Dari Singapura ke Medan, Xiang Xiang Hadirkan Cita Rasa Hunan Autentik di Delipark Mall

Setelah berkembang dengan 21 outlet di Singapura, Xiang Xiang memilih Medan sebagai lokasi pertama ekspansinya di Indonesia. Restoran spesialis Hunan Cuisine ini akan resmi dibuka pada 8 Oktober 2026 di Delipark Mall Medan dengan menghadirkan hidangan bercita rasa kuat, aromatik, dan kaya rempah. Kehadiran Xiang Xiang menawarkan pengalaman baru bagi pencinta kuliner Chinese food yang ingin menikmati karakter asli masakan Hunan.

Peta kuliner Medan akan semakin berwarna dengan hadirnya Xiang Xiang, restoran spesialis Hunan Cuisine asal Singapura yang akan resmi dibuka pada 8 Oktober 2026 di Delipark Mall Medan.

Setelah berkembang dengan 21 outlet di Singapura, Xiang Xiang memilih Medan sebagai kota pertama untuk memperkenalkan cita rasa khasnya kepada masyarakat Indonesia.

Berbeda dari Chinese food yang umumnya dikenal masyarakat, masakan Hunan memiliki karakter rasa yang kuat, gurih, aromatik, dan kaya rempah. Berbagai hidangannya diolah menggunakan teknik tumis dengan api besar untuk menjaga aroma, tekstur, serta cita rasa setiap bahan.

Xiang Xiang menghadirkan beragam pilihan menu ayam, daging, ikan, tahu, dan sayuran yang cocok disantap bersama nasi hangat. Setiap hidangan dirancang untuk dinikmati bersama, menjadikan Xiang Xiang pilihan baru untuk makan bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja.

“Melalui Xiang Xiang, kami ingin membawa pengalaman menikmati masakan Hunan yang autentik dan mudah dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Medan memiliki budaya kuliner yang kuat dan masyarakat yang terbuka terhadap rasa baru, sehingga menjadi pilihan yang tepat untuk outlet pertama kami di Indonesia.”

Menjelang pembukaan, masyarakat dapat lebih dahulu mencicipi beberapa pilihan menu Xiang Xiang melalui kegiatan test food pada 1–7 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal karakter rasa Xiang Xiang sebelum restoran resmi dibuka.

Melalui pembukaan ini, Xiang Xiang tidak hanya menghadirkan restoran baru, tetapi juga mengajak masyarakat Medan menemukan sisi berbeda dari kuliner Tiongkok melalui kekayaan rasa khas Hunan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bank Mandiri Taspen dan YKEP Perkuat Sinergi, Dorong Optimalisasi Potensi Ekosistem

JAKARTA, 30 September 2026 — PT Bank Mandiri Taspen dan Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) memperkuat sinergi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal untuk meningkatkan kolaborasi sekaligus mengoptimalkan potensi ekosistem YKEP.

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri jajaran manajemen Bank Mandiri Taspen dan pengurus YKEP.

Dari Bank Mandiri Taspen hadir Wakil Direktur Utama Rudi As Aturridha, Direktur Transformasi & Pengembangan Usaha Noer Fajrieansyah, Kepala Divisi Distribution Network Strategic Tiara Mayasari, Kepala Divisi Funding & Investment Product Susi Melinda Panggabean, Kepala Divisi Wholesale Funding Management Beni Harjono, Kepala Divisi Strategic Business Development Agus Syaiful Anwar, Regional CEO III Jakarta Erlinda Rusda, dan Regional CEO IV Bandung Ahmad Bagus Irawanto.

Sementara dari YKEP hadir Ketua Pengurus Mochamad Reza Utama, Sekretaris Pengurus Kuat Budiman, S.I.P., Bendahara Pengurus Amad Sugiyono, S.E., M.M., CRGP., serta jajaran pengurus dan staf YKEP.

Dorong Sinergi dan Kerja Sama Berkelanjutan

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Rudi As Aturridha mengatakan, penandatanganan MoU bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum pertemuan dua lembaga yang memiliki semangat dan tujuan yang sama.

Bank Mandiri Taspen memiliki komitmen untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan para purnabakti ASN dan TNI/Polri. Sementara itu, YKEP memiliki misi menjaga kesejahteraan prajurit, purnawirawan, dan keluarga besar TNI Angkatan Darat.

“Di sinilah titik temu kita. Yayasan hadir untuk menyejahterakan keluarga besar TNI Angkatan Darat, dan Bank Mandiri Taspen hadir untuk mendampingi mereka hingga masa purna tugas,” ujar Rudi.

Melalui kerja sama tersebut, Bank Mandiri Taspen akan menghadirkan layanan pengelolaan dana serta mendukung kegiatan yayasan secara bertahap ke unit-unit badan usaha YKEP sesuai kesepakatan bersama.

Ruang kolaborasi juga terbuka untuk pengembangan produk, program, dan layanan lainnya di masa mendatang.

Regional IV Bandung Dorong Pengembangan Potensi Ekosistem

Dalam pemetaan potensi kerja sama, salah satu fokus pengembangan berada di Regional IV Bandung, khususnya pada ekosistem pendidikan dan kesehatan di Cimahi, Jawa Barat.

Regional CEO IV Bandung Ahmad Bagus Irawanto hadir dalam agenda tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan mendorong pengembangan potensi ekosistem YKEP di wilayah Regional IV.

Potensi tersebut mencakup Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) dan RS Gigi dan Mulut di Cimahi, Jawa Barat.

Sejumlah layanan yang telah dipetakan antara lain Giro, GSR, Virtual Account, SMARD, Kredit Pensiun, Movin, MCM, Value to Value untuk RS Gigi dan Mulut, serta QRIS.

Dari sisi bisnis, materi pemetaan mencatat potensi penerimaan SPP dari sekitar 28.000 mahasiswa aktif, dengan biaya sekitar Rp6 juta hingga Rp7 juta per mahasiswa setiap semester, atau sekitar Rp336 miliar.

Selain itu, terdapat potensi akuisisi bisnis lending melalui student loan bagi orang tua mahasiswa yang berjumlah sekitar 2.000 purnawirawan TNI/Polri dan ASN.

Potensi lainnya meliputi penerimaan biaya UAS sekitar Rp14 miliar, biaya UTS sekitar Rp14 miliar, pembelajaran jarak jauh sekitar Rp5 miliar hingga Rp15 miliar, serta UMKM di sekitar kampus.

Menuju Kolaborasi yang Lebih Konkret

YKEP memiliki ekosistem usaha yang cukup luas, mulai dari sektor pendidikan dan kesehatan hingga 11 badan usaha yang bergerak di berbagai bidang, seperti perhotelan, outsourcing, transportasi, pergudangan, pengadaan alat kesehatan, perkebunan, konstruksi, pariwisata, dan perdagangan umum.

Melalui keterlibatan Region IV Bandung dan koordinasi Regional CEO IV Bandung Ahmad Bagus Irawanto, kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan sinergi, memperluas pemanfaatan layanan perbankan, serta mengoptimalkan potensi bisnis dalam ekosistem YKEP sesuai dengan kesepakatan dan tahapan kerja sama yang akan dilakukan.

Rudi berharap Nota Kesepahaman tersebut tidak berhenti sebagai sebuah dokumen, tetapi menjadi payung bagi lahirnya program-program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi YKEP dan seluruh keluarga besarnya.

“Semoga hari ini menjadi awal dari kemitraan jangka panjang yang semakin kuat, produktif, dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Rudi.

MoU dengan YKEP menjadi tahapan utama yang selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan UNJANI untuk menggarap berbagai potensi yang telah dipetakan.

Melalui sinergi tersebut, Bank Mandiri Taspen dan YKEP membuka ruang pengembangan kerja sama di bidang layanan perbankan, pendidikan, kesehatan, pembiayaan, serta aktivitas ekonomi dalam ekosistem yayasan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mengapa Asuransi Perjalanan Perlu Dipertimbangkan? Kenali Chubb Travel Insurance di Aplikasi neobank

Mempersiapkan perjalanan biasanya identik dengan memesan tiket, menentukan akomodasi, hingga menyusun itinerary. Namun, ada satu hal yang sering baru dipikirkan ketika masalah sudah terjadi, yaitu perlindungan perjalanan.

Keterlambatan penerbangan, pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, hingga kondisi medis yang membutuhkan penanganan dapat menimbulkan biaya tambahan. Karena itu, asuransi perjalanan dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika menyusun rencana perjalanan, terutama untuk perjalanan ke luar negeri.

Kini, pengguna neobank dapat mengakses Chubb Travel Insurance melalui asuransi di aplikasi neobank. Produk yang diterbitkan oleh PT Chubb General Insurance Indonesia dan didistribusikan melalui Bank Neo Commerce ini menyediakan perlindungan untuk perjalanan domestik maupun internasional.

Mengapa Asuransi Perjalanan Perlu Dipertimbangkan?

Risiko perjalanan tidak selalu dapat diprediksi. Tiket yang sudah dibeli dapat terdampak pembatalan, jadwal perjalanan bisa mengalami keterlambatan, atau barang bawaan dapat mengalami kehilangan maupun kerusakan. Di sisi lain, kebutuhan medis selama perjalanan juga dapat menimbulkan pengeluaran yang tidak sedikit, terutama ketika bepergian ke luar negeri.

Asuransi perjalanan memberikan perlindungan terhadap risiko-risiko tertentu yang tercantum dalam polis. Artinya, ketika suatu kejadian yang ditanggung terjadi, asuransi dapat memberikan manfaat sesuai ketentuan produk sehingga sebagian risiko finansial perjalanan dapat diantisipasi.

Chubb Travel Insurance sendiri menyediakan sejumlah manfaat, di antaranya:

1. Biaya medis hingga Rp4 miliar

2. Kematian dan cacat akibat kecelakaan hingga Rp2 miliar

3. Pembatalan perjalanan hingga Rp60 juta, sesuai plan yang dipilih

4. Keterlambatan perjalanan hingga Rp1 juta setiap empat jam

5. Pilihan perlindungan yang memenuhi kebutuhan perjalanan dengan Visa Schengen

6. Premi tersedia mulai dari Rp42.000, dengan manfaat dan ketentuan yang mengikuti plan yang dipilih.

Asuransi Perjalanan dan Asuransi Kesehatan Punya Fungsi Berbeda

Memahami perbedaan produk juga penting sebelum membeli. Dalam melakukan perbandingan asuransi kesehatan, misalnya, calon pengguna perlu melihat tujuan utama dan cakupan masing-masing produk.

Asuransi kesehatan pada dasarnya ditujukan untuk memberikan perlindungan atas risiko kesehatan sesuai manfaat dalam polis. Sementara itu, Chubb Travel Insurance merupakan produk yang secara khusus memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko selama perjalanan.

Chubb Travel Insurance memang memiliki manfaat yang berkaitan dengan biaya medis. Namun, manfaat tersebut merupakan bagian dari perlindungan perjalanan dan penggunaannya tetap mengikuti ketentuan, batas manfaat, serta pengecualian dalam polis.

Karena itu, Chubb Travel Insurance tidak dapat diposisikan sebagai pengganti asuransi kesehatan. Keduanya memiliki karakteristik dan tujuan perlindungan yang berbeda.

Cara Beli Asuransi Online di neobank dari Bank Neo Commerce

Kemudahan proses menjadi salah satu hal yang ditawarkan melalui kanal digital. Pengguna tidak perlu melakukan proses pembelian secara terpisah karena pemilihan produk hingga pembayaran premi dapat dilakukan melalui aplikasi.

Berikut cara beli asuransi online Chubb Travel Insurance di neobank:

1. Login ke aplikasi neobank dan pilih Wealth > Asuransi.

2. Pilih Chubb Travel Insurance, lalu tekan Beli Sekarang.

3. Pilih jenis perjalanan, yaitu Internasional atau Domestik.

4. Pilih Single Trip atau Annual Trip.

5. Masukkan periode perjalanan.

6. Pilih tipe perlindungan, yaitu individu, pasangan, atau keluarga.

7. Pilih plan yang diinginkan.

8. Lengkapi data yang diperlukan.

9. Baca RIPLAY, Ketentuan Polis, serta Syarat dan Ketentuan sebelum melanjutkan.

10. Periksa kembali informasi transaksi dan data yang telah dimasukkan.

11. Lakukan pembayaran dengan memasukkan PIN neobank.

12. Setelah transaksi berhasil, status pembelian dapat dilihat melalui Asuransi Saya > Riwayat.

Satu hal yang perlu diperhatikan, polis harus dibeli sebelum keberangkatan. Tanggal perjalanan menjadi bagian dari informasi yang dimasukkan ketika pembelian sehingga perlindungan mengikuti periode yang dipilih.

Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli?

Manfaat, batas pertanggungan, risiko, pengecualian, dan persyaratan klaim mengikuti dokumen produk dan polis. Manfaat, batas pertanggungan, risiko, pengecualian, dan persyaratan klaim mengikuti dokumen produk dan polis.

Karena itu, sebelum melakukan beli asuransi di neobank, pengguna perlu membaca RIPLAY dan Ketentuan Polis. Perhatikan pula plan yang dipilih dan pastikan data perjalanan, termasuk tanggal serta tujuan perjalanan, telah diisi dengan benar.

Chubb Travel Insurance juga dapat dibeli untuk diri sendiri maupun melalui pilihan pasangan atau keluarga sesuai opsi perlindungan yang tersedia.

Perlindungan Perjalanan dalam Satu Aplikasi

Kehadiran Chubb Travel Insurance di neobank memberikan alternatif bagi pengguna yang ingin mengakses produk perlindungan perjalanan melalui kanal digital. Mulai dari menentukan jenis perjalanan, memilih periode dan plan, mengisi data, membaca dokumen produk, hingga membayar premi dilakukan melalui aplikasi.

Asuransi perjalanan sebaiknya dipahami sebagai bagian dari persiapan perjalanan, bukan sekadar produk tambahan. Dengan memahami risiko yang mungkin muncul dan mencocokkannya dengan manfaat serta ketentuan polis, pengguna dapat menentukan perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan perjalanannya.

***

Disclaimer: Chubb Travel Insurance merupakan produk asuransi yang diterbitkan oleh PT Chubb General Insurance Indonesia dan didistribusikan melalui Bank Neo Commerce. Informasi mengenai manfaat, premi, risiko, pengecualian, dan ketentuan produk mengacu pada RIPLAY, Ketentuan Polis, serta dokumen produk yang berlaku. 

Info lengkap mengenai fitur Asuransi di neobank, kunjungi website s.id/infoneoasuransi dan jika kamu ingin langsung membeli asuransi sesuai kebutuhanmu, klik s.id/neoasuransi

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tiga Bulan Jelang PSPK 1 & 2 Berlaku, Emiten Perlu Siapkan Sistem Data Keberlanjutan Sekarang

PSPK 1 dan 2, standar pengungkapan risiko dan peluang keberlanjutan, termasuk iklim, yang mengadopsi IFRS S1 dan S2, berlaku efektif 1 Januari 2027. Dalam seminar daring TruCarbon dan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Rabu (30/9), AEI, IAI, BCA, dan TruCarbon mendorong emiten memanfaatkan sisa tiga bulan untuk membangun dan menguji sistem data keberlanjutan yang terhubung dengan laporan keuangan.

JAKARTA,
1 Oktober 2026 – Emiten di Indonesia memiliki sisa waktu sekitar tiga bulan
untuk menyiapkan data dan proses pengungkapan keberlanjutan sebelum Pernyataan
Standar Pengungkapan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan 2 berlaku efektif untuk periode
pelaporan tahunan yang dimulai 1 Januari 2027. Standar yang disusun Dewan
Standar Keberlanjutan Ikatan Akuntan Indonesia (DSK IAI) ini menuntut data
keberlanjutan yang dapat ditelusuri hingga dokumen sumbernya dan terhubung
dengan laporan keuangan. Karena itu, perusahaan disarankan segera membangun
sistem pengumpulan data. Hal tersebut mengemuka dalam seminar “Navigating
PSPK 1 & 2: Road to 2027 Sustainability Disclosure” yang digelar
TruCarbon bersama Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) secara daring, Rabu (30/9).

Direktur
Eksekutif AEI Gilman Pradana Nugraha mengingatkan, kesiapan data menjadi
pekerjaan utama emiten. “Sustainability
disclosure
makin dekat dengan financial
reporting
dan investor decision
making
. Penting buat kita memastikan bahwa data tersedia dengan lengkap,
utuh, governance yang jelas, ownership di internal perusahaan juga
jelas, proses pengumpulan data juga valid
dan reliable, dan juga ada
keterhubungan antara tim sustainability
dan tim lainnya,” katanya.

Bukan
Sekadar Ganti Format Laporan

Kewajiban
menerbitkan laporan keberlanjutan sendiri bukan hal baru. Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) telah mewajibkannya bagi emiten, lembaga jasa keuangan, dan
perusahaan publik sejak 2019 melalui POJK 51/2017. Yang berubah adalah standar
teknis penyusunannya. PSPK 1 dan 2, yang disahkan DSK IAI pada 1 Juli 2025,
mengadopsi IFRS S1 dan IFRS S2 dari International Sustainability Standards
Board (ISSB).

Anggota
Tim Kerja Keberlanjutan IAI, Cita Ayu Pratiwi, menjelaskan bahwa PSPK 1
merupakan kerangka umum atau payung yang mengatur apa saja yang perlu dilakukan
dalam pelaporan keberlanjutan. Adapun PSPK 2 mengatur pengungkapan yang
spesifik terkait iklim. Keduanya memuat empat konten inti yang sama, yaitu tata
kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target. Ke depan, standar
ini akan terus berkembang lewat PSPK 3, 4, dan 5 untuk menangkap risiko dan peluang
keberlanjutan lain di luar iklim.

Ia
menambahkan, PSPK dirancang sebagai standar yang berfokus pada investor dan
menghasilkan informasi yang dapat dibandingkan secara global. Pengguna utamanya
adalah investor saat ini maupun calon investor, pemberi pinjaman, dan kreditur
lain, yang memakai informasi tersebut untuk memutuskan membeli, menjual, atau
menahan saham dan surat utang, serta menyalurkan pinjaman.

Menurut
Cita, PSPK membawa cara pandang yang berbeda dari pelaporan keberlanjutan
selama ini. “Yang sebelumnya mungkin perspektif yang dibawa adalah
bagaimana perusahaan berdampak ke eksternal maupun terkait dengan lingkungan,
sosial ataupun tata kelola, tapi kali ini kita agak merubah sedikit view-nya
adalah melihat bagaimana aspek-aspek tersebut berdampak secara internal,”
ujarnya.

Untuk
memulai persiapan, Cita menyarankan perusahaan tidak berangkat dari pertanyaan
apa yang harus diungkapkan, melainkan dari penilaian apakah proses yang
berjalan saat ini sudah memadai untuk mendukung pengungkapan dan implementasi
keberlanjutan yang efektif.

Butuh
Kerja Lintas Divisi

Dari sisi
emiten, Kepala Sustainability & CSR Subdivision PT Bank Central Asia Tbk.
(BCA), Evi Jo, membagikan bagaimana BCA menyatukan kerja antartim dalam
penyusunan laporan keberlanjutan. Menurutnya, penerapan PSPK membutuhkan
kolaborasi lintas divisi, terutama antara tim sustainability, risiko, bisnis, dan akuntansi.

Bagi BCA,
laporan keberlanjutan adalah bentuk pertanggungjawaban, bukan sekadar upaya
untuk terlihat bagus dengan tulisan pelaporan yang indah. Laporan itu memuat
implementasi komitmen keberlanjutan BCA sekaligus menjadi tanggung jawab
perseroan sebagai emiten kepada investor.

Rencana
90 Hari Sebelum Tahun Buku 2027

Direktur
TruCarbon, Debby Reynata, menyebut 90 hari tersisa di 2026 sebagai periode
penting untuk menyiapkan tahun buku 2027 dengan standar PSPK 1 dan 2. Ia
merekomendasikan tiga tahap. Tahap pertama, hari ke-1 hingga ke-30, untuk
menetapkan cakupan entitas yang selaras dengan batas konsolidasi laporan
keuangan serta tata kelolanya. Tahap kedua, hari ke-31 hingga ke-60, untuk
membangun data engine, yakni pemetaan
data aktivitas di setiap lokasi lengkap dengan sumber, satuan, frekuensi, dan
penanggung jawabnya.

Tahap
ketiga, hari ke-61 hingga ke-90, adalah uji jalan. “Kita merekomendasikan
untuk melakukan dry run dengan data
tahun sebelumnya,” kata Debby. Uji coba ini menjadi cara menemukan celah
data lebih awal, sebelum celah itu muncul saat proses asurans. “90 hari
ini cukup untuk memastikan tahun buku 2027 akan dimulai dengan sistem atau SOP
yang sudah jalan,” ujarnya.

Ia
mengingatkan soal keringanan pengungkapan selama tiga tahun untuk emisi Scope 3
(Cakupan 3), yakni emisi tidak langsung dari rantai nilai perusahaan. Jangka
waktu ini lebih panjang dari IFRS yang hanya satu tahun. Namun, yang ditunda
hanya pengungkapan, bukan pengumpulan data. Data Scope 3 tetap harus
dikumpulkan secara rutin mulai sekarang, karena kualitasnya baru naik setelah
beberapa siklus pelaporan dan membutuhkan keterlibatan pemasok.

Untuk
mempercepat persiapan tersebut, TruCarbon menghadirkan TruCount, perangkat
lunak akuntansi karbon yang mempermudah seluruh proses pengungkapan
keberlanjutan, mulai dari pengumpulan data emisi hingga penyusunan laporan.
Sebagai bentuk dukungan bagi emiten, peserta seminar mendapatkan akses premium
TruCount gratis selama 90 hari.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

PT Akarsa Garment Indonesia Hadapi Dinamika Industri Garmen Nasional

Industri fesyen dan kebutuhan garmen korporasi di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Namun, seiring dengan tingginya permintaan, tantangan produksi bagi para pemilik jenama (brand) dan instansi juga semakin kompleks. Menjawab kebutuhan akan ekosistem manufaktur yang terpadu, Akarsa Garment hadir dengan solusi komprehensif yang mendisrupsi cara kerja konveksi tradisional.

Menjawab Kebutuhan Pasar dengan Layanan Terintegrasi 

Bagi para pelaku usaha pemula maupun korporasi berskala besar, pertanyaan mendasar seperti pabrik garmen bisa produksi apa aja? sering kali menjadi tahap awal dalam menyeleksi vendor. Menyadari kebingungan pasar tersebut, Akarsa Garment Pemalang: Pabrik Garmen One Stop Factory hadir menawarkan fasilitas produksi dari hulu ke hilir, mulai dari konsultasi desain, penyediaan bahan baku, hingga proses finishing dan packaging.

Pemahaman klien mengenai proses di dalam pabrik garmen terdekat juga difasilitasi melalui sistem kerja yang transparan, sehingga quality control di setiap lini jahitan dapat dipantau dengan jelas. Menariknya, infrastruktur digital dan manajemen logistik yang andal membuat jangkauan layanan mereka sangat luas. Oleh karena itu, bagi para pebisnis di ibu kota yang sedang menyeleksi rekomendasi tempat jahit baju terdekat sekitar Jabodetabek, Akarsa Garment menjadi alternatif yang sangat strategis dengan kapasitas pabrik besar namun memiliki aksesibilitas komunikasi layaknya konveksi lokal.

Strategi Efisiensi di Tengah Fluktuasi Harga 

Dinamika makro ekonomi sering kali membawa tantangan tersendiri bagi sektor padat karya. Ketika isu mengenai harga bahan baku tekstil naik? menjadi sorotan utama di kalangan pengusaha, Akarsa Garment meresponsnya dengan langkah taktis. Pabrik ini mengimplementasikan sistem marker making digital yang mampu meminimalisasi limbah pemotongan kain (zero waste). Optimalisasi rantai pasok ini memastikan klien tetap mendapatkan penawaran harga yang kompetitif tanpa harus menurunkan grade material tekstil yang digunakan.

Kapasitas Massal: Dari Kaos Polos hingga Seragam Kustom 

Keunggulan infrastruktur pabrik ini paling terlihat pada kemampuannya menangani pesanan dalam jumlah masif. Akarsa Garment telah diakui luas sebagai konveksi kaos polos berkualitas untuk produksi skala besar. Pabrik ini secara konsisten mampu memproduksi kaos polos berkualitas untuk berbagai kebutuhan, baik untuk suplai clothing line, basic wear distro, maupun kebutuhan kampanye massal dengan jaminan stabilitas warna dan keawetan jahitan.

Tidak hanya berjaya di lini kasual, sektor B2B (Business to Business) juga digarap dengan sangat profesional. Mengukuhkan reputasinya sebagai pabrik garmen Indonesia terpercaya, Akarsa memahami bahwa seragam adalah cerminan profesionalisme sebuah institusi. Hal ini terbukti dari tingginya kepercayaan klien terhadap layanan konveksi kaos custom untuk event perusahaan di Pemalang dan berbagai kota lainnya. Setiap detail kustomisasi, mulai dari aplikasi bordir komputer presisi tinggi hingga teknik sablon mutakhir, dieksekusi dengan sempurna sesuai identitas brand klien.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Lima Buku Cerita Anak Bawa Kisah Perempuan Penjaga Hutan ke Indonesia International Book Fair 2026

Lima buku cerita anak seri Women Forest Defenders diluncurkan di Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026, Rabu (30/9/2026), di Panggung Children’s Book Festival, Jakarta International Convention Center (JICC). Peluncuran ini diselenggarakan IIBF 2026, Let’s Read, dan The Asia Foundation lewat talk show Women Forest Defenders: Watching the Forest, Growing the Future. Tiga perempuan penjaga hutan, Ani Tasriah dan Tessa Pranisti dari Sumatera Selatan serta Lilik Ernawati dari Nusa Tenggara Barat, hadir dan berbagi pengalaman mereka menjaga hutan. Kelima buku, yaitu Perempuan Penjaga Rimba, Berebut Jambu Hutan, Komang dan Benih Harapan, Ke Mana Burung-Burung Pergi?, dan Menanti Rayeuk Pulang, ditulis dan diilustrasikan oleh penulis dan ilustrator Indonesia. Buku-buku ini mengajak anak mengenal hutan dan peran perempuan dalam merawatnya. Seri ini terbit melalui Let’s Read, perpustakaan digital buku cerita anak gratis dari The Asia Foundation. Program Women Forest Defenders sendiri mencatat 171 perempuan aktif menjaga hutan dan 42 perempuan di posisi pengambil keputusan di empat provinsi. Kelima buku bisa dibaca gratis di letsreadasia.org.

Jakarta, 30 September 2026 – Seekor kijang tiba-tiba masuk ke kebun, Kero berulah saat Diah memetik jambu hutan, burung-burung menghilang dari kebun, dan Inong menanam hutan agar sahabat gajahnya pulang. Cerita-cerita ini kini hadir dalam lima buku cerita anak seri Women Forest Defenders yang diluncurkan di Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026. Tiga perempuan penjaga hutan, Ani Tasriah dan Tessa Pranisti dari Sumatera Selatan serta Lilik Ernawati dari Nusa Tenggara Barat, hadir langsung dan bercerita tentang pengalaman mereka menjaga hutan dalam talk show Women Forest Defenders: Watching the Forest, Growing the Future. Acara ini diselenggarakan IIBF 2026, Let’s Read, dan The Asia Foundation di Panggung Children’s Book Festival, Jakarta International Convention Center (JICC).

Kelima buku mengajak anak mengenal hutan dari sudut pandang yang dekat dengan keseharian mereka. Perempuan Penjaga Rimba karya Shahfira Alif dengan ilustrasi Ayesha Sophie bercerita tentang Amina yang belajar merawat kebun bersama Nining dan bertanya-tanya mengapa seekor kijang masuk ke kebun mereka. Berebut Jambu Hutan karya Lina Nurdiana dengan ilustrasi Dinda Ayu mengikuti Diah yang memetik jambu hutan di hutan adat untuk dibuat selai, sambil menghadapi ulah Kero.

Komang dan Benih Harapan karya Nurma Anita dengan ilustrasi Tiara Wulandari mengangkat nilai inklusi melalui Komang yang belajar merawat bibit bersama Bibi Santhi di Rumah Bibit. Dua buku karya Maya Lestari GF melengkapi seri ini. Ke Mana Burung-Burung Pergi? dengan ilustrasi Eri Patmasari mengajak anak mencari tahu mengapa burung menghilang dari kebun. Menanti Rayeuk Pulang dengan ilustrasi Felia Febriany G bercerita tentang Inong yang ikut menanam pohon di hutan agar sahabat gajahnya kembali.

Ani Tasriah berasal dari Desa Penyandingan dan Tessa Pranisti dari Desa Kota Padang, keduanya di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dengan pendampingan Pilar Nusantara (PINUS) Sumatera Selatan. Desa Kota Padang berada di kawasan Semende, yang memiliki adat tunggu tubang, yaitu tradisi yang menitipkan rumah dan kebun keluarga kepada anak perempuan tertua. Lilik Ernawati berasal dari Desa Karang Sidemen, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dengan pendampingan KONSEPSI NTB.

Ketiganya adalah bagian dari Women Forest Defenders, program The Asia Foundation di 4 provinsi (Sumatera  Barat, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Utara) dan level Nasional yang menghubungkan kelompok perempuan, lembaga adat, organisasi lokal, wirausaha sosial, dan pemerintah. Di empat provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Utara, dan Nusa Tenggara Barat, program ini mencatat 24.292 hektare hutan yang pengelolaannya melibatkan kelompok perempuan secara aktif. Sebanyak 171 perempuan aktif menjaga hutan, 42 perempuan duduk di posisi pengambil keputusan, dan 16 usaha yang dipimpin perempuan telah menghasilkan pendapatan (The Asia Foundation, 2026).

“Hutan memberi kita banyak buah dan makanan yang lezat. Kalau ingin terus bisa menikmatinya, kita harus belajar menjadi anak yang bertanggung jawab: mengambil secukupnya, merawat pohonnya, dan tidak merusak rumah satwa yang tinggal di hutan,” ujar Women Forest Defenders dari Desa Penyandingan, Sumatera Selatan, Ani Tasriah.

“Untuk anak-anak kami, ingatlah bahwa menjaga hutan bukan hanya tugas laki-laki. Perempuan juga bisa turun ke hutan, bersuara, mengambil keputusan, dan memimpin,” ujar Women Forest Defenders dari Desa Kota Padang, Sumatera Selatan, Tessa Pranisti.

Tessa berharap buku-buku ini bisa menumbuhkan keberanian anak perempuan sejak kecil. “Jangan pernah merasa kecil karena kamu perempuan. Dari tangan dan keberanianmu, hutan dan kehidupan bisa tetap terjaga. Tumbuhlah menjadi generasi yang berani memimpin, tetapi tetap rendah hati menjaga bumi tempat kita hidup,” katanya.

Hal serupa dijalani Lilik Ernawati di Karang Sidemen. Lewat KUPS Cempaka Empat yang ia pimpin, kelompok perempuan di desanya mengelola kopi, madu, dan ekowisata dari hutan desa, termasuk mengolah salak dan nangka hutan yang dulu tidak dilirik orang. Bagi Lilik, hutan yang dijaga hari ini adalah warisan untuk anak-anak kelak.

“Di tangan perempuan, hutan dijaga, dilindungi, dan diwariskan. Mari rawat hutan dengan cinta, agar hijaunya tetap menjadi cerita bagi anak cucu kita,” ujar Ketua KUPS Cempaka Empat, Desa Karang Sidemen, Nusa Tenggara Barat, Lilik Ernawati.

Seri ini diterbitkan bersama Let’s Read, inisiatif The Asia Foundation yang membangun perpustakaan digital buku cerita anak gratis untuk kawasan Asia dan Pasifik. Let’s Read melanjutkan Books for Asia, program terlama The Asia Foundation yang berjalan sejak 1954. Buku di Let’s Read dibuat bersama penulis dan ilustrator lokal, bisa dibaca di situs dan aplikasi, disimpan untuk dibaca tanpa internet, atau dicetak untuk sekolah dan komunitas.

“Selama ini, cerita perempuan penjaga hutan lebih banyak kami sampaikan kepada pembuat kebijakan dan mitra. Lewat seri buku ini, kami ingin anak-anak juga mengenalnya sejak dini. Kalau anak tahu siapa yang menjaga hutan di sekitar mereka, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang ikut menjaganya,” ujar Country Representative The Asia Foundation Indonesia, Hana Satriyo.

“Seri buku ini kami persembahkan untuk para perempuan penjaga hutan, atas kepemimpinan dan pengetahuan yang mereka wariskan kepada generasi berikutnya. Kami berharap anak-anak dapat mengenal kerja perawatan hutan yang dilakukan perempuan di komunitas dan memahami bahwa hutan adalah rumah bagi banyak kehidupan,” tambah Program Officer The Asia Foundation, Dorta Pardede.

Peluncuran ini menjadi bagian dari Children’s Book Festival di IIBF 2026, pameran buku yang diselenggarakan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) sejak 1980. Tahun ini IIBF berlangsung 30 September sampai 4 Oktober 2026 di JICC dengan semangat “Read Today, Lead Tomorrow”.

Peluncuran buku ini menutup hari yang panjang bagi Ani, Tessa, dan Lilik. Siang harinya, mereka hadir di Jamuan Puan Rimba di Jakarta bersama empat perempuan penjaga hutan lain dari Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, dan Nusa Tenggara Barat. Pada 3 sampai 4 Oktober 2026, mereka akan membawa cerita yang sama ke Bangkok Climate Action Week 2026.

Kelima buku ini bisa dibaca gratis di letsreadasia.org. Orang tua dan guru bisa membacakannya di rumah atau di kelas, sambil mengenalkan anak pada hutan dan para perempuan yang setia menjaganya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

FINNS Beach Club Buka Early Bird Sale Diskon 50%, Perayaan Tahun Baru Ikonik di Bali Kini Hadir sebagai Festival Dua Hari

Major Lazer, CYRIL, dan DJ set The Temper Trap jadi deretan artis pertama yang diumumkan untuk FINNS NYE Festival 2026 — dan masih banyak lagi yang akan menyusul!

BALI, 14 Agustus 2026 – FINNS Beach Club resmi membuka early bird sale untuk perayaan Malam Tahun Baru 2026, memberikan kesempatan pertama bagi para pencinta pesta untuk mengamankan tiket menuju perayaan akhir tahun terbesarnya sejauh ini.

Tiket diskon 50% untuk FINNS NYE Festival kini sudah bisa didapatkan secara online. Tahun ini, perayaannya tak lagi sebatas hitung mundur satu malam, melainkan berkembang menjadi festival dua hari yang berlangsung pada 30 dan 31 Desember 2026.

Gelombang pertama artis pun telah diumumkan. Major Lazer, DJ sekaligus produser asal Australia CYRIL, serta DJ set dari The Temper Trap menjadi bagian dari line-up yang telah dikonfirmasi, dengan pengumuman artis berikutnya yang akan segera menyusu

Setelah satu dekade menggelar perayaan Malam Tahun Baru yang selalu sold out, FINNS meningkatkan skala acaranya di tahun 2026 untuk menghadirkan pengalaman festival yang memadukan musik internasional, hiburan tepi pantai, dan salah satu panorama matahari terbenam paling ikonik di Bali.

Sebelumnya, perayaan Malam Tahun Baru FINNS telah menghadirkan deretan artis internasional seperti Flume, Duke Dumont, PNAU, MK, Khalid, Lost Frequencies, dan CamelPhat — dengan tiket perayaan beberapa tahun terakhir yang ludes jauh sebelum malam pergantian tahun tiba.

Perluasan menjadi dua hari ini mencerminkan semakin banyaknya wisatawan mancanegara yang memilih Bali sebagai destinasi untuk merayakan momen spesial dan menghabiskan liburan akhir tahun, seiring dengan Canggu yang terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kawasan hiburan utama di pulau ini.

Berlokasi langsung di tepi Pantai Berawa, FINNS akan menyulap kawasan pantainya menjadi arena festival, menghadirkan pertunjukan live, DJ, dan produksi berskala besar sepanjang periode Tahun Baru.

Early Bird Sale diskon 50% ini menjadi kesempatan emas bagi siapa pun yang sudah merencanakan liburan Tahun Baru di Bali untuk mengamankan tempat lebih awal dengan harga terbaik.

Mengingat tiket perayaan NYE FINNS sebelumnya selalu habis terjual jauh-jauh hari, para tamu disarankan untuk segera melakukan pemesanan.

FINNS NYE FESTIVAL 2026

Tanggal: 30–31 Desember 2026

Lokasi: FINNS Beach Club, Pantai Berawa, Bali

Artis pertama yang diumumkan: Major Lazer, CYRIL, dan DJ set The Temper Trap

Presale: Presale eksklusif 24 jam dengan diskon 50%

Tiket dan informasi: nye2026.finnsbeachclub.com

Artis tambahan dan detail acara lainnya akan diumumkan menjelang festival berlangsung

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tujuh Perempuan Penjaga Hutan Bawa Cerita Kepemimpinan dan Penghidupan dari Hutan Indonesia ke Bangkok Climate Action Week 2026

Tujuh perempuan penjaga hutan dari Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, dan Nusa Tenggara Barat memperkenalkan kerja mereka memimpin pengelolaan hutan, memantau kawasan, dan mengembangkan usaha dari hasil hutan dalam Jamuan Puan Rimba di JAVARA Culture Jakarta, Rabu (30/9/2026). Jamuan ini digelar The Asia Foundation (TAF) melalui program Women Forest Defenders (WFD), bersama JAVARA dan Perkumpulan Seniman Pangan Indonesia, dengan menu dari bahan pangan hutan ketiga provinsi. Mereka merupakan bagian dari 171 perempuan yang aktif menjaga hutan melalui WFD, dan 42 di antaranya kini duduk di posisi pengambil keputusan. Di empat provinsi, program ini mencatat 24.292 hektare hutan dikelola dengan perempuan ikut memimpin, 16 usaha perempuan berbasis hutan, dan 11 kelompok pemantau hutan dipimpin perempuan. Pendampingan dilakukan bersama mitra lokal Yayasan PIONIR Bulungan, PINUS, dan KONSEPSI. Pada 3–4 Oktober 2026, ketujuh perempuan ini membawa cerita dan cita rasa hutan Indonesia ke Bangkok Climate Action Week 2026 di Glass House Pavilion, Taman Lumpini, dan Restoran Bo.lan, Bangkok.

Jakarta, 30 September 2026 – Tujuh perempuan penjaga hutan dari Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, dan Nusa Tenggara Barat memperkenalkan kerja mereka dalam memimpin pengelolaan hutan, memantau kawasan, dan mengembangkan usaha dari hasil hutan di Jamuan Puan Rimba, JAVARA Culture Jakarta, Rabu (30/9).  Ketujuhnya merupakan bagian dari 171 perempuan yang kini aktif menjaga hutan di 4 provinsi (sumatera barat, kalimantan utara, nusa tenggara barat dan sumatera selatan) dan level nasional melalui program Women Forest Defenders (WFD) dari The Asia Foundation (TAF). Sebanyak 42 di antaranya duduk di posisi pengambil keputusan. Pekan ini, mereka membawa cerita yang sama ke Bangkok Climate Action Week (BKKCAW) 2026.

Jamuan ini digelar TAF bersama Perkumpulan Seniman Pangan Indonesia sebagai pintu masuk untuk melihat model ekonomi regeneratif yang memberi ruang bagi perempuan untuk terlibat secara bermakna. Menu jamuan meja panjang siang ini disusun dari bahan pangan hutan ketiga provinsi dan dinarasikan oleh Founder JAVARA dan Sekolah Seniman Pangan, Helianti Hilman. Hutan di sekitar Long Sam, Kalimantan Utara, misalnya, menyimpan buah payang yang diolah menjadi sambal, daun bekai sebagai penyedap alami, dan beras subut. 

Noviana Liling dari Desa Long Sam, Kabupaten Bulungan, mulai terlibat dalam pengelolaan hasil hutan sejak desanya mendapat izin mengelola hutan desa selama 35 tahun pada 2017, didampingi Yayasan PIONIR Bulungan dan TAF. Pada April 2025, ia ikut mendirikan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) perempuan pertama di Kalimantan Utara, dengan modal awal lima butir kelapa dari setiap anggota. Kini KUPS Femung Himet yang dipimpinnya memproduksi minyak kelapa murni, tenun, dan topi anyaman, dan sebagian produknya sudah bersertifikat halal. Lewat pelatihan, para anggotanya juga belajar mengolah buah kuini yang dulu dibiarkan jatuh dan membusuk menjadi selai.

“Dari tidak tahu menjadi tahu. Dengan adanya pelatihan ini, kami bisa menambah pengetahuan untuk membuat selai,” ujar Ketua KUPS Femung Himet, Noviana Liling.

Masih di Kabupaten Bulungan, Raberti dari Desa Antutan menganyam rotan, bambu, dan pandan menjadi tas untuk membantu biaya sekolah anak. Kini anyaman kelompoknya dijual sampai ke luar Kalimantan Utara.

Di lapangan, pendampingan dilakukan oleh mitra lokal, yaitu Yayasan PIONIR Bulungan di Kalimantan Utara, Perkumpulan Pilar Nusantara (PINUS) di Sumatera Selatan, dan Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) di Nusa Tenggara Barat. Pendampingan mencakup penguatan organisasi, kepemimpinan, pemantauan hutan, dan pengolahan hasil hutan bukan kayu. Perkumpulan Seniman Pangan Indonesia membantu pengembangan produk dan akses pasar, sementara Forum Perempuan Penjaga dan Pengelola Hutan Indonesia (FP3HI) membawa pengalaman dari desa ke ruang advokasi yang lebih luas.

Di Semende, Sumatera Selatan, menjaga hutan terkait erat dengan adat. Tessa Pranisti adalah seorang Tunggu Tubang, sebutan dalam adat Semende bagi anak perempuan tertua yang akan mewarisi rumah, tanah, dan sawah keluarga. Kini ia mengajak perempuan dan anak muda desanya melakukan pemantauan hutan.

Di Desa Penyandingan, Kabupaten Muara Enim, Ani Tasriah, yang dulu tidak pernah berorganisasi, kini menjadi Sekretaris Lembaga Pengelola Hutan Adat (LPHA) Ghimbe Peramunan. Ia mendirikan KUPS Perempuan Anak Belai, kelompok perhutanan sosial perempuan pertama di Sumatera Selatan, dan mengajak delapan perempuan masuk kepengurusan LPHA. Kopi kelompoknya, Ghimbe Coffee, sudah mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikat halal, dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Di Desa Tanjung Agung, Fitri memimpin KUPS Perempuan Muara Jaya yang menjual Kopi Gwatu, minuman rempah, dan kain ecoprint. Anggotanya kini memiliki penghasilan dan tabungan sendiri.

Di Desa Karang Sidemen, Nusa Tenggara Barat, salak dan nangka hutan dulu tidak dilirik warga. Kelompok yang dipimpin Lilik Ernawati justru melihatnya sebagai peluang, di samping mengelola kopi, madu, dan ekowisata. Pemerintah desa pun menerbitkan surat keputusan yang mengakui peran perempuan dalam pengelolaan kawasan hutan.

Perubahan juga terjadi di ruang keputusan. Di Desa Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah, Marwita membesarkan anaknya seorang diri dari kebun kopi di kaki Gunung Rinjani. Kini ia memimpin KUPS Benang Stokel yang beranggota 15 orang dan mengolah kopi, keripik, minuman, serta selai. Pada 28 Juni 2026, warga memilihnya sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Aik Berik periode 2026 sampai 2034.

“Perubahan yang paling luar biasa adalah tumbuhnya rasa percaya diri saya. Dari yang dulu hanya seorang ibu kepala keluarga yang tidak berani berpendapat, kini saya berani berbicara di depan umum, aktif memimpin kegiatan, dan ikut mengambil keputusan penting dalam kelompok,” ujar Ketua KUPS Benang Stokel dan Anggota BPD Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah, Marwita.

Cerita ini penting karena hutan yang menyimpan ragam pangan terus berkurang. Indonesia kehilangan 433.751 hektare hutan alam pada 2025, naik 66 persen dari tahun sebelumnya (Auriga Nusantara, 2026). Sebagian dibuka untuk kebun kayu, tambang, dan sawit. Padahal Indonesia memiliki lebih dari 77 jenis sumber karbohidrat, 228 jenis sayuran, dan 389 jenis buah (Badan Pangan Nasional, 2024). Di tingkat global, hampir sepertiga emisi gas rumah kaca berasal dari sistem pangan dan lebih dari 40 persennya berasal dari Asia (FAO, 2025). Hampir seperlima emisi sistem pangan itu datang dari pembukaan hutan, kebakaran, dan kerusakan gambut untuk lahan pertanian (FAO, 2024).

Di tingkat desa, tantangan masih ada. Alat produksi masih manual, ongkos kirim ke kota mahal, dan perempuan masih jarang diundang dalam rapat soal hutan. Secara nasional, dari 15.769 KUPS yang ada, baru 120 yang masuk kategori tertinggi (Kementerian Kehutanan, 2025).

“Perempuan di komunitas punya pengetahuan yang unik tentang hutan. Persoalannya, akses ke informasi, ruang pengambilan keputusan, dan sumber daya untuk menjalankan usaha belum setara. Karena itu, bersama mitra lokal kami bekerja di tiga hal yang saling terhubung: posisi perempuan dalam kelembagaan, pemantauan kawasan, dan kelola usaha yang adil dan memberi manfaat tidak hanya sekedar menambah beban kerja mereka,” ujar Program Officer Tata Kelola Lingkungan The Asia Foundation, Dorta Pardede.

Di Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Utara, dan Nusa Tenggara Barat, program WFD mencatat 24.292 hektare hutan dikelola dengan perempuan ikut memimpin, 16 usaha berbasis hutan yang dipimpin perempuan sudah menghasilkan pendapatan, 11 kelompok pemantau hutan dipimpin perempuan, dan 21 izin usaha yang membuka akses perempuan ke pasar (The Asia Foundation, 2026).

“Perempuan di desa hutan sudah lama menjaga hutan dan dapur keluarganya. Yang mereka butuhkan adalah ruang untuk ikut memutuskan. Peran kami adalah mempertemukan mereka dengan mitra lokal, pemerintah, dan pasar, supaya perubahan di desa terus berjalan,” ujar Direktur Tata Kelola Lingkungan The Asia Foundation, Frans Siahaan.

Menurutnya, konsumen di kota juga memiliki peran. “Jamuan ini cara sederhana untuk menunjukkan hubungan antara piring kita dan hutan. Setiap orang yang memilih pangan dari hutan yang dijaga ikut menjaga hutannya,” tambah Frans.

Para perempuan sudah mulai menjual produk mereka di pasar lokal dan melalui media sosial dengan sistem pesanan. Sebagian produk juga dijual lewat JAVARA.

“Kalau bicara gastronomi Indonesia, kita harus mulai dari bentang alam. Dari sanalah lahir keragaman pangan dan budaya kuliner kita. Pangan dari hutan dan berbagai ekosistem lainnya relevan bagi konsumen kota yang membutuhkan pilihan pangan lebih beragam untuk pola konsumsi yang lebih sehat. Kuncinya adalah menghadirkan produk asal hutan secara berkualitas, dengan cita rasa yang punya daya pembeda dan relevan bagi konsumen, sehingga nilai yang tercipta di pasar dapat kembali ke komunitas dan desa asalnya,” ujar Helianti.

Pada 3 dan 4 Oktober, ketujuh perempuan ini akan menghadirkan cerita tentang kepemimpinan perempuan, pemantauan hutan, advokasi, dan usaha dari hasil hutan, bersama cita rasa hutan Indonesia. Semuanya hadir dalam program Women Forest Defenders bertajuk Watching the Forest, Growing the Future di Glass House Pavilion, Taman Lumpini, dan Restoran Bo.lan, Bangkok. Di Bo.lan, Chef Bo Songvisava akan memadukan bahan pangan hutan Indonesia dengan bahan dan teknik masak Thailand.

Di Bangkok Climate Action Week, ketujuh perempuan ini akan berbagi pengetahuan dari kerja mereka di komunitas: memantau hutan, memimpin kelompok, ikut menentukan pengelolaan kawasan, dan mengembangkan penghidupan. Melalui diskusi, pameran, pengalaman virtual, dan Jamuan Puan Rimba, pengalaman perempuan penjaga hutan di Indonesia menjadi bagian dari percakapan regional tentang pengelolaan hutan dan aksi iklim.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

ICPAPS 2026, SUCOFINDO Tegaskan Pentingnya Jaminan Mutu dalam Ekosistem Kesehatan

Yogyakarta, (1/10) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem farmasi dan teknologi kesehatan nasional melalui partisipasinya sebagai pembicara pada The 9th International Conference on Pharmacy and Advanced Pharmaceutical Sciences (ICPAPS) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. Konferensi internasional yang mengusung tema “Enhancing Pharmaceutical Care and Sovereignty through Digital Transformation” tersebut menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, regulator, industri, dan praktisi kesehatan dalam mendorong inovasi serta kemandirian sektor farmasi Indonesia melalui transformasi digital.

Pada kesempatan tersebut, Vice President Research and Business Development PT SUCOFINDO (PERSERO), Dian Indrawaty, hadir sebagai pembicara dalam sesi Industrial Symposium dengan membawakan materi bertajuk “From Research to Market: The Strategic Role of Testing, Inspection and Certification in Advancing Pharmaceutical and Healthcare Innovation”.

Menurut Dian Indrawaty, keberhasilan inovasi farmasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas riset, tetapi juga oleh kemampuan membangun kepercayaan di sepanjang rantai nilai industri kesehatan. Mulai dari penelitian dan pengembangan, evaluasi klinis, manufaktur, distribusi, hingga pelayanan kesehatan, seluruh proses memerlukan sistem jaminan mutu dan kepatuhan yang terintegrasi.

“Kepercayaan tidak dibangun pada satu titik, melainkan di seluruh rantai nilai. Di sinilah peran strategis layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) hadir untuk memastikan setiap tahapan pengembangan produk berjalan sesuai standar yang berlaku sehingga inovasi dapat bertransformasi menjadi produk yang siap dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PT SUCOFINDO (PERSERO) menghadirkan layanan TIC terintegrasi yang mencakup layanan pengujian produk farmasi, kosmetik, dan alat kesehatan, inspeksi dan verifikasi rantai pasok, sertifikasi sistem manajemen, kalibrasi, konsultansi kepatuhan regulasi, hingga pendampingan akreditasi fasilitas kesehatan.

Dian Indrawaty juga menyoroti bahwa perjalanan inovasi dari laboratorium menuju pasar sering kali menghadapi berbagai tantangan. Tidak sedikit hasil penelitian yang memiliki potensi besar, namun memerlukan dukungan lebih lanjut dalam aspek pengujian, validasi, pemenuhan standar, hingga pengakuan regulator agar dapat dikembangkan menjadi produk yang siap dimanfaatkan masyarakat.

“Agar inovasi dapat memberikan dampak yang lebih luas, diperlukan dukungan ekosistem yang mampu memastikan hasil riset memenuhi aspek mutu, keamanan, dan kepatuhan sejak tahap pengembangan. Dengan demikian, proses hilirisasi dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan produk yang memiliki daya saing di pasar,” jelasnya.

Melalui layanan TIC, PT SUCOFINDO (PERSERO) berperan mendukung proses tersebut dengan menjembatani kebutuhan akademisi, industri, dan regulator. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat transformasi hasil penelitian menjadi produk yang memenuhi standar mutu, keamanan, dan kepatuhan, sekaligus memperkuat daya saing industri farmasi dan teknologi kesehatan nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Zentara Percepat Deteksi Kerentanan Siber dari Hitungan Hari Menjadi Menit dengan AVAS

JAKARTA, INDONESIA – September 2026. Zentara Technologies memperkenalkan pendekatan baru dalam vulnerability assessment melalui AVAS, sistem assessment berbasis AI yang dirancang untuk mempercepat identifikasi dan prioritisasi kerentanan pada lingkungan enterprise.

Bagi banyak perusahaan, vulnerability assessment masih dilakukan secara berkala. Siklus pengujian yang panjang dapat membuat tim keamanan menerima gambaran risiko yang sudah tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi infrastruktur terbaru.

AVAS dirancang untuk mempersingkat proses tersebut dengan melakukan pemindaian secara paralel dan menggunakan AI untuk membantu menentukan area yang membutuhkan analisis lebih dalam.

Menurut Zentara, AVAS dapat menyelesaikan full enterprise assessment dalam waktu kurang dari 15 menit. Sistem tersebut memproses kerentanan pada aplikasi, sistem operasi, API, jaringan, dan firmware, kemudian menggunakan natural language processing untuk membaca advisory keamanan dan menghubungkan temuan dengan CVE yang relevan.Pendekatan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengujian manual.

Automated assessment digunakan untuk menemukan dan memprioritaskan risiko, sementara operator keamanan melakukan validasi dan eksploitasi manual untuk membuktikan dampak kerentanan.

Dalam praktiknya, pendekatan tersebut menggabungkan vulnerability assessment and penetration testing dengan kemampuan AI-powered vulnerability assessment. Setiap temuan divalidasi sebelum dimasukkan ke laporan sehingga tim keamanan dapat memusatkan sumber daya pada risiko yang paling relevan.

AVAS juga dirancang untuk menghasilkan laporan teknis dan eksekutif setelah assessment selesai. Temuan dapat dihubungkan melalui API ke lingkungan SOC, SIEM, dan DevSecOps yang sudah digunakan perusahaan.

Dengan memperpendek waktu antara perubahan infrastruktur dan pengujian keamanan, perusahaan dapat melakukan assessment setelah peluncuran aplikasi, perubahan konfigurasi, maupun munculnya kerentanan kritis baru, tanpa harus selalu menunggu siklus assessment berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES