BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

Dengan dukungan pembiayaan, ketersediaan pasokan rumah, serta kemudahan akses informasi, penyaluran FLPP diharapkan dapat semakin optimal dan menjangkau lebih banyak MBR di Kabupaten Subang.

Subang, 5 Oktober 2026 – Badan Pengelola Tabungan Perumahan
Rakyat (BP Tapera) terus mendorong percepatan penyaluran Fasilitas Likuiditas
Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kabupaten Subang. Upaya tersebut dilakukan
bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BRI, serta
Pemerintah Kabupaten Subang untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian
layak dan terjangkau.

SEVP Micro Business Empowerment BRI Muhammad Candra Utama
menyampaikan bahwa BRI terus mendukung sektor perumahan, baik dari sisi
pembiayaan masyarakat maupun pelaku usaha. Hingga 1 Oktober 2026, BRI mencatat
penyaluran pembiayaan program perumahan sekitar Rp12,54 triliun kepada 85.539
debitur.

Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat
kemampuan masyarakat dalam memiliki rumah sekaligus mendorong kapasitas pelaku
usaha yang terlibat dalam pembangunan perumahan.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menyambut
baik program tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi, industri, investasi,
dan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Subang perlu diikuti dengan
peningkatan akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Perkembangan kawasan industri juga dinilai mendorong
peningkatan kebutuhan hunian, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah
dan pekerja di sekitar kawasan pertumbuhan ekonomi baru.

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa kebijakan di
sektor perumahan harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Dalam dialog
bersama peserta, Maruarar menggali kondisi pelaku ekosistem perumahan, mulai
dari pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan hingga pelaku usaha lainnya.

Ia menekankan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya perlu
diberikan kepada masyarakat yang ingin memiliki rumah, tetapi juga kepada
pelaku usaha di sisi penyediaan agar pembangunan rumah dapat berlangsung lebih
cepat.“Mari kita berlomba-lomba bahagiakan rakyat,” ujar Maruarar.

Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho
menyampaikan bahwa target penyaluran FLPP tahun 2026 sebesar 350 ribu unit.
Hingga 4 Oktober 2026, realisasinya telah mencapai 166.938 unit atau 47,69
persen dari target. Jawa Barat mencatat realisasi tertinggi sebanyak 39.140
unit, sementara Kabupaten Subang telah merealisasikan 1.115 unit rumah subsidi.

Kabupaten Subang juga memiliki pasokan sebanyak 1.678 unit
rumah dalam berbagai tahapan, mulai dari booking, kavling, pembangunan hingga
siap huni. Secara nasional, BP Tapera memperkuat ekosistem pembiayaan melalui
kerja sama dengan 43 bank penyalur dan 22 asosiasi pengembang.

“BP Tapera terus mendorong percepatan penyaluran FLPP dengan
memperkuat dukungan dari pemerintah daerah, perbankan, pengembang, dan seluruh
pemangku kepentingan. Kabupaten Subang memiliki potensi besar, didukung
pertumbuhan kawasan industri, investasi, serta ketersediaan pasokan rumah yang
dapat semakin memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan
terjangkau,” ujar Heru.

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera Sid Herdi
Kusuma menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan Sikumbang dan aplikasi Tapera
Mobile untuk mencari informasi rumah subsidi, melakukan simulasi pembiayaan,
serta mengakses proses pengajuan KPR FLPP melalui bank penyalur.

“BP Tapera ingin memastikan masyarakat semakin mudah
memahami dan mengakses KPR FLPP, mulai dari mencari rumah yang sesuai,
mengetahui persyaratan, melakukan simulasi pembiayaan, hingga mengajukan KPR
melalui bank penyalur. Kami berharap berbagai kemudahan yang tersedia dapat
semakin membuka akses MBR untuk memiliki rumah pertama yang layak dan
terjangkau,” ujar Sid.

Dengan dukungan pembiayaan, ketersediaan pasokan rumah,
serta kemudahan akses informasi, penyaluran FLPP diharapkan dapat semakin
optimal dan menjangkau lebih banyak MBR di Kabupaten Subang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Proyek Siring Pengaman Sungai di Kalimantan Selatan Gunakan CCSP Waskita Beton Precast

Jakarta, Oktober 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, salah satunya melalui penyediaan produk beton precast untuk berbagai kebutuhan konstruksi di sejumlah wilayah.

Salah satu proyek tersebut adalah Pembuatan Siring Pengaman Sungai di Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin, Kalimantan Selatan, yang ditujukan untuk melindungi area di sekitar aliran sungai dari potensi gerusan dan menjaga kestabilan tebing sungai. Dalam proyek ini, sebanyak 80 batang Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) yang disuplai oleh Waskita Beton Precast digunakan sebagai struktur penahan untuk memperkuat dan melindungi tebing sungai.

Sampai saat ini seluruh produk telah selesai diproduksi untuk selanjutnya, produk akan dikirimkan ke lokasi proyek. Seluruh produk CCSP yang disuplai dalam kondisi prima hingga diterima di lokasi dan dapat digunakan sesuai dengan spesifikasi serta kebutuhan proyek.

“Produk CCSP untuk Proyek Pembuatan Siring Pengaman Sungai di Desa Kunyit ini diproduksi di Precast Plant WSBP Karawang melalui proses pengendalian mutu sesuai standar yang berlaku. Setelah selesai diproduksi dan melalui tahapan pengujian mutu, produk akan dikirimkan menggunakan truk trailer dan kapal tongkang menuju lokasi proyek di Kalimantan Selatan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.

CCSP merupakan produk beton precast yang dapat digunakan sebagai elemen penahan tanah pada berbagai kebutuhan konstruksi, termasuk pekerjaan pengamanan sungai. Pada proyek pembuatan siring pengaman sungai di Desa Kunyit, CCSP digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan struktur penahan tanah guna membantu menjaga kestabilan area di sekitar sungai. Dengan karakteristik tersebut, CCSP menjadi salah satu produk beton precast yang sesuai untuk digunakan dalam pekerjaan siring pengaman sungai.

“Dengan menggunakan CCSP Waskita Beton Precast, kami harap Siring Pengaman Sungai dapat secara jangka panjang memberikan perlindungan yang terbaik terhadap tebing sungai dan area di sekitarnya, sehingga aktivitas masyarakat di kawasan tersebut dapat berlangsung dengan lebih aman,” tambahnya.

Dalam menjalankan proses bisnisnya, Waskita Beton Precast berkomitmen untuk senantiasa menerapkan tata kelola perusahaan yang baik serta mematuhi standar dan ketentuan yang berlaku. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas proses bisnis dan mendukung keberlanjutan kegiatan usaha Perseroan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Surat Berharga Multifinance Turun, BRI Finance Tetap Jaga Fleksibilitas Pendanaan

Jakarta, 5 Oktober 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penerbitan surat berharga multifinance turun 12,71% menjadi Rp62,19 triliun. Di tengah dinamika suku bunga, kondisi tersebut tidak serta-merta mencerminkan penurunan kebutuhan pendanaan perusahaan pembiayaan. Kebutuhan pendanaan tetap berjalan seiring dengan kebutuhan ekspansi dan refinancing.

PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mengungkap sejumlah alternatif sumber pendanaan yang dapat disesuaikan dengan kondisi pasar dan kebutuhan perusahaan. Saat ini, pendanaan perbankan masih mendominasi industri multifinance karena cenderung lebih fleksibel terhadap kebutuhan likuiditas harian, dengan proses dan biaya administrasi yang relatif lebih cepat dan lebih rendah dibandingkan penerbitan surat berharga.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan perubahan pada penerbitan surat berharga lebih mencerminkan penyesuaian strategi perusahaan dalam menentukan komposisi sumber pendanaan dan waktu yang tepat untuk melakukan pendanaan.

“Penurunan penerbitan surat berharga tidak dapat dikatakan karena penurunan kebutuhan pendanaan. Hal ini tercermin dari data OJK bahwa piutang pembiayaan multifinance Juli 2026 masih tumbuh 2,01%. Yang terjadi saat ini adalah adanya perubahan strategi pendanaan perusahaan dalam komposisi dan waktu yang tepat untuk melakukan pendanaan,” ujar Dhani.

Menurutnya, keputusan penerbitan surat berharga mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari biaya dana atau yield di pasar, kondisi pasar, appetite investor, hingga kebutuhan ekspansi dan refinancing. Terlebih, BI Rate yang sempat mengalami penurunan pada akhir 2025 kembali mengalami peningkatan pada Juni 2026.

“Di tengah peningkatan suku bunga saat ini dan ekspektasi imbal hasil surat berharga yang tinggi dari investor, perusahaan memilih untuk menggunakan sumber pendanaan lain, salah satunya dari fasilitas perbankan, dengan suku bunga yang lebih fleksibel dan negotiable,” jelas Dhani.

Meski demikian, BRI Finance tetap melihat peluang di pasar obligasi. Perusahaan masih memiliki sisa plafon Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sebesar Rp1 triliun yang akan digunakan pada periode 2027. Pemanfaatannya akan mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan ekspansi perusahaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SUCOFINDO Tawarkan Solusi Terintegrasi untuk Industri Batubara Berkelanjutan di Coaltrans Asia 2026

Denpasar, (5/10) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan komitmennya dalam mendukung praktik pertambangan batubara yang berkelanjutan melalui partisipasinya dalam Coaltrans Asia 2026 di Bali. Kehadiran PT SUCOFINDO (PERSERO) pada forum internasional industri batubara tersebut menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat perannya sebagai mitra strategis industri melalui layanan Comprehensive Coal Services yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Mengusung tema “From Pit to Port, Building Trust Across the Coal Value Chain”, PT SUCOFINDO (PERSERO) menghadirkan berbagai layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) yang mendukung pengelolaan batubara secara andal, transparan, dan bertanggung jawab. Layanan tersebut mencakup seluruh rantai nilai industri, mulai dari tahap eksplorasi, kegiatan pertambangan, pengendalian kualitas, hingga perdagangan dan pengiriman.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, turut hadir sebagai pembicara dalam SUCOFINDO Thought Leader Session dengan materi bertajuk “Pricing Signals vs Physical Market Reality”. Dalam paparannya, Sandry Pasambuna membahas pentingnya memahami keterkaitan antara sinyal harga pasar dan kondisi fisik komoditas batubara guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat di tengah dinamika industri global.

Menurut Sandry Pasambuna, keberlanjutan industri batubara tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pelaku industri dalam menerapkan tata kelola yang baik, pengendalian kualitas yang konsisten, serta pengelolaan operasional yang efisien dan bertanggung jawab.

“Batubara masih memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi. Oleh karena itu, yang perlu terus didorong adalah praktik pengelolaan batubara yang semakin berkelanjutan. Melalui layanan Comprehensive Coal Services, SUCOFINDO hadir untuk mendukung industri dalam memastikan kualitas, kepatuhan, efisiensi operasional, serta penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik di setiap tahapan rantai nilai batubara,” ujarnya.

Dalam Coaltrans Asia 2026, PT SUCOFINDO (PERSERO) menampilkan berbagai layanan yang mendukung pengelolaan batubara secara menyeluruh, antara lain Pit to Port Coal Quality Monitoring, Geomechanical Testing, Geological & Geophysical Services, Resource & Reserve Estimation, Coal Superintending, Coal Loading & Unloading Services, Mining Services, serta Geotechnical & Infrastructure Services.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komersial PT SUCOFINDO (PERSERO), Agus Permadi menjelaskan salah satu layanan yang menjadi fokus utama PT SUCOFINDO (PERSERO), adalah Pit to Port Coal Quality Monitoring, yang mendukung pengukuran, pengujian, dan pemantauan kualitas batubara sejak proses penambangan hingga pengiriman. Layanan ini membantu pelaku industri memperoleh data yang akurat untuk mendukung perencanaan tambang, menjaga kualitas produk, serta meningkatkan efisiensi operasional.

“Pada sektor hulu (upstream), SUCOFINDO mendukung kegiatan eksplorasi melalui layanan survei geologi, pengeboran geologi dan geofisika, estimasi sumber daya dan cadangan, studi lingkungan, hingga investigasi tanah dan geoteknik. Pada sektor pertambangan (midstream), perusahaan menyediakan layanan pemantauan kualitas batubara, pengujian geomekanika, pelatihan jasa pertambangan, serta berbagai layanan teknis yang mendukung operasional tambang. Sementara pada sektor hilir (downstream), SUCOFINDO mendukung aktivitas perdagangan dan pengiriman batubara melalui layanan coal superintending, pengawasan proses bongkar muat batubara, serta verifikasi kualitas dan kuantitas untuk memastikan transparansi dan keandalan transaksi,” jelasnya.

Selain itu, Agus Permadi nenambahkan, PT SUCOFINDO (PERSERO) juga menyediakan layanan pendukung infrastruktur yang meliputi survei topografi, survei batimetri, due diligence, desain infrastruktur, serta layanan pendukung infrastruktur dan fasilitas pengolahan pertambangan.

“Melalui kapabilitas tersebut, SUCOFINDO terus berupaya membangun kepercayaan di setiap tahapan rantai nilai industri batubara sekaligus mendukung terciptanya praktik pertambangan yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan. Partisipasi dalam Coaltrans Asia 2026 menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dan menghadirkan solusi TIC yang memberikan nilai tambah bagi industri pertambangan Indonesia, tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pembiayaan Digital BRI Finance Melaju 65%, KKB Mobil Baru Mendominasi

Jakarta, 2 Oktober 2026 – Pemanfaatan kanal digital dalam layanan keuangan terus berkembang seiring dengan semakin luasnya penggunaan layanan keuangan berbasis digital di masyarakat. Bank Indonesia mencatat volume transaksi mobile banking pada Agustus 2026 tumbuh 47,08% secara tahunan (year-on-year/YoY), sementara secara keseluruhan volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi atau tumbuh 40,36% YoY. Bank Indonesia menyebut perkembangan tersebut didukung oleh semakin luasnya penerimaan tren pembayaran digital.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu konteks bagi semakin relevannya kanal digital dalam akses masyarakat terhadap layanan keuangan, termasuk pembiayaan. Di sisi lain, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) juga mencatatkan pemanfaatan kanal digital untuk pengajuan pembiayaan menunjukkan tren positif. Hingga Agustus 2026, penyaluran pembiayaan melalui kanal digital BRI Finance tumbuh 65% secara YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, total disbursement BRI Finance hingga Agustus 2026 meningkat 84,15% secara YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penyaluran melalui kanal digital tercatat tumbuh 65% YoY pada periode yang sama.

Dari sisi jenis pembiayaan, pengajuan melalui kanal digital BRI Finance paling banyak didominasi oleh pembiayaan KKB mobil baru (new car). Hal tersebut sejalan dengan fokus BRI Finance dalam mengembangkan pembiayaan kendaraan baru, yang didukung oleh sinergi dengan ekosistem dan platform digital BRI.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Per Agustus 2026, permintaan dan pembiayaan melalui kanal digital aplikasi menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan ini antara lain didukung oleh sinergi dengan platform digital BRI, yang memperluas akses masyarakat terhadap layanan pembiayaan serta memberikan proses pengajuan yang lebih mudah dan praktis.”

Menurut Dhani, pengembangan kanal digital juga perlu diikuti dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai proses pengajuan pembiayaan secara digital. Hal ini menjadi penting agar kemudahan akses tetap diiringi dengan proses yang mudah, cepat, dan aman.

Untuk itu, BRI Finance terus memperkuat sinergi dengan platform digital BRI, melakukan pengembangan dan penyempurnaan user experience, serta meningkatkan edukasi dan komunikasi kepada calon nasabah. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan kanal digital secara lebih luas sekaligus mendukung pertumbuhan pembiayaan secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Minat Kendaraan Listrik Menguat, Pembiayaan EV BRI Finance Tumbuh 13,8 Kali

Jakarta, 1 Oktober 2026 – Dinamika pasar kendaraan di Indonesia terus berkembang seiring perubahan preferensi dan kebutuhan konsumen. Kondisi tersebut turut tercermin pada perkembangan pembiayaan kendaraan, termasuk mobil konvensional dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan kendaraan roda empat atau mobil bekas konvensional terkontraksi 4,52% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp86,25 triliun pada Juli 2026. Sementara itu, pembiayaan kendaraan listrik/hybrid bekas tumbuh 103,06% YoY menjadi Rp1,52 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan bahwa perkembangan tersebut mencerminkan dinamika positif dalam industri pembiayaan kendaraan, seiring dengan perubahan preferensi dan kebutuhan konsumen.

“Kontraksi pembiayaan mobil bekas konvensional antara lain dipengaruhi oleh pergeseran preferensi konsumen serta kondisi pasar mobil bekas. Sementara itu, pertumbuhan pembiayaan EV didorong oleh meningkatnya minat dan awareness masyarakat terhadap kendaraan listrik, semakin beragamnya pilihan model, serta berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Dhani.

Menurutnya, perubahan preferensi konsumen terhadap kendaraan listrik mulai terlihat seiring dengan meningkatnya awareness dan semakin beragamnya pilihan kendaraan listrik di pasar. Segmen tersebut memiliki potensi untuk terus berkembang dan menjadi salah satu sumber pertumbuhan pembiayaan kendaraan ke depan, sejalan dengan perkembangan ekosistem kendaraan listrik, infrastruktur pendukung, serta penerimaan masyarakat.

“BRI Finance terus mencermati perkembangan pasar dan menyesuaikan strategi pembiayaan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen,” kata Dhani.

Sejalan pula dengan perkembangan pasar tersebut, kinerja penyaluran pembiayaan BRI Finance menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data per Agustus 2026, disbursement pembiayaan new car meningkat sekitar 9,4 kali dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, disbursement pembiayaan EV meningkat sekitar 13,8 kali secara tahunan.

“Pertumbuhan penyaluran pembiayaan baik pada mobil konvensional maupun kendaraan listrik menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan terus berkembang. BRI Finance akan terus mencermati dinamika tersebut dan menyesuaikan strategi pembiayaan dengan kebutuhan pasar,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%

Jakarta, 30 September 2026 – Sepeda motor masih menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Indonesia untuk mendukung mobilitas sehari-hari. Kepraktisan, fleksibilitas, serta pilihan model yang semakin beragam membuat sepeda motor tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat dalam menunjang aktivitas produktif dan gaya hidup.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan distribusi sepeda motor domestik sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai 4,46 juta unit. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pada Agustus 2026, distribusi domestik tercatat sebanyak 596.461 unit atau tumbuh 3,19% secara tahunan. AISI juga memproyeksikan pasar sepeda motor domestik sepanjang 2026 berada pada kisaran 6,4 juta–6,7 juta unit.

Perkembangan pasar tersebut turut didukung oleh semakin beragamnya pilihan sepeda motor baru yang tersedia bagi konsumen. Produsen menghadirkan berbagai model dengan karakter dan fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, mulai dari motor untuk mobilitas harian hingga model dengan fitur dan teknologi yang semakin lengkap.

Bagi masyarakat perkotaan, misalnya, sepeda motor dapat memberikan fleksibilitas dalam menjalani mobilitas sehari-hari. Sementara bagi pekerja maupun pelaku usaha, kendaraan roda dua juga dapat mendukung aktivitas produktif dengan mobilitas yang lebih praktis.

Di tengah kebutuhan tersebut, kemampuan finansial menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum konsumen memutuskan untuk memiliki kendaraan. Pembiayaan dapat menjadi alternatif bagi konsumen untuk memperoleh motor yang dibutuhkan tanpa harus menyediakan seluruh dana pembelian secara sekaligus.

Melihat peluang tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mewujudkan motor impian melalui pembiayaan motor baru dengan bunga mulai dari 0,7% per bulan ADDM dan tenor hingga 5 tahun.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa semakin beragamnya kebutuhan mobilitas masyarakat turut mendorong permintaan terhadap kendaraan roda dua dengan karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing konsumen.

“Sepeda motor memiliki peran yang cukup penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas produktif. Di saat yang sama, pilihan motor baru yang semakin beragam memberikan lebih banyak alternatif bagi konsumen untuk menentukan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensinya,” ujar Dhani.

Melalui pembiayaan motor baru, BRI Finance berupaya memberikan alternatif solusi bagi masyarakat yang ingin mewujudkan motor impiannya dengan skema pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial. BRI Finance memberikan fleksibilitas bagi konsumen dalam merencanakan pembiayaan motor baru sesuai kebutuhan dengan mempertimbangkan besaran angsuran dan jangka waktu pembiayaan sebelum mengambil keputusan.

“Kami melihat kepemilikan kendaraan bukan hanya mengenai memiliki sebuah motor, tetapi bagaimana kendaraan tersebut dapat memberikan nilai bagi aktivitas dan produktivitas penggunanya,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

OSL Indonesia Dorong Strategi Investasi Aset Digital yang Lebih Terarah dan Hadirkan Auto-Invest, OSL Elite, dan Launchpool

Jakarta, 06 Oktober 2026 –  OSL Indonesia, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan, melalui Head of Marketing, Vincent Salaka, mendorong masyarakat terkait pentingnya strategi investasi yang lebih terarah dan berdasarkan pada pemahaman atas risiko investasi masing-masing.

Perkembangan industri aset digital di Indonesia terus membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengenal dan berpartisipasi dalam ekosistem keuangan digital. Namun, seiring dengan semakin luasnya akses terhadap aset digital, investor juga dihadapkan pada tantangan untuk menentukan strategi yang sesuai dengan kebutuhan, profil, dan tujuan masing-masing.

Head of Marketing OSL Indonesia, Vincent Salaka, melihat bahwa salah satu tantangan terbesar dalam berinvestasi bukan hanya memahami pergerakan pasar, tetapi juga memahami diri sendiri sebagai investor.

“Bagi investor baru dan ingin berinvestasi pada aset kripto, sangat penting untuk selalu melakukan riset terlebih dahulu. Jangan pernah berinvestasi pada aset investasi yang belum dikenal dan belum mengerti sepenuhnya. Kenali dulu aset investasi dan profil risiko masing-masing,” jelas Vincent.

Lebih lanjut, pemahaman terhadap aset dan perilaku diri sendiri menjadi bagian penting dalam membangun strategi investasi. Dalam hal ini, pendekatan Dollar-Cost Averaging (DCA) menjadi salah satu strategi yang mengedepankan konsistensi. Dengan investasi yang dilakukan secara terjadwal, investor dapat membangun kebiasaan secara lebih konsisten tanpa harus terus menentukan waktu pembelian secara manual.

Sejalan dengan ini, OSL Indonesia menghadirkan fitur Auto-Invest (DCA) pada platform nya. Fitur yang didesain berdasarkan pendekatan DCA, sehingga dapat membantu investor dengan fokus dan strategi investasi jangka panjang.

Sedangkan, bagi investor dengan kebutuhan dan aktivitas transaksi yang lebih tinggi, OSL Indonesia merilis OSL Elite. Guna menghadirkan pengalaman yang lebih eksklusif dengan benefit dan layanan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan investor dengan investasi dengan jumlah lebih besar. 

Menurut Vincent, setiap investor memiliki karakter yang berbeda, karena itu, pendekatan investasi juga tidak dapat disamaratakan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari filosofi OSL Indonesia dalam mengembangkan pengalaman pengguna. 

Selain itu, OSL Indonesia juga menghadirkan OSL Launchpool, fitur yang memungkinkan pengguna yang memenuhi persyaratan untuk berpartisipasi dalam program alokasi aset kripto tertentu dengan mengalokasikan aset kripto yang dimilikinya selama periode program. Alokasi yang diterima pengguna bergantung pada ketentuan masing-masing program, tidak dijamin, dan nilai aset kripto yang dialokasikan dapat berfluktuasi mengikuti kondisi pasar. OSL Launchpool menjadi fitur launchpool pertama di Indonesia yang dirancang untuk memberdayakan investor dalam mengembangkan portofolionya.

Alih-alih menawarkan satu pendekatan untuk semua, OSL Indonesia berupaya menyediakan berbagai pilihan yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna.

Berdasar pada pilar Global. Compliant. Empowering.OSL Indonesia terus membangun ekosistem aset digital yang dapat mendukung pengguna dalam berbagai tahap perjalanan mereka.

Tentu, bersama dengan ini perlu dipahami bahwa perdagangan dan investasi aset digital memiliki risiko, termasuk fluktuasi harga, risiko kehilangan modal, likuiditas, teknologi, serta perubahan regulasi. Oleh karena itu, pengguna perlu memahami karakteristik dan risiko aset digital, melakukan riset secara mandiri, serta mempertimbangkan profil risiko dan kondisi masing-masing sebelum mengambil keputusan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Odoo POS dan E-Faktur: Pajak Retail Multi-Outlet Tanpa Lembur

Integrasi Odoo POS dan E-Faktur membantu peritel multi-outlet mengurangi kesalahan rekap serta menjaga data penjualan dan pajak tetap sinkron. Dengan pencatatan otomatis sejak transaksi kasir, proses tutup buku menjadi lebih cepat dan fokus pada pemeriksaan data.

Tanggal tutup buku selalu terasa berat bagi peritel multi-outlet. Struk dari belasan gerai harus direkap satu per satu. Karena itu banyak tim keuangan mencari cara menghubungkan Odoo POS dan E-Faktur. Tujuannya sederhana, yaitu menutup bulan tanpa lembur berhari-hari.

Rekap manual membuka ruang kesalahan yang mahal. Angka penjualan kasir kerap berbeda dengan omzet yang dilaporkan. Selisih kecil di satu gerai berlipat setelah dikalikan dua belas lokasi. Koreksinya baru muncul saat pemeriksaan, ketika biayanya jauh lebih besar.

Perubahan aturan menambah beban administrasi. Setiap penyesuaian tarif harus diterapkan pada seluruh mesin kasir. Bila satu gerai terlewat, laporan bulanannya langsung tidak sinkron. Staf pajak pun sibuk memverifikasi, bukan menganalisis.

Akar masalahnya terletak pada data yang terpisah sejak awal. Transaksi kasir seharusnya langsung membentuk jurnal beserta rekap pajaknya. Banyak peritel karena itu menggandeng Partner Odoo untuk menata konfigurasinya. Pekerjaan akhir bulan berubah menjadi pemeriksaan, bukan penyusunan ulang.

Mengapa Rekap Pajak Retail Menumpuk di Akhir Bulan

Data Kasir yang Terpisah dari Pembukuan

Banyak gerai memakai aplikasi kasir yang berdiri sendiri. Datanya dikirim ke pusat berupa berkas ekspor harian. Penggabungannya dikerjakan manual memakai lembar kerja. Setiap penyalinan menambah peluang salah ketik.

Dua Jenis Faktur di Satu Meja Kasir

Sebagian pembeli datang sebagai konsumen akhir. Sebagian lain meminta faktur atas nama perusahaan. Kasir harus memisahkan keduanya sejak transaksi dibuat. Tanpa pemisahan itu, rekap bulanan sulit dipertanggungjawabkan.

Aturan yang Perlu Dipahami Sebelum Konfigurasi

Penyetelan pajak sebaiknya berangkat dari ketentuan, bukan dari kebiasaan lama. Dua hal berikut paling sering salah dipahami oleh tim gerai. Keduanya juga menentukan bentuk struk yang keluar dari mesin kasir.

Faktur Pajak Pedagang Eceran dan Batasnya

Peraturan Dirjen Pajak PER-11/PJ/2025 mengatur faktur pajak pedagang eceran. Bentuknya bisa berupa bon kontan, struk mesin kasir, atau kuitansi. Identitas pembeli tidak wajib tercantum di dalamnya. Meski begitu, sebagian penyerahan tetap memerlukan faktur pajak lengkap.

Struk tersebut tetap harus memuat informasi pokok:

• Nama, alamat, dan nomor identitas penjual

• Jenis barang, jumlah harga jual, serta potongan harga

• Nilai pajak pertambahan nilai yang dipungut

Tarif 12 Persen dengan Dasar Pengenaan 11/12

Tarif pajak pertambahan nilai tercatat 12 persen dalam ketentuan berlaku. Untuk barang di luar kategori mewah, dasar pengenaannya memakai nilai lain 11/12. Hasil akhirnya membuat beban pajak setara 11 persen. Konfigurasi kasir wajib mengikuti rumus itu agar struk tidak keliru.

Cara Odoo POS dan E-Faktur Bekerja Beriringan

Kasir dan pembukuan berada dalam satu basis data yang sama. Setiap transaksi langsung membentuk catatan penjualan beserta pajaknya. Rekap tidak perlu disusun ulang pada akhir periode. Urutan penyiapannya umumnya seperti berikut:

1. Susun daftar pajak sesuai tarif dan dasar pengenaan yang berlaku

2. Tetapkan harga jual sudah termasuk pajak untuk transaksi gerai

3. Pisahkan alur pelanggan korporat yang meminta faktur lengkap

4. Sambungkan tiap outlet ke jurnal penjualan masing-masing

5. Siapkan berkas rekap untuk diunggah ke aplikasi pajak

Langkah terakhir sering menimbulkan salah paham. Rekap dari kasir tidak berpindah sendiri ke aplikasi pajak pemerintah. Penyesuaian formatnya dikerjakan tim implementasi sesuai kebutuhan pelaporan. Hubungan Odoo POS dan E-Faktur karena itu perlu disepakati sejak awal proyek.

Posisi Fiskal untuk Tiap Outlet

Posisi fiskal menentukan pajak mana yang dipakai pada transaksi tertentu. Gerai dengan perlakuan khusus bisa mengikuti aturan berbeda. Pengaturannya disusun sekali di pusat, lalu berlaku pada semua kasir. Penyesuaian tarif pun cukup dikerjakan satu kali.

Ketika Jumlah Outlet Bertambah Tanpa Menambah Lembur

Gerai baru hanya perlu mengikuti konfigurasi yang sudah berjalan. Tidak ada mesin kasir yang disetel sendiri-sendiri di lapangan. Pusat tetap memegang kendali atas daftar harga dan pajaknya. Ekspansi pun berhenti menjadi mimpi buruk bagi tim keuangan.

Penutupan Sesi Kasir sebagai Kunci

Setiap sesi kasir ditutup dengan pencocokan fisik dan sistem. Data yang mengalir ke pembukuan berasal dari sesi tersebut:

• Total penjualan beserta pajak yang dipungut

• Rincian metode pembayaran yang diterima

• Selisih kas yang perlu dijelaskan hari itu juga

Konsultan Odoo biasanya menyiapkan pola penutupan sesi sejak pelatihan awal. Kebiasaan sederhana ini menjaga akurasi laporan sepanjang tahun. Selisih kecil bisa ditelusuri ketika ingatan kasir masih segar. Audit internal pun tidak perlu membongkar arsip berbulan-bulan.

Menyiapkan Odoo POS dan E-Faktur Sebelum Musim Audit

Pemeriksaan pajak menuntut jejak transaksi yang bisa ditelusuri. Struk, jurnal, dan rekap pajak idealnya berasal dari satu sumber. Kesiapan seperti itu dibangun jauh sebelum surat pemeriksaan datang. Sistem yang rapi membuat proses audit berjalan lebih tenang.

i2C Studio mendampingi peritel menata konfigurasi tersebut sejak audit alur kerja. Sebagai Partner Odoo dengan status Silver, timnya memetakan proses kasir tiap gerai. Format rekap disesuaikan mengikuti kebutuhan pelaporan perusahaan. Diskusi awal bersama konsultan Odoo cukup untuk menilai kesiapan sistem Anda.

1. Apakah struk kasir sudah cukup sebagai faktur pajak di toko retail?

Cukup untuk penyerahan kepada konsumen akhir, sepanjang isinya memenuhi ketentuan faktur pajak pedagang eceran.

2. Bagaimana bila pembeli meminta faktur pajak dengan identitas perusahaan?

Transaksi itu dipisahkan sejak di kasir, lalu fakturnya diterbitkan mengikuti ketentuan umum.

3. Apakah penambahan outlet baru menuntut konfigurasi pajak dari awal?

Tidak, karena pengaturan pajak disusun di pusat lalu diterapkan pada setiap gerai baru.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Ethereum Mengincar $3.000, Level $2.800 Jadi Penentu Reli Oktober

Jakarta, 6 Oktober 2026 – Harga Ethereum (ETH) memasuki Oktober 2026 dengan peluang melanjutkan pemulihan, tetapi masih menghadapi satu penghalang penting di area $2.775–$2.800. Jika level tersebut berhasil ditembus dan bertahan sebagai support, ETH berpotensi membuka ruang kenaikan menuju $3.000.

Berdasarkan data internal FLOQ pada 4 Oktober 2026, Ethereum diperdagangkan di sekitar $2.693–$2.695, naik sekitar 0,7% dalam 24 jam. Namun, pergerakan ETH dalam sepekan relatif datar setelah sebelumnya sempat menyentuh level sekitar $2.775 pada 2 Oktober.

Pergerakan tersebut menjadi perhatian karena Ethereum sebelumnya mencatat kenaikan 32,6% pada Agustus dan kembali naik 8,8% pada September. ETH menutup September di sekitar $2.685 setelah sempat bergerak dari sekitar $2.398 pada 15 September menuju $2.775 pada 21 September.

$2.800 Jadi Level Kunci Ethereum

Secara teknikal dilaporkan Crypto News, area $2.775–$2.800 menjadi resistensi utama yang perlu ditembus Etheeum untuk memperkuat momentum bullish.

Jika ETH mampu mencatat penutupan yang meyakinkan di atas $2.800 dan mempertahankan level tersebut sebagai support, target berikutnya berada di sekitar $2.900 hingga $3.000.

Sebaliknya, kegagalan menembus area tersebut dapat membuat Ethereum kembali bergerak dalam fase konsolidasi di kisaran $2.500–$2.800.

Sementara itu, area $2.400–$2.500 menjadi support penting apabila tekanan jual kembali meningkat. Penurunan lebih jauh ke sekitar $2.350–$2.360 bahkan berpotensi melemahkan struktur bullish yang terbentuk dalam beberapa bulan terakhir.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan Ethereum pada Oktober akan sangat bergantung pada kemampuan ETH mengubah area $2.800 dari resistance menjadi support.

“Secara teknikal, $2.800 menjadi level yang cukup penting untuk diperhatikan. Jika Ethereum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang menuju $3.000 akan semakin terbuka. Namun, jika kembali gagal menembusnya, pasar kemungkinan masih melihat konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya,” ujar Yudhono Rawis.

Momentum ETH Belum Sepenuhnya Kuat

Indikator teknikal juga menunjukkan kondisi yang masih bercampur.

RSI bulanan Ethereum berada di sekitar 51,53, sedikit di atas rata-rata pergerakannya yang berada di 48,46. Posisi tersebut menunjukkan momentum mulai mengarah positif, tetapi belum memasuki kondisi overbought yang biasanya ditandai RSI di atas 70.

Di sisi lain, MACD masih menunjukkan momentum yang relatif lemah. Garis MACD berada di sekitar -98,3, sementara garis sinyal berada di sekitar -66,4. Histogram tercatat sekitar -31,9 dan belum menunjukkan persilangan bullish.

Kondisi tersebut membuat penembusan resistance $2.800 menjadi semakin penting. Kenaikan harga tanpa dukungan momentum yang kuat masih berisiko menghasilkan rejection.

Arus ETF Ethereum Mulai Mendingin

Dari sisi permintaan institusional, arus dana ETF Ethereum menunjukkan perkembangan yang lebih beragam.

Pada September, produk ETF Ethereum BlackRock dilaporkan mengakumulasi ETH sekitar $1,57 miliar dalam periode 20 hari. Namun, memasuki akhir September hingga awal Oktober, arus ETF justru mengalami tekanan.

Data Farside Investors menunjukkan ETF Ether spot AS mencatat arus keluar gabungan sekitar $59,6 juta pada 30 September, $55,4 juta pada 1 Oktober, dan $17,3 juta pada 2 Oktober.

Secara keseluruhan, periode 28 September hingga 2 Oktober mencatat arus keluar bersih sekitar $118 juta.

Menurut Yudho, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan Ethereum tidak hanya bergantung pada arus dana institusional.

“Arus ETF tetap menjadi salah satu indikator penting karena menunjukkan minat investor institusional. Namun, pasar perlu melihat konsistensi arus tersebut. Untuk mengonfirmasi rally yang lebih kuat, Ethereum membutuhkan kombinasi antara permintaan institusional, momentum teknikal, dan kemampuan mempertahankan level support baru,” kata Yudhono.

Glamsterdam Jadi Katalis Berikutnya

Selain faktor teknikal dan arus ETF, Ethereum juga memiliki katalis dari sisi fundamental jaringan.

Ethereum dijadwalkan mengaktifkan upgrade Glamsterdam di testnet Sepolia pada 6 Oktober 2026. Upgrade tersebut menggabungkan perubahan pada execution layer dan consensus layer Ethereum, termasuk mekanisme untuk meningkatkan efisiensi eksekusi serta pengelolaan pertumbuhan state.

Namun, aktivasi di Sepolia belum berarti Glamsterdam sudah diluncurkan di mainnet. Ethereum Foundation masih mencantumkan Glamsterdam sebagai upgrade mainnet pada kuartal IV 2026, tetapi tanggal peluncurannya belum dikonfirmasi.

Karena itu, hasil pengujian di Sepolia akan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pasar dalam menilai perkembangan upgrade Ethereum berikutnya.

Tiga Skenario Harga Ethereum pada Oktober

Dengan kondisi tersebut, terdapat tiga skenario utama untuk pergerakan Ethereum pada Oktober.

Skenario bullish: ETH berhasil menembus dan bertahan di atas $2.775–$2.800. Jika momentum berlanjut, harga berpotensi bergerak menuju $2.900 dan kemudian $3.000. Struktur channel naik bahkan membuka ruang menuju kisaran $2.950–$3.100.

Skenario konsolidasi: Ethereum kembali gagal melewati $2.800 sehingga bergerak sideways di kisaran $2.500–$2.800. Dalam kondisi ini, pasar masih menunggu katalis baru sebelum menentukan arah.

Skenario bearish: Kripto ETH kehilangan area pertengahan $2.600 dan gagal merebutnya kembali. Tekanan jual berpotensi membawa harga menuju support $2.400–$2.500. Jika area tersebut juga ditembus, perhatian berikutnya berada di sekitar $2.350–$2.360.

Model harga ETH sendiri menempatkan skenario dasar Oktober di sekitar $3.034, dengan skenario bearish sekitar $2.579 dan bullish sekitar $3.641. Namun, angka tersebut merupakan hasil model dan bukan target harga yang pasti.

Sementara itu, Citi pada 1 Oktober menaikkan target harga Ether 12 bulan menjadi $3.028 dari sebelumnya $2.240. Target tersebut memiliki horizon 12 bulan sehingga tidak dapat dipandang sebagai target Ethereum khusus untuk Oktober.

Level $2.800 masih menjadi titik krusial bagi Ethereum pada awal Oktober. Kemampuan ETH menembus resistance tersebut akan menjadi indikator penting apakah pemulihan dapat berlanjut menuju $3.000 atau justru kembali memasuki fase konsolidasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES