Kenapa Tagihan Listrik Gedung Naik Terus, Padahal Jam Kerja Sama?

Tagihan listrik gedung dapat terus meningkat meskipun aktivitas operasional tetap sama akibat penurunan efisiensi energi yang terjadi secara bertahap. Sebelum mengganti peralatan, pengelola sebaiknya melakukan pemeriksaan sistem kelistrikan dan MEP untuk menemukan sumber pemborosan serta menentukan solusi yang tepat.

Jumlah karyawan tetap, jam operasional tidak berubah, tidak ada peralatan baru. Namun tagihan listrik bulan ini lebih tinggi lagi dari tahun lalu. Pengelola biasanya menduga tarif yang naik. Padahal efisiensi energi gedung menurun perlahan tanpa pernah terbaca sebagai masalah.

Kenaikannya kecil setiap bulan, sehingga mudah diabaikan. Setelah tiga tahun, selisihnya sudah menyamai biaya penggantian satu unit pendingin. Dana itu habis tanpa menghasilkan perbaikan apa pun.

Yang menyesatkan adalah reaksi yang umum diambil. Banyak pengelola langsung mengganti lampu atau membeli unit baru. Padahal penyedia jasa Kontraktor MEP Jakarta biasanya mencari sumber kenaikannya lebih dulu, sebelum menyentuh peralatan.

Efisiensi Energi Gedung Ditentukan Sistem Pendinginnya

Porsi Terbesar Tidak Pernah Berpindah

Satu angka layak Anda pegang sebelum membahas apa pun. Pada gedung perkantoran, sistem tata udara menyerap lima puluh sampai tujuh puluh persen dari seluruh konsumsi listrik. Lampu, perangkat kerja, dan lift berbagi sisanya.

Artinya penghematan sepuluh persen pada pendingin bernilai jauh lebih besar daripada penghematan serupa pada lampu. Mendahulukan penggantian lampu bukan keputusan yang salah. Ia hanya menyentuh bagian yang pengaruhnya paling kecil.

Performa Menurun Tanpa Tanda yang Jelas

Unit pendingin jarang mati mendadak. Ia melemah bertahap sambil tetap menyala seperti biasa. Koil yang kotor memaksa kompresor bekerja lebih lama untuk suhu yang sama. Ruangan tetap terasa dingin, sementara konsumsi listriknya diam-diam naik.

Panas dari Luar Jarang Dihitung Ulang

Selubung Bangunan Menentukan Beban Awalnya

Sebelum pendingin bekerja, panas sudah lebih dulu masuk lewat dinding dan kaca. Besarnya diukur lewat nilai perpindahan panas menyeluruh pada selubung bangunan. SNI 6389:2020 tentang konservasi energi selubung bangunan menetapkan batas paling tinggi tiga puluh lima watt per meter persegi.

Gedung lama sering melampaui angka itu cukup jauh. Penyebabnya biasanya luas kaca yang besar tanpa peneduh di sisi luar. Menambah peneduh atau lapisan penahan panas menurunkan beban pendingin secara permanen. Perbaikan semacam ini bekerja sepanjang usia bangunan, tanpa biaya operasional tambahan.

Perubahan Tata Ruang Mengubah Beban Secara Diam-diam

Partisi Baru di Atas Jalur Udara Lama

Inilah penyebab yang paling sering terlewat. Kantor ditata ulang, partisi dipindahkan, ruang rapat baru dibuat. Namun posisi lubang suplai dan pengembalian udara tetap mengikuti tata letak lama.

Akibatnya muncul dalam beberapa bentuk sekaligus:

• Satu ruangan terlalu dingin sementara ruangan di sebelahnya terasa panas.

• Udara balik terhalang partisi, sehingga sirkulasi tidak pernah tertutup sempurna.

• Penghuni menurunkan pengaturan suhu untuk mengatasi titik panas di satu sudut.

Perilaku terakhir itu yang paling mahal. Seluruh lantai didinginkan berlebihan hanya untuk menyelesaikan masalah di satu area. Renovasi yang mengabaikan jalur udara hampir selalu meninggalkan biaya operasional yang lebih tinggi.

Membaca Tagihan Sebelum Mengganti Peralatan

Audit Energi Sederhana yang Bisa Anda Mulai

Penggantian peralatan sebaiknya menjadi langkah terakhir, bukan pertama. Sebelum itu, beberapa pemeriksaan murah ini sudah menyingkap banyak hal:

• Bandingkan konsumsi listrik per meter persegi antar tahun untuk melihat arah perubahannya.

• Periksa catatan servis pendingin, terutama interval pembersihan koil dan filter.

• Ukur suhu beberapa titik pada jam sibuk, bukan hanya di dekat termostat.

Angka intensitas konsumsi energi pada poin pertama berguna sebagai pembanding lintas tahun. Kenaikannya menunjukkan penurunan performa, bukan sekadar kenaikan aktivitas. Audit energi yang lebih dalam baru diperlukan bila pemeriksaan awal ini tidak menemukan sebabnya.

Menyusun Program Efisiensi Energi Gedung yang Terukur

Urutan Kerja yang Memberi Hasil Paling Cepat

Perbaikan sebaiknya mengikuti besar pengaruhnya, bukan kemudahannya:

1. Pulihkan performa sistem pendingin lewat pembersihan dan penyetelan ulang.

2. Sesuaikan jadwal operasi agar mengikuti jam pemakaian ruang yang sebenarnya.

3. Perbaiki sebaran suplai dan pengembalian udara mengikuti tata ruang terkini.

4. Kurangi panas masuk lewat peneduh atau lapisan penahan panas pada kaca.

5. Baru pertimbangkan penggantian unit bila langkah di atas belum memadai.

Empat langkah pertama berbiaya jauh lebih rendah daripada langkah kelima. Pada banyak gedung, keempatnya sudah mengembalikan sebagian besar selisih tagihannya.

Ringkasnya, kenaikan tagihan biasanya bukan satu masalah besar. Ia gabungan dari beberapa hal kecil yang menumpuk selama bertahun-tahun. Menemukan urutannya lebih menentukan daripada mengganti peralatan lebih awal.

Terra by Trimitra menangani instalasi mekanikal elektrikal sekaligus penataan ruang dalam satu tim. Perubahan tata letak dan penyesuaian jalur udara dibahas bersamaan, bukan terpisah. Bagi pengelola gedung yang sedang merencanakan penataan ulang, Kontraktor Interior Jakarta yang memahami sistem pendinginnya mencegah biaya operasional ikut naik setelahnya.

Pertanyaan Seputar Konsumsi Listrik Gedung

1. Apakah mengganti lampu ke LED cukup menurunkan tagihan?

Membantu, tetapi pengaruhnya kecil karena porsi terbesar konsumsi listrik gedung ada pada sistem pendingin.

2. Seberapa sering koil dan filter pendingin perlu dibersihkan?

Mengikuti interval yang pabrikan tetapkan, karena kondisi udara tiap lokasi memengaruhi laju pengotorannya.

3. Kapan penggantian unit pendingin benar-benar diperlukan?

Saat performanya tidak pulih meski perawatan dan penyetelan ulang sudah dijalankan dengan benar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

itel VistaTab 12 Resmi Rilis, Tablet Rp2 Jutaan dengan Bonus Keyboard dan Pen

Tablet 10,1 inci ini membawa baterai 7.000mAh, koneksi 4G, dan aplikasi office gratis tanpa aktivasi

Jakarta, 28 Oktober 2026. itel Indonesia resmi meluncurkan itel VistaTab 12 dengan harga Rp2.499.000. Setiap pembelian tablet Android 10,1 inci ini sudah termasuk keyboard case dan pen, tanpa batas periode promo.

itel VistaTab 12 juga dilengkapi itel Office, aplikasi untuk mengolah dokumen, spreadsheet, dan presentasi yang bisa dipakai gratis tanpa registrasi maupun aktivasi.

“Banyak pelajar dan pekerja muda butuh tablet yang benar-benar bisa dipakai untuk belajar dan kerja, bukan cuma untuk menonton. VistaTab 12 kami siapkan lengkap sejak hari pertama: keyboard dan pen sudah di dalam kotak, aplikasi office langsung jalan tanpa biaya tambahan,” ujar Geza Febriandi, Marketing Manager itel Indonesia.

Paket lengkap ini membuat itel VistaTab 12 siap dipakai kerja sejak pertama dinyalakan. Tugas sekolah, laporan kuliah, sampai bahan presentasi kantor bisa langsung dikerjakan tanpa pendaftaran akun, kode aktivasi, atau biaya langganan. Keyboard case dan pen masuk paket penjualan secara permanen, bukan promo terbatas, dan mengubah tablet ini menjadi perangkat untuk mengetik panjang sekaligus mencatat langsung di layar.

Bodi VistaTab 12 hanya setebal 7mm dengan bobot 420 gram, tersedia dalam warna Space Grey dan Titanium Gold. Layar IPS 10,1 inci beresolusi 1280 x 800 piksel menawarkan kecerahan 400 nits, rasio layar ke bodi 86%, dan 16,7 juta warna untuk membaca materi, mengolah dokumen, maupun menonton.

Di dalamnya, MediaTek Helio G85 bekerja bersama RAM 4GB dan memori internal 128GB di atas Android 16. Baterai 7.000mAh cukup untuk kelas online, rapat virtual, dan streaming seharian, sementara dukungan 4G menjaga pengguna tetap online di luar jangkauan WiFi tanpa hotspot ponsel.

Untuk pelajar, fitur AI Smart Learning membantu memahami soal lewat penjelasan langkah demi langkah dan memeriksa jawaban latihan langsung dari kamera. Kamera belakang 8MP dan depan 5MP juga bisa diandalkan untuk memindai dokumen, memotret catatan di papan tulis, dan video call.

“Kami ingin produktivitas tidak lagi mahal. Di harga Rp2 jutaan, itel VistaTab 12 sudah siap menemani dari ruang kelas sampai ruang meeting,” tambah Geza Febriandi.

Harga dan Ketersediaan itel VistaTab 12

itel VistaTab 12 varian 4GB + 128GB dijual seharga Rp2.499.000 dengan pilihan warna Space Grey dan Titanium Gold. Setiap pembelian sudah termasuk keyboard case dan pen. Tablet ini bisa di dapatkan melalui akun official store itel Indonesia di Shopee atau TikTok Shop by Tokopedia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pasar Kian Dinamis, Pembiayaan Kendaraan Listrik BRI Finance Tumbuh 13,8 Kali Lipat

Jakarta, 28 Oktober 2026 – Perubahan pilihan kendaraan masyarakat mulai terlihat dari perkembangan pembiayaan di industri multifinance. Kendaraan listrik yang beberapa tahun terakhir menjadi alternatif mobilitas kini menunjukkan pertumbuhan yang semakin menonjol. Di tengah dinamika tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatat penyaluran pembiayaan baru kendaraan listrik (electric vehicle/EV) hingga Agustus 2026 tumbuh sekitar 13,8 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan ini mencerminkan peluang yang semakin terbuka di segmen kendaraan listrik, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat, pilihan model yang kian beragam, serta perkembangan ekosistem pendukungnya.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik menunjukkan adanya perkembangan minat masyarakat terhadap alternatif mobilitas yang semakin beragam. Kami melihat dinamika ini sebagai peluang untuk memahami kebutuhan konsumen sekaligus mengembangkan pembiayaan yang relevan dengan perkembangan pasar.”

Perubahan tersebut tidak hanya terlihat pada kendaraan listrik baru, tetapi juga pada pasar kendaraan bekas. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pembiayaan mobil bekas konvensional pada Juli 2026 turun 4,52% secara tahunan menjadi Rp86,25 triliun. Sebaliknya, pembiayaan mobil listrik dan hybrid bekas tumbuh 103,06% secara tahunan menjadi Rp1,52 triliun.

Perbedaan arah pertumbuhan ini memperlihatkan dinamika yang menarik di pasar pembiayaan kendaraan. Di tengah penurunan pembiayaan mobil bekas konvensional, segmen mobil listrik dan hybrid bekas justru mencatat peningkatan signifikan. Perkembangan ini turut memperluas alternatif bagi konsumen yang mempertimbangkan kendaraan listrik, termasuk melalui pasar kendaraan bekas.

“Pasar kendaraan memiliki karakteristik yang terus berkembang, baik dari sisi pilihan produk maupun pertimbangan konsumen. Karena itu, kami terus mencermati perkembangan di setiap segmen, termasuk kendaraan listrik dan hybrid, agar strategi pembiayaan dapat selaras dengan kebutuhan serta peluang yang ada,” kata Dhani.

Selain kendaraan listrik, BRI Finance juga mencatat peningkatan penyaluran pembiayaan mobil baru. Hingga Agustus 2026, pembiayaan baru (disbursement) pada segmen new car tumbuh sekitar 9,4 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini didukung oleh permintaan pasar serta penguatan sinergi BRI Finance dengan ekosistem BRI.

Perkembangan pada segmen kendaraan listrik dan mobil baru tersebut menjadi bagian dari dinamika bisnis yang terus dicermati BRI Finance. Perusahaan akan terus menyesuaikan strategi pembiayaan dengan perubahan kebutuhan konsumen dan peluang di berbagai segmen kendaraan.

“Kami berupaya menjaga pertumbuhan bisnis dengan tetap memperhatikan perkembangan pasar dan kebutuhan konsumen. Penguatan sinergi dengan ekosistem BRI serta pencermatan terhadap peluang di berbagai segmen, termasuk kendaraan listrik, menjadi bagian dari upaya kami untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Gandeng DLH DKI Jakarta dalam Program TJSL Lingkungan di Srengseng Sawah

JAKARTA – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta untuk mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat di RW 06, Srengseng Sawah, Jakarta. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI Finance mendukung upaya membangun kebiasaan memilah dan mengolah sampah yang dimulai dari lingkungan rumah tangga. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dukungan tersebut mencakup edukasi pemilahan sampah kepada warga di empat RT, yakni RT 02, RT 03, RT 06, dan RT 11, serta pelatihan pengelolaan sampah bagi anak-anak dan anggota karang taruna RW 06 dengan target 50 peserta. Untuk menunjang kegiatan tersebut, BRI Finance berpartisipasi sebagai Mitra Utama dengan memberikan dukungan sarana dan prasarana. Bantuan yang disediakan meliputi 7 unit tong komposter berkapasitas 200 liter, 11 unit tong biru berkapasitas 60 liter, 5 unit tempat sampah dust bin berkapasitas 120 liter, 1 unit mesin ayak kompos rotary dengan kapasitas 100-150 kg/jam, serta 1 paket kegiatan pelatihan untuk anak dan remaja. Direktur Utama BRI Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo menjelaskan bahwa perubahan dalam pengelolaan sampah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat. “Bagi kami di BRI Finance, CSR adalah tanggung jawab moral dan investasi masa depan. Kami memahami tantangan di lapangan, termasuk kebutuhan petugas akan alat kerja yang lebih baik agar proses pengangkutan sampah bisa lebih cepat dan aman. Oleh karena itu, bantuan ini kami hadirkan sebagai solusi konkret untuk mendukung langsung kebutuhan di lapangan,” ujar Satyo dalam seremoni di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Kolaborasi dengan DLH DKI Jakarta diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik dan anorganik. Dengan pemilahan sejak dari sumbernya, sampah yang masih dapat diolah diharapkan tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir. “Kami berharap sarana ini dapat mempermudah dan mempercepat kerja petugas, sekaligus mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah,” lanjutnya. BRI Finance juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara bertahap hingga September 2027 untuk melihat perkembangan pelaksanaan program dan partisipasI masyarakat. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan kegiatan ke wilayah RT lainnya. Melalui program TJSL ini, BRI Finance berharap upaya menjaga lingkungan dapat menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan warga diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat, BRI Finance juga terus mencatatkan pertumbuhan kinerja. Per September 2026, penyaluran pembiayaan BRI Finance tumbuh 99,2% secara tahunan (year-on-year/YoY). Capaian ini menjadi bagian dari perkembangan bisnis perusahaan yang berjalan beriringan dengan pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Hadir di BRI Expo DJPB 2026, BRI Finance Berikan Pengalaman Test Drive Kepada Konsumen Sebelum Menentukan Pilihan

Jakarta, 28 Oktober 2026 – Kemudahan memperoleh kendaraan tidak hanya ditentukan oleh pilihan unit, tetapi juga akses terhadap pembiayaan dan proses pengajuan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Mendukung kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) hadir dalam BRI Expo DJPB 2026 yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di area parkir samping pintu keluar Jalan Wahidin II, Kompleks Kementerian Keuangan, Lapangan Banteng Timur, Jakarta.

Dalam kegiatan ini, BRI Finance menawarkan layanan test drive di mana calon konsumen dapat mengenal dan merasakan langsung kendaraan sebelum menentukan pilihan. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa partisipasi perusahaan dalam BRI Expo DJPB 2026 merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan pembiayaan kendaraan sekaligus memperkuat sinergi dalam ekosistem BRI Group.

“Bagi kami, kemudahan pembiayaan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan produk, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat mengakses informasi, memahami pilihan yang tersedia, dan menjalani proses pengajuan secara lebih praktis. Melalui BRI Expo DJPB 2026, kami ingin menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan kebutuhan calon konsumen, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses pembiayaan,” ujar Dhani.

Kehadiran BRI Finance dalam pameran ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai solusi pembiayaan kendaraan dan berkonsultasi langsung dengan tim perusahaan. Dengan informasi yang lebih jelas mengenai pilihan dan mekanisme pembiayaan, calon konsumen diharapkan dapat mempertimbangkan keputusan pembelian kendaraan secara lebih terencana, sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.

Dhani menambahkan bahwa pengembangan layanan yang berorientasi pada kebutuhan konsumen menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing perusahaan di industri pembiayaan. Oleh karenanya, BRI Finance terus mendorong sinergi dengan ekosistem BRI Group untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih mudah dan relevan bagi masyarakat.

“Partisipasi dalam kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara bagi BRI Finance untuk membangun interaksi langsung dengan masyarakat. Kami berharap kehadiran perusahaan dapat membantu calon konsumen memperoleh informasi pembiayaan yang lebih jelas, sehingga keputusan yang diambil tidak hanya mempertimbangkan kemudahan proses, tetapi juga kesesuaian dengan kebutuhan dan kemampuan finansial,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRI Finance Ingatkan Konsumen Pentingnya Pembayaran DP dan Angsuran melalui Kanal Resmi

Jakarta, 27 Oktober 2026 – Kendaraan menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari, mulai dari menunjang mobilitas untuk bekerja hingga memenuhi kebutuhan keluarga. Bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan tanpa harus membayar seluruh harganya sekaligus, fasilitas pembiayaan dapat menjadi salah satu pilihan, dengan pembayaran uang muka (down payment/DP) dan angsuran sesuai perjanjian.

Namun, di balik kemudahan tersebut, konsumen juga perlu memahami prosedur pembayaran agar setiap transaksi berjalan aman dan tercatat dengan benar. Hal ini mencakup pemilihan kanal pembayaran, penyimpanan bukti transaksi, hingga pemeriksaan catatan pembayaran selama masa pembiayaan berlangsung.

Corporate Secretary PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance), Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa pemahaman terhadap prosedur pembayaran perlu menjadi perhatian konsumen sejak awal mengambil fasilitas pembiayaan.

“Ketika memanfaatkan fasilitas pembiayaan, konsumen perlu memahami bahwa kewajiban pembayaran harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami menghimbau konsumen untuk membayar DP dan angsuran melalui kanal resmi BRI Finance serta tidak mentransfer dana ke rekening pribadi tenaga penjual atau petugas. Pastikan setiap transaksi memiliki bukti pembayaran yang sah,” ujar Dhani.

Konsumen perlu memastikan bahwa informasi mengenai kanal pembayaran berasal dari sumber resmi BRI Finance sebelum melakukan transaksi. Hal ini penting untuk menghindari pembayaran kepada pihak yang tidak berwenang. Konsumen juga perlu berhati-hati apabila diminta membayar angsuran kepada pihak yang tidak dapat memberikan bukti pembayaran resmi, sekalipun pihak tersebut mengaku sebagai petugas perusahaan pembiayaan.

Setelah pembayaran dilakukan, bukti transaksi sebaiknya disimpan bersama dokumen perjanjian pembiayaan. Konsumen juga perlu memeriksa catatan pembayaran secara berkala untuk memastikan kesesuaiannya dengan transaksi yang telah dilakukan. Dengan begitu, apabila terdapat perbedaan pencatatan, persoalan tersebut dapat diketahui lebih awal.

“Jika menemukan perbedaan antara bukti transaksi dan catatan pembayaran, konsumen dapat segera mendatangi kantor BRI Finance dengan membawa bukti pembayaran untuk mendapatkan pemeriksaan dan klarifikasi. Kami juga mengingatkan konsumen agar tidak menunda tindak lanjut ketika menemukan ketidaksesuaian, sehingga persoalan tersebut dapat ditelusuri sesuai prosedur yang berlaku,” tutup Dhani.

Melalui imbauan ini, BRI Finance mengajak konsumen untuk lebih cermat dalam menjalankan kewajiban pembiayaan, mulai dari memastikan kanal pembayaran hingga menyimpan dan memeriksa bukti transaksi. Langkah sederhana tersebut penting untuk menjaga keamanan pembayaran sekaligus membantu proses penelusuran apabila muncul kendala selama masa pembiayaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Optimistis terhadap Prospek Industri Multifinance, BRI Finance Perkuat Strategi Pertumbuhan Selektif

Jakarta, 26 Oktober 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memandang prospek industri pembiayaan masih menawarkan peluang pertumbuhan di tengah dinamika perekonomian global dan domestik. Perusahaan menilai target pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance sebesar 2%–4% pada akhir 2026 yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencerminkan kondisi pasar yang perlu direspons melalui strategi bisnis yang adaptif dan terukur.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan perusahaan tetap melihat potensi pertumbuhan seiring kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil dan kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan yang masih terbuka. Untuk menangkap peluang tersebut, BRI Finance mengarahkan strategi bisnis pada penguatan sinergi dengan BRI Group, pengembangan segmen pembiayaan potensial, serta perluasan kemitraan strategis.

“Penyesuaian proyeksi pertumbuhan industri menjadi momentum bagi perusahaan pembiayaan untuk semakin cermat dalam membaca peluang pasar dan menentukan arah pengembangan bisnis. BRI Finance akan terus mengoptimalkan sinergi dengan BRI Group, memperkuat kerja sama dengan mitra strategis, serta meningkatkan efektivitas pemasaran untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan,” ujar Dhani.

Sejalan dengan hal tersebut, upaya mendorong ekspansi bisnis perlu diimbangi dengan pengelolaan risiko yang disiplin. BRI Finance terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan, dengan mempertimbangkan profil risiko dan potensi setiap segmen. Pendekatan tersebut ditujukan untuk menjaga kualitas aset sekaligus mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

BRI Finance mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 110,09% secara tahunan (year-on-year/YoY). Capaian ini menjadi salah satu indikator perkembangan bisnis perusahaan di tengah kondisi industri yang dinamis. Ke depan, perusahaan akan terus mengoptimalkan peluang pasar secara selektif dengan tetap memperhatikan kualitas portofolio dan ketahanan bisnis.

Penyesuaian target pertumbuhan industri multifinance oleh OJK dari proyeksi awal sebesar 6%–8% menjadi 2%–4% pada 2026 turut mencerminkan tantangan yang dihadapi sektor pembiayaan. Dinamika ekonomi global dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi domestik, termasuk daya beli masyarakat, penjualan kendaraan bermotor, serta kebutuhan pembiayaan untuk investasi.

“BRI Finance berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan melalui strategi yang terukur dan berorientasi pada kualitas. Dengan memperkuat sinergi bisnis, mengoptimalkan peluang secara selektif, serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan, kami berupaya menjaga kinerja perusahaan agar tetap berkelanjutan di tengah perubahan kondisi pasar,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Di Tengah Pesatnya Tokenisasi Aset, Bittime Buka Akses Tokenisasi Saham AS bagi Investor Indonesia

Bittime menyoroti perkembangan tokenisasi aset global yang membuka peluang baru bagi investor Indonesia untuk memperoleh eksposur terhadap pasar saham AS melalui Tokenized US Stocks Bittime. Di tengah meningkatnya adopsi tokenisasi oleh institusi keuangan global, pemahaman terhadap karakteristik produk, risiko investasi, dan perlindungan konsumen tetap menjadi aspek penting.

Tokenisasi saham menjadi salah satu perkembangan dalam industri aset digital yang membuka pendekatan baru terhadap akses investasi di pasar keuangan global. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai tren ini berpotensi memperluas pilihan eksposur digital bagi investor Indonesia.

Perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian institusi keuangan global terhadap aset digital. Dalam 2026 Digital Assets Study yang dirilis State Street pada 6 Oktober 2026, sebanyak 51% dari 300 responden yang terdiri atas pengelola aset, pemilik aset, dan pengelola kekayaan memperkirakan aset digital akan menjadi arus utama dalam lima tahun ke depan, meningkat dari 42% pada 2025 dan 11% pada 2024.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan bahwa perkembangan tersebut menunjukkan pentingnya membangun ekosistem aset digital yang tidak hanya mengandalkan inovasi teknologi, tetapi juga tata kelola yang kuat.

“Tokenisasi membuka peluang untuk mengembangkan cara baru dalam menerbitkan, mendistribusikan, dan mengakses aset keuangan. Namun, adopsinya perlu didukung oleh infrastruktur yang andal, kejelasan regulasi, dan perlindungan konsumen agar inovasi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Ryan.

Tokenisasi Aset Mulai Berkembang di Indonesia

Secara umum, tokenisasi merupakan proses merepresentasikan aset atau hak tertentu dalam bentuk token digital menggunakan teknologi blockchain. Dalam sektor keuangan, penerapannya dapat mencakup emas, surat berharga, kepentingan dalam dana investasi, hingga aset lain yang memiliki struktur dan ketentuan berbeda.

Potensi tokenisasi antara lain mencakup efisiensi proses transaksi, pengembangan infrastruktur penyelesaian transaksi, dan perluasan distribusi produk keuangan. Meski demikian, manfaat tersebut bergantung pada struktur produk dan kesiapan ekosistem pendukungnya. Tokenisasi juga tidak otomatis membuat suatu aset lebih likuid atau menghilangkan risiko investasi.

Di Indonesia, perkembangan inovasi terkait tokenisasi mulai terlihat melalui regulatory sandbox OJK. Dalam laporan perkembangan sektor jasa keuangan September 2026, OJK menyebut tujuh peserta telah menyelesaikan pengujian dan dinyatakan lulus, dengan model bisnis yang mencakup tokenisasi emas, surat berharga melalui skema Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), serta manfaat kepemilikan properti, di samping model bisnis inovasi keuangan digital lainnya.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa tokenisasi mulai dieksplorasi melalui beragam model bisnis di Indonesia. Namun, kelulusan regulatory sandbox tidak dengan sendirinya berarti seluruh produk telah memperoleh izin operasional atau dapat dipasarkan tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Bagi industri keuangan Indonesia, perkembangan tokenisasi perlu dilihat bersama dengan kesiapan regulasi, tata kelola, dan perlindungan konsumen. Investor juga perlu memahami apa yang sebenarnya mereka miliki melalui suatu token, bagaimana nilainya terbentuk, serta hak dan risiko yang melekat pada produk tersebut,” kata Ryan.

Tokenisasi Mulai Merambah Saham AS

Salah satu penerapan tokenisasi yang relevan bagi investor adalah saham perusahaan Amerika Serikat. Melalui Tokenized US Stocks, pengguna dapat memperoleh eksposur digital terhadap pergerakan harga saham tertentu melalui instrumen berbasis token yang tersedia di platform digital.

Meski sama-sama menggunakan teknologi blockchain, tidak semua token saham memiliki struktur yang sama. Dalam penjelasan mengenai tokenized securities, Investor.gov, situs edukasi investor milik regulator pasar modal AS, menjelaskan bahwa hak pemegang token bergantung pada model yang digunakan. 

Sebagian token dapat merepresentasikan kepemilikan atau kepentingan atas sekuritas, sedangkan model lainnya memberikan eksposur terhadap harga aset acuan tanpa hak yang sama dengan pemegang saham secara langsung.

Perbedaan tersebut membuat investor perlu memperhatikan struktur hukum, pihak penerbit, mekanisme penyimpanan aset, serta hak yang diperoleh sebelum memilih instrumen. Dengan demikian, akses digital terhadap saham AS perlu dipahami berdasarkan karakteristik produk yang ditawarkan, bukan semata-mata karena nama atau aset acuan yang digunakan.

Di tengah pesatnya investasi AI, perusahaan teknologi besar semakin aktif menerbitkan utang untuk membiayai ekspansi infrastruktur. Reuters melaporkan bahwa penerbitan obligasi Amazon, Alphabet, Meta, dan Oracle mencapai sekitar US$194 miliar hingga 7 Juli 2026.  Bersamaan dengan kebutuhan pembiayaan pemerintah AS, kondisi ini dapat meningkatkan tekanan pada yield obligasi dan membuat aset berisiko, termasuk Bitcoin, menghadapi tantangan ketika kondisi keuangan semakin ketat. Di tengah dinamika tersebut, Tokenized US Stocks dapat menjadi alternatif untuk memperoleh eksposur terhadap pasar saham AS melalui ekosistem aset digital, meskipun permintaannya tidak otomatis meningkat saat pasar kripto melemah.

Di tengah meningkatnya adopsi tokenisasi di tingkat institusional, investor Indonesia memiliki peluang untuk mengikuti perkembangan pasar saham AS melalui instrumen digital yang semakin beragam. Bittime menyediakan 37 Tokenized US Stocks, termasuk empat aset terbaru, yakni DELLB, SNDKB, MUB, dan SMCIB, yang tersedia sejak 23 Oktober 2026. Kehadiran pilihan ini memperluas akses pengguna terhadap eksposur perusahaan global dari sektor teknologi, semikonduktor, dan infrastruktur komputasi, tanpa harus mengakses setiap instrumen melalui jalur investasi konvensional yang berbeda.

“Bertambahnya pilihan instrumen investasi perlu diikuti pemahaman mengenai karakteristik dan risikonya. Bagi investor, diversifikasi bukan sekadar menambah jumlah aset dalam portofolio, tetapi juga mengevaluasi bagaimana setiap instrumen bekerja dan apakah instrumen tersebut sesuai dengan tujuan investasinya,” tutup Ryan.

Bittime mengimbau pengguna untuk mempelajari informasi resmi setiap produk, termasuk aset acuan, mekanisme transaksi, hak yang diperoleh, dan risiko yang menyertainya sebelum berinvestasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Melangkah ke Rusia dan Membuka Perspektif Dunia, Inilah Kisah Study Abroad William Budihartos

Melihat dunia luar secara langsung seringkali memberikan perspektif yang jauh lebih luas dibandingkan apa yang tertulis di dalam buku teks. Inilah yang dirasakan oleh William Budiharto, mahasiswa program studi Information Systems BINUS University. Melalui enrichment program di BINUS University, William memilih untuk mengambil langkah besar dengan mengikuti program study abroad ke Rusia.

Keinginan William untuk mengikuti program study abroad terbuka lebar berkat fasilitas dan jalur resmi yang disediakan oleh School of Information Systems BINUS University. Ketika dihadapkan pada pilihan destinasi, William memiliki motivasi yang kuat untuk memilih Rusia. Ia ingin mengenal lebih dekat mengenai budaya Rusia, sekaligus mempelajari bagaimana cara masyarakat dan akademisi di sana belajar serta berpikir. Baginya, menyelami perspektif masyarakat dari belahan dunia lain adalah cara terbaik untuk memperkaya cara pandang dalam menghadapi dinamika global.

Sejak lama, William memiliki ketertarikan yang besar pada dunia teknologi, khususnya dalam hal framework development. Reputasi BINUS University sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di bidang teknologi dan sistem informasi menjadi alasan utamanya menempuh pendidikan di sini. Melalui jurusan Information Systems, ia merasa mendapatkan fondasi ilmu yang tepat untuk mewujudkan passion-nya.

Selama di Rusia, William menempuh studi di HSE University, dengan fokus pembelajaran yang mendalami bidang International Relations & Business. Kombinasi antara latar belakang keilmuannya di bidang sistem informasi dan wawasan baru seputar hubungan internasional memberikan perpaduan ilmu yang sangat berharga untuk masa depannya.

Menjalani studi di luar negeri tentu menghadirkan dinamika tersendiri, dan bagi William, tantangan terbesar yang harus ia hadapi adalah beradaptasi dengan cuaca. Suhu di Rusia yang jauh lebih dingin mengharuskannya untuk melakukan penyesuaian gaya hidup sehari-hari. Mulai dari membiasakan diri dengan suhu ekstrem hingga mengenakan pakaian berlapis-lapis setiap kali beraktivitas di luar ruangan menjadi cerita seru tersendiri selama ia di sana.

Masa-masa Study Abroad di Rusia menyisakan banyak kenangan mendalam bagi William. Selain bisa menjalin pertemanan baru dengan mahasiswa dari berbagai belahan dunia, ia juga mendapatkan wawasan segar seputar bisnis, kebijakan internasional (international policy), serta hubungan internasional.

Tidak hanya belajar di dalam kelas, William juga memanfaatkan waktunya untuk menikmati keindahan arsitektur dengan melihat langsung bangunan-bangunan tua bersejarah di Rusia. Saking banyaknya pengalaman berharga yang didapat, ia merasa seolah-olah menjalani satu babak kehidupan yang utuh dalam kurun waktu yang singkat.

“I got to learn new things about business and international policy and relations, make new friends, and see the old historical buildings in Russia, and I felt in that short period of time I lived a lifetime,” kenang William.

Dalam mempersiapkan keberangkatannya, William mengaku sangat terbantu oleh ekosistem dan layanan dukungan di kampusnya. Mulai dari tahap konsultasi, penyediaan informasi, hingga pengarahan terkait dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan, pihak BINUS University selalu mendampingi dan membantu dengan sigap setiap kali ia memiliki pertanyaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lagi Cari Solusi Hemat Biaya WhatsApp Pasca 1 Okt? Begini Solusinya

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Live Chat dapat membantu bisnis menghemat biaya WhatsApp dengan melayani pertanyaan tertentu langsung melalui website. Sejak 1 Oktober 2026, perubahan kebijakan biaya balasan service WhatsApp API membuat bisnis perlu mengevaluasi alur layanan dan penggunaan setiap kanal. Namun, penghematan tidak cukup dilakukan dengan memasang widget. Pelanggan tetap harus mudah mendapatkan bantuan, sementara tim perlu memastikan setiap percakapan ditangani hingga selesai.

Penghematan Dimulai dari Alur Layanan

Penghematan biaya WhatsApp dimulai dari alur layanan yang efisien, bukan sekadar memindahkan pelanggan ke kanal lain. Widget yang sulit ditemukan, formulir terlalu panjang, atau tidak adanya agent yang bertugas dapat membuat pelanggan mencari bantuan melalui WhatsApp dan mengulang pertanyaan.

Bisnis juga perlu membedakan pesan masuk pelanggan dari balasan bisnis karena keduanya tidak selalu memiliki perlakuan biaya yang sama. Selain biaya pesan, perhitungkan biaya platform, penggunaan AI, dan tenaga kerja untuk mendapatkan gambaran biaya layanan yang lebih menyeluruh.

Karena itu, evaluasi perjalanan pelanggan dari awal hingga akhir. Periksa kemudahan membuka chat, proses pengumpulan informasi, kecepatan memperoleh jawaban, dan tindak lanjut setelah percakapan. Tujuannya adalah menyelesaikan kebutuhan pelanggan dengan lebih efisien, bukan membatasi akses mereka untuk bertanya.

Rapikan Live Chat dari Akses hingga Penyelesaian

Lima langkah berikut membantu bisnis memperbaiki alur Live Chat agar pelanggan lebih mudah mendapatkan bantuan dan tim dapat menangani percakapan secara efektif.

Buat widget mudah diakses. Tempatkan tombol Live Chat pada halaman yang relevan agar pengunjung mudah menemukannya. Cantumkan jam layanan supaya pelanggan mengetahui kapan agent tersedia.

Minta data awal secukupnya. Gunakan formulir awal untuk mengumpulkan informasi yang benar-benar dibutuhkan. Hindari pertanyaan berlebihan yang memperlambat pelanggan mendapatkan bantuan.

Tetapkan penanggung jawab chat. Setiap percakapan perlu memiliki agent yang bertanggung jawab agar pertanyaan tidak terlewat. Melalui fitur Live Chat, bisnis dapat mengelola chat website dalam inbox tim dan mendistribusikannya kepada agent. Riwayat percakapan juga membantu agent memahami konteks saat menangani pertanyaan lanjutan.

Siapkan jawaban berbasis pengetahuan. Pertanyaan berulang dapat ditangani dengan bantuan otomatisasi selama jawabannya sesuai dengan informasi yang tersedia. AI Agent dapat memanfaatkan knowledge base untuk menjawab pertanyaan tertentu. Untuk kasus yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, siapkan mekanisme eskalasi kepada agent.

Teruskan kasus beserta konteks. Jika percakapan membutuhkan bantuan manusia atau perpindahan agent, sertakan masalah pelanggan, informasi yang sudah dikumpulkan, dan langkah yang telah dilakukan. Dengan begitu, pelanggan tidak perlu mengulang penjelasan dari awal.

Buktikan Efisiensi lewat Kasus yang Selesai

Barantum menyediakan solusi CRM dan komunikasi pelanggan untuk membantu bisnis mengelola interaksi serta mengevaluasi proses layanan. Melalui Barantum CRM, tim dapat mengakses data dan riwayat interaksi pelanggan sebagai bahan evaluasi penanganan kasus.

Untuk mengukur biaya pesan WhatsApp, hitung jumlah pesan berbayar setelah memperhitungkan kuota gratis dan ketentuan penagihan yang berlaku. Kalikan jumlah tersebut dengan tarif per pesan untuk mendapatkan estimasi biaya pesan. Setelah itu, tambahkan biaya platform, AI jika digunakan, dan tenaga kerja agar perbandingan mencerminkan total biaya layanan.

Penghematan juga perlu dilihat dari hasil penanganan. Bandingkan jumlah kasus yang selesai, frekuensi pelanggan menghubungi bisnis kembali, dan penggunaan pesan WhatsApp pada jenis kasus yang sebanding. Tingkat penyelesaian dapat dihitung dengan membagi jumlah kasus selesai dengan jumlah kasus yang mulai ditangani, lalu mengalikannya dengan 100%.

Jika data belum tersedia dalam laporan, mulailah dengan pencatatan manual. Evaluasi hasilnya secara berkala untuk mengetahui apakah Live Chat benar-benar mengurangi kebutuhan balasan WhatsApp tanpa menurunkan kualitas layanan. Dengan demikian, keputusan didasarkan pada biaya aktual dan penyelesaian masalah pelanggan, bukan sekadar jumlah chat yang dialihkan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES