Transformasi Tata Kelola PAD: Sinergi Sanggabiz dan Pemkot Yogyakarta Wujudkan AiTax untuk Kemandirian Fiskal Daerah

PT Sangga Bisnis Anda (Sanggabiz) dan Pemerintah Kota Yogyakarta menginisiasi AiTax, sebuah platform inovatif berbasis kecerdasan buatan (AI), data analytics, dan machine learning untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menjawab tantangan pengelolaan data manual yang kerap kali rentan dan memakan waktu, AiTax hadir mengubah data historis menjadi prediksi pendapatan yang akurat serta memetakan celah wajib pajak (taxpayer gap). Kesuksesan implementasi pilot di Yogyakarta ini kini menjadi blueprint tata kelola berbasis data (AI for Better Governance) yang siap diadopsi dan diekalasi oleh pemerintah daerah lainnya.

Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan merupakan elemen krusial bagi kemandirian fiskal suatu daerah. Namun, pada tataran operasional, perjalanan mengamankan target pendapatan ini sering kali berhadapan dengan tantangan struktural. Banyak pemerintah daerah yang masih bertumpu pada proses pendataan manual serta metode proyeksi yang konvensional. Pola kerja ini berdampak pada lambatnya pengumpulan data, tingginya risiko kesalahan pencatatan (error-prone), hingga terhambatnya proses eskalasi pengawasan. Lebih jauh lagi, dinamika aktivitas ekonomi terkini, lahirnya entitas bisnis baru, hingga pergeseran lokasi usaha kerap luput dari jangkauan karena tidak terdeteksi secara otomatis oleh sistem pencatatan daerah.

Berangkat dari tantangan operasional tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta dan PT Sangga Bisnis Anda (Sanggabiz) mengambil langkah kolaboratif yang strategis dengan menginisiasi AiTax. Inisiatif ini dirancang bukan sekadar sebagai perangkat lunak pencatatan biasa, melainkan sebagai asisten strategis bagi pemangku kepentingan seperti BPKAD, Bapenda, Inspektorat, Sekretaris Daerah, hingga Kepala Daerah. Visi utamanya adalah mengorkestrasi data pajak yang tersebar menjadi wawasan operasional yang dapat langsung ditindaklanjuti untuk pengambilan keputusan fiskal yang lebih terukur.

Sebagai sebuah platform tata kelola pemerintahan berbasis data, mesin AiTax memecahkan masalah melalui tiga pilar operasional utama:

1. Automated Data Scraping: Sistem bekerja secara mandiri mengumpulkan indikator ekonomi publik dan memetakan data potensi bisnis langsung dari berbagai sumber terbuka.

2. Machine Learning Forecasting: Memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memprediksi potensi capaian PAD secara presisi, menggunakan racikan data historis dan model algoritma terbaik.

3.Taxpayer Gap Analysis: Mengidentifikasi secara akurat potensi wajib pajak baru sekaligus menganalisis kesenjangan pendapatan yang selama ini belum tergarap optimal.

Melalui proses integrasi tersebut, aparatur pemerintah pada akhirnya memperoleh keluaran (output) berupa dasbor siap pakai yang menyajikan model forecasting PAD, daftar potensi wajib pajak baru, lengkap dengan rekomendasi tindak lanjut kebijakannya.

Kesuksesan proyek percontohan (pilot project) bersama Pemkot Jogja ini membuktikan bahwa transformasi digital dalam perencanaan fiskal adalah hal yang sangat nyata untuk diwujudkan. Membawa semangat AI for Better Governance, Sanggabiz kini membuka jalan bagi pemerintah daerah lain untuk mengimplementasikan solusi serupa.

Untuk memastikan keberhasilan transisi teknologi di berbagai wilayah, Sanggabiz telah menyiapkan tahapan paket implementasi yang komprehensif. Perjalanan transformasi ini dimulai dari diagnosis kesiapan data dan organisasi, dilanjutkan dengan pengembangan model forecasting pada dasbor, peningkatan kapasitas aparatur sipil (capacity building) terkait analisis data, hingga penyediaan helpdesk dan pemantauan penggunaan secara berkelanjutan. Melalui langkah terstruktur ini, keputusan fiskal daerah yang akurat, transparan, dan mudah ditindaklanjuti bukan lagi sekadar visi, melainkan standar baru tata kelola pemerintahan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

BRIDS Masuk 16 Besar CX100 Danantara 2026, Peringkat Kedua di Industri Sekuritas dan Manajemen Investasi

Jakarta, 16 Oktober 2026 – PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menempati peringkat ke-16 dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026, sekaligus menjadi perusahaan dengan peringkat tertinggi kedua di antara perusahaan sekuritas dan manajemen investasi. Pencapaian ini menempatkan BRIDS dalam jajaran 100 BUMN dengan pengalaman pelanggan terbaik dari 154 BUMN operating company yang memiliki layanan business-to-consumer (B2C) berdasarkan informasi Danantara Indonesia.

 

Danantara Indonesia mengumumkan hasil CX100 Award 2026 pada 13 Oktober 2026 sebagai bagian dari komitmen Melayani Sepenuh Hati. Program ini mengukur dan memeringkat kualitas pengalaman pelanggan di lingkungan BUMN, sekaligus menjadi acuan bagi perusahaan untuk memahami kebutuhan pelanggan dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

 

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa kualitas pelayanan merupakan bagian penting dari transformasi BUMN untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan perusahaan. Menurutnya, BUMN tidak hanya dinilai dari kinerja keuangan, tetapi juga dari pengalaman masyarakat atas layanan yang diberikan.

 

Penilaian CX100 menggunakan kerangka 3E, yaitu Effectiveness atau ketepatan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, Ease atau kemudahan layanan, dan Emotion atau kenyamanan serta perasaan positif pelanggan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka, survei daring, mystery shopping, polling publik, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terarah. Metodologi penilaian dikalibrasi dan pelaksanaannya disupervisi oleh Index Committee yang dipimpin Prof. Danang Parikesit.

 

Bagi BRIDS, hasil tersebut menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam membangun pengalaman layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah, sekaligus menjadi masukan untuk menjaga konsistensi kualitas layanan di tengah perkembangan industri pasar modal.

 

Kebutuhan akan layanan investasi yang mudah, andal, dan responsif semakin penting seiring dengan pertumbuhan jumlah investor di Indonesia. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal mencapai 32,17 juta Single Investor Identification (SID) pada akhir September 2026, tumbuh 57,96% sejak awal tahun. Pertumbuhan tersebut menuntut pelaku industri untuk terus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan investor yang semakin beragam, baik dari sisi akses digital, keandalan transaksi, maupun dukungan dalam memahami pilihan investasi.

 

Plt. Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria, mengatakan hasil CX100 merupakan masukan yang berharga karena pengukurannya berangkat dari pengalaman pelanggan, bukan semata-mata dari perspektif perusahaan.

 

“Bagi kami, hasil CX100 bukan hanya pencapaian yang patut disyukuri, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus melihat layanan dari sudut pandang nasabah. Peringkat yang diraih BRIDS menjadi dorongan untuk menjaga konsistensi kualitas layanan sekaligus mengidentifikasi ruang perbaikan. Di tengah pertumbuhan investor yang semakin pesat, kami ingin memastikan bahwa setiap nasabah, baik yang baru memulai investasi maupun yang telah lama bertransaksi, memperoleh pengalaman layanan yang mudah, andal, dan nyaman,” ujar Fifi.

 

Sejalan dengan kerangka 3E dalam CX100, BRIDS terus mengembangkan layanan dengan mempertimbangkan kemudahan akses, efektivitas proses, dan kualitas interaksi dengan nasabah.

 

Dari sisi kemudahan, nasabah dapat membuka rekening dan bertransaksi saham, obligasi, maupun reksa dana secara daring melalui aplikasi BRIGHTS. Sepanjang tahun 2026, BRIGHTS mencatat rata-rata 33.332 nasabah aktif. Selain layanan digital, nasabah prioritas juga dapat memperoleh pendampingan melalui 51 Relationship Manager BRIDS yang ditempatkan di Sentra Layanan Prioritas BRI di berbagai kota di Indonesia.

 

Dari sisi efektivitas, fitur Rekomendasi Saham membantu nasabah menentukan pilihan saham sesuai strategi investasi, sementara SmartInvest Reksa Dana mendukung optimalisasi dana mengendap dalam portofolio. Untuk meningkatkan pemahaman investasi dan interaksi yang lebih personal, BRIDS rutin mengadakan kelas edukasi mingguan. Melalui program InvesTalk Series dan Emiten Visit, nasabah juga berkesempatan berdialog langsung dengan manajemen emiten serta memperdalam pemahaman fundamental perusahaan sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi.

 

Ke depan, BRIDS akan menjadikan hasil CX100 sebagai salah satu masukan dalam evaluasi dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan. Sebagai bagian dari ekosistem BRI Group, BRIDS berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan yang berorientasi pada kebutuhan nasabah serta berkontribusi bersama regulator, Self-Regulatory Organization (SRO), dan pelaku industri lainnya dalam membangun ekosistem investasi yang semakin mudah diakses dan tepercaya oleh masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Jemput Pelaku Usaha Sejak Pagi, BRI Dorong Digitalisasi Transaksi di Pasar dan Kawasan Unggulan

BRI Dorong Digitalisasi Transaksi Sejak Pagi di Kawasan Unggulan

Yogyakarta, 15 Oktober 2026 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui Branch Office BRI Yogyakarta Cik Diktiro terus memperkuat komitmennya dalam mendorong percepatan digitalisasi ekonomi masyarakat melalui kegiatan Grebek Pasar dan Kawasan Unggulan Yogyakarta. Kegiatan ini dilakukan dengan menyasar sejumlah pusat aktivitas ekonomi, mulai dari pasar tradisional hingga kawasan perdagangan dan pariwisata, sebagai upaya memperluas edukasi serta meningkatkan pemanfaatan layanan digital BRI di kalangan pelaku usaha.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 05.00 WIB ini menyasar kawasan Mangkubumi, Malioboro, dan Keraton, dengan cakupan pemetaan di sejumlah titik strategis, meliputi kawasan Tugu, Pasar Kranggan, Jalan Mangkubumi, Malioboro, Pasar Beringharjo, Sosrowijayan, Dagen, Pajeksan, Pathuk, hingga kawasan Keraton. Pemetaan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik kawasan, aktivitas usaha, serta kebutuhan transaksi para pelaku ekonomi, sehingga edukasi dan sosialisasi layanan digital dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Aktivitas sejak pagi buta menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Ketika sebagian masyarakat masih memulai aktivitas hariannya, roda perekonomian di pasar dan kawasan perdagangan telah bergerak melalui transaksi antara pedagang, pemasok, pembeli, hingga pelaku usaha pendukung lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa perputaran ekonomi masyarakat berlangsung sejak dini hari, sehingga kemudahan transaksi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kelancaran aktivitas usaha.

Branch Office Head BRI Yogyakarta Cik Ditiro, Rizqi Darajat, menyampaikan bahwa digitalisasi merupakan bagian penting dalam mendukung perkembangan usaha dan memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan layanan digital dapat membantu pelaku usaha menjalankan transaksi secara lebih praktis, memberikan kenyamanan bagi pelanggan, serta mendukung proses perputaran uang yang lebih cepat dan efisien.

“BRI terus mendorong pelaku usaha untuk semakin mengenal dan memanfaatkan layanan digital dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Kemajuan ekonomi digital memberikan banyak kemudahan, mulai dari proses transaksi yang lebih praktis, kenyamanan bagi penjual dan pembeli, hingga mendukung kelancaran perputaran uang. Melalui kegiatan Grebek Pasar dan Kawasan Unggulan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan pelaku usaha, memahami kebutuhan mereka, sekaligus memberikan edukasi agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan secara lebih luas,” ujar Rizqi.

Melalui kegiatan ini, Branch Office BRI Yogyakarta Cik Diktiro juga melakukan pendekatan langsung kepada pelaku usaha untuk memperkenalkan manfaat layanan transaksi digital, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi keuangan. Pendekatan secara langsung diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami penggunaan layanan digital sesuai kebutuhan bisnis, baik dalam melayani pelanggan maupun mengelola aktivitas transaksi sehari-hari.

Pemetaan kawasan unggulan menjadi langkah strategis untuk memahami potensi ekonomi di setiap wilayah. Pasar tradisional, pusat perdagangan, kawasan wisata, hingga sentra usaha lokal memiliki karakteristik dan kebutuhan transaksi yang berbeda. Dengan memahami kondisi tersebut, BRI dapat memperkuat pendekatan layanan yang relevan serta mendorong semakin luasnya pemanfaatan ekosistem digital oleh pelaku usaha dan masyarakat.

Kegiatan Grebek Pasar dan Kawasan Unggulan Yogyakarta merupakan bentuk nyata komitmen BRI dalam memajukan ekonomi masyarakat melalui perluasan akses dan edukasi layanan keuangan digital. BRI tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga sebagai mitra strategis yang mendukung pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, meningkatkan efisiensi transaksi, serta membuka peluang pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan.

Ke depan, Branch Office BRI Yogyakarta Cik Diktiro akan terus memperkuat sinergi dengan pelaku usaha dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong transformasi digital di berbagai sektor ekonomi. Melalui pendampingan, edukasi, dan penguatan pemanfaatan layanan digital, BRI berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan UMKM dan masyarakat Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

FisTx Indonesia Luncurkan KSO Budidaya Udang, Pertemukan Investor, Pemilik Lahan, dan Operator Berpengalaman di Sektor Pangan Strategis

Skema kerja sama operasional dengan SOP terukur dan bagi hasil transparan hadir sebagai alternatif investasi bagi masyarakat yang ingin berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Yogyakarta, 16 Oktober 2026 — FisTx Indonesia, perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, memperkenalkan skema Kerja Sama Operasional (KSO) budidaya udang. Skema ini mempertemukan pemilik modal yang belum punya lahan dan pengalaman, pemilik lahan yang kolamnya terhenti karena keterbatasan modal, dan FisTx sebagai operator yang menjalankan seluruh SOP budidaya dari persiapan air hingga panen.

Masalah Yang Dijawab: Modal dan Lahan ada, Operasional yang tidak

Budidaya udang menawarkan potensi profit besar, tetapi resiko gagalnya juga tinggi. Dari pengalaman lapangan FisTx, kegagalan umumnya berakar pada tiga hal: konstruksi kolam yang tidak mempertimbangkan hidrodinamika, manajemen harian yang bertumpu pada intuisi alih-alih data, dan input benur, pakan, serta probiotik yang tidak terstandar. Akibatnya, di satu sisi ada pemilik modal yang ragu masuk karena tidak paham teknisnya, di sisi lain ada kolam yang menganggur karena pemiliknya tidak punya dana untuk memulai siklus.

“KSO kami rancang agar tiga pihak yang saling membutuhkan ini bisa bertemu dalam satu kontrak yang jelas. Investor tidak perlu menjadi petambak, pemilik lahan tidak perlu menunggu modal sendiri terkumpul, dan operasionalnya dijalankan tim yang terbiasa dengan SOP budidaya terukur,” ujar Bachtiar – Head Of Farming Division

Bagaimana KSO Bekerja?

Dalam skema ini, FisTx bertindak sebagai operator yang menjalankan SOP budidaya milik tim Farming Expert selama beberapa siklus sesuai kesepakatan. Kerja sama berjalan dalam enam tahap: survei dan uji kelayakan lokasi, kontrak KSO, instalasi teknologi dan perbaikan infrastruktur kolam, penyiapan SDM dan SOP, siklus budidaya dengan pencatatan data harian, serta panen dan bagi hasil yang dihitung secara transparan sesuai kontrak.

FisTx menyediakan tiga pilihan skema: Full Operational KSO untuk pengelolaan penuh, Technical Advisory KSO untuk mitra yang sudah punya tim budidaya, dan skema Hybrid atau Performance yang fokus pada modul kritis berbasis target performa. Pada skema penuh, tambak dilengkapi teknologi sterilisasi air seperti Baskara UV, Cakra Elektrolisis, pendampingan teknisi lapangan melalui Program TAMPAN, dan perbaikan infrastruktur melalui AQUADEX.

Dekat Dengan Agenda Ketahanan Pangan

Sektor perikanan budidaya menjadi salah satu perhatian pemerintah. Dalam Rencana Kerja Pemerintah 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membidik nilai ekspor perikanan di atas US$ 6,7 miliar dan produksi perikanan 25,84 juta ton. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu juga menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk memajukan industri udang, dengan kebijakan yang mendukung investasi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Udang adalah komoditas pangan bernilai ekonomi tinggi. Ketika lahan yang menganggur kembali berproduksi dengan manajemen yang disiplin, manfaatnya dirasakan investor, pemilik lahan, tenaga kerja lokal, dan rantai pasok pangan nasional,” lanjut Rico Wisnu Wibisono – CEO Fistx

Rekam Jejak dan Kehati-hatian

Data internal FisTx mencatat produktivitas hingga 70 ton/ha pada sistem RAS super-intensif di Sumbawa, hingga 60 ton/ha di Bangka, dan hingga 30 ton/ha di Bali. FisTx telah menjangkau lebih dari 25 provinsi dan 3 negara. FisTx menegaskan bahwa hasil budidaya tetap bergantung pada kondisi lapangan di setiap lokasi dan siklus, sehingga skema dan bagi hasil disepakati bersama setelah survei kelayakan, bukan dijanjikan di muka.

“Kami lebih memilih menilai lokasi dulu sebelum bicara kerjasama. Kalau lahannya belum layak, kami sampaikan apa adanya,” tambah Bachtiar

Cara Memulai KSO Budidaya Udang

Investor, pemilik lahan, maupun pelaku usaha tambak yang tertarik dapat mengajukan survei kelayakan lokasi melalui tim FisTx. Informasi lengkap tersedia di halaman KSO budidaya udang FisTx atau hubungi nomor WhatsApp : +62822-1305-4850

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

HSB Investasi Jadi Broker Pertama di Indonesia dengan Asuransi Perlindungan Dana Nasabah

HSB Investasi jadi broker teregulasi pertama hadirkan asuransi dana nasabah hingga USD 1 Juta bersama WTW dan Aswata di aplikasi trading terbaik dengan 17+ juta unduhan.

PT Handal Semesta Berjangka (HSB Investasi) resmi meluncurkan fasilitas perlindungan ekstra dana nasabah (Client Funds Insurance) dengan total nilai perlindungan hingga USD 1.000.000. Fasilitas ini terwujud melalui kerja sama strategis antara HSB Investasi dengan broker asuransi global PT Willis Towers Watson (WTW) Insurance Broker Indonesia dan PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) selaku penanggung resmi.

Langkah ini mencatatkan HSB Investasi sebagai Pialang Berjangka pertama di Indonesia yang melengkapi sistem keamanannya dengan skema asuransi institusional pihak ketiga. Inisiatif strategis ini mempertegas komitmen HSB Investasi sebagai broker peraih Rating A+++ untuk periode Q1 2026 oleh BAPPEBTI sekaligus Top Broker ICDX dalam menghadirkan ekosistem perdagangan berjangka yang aman, transparan, dan berstandar internasional.

“Bagi kami, menjaga kepercayaan nasabah bertumpu pada dua pilar utama: integritas dana dan kerahasiaan data pribadi. Selain menerapkan enkripsi tingkat tinggi untuk memastikan keamanan data nasabah di aplikasi, kehadiran asuransi perlindungan dana bersama WTW dan Aswata ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam melampaui standar kepatuhan regulasi. Kami ingin menciptakan ekosistem trading yang tidak hanya patuh hukum, tetapi juga memberi rasa aman menyeluruh bagi setiap investor,” ujar Direktur Kepatuhan HSB Investasi Wulan P. Pondaag dalam keterangan tertulis.

Fasilitas ini memberikan perlindungan atas dana nasabah terhadap risiko institusional pialang, seperti peristiwa kepailitan yang disertai pelanggaran hukum internal (misconduct). Seluruh biaya perlindungan ditanggung penuh oleh HSB Investasi melalui mekanisme perwalian (trust), sehingga nasabah yang memenuhi kriteria dapat menikmati jaring pengaman tambahan ini tanpa dikenakan biaya premi apa pun.

Kehadiran asuransi ini menjadi nilai tambah eksklusif yang melengkapi keandalan HSB Investasi sebagai aplikasi trading terbaik dengan capaian lebih dari 17 juta unduhan. Melalui ekosistem aplikasi mobile yang terintegrasi, nasabah dapat mengelola portofolio derivatif secara mandiri dengan dukungan fitur modern, seperti deposit instan via QRIS dan e-wallet, penarikan dana cepat (instant withdrawal), hingga fasilitas transaksi micro lot (0.01) dengan deposit terjangkau.

Selain didukung kepraktisan teknologi transaksi, arsitektur perlindungan dana pada pialang berjalan berlapis: kepatuhan operasional resmi di bawah pengawasan BAPPEBTI, pencatatan transaksi kliring berjangka, penempatan dana nasabah pada  rekening terpisah (segregated account) perbankan nasional, hingga jaminan penanggung resmi Aswata di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kini, nasabah dapat mengelola portofolio derivatif secara mandiri dengan rasa tenang dan fokus optimal pada analisis pasar finansial. Unduh aplikasi HSB Investasi sekarang untuk menikmati transaksi yang fleksibel, cepat, serta terlindungi oleh sistem pengamanan dana ekstra berstandar internasional.

Informasi lengkap mengenai syarat dan ketentuan program perlindungan extra dana nasabah ini dapat diakses melalui situs resmi www.hsb.co.id.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Program Premium European Products Meneroka Peluang Pertumbuhan Baharu di Malaysia

Setelah tiga tahun mencatatkan kejayaan besar dalam usaha menembusi pasaran, program Produk Eropah Premium kini meneroka peluang pertumbuhan baharu dalam sektor makanan dan minuman di Malaysia. Pencapaian ini diraih melalui pelbagai aktiviti seperti penyertaan dalam pameran perdagangan, majlis makan malam perniagaan (B2B), kempen media, serta aktiviti promosi yang lain. Program ini telah meningkatkan kesedaran mengenai produk Eropah premium di samping memupuk kerjasama jangka panjang antara pengeluar Eropah dengan pihak berkepentingan industri di Malaysia.

Dalam tempoh tiga tahun yang lalu, program ini telah berjaya membina asas yang kukuh untuk membawa produk makanan Eropah yang tulen kepada pengimport, pengedar, peruncit, pengusaha hotel dan pengguna di Malaysia. Melalui penyertaan yang konsisten dalam pameran perdagangan penting seperti Pameran Perdagangan Makanan & Minuman Antarabangsa Malaysia (MIFB), serta acara makan malam rangkaian perniagaan (B2B) tahunan dan sesi libat urus bersama pihak media, produk Eropah telah mendapat pendedahan yang meluas dan hubungan yang berharga telah berjaya dijalin dalam pasaran tempatan.

Antara pencapaian penting program ini ialah kejayaan pelancaran produk premium dari Latvia dan Greece di Malaysia. Produk tenusu, konfeksi serta produk berasaskan tepung dan bijirin berkualiti premium dari Latvia seperti Tukuma Piens, Orkla Latvija dan Dobeles Dzirnavnieks kini boleh diakses untuk memenuhi keperluan kafe, pembuat roti, peruncit dan pengeluar makanan yang ingin memiliki produk dan ramuan Eropah berkualiti tinggi. Pada masa yang sama, premium Greek terdapat peningkatan ketersediaan bahan-bahan dari rantau Mediterranean, seperti kismis Corinthian berstatus PDO dan serbuk Mastiha Chios.

Seiring dengan perkembangan budaya makanan di Malaysia, permintaan terhadap bahan-bahan yang berkualiti tinggi dan unik akan terus wujud. Pada masa kini, pengguna mencari produk yang mempunyai asal-usul yang boleh dipercayai, kualiti unggul, dan cita rasa yang unik. Keadaan ini mewujudkan persekitaran yang sangat baik bagi pertumbuhan syarikat-syarikat Eropah di Malaysia. Selain itu, trend baharu dalam sektor makanan mendorong penghasilan inovasi, membolehkan syarikat-syarikat Malaysia memasukkan produk premium dari Eropah ke dalam hidangan yang bercirikan gaya klasik mahupun moden.

Berdasarkan kejayaan yang dicapai sepanjang tiga tahun lalu, program Produk Eropah Premium kekal komited untuk memperkukuh hubungan perdagangan dan kerjasama antara Eropah dengan Malaysia. Dengan penekanan berterusan terhadap kualiti, keaslian dan kemampanan, program ini berhasrat untuk membuka lebih banyak peluang perniagaan serta memperluas akses kepada produk Eropah premium di pasaran Malaysia.

Nota kepada Editor:

Kempen “Produk Eropah Premium” ialah program promosi yang dibiayai bersama oleh Kesatuan Eropah. Ia menyerlahkan keselamatan, kebolehkesanan dan perisa tulen produk agrimakanan Eropah, menyokong pengembangannya ke pasaran antarabangsa yang berkembang pesat seperti Malaysia.

Untuk mendapatkan maklumat lanjut tentang kempen “Produk Eropah Premium”, sila lawati https://premiumeuropeanproducts.eu/ atau email kami ke  info@premiumeuropeanproducts.eu.

Halaman khusus untuk program ini boleh didapati di Instagram, Facebook dan YouTube, @premiumeuropeanproducts.

Mengenai Kesatuan Kebangsaan Koperasi Pertanian Greece (ETHEAS)

Diasaskan oleh koperasi terkemuka Greece dan ditubuhkan oleh undang-undang Greece, ETHEAS ialah badan penyelaras kebangsaan Koperasi Pertanian di Greece. Dengan lebih 300 anggota koperasi yang mewakili kira-kira 80% daripada jumlah pusing ganti koperasi pertanian Greece, ETHEAS bermatlamat untuk memupuk pembangunan luar bandar dan koperasi, menyokong dan mempromosikan aktiviti ahlinya di dalam dan di peringkat antarabangsa, memberikan pendapat pakar tentang pengeluaran pertanian gerakan koperasi dan pembangunan sektor, menyelia penyebaran dan promosi idea koperasi, dan berkhidmat serta menyelidik projek ahlinya.

Mengenai Jawatankuasa Tenusu Latvia (LDC)

Jawatankuasa Tenusu Latvia (LDC) telah ditubuhkan pada tahun 1995, mewakili sektor pemprosesan tenusu Latvia dan bertujuan untuk melindungi kepentingannya. Ia terdiri daripada 17 ahli memproses kira-kira 80% susu yang dihasilkan secara industri di Latvia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ION: Digitalisasi UMKM Harus Melampaui Konten Viral, AI Perlu Dorong Pertumbuhan Bisnis

JAKARTA — Pengalaman India mengembangkan Open Network for Digital Commerce (ONDC) menunjukkan bagaimana jaringan digital terbuka dapat memperluas peluang perdagangan. Mengacu pada pendekatan tersebut, Indonesia Open Network (ION) mengembangkan infrastruktur digital terbuka yang disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia untuk menghubungkan pelaku usaha, platform, dan penyedia layanan serta memperluas akses pasar.

Pentingnya pendekatan ini mengemuka dalam Indonesia Digital Meetup 2026 (IDM26), yang diselenggarakan SMESCO Indonesia pada 15–16 Oktober 2026 di Jakarta. Forum ini menyoroti perlunya mengubah aktivitas digital menjadi hasil bisnis yang terukur melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), kolaborasi lintas sektor, dan keterhubungan layanan digital.

Bagi ION, tantangannya bukan sekadar membawa UMKM ke ruang digital, melainkan memastikan teknologi membantu meningkatkan penjualan, menyederhanakan operasional, dan membuka peluang bisnis yang lebih luas.

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi Yuni Moraza mengingatkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak boleh berhenti pada pembuatan konten dan upaya mengejar popularitas di media sosial. Teknologi perlu dimanfaatkan untuk mempercepat pelayanan, memperkuat komunikasi dengan pelanggan, dan meningkatkan konversi penjualan.

“Penggunaan AI jangan sebatas membuat konten, tapi belum untuk menolong, melayani, atau mempercepat pasar,” ujar Helvi dalam IDM26.

Ia juga menekankan pentingnya mengukur keberhasilan digitalisasi melalui hasil bisnis yang konkret, sekaligus menjaga perlindungan data pribadi, keamanan siber, dan kepercayaan konsumen.

Dalam sambutan Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang dibacakan Helvi, kolaborasi dalam membangun ekosistem disebut sebagai salah satu kunci keberhasilan transformasi digital UMKM. Sinergi pemerintah, lembaga pendukung, industri teknologi, dan sektor swasta diperlukan untuk memperluas akses serta memastikan teknologi memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha.

Kolaborasi ini penting karena UMKM membutuhkan dukungan yang saling melengkapi, mulai dari pemasaran dan transaksi hingga pengadaan bahan baku, logistik, pembiayaan, dan pengembangan pasar.

Presiden Direktur PT Indonesia Open Network (ION), Dr. Bayu Prawira Hie, sejalan dengan pandangan tersebut. Ia menekankan bahwa teknologi harus memberikan dampak langsung terhadap omzet, profitabilitas, dan efisiensi bisnis.

Dalam sesi IDM26, Bayu menguraikan empat manfaat utama AI bagi UMKM: meningkatkan penjualan melalui pemasaran yang lebih efektif, membantu mencari dan membandingkan pemasok, mengoptimalkan operasional termasuk pencatatan stok, serta mendukung keputusan strategis seperti pemilihan pembiayaan dan ekspansi usaha.

“Nomor satu, menurut saya paling penting. Pakai AI ini bisa dapetin omzet lebih banyak, enggak? Bisa dapetin cuan lebih banyak, enggak? Pada akhirnya itu,” ujar Bayu.

Pendekatan ini menempatkan AI sebagai alat praktis untuk membantu pengusaha mengambil keputusan lebih baik, mengurangi pekerjaan manual, dan menggunakan sumber daya secara efisien.

Dari Adopsi Digital Menuju Ekosistem yang Terhubung

Direktur Utama SMESCO Indonesia, Doddy A. Matondang, menyoroti besarnya peluang ekonomi digital Indonesia sekaligus pentingnya pendampingan UMKM. Menurut data yang dipaparkan dalam IDM26, sekitar 27 juta pelaku UMKM telah masuk ke ekosistem digital, sementara SMESCO telah merangkul 105.126 UMKM.

Angka tersebut menunjukkan kemajuan adopsi digital, tetapi kehadiran di platform saja belum cukup. Pelaku usaha juga membutuhkan kemampuan mengelola bisnis, menemukan mitra, mengakses layanan pendukung, dan menjangkau pelanggan.

SMESCO memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia melalui QRIS, Google, PaDi UMKM, Smesco Hub, dan pelaku industri teknologi lokal.

Dalam konteks ini, ION menyediakan infrastruktur digital terbuka yang memungkinkan berbagai platform, pelaku usaha, dan penyedia layanan terhubung serta berkolaborasi. Dengan mengadaptasi pendekatan jaringan terbuka ONDC dari India sesuai kebutuhan Indonesia, ION bertujuan membantu mengurangi fragmentasi layanan dan mendukung ekosistem perdagangan digital yang lebih terintegrasi.

Jaringan terbuka memungkinkan berbagai pihak bekerja sama tanpa harus bergantung pada satu platform tertutup. Pendekatan interoperabel ini membuka peluang bagi UMKM untuk mengakses layanan yang lebih beragam dan menjangkau calon pelanggan melalui ekosistem digital yang saling terhubung.

Kebutuhan tersebut semakin penting karena pemasaran harus terhubung dengan penjualan, pengelolaan stok, dan pemenuhan pesanan. Pengembangan usaha juga membutuhkan akses ke pemasok, pembiayaan, logistik, serta layanan pendukung lainnya.

Pengalaman India melalui ONDC memberikan referensi mengenai potensi jaringan terbuka dalam mendukung perdagangan digital yang lebih inklusif. Bagi Indonesia, pendekatan tersebut dapat diadaptasi sesuai kondisi pasar dan kebutuhan pelaku usaha, dengan kolaborasi antara penyedia teknologi, lembaga pendukung, dan pengusaha lokal.

Teknologi Harus Menghasilkan Dampak Bisnis

Helvi juga menyoroti perlunya meningkatkan pemanfaatan AI untuk mendukung proses bisnis, bukan sekadar memperluas pengetahuan tentang teknologi. Kementerian UMKM menghadirkan SAPA UMKM sebagai layanan satu pintu yang memungkinkan pengusaha mengakses berbagai layanan menggunakan satu akun.

Bagi ION, tantangan berikutnya adalah memastikan kemajuan teknologi dan keterhubungan layanan menghasilkan manfaat nyata. UMKM perlu memilih teknologi sesuai skala dan kebutuhan bisnis, bukan sekadar mengikuti tren.

Pemanfaatan AI juga harus disertai perhatian terhadap keamanan data, penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, dan kebutuhan pelanggan. Dengan demikian, peningkatan efisiensi dapat berjalan seiring dengan perlindungan data dan kepercayaan konsumen.

Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam proses tersebut. Pemerintah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung transformasi digital, lembaga pendukung memperkuat kapasitas UMKM, dan industri teknologi menyediakan infrastruktur serta solusi yang menghubungkan berbagai layanan.

Melalui IDM26, pembahasan mengenai digitalisasi, AI, dan kolaborasi ekosistem menegaskan bahwa transformasi UMKM membutuhkan pendekatan menyeluruh. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan para pemangku kepentingan membangun ekosistem yang terbuka, terhubung, dan berorientasi pada kebutuhan bisnis.

Pada akhirnya, keberhasilan digitalisasi bukan hanya tentang berapa banyak UMKM yang hadir di ruang digital, melainkan sejauh mana teknologi membantu meningkatkan penjualan, efisiensi operasional, dan perluasan pasar secara berkelanjutan.

Bagi ION, infrastruktur digital terbuka menjadi fondasi untuk menghubungkan berbagai platform, layanan, dan peluang bisnis. Dengan dukungan kolaborasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat, digitalisasi dapat melampaui popularitas di media sosial dan menjadi penggerak pertumbuhan UMKM Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Soroti Regulasi Stablecoin dan Perkembangan Aset Digital

Bittime menyoroti persiapan regulasi stablecoin di Indonesia yang ditargetkan memiliki arah awal pada Januari 2027, mencakup tata kelola, cadangan aset, mekanisme penukaran, dan perlindungan konsumen. Di tengah pertumbuhan pasar aset digital, stablecoin dan tokenisasi dinilai memiliki potensi dalam perkembangan keuangan digital, tetapi tetap memiliki karakteristik dan risiko yang perlu dipahami. Bittime menekankan pentingnya kejelasan regulasi, transparansi, dan literasi konsumen seiring berkembangnya inovasi aset digital, termasuk Tokenized US Stocks.

Persiapan regulasi stablecoin di Indonesia menjadi salah satu perkembangan yang perlu dicermati seiring dengan semakin beragamnya inovasi dalam ekosistem keuangan digital. Bittime, platform 3-in-1 yang menyediakan layanan Spot, Staking, dan Futures, melihat perkembangan tersebut sebagai pengingat pentingnya memahami fungsi, karakteristik, serta risiko setiap instrumen aset digital, di tengah upaya regulator menyeimbangkan inovasi teknologi dengan tata kelola dan perlindungan konsumen.

Melansir pemberitaan Antara News, dalam diskusi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama media di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2026, OJK menyampaikan perkembangan persiapan pengaturan stablecoin yang ditargetkan memiliki arah awal pada Januari 2027. 

Pembahasan tersebut mencakup potensi stablecoin sebagai programmable money, serta kebutuhan untuk memperhatikan tata kelola, cadangan aset, mekanisme penukaran kembali (redemption), dan perlindungan konsumen.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menilai kejelasan kerangka regulasi menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan ekosistem aset digital.

“Stablecoin menjadi salah satu perkembangan yang menarik dalam ekosistem keuangan digital karena memiliki fungsi berbeda dari aset kripto yang harganya lebih volatil. Namun, pemanfaatannya perlu didukung oleh kejelasan regulasi, transparansi, dan perlindungan konsumen. Hal ini penting agar inovasi dapat berkembang seiring dengan pemahaman masyarakat mengenai karakteristik dan risiko aset digital,” ujar Ryan.

Pertumbuhan Pasar Aset Digital Memperkuat Kebutuhan Tata Kelola

Persiapan regulasi stablecoin berlangsung di tengah perkembangan pasar aset digital Indonesia. Berdasarkan data OJK jumlah akun konsumen aset kripto mencapai 23,21 juta pada Agustus 2026. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp23,16 triliun, meningkat 12,87% dibandingkan Juli 2026.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas aset digital menjadi bagian dari dinamika keuangan Indonesia. Namun, pertumbuhan pasar juga perlu diikuti peningkatan literasi, transparansi informasi, dan pemahaman mengenai risiko setiap instrumen.

Stablecoin, misalnya, merupakan aset digital yang dirancang untuk mempertahankan nilai relatif stabil dengan mengacu pada aset tertentu, seperti mata uang fiat. Meski demikian, target kestabilan nilai tidak menghilangkan risiko penerbit, kecukupan cadangan, likuiditas, maupun kemampuan penukaran kembali.

Ryan menambahkan bahwa pemahaman terhadap karakteristik aset menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan seiring bertambahnya pilihan produk digital.

“Pertumbuhan pasar perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai cara kerja setiap instrumen. Stablecoin dirancang untuk menjaga kestabilan nilai terhadap aset acuannya, tetapi bukan berarti bebas risiko. Konsumen tetap perlu memperhatikan penerbit, mekanisme penukaran, likuiditas, dan ketentuan yang berlaku sebelum menggunakannya dalam aktivitas perdagangan aset digital,” jelas Ryan.

Stablecoin dan Tokenisasi Menjadi Bagian dari Evolusi Aset Digital

Selain stablecoin, tokenisasi aset juga menjadi bagian dari perkembangan ekosistem keuangan digital yang tengah diperhatikan regulator. Dalam pemberitaan Antara mengenai rancangan aturan penawaran aset ditokenisasi, OJK menyampaikan bahwa penyusunan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) mengenai penawaran aset ditokenisasi masih berlangsung.

Tokenisasi memungkinkan hak atau nilai tertentu direpresentasikan dalam bentuk token digital menggunakan teknologi blockchain. Namun, hak pemegang, mekanisme transaksi, dan perlindungan yang tersedia bergantung pada struktur serta ketentuan masing-masing produk.

Ryan menilai bahwa perkembangan tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan regulasi yang memperhatikan karakteristik setiap inovasi.

“Stablecoin dan tokenisasi memiliki fungsi serta karakteristik yang berbeda, sehingga pendekatan pengaturannya juga perlu mempertimbangkan struktur dan risiko masing-masing produk. Kejelasan mengenai hak pemegang, tata kelola, transparansi, dan perlindungan konsumen akan menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan ekosistem keuangan digital yang bertanggung jawab,” kata Ryan.

Tokenized US Stocks dalam Ekosistem Bittime

Dalam ekosistem Bittime, Bittime menyediakan produk tokenized US stocks, yang memberikan eksposur terhadap pergerakan harga aset terkait saham perusahaan Amerika Serikat melalui token digital. Produk ini mencerminkan perkembangan tokenisasi dalam ekosistem aset digital, dengan karakteristik yang berbeda dari kepemilikan saham secara langsung melalui pasar modal konvensional.

Ryan menegaskan bahwa bertambahnya pilihan produk perlu disertai transparansi informasi dan pemahaman konsumen terhadap risiko.

“Bagi Bittime, perkembangan ekosistem aset digital tidak hanya berkaitan dengan semakin beragamnya pilihan produk, tetapi juga dengan pemahaman konsumen mengenai fungsi, mekanisme, dan risiko setiap instrumen. Kami melihat edukasi dan transparansi sebagai bagian penting dalam mendukung perkembangan industri yang bertanggung jawab, seiring dengan penyempurnaan kerangka regulasi di Indonesia,” tutup Ryan.

Seiring berkembangnya teknologi dan kerangka regulasi, Bittime memandang edukasi konsumen, tata kelola, dan transparansi sebagai elemen penting dalam pertumbuhan industri aset digital. Melalui ekosistem yang mencakup Spot, Staking, dan Futures, Bittime menghadirkan beragam pilihan produk aset digital dengan tetap menempatkan pemahaman risiko sebagai bagian penting dalam aktivitas perdagangan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Trump Benarkah Mendukung XRP? Ini Fakta di Balik Strategi Cadangan Kripto AS

Dukungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap industri kripto kembali menjadi perhatian investor, khususnya pemegang XRP, aset digital yang dikembangkan dalam ekosistem Ripple. Pada Maret 2025, Trump memasukkan XRP dalam pengumuman rencana cadangan kripto nasional AS. Namun, kebijakan resmi yang kemudian diterbitkan pemerintah menunjukkan bahwa posisi XRP tidak sama dengan Bitcoin.

Pertanyaan mengenai dukungan Trump terhadap XRP menjadi penting karena pernyataan pemerintah AS dapat memengaruhi sentimen pasar kripto. Meski demikian, investor perlu membedakan antara dukungan politik terhadap suatu aset digital dan keputusan pemerintah untuk benar-benar membeli atau menyimpannya sebagai cadangan strategis.

Mengutip Yahoo Finance, kebijakan yang berlaku saat ini memberikan status berbeda kepada Bitcoin dan aset kripto lainnya. Dengan demikian, masuknya XRP dalam pengumuman awal Trump tidak dapat langsung diartikan sebagai komitmen pemerintah untuk mengakumulasi token tersebut.

Trump Pernah Memasukkan XRP dalam Rencana Cadangan Kripto

Pada 2 Maret 2025, Trump mengumumkan melalui media sosial Truth Social bahwa rencana cadangan kripto AS akan mencakup XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA). Ia kemudian turut menyebut Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sebagai aset digital utama dalam pembahasan tersebut.

Pengumuman itu memicu respons positif di pasar kripto. Reuters melaporkan bahwa kapitalisasi pasar kripto meningkat lebih dari US$300 miliar dalam beberapa jam setelah pengumuman, sementara harga Bitcoin dan Ethereum juga mengalami kenaikan.

Namun, muncul pertanyaan mengenai bagaimana XRP masuk dalam pengumuman tersebut. Pada Mei 2025, Politico melaporkan bahwa sebuah perusahaan lobi yang sebelumnya bekerja untuk Ripple turut membantu menyusun pesan awal mengenai rencana cadangan kripto Trump.

Laporan tersebut memunculkan perdebatan mengenai apakah penyebutan XRP mencerminkan strategi pemerintah yang telah dirancang secara matang atau dipengaruhi oleh kepentingan pihak luar.

Terlepas dari kontroversi tersebut, pengumuman Trump menunjukkan bahwa XRP telah masuk dalam pembahasan politik mengenai masa depan aset digital di Amerika Serikat.

Kebijakan Resmi AS Lebih Memprioritaskan Bitcoin

Pada 6 Maret 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif yang membentuk dua struktur berbeda untuk kepemilikan aset kripto pemerintah AS, yakni Strategic Bitcoin Reserve dan US Digital Asset Stockpile.

Perbedaan keduanya menjadi kunci untuk memahami posisi XRP.

Strategic Bitcoin Reserve dirancang untuk menampung Bitcoin yang dimiliki pemerintah, terutama aset yang diperoleh melalui penyitaan dalam perkara pidana atau perdata. Perintah tersebut juga membuka kemungkinan penambahan Bitcoin melalui strategi yang tidak menambah beban anggaran pemerintah.

Sementara itu, US Digital Asset Stockpile diperuntukkan bagi aset digital selain Bitcoin yang diperoleh pemerintah melalui mekanisme penyitaan atau sumber lain yang diizinkan.

Perintah eksekutif tersebut tidak secara khusus menetapkan XRP, Solana, maupun Cardano sebagai aset yang wajib dimasukkan ke dalam stockpile. Komposisi asetnya bergantung pada aset digital yang secara sah berada dalam kepemilikan pemerintah.

Kebijakan itu juga membatasi pembelian aset non-Bitcoin untuk stockpile menggunakan perintah yang berlaku. Akuisisi tambahan memerlukan dasar kewenangan lebih lanjut melalui tindakan eksekutif atau legislatif.

Artinya, pemerintah AS tidak otomatis memiliki mandat untuk membeli XRP di pasar hanya karena Trump pernah menyebut token tersebut dalam rencana cadangan kripto. (Yahoo Finance)

Mengapa Perbedaan Ini Penting bagi Investor XRP?

Bagi investor, terdapat perbedaan besar antara pemerintah menyimpan XRP yang diperoleh melalui penyitaan dan secara aktif membeli XRP untuk dijadikan cadangan.

Jika pemerintah membeli aset digital dalam jumlah besar, tindakan tersebut berpotensi menciptakan permintaan tambahan di pasar. Sebaliknya, menyimpan token yang sudah dimiliki pemerintah tidak serta-merta menghasilkan permintaan baru.

Karena itu, pernyataan politik mengenai dukungan terhadap XRP tidak dapat dijadikan bukti bahwa pemerintah AS akan menjadi pembeli besar aset tersebut.

Hingga artikel sumber diterbitkan pada 15 Oktober 2026, belum terdapat informasi resmi yang membuktikan adanya program khusus pemerintah federal untuk membeli XRP secara aktif. Besaran kepemilikan XRP pemerintah dalam stockpile juga belum terkonfirmasi secara resmi berdasarkan laporan tersebut.

Investor perlu memperhatikan perkembangan kebijakan, bukan hanya pernyataan tokoh politik. Kejelasan regulasi, adopsi institusional, perkembangan ekosistem Ripple, dan kondisi pasar secara keseluruhan tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi prospek XRP.

Regulasi dan Adopsi Tetap Jadi Katalis XRP

Selain kebijakan cadangan kripto, perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat juga berpotensi memengaruhi sentimen terhadap XRP.

Kepastian mengenai klasifikasi aset digital dan aturan bagi pelaku industri dapat membantu perusahaan kripto mengembangkan produk serta memperluas layanan kepada institusi keuangan. Namun, proses pembentukan regulasi membutuhkan tahapan politik dan hukum yang tidak selalu berjalan sesuai harapan pasar.

XRP juga perlu dinilai berdasarkan perkembangan penggunaan teknologi dan ekosistemnya. Potensi adopsi oleh institusi keuangan dapat menjadi faktor pendukung, tetapi tidak menjamin kenaikan harga token.

Investor sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan spekulasi bahwa pemerintah AS akan membeli XRP. Perubahan kebijakan, kondisi likuiditas, volatilitas pasar, dan sentimen terhadap aset berisiko tetap dapat menyebabkan pergerakan harga yang signifikan.

Pantau Pergerakan Aset Kripto di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi salah satu pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai aset kripto lainnya dalam satu aplikasi.

Bagi investor yang baru ingin memulai, penting untuk memahami karakteristik setiap instrumen dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Informasi lebih lanjut mengenai Nanovest dapat kamu kunjungi melalui www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga tersedia di Play Store maupun App Store.

Pada akhirnya, Trump memang pernah memasukkan XRP dalam pengumuman rencana cadangan kripto AS. Namun, kebijakan resmi pemerintah memberikan perlakuan berbeda terhadap Bitcoin dan aset digital lainnya. Bagi investor, memahami perbedaan tersebut penting agar keputusan investasi didasarkan pada kebijakan yang benar-benar berlaku, bukan sekadar spekulasi pasar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ini 5 Kesalahan After-sales Service B2B dan Cara Mengatasinya

Proses penjualan tidak berakhir ketika pelanggan menandatangani kontrak atau menyelesaikan transaksi. Setelah pembelian, pelanggan tetap membutuhkan dukungan agar produk atau layanan yang mereka gunakan memberikan manfaat sesuai ekspektasi. Karena itu, after-sales service atau layanan purnajual menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hubungan bisnis setelah transaksi berlangsung.

Sebuah studi menjelaskan bahwa after-sales service adalah layanan yang diberikan kepada konsumen setelah pembelian. Dalam konteks bisnis, artinya memastikan pelanggan memperoleh dukungan yang sesuai saat menggunakan produk atau layanan tersebut.

Menurut Harvard Business Review, riset Frederick Reichheld dari Bain & Company menunjukkan bahwa peningkatan customer retention sebesar 5% dapat meningkatkan profit sebesar 25% hingga 95%, tergantung industri. Meski begitu, dalam praktiknya after-sales service masih kerap dipersepsikan sebatas penanganan keluhan atau masalah teknis.

Pandangan ini sering memicu kekeliruan operasional yang membuat klien kecewa. Agar reputasi bisnis Anda tetap terjaga, berikut 5 kesalahan umum dalam after-sales service yang wajib diwaspadai beserta solusinya.

1. Miskomunikasi dan Lupa Detail Hasil Percakapan

Salah satu keluhan mendasar pelanggan pascapenjualan adalah ketidaksesuaian antara apa yang didiskusikan saat sesi onboarding atau review meeting dengan eksekusi di lapangan. Ketika pelanggan harus mengulang informasi yang sama kepada Account Manager atau tim Customer Success yang berbeda, kepercayaan mereka terhadap konsistensi layanan dapat berkurang.

Cara Mengatasinya:

Terapkan sistem dokumentasi rapat yang terpusat dan konsisten. Jangan mengandalkan catatan manual yang berisiko hilang atau tidak lengkap. Alat bantu berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti MiiTel Meetings dapat merekam dan membuat transkripsi otomatis dari sesi rapat online. Dengan fitur notulensi dan rangkuman otomatis, tim Anda dapat menangkap seluruh action items dan kesepakatan secara akurat tanpa khawatir ada detail yang terlewat.

2. Komunikasi yang Lambat dan Pasif

Banyak tim support baru bergerak ketika pelanggan mengajukan komplain (reactive mode). Pendekatan ini membuat kendala yang sebenarnya bisa diantisipasi terlambat ditangani. Selain itu, respons yang lambat saat pelanggan membutuhkan bantuan akan memberi kesan bahwa perusahaan hanya peduli pada penjualan awal.

Cara Mengatasinya:

Ubah pendekatan Anda menjadi proaktif. Buatlah jadwal check-in berkala untuk menanyakan penggunaan produk dan kendala yang dihadapi. Tetapkan Service Level Agreement (SLA) yang jelas untuk waktu tanggapan komunikasi. Semakin cepat dan proaktif tim Anda menyelesaikan potensi masalah, semakin tinggi kepuasan pelanggan terhadap kualitas after-sales service Anda.

3. Kurangnya Empati dan Evaluasi Nada Bicara dalam Interaksi dengan Pelanggan

Dalam melayani pelanggan yang sedang menghadapi masalah, penyampaian informasi saja tidak cukup. Banyak kegagalan after-sales service terjadi karena staf menangani keluhan secara dingin, kaku, atau terkesan mengabaikan frustrasi pelanggan. Nada bicara dan tingkat kepedulian tim sangat menentukan apakah pelanggan akan bertahan atau beralih ke kompetitor.

Cara Mengatasinya:

Lakukan pelatihan berkala (coaching) mengenai active listening dan empati bagi tim Customer Success atau Account Management. Evaluasi tidak hanya berdasarkan hasil akhir pertemuan, tetapi juga proses komunikasi di dalamnya.

Teknologi analisis rapat dapat mendukung proses ini. MiiTel Meetings membantu supervisor mengevaluasi pola komunikasi seperti talk-to-listen ratio, kecepatan bicara, intonasi, dan kata kunci yang muncul dalam percakapan.

Data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan coaching. Dengan begitu, supervisor tidak hanya memberi umpan balik berdasarkan kesan pribadi, tetapi memiliki data interaksi untuk mengidentifikasi pola komunikasi yang perlu diperbaiki.

4. Sulit Melacak Detail Diskusi Penting dari Rekaman Rapat yang Panjang

Seiring bertambahnya jumlah klien, tim after-sales harus mengelola puluhan sesi rapat setiap minggu. Ketika tim perlu memverifikasi poin spesifik yang disampaikan klien beberapa bulan lalu, memutar ulang rekaman berdurasi satu jam tentu tidak efisien dan memakan waktu.

Cara Mengatasinya:

Gunakan sistem pencarian pintar pada arsip dokumentasi rapat Anda. Melalui fitur Keyword Search MiiTel Meetings, tim dapat dengan cepat menemukan kata kunci atau topik tertentu dalam rekaman dan transkrip rapat tanpa harus memutar ulang seluruh durasi video. Kemampuan ini mempercepat penanganan masalah dan memastikan setiap janji layanan dapat ditindaklanjuti dengan akurat.

5. Tidak Ada Evaluasi Berkelanjutan Berdasarkan Data Interaksi

Kesalahan lainnya adalah menganggap proses after-sales service sudah berjalan baik tanpa evaluasi berkala. Padahal, interaksi dengan pelanggan menyimpan banyak informasi tentang masalah yang berulang, kebutuhan yang belum terpenuhi, dan bagian layanan yang masih perlu diperbaiki.

Tanpa analisis data interaksi, perusahaan akan sulit mengetahui apakah suatu masalah hanya terjadi pada satu pelanggan atau merupakan pola yang dialami banyak pelanggan.

Cara Mengatasinya:

Jika diperlukan, integrasikan data hasil rapat dengan CRM yang digunakan tim. Tinjau topik yang paling sering dikeluhkan atau ditanyakan klien. Dengan memantau analisis percakapan secara terstruktur, manajemen dapat mengambil keputusan berbasis data (data-driven decisions) untuk memperbarui materi onboarding, menyempurnakan fitur produk, maupun mengoptimalkan SOP pelayanan.

Mengoptimalkan Layanan Purnajual demi Pertumbuhan Bisnis

Membangun strategi after-sales service yang solid memerlukan kombinasi antara kepekaan komunikasi tim dan dukungan teknologi yang tepat. Dengan menutup kesenjangan komunikasi, menjaga empati, serta mendokumentasikan setiap kebutuhan klien secara presisi, bisnis Anda tidak hanya mampu mempertahankan pelanggan lama, tetapi juga membuka peluang cross-selling dan upselling di masa depan.

Siap Meningkatkan Kualitas After-Sales Service Bisnis Anda?

Ciptakan pengalaman purnajual yang bebas miskomunikasi dan tingkatkan kepuasan pelanggan Anda bersama MiiTel Meetings. Otomatiskan transkripsi rapat, analisis kualitas komunikasi tim, dan temukan poin penting rapat dalam hitungan detik.

Kunjungi miitel.id untuk konsultasi dan demo gratis MiiTel.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES