BINUS @Bandung Perkuat Talenta AI Indonesia melalui Program Artificial Intelligence bagi Generasi Muda

Bandung – Artificial Intelligence (AI) kini semakin dekat dengan proses lahirnya berbagai karya dan inovasi. Mulai dari merancang produk, menghasilkan konten, membaca kebutuhan pengguna, mengembangkan pengalaman digital, hingga membangun layanan dan model bisnis baru, AI membuka ruang eksplorasi yang semakin luas bagi generasi muda.

Di tengah karakter Bandung yang lekat dengan kreativitas, perkembangan AI menghadirkan peluang untuk membawa sebuah gagasan melampaui karya menjadi solusi yang memiliki nilai. Namun, kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup. Generasi muda juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami kebutuhan pengguna, membaca peluang, serta mengembangkan ide menjadi produk, layanan, maupun usaha yang relevan bagi masyarakat dan industri.

Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University mempertegas komitmennya dalam menyiapkan talenta digital Indonesia melalui perluasan akses pendidikan Artificial Intelligence ke berbagai wilayah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program Artificial Intelligence di BINUS @Bandung yang diselenggarakan pada 8 September 2026 di Kampus Paskal, BINUS @Bandung.

Kehadiran program ini merupakan bagian dari semangat AI Empowers @ BINUS, yang menegaskan komitmen BINUS University dalam mengintegrasikan pemahaman dan pemanfaatan AI ke dalam ekosistem pembelajaran. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menggunakan teknologi AI, tetapi juga memahami cara mengembangkan dan menerapkannya secara strategis, etis, serta bertanggung jawab dalam berbagai bidang.

Melalui AI Empowers @ BINUS, BINUS University menghadirkan pengalaman belajar yang didukung Artificial Intelligence secara menyeluruh, membantu mahasiswa berkembang sejak hari pertama hingga menjadi profesional yang siap menghadapi tantangan masa depan dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

Bagi BINUS University, memilih perguruan tinggi saat ini bukan sekadar memilih jurusan, tetapi juga memilih ekosistem pembelajaran yang mampu mempersiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan profesi dan industri. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai etika AI, komunikasi, kolaborasi, dan aspek bisnis melalui proyek nyata serta kolaborasi bersama industri.

Kehadiran Program Artificial Intelligence di berbagai kampus BINUS merupakan bagian dari upaya BINUS University untuk memberikan kesempatan yang semakin luas kepada generasi muda Indonesia dalam mempelajari teknologi masa depan. Langkah ini sejalan dengan semangat Fostering and Empowering the Society yang menjadi landasan BINUS University dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa penguasaan AI perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga untuk mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi Indonesia.

“Perluasan Program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen BINUS University untuk membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia dalam menguasai teknologi masa depan. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator yang menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Dr. Nelly.

Di BINUS @Bandung, kehadiran Program Artificial Intelligence turut memperkuat fokus kampus pada Creative Technology Entrepreneurship. Pendekatan tersebut menghubungkan kreativitas dengan penguasaan teknologi dan kemampuan entrepreneurship agar mahasiswa tidak hanya mampu menghasilkan gagasan, tetapi juga mengembangkannya menjadi inovasi yang memiliki manfaat serta nilai ekonomi.

Melalui ekosistem pembelajaran tersebut, mahasiswa didorong untuk bereksperimen, memahami kebutuhan pengguna, dan melihat peluang dari berbagai permasalahan yang terdapat di sekitarnya. Kreativitas kemudian diperkuat dengan teknologi agar dapat berkembang menjadi produk, layanan, atau usaha yang relevan bagi kebutuhan industri dan masyarakat.

Direktur Kampus BINUS @Bandung, Dr. Johan Muliadi Kerta, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa perkembangan AI membuka kesempatan yang semakin besar bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas menjadi inovasi dan peluang usaha berbasis teknologi.

“Bandung memiliki generasi muda dengan kreativitas dan keberanian bereksperimen yang sangat kuat. Melalui Program Artificial Intelligence di BINUS @Bandung, kami ingin membantu mahasiswa mengembangkan kreativitas tersebut menjadi inovasi berbasis teknologi yang memiliki nilai, dapat diterapkan, dan berpotensi menjadi peluang usaha,” ujar Dr. Johan.

Menurutnya, sebuah ide perlu didukung oleh kemampuan untuk memahami kebutuhan pasar, membangun solusi, dan menciptakan nilai bagi penggunanya. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan karya, tetapi juga didorong memiliki pola pikir entrepreneurship agar mampu membawa inovasi yang dikembangkan menuju penerapan yang lebih luas.

Dari sisi akademik, kurikulum Program Artificial Intelligence di BINUS University dirancang secara multidisiplin dengan mengombinasikan fondasi matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, hingga Internet of Things dan robotics.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya memahami cara kerja teknologi AI, tetapi juga mampu mengevaluasi hasil, mengembangkan solusi, dan menerapkannya secara etis serta bertanggung jawab.

Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I., menegaskan bahwa tantangan utama generasi muda saat ini adalah mempersiapkan diri agar mampu bekerja secara optimal bersama AI.

“Pertanyaan penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI. Mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar mampu mengevaluasi hasil yang diberikan AI, mengembangkan solusi, serta menerapkan teknologi secara strategis, etis, dan bertanggung jawab,” jelas Prof. Derwin.

Di tengah perkembangan AI, kreativitas manusia tetap memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana teknologi digunakan dan dikembangkan. Kemampuan memahami masalah, mengeksplorasi berbagai kemungkinan, serta melihat kebutuhan dari perspektif yang berbeda menjadi dasar untuk menghasilkan inovasi yang relevan.

Melalui pengalaman pembelajaran berbasis proyek, mahasiswa didorong untuk menjadikan AI bukan sebagai pengganti kreativitas dan proses berpikir, tetapi sebagai teknologi yang memperkuat kemampuan mereka dalam mengembangkan gagasan, membuat prototipe, dan menciptakan solusi.

Relevansi Program Artificial Intelligence dengan kebutuhan dunia kerja turut menjadi salah satu perhatian utama BINUS University. Perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan talenta yang mampu menggunakan berbagai perangkat berbasis AI, tetapi juga individu yang dapat memahami permasalahan bisnis, berpikir kritis, bekerja secara kolaboratif, serta mengubah teknologi menjadi solusi nyata.

Menurut Pujo Laksono, CEO dari Kazee Digital Indonesia, kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri menjadi semakin penting untuk memastikan kemampuan yang dipelajari mahasiswa tetap selaras dengan perkembangan kebutuhan profesional.

“Industri membutuhkan talenta yang tidak hanya mampu menggunakan berbagai tools AI, tetapi juga memiliki kreativitas dan kemampuan memahami kebutuhan bisnis. Talenta masa depan perlu mampu menerjemahkan teknologi menjadi solusi, produk, atau layanan yang memberikan nilai nyata bagi perusahaan dan masyarakat,” jelas Pujo.

Kolaborasi dengan dunia industri juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pemahaman mengenai penerapan AI dalam situasi nyata. Pengalaman tersebut menjadi penting agar mahasiswa memahami bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh relevansi, manfaat, dan nilai yang diberikan kepada pengguna.

Selain perspektif industri, pengalaman alumni menjadi gambaran mengenai pentingnya fondasi akademik, pengalaman mengerjakan proyek, dan kemampuan untuk terus belajar serta beradaptasi. Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, lulusan perlu mampu menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan tantangan nyata di dunia profesional.

Peluncuran Program Artificial Intelligence di BINUS @Bandung turut menjadi ruang untuk mempertemukan dunia pendidikan, industri, alumni, dan generasi muda. Melalui rangkaian kegiatan yang diselenggarakan, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan AI, kebutuhan kompetensi masa depan, serta peluang pemanfaatannya dalam berbagai bidang.

Keterlibatan praktisi industri dan alumni juga diharapkan dapat memberikan gambaran yang semakin utuh mengenai perjalanan pendidikan, karier, dan entrepreneurship di era AI. Generasi muda dapat memahami bahwa kompetensi teknologi perlu dilengkapi dengan kreativitas, kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta keberanian untuk melihat dan mengembangkan peluang.

Sebagai langkah strategis jangka panjang, School of Computer Science BINUS University menempatkan penguasaan AI bukan sekadar sebagai tambahan keterampilan teknis, tetapi sebagai pola pikir yang perlu dimiliki mahasiswa. Di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang, AI diproyeksikan menjadi penggerak efisiensi dan inovasi di berbagai sektor, mulai dari industri kreatif, finansial, manufaktur, pendidikan, layanan publik, hingga kesehatan.

Melalui peluncuran Program Artificial Intelligence di BINUS @Bandung dan semangat #AIverywhereInBINUS, BINUS University berharap dapat melahirkan talenta digital yang mampu mengombinasikan kompetensi teknologi, kreativitas, dan jiwa entrepreneurship. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan gagasan menjadi karya, membawa karya menjadi inovasi, serta mengubah inovasi menjadi solusi dan peluang usaha yang memberikan nilai bagi masyarakat dan Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Biaya AI per Respons vs Token, Mana Lebih Hemat untuk Bisnis?

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Dua proposal AI Agent dapat terlihat sama-sama murah, tetapi sebenarnya memakai satuan berbeda. Penyedia pertama mengenakan biaya per respons. Penyedia kedua menghitung token input dan output. Tanpa menyamakan asumsi, angka tersebut tidak dapat dibandingkan secara adil.

Bisnis perlu memahami apa yang memengaruhi setiap unit, lalu menambahkan biaya kanal dan kebutuhan operasional. Model yang paling hemat bukan hanya yang memiliki tarif awal terendah, tetapi yang paling sesuai dengan volume, panjang jawaban, dan kompleksitas layanan.

Pahami Satuan yang Sebenarnya Dibayar

Pada model per respons, bisnis membayar setiap jawaban AI yang dikirim. Struktur ini lebih mudah diproyeksikan: jumlah respons dikalikan tarif. Namun, definisi respons perlu dibaca dengan jelas karena jawaban yang lebih panjang dapat memiliki biaya berbeda.

Pada model token, biaya dihitung dari potongan teks yang diproses AI. Token mencakup konteks percakapan, instruksi sistem, dokumen knowledge base yang dipanggil, dan output. Semakin panjang konteks serta jawaban, semakin besar pemakaian token.

Karena itu, dua chatbot dengan jumlah pesan sama belum tentu memakai token sama. Use case FAQ singkat berbeda dengan troubleshooting yang membaca histori panjang atau menghasilkan penjelasan bertahap.

Tanyakan apakah riwayat lengkap selalu dikirim ulang, apakah sistem merangkum konteks, dan bagaimana dokumen dipilih sebelum jawaban dibuat. Cara tersebut memengaruhi token jauh lebih besar daripada jumlah file knowledge base semata.

Buat Simulasi dengan Asumsi yang Sama

Rumus model per respons adalah volume respons dikalikan tarif per respons. Rumus token adalah total token input dan output dibagi satu juta, kemudian dikalikan tarif per satu juta token.

Dalam ilustrasi campaign ini, tarif US$2 per satu juta token dan penggunaan sekitar 20–25 ribu token per respons menghasilkan kira-kira 40–50 respons. Contoh tersebut tidak dikonversi ke rupiah karena kurs dapat berubah.

Perbandingan harus memakai pertanyaan, panjang knowledge base, kualitas jawaban, dan tingkat eskalasi yang sama. Lakukan simulasi ringan, normal, dan berat agar perusahaan melihat seberapa sensitif biaya terhadap konteks panjang.

Tambahkan skenario kenaikan traffic 20–30 persen dan respons yang lebih panjang. Model yang stabil pada demo dapat menjadi sulit diprediksi ketika histori percakapan bertambah atau pertanyaan membutuhkan beberapa dokumen sekaligus.

Sebagai contoh model per respons, AI Agent Barantum menggunakan harga mulai Rp150 per respons. Jika bisnis memperkirakan 10.000 respons, simulasi awal memakai 10.000 dikalikan tarif yang berlaku, lalu disesuaikan dengan panjang respons dan kebutuhan implementasi. Contoh ini tidak otomatis menjadikannya paling murah.

Hitung Total Cost, Bukan Tarif AI Saja

Respons yang dikirim melalui WhatsApp Business API Barantum tetap perlu memperhitungkan service message WhatsApp. Karena itu, total biaya pada kanal tersebut adalah biaya AI ditambah biaya pesan yang berlaku.

Selanjutnya, masukkan biaya handoff manusia, jumlah kanal, pengelolaan knowledge base, routing, laporan, serta integrasi data. AI yang sedikit lebih mahal per unit dapat memberi total cost lebih baik jika mengurangi alat terpisah dan menjaga histori pelanggan.

Masukkan pula waktu review jawaban, maintenance konten, pelatihan agent, dan kebutuhan audit. Komponen tersebut tidak selalu muncul sebagai biaya pemakaian AI, tetapi memengaruhi total cost of ownership sepanjang kontrak.

Saat menilai proposal, minta definisi respons, aturan pembulatan token, biaya model, batas knowledge base, channel yang termasuk, mekanisme handoff, dan format laporan. Jika data layanan terhubung dengan CRM Barantum, biaya dapat dianalisis bersama histori pelanggan, tahap pipeline, dan outcome per use case.

Keputusan akhir sebaiknya memakai volume aktual dan uji coba terukur. Per-respons unggul dalam kemudahan proyeksi, sedangkan token memberi rincian pemakaian yang granular. Mana yang lebih hemat tetap bergantung pada cara AI digunakan dan seluruh biaya yang menyertainya.

Lakukan pilot dengan daftar pertanyaan dan volume yang sama, kemudian bandingkan biaya per percakapan selesai, bukan hanya biaya per respons. Ukuran ini menghindari kesimpulan keliru ketika satu model menghasilkan respons murah tetapi lebih banyak percakapan ulang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

IMAGO Technologies Meluncurkan PaperSmart Dual-Mode Tablet dengan EdPrep.ai

Dukungan
pembelajaran berbasis AI terintegrasi yang menghubungkan pembelajaran di kelas,
belajar mandiri, dan asesmen dalam satu perangkat.

JAKARTA,
6 OKTOBER 2026
 — IMAGO
Technologies
 hari ini memperkenalkan PaperSmart, sebuah
tablet dengan dua mode penggunaan yang menggabungkan perangkat lunak
pembelajaran personal EdPrep.ai dengan berbagai fitur untuk
kolaborasi di kelas, asesmen digital, dan pengelolaan perangkat.

Dirancang
untuk siswa dan tenaga pendidik, PaperSmart menyatukan berbagai aktivitas
pembelajaran dalam satu perangkat. Siswa dapat mempelajari materi pelajaran,
membuat catatan tulisan tangan, dan mengerjakan latihan terstruktur, sementara
institusi pendidikan dapat mengelola perangkat serta mendukung aktivitas
pembelajaran di kelas melalui perangkat lunak yang terintegrasi.

Tutor
AI Personal untuk Mendukung Pembelajaran Mandiri

Inti
dari pengalaman PaperSmart adalah EdPrep.ai, sebuah platform
pembelajaran personal yang dirancang untuk membantu siswa memahami konsep
secara mendalam, belajar dari kesalahan, serta mempersiapkan ujian dengan
arahan yang lebih jelas.

Bagi
siswa, tantangan dalam belajar sehari-hari bukan hanya menemukan informasi,
tetapi juga mengetahui apa yang harus dipelajari selanjutnya, memahami alasan
di balik jawaban yang salah, serta mengubah umpan balik atau feedback menjadi
perkembangan belajar.

EdPrep.ai
berfungsi sebagai tutor “Second Brain”, yang membimbing
siswa melalui penjelasan, pertanyaan latihan, dan penalaran langkah demi
langkah melalui pendamping AI di layar yang mudah digunakan.

Mendukung
proses tersebut adalah Smart Learning Memory, sebuah teknologi yang
mengolah riwayat belajar siswa, hasil latihan, umpan balik, dan pencapaian.
Teknologi ini menciptakan kesinambungan dalam setiap sesi belajar dan
menyesuaikan dukungan berdasarkan area yang dikuasai serta area yang masih
perlu ditingkatkan oleh siswa.

EdPrep.ai
mendukung persiapan untuk berbagai ujian lokal dan internasional,
termasuk IGCSE, IELTS, SAT, TOEFL, UTBK, AKM, dengan aktivitas
latihan yang mencakup soal pilihan ganda, perhitungan, esai, serta respons
lisan.

Bagi
tenaga pendidik, berbagai fitur ini membantu menghubungkan pembelajaran di
kelas dengan kegiatan belajar mandiri, pengulangan materi, dan latihan
lanjutan.

“Kami
bangga dapat menghadirkan PaperSmart dan EdPrep.ai ke pasar. Ini bukan sekadar
peluncuran perangkat, tetapi merupakan kontribusi besar terhadap bagaimana
teknologi dapat mendukung dunia pendidikan. Dengan memadukan perangkat lunak AI
adaptif dengan perangkat keras yang dirancang khusus, kami mendorong
perkembangan proses belajar dan mengajar ke tingkat yang benar-benar baru,”
 ujar Rob
Hughes, Chief Revenue Officer IMAGO Technologies
.

Dua
Mode Tampilan untuk Berbagai Kebutuhan Pembelajaran

Dengan
mengetuk layar dua kali, pengguna PaperSmart dapat beralih antara Standard
Mode
 dengan tampilan penuh warna untuk konten visual dan interaktif,
serta Paper Mode untuk membaca dan membuat catatan tulisan
tangan.

Aplikasi
yang sedang dibuka, halaman buku teks, anotasi, dan catatan tulisan tangan
tetap berada pada posisi semula saat pengguna berpindah mode. Dengan demikian,
pengguna dapat melanjutkan aktivitas tanpa harus memulai kembali dari awal.

Ruang
kerja IMAGO Collab yang terintegrasi menggabungkan papan tulis
interaktif dengan buku catatan digital. Guru dan siswa dapat memberikan anotasi
pada materi serta berkolaborasi secara real-time, didukung oleh berbagai
template pembelajaran dan integrasi dengan Google Workspace.

PaperSmart
juga dilengkapi dengan Meeting Mind untuk mendukung kegiatan
kuliah, briefing, dan diskusi kelompok. Fitur ini mendukung perekaman audio
secara offline, dilengkapi dengan perangkat transkripsi dan peringkasan yang
membantu mengubah hasil diskusi menjadi catatan belajar, poin-poin penting, dan
daftar tindakan yang perlu dilakukan.

Perangkat
untuk Pengelolaan Institusi dan Asesmen

Kemampuan Mobile
Device Management (MDM)
 pada PaperSmart memungkinkan tim IT untuk
melakukan enrolment perangkat dan mengelola kebijakan perangkat secara jarak
jauh.

Untuk
kebutuhan ujian digital, Proctor Mode membatasi akses terhadap
aplikasi dan fungsi perangkat tertentu untuk membantu menciptakan lingkungan
asesmen yang lebih terkontrol.


Ketersediaan

IMAGO
Technologies
 kini
membuka pendaftaran bagi institusi pendidikan dan organisasi yang berminat
untuk menerapkan PaperSmart. Penawaran perkenalan, harga khusus untuk pembelian
dalam jumlah institusi, serta paket bundling tersedia melalui program
peluncuran.

Untuk
informasi produk dan pendaftaran, kunjungi imago.us/paper-smart-tablet/.


Tentang
IMAGO Technologies

IMAGO
Technologies
 adalah
pemimpin global dalam solusi smart classroom dan tempat kerja
kolaboratif terpadu, yang memberdayakan institusi pendidikan dan perusahaan di
seluruh dunia untuk mengajar, belajar, dan bekerja secara lebih terintegrasi.

IMAGO
menjembatani kesenjangan antara performa perangkat keras, SaaS cerdas,
dan administrasi terpadu di seluruh lingkungan kampus maupun institusi.

Untuk
informasi lebih lanjut, kunjungi imago.us.


Kontak
Media

Antonia
Lydia

IMAGO
Technologies


Email: hello@imago.us

Website: imago.us

Ikuti
IMAGO Technologies di LinkedIn, Facebook, Instagram, dan YouTube.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

AI dan YouTube sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreator Indonesia 2026

Adopsi AI di Kalangan Kreator Indonesia

Tahun 2026 menandai akselerasi signifikan dalam adopsi kecerdasan buatan di kalangan kreator Indonesia. Data dari penelitian yang melibatkan 847 responden menunjukkan bahwa 73,2% kreator telah menggunakan alat berbasis AI dalam alur kerja mereka. Yang lebih menarik, kreator dengan penghasilan utama dari aktivitas kreatif menunjukkan tingkat adopsi lebih tinggi (79,1%) dibandingkan mereka yang menjadikan konten sebagai penghasilan tambahan (68,9%).

Temuan ini sejalan dengan laporan Google Indonesia yang menyebutkan lebih dari 59% pengguna internet di Indonesia (sekitar 130 juta hingga 150 juta orang) telah menggunakan atau mencoba alat berbasis AI. Mereka memanfaatkan AI sebagai wadah untuk mencari ide dan meningkatkan produktivitas.

Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, mengungkapkan bahwa ekosistem kreatif YouTube di Indonesia telah berkontribusi lebih dari Rp 8,4 triliun terhadap PDB Indonesia, mendukung lebih dari 190.000 lapangan pekerjaan, dan membantu 81% kreator memperoleh pendapatan dari YouTube serta menjangkau audiens internasional.

Transformasi Produksi Konten Berbasis AI

Integrasi AI dalam produksi konten kreator telah menghasilkan transformasi yang terukur. Salah satu bukti nyata datang dari Podcast “Keluarga Artis” oleh Mario Caesar dan Niky Putra yang berhasil mengubah penonton setia menjadi sumber pendapatan dengan perencanaan yang matang. Lebih dari 25% jumlah saluran di YouTube dapat menghasilkan pendapatan sebesar 10 digit atau lebih secara tahunan.

Di sektor animasi, pendekatan hibrida terhadap AI memungkinkan percepatan produksi dan penyuntingan. Hasil dari pembuatan konten animasi yang didukung AI tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga menghasilkan peningkatan penonton sebesar 93%, naik dari peringkat 11 ke peringkat 6 dalam peringkat TV prime-time.

Namun, adopsi AI juga membawa paradoks. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah mengungkapkan bahwa integrasi AI generatif ke dalam ekonomi kreator platform Indonesia menghasilkan hasil yang kontradiktif, dengan beberapa kreator merasakan peningkatan produktivitas signifikan sementara yang lain menghadapi tantangan dalam mempertahankan keaslian dan diferensiasi konten.

Dampak Ekonomi dan Proyeksi Pertumbuhan

Google memproyeksikan bahwa penerapan penuh kecerdasan buatan generatif di sektor ekonomi kreatif Indonesia dapat menghasilkan tambahan nilai ekonomi sebesar Rp66 triliun setiap tahunnya. Angka ini mencerminkan potensi besar AI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Di tingkat kreator individu, AI membuka peluang pendapatan yang lebih beragam. Kreator dapat menjangkau audiens internasional tanpa hambatan penerjemahan, produksi, pemasaran, dan distribusi. Data menunjukkan bahwa 75% usaha kecil dan menengah dengan channel YouTube dapat menjangkau pasar internasional, sementara 81% kreator menyebutkan konten mereka menjadi mudah menjangkau audiens internasional.

Tren ini juga tercermin dari jumlah video yang diunggah kreator Indonesia yang tercepat kedua di Asia Tenggara, dengan CAGR mencapai 16 persen selama 2022–2024. Pertumbuhan konten digital Indonesia sangat masif, didorong oleh kombinasi adopsi teknologi, peningkatan keterampilan, dan ekspansi pasar.

Ke depan, AI diprediksi akan semakin terintegrasi dalam alur kerja kreator, bukan sebagai pengganti manusia, tetapi sebagai alat yang memperkuat kreativitas. Kreator yang mampu mengombinasikan keahlian manusia dengan efisiensi AI akan memiliki keunggulan kompetitif dalam ekosistem yang semakin padat dan kompetitif.

Pertahankan Kualitas di Tengah Anomali Cuaca, PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Borong 14 Gelar di National Tea Competition 2026

Jakarta – Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo kembali membuktikan eksistensinya di industri teh nasional dengan memborong belasan penghargaan pada ajang The 4th National Tea Competition (NTC) 2026. Penghargaan tersebut diserahkan pada puncak acara yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, belum lama ini.

Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Asosiasi Teh Indonesia (ATI) ini, teh produksi PTPN IV PalmCo berhasil memenangkan total 14 penghargaan dari berbagai kategori, bersaing dengan puluhan produsen teh dari seluruh penjuru Nusantara.

Capaian prestasi ini diraih dari empat pabrik pengolahan teh milik PalmCo, yakni Kebun Tobasari, Kebun Bah Butong, Kebun Kayu Aro, dan Kebun Danau Kembar.

Untuk pengolahan teh hitam Orthodox, Pabrik Tobasari sukses menempatkan produk unggulannya sebagai Juara 1 pada kategori Broken Pekoe (BP), Juara 2 kategori Pekoe Fannings (PF), serta Juara 3 masing-masing untuk kategori Broken Orange Pekoe Fannings (BOPF) dan DUST. Sementara itu, Pabrik Bah Butong meraih Juara 2 untuk kategori BP, BOP, dan BOPF, serta Juara 3 untuk kategori PF. Tak ketinggalan, Pabrik Danau Kembar juga mencatatkan namanya sebagai Juara 3 pada kategori BP.

Pada sistem pengolahan teh hitam Crushing, Tearing, and Curling (CTC), Pabrik Kayu Aro tampil gemilang dengan menjuarai kategori Fanning (Juara 1), diikuti dengan raihan Juara 2 untuk kategori PD dan BP1, serta Juara 3 pada kategori PF 1 dan D1.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengungkapkan bahwa rentetan penghargaan ini merupakan bukti nyata dari komitmen dan konsistensi perusahaan dalam menjaga standar mutu dari hulu hingga hilir.

“Capaian di NTC 2026 ini bukan sekadar tentang memenangkan kompetisi, melainkan wujud dari konsistensi kami untuk terus memproduksi teh berkualitas grade satu. Transformasi yang berjalan di internal perusahaan memastikan bahwa standar operasional, mulai dari proses pemetikan pucuk daun, proses pengolahan, sortasi hingga tahap pengepakan, dilakukan secara presisi untuk memenuhi ekspektasi pasar, baik domestik maupun ekspor,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulisnya.

Jatmiko menambahkan, penghargaan dari ajang yang dijurikan oleh para pakar teh bersertifikasi internasional ini menjadi tolok ukur bahwa teh produksi perusahaan pelat merah mampu bersaing secara kualitas di kancah global.

Tantangan Industri Teh Nasional

Meski mencatatkan prestasi membanggakan, industri teh nasional saat ini tidak lepas dari berbagai tantangan berat. Direktur Operasional PTPN IV PalmCo, Rediman Silalahi, menjelaskan bahwa pencapaian ini diraih di tengah kondisi makro dan iklim yang cukup menantang bagi para produsen teh.

“Kondisi di lapangan saat ini cukup dinamis. Produsen teh di Indonesia tengah berhadapan dengan masalah fluktuasi harga komoditas dan anomali cuaca berupa kemarau panjang atau El Nino. Faktor iklim ini sangat krusial karena secara langsung berdampak pada penurunan total kapasitas produksi teh secara nasional,” jelas Rediman.

Namun demikian, Rediman menegaskan bahwa kondisi tersebut justru menjadi pemacu bagi PTPN IV PalmCo untuk lebih adaptif. Pihaknya berupaya melakukan berbagai langkah mitigasi agronomi demi mempertahankan tingkat produksi dan tidak mengorbankan kualitas daun teh yang dihasilkan.

“Di tengah tantangan El Nino, penghargaan yang diraih pabrik-pabrik kami membuktikan bahwa intervensi agronomi dan perbaikan tata kelola yang kami lakukan berada di jalur yang tepat (on the track). Tantangan cuaca tidak menyurutkan komitmen kami dalam menghadirkan secangkir teh terbaik bagi konsumen,” tutup Rediman.

Sebagai informasi, National Tea Competition 2026 melibatkan 74 sampel teh unggulan dari 32 perusahaan yang dinilai secara buta (blind testing) oleh dewan juri. Acara ini secara konsisten digelar untuk dan citra teh Indonesia di pasar dunia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES