Dari Pertemuan Bisnis Menuju Nilai Ekonomi

Sebagai penutup rangkaian lima hari kegiatan teknologi di Indonesia, ratusan pertemuan startup, kemitraan internasional di industri gim, dan peluang investasi AI bernilai miliaran dolar menunjukkan tantangan berikutnya: mengubah koneksi menjadi nilai ekonomi jangka panjang.

Oleh Sachin V Gopalan Founder & CEO, Indonesia Economic Forum

BALI, 23 Oktober, 2026 — Bali Tech Week 2026 berakhir pada Jumat (23/10/2026) dengan menunjukkan perkembangan koneksi teknologi Indonesia di tingkat internasional. Ratusan pertemuan penjajakan bisnis startup dan lebih dari seribu interaksi bisnis di industri gim menyoroti peluang komersial yang muncul dari ekonomi digital Indonesia.

Setelah lima hari diisi pengumuman pemerintah, diskusi industri, demonstrasi teknologi, dan jejaring investasi, laporan penutupan mengalihkan perhatian dari apa yang ingin dicapai Indonesia menuju hasil nyata yang dihasilkan oleh kegiatan tersebut.

Hasil yang dilaporkan menunjukkan momentum yang cukup besar. Startup Indonesia memperoleh kesempatan untuk menjalin hubungan dengan investor dan perusahaan internasional, pengembang gim lokal terhubung dengan penerbit global, dan pejabat pemerintah memaparkan besarnya potensi investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia.

Namun, terdapat perbedaan penting antara pertemuan bisnis dan transaksi yang telah diselesaikan. Bali Tech Week menunjukkan kemampuan Indonesia untuk menarik minat komersial internasional, tetapi nilai ekonomi dari koneksi tersebut akan bergantung pada tindak lanjut setelah para peserta meninggalkan Bali.

Ratusan Pertemuan, Ribuan Peluang

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Edwin Hidayat Abdullah, menyoroti investasi, konektivitas, dan kepastian regulasi dalam penilaian pemerintah terhadap hasil kegiatan tersebut.

Menurut laporan pada hari penutupan, program penjajakan bisnis HUB.ID menghasilkan 813 pertemuan yang melibatkan 85 startup terpilih, 40 perusahaan modal ventura, dan 35 perusahaan internasional. Angka tersebut merupakan akumulasi kegiatan yang berlangsung sepanjang pekan dan menjadi salah satu indikator paling jelas dari aktivitas komersial selama Bali Tech Week.

Bagi startup Indonesia, nilai pertemuan ini tidak hanya terletak pada peluang memperoleh modal ventura. Perusahaan internasional dapat membuka akses ke pelanggan, jaringan distribusi, keahlian teknis, dan pasar luar negeri, sementara investor dapat membantu membiayai ekspansi bisnis.

Pertemuan dengan perusahaan besar dapat berkembang menjadi proyek percontohan yang kemudian berpotensi menghasilkan kontrak komersial. Bagi perusahaan teknologi yang sedang berkembang, memperoleh pelanggan korporasi pertama dalam skala besar dapat sama pentingnya dengan mendapatkan putaran pendanaan baru.

Meski demikian, jumlah pertemuan tidak boleh disamakan dengan jumlah investasi yang berhasil diperoleh. Laporan penutupan yang tersedia belum menunjukkan nilai keseluruhan komitmen keuangan yang mengikat ataupun perjanjian komersial yang telah diselesaikan melalui HUB.ID.

Indikator yang lebih menentukan adalah berapa banyak pertemuan tersebut yang berlanjut ke proses uji tuntas, kemitraan komersial, transaksi investasi, dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan dalam beberapa bulan mendatang.

Pengembang Gim Indonesia Menembus Panggung Global

Salah satu hasil komersial paling signifikan muncul melalui Indonesia Game Developer Exchange (IGDX), yang mengakhiri rangkaian kegiatannya pada 23 Oktober setelah tiga hari mempertemukan pengembang gim Indonesia dengan penerbit internasional dan mitra industri.

Laporan penutupan menyebutkan bahwa 244 studio gim Indonesia dan 66 penerbit internasional berpartisipasi dalam program tersebut, dengan lebih dari 1.200 pertemuan bisnis terlaksana. Namun, laporan industri berikutnya menyebutkan 339 studio peserta. Perbedaan angka yang dipublikasikan ini masih memerlukan klarifikasi.

Indonesia memiliki basis konsumen gim yang besar dan komunitas pengembang yang terus berkembang. Namun, membangun studio gim yang sukses membutuhkan lebih dari sekadar kreativitas. Pengembang memerlukan pembiayaan, kemampuan teknis, hubungan dengan penerbit internasional, keahlian pemasaran, serta jaringan distribusi yang mampu menjangkau audiens global.

Interaksi langsung dengan penerbit internasional dapat membantu menjembatani berbagai kebutuhan tersebut. Gim buatan Indonesia yang sukses dapat menghasilkan pendapatan ekspor dan pendapatan dari kekayaan intelektual, sekaligus menciptakan lapangan kerja terampil di bidang rekayasa perangkat lunak, animasi, desain, penceritaan, dan produksi digital.

Manfaat ekonomi industri ini juga dapat meluas ke luar sektor gim. Keterampilan yang dikembangkan dalam produksi hiburan interaktif semakin relevan bagi teknologi pendidikan, simulasi, produksi film, periklanan, dan industri kreatif lainnya.

Bagi ekonomi digital Indonesia, peluangnya bukan sekadar menghasilkan gim yang sukses. Hal yang lebih penting adalah mengembangkan kekayaan intelektual dalam negeri dan membangun perusahaan yang mampu bersaing di pasar internasional.

Peluang Investasi AI hingga US$12 Miliar

Edwin juga memaparkan perkiraan pemerintah bahwa Indonesia berpotensi menarik investasi terkait AI senilai sekitar US8miliarhinggaUS12 miliar selama periode 2026–2030.

Angka tersebut merupakan proyeksi potensi investasi selama beberapa tahun, bukan pendanaan yang telah dikomitmenkan atau berhasil diperoleh selama Bali Tech Week. Meski demikian, proyeksi ini menggambarkan besarnya ambisi Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur komputasi, layanan cloud, aplikasi AI, dan kapabilitas teknologi khusus.

Prioritas pemerintah, yaitu Terhubung, Tumbuh, Terjaga, memberikan kerangka bagi pengembangan tersebut. Konektivitas memungkinkan partisipasi, pertumbuhan ekonomi menciptakan peluang komersial, sedangkan perlindungan digital membangun kepercayaan yang diperlukan untuk memperluas adopsi teknologi.

Kualitas investasi akan sama pentingnya dengan jumlahnya. Pusat data dan infrastruktur komputasi dapat menarik modal dalam jumlah besar, tetapi kontribusinya terhadap perekonomian secara luas akan bergantung pada bisnis yang didukung, keterampilan yang dikembangkan, dan aplikasi yang dihasilkan.

Indonesia perlu memastikan bahwa investasi baru memperkuat kapabilitas teknologi domestik, bukan sekadar meningkatkan permintaan terhadap perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan impor.

Tantangan Setelah Bali Tech Week

Hasil komersial pada hari terakhir memberikan gambaran nyata mengenai pencapaian dan tantangan dalam agenda Bali Tech Week. Indonesia telah menunjukkan kemampuannya mempertemukan perusahaan teknologi, investor, instansi pemerintah, dan mitra internasional untuk menjajaki peluang di salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara.

Tantangan berikutnya adalah mengubah hubungan tersebut menjadi hasil ekonomi yang terukur.

Bagi startup, hal ini berarti mengubah perkenalan dengan investor menjadi investasi dan pendapatan. Bagi pengembang gim, tantangannya adalah mengubah pembicaraan dengan penerbit menjadi peluncuran produk di pasar internasional. Sementara itu, pemerintah perlu memastikan bahwa investasi infrastruktur, pengembangan talenta, dan kebijakan regulasi menciptakan lingkungan yang kompetitif bagi pertumbuhan perusahaan Indonesia.

Keberhasilan Bali Tech Week pada akhirnya tidak ditentukan oleh jumlah pertemuan yang berlangsung atau besarnya proyeksi investasi yang diumumkan, melainkan oleh perusahaan yang terbentuk, kontrak yang diperoleh, produk yang diekspor, dan lapangan kerja yang tercipta.

Bali Tech Week 2026 menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan ekosistem teknologi dunia ke dalam negeri. Tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi Indonesia dapat memanfaatkan peluang tersebut dan bersaing secara kompetitif di pasar global.

Tentang Bali Tech Week 2026

Bali Tech Week 2026 (BTW 2026) merupakan inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), yang dikelola bersama DS Group sebagai platform payung bagi berbagai acara teknologi. Platform ini menghubungkan pemerintah, industri, pendiri perusahaan, investor, serta komunitas teknologi Indonesia dan internasional untuk membangun kolaborasi dan membuka peluang bisnis maupun kemitraan.

Edisi perdana BTW 2026 diselenggarakan pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, dengan tema “Archipelago Ascending — Maju Bersama, Berinovasi Lebih Jauh.” Dengan menyatukan 13 acara utama dalam satu agenda selama sepekan, BTW 2026 mencakup perusahaan rintisan, gim, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, aset digital, infrastruktur, kebijakan, dan investasi. BTW 2026 menargetkan lebih dari 4.000 peserta, termasuk 1.000 delegasi internasional, dengan perwakilan dari lebih dari 30 negara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Empat Tahun UU Pelindungan Data Pribadi: Menghitung Hari Menuju Efektivitas Peraturan Teknis (PP PDP)

EBP Integra bersama Asosiasi Data Protection Officer (DPO) Indonesia menggelar webinar “4 Tahun UU PDP” pada Selasa, 27 Oktober 2026, pukul 09.00-11.00 WIB melalui Zoom. Acara ini sekaligus menjadi pre-soft launching dua buku karya Eryk Budi Pratama, Ketua Umum Asosiasi DPO Indonesia, berjudul “Kerangka Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi: Regulasi, Kontrol, dan Praktik” (Buku 1 dan Buku 2).

Webinar digelar karena UU PDP genap berusia empat tahun sejak diundangkan pada 17 Oktober 2022, sementara aturan pelaksananya, PP 33/2026 (225 pasal, diundangkan 16 Juli 2026), mulai berlaku pada 16 Januari 2027, kurang dari tiga bulan lagi. Sebanyak 36 pasal dikaitkan dengan sanksi administratif, dengan denda hingga 2% dari pendapatan tahunan, dan ada 43 dokumen wajib yang perlu disiapkan organisasi.

Menuju PP 33/2026: Webinar 4 Tahun UU PDP Soroti Kesiapan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi

JAKARTA – Memperingati empat tahun diundangkannya Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), EBP Integra bersama Asosiasi Data Protection Officer (DPO) Indonesia menggelar webinar “4 Tahun UU PDP” pada Selasa (27/10/2026) pukul 09.00–11.00 WIB melalui Zoom, yang sekaligus menjadi pre-soft launching dua buku karya Eryk Budi Pratama, Ketua Umum Asosiasi DPO Indonesia, berjudul Kerangka Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi: Regulasi, Kontrol, dan Praktik.

Webinar yang terbuka bagi praktisi hukum, teknologi informasi, keamanan siber, tata kelola-risiko-kepatuhan (GRC), manajemen risiko, dan pelindungan data pribadi ini mengangkat tema kesiapan organisasi menghadapi Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2026 (PP 33/2026) yang mulai berlaku pada 16 Januari 2027. Pembahasan mencakup pembaruan regulasi, tantangan penerapan, dan langkah persiapan sebelum peraturan tersebut berlaku.

UU PDP diundangkan pada 17 Oktober 2022, dan masa penyesuaian dua tahun bagi pengendali dan prosesor berakhir pada 17 Oktober 2024. PP 33/2026 sebagai aturan pelaksananya diundangkan pada 16 Juli 2026. Dari tanggal webinar, waktu yang tersisa sebelum PP berlaku kurang dari tiga bulan.

Eryk Budi Pratama selaku Ketua Umum Asosiasi DPO Indonesia menyampaikan bahwa PP 33/2026, yang terdiri atas 225 pasal dalam 12 BAB, mengubah banyak prinsip umum menjadi muatan minimal yang dapat diperiksa. Muatan tersebut antara lain mengatur catatan kegiatan pemrosesan data pribadi (RoPA), perjanjian dengan Prosesor Data Pribadi, penilaian dampak pelindungan data pribadi, serta tenggat pemberitahuan kegagalan pelindungan data pribadi selama 3 × 24 jam.

Ia menambahkan bahwa 36 pasal dikaitkan dengan sanksi administratif, dengan denda administratif paling tinggi 2 persen dari pendapatan tahunan. Sebanyak 34 pasal masih menunggu Peraturan Lembaga untuk rincian tata caranya, tetapi menurutnya kewajiban dalam PP tetap berlaku tanpa menunggu peraturan tersebut.

Dalam paparannya, Eryk juga menguraikan sejumlah tantangan menuju 16 Januari 2027, di antaranya waktu yang terbatas karena periodenya mencakup libur Natal dan Tahun Baru, kebutuhan perubahan kontrol teknis seperti pengelolaan persetujuan dan portal permintaan hak Subjek Data Pribadi, penyesuaian perjanjian dengan Prosesor, serta aturan turunan yang belum terbit.

Untuk menjembatani tantangan tersebut, ia menyarankan langkah cepat (quick win) selama sekitar 12 minggu dengan prioritas pada dokumen yang wajib ada. Dari 43 dokumen wajib yang dipetakan, 15 berlaku umum dan 28 bersyarat sesuai profil pemrosesan organisasi. Ia mengingatkan bahwa keberadaan dokumen belum menjamin kepatuhan, karena pemeriksa menilai bukti pelaksanaannya.

Pada kesempatan yang sama diperkenalkan dua buku yang ditulis Eryk Budi Pratama. Buku pertama membahas ketentuan UU PDP dan PP 33/2026 serta cara menerjemahkannya menjadi kontrol organisasi, sedangkan buku kedua membahas konsekuensi hukum bila kewajiban tidak dipenuhi, studi skenario, dan peta jalan implementasi.

Eryk menyampaikan bahwa kedua buku disusun untuk menutup lima celah yang kerap dihadapi praktisi pelindungan data pribadi:

1. Teks pasal dibaca lewat ringkasan. Rincian penting ada di ayat, frasa, dan Penjelasan yang tidak selalu muncul dalam ringkasan. Buku membahas seluruh 76 pasal UU PDP dan 225 pasal PP 33/2026 pasal demi pasal, beserta Penjelasannya.

2. Kebijakan ada, praktiknya tidak terbukti. Kebijakan sudah ditulis, tetapi tidak dijalankan atau tidak dapat dibuktikan, misalnya kebijakan retensi ada namun data lama tidak pernah dihapus dan tidak ada berita acaranya. Buku menurunkan setiap kewajiban menjadi kontrol beserta pemilik dan bukti pelaksanaannya.

3. Sanksi dipahami sebagai satu angka. Denda 2 persen saja tidak menjelaskan variabel penghitungan, jalur perdata, pidana, dan PTUN. Buku menganalisis keempat jalur sanksi tersebut lengkap dengan contoh hitungan.

4. Dokumen wajib tidak punya daftar tunggal. Kewajiban dokumen tersebar di banyak pasal sehingga tidak jelas mana yang wajib, bersyarat, dan bersanksi. Buku memetakan 43 dokumen wajib ke pasal dan bab yang membahasnya.

5. Urutan pengerjaan tidak jelas. Tanpa urutan dan dependensi, tim dapat memulai dari dokumen yang salah dan mengulang pekerjaan, sementara waktu menuju 16 Januari 2027 terbatas. Buku menyusun roadmap 12 bulan beserta dependensinya.

Menurut Eryk, 50 skenario beserta latihan keputusan dalam buku kedua mengikat kelima jawaban tersebut menjadi praktik yang dapat dilatih.

Eryk menyampaikan bahwa kedua buku memisahkan kutipan ketentuan dari analisis penulis serta menghubungkan setiap kewajiban dengan kontrol dan bukti pelaksanaannya. Ia menegaskan bahwa buku bukan kumpulan templat, dan pembahasan implementasi teknis direncanakan dalam buku berikutnya yang masih dikembangkan.

Selain buku, penyelenggara menyediakan dua sumber terbuka bagi publik. Navigator PDP Indonesia di privasidata.id memuat naskah UU PDP dan PP 33/2026 yang dapat ditelusuri pasal demi pasal beserta analisis kontrolnya, sedangkan Awareness PDP di awareness.privasidata.id berisi simulasi video interaktif dan skenario per sektor untuk membangun kesadaran pelindungan data pribadi di organisasi.

Bagi pembaca yang ingin memesan buku lebih awal, penyelenggara membuka formulir Expression of Interest (EOI) pre-order di bit.ly/4zPXIrt.

Penyelenggara berharap webinar ini membantu organisasi memahami pembaruan pelindungan data pribadi dan menyiapkan kepatuhan secara bertahap sebelum PP 33/2026 berlaku. EBP Integra dan Asosiasi DPO Indonesia menyatakan komitmen untuk terus mendukung penguatan pelindungan data pribadi di Indonesia.

Penyelenggara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah bergabung dalam webinar ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bikin Rencana Lebih Nyata, Manfaatkan Fasilitas Dana Tunai BRI Finance

Jakarta, 14 September 2026 – September kerap menjadi momentum untuk kembali melihat rencana yang telah berjalan sepanjang tahun. Setelah melewati paruh pertama tahun, masyarakat mulai menata kembali berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas keluarga, pengembangan usaha, hingga rencana yang sempat ditunda dan ingin diwujudkan sebelum akhir tahun.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, kendaraan tetap menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat. Hal ini tercermin dari kinerja pasar otomotif nasional yang menunjukkan pertumbuhan pada Juli 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil secara wholesales pada Juli 2026 mencapai 81.115 unit, tumbuh 33,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan secara retail mencapai 77.412 unit atau tumbuh 12,1% secara tahunan. Secara kumulatif, penjualan Januari–Juli 2026 tercatat sebanyak 517.742 unit secara wholesales dan 511.514 unit secara retail.

Di tengah tingginya kebutuhan terhadap kendaraan sebagai sarana mobilitas, kendaraan juga dapat memiliki fungsi lain bagi pemiliknya, yaitu sebagai aset yang dapat dimanfaatkan ketika terdapat kebutuhan dana. Kondisi ini membuka ruang bagi masyarakat untuk mengelola nilai aset yang dimiliki tanpa harus menghentikan fungsi kendaraan dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

Memahami kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menghadirkan BRI Flash, fasilitas pembiayaan dengan jaminan BPKB kendaraan yang memberikan akses terhadap dana tunai, sementara kendaraan tetap dapat digunakan oleh pemiliknya.

Melalui BRI Flash, nasabah dapat memperoleh pencairan dana hingga 90% dari harga kendaraan, dengan bunga mulai dari 0,73% per bulan dan pilihan tenor hingga 4 tahun, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “September bisa menjadi momen untuk melihat kembali rencana yang sudah dibuat sejak awal tahun dan menentukan mana yang ingin segera diwujudkan. Kebutuhan setiap orang tentu berbeda, baik untuk mendukung usaha, keluarga, maupun kebutuhan produktif lainnya. Dalam kondisi tersebut, memiliki pilihan dalam mengelola aset dan kebutuhan keuangan dapat memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi masyarakat.”

Menurut Aditia, keberadaan fasilitas pembiayaan dengan jaminan BPKB memberikan alternatif bagi pemilik kendaraan yang membutuhkan tambahan dana namun tetap memerlukan kendaraan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

“Melalui BRI Flash, kami ingin memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memanfaatkan nilai kendaraan yang dimiliki ketika membutuhkan dana, tanpa harus kehilangan akses terhadap kendaraan tersebut. Dengan begitu, kendaraan tetap dapat digunakan untuk mobilitas, sementara kebutuhan dana dapat dikelola melalui skema pembiayaan yang tersedia,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Harga Emas Kembali di Atas US$4.000, Dupoin Futures Soroti Potensi Rebound

Harga emas dunia atau XAUUSD berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Selasa (27/10/26) setelah kembali bergerak di atas level psikologis US$4.000. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, harga emas pada timeframe H1 menunjukkan potensi pembalikan arah menuju bullish setelah mengalami rejection di level support US$3.988 dan membentuk pola Inverse Head and Shoulders. Jika momentum kenaikan berlanjut, XAUUSD berpeluang menguji zona resistance US$4.048–US$4.072.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai bahwa level US$3.988 menjadi area penting untuk menentukan keberlanjutan momentum bullish dalam jangka pendek. Penolakan harga di sekitar support tersebut menunjukkan adanya respons beli yang berpotensi mendorong pemulihan. Selain itu, pola Inverse Head and Shoulders yang terbentuk pada grafik per jam dapat menjadi indikasi awal perubahan momentum dari bearish menuju bullish.

Dalam analisis teknikal Dupoin Futures, harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan selama mampu bertahan di atas support US$3.988 dan tidak mencatatkan penutupan di bawah level tersebut. Resistance US$4.048 menjadi sasaran pertama yang perlu diperhatikan. Apabila tekanan beli tetap kuat, XAUUSD berpotensi melanjutkan penguatan menuju area US$4.072. Namun, pergerakan menuju kedua level tersebut tetap membutuhkan konfirmasi dari aksi harga selanjutnya.

Dari sisi fundamental, peluang penguatan emas turut didukung oleh penurunan harga minyak yang dapat meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Mengacu pada rangkuman Reuters, pelemahan harga energi berpotensi mengurangi kekhawatiran bahwa inflasi akan bertahan tinggi, sehingga dapat memberikan ruang bagi emas untuk melanjutkan pemulihan. Pergerakan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan Dupoin Futures dalam menilai prospek XAUUSD.

Meski demikian, kenaikan harga emas masih berpotensi terbatas menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada 28 Oktober 2026. Investor akan mencermati keputusan serta pernyataan bank sentral AS untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Apabila The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat, dolar AS berpotensi menguat dan kembali memberikan tekanan terhadap harga emas.

Penguatan dolar AS umumnya membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury dapat meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas yang tidak memberikan bunga. Karena itu, perubahan ekspektasi suku bunga dan pergerakan yield tetap menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi keberlanjutan rebound XAUUSD.

Dupoin Futures melihat bahwa kombinasi pola Inverse Head and Shoulders, pertahanan support US$3.988, dan pergerakan harga di atas US$4.000 membuka peluang kenaikan jangka pendek. Meski demikian, pasar perlu mencermati resistance US$4.048–US$4.072 serta risiko perubahan sentimen menjelang keputusan The Fed. Jika support US$3.988 ditembus dan harga ditutup di bawahnya, skenario bullish perlu dievaluasi kembali.

Dengan demikian, prediksi harga emas hari ini menurut analisis Dupoin Futures masih mengarah pada peluang penguatan selama support utama mampu dipertahankan. Namun, keputusan The Fed, arah dolar AS, dan perubahan yield Treasury dapat menentukan apakah kenaikan tersebut berlanjut atau kembali menghadapi tekanan jual.

Analisis ini merupakan skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Perkuat Segmen Mobil Bekas untuk Menjangkau Kebutuhan Konsumen

Jakarta, 10 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) melihat pembiayaan mobil bekas masih memiliki ruang pertumbuhan di tengah dinamika pasar otomotif nasional. Pilihan kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu pertimbangan konsumen, terutama ketika masyarakat semakin selektif dalam menentukan kendaraan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Peluang tersebut berjalan di tengah perbaikan pasar otomotif nasional. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan penjualan mobil baru secara wholesales pada Januari–Agustus 2026 mencapai 599.491 unit, tumbuh 20,1% secara tahunan. Sementara penjualan retail mencapai 594.984 unit atau meningkat 13,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Agustus 2026 saja, penjualan retail tercatat 83.442 unit, menjadi capaian bulanan tertinggi sepanjang tahun ini.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan perkembangan tersebut memberikan gambaran bahwa aktivitas pasar otomotif mulai menunjukkan momentum yang lebih positif. Namun, perseroan melihat pasar mobil bekas memiliki karakteristik dan dinamika permintaan tersendiri.

“Mobil bekas tetap menjadi pilihan bagi konsumen yang mencari kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau. Bagi kami, kebutuhan tersebut membuka ruang untuk memperkuat pembiayaan mobil bekas secara selektif, dengan tetap memperhatikan profil konsumen dan kualitas aset,” ujar Dhani.

Minat terhadap kendaraan bekas juga masih terlihat pada segmen kendaraan dengan harga yang relatif terjangkau. Sejumlah pelaku industri menilai mobil jenis multi purpose vehicle (MPV), khususnya dengan harga di bawah Rp200 juta, masih menjadi salah satu pilihan yang banyak dicari konsumen. Kondisi ini menunjukkan bahwa aspek keterjangkauan tetap menjadi pertimbangan penting dalam keputusan pembelian kendaraan.

Dari sisi BRI Finance, peluang tersebut turut tercermin dari kinerja pembiayaan. Hingga Mei 2026, pembiayaan mobil bekas BRI Finance tercatat tumbuh 77,64% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kebutuhan pembiayaan kendaraan bekas masih memiliki ruang untuk dikembangkan.

Untuk memperkuat penetrasi di segmen tersebut, BRI Finance mengoptimalkan jaringan pembiayaan dan memperkuat kerja sama dengan dealer. Perseroan juga terus meningkatkan kualitas proses akuisisi serta layanan kepada konsumen, sehingga pertumbuhan pembiayaan dapat berjalan seiring dengan pengelolaan risiko yang terukur.

“Pertumbuhan pembiayaan tetap kami dorong dengan pendekatan yang selektif. Kami terus mencermati perkembangan pasar dan daya beli masyarakat, sekaligus memastikan kualitas aset dan penerapan manajemen risiko tetap menjadi bagian penting dalam setiap proses pembiayaan,” kata Dhani.

BRI Finance memandang mobil bekas memiliki peran dalam memberikan alternatif kepemilikan kendaraan bagi masyarakat dengan kebutuhan dan kemampuan finansial yang beragam. Dengan memperkuat jaringan, kemitraan dealer, serta kualitas proses pembiayaan, perseroan akan terus mengembangkan segmen tersebut secara terukur dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Perkuat Portofolio Pembiayaan Hijau melalui Kendaraan ListrikB

Jakarta, 10 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pembiayaan berkelanjutan melalui penyaluran pembiayaan kendaraan ramah lingkungan, khususnya kendaraan listrik. Segmen ini dinilai memiliki prospek seiring berkembangnya ekosistem kendaraan rendah emisi di Indonesia.

Hingga saat ini, penyaluran pembiayaan kendaraan ramah lingkungan BRI Finance meningkat sekitar 14,8 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin terbukanya kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan untuk kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Pertumbuhan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap produk pembiayaan yang mendukung mobilitas berkelanjutan terus berkembang. BRI Finance melihat peluang ini tidak hanya dari sisi pertumbuhan bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung transisi menuju transportasi yang lebih rendah emisi.”

Dalam mengembangkan pembiayaan berkelanjutan, BRI Finance tetap mengacu pada kriteria dan ketentuan yang berlaku. Perusahaan memastikan objek pembiayaan memenuhi karakteristik kegiatan yang mendukung aspek lingkungan, termasuk melalui identifikasi jenis dan spesifikasi kendaraan sebelum pembiayaan disalurkan. Kendaraan listrik dan hybrid menjadi bagian dari objek pembiayaan yang mendukung pengembangan portofolio tersebut.

Proses verifikasi juga dilengkapi dengan dokumentasi, monitoring, dan pengawasan secara berkala untuk memastikan klasifikasi pembiayaan tetap sesuai dengan ketentuan. Langkah ini menjadi bagian dari penerapan tata kelola dan manajemen risiko BRI Finance dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan berkelanjutan.

Pengembangan pembiayaan tersebut sejalan dengan arah keuangan berkelanjutan di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan yang diklasifikasikan dalam Kategori Usaha Keuangan Berkelanjutan (KUKB) pada industri multifinance mencapai Rp93,70 triliun per Juli 2026, atau 17,25% dari total penyaluran pembiayaan. OJK juga memasukkan pembiayaan kendaraan listrik sebagai salah satu contoh penerapan keuangan berkelanjutan dalam Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).

“Pengembangan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan merupakan bagian dari upaya BRI Finance untuk memperkuat portofolio pembiayaan berkelanjutan. Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan, sekaligus memastikan penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen berjalan secara konsisten,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Seiring Perkembangan Pasar Mobil Baru, BRI Finance Hadirkan Penawaran Pembiayaan

Jakarta, 9 September 2026 – Pasar otomotif nasional menunjukkan momentum positif memasuki paruh kedua 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan mobil secara ritel pada Agustus 2026 mencapai 83.422 unit, meningkat 7,7% dibandingkan Juli 2026 dan tumbuh 25,5% secara tahunan. Capaian tersebut sekaligus menjadi penjualan ritel bulanan tertinggi sepanjang tahun berjalan.

Penguatan juga terlihat pada distribusi kendaraan dari pabrikan ke jaringan dealer. Penjualan wholesales pada Agustus mencapai 81.756 unit, naik 0,8% dibandingkan bulan sebelumnya dan tumbuh 32,4% dibandingkan Agustus 2025. Secara kumulatif, penjualan ritel sepanjang Januari–Agustus 2026 telah mencapai 594.984 unit, atau meningkat 13,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap kendaraan baru tetap memiliki ruang pertumbuhan di tengah pasar yang semakin beragam. Konsumen kini dihadapkan pada semakin banyak pilihan model dan teknologi kendaraan, mulai dari kendaraan konvensional hingga kendaraan elektrifikasi, sehingga keputusan pembelian semakin erat kaitannya dengan kebutuhan mobilitas sekaligus perencanaan keuangan.

Di tengah kondisi tersebut, aspek pembiayaan menjadi salah satu pertimbangan penting ketika konsumen hendak memiliki mobil baru. Pemilihan tenor, besaran cicilan, serta kemampuan memenuhi kewajiban secara berkelanjutan perlu menjadi bagian dari pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa meningkatnya pilihan kendaraan di pasar memberikan lebih banyak alternatif bagi masyarakat untuk menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan masing-masing.

“Perkembangan pasar otomotif menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap mobil baru masih memiliki momentum yang positif. Namun, keputusan membeli kendaraan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Konsumen perlu melihat pembelian mobil secara menyeluruh, termasuk memiliki pilihan untuk mendapatkan skema pembiayaan yang sesuai dengan perencanaan keuangan,” ujar Dhani.

Sebagai bagian dari upaya memberikan pilihan pembiayaan yang relevan bagi masyarakat, BRI Finance menyediakan fasilitas pembiayaan mobil baru dengan bunga mulai dari 3,33% flat per tahun dan pilihan tenor hingga lima tahun.

Menurut Dhani, fleksibilitas tenor dapat membantu konsumen menyesuaikan rencana pembayaran dengan kondisi keuangan masing-masing. Meski demikian, konsumen tetap perlu memperhitungkan keseluruhan biaya kepemilikan kendaraan, termasuk uang muka, cicilan, biaya operasional, perawatan, hingga kebutuhan lainnya.

“Bagi kami, pembiayaan bukan sekadar bagaimana konsumen dapat memiliki kendaraan. Yang lebih penting adalah bagaimana pembiayaan tersebut dapat menjadi solusi yang terukur dan sesuai dengan kemampuan konsumen. Kami ingin memberikan pilihan pembiayaan yang kompetitif sekaligus mendorong konsumen mengambil keputusan secara bijak,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Masuki Kuartal IV 2026, BRI Finance Siapkan Strategi Pendanaan melalui Obligasi

Jakarta, 8 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menyiapkan rencana penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar pada kuartal IV 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat struktur pendanaan sekaligus mendukung kebutuhan ekspansi bisnis.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan rencana penerbitan tersebut masih dalam tahap persiapan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar dan kebutuhan pendanaan perusahaan.

“BRI Finance terus melihat pasar obligasi sebagai salah satu alternatif pendanaan strategis. Untuk rencana penerbitan pada kuartal IV 2026, kami akan menyesuaikan waktu pelaksanaan dengan kebutuhan funding perusahaan serta kondisi pasar agar dapat dilakukan secara optimal dan prudent,” ujar Dhani.

Rencana tersebut melanjutkan pengalaman BRI Finance dalam memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu sumber pendanaan. Sebelumnya, perusahaan telah melakukan tiga kali penerbitan surat utang, yakni Obligasi I BRI Finance Tahun 2022, Obligasi II BRI Finance Tahun 2023, dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025.

Menurut Dhani, keputusan untuk menerbitkan obligasi tidak hanya mempertimbangkan pergerakan suku bunga acuan, tetapi juga memperhatikan sejumlah indikator pasar, termasuk perkembangan yield, minat investor, kebutuhan likuiditas, serta kesesuaian antara tenor pendanaan dan profil aset perusahaan.

“Dalam menentukan penerbitan obligasi, kami mempertimbangkan kondisi pasar secara menyeluruh, termasuk yield dan appetite investor, serta kebutuhan likuiditas dan profil aset. Dengan pendekatan tersebut, kami dapat memastikan pendanaan tetap selaras dengan kebutuhan bisnis dan prinsip kehati-hatian,” jelasnya.

Di tengah BI Rate yang saat ini berada pada level 5,75%, BRI Finance menilai kondisi biaya pendanaan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan momentum penerbitan. Karena itu, perusahaan akan terus memonitor perkembangan suku bunga dan pricing di pasar sebelum mengeksekusi rencana tersebut.

“Diversifikasi sumber pendanaan tetap menjadi fokus perusahaan. Kami akan memastikan kecukupan likuiditas sekaligus menjaga efisiensi cost of fund. Apabila kondisi pasar dan pricing mendukung, kami akan memanfaatkan peluang penerbitan obligasi pada waktu yang tepat,” kata Dhani.

Strategi tersebut dijalankan di tengah pasar surat utang multifinance yang masih menghadapi dinamika. Berdasarkan data PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), penerbitan surat utang multifinance hingga Juli 2026 mencapai Rp14,57 triliun, atau turun 41,8% secara tahunan dari Rp25,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut lebih dalam dibandingkan total penerbitan surat utang korporasi yang terkoreksi 16,2% secara tahunan menjadi Rp112,31 triliun. Dengan demikian, kontribusi multifinance terhadap total penerbitan surat utang korporasi turun menjadi sekitar 13% pada Juli 2026 dari 18,7% pada Juli 2025.

Di tengah dinamika tersebut, BRI Finance tetap membuka peluang pendanaan melalui pasar obligasi dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis dan kondisi pasar secara disiplin. Perusahaan akan mengedepankan keseimbangan antara dukungan terhadap pertumbuhan pembiayaan, kecukupan likuiditas, serta efisiensi biaya pendanaan dalam setiap keputusan pendanaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Veritask Luncurkan AiYU Generasi Terbaru, Ungguli Model AI Generik dalam Pengujian Hukum Indonesia

Pengujian menunjukkan AI yang dibangun khusus untuk hukum Indonesia lebih andal menemukan dasar hukum yang tepat dan masih berlaku dibanding AI serbaguna.

Jakarta, 27 Oktober 2026 — Seberapa akurat AI menjawab pertanyaan hukum Indonesia? Untuk mengukurnya, Veritask menguji AiYU generasi terbaru, agentic AI hukum yang dikembangkannya, bersama tiga model AI serbaguna menggunakan 150 pertanyaan hukum Indonesia. Pengujian internal ini menilai ketepatan dasar hukum, relevansi sitasi dan pemahaman konteks regulasi Indonesia. Hasilnya, AiYU mencatat skor 82.1%. Angka ini lebih tinggi dari Chat GPT- Astra (73.6%), Claude Opus 5.5 (74.7%), dan Gemini 3.8 Flash (66.4%).

Pertanyaan ini penting karena masalah terbesar penggunaan AI di sektor hukum adalah jawaban yang terdengar meyakinkan, padahal pasalnya keliru atau aturannya sudah tidak berlaku. Veritask mempublikasikan metodologi dan hasil pengujian tersebut di https://veritask.link/report, sehingga publik dapat menilai sendiri seberapa akurat model AI dalam menjawab persoalan hukum Indonesia.

Berbeda dari AI serbaguna yang dirancang untuk berbagai topik, generasi terbaru AiYU dibangun khusus untuk sistem hukum Indonesia, termasuk memahami hierarki peraturan, status keberlakuan, dan perubahan ketentuan. Sumbernya adalah Indonesian Legal Corpus yang mencakup 99% regulasi Indonesia. Setiap jawaban disertai pasal, sumber, dan status keberlakuan yang bisa diperiksa langsung oleh pengguna. Saat ini AiYU telah digunakan oleh lebih dari 5.000 pengguna, mulai dari in-house counsel, advokat, dan konsultan hukum baik secara tim atau individu.

“Dalam membangun AI untuk sektor hukum, kualitas adalah prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan, bahkan di atas faktor biaya dan waktu. Karena itu, kami menerapkan pendekatan quality-first dalam setiap tahap pengembangan AI. Sistem RAG (Retrieval-Augmented Generation) yang canggih tidak akan menghasilkan jawaban berkualitas tanpa didukung fondasi data yang kuat dan akurat. Melalui rilis terbaru ini, kami meningkatkan akurasi fondasi data hingga 98%, dengan cakupan yang meliputi 99% peraturan di Indonesia. Selain itu, setiap sumber yang digunakan dalam proses RAG dilengkapi dengan sitasi yang terhubung langsung ke naskah asli peraturan. Dengan demikian, pengguna AiYU dapat menelusuri dan memverifikasi dasar hukum di balik setiap jawaban yang dihasilkan AI,” ujar Eugenius Mario, Chief Product & Technology Veritask.

Teknologi Agentic di Balik Ekosistem Veritask

AiYU dibangun dengan teknologi agentic AI, yang memungkinkan AI merencanakan dan menjalankan serangkaian langkah secara mandiri melalui orkestrasi model AI, perangkat pencarian, dan mekanisme evaluasi. Dalam riset hukum, AiYU dapat menelusuri regulasi, memeriksa status keberlakuan, membandingkan ketentuan, lalu menyusun analisis berbasis sumber. Teknologi ini menjadi fondasi bagi tiga produk Veritask.

1. Core OS: basis peraturan terlengkap dengan pembaruan regulasi harian.

2. Legal OS: solusi untuk firma hukum dan tim legal in-house.

3. Compliance OS: pengelolaan kepatuhan perusahaan.

Manfaat bagi Industri Hukum Indonesia

Veritask melihat empat dampak utama bagi industri hukum. Pertama, risiko salah kutip dan penggunaan aturan yang sudah dicabut menjadi lebih kecil. Kedua, riset hukum yang biasanya memakan waktu berjam-jam bisa dilakukan dalam satu platform sehingga lebih cepat dan efisien. Ketiga, akses informasi hukum menjadi lebih merata, termasuk bagi firma kecil, UMKM, dan praktisi di luar kota besar. Keempat, budaya verifikasi semakin kuat: profesional hukum terbiasa memeriksa sumber primer,bukan sekadar menerima jawaban AI.

“Sebagai seorang pengacara atau advokat, penting bagi saya untuk mengetahui betul bahwa dokumen dan sumber informasi hukum yang saya gunakan akurat, benar, terkini, dan relevan. dan AiYU dibangun bukan untuk menggantikan keahlian praktisi hukum, tetapi untuk membantu mereka bekerja dengan akses informasi dan teknologi yang lebih baik,” ujar Dr. Sri Rahayu, Co-Founder Veritask

Generasi terbaru AiYU kini dapat dicoba melalui veritask.ai. Pengguna dapat langsung mengujinya dengan pertanyaan hukum mereka sendiri dan memeriksa dasar hukum di balik setiap jawaban.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Suntik Autoimun Rutin hingga Rp45 Juta per Dosis, Ardiansyah Terbantu dengan Asuransi Kesehatan Syariah

Bagi Muhammad Ardiansyah, istri dan anaknya adalah sumber kekuatan sekaligus orang-orang yang paling ingin ia lindungi. Karena itu, ia mempersiapkan perlindungan kesehatan sebagai bagian dari ikhtiar untuk tetap hadir sebagai suami, ayah, dan pencari nafkah.

Ardiansyah telah menjadi Peserta Prudential Syariah sejak 2020. Kesadarannya mengenai pentingnya perlindungan tumbuh ketika ia mendampingi orang tuanya menjalani pengobatan diabetes. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa risiko kesehatan dapat datang kapan saja dan membutuhkan kesiapan finansial.

“Waktu itu saya mendampingi orang tua berobat dan melihat langsung biaya medis yang cukup mahal. Dari situ saya merasa perlu memiliki asuransi untuk berjaga-jaga,” ujar Ardiansyah.

Dua tahun setelah memiliki perlindungan, Ardiansyah didiagnosis menderita penyakit autoimun psoriasis. Kabar tersebut menjadi titik yang berat baginya karena kondisi itu membutuhkan waktu perawatan yang tidak singkat. Pada tahap awal, Ardiansyah menjalani suntikan setiap bulan sebanyak 15 hingga 18 kali, dengan biaya untuk satu kali suntikan dapat mencapai sekitar Rp45 juta. Kini, sesuai arahan dokter, jadwal suntik dilakukan setiap dua bulan dan efektivitas terapinya masih terus dipantau. Meski frekuensinya telah berkurang, besarnya biaya perawatan menunjukkan kebutuhan kesiapan finansial yang matang agar kestabilan ekonomi keluarga tetap terjaga.

“Perawatannya sudah berkali-kali dan biayanya cukup besar. Alhamdulillah, perlindungan Prudential Syariah membantu menanggung biaya perawatan yang saya jalani. Prosesnya juga mudah, mulai dari klaim, menjalani perawatan, hingga kepulangan dari rumah sakit,” katanya.

Di tengah proses yang panjang tersebut, kemudahan layanan membantu Ardiansyah dan keluarganya menjalani perawatan dengan lebih tenang. Menurutnya, tenaga pemasar turut memberikan pendampingan, sementara layanan digital membantunya memantau informasi polis dan nilai tunai.

Lili Yani Hasibuan, istri Ardiansyah, melihat perlindungan sebagai bentuk penjagaan bagi seluruh keluarga. Baginya, ketika pencari nafkah menghadapi risiko kesehatan, keluarga tidak hanya mengkhawatirkan kondisi orang yang dicintai, tetapi juga menghadapi risiko berkurangnya penghasilan serta kebutuhan biaya perawatan dalam waktu bersamaan.

“Kalau terjadi sesuatu pada suami sebagai pencari nafkah, setidaknya kami tidak perlu kembali memikirkan biaya kesehatannya. Perlindungan sangat membantu, baik untuk diri sendiri, pasangan, maupun anak-anak,” ujar Lili.

Pengalaman ini membuat Ardiansyah makin yakin bahwa perlindungan kesehatan ikut menjaga fondasi finansial keluarga. Tanpa persiapan, biaya medis bisa menggerus tabungan dan rencana keuangan yang sudah dibangun. Ikhtiar ini juga membawa semangat ta’awun atau tolong-menolong antar sesama Peserta melalui dana tabarru’, sehingga perlindungan menjadi bagian dari kepedulian bersama.

Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, mengatakan, “Perawatan jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan sekaligus kondisi finansial keluarga. Karena itu, kami berupaya memastikan Peserta tidak menghadapi proses tersebut sendirian. Ketika perlindungan dipersiapkan untuk orang yang nomor satu di hati, kami hadir untuk membantu menjaga yang paling berarti agar setiap janji bisa jadi nyata.”

Kini, Ardiansyah mengajak masyarakat mempersiapkan perlindungan selagi sehat, bukan setelah penyakit muncul. Baginya, itulah wujud nyata janji untuk menjaga yang nomor satu di hati dan tetap membersamai keluarga dalam berbagai keadaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES