Bitcoin Terkoreksi Usai Keputusan The Fed, Bittime Soroti Peluang dan Risiko di Tengah Volatilitas

Bittime menyoroti pergerakan Bitcoin dan Ethereum setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Melalui Bittime Futures, pengguna memiliki pilihan posisi long dan short untuk menyesuaikan strategi perdagangan dengan kondisi pasar, dengan tetap mengutamakan manajemen risiko dan memahami risiko penggunaan leverage.

Harga Bitcoin bergerak di kisaran US$80.000 setelah bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28 Oktober 2026. Di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter dan tekanan inflasi yang masih tinggi, Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai pelaku pasar perlu mencermati perkembangan makroekonomi sekaligus menerapkan manajemen risiko dalam menghadapi volatilitas aset digital.

Dalam pertemuan FOMC pada 27–28 Oktober 2026, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75%–4%. Keputusan tersebut disetujui dengan hasil pemungutan suara 10–2. Sedangkan, dua pejabat The Fed, Lisa D. Cook dan Beth M. Hammack, memiliki perbedaan pendapat dan memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Dalam pernyataan resminya, The Fed menilai aktivitas ekonomi Amerika Serikat masih tumbuh kuat, sementara inflasi tetap berada pada tingkat yang tinggi. Bank sentral juga menekankan perlunya mengumpulkan lebih banyak data untuk menentukan arah kebijakan yang sesuai guna mengembalikan inflasi ke target 2%.

Keputusan mempertahankan suku bunga tidak serta-merta menghilangkan ketidakpastian di pasar keuangan. Pelaku pasar masih harus mempertimbangkan kemungkinan suku bunga bertahan tinggi lebih lama, terutama apabila tekanan inflasi belum mereda.

Berdasarkan laporan Reuters respons pasar keuangan secara umum relatif terbatas setelah keputusan tersebut. Sementara itu, kenaikan harga Bitcoin turut dibatasi oleh kenaikan harga minyak yang menekan sentimen pasar.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan bahwa keputusan suku bunga perlu dibaca bersama dengan pesan yang disampaikan bank sentral mengenai prospek inflasi dan kondisi ekonomi.

“Keputusan mempertahankan suku bunga bukan berarti ketidakpastian pasar langsung berakhir. Investor masih perlu mencermati bagaimana inflasi berkembang dan bagaimana The Fed merespons data ekonomi berikutnya. Perubahan ekspektasi terhadap suku bunga dapat memengaruhi selera risiko investor, termasuk terhadap aset kripto,” ujar Ryan.

Bitcoin dan Ethereum Jadi Fokus di Tengah Volatilitas

Berdasarkan data CoinMarketCap, pada 29 Oktober 2026 siang harga Bitcoin berada di sekitar US$80.000. Bitcoin melemah 1,71 persen dalam 24 jam terakhir dan 2,38 persen dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, Bitcoin sempat melemah di kisaran US$79.800

Sementara itu, Ethereum menunjukkan harga di kisaran US$2.300. ETH melemah 2,51 persen dalam sehari terakhir dan 5,91 persen sepekan terakhir. Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua, Ethereum turut menjadi perhatian investor ketika pasar mengevaluasi kembali prospek aset berisiko setelah keputusan bank sentral.

“Dalam situasi seperti ini, investor sebaiknya tidak hanya terpaku pada satu pengumuman atau pergerakan harga harian. Memahami konteks pasar, menentukan batas risiko, dan menyesuaikan strategi dengan kondisi masing-masing menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan secara lebih terukur,” kata Ryan.

Selain Bitcoin dan Ethereum, pergerakan altcoin juga mengalami penurunan, contohnya, Hyperliquid (HYPE). Berdasarkan data Coinmarketcap menunjukkan harga HYPE berada di sekitar US$78,45. HYPE melemah 3,92 dalam 24 jam terakhir dan 1,41 persen dalam sepekan terakhir, 

Karena itu, investor perlu menghindari asumsi bahwa seluruh aset kripto akan bergerak dengan arah dan tingkat volatilitas yang seragam. Evaluasi terhadap karakteristik dan risiko masing-masing aset tetap diperlukan sebelum mengambil keputusan investasi atau perdagangan.

Peluang Futures di Tengah Perubahan Kondisi Pasar

Dalam menghadapi perubahan kondisi pasar, Bittime menyediakan Bittime Futures sebagai bagian dari ekosistem perdagangan aset digital. Bittime Futures memungkinkan pengguna mengambil posisi long atau short berdasarkan analisis pasar mereka. 

Dengan mengusung positioning sebagai Indonesia’s Gateway to Global Assets, Bittime menyediakan ekosistem aset digital terintegrasi yang mencakup Spot, Staking, dan Futures, sehingga pengguna memiliki lebih banyak pilihan untuk merespons perubahan kondisi pasar.

Bittime Futures menawarkan leverage hingga 25 kali serta pilihan Cross Margin dan Isolated Margin. Fitur tersebut memungkinkan trader menyesuaikan pendekatan perdagangan berdasarkan strategi dan toleransi risiko masing-masing. Namun, penggunaan leverage juga meningkatkan risiko karena perubahan harga yang relatif kecil dapat berdampak lebih besar terhadap modal yang digunakan.

Pada perdagangan dengan leverage, pergerakan harga yang berlawanan dengan posisi dapat menyebabkan kerugian signifikan dan likuidasi posisi apabila persyaratan margin tidak lagi terpenuhi. Dalam kondisi pasar yang bergerak cepat, risiko tersebut dapat meningkat, sehingga penggunaan leverage memerlukan pemahaman yang memadai mengenai mekanisme perdagangan dan pengelolaan risiko.

Ryan menambahkan bahwa ketersediaan pilihan perdagangan perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap konsekuensi setiap keputusan.

“Fitur perdagangan seperti posisi long dan short serta pilihan margin dapat membantu trader menyesuaikan strategi dengan pandangan mereka terhadap pasar. Namun, leverage bukan jaminan keuntungan. Trader perlu memahami potensi kerugian, menetapkan batas risiko, dan menggunakan fitur yang tersedia secara bijak sesuai kemampuan finansial serta toleransi risiko masing-masing,” tutup Ryan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

CjC Marketing Agency dan Italian Atelier Hadirkan Diskusi Industri serta Merek Vietnam, Tinh Mộc, ke IFFINA+ 2026

JAKARTA, Indonesia — Di balik partisipasi merek gaharu asal Vietnam, Tinh Mộc, dalam ajang IFFINA+ 2026, terdapat kolaborasi yang diinisiasi oleh Jasmine Chau dan Jennifer Nguyen dari CjC Marketing Agency serta Italian Atelier. Kolaborasi ini memadukan diskusi industri yang terkurasi dengan kesempatan untuk memperkenalkan warisan budaya Vietnam kepada audiens internasional.

Diselenggarakan di NICE PIK 2, Jakarta, pada 24 hingga 27 September 2026, IFFINA+ mempertemukan para profesional dan pelaku bisnis dari sektor furnitur, desain, dan industri terkait. Dalam acara tersebut, CjC Marketing Agency dan Italian Atelier hadir sebagai mitra konten untuk sesi diskusi panel bertajuk “The Branded Residence Blueprint” yang berlangsung pada 24 September.

Jasmine Chau, pendiri CjC Marketing Agency sekaligus Chief Marketing Officer di Italian Atelier, bergerak di bidang pemasaran, pengalaman merek (brand experience), kemitraan strategis, dan jejaring bisnis yang terkurasi. Bersama Jennifer Nguyen, ia turut mengembangkan dan mengoordinasikan inisiatif ini, menghubungkan para pemangku kepentingan industri serta membuka peluang bagi sebuah merek asal Vietnam untuk berbagi kisahnya di luar pasar domestik.

CjC Marketing Agency berfokus pada pemasaran, penyelenggaraan acara industri yang terkurasi, jejaring bisnis, dan kemitraan strategis. Sementara itu, Italian Atelier memadukan minat dalam bidang kemewahan, desain, gaya hidup, dan pengalaman merek. Pendekatan keduanya yang saling melengkapi berpusat pada penciptaan hubungan yang relevan antara merek, profesional, dan audiens melalui kolaborasi yang dirancang dengan cermat.

Sesi diskusi panel ini dipandu oleh Satria Wei, Managing Director Hotelivate Indonesia, selaku moderator, dengan menghadirkan empat profesional dari sektor perhotelan dan real estat: Iva Anggraeni, Deputy Director of Product & Technical Services di The Ascott Limited; Regawa Paramasiddi, Senior Associate Director di Cushman & Wakefield; Christin Castillo, Principal di HBA Indonesia; serta Pamudji Soebagio Slamet, Director of Development di Wyndham Hotels & Resorts.

Selain membahas kolaborasi dalam pengembangan hunian bermerek (branded residence), inisiatif ini juga menjadi wadah bagi merek asal Vietnam untuk memperkenalkan narasi yang unik—sebuah kisah yang berakar pada warisan budaya negara tersebut.

Tinh Mộc berpartisipasi sebagai sponsor cendera mata dalam sesi panel 

Dengan menghadirkan produk-produknya bagi para tamu sebagai bentuk sambutan hangat dari Vietnam. Perannya dikhususkan untuk sesi diskusi panel tersebut, bukan untuk pameran IFFINA+ secara keseluruhan.

Inti dari identitas Tinh Mộc adalah gaharu—sebuah resin berharga yang terbentuk di dalam pohon Aquilaria sebagai respons terhadap kerusakan, dan sangat dihargai karena aromanya yang khas. Kisahnya lekat dengan kegigihan para pencari gaharu yang berani menjelajahi hutan serta lingkungan alam yang menantang demi menemukan material langka ini.

Berangkat dari warisan tersebut, Tinh Mộc berupaya mendekatkan gaharu kepada generasi muda, sembari memadukan unsur budaya dan sejarah Vietnam ke dalam produk serta kemasan yang kontemporer. Melalui cendera mata yang dihadirkan di IFFINA+ 2026, jenama ini memberikan kesempatan bagi para tamu internasional untuk mengenal sebagian dari budaya Vietnam lewat aroma gaharu.

Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan yang lebih luas dalam keterlibatan jenama: menciptakan peluang agar produk tidak hanya dipahami melalui atribut fisiknya saja, tetapi juga melalui kisah, tradisi, dan nilai-nilai budaya yang melatarbelakanginya.

Bagi CjC Marketing Agency dan Italian Atelier, inisiatif ini menunjukkan bagaimana platform industri yang terkurasi dapat menghubungkan komunitas profesional dengan narasi jenama yang unik. Bagi Tinh Mộc, partisipasinya sebagai sponsor cendera mata untuk sesi diskusi tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan warisan gaharu Vietnam kepada audiens internasional di Indonesia.

Dengan memadukan jejaring industri dan penuturan kisah budaya, inisiatif yang digagas oleh Jasmine Chau dan Jennifer Nguyen ini menyoroti bagaimana kolaborasi dapat membantu jenama lokal membawa kisah mereka ke dalam percakapan regional yang lebih luas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

5 Hal yang Bisa Membuat Perjalanan Batal, Sudah Siap Mengantisipasinya?

Liburan sudah direncanakan berbulan-bulan, tiket pesawat sudah dibeli, dan hotel sudah dipesan. Namun, ada saja hal yang bisa mengubah rencana tersebut. Mulai dari masalah dokumen perjalanan hingga kondisi kesehatan, situasi tak terduga dapat membuat perjalanan harus ditunda atau bahkan dibatalkan.

Karena itu, persiapan bepergian tidak cukup hanya dengan menyusun itinerary dan menyiapkan anggaran. Memahami risiko perjalanan serta mengetahui langkah antisipasinya juga penting agar kamu bisa mengambil keputusan dengan lebih tenang.

Lantas, apa saja hal yang dapat membuat perjalanan batal? Berikut lima situasi yang perlu diperhatikan sebelum berangkat.

1. Dokumen Perjalanan Tidak Lengkap

Dokumen perjalanan merupakan salah satu hal penting yang perlu disiapkan, terutama untuk perjalanan internasional. Paspor yang masa berlakunya tidak memenuhi ketentuan, visa yang belum terbit, atau dokumen pendukung yang tidak sesuai dapat menghambat keberangkatan.

Setiap negara memiliki persyaratan masuk yang berbeda. Karena itu, periksa ketentuan resmi negara tujuan dan negara transit sebelum membeli tiket atau menjelang tanggal keberangkatan. Pastikan juga nama pada tiket sesuai dengan dokumen identitas yang digunakan.

Jika membutuhkan visa, ajukan permohonan dengan mempertimbangkan waktu pemrosesan dan kemungkinan adanya dokumen tambahan. Jangan menganggap tiket dan reservasi yang sudah dibayar otomatis menjamin seseorang dapat melakukan perjalanan.

2. Kondisi Kesehatan Tidak Memungkinkan untuk Bepergian

Kondisi kesehatan yang menurun menjelang keberangkatan dapat membuat seseorang perlu menunda perjalanan. Demam, cedera, atau kondisi medis lain mungkin membutuhkan pemeriksaan dan perawatan sebelum perjalanan dilanjutkan.

Untuk mengantisipasinya, perhatikan kondisi tubuh sebelum berangkat dan siapkan obat pribadi sesuai kebutuhan. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan rencana perjalanan dengan tenaga medis, terutama jika perjalanan melibatkan penerbangan panjang atau aktivitas yang cukup melelahkan.

Pertimbangkan juga perlindungan finansial untuk risiko kesehatan selama perjalanan. Sebelum memilih produk perlindungan, pahami manfaat biaya medis, batas pertanggungan, dan pengecualian yang berlaku.

Perlu diingat, perlindungan untuk biaya medis selama perjalanan tidak otomatis berarti semua kondisi kesehatan atau pembatalan akibat sakit akan ditanggung. Ketentuan tersebut bergantung pada polis yang dipilih.

3. Penerbangan Dibatalkan atau Mengalami Gangguan

Gangguan operasional, cuaca buruk, dan kondisi lain dapat menyebabkan penerbangan mengalami keterlambatan atau pembatalan. Situasi ini bisa berdampak pada jadwal perjalanan, terutama jika kamu memiliki penerbangan lanjutan, reservasi hotel, atau agenda yang tidak mudah dijadwalkan ulang.

Sebelum berangkat, pantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai dan pastikan informasi kontak yang terdaftar masih aktif. Jika terjadi perubahan jadwal, segera hubungi maskapai untuk mengetahui pilihan penanganan yang tersedia.

Apabila kamu memiliki beberapa penerbangan terpisah, pertimbangkan jeda waktu yang memadai di antara kedatangan dan keberangkatan berikutnya. Langkah ini dapat mengurangi risiko tertinggal penerbangan lanjutan ketika jadwal sebelumnya berubah.

Periksa pula ketentuan penggantian biaya dari maskapai, penyedia akomodasi, dan penyedia layanan perjalanan lainnya. Hak penumpang serta kemungkinan penggantian biaya bergantung pada penyebab gangguan dan ketentuan yang berlaku.

4. Cuaca Ekstrem atau Bencana di Destinasi

Destinasi yang awalnya terlihat ideal untuk liburan bisa menghadapi perubahan cuaca atau situasi darurat. Hujan ekstrem, banjir, badai, gempa bumi, atau gangguan keamanan dapat membuat perjalanan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan sesuai rencana.

Sebelum berangkat, periksa prakiraan cuaca dan informasi resmi dari otoritas setempat. Untuk perjalanan internasional, kamu juga dapat memantau imbauan perjalanan dari instansi pemerintah terkait.

Jika situasi berubah, prioritaskan keselamatan dan ikuti arahan otoritas setempat. Jangan memaksakan perjalanan hanya karena tiket atau akomodasi sudah dibayar.

Simpan bukti reservasi dan komunikasi dengan penyedia layanan jika terjadi perubahan rencana. Dokumen tersebut dapat membantu ketika kamu perlu mengajukan pengembalian dana atau klaim, sesuai ketentuan masing-masing penyedia dan polis asuransi jika memilikinya.

5. Keadaan Darurat Keluarga atau Masalah Pribadi

Tidak semua pembatalan perjalanan disebabkan oleh masalah di destinasi. Keadaan darurat keluarga, kebutuhan mendesak di rumah, atau situasi pribadi tertentu juga dapat membuat seseorang harus mengubah rencana keberangkatan.

Untuk mengantisipasinya, hindari membuat jadwal yang terlalu padat dan pahami ketentuan perubahan atau pembatalan tiket serta akomodasi sejak awal. Pilihan tiket yang lebih fleksibel mungkin memiliki harga berbeda, tetapi dapat memberikan alternatif ketika jadwal berubah.

Kamu juga bisa mempertimbangkan perlindungan pembatalan perjalanan. Namun, tidak semua alasan pribadi otomatis memenuhi syarat klaim. Periksa penyebab pembatalan yang dijamin, dokumen yang diperlukan, batas manfaat, dan pengecualian dalam polis sebelum membeli.

Siapkan Rencana Cadangan Sebelum Berangkat

Perjalanan yang sudah direncanakan dengan matang tetap bisa menghadapi perubahan. Karena itu, selain menyiapkan dokumen, anggaran, dan jadwal, pertimbangkan juga bagaimana kamu akan menghadapi biaya yang muncul ketika perjalanan terganggu.

Jika ingin mengetahui cara beli asuransi online, mulai dengan membaca ringkasan informasi produk, membandingkan manfaat dan premi, serta memeriksa pengecualian dan prosedur klaim. Untuk pilihan asuransi di aplikasi neobank, kamu dapat mempelajari Chubb Travel Insurance dari PT Chubb General Insurance Indonesia yang tersedia melalui aplikasi neobank. 

Produk ini menawarkan pilihan perlindungan perjalanan domestik dan internasional dengan plan Essential, Supreme, dan Ultimate. Kehadiran Chubb Travel Insurance di neobank memberikan alternatif bagi pengguna yang ingin mengakses produk perlindungan perjalanan melalui kanal digital. Mulai dari menentukan jenis perjalanan, memilih periode dan plan, mengisi data, membaca dokumen produk, hingga membayar premi dilakukan melalui aplikasi.

Asuransi perjalanan sebaiknya dipahami sebagai bagian dari persiapan perjalanan, bukan sekadar produk tambahan. Dengan memahami risiko yang mungkin muncul dan mencocokkannya dengan manfaat serta ketentuan polis, pengguna dapat menentukan perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan perjalanannya.

***

Disclaimer: Chubb Travel Insurance merupakan produk asuransi yang diterbitkan oleh PT Chubb General Insurance Indonesia dan didistribusikan melalui Bank Neo Commerce. Informasi mengenai manfaat, premi, risiko, pengecualian, dan ketentuan produk mengacu pada RIPLAY, Ketentuan Polis, serta dokumen produk yang berlaku. 

Jika ingin membayar tagihan dan isi ulang unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store.  Info lengkap mengenai fitur Asuransi di neobank, kunjungi website s.id/infoneoasuransi dan jika kamu ingin langsung membeli asuransi sesuai kebutuhanmu, klik s.id/neoasuransi

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sanggabiz di GIFTS 2026: Tawarkan Solusi Eksekusi Bisnis kepada Lebih dari 30 Investor Global

Tim manajemen berhadapan langsung dengan lebih dari 30 investor kelas atas di sesi Investor Speed Dating dan Deal Room untuk mempresentasikan ekosistem bisnis mereka yang didukung otomasi dan analitik AI

Sebagai salah satu perusahaan penggerak dalam ekosistem inovasi dan tata kelola operasional bisnis, Sanggabiz kembali mencuri perhatian dengan langkah strategisnya di ajang Global Innovation & Future Technology Summit (GIFTS) 2026. Mengusung tema “CULTIVATION: Culture-Innovation-Business Acceleration”, konferensi berskala besar ini diselenggarakan pada 21 hingga 22 Oktober 2026 di Gelanggang Inovasi & Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Sanggabiz hadir tidak sekadar sebagai partisipan, melainkan sebagai penyedia solusi yang siap menjembatani ketersediaan modal dan realitas eksekusi bisnis di lapangan.

Fokus utama kehadiran Sanggabiz dalam ajang yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB ini adalah untuk terjun langsung ke dalam sesi Investor Speed Dating dan Deal Room. Dalam ruang eksklusif tersebut, tim manajemen Sanggabiz berhadapan secara intensif dengan lebih dari 30 investor tingkat atas. Momentum krusial ini dimanfaatkan secara maksimal untuk mempresentasikan kekuatan ekosistem Sanggabiz, mulai dari integrasi dasbor analitik berbasis Artificial Intelligence (AI), sistem otomasi operasional bisnis, hingga implementasi program akselerator inklusif yang memiliki dampak sosial ekonomi yang nyata. Bagi Sanggabiz, memaparkan model bisnis di hadapan puluhan investor ini bukanlah ajang pencarian dana semata. Ini merupakan unjuk kekuatan bahwa setiap inovasi yang dirancang oleh Sanggabiz selalu ditopang oleh fondasi tata kelola (governance) yang matang, struktur yang terorganisir rapi, dan kapasitas yang terukur untuk segera dieksekusi (scalable & investable).

Sisi paling menonjol dari partisipasi Sanggabiz kali ini adalah tawaran nilai (value proposition) yang mereka bawa untuk para pemodal. Di dunia investasi, banyak pemodal menghadapi risiko tinggi ketika perusahaan atau startup yang mereka danai gagal mengeksekusi strategi akibat manajemen operasional yang berantakan. Di titik inilah Sanggabiz masuk menawarkan solusi. Harapan terbesar Sanggabiz di ajang GIFTS 2026 adalah dapat membantu dan menjalin kemitraan jangka panjang dengan para investor sebagai mitra eksekusi operasional. Melalui pendekatan fundamental “structure before scale”, Sanggabiz menawarkan untuk membantu para investor dalam merapikan struktur bisnis perusahaan portofolio mereka. Dengan menanamkan otomasi dan sistem operasional yang solid.

Selain mencetak peluang kerja sama di ruang permodalan, Sanggabiz juga memanfaatkan berbagai saluran konektivitas lintas sektor melalui agenda Business Matchmaking. Ekosistem GIFTS 2026 yang diwarnai dengan beragam agenda seperti Innovation Expo, Plenary Session, Symposium, Coffee Talk, hingga Workshop memberikan ruang bagi Sanggabiz untuk menunjukkan kepemimpinannya di ranah akselerasi bisnis. Melalui penetrasi strategis di acara ini, Sanggabiz semakin mengukuhkan posisinya bukan sekadar sebagai konsultan, melainkan sebagai mesin eksekusi andalan bagi para investor yang menuntut hasil yang terukur dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Logistik Layani Lebih dari 138 Ribu Pengiriman Hewan Peliharaan hingga Triwulan III 2026, Tumbuh 19%

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), mencatatkan pertumbuhan layanan pengiriman hewan peliharaan dengan jumlah lebih dari 138 ribu ekor hingga Triwulan III 2026. Capaian tersebut meningkat 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan perkembangan pemanfaatan layanan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Secara khusus, sepanjang Triwulan III 2026, KAI Logistik melayani pengiriman sebanyak 47.746 ekor hewan peliharaan, meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 41.404 ekor. Pertumbuhan ini menjadi indikator positif bagi pengembangan layanan perusahaan seiring dengan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

Perkembangan tersebut sejalan dengan perubahan peran hewan peliharaan dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan survei Pet Industry in Indonesia yang dirilis JAKPAT pada 2026, sebanyak 52% dari 1.254 responden menyatakan telah memiliki hewan peliharaan. Survei yang dilakukan pada 9–10 Maret 2026 tersebut juga menunjukkan bahwa 63% responden memelihara hewan untuk membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati, sementara 62% menjadikan hewan peliharaan sebagai teman di rumah.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa hewan peliharaan memiliki nilai emosional dan sosial yang semakin penting dalam kehidupan masyarakat. Kondisi ini turut membentuk kebutuhan terhadap layanan pendukung yang dapat memfasilitasi mobilitas hewan peliharaan, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan hewan selama proses pengiriman.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, menyampaikan, “Pertumbuhan pengiriman hewan peliharaan yang kami catat hingga Triwulan III 2026 menjadi parameter positif bagi pengembangan layanan perusahaan. Kami memahami bahwa hewan peliharaan memiliki ikatan emosional yang kuat dengan pemiliknya dan telah menjadi bagian dari kehidupan keluarga. Oleh karena itu, layanan pengiriman hewan peliharaan tidak hanya berkaitan dengan mobilitas, tetapi juga dengan kepercayaan pelanggan terhadap proses penanganan dan kesejahteraan hewan.”

Sebagai bagian dari upaya penyempurnaan layanan, dalam waktu dekat Perusahaan melengkapi layanan dengan menghadirkan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum menempuh perjalanan.  KAI Logistik akan terus melakukan penyempurnaan pada proses pelayanan guna meningkatkan kenyamanan pelanggan.

“Kami memandang peningkatan volume pengiriman sebagai kesempatan untuk terus berbenah. Fokus kami bukan hanya pada pertumbuhan jumlah pengiriman, tetapi juga pada peningkatan kualitas pengalaman pelanggan. Melalui evaluasi berkelanjutan dan perbaikan layanan, kami berharap masyarakat semakin percaya dan nyaman dalam memanfaatkan layanan pengiriman hewan peliharaan KAI Logistik,” tambah Aniek.

Melalui pengembangan layanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, KAI Logistik berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi logistik yang adaptif dan relevan dengan dinamika kehidupan sehari-hari. Perusahaan berharap layanan pengiriman hewan peliharaan dapat terus berkembang sebagai bagian dari ekosistem layanan logistik yang mendukung konektivitas masyarakat, sekaligus mengedepankan kualitas pelayanan dan kesejahteraan hewan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Logistik Hadirkan Promo Diskon Pengiriman Paket Hingga 50% Sampai Akhir Tahun

Menjelang penghujung tahun 2026, KAI Logistik menghadirkan promo potongan tarif pengiriman paket hingga 50% yang berlangsung pada 25 Oktober hingga 31 Desember 2026. Program ini ditujukan untuk memberikan alternatif pengiriman yang lebih ekonomis bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seiring meningkatnya kebutuhan distribusi barang menjelang akhir tahun.

Manager Marketing & Sales Courier KAI Logistik, Agus Rindanisani, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan logistik yang adaptif terhadap kebutuhan pelanggan. “Melalui promo ini, kami ingin memberikan nilai tambah bagi pelanggan dengan menghadirkan pilihan pengiriman yang lebih hemat, khususnya bagi masyarakat dan pelaku UMKM yang memiliki kebutuhan pengiriman dalam jumlah besar. Kami berharap program ini dapat membantu pelanggan mengoptimalkan biaya logistik sekaligus memperluas jangkauan distribusi produk ke berbagai kota,” ujar Agus.

Promo tersebut berlaku untuk layanan angkutan retail KAI Logistik melalui KALOG Express dengan skema bulk order, yaitu pengiriman dalam jumlah dan berat tertentu. Program ini tersedia melalui dua layanan kereta api, yakni KA Sri Tanjung dengan relasi Lempuyangan–Ketapang pulang-pergi (PP) dan KA Parcel Selatan dengan relasi Bandung–Surabaya Kota PP. Kedua layanan tersebut menghubungkan sejumlah kota strategis di Pulau Jawa, antara lain Bandung, Yogyakarta, Solo, Madiun, Jombang, Mojokerto, Surabaya, Jember, hingga Banyuwangi, sehingga dapat menjadi alternatif pengiriman barang antarkota untuk memenuhi kebutuhan personal maupun usaha.

“Untuk mendapatkan potongan tarif tersebut, pelanggan dapat mendatangi service point KAI Logistik yang melayani rute terkait dengan memenuhi ketentuan minimum berat pengiriman. Adapun minimum berat yang berlaku adalah 50 kilogram untuk layanan KA Sri Tanjung dan 100 kilogram untuk KA Parcel Selatan. Ketentuan ini memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk memilih layanan sesuai dengan volume barang dan kebutuhan distribusinya,” jelas Agus.

Informasi lebih lanjut mengenai program promo, persyaratan pengiriman, dan cakupan layanan dapat diperoleh dengan menghubungi call center KAI Logistik melalui nomor layanan yang tersedia maupun memanfaatkan fitur live chat pada situs resmi KAI Logistik dan aplikasi KAI Logistik TRAX. Adapun informasi tarif pengiriman dan pelacakan kiriman dapat diakses melalui situs resmi kailogistik.id, aplikasi Access by KAI, serta aplikasi KAI Logistik TRAX.

Melalui program ini, KAI Logistik berharap dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku UMKM dalam memenuhi kebutuhan pengiriman barang dengan biaya yang lebih kompetitif. Ke depan, KAI Logistik akan terus mengoptimalkan layanan berbasis transportasi kereta api sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas distribusi barang antarkota dan mendukung kebutuhan logistik masyarakat hingga akhir tahun 2026.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025

KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang jasa logistik, terus memperkuat budaya kerja berintegritas melalui penyelenggaraan Awareness Training Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2025. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (27–28/10), ini diikuti oleh perwakilan pekerja dari berbagai unit bisnis sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap pencegahan penyuapan di lingkungan perusahaan.

Salah satu penekanan dalam pembaruan SNI ISO 37001:2025 dibandingkan versi 2016 adalah secara eksplisit menempatkan budaya anti penyuapan (anti-bribery culture) sebagai persyaratan tersendiri. Jika sebelumnya budaya antisuap tercermin dalam komitmen kepemimpinan, kebijakan, komunikasi, dan pengendalian, di versi terbaru ini lebih menegaskan bahwa budaya tersebut perlu dikembangkan, dipelihara, dan dipromosikan di seluruh tingkatan organisasi.

Sejalan dengan pembaruan tersebut, penguatan SMAP diarahkan pada pembentukan perilaku kerja yang menjunjung tinggi integritas. Setiap insan perusahaan memiliki peran dalam mencegah penyuapan melalui kepatuhan terhadap kebijakan, pemahaman terhadap potensi risiko, pengambilan keputusan secara objektif, serta keberanian untuk menolak dan melaporkan indikasi pelanggaran. Dengan demikian, budaya anti penyuapan diharapkan tumbuh menjadi bagian dari kebiasaan kerja dan tercermin dalam interaksi dengan pelanggan, mitra bisnis, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Manager of Public Relations KAI Logistik, Adjeng Putri Adhatu, menyampaikan bahwa penguatan budaya anti penyuapan memerlukan kesadaran dan keterlibatan seluruh pekerja secara berkelanjutan. “Penerapan budaya anti penyuapan tidak cukup hanya melalui pemahaman terhadap kebijakan dan prosedur, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Melalui penguatan pemahaman SNI ISO 37001:2025, KAI Logistik mendorong seluruh pekerja untuk menjadikan integritas sebagai landasan dalam menjalankan tugas, mengambil keputusan, dan membangun hubungan profesional dengan para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, KAI Logistik mendorong peningkatan pemahaman pekerja terhadap pembaruan standar sekaligus memperkuat konsistensi penerapan prinsip anti penyuapan dalam proses bisnis. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap penerapan SMAP agar kebijakan dan mekanisme pengendalian yang dimiliki perusahaan dapat berjalan selaras dengan perilaku kerja yang berintegritas.

Ke depan, KAI Logistik berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memelihara budaya anti penyuapan di seluruh lingkungan perusahaan. Melalui penerapan nilai integritas yang konsisten, perusahaan berharap dapat memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel, menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, serta mendukung keberlanjutan bisnis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

Jakarta (28/10), PT Jasa Marga (Persero) Tbk memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk mendorong peran generasi muda dalam kepemimpinan dan pengembangan inovasi perusahaan. Sejalan dengan tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, Jasa Marga terus membuka ruang bagi pengembangan talenta muda sekaligus mendorong lahirnya inovasi digital yang dikembangkan oleh insan perusahaan atau Roadster Jasa Marga untuk mendukung transformasi operasional dan peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan.

Komitmen terhadap regenerasi kepemimpinan tercermin dari komposisi sumber daya manusia perusahaan. Hingga September 2026, generasi milenial dan Gen Z mencakup 35% dari total karyawan Jasa Marga. Dari seluruh karyawan, generasi milenial dan Gen Z yang telah menduduki posisi leader atau jabatan strategis di Jasa Marga telah mencapai 24%. Keterlibatan generasi muda dalam kepemimpinan menjadi bagian dari upaya Perseroan menyiapkan talenta yang adaptif, kolaboratif, dan mampu menjawab tantangan bisnis yang terus berkembang.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menuturkan bahwa regenerasi kepemimpinan merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan perusahaan. Menurutnya, generasi muda perlu memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi, menyampaikan gagasan, dan mengambil peran dalam menghadapi berbagai tantangan perusahaan.

“Bagi Jasa Marga, generasi muda bukan hanya penerus, tetapi juga bagian penting dari perjalanan perusahaan hari ini. Kami ingin memastikan bahwa talenta muda mendapatkan ruang untuk bertumbuh, berinovasi, dan menunjukkan kemampuannya. Semangat patriotik dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam pekerjaan, kegigihan dalam menghadapi tantangan, serta empati dalam membangun kolaborasi,” ujar Rivan.

Kompetensi dan kreativitas Roadster Jasa Marga juga tercermin melalui pengembangan berbagai inovasi digital yang mendukung operasional dan pelayanan perusahaan. Inovasi tersebut antara lain Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) sebagai pusat pemantauan dan pengelolaan operasional jalan tol, Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System (TROOPS) sebagai sistem pendukung pengawasan kinerja operasional, serta Aplikasi Travoy yang menyediakan informasi dan layanan bagi pengguna jalan.

Untuk terus mendorong lahirnya gagasan baru, Jasa Marga secara rutin juga menyelenggarakan Jasa Marga Innovation Competition (JMIC) sebagai wadah pengembangan inovasi dari insan perusahaan. Melalui program ini, Roadster didorong untuk menghadirkan ide dan solusi kreatif yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, serta mendukung transformasi bisnis Jasa Marga secara berkelanjutan.

Rivan menegaskan bahwa pengembangan inovasi oleh Roadster merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan operasional maupun pelayanan. Hal ini juga selaras dengan Visi Perseroan, yakni Inovasi menuju peningkatan nilai yang berkelanjutan.

“Kami mendorong Roadster untuk terus mengembangkan gagasan dan memanfaatkan teknologi dalam menjawab kebutuhan operasional maupun pelayanan kepada pengguna jalan. Inovasi tidak berhenti pada ide, tetapi perlu diterjemahkan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata, meningkatkan efektivitas proses kerja, dan mendukung kualitas layanan. Karena itu, Jasa Marga terus membuka ruang bagi para Roadster untuk berkreasi dan berkontribusi dalam perjalanan transformasi Perseroan,” tutup Rivan.

Melalui regenerasi kepemimpinan dan pengembangan inovasi digital, Jasa Marga terus mendorong peran aktif generasi muda dalam menjawab tantangan perusahaan dan kebutuhan pengguna jalan yang terus berkembang. Semangat patriotik, kegigihan, dan empati diharapkan menjadi bagian dari kontribusi Roadster Jasa Marga dalam menghadirkan solusi inovatif serta mendukung konektivitas dan pelayanan jalan tol yang andal bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Inisiatif Sun to Sea dari Global Energy Alliance for People and Planet Perkuat Dukungan bagi Masyarakat Pesisir Indonesia

Indonesia, 28 Oktober 2026—Di tengah penyelenggaraan AsiaXchange 2026, Global Energy Alliance for People and Planet (Global Energy Alliance) mengumumkan perkembangan terbaru inisiatif Sun to Sea di Indonesia, yang kini memperoleh dukungan lebih luas dari mitra pembangunan, pemerintah, lembaga filantropi, dan sektor swasta.

Asian Development Bank (ADB) telah menyetujui bantuan teknis senilai US$1,5 juta melalui Energy Access and Transition Trust Fund untuk mendukung berbagai kegiatan di 20 lokasi percontohan Sun to Sea di wilayah Indonesia bagian timur. Dukungan ini akan membantu menghasilkan bukti dan pembelajaran praktis mengenai sistem energi bersih, pemanfaatan energi untuk kegiatan produktif, ketahanan masyarakat, restorasi ekosistem, model operasional, serta skema pembiayaan. Hasilnya diharapkan dapat menjadi landasan bagi perluasan program di masa mendatang.

“Desa-desa pesisir di Indonesia membutuhkan energi yang tidak sekadar menyediakan penerangan, tetapi juga mendukung penghidupan masyarakat dan memiliki model pembiayaan yang berkelanjutan. Sun to Sea memberikan pendekatan praktis untuk menguji model energi terbarukan, rantai dingin, dan operasional yang sesuai dengan karakteristik setiap desa, sekaligus mengidentifikasi kontribusi yang diperlukan dari masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta agar solusi tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang. Pembelajaran dari proyek percontohan ini dapat menjadi masukan bagi pengembangan masyarakat berbasis komunitas di Indonesia dalam skala yang lebih luas,” ujar Nianshan Zhang, Direktur Jenderal Departemen Asia Tenggara, Asian Development Bank.

Sejalan dengan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan wilayah pesisir, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, bersama Global Energy Alliance telah menyatakan niat untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam kerangka Sun to Sea.

Inisiatif ini juga memperoleh dukungan dari Tsao Family Foundation, anggota Just Energy Transition Community (JETC), sebuah koalisi filantropi yang diinisiasi oleh Philanthropy Asia Alliance. Tsao Family Foundation membawa perspektif sistemik dalam mendukung Sun to Sea, dengan menekankan keterkaitan antara akses energi bersih, kesejahteraan masyarakat, penghidupan berkelanjutan, dan kesehatan ekosistem. Bersama anggota JETC lainnya, Tsao Family Foundation telah berkomitmen memberikan dukungan gabungan sebesar US$1,1 juta untuk tahun pertama pelaksanaan Sun to Sea di Indonesia. Komitmen ini memperkuat basis pendanaan inisiatif tersebut dalam tahap pengembangannya.

Sun to Sea juga mulai menarik keterlibatan sektor swasta. Pelaku usaha lokal dan calon investor dapat berperan penting dalam mengidentifikasi peluang yang layak secara komersial serta mendukung implementasi berkelanjutan. Pelaku usaha yang beroperasi di kawasan pesisir memiliki pemahaman mengenai pasar lokal, rantai nilai perikanan, dan kebutuhan komunitas nelayan. Keterlibatan mereka dapat membantu mengidentifikasi pemanfaatan energi bersih untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi kehilangan hasil pascapanen, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian setempat.

Sun to Sea dirancang untuk memanfaatkan energi bersih terdesentralisasi guna menjawab beragam kebutuhan masyarakat pesisir sekaligus mendukung berbagai sumber penghidupan lokal. Sistem energi berbasis tenaga surya dan baterai dapat memasok energi bagi kegiatan produktif dan layanan esensial, termasuk perikanan, budi daya laut, dan pertanian. Sementara itu, sistem rantai dingin dan pengeringan berbasis tenaga surya dapat memperkuat rantai nilai, mengurangi kehilangan hasil pascapanen, serta membuka peluang peningkatan nilai tambah di tingkat lokal. Pendekatan ini juga menjajaki peluang pengembangan ekowisata dan restorasi ekosistem, disertai upaya memperkuat ketahanan masyarakat.

Woochong Um, Chief Executive Officer Global Energy Alliance for People and Planet, mengatakan, “Sun to Sea berangkat dari keyakinan bahwa transisi energi dapat menjadi faktor penting bagi pembangunan yang lebih luas, mulai dari memperkuat penghidupan masyarakat dan sistem pangan hingga meningkatkan ketahanan komunitas yang rentan terhadap tekanan iklim dan ekonomi. Tantangan yang saling berkaitan ini membutuhkan kolaborasi antara lembaga filantropi, mitra pembangunan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat setempat. Melalui kemitraan yang menyatukan beragam perspektif dan keahlian, kita memiliki peluang untuk menunjukkan bagaimana energi bersih dapat mendukung perekonomian pesisir yang lebih produktif dan tangguh, sekaligus mengembangkan pendekatan yang berpotensi diterapkan dalam skala yang jauh lebih besar.”

Dengan garis pantai yang luas dan populasi masyarakat pesisir yang besar, Indonesia menjadi konteks penting untuk menunjukkan bagaimana energi bersih dapat mendukung perekonomian pesisir yang lebih produktif dan tangguh. Sun to Sea akan mengkaji berbagai solusi yang layak secara teknis, berkelanjutan secara komersial, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, sekaligus menghasilkan pembelajaran praktis yang dapat menjadi acuan bagi penerapan di wilayah lain.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Microsoft Elevate for Educators Bekali Guru dengan Panduan AI yang Aman dan Bertanggung Jawab

Jakarta, 28 Oktober 2026 — Seiring semakin luasnya pemanfaatan AI dalam pendidikan, guru dan sekolah menghadapi pertanyaan baru mengenai bagaimana teknologi ini dapat digunakan secara efektif tanpa mengabaikan kemampuan berpikir kritis, keamanan, dan penggunaan AI yang bertanggung jawab. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Microsoft bersama Biji-biji Initiative memperkenalkan Microsoft Elevate for Educators.

Inisiatif ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidik melalui komunitas pembelajaran, sumber daya praktis, serta panduan untuk mengintegrasikan AI secara etis, aman, dan bertanggung jawab.

Director Microsoft Elevate Capacity Building Solution ASEAN, Supahrat Juramongkol menyampaikan, “AI membuka berbagai peluang baru dalam dunia pendidikan, tetapi kemajuan yang bermakna bukan sekadar menghadirkan lebih banyak teknologi di ruang kelas. Hal yang terpenting adalah memberdayakan guru agar dapat memanfaatkan AI secara bijak dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat kemampuan berpikir kritis, melindungi siswa, dan memastikan pertimbangan manusia tetap menjadi inti dari proses pembelajaran. Melalui Microsoft Elevate for Educators, kami ingin membangun kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan AI serta menciptakan komunitas tempat para pendidik terus belajar, berbagi, dan saling menginspirasi, sehingga mereka dapat mempersiapkan generasi muda untuk berkembang secara bertanggung jawab di dunia yang didukung AI.”

Salah satu fokus utama peluncuran ini adalah pengenalan tiga sumber belajar yang membantu guru membangun literasi AI dan keamanan digital di lingkungan sekolah.

● Pertama, AI Classroom Toolkit: Unlocking Generative AI Safely and Responsibly, yang dirancang bagi pendidik dengan siswa berusia 13–15 tahun. Materinya mencakup teknik menyusun instruksi (prompt), mengenali informasi yang keliru atau dibuat-buat oleh AI, memeriksa fakta, menjaga privasi, dan memahami bias informasi dalam AI.

● Kedua, Sumber Daya Literasi AI dan Media Baru, yang mendorong siswa memahami cara mereka berinteraksi dengan AI melalui verifikasi informasi dan kuis interaktif. Pendekatan ini dirancang agar siswa tidak hanya menerima informasi dari AI secara pasif, tetapi mampu membandingkan informasi, mengevaluasi hasil, dan terlibat aktif dalam proses belajar.

● Ketiga, Behind the Chat: A Human Guide to Safe AI Conversations, yang membantu pendidik memahami aspek penggunaan AI sebagai pendamping (AI companionship). Materi ini membahas isu seperti keterikatan emosional, ketergantungan berlebihan, privasi, kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan, serta pentingnya mengevaluasi informasi AI secara kritis.

Director Public Policy, Digital Safety, Microsoft, Madeline Shepherd menyampaikan, “Literasi digital merupakan salah satu fondasi terpenting dalam penggunaan AI yang bertanggung jawab. Terlepas dari apakah siswa sudah menggunakan AI saat ini, mereka perlu memiliki keterampilan untuk menilai informasi secara kritis, mengenali konten yang direkayasa, memeriksa fakta, dan memahami risiko ketergantungan berlebihan pada AI. Rangkaian sumber belajar AI Classroom Toolkit kami dirancang untuk membantu pendidik membahas hal-hal tersebut secara praktis dan mudah dipahami, di mana pun posisi mereka dalam perjalanan memahami AI. Kami antusias melihat para guru di seluruh Indonesia menerapkan materi ini dalam pembelajaran.”

Peluncuran ini melibatkan sekitar 100 guru, tenaga kependidikan, dan pegiat pendidikan yang diundang secara terbuka, termasuk dari komunitas mitra program. Para peserta mengikuti diskusi dan lokakarya untuk mengeksplorasi penggunaan AI dalam pembelajaran, mulai dari memeriksa akurasi informasi dan memahami risiko privasi hingga membangun pendekatan penggunaan AI yang aman dan bertanggung jawab di ruang kelas.

Group CEO Biji-biji Initiative dan Mereka, Rashvin Pal Singh mengatakan, “Bagi kami, penguatan kompetensi AI dalam dunia pendidikan tidak sekadar memperkenalkan teknologi baru. Melalui Microsoft Elevate for Educators, kami ingin membangun komunitas pendidik yang kuat dan saling terhubung, tempat para pendidik belajar satu sama lain, berbagi praktik baik, serta menjadi penggerak pemanfaatan AI yang bermakna, inklusif, dan bertanggung jawab sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan realitas pembelajaran di kelas.”

Acara peluncuran ini turut menghadirkan diskusi panel yang melibatkan Kementrian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), UNICEF Indonesia, Microsoft, dan para pimpinan sekolah untuk membahas pengalaman guru dan siswa dalam menggunakan AI, kesenjangan keterampilan, serta cara sekolah menyeimbangkan inovasi teknologi dengan keselamatan, kesejahteraan, dan kemampuan berpikir kritis siswa.

Direktorat Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik, (Kemkomdigi), Okky Robiana Sulaeman, menyampaikan, “Pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan perlu diiringi dengan pemahaman mengenai keamanan digital, perlindungan data pribadi, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Guru memiliki peran penting dalam membantu siswa mengenali peluang sekaligus risiko di ruang digital. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan mitra pendidikan menjadi langkah penting untuk membangun lingkungan belajar yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus melindungi kepentingan peserta didik.”

Melalui Microsoft Elevate for Educators, Biji-biji Initiative, Mereka, dan Microsoft berharap penguatan literasi AI dapat terus berkembang menjadi praktik nyata di sekolah. Dengan dukungan komunitas, sumber belajar yang relevan, dan kolaborasi lintas sektor, para pendidik diharapkan semakin siap membimbing generasi muda untuk belajar, berpartisipasi, dan berkembang di era AI dengan tetap mengedepankan pemikiran kritis, keamanan, serta tanggung jawab.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES