Indonesia Kalah dari Singapura di Pasar Kripto Asia, Apa yang Harus Dikejar?

Jakarta, 8 Oktober 2026 – Indonesia memiliki basis pengguna aset kripto yang besar, tetapi masih tertinggal dari Singapura dalam menjadikan aset digital sebagai bagian dari infrastruktur keuangan dan menarik aktivitas institusional.

Temuan tersebut tercermin dalam riset terbaru Chainalysis bertajuk 2026 Geography of Crypto Report. Dalam periode Juli 2025 hingga Juni 2026, Singapura tercatat sebagai ekonomi kripto terbesar di kawasan Central & Southeast Asia and Oceania (CSAO), dengan aktivitas mencapai US$284 miliar, tumbuh 55,4 persen secara tahunan.

Sebaliknya, pasar kripto di kawasan secara keseluruhan justru mengalami kontraksi 6,8 persen. Namun, Singapura mampu mencatat pertumbuhan di berbagai indikator, mulai dari aktivitas centralized exchange (CEX), decentralized exchange (DEX), hingga aktivitas institusional.

Hal paling menonjol adalah aktivitas melalui platform institusional di Singapura yang melonjak 94 persen menjadi US$60 miliar. Aktivitas tersebut mencakup market maker, broker institusional, OTC, dan layanan lain yang melayani investor serta pelaku pasar berskala besar.

Sementara itu, Chainalysis menilai perkembangan pasar kripto di kawasan Asia mulai bergerak dari sekadar aktivitas perdagangan menuju pemanfaatan aset digital untuk kebutuhan yang lebih luas, seperti pembayaran lintas negara, tokenisasi aset, dan manajemen treasury perusahaan.

Indonesia Punya Basis Pengguna, tetapi Tantangannya Berbeda

Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk mengejar posisi tersebut.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital mencapai 23,21 juta akun pada Agustus 2026, meningkat 1,23 persen dibandingkan Juli yang berada di level 22,93 juta akun.

Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto Indonesia mencapai Rp23,16 triliun, naik 12,87 persen secara bulanan dari Rp20,52 triliun pada Juli 2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar domestik tetap memiliki basis pengguna dan aktivitas transaksi yang kuat. Namun, besarnya jumlah pengguna belum otomatis membuat Indonesia menjadi pusat aktivitas aset digital regional.

Perbedaan tersebut menjadi semakin terlihat jika dibandingkan dengan pendekatan Singapura. Chainalysis mencatat pertumbuhan Singapura terutama ditopang oleh masuknya institusi, pengembangan infrastruktur pasar, serta penggunaan aset digital untuk kebutuhan finansial yang lebih luas.

Di Singapura, arus ke centralized exchange tumbuh 30 persen, sedangkan arus ke decentralized exchange meningkat 69 persen dalam periode penelitian. Pada saat yang sama, aktivitas platform institusional tumbuh jauh lebih cepat, yakni 94 persen.

Artinya, kompetisi pasar kripto ke depan tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak orang yang memiliki atau memperdagangkan aset kripto, termasuk Bitcoin tetapi juga oleh seberapa besar ekosistem tersebut mampu menarik institusi, modal, infrastruktur, dan use case baru.

Mengapa Singapura Bisa Lebih Unggul?

Salah satu faktor utama yang membedakan Singapura adalah kepastian dan perkembangan kerangka regulasi untuk aset digital.

Chainalysis mencatat bahwa rezim lisensi Digital Payment Token (DPT) serta kerangka regulasi stablecoin di Singapura memberikan dasar yang relatif jelas bagi perusahaan dan investor institusional untuk mengembangkan berbagai use case aset digital.

Kondisi tersebut membuat pasar Singapura berkembang bukan hanya sebagai tempat transaksi aset kripto, tetapi juga sebagai pusat aktivitas perdagangan institusional, kustodian, market making, OTC, tokenisasi, dan penyelesaian transaksi lintas negara.

Dalam laporan yang sama, Chainalysis mencatat bahwa stablecoin semakin banyak digunakan untuk transaksi lintas negara di kawasan. Bahkan, aktivitas stablecoin lintas negara di seluruh pasar yang dianalisis lebih besar dibandingkan aktivitas domestiknya.

Perubahan ini menjadi sinyal penting bagi Indonesia.

Pasar domestik yang besar perlu dilanjutkan dengan pengembangan infrastruktur dan produk yang memungkinkan aset digital digunakan untuk kebutuhan ekonomi yang lebih luas.

Indonesia Punya Momentum untuk Mengejar

Menurut CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, perbandingan tersebut seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan ekosistem aset digital, bukan sekadar melihat besarnya volume perdagangan.

“Indonesia sebenarnya memiliki modal yang sangat kuat. Kita punya basis pengguna yang besar, pertumbuhan transaksi yang signifikan, serta ekosistem pelaku industri yang terus berkembang. Tantangannya sekarang adalah bagaimana modal tersebut kita naikkan kelas menjadi ekosistem yang mampu menarik lebih banyak institusi dan menghasilkan use case yang lebih luas,” kata Yudho.

Ia menilai pertumbuhan industri kripto Indonesia ke depan perlu diarahkan dari sekadar aktivitas trading menuju pengembangan produk dan infrastruktur yang memiliki manfaat nyata bagi ekonomi digital.

“Kita perlu bergerak dari crypto as an asset menuju crypto and blockchain as infrastructure. Artinya, selain perdagangan, kita perlu mendorong inovasi di area seperti tokenisasi, stablecoin, pembayaran lintas negara, kustodian, serta berbagai layanan yang dapat terintegrasi dengan sistem keuangan. Di situlah Indonesia punya peluang untuk mengejar Singapura,” jelasnya Yudho.

Menurutnya, besarnya jumlah pengguna kripto di Indonesia merupakan fondasi penting untuk membangun ekosistem yang lebih besar.

Data OJK memperlihatkan jumlah akun konsumen aset digital telah mencapai 23,21 juta pada Agustus 2026. Pada saat yang sama, OJK juga telah memperkuat struktur industri dengan memberikan persetujuan kepada 34 entitas dalam ekosistem perdagangan aset kripto, yang terdiri dari dua bursa, dua lembaga kliring, dua kustodian, dan 28 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD).

OJK juga mencatat bahwa hingga September 2026 terdapat perkembangan pada berbagai model bisnis aset digital melalui regulatory sandbox. Beberapa model yang telah menyelesaikan uji coba antara lain tokenisasi emas, tokenisasi surat berharga, tokenisasi manfaat kepemilikan properti, penerbit stablecoin Rupiah, kustodian aset digital nonperdagangan, dan manajer dana kripto.

Menurut Yudho, perkembangan tersebut dapat menjadi titik awal bagi Indonesia untuk memperluas fungsi aset digital.

“Regulasi yang semakin jelas dan infrastruktur yang mulai terbentuk adalah fondasi yang sangat penting. Berikutnya adalah bagaimana industri, regulator, lembaga keuangan, dan pelaku teknologi bisa membangun use case bersama. Jika kita berhasil menghubungkan basis pengguna yang besar dengan inovasi institusional dan kebutuhan ekonomi nyata, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan aset digital di kawasan,” ujarnya.

Mengejar Singapura Bukan Sekadar Mengejar Volume

Data Chainalysis menunjukkan bahwa Singapura saat ini berada di posisi yang kuat bukan semata-mata karena volume transaksinya, tetapi karena struktur ekosistemnya.

Aktivitas institusional di kawasan CSAO mencapai US$152,3 miliar selama periode penelitian dan tumbuh 40 persen secara tahunan. Porsi aktivitas platform institusional juga meningkat menjadi 18,9 persen dari keseluruhan aktivitas kawasan pada akhir kuartal II 2026.

Indonesia pun mulai menunjukkan arah yang sama. Chainalysis mencatat bahwa keterlibatan antara perusahaan kripto dan institusi keuangan tradisional di Indonesia semakin meningkat. Laporan tersebut juga menyoroti pergeseran menuju use case seperti real-world assets dan investment token.

Dengan demikian, pekerjaan rumah Indonesia bukan hanya meningkatkan jumlah transaksi, melainkan membangun ekosistem yang dapat membuat modal institusional masuk, produk baru berkembang, dan teknologi blockchain digunakan untuk kebutuhan ekonomi riil.

Besarnya pasar domestik memberikan Indonesia keunggulan dari sisi basis pengguna. Jika dikombinasikan dengan regulasi yang semakin matang, infrastruktur perdagangan yang kuat, inovasi produk, serta keterlibatan institusi keuangan, Indonesia memiliki peluang untuk mempersempit jarak dengan Singapura.

“Kalau Singapura sudah menunjukkan bagaimana aset digital bisa menjadi bagian dari infrastruktur keuangan, Indonesia memiliki kesempatan untuk membangun modelnya sendiri dengan kekuatan pasar domestik yang jauh lebih besar. Yang penting adalah kita tidak berhenti pada pertumbuhan jumlah pengguna dan transaksi, tetapi terus naik kelas menuju inovasi dan utilitas,” tutup CEO FLOQ.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Berpotensi Naik ke 4.163, Ini Analisis Dupoin Futures

Harga emas atau XAUUSD berpotensi mengalami penguatan dalam jangka pendek sebelum kembali menghadapi tekanan jual. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan harga emas pada timeframe Daily menunjukkan bahwa XAUUSD tengah melakukan koreksi naik setelah sebelumnya berhasil breakout dari level support kuat di 4.100. Dupoin Futures melihat koreksi tersebut berpotensi membawa harga emas menuju area 4.163 sebelum kembali melanjutkan pelemahan.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menjelaskan bahwa breakout pada level 4.100 menjadi sinyal penting bagi pergerakan emas. Setelah menembus support tersebut, harga emas kini memasuki fase koreksi atau rebound. Namun, menurut analisis Dupoin Futures, penguatan tersebut belum dapat dianggap sebagai perubahan tren selama XAUUSD belum mampu menembus zona resistance kuat.

“Pada timeframe Daily, emas telah breakout dari support 4.100 dan saat ini berpotensi mengalami koreksi naik menuju 4.163. Selama harga belum mampu menembus resistance kuat, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut,” ujar Geraldo Kofit dari Dupoin Futures.

Menurut Dupoin Futures, area 4.163 menjadi level yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Jika XAUUSD gagal menembus area tersebut, peluang munculnya kembali tekanan jual akan semakin terbuka. Dalam skenario tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju zona support berikutnya di 4.065–4.037.

Sebaliknya, apabila harga emas mampu menembus resistance secara kuat dan mempertahankan posisi di atas area tersebut, skenario bearish yang disampaikan Dupoin Futures perlu dievaluasi kembali. Karena itu, reaksi harga di sekitar 4.163 menjadi salah satu indikator penting untuk menentukan apakah koreksi naik hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi perubahan momentum.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas sebelumnya datang dari penguatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat emas menjadi relatif kurang menarik dibandingkan aset yang memberikan imbal hasil. Reuters mencatat harga emas sempat turun ke level terendah dalam dua bulan pada 7 Oktober karena penguatan dolar dan tingginya yield Treasury.

Namun, tekanan tersebut mulai sedikit mereda. Pada perdagangan 8 Oktober, Reuters melaporkan emas kembali menguat sekitar 0,5% setelah dolar AS melemah dari level tertinggi 18 bulan. Pergerakan tersebut memberikan ruang bagi XAUUSD untuk melakukan rebound.

Meski demikian, Dupoin Futures menilai ruang kenaikan emas masih menghadapi sejumlah hambatan. Ekspektasi bahwa The Fed masih berpotensi menaikkan suku bunga hingga akhir tahun dapat menjaga yield dan dolar AS tetap tinggi. Reuters mencatat pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember berada di sekitar 80%, sementara peluang kenaikan pada Oktober jauh lebih rendah.

Dengan kondisi tersebut, analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa kenaikan XAUUSD menuju 4.163 masih berpeluang terjadi sebagai koreksi jangka pendek. Namun, selama resistance tersebut belum berhasil ditembus, tren bearish masih menjadi skenario utama. Dupoin Futures melihat penolakan di area resistance dapat kembali membuka ruang penurunan menuju 4.065 hingga 4.037.

Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan dolar AS, yield Treasury, serta ekspektasi kebijakan moneter The Fed karena ketiga faktor tersebut dapat memengaruhi momentum emas. Dari perspektif teknikal Dupoin Futures, kemampuan XAUUSD bertahan atau menembus area 4.163 akan menjadi penentu penting arah harga emas berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Quality Control Odoo: Tolak Produk Cacat Sebelum Sampai ke Pelanggan

Quality control Odoo membantu pabrik mendeteksi produk cacat lebih awal sebelum menimbulkan biaya dan komplain yang lebih besar. Dengan titik pemeriksaan terintegrasi di setiap tahap, standar mutu menjadi lebih konsisten dan mudah ditelusuri.

Satu komplain pelanggan bisa menghapus hasil kerja sebulan penuh. Barang kembali, biaya kirim terbuang, dan kepercayaan ikut tergerus. Kondisi seperti ini mendorong banyak pabrik menata quality control Odoo secara serius. Pemeriksaan mutu tidak lagi ditaruh di ujung proses.

Biaya cacat memang meningkat seiring jauhnya barang melangkah. Bahan bermasalah yang tertahan di gudang hanya perlu ditukar. Produk cacat yang sudah dikirim menuntut penarikan, penggantian, dan permintaan maaf. Prinsip biaya mutu menyebut beban itu berlipat pada setiap tahap berikutnya.

Masalahnya, pemeriksaan sering bergantung pada ingatan petugas. Standar tertulis tersimpan di lemari, jarang dibuka saat produksi berjalan. Hasil pemeriksaan dicatat di buku tulis yang berbeda tiap regu. Ketika ada keluhan, penelusurannya nyaris mustahil dilakukan.

Perbaikannya dimulai dari memindahkan standar ke dalam alur kerja. Setiap tahap memiliki titik periksa yang tidak bisa dilewati. Banyak produsen menata hal tersebut memakai sistem ERP Odoo. Mutu pun berhenti menjadi urusan satu departemen saja.

Mengapa Cacat Baru Ketahuan di Tangan Pelanggan

Pemeriksaan yang Hanya Terjadi di Ujung Proses

Banyak pabrik memeriksa mutu setelah barang selesai dikemas. Pada titik itu biaya bahan dan tenaga sudah terlanjur keluar. Perbaikan berarti membongkar ulang pekerjaan satu batch. Sebagian perusahaan akhirnya memilih meloloskan barang yang meragukan.

Catatan Mutu yang Berhenti di Buku Tulis

Hasil pemeriksaan biasanya ditulis tangan oleh operator. Buku itu jarang diketik ulang menjadi data yang bisa dianalisis. Pola kegagalan berulang pun tidak pernah terlihat. Keputusan perbaikan diambil berdasarkan kesan, bukan angka.

Tiga Titik Pemeriksaan yang Sering Dilewatkan

Alur produksi sebenarnya menyediakan beberapa kesempatan menyaring cacat:

• Saat bahan baku diterima dari pemasok

• Saat proses berlangsung di mesin atau stasiun kerja

• Saat barang jadi disiapkan untuk pengiriman

Bahan Baku yang Lolos Tanpa Diuji

Penerimaan barang sering hanya mencocokkan jumlah dengan surat jalan. Mutu bahan baru diperiksa ketika proses produksi bermasalah. Padahal penolakan di tahap ini paling murah biayanya. Pemasok pun lebih mudah dimintai pertanggungjawaban.

Pemeriksaan Sebelum Barang Naik ke Kendaraan

Pemeriksaan akhir kerap dilewati karena kejar tenggat pengiriman. Satu kardus salah label bisa memicu retur satu pengiriman penuh. Pemeriksaan singkat di titik ini menahan biaya terbesar. Waktunya pun jauh lebih pendek daripada proses penarikan barang.

Cara Menyusun Quality Control Odoo di Alur Produksi

Titik periksa disusun mengikuti operasi, bukan mengikuti jabatan. Sistem menahan proses berikutnya bila pemeriksaan belum diselesaikan. Urutan penyiapannya umumnya seperti berikut:

1. Tentukan produk atau kategori yang membutuhkan pemeriksaan

2. Pilih operasi tempat pemeriksaan itu dijalankan

3. Tetapkan jenis pemeriksaan beserta batas toleransinya

4. Atur frekuensi, apakah setiap kali atau secara acak

5. Tunjuk tim yang menangani kegagalan pemeriksaan

Jenis Pemeriksaan dan Batas Toleransi

Pemeriksaan tidak selalu berbentuk lulus atau gagal. Operator dapat diminta mengukur dimensi dengan batas minimum dan maksimum. Angka hasil ukur tersimpan sebagai data, bukan sekadar centang. Foto kondisi barang juga bisa diminta untuk bukti visual.

Frekuensi pemeriksaan perlu disesuaikan dengan risiko produknya. Pemeriksaan acak menjaga kecepatan lini pada produk berisiko rendah. Komponen kritis tetap diperiksa pada setiap unit. Konsultan Odoo biasanya membantu menimbang keseimbangan tersebut sejak awal.

Ketika Satu Pemeriksaan Dinyatakan Gagal

Kegagalan seharusnya memicu proses, bukan sekadar catatan. Sistem membuat peringatan mutu yang langsung terhubung ke transaksinya. Barang tertahan sampai keputusan penanganan dibuat. Jejaknya tersimpan lengkap untuk penelusuran di kemudian hari.

Dari Peringatan Menuju Tindakan Korektif

Setiap peringatan mutu sebaiknya memuat beberapa hal:

• Uraian masalah beserta bukti pendukungnya

• Dugaan akar masalah dari hasil penelusuran

• Tindakan korektif dan langkah pencegahannya

Standar sistem manajemen mutu ISO 9001 menekankan tindakan berbasis akar masalah. Tanpa penelusuran itu, masalah yang sama kembali beberapa bulan kemudian. Data pemeriksaan membantu menunjuk mesin atau pemasok yang bermasalah. Perbaikan pun berhenti bergantung pada dugaan.

Peringatan mutu juga berguna sebagai bahan evaluasi pemasok. Sistem ERP Odoo menyimpan riwayatnya bersama dokumen penerimaan barang. Pola penolakan pada satu pemasok akan terlihat dalam beberapa bulan. Negosiasi berikutnya bisa memakai data, bukan keluhan lisan.

Menjadikan Quality Control Odoo Kebiasaan, Bukan Proyek

Sistem mutu gagal ketika dianggap beban administrasi tambahan. Operator perlu melihat manfaatnya pada pekerjaan mereka sendiri. Pemeriksaan yang ringkas dan jelas lebih mungkin dijalankan konsisten. Titik periksa berlebihan justru membuat orang mencari jalan pintas.

Penerapan quality control Odoo sebaiknya dimulai dari produk yang paling sering dikomplain. Cakupannya diperluas setelah operator terbiasa dengan alurnya. Cara bertahap ini menekan penolakan dari lantai produksi.

i2C Studio mendampingi produsen menata alur mutu sejak audit di lapangan. Sebagai Odoo Silver Partner yang berbasis di Bandung, timnya memetakan proses produksi lebih dulu. Konfigurasi titik periksa disusun setelah risikonya dipahami bersama. Diskusi awal bersama konsultan Odoo cukup untuk menilai kesiapan proses Anda.

1. Apakah pemeriksaan mutu bisa menahan pengiriman barang?

Bisa, karena proses berikutnya tertahan sampai pemeriksaan tersebut diselesaikan petugas.

2. Apakah semua produk harus diperiksa satu per satu?

Tidak, karena frekuensi pemeriksaan dapat diatur acak sesuai tingkat risiko produk.

3. Apakah hasil pengukuran tersimpan sebagai data yang bisa dianalisis?

Ya, nilai hasil ukur tercatat pada setiap pemeriksaan beserta batas toleransinya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sisa Potongan Besi Menumpuk, Anggaran Proyek Bocor Diam-Diam

Sisa potongan besi yang tidak dikelola dapat menyebabkan pemborosan dan kebocoran anggaran proyek. Perencanaan pola potong serta koordinasi dengan pemasok sejak awal dapat membantu mengurangi sisa material dan biaya.

Di sudut hampir setiap proyek ada tumpukan potongan besi pendek. Panjangnya bervariasi, dari setengah meter sampai dua meter. Tumpukan itu dianggap wajar dan jarang dihitung ulang. Padahal isinya uang yang sudah dibayarkan penuh kepada distributor besi beton.

Pekerjaan pembesian lazim menyerap seperlima hingga seperempat biaya material gedung. Porsi sebesar itu membuat pemborosan kecil terasa nyata di akhir proyek. Sayangnya kebocoran ini tidak pernah muncul sebagai pos tersendiri. Ia larut dalam selisih antara volume rencana dan realisasi.

Persoalan bertambah karena sisa potongan besi konstruksi dianggap barang rongsok. Padahal biayanya sudah dibayar penuh sejak material dibeli. Nilai jual kembalinya jauh di bawah harga pembelian. Selisih itulah yang hilang tanpa pernah tercatat.

Kabar baiknya, pemborosan semacam ini termasuk yang paling mudah dikendalikan. Kuncinya terletak pada perencanaan pola potong sebelum material datang. Koordinasi dengan pemasok tulangan maupun distributor besi siku sidoarjo sejak tahap pengadaan sangat membantu.

Panjang Batang Standar Jarang Cocok dengan Kebutuhan Lapangan

Besi beton di pasaran umumnya dijual dalam panjang 12 meter. Profil seperti besi siku dan kanal biasanya tersedia 6 meter. Angka itu mengikuti standar pabrik, bukan kebutuhan gambar kerja. Perbedaan inilah yang melahirkan sisa potongan.

Aritmetika Sederhana yang Sering Terlewat

Bayangkan kolom membutuhkan tulangan sepanjang 4,5 meter. Satu batang 12 meter hanya menghasilkan dua potong. Sisanya 3 meter, atau seperempat dari batang utuh. Bila pola ini berulang ribuan kali, angkanya menjadi serius.

Sebaliknya, kebutuhan 3,8 meter menghasilkan tiga potong dari satu batang. Sisanya tinggal 60 sentimeter. Perbedaan hasil itu tidak ditentukan harga, melainkan perencanaan.

Riset Menunjukkan Angka Pemborosan Bisa Ditekan Jauh

Penelitian yang terbit di Teras Jurnal edisi Maret 2026 menguji persoalan ini. Objeknya proyek rumah susun sembilan lantai di Semarang. Dengan bantuan perangkat lunak optimasi pemotongan, sisa material ditekan di bawah satu persen untuk seluruh diameter. Padahal studi terdahulu mencatat rata-rata pemborosan sekitar 2,99 persen.

Selisih tersebut setara penghematan sekitar Rp 8,8 juta pada satu proyek. Nilainya tampak kecil dibanding total anggaran. Namun penghematan itu diperoleh tanpa menurunkan mutu sedikit pun.

Dari Memotong di Lokasi ke Merencanakan Pola Potong

Banyak proyek masih memotong besi konstruksi secara spontan di lapangan. Tukang mengambil batang terdekat lalu memotong sesuai kebutuhan saat itu. Cara ini cepat, tetapi membuang sisa yang sebenarnya masih terpakai. Daftar potong yang disusun lebih dulu mencegah hal tersebut.

Peran Distributor Besi Beton dalam Menekan Sisa Potongan

Pemasok sebetulnya punya andil yang jarang dimanfaatkan. Sebagian menyediakan panjang di luar ukuran standar atau layanan potong. Diskusi sejak awal membuka pilihan yang tidak terlihat di daftar harga. Distributor besi beton yang terbiasa melayani proyek umumnya memahami kebutuhan ini.

Beberapa hal layak ditanyakan sebelum pesanan dikunci:

• ketersediaan panjang selain ukuran standar pabrik

• layanan potong mengikuti daftar yang sudah disiapkan

• kemungkinan pengiriman bertahap sesuai urutan pekerjaan

• konsistensi panjang aktual pada tiap batang yang dikirim

• ragam ukuran profil untuk kebutuhan rangka dan braket

Pertanyaan terakhir penting bagi pekerjaan fabrikasi. Rangka tangga, rak gudang, dan braket banyak memakai profil bersudut. Distributor besi siku sidoarjo dengan pilihan ukuran lengkap membantu menekan sisa pada pekerjaan semacam itu.

Menyusun Rencana Pemotongan Sebelum Material Datang

1. Tarik seluruh kebutuhan panjang dan bengkokan dari gambar kerja.

2. Kelompokkan kebutuhan berdasarkan diameter serta jenis profilnya.

3. Susun kombinasi potongan agar mendekati panjang batang utuh.

4. Tentukan panjang pesanan yang paling sedikit menyisakan material.

5. Siapkan daftar potong tertulis untuk dipegang tim pembesian.

Daftar semacam ini lazim disebut bar bending schedule. Penyusunannya memang memakan waktu, tetapi hanya dikerjakan sekali. Hasilnya dipakai berulang sepanjang pekerjaan struktur berlangsung.

Memilih Distributor Besi Beton yang Mendukung Efisiensi Material

Sisa potongan bukan sekadar urusan kerapian lokasi kerja. Ia mencerminkan seberapa matang perencanaan material disiapkan. Proyek yang menghitung pola potong sejak awal memperoleh dua keuntungan sekaligus. Anggaran lebih terkendali dan area kerja lebih lapang.

Potongan yang tersisa pun masih bernilai bila direncanakan. Sengkang, kaki ayam, dan stek sambungan dapat memanfaatkannya. Yang benar-benar terbuang biasanya hanya potongan di bawah setengah meter.

Peran pemasok melengkapi upaya tersebut. Ketersediaan ukuran yang beragam memberi ruang menyusun kombinasi potongan. Distributor besi beton yang komunikatif memudahkan pelaksana menyelaraskan pesanan dengan daftar potongnya.

CV Sentral Besi Pratama Putra di Sepanjang, Sidoarjo, menyediakan besi konstruksi dalam beragam ukuran dan profil. Timnya terbiasa membantu pelaksana mencocokkan kebutuhan gambar dengan ketersediaan stok. Pembicaraan sejak tahap pengadaan umumnya menekan sisa material di lapangan.

Pertanyaan yang Sering Muncul

1. Berapa sisa besi tulangan yang masih tergolong wajar di proyek?

Dengan perencanaan pola potong yang baik, sisa material dapat ditekan hingga di bawah satu persen.

2. Apakah potongan besi yang tersisa masih bisa dimanfaatkan?

Bisa, terutama untuk sengkang, kaki ayam, dan stek sambungan selama panjangnya masih memadai.

3. Kapan rencana pemotongan sebaiknya disusun?

Sebelum pesanan dikunci, agar panjang batang yang dibeli menyesuaikan kebutuhan pada gambar kerja.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ketika AI Makin Dekat dengan Manusia, Digital Psychology BINUS UNIVERSITY Bahas Dampak Bagi Manusia di Digital Psychology Forum 2026

Digital Psychology BINUS University bersama Asia Pacific University of Technology & Innovation (APU) Malaysia dan RMIT Vietnam menghadirkan Digital Psychology Forum 2026: International Joint Research Symposium (IJRS): Exploring the Future of Digital Psychology pada 7 Oktober 2026 secara daring. Forum ini diselenggarakan sebagai ruang kolaborasi akademik internasional untuk melihat perkembangan cyberpsychology dari berbagai perspektif.

Jakarta, 8 Oktober 2026 – Curhat kepada AI, meminta saran ketika menghadapi masalah pribadi, hingga menggunakan chatbot sebagai bentuk dukungan emosional mulai menjadi bagian dari interaksi manusia dengan teknologi. Fenomena tersebut kini ikut menjadi perhatian dunia kesehatan. Menjawab isu tersebut, BINUS University bersama Asia Pacific University of Technology & Innovation (APU) Malaysia dan RMIT Vietnam menghadirkan Digital Psychology Forum 2026: International Joint Research Symposium (IJRS): Exploring the Future of Digital Psychology pada 7 Oktober 2026 secara daring. 

Mengusung tema “Risks and Opportunities of Digital Interactions for People’s Wellbeing”, forum ini mempertemukan akademisi, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk mengeksplorasi hubungan antara perilaku manusia, teknologi, serta interaksi digital. Forum ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi akademik internasional untuk melihat perkembangan cyberpsychology dari berbagai perspektif.

Dr. Elisa Carolina Marion, S.S., M.Si., Dean Faculty of Humanities BINUS University, menegaskan pentingnya kerja sama lintas disiplin dan institusi dalam memahami dampak teknologi terhadap kesejahteraan manusia. “Inovasi yang bermakna terjadi ketika orang-orang dari berbagai latar belakang berkumpul dengan tujuan yang sama. Saya berharap simposium ini dapat melahirkan gagasan baru, menginspirasi kolaborasi di masa depan, dan memperkuat upaya kita bersama untuk menciptakan lingkungan digital yang mendukung serta meningkatkan kesejahteraan manusia,” ujarnya.

Salah satu sesi utama menghadirkan Professor Andrew J. Campbell dari The University of Sydney sebagai keynote speaker. Prof. Campbell merupakan akademisi dan peneliti yang berkecimpung dalam bidang cyberpsychology, digital mental health, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung kesejahteraan manusia. Melalui pengalaman yang dimilikinya, ia membuka pembahasan mengenai peluang sekaligus tantangan yang muncul ketika teknologi semakin melekat dalam pengalaman psikologis manusia.

Menurut Professor Andrew J. Campbell dari The University of Sydney, semakin besarnya peran AI dalam pengambilan keputusan justru membuat kemampuan manusia untuk berpikir kritis menjadi semakin penting. “Ketika mesin semakin banyak mengambil keputusan, penilaian manusia justru menjadi semakin berharga. Kita perlu mengembangkan kemampuan untuk mempertanyakan, mengevaluasi, dan berinteraksi secara kritis dengan AI,” ujarnya. 

Ia juga menekankan bahwa keamanan AI membutuhkan kemampuan untuk menilai kapan teknologi dapat dipercaya, menjaga kemandirian berpikir, menguji kebenaran informasi, serta mempertimbangkan aspek etis dan hubungan antarmanusia. “Sistem keamanan terpenting di era AI bukanlah sesuatu yang berada di dalam mesin, melainkan pikiran manusia yang terdidik dengan baik dan masyarakat yang tahu cara menggunakannya,” tambah Professor Andrew.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sesi panel dengan tema “AI for Emotional and Psychological Support: Risks and Opportunities” diskusi yang menghadirkan Dr. Esther Widhi Andangsari, M.Si., Head of Psychology Department, Faculty of Humanities BINUS University; Dhevaania C. Gendsen, Programme Leader, School of Psychology APU; Duy Tran Hoang Le, Psychology Lecturer RMIT Vietnam, serta Dr. Gordon Ingram dari RMIT Vietnam sebagai moderator. 

Para panelis mengangkat isu terkait dimensi psikologis dari semakin luasnya integrasi AI dalam kehidupan manusia mulai dari bagaimana AI mulai diadopsi dalam konteks klinis dan layanan kesehatan, konsep artificial empathy atau kemampuan sistem digital untuk menampilkan respons yang menyerupai empati, serta konsekuensi psikologis ketika seseorang memperoleh dukungan emosional melalui teknologi berbasis AI.

Dhevaania C. Gendsen, Programme Leader, School of Psychology APU menyoroti pentingnya membedakan antara respons AI yang membantu seseorang memahami emosinya dan respons yang justru memperkuat penafsiran yang belum tentu tepat. “Kita perlu membedakan antara memvalidasi emosi seseorang dan sekadar membenarkan interpretasinya. AI seharusnya membantu seseorang melakukan refleksi, bukan memperkuat asumsi yang tidak membantu,” jelasnya.

Dari perspektif lain, Duy Tran Hoang Le selaku Psychology Lecturer RMIT Vietnam, mengingatkan bahwa penerimaan positif terhadap AI tidak serta-merta berarti masyarakat siap mengandalkannya sepenuhnya. “AI memiliki potensi besar dalam layanan kesehatan. Namun, sikap positif terhadap teknologi ini tidak selalu berarti orang siap untuk sepenuhnya bergantung padanya, terutama ketika interaksi manusia dan aksesibilitas masih menjadi perhatian,” ungkapnya.

Selain sesi keynote dan panel, forum ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membawa perspektif generasi muda melalui presentasi paper penelitian dari BINUS University, APU Malaysia, dan RMIT Vietnam. Rangkaian ini merupakan puncak dari Student Research Competition yang sebelumnya dimulai dari seleksi proposal, dilanjutkan dengan penyusunan poster ilmiah dan presentasi penelitian.

Isu yang dibawa mahasiswa menunjukkan betapa luasnya ruang penelitian Digital Psychology saat ini. Beberapa penelitian yang diumumkan untuk sesi oral presentation antara lain DINAMIS, sebuah aplikasi digital mindfulness berbahasa Indonesia untuk membantu mengurangi stres akademik mahasiswa; penelitian mengenai automation bias dan self-efficacy dalam penyelesaian kesalahan yang dimediasi AI; serta M.I.N.D, intervensi berbasis notifikasi terjadwal yang dirancang untuk membantu mengurangi perilaku doomscrolling pada mahasiswa.

Rangkaian Digital Psychology Forum 2026 tidak berhenti sampai penyelenggaraan secara daring pada 7 Oktober 2026. Forum ini akan berlanjut secara on-site di BINUS @Malang pada 29 Oktober 2026, dengan menghadirkan pembicara dari Monash University untuk diskusi lanjutan mengenai perkembangan Digital Psychology di era perkembangan AI.

Digital Psychology Forum 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan bidang Digital Psychology. Kolaborasi BINUS University, APU, dan RMIT Vietnam memungkinkan mahasiswa serta akademisi dari berbagai latar belakang untuk saling bertukar wawasan, pendekatan penelitian, serta perspektif mengenai perubahan perilaku manusia di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat dan bagaimana teknologi membentuk manusia yang menggunakannya mulai dari cara berpikir, berinteraksi, membangun hubungan, hingga menjaga kesejahteraan psikologis.

Head of Psychology Department BINUS University Dr. Esther Widhi Andangsari, M.Si., Psikolog, mengingatkan pentingnya mempertahankan hubungan antarmanusia ketika AI digunakan untuk mencari dukungan emosional. “Risiko terbesar penggunaan AI sebagai dukungan emosional adalah kedekatan semu atau pseudo-intimacy, ketika seseorang menjadi terlalu bergantung pada AI alih-alih mencari dukungan yang bermakna dari sesama manusia atau tenaga profesional,” jelasnya. Pesan ini mempertegas pentingnya literasi digital dan pemahaman psikologis agar teknologi dimanfaatkan sebagai alat pendukung, bukan pengganti relasi dan bantuan manusia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI BO Kramat Jati Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

BRI BO Kramat Jati melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh jajaran manajemen dan seluruh pekerja BRI BO Kramat Jati. Upacara berlangsung dengan suasana penuh khidmat, tertib, dan diwarnai rasa kebangsaan serta semangat nasionalisme.

Pelaksanaan upacara menjadi momentum bagi seluruh insan BRILiaN untuk mengenang perjuangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus menghayati kembali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk penghormatan terhadap Pancasila serta komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bagi seluruh pekerja BRI BO Kramat Jati untuk senantiasa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Semangat persatuan, gotong royong, integritas, dan kebersamaan diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.

Melalui momentum ini, BRI BO Kramat Jati terus memperkuat semangat kebangsaan dan kebersamaan seluruh pekerja untuk memberikan kontribusi terbaik bagi BRI, menghadirkan pelayanan optimal bagi nasabah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

12 Tahun Waskita Beton Precast, Menata Fondasi, Meningkat Lebih Tinggi

Jakarta, Oktober 2026 – Memasuki usia ke-12 tahun, PT Waskita Beton Precast Tbk terus menjalankan peran sebagai bagian dari industri konstruksi dan pembangunan infrastruktur Indonesia. Momentum ini menjadi bagian dari langkah Waskita Beton Precast untuk terus memperkuat kapabilitas, serta menjalankan tanggung jawab kepada para pemangku kepentingan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Waskita Beton Precast dalam menata fondasi melalui penguatan kapabilitas dan aktivitas operasional. Fondasi tersebut menjadi pijakan bagi Waskita Beton Precast untuk melangkah lebih tinggi dalam menghadirkan produk dan layanan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur.

“Memasuki usia ke-12 tahun, kami menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk terus melakukan penguatan dan pengembangan kapabilitas Waskita Beton Precast. Perjalanan selama 12 tahun menjadi pijakan bagi kami untuk terus belajar, beradaptasi, dan menghadirkan produk serta solusi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur ke depan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.

Hal tersebut diwujudkan melalui penyediaan produk serta solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia. Saat ini, Waskita Beton Precast menyuplai kebutuhan beton untuk proyek UCC Tangguh Onshore Project di Papua, National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A Tahap 3 Paket 1 dan 2, New Port Eastern Access (NPEA) Seksi 2, Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Seksi 3A dan 3B, Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, serta berbagai pekerjaan infrastruktur lainnya.

Selain penyediaan produk beton, Waskita Beton Precast juga menghadirkan solusi melalui jasa konstruksi, di antaranya Pembangunan Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (LSSIT) Universitas Udayana dan Laboratorium Terpadu Universitas Khairun di Ternate, serta Pembangunan Gedung Kantor Cipete yang akan segera dikerjakan. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari peran Waskita Beton Precast dalam memenuhi kebutuhan pekerjaan konstruksi. Berbagai aktivitas tersebut menggambarkan bagaimana Waskita Beton Precast untuk terus menjalankan perannya melalui produk dan solusi beton yang digunakan dalam berbagai pekerjaan infrastruktur.

“Berbagai pekerjaan yang kami jalankan hari ini menjadi bagian dari peran Waskita Beton Precast dalam memenuhi kebutuhan pembangunan yang terus berjalan. Kami ingin setiap produk dan pekerjaan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat sesuai kebutuhan proyek dan menghadirkan solusi bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia,” tambahnya.

Ke depan, Waskita Beton Precast berharap dapat terus melanjutkan langkah melalui berbagai pekerjaan yang dijalankan di sejumlah wilayah Indonesia. Pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki menjadi bekal untuk terus melangkah lebih tinggi dalam memberikan produk dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Waskita Beton Precast senantiasa mengupayakan penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta kepatuhan terhadap standar dan ketentuan yang berlaku. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam menjalankan tanggung jawab dan menjaga keberlanjutan usaha.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Semakin Pede dengan GCG, PAM JAYA Raih Predikat “Sangat Baik”

Kematangan GCG tidak diukur dari banyaknya dokumen, tetapi dari seberapa konsisten implementasi prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran dijalankan. Langkah ini semakin penting bagi PAM JAYA, termasuk dalam persiapan menuju transformasi kelembagaan yang lebih besar”, ujar Sofyan.

Jakarta, 7 Oktober 2026 – PAM JAYA mencatat
skor Good Corporate
Governance (GCG) sebesar
87,099 dengan predikat “Sangat Baik” pada tahun 2025. Capaian tersebut
meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang memperoleh skor 85,9,
sekaligus mencerminkan semakin kuatnya
sistem pengelolaan dan proses bisnis
PAM JAYA dalam menjalankan perusahaan secara
profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Assessment GCG ini dilakukan
oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi DKI
Jakarta.

Peningkatan tersebut menjadi bagian penting dalam
perjalanan PAM JAYA sebagai perusahaan yang terus berkembang sekaligus
mengemban tanggung jawab dalam menyediakan layanan air minum perpipaan bagi
masyarakat Jakarta. Di tengah upaya memperluas cakupan layanan, penguatan
sistem internal menjadi fondasi agar setiap keputusan dan proses bisnis dapat
berjalan secara terarah serta memberikan manfaat bagi perusahaan dan
masyarakat.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, mengatakan peningkatan skor GCG menjadi
bagian dari penguatan PAM JAYA sebagai perusahaan yang semakin profesional dan tertata.

“Skor dan predikat Sangat Baik ini menjadi cerminan bahwa PAM JAYA terus membangun perusahaan yang sehat, transparan, akuntabel dan memiliki
proses bisnis yang semakin
tertata. Ketika tata kelola perusahaan semakin baik, kepercayaan juga semakin kuat, dari
situlah perusahaan memiliki fondasi yang lebih baik untuk terus bertumbuh dan
memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ujar Arief.

Menurutnya, penguatan tata kelola juga sejalan dengan nilai
budaya kerja PAM JAYA, yaitu BERKOMITMEN. Nilai tersebut menjadi landasan bagi
PAM JAYA untuk menjalankan pekerjaan secara bertanggung jawab, menjaga
integritas, serta memastikan setiap keputusan dan proses bisnis memberikan
manfaat bagi perusahaan dan masyarakat.

Penguatan GCG menjadi
bagian penting dalam transformasi PAM JAYA untuk membangun perusahaan yang
semakin profesional dan memiliki proses bisnis yang semakin tertata. Penguatan
tersebut mencakup bagaimana perusahaan menjalankan pengendalian, mengambil keputusan,
serta memastikan setiap proses bisnis dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala Perwakilan BPKP DKI Jakarta,
Sofyan Antonius, menilai
penguatan GCG menjadi bagian penting dalam memastikan
transformasi PAM JAYA berjalan dengan arah yang semakin kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, tata kelola yang baik perlu terus diperkuat
seiring dengan perkembangan perusahaan dan tantangan yang semakin kompleks
dalam menjalankan layanan publik.

“Kematangan GCG tidak diukur dari banyaknya dokumen,
tetapi dari seberapa
konsisten implementasi prinsip transparansi, akuntabilitas,
responsibilitas, independensi, dan kewajaran dijalankan. Langkah ini semakin
penting bagi PAM JAYA, termasuk dalam persiapan menuju transformasi kelembagaan
yang lebih besar”, ujar Sofyan.

Bagi PAM JAYA, penguatan tata kelola berjalan beriringan
dengan upaya pencapaian target 100% cakupan
layanan air minum perpipaan tahun 2029. Dengan
tata kelola yang semakin baik, PAM JAYA terus
memperkuat fondasi perusahaan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan sekaligus
menghadirkan pelayanan air minum perpipaan yang semakin baik bagi warga
Jakarta.

Capaian skor GCG tahun 2025 ini menjadi
indikator bahwa transformasi PAM JAYA terus diarahkan untuk membangun
perusahaan yang sehat, profesional, transparan, terpercaya dan berorientasi
pada pelayanan publik.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Game Application and Technology (GAT) BINUS UNIVERSITY Gelar Jakarta GameFest 2026 (JGF): Pameran Game, Indie Spotlight, eSport Community dengan Hadiah hingga Jutaan Rupiah!

Jakarta, 8 Oktober 2026 – Jurusan Game Application and Technology (GAT) BINUS University kembali menghadirkan Jakarta GameFest 2026 (JGF 2026), sebuah festival dan pameran game yang mempertemukan mahasiswa, alumni, game developer, komunitas, pelaku industri, serta masyarakat umum dalam satu rangkaian acara yang merayakan perkembangan industri game Indonesia. JGF 2026 akan diselenggarakan di BINUS @Kemanggisan, Anggrek Campus, dari pukul 09.00 sampai pukul 17.00 pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Acara ini terselenggara dengan dukungan dari Asosiasi Game Indonesia (AGI), TEKKEN DRIVALS TEAM, Esports Football One dan Chatterworks (Pokémon TCG Academia University). Sponsor yang turut berkontribusi dalam menyukseskan JGF 2026 meliputi: ROAD TO JAKARTA GAME ON 2026, Axioo Pongo dan Madu Enak.

JGF2026 menghadirkan beragam program utama, mulai dari JGF Game Showcase, JGF Indie Spotlight, Cosplay, Portfolio Review (IGDX Career Got Talent), JGF Choice Awards, JGF Grand Prize, hingga JGF Online Fest melalui itch.io. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas komunitas dan hiburan seperti Tekken 8 Battle Arena, Axioo Presents: Pongo Battleground yang menghadirkan eFootball dan Pokémon TCG Academia University.

JGF Game Showcase menjadi salah satu bagian utama JGF 2026 yang memberikan kesempatan bagi game developer untuk memperkenalkan dan memamerkan karya mereka secara langsung kepada pengunjung. Melalui showcase ini, pengunjung dapat mencoba berbagai game dan berinteraksi dengan para developer di balik karya tersebut.

Melalui JGF Indie Spotlight, berbagai karya dan developer game akan mendapatkan ruang untuk tampil dan memperkenalkan game mereka kepada audiens JGF 2026. Sementara itu, Portfolio Review (IGDX Career Got Talent) memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan masukan terhadap portofolio mereka sebagai bagian dari pengembangan kemampuan dan kesiapan untuk memasuki industri game.

Keseruan lainnya hadir melalui JGF Grand Prize, yang memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mendapatkan hadiah dengan mengikuti mekanisme partisipasi dan voting yang telah disediakan selama acara. Program ini menjadi salah satu aktivitas yang mendorong pengunjung untuk berkeliling, berinteraksi, dan menikmati berbagai booth serta kegiatan yang tersedia di JGF 2026.

Bagi para penggemar game kompetitif dan komunitas, eSport Communities Activation menghadirkan berbagai aktivitas komunitas yang mencakup Tekken, eFootball (Axioo Presents: Pongo Battleground) dan Pokémon TCG. Kegiatan ini menjadi wadah bagi komunitas untuk berkumpul, bermain, dan memperkenalkan ekosistem masing-masing kepada pengunjung Jakarta GameFest 2026.

JGF Choice Award memberikan ruang apresiasi bagi exhibitor terbaik, dipilih langsung oleh suara pengunjung. Empat kategori akan diumumkan: Best Gameplay, Best Visual, Best Overall, dan Most FavoriteUntuk informasi lebih lanjut dan update terbaru, kunjungi Instagram resmi kami di: @jakartagamefest.id atau website jakartagamefest.id

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI BO Kemayoran Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

BRI BO Kemayoran melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh jajaran manajemen dan seluruh pekerja BRI BO Kemayoran. Upacara berlangsung dengan suasana penuh khidmat, tertib, dan diwarnai rasa kebangsaan serta semangat nasionalisme.

Pelaksanaan upacara menjadi momentum bagi seluruh insan BRILiaN untuk mengenang perjuangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus menghayati kembali nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk penghormatan terhadap Pancasila serta komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bagi seluruh pekerja BRI BO Kemayoran untuk senantiasa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Semangat persatuan, gotong royong, integritas, dan kebersamaan diharapkan terus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.

Melalui momentum ini, BRI BO Kemayoran terus memperkuat semangat kebangsaan dan kebersamaan seluruh pekerja untuk memberikan kontribusi terbaik bagi BRI, menghadirkan pelayanan optimal bagi nasabah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES