Prestasi Pengelolaan Air Jakarta Mendunia, Arief Nasrudin Bawa PAM JAYA ke Forum PBB

Bagi PAM JAYA, keterlibatan dalam rangkaian 81st UN General Assembly menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman Jakarta sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dan membuka peluang kolaborasi dengan pemimpin serta pelaku sektor air di tingkat internasional. Penjajakan di bidang water cooling untuk kebutuhan data center dan creative financing menjadi bagian dari langkah PAM JAYA untuk terus mengembangkan layanan air minum perpipaan yang andal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kebutuhan Jakarta sebagai kota dengan aktivitas ekonomi dan populasi yang terus berkembang

Jakarta, 22 September
2026 – Direktur Utama PAM JAYA, Arief
Nasrudin, menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia
yang diminta untuk memaparkan perspektif pengelolaan air minum perpipaan dalam Private CEO
Roundtable
di New York. Kehadiran tersebut merupakan
bagian dari rangkaian 81st UN General Assembly, agenda Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) yang mempertemukan para pemimpin dan pemangku
kepentingan global. PAM JAYA hadir atas undangan
Ministry of Foreign Affairs of the United
Arab Emirates (UAE)
selaku penyelenggara acara
tersebut untuk berbagi perspektif mengenai pengelolaan air minum perpipaan di
Jakarta.

Forum yang mempertemukan CEO dan pemimpin bisnis global ini
membahas berbagai isu strategis, termasuk investasi air yang menjadi fondasi
penting bagi pertumbuhan ekonomi, kesehatan, lingkungan, ketahanan pangan,
hingga keberlanjutan bisnis dan pembangunan infrastruktur masa depan.

PAM JAYA menargetkan 100% cakupan layanan di tahun 2029 dengan target
pengembangan kapasitas produksi hingga 32.950 liter per detik dan jaringan
perpipaan sepanjang 16.234 kilometer. Perluasan layanan tersebut juga diarahkan
untuk mengurangi ketergantungan terhadap
penggunaan air tanah
dan penurunan muka tanah,
meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta memperkuat daya dukung
Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan dan terus berkembang.

Konteks Jakarta tersebut menjadi bagian dari perspektif
yang dibawa PAM JAYA ke dalam forum. Arief menempatkan kebutuhan pengembangan
infrastruktur air, peningkatan kualitas layanan, dan keberlanjutan sumber daya
air sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pertumbuhan kota.

Kebutuhan investasi menjadi bagian penting
dalam pengembangan layanan.
PAM JAYA terus mendorong
revitalisasi jaringan perpipaan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus
mengurangi kehilangan air atau non-revenue water (NRW). Jaringan yang sebagian besar telah berusia lebih dari dua dekade
menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan investasi dan dukungan dari mitra
strategis.

Selain membahas pengembangan layanan air, kehadiran PAM
JAYA dalam forum tersebut juga membuka peluang penjajakan awal di sektor industri yang berkaitan dengan water cooling
untuk kebutuhan data center. Penjajakan ini menjadi
bagian dari upaya melihat potensi peran PAM JAYA dalam mendukung kebutuhan air bagi perkembangan industri
berbasis teknologi dan infrastruktur digital.

Kehadiran Arief sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia
yang diminta untuk memaparkan perspektif dalam forum tersebut
juga menjadi kesempatan untuk membawa
pengalaman PAM JAYA ke dalam diskusi
bersama para pemimpin bisnis global. Dalam kesempatan yang sama, PAM JAYA
melakukan penjajakan awal mengenai creative financing dengan
sejumlah pemimpin bisnis sebagai salah satu alternatif pendekatan untuk
mendukung kebutuhan investasi dan pengembangan infrastruktur air.

Pengalaman Jakarta menunjukkan bahwa kebutuhan layanan air
minum perpipaan, pembangunan infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan kota
saling berkaitan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ruang yang diberikan kepada PAM JAYA di forum tersebut juga menjadi
kesempatan untuk berbagi
pengalaman Indonesia dalam
mengelola layanan air minum perpipaan di perkotaan sekaligus membahas peran air
dalam pembangunan dan investasi.

Pengalaman tersebut juga tidak terlepas dari transformasi PAM
JAYA dalam meningkatkan pengelolaan layanan melalui pemanfaatan teknologi,
seperti smart
water meter
, integrated billing system, dan enterprise
resource planning (ERP)
, yang mendukung efisiensi dan
akurasi data dalam pengambilan keputusan.

“Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi
kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika kita
berbicara mengenai pembangunan masa depan, maka pembicaraan mengenai air harus
ditempatkan di bagian paling fundamental,” ujar Arief.

Bagi PAM JAYA,
keterlibatan dalam rangkaian 81st UN General Assembly menjadi kesempatan untuk
membawa pengalaman Jakarta sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dan membuka peluang
kolaborasi dengan pemimpin
serta pelaku sektor air
di tingkat internasional. Penjajakan di bidang
water cooling
untuk kebutuhan data center
dan creative financing menjadi
bagian dari langkah PAM JAYA untuk terus mengembangkan layanan air minum perpipaan yang andal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kebutuhan Jakarta sebagai kota dengan aktivitas ekonomi dan populasi
yang terus berkembang

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pengelolaan Air Jakarta Jadi Sorotan di Forum PBB, Arief Nasrudin Bawa Pengalaman PAM JAYA

Bagi PAM JAYA, keterlibatan dalam rangkaian 81st UN General Assembly menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman Jakarta sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dan membuka peluang kolaborasi dengan pemimpin serta pelaku sektor air di tingkat internasional. Penjajakan di bidang water cooling untuk kebutuhan data center dan creative financing menjadi bagian dari langkah PAM JAYA untuk terus mengembangkan layanan air minum perpipaan yang andal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kebutuhan Jakarta sebagai kota dengan aktivitas ekonomi dan populasi yang terus berkembang

Jakarta, 22 September
2026 – Direktur Utama PAM JAYA, Arief
Nasrudin, menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia
yang diminta untuk memaparkan perspektif pengelolaan air minum perpipaan dalam Private CEO
Roundtable
di New York. Kehadiran tersebut merupakan
bagian dari rangkaian 81st UN General Assembly, agenda Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) yang mempertemukan para pemimpin dan pemangku
kepentingan global. PAM JAYA hadir atas undangan
Ministry of Foreign Affairs of the United
Arab Emirates (UAE)
selaku penyelenggara acara
tersebut untuk berbagi perspektif mengenai pengelolaan air minum perpipaan di
Jakarta.

Forum yang mempertemukan CEO dan pemimpin bisnis global ini
membahas berbagai isu strategis, termasuk investasi air yang menjadi fondasi
penting bagi pertumbuhan ekonomi, kesehatan, lingkungan, ketahanan pangan,
hingga keberlanjutan bisnis dan pembangunan infrastruktur masa depan.

PAM JAYA menargetkan 100% cakupan layanan di tahun 2029 dengan target
pengembangan kapasitas produksi hingga 32.950 liter per detik dan jaringan
perpipaan sepanjang 16.234 kilometer. Perluasan layanan tersebut juga diarahkan
untuk mengurangi ketergantungan terhadap
penggunaan air tanah
dan penurunan muka tanah,
meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta memperkuat daya dukung
Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan dan terus berkembang.

Konteks Jakarta tersebut menjadi bagian dari perspektif
yang dibawa PAM JAYA ke dalam forum. Arief menempatkan kebutuhan pengembangan
infrastruktur air, peningkatan kualitas layanan, dan keberlanjutan sumber daya
air sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pertumbuhan kota.

Kebutuhan investasi menjadi bagian penting
dalam pengembangan layanan.
PAM JAYA terus mendorong
revitalisasi jaringan perpipaan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus
mengurangi kehilangan air atau non-revenue water (NRW). Jaringan yang sebagian besar telah berusia lebih dari dua dekade
menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan investasi dan dukungan dari mitra
strategis.

Selain membahas pengembangan layanan air, kehadiran PAM
JAYA dalam forum tersebut juga membuka peluang penjajakan awal di sektor industri yang berkaitan dengan water cooling
untuk kebutuhan data center. Penjajakan ini menjadi
bagian dari upaya melihat potensi peran PAM JAYA dalam mendukung kebutuhan air bagi perkembangan industri
berbasis teknologi dan infrastruktur digital.

Kehadiran Arief sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia
yang diminta untuk memaparkan perspektif dalam forum tersebut
juga menjadi kesempatan untuk membawa
pengalaman PAM JAYA ke dalam diskusi
bersama para pemimpin bisnis global. Dalam kesempatan yang sama, PAM JAYA
melakukan penjajakan awal mengenai creative financing dengan
sejumlah pemimpin bisnis sebagai salah satu alternatif pendekatan untuk
mendukung kebutuhan investasi dan pengembangan infrastruktur air.

Pengalaman Jakarta menunjukkan bahwa kebutuhan layanan air
minum perpipaan, pembangunan infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan kota
saling berkaitan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ruang yang diberikan kepada PAM JAYA di forum tersebut juga menjadi
kesempatan untuk berbagi
pengalaman Indonesia dalam
mengelola layanan air minum perpipaan di perkotaan sekaligus membahas peran air
dalam pembangunan dan investasi.

Pengalaman tersebut juga tidak terlepas dari transformasi PAM
JAYA dalam meningkatkan pengelolaan layanan melalui pemanfaatan teknologi,
seperti smart
water meter
, integrated billing system, dan enterprise
resource planning (ERP)
, yang mendukung efisiensi dan
akurasi data dalam pengambilan keputusan.

“Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi
kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika kita
berbicara mengenai pembangunan masa depan, maka pembicaraan mengenai air harus
ditempatkan di bagian paling fundamental,” ujar Arief.

Bagi PAM JAYA,
keterlibatan dalam rangkaian 81st UN General Assembly menjadi kesempatan untuk
membawa pengalaman Jakarta sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dan membuka peluang
kolaborasi dengan pemimpin
serta pelaku sektor air
di tingkat internasional. Penjajakan di bidang
water cooling
untuk kebutuhan data center
dan creative financing menjadi
bagian dari langkah PAM JAYA untuk terus mengembangkan layanan air minum perpipaan yang andal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kebutuhan Jakarta sebagai kota dengan aktivitas ekonomi dan populasi
yang terus berkembang

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Arief Nasrudin Paparkan Transformasi Air Jakarta di Forum PBB, New York

Kehadiran Arief sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia yang diminta untuk memaparkan perspektif dalam forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman PAM JAYA ke dalam diskusi bersama para pemimpin bisnis global. Dalam kesempatan yang sama, PAM JAYA melakukan penjajakan awal mengenai creative financing dengan sejumlah pemimpin bisnis sebagai salah satu alternatif pendekatan untuk mendukung kebutuhan investasi dan pengembangan infrastruktur air.

Jakarta, 22 September
2026 – Direktur Utama PAM JAYA, Arief
Nasrudin, menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia
yang diminta untuk memaparkan perspektif pengelolaan air minum perpipaan dalam Private CEO
Roundtable
di New York. Kehadiran tersebut merupakan
bagian dari rangkaian 81st UN General Assembly, agenda Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) yang mempertemukan para pemimpin dan pemangku
kepentingan global. PAM JAYA hadir atas undangan
Ministry of Foreign Affairs of the United
Arab Emirates (UAE)
selaku penyelenggara acara
tersebut untuk berbagi perspektif mengenai pengelolaan air minum perpipaan di
Jakarta.

Forum yang mempertemukan CEO dan pemimpin bisnis global ini
membahas berbagai isu strategis, termasuk investasi air yang menjadi fondasi
penting bagi pertumbuhan ekonomi, kesehatan, lingkungan, ketahanan pangan,
hingga keberlanjutan bisnis dan pembangunan infrastruktur masa depan.

PAM JAYA menargetkan 100% cakupan layanan di tahun 2029 dengan target
pengembangan kapasitas produksi hingga 32.950 liter per detik dan jaringan
perpipaan sepanjang 16.234 kilometer. Perluasan layanan tersebut juga diarahkan
untuk mengurangi ketergantungan terhadap
penggunaan air tanah
dan penurunan muka tanah,
meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta memperkuat daya dukung
Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan dan terus berkembang.

Konteks Jakarta tersebut menjadi bagian dari perspektif
yang dibawa PAM JAYA ke dalam forum. Arief menempatkan kebutuhan pengembangan
infrastruktur air, peningkatan kualitas layanan, dan keberlanjutan sumber daya
air sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pertumbuhan kota.

Kebutuhan investasi menjadi bagian penting
dalam pengembangan layanan.
PAM JAYA terus mendorong
revitalisasi jaringan perpipaan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus
mengurangi kehilangan air atau non-revenue water (NRW). Jaringan yang sebagian besar telah berusia lebih dari dua dekade
menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan investasi dan dukungan dari mitra
strategis.

Selain membahas pengembangan layanan air, kehadiran PAM
JAYA dalam forum tersebut juga membuka peluang penjajakan awal di sektor industri yang berkaitan dengan water cooling
untuk kebutuhan data center. Penjajakan ini menjadi
bagian dari upaya melihat potensi peran PAM JAYA dalam mendukung kebutuhan air bagi perkembangan industri
berbasis teknologi dan infrastruktur digital.

Kehadiran Arief sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia
yang diminta untuk memaparkan perspektif dalam forum tersebut
juga menjadi kesempatan untuk membawa
pengalaman PAM JAYA ke dalam diskusi
bersama para pemimpin bisnis global. Dalam kesempatan yang sama, PAM JAYA
melakukan penjajakan awal mengenai creative financing dengan
sejumlah pemimpin bisnis sebagai salah satu alternatif pendekatan untuk
mendukung kebutuhan investasi dan pengembangan infrastruktur air.

 

Pengalaman Jakarta menunjukkan bahwa kebutuhan layanan air
minum perpipaan, pembangunan infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan kota
saling berkaitan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ruang yang diberikan kepada PAM JAYA di forum tersebut juga menjadi
kesempatan untuk berbagi
pengalaman Indonesia dalam
mengelola layanan air minum perpipaan di perkotaan sekaligus membahas peran air
dalam pembangunan dan investasi.

Pengalaman tersebut juga tidak terlepas dari transformasi PAM
JAYA dalam meningkatkan pengelolaan layanan melalui pemanfaatan teknologi,
seperti smart
water meter
, integrated billing system, dan enterprise
resource planning (ERP)
, yang mendukung efisiensi dan
akurasi data dalam pengambilan keputusan.

“Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi
kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika kita
berbicara mengenai pembangunan masa depan, maka pembicaraan mengenai air harus
ditempatkan di bagian paling fundamental,” ujar Arief.

Bagi PAM JAYA,
keterlibatan dalam rangkaian 81st UN General Assembly menjadi kesempatan untuk
membawa pengalaman Jakarta sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dan membuka peluang
kolaborasi dengan pemimpin
serta pelaku sektor air
di tingkat internasional. Penjajakan di bidang
water cooling
untuk kebutuhan data center
dan creative financing menjadi
bagian dari langkah PAM JAYA untuk terus mengembangkan layanan air minum perpipaan yang andal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kebutuhan Jakarta sebagai kota dengan aktivitas ekonomi dan populasi
yang terus berkembang

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Arief Nasrudin Bawa Transformasi Air Jakarta ke Forum PBB di New York

Bagi PAM JAYA, keterlibatan dalam rangkaian 81st UN General Assembly menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman Jakarta sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dan membuka peluang kolaborasi dengan pemimpin serta pelaku sektor air di tingkat internasional. Penjajakan di bidang water cooling untuk kebutuhan data center dan creative financing menjadi bagian dari langkah PAM JAYA untuk terus mengembangkan layanan air minum perpipaan yang andal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kebutuhan Jakarta sebagai kota dengan aktivitas ekonomi dan populasi yang terus berkembang

Jakarta, 22 September
2026 – Direktur Utama PAM JAYA, Arief
Nasrudin, menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia
yang diminta untuk memaparkan perspektif pengelolaan air minum perpipaan dalam Private CEO
Roundtable
di New York. Kehadiran tersebut merupakan
bagian dari rangkaian 81st UN General Assembly, agenda Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) yang mempertemukan para pemimpin dan pemangku
kepentingan global. PAM JAYA hadir atas undangan
Ministry of Foreign Affairs of the United
Arab Emirates (UAE)
selaku penyelenggara acara
tersebut untuk berbagi perspektif mengenai pengelolaan air minum perpipaan di
Jakarta.

 

Forum yang mempertemukan CEO dan pemimpin bisnis global ini
membahas berbagai isu strategis, termasuk investasi air yang menjadi fondasi
penting bagi pertumbuhan ekonomi, kesehatan, lingkungan, ketahanan pangan,
hingga keberlanjutan bisnis dan pembangunan infrastruktur masa depan.

 

PAM JAYA menargetkan 100% cakupan layanan di tahun 2029 dengan target
pengembangan kapasitas produksi hingga 32.950 liter per detik dan jaringan
perpipaan sepanjang 16.234 kilometer. Perluasan layanan tersebut juga diarahkan
untuk mengurangi ketergantungan terhadap
penggunaan air tanah
dan penurunan muka tanah,
meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta memperkuat daya dukung
Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan dan terus berkembang.

 

Konteks Jakarta tersebut menjadi bagian dari perspektif
yang dibawa PAM JAYA ke dalam forum. Arief menempatkan kebutuhan pengembangan
infrastruktur air, peningkatan kualitas layanan, dan keberlanjutan sumber daya
air sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pertumbuhan kota.

Kebutuhan investasi menjadi bagian penting
dalam pengembangan layanan.
PAM JAYA terus mendorong
revitalisasi jaringan perpipaan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus
mengurangi kehilangan air atau non-revenue water (NRW). Jaringan yang sebagian besar telah berusia lebih dari dua dekade
menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan investasi dan dukungan dari mitra
strategis.

 

 

Selain membahas pengembangan layanan air, kehadiran PAM
JAYA dalam forum tersebut juga membuka peluang penjajakan awal di sektor industri yang berkaitan dengan water cooling
untuk kebutuhan data center. Penjajakan ini menjadi
bagian dari upaya melihat potensi peran PAM JAYA dalam mendukung kebutuhan air bagi perkembangan industri
berbasis teknologi dan infrastruktur digital.

 

Kehadiran Arief sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia
yang diminta untuk memaparkan perspektif dalam forum tersebut
juga menjadi kesempatan untuk membawa
pengalaman PAM JAYA ke dalam diskusi
bersama para pemimpin bisnis global. Dalam kesempatan yang sama, PAM JAYA
melakukan penjajakan awal mengenai creative financing dengan
sejumlah pemimpin bisnis sebagai salah satu alternatif pendekatan untuk
mendukung kebutuhan investasi dan pengembangan infrastruktur air.

 

Pengalaman Jakarta menunjukkan bahwa kebutuhan layanan air
minum perpipaan, pembangunan infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan kota
saling berkaitan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ruang yang diberikan kepada PAM JAYA di forum tersebut juga menjadi
kesempatan untuk berbagi
pengalaman Indonesia dalam
mengelola layanan air minum perpipaan di perkotaan sekaligus membahas peran air
dalam pembangunan dan investasi.

 

Pengalaman tersebut juga tidak terlepas dari transformasi PAM
JAYA dalam meningkatkan pengelolaan layanan melalui pemanfaatan teknologi,
seperti smart
water meter
, integrated billing system, dan enterprise
resource planning (ERP)
, yang mendukung efisiensi dan
akurasi data dalam pengambilan keputusan.

 

“Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi
kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika kita
berbicara mengenai pembangunan masa depan, maka pembicaraan mengenai air harus
ditempatkan di bagian paling fundamental,” ujar Arief.

Bagi PAM JAYA,
keterlibatan dalam rangkaian 81st UN General Assembly menjadi kesempatan untuk
membawa pengalaman Jakarta sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dan membuka peluang
kolaborasi dengan pemimpin
serta pelaku sektor air
di tingkat internasional. Penjajakan di bidang
water cooling
untuk kebutuhan data center
dan creative financing menjadi
bagian dari langkah PAM JAYA untuk terus mengembangkan layanan air minum perpipaan yang andal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kebutuhan Jakarta sebagai kota dengan aktivitas ekonomi dan populasi
yang terus berkembang

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pintarnya: Hadirkan Misi Cari Cuan, Peluang Penghasilan Tambahan hingga Ratusan Ribu Rupiah

Pintarnya menghadirkan fitur Cari Cuan, kumpulan misi di dalam aplikasi yang memberikan kesempatan bagi pengguna untuk memperoleh penghasilan tambahan hingga ratusan ribu rupiah.

Misi dapat dikerjakan dengan mudah dan cepat langsung dari ponsel, tanpa perlu berpindah platform.

Selain Cari Cuan, pengguna tetap dapat mencari lowongan kerja dari berbagai bidang dan membuat CV dalam satu aplikasi. Fitur ini memperkuat posisi Pintarnya sebagai Platform Sampingan di Indonesia.

Pintarnya menghadirkan fitur Cari Cuan, yaitu kumpulan misi di dalam aplikasi yang memberikan kesempatan bagi pengguna untuk memperoleh penghasilan tambahan hingga ratusan ribu rupiah. Misi dapat dikerjakan langsung dari aplikasi di sela-sela aktivitas harian, tanpa harus berpindah platform. Fitur ini memperkuat posisi Pintarnya sebagai Platform kerja Sampingan di Indonesia, sekaligus melengkapi layanan pencarian lowongan kerja yang telah menjadi layanan utama Pintarnya.

Kebutuhan akan penghasilan tambahan dapat muncul dari berbagai keperluan, mulai dari kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan, hingga persiapan dana darurat. Bagi banyak orang, satu sumber penghasilan saja terkadang belum cukup, sementara waktu yang tersedia untuk pekerjaan sampingan cukup terbatas karena sudah bekerja, menjalankan usaha, atau menempuh pendidikan.

Melalui aplikasi Pintarnya, pengguna dapat mencari lowongan kerja dari berbagai bidang dan kategori, mulai dari posisi entry-level hingga pekerjaan di bidang lainnya, membuat CV, serta memanfaatkan berbagai fitur penunjang. Kini, melalui fitur Cari Cuan, pengguna juga dapat memanfaatkan waktu luang secara lebih produktif dengan mengerjakan misi yang tersedia di dalam aplikasi.

Pintarnya menghadirkan misi Cari Cuan bagi seluruh pengguna aplikasi yang ingin memperoleh penghasilan tambahan secara fleksibel.

Proses Pengerjaan Misi yang Mudah dan Cepat

Salah satu pertimbangan utama ketika mencari penghasilan tambahan adalah waktu dan kemudahan prosesnya. Tidak semua orang memiliki waktu luang yang panjang, sehingga Pintarnya merancang misi Cari Cuan agar dapat dikerjakan dengan praktis dan cepat.

Pengguna cukup memilih misi yang tersedia, membaca instruksi pengerjaan, lalu menyelesaikan misi langsung melalui ponsel. Seluruh proses, mulai dari menemukan misi hingga memantau status pengerjaan, dapat dilakukan di dalam satu aplikasi.

Namun, setiap misi memiliki ketentuan dan proses verifikasi masing-masing. Karena itu, besaran imbalan yang diterima dapat berbeda antara satu misi dengan misi lainnya.

Imbalan Dikirim Setelah Misi Terverifikasi

Dalam setiap misi, kesesuaian pengerjaan dengan instruksi menjadi faktor yang menentukan diterimanya imbalan. Karena itu, proses verifikasi menjadi bagian penting sebelum imbalan dikirimkan.

Pengguna dapat memantau status misi yang telah dikerjakan melalui aplikasi, sehingga mengetahui perkembangan pengerjaan hingga imbalan diterima.

Sebagai ilustrasi, pengguna yang menyelesaikan [jumlah] misi dengan imbalan masing-masing Rp[nominal] dapat mengumpulkan penghasilan tambahan hingga Rp[total] dari waktu luangnya.

Nilai tersebut hanya merupakan contoh ilustrasi. Besaran imbalan dan ketersediaan misi tetap bergantung pada hasil verifikasi serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

Lebih dari Sekadar Aplikasi Lowongan Kerja

Selain misi Cari Cuan, Pintarnya tetap menjadi platform untuk menemukan berbagai pilihan lowongan kerja yang sesuai dengan kebutuhan, pengalaman, dan preferensi pengguna.

Dengan menggabungkan pencarian kerja dan peluang penghasilan tambahan dalam satu platform, pengguna memiliki lebih banyak pilihan tanpa harus berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya.

Konsep ini menjawab kebutuhan yang beragam: ada yang sedang mencari pekerjaan utama, ada yang ingin berkarier di bidang tertentu, dan ada pula yang ingin memanfaatkan waktu luang untuk menambah pemasukan.

Kapan Cari Cuan Bisa Menjadi Pilihan?

Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti:

Tambahan uang saku atau kebutuhan sehari-hari.

Tambahan dana untuk kebutuhan rumah tangga.

Pemasukan sementara selama proses mencari pekerjaan utama.

Cari Cuan dapat menjadi pilihan bagi pekerja, mahasiswa, pelaku UMKM, pencari kerja, maupun masyarakat yang ingin memanfaatkan waktu luang secara lebih produktif.

Cara Mulai Cari Cuan

Untuk mulai mengerjakan misi Cari Cuan, pengguna dapat mengikuti beberapa tahapan berikut:

1. Unduh aplikasi Pintarnya melalui Google Play Store atau App Store.

2. Daftar atau masuk ke akun Pintarnya.

3. Buka menu Cari Cuan dan pilih misi yang ingin dikerjakan.

4. Selesaikan misi sesuai instruksi, lalu tunggu proses verifikasi hingga imbalan diterima.

Menghadirkan Ekosistem Peluang yang Lebih Lengkap

Melalui satu aplikasi, Pintarnya terus mengembangkan ekosistem dengan memadukan layanan pencarian kerja dan peluang penghasilan tambahan untuk penggunanya. Pengguna dapat mencari lowongan, membuat dan mereview CV, serta mengerjakan misi Cari Cuan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pintarnya untuk menghadirkan akses peluang yang lebih mudah, praktis, dan relevan bagi masyarakat Indonesia.

Bagi masyarakat yang ingin menambah pemasukan di sela rutinitas utama, Cari Cuan dapat menjadi salah satu alternatif yang fleksibel dan dapat diakses kapan saja dan dimana saja melalui Pintarnya

* Terdapat Syarat dan ketentuan yang berlaku berlaku. Ketersediaan misi dan besaran imbalan ditentukan berdasarkan jenis misi serta hasil  verifikasi pengerjaan. 

Contoh nominal dalam artikel ini bersifat ilustratif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Meta Business Agent vs AI Agent Pihak Ketiga, Mana Lebih Worth It?

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Ketika bisnis memilih AI untuk WhatsApp, perbandingan sering berhenti pada harga per respons. Padahal, model biaya Meta Business Agent dan AI Agent pihak ketiga tidak sama. Satu menggunakan token, sementara penyedia lain dapat memakai biaya per respons, paket, atau kombinasi dengan biaya WhatsApp.

Agar perbandingan adil, perusahaan perlu melihat biaya unit, service fee, cakupan kanal, fleksibilitas knowledge base, handoff ke manusia, dan keterhubungan data. Pilihan termurah pada satu komponen belum tentu paling efisien untuk seluruh operasi.

Perbedaan Model Biaya dan Service Fee

Meta Business Agent menjadi contoh model berbasis token. Dalam ilustrasi yang digunakan pada campaign ini, biayanya US$2 per 1 juta token. Jika satu respons memakai sekitar 20–25 ribu token, satu juta token menghasilkan kira-kira 40–50 respons. Jumlah aktual dapat berubah karena panjang konteks, instruksi, dan jawaban.

Menurut pembacaan dokumentasi Meta yang telah dikonfirmasi untuk campaign ini, respons Meta Business Agent tidak dikenai service fee WhatsApp. Keuntungan tersebut perlu dibedakan dari biaya token AI itu sendiri dan tetap perlu dicek kembali pada dokumentasi resmi sebelum publikasi.

AI Agent pihak ketiga dapat memiliki struktur berbeda. Sebagian memakai token, sebagian per respons, dan biaya AI umumnya berada di luar service message WhatsApp. Setelah dua model dipahami, bisnis baru dapat membandingkan contoh yang setara.

Periksa pula apa yang termasuk dalam harga: pemrosesan knowledge base, input dan output, penyimpanan histori, penggunaan playground, dukungan implementasi, serta batas volume. Dua tarif yang terlihat sama dapat menghasilkan total berbeda ketika komponen tersebut dipisahkan.

Sebagai contoh AI pihak ketiga, AI Agent Barantum menggunakan model mulai Rp150 per respons. Panjang jawaban dapat memengaruhi biaya, dan respons yang dikirim melalui WhatsApp tetap ditambah biaya service WhatsApp. Angka tersebut bukan bukti bahwa satu model selalu lebih murah; volume serta pola penggunaan tetap menentukan.

Bandingkan Fleksibilitas dan Operasional

Biaya per respons hanya satu kriteria. Perusahaan perlu menilai apakah AI berjalan hanya di WhatsApp atau juga di Live Chat, Facebook, Instagram, Telegram, marketplace, dan kanal lain. Cakupan ini menentukan apakah bisnis membutuhkan satu AI untuk beberapa titik kontak atau alat terpisah.

Knowledge base juga perlu diperiksa. Bisnis mungkin membutuhkan tone dan alur berbeda per kanal, routing berdasarkan keterampilan, manual takeover, serta handoff yang membawa histori. Kualitas jawaban pun memengaruhi total biaya karena respons salah arah dapat meningkatkan percakapan ulang.

Governance menjadi penting ketika banyak tim memperbarui konten. Tentukan siapa yang menyetujui jawaban, bagaimana perubahan harga atau kebijakan diterapkan, dan bagaimana jawaban yang salah ditarik. Fleksibilitas teknis tanpa owner yang jelas justru menambah risiko.

Untuk operasi lintas kanal, Omnichannel Barantum dapat menjaga percakapan dari WhatsApp, Live Chat, media sosial, dan marketplace dalam satu alur.

Ketika AI menyerahkan percakapan kepada manusia, agent perlu menerima histori, hasil qualification, dan alasan handoff agar pelanggan tidak mengulang konteks.

Data percakapan dan tindak lanjut kemudian dapat diteruskan ke CRM Barantum untuk menilai hasil per channel, owner, dan tahap pipeline. Dengan begitu, contoh AI pihak ketiga dinilai dari dampak operasional, bukan hanya tarif unit.

Pilih Berdasarkan Use Case, Bukan Harga Saja

Meta Business Agent dapat menarik bagi bisnis yang berfokus pada WhatsApp dan ingin memanfaatkan integrasi native serta struktur service fee yang berlaku. Namun, perusahaan tetap perlu menghitung pemakaian token, governance, dan kebutuhan audit.

AI pihak ketiga lebih relevan ketika bisnis membutuhkan multichannel, knowledge base yang fleksibel, routing, handoff, atau integrasi data. Model per respons juga dapat mempermudah proyeksi jika definisi satu respons jelas.

Sebelum memilih, lakukan pilot dengan daftar pertanyaan, volume, dan standar kualitas yang sama. Catat biaya AI, biaya WhatsApp, persentase handoff, waktu penyelesaian, serta percakapan ulang. Solusi yang worth it adalah yang memberi total value terbaik pada use case nyata, bukan yang terlihat paling murah di brosur.

Uji juga pertanyaan di luar knowledge base, percakapan dengan histori panjang, dan permintaan yang membutuhkan manusia. Hasil pada skenario sulit sering lebih menentukan daripada demo pertanyaan sederhana.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Sehari Setelah Hadir di Indonesia, Sanct Rilis Episode 5: Anak Rantau Pulang Diam-Diam di Hari Ulang Tahun Papa

Sanct, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan Sion Abednego, founder asal Indonesia, menayangkan Episode 5 dari seri film pendeknya di YouTube pada Kamis (1/10) pukul 16.00 WIB, sehari setelah aplikasinya hadir di App Store Indonesia pada Rabu (30/9). Film berjudul “Welcome home.” itu berlatar 1 Oktober, hari yang sama dengan hari tayangnya: Keisha, anak sulung yang bekerja di Singapura, pulang diam-diam tepat di hari ulang tahun ayahnya. Semua layar aplikasi di film adalah layar sungguhan, termasuk acara di grup keluarga, pesan yang dibakar pengirimnya, momen untuk teman pilihan, lokasi langsung selama 30 menit, kamera Dual, dan Carousel lima foto. Sanct gratis, tanpa iklan, dan sudah ada 5.000 orang di dalamnya.

Jakarta, 2 Oktober 2026 — Kalau kamu merantau, kamu tahu rasanya mengucapkan selamat ulang tahun kepada orang tua lewat layar ponsel. Pukul 07.41 pagi, Keisha melakukan hal yang sama. Dari Singapura ia menulis di grup keluarga: “Happy birthday, Papa. See you on the 12th.” Selamat ulang tahun, Papa, sampai jumpa tanggal 12. Satu menit kemudian ayahnya membalas: “I will wait for you.” Papa tunggu. Ia mengira masih harus menunggu sebelas hari. Ia tidak tahu bahwa petang itu juga bel pintu rumahnya akan berbunyi.

Begitulah “Welcome home.” dibuka, film kelima dari seri Sanct tentang sebuah keluarga yang terpisah antara Jakarta dan Singapura. Film berdurasi 1 menit 51 detik itu tayang di YouTube pada Kamis (1/10) pukul 16.00 WIB, sehari setelah Sanct hadir di App Store Indonesia pada Rabu (30/9). Ceritanya pun berlatar 1 Oktober, sehingga siapa pun yang menonton pada hari tayangnya berada di hari yang sama dengan keluarga itu.

Empat piring, dan satu nama yang tidak dicentang

Di Episode 2, Clarissa bertanya kepada kakaknya, “Come back soon?”, dan Keisha menjawab “Soon” dengan tanda hati. Di Episode 4, tiket pulangnya sudah dipesan untuk 12 Oktober. Di episode kelima, Keisha naik pesawat yang lebih awal, dan yang tahu hanya Mama dan Clarissa.

Pukul 16.10, Clarissa menyusun empat piring di meja makan, memotretnya, dan menulis “Four plates tonight.” Momen itu ia bagikan hanya kepada teman pilihan: Keisha, Mama, dan dua sahabatnya, Raka dan Nadia. Nama Papa tidak ia centang.

Pukul 16.52, Keisha menulis di grup kecil berisi tiga orang: “I took the earlier flight. Just landed. Don’t tell Papa.” Aku naik pesawat yang lebih awal, baru mendarat, jangan bilang Papa. Setelah pesan itu dibaca, ia menekan lama pesannya sendiri dan memilih “Burn for everyone”. Di ponsel Clarissa, tulisan itu berganti menjadi “This message was burned”.

Makin dekat, lalu bel pintu berbunyi

Dari kursi belakang mobil, Keisha membagikan lokasi langsungnya kepada dua orang saja, dengan dua kata: “Almost home.” Di Sanct, lokasi langsung dibagikan selama 30 menit, lalu berhenti otomatis. Clarissa membuka peta itu tiga kali, pukul 17.54, 18.01, dan 18.05, dan setiap kali foto kakaknya tampak makin dekat ke jalan rumah mereka. Papa duduk di meja makan dengan buku di tangannya. Lalu bel pintu berbunyi, dan Papa sendiri yang membuka pintu.

Tidak ada yang berbicara di depan pintu itu, dan film ini memang tidak punya dialog. Clarissa memotret pelukan ayah dan kakaknya dengan kamera Dual, sehingga wajahnya sendiri ikut terekam di sudut foto. Setelah makan malam ulang tahun, ia mengunggah lima foto dalam satu Carousel berjudul “All four of us.” Kali ini nama Papa ikut dicentang. Raka menulis “Happy birthday, Uncle.” Nadia menulis “Welcome home, Kei.”

Adegan terakhir keluarga itu sederhana. Keisha membalik ponselnya sampai layarnya menghadap meja, lalu memandang ayah, ibu, dan adiknya. Film ditutup oleh Sancty yang membawa kotak kado putih, dengan satu kalimat di layar: “Welcome home, Keisha.”

Yang tampil di film ada di aplikasi

Semua layar aplikasi di film diambil dari aplikasi Sanct yang ada sekarang, hanya diganti nama tokoh, foto, isi pesan, dan jamnya. Enam fitur tampil di episode ini:

– Acara di dalam obrolan, dengan judul, tanggal, jam mulai dan selesai, serta tombol “Add to Calendar”.

– Pesan yang dibakar. Pengirim menekan lama pesannya, memilih “Burn message”, lalu “Burn for me” atau “Burn for everyone”. Pesan tidak hilang dengan sendirinya; pengirimnya yang membakar.

– Penonton pilihan. Setiap momen bisa dibagikan ke semua teman, ke teman tertentu, atau hanya untuk diri sendiri.

– Lokasi langsung, dibagikan sebagai momen selama 30 menit lalu berhenti otomatis.

– Kamera Dual, yang memotret dengan kamera belakang dan kamera depan dalam satu momen.

– Carousel, lima foto dalam satu momen.

“Selama empat episode, keluarga ini bertemu lewat layar. Di episode kelima, tugas Sanct jauh lebih kecil: menjaga satu rahasia selama satu sore, dan memberi tahu Mama dan Clarissa bahwa Keisha sudah dekat,” ujar Sion Abednego, pendiri Sanct. “Adegan yang paling saya sukai justru saat Keisha meletakkan ponselnya tertelungkup di meja. Orang-orang yang ia rindukan sudah ada di depannya. Kami sengaja memilih 1 Oktober sebagai hari dalam cerita, sehari setelah Sanct hadir di Indonesia, supaya yang menonton hari itu berada di hari yang sama dengan keluarga ini.”

Bagaimana data pengguna diperlakukan

Sanct tidak memiliki iklan maupun linimasa publik, dan tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga. Sancty memproses data hanya di dalam akun pengguna itu sendiri untuk merespons, dan data tersebut tidak digunakan untuk melatih model AI publik. Kebijakan privasi Sanct dapat dibaca di https://sanctsocial.app/privacy

Harga dan ketersediaan

Sanct gratis: fitur inti tetap gratis, sementara fitur premium yang bersifat opsional menyusul kemudian, tanpa iklan di kedua versi. Sanct tersedia untuk iPhone di App Store Indonesia dan Malaysia sejak Rabu (30/9), dan di Singapura sejak Senin (28/9). Versi Android di Google Play belum siap. Aplikasi ini tersedia dalam bahasa Indonesia, Inggris, Melayu, dan Hindi, dan sudah ada 5.000 orang di dalamnya.

Di Sanct, teman pertama ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR. Pencarian dan saran pertemanan terbuka setelah pengguna punya lima teman, dan keduanya hanya menjangkau teman dari teman. Kelima episode seri film Sanct dapat ditonton di YouTube.

Unduh Sanct dan informasi lebih lanjut: https://sanct.social

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Inovasi Digital dan Layanan Konseling Gratis: Harapan Baru Akses Kesehatan Mental Remaja Indonesia

Menembus Dinding Stigma dan Jarak

Salah satu hambatan terbesar dalam penanganan kesehatan mental remaja Indonesia adalah akses. Banyak remaja yang enggan mencari bantuan karena stigma, jarak, atau biaya. Inovasi layanan berbasis digital dan puskesmas menjadi jawaban atas tantangan ini.

Logis: Layanan Online Psikolog Gratis Jawa Tengah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menghadirkan Layanan Online Psikolog Gratis (Logis) pada Juli 2026. Layanan ini menjadi langkah jemput bola agar persoalan kesehatan mental, terutama pada anak-anak dan pelajar, tidak terlambat ditangani.

Layanan ini dapat diakses melalui aplikasi JNN Ext 2 dan beroperasi setiap Senin-Kamis pukul 11.00-13.00 WIB dan Jumat pukul 10.00-12.00 WIB. Layanan ini didukung psikolog profesional dari 8 rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa layanan ini juga menggandeng Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan untuk menjangkau anak-anak dan pelajar yang mengalami persoalan psikologis, seperti stres hingga perundungan.

Data Skrining Jawa Tengah: 2,13 Juta Penduduk Dewasa

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, hingga Triwulan I 2026, sebanyak 2,13 juta penduduk dewasa telah mengikuti skrining kesehatan jiwa melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sementara itu, sekitar 14.600 orang dengan gangguan jiwa tengah menjalani penanganan di puskesmas.

Ruang Curhat Puskesmas Menteng: Konseling dengan Privasi Terjaga

Di tingkat puskesmas, inovasi serupa juga dikembangkan. Puskesmas Menteng di Jakarta menyediakan ruang konsultasi psikologi yang nyaman dengan privasi terjaga, sehingga remaja tidak merasa takut untuk mencurahkan isi hati mereka. Program “Ruang Curhat” dan diskusi kelompok sebaya menjadi wadah efektif untuk memvalidasi perasaan mereka.

Ruang Ramah Anak dan Dukungan Digital

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengembangkan program serupa di berbagai puskesmas. Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong integrasi layanan kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan primer, memastikan remaja dapat mengakses bantuan tanpa harus merasa terhakimi atau takut stigma.