari sekitar US$999 juta pada 21 September menjadi US$134 juta pada 25 September atau turun sekitar 87%.

“Inflow mingguan memang tertinggi tahun ini, tetapi momentumnya melambat tajam. Investor sebaiknya membaca tren arus dana, bukan hanya angka puncaknya. Angka besar di headline belum tentu berarti permintaan masih kuat,” analisa Yudho.

Sementara itu, ETF Ethereum spot mencatat inflow US$689,8 juta pada pekan 25 September setelah sebelumnya mengalami outflow US$140 juta. Pada 29 September, ETF Ethereum kembali mencatat outflow tipis US$2,81 juta.

Strategy Berbalik Diskon

Strategy (MSTR) terus menambah kepemilikan Bitcoin. Perusahaan membeli 950 BTC pada 14–20 September dengan harga rata-rata US$79.670 dan 1.665 BTC pada 21–27 September dengan harga rata-rata US$85.681.

Total kepemilikan Strategy kini mencapai 847.665 BTC dengan nilai sekitar US$70,77 miliar. Namun, rasio mNAV perusahaan berbalik dari premium 1,16 kali menjadi diskon 0,90 kali dalam sepekan.

“Saat mNAV turun di bawah 1x, kemampuan Strategy menerbitkan saham baru untuk membeli Bitcoin menjadi terbatas. Ini perlu dicermati karena mekanisme itulah mesin akumulasi utama salah satu pembeli institusional terbesar di pasar,” ujar Yudhono.

Dari sisi regulasi, CLARITY Act masih tertahan di Senat AS setelah pemungutan suara cloture pada 15 September berakhir 49–50. DPR AS juga membatalkan sidang pada 21 dan 28 September sehingga pembahasan berpotensi tertunda hingga periode lame-duck setelah pemilu 3 November.

Meski demikian, BTC masih bergerak relatif stabil di US$83.000–85.000. FLOQ Trading Desk menilai kebijakan The Fed dan arus dana saat ini lebih dominan memengaruhi harga dibandingkan perkembangan regulasi.

Minyak, Rupiah, dan Agenda Pasar

Harga minyak Brent masih berada di kisaran US$97–102 per barel. Sementara itu, aliran minyak melalui Selat Hormuz masih sekitar 677 ribu barel per hari, jauh di bawah sekitar 3,6 juta barel per hari sebelum konflik.

FLOQ Trading Desk menilai eskalasi geopolitik dapat mendorong harga Brent bertahan di atas US$100 per barel, meningkatkan tekanan inflasi, dan mempersempit ruang The Fed untuk bersikap dovish.

Di dalam negeri, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% pada RDG 22–23 September. Rupiah sempat melemah ke kisaran Rp17.950–17.998 per dolar AS sebelum menguat ke Rp17.894 pada 30 September.

“Penguatan rupiah pekan ini patut dicatat, tetapi ini masih pemulihan parsial, belum tren penguatan baru. Investor domestik perlu memperhitungkan faktor kurs dan harga minyak saat menyusun portofolio,” jelas Yudho.

Untuk pekan ini, pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi AS. ISM Manufacturing PMI dirilis pada 1 Oktober, disusul Non-Farm Payrolls pada 2 Oktober. Pada tanggal yang sama, opsi mingguan BTC dan ETH di Deribit akan jatuh tempo.

Pasar kemudian menunggu ISM Services PMI pada 5 Oktober dan risalah FOMC September pada 7 Oktober. Perkembangan konflik Iran dan Selat Hormuz juga tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.

FLOQ Trading Desk menilai data Payrolls yang kuat dapat kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga dan menekan BTC. Sebaliknya, data ekonomi yang lebih lemah serta risalah FOMC bernada dovish dapat membuka ruang bagi BTC untuk kembali menguji US$85.500.

“Ketika ekspektasi pasar bisa berbalik dalam hitungan hari, disiplin manajemen risiko jauh lebih penting daripada menebak arah. Kami mendorong investor menghindari leverage berlebihan dan menyiapkan rencana untuk dua skenario,” pungkas Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

HUT ke-70 SUCOFINDO: Dukung Akses Air Bersih untuk Negeri melalui Sumur Bor di Kalimantan Barat

Pontianak, (3/10) – Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bersama PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Pontianak meresmikan fasilitas sumur bor air bersih di lingkungan MIS Miftahussalam, Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Peresmian ini merupakan bagian dari program bertajuk “Jaga Air Bersih untuk Desa” yang menyasar 70 titik wilayah operasional cabang dan unit pelayanan PT SUCOFINDO (PERSERO) di seluruh Indonesia Indonesia dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 PT SUCOFINDO (PERSERO). Pembangunan sumur bor ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Kegiatan peresmian dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Adi, Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Pontianak, Leonardo Pardede, Kepala Desa Punggur Kecil, Adi Kusuma Jaya, serta Kepala Sekolah MIS Miftahussalam, Asmiatun.

Dalam sambutannya, Adi mengungkapkan apresiasinya kepada PT SUCOFINDO (PERSERO) atas dukungan penyediaan fasilitas air bersih bagi masyarakat Desa Punggur Kecil. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, mengingat air bersih merupakan kebutuhan pokok yang sempat menjadi tantangan bagi warga selama musim kemarau.

“Bantuan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan kontribusi SUCOFINDO yang telah membantu menghadirkan solusi nyata bagi warga,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Leonardo Pardede menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya melalui program-program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan.

“Tahun ini menjadi momentum istimewa bagi SUCOFINDO karena memasuki usia ke-70 tahun. Rasa syukur atas perjalanan tujuh dekade tersebut kami wujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pembangunan sumur bor air bersih ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap kesehatan, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya.

Leonardo Pardede juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah berkolaborasi dalam merealisasikan program pembangunan sumur bor tersebut. Menurutnya, sinergi yang terjalin menjadi faktor penting dalam memastikan manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program ini. Kami berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Peresmian fasilitas ditandai dengan pemotongan pita dan penyaluran air sumur bor secara simbolis sebagai penanda bahwa sarana tersebut siap dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST) kepada pihak penerima manfaat sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas secara berkelanjutan.

Program pembangunan sumur bor ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya mengenai akses air bersih dan sanitasi yang layak, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui inisiatif ini, PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan sosial dan pelestarian lingkungan sekaligus memperluas dampak positif perusahaan bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat. Karena itu, SUCOFINDO akan terus menghadirkan program-program yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, sejalan dengan semangat ‘Ensuring Quality Protecting Trust’,” tutup Leonardo Pardede.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES